[Chapters] Together (Chapter 1)

Title : Together (Chapter 1)

Cast : Siwon, Yoona and some Super Generation members

Hi readers! Author bisa posting ini karena tiba-tiba dapat inspirasi walaupun lagi liburan. So hope you guys enjoy!

Buat para pembaca yang ga pernah comment, siap-siap ya.. karena lanjutan dari FF ini kemungkinan di protect .
Aku mau kasih tau dulu, semua cerita disini murni imajinasiku, jadi jika ada yang tidak suka dengan pairingku, tidak usah dibaca tidak masalah.
Happy Reading

Siwon POV

Sebelumnya, mari kita berkenalan dulu. Aku adalah Choi Siwon, salah satu anggota ataupun member dari boy group Korea Selatan yang bernama Super Junior. Aku yakin banyak dari kalian yang mengenal group kami, jadi kurasa aku tidak harus menceritakannya lagi bukan?

Super Junior telah merilis album tahun ini. Jadi, setelah promosi album dan mengikuti event-event group yang berhubungan dengan comeback kami tahun ini, kami semua melanjutkan aktivitas kami menurut jadwal individual kami masing-masing. Seperti Leeteuk hyung, Heechul hyung, Shindong Hyung dan Kangin Hyung yang menjadi MC di berbagai variety show atau acara-acara. Eunhyuk dan Donghae yang menjalankan tour unit D&E mereka. Sungmin hyung dengan aktivitas musikalnya. Ryewook menjadi DJ Sukira seperti biasanya dan Kyuhyun seperti biasa menjadi pembawa acara Radio Star dan juga bernyanyi sebagai soloist. Dan aku? Aku shooting drama dan juga akan mulai mengikuti satu variety show, tapi kami baru akan mengadakan meeting untuk variety show tersebut, mungkin membahas tentang kegiatannya dan juga untuk mendekatkan kami dengan anggota-anggota lainnya. Mungkin saja bukan? Karena sejujurnya aku pun belum tau secara jelas tentang variety show ini. Yang aku tau hanya ada… dia. ya, dia. Dia yang membuatku akhirnya dengan senang hati menerima tawaran variety show ini.

Dan sekarang aku sudah sampai di lokasi shootingku untuk melanjutkan shooting dramaku yang tinggal beberapa episode lagi akan tamat. Ah, aku sudah tak sabar untuk bertemu dirinya. Memikirkannya saja aku sudah merasa bahagia, apalagi bertemu nanti. Entahlah, padahal kami berdua sudah bersama sejak lahir kata Ommaku. Siapa yang dapat menduga ternyata orang tua kami berteman baik sejak masa-masa Junior High School mereka. Karena itu, ‘katanya’ mereka mempunyai janji untuk menjodohkan anak mereka nanti, tentunya pria-wanita, bukan sesama jenis. Tetapi saat dia berumur 1 tahun, keluarganya pindah ke Amerika karena Appanya mau membuka cabang perusahaan disana. Karena itu, selama beberapa tahun aku hanya mengenalnya lewat cerita-cerita Appa dan Omma. Tapi, akhirnya kami dapat bertemu secara langsung untuk pertama kalinya, maksudku saat keadaan kami bukanlah bayi kecil lagi yaitu saat dia berumur 12 tahun dan aku berumur 15 tahun. Aku harus mengakui, pada kali pertama aku melihatnya datang ke acara perusahaan Appaku ditemani Appa dan Ommanya, aku sudah langsung mengangumi sosoknya. Setelah pertemuan itu, aku semakin sering bertemu dengannya karena orang tua kami sering berjanjian untuk bertemu entah keluargaku yang berkunjung ke rumahnya ataupun sebaliknya. Kadang-kadang keluarga kami pergi ke luar negeri bersama. Lama kelamaan kami makin akrab ditambah adanya Choi Jiwon, adik perempuanku yang suka menyuruh dirinya bermain dirumahku membuat kami semakin akrab lagi. Dirinya dan Jiwon hanya beda satu tahun jadi mereka sangatlah dekat dan cocok mungkin juga karena mereka sama-sama perempuan kan. Dan sewaktu mereka bermain, akulah yang akan menjadi seperti pembantu rumah tangga mereka, aku akan mengurus dan menjaga mereka. Ah, semuanya masih dapat kuingat dengan jelas.

Lamunanku terhenti ketika manager hyung memberitahuku aku sudah boleh turun, ya tentunya dengan staff-staffku yang telah lama bekerja denganku. Aku masih membutuhkan mereka untuk mengurus semua keperluanku di lokasi shooting. Lalu aku pun menyapa sutradara, para staff yang ikut dalam proses shooting ini.

Setelah itu, aku langsung berjalan dan masuk ke ruangan besar yang ada di ujung bangunan ini. Ya, aku mempunyai ruang khususku sendiri di lokasi shooting inti ini yang… hanya kubagi dengan seseorang yang sekarang sudah sangat kurindukan. Hahaha, aku yakin kalian semua sudah penasaran bukan siapa orang tersebut.

Ketika diriku masuk, aku langsung mencari orang yang telah kurindukan. Setauku, tadi managernya bilang mereka sudah sampai satu setengah jam yang lalu. Ya, sebenarnya, aku dan dia berjanji datang satu jam sebelum kami mulai shooting. Tapi, ternyata managerku lupa memberitahuku jika aku mempunyai pemotretan majalah Elle hari ini jadi akupun terpaksa membatalkan janji dengan seseorang itu. Dan yang lebih parah lagi ternyata dirinya sudah sampai dilokasi shooting ini setengah jam sebelum waktu yang kami sepakati. Hah, betapa buruknya diriku membiarkan dirinya menunggu selama ini. Aku tidak ragu lagi, dirinya pasti sedang kesal dan merajuk. Baiklah, kau harus siap menanggung resikonya Choi Siwon.

Aku masih belum dapat menemukan dirinya walaupun sudah mencari dirinya di berbagai sudut ruangan. Kuputusakan untuk bertanya pada make-up artist dirinya yang sedang duduk mengobrol dengan staff-staff milik seseorang yang kucari. Make up artist itu menjawab dengan menunjuk ujung ruang. Oh! Ternyata masih ada pintu kecil diruangan ini.

Aku membuka pintu kecil berwarna putih ini dan hal pertama yang kudengar adalah suara dirinya yang sedang menelepon. Kuputuskan untuk mendengar apa yang dia bicarakan dengan orang yang sedang menelepon dengan dirinya karena kebetulan saja, dia membuka loudspeaker.

Dirinya mulai berkata dengan kesal “Unnie! Aku sangat kesal sekarang. Bagaimana mungkin dia tega membatalkan janjinya denganku.”

Aku mendengar suara wanita diseberang sana menjawab “Sudahlah, kau harus mengerti dirinya punya banyak pekerjaan juga.” Dari suaranya, aku dapat mengenal siapa dirinya. Siapa lagi kalau bukan Yuri SNSD.

Seseorang yang kusayangi lalu membuka suara lagi “Hah. Terserah sajalah. Jika dia sudah tiba nanti, liat saja aku tidak akan mau berbicara dengan dirinya. Biar dia tau kalau ak–.”

Sewaktu mendengar itu, aku langsung bersuara “Biar dia tau apa?”

Seseorang itupun langsung berbalik melihatku dengan tatapan shocked yang terlihat lucu lalu berkata “Unnie, nanti aku baru meneleponmu lagi ya. Bye.”

Setelah menutup telepon genggamnya, dia langsung duduk di atas sofa di ruangan ini. Aku hanya tersenyum. Benarkan, dirinya merajuk.

Aku langsung mendatangi dirinya dan berjongkok di depannya. Kemudian aku menyapanya dengan “Hi”. Tapi dia hanya diam saja.

Aku membuka suara lagi “Hey.. ada apa? Jangan marah pada Oppa.”

Hening, masih tidak ada suara yang keluar dari mulut indahnya itu.

Aku memegang kedua tangannya yang berada diatas pahanya sebelum kembali berusaha dengan berkata “Hey wanita cantik tidak boleh marah. Jawab Oppa, apakah kau kesal karena Oppa? Hm?”

Dan ya, dia mengangguk kepalanya, ah lucu sekali.

Melihat anggukkannya, aku pun berkata “Maafkan Oppa. Biar Oppa jelaskan dulu. Ini bukan karena Oppa sengaja, ini karena manager hyung lupa memberitahu kalau ada pemotretan sebelum shooting drama ini.”

Dia akhirnya menjawab “Ya.. ya.. Oppa kan lebih mementingkan pekerjaan Oppa daripada diriku ini.”

Aku dengan cepat menjawab “Hey, kau yang terpenting bagi Oppa. Jangan berkata seperti itu. Oppa berjanji kejadian ini tidak akan terulang lagi. Jadi kau bisa maafkan Oppa kan?”

Dia pun kembali menjawab “Baiklah-baiklah. Aku maafkan Oppa.”

Aku langsung duduk disampingnya dan memeluk dirinya sambil berkata “Jadi kau masih ingin mendiamkan Oppa seperti yang kau beritahu kepada Yuri tadi?”.

Dia menjawab “Oh.. Oppa mau aku diamkan ya?”

Aku langsung menjawab “Tidak mungkin Oppa mau. Hah, ada-ada saja kau Yoong.”

Dan ya, mau tak mau aku harus mengaku pada kalian, kalau aku, Choi Siwon telah bertunangan dengan wanita tercantik idola para pria, siapa lagi kalau buka Im Yoona, yeojaku, nafasku, hidupku. Jadi bagi para pria, silahkan hilangkan harapan kalian untuk mendekatinya.

Setelah menjelaskan apa yang membuat Yoona kesal kepadaku, kami pun kembali seperti biasanya. Setelah mengunci ruangan kami, aku memangku Yoonaku. Kami menguci pintu bukan karena takut ketahuan bemesraan, tetapi karena tidak mau diganggu saja.

Yoonaku menceritakan banyak hal mulai dari konser SNSD yang akan diadakan tahun depan setelah beberapa dari member mereka vakum beberapa tahun yang lalu, comeback mereka yang mungkin akan dilakukan tahun depan juga, fanmeeting dirinya serta meminta pendapatku mengenai bagaimana jika Yoona merilis album solo tahun ini dan terakhir variety show yang diterimanya. Setelah itu dia berkata dia diberi waktu berlibur 1 minggu sebelum shooting filmnya dimulai lagi.

Setelah Yoona selesai menceritakan aktivitas-aktivitasnya. Aku pun berkata “Sayang, Jiwon mengatakan dia ingin bertemu dirimu, ya dia kangen kepadamu karena kau sudah jarang tinggal di rumah keluargaku lagi. Tepatnya kau sudah tidak tinggal dirumahku selama 2 bulan 4 hari sayang”

Yoona menjawab “Ya sudah, aku akan menginap hari ini. Bagaimana?”

Aku mengelus kepalanya dan menjawab “Terserah kau saja, jika kau ingin, kau bebas untuk tinggal selama yang kau mau sayang. Kau kan calon istriku jadi apapun milikku akan menjadi milikmu nanti.”

Wajahnya merona, lucu sekali melihatnya masih malu mendengarku mengatakan dirinya adalah calon istriku. Aku yang gemas langsung mencium bibirnya, yang tanpa kusangka, juga dibalas oleh Yoona. Ya, ciuman kami cukup panas jadi kalian bayangkan sendiri saja jika ingin tau, aku tidak mau menceritakan tentang ciuman kami. Tapi satu hal yang dapat kutakan, ciuman kami terasa indah bagiku, sangat manis dan indah. Aku tidak akan membiarkan kalian merasakan bibir calon istriku. Jika kalian berniat, jangan salahkan aku kalian akan mendapatkan akibatnya yang cukup mengerikan.

———————————

Shooting drama sudah akan dimulai sebentar lagi. Jadi kami pun keluar dari ruangan yang lebih kecil ini, lalu menganti baju kami dan membiarkan para stylish menata rambut serta wajah kami.

Aku sangat bersyukur bisa shooting drama dengannya lagi. Ya, ini yang ketiga kalinya kami dipertemukan dalam serial drama yang sama. Shooting pertama kali bersama adalah sekitar 6 tahun yang lalu dan yang kedua adalah 4 tahun yang lalu. Jadi sudah lumayan lama kita berakting untuk satu drama yang sama. Pasti sekarang ada yang bertanya-tanya kapan kami mulai berhubungan kan? Ya.. ya.. akan kuceritakan. Kami mulai menjalani hubungan sejak 9 tahun yang lalu, tahun 2010. Tetapi sebenarnya sebelum tahun 2010 aku dan Yoona sudah sangat dekat, hanya saja dia menolak untuk menjalani hubungan dengan siapapun karena dirinya mau fokus ke karirnya dahulu. Semuanya sungguh kebetulan atau mungkinkah ini takdir?

Aku dan Yoona sama-sama menjadi trainee sebuah agency pada usia remaja kami, ya, kami tetap dekat seperti biasa walaupun ada larangan berpacaran saat itu di agency kami. Lalu, pada tahun aku debut, hubungan persahabatanku dengan Yoona sempat renggang karena kami tidak pernah bertemu lagi kecuali beberapa kali ketika keluarga kami bertemu, tapi sewaktu bertemu itupun, kami tidak berbicara seperti biasanya. Namun, dua tahun setelah groupku debut, girl group agency kami, SNSD pun debut. Karena Yoona juga menjadi salah satu member SNSD, kami bertemu lagi setelah dua tahun tidak bertemu.

Lama-lama kedekatan kami yang seperti dulu kembali lagi. Karena kami adalah visual dari group kami masing-masing, seringkali kami menjadi model untuk berbagai macam hal, mulai dari pakaian, minuman dan lain-lain. Kami juga sering dipakai untuk sampul depan majalah. Semakin lama, aku semakin nyaman dengan Yoona. Aku pernah mengatakan bukan? Aku sudah menyukainya sejak pertama bertemu dengannya dan ya perasaan itu masih selalu sama saat aku bertemu Yoona yang sudah berusia 17 tahun. Dirinya terlihat semakin menawan, maka tidak akan heran dia ditunjuk sebagai visual SNSD. Dan ya, pada saat dia berusia 20 tahun, dia resmi menjadi kekasihku. Menjadi milik seorang Choi Siwon. Aku sangat bangga dapat memiliki Yoona karena itulah yang selalu menjadi harapanku. Tapi, jangan salah pemikiran dulu. Aku berharap dapat memiliki Yoona bukan karena obsesi, tetapi karena aku mencintainya. Aku mencintainya terlalu dalam, bahkan aku mencintainya lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Ketika orang tua kami tau kami telah berhubungan, mereka sangat senang apalagi adikku, Jiwon. Kurasa mungkin sebagian dari kalian ada yang berpendapat kami pasti bosan setelah beberapa tahun bersama. Tetapi kami dapat membuktikan kami serius, kami sudah berpacaran 9 tahun bahkan kami sudah bertunangan kurang lebih dua tahun yang lalu. Pada saat kami bertunangan, pada saat itu jugalah kami mempublikasikan ke publik tentang hubungan kami, kami sudah bersepakat untuk tidak peduli apa kata publik tentang kami. Karena kami yang mengetahui seberapa penting kami bagi satu sama lain, seberapa kami mencintai satu sama lain. Jadi kurasa tidak ada yang dapat menentang hubungan kami, kecuali takdir yang tidak mengizinkannya.

———————————

1,2,3 Ready.. action..

Shooting dimulai. Di sini, aku dan satu pemain wanita akan dipertemukan secara tidak sengaja. Ceritanya, dia akan menjatuhkan boneka teddy bear yang kubelikan untuk kekasihku sehingga bonekanya kotor dan aku akan memarahinya tapi kami malah berakhir dengan ciuman yang cukup panas. Aku sepertinya dapat menduga apa reaksi Yoona nantinya.

Sewaktu akan memerankan adegan ciuman itu, aku melihat Yoona berdiri disebelah sutradara. Haha, kau ingin mengawasiku Yoong?

Dan siapa yang dapat mengira, ciuman kami sangat intim. Maksudku, pemain wanita ini semakin memperdalam ciuman kami, dia memaksa menekan kuat bibirnya. Aku merasa ini sudah diluar script kami. Di script, hanya dikatakan kami berciuman biasa saja. Sutradara bahkan sudah mengatakan cut dan aku juga sudah mendorong pelan tubuh pemain wanita ini agar melepaskan bibirnya, tetapi tenaganya sangat kuat. Akhirnya setelah sutradara drama ini berbicara dengan bantuan microphone, pemain wanita didepanku melepaskan bibirnya. Sungguh, ini gila. Aku bersumpah aku tidak menikmati ciumannya. Aku pria tidak tau diri jika aku menikmati ciuman dengan wanita-wanita sedangkan aku sudah bertunangan. Saat aku melihat ke tempat Yoona berdiri tadi, dia sudah tidak ada disana. Ya, aku kembali diberi tugas membujuk ratuku yang cantik itu. Wanita tadi meminta maaf, mau tidak mau aku otomatis memaafkannya. Sutradara drama ini juga menyuruhku untuk beristirahat 10 menit dulu baru melanjutkan scene-scene yang tersisa untuk episode 19, ya 1 episode lagi drama ini akan berakhir.

Saat aku masuk ke ruanganku dengan Yoona, para staffku dan staff Yoona langsung keluar. Mungkin mereka mengerti keadaan sedang panas. Aku sih biasa saja, namanya dunia entertainment. Tapi kembali lagi, aku mengerti perasaan kekasihku yang merasa kesal mungkin melihat wanita tadi melakukan lebih dari yang di script. Yoona adalah anak tunggal, dia selalu mendapat kasih sayang dari kedua orang tua, tidak terbagi. Mungkin melihatku tadi bersama wanita itu, membuatnya merasa tidak rela. Ya, ini bukan salahnya. Aku juga sebenarnya senang dia cemburu karena berarti dia sangat mencintaiku.

Setelah ruangan sepi, aku berjalan menuju kearah Yoona yang sedang duduk membelakangiku. Yoona sedang mengirim pesan mungkin karena dia memegang iPhonenya yang biasa dia gunakan untuk keluarga dan member SNSD serta Super Junior saja.

Aku dapat mendengar dia berkata “Aku yakin kau pasti senang dapat berciuman dengannya Oppaku tersayang. Hah, semua laki-laki sama saja ternyata. Ku pikir kau selalu dan hanya melihatku tapi sekarang kurasa aku dapat mengerti kalau kau juga seperti pria-pria yang lain” lalu Yoona menendang botol minuman kosong yang ada di lantai ke sembarang arah.

Aku pun beralih duduk di kursi sebelah Yoona dan langsung menjawab “Hey, dear.. Oppa tidak menikmatinya. Percayalah. Dan kau harus tau Oppa tidak pernah tertarik pada wanita lain selain dirimu yang manis ini sayang.”

Dia menatapku dan menjawab “Aku tidak yakin. Buktinya ciuman Oppa dengan unnie yang didepan itu lama sekali. Kurasa bibirku kurang menarik bagimu Oppa. Kau seperti terkesan dengan miliknya. Kau tidak tau saja seberapa banyak laki-laki yang ingin menciumku. Kau akan menyesal huh”

Aku terkekeh, beranjak untuk mencium keningnya lalu berkata “Hanya ada satu bibir yang Oppa suka yaitu ini..” dan chuu~ aku mengecup bibirnya beberapa kali lalu untuk yang terakhir, aku dan Yoona berciuman cukup lama, menghilangkan bekas ciuman pemain wanita tadi. Setelah itu aku berkata lagi “Dan Oppa juga tau banyak pria yang menginginkan merasakan bibir indahmu ini. Tapi mereka harus menerima kenyataan bahwa ini hanya akan menjadi milik Oppa, calon suami Im Yoona.” “Aku sangat mencintaimu Yoong, kau harus percaya Oppa.”

Wajah Yoona lagi-lagi merona, dia menundukkan kepalanya sedikit sambil berkata “Baiklah, maafkan aku Oppa. Aku hanya tidak suka ada yang mengambil milikku. Oppa tau kan. Tapi walaupun aku kesal, aku selalu mencintaimu Oppa, hehe.”

Mendengarnya mengatakan itu, aku hanya menjawab “Iya Yoong, Oppa hanya milikmu ok?” lalu kami berpelukan, sesekali aku juga mencium puncak kepala Yoona dan kami berciuman singkat sampai pintu ruangan ini diketuk oleh manager Yoona yang berkata shooting sudah mau dimulai.

Siwon POV end

———————————

Author POV

Sekarang giliran Siwon dan Yoona yang memerankan peran mereka masing-masing. Siwon berdiri dengan stylish pribadinya yang merapikan rambutnya sedangkan Yoona terlihat sedang berbicara dengan sutradara Park mengenai adegan dirinya selanjutnya dengan Siwon. Siwon tersenyum melihat Yoonanya yang sangat berbeda, sepertinya wanitanya mempunyai dua kepribadian. Karena apa? Saat Yoona bekerja, Yoona sangatlah profesional. Tetapi jika sudah dengan keluarganya ataupun Siwon sendiri, Yoona akan berubah menjadi type yang sedikit manja. Tapi bagaimanapun Yoona, Siwon tetap dan akan selalu menyukainya. Setelah persiapan selesai, salah satu staff mengatakan “action”. Siwon dan Yoona bukanlah Siwon dan Yoona lagi, tetapi mereka merupakan siapa yang mereka perankan di drama ini.

Adegan terakhir mereka adalah dimana Siwon berkunjung ke apartment Yoona tetapi Yoona belum pulang sehingga Siwon memutuskan membuat kejutan untuk pacarnya. Saat Siwon menyiapkan beberapa hidangan makanan, Yoona pulang dan memeluk Siwon dari belakang karena Yoona melihat Siwon sepertinya tidak mengetahui dirinya sudah pulang. Saat merasakan ada yang memeluk dirinya, Siwon sedikit terkejut namun langsung berbalik memeluk Yoona saat tau Yoona adalah orang yang memeluknya dari belakang. Bukannya lanjut menyiapkan makanan, Siwon malah mencium semua bagian wajah Yoona dan mereka pun berciuman sangat lama, menyatukan bibir mereka, menyalurkan kerinduan mereka pada satu sama lain.

Sutradara Park mengatakan “cut” sebagai tanda selesai. Tetapi Siwon dan Yoona masih belum melepaskan tautan bibir mereka. Beberapa staff juga mengatakan “cut” untuk menyadarkan pasangan yang mungkin sedikit terbawa suasana. Namun, sekali lagi, Siwon dan Yoona seakan tidak mendengar apapun, mereka seakan berada di dalam dunia yang hanya milik mereka berdua. Bahkan ciuman Siwon dan Yoona makin dalam, entah ada apa dengan mereka. Walaupun para staff dan pekerja disana sudah tau mereka berhubungan dan sudah bertunangan, rasanya tetap berbeda ketika melihat Siwon dan Yoona berciuman secara langsung didepan mereka, apalagi keadaan ini tidak terkontrol. Lima menit.. Sepuluh menit sudah berlalu, Siwon dan Yoona masih saja seakan tidak menyadari mereka sudah diperbolehkan pulang. Para staff juga meninggalkan mereka karena tidak mau menganggu mereka. Ada juga yang malu sendiri menyaksikan ciuman dua top artists ini.

Siwon dan Yoona masih berpelukan, saling mencium dan melumat bibir satu sama lain. Bahkan tangan Yoona sudah beralih ke leher Siwon dan tangan Siwon sudah pindah dari punggung Yoona menjadi ke pinggul Yoona. Mereka tetap mempertahankan posisi itu sampai mendengar suara dering telepon yang terletak di meja ruangan tempat shooting berlangsung. Saat Yoona berbalik untuk mencari sutradara Park, saat itu juga dirinya sadar jika shooting sudah selesai. Tapi dirinya saja dan Siwon yang tidak menyadarinya. Ah betapa malunya Yoona saat menyadari ini, bahkan pipinya kembali merona.

Choi Siwon mungkin belum menyadari situasi yang terjadi sekarang karena dirinya masih saja mencium Yoona, bahkan sekarang dirinya mencium leher Yoona, menghirup aroma leher Yoona yang selalu disukainya sejak awal berpacaran. Dirinya selalu suka apapun yang ada di diri Yoonanya, apapun. Dirinya selalu mencintai Yoona bahkan sebelum mereka berhubungan. Walaupun mereka sudah berhubungan pun, cinta Siwon tidak pernah berubah. Dirinya sudah bertekad sejak dulu untuk membahagiakan wanitanya, Yoonanya, cinta sejatinya apapun yang terjadi dan semuanya akan Siwon lakukan demi membuat Yoona bahagia, demi melihat senyum indah di wajah Yoona. Apapun, jika sudah berkaitan dengan Yoona, Siwon akan memberikan dan berusaha yang terbaik.

Yoona awalnya terbawa suasana lagi, tetapi kemudian dirinya sadar kembali. Siwon sekarang sedang melumat lehernya dan ini masihlah lokasi shooting. Bisa saja ada paparazzi ataupun wartawan yang merekam kejadian ini. Apalagi tidak ada satupun staff yang terlihat disini, diruangan ini.

Jadi Yoona terpaksa berkata “Oppa, hentikan. Shooting sudah selesai sejak tadi.”

Untung saja Siwon masih sadar, dirinya langsung melepaskan bibirnya dari leher Yoona saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yoona.

Saat melihat leher Yoona yang sudah ada bercak-bercak merah akibat perbuatannya. Siwon langsung berkata “Yoong, maafkan Oppa. Lehermu menjadi merah.”

Yoona terkekeh. Siwonnya meminta maaf kepadanya hanya karena bercak-bercak merah di lehernya. Yoona langsung mengusap kepala Siwon lalu berkata “Oppa! Ada apa denganmu? Bukannya ini sudah bisa? Sudahlah. Lebih baik sekarang kita cari para staff yang meninggalkan kita berdua disini.”

Siwon terdiam lalu tersenyum. Senyum yang selalu membuat para yeoja meleleh bahkan berteriak. Siwon lalu menangkup kedua pipi Yoona dan berkata “Baiklah Yoong.” lalu mencium kening Yoona sejenak.

Setelah itu mereka pun masuk ke ruangan khusus mereka berdua. Saat mereka masuk para staff Siwon maupun Yoona yang awalnya berbincang bersama terdiam. Karena melihat semuanya terdiam dengan senyum misterius mereka masing-masing, manager hyung Siwon lah yang bersuara “Apa adegan kissnya sudah cukup Choi Siwon dan Im Yoona?” Siwon dan Yoona yang mendengarnya hanya bisa terdiam malu.

Mendengar manager Siwon mengatakan hal begitu, manager Yoona ikut berbicara “Aigoo.. Yoong, Oppa kira kau sangat polos. Oppa tak menyangka kau suka sekali beradegan ciuman. Siapa ya yang berkata bahwa dirinya ti–“.

“Yak! Oppa!” teriak Yoona

Manager Yoona yang diteriaki malah tertawa dan berbicara lagi “Wah, setelah berciuman kau menjadi ganas ya Yoong. Seperti seekor singa kelaparan.” Staff Yoona dan Siwon yang lainnya tertawa.

Yoona yang melihatnya berseru “Kalian semua tidak usah tertawa. Ini juga salah unnie dan Oppa kenapa tidak memisahkan kita, kan jadi begini. Hah!”

Stylish unnie Siwon menjawab “Unnie sudah memanggilmu dan Siwon tadi. Tetapi… Siwon malah mencium lehermu. Unnie kan jadi tidak enak kalau menganggu kegiatan seru kalian berdua.”

Yoona yang mendengar menjawab stylishnya “Tapi kan bisa saja kalau unnie mau tetap memanggil kita jadi kita tidak perlu malu sendiri. Lalu kenapa sekarang malah kalian seperti menyalahkanku dan Siwon Oppa berciuman? Kalian cemburu kan pasti haha!”

Siwon yang mendengar perkataan Yoona menaruh tanggannya di pinggang Yoona lalu berkata “Ini semua bukan salah kita berdua ok. Kalian saja yang tidak mau memanggil kita, malah sengaja membiarkan kita melanjutkan apa yang tidak seharusnya dipertontonkan. Kalau ada paparazzi ataupun media yang merekam, kalianlah yang bertanggung jawab hyung dan noona.”

Yoona mengangguk membenarkan lalu mencium pipi Siwon. Para staff yang melihatnya hanya bisa menelan ludah.

Manager Yoona menjawab perkataan Siwon “Siwon ah, hyung tau Yoona begitu mempesona tetapi kan ini salah dirimu yang tidak dapat mengendalikan keinginanmu. Jika kau bisa, itu tidak akan terjadi. Jadi kaulah yang harus bertanggung jawab. Yoona disini tidak bersalah jadi kalau dia dimaki-maki netizen kau yang bertanggung jawab ok. Aku tidak mau ditegur oleh Mr. Im hanya karena putrinya dikata-katai oleh netizen.”

Yoona yang mendengarnya menjawab “Tidak bisa pokoknya Oppa dan unnie yang nanti bertanggung jawab menyelesaikan semuanya jika ada masalah yang berkaitan tentang kejadian ini.” Yoona kemudian mengecup singkat bibir Siwon lalu pergi mengganti bajunya menjadi lebih santai.

Sedangkan Siwon masih berdiri disana, masih berdebat dengan managernya dan manager Yoona. Siwon pasti membela Yoona jadi ya bisa dibayangkanlah bagaimana suasana ruangan ini. Apalagi tuan putri mereka, Yoona sedang ganti baju jadi mereka bebas lah berdebat sesuka mereka.

———————————

Setelah mengganti pakaian mereka, Siwon dan Yoona berjalan keluar dari lokasi shooting ini dengan cepat menuju ke arah mobil audi merah Siwon yang baru dibelinya minggu ini. Siwon membuka pintu untuk Yoona Namun sewaktu Yoona akan masuk, Siwon menahan lengan Yoona. Hal ini membuat Yoona sedikit bingung sehingga Yoona bertanya “Kenapa Oppa? Apa kau lupa membawa barang pentingmu? Ya sudah aku akan ambilkan, Oppa menaruhnya dimana?”

Siwon menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

Yoona yang semakin bingung dengan tingkah Siwon kembali bersuara “Cepatlah Oppa. Aku masih harus latihan untuk laguku dulu baru bisa ke rumah Oppa. Jadi katakan apa yang Oppa lupakan?”

Siwon menggelengkan kepalanya lagi namun kali ini dirinya sudah bersuara “Oppa tidak meninggalkan apa-apa sayang.. Oppa hanya ingin…”

“Ingin apa Oppa?” sambung Yoona cepat.

Chuu~~

“Itu yang Oppa inginkan sayang. Ah manisnya wanita Oppa.” Kemudian mengecup kedua pipi Yoona serta bibirnya beberapa kali.

Setelah itu, Siwon berkata “Sekarang kau boleh masuk tuan putri. Silahkan.”

Yoona hanya tersenyum lalu memasuki mobil sesuai perintah Siwon.

Setelah menutup pintu mobil, Siwon berjalan dan masuk ke mobil juga lalu menyetir mobilnya menuju ke salah satu studio, tempat recording yang Yoona sering datangi.

Seperti biasa, Siwon dan Yoona akan becanda di dalam mobil, sesekali juga terlihat Siwon mengecup tangan Yoona yang sudah digenggamnya dari awal menyetir tadi. Mereka berdua juga membicarkan tentang berbagai hal, mulai dari para hyung dan unnie mereka, jadwal mereka, tentang makanan yang Yoona ingin nanti, tentang mobil yang sedang Siwon incar, tentang bugsy, Jiwon, orang tua mereka, moment-moment indah mereka sewaktu berlibur bersama.

Yoona mengingat tentang berbagai negara yang telah ia datangi bersama Siwon. Sampai-sampai Yoona bertanya banyak hal “Apakah Oppa ingat Oppa menembakku di gunung Fuji di Japan?”

Siwon yang mendengar pertanyaan Yoona mengecup pipi Yoona lalu menjawab “Tentu saja dear. Itu moment yang tak akan bisa terlupakan. Padahal kita berlibur ke Japan hanya untuk menghabiskan waktu berdua karena Appa Omma kita berdua dan Jiwon berlibur ke Inggris. Aku tak menyangka kau menerimaku, ku pikir aku akan ditolak. Aku sudah takut jika kau menolak suasana diantara kita berdua akan menjadi canggung. Tapi ya ternyata Im Yoona tidak bisa menilak pesona Choi Siwon.”

Yoona tertawa lalu berkata “Perxaya diri sekali huh? Aku menerima Oppa hanya karena kasihan dan karena aku masih butuh kartu kredit Oppa untuk berbelanja disana hahaha.”

Siwon yang mendengar malah menjawab “Ah, benarkah? Kasihan sekali Choi Siwon. Bagaimana dia bisa dibodohi Im Yoona, yeoja kecil yang manja.”

Yoona tertawa lalu mencium pipi Siwon. Setelah itu Yoona kembali bertanya “Oppa, ingatkah Oppa kita merayakan anniversary satu tahun kita di menara Eiffel?”

Siwon tersenyum bahagia dan menjawab “Tentu saja Oppa ingat, itu sangat berharga untuk Oppa. Bahkan setiap tempat yang kita kunjungi untuk merayakan anniversary maupun ulang tahun kita, Oppa selalu mengingatnya.”

Yoona yang mendengarnya tersenyum sambil berkata “Oppa! Oppa!”

Siwon terkekeh dan menjawab “Hm? Ada apa sayang?”

Yoona menjadi duduk menghadap Siwon dan berkata “Oppa aku mau berterima kasih karena Oppa selalu menjagaku dan melindungiku seperti Oppa menjaga dan melindungi adik Oppa sendiri. Menyayangiku seperti Oppa menyayangi keluarga Oppa sendiri. Memanjakanku seperti aku adalah seorang tuan putri. Menghibur, menyemangatiku dan selalu mendukungku ketika aku sedang terpuruk dan hampir putus asa. Memberikan bahu dan dada Oppa ketika aku membutuhkan penopang agar aku tidak terjatuh. Memelukku ketika aku rapuh. Membuatku tersenyum kembali ketika aku sedang sedih. Terima kasih karena Oppa selalu mengerti diriku yang mengesalkan ini. Oppa juga selalu memaafkan kesalahan dan semua tingkahku yang mengecewakan Oppa. Gomawo Oppa sudah mencintaiku begitu dalam. Aku tidak tau aku akan bagaimana jika tidak ada Oppa yang selalu disampingku dari masa trainee, membimbingku dan mengajariku bagaimana menjadi wanita kuat walaupun masih belum berhasil karena aku masih sering menangis bukan? Oppa berjanjilah akan terus bersamaku selama kita masih ada di dunia ini karena aku tidak akan bisa hidup tanpa Oppa. Oppa adalah nafasku, hal yang kubutuhkan untuk tetap hidup. Berjanjilah Oppa, hanya satu hal itu saja. Aku menyayangimu lebih dari siapapun Oppa. Saranghae Siwon Oppa. I love you so much.”

Entah sejak kapan mereka sudah sampai di depan studio recording. Itu tidak begitu penting. Yang penting adalah bagaimana kata-kata manis Yoona saat membuat seorang Choi Siwon menangis. Sebenarnya sih bukan hanya Siwon yang menangis, Yoona juga menangis. Tetapi hanya saja sangat jarang melihat seorang Choi Siwon menangis.

Siwon mengusap air matanya dengan tangannya yang tidak memegang tangan Yoona. Kemudian dirinya mencium kening Yoona dan berkata “Kau tidak perlu berterima kasih sayang. Kalaupun kau bukan kekasih Oppa, Oppa akan tetap menjagamu dan melindungimu karena kau sudah seperti keluarga Oppa sendiri dan itu memang kewajiban Oppa sayang. Yoong, kau harus tau, Oppa tidak pernah tidak suka dengan semua sikap manjamu atau yang kau bilang mengesalkan itu karena Oppa dengan senang hati melayani Im Yoona. Ya, kau adalah tuan putri dan seorang tuan putri membutuhkan pangerannya untuk melayani, menemani, melindunginya bukan? Oppa yang harusnya berterima kasih karena bisa memilikimu, memiliki wanita cantik yang baik hati dan selalu dapat memaafkan kesalahan orang lain. Oppa tidak akan pernah menyesal memiliki dirimu dan oh kau pantas mendapatkan semua cinta Oppa karena semuanya adalah milikmu. Dan Oppa berjanji akan tetap bersamamu selama Oppa hidup. Oppa sangat sangat mencintaimu Yoong, kau adalah segalanya bagi Oppa.”

“Ingatlah ini Yoong : Kau bebas melakukan apa saja terhadap hati Oppa, karena hati Oppa hanyalah dan memang milikmu. Jadi kau bebas dan dapat melalukan apa saja sayang yang dapat membuatmu senang. Karena Oppa selalu ingin kau bahagia, hanya itu. Saranghae Yoong.”

Yoona yang mendengar semua perkataan Siwon semakin menangis. Siwon yang melihat air mata Yoona langsung menangkup wajah Yoona dan mengusap air mata Yoona lalu mencium kedua mata Yoona. Setelah itu, Siwon berkata “Saranghae Yoong, saranghae.”

Mereka pun berciuman, menikmati waktu mereka tanpa peduli Yoona masih harus recording lagu yang akan dirinya nyanyikan di fanmeetingnya nanti. Sekarang Siwon bahkan sudah mulai melumat bibir Yoona, memberitahu Yoona jika Yoonalah yang terpenting di hidupnya. Memberitahukan jika ia mencintai diri Yoona tak peduli appaun yang terjadi. Sesekali mereka melepaskan tautan bibir mereka untuk menghirup oksigen. Lama kelamaan ciuman mereka semakin dalam. Tetapi kemudian suara tok.. tok.. tok.. menghentikan ciuman mereka.

Rupanya manager Yoonalah yang mengetuk jendela mobil Siwon, sebenarnya dirinya sudah sampai di depan studio ini 5 menit setelah mobil Siwon sampai, tetapi dirinya baru mengetuk jendela mobil Siwon ketika pihak Studio mengatakan agar Yoona sebaiknya cepat datang karena Studio mereka akan tutup lebih cepat hari ini. Jadi ya akhirnya dia menganggu acara seru Siwon dan Yoona. Ya mau tidak mau bukan.

———————————

Siwon menemani Yoona selama Yoona melakukan proses recording lagunya. Kedua matanya tidak lepas dari Yoona. Sesekali ketika mata Yoona bertatapan dengannya, Siwon tersenyum dan mengucapkan kata “Saranghae”.

Yoona sudah selesai tetapi sekarang dirinya sedang berbincang dengan Oppa yang membantunya dalam lagu-lagu yang direkam hari ini. Sedangkan Siwon sedang memainkan iPhonenya. Tepatnya Siwon sedang membuka SNSnya lalu menelepon orang kepercayaannya dan membalas pesan di group chat Super Junior dan group chat keluarganya dan sahabatnya yang lain.

Siwon sangat serius membalas pesan Leeteuk dan Sooyoung. Dirinya sedang menjadi tempat curhat Leeteuk. Rupanya Leeteuk sedang mengeluh tentang kehamilan Taeyeon yang membuat Taeyeon menjadi sangat moody. Jadi Siwon sedang berusaha menghiburnya. Beda dengan Leeteuk, Sooyoung sedang meminta saran Siwon. Dirinya bertanya mengenai apa yang harus dibelinya untuk ulang tahun suaminya minggu depan. Jadi ya Siwon memberikan beberapa pilihan untuk membantu Sooyoung.

Sehabis membalas pesan-pesan dari sahabat-sahabatnya, sejenak Siwon memikirkan tentang hyung dan dongsaengnya di Super Junior maupun di SNSD yang kebanyakan sudah menikah bahkan ada yang sudah mempunyai beberapa anak. Liat saja. Yang pertama, Sungmin yang menikah dengan artist musikal sejak tahun 2014. Kedua, Leeteuk dan Taeyeon sudah menikah sejak tahun 2016 akhir dan mereka dikaruniakan dua anak kembar perempuan di tahun itu juga dan sekarang, 2019, Taeyeon hamil anak ketiga mereka. Siwon sedikit takjub dengan hyungnya yang satu ini. Ketiga, Donghae dan Jessica juga sudah menikah satu setengah tahun yang lalu yaitu pertengahan tahun 2017 dan ya Jessica sedang mengandung 5 atau 6 bulan kalau tidak salah. Keempat, Kangin sudah menikah dengan salah seorang artist tahun 2017 akhir dan sudah memiliki seorang anak perempuan berusia 3 bulan. Lalu kelima, Eunhyuk dan Ryewook menikah di bulan yang sama di tahun 2018. Eunhyuk dengan Hyoyeon sedangkan Ryewook dengan seorang artist musikal. Keenam, Yesung dan Yuri menikah di awal tahun 2019 lalu disusul Sooyoung dengan Kyungho 2 bulan setelahnya. Bahkan Kyuhyun saja sudah menikah dengan Seohyun 3 bulan yang lalu dan kini mereka memetuskam vakum dan sedang honeymoon ke negara Eropa. Dan akhir bulan Oktober ini, Sunny akan menikah dengan seorang anak CEO agency entertainment.

Memikirkan semua itu membuat Siwon pusing sendiri. Lihatlah, banyak yang dulu mengatakan dia pasti akan cepat menikah apalagi dirinya dan Yoonalah yang pertama kali berpacaran di group mereka. Tetapi mengapa sampai sekarang mereka belum menikah? Sebenarnya masih ada Heechul dan Tiffany yang belum menikah. Tapi tetap saja mereka akan menikah dulu karena Heechul sedang mempersiapkan segalanya dan Tiffany tinggal mengerjakan pekerjaannya sampai awal Maret tahun 2020. Entahlah Siwon bingung. Bukannya dirinya tidak mau menikah, buktinya pada setelah dirinya bebas dari wajib militernya, dirinya pernah membicarakan tentang pernikahan dengan Yoona, tetapi Yoona sepertinya belum siap karena masih banyak yang ingin dicapainya saat itu. Jadi Siwon berusaha mengerti, bukan, Siwon saat itu sangatlah mengerti keadaan Yoona.

Semua lamunan Siwon terhenti ketika Yoona mengecup pipinya. Yoona juga mengerucutkan bibirnya sambil berkata “Oppa! Wae?”

Siwon terkekeh dan mencubit kedua belah pipi Yoona yang selalu disukai dirinya. Siwon menjawab “Tidak kenapa-kenapa sayang.. Oppa tadi hanya memikirkan mengapa tunangan Oppa sangat manis. Mengapa Oppa bisa sangat beruntung mendapat seorang bidadari berhati baik. Dan itu adalah dirimu sayang.”

Yoona yang mendengar itu menjadi sedikit malu sehingga dirinya langsung memeluk Siwon. Sebenarnya bukan karena malu kepada Siwon saja tetapi karena di ruangan ini masih ada Oppa recodring team tadi.

Siwon tertawa melihat tingkah lucu yeojanya tetapi dirinya tetap membalas pelukan Yoona. Siwon juga mengelus puncak kepala Yoona yang sedang menyadari di dada bidangnya. Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Siwon memikirkan tentang kapan waktu yang tepat untuk melamar Yoona dan segala hal lainnya yang berkaitan dengan itu. Sedangkan Yoona sedang memuji Siwon dalam hati, sangat bersyukur dirinya bisa bersama dan menjadi milik seorang Choi Siwon.

Author POV end

———————————

Siwon POV

Aku masih terpikir tentang pernikahan, aku sudah sangat menginginkan ini jauh sebelum kami bertunangan. Sebenarnya juga aku sudah sangat sering membayangkan pernikahanku dengan Yoona sebelum kami berpacaran. Bahkan aku sudah pernah memintanya menjadi istri tetapi dirinya tidak pernah menjawab mungkin karena aku memintanya di lokasi shooting drama kami dan cara aku berkata-kata seperti becanda. Jadi ya mungkin Yoona memilih tertawa saja dan saat itupun SNSD masih menjadi prioritas Yoona. Tetapi mungkin hari ini bukan saat yang tepat untuk membahas hal ini. Aku ingin ketika aku membahas tentang pernikahan nantinya, aku sudah mendapat jawaban yang sesuai dengan apa yang kuinginkan. Mungkin ada yang bertanya apakah aku akan melepaskan Yoona jika dia menolak untuk menikah, hmm sekitar pertengahan tahun depan mungkin? Jawabannya sudah pasti tidak. Tanpa dirinya aku tidak dapat bernafas. Itu sama saja dengan aku tidak dapat bertahan hidup lagi. Selain itu, aku tidak akan mau hidup tanpa dirinya. Membayangkan saja sudah membuatku frustasi apalagi benar-benar terjadi.

Tanpa sadar mobilku sudah sampai di depan rumah orang tuaku yang ada di daerah Gangnam. Saat aku berbalik ke arah Yoona, aku baru menyadari jika dirinya sudah tertidur sejak tadi. Pantas saja, tidak ada yang memanggilku ketika aku melamun tadi.

Pemandangan Yoona tertidur adalah salah satu hal yang terindah dihidupku. Aku menyingkirkan rambur-rambut halus yang sedikit menutup wajah Yoona. Aku juga mengecup kedua pipi dan keningnya dan berkata “Sayang, bangunlah kita sudah sampai dirumah Appa.”

Tidak ada respon. Ini tidak seperti Yoona yang biasanya. Mungkin Yoona sudah sangat lelah karena bekerja seharian ini jadi kuputuskan untuk keluar dari mobil sambil menelepon bibi Jung, kepala pembantu rumah Appa untuk menyuruh beberapa maid mengambil barang-barang Yoona dan barang yang kubeli beberapa hari yang lalu untuk Yoona, yang harusnya akan kuberi kepadanya hari ini dari bagasi mobilku. Setelah menutup teleponku, aku membuka pintu mobil bagian tempat Yoona duduk. Kemudian aku membungkukkan tubuhku agar dapat mengelus kepalanya sambil berbisik ditelinganya “Saranghae Yoong” lalu mengangkat tubuh ringannya menuju ke dalam rumah Appa.

Saat aku baru akan menaikki tangga besar dan banyak agar dapat mencapai kamarku yang berada di lantai dua, aku mendengar suara Omma dari ruang keluarga berkata “Siwon ah, kau pulang?”

Aku tidak menjawab karena Yoona akan terbangun.

Mungkin karena tidak mendapat jawaban membuat Omma datang kearah tangga yang akan kunaikki ini. Saat melihatku sedang menggendong Yoona, wajah Omma berubah menjadi sedikit shock. Dirinya berkata pelan “Siwon ah, ada apa dengan Yoona?”

Aku menjawab dengan pelan “Tidak ada apa-apa Omma. Yoona mungkin lelah jadi tadi saat kubangunkan dirinya tidak bangun sehingga aku memutuskan menggendongnya saja.” “Aku bawa Yoona ke kamarku dulu ya Omma, nanti aku akan turun sehabis membersihkan tubuhku. Dan Omma, tolong suruh bibir Jung mengganti baju Yoona, bajunya ada di koper kuning yang biasa Yoona bawa.”

Omma mengangguk mengerti dan menjawab “Baiklah Siwon ah. Omma mengerti sayang. Kau seperti menganggap Omma tidak mengenal Yoona saja. Dia kan sudah seperti anak Omma juga.”

Aku tersenyum, bahagia mendengar Omma mengantakan hal tersebut. Sebelum aku naik, aku mencium pipi Omma dan berkata “Gomawo Omma.”

Saat sampai di tangga paling atas aku bertemu dengan Jiwon. Dia langsung heboh saat melihat Yoona dengan berseru “Omo! Yoong unnie sakit Oppa?”

Aku menjawab “Tidak, Yoona hanya tertidur.”

Jiwon kembali berseru “Yoong unnie akan menginap disini kan hari ini?”

Aku hanya menganggukkan kepalaku

Seakan tidak puas, Jiwon kembali berseru “Yeay! Aku bisa tidur dengan Yoong unnie. Sudah banyak yang ingin aku keceritakan kepadanya.”

Aku langsung menjawab “Tidak bisa Jiwon ah. Dia kan calon istriku jadi dia harus tidur denganku. Sudahlah kau saja turun saja temani Omma. Appa sepertinya baru akan sampai rumah sebentar lagi.”

Jiwon kembali berseru “Oppa! Tidak bisa. Lagipula dia kan baru cLon istrimu bukan istrimu. Aku tidak mau tau!”

Aku tidak menjawab apa-apa. Aku langsung masuk ke kamarku dan mengunci pintu kamar agar dia tidak dapat masuk.

Dan Jiwon yang berada diluar mengatakan “Nanti aku akan panggil Oppa dan unnie saat makan malam sudah siap.”

Sampai didalam kamarku, aku langsung menidurkan Yoona ke tempat tidurku dan menutup tubuhnya dengan selimut dan tak lupa aku juga menaruh guling bercorak love yang tadi kupegang juga saat menggendongnya disampingnya. Kara Omm Yoona, Yoona selalu membutuhkan guling love ini ditempat tidurnya jadi kemanapun dia pergi untuk tidur dia akan membawa serta guling ini, bahkan saat tour SNSD atau bepergian denganku dia membawa guling ini. Setelah itu aku mencium kening dan kepalanya lalu mengambil handuk dari dalam lemari kemudian masuk ke kamar mandiku untuk membersihkan tubuhku.

Siwon POV end

YoonA POV

Tidurku sebenernya sudah sedikit terusik saat mendengar suara dua orang yang seperti sedang berdebat. Salah satu dari suara itu ada suara Siwon Oppa dan hmm. Satu lagi adalah Jiwon karena aku mendengar Siwon Oppa menyebutkan nama Jiwon.

Aku yang awalnya berada didalam dekapan Siwon Oppa langsung dibaringkan ke tempat tidur setelah masuk ke kamarnya. Kehangatan yang berasal dari dirinya pun seakan menghilang juga. Lalu aku dapat merasakan ada yang mencium keningku dan sudah pasti pelakunya adalah Siwon Oppa.

Beberapa menit setelah itu aku juga mendengar suara pintu tertutup. Aku pasti ketiduran di mobil Siwon Oppa tadi sehingga dia yang menggendongku masuk ke rumahnya dan ke dalam kamarnya.

Aku pun kemudian bangun dan langsung menoleh dan mendapati guling kesayanganku sudah disampingku. Ah, Siwon Oppa selalu saja mengerti diriku. Ani, dia terlalu mengerti diriku bahkan dia mengerti diriku lebih dari aku mengerti diriku sendiri.

Kemudian aku melihat kearah jam di dinding kamar ini, sudah hampir jam 7 malam. Sebentar lagi, keluarga Siwon Oppa akan makan malam bersama. Karena koper dan tasku tidak ada dikamar ini, aku pun berjalan ke sekatan lain di kamar ini, yang adalah ruang wardrobe Siwon Oppa. Sebagai pria, dia termasuk suka berbelanja. Lihat saja, segalanya ada disini dari baju, celana, blazer, dasi, tas sampai perhiasan seperti cincin, jam tangan dan gelang ada disini dan disusun dengan sangat amat rapi.

Seperti ini, salah satu dari sekian banyak sudut di ruang wardrobe ini. IMG-20160704-0003

Yang kulakukan pertama adalah memilih pakaian santai untuk Siwon Oppa pakai setelah mandi dan menaruh pakaiannya di meja depan kamar mandi.

Setelah itu, aku kembali ke ruang wardrobenya dan melihat-lihat koleksi gelang-gelang Siwon Oppa, semuanya bagus. Ada juga banyak gelang couple kami. Aku masih mengingat cerita di balik setiap gelang couple yang kita miliki. Gelang couple kami yang paling pertama adalah yang dibeli Siwon Oppa saat kita sedang di Milan tahun 2009, saat itu kami belum berpacaran, kami hanya teman dekat. Dan jangan berpikir aneh-aneh ok? Kita pergi ke Milan bersama keluarga Siwon Oppa dan keluargaku tetapi pada hari itu aku dan Siwon Oppa sedang jalan-jalan berdua. Aku yang sangat suka shopping tentunya senang ketika Siwon Oppa mengatakan dirinya bersedia menemaniku, tidak seperti pria-pria biasanya yang akan menolak jika diajak shopping bersama. Aku masih ingat dengan jelas, saat aku sedang memilih tas-tas di toko Hermes tiba-tiba Siwon Oppa datang dan memberitahuku soal gelang couple yang dibelinya dan memakaikannya kepadaku. Hmm.. aku rindu jalan-jalan, tetapi sangat tidak mungkin diminggu-minggu ini. Karena akhir bulan nanti saja Sunny unnie akan menikah dan acaranya 3 hari karena banyaknya kalangan yang akan diundang. Sudahlah lupakan saja.

Aku kembali melihat gelang-gelang dibalik laci kaca yang di desain khusus oleh designer ternama untuk Siwon Oppa. Mataku kemudian tertuju pada satu gelang dari mereka terkenal yang setauku itu adalah gelang couple. Tunggu.. Siwon Oppa kan laki-laki jadi pasti gelang itu adalah design untuk laki-laki. Lalu.. lalu seingatku aku tidak pernah membeli gelang couple model itu ataupun memberinya kepada Siwon Oppa. Jadi sebenarnya dimana gelang untuk wanitanya? Yang benar saja. Aku tau ini bisa saja Siwon membeli untuk dirinya saja tanpa membeli design untuk perempuannya. Tetapi setauku, setiap gelang yang dirancang untuk couple atau berpasangan tidak dapat dibeli salah satu. Jadi pertanyaan demi pertanyaan muncul di otakku. Sebenarnya siapa yang memberikan gelang ini kepada Siwon Oppa? Atau kepada siapakah Siwon Oppa memberikan gelang wanitanya. Aku yang suadah sangat penasaran membuka laci tempat gelang ini lalu mengambil gelang yang menjadi fokusku sejak beberapa menit yang lalu.

Saat aku baru akan melihatnya lebih dekat, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Siwon Oppa juga ada suara wanita yang berkata “Oppa! Makan malam sudah siap. Jadi turunlah!! Jangan terus mengurung Yoong unnieku bersamamu. Aku sudah rindu unnieku. Dan ini koper Yoong unnie.”

Aku menaruh gelang ini di atas laci kaca ini dan melangkah dengan cepat untuk membuka pintu kamar ini. Yang ada di depan sama pastilah Jiwon. Aku sejenak dapat melupakan gelang tadi gara-gara mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut Jiwon yang sudah kuanggap seperti saudara perempuanku sendiri mengingat aku tidak mempunyai satupun saudara. Hmm.. aku akan sedikit cerita mengenai keluargaku yang mungkin ingin kalian ketahui. Aku besar tanpa seorang pun saudara kandung. Aku hanya mempunyai 4 orang sepupu, anak dari saudara Omma dan mereka sangat dekat denganku. Ya, walaupun semuanya adalah laki-laki. Mungkin juga karena ini, Appa dan Omma sangat memanjakanku. Mereka selalu memperlakukanku kayaknya seorang putri raja. Omma bahkan pernah berkata kepadaku pada saat aku berusia enam belas tahun “Appa dan Omma selalu memberikan yang terbaik untukku, jadi kau harus mendapatkan suami yang mencintaimu dan memperlakukanmu dengan baik layaknya putri raja. Omma tidak mau anak sahtu-satunya Omma yang sudah Omma jagai sejak kecil dan selalu mendapatkan kebahagiaan mendapat seorang suami yang tidak dapat memberi kebahagiaan untukmu. Omma berkata seperti ini bukan berarti Omma menyuruhmu mencari pria kaya tetapi yang terpenting adalah dia harus menghargai dan mencintaimu lebih dari dirinya mencintai dirinya sendiri Yoong. Kau harus selalu ingat ini sayang. Omma menyanyangimu.”

Mereka selalu memberikanku kehidupan yang mewah dan yang terbaik. Dari sudut pandangku sih ini juga dipengaruhi faktor kerajaan bisnis orang tua Appa yang diwariskan kepada Appa mengingat Appa adalah anak tunggal juga. Aku tidak begitu tau tentang bisnis Appa karena aku tidak pernah menanyakannya.. tetapi setauku Appa juga mempunyai perusahaan serta department store yang di bangunnya sendiri dan tersebar dimana-mana. Lalu, aku ingat aku pernah membaca majalah bisnis yang biasa dibaca Siwon Oppa, didalamnya tertulis Appa adalah salah satu dari tiga orang terkaya di korea dan salah satu dari 5 orang terkaya di dunia. Aku tau aku harus bersyukur karena aku lahir di keluarga yang adalah kalangan chaebol. Sejak aku bayi, bahkan saat aku bertekad ingin mengikuti audisi di SM Entertainment dan sampai aku berumur 17 tahun aku tidak pernah hidup berkekurangan. Mengapa aku berkata sampai tujuh belas tahun saja? Jawabannya adalah setelah itu, aku telah berkaris sendiri. Aku menghasilkan uang melalui kerja kerasku sendiri dan membeli berbagai barang dan rumah dengan uang kerja kerasku walaupun Appa dan Omma sering sekali memintaku untuk menerima uang mereka. Sebenarnya, aku tidak diperbolehkan ikut audisi karena Appa tidak pernah mau aku susah dan Appa sampai berkata dirinya tidak akan membiarkanku bekerja, aku hanya perlu menikmati hidupku dan menikah dengan seseorang yang kucintai dan mencintaiku. Seperti dunia dongeng saja bukan? Tapi pada akhirnya, setelah melihat tekadku, semangat dan perjuanganku mereka akhirnya mengizinkanku.

Aku juga masih ingat dulu banyak teman SDku yang cemburu karena dalam satu bulan aku bisa berpergian 4 kali keluar korea. Sungguh, dari semua hal yang Appa lakukan untukku dan Omma, yang membuatku bangga pada Appa bukanlah karena hartanya yang berlimpah. Tetapi aku bangga walaupun dirinya sibuk, Appa selalu ada untukku dan Omma jadi aku tidak kekurangan kasih sayang. Selain itu, aku juga bangga walaupun Appa adalah pria terpandang, dirinya tidak pernah sombong dan selalu berbagi kepada yang tidak mampu. Dari dialah aku belajar dan tau jika diluar saja masih banyak yang kekurangan.

Tapi, jangan sekali-sekali kalian mencoba berkata bahwa aku terkenal karena Appaku. Aku dapat menjadi sekarang memang berkat doa dan berbagai kursus atau les yang mereka berikan, bukan karena uang Appaku.

Semua lamunanku terhenti ketika aku mendengar suara Jiwon berkata “Unnie, kau mau ganti baju dulu atau langsung saja ikut kebawah denganku?”

Aku langsung memeluknya dan berkata “Aku sudah berganti sebelum kesini. Jadi ayo kita turun saja sekarang.”

Aku dapat melihat dia semakin tersenyum.

Kami berpegangan tangan dari kamar tadi sampai sekarang menuruni tangga. Ini sudah biasa kulakukan dengan Jiwon. Saat aku merapikan rambutku, Jiwon berkata “Tumben sekali unnie tidak menunggu Oppa dulu. Ini termasuk hal langkah mengingat unnie dan Oppa selalu lengket jika sudah dirumah.”

Aku menjawab “Siwon Oppa sedang mandi dan unnie juga sudah menyiapkan pakaian untuknya tadi. Jadi sekarang waktunya dengan dongsaeng kesayangan unnie saja.” Sebenarnya bukan karena itu saja, tapi aku sedang sedikit kesal tentang gelang tadi. Ok, ini tidak akan membuatku kesal jika Siwon Oppa pernah menceritakannya. Dan seingat aku dia belum menceritakan hal ini. Memikirkan gelang itu membuat moodku menjadi buruk saja jadi kuputuskan untuk melupakan hal itu dulu karena dibawah sana juga ada Appa dan Omma Siwon Oppa, namja yang membuatku kesal lagi.

Sampai diruang makan, aku langsung dipeluk Omma. Omma? Jangan bingung, sejak kecil aku sudah memanggil orang tua Siwon Oppa dengan Appa dan Omma begitu juga Siwon Oppa dan Jiwon yang memanggil orang tua-ku dengan sebutan Appa dan Omma. Appa juga memelukku dan mengatakan kalau dirinya bangga dengan diriku dan menyanyangiku seperti dirinya menyanyangi Siwon. Omma mengatakan dirinya sudah sangat merindukan diriku lalu Jiwon bertanya “Mengapa unnie sudah lama tidak tinggal dirumah ini? Apakah unnie tidak suka tinggal disini dengan kami? Ini kan sudah menjadi rumah unnie juga. Apalagi orang tua unnie kan sedang pindah beberapa lama ke Amerika.”

Aku menjawab pertanyaan Jiwon “Bukan begitu Jiwon ah, unnie sangat senang bisa mendapatkan kalian sebagai keluarga unnie apalagi Appa dan Omma juga menyanyangi bukan.”

Orang tua Siwon Oppa mengangguk. Bahkan Appa berkata “Tentu saja sayang, kau sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga ini dan unnienya Jiwon.”

Aku tersenyum dan mengucapkan “Gomawo.”

Kemudian aku lanjut menjelaskan “Jadi tidak ada alasan unnie tidak mau atau tidak suka tinggal disini Jiwon ah. Beberapa bulan yang lalu unnie memang sangat sibuk dan pulang pagi hampir tiap hari, jadi unnie memutuskan tinggaldi apartment unnie atau kadang di rumah Yuri unnie karena unnie tidak mau menganggu suasana rumah ini. Lagipula,saat itu Siwon Oppa tidak shooting dengan unnie, jadi unnie hanya tidak ma–”

“Kau tidak mau apa sayang? Hmm?”

Aku terdiam, tidak menjawab. Melihat wajah Siwon Oppa membuatku ingat tentang gelang itu.

Siwon Oppa kemudian berjalan kearahku sambil berkata “Yak! Jiwon ah! Sudah Oppa katakan bukan Yoona adalah wanita oppa jadi dia harus duduk disebelahku bukan disebelah dirimu.”

Aku tidak menjawab, hanya terdiam.

Siwon Oppa seperti bertanya “Ada apa sayang?” lewat tatapan matanya.

Aku memalingkan wajahku menghadap Jiwon yang merangkulku.

Siwon Oppa kemudian duduk berhadapan denganku.

Jiwon lalu bersuara “Oppa! Yoong unnie bilang dia akan menghabiskan waktu denganku hari ini. Jadi unnie akan tidur denganku haha!”

Siwon Oppa melihatku sejenak dan menatapku dengan mata elangnya. Ini sangat jarang dilakukannya. Dia seperti menyampaikan “Kita harus bicara setelah ini.” Aku tau yang akan dia bicarakan bukan masalah aku tidur dengan adiknya atau duduk dengan Jiwon saat ini. Tapi dia pasti mau bertanya ada apa dengan sikapku tiba-tiba yang cuek dengannya. Ya, dia cukup, oh tidak, dia sangat mengenali sifat dan sikapku. Jadi ya tidak heran lagi jika dia tau ada yang salah denganku saat ini.

———————————

Setelah makan malam selesai, aku mengobrol dengan Appa dan Omma serta Jiwon di ruang khusus yang didalamnya ada theater mewah dan bar yang cukup besar. Sedangkan Siwon Oppa entah dimana.

Aku merasa sedikit bersalah karena mencuekki Siwon Oppa karena hal seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku terlanjur kesal dengan fakta bahwa Siwon Oppa tidak memberitahuku tentang gelang itu. Hah, sampai sekarang aku masih penasaran dengan pemilik gelang wanitanya, maksudku gelang prianya ada pada Siwon Oppa, jadi dimana gelang wanitanya? Awas saja jika dia ketahuan memberikan gelang itu pada wanita lain. Ok, tidak masalah jika gelang itu diberikan kepada Omma, adiknya atau sahabat wanitanya yang juga aku kenal. Tapi jika Siwon Oppa ketahuan berselingkuh, aku tidak akan ememberikan maaf kepadanya.

Kau berpikir apa sih Im Yoona? Segombal-gombalnya Siwon Oppa, dia tidak akan berselingkuh darimu Yoona! Dia pria terbaik yang pernah kau kenal, yang sejak dulu melindungimu dan tetap bersamamu walaupun kau pernah menolaknya karena lebih memilih karirmu. Siwon yang setia dan tidak pernah berbohong. Jadi mengapa kau bisa berpikiran seperti itu Im Yoona?

Semua pikiranku tentang gelang yang berhubungan dengan Siwon Oppa itu terhenti ketika Jiwon berkata “Unnie, besok kita jalan-jalan bersama yuk? Hanya berdua. Tanpa Oppa yang menyebalkan itu. Ok?”

Aku tersernyun menatapnya.

Tidak hanya itu saja, Jiwon kembali bersuara” Ah! Unnie! Bagaimana jika kita belanja bersama saja besok? Berhubung kita sudah sangat lama tidak pergi berdua dan belanja bersama. Bagaimana? Besok unnie bisa tidak? Maksudku, besok unnie ada jadwal tidak?”
Aku menggeleng tanda aku tidak memiliki jadwal besok. Aku pun sudah mau berbicara tetapi sebuah lengan kekar merangkul posesif pundakku dan seseorang mengecup puncak kepalaku cukup lama. Siapa lagi, jika bukan Siwon Oppa. Dia juga berkata “Sudah dulu ya dongsaengku bicaranya dengan unniemu. Aku memiliki keperluan dengan unniemu yang cantik ini. Aku mau berbicara dengannya dulu. Jadi kau tidur saja sekarang. Bye!”

Siwon Oppa kemudian menarikku untuk berdiri dan memegang tanganku, membimbingku menuju ke kamarnya.

Sampai di dalam kamar, Siwon Oppa mendudukkanku ke ujung tempat tidur miliknya. Aku kira sehabis mendudukanku dia akan duduk disampingku juga. Tetapi perkiraanku salah, dia malah pergi ke ruang wardrobenya. Mungkin mau menikmati waktunya disana. Awas kau Oppa! Tunggu saja pembalasanku. Kau sudah membuatku sangat kesal tentang gelang yang tidak kau beritahu kepadaku selama ini. Sekarang kau malah tambah membuatku kesal karena kau dengan sembarangan menarikku dari hadapan adikku, berkata kau mau berbicara denganku. Tapi apa sekarang? Kau malah meninggalkanku duduk di tempat tidur super besar dan mewahmu ini. Dasar kau Choi Siwon!

Aku sudah duduk di tempat tidurnya selama kurang lebih sepuluh menit tetapi dirinya masih saja belum muncul sampai saat ini. Karena lelah menunggu, aku merubah posisiku menjadi tertidur. Tapi jujur saja, aku masih menunggunya.

Dan ya, mungkin sekitar 20 menit kemudian setelah aku mengubah posisiku menjadi tertidur di tempat tidurnya, dirinya muncul tepat di sampingku, tepatnya dia berjongkok di samping tempat tidurnya.

Siwon Oppa lalu memegang dan sesekali mengelus kepalaku. Aku hanya diam, biasanya aku akan merespon entah dengan berkata manis atau memegang tangannya. Tapi ya, kali ini aku memutuskan untuk terdiam saja. Moodku sama sekali belum membaik.

Siwon Oppa kemudian bersuara setelah beberapa saat kami berdua sama-sama terdiam.

“Sayang..” katanya lembut dan sedikit manja.

Aku lagi-lagi hanya dapat terdiam walaupun saat ini aku sudah sangat ingin mencium pipinya.

“Sayang.. Yoong, kau kenapa?”

Aku terdiam dan menjauhkan kepalaku dari jangkauan tangannya.

Siwon Oppa malah naik ke ranjang dan memelukku erat. Aku pun berteriak “Oppa lepaskan! Awas sana!”

Dia malah makin memelukku erat dan berkata “Yoong, ada apa sih denganmu? Apa kau sedang badmood karena fansku kesal padamu karena aku memposting fotoku yang sedang menciummu saat tertidur 2 jam yang lalu? Hm? Jangan dengarkan mereka Yoong, mengerti sajalah mereka begitu karena mereka tidak mau Oppa berharga dan tercinta mereka mencium yeoja lain.”

Aku semakin kesal mendengar apa kata Siwon Oppa barusan. Siapa sih yang bilang aku kesal karena fans-fansnya yang kesal atau apakah itu. Dan apa? Dia bilang dia memposting fotonya yang sedang menciumku saat tertidur? Hah, kurasa dirinya sudah mulai gila.

Siwon Oppa bersuara lagi “Yoong, jawab Oppa sayang. Masak kau tega mendiamkan calon suamimu yang baik hati ini?”

Aku dengan ketus menjawab “Mungkin sebentar lagi tidak akan jadi calon suamiku lagi.”

Dia tertawa dan berkata “Oh, jadi kau sudah ingin menikah secepatnya ya sayang?”

Aku menjawab dengan cepat “Siapa yang bilang aku mau menikah dengan Oppa? Mungkin aku menikah saja dengan orang lain. Yang tidak menyembunyikan apapun dariku dan ya jujur.”

Siwon Oppa kemudian membalikkan badanku, ini membuat kami saling memandang. Saat aku melihat wajahnya, aku seperti kembali jatuh cinta dengannya. Bagaimana mungkin dirinya bisa setampan ini! Kau bilang kau akan menikah dengan orang lain, tapi melihat wajahnya bentar saja kau sudah memujanya tiada henti. Kau tidak akan bisa kehilangannya YoonA, ingat itu.

Siwon Oppa kemudian berkata lagi “Jelaskan apa maksudmu sayang. Oppa sungguh tidak mengerti apa maksud ucapanmu barusan. Apa maksudmu kau tidak mencintai Oppa lagi? Begitu?”

Aku menjawab “Oppa kan pintar, pikir saja sendiri apa maksudnya.”

Siwon Oppa malah mencium pipiku “Oh! Jangan bilang kau mau… Omo Yoong. Oppa tidak menyangka kau sudah berubah secepat ini. Sabar ya saya–.”

“Yak!”

“Op–!”

“Oppa! Lepaskan, sakit seka–!”

TBC

Penasaran dengan kelanjutannya? Comment ! Karena NEXT CHAPTER bisa aja di PROTECT karena banyaknya siders.

Sorry for those typos Hehe.

 

 

 

Advertisements

43 thoughts on “[Chapters] Together (Chapter 1)

  1. Wadawww siwon oppa mikir apa ituuuu hahahahahaha XD Lucu mereka tuhh berharap kenyataannya juga hini nanti aamiin… Semangat lanjutinnya eonniee

    Like

  2. HAHAHAH YAAAMmpuuunnn kereeenn ceritanya jadi disini mereka suju sma snsd sdh banyak yg menikah ehh tinggal pasangan ter romantis yg masih belum adatanda2 memikah keekekeke kasihan wonpa tuh yoona unni dia udh kagak sabar wkwkw.
    Dan mereka ada julukan baru pasangan ter hot wkwkwkw hahahaha udh tau shootingnya udh selesai masih ajh dilanjutin keke.
    seneng deh ada ff yw lagi mksh ya autor . autor slalu buat ff yg beda2 tp ttp membuat yoonwon selalu romantis . apa lagi ntuh wonpa mesum mau diapain.yoona unninya wkwkw
    ga sabar kapan post nexxtnya autor. semngtt semngttt ditunggu

    Like

  3. OMG!!! Yoonwon emng the best, ngomng” itu ceritanya thn 2019 ya? Mudh”an aja jdi beneran deh, klo bisa 2016 yoonwon udh trungkap.
    Tpi pas diakhir yoona bilang sakit, emngnya ama siwon diapain?? Jangan2?? Hahaha #skip

    Next terus author, jangan klamaan yah di post nya πŸ™‚

    Like

  4. kyaaaaa… kerennnnn….. senyum2 sndiri bcany aplgi pas yoona liat adgn siwon berciuman.. wkwkwkwkwk…. omooo.. siwon mw ngapain… jdi pnsrn…… dtggu nextnya….

    Like

  5. taeyeon ama leeteuk anaknya banyak juga yah hahahaa… siwon yoona cepet nyusul dong jgn lama-lama, ngebayanginnya bikin senyum2 sendiri nih, dan soal gelang kira2 punya siapa yaa.. ditunggu kelanjutannya ya eon, fighting!

    Like

  6. aakkkk gk tau mau komen apa suka bget ffnya thor..
    ihhh yoonwonnya bkin envy tpi pnsaran jga sma gelang itu.. n endingnya yoonwon ngpain hayoo??
    next thor..
    di tggu ff yg lain jga soalnya dah kngen sma ff author pixel.. πŸ™‚

    Like

  7. Hahaha lucu bngt pas baca bagian ciuman ketawa ketawa sndiri , wonppaa ngga liat tmpat sama situasi trlalu asiik kali yaa . sweet bngt kehidupan nyaa .
    Semangat chinguuu

    Like

  8. Semoga ini bisa jd kenyataan ya amien, yoona kebayakan mikir yg aneh aneh aj sih, siwon itu gk bkalan kelain hati coz hatinya hanya untuk yoona seorang, kayaknya gelang ygcewek bakal dikasih saat siwon mau ngelamar yoona deh oh sweet bgt klo iya deh

    Like

  9. Yeay skrg bukan family2an gitu tapi masih sweet kok. Asyik ceritanya. Ayokdong cepat menikah seperti yg lainn. Btw itu gelang siapa yaa..ayok di lanjut thor. Keep writing πŸ™‚

    Like

  10. ahhhh yoonwon emang biangnya sweet…..
    Ini cerita masa depan yoonwon gitu ya.Semoga di kehidupan nyata masa depannya juga begitu deh syalulu…
    Lucu sih ngelietnya yoona yang selalu cemburuan dan siwon yang sabar banget saling melengkapi ceritanya :v

    Like

  11. Ya ampun . .baca nya campur aduk. . Ada seneng’a,kesel’a,sweet’a,kesel’a,lucu’a, . . .ah nan0nan0 lah :-*
    btw. . Pensaran bnget ama gelang couple itu. .
    Trus knp siwon 20mnt ninggalin yuna gtu aja ‘ . , apakh ada ssuatu?
    Aduh makin pensaran bighit. . ..
    NEXT >>>

    Like

  12. Daebak… Ceritanya keren…
    Semoga di kehidupan nyata bisa seperti ini. Yoonwon moment nya banyak sekali, jadi puas bacanya dan sambil senyum-senyum sendiri.
    Semoga Yoonwon bisa cepet menikah, seperti member-member yang lain.
    Penasaran siapa yang punya gelang wanitanya.
    Ditunggu next part nya.

    Like

  13. keren ceritanya, kayak nyata cerita sampe senyum2 sendiri hehe. puas sm moment yoonwon nya. penasaran apa yg dilakuin sm siwon ke yoona. ditunggu next chapternya.

    Like

  14. wah panjang bnget ampe dua kali baca hehe eoh? apa yg d pikirkn wonppa? apa yg trjadi? apa yg mereka lakukan? πŸ˜€

    Like

  15. wah baper bacanya emng keinginan trbesar th pngen bnget liat yoonwon main drama breng jdi pasangan smoga bisa trwujud stelah wonppa kluar wamil,Aamiin.

    Like

  16. Alur ceritanya beda kyk f yoonwon yg base real life yg lain,, , suka,, ,da juga pnsaran siapa yg ksh glg itu k siwon, smoga hubungan mrka ga pisah dan moment yoonwonny mkin byk

    Like

  17. OMG hot couple????????? Aigoo romantis dan hot nya mereka berdua…waduh yoona eonni diapain tuh sama siwon oppa kok kesakitan gitu,jangan”……..#oopsss…. kyaaaaa siwon oppa berbuat mesum

    Like

  18. Romantis bgt sih, jadi iri, ciuman 10 menit? Kuat pak, bu??? Yoona manja, tp suka sih, kurang panjang thor, typo masih bertebaran, next thor

    Like

  19. Wihh… Yoona sama siwon main drama, mudah2an bisa di real life. Btw, yoona cemburuan yahh ?? Jadi imut gitu tingkahnya. Siwon uga sabar dan sayang bwanget sama yoona.. Tapi tetap mesum juga wkakaka

    Like

  20. Wow yoonwon sweet bgt… 😍 app lg siwon oppa yg sllu mmberikan yg terbaik n mnjaga yoong dgn pnuh kasih cyang n sllu mnomor 1 kn yoongi… tp knf mrka blm merried cikh… ☺ pnasaran kira” knf siwon oppa tdk mmberi tahu tntang gelang couple y ma yoongi?? Mudah” siwon oppa bz mmbujuk yoongi untuk tdk marah n tntang gelang cuople hnya k salah pahaman doanx…
    . Gomawo buat author y yg udd bkin ff yg bguz ea walau add typo y dkit… ☺

    Like

  21. maaf ya baru baca,,,
    wahhh ini panjang bener yaa,,
    q bingung mw komen apa yg pasti bagus,romantis,,,

    kasian siwon member yg laen udah pada married malah dy sendiri belom,yg sabar ya oppa

    Like

  22. Ntu Siwon yg gk peka atau Yoong yg kelewat sensitiv ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Suka bgt deh sama ff YoonWon yg kyk gini 😘😘😘 berasa lebih dpt feel nya krn ngejabarin nya dgn detail 😘😘 ditunggu lanjutan nya ya say, semangattttt Siwon buat jelasin kesalah pahaman ke Yoong ya 😍😍😍

    Like

  23. wah enak bgd ya hidup yoona kyk tuan putri tdk prnh kesusuahan.. crita ini tu tahun brp ya ko udh pda nikah smua para memberx… kayakx siwon udh pgen cpt nikah aja melihat para memberx udh nikah smua… siwon udh brencana melamar yoona nih.. jd pnsaran gmn cra siwon melamar yoona.. dtunggu lanjutanx ya min…

    Like

  24. woah..disini mereka udah pacaran lama banget ya,,hoho penasaran sama gelang yang dibicarain sama yoona, kira2 ada dimana ya,,hoho yoona cemburu banget kayaknya,,, itu siwon mikir apa ya? tau2 nyerang yoona,,wkwkwk makin penasaran sama kelanjutan ceritanya,, ditunggu next chapternya segera πŸ˜€

    Like

  25. aiggoo yoonwon romantis abiisss,Hayo itu gelang siapa ya? trus kapan ya siwon oppa ngelamar yoona unnie secara yang masih pacara tinggal mereka doank,uuh ditunggu part selanjjutnya ya thor,jangan lupa bagi pwnya tar ya

    Like

  26. omg so sweet bnget thor,bkin senyum2 sendiri.feelingku sich gelang cartier yg mau diksih ke Yoona,,,
    next thor fighting.

    Like

  27. Kereeennnnn
    banyak banget moment ywnya coba ini ff akan menjadi kenyataan seneng banget liatnya pasti bakal jadi keluarga yang sempurna…
    emang sih ngga ada yg semp
    urna di dunia ini tapi kalo liat cerita yang tadi itu bakal jadi SEMPURNA

    Like

  28. Kereeeennnn BGT
    suka sama moment ywnya yang sweet coba ini ff jadi kenyataan pasti bakal jadi keluarga idaman semua orang di dunia mana cantik ganteng mandiri keluarga chaebol multitalent lagi 22 nya
    dan ngga sombong..dll
    thor ditunggu part ke 2nya ya…

    Like

  29. So sweet ceritanya…. Banyak moment yonnwonnyaπŸ‘πŸ» hayo gelangnya untuk siapa itu? Hahah…. Aku yakin sama yoona…. Next thor jangan lama” yah…. Oh iya jangan lupa bagi PW nya yah

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s