[Ficlet] Me and My Husband

Title : Me and My Husband

Cast : Choi Siwon , Im Yoona and others

Disclaimer : All casts are belong to God, their family and company.. not mine

Note : Ini Ficlet or OS ya? ga tau deh. Postingan kali ini pendek sih.. author usahain bisa post walaupun lagi sibuk banget. Hmm.. semoga suka ya.

Picture credit to GGPM πŸ™‚

.

.

.

YoonA POV

Menjadi seorang wanita karir adalah cita-citaku sejak aku duduk di bangku SMA. Karena itu setelah 3 tahun duduk di bangku SMA dan lulus, aku pun tak bingung lagi dalam urusan memilih jurusan kuliah. Sudah pasti aku memilih business atau entrepreneurship. Apalagi nilai lulusan SMAku yang paling tinggi di sekolahku. Bukan bermaksud menyombongkan diri, gampang saja bukan untuk test kuliah di berbagai universitas dengan nilai yang bagus? Ditambah kedua orangtuaku yang adalah keturunan kedua keluarga chaebol. Jadi pastinya aku dapat memilih dimanapun aku mau untuk meneruskan pendidikanku. Aku lulus SMA saat aku berumur 16 tahun. Kenapa? Karena aku terlalu cepat masuk TK dan aku pernah lompat kelas satu kali karena katanya aku sudah sangat mampu. Ya aku juga tidak tau.. itu sih yang dikatakan kedua orang tuaku saat aku bertanya dulu. Setelah lulus, aku pun memutuskan untuk kuliah di Harvard University, tentu kalian semua tau universitas itu bukan? Jadi aku rasa aku tidak perlu membahas lebih panjang lagi tentang universitas itu.

Tapi, hmm.. aku akan membahas satu hal yang berkaitan dengan masa kuliahku disana. Disinilah, aku bertemu dengan lelaki yang sekarang sudah menjadi suamiku sejak 4 tahun yang lalu. Aku, Im YoonA, sebenarnya sudah berprinsip tidak akan berpacaran atau berhubungan lebih dari teman biasa dengan lelaki manapun pada masa kuliahku dan juga aku berprinsip untuk tidak menikah muda, aku baru akan mau menikah di usia 27 tahun atau 28 tahun. Tetapi semuanya tidak berjalan sesuai prinsipku karena aku bertemu dengan lelaki yang bernama Choi Siwon 6 tahun yang lalu.

Aku mulai beberapa bulan setelah kelulusan SMAku dan pada hari pertama saja aku sudah dipertemukan dengannya. Bagaimana tidak? Dia adalah seniorku karena dia siswa dari jurusan business, pada saat itu dia sudah akan masuk ke tahun kedua yang berarti tahun terakhir kuliahnya sedangkan aku baru saja akan memulai tahun pertama kuliahku. Pertemuan pertama kali adalah ketika aku menjalani masa orientasi siswaku dan dialah yang menjadi pembimbingku saat itu. Lucunya, bukannya menyuruhku ini itu, kami malah menghabiskan waktu untuk MOS itu untuk mengobrol.. dan yang membuatku sedikit terkejut adalah, Siwon Oppa mengaku padaku sebelum kami menikah kalau waktu kita mengobrol pada saat MOS itu, dirinya sedang mencoba mendekatiku karena katanya dirinya sudah menyukaiku dari pandangan pertama.

Beberapa bulan MOS itu, aku dan Siwon Oppa sebenarnya sama sekali tidak dekat, menyapa saja tidak apalagi mengobrol. Kami cuma bertemu di cafeteria sekolah setiap hari dan beberapa kali di perpustakaan. Tetapi saat natal tiba, dan fakultas business mengadakan acara yang mengharuskan semua murid datang, di acara itulah kami kembali berbicara setelah sekian lama. Kami mengobrol banyak hal, aku menjadi lebih tau tentangnya seperti hobbynya, apa saja hal-hal yang di suka dan seperti apa karakter seorang Choi Siwon, namja populer dari fakultas business. Tak lupa, aku juga jadi tau kalau dia adalah anak dari seorang pengusaha sangat sukses yang sangat kebetulan sekali adalah sahabat karib ayah dan ibuku yang sangat sering makan bersamaa dengan Appa, Omma dan aku. Tapi, aku tidak memberitahu Siwon Oppa pada saat itu.. aku menutup mulut kalau aku mengenal orang tuanya dengan baik. 3 hal yang pada saat itu membuatku terkesan pada Siwon Oppa : baik dan rendah hati, tanggung jawab / gentleman dan mau berusaha sendiri tanpa bergantung pada orang tuanya yang tentunya dapat menghidupinya sampai 7 turunannya nanti.

Setelah pertemuan di acara natal itu, aku dan Siwon Oppa menjadi sering menelepon satu sama lain, banyak hal yang kita bicarakan. Aku sampai tidak sadar kalau Siwon Oppa menjadi tempat aku mencurahkan segala keluhan, susah dan senang dirinya selalu ada untukku tanpa kusadari. Dan betapa terkejutnya aku, pada minggu terakhir January tepatnya 28 January, Siwon Oppa menyatakan cintanya dengan sangat romantis. Kalian bayangkan saja sendiri, wanita mana yang tidak akan luluh hatinya jika ditembak di private hall salah satu restoran dengan nyanyian suara merdu orang tersebut dan tak lupa ada juga lilin serta bunga-bunga yang bertaburan disana. Ya tapi aku bukan menerimanya karena itu saja, Β aku menerima pernyataan cintanya karena saat itu aku sadar, aku tidak akan rela membiarkan Siwon Oppa melakukan hal serupa ke wanita lain, aku sudah terbiasa dengan kehadirannya dan yang terpenting aku sadar kalau aku telah mencintai Siwon Oppa.

Setelah kami resmi berpacaran, di dalam hubungan kami tentunya ada konflik dan pertengkaran seperti pasangan kekasih lainnya tetapi untung saja kami selalu dapat menyelesaikannya. Karena sudah terbiasa bertemu dengannya hampir setiap hari di universitas, aku menjadi merasa berat harus merelakan Siwon Oppa pergi karena di sudah lulus. Katanya harusnya dia langsung pergi ke Inggris untuk mengurus bisnis Appanya yang ada disana. Tetapi karena melihatku menangis terus selama 2 minggu sebelum kelulusannya, dirinya pun mengurungkan niatnya untuk pindah. Siwon Oppa pun akhirnya mengurus perusahaan Appanya yang ada di Amerika menggantikan sepupuny, Leeteuk. Intinya mereka bertukar negara.

Singkat cerita, setelah 1 tahun berlalu dan aku lulus kuliah jurusan business, aku dilamar oleh Siwon Oppa. Sebenarnya aku dulu tidak mau menikah diusia muda karena aku berencana mengambil S2 lagi apalagi saat itu aku hanya berusia 19 tahun (Korea). Tetapi namanya sudah cinta, prinsip apapun menjadi hilang haha. Aku menerima lamarannya.

Jika kalian bertanya mengenai orang tua kami. Jawabannya adalah mereka sudah tau soal hubunganku dengan Siwon karena saat Siwon Oppa berulang tahun pada bulan April (beberapa bulan setelah kami berpacaran) orang tuanya datang. Disana jugalah Siwon Oppa kaget karena Appa dan Omma sudah sangat mengenalku. Dan saat aku berulang tahun, Appa dan Omma juga datang dan aku mengenalkan Siwon Oppa ke mereka walaupun Omma sudah banyak mendengar cerita dariku. Jadi begitulah.

Dan akhirnya aku pun menikah diusia yang terbilang sangat muda ‘bagiku’ , 20 tahun dan Siwon Oppa saat itu juga baru berusia 24 tahun. Kuliah business yang kuambil menjadi seperti tidak terlalu berguna atau lebih tepatnya sia-sia saja. Jika berpikir secara realistis, untuk apa aku dulu belajar gila-gilaan, untuk apa aku membuat berbagai prinsip dihidupku jika pada akhirnya semuanya kulanggar dan menjadi tak berguna. Tapi setelah dipikir-pikir, jika aku tidak berkuliah di Harvard beberapa tahun yang lalu, mungkinkah aku akan dipertemukan dengan Siwon Oppa dan menjadi istrinya seperti sekarang? Dan mungkin saja kan walaupun aku berkuliah disana, aku juga tidak bersamanya. Dan mungkin juga walaupun tidak bertemu dan menjadi istrinya, aku tidak menjadi businesz woman seperti yang kuimpikan? Jadi kesimpulannya, semua ini sudah diatur Tuhan, kami sudah dijodohkan dam ditakdirkan untuk bersama. Menikah diusia muda pun adalah kehendak yang diatas bukan? Yang terpenting, dari diriku, aku bahagia dan merasa sangat beruntung bisa mempunyai seorang suami yang terlalu mengerti diriku, bukan mau hiperbola, but I swear, Siwon Oppa sangat mengerti diriku bahkan dia mungkin lebih mengerti diriku daripada aku mengerti diriku sendiri. That guy is a precious gift that God gave to me. Hmm.. sejak pernikahan kami 4 tahun lalu, aku seperti dilahirkan kembali, I mean I become a mature woman. Karena suamiku, Siwon Oppa juga pria yang mature, a little bit bossy dengan segala hal yang diatur secara perfectionist. Ditambah lagi, dia mempunyai time management yang sangat bagus membuatku mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diriku dengannya secara otomatis. Ya, walaupun sebenarnya Choi Siwon yang dirumah dan di perusahaan 100% sangat berbeda. Di perusahaan, dia seorang CEO sekaligus pemilik yang dihormati, disegani bahkan para yeoja sangat mendambakannya. Dia seorang boss yang bossy, perfectionist dan well.. dia memang mendekati kata sempurna. Tapi kalau sudah dirumah, hah, Choi Siwon berubah menjadi seorang suami yang penuh dengan keromantisan, penyayang dan kata-kata manis yang selalu dikeluarkan dari mulutnya untukku. Seorang namja yang selalu mengerti diriku, dia tidak pernah menuntutku untuk merubah apa-apa. Makanya aku menjadi malu sendiri. Bayangkan saja, kau tidak pernah memasak makanan untuk suamimu yang terlalu menyayangimu. Apakah kau tidak malu? Apalagi dia tidak pernah complain soal itu malah dirinya menyuruhmu tidak usah bekerja di dapur. Sudahlah, cukup sampai disitu. Kurasa aku sudah menceritakan terlalu banuak. Pokoknya, jika kalian bertanya bagaimana hidupku setelah menjadi seorang istri, apakah banyak berubah. Jawabanku adalah ya, aku berubah, aku menjadi Yoona yang lebih dewasa dan mandiri, menjadi Yoona yang lebih perhatian dan romantis. Tapi jika sudah berkaitan dengan urusan pekerjaan rumah, dapur dll.. jangan tanyakan lagi. Aku malu karena aku tidak dapat melakukan itu semua dengan baik, semuanya diurus oleh pelayan-pelayan rumah yang aku tidak tau berapa jumlahnya karena well.. sangat banyak.

Aku sekarang sudah mulai menghilangkan impianku menjadi seorang business woman terkenal karena sepertinya tidak dapat terwujud. Bagaimana mau terwujud? Jika suamimu saja sudah menjadi pewaris dari perusahaan terbesar di Korea dan cabang perusahaan-perusahaan yang tersebar di berbagai benua. Sebenarnya bukan karena itu sih.. maksudku bukan karena suamiku berlimpah harta makanya aku tidak bekerja. Semuanya karena dirinya berkata “Kau sudah menjadi tanggung jawab Oppa sejak kau menikah denganku Yoong, jadi kalau Oppa boleh sarankan kau tidak usah bekerja apapun. Kau hanya perlu menghabiskan waktumu sebagai istri yang dimanjakan suaminya dan sebagai Nyonya muda karena kau menikah diusia yang terbilang muda sayang.” Ditambah dirinya selalu membawaku jika melakukan perjalanan bisnis jadi aku tidak bisa berbisnis dan lain sebagainya. Okay, jangan coba-coba bilang aku banyak alasan.. karena memang itulah kenyataannya. Dan jangan lupa, orang tuaku juga memiliki perusahaan besar dan akulah pewarisnya karena aku adalah anak tunggal. Ya, walaupun perusahaan-perusahaan Appa sekarang diurus sepupuku, Im Seolung Oppa dan Im Donghae Oppa.

Aku juga tidak tau entah aku terlalu beruntung atau bagaimana, mengapa semua orang yang kusayangi selalu mengerti dan menyayangiku. Ditambah faktor latar belakang keluargaku dan Siwon Oppa yang chaebol terlalu memudahkanku untuk mendapatkan apa saja yang kumau. Ya sudahlah, kita tidak usah membahas tentang yang ini lagi. Sekarang aku sudah sampai di bandara untuk bertemu dengan suamiku yang baru pulang dari Swiss dan kami langsung akan berlibur ke Maldives. Well, sekalian honeymoon lagi kata suamiku. Ah, bukan sekalian.. itu memang tujuan utamanya, mungkin. Sambil menunggunya di mobil, aku mau menjawab kalian yang mungkin penasaran soal “Apakah mereka sudah dikaruniai keturunan?” Well, aku sudah mempunyai dua orang putra, yang pertama bernama Choi Daniel sudah berusia 3 tahun dan yang kedua bernama Choi David berusia 1 setengah tahun. Dan aku sebenarnya sedang mengandung 3 bulan sekarang. Untuk liburan kali ini, Siwon Oppa memaksa kehendaknya menyuruhku untuk tidak membawa serta kedua putra kita katanya itu karena setelah kami mempunyai anak, kemanapun kita berlibur, aku selalu saja mengharuskan untuk membawa mereka dan katanya, aku sudah tidak mempunyai banyak waktu untuknya setelah kami mempunyai anak. Choi Siwon, Choi Siwon.. waktu yang kuberikan untuk kita habiskan berdua selama ini tidak pernah cukup. Yang benar saja, aku bahkan pernah merelakan 1 minggu waktuku untukmu karena rengekanmu aku tidak pernah lagi memperhatikanmu. Dan tentunya itu membuatku menelantarkan Daniel yang pada saat itu berusia 1 tahun lebih. Baiklah.. dan sekarang kita akan menghabiskan 2 minggu berdua lagi. Untung saja Daniel sedang kedatangan Jiwon, aunty kesayangannya dan juga ada James yang seumuran dengannya. James adalah anak Tiffany unnie yang adalah sepupu Siwon Oppa. Jadi James tidak merengek untuk ikut juga. Kalau David, dirinya dijaga oleh mertuaku dan para babysitternya tentunya aku tetap akan menelepon hampir tidak 4 atau 5 jam sekali untuk mengecek keadaan kedua anakku.

Lamunanku hilang ketika aku merasakan ciuman di pipiku dan puncak kepalaku serta rangkulan sebuah tangan. Sudah pasti semua itu dilakukan oleh Choi Siwon karena tidak ada namja lain yang berani melakukan itu padaku jika tidak ingin berhadapan dengan seorang Choi Siwon.

Aku menghadap dirinya sambil tersenyum lalu mencium kedua pipinya. Aku dan Siwon Oppa pun berpelukan erat setelahnya. Really, it is the best feeling ever after days we don’t get to see each other.

Setelah beberapa menit, Siwon Oppa melepaskan tanganku dari tubuhnya dan mengecup bibirku singkat. Lalu dirinya mulai bersuara “I miss you a lot honey.”

Aku tersenyum dan berkata “Me too Oppa! Mana titipanku? Kau bawakan?”

Siwon Oppa mengacak rambutku asal dan menjawab “Tentu saja suami tampanmu ini akan membawa apa yang istri satu-satunya titipkan karena dia takut istrinya yang cantik itu berubah jadi seekor singa betina jika lupa membawa titipannya.”

Aku mau tertawa mendengar candaannya. Tapi aku memutuskan untuk menahan tawaku dan mengerjai Choi Siwon. Aku pun melepaskan tangannya yang berada di pinggangku dan berkata “Ya sudah jika istrimu yang sekarang bisa berubah jadi singa betina.. kau cari saja istri lain yang hanya bisa berubah jadi seekor kelinci manis. Dan bye.. aku mau pulang saja.”

Siwon Oppa kelihatan panik dan berkata “Hey sayang.. Oppa hanya be–”

Aku bersuara sebelum dirinya berhasil menyelesaikan apa yang dirinya mau ucapkan “Kau siapa Tuan? Apakah kita saling mengenal? Sepertinya tidak bukan. Permisi kalau begitu.”

Aku pun benar-benar berjalan menuju pintu mobilku yang kebetulan masih ada di depan airport. Aku tau Siwon Oppa pasti mengejarku. Dan benar saja, hanya 5 detik kemudian, aku sudah merasakan sepasang tangan keker memelukku dari belakang dan suara namja yang berkata “Oh jadi istri dari suami tampan tadi sedang merajuk? Oh maafkanlah suami tampanmu.. dirinya hanya becanda karena ingin menggodamu.”

Aku masih terdiam walaupun dalam hati aku sudah tertawa terbahak-bahak. Karena tidak mendapat respon apa-apa, Siwon Oppa pun berkata “Hey.. sayang.. kau benar-benar marah? Dan kita tidak jadi liburan? Hm? Padahal pesawat pribadi Oppa sudah sampai.”

Aku lagi-lagi terdiam..

Siwon Oppa pun membalikkan badanku dan bertanya “Kau sungguh-sungguh tidak ingin pergi ya? Hah.. padahal Oppa sudah berandai-andai bagaimana rasanya berlibur berdua dengan istrinya lagi setelah sekian lama.”

Aku langsung memeluknya erat dan tanpa sadar aku meneteskan air mata. Oh, mood swingku kembali menghampiri diriku.

Siwon Oppa mengelus kepalaku sambil berkata “Baiklah sayang kalau kau benar-benar tidak ingin pergi. Kita bisa pergi berdua dilain kesempatan. Okay kita pulang saja.”

Aku menggelengkan kepalaku yang berada didadanya.

Siwon Oppa bersuara lagi “Kenapa sayang?”

Aku akhirnya bersuara “Oppa kenapa kau bisa tampan sekali tapi sayangnya kau bodoh sih?”

Siwon Oppa terbengong mendengar ucapanku lalu berkata “Apa katamu Yoong?”

Aku menjawab “Kau bodoh Oppa! Kau tidak bisa membedakan kapan kau dikerjai olehku dan kapan aku serius. Ya sudah kalau kau mau pulang ayo kita pulang.”

Siwon Oppa pun sepertinya sadar dengan keadaan sebenarnya karena dirinya berkata “Yak Choi Yoona. Kau ini sungguh keterlaluan ya mengerjai suamimu sendiri. Hah, kita tidak akan pulang.. kita berangkat sekarang.. karena….”

Aku bertanya karena dirinya tidak menyelesaikan ucapannya “Karena apa Oppa?”

Dirinya tersenyum dan menjawab “Karena Oppa sudah lapar.. sudah tidak sabar mau memakan istrinya tercinta. Jadi ayo kita harus cepat-cepat naik ke pesawat sebelum suamimu yang lapar ini memakanmu dihadapan banyak orang.”

Aku pun tidak bisa berkata apa-apa lagi karena dirinya langsung mengendongku ala bridal style.

Dan pertempuran, berbagai ronde peperangan pun terjadi. Berbagai sasaran pun berhasil ditaklukan.

The end

Okay Β mungkin cerita ini agak sedikit tidak jelas. Tapi ini saja yang bisa author berikan hehe.

Have a happy holiday!!

Advertisements

24 thoughts on “[Ficlet] Me and My Husband

  1. . Hmmm yoonwon sweet bgt cikh memperlakukan yoong layak y seorang ratu n sllu jd suami yg baik ..😍 app lg dgn khadiran kedua putra n calon bayi yg add d rahim yoong yg mkin mnambah k romntisan n keharmonisan kel yoonwon mkin lengkap… 😊😍😘

    Like

  2. Uh beruntung banget yoona dapet suami seperti siwon oppa, so sweet banget pantes aja jarak usia anak mereka ngga terlalu jauh siwon oppa ngga bisa nahan diri gitu,hihi

    Like

  3. akhrnya ada ff baru…suka deh genre married life gini..thor banyakin percakapannya dong drpd narasinya heehehehe,,ditunggu lanjutan ff family ya thor

    Like

  4. Soo sweet… simple tp menghibur…. weenak bener jd yoona…dpt suami yg sempurna….kaya harta n hati jg..bener2 perfect hidupnya yoona…dtunggu karya2 selanjutnyanya thor…

    Fighting n gomawo ya..

    Like

  5. Yoonwon!! I miss them so much 😦
    Author ini bnr” simple dan menyentuh hati πŸ™‚ mrka trliht sngt bhagia, cukup untuk mengobati kerinduan sya… Trima kasih πŸ™‚ ditunggu krya slnjutnya! πŸ˜€

    Like

  6. Annyeong, aku readers baru :).
    Sweet, enk bgt y jdi yoona di perlakukan bagai ratu. Waktu bca ni enth knp aku mikirin {semoga nanti di kehidupan nyata mereka kyk gini. Romantis, harmonis ah pokoknya jempol}

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s