[Coretan] Car Talk

Title : Car Talk

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, others.

Disclaimer : all the casts are not belong to me, but to their family and company. This is all based on my imagination, no other than that.

 

Happy Reading..

.

.

.

 

Author POV

 

Setelah Siwon menyelesaikan wajib militernya dan keluar dari base camp militernya lebih dari dua minggu yang lalu, Siwon dan Yoona sama sekali belum sempat bertemu. Mereka hanya saling menelepon, mengirim pesan atau melalukan video call. Itu saja.

Sebenarnya, sekitar satu minggu yang lalu, di gedung SM, mereka sempat bertemu, hanya saja mereka hanya sempat saling menatap, tersenyum, berbicara sebentar itupun hanya saling bertanya ada jadwal apa saja hari ini pada satu sama lain lalu diakhiri dengan memeluk satu sama lain. Karena saat itu mereka memiliki hal yang harus di lakukan di gedung agency mereka. Siwon harus menghadiri meeting dengan para member Super Junior yang lain, bertemu para manager yang menantinya dengan banyak tawaran pekerjaan untuknya dan latihan dance untuk lagu di album baru Super Junior yang akan diliris nanti. Sedangkan Yoona harus bertemu CEO baru mereka lalu membahas jadwal pribadinya dengan managernya.

Baik Siwon dan Yoona sudah sangat merindukan kekasih masing-masing. Tapi ya bagaimana, dengan jadwal sepadat jadwal mereka yang merupakan konsekuensi dari pekerjaan yang mereka pilih ya mereka tidak bisa mengeluh terlalu banyak.

Hari ini, tepatnya hari Jumat. Matahari sudah terbit dan burung-burung pun sudah bernyanyi riang di langit Seoul. Yoona dengan mengenakan dress putih, boots hitam dan tas ransel LV kecil di pundaknya serta tak lupa masker hitam terlihat berjalan cepat keluar dari rumahnya yang berada di daerah Gangnam untuk masuk ke sebuah mobil ferrari. Mobil itu.. siapa lagi kalau bukan Choi Siwon yang menyetirnya. Mobil itu pun menunggunya tepat di dekat seberang halaman rumah Yoona.

Sesudah masuk dan menutup pintu, Yoona langsung dipeluk erat dari samping.. siapa lagi kalau bukan Siwon, kekasihnya?

Siwon mengecup puncak kepala Yoona berkali-kali lalu berkata “Oppa sudah sangat sangat merindukanmu Yoong.”

Yoona mengecup pipi kiri Siwon lalu berkata “Aku juga Oppa! Hah, akhirnya Oppa sudah keluar dari militer. Walaupun mungkin kita tetap saja tidak bisa bertemu dan berkencan setiap hari, tapi setidaknya ponsel Oppa akan lebih aktif daripada saat disana.”

Siwon tersenyum sambil mengecup pipi kanan Yoona lalu berkata “Aduh.. princess nya Oppa sebegitu kangennya dengan Oppa ya?”

Yoona menyikut perut Siwon dan berkata “Siapa yang bilang Oppa boleh memanggilku princess? Hah? Oppa mengikuti Appa.. menyebalkan sekali. Aku kan sudah dewasa.”

Siwon tertawa dan mengecup pipi Yoona lagi dan menjawab “You will always be my princess, my little girl.”

Yoona mendecak lalu menjawab “Aku pusing sekali. Lama-lama Oppa dan Appaku sama saja. Selalu menganggapku anak kecil dan sangat protektif.”

Siwon tersenyum dan menjawab “Kau ini.. kau kan memang princess bagi Oppa. Soal Appamu, sampai kapanpun kau akan selalu menjadi princess kecilnya. Kau itu seperti permata baginya. Dia takut sekali kau kenapa-kenapa. Saat kau jatuh pada saat latihan saja dia sangat takut.”

Yoona mendecak lagi dan berkata “Dan karena itu juga salah satu hal yang menyebabkan Appa menyuruh bodyguard di perusahaannya mengawasiku 24 jam. Untung saja jika bersama Oppa, aku tidak diawasi.”

Siwon terkekeh “Kau ini memang aneh. Para wanita diluar sana bahkan mungkin para membermu ada yang ingin orang tuanya seperti Appa dan Ommamu yang selalu menunjukkan kasih sayangnya pada anaknya. Dan kau malah mau mereka tidak melakukannya.”

Yoona mendecak lagi dan lagi “Itu karena Oppa tidak tau saja, sebelum aku debut, aku selalu diperlakukan layaknya kertas yang sangat rapuh. Dan kukira saat aku sudah debut dan sekarang groupku sudah belasan tahun, aku tidak akan dipelakukan begitu. Tapi tetap saja, malah kadang menurutku semakin parah.”

Siwon mengusap pipi Yoona dan menjawab “Bagaimana kalau kau menikah saja dengan Oppa? Appa dan Omma mu kan percaya Oppa bisa menjagamu layaknya bodyguardnya. Bahkan lebih, Oppa rela memberi nyawa Oppa untukmu dan tidak butuh bayaran. Bodyguard-bodyguard itu kan belum tentu rela memberi nyawa mereka untukmu.”

Yoona tertawa dan berkata “Jadi ceritanya sekarang, secara tidak langsung, Oppa melamarku? Ah, tidak romantis sama sekali dan bayanganku dari dulu soal cara pria yang akan melamarku jauh berbeda.”

Siwon mencubit hidung Yoona dan berkata “Katanya kau tidak mau diperlakukan seperti princess? Jadi ya Oppa sedang mencoba berubah jadi Choi Siwon yang harus bisa tidak memanjakan Im Yoona.”

Yoona mendecak lagi dan berkata “Terserah Oppa saja lah. Aku yakin Oppa mengerti dengan jelas maksudku tidak mau dipanggil princess dan diperlakukan seperti princess itu seperti apa. Hah.. aku sebaiknya mencari calon suami baru saja.”

Siwon tertawa dan berkata “Ok ok. Oppa becanda saja. Dan memangnya kau bisa mencintain pria lain selain Oppa? Is diary berwarna kuningmu sejak trainee saja semua tentang Oppa. Dasar!”

Yoona dengan cepat menjawab “Bisa saja Oppa. Kau jangan terlalu sombong mengira aku tidak bisa mencintai yang lain. Hmm.. sejujurnya Oppa kan yang takut kehilanganku? Mengaku saja!”

Siwon tertawa dan mengecup bibir Yoona pelan lalu menjawab “Ok ok.. kau menang. Oppa memang tidak mau kehilanganmu dan tidak bisa. Ah, kau tunggu saja waktunya saat kau sudah jadi Mrs. Choi, kau tidak akan bisa melirik pria atau cowok manapun.”

Yoona tertawa lebar dan menjawab “Oppa percaya diri sekali aku mau jadi Mrs. Choi nya Oppa.”

Siwon menjawab “Kau lihat saja nanti.”

Yoona kemudian menganti topik dengan berkata “Oppa.. sebaiknya kau mulai menyetir.. kurasa kita sudah diam di mobil 30 menit.”

Siwon menjawab “Ah.. tidak terasa. Itu karena pacarku cerewet sekali.. dan cantik sekali.. dan aku tidak tahan tidak melihatnya.”

Yoona yang mendengarnya pun tertawa lebar dan mengecup pipi Siwon.

Yoona kemudian bersuara lagi “Oppa?”

Karena sedang menyetir, Siwon pun hanya melihat kearah Yoona sebentar lalu menjawab “Ya sayang?”

Yoona pun berkata “Ngomong-ngomong soal pernikahan.. hmm.. Oppa ingin istri yang bagaimana dan Oppa ingin dia melakukan apa saja, hmm?”

Siwon melihat lagi kearah Yoona dan tersenyum lalu menjawab “Aduh.. kau ini sweet sekali. Kau mau berusaha menjadi istri yang Oppa ingin ya?”

Yoona dengan cepat menjawab “Yak Oppa!! Enak saja. Sudahlah tidak usah dijawab.”

Siwon tertawa dan berkata “Oppa hanya becanda saja sayang. Hmm.. Oppa ingin istri Oppa yang baik hati sepertimu. Yang selalu memikirkan yang lain terlebih dahulu sebelum dirinya sendiri, yang tidak merasa lebih dari orang lain meskipun orang tuanya adalah salah satu chaebol di negaranya. Bonusnya, Oppa ingin yang menggemaskan dan cantik sepertimu. Kau doain saja Oppa mendapatkan yang seperti Oppa mau ya.”

Yoona terdiam sebentar lalu menjawab “Kau aneh ya Oppa. Kau ini selalu memujiku dan lagi wanita seperti yang kau bilang memang hebat sih, tapi baik dan cantik saja kurasa tidak cukup. Oppa bodoh sekali.”

Siwon terkekeh dan berkata “Oppa bukan memujimu tapi kau memang begitu sayang. Dan mengapa kau bilang Oppa bodoh?”

Yoona terdiam sekitar 5 menit. Ini membuat Siwon melihat kearwh Yoona dan bertanya “Sayang.. kau kenapa? Apa ada yang salah dari perkataan Oppa?”

Yoona pun menjawab “Oppa bayangkan saja.. istri Oppa memang cantik dan baik hati. Tapi bagaimana kalau dirinya tidak bisa masak, tidak ahli dalam pekerjaan rumah tangga. Parahnya, Oppa malah memanjakannya terus, memperlakukannya seperti princess. Hmm..”

Siwon tertawa lalu menjawab “Oppa kan menikah dengan istri Oppa karena Oppa cinta dan sayang padanya bukan untuk menambah dia menjadi salah satu pembantu rumah tangga di rumah Oppa. Jadi ya tidak apa-apa jika dia tidak bisa masak atau apapun.”

Yoona tidak merespon, dirinya hanya menunggu Siwon berkata lebih lanjut.

Siwon yang seperti tau maksud Yoona pun lanjut berbicara “Dan urusan memanjakannya. Itu kan memang tugas Oppa. Justru tujuan Oppa menikah dengan istri Oppa nantinya ya karena Oppa ingin bisa memanjakannya kapapun, bisa memeluk dan menciun kapapun, bisa tinggal di rumah impian kita dan keliling dunia bersama sampai tua.”

Yoona masih terdiam.

Siwon yang melihat Yoona seperti itu pun mengenggam tangan Yoona dan dengan lembut berkata “Sayang.. kau kenapa? Hm? Kenapa tiba-tiba berubah menjadi diam sekali.”

Yoona hanya menggelengkan kepalanya.

Siwon pun mempunyai ide agar Yoona tidak diam saja.. dia pun mengoda Yoona dengan berkata “Oh.. pertanyaan yang kau tanya itu, ‘istri’ disana itu maksudnya kau ya sayang? Ah.. bilang saja kau juga sudah ingin menikah dengan Oppa kan?”

Benar saja, Yoona langsung bereaksi dengan berkata “Enak saja Oppa! Lagipula aku kan bisa memasak walaupun urusan rumah tangga yang lain aku tidak terlalu tau caranya.”

Siwon terkekeh dan menjawab “Iya.. iya kau bisa memasak sayang. Masak apa ya tapi?”

Yoona dengan cepat berkata (atau berteriak?) “OPPA!”

Siwon tertawa lebar dan mengecup bibir Yoona cepat.

Yoona kemudian lanjut berkata “Berarti selama ini Oppa bohong padaku saat biłang waffle yang ku buat enak dan itu ada waffle favoritemu. Jahat sekali!”

Siwon menjawab “Ya ampun sayang.. itu yang kau bilang memasak? Waffle itu kan kau pakai mesin waffle.. ah, Oppa jadi sadar sekarang kalau mesinnya yang selama ini memasak waffle favorite Oppa bukan kau Yoong.”

Yoona mendecak keras lalu menjawab “Oh.. baiklah tuan Choi Siwon. Jika kau sedang menginap dirumahku atau orang tuaku dan ingin waffle kesukaanmu itu, kau bisa mendapatkannya jika kau membuatnya sendiri. Aku tidak akan membuatkannya untukmu lagi. Kau memang jahat Oppa!! Lebih baik aku mencari Suju Oppa lain dan membuatkan waffle untuk mereka.”

Siwon malah tertawa lalu mengusap kepala Yoona sedikit kencang.

Yoona pun mendecak lagi, menyingkirkan tangan Siwon dari kepalanya dan berkata “Rambutku jadi berantakan Oppa.. kau ini! Dan jangan pegang-pegang aku lagi.”

Siwon pun berkata “Pacarku memang menggemaskan sekali jika sedang merajuk dan marah. Oppa tak bisa membayangkan bagaimana jika kau menjadi istri Oppa dan Oppa bisa melihat muka menggemaskanmu itu setiap hari. Hmm.. kurasa Oppa akan membuatmu marah setiap hari demi melihat wajahmu yang lucu itu.”

Yoona dengan cepat menjawab “Siapa yang mau jadi istrimu Oppa? Ah.. mungkin kau sedang mengatakan ini pada selingkuhanmu ya Oppa atau pada mantan pacarmu saat trainee itu dulu. Dan aku tau aku memang lucu setiap saat jadi aku mau mencari pria yang baik yang tidak seperti Oppa.”

Siwon mencubit hidung dan pipi Yoona lalu berkata “Kau ini! Suka sekali bilang Oppa selingkuh? Mau dengan siapa hah? Dan soal mantan.. kau sudah tau ceritanya bagaimana.”

“Kau mau mencari pria lain? Boleh. Tapi sebelum kalian bisa bersama, mungkin pria itu sudah kubasmi. Lihat saja sayang.”

Yoona pun menjawab “Selingkuh dengan model atau seseorang yang di USA? Oppa kan suka sekali kesana. Tidak ada bosan-bosannya.”

Siwon terkekeh dan menjawab “Jadi pacarku sedang cemburu ya?”

Yoona dengan cepat menjawab “Siapa yang cemburu. Eh, tapi jika Oppa benar-benar selingkuh, aku tidak akan mau bertemu Oppa lagi bahkan melihatmu aku tidak akan mau.”

Siwon langsung mengecup bibir Yoona saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Dirinya lalu berkata “Tidak mungkin Oppa selingkuh darimu sayang, yang mungkin adalah Oppa berselingkuh denganmu. Hahahaha.”

Yoona lagi-lagi dengan cepat menjawab “Aku tidak akan mau jadi selingkuhanmu Oppa. Ih!! Kenapa sih laki-laki begitu.”

Siwon tertawa dan berkata “Kau tidak mau dan tidak mungkin juga kau menjadi selingkuhanku sayang karena aku tidak akan berpacaran dengan yang lain jika sudah melihatmu yang secantik ini.”

Yoona menjawab “Terserahmu lah Oppa. Awas saja, jika sampai kau berani selingkuh. Aku akan memanggang dagingmu dan aku akan menyuruh Jiwon memakannya hahahaha.”

Siwon pun berkata “Sepertinya tidak akan semudah itu.. Ommaku pasti akan melindungiku darimu yang ingin memanggangku sayang.”

Yoona menjawab “Mungkin saja tidak, karena Omma tau kau bersalah. Lagipula Omma mu lebih sayang padaku daripada dirimu Oppa!”

Siwon terkekeh dan berkata “Kau ini terlalu percaya diri. Ya tidak mungkin Ommaku lebih sayang padamu daripada Oppa, sayang. Oppa anak laki-laki satu-satunya.. sudah itu Oppa sangat ganteng, baik dan menghormati orang tua. Jadi Oppa pasti paling berharga untuknya.”

Yoona pun menjawab “Ya.. ya.. terserah Oppa sajalah. Aku sudah capek. Tidak akan ada habisnya jika terus menjawabmu.”

Setelah itu, Siwon mengecup bibir Yoona lagi dan berkata “Begitu dong, pacarnya Choi Siwon memang harus mengalah.”

Yoona spontan menatap kearah Siwon dan berkata “Haha. Mengalah katamu Oppa? Yang sering mengalah itukan Oppa. Sampai rela menari lagu girlgroup itu siapa ya? Hanya agar pacarnya tidak merajuk. Oppa kan sangat takut kehilanganku kan?”

Siwon pun tertawa dan berkata “Itu tandanya Oppa pacar yang pengertian dan baik. Ya Oppa akui, Oppa takut kehilanganmu.. puas?”

Sekarang giliran Yoona yang tertawa dan dirinya mengecup pipi Siwon sebagai tanda terima kasih mungkin?

Siwon kemudian mulai bersuara lagi dengan berkata “Kurasa Oppa harus les kesabaran lebih banyak sayang. Bayangkan saja kalau nanti kita sudah menikah dan kalau mempunyai anak perempuan. Kurasa Oppa bisa mati. Padamu saja Oppa tidak bisa menolak apa yang kau minta. Bagaimana kalau mempunyai anak perempuan? Kurasa dia hanya perlu berkata apa yang dia mau, Oppa akan langsung lakukan..”

Yoona yang daritadi hanya mendengar pun akhirnya menjawab “Oppa serious ya ingin cepat menikah? I mean.. look at you Oppa.. Oppa belakangan ini sering sekali berimajinasi tentang keluarga.”

Siwon menjawab “Oppa tentu saja ingin menikah. Siapa yang tidak ingin cepat menikah jila mempunyai pacar secantik dan sebaik dirimu. Tapi bagaimana ya, pacar Oppa sepertinya belum siap. Dan lagi, Oppa juga harus menghadapi orang tua pacar Oppa juga. Ya ampun..”

Yoona pun tertawa dan menjawab “Goodluck Oppa. Akan sulit meminta restu dari orang tua pacar Oppa. Karena Oppa tau sendiri seprotective apa orang tau dirinya dan ku pikir mereka belum siap melihat putri mereka menikah.”

Siwon tersenyum dan menjawab “Tapi bagaimana putrinya? Apakah sudah siap menikah? Jika sudah siap. Tentu Oppa siap berjuang keras untuk mendapat restu orang tuanya.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Hmm.. sudah siap atau belum ya?”

Siwon pun berkata “Kurasa dirinya sudah siap. Oppa tidak butuh dia menjaga, melayani Oppa kok. Cukup hanya terus disamping Oppa bagaimanapun keadaannya dan mengizinkan Oppa yang menjadi satu-satunya pria selain Appa dan kakak laki-lakinya untuk menjaga, mencintai dan memberikan segala kebahagian yang ada untuknya. Dia harus siap dibidang-bidang itu saja. Jadi pasti sudah siap kan?”

Yoona terkekeh dan menjawab “Baiklah.. baiklah. Dirinya sudah siap. Tapi dirinya tidak mau dilamar dengan cara begini di mobil.”

Siwon pun menjawab “Tunggu saja tanggal mainnya sayang. Saranghae.”

Yoona menjawab “Nado Saranghae Oppa.”

Dan keduanya pun berciuman dalam tepat setelah Siwon menepikan mobilnya dekat Sungai Han.

.

.

FF ini awalnya bukan mau dibuat begini. Tapi imajinasi hari ini seperti ini, jadi ya jadinya seperti ini. Semoga menghibur dan suka ya!

.

.

The end.

Don’t forget to leave your comment and like. Thankyou.

 

Advertisements

10 thoughts on “[Coretan] Car Talk

  1. Ya ampun lama bgt gak baca ff yoonwon lagi , berasa gimana gitu setelah sekian lama merinding baca nya semoga mereka segera real and go public, ff nya keren sweet bgt

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s