[Coretan] Daughters

Title : Daughters

Casts : Choi Siwon, Im Yoona and others

Disclaimer : All the casts belong to God, their families and their company

 

 

Happy Reading

.

.

Warning : This is just a short story guys

.

.

.

.

 

Author POV

 

Setelah menyelesaikan shooting iklan selama beberapa hari di Jepang dan tadi pagi menjalankan pemotretan di jalanan Jepang dan juga interview di restaurant sushi, siangnya, tepatnya jam 2, Yoona pun akhirnya sampai Korea dapat beristirahat di mobil yang akan membawanya ke salah satu mansion mewah di kawasan Gangnam. Karena perjalanan dari bandara ke tempat yang dituju lumayan jauh dan membutuhkan waktu cukup lama, Yoona pun memutuskan untuk tidur dengan earphone di telinganya, ya, dia mendengarkan lagu sambil tidur.

Tanpa terasa, mobil yang membawa Yoona sudah masuk ke gerbang depan mansion yang dituju Yoona. Ketika sudah sampai tepat di pintu masuk mansion besar ini, manager pribadi Yoona pun membangunkan Yoona. Tapi entah kenapa, mungkin kelelahan, kurang tidur atau apa, Yoona sama sekali tidak bergeming, seolah seperti tidak mendengar suara managernya yang dari 10 menit lalu sudah membangunkannya. Karena hampir putus asa, sang manager pun mencipratkan air kewajah cantik Yoona yang ternyata berhasil membuat sang putri tidur terbangun. Ya, bedanya sih ini bukan karena sebuah ciuman dari seorang pangeran tampan.. melainkan karena cipratan air sang manager.

Yoona pun terbangun dan berkata “Yak!! Oppa! Kenapa kau mencipratkan air ke wajah ku sih!”

Manager Yoona pun menjawab “Karena kau tidak bisa bangun.. Oppa sudah membangunkanmu kurang lebih sepuluh menit, tapi kau seperti tidak mendengar saja dan tidak merespon sama sekali.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Yasudah Oppa. Kau pulang sana. Besok sampai dua hari kedepan Oppa tidak usah menjemputku ya. Karena dari besok sampai 2 hari kedepan aku tidak punya jadwal apapun.. kecuali jadwal pribadi. Nikmati harimu tanpaku. Bye Oppa!”

Yoona kemudian pun membawa koper berwarna toscanya dan tas biru Hermesnya lalu masuk ke mansion besar di depannya ini. Pintu pun dibuka oleh bibi Kang yang merupakan kepala pelayan di mansion ini. Sampai di ruang tamu bagian depan, Yoona tidak melihat siapapun kecuali beberapa pelayan yang sedang membersihkan bagian ruang tamu tersebut yang membungkukkan badan mereka ataupun tersenyum pada Yoona ketika Yoona lewat. Yoona tentunya membalas senyuman mereka.

Yoona merasa aneh saja, mengapa sepertinya mansion besar ini sangat sepi. Tanpa berpikir lagi, Yoona pun naik ke lantai dua dan masuk ke ruangan terbesar di mansion ini berharap mungkin ada orang-orang yang dicarinya didalam. Tetapi, sama saja, there is no one in the room. Yoona yang sedikit capek pun memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Well.. shooting memang kadang melelahkan bukan.

Sekitar setengah jam kemudian, Yoona pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya, karena melihat masih tidak ada orang, Yoona pun keluar dari kamar dan bertemu dengan bibi Kang yang kebetulan lewat depan kamarnya.

Yoona pun bertanya “Bibi, mereka pergi kemana? Mengapa aku tidak melihat mereka sejak tadi?”

Bibi Kang pun menjawab “Mereka keluar sejak jam makan siang.. jadi mungkin mereka makan siang. Kau istirahat saja Yoona.. jika mereka pulang, bibi akan memberitahu mereka kau ada di kamar.”

Yoona memeluk bibi Kang. Hmm.. bibi Kang memang sudah seperti ibunya sendiri karena memang mereka sering bertemu sejak Yoona berusia 17 tahun dan menjadi semakin dekat ketika bibi Kang bekerja di mansion ini 5 tahun lalu.

 

Yoona terbangun dari tidur sorenya ketika mendengar keributan di lantai bawah. Yoona tersenyum.. dia sepertinya tau siapa peran utama dari keributan itu.

Yoona mengambil iPhone yang berada di nakas samping tempat tidurnya dan menuju ke arah sofa kamar ini untuk mengambil tiga buah paper bag lumayan besar yang bergambar karakter dari cartoon atau animasi yang biasanya disukai anak-anak. Setelah itu, Yoona baru keluar dari kamarnya dan menuju ke bawah ke arah keributan yang menurut Yoona berasal dari daerah ruang makan atau ruang keluarga atau taman belakang karena letak kamarnya berada di atas ketiga ruang tersebut, jadi menurutnya begitu.

Yoona tersenyum melihat orang-orang kesayangannya yang berada di meja panjang di taman belakang mansion ini, satu orang namja yang terlihat kebingungan melerai tiga yeoja di meja tersebut yang sepertinya sedang berebut sesuatu atau berdebat.

Yoona pun membuka pintu kaca yang membuatnya masuk ke taman belakang dan berkata “Heyyyy! Jangan ribut-ribut sayang.”

Keempat orang yang di meja itu pun langsung melihat ke arahnya dan senyum lebar pun muncul di wajah-wajah mereka. Ketiga yeoja yang tadi sedang ribut pun langsung berlari ke arahnya dan berakhir rebutan memeluk kakinya karena mereka belum cukup tinggi untuk memeluk badan Yoona. Tanpa diduga suasana makin tidak terkontol, ketiga yeoja tadi makin ribut dan saling marahan malah sampai dorong-dorongan karena ini memeluk kakinya. Bahkan salah satu dari mereka, yang paling kecil, memangis karena terdorong jatuh dan lengannya terpukul oleh saudaranya yang lebih tua.

Namja yang dari tadi hanya berdiri menatap Yoona sejak kedatangan Yoona di taman belakang ini pun akhirnya bereaksi ketika melihat salah satu dari ketiga yeoja yang disayanginya terjatuh dan menangis kencang. Oh ya, namja itu siapa lagi kalau bukan Choi Siwon, kekasih, tunangan serta calon suami Im Yoona. Mungkin kalian bingung siapa ketiga yeoja yang bertengkar itu, mereka adalah anak angkat atau bisa dibilang diadopsi Siwon dan Yoona.. Lily, Christa serta Lami. Lily dan Lami diadopsi oleh Siwon dari mereka kecil, waktu itu Lily baru berusia 3 tahun dan Lami berusia hampir 1 tahun, mereka berdua memang saudara kandung, jadi ketika Siwon mau mengadopsi Lily, Siwon memutuskan mengadopsi Lami juga. Lily dan Lami adalah nama yang diberi Siwon untuk mereka dan mereka sudah bersama Siwon sebelum Siwon dan Yoona resmi berpacaran, hmm.. mungkin sudah 7 atau 8 tahun. Sama dengan Siwon yang mengadopsi anak sebelum resmi berpacaran, Yoona juga mengadopsi seorang anak perempuan yang waktu itu berusia 2 tahun yang diberi nama Christa oleh Yoona. Christa dan Yoona sudah bersama kurang lebih 6 atau 7 tahun. Jadi bisa disimpulkan, Yoona dan Siwon sudah bersama at least 10 tahun. Ketika mereka mulai berpacaran, mereka mulai mengenalkan anak-anak sehingga mereka bertiga pun menjadi sangat dekat walaupun tetap saja ada pertengkaran terutama Lily dan Lami sebenarnya. Siwon dan Yoona menyayangi ketiga anak perempuan itu seperti anak mereka sendiri, tidak ada bedanya, Yoona tidak mengistimewakan Christa daripada dua lainnya, hal yang sama pun berlaku dengan Siwon. 5 tahun lalu, Siwon memutuskan membeli sebuah mansion dan mereka bertiga pun tinggal bersama dijaga oleh bibi Kang dan pelayan lainnya, kadang orang tua Siwon dan Yoona serta Jiwon menjaga mereka bertiga ketika Siwon dan Yoona tidak ada di Korea karena pekerjaan.

Pertengkaran yang terjadi belum juga berhenti. Yoona pun kemudian berjongkok di depan Lily dan Chrita sedangkan Lami sudah di gendong oleh Siwon yang sekarang duduk di kursi santai sambil melihat ke arah Yoona dan kedua anak perempuannya.

Yoona pun berkata “Sayang.. kenapa kalian bertengkar sih? Mommy kan sudah bilang jangan ribut-ribut. Lihat, kasihan Lami sampai terjatuh. Tell me why you guys argue?”

“I miss you Mommy and I want to hug you.” kata Lily dan Christa serentak

Yoona tersenyum dan menjawab “Me too.” lalu memeluk mereka berdua

Yoona memeluk mereka sambil berkata “Lain kali jangan bertengkar lagi ya. Mommy akan memeluk kalian satu-satu jadi tidak ada yang jatuh ataupun menangis.”

Melepaskan pelukannya dari kedua anaknya, Yoona lalu memberi paper bag ke Lily dan Christa.. masing-masing satu. Mereka berdua tampak begitu senang pun mengecup pipi Yoona lalu masuk ke dalam rumah kemudian sibuk dengan hadiah yang didapat mereka.

Yoona kemudian berjalan ke arah Siwon yang memeluk Lami yang masih mengeluarkan air mata. Yoona pun berkata “Baby. Wanna hug?”

Lami langsung melihat ke arah Yoona dan mengangkat kedua tangannya tanda mau dipeluk Mommynya. Yoona pun mengendong Lami lalu duduk di kursi santai Siwon yang memang agak panjang lalu berkata “Mengapa anak cantik Mommy menangis hm? Tidak merindukan Mommy? Atau sudah senang tinggal dengan Daddy selama 1 minggu ini tanpa Mommy?”

Lami mengecup bibir Yoona dapat berkata “NOOO! I miss Mommy so much.”

Siwon berbicara sebelum Yoona “Hey.. sayang.. daddy kan sudah bilang hanya daddy yang boleh mencium bibir Mommy.”

Lami pun menjawab “Tapi Mommy bilang tidak apa-apa. Ya kan Mom?”

Yoona tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Yoona pun kembali berbicara “Oh ya, tadi kalian kemana. Mengapa saat Mommy sampai Mommy tidak melihat kalian berempat?”

Lami tersenyum dan menjawab “Tadi pagi Uncle Leeteuk telepon lalu kita pergi makan di cafe dengan Uncle dan Daddy.”

Yoona melihat ke arah Siwon dan bertanya “Oppa membawa mereka ke tempat ramai? Daebak!”

Siwon menjawab “Tenang saja sayang.. tadi asistenku yang membawa mereka masuk dulu. Lagipula kita memesan ruang vvip yang pintu keluar masuknya khusus sayang.”

Yoona hanya menjawab “Oh.. begitu.”

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tandanya waktu makan malam. Karena jarang bisa berkumpul bersama apalagi sampai akhir pekan nanti baik Siwon dan Yoona tidak ada jadwal pekerjaan. Jadi, Siwon memutuskan hari ini mereka akan dinner diluar. Ya, susah sekali sih sebenarnya untuk dinner bersama karena Siwon dan Yoona adalah public figure tetapi ya.. untuk malam ini Siwon sepertinya tidak mau peduli lagi soal itu.

Keluar dari kamarnya, Siwon pun berjalan menuju ruangan besar di lantai bawah dimana Yoona dan ketiga putrinya sedang bermain saat ini. Ya, ruangan besar itu adalah playroom untuk ketiga putrinya.

Membuka pintu playroom anak-anaknya dengan pelan karena dirinya mau berjaga-jaga siapa tau ada yang tertidur di ruang bermain ini. Sedikit aneh memang, ketiga putrinya masing-masing memiliki kamar besar tetapi mereka lebih sering tertidur di ruang bermain mereka. Mengintip dahulu sebelum benar-benar masuk, senyum pun muncul di wajah tampannya. Mengapa? Karena pemandangan yang dilihat Siwon saat ini sangatlah indah untuknya. Yoona yang sedang duduk di ranjang super besar di ruangan ini dengan Lami, putri paling manjanya di pangkuan Yoona yang tangannya terus memeluk leher Yoona sambil sesekali mengecup bibir maupun pipi Yoona. Lily juga berada di ranjang, tepatnya di sebelah kanan Yoona dan Christa di sebelah kiri Yoona. Yang Siwon lihat sih, Lily terus bertanya mengenai kapan Yoona bisa jalan-jalan berdua dengannya karena sudah hampir setahun, Lily dan Yoona tidak pernah jalan-jalan berdua lagi seperti dulu. Christa pun mengatakan hal yang sama “Mommy.. Mommy kenapa akhir-akhir ini selalu sibuk. Sudah 3 bulan kita jalan-jalan hanya dengan Daddy dan Aunty Jiwon”

Lily juga berkata “Yes Mommy.. kalau tidak dengan Aunty Jiwon pasti dengan Grandma and Grandpa. Kalau tidak ya dengan uncle-uncle Super Junior, aunty SNSD dan Oppa-Oppa ganteng EXO..”

Lami yang daritadi diam pun ikut berbicara “Minho Oppa 3 hari yang lalu membeli boneka untukku Mom.”

Siwon meringis sekaligus senang. Meringis karena sekarang putri-putrinya sudah besar, mereka sudah bisa mengeluarkan pendapat mereka tentang hal-hal yang mereka suka maupun tidak. Siwon ingin ketiga putrinya selalu jadi Princessnya yang terus kecil. Ha, di usia mereka yang segini saja sudah seperti ini, bagaimana 4-5 tahun kedepan. Siwon menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran tentang itu. Disisi lain, dirinya senang karena 3 putrinya mendapat kebahagiaan, well, meskipun dirinya dan Yoona bukan orang tua kandung mereka, tetapi melihat senyum dan tawa mereka memeberikan efek begitu hebat bagi hidupnya. Dirinya juga merasa hidupnya semakin lengkap. Yoona, wanitanya yang membuatnya tidak bisa melirik wanita lain, yang berhati bagai malaikat, yang selalu mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri.. ah berbicara tentang Yoona tidak akan ada habisnya bagi Siwon. Yoona terlalu perfect dimatanya. Ditambah 3 putri mereka yang lucu, membawa lebih banyak tawa dan keceriaan dihidupnya.. dirinya pun sangat bersyukur.

Menunggu jawaban apa yang diberikan Yoona, Siwon pun berdiri di pintu dulu agar tidak mengalihkan focus. Yoona menjawab “Sorry sayang.. Mommy tau mommy memang sangat sibuk 3 bulan ini. Tapi mulai hari ini sampai hari Minggu nanti, Mommy akan bersama kalian terus. No work for 6 days girls.”

Ketiga putrinya langsung lompat-lompat di ranjang dan tertawa. Siwon yang melihatnya juga ikut tertawa tanpa sadar. Apalagi melihat tawa Yoona.. membuat hatinya jatuh cinta lagi pada wanitanya itu. Sungguh, kapan dirinya bisa berhenti jatuh cinta lagi dan lagi pada Yoona? Jawabannya hanyalah Tuhan yang tau.

Siwon pun akhirnya benar-benar masuk ke playroom ini lalu berkata “Ah.. jadi kalian tidak suka jalan-jalan dengan daddy ya sebenarnya. Lalu kenapa minggu lalu kau merengek Lily.. kau bilang ingin dinner dengan Daddy. Hah.”

Empat perempuan tadi pun terdiam setelah mendengar keluhan Siwon lalu kembali tertawa setelahnya. Lily pun menjawab “Kita suka jalan-jalan dengan Daddy. But its more fun when Mommy is around too.”

Lami spontan memeluk Yoona yang akan turun dari ranjang. Yoona kembali tertawa. Yoona kemudian menyuruh Lami melepaskan pelukannya dulu agar Yoona bisa turun dari ranjang lalu nanti dirinya akan mengendongnya.

Christa yang dari tadi diam pun akhirnya bersuara “So Dad.. why are you here? We are having girls time with Mommy.” yang diikuti anggukan Lily dan Lami tanda mereka setuju dengan perkataan Christa.

Siwon pun mengambil posisi duduk di sofa ruangan ini lalu menjawab “Because I want to ask what do you guys want for dinner?”

Secara bersamaan ketiga putrinya menjawab

Lily : “di SM Cafe”

Christa “Pizza”

Lami : “Sushi”

Yoona terkekeh lalu melihat ke arah Siwon yang sekarang terlihat kebingungan. Yoona pun membantu Siwon untuk menentukan 1 saja. Karena agak tidak mungkin bisa menuruti ketiganya malam ini. Yoona pun berkata “Girls.. we have to decide only one place. So.. what do you guys want?”

Christa pun menjawab “Okay.. kalau begitu aku terserah saja Mommy. Aku ikut apapun pilihannya.” Yoona langsung mengecup pipi Christa. Christa memang selalu begitu. Karena dirinya menjadi anak tengah.. mungkin membuatnya terserah pada apapun. Bukan berarti kedua putrinya yang lain selalu egois. Tapi berhubung Lily dan Lami adalah adik kakak sejak bersama Siwon, keduanya seperti tidak mau kalah satu sama lain, keduanya berlomba-lomba dalam berbagai hal. Beda lagi dengan Christa yang hanya sendirian sebelum tinggal bersama dengan Lily dan Lami. Christa mendapatkan seluruh perhatian tanpa harus membagi dan sebagainya. Well, masing-masing anak mempunyai kelebihan dan kekurangannya bukan. Salah, semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

….

….

….

….

Keputusan akhirnya adalah pergi ke SM Cafe. Awalnya Siwon dan Yoona sedikit ragu untuk makan malam disana. Tapi melihat anak-anak mereka yang begitu menginginkan. Mau tidak mau Siwon terpaksa memikirkan cara bagaimana agar tidak terlalu menarik perhatian orang-orang yang sedang di Cafe itu. Akhirnya, Siwon pun mengajak Choi Minho. Tak lupa juga menelepon managernya agar menyiapkan ruangan private untuk mereka. Pasti ada yang merasa aneh, bukannya mengajak Choi Minho malah juga akan menarik perhatiaan? Iya.. perhatiaan pada Siwon, Yoona dan Minho sih mereka sudah biasa. Maksud Siwon mengajak Minho adalah nanti Minho dan managernya lah yang membawa ketiga putrinya masuk. Anggap saja itu keponakan atau siapanya Minho. Semoga saja tidak masuk headline besok pagi.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari setengah jam, mereka pun akhirnya sampai ke tempat tujuan. Manager Siwon dan Yoona pun membawa ketiga putri Siwon dan Yoona masuk ke SUM Cafe setelah ketiganya memeluk dan mengecup Siwon dan Yoona. Di dalam ruangan khusus SUM Cafe sudah ada Minho yang menunggu mereka. Setelah pintu ruangan dibuka danĀ  ketiganya melihat ada Minho didalam, ketiganya langsung tertawa heboh memanggil “Handsome OPPA!!” Bukan hanya itu, mereka langsung meminta digendong oleh Minho. Ini membuat Minho sedikit kerepotan sehingga ia berkata “Satu persatu ya sayang. Semua akan kebagian memelukku okay.” Dan.. pertengkaran verbal pun terjadi, ketiganya bertengkar karena ingin menjadi yang pertama dipeluk. Sebenarnya, lebih tepatnya, Lily dan Lami yang bertengkar. Christa hanya berdiri di sekitar mereka menatap kedua saudaranya sambil kadang ikut mengeluarkan beberapa kata. Setelah beberapa menit berargumen, Christa pun memilih duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan ini. Minho yang pusing pun masih berusaha melerai pertengkaran yang terus berlanjut antara Lily dan Lami.

Lily : “I will be the first to hug handsome Oppa!!”

Lami : “No, me first.”

Lily : “NOOOOOO. I HATE YOU.” lalu mendorong Lami yang membuat Lami menangis karena terkejut sekaligys sakit mungkin.

Minho langsung cepat-cepat berjongkok untuk mengendong Lami, sebelum itu dapat terjadi, Lily pun memeluk Minho erat sambil menangis juga. Now he is stuck.

Siwon yang masuk pun langsung didatangi Christa yang sudah menangis juga. Siwon semakin bingung. Siwon pun menggendong Christa lalu bertanya ada apa.

Siwon pun mengecup bibir Christa singkat karena terus menangis. Dirinya juga mengusap air mata yang terus turun dari mata anaknya ini. Ya sebenarnya dirinya sangat sedih melihat ketiganya menangis. Tapi dirinya harus membereskan satu persatu.. tidak bisa semuanya sekaligus. Christa pun hanya menjawab singkat “Daddy.. they.. hiks.. are fighting.”

Siwon pun kembali bertanya “So why are you crying too? Kau juga ikut bertengkar sayang?”

Christa yang sudah lebih tenang pun menjawab “No.. aku hanya sedih melihat mereka bertengkar. Lami jatuh karena terdorong oleh Lily eonnie. Pasti sakit sekali Daddy.”

Siwon pun kemudian berkata “Jangan sedih lagi sayang. Mereka akan berbaikan sebentar lagi. Oh ya, mengapa mereka bertengkar tadi.”

Christa tersenyum sambil menjawab “Karena berlomba mau dipeluk oleh handsome Oppa.”

Siwon menggelengkan kepalanya lalu berkata “Bukankah Daddy lebih handsome dari Minho? Kalian bisa memeluk Daddy sepuasnya.”

Christa menjawab sambil terkekeh “Yes, you are handsome but Daddy kan sudah ada Mommy.. jadi kita tidak bisa pacaran dengan Daddy lagi. Sedangkan handsome Oppa kan bisa.”

Siwon kembali menjawab lagi “Yeah.. but still, I am your first love forever right? Because Daddy loves you so much.”

Christa mengangguk sambil mengecup bibir Siwon dan memeluk Daddynya. Siwon pun mengendong Christa ke salah satu kursi dan mendudukannya lalu pergi membereskan masalah satu lagi.

Siwon mendatangi Lami yang menangis sambil terduduk dilantai yang ditemani manager Yoona. Siwon memberi tanda pada Minho untuk membawa Lily pergi ke sudut lain di ruangan ini karena dirinya mau bicara pada Lami dulu. Juga karena Lily masih terus memeluk erat Minho.

Siwon pun langsung mengangkat Lami dan memeluk putri bungsunya ini. Dirinya lalu berkata “Hey baby.. kenapa menangis hmm?”

Lami menjawab “Eonnie mendorongku Dad. Sakit.. hiks.”

Siwon kembali bersuara “Mana yang sakit sayang?”

Lami menujuk lutut kanannya yang memang memerah lalu berkata “Lily eonnie jahat.. dia selalu menyakitiku.”

Siwon mengecup pipi Lami dan berkata “Hey.. jangan bicara seperti itu sayang. Your sisters love you. Ini karena kalian bertengkar saja.. kalau tidak, kau akan rindu padanya kalau dia pergi.”

Lami pun mengangguk.

Siwon tersenyum melihatnya lalu berkata “Okay.. sekarang jangan menangis lagi ya. Princess daddy harus senyum okay. Apalagi jika Mommy melihat kalian menangis, pasti dirinya akan sedih.”

Lami pun mengangguk dan menjawab “Aku tidak mau Mommy sedih daddy. Mommy sangat cantik jadi tidak boleh sedih.”

Siwon tertawa mendengarnya. Ketiga putrinya sangat menggemaskan. Mereka seperti dirinya saja, suka memuji Yoona. Ya walaupun sebenarnya memang kenyataan kalau Yoona itu sangat cantik

Siwon pun berkata “Okay, sekarang minta maaf pada eonnie dulu ya.”

Lami menggelengkan kepalanya.

Siwon kembali bersuara “Why?”

Lami pun menjawab “Lily eonnl yang harus minta maaf Dad. Dia yang mendorongku.”

Siwon mengecup pipi Lami lagi lalu berkata “Daddy tau sayang. Eonnie nanti akan minta maaf juga okay. Tapi kau mau kan minta maaf duluan? Hmm Daddy knows you are the bravest.”

Lami pun tersenyum dan turun dari gendongan Siwon kemudian berlari ke arah Lily dan berkata “Eonnie. I am sorry okay..”

Lily yang tadi sudah dibujuk Minho juga meminta maaf lalu mereka berdua pun duduk di tempat masing-masing. Siwon dan Minho juga duduk dan memesan makanan serta minuman yang mereka mau.

25 menit pun berlalu.. tetapi Yoona masih belum masuk ke ruangan ini. Siwon juga sudah menelepon dan mengirim pesan ke Yoona beberapa kali menanyakan dimana dirinya tetapi baik panggilan maupun pesan Siwon tidak ada yang dibalas.

Lami yang dari tadi sudah mencari Yoona pun kembali bertanya “Where’s Mommy, Daddy?”

Siwon menjawab “I don’t know baby. Mungkin Mommy bertemu orang diluar jadi mereka mengobrol dulu.”

Tidak lama setelah itu, makanan pun sudah datang dan mereka pun memutuskan untuk makan dulu karena ketiga anak perempuan di ruangan ini sudah kelaparan.

Sampai makan malam berakhir pun Yoona masih belum muncul juga. Siwon hanya mengetahui kalau Yoona sudah dirumah dari managernya.. tetapi managernya tidak memberitahu alasannya.

Siwon sedikit khawatir.. ada apa sih sebenarnya hingga Yoona tidak jadi ikut makan malam dengan mereka padahal dirinya tadi bersemangat sekali.

….

….

….

Sampai di rumah, Lily, Christa dan Lami langsung menuju ke kamar mereka masing-masing karena mereka sudah merasa lelah dan ingin tidur.

Siwon pun langsung berjalan ke kamar dirinya dan Yoona setelah masuk ke kamar ketiga putrinya dan mengecup pipi mereka dan mengucapkan selamat tidur.

Membuka pintu masuk ke kamarnya, Siwon pun berjalan pelan ke arah pintu lain di dalam kamarnya ini yang didalamnya ada tempat tidur. Membuka pintu tersebut, Siwon dapat melihat orang yang dicarinya sejak tadi. Yoona berbaring di tempat tidur dengan memeluk guling rilakuma favoritnya. Siwon tau Yoona belum tidur sebenarnya, karena itu, dirinya pun menarik kursi yang berada di dekat tempat tidur ke bagian tempat tidur menghadap lalu berkata “Sayang.. ada apa?”

Mengelus kepala Yoona lembut lalu mengecup kedua pipi Yoona.. Siwon pun baru tersadar kalau Yoona pasti habis menangis karena ada sisa-sisa air mata di pipi Yoona.

Siwon yang semakin khawatir pun kembali berkata “Yoong.. kau kenapa. Ceritakanlah pada Oppa.. kalau kau diam terus, Oppa tidak akan tau kau kenapa dan bagaimana membantumu sayang.”

Yoona masih diam saja.

Siwon kemudian mengangkat kepala Yoona dari bantalnya lalu duduk di bantal itu dan membaringkan kepala Yoona di pahanya. Siwon terus mengelus kepala dan pipi Yoona sambil beberapa kali mengungkapkan betapa dirinya mencintai dan menyayangi Yoona.

Beberapa menit kemudian, Yoona tiba-tiba bersuara “Hmm.. kurasa.. hmm..”

Siwon pun berkata “Kurasa apa sayang? Katakan saja tidak apa-apa. Kalau mau minta maaf karena tidak jadi bergabung tadi, tidak apa-apa. Tidak ada yang marah.”

Yoona mengubah posisinya menjadi duduk menghadap Siwon. Dirinya lalu bersuara lagi “Kurasa.. hmm.. hubungan kita harus berakhir sampai disini saja.”

Siwon tertawa lalu berkata “Kau mau membuatku terkejut kan sayang. Ah.. kau ini.”

Baru saja Siwon mau memeluk Yoona, Yoona pun berkata “Aku serious.”

Siwon membalas “Aku serious juga sayang.. aku tau kau becanda. Kau tidak pernah berhasil kalau becandamu begini.”

Yoona terdiam lalu menatap Siwon dan berkata “Aku serious. Bukan becanda. Aku rasa hubungan kita harus berakhir.”

Siwon yang merasa Yoona benar serious pun berkata “Kalau kau memang tidak becanda.. katakanlah mengapa hubungan kita harus berakhir padahal kita masih sangat saling mencintai Yoong.”

Yoona menjawab “Ini semua untuk kebaikkan dan kebahagiaan Oppa. Aku hanya bisa berkata itu.”

Siwon dengan cepat langsung menjawab “Untuk kebaikkanku Yoong? Kau salah besar. Dan kau salah jika menurutmu dengan berakhirnya hubungan kita, aku bisa bahagia. Yang ada sebaliknya, aku akan menderita. Aku tidak akan punya alasan untuk hidup lagi Yoong. Karena dari dulu sampai sekarang sampai kapanpun hanya kau yang kucintai.”

Yoona tersenyum sedih dan menjawab “Mungkin kesedihan ini akan ada sampai pada waktu tertentu saja. Aku yakin Oppa tidak akan menyesal dengan keputusan ini.”

Siwon menjawab lagi “Yoong.. kau kenapa sih tiba-tiba begini? Beberapa jam yang lalu kita masih baik-baik saja.”

Yoona hanya memberi senyuman atas perkataan Siwon. Yoona pun memutuskan untuk pergi dari ruangan ini. Tapi sebelum dirinya dapat melakukan itu, Siwon sudah berhasil memeluk Yoona erat, ia tidak membiarkan Yoona melepaskan pelukkan mereka.

Siwon kemudian bertanya “Yoong, katakanlah sejujurnya mengapa kau begini?”

Yoona menggelengkan kepalanya.

Siwon kembali berkata “Kumohon.. katakanlah. Kau tidak bisa diam terus seperti ini. Please..”

Yoona terkejut ketika mendengar isakan tangis Siwon. Yoona pun ikutan menangis. Mereka malah saling memeluk sambil menangis.

Setelah keduanya tenang, akhirnya Yoona mau menceritakan apa yang ditanyakan Siwon.

Yoona berkata “Aku merasa tidak layak untuk Oppa karena tadi saat masuk ke SUM. Aku mendengar beberapa orang berkata Oppa lebih cocok dengan model ini dan itu karena Oppa memang pantas mendapat yang terbaik. Selain itu, kurasa banyak yang tau aku tadi ke SUM bersama Oppa karena SNSku kebanjiran comment tentang kita berdua. Banyak yang bilang aku tidak tau diri berani-beraninya aku mendekati Oppa dan lain-lain. Aku capek Oppa. Bukan berarti aku tidak mau berjuang untuk hubungan kita. Tetapi aku sudah tidak tahan lagi. Menurutku, kalau memang kita ditakdirkan bersama, walaupun kita sudah berpisah, pasti akhirnya akan tetap bersama bukan? Jadi ya mungkin kita harus berpisah dulu saja Oppa. Maafkan aku Oppa. Aku tau aku telah menyakiti perasaanmu.. aku minta maaf. Ku harap Oppa bisa memaafkanku.”

Siwon menjawab “Tidak Yoong. Siapa yang bilang aku setuju kita berpisah. Hanya ada satu solusi pada masalah ini, mungkin aku benar-benar akan menjadikanmu sebagai istriku secepatnya. Kau mau kan?”

Yoona terdiam.

Siwon kembali berbicara “Aku tau semua ini susah dan berat Yoong. Percayalah ini bukan apa-apa.. masih banyak masalah yang lebih berat dari ini yang bisa terjadi. Jadi, harusnya kita tetap berjuang bersama sampai akhir bukan malah memisahkan diri kita dari yang lainnya.”

Yoona menjawab “Tapi Oppa, kit-”

Siwon memotong ucapan Yoona dengan mengecup bibirnya lalu berkata “Tidak ada tapi-tapian sayang. Kau percaya saja pada Oppa. Mungkin akhir tahun nanti atau tahun depan kita akan mempunyai seorang putri lagi. Atau mungkin seorang putra.”

Yoona yang mengerti maksud Siwon pun memukul dada Siwon dan berkata “Sudahlah Oppa. Kau gila.”

Siwon terkekeh dan menjawab “Oppa memamg gila sayang. Gila karenamu. Ketika mendengar kata-katamu tadi, aku mau mati rasanya.”

Yoona mengecup pipi Siwon lalu berkata “Maafkan aku Oppa. Aku memang kekanak-kanakan.”

Siwon berkata “Sudahlah. Janji pada Oppa kau tidak boleh berpikiran seperti itu lagi. Biarkan saja orang lain mau berkomentar apa.. aku hanya mencintaimu jadi ya terserah mereka menerima atau tidak. Tidak ada yang akan berubah.”

Yoona memeluk Siwon erat lalu berkata “Gomawo Oppa. Oppa memang yang terbaik. Dan sekali lagi maafkan aku. Saranghae.”

Siwon pun membalas “Nado saranghae Yoong” lalu mengecup bibir Yoona dalam.

 

THE END

Okay author tau ini cerita kek tanggung dan ga jelas mungkin ya. Tapi semoga terhibur ya yang udh rindu yoonwon. Banyak sih yang inbox bilang mau aku upload FF dan inilah. Setelah berminggu-minggu kumpulin ide akhirnya selesai juga.

Don’t forget to comment, like or share ya. Silent readers please stay away. Thankyou!!

Advertisements