[Two Shoot] Always You Forever (Chapter 2/End)

Title : Always You Forever

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Mr and Mrs. Choi, Mr and Mrs. Im, Tiffany, Kangin and find others by yourself.

Poster made by : xoloveyoonwon. Thankyou so much!

Note : All casts are belong to God,their families and agency.

Disclamer : Semua cerita yang ditulis adalah murni dari pikiranku, jadi jika ada kesamaan casts atau kejadian serta moment, tolong dimaklumi..

+ No copy paste please. Author ga mau ada yang copas makanya author juga ga bakal copas. Jadi tolong hargai ya.
Thankyou all.

Oh iya yang belum baca Chapter 1nya, silahkan baca disini > https://minefanficworld.wordpress.com/2016/01/07/2s-always-you-forever-2/

Happy Reading!

Author POV

Setelah 30 menit akhirnya Yoona terdiam karena tertidur di bahu Siwon. Dan jangan lupa, kemeja putih Siwon sudah sangat basah karena air mata yang turun terus menerus. Siwon tersenyum sambil menghapus air mata Yoona dan merapikan rambut yang menutupi kening indah istrinya lalu berbisik “Ku harap masalahmu tidak berat sayang. Kau tau? Aku sakit ketika melihatmu menangis. Dan ku harap kau akan menceritakannya kepadaku besok. Aku selalu mencintaimu, will always you forever”. Setelah itu, Siwon membaringkan Yoona di dadanya. Dan akhirnya pasangan ini pun tertidur.

Keesokkan harinya..

Hari sudah siang ketika Yoona bangun, dirinya bingung mengapa dia bisa tertidur dengan tenang di tempat tidurnya padahal seingatnya kemarin dia menangis seperti orang yang tersedih di dunia. Yoona sampai-sampai memukul pipinya beberapa kali lalu berkata pada dirinya sendiri “Apa.. yang terjadi kemarin semua hanya mimpi? Ah tidak mungkin, ah aku jadi pusing”. Selanjutnya yang dilakukan Yoona adalah masuk ke kamar mandi, karena dia berpikir suaminya pasti sudah berangkat ke perusahaannya pagi-pagi tadi. Sekitar 30 menit kemudian, Yoona keluar dengan mini dress yang membuatnya terlihat sangat lucu. Lalu dirinya pun turun menuju ruang makan. Sampai di meja makan, dirinya langsung memanggil pelayan pribadinya untuk menyiapkan makan siang untuk, tapi niat itu terhenti ketika dia merasakan pipinya dicium oleh seseorang. Ya, seseorang itu adalah Siwon, suami yang sangat dicintainya. Yoona berbalik dan tersenyum kearah Siwon. Siwon langsung berjalan ke arah dapur lalu balik dengan membawa beberapa makanan serta minuman diatas nampan kearah meja makan. Yoona melihatnya dengan takjub. Siwon hanya tertawa geli melihatnya.

Siwon kemudian duduk dan mulai bersuara “Morning dear, ini pizza beef dan kiwi juice favoritmu”.

Yoona langsung mencium bibir Siwon dan menjawab “Morning my beloved husband, kau yang menyiapkan ini semua? Wow”.

Siwon tertawa mendengar reaksi Yoona lalu menjawab “Tentu tidak sayang, aku tidak mau mengambil resiko istri tercintaku keracunan karena makanan buatanku. Jadi aku membeli pizza itu. Kalau jus kiwinya aku yang membuatnya”,  lalu mengacak rambut Yoona singkat.

Yoona kembali menjawab setelah menghabiskan 2 potong pizzanya”Ah, benar juga. Tidak mungkin suamiku yang terkenal sebagai seorang cool guy bisa memasak. Hah, kenapa aku sungguh bodoh tadi”.

Siwon langsung berseru “Yak! Jangan bilang begitu, kau juga tidak bisa memasak! Padahal kau berperan sebagai seorang istri sayang”.

Yoona langsung terdiam. Bukan apa, ya dia tau Siwon hanya becanda dengan perkataannya. Tapi akibat perkataan Mrs. Choi kemarin membuatnya semakin sensitif. Yoona langsung meletakkan pisau dan garpunya.

Siwon yang merasa Yoona sedikit berubah berkata “Sayang.. aku hanya becanda, maafkan aku”.

Yoona mengangguk lalu berkata panjang, suaranya terdengar sedikit tercekat “Lagi pula ini semua memang salahku Oppa, bukan salahmu. Seharusnya aku yang minta maaf tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu. Sebagai seorang istri harusnya aku bisa memasak, mencuci piring atau setidaknya  membereskan rumah. Tapi apa? Tidak ada satupun dari ketiga itu yang bisa ku lakukan dengan baik Oppa! Aku sungguh tidak bergu..”. Perkataan Yoona terhenti karena Siwon melumat bibirnya.

Setelah melepaskan bibirnya dari bibir Yoona, Siwon berkata “Yoong, sungguh itu bukanlah masalah untukku. Aku bahkan tidak pernah berpikir kau harus bisa melakukan itu. Malah aku memang tidak mau kau melakukan hal-hal seperti itu sayang. Sudahlah, jangan menangis lagi. Ini bukanlah hal yang bisa membuat masalah atau membuatku risau. Dengan kau disisiku saja, aku sudah sangat amat bahagia Yoong. Itu yang harus kau tau. Aku mencintaimu lebih dari apapun sayang”.

Yoona terisak dan menjawab “Oppa tidak lupa kan aku tidak bisa memberikan Oppa keturunan? Inilah yang selalu aku sesali Oppa!”.

Siwon kembali menjawab “Aku sudah mengatakan aku tidak apa-apa dengan masalah anak Yoong. Sudahlah sayang..”.

Yoona langsung menjawab “Bagi Oppa mungkin tidak apa, tapi bagiku tidak. Oppa tau ini sangat menyakitkan Oppa”.

Siwon terdiam sejenak lalu menjawab “Yoong.. apa semalam kau menangis karena hal ini hmm?”. Yoona langsung mengangguk. Ini salah satu cara agar dia bisa membujuk Siwon agar menyetujui ide Mrs.Choi, sekalipun sebenarnya dirinya tidak mau.

Yoona kemudian berbicara lagi “Aku sedih dan marah kepada diriku sendiri Oppa, aku merasa aku tidak berguna. Aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk Oppa. Aku sungguh sungguh amat tidak berguna Oppa”. Isakan Yoona semakin terdengar.

Siwon langsung berjongkok dan menangkup kedua pipi Yoona lalu bertanya “Baiklah. Jadi apa yang bisa Oppa buat biar kau senang? Hmm.. apapun akan Oppa berikan dan lakukan untukmu, jadi jangan menangis lagi sayang”.

Yoona langsung diam, dalam hati dia berkata “Semoga Oppa bisa menerima apa yang aku katakan”.

Yoona pun berkata “Bagaimana kalau Oppa tidur dengan wanita yang disewa Omma? Bagaimana? Apa Oppa mau?”.

Siwon langsung menjawab “Apa maksudmu sayang?”.

Yoona langsung menceritakan semuanya “Kemarin Omma datang dan bilang dia ingin sekali punya cucu dari Oppa. Tetapi karenaku impiannya tidak terwujud. Jadi Omma menyarankan kalau Oppa tidur saja dengan wanita yang Omma pilih. Lalu nanti ketika anaknya lahir, anaknya akan menjadi anak Oppa dan aku”.

Setelah selesai menceritakan semuanya, Yoona langsung berlari keatas dan masuk ke kamarnya. Apa yang barusan diceritakannya sungguh menyakiti hatinya sendiri, dan kemungkinan besar juga menyakiti perasaan Siwon. Tapi mau bagaimana lagi. Dirinya juga tidak bisa menolak ide Mrs. Choi. Yang bisa dilakukannya sekarang hanya menangis dan merutuki diri sendiri, menyesal karena ketidaksempurnaan dirinya.

Tak lama setelah itu, Siwon masuk ke dalam kamar dan langsung berjongkok di hadapan Yoona yang duduk di tempat tidur “Yoong, Oppa tidak mau melakukan itu. Sungguh, Oppa tidak masalah tidak memiliki keturunan. Kita bisa adopsi kan.. Masalah Omma, nanti Oppa yang berbicara dengannya, jadi hentikan semua rencana bodoh ini sayang. Aku tidak akan pernah mau melakukannya, ini sama saja aku menyakitimu sayang”.

Setelah itu, Siwon mencium bibir Yoona lama. Yoona kembali bersuara setelah Siwon melepaskan bibir Siwon dari bibir Yoona “Tidak Oppa. Jangan memikirkanku. Percuma saja, kalaupun Oppa menjelaskan pada Omma tentang adopsi, itu tidak akan mempengaruhi apapun. Oppa selalu bilang ingin aku bahagia kan?”. Siwon mengangguk.

Yoona berkata lagi “Apakah ucapan itu masih berlaku Oppa?”.

Siwon dengan cepat menjawab “Tentu sayang, itu akan selalu berlaku selama aku hidup”.

Yoona memaksakan senyumnya lalu berkata “Baiklah, aku pegang kata-kata Oppa, jadi Oppa harus menyetujui ide Omma”.

Siwon berkata “Tidak dengan cara itu sayang, itu hanya akan menyakitimu. Jangan berbohong, kau juga sedang merasakan perih dihatimu kan?”.

Yoona menggeleng dan menjawab “Tidak jika Oppa menyetujuinya, aku juga akan senang”.

Mau tidak mau, Siwon pun hanya bisa menjawab “Iya”.

2 hari telah berlalu.. Hari ini Siwon dan Yoona bertemu dengan Mrs. Choi dan wanita yang disewanya di sebuah ruangan private di restoran kelas atas.

Siwon dan Yoona yang telah sampai duluan langsung duduk di dalam ruangan itu. Jangan lupakan satu hal, sejak bangun pagi hingga sampai saat ini Siwon terus bertanya “Kau yakin sayang akan mengizinkanku melakukan ini?”,  “Sayang.. sebaiknya kita tidak usah menyetujui ide gila ini. Kau yang nantinya akan terluka” , “Yoong.. Sudahlah lupakan saja semua ini”. Tapi semua hanya dijawab dengan kata “tidak kita akan tetap melakukan ini Oppa”. Sekitar 10 menit kemudian, pintu ruangan inipun terbuka dan masuklah Mrs. Choi dan seorang wanita yang agak sedikit pendek namun terlihat manis. Siwon langsung mengenggam erat Yoona. Tetapi Yoona hanya memberikan pandangan “Aku baik-baik saja Oppa”. Mrs. Choi kemudian menyuruh pelayan membawa semua makanan dan minuman yang telah dipesannya. Mrs. Choi kemudian pun mulai akan memperkenalkan wanita yang ada disampingnya. Siwon langsung merangkul Yoona, tetapi lagi-lagi Yoona mengisyaratkan kalau dirinya baik-baik saja. Mrs. Choi pun mulai berkata “Baiklah Siwon, Yoong. Ini Tiffany, dia seorang penjaga apotek. Dia bersedia dan menyetujui semua kesepakatan yang Omma berikan”. Tiffany, wanita itu pun mulai bersuara “Annyeong, aku Tiffany”.  Yoona pun memperkenalkan dirinya juga. Tapi tidak dengan Siwon, melakukan ini sama saja menyakiti Yoona pikirnya. Karena lama tidak bersuara, Yoona pun berkata “Tiffany sshi, ini Siwon suamiku, yang akan tidur denganmu nantinya. Siwon Oppa sedang sedikit tidak enak badan makanya dirinya tidak banyak bicara. Jadi maklumi ya”. Siwon langsung menoleh ke arah Yoona lalu berkata “Tidak enak badan apa sayang? Jelas-jelas tadi pagi kita masih sempat melakukan pemanasan diranjang indah kita”. Yoona langsung mendelik, sedangkan Tiffany melihat keduanya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Mrs. Choi kembali bersuara “Jadi Siwon, kapan kau berniat meniduri Tiffany hm?”. Siwon melihat Ommanya dengan sinis lalu menjawab “Apa? Berniat? Aku tidak pernah berniat Omma. Sungguh ini hanya permainan konyol. Jika tidak demi Yoona, aku tidak akan pernah mau melakukan ini”. Mrs. Choi dan Tiffany terdiam sedangkan Yoona langsung berkata pada Siwon “Oppa, jangan begitu”. Mrs. Choi membuang nafas lalu berkata “Baiklah, jadi kapan?”. Siwon pun menjawab “Aku tidak tau. Omma saja yang mengaturnya”. Mrs. Choi langsung menjawab “Baiklah Siwon ah”. Siwon hanya mengeleng-geleng lalu berkata lagi “Tapi aku memiliki 2 syarat Omma”. Mrs. Choi menjawab “Apa? Katakanlah”. Siwon pun berkata “Yang pertama: sehabis tidur denganku, dia tidak boleh tinggal serumah denganku dan Yoona. Yang kedua: selama kehamilannya, aku tidak akan ikut campur dan juga dia tidak akan berhak atasku”. Mrs. Choi pun menyetujuinya. Tiffany yang mendengarnya, hanya bisa merasa kecewa dan lagi entah mengapa dirinya memegang perutnya. Mungkin dia sudah lapar.

1 bulan kemudian

Hari ini Mrs. Choi akan membawa Tiffany datang ke rumah, jadi Yoona pun memindah beberapa barangnya ke kamarnya, ah maksudnya kamar tempat menyimpan segala baju, tas, sepatu miliyaran. Yoona akan tidur disana, karena kebetulan beberapa bulan yang lalu Siwon membeli sebuat tempat khusus untuknua yang ditempatkan di kamar itu. Tadinya dirinya mau tidur di samping kamar dia dan Siwon, tetapi tidak jadi karena dia merasa akan lebih nyaman dikamar walk-in-closetnya.

Siwon yang melihat Yoona memindah handuk, mengambil beberapa piyama tidur serta berbagai hal langsung memeluk Yoona dari belakang dan berkata “Sayang, kau mau kemana?”. Yoona menjawab “Ke kamarku Oppa”. Siwon bertanya “untuk apa?”. Yoona kembali menjawab “Tiffany akan sampai sebentar lagi dan ini sudah jam 7. Itu berarti Oppa dan dia akan langsung melakukan itu”. Yoona mengakhiri perkataannya dengan sebuah senyum paksaan. Siwon pun kembali bersuara “Yoong.. kau tidak harus melakukan ini. Jika kau menyuruhku untuk tidak melakukannya.. aku pun tidak akan melakukannya Yoong”. Yoona pun kemudian menjawab “Tidak. Ini mungkin akan menjadi yang terbaik Oppa”. Yoona lalu membalikan tubuhnya dan mencium bibir Siwon singkat dan berkata “I love you Oppa. Aku akan berada dikamarku setelah Tiffany datang sampai besok pagi. Oppa bisa melakukan apapun”. Siwon menjawab “Yoong… aku tidak akan bisa tahan tidak bertemu denganmu sampai besok pagi. Kita akan bertemu ditaman nanti malam”. Yoona pun menggelengkan kepalanya. Siwon berkata lagi “Baiklah-baiklah sayang. Aku mencintaimu selamanya”.

10 menit kemudian, Mrs. Choi dan Tiffany pun sampai di kediaman Siwon dan Yoona. Sebelum Yoona membuka pintu, Yoona berkata “Oppa bersikaplah baik-baik kepada Tiffany. Jangan berkata kasar Oppa. Aku menyayangimu”. Siwon menjawab “Baiklah.. tapi aku tidak janji. Aku selalu mencintaimu sayang”. Keduanya pun berciuman agak lama dan berpelukkan kemudian Siwon duduk disofa ruang tamu dan Yoona membuka pintu.

Mrs. Choi dan Tiffany kemudian masuk diikuti Yoona dan duduk disofa. Setelah berbicara tentang apa yang harus dan tidak harus dilakukan, Tiffany dan Siwon serta Yoona pun naik kelantai dua sedangkan Mrs. Choi langsung pulang karena Mr. Choi akan segera pulang. Yoona langsung masuk ke kamarnya. Saat melihat itu, dalam hati Tiffany sedikit bersorak. Siwon dan Tiffany yang harusnya masuk ke kamar Siwon, tidak jadi karena Siwon mengajak Tiffany ke bar luas di ujung kanan lantai dua. Entahlah apa yang akan dilakukan mereka berdua. Semoga saja berjalan dengan benar seperti rencana yang telah disepakati.

Yoona POV

Aku disini, di kamar mewah yang penuh dengan barang-barang yang sangat diinginkan wanita-wanita diluar sana begitu pula denganku. Biasanya aku akan sangat senang melihat semua ini. Tas mewah, sepatu mewah, baju, dress, rok, dan banyak lagi. Tetapi kali ini, berbeda.

Sakit, mengetahui suamiku akan melakukan ‘itu’ dengan orang lain. Menyakitkan sekali mengetahui Siwon Oppa akan mempunyai anak dengan orang lain. Tetapi bukankah harusnya aku senang? Tidak akan lagi ada yang sedih karena tidak memiliki cucu. Karena sebenarnya ini semua juga karena aku yang tidak bisa memberikan keturunan untuk Siwon Oppa. Itulah fakta yang paling menyakitkan.

Aku, yang sudah sangat lama tidak pernah menangis akhirnya menangis tanpa henti ketika jam sudah menunjukkan jam 12 malam. Mungkinkan, aku menyesal karena menyerahkan suamiku? Mungkinkah? Iya. Sudah pasti. Mungkin kalian berkata “Im Yoona kau bodoh, kau bisa mengadopsi anak saja” ataupun “Im Yoona, mengapa kau harus mengukuti kata-kata Mrs. Choi?”. Aku tidak mau mengikuti tapi juga tidak bisa menolak. Entahlah, mungkin ini adalah tangisan terpanjang dan yang paling menyakitkan yang pernah kurasakan. Selama menikah dengan Siwon Oppa, seingatku aku hanya pernah menangis hebat karena mengetahui aku tidak bisa memberikan keturunan untuk Siwon Oppa. Hanya itu, tidak ada yang lain. Karena Siwon Oppa selalu membahagiakanku, bahkan dirinya menerima semua kekuranganku termasuk yang satu itu.

Author POV

Pagi baru telah tiba dan sudah hampir berganti menjadi siang hari, tetapi wanita cantik yang bernama Im Yoona ini masih tertidur sampai akhirnya ketukan kuat dari pintu terdengar, ia baru terbangun. Saat membuka pintu, Yoona melihat Siwon memegang nampan yang berisi puding-puding dan milkshake kesukaannya. Siwon yang melihat itu berkata “Untukmu sayang”. Yoona pun tersenyum dan mengajak Siwon masuk ke kamarnya. Yoona pun langsung mengambil beberapa puding dan memakannya. Yoona pun berkata “Ini sangat lezat Oppa!! Oppa mau tidak?” Siwon menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk Yoona erat serta berkata “Yoong, Oppa selalu mencintaimu dan hanya akan selalu dirimu dear”. Yoona menjawab “Aku juga Oppa, terimakasih”. Belum sampai satu menit, Yoona kemudian berkata lagi “Oppa, apakah Tiffany eonnie masih dikamar? Apakah dia sudah sarapan? Sebaiknya aku membangunkan dia terlebih dahulu”. Yoona pun berdiri dan saat baru akan melangkah, Siwon menahan tangan Yoona dan berkata “Dia sudah pergi ke villa yang disewakan untuknya jadi jangan khawatir. Lagipula, disana sudah ada beberapa pelayan dan supir. Jadi tenanglah dan tidak usah memikirkan orang lain dahulu Yoong, pikirkan perasaanmu sendiri sayang”. Yoona hanya bisa terdiam mendengar semua perkataan Siwon. Tiba-tiba Siwon berkata “Yoong, aku ingin melakukannya denganmu sayang, bolehkah?”. Yoona tersenyum malu pun hanya menganggukkan kepalanya. Dan senam pagi yang panas itu pun terjadi dan entah kapan akan berakhir (sebaiknya kita lewati part ini hehe)

3 bulan kemudian..

Pagi ini, Yoona mendapat kabar dari Mrs. Choi kalau Tiffany sudah hamil. Ini kabar yang menggembirakan tapi juga menyakitkan di waktu yang sama. Siwon yang baru saja keluar dari kamar mandi, yang sudah selesai membersihkan diri setelah senam pagi yang dilakukannya di ranjang bersama Yoona tadi pun bingung melihat wajah lesu istrinya, yang tampak berbeda tidak seperti sebelum dirinya masuk ke kamar mandi. Siwon langsung memeluk Yoona dari belakang dan bertanya “Ada apa sayang? Ceritakanlah pada Oppa”. Yoona pun berkata “Tiffany eonnie sudah hamil.. dan Omma juga mengingatkan besok Oppa yang mengatarkan Tiffany ke rumah sakit untuk mengecek kandungannya”. Siwon pun kembali menjawab “hmm.. kita akan bawa dia. Tapi kau juga harus ikut, sayang.. karena aku hanya akan menemaninya jika kau juga ikut”. Yoona pun menganggukkan kepalanya.

Siwon POV

Siapa yang akan tega menyakiti wanita yang dicintainya? Siapa yang akan tega menghacurkan hati wanita yang disayanginya? Apalagi ditambah jika pemilik hati itu adalah wanita yang sangat baik hati dan lembut. Tegakah? Disaat orang lain lebih mementingkan dan memikirkan perasaannya sendiri daripada perasaan orang lain, istriku, Yoonaku lebih memilih mementingkan hati orang lain. Lebih parahnya, orang yang tidak ingin dia sakiti adalah orang yang disewa oleh Ommaku sendiri untuk mengambil posisi dirinya. Aku percaya kalian mengerti maksudku. Membiarkan posisi dirinya sebagai istriku diambil oleh orang lain, bukan itu saja, dia bahkan rela membiarkan hatinya pecah menjadi berkeping-keping dengan membiarkan perempuan yang tidak ingin ku sebut namanya melakukan hal intim denganku, ya walaupun, tidak ada yang tau, malam itu, tidak terjadi apa-apa antara diriku dan wanita itu.

Flashback ON

Aku melihat Yoona sudah masuk ke kamarnya dan terdengar suara pintu terkunci. Kemudian, aku juga melihat dengan ujung mataku Tiffany tersenyum licik dan senang karena saat ini kami sedang menuju kamar yang biasa kutempati bersama Yoona. Menurutku, dengan hadir Tiffany dan dengan Yoona masuk ke kamar specialnya itu saja sudah keterlaluan, apalagi melakukan hubungan intim dengan wanita yang bahkan bukan siapa-siapa dari diriku. Tiba-tiba aku pun teringat dengan ide yang diberikan Kangin hyung, sahabatku sejak kecil yang bertemu denganku empat hari yang lalu. Ah, lebih baik aku menjalankan rencana itu. Dua langkah sebelum mencapai gagang pintu, aku langsung mengajak Tiffany ke bar besar yang berisi banyak beer dan berbagai macam snack. Tiffany pun mengikuti ajakanku. Taukah apa yang kulakukan? Maaf jika ini terkesan sedikit jahat, tapi ini supaya aku tidak usah melakukan hal “itu” dengannya. Hal itu adalah hal yang pasti saat ini membuat hati Yoona terasa sangat sakit. Aku menuangkan beer ke dua gelas krystal yang ada di atas meja bar dan memberikan satu kepada Tiffany dan satu lagi untukku. Tiffany pun langsung meminumnya dengan sekali teguk. Aku pun tersenyum senang. Aku kembali menuangkan beer ke gelas Tiffany sampai hampir 10 kali dan akhirnya dia pun tertidur. Rencanaku pun berhasil. Ya memang, beer ini bisa membuat orang mabuk tetapi tidak bisa tertidur secepat ini. Dan kalian pasti penasaran kenapa Tiffany dapat tertidur secepat inikan? Itu semua karena tadi pagi aku diam-diam sudah memasukkan obat tidur dosis tinggi kedalam botol beer yang dia minum. Melihatnya benar-benar sudah terlelap, aku mengangkat dirinya ke kamarku dan Yoona dan menidurkan tubuhnya ke bagian kanan ranjang. Setelah itu, akupun beranjak ke sofa yang ada di sebelah kiri kamarku dan duduk sambil menonton video rekaman perjalanan honeymoonku dan Yoona beberapa bulan yang lalu. Sampai ketika jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, aku beranjak berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur dan aku pun merobek sedikit baju Tiffany dan mengacak-acak tempat tidurku dan juga rambutku lalu mengambil posisi tidur menghadap ke arahnya. Ini ku lakukan agar dia berpikir kami sudah melakukan sesuatu tadi malam. Hah, liat saja nanti.

Flashback Off

Jadi, aku sekarang yang sedang duduk dimobil bersama Yoona menuju ke villa tempat tinggal Tiffany pun bingung mengapa Tiffany bisa hamil, padahal aku tidak berbuat apa-apa dengannya.

Yoona yang berada di sampingku sedang melihat keluar jendela dan baru menatapku ketika aku mencium pipi kanannya.

Yoona pun bertanya ada apa dan aku hanya tersenyum dan menjawab kalau aku hanya rindu dirinya.

Tanpa terasa, kamipun sudah sampai di villa itu. Yoona baru saja akan membuka pintu, tetapi tidak jadi karena mendengar suaraku menyuruh supir kamilah membawa Tiffany keluar.

Yoona bertanya “Oppa kenapa bukan kau yang membawa dia keluar? Dia mengandung anakmu Oppa”.

Aku menjawab “Terserah Yoong, aku tidak peduli. Yang aku cintai hanyalah dirimu bukan dirinya ataupun bayinya. Jadi kau tidak usah terlalu memikirkannya”.

Setelah Tiffany keluar kami pun langsung menuju Seoul International Hospital untuk mengecek keadaan bayi Tiffany, ingat bayi Tiffany, bukan bayiku dengan Tiffany.

Tapi taukah apa yang membuatku lebih terkejut? Bayi yang dikandungnya sudah berusia 3 bulan lebih. Dan ini membuatku semakin curiga.

Siwon POV end

Author POV

Malam hari setelah makan malam bersama dan mengantar Tiffany pulang. Siwon menceritakan apa yang sebenarnya yang dia lakukan dengan Tiffany malam itu kepada Yoona. Yoona yang mendengarnya otomatis merasa terkejut. Mereka berduapun akhirnya memutuskan untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dan sebenarnya anak siapa yang dikandung oleh Tiffany.

Keesokkan harinya, mereka pun berniat langsung menanyakan kepada Tiffany mengenai siapa ayah dari anak yang dikandungnya, tentunya tanpa diketahui oleh Mrs. Choi. Karena Siwon dan Yoona berpikir bahwa Mrs.Choi juga tidak tau apa-apa soal ini. Masuk ke villa itu, mereka disambut oleh pelayan-pelayan dengan senyuman, terutama oleh Lee Sunny, teman kuliah Siwon dan sahabat Yoona sekaligus komando dari semua yang bekerja divilla itu. Sunny langsung memeluk Yoona dan menarik tangannya untuk menjaga jarak dengan Siwon. Siwon hanya tersenyum melihatnya. Sunny langsung berbisik kepada Yoona “Yoong, aku rasa ada yang tidak beres dengan Tiffany. Kau tau, perempuan itu bertindak seperti ratu saja, bahkan mengambil sehelai tissue pun harus memanggil para pelayan. Bukan itu saja, malam setelah kalian mengantarnya pulang. Aku mendengar dia berbicara ditelepon kalau anak yang dikandungnya bukan anak Siwon Oppa. Dia mau menipu kalian, karena dengan itu, dia bisa mendapat warisan keluarga Choi dan dia juga sedang menyusun rencana untuk membuat Siwon menceraikan dirimu Yoong”. Yoona mematung mendengar itu semua. Dia tidak pernah mengira, Tiffany tega berbuat seperti ini. Yoona pun langsung menarik tangan Siwon dan menuju ke kamar Tiffany yang ada dilantai atas. Dan seperti bom yang meletus, beberapa meter dari pintu kamar Tiffany yang terbuka mereka mendengar Tiffany berkata “Kurasa Siwon dan Yoona serta Mrs.Choi percaya kalau ini anak dan cucu mereka. Padahal, kau kan tau Jess, this baby is mine and Kangin Oppa”. Siwon langsung mendorong pintu dengan kuat sehingga menimbulkan suara keras. Tiffany pun terkejut sampai smartphone yang ada di tangannya jatuh ke lantai.

Tiffany dengan suara bergetarnya berkata “Yoo..na.. Si..won, aku bi..sa menjelaskan semua..nya”.

Siwon yang sudah geram berteriak “Kau mau menjelaskan apalagi hah?! Kau telah menipu kami semua! Kau tak punya hati!”. Yoona segera mengusap punggu Siwon, menenangkannya.

Kemudian Yoona pun berkata “Baiklah aku beri kesempatan untukmu untuk menjelaskan ini semua”.

Tiffany yang sudah menangis pun menceritakan dari awal hingga akhir. Dia melakukan semua ini karena dia takut jika nanti anaknya sudah lahir, dia akan tidak bisa membelikan susu dan lainnya. Saat Yoona bertanya dimana ayahnya dan siapa Kangin Oppa yang disebutkan tadi. Tiffany awalnya terdiam namun bercerita kalau Kangin itu adalah suaminya dan ayah dari bayi ini. Tetapi mereka akhirnya berpisah karena mertuanya tidak menyukai dirinya yang adalah yatim piatu sedangkan Kangin adalah anak yang mampu. Karena itu, Tiffany pun memutuskan untuk lari dari rumahnya tanpa mengetahui ternyata dirinya sudah mengandung. Dan beberapa bulan kemudian, ketika dirinya bertemu sepupu jauhnya yang bernama Jessica yang merupakan seorang dokter, dirinya baru mengetahui jika dia sudah hamil. Dan pada hari yang sama, seorang temannya menawarkan apakah dia mau melakukan apa yang Mrs.Choi perintahkan. Dengan keadaan dirinya saat itu, dia akhirnya menerima. Tiffany pun meminta maaf dan berkata bahwa dia akan pergi dari kehidupan mereka setelah ini.

Yoona tanpa sadar juga meneteskan airmatanya. Entahlah, dia juga merasa kasihan kepada Tiffany. Bahkan entah apa yang salah dengan dirinya sampai-sampai dia merasa mual. Yoona pun langsung berlari menuju kamar mandi dikamar itu, dan memuntahkan apapun agar dirinya tidak merasa mual lagi. Siwon yang menyusul pun langsung mengusap punggung Yoona. Setelah beberapa menit, Yoona berdiri sambil mengusap mulutnya kemudian mencuci tangannya dan kembali ke tempat dimana Tiffany masih duduk terdiam.

Yoona langsung memeluk Tiffany, membuat Tiffany dan Siwon terkejut melihatnya.

Yoona pun berkata “Kau harus kuat eonnie, aku berharap kau tidak melakukan kesalahan yang sama lagi nantinya”.

Tiffany menjawab “Kau sangat baik Yoona. Sungguh. Terima kasih sudah memaafkanku”. Yoona pun melepaskan pelukan mereka. Tiffany juga meminta maaf kepada Siwon. Siwon tidak menjawab, dirinya hanya mengangguk.

Tiffany kemudian berkata “Yoona, Siwon. Bolehkah aku meminta izin untuk tinggal beberapa hari lagi divilla ini? Aku tidak punya tempat tinggal dan lagi aku malu harus tinggal lagi dirumah sepupuku dan suaminya”.

Yoona langsung menjawab “Tentu, kau bahkan boleh tinggal disini selama yang kau mau eonnie”. Yoona kemudian juga berkata “Apakah babymu baik-baik saja eonnie? Kalau kau ingin makanan atau apapun itu, kau bisa minta kepada pelayan disini eonnie”.

Tiffany tersenyum, merasa senang Yoona sangat ramah kepadanya padahal dia sudah merebut apa yang menjadi miliknya dan menjawab “Babyku tidak apa-apa Yoona. Terima kasih sudah baik sekali kepadaku Yoona”

Yoona tersenyum mengangguk kemudian dirinya dan Siwon pun pamit untuk pulang.

———————————

Siwon langsung mengendong Yoona ala bridal style ketika masuk ke dalam rumah mereka. Para pelayan pun tertawa melihat tuan dan nyonya mereka terlihat bahagia. Mereka, para pelayan, tidak bodoh, mereka tau apa dan bagaimana keadaan tuan dan nyonya mereka beberapa hari yang lalu, yang terlihat sangat berbeda dengan keadaan mereka sekarang yang terlihat sangat bahagia. Para pelayan itu juga sudah bekerja disana sejak Siwon dan Yoona, jadi mereka sangat mengenal sifat mereka berdua. Ditambah, Yoona yang menganggap pelayan-pelayan dirumah itu seperti temannya membuat para pelayan mengetahui cerita-cerita tentang hidupnya.

Saat sudah duduk disofa, Yoona langsung memeluk leher Siwon dan berkata “Gomawo Oppa sudah bertahan dan tetap berada disampingku sampai saat ini”. Siwon mencium puncak kepala Yoona lalu berkata “Seharusnya Oppalah yang berterima kasih karena kau selalu memikirkan kebahagiaan Oppa dulu dibandingkan kebahagiaan dirimu sendiri”.

Yoona kembali meletakkan kepalanya didada Siwon, merasakan kenyamanan yang selalu ia dapatkan dari sama.

Siwon kemudian bertanya “Apakah kau bahagia sayang?”.

Yoona yang mendengar itu menatap Siwon dan berkata “Apakah Oppa bahagia?”

Siwon tersenyum lebar dan menjawab “Tentu, Oppa akan selalu merasa bahagia selama kau tetap disisi Oppa. Karena kebahagiaan Oppa hanyalah dirimu Yoong. Jadi apakah kau bahagia?”

Yoona tersenyum juga dan menjawab “Tentu aku bahagia karena Oppa bahagia”.

Siwon tertawa lalu berkata “Jadi bagaimana jika Oppa tidak bahagia? Apa kau tetap merasa bahagia?”

Yoona langsung menjawab “Tentu tidak Oppa!”.

Siwon semakin mempererat pelukan Yoona yang berada dipelukannya. Kembali mencium puncak kepalanya, dan tanpa melewatkan kesempatan, Siwon kemudian mencium lembut bibir pink Yoona yang lama kelamaan berubah menjadi lumatan-lumatan yang memabukkan kedua pihak (sebenarnya mau dilanjutin ke yang lebih jauh dan spesifik, tapi nanti harus dipassword jadinya-_- jadi gapapa lah ya cuma segitu doang adengan itunya haha)

Hari ini, segala beban mereka seperti terhempas oleh air di laut. Masalah mereka hilang dan mereka pun masih bersama. Inilah yang namanya kekuatan cinta, bukan?

———————————

Seminggu setelah mengetahui semua kebenaran yang diakui Tiffany. Siwon memutuskan membawa Yoona ke Amerika untuk refreshing karena Yoona juga sangat suka bermain di Universal Studio. Tapi dua hari sebelum mereka berangkat, Siwon dan Yoona memutuskan untuk menjelaskan yang sebenarnya kepada Mrs. Choi, agar Mrs. Choi tidak terkejut nantinya.

Dan sekarang, disinilah Siwon dan Yoona berada, di cafe Universal Studio, setelah kemarin tidur seharian di hotel. Siwon berdandan seperti remaja dengan pakaiannya yang benar-benar casual juga kacamata Rayban yang dipakainya dan kepala Mickey Mouse yang ada dikepalanya. Yoona terlihat cute dan girly dengan one-piece warna pinknya dan bando minnie mouse yang dibeli di bagian depan Universal Studio.

Setelah makan siang, Yoona langsung menarik tangan Siwon dan mengajak Siwon untuk bermain roller coaster, wahana yang selalu menjadi favorit Yoona. Siwon sebenarnya tidak begitu menyukai bermain diwahana permainan, tetapi karena dia sudah berjanji jika hari ini adalah “Yoona’s Day” jadi ya.. mau tak mau dirinya pun ikut menaiki wahana itu. Setelah itu, mereka juga bermain berbagai wahana yang dapat membuat jantung lepas dari tempatnya sampai yang terakhir adalab wahana air, Yoona mengeluh lapar. Jadi mereka memutuskan untuk makan dahulu sebelum bermain wahana lainnya.

Waitress dari cafetaria disana datang ke meja Siwon dan Yoona.

Waitress dengan rambut berwarna merah tersebut menyambut dengan kata “Good Evening!” sambil tersenyum ke arah Siwon. Karena siapa yang tidak mengenal Choi Siwon? Pengusaha kaya yang kekayaannya mampu menghidupi keluarganya hingga lebih dari 7 turunan secara mewah ditambah ketampanannya yang dapat membuat semua wanita terpesona. Siwon pun membalas senyuman waitress yang dibajunya terdapat tag “Zee”. Yoona yang melihatnya langsung menendang kali Siwon kuat membuat Siwon mengeluh kesakitan yang sebenarnya sama sekali tidak sakit. Siwon juga tertawa karena dia tau Yoona sedang cemburu. Sungguh tidak biasa seorang Im YoonA cemburu karena hal kecil seperti ini!

Masih dengan sisa-sisa tawanya, Siwon mulai bersuara memesan “Beef steak with butter beans, a plate of vegetable salad, one coffee latte and kiwi juice without sugar”.

Siwon lalu melihat kearah Yoona yang sekarang sedang melihat menu-menu ditangannya, bertanya “What do you want baby girl?”

Waitress tersebut terkekeh mendengarnya. Yoona langsung melotot kearah Siwon, dalam hati Yoona berpikir ‘Apa-apaan suaminya ini, bertanya dalam bahasa inggris sehingga waitress tersebut tau apa yang suaminya tanyakan. Enak saja’

Yoona tidak menjawab Siwon namun langsung menyebut “I want one chicken and beef steak with mushroom sauce, a full plate of cheese macaroni, two fruit salads, a sweet pancake, hmm and..”

Siwon tertawa melihat dan mendengar semua yang dipesan Yoona dan ekspresi wajah Yoona ketika memesan makanannya. Siwon kemudian berkata “Wow, so many dear. You will gain many kgs”. Yoona lagi-lagi melotot.

Waitress tersebut pun bersuara “is that all you want, miss?”.

Yoona dengan cepat menjawab “No! I want fried chickens, corn soup, green apple juice, french fries and a bowl of grapes and strawberries”.

Waitress tersebut mengangguk dan pergi meninggalkan Siwon dan Yoona.

Siwon kembali bersuara “Yoong aku hanya becanda sayang”.

Yoona hanya menjawab dengan anggukan kepalanya

Siwon kembali bersuara lagi “Kau kenapa sayang? Hm? Jika kau mau pesan lagi silahkan. Dengan senang hati Oppa mengizinkanmu”.

Yoona langsung melotot ke arah Siwon “Oppa! Aku bukan mau memesan lagi! Tapi kenapa tadi Oppa menggunakan bahasa inggris di depan waitress itu saat bertanya kepadaku”

Siwon tertawa “Ah jadi karena itu istri Oppa cemberut? Hm?” lalu mencium bibir cepat.

Yoona langsung tertawa setelah mendapat ciuman tersebut. Siwon sampai terheran-heran melihat mood Yoona dengan mudah berubah.

Ketika semua makanan mereka sudah ada dimeja, Yoona tidak menyentuh sedikitpun. Ini membuat Siwon bertanya “Kenapa sayang? Kau tidak mau makan?”

Yoona menjawab “Tidak, aku menjadi mual”. Bersamaan dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, Yoona jatuh pingsan.

Siwon terkejut melihatnya. Dirinya langsung menelopon supir mereka dan mengendong Yoona ke mobil. Siwon lalu menelepon Jack, temannya yang ada di Amerika sekaligus pemilik rumah sakit untuk menyediakan ruangan untuknya.

30 menit kemudian..

Siwon sudah ada di ruang tunggu Yoona, menunggu Yoona untuk siuman dari pingsannya.

Ketika dia mata indah itu terbuka, Siwon semakin mempererat pegangan tangannya terhadap tangan Yoona.

Yoona dengan suara seraknya bertanya “Aku dimana Oppa?”

Siwon tersenyum dan menjawab “Rumah sakit Jack sayang”.

Yoona kembali bersuara “Aku kenapa Oppa?”

Siwon yang mendengar itu merasa matanya memanas, air matanya hampir keluar tetapi dirinya berusaha menahan untuk tidak menangis karena tidak ingin Yoona menjadi khawatir.

Siwon kemudian mengelus kepala Yoona sambil berkata “Kau hamil sayang, apa kau senang?”.

Yoona seketika merasakan seluruh darahnya seperti tidak mengalir ‘apa dia hamil? Bagaimana mungkin?’

Yoona berusaha tentang lalu bersuara “Oppa pasti becanda kan? Tidak lucu Oppa!! Ish”.

Siwon menggelengkan kepalanya lalu mencium bibir Yoona yang sedikit pucat sebelum berkata “Oppa tidak becanda Yoong. Bahkan Jack bilang usianya sudah 5 bulan lebih”.

Yoona shock mendengarnya kemudian menjawab “Bagaimana mungkin Oppa! 5 bulan? Tidak mungkin. Bahkan perutku masih rata Oppa! Becandamu sungguh tidak lucu”

Siwon tertawa lalu mengecup bibir Yoona lagi dan berkata “Kata Jack itu karena tubuhmu memang tipe yang tidak akan berubah, tidak bisa gemuk terlalu cepat ketika hamil apalagi ini hanya 5 bulan. Dia bilang mungkin kau baru akan gemuk ketika memasuki 7 bulan sayang”.

Yoona menangis mendengarnya, tanpa sadar tangannya sudah mengelus perutnya, menyapa janinnya didalam sana.

Siwon tersenyum dan mengusap alr mata Yoona lalu bertanya “Apakah kau bahagia sayang?”

Yoona dengan cepat berkata “Sangat Oppa”

Siwon langsung berdiri dan memeluk Yoona yang sekarang sudah duduk diatas ranjang rumah sakit.

Siwon kemudian berbisik “Setelah ini, kau akan ku beri hadiah besar sayang” lalu mengedipkan mata kanannya ketika Yoona melihatnya dengan tatapan ‘hadiah apa?’.

Siwon kemudian berbisik lagi “Nanti malam sayang”

Yoona langsung memukul dada bidang Siwon yang disertai dengan tawa dari Siwon.

Setelah puas, Yoona kembali memeluk Siwon dan berkata “Gomawo Oppa sudah sangat menyayangi dan mencintaimu. Aku tidak tau bagaimana jika suamiku bukan Oppa. Oppa akan selalu menjadi segalanya untukku dan akan selalu menjadi pertama yang paling aku sayang. Aku mencintami Oppa, saranghae”.

Siwon mencium puncak kepala Yoona lalu berkata “Benarkah akan selalu yang pertama? walaupun nanti sudah ada baby?”

Yoona tertawa lalu menjawab “Hmm.. aku akan berusaha membuat Oppa selalu menjadi yang pertama. Okay?” lalu mencium bibir Siwon.

Tanpa sangka, ciuman itu berubah menjadi lumatan-lumatan dan diakhiri karena suara dari gelas yang terjatuh. Oh! Rupanya seorang suster masuk dan terkejut melihat mereka berciuman.

Yoona tersenyum malu dan langaung menyembunyikan mukanya kedapan dada Siwon. Suster tersebut langsung berlari keluar sedangkan Siwon hanya tertawa sambil mengusap rambut Yoona.

Siwon kemudian berkata “Aku akan selalu mencintaimu sayang. Apapun yang terjadi. Terima kasih telah menjadi milik Oppa dan selalu menjadi kebahagia Oppa. Dan ingat, tidak ada yang Oppa cintau lebih dari dirimu. You will always be my happiness no matter what. I love you dear, so much. Will always you forever Yoong”.

Mata Yoona sudah berair mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Siwon. Yoona langsung mencium mulut Siwon ketika Siwon sudah selesai berbicara kemudian menjawab “I love you so much too Oppa! You will always be my first love. Always my forever love”.

THE END!!

Okay.. mungkin banyak yang akan menyarankan author membuat  sequel dari cerita ini. But.. author mau berkata dengan jelas kalau cerita ini tidak akan ada sequel. Okay? Sorry ya. Karena author mau melanjutkan cerita lain kalau ada waktu.

Maybe, just maybe.. cerita ini akan menjadi cerita/fanfiction terakhir dari author sebelum hiatus karena author mau keluar dengan keluarga besar, jadi sepertinya tidak akan ada waktu untuk menulis FF lagi.

Oh iya, lastly, buat yang nunggu FF Family.. diharapkan lebih sabar lagi ya. Author lagi mau nulis FF yang tidak chapter endnya dulu baru selesain FF Family. Tapi doain aja, semoga author bisa selesain FF Family itu secepat mungkin ya guys!

Thankyou. I hope you guys enjoy my story.

Have a great day readers!

 

 

 

 

Advertisements

29 thoughts on “[Two Shoot] Always You Forever (Chapter 2/End)

  1. Aku smpet ksel pas phanie dtg kekehdpan yoonwon . .
    Yuna kan ksian. .hrus mrlakan suami’a tdur dg orng laen . .
    Tp untng’a w0npa kgak ngelakuin itu. . Hehe

    Yoong emg brhti lembut. Baek bnget, wlpun ma phanie yg tlh mau mrebut suami’a

    ye. . .akhr’a yuna bsa hamil :-* tp syg’a mrs.choi blm tau, keke~

    suka bnget ma kr0mantisan YoonWon

    hiatus’a jgn lama” yeth 😀
    and Happy Holliday

    Like

  2. sempet sedih sihh kasian yuna tapi siwon emang suami sejati ga mau lukain hati yuna,,,

    oh ternyata fanny bohong

    kekuatan cinta sejati…
    makasih banget udah lanjutin ff ini q suka cerita nya

    Like

  3. Yuhhhuuuu…

    Mantap uyy…
    Berkat senam pagi yg mereka lakukan Akhirnya yoong bisa hamil juga..
    Kok bisa ya hanya dg senam mnghasilkan dedek bayi #polos ^^

    gomawo chingu ff mu menghibur bingittts 🙂

    Like

  4. Happy ending sesuai yg diharapakan akhirny yoona bisa hamil jg dan kejahatan tiffany terbongkar jg..ditgu ff yoonwon lainny

    Like

  5. Akhirnya blmreka bahagia, btw emng ad ya orng hamil lima bulan gemuknya lama (khusus yg kurus) biasanya kn perutnya udh besar klo usia segitu.tpi tak apalah yg pnting mreka happy and readers pun happy…

    Like

  6. Woow… Yoonwon so sweet Banget yak. Kekuatan cinta mrka B’2 ngga terkallahkan dg apa pun.
    Akhirx yoona hamil jga. Akhir yg Bahagia Buat yoonwon. Mudh”n real ddunia nyata ye

    Like

  7. Awalnya sempet sebel juga ke apa siwon oppa terima” aja.. ahh untungnya ngga terjadi apa apa yaampunnn senengnyaa..

    Chukkae yoonwonn emg kesabaran selalu mebuahkan hasill.. semangat terusss lanjutinnya eonnie. Aku seneng bgt deh sama moment yoonwon di siji. Romantissss bgt

    Like

  8. Yuuhhhuuu~~

    akhirnya yoong bisa hamil 🙂
    wonppa terlalu bersemangat senamnya jadilah akhirnya…
    Dedek bayi 🙂 🙂

    Like

  9. salut sama siwon oppa yang setia sama yoona unnie walaupun awalnya dikira ga bisa hamil, tapi salut juga buat yoona unnie yang rela ngorbanin perasaannya ngebiarin siwon oppa ngelakuin itu sama yang lain walaupun siwon oppa ga ngelakuin itu, tapi takdir emang ga ada yang tau…chukkae yoonwon♡

    Like

  10. Awalny ngga terima liat yoona eonni nyuruh siwon oppa nidurin tiffany sedih bngt tp trnyata itu ngga ngerubah sikap wonppa ke yoong onni dan kalau cinta mereka abadi . dan trnyata si tiffany ituu pnya rencana jahat yg langsung ke bongkar sma yoonwon . salut banget sama cinta mereka apalagi yoong eonni harus kuat kalo dia belom bsa pnya ank tapi trnyata yoong eonni udah hamil 5 bln .. Senang nyaaaa . Daebak bngt 👍👍👍👍

    Like

  11. OOh,ya ampun mereka sweet banget disini,siwon oppa bener2 ngebuktiin cintanya yang kuat dan hanya buat unnie yoona,uuh dan kesabaran selalu berbuah manis,mereka sekali lagi menunjukkan kekuatan cinta mereka,akhirnya yang ditunggu2 datang yoona unnie hamil,dan terselesaikan sudah semua dengan kehamilan unnie,trus semangat buat author yang buat ff tentang yoonwon dan jangan lama2 hiatusnya ya,hehhe

    Like

  12. tadi aku kira siwon akan beneran dpt dari tiffany >< syukurlah gk ..
    dan akhirnya happy end 😊😂😂

    Like

  13. awalnya agak nyesek dengan rencana nyonya choi,, untung aja siwon bisa mengatasinya dengan baik,, kalo kangin suaminya tiffany, trus ada kangin juga yang merupakan temennya siwon,, mereka orang yang sama kah?? yeay,,,akhirnya yoona bisa punya anak dan hamil, bahkan udah 5 bulan >< kok bisa gak berasa ya,,huhu congrats buat yoonwon 🙂

    Like

  14. Yaaa da and aja ceritanya padahal lagi seru2 nya .kenapa gak mau buat sqeluet nya si thor???? Di tungu ya cerita ff nya yg keren2

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s