[FF] US “Mistake” (Chapter 2)

Title : US “Mistake” (Chapter 2)

Cast : Siwon, Yoona and find others by yourself.

All cast are not belong to me and this story is just a fiction tho. All the story are completely came from my own imagination or minds. So i hardly remind peeps of “no copy paste”.

Hope you guys like it. Happy Reading!

Ketika Siwon masuk kedalam rumah dan melempar tasnya asal ke sofa diruang tv dirinya mendengar teriakan “aw” sewaktu dia mau menaiki tangga. Sadar dan mengenal pemilik suara tersebut, dirinya pun turun dan berjalan ke arah sofa tersebut. Dan…. saat Siwon sampai di sofa tersebut, ia melihat Yoona sudah terduduk manis dengan mata elangnya, dirinya tau saat itu juga dia akan menerima omelan-omelan bahkan kata-kata pedas dari istri tercintanya. Yoona tanpa membuang waktu langsung berkata “Oppa!! Apa yang kau pikirkan atau jangan-jangan Oppa tidak berpikir sama sekali?” Yoona memelototinya memberinya tatapan galak. Yoona sudah sangat frustrasi, dia tidak percaya suaminya yang pintar yang kata orang-orang cerdas itu dengan ceroboh membocorkan rahasia mereka ke publik dengan begitu mudah.

“Yoong, Oppa minta ma-” Siwon berkata sambil memperlihatkan puppy eyesnya tapi sebelum kalimat yang keluar dari mulutnya selesai, Yoona memotongnya.

“Aku hanya tidak mengerti kenapa Oppa bisa keceplosan seperti ini. Semua media mengira kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, sudah tidak pernah bertemu, bahkan sudah tidak berkomunikasi lagi dan itu semua adalah keuntungan untuk kita. Tapi Oppa malah mengeluarkan semuanya di TV Nasional! Oppa tau kan apa yang akan terjadi setelah ini? Akan ada banyak wartawan yang menunggu-nunggu kami terutama aku Oppa! Hahh!” tanyanya sambil berteriak yang dipengaruhi hormon kehamilannya.

Siwon memutuskan untuk diam karena itu adalah keputusan terbaik menurutnya dan sambil menunggu Yoona untuk mengeluarkan semua keluh kesahnya, ia pun duduk di bangku bar seberang ruang tv dan mengangguk dengan ekspresi memohon pengampunan untuk kesalahnya ‘kecil’nya, oh tidak, kesalahan besarnya.

“Oppa pasti becanda! Oppa ingin bermain-main denganku kan? Apakah Oppa serius hanya akan duduk di sana dan mengangguk? Katakan sesuatu, apa saja, sebelum aku melempar remote tv ini tepat di kepala Oppa” katanya, menginginkan jawaban dari Siwon.

Siwon tidak yakin menjelaskan dan membela dirinya sendiri adalah keputusan terbaik. Karena satu, dengan hormon kehamilan Yoona yang terus berubah-ubah, ia tahu suasana hatinya juga bisa berubah hanya dalam hitungan detik, dan dia merasa dia belum terbiasa akan hal itu dan tidak tahu apa yang diharapkan atau kapan harus mengharapkan bisa mengerti itu. Kedua, Siwon tahu ia harus berhati-hati dengan apa yang dia katakan. Dia sudah kemungkinan akan tidur di sofa malam ini, dan dia tidak ingin mengatakan apa-apa yang selanjutnya bisa membuat Yoona menempatkan dirinya di rumah anjing Bugsy.

Memilih kata-katanya dengan hati-hati, ia akhirnya berbicara dengan nada lembut sambil menatap Yoonanya malu-malu . “Oppa tidak benar-benar berpikir ketika Oppa menjawab pertanyaan itu; itu semua langsung semacam keluar mengalir begitu saja Yoong”.

“Agak tidak mungkin untuk orang yang sepintar Oppa melalukan itu.” kata Yoona dengan suaranya yang menakutkan.

Tidak mau terlalu memikirkan ucapan Yoona, Siwon melanjutkan apa yang dirinya ingin sampaikan “Dan Oppa masih begitu bersemangat tentang berita bayi kami, Oppa tidak bisa menahan diri. Menjadi seorang ayah dan memulai semua ini dengan kamu, itu sangat menakjubkan. Oppa ingin berteriak dari atap. Ditambah memiliki bayi. Jadi cepat atau lambat lebih baik semua orang tau sekarang sebelum dia lahir daripada nanti ketika semua orang tahu dan dikenal sebagai anak yang tersembunyi”.

Yoona menghela napas mengusap benjolan perutnya yang didalamnya ada janin yang sudah berusia enam bulan “Aku mengerti Oppa sangat senang. Sungguh, aku mengerti. Tapi aku hanya ingin yang tau tentang ini hanya teman-teman dekat kita, keluarga, dan hanya kami untuk sedikit lebih lama lagi. Tapi sekarang, seluruh dunia setiap menit ingin tahu detail kecil bukan hanya hubungan kita dan hidup kita, tapi sekarang kehamilan aku dan anak kami Oppa. Aku tidak ingin memberi mereka itu. Ini milikku, milik kita. Bukan konsumsi publik.” Berhenti sejenak, namun tidak membiarkan Siwon memotong pembicaraannya, Yoona kembali berkata “Dan juga besok aku ada jadwal untuk press conference film terbaruku Oppa, dan itu pasti akan menjadi lebih gila dari biasanya. Aku stress sekarang Oppa.” Dia menghela napas berat menundukkan kepalanya dan bersandar kembali ke sofa. Semua yang terjadi seperti menghisap semua tenaganya, ditambah harus mengatasi mual dan pusing-pusing karena kehamilannya membuatnya benar-benar ingin meledak.

“Sayang” katanya sambil meninggalkan tempatnya dan berjalan menuju Yoona lalu memeluknya dengan kedua lengannya dan membiarkan kepala Yoona beristirahat di dada bidangnya. “Maafkan Oppa. Oppa benar-benar, sangat menyesal.” Siwon kemudian mengusap tangannya ke atas perut Yoona. “Dear, kamu tidak boleh merasa stress dan Oppa tidak membantumu menghilangkan itu sama sekali hari ini karena kejadian tadi. Tapi, semuanya akan baik-baik saja, sayang. Oppa janji, Oppa akan membuatnya mudah.” kata Siwon lembut dan mencium puncak kepala Yoona. “Media tidak akan pernah tahu cerita kita atau apa pun yang kita tidak ingin mereka ketahui. Mereka tidak pernah bisa melaporkan detail mengenai ini karena mereka tidak bisa melaporkan apa yang mereka tidak tahu sepenuhnya atau bahkan sama sekali. Aku yakin sekali mereka berusaha memikirkan banyak kemungkinan-kemungkinan, tapi dengan itupun, Oppa berjanji tidak akan membiarkan mereka membayahakan dirimu dan bayi kita, jadi apakah kau bisa memaafkan Oppa sekarang? Hm?”.

Yoona berbalik dalam pelukannya menghadap Siwon, melihat Siwon benar-benar lelah karena acara hari itu. Bersandar ke dalam diri Siwon dan dia menemukan kenyamanan dalam pelukannya dan tahu ia tidak bisa marah lebih lama lagi. Ya, ini tidak akan tetap menjadi rahasia seperti yang Siwon katakan dan mungkin benar lebih baik untuk membiarkan berita tentang kehamilannya keluar sekarang . Kekhawatiran terbesar nya adalah bagaimana dia harus menangani pers besok, terus terang, dia merasa sedikit takut. Merasa tidur malam adalah yang terbaik untuk dirinya dan bayinya mempersiapkan diri mereka untuk besok, Siwon langsung mengangkat Yoona ke tempat tidur mereka diruang atas.

———————————

Sebuah SUV hitam sampai di hotel di mana Yoona akan melakukan wawancara sepanjang hari untuk film terbarunya , ia merasa sarafnya menggila dan merasa bahwa sarapan pagi yang telah ditelannya mencoba untuk keluar dari mulutnya saat ia melihat jumlah paparazzi dan wartawan yang lebih banyak dari biasanya dengan flash dari camera ditangan mereka. Yoona pun menggigit jarinya dan keringat mulai turun disekitar dahinya. Hyun, sang manajer, yang menyadari itu mengelap keringatnya dan mengusap lengan Yoona untuk menenangkan dirinya.

“Kau memiliki punggung dan tanganku, Yoong. Cukup ikuti dan dengarkan aku, dan aku akan berusaha membuat kau seaman mungkin Yoong. Kau percaya kan?” tanya Sooyoung yang duduk dikursi depan, ia adalah sepupu Siwon yang menjadi asisten pribadi Yoona.

“Iya unnie. Gomawo” balas Yoona dengan suara yang agak serak. Manajer Yoona pun membuka pintu mobil, tepat saat itu juga, pada fans, wartawan, paparazzi berteriak, keadaan menjadi agak kacau.

Saat Yoona keluar, suara teriakan dari orang-orang disana semakin menjadi-jadi. Hyun pun keluar diikuti Yoona yang sudah sangat gugup. Yoona memegang erat ujung jaket Hyun untuk menjaga keseimbangannya sewaktu berjalan karena paparazzi dan wartawan semakin maju kearahnya dan membuat ruang menjadi sempit. Para bodyguardnya sudah berteriak menyuruh orang-orang disana untuk membuat ruang agar Yoona tidak jatuh, tapi tidak begitu berhasil. Teriakan, tuduhan, dan pertanyaan dari para wartawan dan paparazzi yang melanggar batas ruang pribadinya tetap terdengar.

“Yoona!! Yoona! Apakah kau hamil? Benarkah?” seru seorang wartawan dari bagian kiri depannya

“Yoona! Apakah anak yang kau kandung benar-benar anak Siwon? Kau hanya mencoba membodohinya kan? Supaya kau bisa menikah dengannya?” teriak seorang perempuan yang berusia sekitar 18-19 tahun. Yoona menebak perempuan itu pasti adalah fans dari suaminya.

“Yoona kenapa kau merahasiakan pernikahan kalian? Dasar bodoh.”

“Callistha kau tidak pantas untuk Choi Siwon”

“Im Yoona anak itu bukan anak Choi Siwon bukan?”

“Callishta kau harus bercerai dengan Dave. Kau tidak pantas untuk idola kami Callistha Im”

Dia terus menundukkan kepala dan kakinya terus bergerak di atas red carpet, meskipun dia tidak tahu pasti di mana mereka membimbingnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak stres atau membiarkan pertanyaan mereka menusuk hatinya, tapi itu tidak semudah yang ia bayangkan.

“Oh Tuhan, kami pikir kau kelihatan sedikit lebih gemuk tanpa alasan.” salah satu paparazzi kasar berteriak menaruh kamera tepat di depan wajahnya. “Sekarang , kita tahu alasan sebenarnya dan kenaikan berat badanmu tidak terlihat baik sedikitpun”.

“Hey, jaga kata-katamu!” Hyun berteriak dan mendorong kamera paparazzi tersebut.

“Apakah sekarang kau berpacaran dengan manajermu dan sebenarnya dia adalah ayah kandung dari anak yang kau kandung? Apakah Dave Mike suamimu tau tentang ini Callistha?” paparazzi yang lain muncul dan bertanya.

Callistha mendongak saat mencapai pintu masuk gedung tempat wawancaranya dan buru-buru masuk ke dalam meninggalkan teriakan-teriakan kegilaan dari orang-orang diluar pintu gedung itu. Yoona pun mengambil napas dalam-dalam dan membiarkan keluar perlahan-lahan dan mencari tempat duduk. Matanya kemudian menemukan sebuah bangku di sepanjang lorong sisi pertama, ia pun berjalan ke arah lorong itu dan duduk disalah satu bangku yang ada disana. Sooyoung juga ikut duduk disampingnya. Callistha berusaha sekuat mungkin agar air matanya tidak turun. Dia tahu semua yang terjadi tadi adalah bagian dari resiko pekerjaannya, tapi ia sedang hamil dan sangat sensitif. Dia pun duduk di sana selama beberapa menit mengambil napas dalam-dalam dan mencoba untuk tetap stabil. Timnya hanya diam berdiri di sekelilingnya karena ingin membiarkan Callistha memiliki waktunya sendiri.

Setelah lima belas menit dan merasa sudah untuk Callistha mendinginkan pikirannya. Sooyoung akhirnya angkat bicara “Yoong? Apakah kau masih bisa melanjutkan wawancara ini? Karena kita benar-benar bisa pergi dari sini jika kau mau”.
“Aku baik-baik saja unnie. Ayo kita pergi” katanya sambil bangkit dari kursinya dan menyeka matanya. Sooyoung pun memandu dia ke ruangan tempat wawancara dimulai.
——————————-
(Percakapan wawancara mereka dalam bahasa inggris karena menyesuaikan dengan latarnya yang bukan Korea tapi Amerika Serikat dan sekitarnya)
Note : Yoona dipanggil Callistha hanya oleh orang America dan sebagian fans-fans disana.
Off cam (sebelum recording dimulai)
“Hey, Calistha! Long time no see, huh” Jane, pewawancara bertanya sambil melangkah ke dalam ruangan dan memeluk Yoona.
“Yeah Jane. It’s been awhile.”
Callistha menjawab sambil tersenyum tipis.
“So, you and Siwon plus one.” Jane mengedipkan mata sebelah kirinya dan tertawa kecil.
“Uh. Seems he couldn’t keep his mouth shut. He’s too excited.” Callistha tertawa, dirinya tau Jane mengerti apa yang dia bicarkan. “I mean I’m too. It’s just I know how to keep my mouth shut unlike him.”

Jane tertawa mendengar pernyataan Callishta dan berkata “He’s seemed to have an issue with that. Hasn’t he?”

“Ever since I’ve known him.” jawab Callistha sambil tertawa.

“So are you ready to start our on-cam conversation?” Jane bertanya sambil berjalan ke arah kursi kebesarannya dimana tempat ia biasanya duduk untuk mewawancarai orang.

Callistha menjawab “Yes”. Jane pun memberikan tatapan ‘let’s go’ kearah cameraman.

On-cam

“So I’m here with one of the most beautiful woman in this world with such amazing heart and talented woman, Im Callistha.” Jane memperkenalkan tamunya hari ini.

“Callistha, how’s it going? It’s been a while since we last spoke. I think the last time I saw you was 5 months ago.”

“I’m doing well and yes we met 5 months ago, it was for my video clip press conference in Los Angeles.” jawab Callistha.

“You new movie is phenomenal. I saw it at New York’s biggest vip premiere room. This is one of your best performances.” Jane mengedipkan matanya.

“Aww, thanks, Jane. It makes me happy to know you love the movie I’m in.” Yoona tersenyum malu.

“Oh! I was talking with my brother, Jake earlier, he was talking about how athletic you are. He said you played a lot of sports on set, and was an awesome golf swing.”

Pipi Yoona memerah sambil menjawab “Yeah I hit a lot of golf balls, and played a lot of basketball. It was fun.”

“Anyway, I told my Twitter followers I’d be interviewing you, there was lots of questions that came up and then a certain announcement came out and now, there is an obvious question that everyone wants to know what is the answer.”  Jane berkata sambil menahan tawanya.

“You know what I’m ready to ask you.” Sambung Jane.

Lalu berkata lagi. “You know we can’t avoid it, Callistha”

Callistha menggeram lucu.

Jane berkata lagi “Should I ask you or do you want to say something on the record?”

“Aww, Jane, Jane! Jane! Don’t do this to me! Do we have to talk about it? Aren’t there other questions you’d really rather ask me? muka Yoona lagi-lagi memerah.

“You know I can’t Cal, all your fans want to know. They force me to ask you so I won’t take a risk to make them mad at me for not asking you today.” Jane tersenyum berusaha tidak membuat Yoona semakin susah.

“Okay. I’ll just say this. Dave Mike has a big mouth with no filter!” (Okay, aku hanya akan berkata kalau Dave Mike memiliki mulut besar yang tidak ada filter (mulut yang tidak bisa dijaga)”

Jane pun berkata “Well, we already knew that! Anything else you want to add?” (Kita sudah tau tentang itu, ada yang mau kamu tambahkan?)

“And he’s ‘dead meat’ at the moment.” Yoona berkata dengan gugup. (Dia seperti ‘daging mentah’ (manusia kaku) sekarang)

Selanjutnya pertanyaan-pertanyaan yang diterima Yoona hanya berupa “Kapan dirinya akan berkujung ke negara yang lain” “Kapan dirinya akan mengadakan Tour dunia lagi” dan masih banyak lagi.

Ketika sesi wawancara sudah selesai, Yoona langsung membuka iPhonenya. Melihat ada satu pesan masuk yang belum dibuka, Yoona pun membukanya dan itu adalah pesan dari Siwon yang berisi “Hi Love! Kau baik-baik saja kan? Telepon aku ketika wawancaranya sudah selesai. Saranghae.” Yoona pun tersenyum dan langsung menelepon Siwon.

“Hi Oppa!” Yoona membuka pembicaraan.

“Hi Yoong! Sudah selesai?”

“Sudah Oppa, Oppa dimana?”

“Oppa sedang dimobil. Sooyoung akan membawamu kesuatu tempat. Kita bertemu disana ya sayang.”

“Kemana Oppa?”

“Rahasia.”

“Baiklah kalau begitu! Tunggu aku. I love you Oppa”

“Love you too Yoong!”.

The end.

Sorry buat Ending yang ga bagus guys 😦

Untuk edisi US “Mistake” end udh keluar ya. Jangan nagih” lagi :p  . Ditunggu US edisi selanjutnya/yang lainnya.

FF ini mungkin jadi FF terakhir sebelum hiatus. Tapi sebenarnya author pengen tulis beberapa cerita lagi (apalagi kalau ada request) semoga aja ada waktu ya.

Thankyou guys! Remember to place your comment too!

See you in next FF! 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

27 thoughts on “[FF] US “Mistake” (Chapter 2)

  1. serius ini ending ff nya,q kirain masi lanjut….

    masi pengen ff ini sayang kalo ga d’lanjut ceritan nya bagus +menarik

    q suka ff seperti ini ringan,romantis
    penasaran sama yuna

    Like

  2. Kenapa ya hubungan yoonwon ditentang. Trus kenapa yoona dikira bukan hamil anak siwon.
    Suka sama ff nya. tentang marriage life udh lama gak baca genre ini
    Nexttt ditunggu ff lainnyaa
    Fighting

    Like

  3. OOh,jadi disini yoonwon sudah menikah jahat banget ya, fans disana,kata2nya kasar sekali,tapi ngomong2 ini langsung end,jalan ceritanya kecepatan kayanya thor,butuh sequel ini kayanya,mau hiatus ya,mudah2an gak lama ya thor.

    Like

  4. Wah endingx gantung bgt sih tor ini masih geregetan ama hub mrk yg br terungkap hehehe tp gak ap puas kon apalgi liat yoona marahin siwon mrk klop bgt saling melengkapi dan pengertian bgt

    Like

  5. endingnya gantung jadi agak bingung aja kayak di paksain end soalnya mereka baru percakapan trus tiba” end aja.. trus penggunaan kata kami saat percakapan siwon n yoona di awal chap ini kurang pas seharusnya kita kan kalo kami maknanya jadi beda..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s