[Coretan] Sudden Happiness

Title :  Sudden Happiness

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and find others by yourself

Disclaimer : All the casts are not belong to me, they are belong to God, their families and company.

..

..

Kembali lagi dengan coretan singkat, SENANG GA? Semoga suka ya guys.

.

.

.

.

 

 

Happy reading!!

 

 

Author POV

 

Seorang wanita cantik terlihat sedang duduk di kursi santai pinggir villa di pulau miliknya, tepatnya pulau ini diberikan sang Appa saat dirinya berusia pas 20 tahun. Hmm.. terlahir sebagai anak bungsu membuat Appanya selalu khawatir padanya, selalu mencari informasi tentangnya, selalu memperhatikan dan menanyakan apapun yang dibutuhkannya. Padahal, bukan sombong, dirinya bisa membeli apapun yang diinginkannya sendiri dengan hasil kerjanya sendiri. Tapi ya, demi menghargai sang Appa, akhirnya ia menyetujui saja ketika diberi pulau private yang indah ini.

Wanita tersebut duduk dengan memakai kacamata hitam yang pas di wajah kecilnya. Dirinya benar-benar terlihat biasa saja, seperti sekarang tidak ada sinar matahari diatas langit. Padahal, sinar dan terik matahari sangatlah terik, ah, melihatnya saja sudah dapat membuatmu merinding apalagi kau berada di posisi wanita yang duduk di tengah pasir tersebut. Kurasa, kulitnya bisa terkelupas habis ini. Hmm.. kasihan sekarang kulit putih dan mulusnya itu.

Wanita itu terlihat senang sekali, memakan snack-snack dan lainnya yang ada di depannya. Like, she never eat for a month or so.

Pergerakan tangannya yang sudah mau mengambil orange juice terhenti ketika terdengar suara dering dari telepon genggamnya. Sejenak wanita itu melihat siapa yang menelepon dan ketika melihat nama ‘Choi Jiwon’ muncul di layar iPhonenya, dirinya tersenyum dan langsung menjawab telepon tersebut.

 

YoonA POV

 

Akhirnya Choi Jiwon meneleponku.. aku sudah menunggu telepon darinya sejak semalam. Saat kuangkat telepon darinya. Kalimat pertama yang kudengar darinya adalah “UNNIE! Aku sudah sampai. Tunggu adikmu yang manis ini sebentar lagi okay.”

Aku tersenyum dan menjawab “Kau dimana sekarang? Aku sedang duduk ditengah pantai. Cepatlah.”

“Sabarlah unnie. Aku tau kau sudah sangat kangen padaku kan?”

Aku pun terkekeh lalu menjawah “Ya. Ya. Ya. Terserahlah, intinya cepatlah kemari. You don’t know how lonely I am.”

Jiwon tertawa sangat keras lalu menjawab “Well, so I am your hero right? Ah.. kita bisa berpacaran bebas disini unnie. Tak usah pedulikan kekasihmu yang tak memperdulikanmu, huh..”

Yoona terkekeh dan berkata “Aku tau pesonaku sangat memukau, tapi maaf aku masih waras hahahahahaha.”

Jiwon pun menjawab “Yasudah. Tunggulah saja. See you unnieku sayang.”

10 menit kemudian

Aku yang tadinya menutup mata sejenak sekitika membuka mataku ketika mendengar suara nyaring yang berteriak “YOONA UNNIEEEE WHERE ARE YOU?”

Aku memutar kepalaku dan menemukan wanita yang sudah kuanggap adik perempuanku sendiri sedang berlari cepat ke arahku. Aku pun tak bisa menahan senyumku melihatnya. Ya selain unnie kandungku, member – member SNSD, dialah wanita yang dekat denganku dan kupercaya juga. Kami sudah kenal hampir 8 tahun lebih, jadi ya kalian kira-kira bisa menebak kita sedekat apakan?

Jiwon yang sudah duduk di kursi sebelahku langsung berbicara, walaupun suaranya terlalu keras untuk keadaan saat ini yang jarak antara kita hanya mungkin antara 80 cm sampai 100 cm, tapi aku tak terlalu memikirkannya karena aku sepertinya sudah biasa padanya. Haha. Dia berkata “Unnie. Kau gila ya? Panas sekali sekarang dan kau malah berjemur dengan bikinimu yang hah hanya menutup bagian penting tubuhmu saja. Kurasa wanita didepanku ini memang benar-benar sudah gila.”

Aku menjawab “Wae? Tak boleh memakai bikini? Pulau ini milikku dan yang disini hanya ada aku, kau dan para maid saja. Paling hanya ada uncle Park di tempat parkir. Kau sedikit berlebihan.”

Dirinya kembali mengeluarkan suara “Tidak ada yang melarang unnie memakai bikini. Yang kupermasalahkan adalah kenapa unnie seperti tak punya rasa lagi karena sekarang matahari tepat diatas sana bersinar dengan sangat teriknya. Kurasa kulit unnie kalau punya suara sudah berteriak kepanasan, unnie.”

Aku terkekeh lalu menjawab “Sudahlah. Tak usah pikirkan kulitku sekarang. Kita berenang saja sekarang.”

Matanya melotot lalu bersuara keras lagi “Unnie, kau ini kenapa sih? Berenang sekarang? Kau benar-benar gila? Managermu bisa mengamuk nanti kalau kulitmu bermasalah. Itukan A-S-E-T paling berharga dikarirmu.”

Aku memutar mataku “Tak usah bahas soal karirku. Okay, bukan tak tau diri dan tak menghargai orang yang fans dan mengidolakanku tapi yang memilikiku saja tidak peduli sama sekali jadi ya sudah.”

Sepertinya aku terjebak dalam kata-kataku sendiri karena ekspresi Jiwon menunjukkan dirinya siap menyerangku dengan mulutnya itu. Dan ya seperti dugaanku dirinya berkata “Oh jadi ini karena si tuan tersebut? Unnie kesal tidak dipedulikan ya? Atau kesal karena dirinya shooting variety show yang harus membuat dirinya lengket dan melakukan skinship yang selama ini unnie claim sebagai milik unnie kepada wanita itu? Hm.. tapi bukannya biasa unnie tak peduli ya? Karena kan memang pekerjaan kalian harus begitu. Atau jangan-jangan memang tuan menyebalkan tersebut selingkuh? Tapi unnie malu mengatakannya?”

Baru saja aku mau mengeluarkan suaraku tapi dirinya sudah langsung berbicara lagi “Dan ya.. sekarang aku mulai mengerti.. sepertinya aku diundang unnie kesini untuk menjadi unnie lampiaskan kekesalan unnie kan? Unnie mau balas dendamkan? Ah, sakit sekali rasanya.” Dan setelah itu, dirinya berjalan pergi menuju villa utama dipulau ini. Tak usah bingung lagi mengapa dia bisa seenaknya melewati batasan tamu yang tersedia tanpa memasukkan kartu tamu pas memasuki perbatasan menuju ke villa utama, itu karena dirinya memang selalu berlaku seenaknya dan merasa pulau ini miliknya jadi dia menyuruhku untuk menambah scan pengenal tubuhnya dalam list orang-orang yang kukenal. Dan saatnya aku merayu perempuan yang sepertinya sedang ngambek.

Dia berjalan cepat sekali, aku pun sampai di villa utamaku beberapa saat setelah dirinya sampai. Saat aku membuka pintu, yang ada malah villa ini gelap. Yang benar saja sih, siapa yang menutup semua lampu di 1 villa ini. Aku kan takut gelap jadi aku selalu mengingatkan semua maid atau petugas di pulau ini selalu membuka semua penerangan setiap saat apalagi ketika aku datang dan tinggal disini.

Aku pun berjalan sambil memegang dinding-dinding untuk mencari tombol lampu supaya aku bisa membuka lampunya. Selain itu, aku juga memanggil Jiwon dengan suara lumayan keras.

Sudah beberapa menit dan aku masih belum bisa melihat apa-apa. Aku seperti hilang ingatan saja tidak tau mana tombol penekan lampu berada. Dan tiba-tiba saja pintu villa ini yang tadi tak kututup tertutup dari luar. Ini tentunya membuatku semakin panik. Bukan karena takut ada teroris, sasaeng fans atau anti-fans yang ingin mencelakakku berada disini. Tapi karena aku memang sangat takut pada kegelapan.

Aku terus mengucap nama Jiwon dan teringat aku bisa membuka flashlight iPhoneku dan oh God, sial sekali, iPhone sepertinya masih berada di tempat yang duduki tadi. Damn it. Pabo Yoona.

Aku menyerah, aku tak tau lagi harus bagaimana, Jiwon belum juga muncul berarti bukan dia pelakunya. Dia saja tak disini jadi tak mungkin dia mengerjaiku sekarang dengan cara semua ini.

Aku menangis, benar-benar menangis. Entah kenapa aku tak berniat berteriak ataupun minta tolong dengan suara keras padahal pasti setidaknya ada maid yang lewat dan bisa membantuku membuka pintu dari luar karena mereka pasti ada kunci serapnya jika kunci pintunya diambil oleh pelaku kejadian ini.

Lama-lama aku lemas sehingga aku pun terduduk sembarang dilantai villaku. Ironis sekali bukan. Siapapun yang melakukan ini akan ku beri hukuman seberat-beratnya kalau perlu aku tidak akan mau melihatnya selamanya. Lihat saja.

Aku yang lama-lama sudah mulai tenang, maksudku aku sudah tak menangis lagi kembali dikejutkan dengan adanya tangan atau apapun itu yang terasa melingkar di pinggangku. Apakah ini Jiwon? Karena mau menyakinkan apakah ini Jiwon atau bukan, aku berusaha untuk tak takut dan memegang tangan seseorang yang melingkar dipinggangku saat ini. Dan ini bukan Jiwon karena tangannya sangatlah berotot sedangkan tangan Jiwon mungkin 2 atau 3 kali lebih kurus dari tangan orang yang kupegang ini.

Aku sebenarnya takut tapi aku tak mau sembarang dipeluk orang karena walau bagaimanapun, mau ada yang melihat aku dipeluk orang lain atau siapapun itu, kalau dia bukan orang yang sangat dekat denganku, aku tidak mau karena aku sadar aku sudah menjadi milik orang lain, ya walaupun aku belum menikah dan bisa saja orang yang kuanggap pacarku itu tak menganggapku lagi, aku tak peduli. Selama aku terikat pada suatu hubungan dengan orang, aku harus tau diri.

Aku pun akhirnya menggigit tangan orang ini dengar keras. Tak peduli lagi jika aku dipukul atau apa nantinya. Yang penting jangan memeluk atau memegangku saja.

Orang tersebut bukan kesakitan, tapi aku malah mendengarnya seperti terkekeh atau tertawa lucu. Apasih yang lucu?

Dan ternyata diluar dugaanku, dirinya malah mencium pipiku, dan entah bagaimana dirinya tau posisi mulutku tapi dirinya berhasil melumat pelan bibirku. Dan ini otomatis membuatku histeris dan menangis sejadi-jadinya. Aku tidak terima diperlukan seperti ini.

Aku heran, mengapa saat aku menangis keras suasana di ruangan ini malam hening, orang tersebut seperti memberi waktu untukku untuk menangis. Apa ini cuma perasaanku saja?

Aku menutup mataku dan tetap membiarkan air mataku turun. Aku ingin sekali menghajar orang tersebut. Tapi aku merasa sangat lemas sekarang. Aku seperti tak berdaya. Bagaimana kalau dirinya berlaku lebih? Bagaimana aku harus menjelaskan pada Siwon Oppa nantinya. Bagaimana jika Siwon Oppa dan aku benar-benar putus jika dia tau soal ini? Aku malu, aku marah. Tapi di satu sisi, aku juga merasa aku tidak bisa berbuat apapun. Menyedihkan sekali bukan? Ejeklah aku jika kalian ingin, kali ini aku mengakui aku lemah. Katakanlah jika mau.. aku tak akan memarahi kalian.

Aku benar-benar sudah lemas padahal orang tersebut tak lagi menyentuhku tapi mungkin karena terus berada di kegelapan membuatku panik, takut sehingga tenagaku terkuras habis.

Saat aku memutuskan menyerah saja, maksudnya tidur saja karena mataku tak bisa tahan terbuka lebih lama lagi, dengan sangat sangat tiba-tiba seluruh lampu terbuka, cahaya pun sangat menusuk mataku langsung. Aku melihat sekitar mencari apakah ada orang, maksudku mana orang yang tadi? Masak sih dirinya kabur setelah hanya memelukku. Aneh sekali dan lagi tak ada barang-barang yang hilang sepertinya.

Dan….. seperti tersambar petir.. aku tiba-tiba tersadar villa utamaku ini sudah dihiasi oleh dekorasi yang sangat elegant. Well, I can say its my kind of taste. Apakah Jiwon yang melakukan ini? Tapi dia kemana. Kenapa masih belum muncul juga? Karena setelah beberapa menit masih tak ada orang kuputuskan untuk ke kamarku saja sekalian membersihkan diriku. Hah. Aku tak peduli lagi dengan kejadian tadi dan keanehan yang terjadi tiba-tiba di seluruh ruangan depan ini.

Aku pun dengan cepat membuka pintu kamarku. Ketika aku berada di dalam, mataku bertemu dengan seseorang. Aku bukan tak percaya, tapi hanya ini semua seperti mimpi. Dia kemarin bilang dia sedang di Hongkong untuk promosi film barunya. Tapi sekarang nyatanya dirinya berada didepanku, tersenyum sambil memegang bucket bunga besar baby breath. Bunga kesukaanku.

Aku seperti tak dapat berjalan, yang benar saja, aku tak menyangka saja. Ditambah aku sedang sedikit ada masalah sepihak dengannya. I mean, masalah aku dengan asumsiku tentang dia. Mungkin saatnya aku mengaku kali ini kalau aku bodoh karena telah meragukan satu-satunya namja yang setia berada disampingku dalam keadaan apapun itu, entah disaat baik atau susah, disaat aku terpuruk ataupun senang, baik saat aku merasa diriku dalam keadaan terjelek pun dirinya selalu ada disampingku, berjalan bersamaku. Matanya melihatku seperti aku adalah seorang malaikat padahal hah, aku sadar diri kadang tingkahku seperti iblis yang jahil dan ya.. begitulah.. aku kekanankan dan manja, perempuan yang menyusahkan dirinya dan kadang tak dapat mengerti dan tak mau mendengan penjelasannya sebelum aku marah. Memalukan bukan? Tapi dengan sikapku yang tak mengenakkan pun dirinya selalu berdiri, membimbingku, mengiringku semampu dirinya. Aku bersyukur sekali. Jika saja 10 tahun lalu setelah aku menolak untuk menjadi pacarnya karena aku masih baru debut, dirinya tidak setia dan tetap bersabar menungguku. Kurasa aku akan sanga menyesal sekarang jika melihatnya dengan orang lain. Hmm. Entahlah, intinya dia harta yang sangat berharga untukku.

Siwon Oppa terkekeh ketika melihat ekspresiku yang mungkin seperti orang kehilangan nyawa. Dirinya langsung berjalan ke arahku, memelukku dan tak lupa memberikan kecupan pada dahi dan kepalaku. Okay, kalian senang kan?

Setelah pelukkan kami terlepas, dirinya berjongkok didepanku, menyodorkan bucket bunga tadi. Aku tersenyum, terharu sekali.

Dan..

Dan..

Dan..

Aku tak menyangka dirinya bukan hanya berjongkok untuk memberi bunga itu, tapi aku melihat selanjutnya dirinya mengeluarkan box bercorak love dengan taburan crystal-crystal indah. Siapa sih yang tak tau apa artinya? Aku jelas tau. Tapi sekali lagi, aku merasa tak percaya pada kejadian hari ini.

Dia, Choi Siwon, Siwon Oppa, kekasihku, tunanganku, melamarku untuk menjadi istrinya. Ya ampun, kalian dapat mengerti betapa terkejutnya aku kan. Aku yakin kalian paham.

He said “Im Yoona, its a pleasure to know you since you were 13 years old. Watching you grow up from a little innocent child into a beautiful pure young girl and into a stunning kind-hearted woman is such an amazing thing and one of the best thing in my whole life. I may make you sad, cry and angry but I promise you I won’t ever break you precious and beautiful heart. Because I love you, love you with all my heart and it means if your heart broke, mine will too.”

Ku kira itu sudah semua yang akan Siwon Oppa katakan tapi ternyata masih ada lagi. Sekarang mataku sudah mengeluarkan air mata dan dirinya pun mengusapnya lalu berkata lagu “Now, let me sincerely ask, can you believe in me? Because now, I am asking you for a very big thing. Can you please let me to be the one who take care of you, of you soul and heart, be the partner and love of your life and to be one and only lady in my heart till death seperate us. Can you? So, will you marry me Im Yoona?”

Tanpa aku sadari aku mengeluarkan air mata lagi, mungkin wajahku entah seperti apa sekarang. Aku tak peduli lagi dengan semua itu. Serious. Aku juga akhirnya sadar yang tadi memelukku didalam kegelapan pasti Siwon Oppa. Awas saja Jiwon, kau.. huh.

Mengusap air mataku, aku pun menjawab “Of course I will because I love you with all my heart too Oppa.”

Siwon Oppa langsung berdiri dan mencium bibirku cukup lama. Kami pun seperti terlarut dalam suasana indah ini. Kalau saja tidak ada seorang wanita yang menganggu kurasa ciuman kita tak akan lepas entah sampai kapan. Dan kalian sudah pasti tau siapa wanita itu, dia bernama Choi Jiwon, calon adik iparku satu-satunya. Guys, entah ini memang takdir yang terlalu baik padaku atau apa. Aku sangat beruntung bisa menjadi calon istri seorang Choi Siwon, belum lagi memiliki mertua yang super baik, perhatian dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri dan juga dekat dengan adik Siwon Oppa satu-satunya. Well, mungkin bagi sebagian dari kalian bilang banyak yang sudah mendapatkan suami, mertua dan kakak atau adik ipar yang seperti itu. Tapi menurutku, ini sangatlah jarang. Yang ku tau, biasanya mertua dan menantunya ada sesuatu yang membuat mereka tidak akur ataupun antara kakak ipar dengan adik ipar atau adik ipar dengan kakak ipar. Aku teramat bersyukur. Entahlah. Pokoknya bersyukur saja. Dan otomatis, semua ini membuatku melupakan kejadian-kejadian yang membuatku kesal dan ingin marah pada Choi Siwon dan Choi Jiwon. Membuatku dapat melupakan prasangka-prasangka aneh mengenai tunanganku sendiri.

Choi Siwon, kurasa kau yang terbaik untukku. Semoga kita dapat terus bersama hingga hanya maut yang dapat memisahkan kita seperti yang kau inginkan. Kuharap nantinya kita dapat membangun keluarga yang saling mengasihi, menghormati dan selalu bahagia walaupun aku tau kita pasti akan bertengkar ataupun aku mendiamkanmu atau apapun itu yang tak mengenakkan akan terjadi. Tetapi semoga saja kita dalam melewati semua rintangan dan problem didepan kita bersama-sama, tidak meninggalkan satu dibelakang ataupun satu berjalan duluan didepan. Kita harus saling beriringan menghadapi semuanya. Semoga apapun itu, kita akan diberi kekuatan untuk menghadapinya. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Oppa. Saranghae. Terima kasih sudah membawa begitu banyak kesenangan dengan kehadiran Oppa dalam hidupku, terima kasih selalu berusaha membuatku bahagia, terima kasih selalu menjadi seorang namja yang pengertian kepadaku yang masih suka kekanak-kanakkan ini. Terima kasih Oppa, terima kasih sudah menerima diriku yang tak sesempurna dirimu dan yang paling penting terima kasih telah bersabar menungguku bertahun-tahun yang lalu, memilihku diantara banyak wanita yang dapat kau pilih dan selalu setia padaku. Terima kasih Oppa telah memberikan banyak cinta dan kasih sayang padaku. Terima kasih telah mencintaiku Oppa. Aku mungkin tak akan dapat membalas semua perbuatan Oppa yang sungguh banyak dan baik dihidupku tapi aku berjanji sebisa mungkin aku akan mencintai Oppa lebih besar dari Oppa mencintaiku.

 

Jika suatu saat, Oppa membaca kalimat-kalimat itu, aku berharap Oppa akan tersenyum bahagia dan semoga pada saat itu aku sudah dapat menjadi Im Yoona yang lebih baik untukmu Oppa. Gomawo untuk semuanya. Love you Choi Siwon.

THE END.

Semoga coretan ini bisa mengobati yang udah rindu YOONWON ya. And no sequel untuk ini dalam waktu dekat dan ga berencana buat sequelnya juga sih.

If can, please comment, like and share. Thankyou guys.

Advertisements

[Twoshoot] Scandal

Title : Scandal

Cast : Choi Siwon, Im YoonA and other

Disclaimer : all the casts are not belong to me.

Happy Reading..

.

.

Warning : Jangan COMPLAIN kependekan atau MINTA POST LAGI ya hehe.

.

.

LAST : Bagi para readers yang request WE ARE ONE. Sorry belum start tulis lanjutannya walaupun udh ada draft garis besarnya hehe.

.

.

.

 

Happy reading!

 

 

Author POV

Penthouse bernuansa putih yang siapapun yang melihatnya akan terkagum karena dari tampak depn saja sudah terlihat sangat amat mewah ini biasanya suasananya bak bunga bermekaran, oh tidak, maksudnya biasanya terisi oleh atmosfer bahagia dan romantis dua orang yang saling mencintai kini berubah seperti tak berpenghuni, sepi, serta tegang.

Entahlah, baik pria dan wanita yang sedang duduk di sofa merah di ruang tengah penthouse ini tak ada yang berniat untuk membuka pembicaraan duluan, yang ada hanya suara dari jam dinding yang tergantung indah di dinding ruangan itu.

Keheningan yang terjadi bertahan sampai 20 menit ke depan sampai akhirnya nada dering handphone terdengar nyaring bunyinya baru terlihat ada pergerakan manusia di dalam penthouse itu karena sejak 1 jam yang lalu keduanya hanya duduk terdiam di sofa sambil memandang ke akhir TV canggih yang terbuka tetapi sebenarnya keduanya tidak berniat untuk menonton atau mengetahui apa yang disiarkan TV di depan mereka.

Si wanita pun yang handphone tadi berbunyi kini berbicara dengan orang yang meneleponnya. Rupanya yang meneleponnya ada unnienya, member satu groupnya.

“Yoong?”

“Ne Yul unnie, ada apa?”

“Apa kau sedang di Seoul sekarang?”

“Ya, aku baru saja sampai 2 jam yang lalu unnie. Apa ada masalah unnie? Atau kita ada latian group ya? Maaf aku lupa sepertinya. Eh? Tapi manager Oppa juga tidak bilang ada jadwal latihan group kepadaku.”

“Tidak ada apa-apa. Memang tidak ada latihan group Yoong. Unnie cuma mengkhawatirkanmu. Kau tau lah Yoong alasannya.”

“Hmm…”

Hanya jawaban itu saja yang keluar dari mulut wanita yang diketahui bernama Yoona itu.

Merasa lawan bicaranya terdiam, si penelepon pun berkata¬†“Oh maaf, unnie tidak bermaksud menyinggungmu dengan berkata begitu. Maaf Yoong”

“Tenang saja, aku mengerti kok unnie. Unnie hanya khawatir dan peduli padaku.”

“Bagaimana kalau kau mau tidur di rumah unnie, mau tidak? Unnie bisa jemput kamu sekarang juga karena kebetulan unnie habis dinner di daerah Gangnam juga Yoong.”

Si wanita terdiam. Tanpa sadar, si pria yang sejak tadi ada diruangan itu melirik wanita yang sejak tadi di ruangan itu juga. Si pria tidak tuli, ia mendengar percakapan antara wanita tersebut dengan orang yang menelepon wanita itu. Menghela nafas dalam, si pria pun berdiri lalu berjalan ke arah wanita itu lalu mengambil handphone dari tangan wanita itu tanpa meminta izin kemudian bersuara :

“Yuri ah, Yoona tidak akan bisa menginap di rumahmu sekarang. Oppa ada keperluan dengannya. Tidak apa-apa kan?”

“Oh, Siwon Oppa? Ya tidak apa-apa kok.”

“Ya sudah, selamat malam Yuri.”

“Selamat malam Oppa. Sampaikan kepada Yoona juga ya Oppa. Jaga Yoona ya Oppa. Aku percayakan dongsaeng kesayanganku padamu.”

Setelah mendengar perkataan Siwon tadi, Yoona pun langsung naik tangga dan menuju kamar utama di lantai atas. Siwon yang melihat Yoona sudah berada di tangga, menghembuskan nafasnya dan dengan cepat langsung menyusulnya.

Beberapa menit setelah dirinya duduk di ranjang di kamar mereka (karena biasanya dirinya tidur dengan Siwon. NOTE hanya tidur tidak lebih) , pintu kamar pun kembali terbuka dan orang yang saat ini paling tidak ingin ditemuinya adalah orang yang saat ini masuk ke kamar dimana ia berada.

Yoona pun kemudian pura-pura sibuk melihat ke arah laptopnya. Dirinya benar-benar sedang tidak mood berbicara, membahas apapun ataupun menjelaskan apapun apalagi kalau berdebat, dirinya paling malas berdebat belum lagi orang yang kemungkinan akan berdebat dengannya adalah orang yang menyayanginya dan juga ia sayangi. Hah. Susah.

Melihat Yoona bersikap seperti itu membuat senyuman kecil muncul di sudut bibir Siwon. Tunangannya itu selalu saja telihat menggemaskan apapun yang dilakukannya.

Siwon kemudian duduk di ranjang dimana Yoona berada, malah bisa dibilang duduk di samping Yoona yang sedang duduk bersender ke headboard ranjang mereka. Yoona tau, tetapi dirinya hanya tidak mau peduli.

Siwon sekali lagi menghembuskan nafasnya. Dirinya benar-benar harus mencari cara agar suasana diantara keduanya mencair kalau tidak bisa semakin kacau nantinya.

Siwon pun mengeluarkan suara duluan “Yoong?”

Yoona hanya terdiam, mungkin pura-pura tidak mendengarnya?

Siwon lalu sekali lagi memanggilnya “Yoong? Kita harus bicara sekarang.”

Yoona lagi dan lagi mengacuhkannya. Mungkin lebih tepatnya Siwon dianggap tidak ada diruangan ini oleh Yoona.

Siwon memutuskan untuk tidak memperdulikan sikap Yoona yang membuatnya merasa tidak dianggap ada diruangan ini. Siwon, untuk ketiga kalinya memanggil Yoona, tetapi kali dengan nada memohon

“Yoong, sayang? Oppa mohon jawab Oppa. Kita butuh bicara. Mau sampai kapan kita saling mendiamkan, hmm?”

Yoona tidak menjawab apapun. Benar-benar menguji kesabaran seorang Choi Siwon. Ya, walaupun memang Choi Siwon terkenal sabar di kalangannya fansnya. Hmm Siwon tidak hanya sabar di on cam sih, karena Siwon memang orang yang sangatlah sabar. Jadi orang yang berpendapat dirinya hanya terlihat sabar di depan kamera itu tidaklah benar. Tetapi, semua manusia mempunyai batas kesabaran masing-masing bukan? Mungkin saja kan batas kesabaran Siwon sudah tidak bisa dikompromi lagi? Hmm..

“Yoong. Aku mohon sekarang bicaralah. Mau sampai kapan lagi kita mendiamkan satu sama lain? Apa kau sudah benar-benar bosan pada Oppa? Apa.. apa.. jangan-jangan memang benar semua berita yang tersebar kemarin-kemarin itu? HAH?! Oppa sudah cukup bersabar. Jika memang begitu kita putus saja! Kau tidak usah malu-malu mengatakannya, tidak usah dengan mendiamkanku, tidak usah sok tidak enak hati mengatakannya. Untuk apa kita masih berhubungan, membiarkan dunia tau kita saling memiliki dan kita sudah bertunangan 6 bulan yang lalu. Buat apa? Untuk menaikkan popularitasmu saja kan? Jika kau mau kita putus…Bilang saja pada Oppa! Sekalipun kita sudah bertunangan, semua bisa dibatalkan sebelum terlambat. Itukah yang kau mau IM YOONA?!”

Tanpa disadari oleh Siwon, Yoona sudah mengeluarkan airmatanya hanya saja dirinya mencoba untuk tidak mengeluarkan suara isakannya. Lalu tanpa diduga, Yoona kemudian bersuara “Aku harus berkata apa lagi Oppa? Aku pun bingung. Oppa pikir cuma Oppa saja yang berusaha bersabar? Oppa kira cuma Oppa yang merasa kecewa dan sedih? Oppa kira cuma Oppa yang merasa dikhianati atau apapun yang buruk? Oppa kira aku mau kita diposisi seperti ini? TIDAK! SAMA SEKALI TIDAK CHOI SIWON TERHORMAT!!”

Siwon yang menyadari Yoona mengeluarkan air mata, merasa sedikit terkejut dan akhirnya emosinya dapat dipadamkan sedikit. Dan yang membuat dirinya lebih terkejut adalah ketika mendengar perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Yoona saat ini. Belum sempat membalas perkataan Yoona, Yoona sudah berbicara lagi.

“Kalau Oppa merasa semua yang Oppa lihat dan dengar benar maka lakukan saja apa yang menurut Oppa pantas untuk dilakukan. Kalau Oppa percaya semuanya pun terserahlah. Karena Oppa memang punya hak Oppa untuk percaya apa yang ingin Oppa percayai. Jadi aku menerima apapun yang Oppa inginkan termasuk memutuskan pertunangan kita. Karena mungkin saja kita memang bukan jodoh, mungkin saja Oppa.. Oppa lebih senang dengan wanita lain, bukan?”

Siwon awalnya malu mendengar perkataan Yoona awalnya. Dirinya malu karena dirinya tadi sudah membentak dan tanpa sadar ikut menuduh sembarangan pada tunangannya sendiri. Tapi ketika mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut Yoona, Siwon merasa aneh saja. Apa sih maksud Yoona berkata begitu?

Setelah Yoona berbicara, tidak ada lagi suara yang keluar dari kedua mulut manusia yang berada di satu ruangan yang sama itu. Mereka sepertinya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Mereka terlihat seperti orang yang sedang memikirkan mengapa suatu hal dapat terjadi dan mengapa ini dan itu.

Siwon sebenarnya menyesal berkata seperti tadi karena seumur hidup sejak kenal dan berpacaran dengan Yoona, dirinya tidak pernah marah seperti ini padanya. Siwon pun yang tidak tahan dengan suasana ini menghilangkan gengsinya dan akhirnya mengeluarkan suaranya “Hmm.. Yoong? Maafkan Oppa, Oppa ti–”

Yoona sepertinya tidak memberi kesempatan bagi Siwon untuk berbicara karena Yoona langsung menyelahnya “Oppa bilang aku bertunangan dengan Oppa untuk menaikkan popularitasku? Sekarang aku sadar Oppa sama saja dengan orang-orang yang tidak tau bagaimana kerja keras aku untuk bisa seperti ini. Sudah cukup Oppa. TERSERAH OPPA SAJA! Aku baru sadar, mungkin aku memang serendah itu di mata Oppa selama ini. Kurasa aku butuh waktu sendiri Oppa, aku akan pergi ke rumah Appa atau rumah Yuri unnie saja sekarang. Kurasa Oppa butuh waktu sendiri juga bukan? Ah, aku harus menjadi wanita pengertian bukan?Sepertinya Oppa lagi butuh waktu lebih memutuskan keputusan harus memilih siapa diantara 2 wanita yang ada dihati Oppa sekarang…”

Siwon awalnya merasa sangat bersalah tapi ketika mendengar Yoona berkata “2 wanita?” Apa sih maksudnya. Siwon pun langsung berkata “Apa sih maksudmu Yoong? Oppa sama sekali tidak mengerti maksud perkataanmu.”

Yoona pun melanjutkan perkataannya “Kau tidak usah bingung Oppa. Kau pasti sudah tau maksudku Oppa. Kutunggu keputusanmu Oppa. Sekarang kau pasti senang tidak perlu mencari cara untuk membuatku keluar dari penthouse kita ini kan? Kalau Oppa mau, Oppa bahkan bisa mencoret namaku dari hak milik penthouse ini, aku relakan penthouse ini untuk Oppa sekalipun aku tau Oppa bisa membeli yang baru. Aku hanya tidak ingin lagi tinggal di tempat yang diam-diam didatangi seseorang saat aku diluar Korea dan tidur di ranjang bekas orang lain. Hah, sedikit menjijikan. Dan aku tau permainan apa yang sedang Oppa coba jalankan sekarang. Tenang saja apapun keputusanmu, aku akan menerimanya. Mungkin itu yang terbaik untuk kita berdua dan untukku meski mungkin akan ada yang terluka. Selamat malam. Semoga malammu bersamanya menyenangkan.”

Yoona pun kemudian langsung menutup MacBooknya lalu turun dari ranjang tempatnya duduk sedari tadi lalu menuju pintu kamar ini.

Dalam hitungan menit, tubuh Yoona sudah tidak terlihat oleh pandangan mata Siwon lagi. Jujur, Siwon bingung sebenarnya mengapa Yoona berkata seperti tadi. Apa maksudnya sih dua wanita. Dan apa? Yoona bilang dirinya mau mengusir Yoona dari penthouse mereka ini? Dirinya tidak bermaksud begitu sama sekali, yang benar saja, masak mengusir wanita yang mungkin sebentar lagi akan menjadi istrinya. Ya ampun, cobaan apa lagi ini. Belum saja 1 masalah antara dirinya dan Yoona selesai, sudah ada masalah lain. Jangan bilang Siwon egois atau apalah karena tidak mengejar Yoona, dirinya mau mengejar malah mau melarang Yoona keluar tapi dirinya mengenal Yoona dengan sangat baik, jika dirinya melarang Yoona keluar yang ada perang dingin antara mereka akan semakin parah karena jika dalam kondisi emosi seperti ini Yoona biasanya butuh waktu sendiri atau cerita dengan unnie-unnienya ataupun Seohyun ya walaupun lebih sering ke Yuri ataupun Sooyoung sih. Karena mereka berdua yang dulu membantu Siwon mendekati Yoona.

Tapi kadang Yoona bisa juga sih bercerita kepada adik Siwon, Choi Jiwon bahkan bisa juga ke Nyonya Choi. Jika sudah begitu, kalahlah seorang Choi Siwon. Dirinya pasti akan disuruh Ommanya atau Jiwon mengalah ataupun dirinya yang dianggap salah. Jika sudah begitu, ya sudahlah. Apa lagi yang bisa dikatakan Siwon. Tapi Yoona juga bisa bercerita ke Leeteuk, Heechul atau Eunhyuk sih, jika sudah begitu, habislah Siwon, dirinya akan diejek mereka ataupun Yoona bisa dipanas-panasin oleh mereka. Hah, memikirkan semua kemungkinan yang dapat terjadi membuat Siwon makin bingung dengan semuanya dan lebih parahnya, bingung bagaimana menyelesaikan semua masalah apalagi besok Yoona dan Siwon ada pemotretan brand sport bareng karena mereka berdua dijadikan ambassador brand sport tersebut belum lagi dua hari setelah besok mereka harus latihan bersama dengan group mereka berdua untuk acara akhir pekan SM Town Weekly Concert 2020. Pastinya disana akan saling bertemu dan dirinya akan diejek oleh membernya. Jadi keputusannya adalah dirinya harus menyelesaikan kesalahpahaman ini atau masalah mereka ini sebelum 3 hari kedepan. Okay Siwon, kau harus mengalah lagi pada sang pujaan hatimu itu.

Parahnya tadi kau bilang soal putus kan. Kau lupa Yoona pernah bilang sejak dulu kalau dirinya bilang jangan ada kata putus jika tidak benar-benar putus. Well, Siwon, kau memang salah disini. Sudahlah Siwon kau tidur saja sekarang karena sepertinya kau akan butuh tenaga yang banyak untuk membujuk wanita specialmu itu.

Keesokan harinya, tepatnya jam 10.13 pagi, Yoona sudah sampai di lokasi shooting pemotretan mereka, tentunya Yoona datang sendiri dengan para teamnya, maksudnya manager, stylish, make up artist dan well, beberapa bodyguard yang disiapkan oleh pria bernama Choi Siwon untukknya sejak mereka pacaran. Shootingnya sebenarnya mulai jam 11.15, tapi karena Yoona sudah bangun dari jam 6 pagi jadi dirinya memutuskan datang 1 jam lebih cepat.

Setelah sampai, Yoona pun dibawa ke ruang istirahat khusus dirinya. Yoona pun duduk di depan kaca dan membiarkan tangan para profesional merias dirinya. 50 menit kemudian, dirinya pun sudah selesai. Yoona pun memutuskan duduk di sofa yan tersedia diruangan ini. Karena Yoona malas keluar sebelum dipanggil oleh photographernya karena tidak ingin bertemu dengan seseorang yang dihindarinya sejak kejadian kemarin itu.

Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul 11.51. Yoona pun bertanya pada managernya “Oppa, kenapa belum dimulai? Aku ada janji untuk bertemu dengan Jiwon di coffee shop bentar jam 12.30 nanti setelah itu aku ada janjian dengan Yuri dan Sooyoung unnie. Jika jam 12 belum juga mulai, sepertinya aku pergi duluan saja Oppa.”

Manager Yoona pun menjawab “Sebenarnya sudah bisa dimulai dari tadi, tapi.. tapi.. hmm..”

Yoona menatap managernya ketika managernya terbata-bata menjawabnya.

Yoona lalu bertanya “Ada apa Oppa? Shooting dibatalkan? Oh yasudah antar aku ke coffee shop di Gangnam saja sekarang.”

Manager Oppa pun menjawab “Hmm.. bukan begitu.. bukan dibatalkan tapi itu.. hmm.. Siwon belum datang sampai sekarang jadi pemotretannya tidak bisa dimulai.”

Yoona terdiam sejenak lalu berkata “Ya sudah kita tunggu 15 menit lagi. Kalau belum juga datang, aku mau pergi saja. Atau kalau perlu batalkan saja kontrak dengan brand ini, lagipula ada brand lain yang kemarin mau aku jadi modelnya kan.”

Manager Yoona hanya bisa mengangguk lalu berkata “Tapi.. tapi Yoong, citra kalian akan rusak. Pasti netizen bingung mengapa kau membatalkan kontraknya secara tiba-tiba. Apalagi kan kau tunangannya.”

Yoona pun menjawab cepat “Biarkan saja. Apa peduliku. Aku mau membuktikan pada seseorang kalau aku bukan memanfaatkan pertunangan kita sebagai hal yang menaikkan popularitasku. Aku kan bekerja keras untuk mencapai posisiku saat ini. Well, aku professional Oppa, kan ada yang terkenal dan mendunia tapi tetap saja tidak tepat waktu. Hah, yang benar saja.”

Baik manager, stylish dan make up artist Yoona bingung harus berkata apa. Mereka hanya bisa terdiam tak tau harus merespon seperti apa. Mereka memutuskan duduk ditempat mereka masing-masing sambil meminum kopi yang dibeli Yoona untuk mereka dalam perjalanan ke tempat pemotretan.

TBC

DOAIN PART DUA / ENDNYA BISA DI PUBLISH SECEPAT MUNGKIN YA GUYS. HOPE YOU LOVE THIS SHORT STORY. THANKS FOR ALL THE SUPPORTS!!

 

And siders, i know you. Hope you change before I protect all the story hehe.