[Coretan] YoonWon (2)

Title : YoonWon

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and find others by yourself

Disclaimer : The casts are not belong to me.

NOTE : Coretan ini bukan lanjutan ya. Titlenya ‘YoonWon’ memang pernah aku pakai di coretan sebelumnya tapi aku taruh angka (1) yang ini kedua (2) tapi bukan sambungan ya hehe.

 

Setelah sekian lama ga post.. akhirnya bisa post cerita lagi walaupun pendek dan coretan aja.

Btw sebenarnya bukan mau buat cerita yang begini karena tadinya idenya bukan begini.. tapi ga tau kenapa tiba-tiba aja jadinya begini. Semoga suka deh!!

.

.

.

 

Happy Reading..

.

.

.

 

Pagi hari di suatu mansion mewah, tepatnya di sebuah kamar yang terbesar di mansion tersebut, terlihat dua manusia yang masih berada di tempat tidur padahal jam sudah menunjukkan hampir jam 9. Keduanya masih tertidur. Eh, tidak, hanya satu yang benar-benar tertidur. Sedangkan satunya lagi sibuk memandang pemandangan di sampingnya sambil tersenyum lebar.

Pria yang tersenyum itu beberapa kali terlihat menyingkirkan rambut-rambut yang jatuh menutupi wajah wanita yang sedang ditatapnya dari tadi.

Senyum pun tak bisa hilang dari wajah pria itu. Entah kenapa.

Setengah jam pun berlalu, wanita tadi masih tertidur dan pria tadi pun masih menatap wajah cantik wanita itu daritadi. Ketika wanita tersebut menunjukkan pergerakan kecil dengan membalikkan wajahnya ke arah lain, pria tersebut terkekeh. Tak lama setelah itu, mata indah wanita itu pun terbuka menunjukkan kalau dirinya sudah bangun.

Wanita tersebut terlihat sedikit terkejut ketika memutar wajahnya karena wajahnya bertemu langsung dengan wajah pria tadi. Senyum di wajah pria tersebut pun semakin merekah.

Pria tersebut pun berkata “Good morning baby.”

Si wanita pun membalas dengan berkata “Good morning Oppa.”

Wanita tersebut kemudian berkata lagi “Sekarang jam berapa Oppa? Kenapa Oppa masih disini? Bukannya harusnya Oppa pergi ke perusahaan Oppa?”

Pria tersebut mengecup bibir wanita itu dan membawa tubuh wanita itu ke pelukkannya sebelum menjawab “Oppa tidak ke kantor hari ini.”

Wanita tersebut mengecup pipi kiri pria itu dan bertanya “Kenapa?”

Pria tersebut kembali mengecup bibir wanita itu dan menjawab “Karena Oppa mau menghabiskan hari ini bersamamu sayang. Mengapa kau masih saja bertanya hah?”

Wanita tersebut tertawa dan berkata “Tidak apa-apa. Aku hanya heran saja Oppa. Belakangan ini kan Oppa terlihat sibuk dan setiap minggu selalu ada urusan di luar negeri jadi ku kira Oppa pasti sedang punya project penting. Aku saja takut menganggu Oppa yang terlihat sibuk.”

Pria tersebut lagi-lagi mengecup bibir wanita itu lalu menjawab “Ah.. kau cemburu ya Oppa tidak punya waktu denganmu lagi? Tak usah khawatir.. kau pastinya lebih penting dari file-file kerja Oppa.”

Wanita tersebut menjawab “Aku tidak cemburu Oppa. Lagipula mengapa harus cemburu? Aku sudah memutuskan kalau Oppa sibuk terus.. aku kan bisa mencari pria lain yang lebih hot dan kaya dari Oppa. Hahahaha.”

Pria tersebut langsung menggelitik tubuh wanita itu dan berkata “Apa yang barusan kau bilang sayang? Kau baru saja mengatakan rencanamu untuk selingkuh?”

Wanita tersebut tertawa terus dan menjawab “Yes Oppa!!”

Pria tersebut pun membalas “Baiklah karena Oppa tidak mungkin bisa marah denganmu jadi Oppa akan membalas dengan mencari wanita yang lebih cantik dan sexy darimu. Oppa akan cari yang di kalangan model dan businesswoman juga.. yang sepertimu tapi yang tubuhnya lebih sexy hahaha.”

Wanita tersebut pun mendorong tubuh pria itu supaya bisa keluar dari pelukan pria itu. Kemudian wanita tersebut duduk dan menghadap pria itu lalu berkata “Kalau Oppa berani melakukan itu.. jangan harap Oppa bisa melihatku lagi selain di pengadilan.” Setelah mengatakan itu.. wanita itu pun langsung berjalan cepat ke kamar mandi.

Pria tersebut pun tertawa. Dan tawanya semakin meledak ketika mendengar pintu kamar mandi ditutup secara kasar.

.

.

.

 

2 jam setelah kejadian tadi..

Suasana di meja makan lebar di mansion ini beda dari biasanya. Biasanya terdengar suara tertawa atau obrolan seru. Kali ini yang ada hanya kesunyian dan awkwardness.

Sebenarnya kedua orang disana tidak merasa begitu. Tepatnya si pria. Pria tersebut dari tadi ingin tertawa tapi ia terus menahan karena takut semakin memperparah suasana.

.

Flashback ON

.

 

Setelah wanita itu selesai membersihkan badannya di kamar mandi, dirinya pun keluar dengan gaun tidur yang baru yang biasa dipakainya ketika di kamar. Wanita tersebut berjalan menuju meja riasnya untuk memakai lotion dan hal-hal yang biasanya dia pakai setelah mandi.

Pria yang tadi di tempat tidur itu masih disana, tepatnya dari wanita itu masuk ke kamar mandi, dirinya tak berpindah tempat. Dan ketika wanita itu keluar dari kamar mandi, dirinya pun menatap semua pergerakan wanita itu sambil tersenyum lebar. Seperti sudah tak waras ya.

Ketika wanita itu menutup botol lotion tangannya, dirinya pun turun dari tempat tidur dan berjalan menuju wanita itu dan mengalungkan tangannya di leher wanita itu.

Niatnya sih begitu, tapi sebelum tangannya berhasil menyentuh leher wanita itu, wanita itu sudah menepis tangannya dan berkata “Awas saja Oppa berani menyentuhku. Aku akan menendang Oppa.”

Pria tersebut tertawa dan berkata “Memang apa salahnya memeluk istri sendiri, hm?”

Wanita tersebut menjawab dengan sinis “Ah.. aku istrimu? Bukannya tadi ada yang berkata mau mencari yang lebih sexy dan cantik dariku ya?”

Pria itu tertawa dan berkata “Aku hanya becanda sayang. Kau juga tadi kan mau mencari yang lebih hot dan kaya dariku kan?”

Wanita tersebut hanya terdiam.

Karena tidak tahan didiamkan, pria itu pun berkata lagi “Sayang.. aku minta maaf. Itu hanya becanda. Percayalah.”

Wanita itu hanya terdiam. Intinya setelah itu apapun yang dilakukan dan dikatakan pria itu tidak mendapat respon dari wanita itu.

.

Flashback OFF

.

 

Suasana yang sunyi itu dicairkan dengan suara ringtone dari iPhone yang berbunyi tanda ada yang menelepon, ya.. tepatnya menelepon si wanita.

Wanita tersebut mengangkatnya tanpa beranjak dari meja makan itu.

Sebelum mengankat, si wanita melirik ke arah pria yang duduk di hadapannya sedang membaca koran business. Dirinya pun menunjukkan smirk face lalu menekan tombol jawab.

“Hi Oppa!!”

Mendengar itu, dengan reflek pria dihadapannya langsung menatapnya walaupun si wanita sengaja tidak membalas tatapan pria itu.

“Ya.. aku bisa..”

Pria itu meminum coffeenya sambil menatap wanita itu terus.

“Oppa yang menjemputku atau bagaimana?”

Mendengar itu, pria itu pun meletakkan koran yang tadi dibacanya ke kursi disampingnya.

“Baiklah Oppa.. aku pasti memakai gaun yang cantik. Tenang saja. Aku akan bersiap-siap sekarang. Aku akan menelepon make up artistku juga jadi Oppa tenang saja. Aku akan terlihat cantik untukmu.”

Pria dihadapannya yang tadi memasukkan sesendok nasi ke mulutnya pun menjatuhkan sendoknya sehingga terdengar bunyi dentingan antara sendok dan lantai.

Wanita itu diam-diam menunjukkan smirk face dan menjawab orang di seberang telepon itu “Bye Oppa. Nado Saranghae.”

Setelah memutus panggilan telepon tadi, wanita tersebut beranjak berdiri dan meninggalkan ruang makan itu seenaknya dan berniat masuk ke lift di mansion ini yang akan membawanya menuju kamarnya di lantai atas.

Ketika lift terbuka dari dirinya akan beranjak masuk. Sebuah suara menghentikannya.

“Kau kira kau mau kemana sayang?”

Wanita yang tadi sempat menghentikan langkah kakinya pun lanjut melangkahkan kakinya masuk ke lift tersebut.

Pria tadi pun ikut masuk ke lift tersebut. Tanpa aba-aba, pria tersebut langsung mendorong wanita itu ke dinding lift mereka dan berkata “Siapa pria yang tadi meneleponmu dan berani mengajak istri Choi Siwon keluar tanpa izin darinya dulu?”

Wanita tadi, Choi Yoona pun menjawab “Pacar baruku. Mungkin yang akan menjadi suamiku setelah Oppa berakhir denganku di pengadilan nanti.”

Pria itu terlihat frustasi dan berkata “Ya ampun Yoona! Yang tadi hanya becanda. Mengapa kau menganggap serius.”

Wanita itu menjawab “Aku terlanjur percaya Oppa benar-benar akan melakukan seperti yang Oppa katakan!!”

Pria itu baru saja akan mengeluarkan suaranya lagi tapi lift sudah berbunyi tanpa mereka sudah sampai di lantai 3 mansion mereka. Keduanya pun keluar dan langsung masuk ke kamar mereka.

Sampai didalam, melihat wanitanya sedang berada di walk in closetnya, pria tersebut langsung memeluk wanita yang sedang memilih pakaian itu dari belakang.

Si pria pun berkata “Kau kenapa sih sayang. Kau tau itu hanya becanda. Dan parahnya kau malah mau keluar dengan pria lain padahal aku sudah rela tidak ke kantor.”

Wanita tersebut memang tidak berontak keluar dari pelukan pria itu karena tidak akan ada gunanya, kekuatannya tidak akan bisa mengalahkan kekuatan laki-laki itu.

Wanita itu menjawab “Oh, jadi Oppa tidak rela ya tidak ke kantor? Kenapa malah kesal padaku? Lagipula bukan aku yang menyuruh Oppa jangan ke kantor.”

Pria itu menjawab cepat “Ya ampun.. maksud Oppa bukan begitu..”

“Bukan begitu? Jadi bagaimana?”

“Kau tau maksud Oppa apa. Okay.. Oppa minta maaf kalau kata-kata Oppa menyakiti hatimu. Kita damai saja ya sayang?”

Wanita itu terdiam sebentar lalu menjawab “Ya sudah kita damai tapi aku belum memaafkan Oppa. Dan tolong Oppa lepaskan pelukkan Oppa. Aku harus memilih pakaian yang harus aku pakai karena pacar baruku akan menjemputku nanti.”

Pria tersebut pun berkata “Kau tidak boleh pergi dengan pria manapun. Aku tidak mengizin—”

“Aku tak peduli Oppa mengizinkanku atau tidak. Intinya aku tetap akan pergi.”

“Yoona, Op–”

CUT!!!!!!

Sutradara dan semua crew disana pun bertepuk tangan karena scene terakhir untuk episode yang sedang mereka rekam sudah selesai dan semuanya akhirnya bisa pulang.

 

Okay semoga ceritanya ini menghibur ya bukan malah ga jelas jatuhnya hahaha. Tiba-tiba ada ide dan lagi ada waktu nulis jadi ya bisa post lagi haha.

Don’t forget to like and comment ya!

Thanks!!

 

 

 

Advertisements