[Chapters] Family (Chapter 1)

Title : Family

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others

Length : Chapters

Poster by talented xoloveyoonwon. Thanks a lot for making me one!

Hi readers. Setelah melihat semua review kalian, yang sebagian besar minta FF YoonWon Happy Family, Happy Ending, Romantic, dll.. Nah semoga FF ini bisa membuat kalian senang ya 🙂

Tolong comment kritik atau saran kalian ya, karena itu buat author jadi semangat hehe!

Full Casts Details : https://minefanficworld.wordpress.com/2016/01/10/teaser-family/

Happy Reading guys!

.

.

.

Yoona POV

Pertama tama aku akan menceritakan tentang keluarga kecilku. Mungkin banyak yang sudah mengetahuinya, tetapi tidak apa-apa bukan jika aku tetap mau menceritakannya. Aku akan memulai dengan cerita latar belakang keluarga Siwon Oppa dan keluargaku. Bagaimana aku bertemu Siwon Oppa dan akhirnya kami berhubungan serta menikah. Dan tentang anak-anakku. Semua ini tentunya dari sudut pandangku, jadi jika Siwon Oppa berpendapat lain, ya itu wajar karena dia pasti punya sudut pandangnya sendiri juga.

Flashback ON

Aku terlahir di keluarga chaebol. Mr. Im, sebutan orang-orang ketika memanggil ayahku, dia adalah seoarang businessman terkenal. Bukan mau menyombongkan diri atau pamer.. keluarga ayahku sejak dulu memang sudah sangat kaya. Maksudku dari kakeknya kakekku saja sudah kaya jadi bisa dibilang ayahku adalah penerus dari perusahaan keluarganya. Appa mempunyai bisnis di bidang perhotelan, property, mall dan beberapa pusat belanja di Korea, Jepang, China dan Amerika. Seingatku, Appa pernah bercerita dia bertemu Omma ketika Appa melakukan perjalanan bisnis ke LA. Disanalah akhirnya dia bertemu Omma yang merupakan anak satu-satunya dari orang penting di negera itu. Omma adalah keturunan Amerika-Korea. Singkat cerita, mereka pun bersama dan menikah lalu melahirkan Oppaku, Im Seolung dan diriku, Im Yoona. Sejak kecil, kira-kira sekitar 5 atau 6 tahun, Omma sangat sering membawaku berbelanja, meriasku sesukanya serta memasukkanku ke lomba-lomba yang berhubungan dengan fashion, seperti catwalk, fashion show ataupun mengikutsertakan diriku saat mereka berdua dan Oppaku pergi ke acara-acara penting perusahaan. Omma juga dari aku kecil sudah membelikan baju-baju dari designer ternama untuk dipakaikan kepadaku. Maklum, Omma adalah anak tunggal dan dirinya tau sangat banyak tentang fashion dan lagi fashion keluarga Omma memang mewah jadi ketika dirinya mempunyai anak perempuan, bisa dibilang aku menjadi seperti ‘boneka hidup’ untuknya. Mungkin karena margaku atau karena tau aku anak dari businessman ternama, akupun diminta menjadi cover majalah anak lalu lama-lama menjadi model pakaian anak-anak serta masuk dalam beberapa iklan. Ketika aku berusia 13 tahun, aku ditawari untuk ikut catwalk designer ternama, mungkin karena Omma dekat dengan designernya atau bagaimana aku tidak tau.. yang jelas sejak itulah aku mulai menjadi masuk ke dunia entertainment ini.

Aku kadang bingung sendiri apakah orang-orang seperti sutradara, producer dan lain-lain yang bekerja denganku tidak pernah menegurku karena tau orang tuaku adalah orang penting. Kadang aku kesal sendiri juga, karena sangat jarang ada yang berani memarahi ataupun menegurku karena kesalahanku. Ketika aku berusia 16 tahun, aku masuk ke dunia acting. Well, Appaku tidak begitu menyetujuinya namun karena aku menyakinkan dirinya aku bisa, mau tak mau Appa mengiyakan saja. Semakin lama, semakin banyak job yang ditawarkan kepadaku. Awalnya aku mengurus semua jadwalku dengan bantuan asisten Omma tetapi karena makin padat, aku memutuskan untuk masuk ke agency di usiaku yang saat itu 17 tahun. Dan pada tahun itu jugalah aku bertemu Siwon Oppa untuk pertama kalinya.

Sebelum bertemu dengannya, aku sudah tau siapa dirinya seperti nama, pekerjaan, umur dan banyak hal lainnya. Aku tau dia bukan karena aku mengenal dia atau apa, tetapi karena dia adalah namja yang mempunyai sangat banyak fans dan sangat amat terkenal, tak jarang dirinya dipanggil “Prince Siwon” oleh orang-orang, terutama para yeoja. Dan sangatlah kebetulan, beberapa bulan setelah itu, kami terlibat dalam pemotretan majalah yang sama. Entahlah, mungkin aku dapat berkata kalau aku mengalami ‘love at the first sight’ dengannya. Aku mungkin tidak sadar pada saat itu, tetapi setelah memikirkannya kembali sekarang.. aku sepertinya sudah menyukainya pada saat pertama kali kita bertemu di lokasi pemotretan. Bukan apa, asal kalian tau, Siwon Oppa sangat baik sehingga kau akan terkesan dengan kepeduliaannya terhadap sesama padahal dirinya sangat terkenal. Siwon Oppa juga mudah menyesuaikan diri dengan orang baru.. bahkan aku masih mengingat dirinya lah yang memulai obrolan diantara kita. Obrolan pertama kali adalah tentang disneyland. Kenapa disneyland? Karena dirnya melihat aku memiliki banyak barang barang yang berkaitan dengan disney. Konyol bukan?

Aku sempat berpikir aku tidak akan bertemu dengannya lagi ataupun mungkin kesempatan untuk bekerja dengannya semakin sedikit karena dirinya sangat sibuk. Aku pada saat itu berpikir mungkin pemotretan ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kami. Tetapi semua dugaanku salah, karena rupanya diam-diam Siwon Oppa meminta nomor teleponku ke managerku lalu beberapa hari setelah pemotretan, dirinya mengirim pesan kepadaku, hanya bertanya soal kabarku dan apakah aku sudah makan. Ya, saat itu aku menganggap dirinya mau berteman denganku.

Well.. awalnya dia hanya menyapaku lewat pesan singkat ataupun chatting. Setelah itu, tanpa sadar kami saling memberi kabar ke satu sama lain setiap hari dan aku lucunya tidak pernah merasa bosan sama sekali. Setelah beberapa bulan hanya berbicara lewat pesan, Siwon Oppa akhirnya meneleponku. Kamipun mengobrol panjang, menceritakan aktivitas kami, apa yang kami sedang kerjakan dan sedikit tentang keluarga kami masing-masing. Waktu itu, kata Siwon Oppa dirinya tau orang tuaku dan Oppaku. Kukira itu hal yang wajar.. karena banyak yang tau tentang keluargaku.

Aku tanpa sadar sudah tergantung dengan Siwon Oppa. Aku selalu merasa lebih bahagia ketika menerima kabar tentangnya ataupun ketika kita berbicara lewat telepon. Lucu bukan, kita bisa bertemu saja kalau memang kita ingin. Tetapi itu tak semudah yang dibayangkan.. jadwal kami tidak pernah mengizinkan kami untuk bertemu bahkan sedetikpun tidak bisa. Hah, aku pernah mengeluh pada Siwon Oppa, aku bilang aku ingin sekali-kali kami bisa menghabiskan waktu seperti makan bersama ataupun bermain bersama tetapi tetap saja walaupun kami mau, itu sangat sulit untuk diwujudkan.

Namun entah Tuhan terlalu baik atau bagaimana.. ah atau mungkin Tuhan memutuskan untuk mengabulkan doaku.. aku yang waktu itu menerima job iklan baju ternyata dipasangkan dengan Siwon Oppa yang menjadi model iklan merek baju tersebut juga. Jadi aku sebagai model perempuan dan dia sebagai model laki-lakinya. Baik aku maupun Siwon Oppa sangat terkejut ketika kita saling melihat satu sama lain lagi setelah berbulan-bulan hanya saling memberi kabar lewat perantara telepon. Aku bahkan sampai meneteskan air mata, aku seperti tidak percaya bisa bertemu dengannya bahkan kami akan sering bertemu setelah ini karena kami menjadi model tetap untuk merek baju tersebut.

Sejak saat itu, hubunganku dengan Siwon Oppa terasa semakin dekat. Kami semakin sering menceritakan tentang diri kami masing-masing bahkan kami mulai bisa menghabiskan waktu dengan satu sama lain secara langsung. Pada saat itu, aku tidak tau apa hubungan kami jika ditanya managerku ataupun orang-orang yang bertanya ketika melihat kedekatanku dengan Siwon Oppa. Yang ku tau, kami saling menyayangi satu sama lain, kami takut kehilangan satu sama lain. Itulah yang ku tau saat itu.

Beberapa bulan setelah itu, tepatnya dekat hari Natal. Siwon Oppa mengajakku ke rumah orang tuanya. Biasanya aku tidak akan bisa pergi karena orang tuaku pasti menyuruhku untuk pulang kerumah menghabiskan waktu dengan mereka. Tetapi sekali lagi, entah kebetulan atau bagaimana.. tahun itu, orang tuaku pergi ke Canada berlibur bersama Seolung Oppa dan istrinya, Yuri unnie, sahabatku dari kecil. Jadi akupun menerima ajakan Siwon Oppa dan disanalah aku bertemu orang tuanya dan adiknya, Choi Jiwon. Hmm mungkin kalian akan bilang kalau aku heboh tetapi aku tidak peduli. Kalian tau? Ternyata Mrs.Choi adalah teman Omma. Bahkan dirinya lah yang memberitahuku karena dirinya pernah beberapa kali melihat photoku yang ditunjukkan Omma kepada teman-temannya, ya Omma memiliki sebuah squad, perkumpulan wanita-wanita kaya yang tidak pernah bekerja. Dan karena itu jugalah, aku semakin dekat dengan Siwon Oppa karena Ommanya sering menyuruh Siwon Oppa mengajakku makan malam ataupun sekedar bermain dirumahnya saja. Yang ku ingat sih, Jiwon sangat senang bermain denganku jadi Omma Siwon Oppa makin sering memintaku berkunjung kerumahnya bahkan aku menjadi sering menginap di rumah Siwon Oppa karena bermain sampai larut malam atau ketika orang tuaku tidak ada di Korea.

Setelah setahun bersahabat dengannya, kami sepertinya mulai mau mengakui kalau sebenarnya rasa itu sudah ada sejak lama namun kami saling menutupi atau menghalau rasa itu karena takut perasaan kami tak terbalas dan takut jika salah tau diantara kita tidak memiliki rasa yang sama maka kemungkinan hubungan persahabatan kamipun akan ikut hancur. Akhirnya pada hari Valentine, Siwon Oppa yang mengajakku makan malam di café favorite kami menyatakan perasaannya kepadaku bahkan dirinya rupanya sudah meminta izin kepada orang tuaku terlebiu dahulu, bertanya apakah aku diizinkan berhubungan lebih dsri teman dengan dirinya. Untungnya, oang tuaku setuju. Menurutku sih, Yuri unnie sudah cerita kepada Seolung Oppa dan Omma kalau aku mencintai Siwon Oppa, jadi mereka semua setuju-setuju saja.

Aku tak mau berbohong, setelah berhubungan dengan Siwon Oppa, ah maksudku setelah kami berpacaran.. kami kadang bertengkar soal hal sepele. Tetapi tak kupungkiri, hidupku terasa jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Bisa dibilang, menerima dirinya menjadi pacarku adalah keputusan terbaik yang pernah kuambil. Semuanya akan berbeda lagi ceritanya jika aku menolak Siwon Oppa. Tanpa dirinya, aku tidak akan menemukan dan mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Dengan dirinya, aku mengetahui bagaimana mencintai kelebihan dan kekurangan orang lain. Sungguh, dengan Siwon Oppa banyak hal baik yang bisa kupelajari. Dengannya, aku jadi tau aku ada salah dan kurang dalam banyak hal, karena hanya Siwon Oppalah yang berani menegur atau mengevaluasi kesalahan atau kekuranganku. Aku tidak pernah marah jika dia melakukan itu karena aku tau itu semua juga untuk kebaikan diriku sendiri.

Tepat hari jadi kami pada tahun ketiga, Siwon Oppa yang kebetulan sedang melakukan press conference untuk dramanya ditanyai soal kekasih. Ku kira dia tidak akan menjawab atau setidaknya mengelak jika dirinya sudah punya pacar. Tapi tak kusangka dirinya menjawab dirinya sedang berhubungan denganku dan hubungan kami sudah 3 tahun. Aku merasa khawatir, takut semuanya menjadi buruk karena pengakuannya. Masa bodoh dengan jobku yang nanti menipis atau banyak iklan ataupun perusahaan yang membatalkan kontrak memakaiku untuk produk mereka. Yang ku pikirkan sekarang adalah karir Siwon Oppa. Aki merasa bersalah karena kalau aku tidak pernah masuk ke dalam hidupnya, semua ini mungkin tidak akan terjadi.

Setelah pengakuannya, malam harinya Siwon Oppa mengajakku makan malam. Kami berdiskusi banyak soal akibat yang mungkin terjadi karena pengakuannya. Oh. My. God. Siwon Oppa menyuruhku untuk membenarkan saja jika pihakku ditanya tentang hal serupa. Sebenarnya ingin aku menolak permintaannya, tapi tidak bisa, aku tau apa yang dia lakukan pasti yang terbaik, pasti dirinya juga sudah memikirkan ini matang-matang.

Singkat cerita, hubungan kami terus berjalan. Syukurlah sejak kami memberitahukan ke publik, kami merasa lebih lega. Dan apa yang kuduga tidak terjadi, malah semuanya menjadi lebih lebih baik lagi. Aku dan Siwon Oppa bisa dibilang sangat jarang bertengkar apalagi mendiamkan satu sama lain jika bertengkar. Itu tidak pernah terjadi. Jika kami bertengkar, kami akan menyelesaikan masalah kami di tempat itu juga atau pada waktu itu juga.

Oh, aku lupa menceritakan soal keluarga Siwon Oppa. Dia jarang menceritakan kepada orang-orang luar sebenarnya. Siwon Oppa adalah anak dari pemilik Hyundai Department Store, ayahnya juga menjadi CEO di beberapa perusahaan lain. Ommanya memiliki yayasan besar untuk melakukan hal-hal baik membantu sesama, Ommaku juga mempunyai kegitan serupa namun dirinya tidak mendirikan yayasan. Ya begitulah, dirinya dari kalangan chaebol tetapi aku selalu saja merasa terpesona kepada Siwon Oppa. Dirinya memulai karirnya dengan kerja kerasnya sendiri tanpa meminta bantuan orang tuanya. Sebenarnya jika ia bisa meminta bantuan bukankah semuanya akan menjadi jauh lebih mudah? Haha. Kalau adik Siwon Oppa, Jiwon kalian pasti sudah tau banyak tentangnya kan.

Aku sudah terlalu cerewet bukan? Maklumi saja ok.

Intinya, aku dan Siwon Oppa menikah setelah 5 tahun pacaran. Aku pada saat itu berusia 22 tahun dan Siwon Oppa berusia 24 tahun. Mungkin kalian menganggap aku terlalu muda atau apa, tetapi kurasa tidak. Kami sudah berpacaran 5 tahun jadi kurasa menikah adalah keputusan yang tepat. Pernikahan kami saat itu sangat menghebokan dunia karena memang pernikahan kami sangat mewah dan orang-orang yang datang banyak dari kalangan orang penting. Sebenarnya ku kira setelah kami menikah, karir kami yang sedang ada di puncaknya akan langsung berubah drastis, ya itu sebenarnya resiko dari keputusan kami untuk menikah secara terbuka, bukan menutup-nutupi dari media atau fans kami. Tanpa kusangka, nama kami semakin besar bahkan lebih besar sampai kami mempunyai sangat banyak fans diluar negara kami sendiri. Pernikahan kami waktu itu sangat banyak diberitakan media bahkan disebut-sebut sebagai pernikahan termewah dan termahal yang pernah ada. Banyak juga yang mencontoh konsep pernikahan kami sejak itu. Tak masalah sih buatku.

Setelah menikah, Siwon Oppa vakum dari dunia entertaiment dan memilih masuk ke dunia bisnis. Membantu Appanya dan mengurus bisnis yang selama ini ia jalani tanpa diketahui orang-orang. Haha, jangan negative thinking dulu.. bisnisnya bukan bisnis gelap seperti mafia atau apa. Siwon Oppa memiliki perusahaan dalam bidang otomotif dan perhotelan di luar negeri.

Setengah tahun setelah kami menikah aku pun hamil dan karena Siwon Oppa tidak mau meninggalkan aku dengan kesibukannya ke luar negeri, jadi perusahaannya di Korea dia serahkan kepada orang kepercayaannya. Lalu kami pun memutuskan untuk menghabiskan waktu di New York dan beberapa bulan setelah itu, aku pun melahirkan seorang anak laki-laki yang kita namani Choi Minho atau Mikhail Choi, nama amerikanya. Mengapa harus ada nama Amerika? Karena kami menetap disana lagipula keluargaku dan keluarga Siwon Oppa semuanya mempunyai nama Amerika apalagi ibuku dari Amerika juga. Mendengar kabar aku telah melahirkan seorang anak, media pun lagi-lagi heboh. Hah! Yang benar saja, padahal aku, Siwon Oppa serta orang-orang dalam yang tau tentang kehamilanku sudah menutup rapat-rapat soal kapan aku melahirkan dan lain-lain, tetapi tetap saja para media tau. Mungkin kalian bingung, kok bisa aku dikenal media Amerika dan mereka heboh. Itu semua karena perusahaan Siwon Oppa sangat besar di Amerika dan aku juga lumayan dikenal sebagai model disini. Dan oh aku lupa memberitahu kepada kalian kalau aku mempunyai usahaku sendiri yaitu Callistha Crown House dan Im Cosmetic. Callistha Crown House sangat terkenal sampai keluar macanegara. Kalau Im Cosmetic memang sering dipakai artis-artis Amerika jadi ya begitulah.

Kami belum kembali menetap di Korea setelah Minho anakku lahir. Hmm.. kita tetap berkunjung ke Korea 2 kali dalam sebulan dan pernah tinggal di Korea selama 3 bulan berturut-turut karena aku menerima job mini drama.

Kalau aku harus menceritakan tentang anak pertamaku, Choi Minho, hal pertama yang aku akan katakan adalah dirinya sangat pengertian dan penyayang. Dirinya selalu mengerti kalau baik Siwon Oppa dan diriku adalah orang terkenal jadi kemanapun kita dirinya harus tahan akan silauan kamera yang mengikuti kami. Awalnya mungkin dirinya tak biasa, karena baru berumur satu tahun saja banyak yang sudah menyukainya bahkan ada yang mau anakku jadi model produk mereka.

Sekitar 3 tahun setelahnya aku kembali melahirkan seorang anak laki-laki yang kita namai Choi Suho atau Alexander Choi, nama amerikanya. Sama seperti sewaktu kakaknya lahir, kelahirannya juga menghebokan dan tetap saja banyak yang memintaku untuk mengizinkan kedua anakku menjadi model dan lain-lain. Tetapi aku menolak, mereka masih terlalu kecil untuk itu. Siwon Oppa pun tidak begitu setuju meskipun dia memberikanku hak untuk mengambil keputusan soal itu. Apa lagi ya, ah, Minho sangat senang ketika dirinya memiliki adik, apalagi adik laki-laki. Aku juga senang saja, mereka adalah anak-anak yang baik. Ya kalau bertengkar sudah wajar bukan. Haha.

Siwon Oppa adalah sosok ayah yang baik, bahkan dirinya lebih sabar dari diriku. Siwon Oppa juga selalu menuruti kemauan mereka, katanya untuk apa dia punya perusahaan besar yang menghasilkan uang yang lebih dari cukup tapi tidak membelikan apa yang anaknya mau. Well, aku lumayan setuju.. tetapi kadang sedikit berlebihan.

Di kehamilanku yang ketiga, aku diam-diam berharap kalau anakku kali ini akan perempuan. Tetapi tidak apa-apa juga kalau Tuhan berkehendak lain. Bukan hanya aku, aku tau Siwon oppa juga berharap hal yang serupa tetapi dirinya tidak pernah memaksa atau meributkan soal itu karena mungkin tidak mau menyinggungku. Dan, aku bersyukur, keluargaku dan keluarga Siwon Oppa juga tidak pernah meributkan soal itu.

Dan Tuhan tidak menjawab doaku.. aku kembali diberi seorang anak laki-laki olehnya yang kita namain Choi Donghae atau Dave Choi. Aku tidak membencinya tetapi sempat sedih karena aku ingin anak perempuan. Siwon Oppa yang tau aku merasa sedih, saat itu terus menerus menyemangatiku. Dirinya berkata tidak apa-apa karena berarti dengan begitu dirinya tidak perlu menjaga lebih dari satu wanita. Aku tau dia juga ingin anak perempuan tetapi dirinya berusaha menyenangkanku saja. Aku bersyukur mempunyai suami seperti dirinya. Sangat.

Setelah melahirkan Donghae, Siwon Oppa mengusulkan agar aku mengikuti program agar tidak hamil lagi(?) Bukan karena dirinya tidak mau menambah lagi atau takut mempunyai anak laki-laki yang lebih banyak. Dia melakukan itu agar aku bisa fokus dengan ketiga anakku yang masih kecil, jarak umur mereka dengan saudara diatasnya hanya 3 tahun. Tetapi kembali lagi semuanya dia serahkan kepadaku. Dan aku pun setuju. Satu hal lagi, kami pun memutuskan untuk terus menetap di Amerika saja.

Hidup dengan suami yang sempurna bagiku dan anak-anak yang baik membuatku bahagia. Kami sering pergi ke negara lain untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama. Kami juga tetap pulang ke Korea untuk mengunjungi keluargaku dan keluarga Siwon Oppa.

Lalu, sekitar 5 tahun setelah aku melahirkan Donghae, aku berencana untuk menambah anak dan pergi berkonsultasi ke dokter dokter. Aku ingin anak perempuan, aku ingin seperti Yuri unnie yang bisa pergi ke salon dengan anak perempuannya dan melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan perempuan. Aku tidak masalah soal shopping, karena aku dan ketiga anak laki-lakiku memang sering pergi berbelanja bersama. Apalagi Choi Minho dan Choi Suho, mereka berdua sering sekali menemaniku berbelanja karena ingin menguras uangku juga(?) Tidak aku becanda. Mereka berdua menemaniku sekaligus membeli barang mereka karena mereka berdua mulai dikenal publik dan adalah model.

Dan hasilnya aku pun kembali hamil dan memberi adik perempuan untuk para anak laki-lakiku. Saat itu Minho sudah berusia 12 tahun, Suho berusia 9 tahun dan Donghae berusia 6 tahun. Siwon Oppa juga terlihat sangat senang begitupun diriku. Aku rasanya seperti berhasil memberi sesuatu yang special untuk suamiku. Ya at least, penantian dan kesabaranku selama bertahun-tahun menunda memiliki anak membuahkan hasil bukan hahaha.

Sebenarnya, aku awalnya sempat takut ketika memikirkan bagaimana reaksi anak-anakku apalagi Minho karena dirinya sudah lumayan besar. Aku takut mereka bertiga akan berpikir bahwa aku dan Siwon Oppa akan lebih memperhatikan dan menyanyangi Lauren, adik perempuannya karena Lauren adalah satu-satunya saudara perempuan yang mereka miliki. Tetapi semua dugaanku salah, malah mereka bertiga sangat menyambut kepulangan Lauren dari rumah sakit waktu itu. Mereka juga membantuku menjaganya karena Siwon Oppa tidak mau tangan orang lain yang merawat anak perempuannya sampai Lauren berumur 1 tahun. Akupun vakum dari dunia entertainment untuk pertama kalinya karena sebelumnya ketika melahirkan anak laki-laki, aku hanya beristirahan beberapa bulan saja. Tentunya berbulan-bulan dan selama setahun berbeda. Sampai-sampai aku juga menolak untuk menjadi model utama dalam fashion show yang digelar oleh Chanel dan Marc Jacob.

Siwon Oppa juga mengurangi waktunya di kantor.. dirinya mengerjakan segalanya di rumah. Jadi kami berenam benar-benar berkesempatan menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Bukan berarti Siwon Oppa tidak menyayangi anak laki-lakinya makanya dirinya tidak bertindak seperti ini saat mereka lahir, bukan.. bukan seperti itu ok. Kalian tidak tau saja bagaimana senangnya dirinya tiap kali kita memilki anak tidak peduli itu anak pertama atau kedua atau ketiga atau keempat. Kegembiraan yang terpancar diwajahnya selalu sama. Menurutku, dirinya bertindak agak berlebihan seperti ini saat Lauren lahir karena Lauren merupakan putri pertama yang dimilikinya. Sebenarnya sih, ini hampir sama seperti ketika Minho lahir.. hanya saja Siwon Oppa mengizinkan orang lain membantuku merawat Minho setelah berusia 6 bulan lebih.

Kehidupanku setelah memiliki Lauren sedikit berubah. Siwon menjadi lebih protektif lagi menjaga kami. Bahkan kami tidak pernah lagi berlibur bersama keluar negara sebelum Lauren berumur satu tahun karena Siwon Oppa tidak ingin Lauren dipotret di umurnya yang masih segitu. Wajar sih. Jadi aku menuruti saja. Aku juga tidak pernah lagi keluar negeri sendiran karena aku harus menjaga Lauren 24 jam jadi aku mengontrol urusan bisnisku dari rumah lewat telepon ataupun email. Tahun itu secara khusus aku dan Lauren tidak pulang ketika ada acara keluarga hanya Siwon Oppa dan ketiga anak laki-lakiku yang mengunjungi keluarga di Korea. Mungkin ini terdengar terlalu berlebihan, seperti putri raja saja. Tetapi aku mengerti keadaannya. Kalian tidak tau saja bagaimana persaannya jika wartawan berhasil mengambil gambar anakmu.

Ketika Lauren sudah berumur 1 tahun lebih, semuanya berjalan seperti biasanya. Siwon Oppa dan aku kembali beraktivitas seperti biasa walaupun kami semakin sering menghabiskan waktu dirumah agar anak-anak kami tidak merasa kekurangan kasih sayang. Minho juga semakin dewasa, dia membantuku mengawasi dan memperhatikan adik-adiknya ketika aku dan Siwon Oppa tidak ada dirumah, walaupun sebenarnya kami mempunyai para maid dirumah yang menjaga mereka berempat.

Satu hal terakhir yang ingin ku ceritakan adalah sejak anak laki-lakiku semua bertambah, Siwon Oppa menjadi lebih tegas kepada mereka terutama kepada Minho dan Suho yang masuk ke dunia entertainment, Siwon Oppa takut mereka akan terpengaruh hal-hal yang buruk karena masuk ke dalam dunia entertainment. Well, tidak semuanya buruk pastinya. Tetapi sebagai seorang ayah yang menyanyangi anak-anaknya, dirinya sedikit protektif terhadap kegiatan mereka. Bahkan jika Minho dan Suho ditawari pekerjaan, akan dievaluasi oleh manager mereka dulu lalu manager keluarga kami. Rumit sih, tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin kami melarang mereka bekerja di dunia entertainment sedangkan itulah hobby mereka. Tapi kami juga tidak ingin mereka terpengaruh hal yang buruk jadi dengan cara inilah kami mengawasi mereka. Donghae hanya kami izinkan melakukan pemotretan, jika untuk shooting aku masih khawatir karena usianya baru 10 tahun. Lauren sih pasti tidak boleh karena Siwon Oppa sama sekali tidak mengizinkannya kecuali aku terlibat langsung dalam project yang sama dengan Lauren.

Itu saja tentang keluargaku. Oh ya, jika kalian penasaran dan bertanya tentang apakah aku ingin menambah anak lagi. Jawabannya tidak lagi ok.

Flashback OFF

Right now (Minho : 16 tahun, Suho : 13 tahun, Donghae : 10 tahun, Lauren : 4 tahun)

Still Yoona POV

Hari ini, aku, Siwon Oppa dan keempat anakku akan pergi ke Korea untuk menghadiri acara keluargaku sekaligus ikut merayakan ulang tahun anak kedua Seolung Oppa dan Yuri unnie yang bernama Im Seohyun. Usianya 3 tahun diatas Lauren tetapi mereka sangat akrab karena hanya mereka berdualah yang ber-gender dikeluargaku. Seohyun mempuyai 2 kakak laki-laki, yang pertama berusia 17 tahun bernama Im Yesung dan yang kedua berusia 11 tahun bernama Im Yeol. Maka jika mereka berdua dan ketiga anak laki-lakiku bertemu dan berjalan-jalan, sudahlah para yeoja biasanya akan meminta foto mereka dan sebagainya.

Kembali ke topik awal. Aku bangun jam 7 pagi ketika mendengar alarm disamping tempat tidurku berbunyi. Setelah mematikan alarm itu, aku menoleh ke arah Siwon Oppa. Oh, suamiku masih tertidur. Aku pun langsung mencium kedua pipi dan mengecup pelan bibirnya sebelum turun dari tempat tidur untuk bersiap-siap karena aku mempunyai 2 anak (Donghae dan Lauren) yang harus kuurus juga nanti. Loh bagaiman dengan Minho dan Suho? Ah.. mereka berdua sudah dapat mengurus diri sendiri apalagi ini hanya untuk ke Korea dan untuk urusan keluarga, mereka sudah tau apa yang harus mereka bawa dan perlukan apalagi ada para maid yang dapat membantu mereka. Minho sendiri sudah tau banyak tentang fashion karena sejak kecil kami terutama Siwon Oppa sudah mengajarinya. Karena suka atau tidak suka, cepat atau lambat dia memang harus tau tentang fashion karena kemanapun dia pergi, orang-orang pasti akan menilai penampilannya tidak peduli wajahnya tampan atau tidak. Bukan mau sok fashionista atau bagaiman.. tetapi karena keluarga kami dari dulu disorot mau tak mau kami harus memperhatikan penampilan kami bukan. Terserah kalian mau berpendapat kalau aku terlalu sok kaya atau bagaimana, tapi inilah gaya hidup kami. Jangan terkejut jika tau kami tiap minggu selalu belanja barang fashion karena begitulah kami. Maklumi saja ok.

Setelah membersihkan diriku dan mengecheck kembali apakah barang-barang yang harus kubawa sudah ada di dalam koperku, aku pun membangunkan Siwon Oppa yang belum juga bangun. Aku duduk di samping tempat tidur bagian Siwon Oppa tidur. Memanggilnya beberapa kali sambil mengelus kepalanya seperti yang biasa kulakukan tetapi kali ini entah kenapa tidak berhasil membuatnya terbangun. Aku kembali memanggil “Oppa, bangunlah. Kita harus pergi hari ini Oppa.”

Mungkin sebelumnya aku salah ketika aku berkata aku masih harus mengurus dua anak. Oh aku keliru.. masih ada satu bayi besar yang manjanya sama seperti putri tercintanya yang harus kuurus juga.

Aku terus memanggil tetapi dirinya tetap tidak terbangun. Jadi kuputuskan untuk membangunkan anak-anakku dulu saja, akan jauh lebih mudah membangunkan mereka daripada membangunkan bayi besar tercintaku. Sebelum berjalan ke arah pintu kamar untuk keluar, aku mengecheck ponselku yang kupakai untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman dahulu, mau melihat apakah ada hal yang penting.

Aku membuka beberapa pesan masuk yang belum kubuka. Satu dari Omma dan ada satu dari Yuri unnie. Omma berpesan kepadaku kalau dirinya sudah mengirim sebuah limosine ke bandara untuk menjemput kami jadi aku tidak usah menyuruh suruhanku untuk mengirim mobil ke bandara lagi. Lalu aku membuka pesan dari Yuri unnie, jarang-jarang dirinya mengirimkanku pesan. Biasanya dia akan melakukan video call ataupun meneleponku langsung. Aku membaca pesan darinya yang isinya adalah “Hello auntie, ingat datang ke ulang tahunku dan jangan lupa bawa Lauren ok? Beri aku hadiah juga ok. Bye, safe flight auntie.”

Ah pesan dari Seohyun, keponakanku. Aku pun membalasnya “Ok Seohyun.. auntie akan membeli hadiah untukmu dan tentunya Lauren akan ikut juga. Bye. Thankyou sayang.”

Setelah menjawab pesannya, aku langsung menaruh ponselku kembali ke meja dan baru saja aku mau membuka pintu kamar kami, pintunya sudah terbuka terlebih dahulu. Aku sedikit terkejut karenanya. Ketika kulihat siapa yang membuka pintu kamar kami, aku mendapati Lauren yang sedang memegang baby alivenya dengan mata tertutup berdiri di depan pintu. Ah, ekspresinya menggemaskan sekali ditambah lagi dirinya memakai baju yang sama dengan bonekanya.

Aku langsung berjalan kearahnya lalu mengendongnya. Tanpa kuduga, dirinya mencium pipiku lalu berkata “Mornin Mommy. Love you.”

Aku mencium bibirnya sebentar lalu berkata “Morning baby girl. Love you too. Oh ya, kau mau membantu Mom?”

Lauren mengangguk senang.

Aku pun berbisik “Help Mommy to wake your daddy up okay?”

Lauren kembali mengangguk.

Setelah itu dirinya langsung turun dari gendonganku dan berlari menuju tempat tidur yang masih ada Siwon Oppa diatasnya.

Aku yang tadinya berniat meninggalkan kamar yang didalamnya ada seorang putri cantik yang sedang berusaha membangunkan raja yang sedang tertidur lelap. Tetepi niatku tidak kulakukan, aku malah asik menonton bagaimana dan apakah putriku itu berhasil membangunkan suamiku tercinta.

Aku dapat mendengar suara Lauren berkata “Daddy.. daddy wake up.” Tetapi tetap saja Siwon tidak bereaksi sedikitpun. Oh iya jika kalian bingung mengapa anak-anakku terutama Lauren dan Donghae sering memakai bahasa inggris daripada bahasa Korea, jawabannya adalah karena mereka berdua belum begitu sering berkunjung ke Korea. Maksudku mereka berdua hanya menetap beberapa hari atau seminggu belum pernah beberapa bulan, jadi tidak begitu biasa berbahasa Korea padahal mereka ngerti dan bisa memahami bahasa Korea.

Lauren kembali bersuara dengan mengeluarkan kata-kata yang sama seperti tadi namun kali ini disertai dengan sebuah kecupan di pipi kanan Siwon. Ku kira suamiku akan bangun kali ini. Tapi entah kenapa dirinya masih betah tidur disana. Apakah ciuman dariku dan dari Lauren tidak cukup manjur untuk membangunkan Raja yang tertidur? Yang benar saja.. jika begitu jangan coba-coba meminta ciuman dariku lagi.

10 menit sudah berlalu begitu saja tetapi Siwon Oppa masih saja tidak bangun. Lauren pun kelihatan sudah lelah. Dirinya berahli ke ruang sekatan dari kamar kami, duduk lalu membuka televisi yang ada disana menonton cartoon pagi hari favoritenya, Mickey Mouse.

Aku tidak bisa membiarkan Siwon Oppa tidur lebih lama lagi jadi aku berpikir cara apa yang harus kulakukan agar dirinya bangun secepatnya. And, good idea.

Aku berjalan ke arah Siwon Oppa lalu berkata agak keras “Oppa bangun! Lauren saja sudah bangun Oppa.”

Tetapi tidak ada respon dari suamiku ini. Menyebalkan.

Aku kembali bersuara lagi “Oppa. Jika kau tak bangun sekarang kau akan aku tinggal sendiri di New York. Aku dan keempat anak kita akan pergi ke Korea. Dan ketika kita kembali nanti, jangan pernah berharap kau dapat menciumku ataupun sebaliknya dan kau ti–”

Ucapanku terputus karena ciuman di bibiku dari seseorang, siapa lagi yang berani menciumku seperti ini selain Choi Siwon dan anak-anakku. Ketika ciuman kami lepas, Siwon Oppa langsung berkata “Aku sudah bangun ok? Jadi tarik semua perkataanmu kembali ya sayang.”

Aku mendengus kasar. Dasar giliran soal ini saja kau langsung bangun. Setelah itu, aku mencium kedua belah pipinya lalu keluar dari kamar kita untuk membangunkan para anak laki-laki tampanku setelah memberitahu Siwon Oppa jika Lauren ada diruang sekatan sebelah sedang menonton. Aku tidak tau apa yang akan dilakukan mereka berdua setelah aku keluar. Mungkin bermain atau melakukan sejenis cuddling antara ayah dan anak? No negative thinking please. Sudah biasa mereka berdua melakukan cuddling atau sejenisnya karena Siwon Oppa memang suka melakukan itu kepadaku dan Lauren saja. Kepada anak laki-laki dia paling hanya memeluk mereka atau mencium pipi mereka saja. Intinya, Lauren memang sangat dekat dengan Siwon Oppa walaupun Lauren juga dekat denganku tetapi tetap saja terlihat dan kami semua tau siapa yang paling dekat dengan Siwon Oppa diantara mereka berempat. Sedikit bocoran ok, bagiku dan Siwon Oppa, Minho adalah anak kebanggaan kami. Jadi maksudmu anakmu yang lain tidak membanggakan? Bukan begitu.. maksudku aku tau Minho selalu menjadi kebangga tersendiri bagiku, bukan karena dirinya mempunyai karir yang bagus atau wajah yang tampan, hanya saja aku tau bagaimana pun Minho akan selalu menjadi anak kebanggaanku. Semoga kalian mengerti ok. Yang paling dekat denganku sih Suho bahkan Suho mempunyai bakat yang sama dengaku yaitu singing. Entahlah bukan aku tidak mau dekat dengan yang lain tetapi semuanya otomatis saja seperti Siwon Oppa yang lebih dekat dengan Lauren. Tapi jangan berpikir aneh-aneh ya, aku dan Siwon Oppa sayang kepada semuanya tanpa beda. Hmm, kalau Donghae.. Donghae menjadi kesayangan semuanya. Minho, Suho bahkan Lauren sangat menyukai Donghae karena kepolosannya dan humorisnya. Lauren juga lebih dekat dengan Donghae daripada Minho dan Suho karena Donghaelah yang lebih sering berada dirumah bermain dengannya daripada Minho yang sudah remaja dan Suho yang juga sering beraktivitas diluar. Kalau Siwon Oppa sudah pasti paling dekat dengan Lauren tapi menurutku Siwon Oppa paling dekat dengan Donghae dibanding Minho dan Suho karena Donghae yang paling sering ikut dengan Siwon Oppa berolahraga, mungkin juga karena Minho dan Suho sudah bisa pergi sendiri tanpa menunggu Siwon Oppa jadi ya begitu. Well.. you better keep it as a secret.

Aku berharap ocehanku dapat dimengerti kalian semua, haha.

Aku baru akan membuka pintu kamar Minho tetapi tidak jadi karena didalam sudah ada yang membukanya. Minho lah yang membukanya. Ketika dirinya melihatku didepan pintu kamarnya, dirinya langsung berkata “Hey, morning Mom. Love you.” Mungkin kalian sedikit bingung, mengapa setiap ucapan selamat pagi atau sapaan yang keluar dari mulut kami selalu ada kata ‘I love you’ itu semua karena karena Siwon Oppa yang melatih mereka untuk begitu. Lupakan sajalah wkwk.

Kami berpelukan erat lalu Minho berbisik kepadaku “Mom I will cook for you.” (Mom, aku akan memasak untukmu)

Aku mencium pipinya lalu berkata “Thankyou baby.”

Aku lalu bertanya “Apa kau sudah mengecheck semua barangmu? Cause I’m busy now.”

Minho menjawab “Tidak usah khawatir soal itu Mom.”

Aku tersenyum lalu kembali berkata “Yasudah.. Mom mau membangunkan Suho dan Donghae dulu. Jika nanti sarapannya sudah selesai, tolong kau suruh Daddy, Suho dan Lauren turun untuk makan karena Mom mau memandikan Donghae nanti.”

Minho langsung menjawab “Ok Mom. Tenang saja.” Dirinya lalu mencium pipiku lalu turun ke lantai bawah.

Setelah itu aku pun langsung berjalan ke arah kamar Suho, ketika aku masuk, dirinya masih tertidur. Aku pun duduk disamping tempat tidurnya dan mengelus rambutnya dengan lembut. Aku cukup bersuara “Suho, dear, wake up love.” dua kali… dirinya sudah terbangun. Wow, lebih gampang membangunkan anakku daripada suamiku sendiri.

Ketika dirinya sudah terbangun dan duduk, aku langsung menerima pelukkan darinya yang disertai dengan ucapan manis darinya “Good Morning my beautiful mom. Love you so much xx.”

Aku tersenyum, bahagia dan bersyukur diwaktu yang sama. Tuhan sungguh terlalu baik kepadaku sampai-sampai bukan hanya diberi suami yang baik namun aku diberi plus lagi yaitu 3 laki-laki yang sama baiknya dalam hidupku.

Aku menjawab “Mommy loves you too, my sweet boy.”

Lalu, dirinya mencium pipiku dan aku juga melakukan hal yang serupa kepada anakku dan aku kembali bersuara “Sekarang kau mandi. Mom harus mengurus Donghae dulu lalu Lauren. Oh ya, sehabis mandi, turunlah ke bawah disana sudah ada Minho Oppa dan suruh maidmu mengangkat koper-kopermu ini kebawah. Love you.”

Dia mengangguk tanda mengerti lalu kembali mencium pipiku dan pergi ke kamar mandi setelah mengambil handuk dari tempatnya.

Next, aku masuk ke kamar Donghae dan membangunkannya. Hanya dengan memanggil “Sayang.. bangun. Nanti kau ditinggal jika kau tidak bangun sekarang.”

Donghae langsung terbangun dan dengan suaranya yang sedikit serak dirinya memanggiku “Mom.. aku mau minum.”

Aku yang tadinya duduk disamping tempat tidurnya pun berdiri dan mengambil gelas bergambar Iron Man di dekat meja belajarnya. Setelah meminum air dalam gelas itu sampai habis, Donghae mencium kedua pipiku lalu dahiku dan menyapaku “Morning Mommy. I love you and thankyou.”

Aku membalas mencium kedua pipinya lalu mengecup bibirnya singkat dan kami pun masuk ke kamar mandinya. Aku menyuruhnya melepaskan pakaiannya dan menggosok gigi sambil menungguku menyiapkan air sabun di bath upnya.

Setelah Donghae sudah kumandikan, aku pun keluar dari kamar mandinya setelah mencium pipinya. Setelah berada di luar kamar mandi aku bersuara “Donghae, Mom akan taruh baju yang harus kau pakai nanti di atas tempat tidurmu. Setelah memakai, kau langsung turun ya sayang. Everyone are eating now, maybe.”

Donghae membalasku dengan suaranya yang keras, mungkin takut aku tidak mendengar jawabannya “Ok Mommy. Thankyou. Love you.”

Setelah itu akupun memilihkan bajunya lalu menaruh pakaiannya di tempat tidur kemudian turun ke lantai bawah untuk memakam sarapan yang sudah dibuatkan putra sulungku Minho, sebelum aku mengurus Lauren yang aku tau akan memakan waktu yang cukup banyak.

Mungkin kalian bertanya-tanya.. ‘Bukannya keluargamu mempunyai banyak maid? Jadi mengapa harus kau yang mengurus semuanya sendiri?’

Memang aku punya banyak maid dirumah yang mengerjakan pekerjaan rumah.. bahkan merekapun menjaga anak-anakku ketika baik Siwon Oppa atau aku punya pekerjaan diluar negeri. Tapi tidak jika ada Siwon Oppa atau aku dirumah.. kami berdua sebisa mungkin yang akan mengurus anak-anak kami dan para maid mengerjakan pekerjaan rumah mereka masing-masing. Lagipula, Minho dan Suho sudah bisa mengurus diri sendiri dengan baik.. hanya Donghae dan Laurenlah yang biasa masih harus kita urus secara detail. But it is every parents’ job right.

Beberapa menit kemudian, Donghae sudah bergabung di meja makan. Seperti biasa, suasana makan pagi kami tidak pernah bisa sunyi, pasti ada obrolan, candaan ataupun gumaman-gumaman lucu dari Lauren. Katakanlah aku terlalu narsis atau apapun itu, tapi Siwon Oppa dan aku tetap bermesraan meskipun ada anak-anak di meja makan yang mungkin, ah tidak, pasti mereka melihatnya. Aku pernah memberitahu Siwon Oppa untuk tidak lagi mencium atau melakukan hal-hal aneh di depan anak-anak, apalagi Lauren. Tapi dirinya malah menjawab “Tidak bisa, kau kan milikku sayang jadi terserahku mau melakukan apa denganmu. Lagipula apa masalahnya jika anak-anak melihat? Bukannya mereka harusnya senang melihat orang tuanya bermesraan?” Jika dia sudah berkata begitu, aku sudah malas membantah lagi. Biarlah dirinya menang saja.

Meninggalkan para laki-laki yang belum selesai menikmati sarapan mereka, aku menggendong Lauren turun dari kursi khususnya untuk membawanya keatas dan merias dirinya.

Aku sudah akan menggandeng tangannya untuk menuntunnya, tapi dirinya malah berjalan ke arah Siwon. Siwon terlihat agak bingung dan memberi tatapan ‘ada apa dengannya?’ tetapi aku hanya bisa menggelengkan kepalaku tanda tidak tau.

Siwon pun mengangkat putri tercintanya ke pangkuannya lalu mencium kedua pipinya yang membuat Lauren terkekeh senang. Aish, kalau sudah melihat kedekatan Choi Siwon dan Choi Lauren mungkin kalian kadang akan merasa lebih cemburu daripada ketika melihat Choi Siwon bermesraan dengan Choi Yoona.

Siwon Oppa bertanya “What happened baby?”

Lauren menjawab “I want a kiss from Daddy before I go to bath with Mommy.”

Kulihat Minho, Suho dan Donghae memutar mata mereka. Mungkin mereka mengira ada masalah apa ternyata hanya karena ciuman. Oh God. Haha.

Siwon Oppa melihatku sejenak lalu mencium kedua pipi Lauren dan puncak kepalanya.

Aku yang melihat Siwon Oppa sudah menciumnya langsung berkata “Sudah kan sayang. Ayo mandi, nanti akam semakin lama berangkatnya.”

Lauren menggelengkan kepalanya.

Aku kembali bersuara “Apa lagi sayang?”

Lauren menunjuk bibirnya. Oh! She wants a kiss at her mouth. Tau saja Daddynya ahli dalam hal itu. Yoona, apa sih yang kau bicarakan?

Siwon Oppa pun tertawa dan mengecup bibir Lauren singkat.

Akupun dengan cepat mengangkat Lauren supaya waktu yang kami habiskan tidak semakin lama.

Lauren memintaku untuk menggendongnya. Aku pun melakukannya. Baru saja aku akan mulai berjalan, aku merasakan kecupan di pipi kananku dan pelukan dipingangku dalam waktu yang bersamaan.

Saat mau berbalik ke belakang untuk melihat siapa orangnya, suara bisikkan Siwon Oppa sudah terdengar di telingaku “Kau mau ciuman di mulut juga tidak seperti yang Lauren minta tadi? Atau mau yang lebih dari itu mungkin sayang?”

Aku langsung berkata “Tidak. Tidak. Aku harus mengurus Lauren dulu.. kita bisa semakin lama berangkatnya nanti Oppa.”

Siwon Oppa menjawab “Siapa yang peduli? Kita kan menggunakan pesawat pribadi sayang.. jadi sudahlah tidak usah banyak alasan.”

Aku pun menggeleng dan dengan cepat menginjak kaki Siwon Oppa dan langsung berjalan cepat keatas lalu masuk ke kamar Lauren.

——-

Author POV

Sesampainya di bandara, mereka tidak langsung turun dari mobil karena para bodyguard harus mengamankan kondisi diluar dulu. Didalam mobil, Siwon pun mengingatkan Donghae untuk memegang tangan Yoona, Minho atau Suho dan jika dirinya merasa terganggu flashlight dari kamera-kamera, tutuplah wajahnya dengan tangan atau memakai kacamatanya sedangkan Lauren, dirinya akan tetap berada di gendongan Siwon. Tidak ada perintah khusus untuk Minho ataupun Suho karena mereka berdua sudah sangat terbiasa dengan kondisi seperti sekarang.

Ketika manager keluarga Choi memberi tanda untuk turun, mereka satu persatu pun turun dari mobil. Minho dan Suho turun dan menuju bagasi mobil untuk mengambil bagpack mereka. Suho juga mengambil skateboardnya. Donghae hanya berdiri dengan Yoona disampingnya menunggu backpacknya yang akan diberikan Minho. Siwon menggendong erat Lauren, Lauren pun otomatis menenggelamkan wajahnya di pundak Siwon dan menutup kepalanya dengan bonekanya. Sisa koper mereka dibawa oleh bodyguard mereka.

Banyak fans juga menunggu mereka di airport sehingga menimbulkan teriakan-teriakan yang sedikit heboh. Para paparazzi pun tidak hentinya mengikuti keluarga Choi ini sampai kedalam bandara. Yang lebih mengesalkan adalah mereka memotret sambil bertanya pertanyaan-pertanyaan aneh. Yoona yang kebetulan memakai heels lebih tinggi dari biasanya sedikit waspada ketika para paparazzi mengelilinginya. Untung saja Yoona melihat Minho berada samping kirinya jadi Yoona langsung memegang lengan Minho. Minho yang baru tersadar jika Mommynya sedikit tidak nyaman dengan paparazzi yang mengelilingi mereka, sedikit mengusir mereka sambil menuntut Mommy agar tidak jatuh. Gila saja jika seorang model Callistha / Yoona jatuh dibandara. Akan jadi apa besoknya. Guys, ini baru aiport LA belum airport Korea, bayangkanlah saja bagaimana nantinya jika sudah di Korea.

Setelah Yoona memastikan anak-anaknya duduk dengan benar di tempatnya masing-masing, Yoona pun mencium pipi mereka satu persatu. Yoona juga berpesan pada pramugari pesawat private mereka ini untuk mengeluarkan makanan yang dibawanya jika anaknya meminta makanan. Ya, Yoona menyiapkan makanan untuk anak-anaknya jika mereka lapar. Walaupun ini pesawat private mereka, Yoona tetap mau memastikan kalau anaknya memakan makanan yang pasti sehat dan bersih.

Kemudian Yoona berjalan ke arah tempat duduknya sendiri. Sewaktu baru saja mau duduk, Lauren yang sedang ada dipangkuan Siwon meminta Yoona menggendongnya. Yoona sempat bingung sejenak, biasanya Lauren putrinya itu lebih memilih lengket dengan Siwon jika Siwon ada disekitarnya daripada dengan Yoona.

Yoona pun dengan senang hati mengangkat Lauren dan memangku Lauren. Yoona kira Lauren pasti sebentar lagi akan meminta dipidahkan kembali ke Siwon tetapi nyatanya sekarang Lauren meminta buku gambarnya dan menggambar gambar pakaian-pakaian. Ah, Lauren tau keahlian Mommynya. Setelah mewarnai gambarnya, Lauren pun bersuara “Mommy. Bagus tidak?”

Yoona tersenyum dan mengecup puncak kepala Lauren “Sure. Kau mau jadi designer juga ya?”

Lauren menggeleng.

Yoona pun bertanya “Jadi kau mau jadi apa sewaktu besar nanti?”

Lauren langsung menjawab “Aku mau jadi seperti Mommy.”

Siwon yang mendengar perkataan Lauren dengan cepat bertanya “Kenapa mau seperti Mommy? Nanti kau tambah cerewet sayang.”

Yoona langsung berseru “Enak saja Oppa! Yasudah kalau kau tak suka memiliki istri ceweret, cari saja yang baru. Walaupun sebenarnya aku tidak cerewet sih..”

Siwon tertawa. Yoona yang melihatnya semakin kesal, jadi Yoona bersuara lebih keras sedikit “Minho, Suho, Donghae. Dengar.. Mulai besok Mommy tidak akan menjadi Mommy kalian lagi karena Daddy akan mencari Mommy baru yang tidak cerewet untuk kalian termasuk Lauren.”

Minho lah yang pertama menjawab “Are you serious Dad? DON’T JOKE!”

Siwon terbengong melihat Minho bisa memerintahnya seperti itu. Baru saja Siwon mau menjawab, Suho sudah bersuara “Aku mau ikut Mommy. Aku tidak mau Mommy yang baru. You are the best Mom!”

Dan Donghae, dirinya sempat bingung sendiri. Dalam pikirannya, dirinya bertanya “benarkah?” tetapi setelah itu, Donghae bersuara juga “Iya aku mau ikut Mommy saja.”

Yoona tertawa lebar sambil memberi ekspresi “Lihatlah, anak-anakmu banyak memilih diriku dibanding dirimu Oppa.”

Siwon terdiam sejenak, tetapi tidak lama setelah itu.. Siwon kembali bersuara, dirinya berkata “Kalian bertiga memilih Mommy kan, tidak masalah. Daddy masih mempunyai Lauren. Benar kan Lauren sayang? Kau pasti memilih Daddy daripada Mommy kan?”

Yoona mendesah sekaligus terkekeh. Ya ampun, suaminya kadang memang kekanak-kanakkan. Yoona juga tau, mana mungkin Siwon akan membiarkan dirinya pergi begitu saja dari hidupnya secara cinta Siwon untuk Yoona sangatlah besar.

Lauren yang tadinya ditanya oleh Siwon terlihat berpikir. Dirinya melihat bolak-balik dari Daddy ke Mommynya. Lauren terlihat bingung mau memilih siapa. Haha. Yang benar saja, mana ada seorang anak kecil mau dipisahkan dari ayah ataupun ibunya sendiri.

TBC

Finally bisa post FF ini. Banyak banget yang surh post FF ini secepatnya. So this is it.

BANTU SHARE , LIKES AND COMMENT YA GUYS. Thankyou. Xx.

Advertisements

[Chapters] Together (Chapter 1)

Title : Together (Chapter 1)

Cast : Siwon, Yoona and some Super Generation members

Hi readers! Author bisa posting ini karena tiba-tiba dapat inspirasi walaupun lagi liburan. So hope you guys enjoy!

Buat para pembaca yang ga pernah comment, siap-siap ya.. karena lanjutan dari FF ini kemungkinan di protect .
Aku mau kasih tau dulu, semua cerita disini murni imajinasiku, jadi jika ada yang tidak suka dengan pairingku, tidak usah dibaca tidak masalah.
Happy Reading

Siwon POV

Sebelumnya, mari kita berkenalan dulu. Aku adalah Choi Siwon, salah satu anggota ataupun member dari boy group Korea Selatan yang bernama Super Junior. Aku yakin banyak dari kalian yang mengenal group kami, jadi kurasa aku tidak harus menceritakannya lagi bukan?

Super Junior telah merilis album tahun ini. Jadi, setelah promosi album dan mengikuti event-event group yang berhubungan dengan comeback kami tahun ini, kami semua melanjutkan aktivitas kami menurut jadwal individual kami masing-masing. Seperti Leeteuk hyung, Heechul hyung, Shindong Hyung dan Kangin Hyung yang menjadi MC di berbagai variety show atau acara-acara. Eunhyuk dan Donghae yang menjalankan tour unit D&E mereka. Sungmin hyung dengan aktivitas musikalnya. Ryewook menjadi DJ Sukira seperti biasanya dan Kyuhyun seperti biasa menjadi pembawa acara Radio Star dan juga bernyanyi sebagai soloist. Dan aku? Aku shooting drama dan juga akan mulai mengikuti satu variety show, tapi kami baru akan mengadakan meeting untuk variety show tersebut, mungkin membahas tentang kegiatannya dan juga untuk mendekatkan kami dengan anggota-anggota lainnya. Mungkin saja bukan? Karena sejujurnya aku pun belum tau secara jelas tentang variety show ini. Yang aku tau hanya ada… dia. ya, dia. Dia yang membuatku akhirnya dengan senang hati menerima tawaran variety show ini.

Dan sekarang aku sudah sampai di lokasi shootingku untuk melanjutkan shooting dramaku yang tinggal beberapa episode lagi akan tamat. Ah, aku sudah tak sabar untuk bertemu dirinya. Memikirkannya saja aku sudah merasa bahagia, apalagi bertemu nanti. Entahlah, padahal kami berdua sudah bersama sejak lahir kata Ommaku. Siapa yang dapat menduga ternyata orang tua kami berteman baik sejak masa-masa Junior High School mereka. Karena itu, ‘katanya’ mereka mempunyai janji untuk menjodohkan anak mereka nanti, tentunya pria-wanita, bukan sesama jenis. Tetapi saat dia berumur 1 tahun, keluarganya pindah ke Amerika karena Appanya mau membuka cabang perusahaan disana. Karena itu, selama beberapa tahun aku hanya mengenalnya lewat cerita-cerita Appa dan Omma. Tapi, akhirnya kami dapat bertemu secara langsung untuk pertama kalinya, maksudku saat keadaan kami bukanlah bayi kecil lagi yaitu saat dia berumur 12 tahun dan aku berumur 15 tahun. Aku harus mengakui, pada kali pertama aku melihatnya datang ke acara perusahaan Appaku ditemani Appa dan Ommanya, aku sudah langsung mengangumi sosoknya. Setelah pertemuan itu, aku semakin sering bertemu dengannya karena orang tua kami sering berjanjian untuk bertemu entah keluargaku yang berkunjung ke rumahnya ataupun sebaliknya. Kadang-kadang keluarga kami pergi ke luar negeri bersama. Lama kelamaan kami makin akrab ditambah adanya Choi Jiwon, adik perempuanku yang suka menyuruh dirinya bermain dirumahku membuat kami semakin akrab lagi. Dirinya dan Jiwon hanya beda satu tahun jadi mereka sangatlah dekat dan cocok mungkin juga karena mereka sama-sama perempuan kan. Dan sewaktu mereka bermain, akulah yang akan menjadi seperti pembantu rumah tangga mereka, aku akan mengurus dan menjaga mereka. Ah, semuanya masih dapat kuingat dengan jelas.

Lamunanku terhenti ketika manager hyung memberitahuku aku sudah boleh turun, ya tentunya dengan staff-staffku yang telah lama bekerja denganku. Aku masih membutuhkan mereka untuk mengurus semua keperluanku di lokasi shooting. Lalu aku pun menyapa sutradara, para staff yang ikut dalam proses shooting ini.

Setelah itu, aku langsung berjalan dan masuk ke ruangan besar yang ada di ujung bangunan ini. Ya, aku mempunyai ruang khususku sendiri di lokasi shooting inti ini yang… hanya kubagi dengan seseorang yang sekarang sudah sangat kurindukan. Hahaha, aku yakin kalian semua sudah penasaran bukan siapa orang tersebut.

Ketika diriku masuk, aku langsung mencari orang yang telah kurindukan. Setauku, tadi managernya bilang mereka sudah sampai satu setengah jam yang lalu. Ya, sebenarnya, aku dan dia berjanji datang satu jam sebelum kami mulai shooting. Tapi, ternyata managerku lupa memberitahuku jika aku mempunyai pemotretan majalah Elle hari ini jadi akupun terpaksa membatalkan janji dengan seseorang itu. Dan yang lebih parah lagi ternyata dirinya sudah sampai dilokasi shooting ini setengah jam sebelum waktu yang kami sepakati. Hah, betapa buruknya diriku membiarkan dirinya menunggu selama ini. Aku tidak ragu lagi, dirinya pasti sedang kesal dan merajuk. Baiklah, kau harus siap menanggung resikonya Choi Siwon.

Aku masih belum dapat menemukan dirinya walaupun sudah mencari dirinya di berbagai sudut ruangan. Kuputusakan untuk bertanya pada make-up artist dirinya yang sedang duduk mengobrol dengan staff-staff milik seseorang yang kucari. Make up artist itu menjawab dengan menunjuk ujung ruang. Oh! Ternyata masih ada pintu kecil diruangan ini.

Aku membuka pintu kecil berwarna putih ini dan hal pertama yang kudengar adalah suara dirinya yang sedang menelepon. Kuputuskan untuk mendengar apa yang dia bicarakan dengan orang yang sedang menelepon dengan dirinya karena kebetulan saja, dia membuka loudspeaker.

Dirinya mulai berkata dengan kesal “Unnie! Aku sangat kesal sekarang. Bagaimana mungkin dia tega membatalkan janjinya denganku.”

Aku mendengar suara wanita diseberang sana menjawab “Sudahlah, kau harus mengerti dirinya punya banyak pekerjaan juga.” Dari suaranya, aku dapat mengenal siapa dirinya. Siapa lagi kalau bukan Yuri SNSD.

Seseorang yang kusayangi lalu membuka suara lagi “Hah. Terserah sajalah. Jika dia sudah tiba nanti, liat saja aku tidak akan mau berbicara dengan dirinya. Biar dia tau kalau ak–.”

Sewaktu mendengar itu, aku langsung bersuara “Biar dia tau apa?”

Seseorang itupun langsung berbalik melihatku dengan tatapan shocked yang terlihat lucu lalu berkata “Unnie, nanti aku baru meneleponmu lagi ya. Bye.”

Setelah menutup telepon genggamnya, dia langsung duduk di atas sofa di ruangan ini. Aku hanya tersenyum. Benarkan, dirinya merajuk.

Aku langsung mendatangi dirinya dan berjongkok di depannya. Kemudian aku menyapanya dengan “Hi”. Tapi dia hanya diam saja.

Aku membuka suara lagi “Hey.. ada apa? Jangan marah pada Oppa.”

Hening, masih tidak ada suara yang keluar dari mulut indahnya itu.

Aku memegang kedua tangannya yang berada diatas pahanya sebelum kembali berusaha dengan berkata “Hey wanita cantik tidak boleh marah. Jawab Oppa, apakah kau kesal karena Oppa? Hm?”

Dan ya, dia mengangguk kepalanya, ah lucu sekali.

Melihat anggukkannya, aku pun berkata “Maafkan Oppa. Biar Oppa jelaskan dulu. Ini bukan karena Oppa sengaja, ini karena manager hyung lupa memberitahu kalau ada pemotretan sebelum shooting drama ini.”

Dia akhirnya menjawab “Ya.. ya.. Oppa kan lebih mementingkan pekerjaan Oppa daripada diriku ini.”

Aku dengan cepat menjawab “Hey, kau yang terpenting bagi Oppa. Jangan berkata seperti itu. Oppa berjanji kejadian ini tidak akan terulang lagi. Jadi kau bisa maafkan Oppa kan?”

Dia pun kembali menjawab “Baiklah-baiklah. Aku maafkan Oppa.”

Aku langsung duduk disampingnya dan memeluk dirinya sambil berkata “Jadi kau masih ingin mendiamkan Oppa seperti yang kau beritahu kepada Yuri tadi?”.

Dia menjawab “Oh.. Oppa mau aku diamkan ya?”

Aku langsung menjawab “Tidak mungkin Oppa mau. Hah, ada-ada saja kau Yoong.”

Dan ya, mau tak mau aku harus mengaku pada kalian, kalau aku, Choi Siwon telah bertunangan dengan wanita tercantik idola para pria, siapa lagi kalau buka Im Yoona, yeojaku, nafasku, hidupku. Jadi bagi para pria, silahkan hilangkan harapan kalian untuk mendekatinya.

Setelah menjelaskan apa yang membuat Yoona kesal kepadaku, kami pun kembali seperti biasanya. Setelah mengunci ruangan kami, aku memangku Yoonaku. Kami menguci pintu bukan karena takut ketahuan bemesraan, tetapi karena tidak mau diganggu saja.

Yoonaku menceritakan banyak hal mulai dari konser SNSD yang akan diadakan tahun depan setelah beberapa dari member mereka vakum beberapa tahun yang lalu, comeback mereka yang mungkin akan dilakukan tahun depan juga, fanmeeting dirinya serta meminta pendapatku mengenai bagaimana jika Yoona merilis album solo tahun ini dan terakhir variety show yang diterimanya. Setelah itu dia berkata dia diberi waktu berlibur 1 minggu sebelum shooting filmnya dimulai lagi.

Setelah Yoona selesai menceritakan aktivitas-aktivitasnya. Aku pun berkata “Sayang, Jiwon mengatakan dia ingin bertemu dirimu, ya dia kangen kepadamu karena kau sudah jarang tinggal di rumah keluargaku lagi. Tepatnya kau sudah tidak tinggal dirumahku selama 2 bulan 4 hari sayang”

Yoona menjawab “Ya sudah, aku akan menginap hari ini. Bagaimana?”

Aku mengelus kepalanya dan menjawab “Terserah kau saja, jika kau ingin, kau bebas untuk tinggal selama yang kau mau sayang. Kau kan calon istriku jadi apapun milikku akan menjadi milikmu nanti.”

Wajahnya merona, lucu sekali melihatnya masih malu mendengarku mengatakan dirinya adalah calon istriku. Aku yang gemas langsung mencium bibirnya, yang tanpa kusangka, juga dibalas oleh Yoona. Ya, ciuman kami cukup panas jadi kalian bayangkan sendiri saja jika ingin tau, aku tidak mau menceritakan tentang ciuman kami. Tapi satu hal yang dapat kutakan, ciuman kami terasa indah bagiku, sangat manis dan indah. Aku tidak akan membiarkan kalian merasakan bibir calon istriku. Jika kalian berniat, jangan salahkan aku kalian akan mendapatkan akibatnya yang cukup mengerikan.

———————————

Shooting drama sudah akan dimulai sebentar lagi. Jadi kami pun keluar dari ruangan yang lebih kecil ini, lalu menganti baju kami dan membiarkan para stylish menata rambut serta wajah kami.

Aku sangat bersyukur bisa shooting drama dengannya lagi. Ya, ini yang ketiga kalinya kami dipertemukan dalam serial drama yang sama. Shooting pertama kali bersama adalah sekitar 6 tahun yang lalu dan yang kedua adalah 4 tahun yang lalu. Jadi sudah lumayan lama kita berakting untuk satu drama yang sama. Pasti sekarang ada yang bertanya-tanya kapan kami mulai berhubungan kan? Ya.. ya.. akan kuceritakan. Kami mulai menjalani hubungan sejak 9 tahun yang lalu, tahun 2010. Tetapi sebenarnya sebelum tahun 2010 aku dan Yoona sudah sangat dekat, hanya saja dia menolak untuk menjalani hubungan dengan siapapun karena dirinya mau fokus ke karirnya dahulu. Semuanya sungguh kebetulan atau mungkinkah ini takdir?

Aku dan Yoona sama-sama menjadi trainee sebuah agency pada usia remaja kami, ya, kami tetap dekat seperti biasa walaupun ada larangan berpacaran saat itu di agency kami. Lalu, pada tahun aku debut, hubungan persahabatanku dengan Yoona sempat renggang karena kami tidak pernah bertemu lagi kecuali beberapa kali ketika keluarga kami bertemu, tapi sewaktu bertemu itupun, kami tidak berbicara seperti biasanya. Namun, dua tahun setelah groupku debut, girl group agency kami, SNSD pun debut. Karena Yoona juga menjadi salah satu member SNSD, kami bertemu lagi setelah dua tahun tidak bertemu.

Lama-lama kedekatan kami yang seperti dulu kembali lagi. Karena kami adalah visual dari group kami masing-masing, seringkali kami menjadi model untuk berbagai macam hal, mulai dari pakaian, minuman dan lain-lain. Kami juga sering dipakai untuk sampul depan majalah. Semakin lama, aku semakin nyaman dengan Yoona. Aku pernah mengatakan bukan? Aku sudah menyukainya sejak pertama bertemu dengannya dan ya perasaan itu masih selalu sama saat aku bertemu Yoona yang sudah berusia 17 tahun. Dirinya terlihat semakin menawan, maka tidak akan heran dia ditunjuk sebagai visual SNSD. Dan ya, pada saat dia berusia 20 tahun, dia resmi menjadi kekasihku. Menjadi milik seorang Choi Siwon. Aku sangat bangga dapat memiliki Yoona karena itulah yang selalu menjadi harapanku. Tapi, jangan salah pemikiran dulu. Aku berharap dapat memiliki Yoona bukan karena obsesi, tetapi karena aku mencintainya. Aku mencintainya terlalu dalam, bahkan aku mencintainya lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Ketika orang tua kami tau kami telah berhubungan, mereka sangat senang apalagi adikku, Jiwon. Kurasa mungkin sebagian dari kalian ada yang berpendapat kami pasti bosan setelah beberapa tahun bersama. Tetapi kami dapat membuktikan kami serius, kami sudah berpacaran 9 tahun bahkan kami sudah bertunangan kurang lebih dua tahun yang lalu. Pada saat kami bertunangan, pada saat itu jugalah kami mempublikasikan ke publik tentang hubungan kami, kami sudah bersepakat untuk tidak peduli apa kata publik tentang kami. Karena kami yang mengetahui seberapa penting kami bagi satu sama lain, seberapa kami mencintai satu sama lain. Jadi kurasa tidak ada yang dapat menentang hubungan kami, kecuali takdir yang tidak mengizinkannya.

———————————

1,2,3 Ready.. action..

Shooting dimulai. Di sini, aku dan satu pemain wanita akan dipertemukan secara tidak sengaja. Ceritanya, dia akan menjatuhkan boneka teddy bear yang kubelikan untuk kekasihku sehingga bonekanya kotor dan aku akan memarahinya tapi kami malah berakhir dengan ciuman yang cukup panas. Aku sepertinya dapat menduga apa reaksi Yoona nantinya.

Sewaktu akan memerankan adegan ciuman itu, aku melihat Yoona berdiri disebelah sutradara. Haha, kau ingin mengawasiku Yoong?

Dan siapa yang dapat mengira, ciuman kami sangat intim. Maksudku, pemain wanita ini semakin memperdalam ciuman kami, dia memaksa menekan kuat bibirnya. Aku merasa ini sudah diluar script kami. Di script, hanya dikatakan kami berciuman biasa saja. Sutradara bahkan sudah mengatakan cut dan aku juga sudah mendorong pelan tubuh pemain wanita ini agar melepaskan bibirnya, tetapi tenaganya sangat kuat. Akhirnya setelah sutradara drama ini berbicara dengan bantuan microphone, pemain wanita didepanku melepaskan bibirnya. Sungguh, ini gila. Aku bersumpah aku tidak menikmati ciumannya. Aku pria tidak tau diri jika aku menikmati ciuman dengan wanita-wanita sedangkan aku sudah bertunangan. Saat aku melihat ke tempat Yoona berdiri tadi, dia sudah tidak ada disana. Ya, aku kembali diberi tugas membujuk ratuku yang cantik itu. Wanita tadi meminta maaf, mau tidak mau aku otomatis memaafkannya. Sutradara drama ini juga menyuruhku untuk beristirahat 10 menit dulu baru melanjutkan scene-scene yang tersisa untuk episode 19, ya 1 episode lagi drama ini akan berakhir.

Saat aku masuk ke ruanganku dengan Yoona, para staffku dan staff Yoona langsung keluar. Mungkin mereka mengerti keadaan sedang panas. Aku sih biasa saja, namanya dunia entertainment. Tapi kembali lagi, aku mengerti perasaan kekasihku yang merasa kesal mungkin melihat wanita tadi melakukan lebih dari yang di script. Yoona adalah anak tunggal, dia selalu mendapat kasih sayang dari kedua orang tua, tidak terbagi. Mungkin melihatku tadi bersama wanita itu, membuatnya merasa tidak rela. Ya, ini bukan salahnya. Aku juga sebenarnya senang dia cemburu karena berarti dia sangat mencintaiku.

Setelah ruangan sepi, aku berjalan menuju kearah Yoona yang sedang duduk membelakangiku. Yoona sedang mengirim pesan mungkin karena dia memegang iPhonenya yang biasa dia gunakan untuk keluarga dan member SNSD serta Super Junior saja.

Aku dapat mendengar dia berkata “Aku yakin kau pasti senang dapat berciuman dengannya Oppaku tersayang. Hah, semua laki-laki sama saja ternyata. Ku pikir kau selalu dan hanya melihatku tapi sekarang kurasa aku dapat mengerti kalau kau juga seperti pria-pria yang lain” lalu Yoona menendang botol minuman kosong yang ada di lantai ke sembarang arah.

Aku pun beralih duduk di kursi sebelah Yoona dan langsung menjawab “Hey, dear.. Oppa tidak menikmatinya. Percayalah. Dan kau harus tau Oppa tidak pernah tertarik pada wanita lain selain dirimu yang manis ini sayang.”

Dia menatapku dan menjawab “Aku tidak yakin. Buktinya ciuman Oppa dengan unnie yang didepan itu lama sekali. Kurasa bibirku kurang menarik bagimu Oppa. Kau seperti terkesan dengan miliknya. Kau tidak tau saja seberapa banyak laki-laki yang ingin menciumku. Kau akan menyesal huh”

Aku terkekeh, beranjak untuk mencium keningnya lalu berkata “Hanya ada satu bibir yang Oppa suka yaitu ini..” dan chuu~ aku mengecup bibirnya beberapa kali lalu untuk yang terakhir, aku dan Yoona berciuman cukup lama, menghilangkan bekas ciuman pemain wanita tadi. Setelah itu aku berkata lagi “Dan Oppa juga tau banyak pria yang menginginkan merasakan bibir indahmu ini. Tapi mereka harus menerima kenyataan bahwa ini hanya akan menjadi milik Oppa, calon suami Im Yoona.” “Aku sangat mencintaimu Yoong, kau harus percaya Oppa.”

Wajah Yoona lagi-lagi merona, dia menundukkan kepalanya sedikit sambil berkata “Baiklah, maafkan aku Oppa. Aku hanya tidak suka ada yang mengambil milikku. Oppa tau kan. Tapi walaupun aku kesal, aku selalu mencintaimu Oppa, hehe.”

Mendengarnya mengatakan itu, aku hanya menjawab “Iya Yoong, Oppa hanya milikmu ok?” lalu kami berpelukan, sesekali aku juga mencium puncak kepala Yoona dan kami berciuman singkat sampai pintu ruangan ini diketuk oleh manager Yoona yang berkata shooting sudah mau dimulai.

Siwon POV end

———————————

Author POV

Sekarang giliran Siwon dan Yoona yang memerankan peran mereka masing-masing. Siwon berdiri dengan stylish pribadinya yang merapikan rambutnya sedangkan Yoona terlihat sedang berbicara dengan sutradara Park mengenai adegan dirinya selanjutnya dengan Siwon. Siwon tersenyum melihat Yoonanya yang sangat berbeda, sepertinya wanitanya mempunyai dua kepribadian. Karena apa? Saat Yoona bekerja, Yoona sangatlah profesional. Tetapi jika sudah dengan keluarganya ataupun Siwon sendiri, Yoona akan berubah menjadi type yang sedikit manja. Tapi bagaimanapun Yoona, Siwon tetap dan akan selalu menyukainya. Setelah persiapan selesai, salah satu staff mengatakan “action”. Siwon dan Yoona bukanlah Siwon dan Yoona lagi, tetapi mereka merupakan siapa yang mereka perankan di drama ini.

Adegan terakhir mereka adalah dimana Siwon berkunjung ke apartment Yoona tetapi Yoona belum pulang sehingga Siwon memutuskan membuat kejutan untuk pacarnya. Saat Siwon menyiapkan beberapa hidangan makanan, Yoona pulang dan memeluk Siwon dari belakang karena Yoona melihat Siwon sepertinya tidak mengetahui dirinya sudah pulang. Saat merasakan ada yang memeluk dirinya, Siwon sedikit terkejut namun langsung berbalik memeluk Yoona saat tau Yoona adalah orang yang memeluknya dari belakang. Bukannya lanjut menyiapkan makanan, Siwon malah mencium semua bagian wajah Yoona dan mereka pun berciuman sangat lama, menyatukan bibir mereka, menyalurkan kerinduan mereka pada satu sama lain.

Sutradara Park mengatakan “cut” sebagai tanda selesai. Tetapi Siwon dan Yoona masih belum melepaskan tautan bibir mereka. Beberapa staff juga mengatakan “cut” untuk menyadarkan pasangan yang mungkin sedikit terbawa suasana. Namun, sekali lagi, Siwon dan Yoona seakan tidak mendengar apapun, mereka seakan berada di dalam dunia yang hanya milik mereka berdua. Bahkan ciuman Siwon dan Yoona makin dalam, entah ada apa dengan mereka. Walaupun para staff dan pekerja disana sudah tau mereka berhubungan dan sudah bertunangan, rasanya tetap berbeda ketika melihat Siwon dan Yoona berciuman secara langsung didepan mereka, apalagi keadaan ini tidak terkontrol. Lima menit.. Sepuluh menit sudah berlalu, Siwon dan Yoona masih saja seakan tidak menyadari mereka sudah diperbolehkan pulang. Para staff juga meninggalkan mereka karena tidak mau menganggu mereka. Ada juga yang malu sendiri menyaksikan ciuman dua top artists ini.

Siwon dan Yoona masih berpelukan, saling mencium dan melumat bibir satu sama lain. Bahkan tangan Yoona sudah beralih ke leher Siwon dan tangan Siwon sudah pindah dari punggung Yoona menjadi ke pinggul Yoona. Mereka tetap mempertahankan posisi itu sampai mendengar suara dering telepon yang terletak di meja ruangan tempat shooting berlangsung. Saat Yoona berbalik untuk mencari sutradara Park, saat itu juga dirinya sadar jika shooting sudah selesai. Tapi dirinya saja dan Siwon yang tidak menyadarinya. Ah betapa malunya Yoona saat menyadari ini, bahkan pipinya kembali merona.

Choi Siwon mungkin belum menyadari situasi yang terjadi sekarang karena dirinya masih saja mencium Yoona, bahkan sekarang dirinya mencium leher Yoona, menghirup aroma leher Yoona yang selalu disukainya sejak awal berpacaran. Dirinya selalu suka apapun yang ada di diri Yoonanya, apapun. Dirinya selalu mencintai Yoona bahkan sebelum mereka berhubungan. Walaupun mereka sudah berhubungan pun, cinta Siwon tidak pernah berubah. Dirinya sudah bertekad sejak dulu untuk membahagiakan wanitanya, Yoonanya, cinta sejatinya apapun yang terjadi dan semuanya akan Siwon lakukan demi membuat Yoona bahagia, demi melihat senyum indah di wajah Yoona. Apapun, jika sudah berkaitan dengan Yoona, Siwon akan memberikan dan berusaha yang terbaik.

Yoona awalnya terbawa suasana lagi, tetapi kemudian dirinya sadar kembali. Siwon sekarang sedang melumat lehernya dan ini masihlah lokasi shooting. Bisa saja ada paparazzi ataupun wartawan yang merekam kejadian ini. Apalagi tidak ada satupun staff yang terlihat disini, diruangan ini.

Jadi Yoona terpaksa berkata “Oppa, hentikan. Shooting sudah selesai sejak tadi.”

Untung saja Siwon masih sadar, dirinya langsung melepaskan bibirnya dari leher Yoona saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yoona.

Saat melihat leher Yoona yang sudah ada bercak-bercak merah akibat perbuatannya. Siwon langsung berkata “Yoong, maafkan Oppa. Lehermu menjadi merah.”

Yoona terkekeh. Siwonnya meminta maaf kepadanya hanya karena bercak-bercak merah di lehernya. Yoona langsung mengusap kepala Siwon lalu berkata “Oppa! Ada apa denganmu? Bukannya ini sudah bisa? Sudahlah. Lebih baik sekarang kita cari para staff yang meninggalkan kita berdua disini.”

Siwon terdiam lalu tersenyum. Senyum yang selalu membuat para yeoja meleleh bahkan berteriak. Siwon lalu menangkup kedua pipi Yoona dan berkata “Baiklah Yoong.” lalu mencium kening Yoona sejenak.

Setelah itu mereka pun masuk ke ruangan khusus mereka berdua. Saat mereka masuk para staff Siwon maupun Yoona yang awalnya berbincang bersama terdiam. Karena melihat semuanya terdiam dengan senyum misterius mereka masing-masing, manager hyung Siwon lah yang bersuara “Apa adegan kissnya sudah cukup Choi Siwon dan Im Yoona?” Siwon dan Yoona yang mendengarnya hanya bisa terdiam malu.

Mendengar manager Siwon mengatakan hal begitu, manager Yoona ikut berbicara “Aigoo.. Yoong, Oppa kira kau sangat polos. Oppa tak menyangka kau suka sekali beradegan ciuman. Siapa ya yang berkata bahwa dirinya ti–“.

“Yak! Oppa!” teriak Yoona

Manager Yoona yang diteriaki malah tertawa dan berbicara lagi “Wah, setelah berciuman kau menjadi ganas ya Yoong. Seperti seekor singa kelaparan.” Staff Yoona dan Siwon yang lainnya tertawa.

Yoona yang melihatnya berseru “Kalian semua tidak usah tertawa. Ini juga salah unnie dan Oppa kenapa tidak memisahkan kita, kan jadi begini. Hah!”

Stylish unnie Siwon menjawab “Unnie sudah memanggilmu dan Siwon tadi. Tetapi… Siwon malah mencium lehermu. Unnie kan jadi tidak enak kalau menganggu kegiatan seru kalian berdua.”

Yoona yang mendengar menjawab stylishnya “Tapi kan bisa saja kalau unnie mau tetap memanggil kita jadi kita tidak perlu malu sendiri. Lalu kenapa sekarang malah kalian seperti menyalahkanku dan Siwon Oppa berciuman? Kalian cemburu kan pasti haha!”

Siwon yang mendengar perkataan Yoona menaruh tanggannya di pinggang Yoona lalu berkata “Ini semua bukan salah kita berdua ok. Kalian saja yang tidak mau memanggil kita, malah sengaja membiarkan kita melanjutkan apa yang tidak seharusnya dipertontonkan. Kalau ada paparazzi ataupun media yang merekam, kalianlah yang bertanggung jawab hyung dan noona.”

Yoona mengangguk membenarkan lalu mencium pipi Siwon. Para staff yang melihatnya hanya bisa menelan ludah.

Manager Yoona menjawab perkataan Siwon “Siwon ah, hyung tau Yoona begitu mempesona tetapi kan ini salah dirimu yang tidak dapat mengendalikan keinginanmu. Jika kau bisa, itu tidak akan terjadi. Jadi kaulah yang harus bertanggung jawab. Yoona disini tidak bersalah jadi kalau dia dimaki-maki netizen kau yang bertanggung jawab ok. Aku tidak mau ditegur oleh Mr. Im hanya karena putrinya dikata-katai oleh netizen.”

Yoona yang mendengarnya menjawab “Tidak bisa pokoknya Oppa dan unnie yang nanti bertanggung jawab menyelesaikan semuanya jika ada masalah yang berkaitan tentang kejadian ini.” Yoona kemudian mengecup singkat bibir Siwon lalu pergi mengganti bajunya menjadi lebih santai.

Sedangkan Siwon masih berdiri disana, masih berdebat dengan managernya dan manager Yoona. Siwon pasti membela Yoona jadi ya bisa dibayangkanlah bagaimana suasana ruangan ini. Apalagi tuan putri mereka, Yoona sedang ganti baju jadi mereka bebas lah berdebat sesuka mereka.

———————————

Setelah mengganti pakaian mereka, Siwon dan Yoona berjalan keluar dari lokasi shooting ini dengan cepat menuju ke arah mobil audi merah Siwon yang baru dibelinya minggu ini. Siwon membuka pintu untuk Yoona Namun sewaktu Yoona akan masuk, Siwon menahan lengan Yoona. Hal ini membuat Yoona sedikit bingung sehingga Yoona bertanya “Kenapa Oppa? Apa kau lupa membawa barang pentingmu? Ya sudah aku akan ambilkan, Oppa menaruhnya dimana?”

Siwon menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

Yoona yang semakin bingung dengan tingkah Siwon kembali bersuara “Cepatlah Oppa. Aku masih harus latihan untuk laguku dulu baru bisa ke rumah Oppa. Jadi katakan apa yang Oppa lupakan?”

Siwon menggelengkan kepalanya lagi namun kali ini dirinya sudah bersuara “Oppa tidak meninggalkan apa-apa sayang.. Oppa hanya ingin…”

“Ingin apa Oppa?” sambung Yoona cepat.

Chuu~~

“Itu yang Oppa inginkan sayang. Ah manisnya wanita Oppa.” Kemudian mengecup kedua pipi Yoona serta bibirnya beberapa kali.

Setelah itu, Siwon berkata “Sekarang kau boleh masuk tuan putri. Silahkan.”

Yoona hanya tersenyum lalu memasuki mobil sesuai perintah Siwon.

Setelah menutup pintu mobil, Siwon berjalan dan masuk ke mobil juga lalu menyetir mobilnya menuju ke salah satu studio, tempat recording yang Yoona sering datangi.

Seperti biasa, Siwon dan Yoona akan becanda di dalam mobil, sesekali juga terlihat Siwon mengecup tangan Yoona yang sudah digenggamnya dari awal menyetir tadi. Mereka berdua juga membicarkan tentang berbagai hal, mulai dari para hyung dan unnie mereka, jadwal mereka, tentang makanan yang Yoona ingin nanti, tentang mobil yang sedang Siwon incar, tentang bugsy, Jiwon, orang tua mereka, moment-moment indah mereka sewaktu berlibur bersama.

Yoona mengingat tentang berbagai negara yang telah ia datangi bersama Siwon. Sampai-sampai Yoona bertanya banyak hal “Apakah Oppa ingat Oppa menembakku di gunung Fuji di Japan?”

Siwon yang mendengar pertanyaan Yoona mengecup pipi Yoona lalu menjawab “Tentu saja dear. Itu moment yang tak akan bisa terlupakan. Padahal kita berlibur ke Japan hanya untuk menghabiskan waktu berdua karena Appa Omma kita berdua dan Jiwon berlibur ke Inggris. Aku tak menyangka kau menerimaku, ku pikir aku akan ditolak. Aku sudah takut jika kau menolak suasana diantara kita berdua akan menjadi canggung. Tapi ya ternyata Im Yoona tidak bisa menilak pesona Choi Siwon.”

Yoona tertawa lalu berkata “Perxaya diri sekali huh? Aku menerima Oppa hanya karena kasihan dan karena aku masih butuh kartu kredit Oppa untuk berbelanja disana hahaha.”

Siwon yang mendengar malah menjawab “Ah, benarkah? Kasihan sekali Choi Siwon. Bagaimana dia bisa dibodohi Im Yoona, yeoja kecil yang manja.”

Yoona tertawa lalu mencium pipi Siwon. Setelah itu Yoona kembali bertanya “Oppa, ingatkah Oppa kita merayakan anniversary satu tahun kita di menara Eiffel?”

Siwon tersenyum bahagia dan menjawab “Tentu saja Oppa ingat, itu sangat berharga untuk Oppa. Bahkan setiap tempat yang kita kunjungi untuk merayakan anniversary maupun ulang tahun kita, Oppa selalu mengingatnya.”

Yoona yang mendengarnya tersenyum sambil berkata “Oppa! Oppa!”

Siwon terkekeh dan menjawab “Hm? Ada apa sayang?”

Yoona menjadi duduk menghadap Siwon dan berkata “Oppa aku mau berterima kasih karena Oppa selalu menjagaku dan melindungiku seperti Oppa menjaga dan melindungi adik Oppa sendiri. Menyayangiku seperti Oppa menyayangi keluarga Oppa sendiri. Memanjakanku seperti aku adalah seorang tuan putri. Menghibur, menyemangatiku dan selalu mendukungku ketika aku sedang terpuruk dan hampir putus asa. Memberikan bahu dan dada Oppa ketika aku membutuhkan penopang agar aku tidak terjatuh. Memelukku ketika aku rapuh. Membuatku tersenyum kembali ketika aku sedang sedih. Terima kasih karena Oppa selalu mengerti diriku yang mengesalkan ini. Oppa juga selalu memaafkan kesalahan dan semua tingkahku yang mengecewakan Oppa. Gomawo Oppa sudah mencintaiku begitu dalam. Aku tidak tau aku akan bagaimana jika tidak ada Oppa yang selalu disampingku dari masa trainee, membimbingku dan mengajariku bagaimana menjadi wanita kuat walaupun masih belum berhasil karena aku masih sering menangis bukan? Oppa berjanjilah akan terus bersamaku selama kita masih ada di dunia ini karena aku tidak akan bisa hidup tanpa Oppa. Oppa adalah nafasku, hal yang kubutuhkan untuk tetap hidup. Berjanjilah Oppa, hanya satu hal itu saja. Aku menyayangimu lebih dari siapapun Oppa. Saranghae Siwon Oppa. I love you so much.”

Entah sejak kapan mereka sudah sampai di depan studio recording. Itu tidak begitu penting. Yang penting adalah bagaimana kata-kata manis Yoona saat membuat seorang Choi Siwon menangis. Sebenarnya sih bukan hanya Siwon yang menangis, Yoona juga menangis. Tetapi hanya saja sangat jarang melihat seorang Choi Siwon menangis.

Siwon mengusap air matanya dengan tangannya yang tidak memegang tangan Yoona. Kemudian dirinya mencium kening Yoona dan berkata “Kau tidak perlu berterima kasih sayang. Kalaupun kau bukan kekasih Oppa, Oppa akan tetap menjagamu dan melindungimu karena kau sudah seperti keluarga Oppa sendiri dan itu memang kewajiban Oppa sayang. Yoong, kau harus tau, Oppa tidak pernah tidak suka dengan semua sikap manjamu atau yang kau bilang mengesalkan itu karena Oppa dengan senang hati melayani Im Yoona. Ya, kau adalah tuan putri dan seorang tuan putri membutuhkan pangerannya untuk melayani, menemani, melindunginya bukan? Oppa yang harusnya berterima kasih karena bisa memilikimu, memiliki wanita cantik yang baik hati dan selalu dapat memaafkan kesalahan orang lain. Oppa tidak akan pernah menyesal memiliki dirimu dan oh kau pantas mendapatkan semua cinta Oppa karena semuanya adalah milikmu. Dan Oppa berjanji akan tetap bersamamu selama Oppa hidup. Oppa sangat sangat mencintaimu Yoong, kau adalah segalanya bagi Oppa.”

“Ingatlah ini Yoong : Kau bebas melakukan apa saja terhadap hati Oppa, karena hati Oppa hanyalah dan memang milikmu. Jadi kau bebas dan dapat melalukan apa saja sayang yang dapat membuatmu senang. Karena Oppa selalu ingin kau bahagia, hanya itu. Saranghae Yoong.”

Yoona yang mendengar semua perkataan Siwon semakin menangis. Siwon yang melihat air mata Yoona langsung menangkup wajah Yoona dan mengusap air mata Yoona lalu mencium kedua mata Yoona. Setelah itu, Siwon berkata “Saranghae Yoong, saranghae.”

Mereka pun berciuman, menikmati waktu mereka tanpa peduli Yoona masih harus recording lagu yang akan dirinya nyanyikan di fanmeetingnya nanti. Sekarang Siwon bahkan sudah mulai melumat bibir Yoona, memberitahu Yoona jika Yoonalah yang terpenting di hidupnya. Memberitahukan jika ia mencintai diri Yoona tak peduli appaun yang terjadi. Sesekali mereka melepaskan tautan bibir mereka untuk menghirup oksigen. Lama kelamaan ciuman mereka semakin dalam. Tetapi kemudian suara tok.. tok.. tok.. menghentikan ciuman mereka.

Rupanya manager Yoonalah yang mengetuk jendela mobil Siwon, sebenarnya dirinya sudah sampai di depan studio ini 5 menit setelah mobil Siwon sampai, tetapi dirinya baru mengetuk jendela mobil Siwon ketika pihak Studio mengatakan agar Yoona sebaiknya cepat datang karena Studio mereka akan tutup lebih cepat hari ini. Jadi ya akhirnya dia menganggu acara seru Siwon dan Yoona. Ya mau tidak mau bukan.

———————————

Siwon menemani Yoona selama Yoona melakukan proses recording lagunya. Kedua matanya tidak lepas dari Yoona. Sesekali ketika mata Yoona bertatapan dengannya, Siwon tersenyum dan mengucapkan kata “Saranghae”.

Yoona sudah selesai tetapi sekarang dirinya sedang berbincang dengan Oppa yang membantunya dalam lagu-lagu yang direkam hari ini. Sedangkan Siwon sedang memainkan iPhonenya. Tepatnya Siwon sedang membuka SNSnya lalu menelepon orang kepercayaannya dan membalas pesan di group chat Super Junior dan group chat keluarganya dan sahabatnya yang lain.

Siwon sangat serius membalas pesan Leeteuk dan Sooyoung. Dirinya sedang menjadi tempat curhat Leeteuk. Rupanya Leeteuk sedang mengeluh tentang kehamilan Taeyeon yang membuat Taeyeon menjadi sangat moody. Jadi Siwon sedang berusaha menghiburnya. Beda dengan Leeteuk, Sooyoung sedang meminta saran Siwon. Dirinya bertanya mengenai apa yang harus dibelinya untuk ulang tahun suaminya minggu depan. Jadi ya Siwon memberikan beberapa pilihan untuk membantu Sooyoung.

Sehabis membalas pesan-pesan dari sahabat-sahabatnya, sejenak Siwon memikirkan tentang hyung dan dongsaengnya di Super Junior maupun di SNSD yang kebanyakan sudah menikah bahkan ada yang sudah mempunyai beberapa anak. Liat saja. Yang pertama, Sungmin yang menikah dengan artist musikal sejak tahun 2014. Kedua, Leeteuk dan Taeyeon sudah menikah sejak tahun 2016 akhir dan mereka dikaruniakan dua anak kembar perempuan di tahun itu juga dan sekarang, 2019, Taeyeon hamil anak ketiga mereka. Siwon sedikit takjub dengan hyungnya yang satu ini. Ketiga, Donghae dan Jessica juga sudah menikah satu setengah tahun yang lalu yaitu pertengahan tahun 2017 dan ya Jessica sedang mengandung 5 atau 6 bulan kalau tidak salah. Keempat, Kangin sudah menikah dengan salah seorang artist tahun 2017 akhir dan sudah memiliki seorang anak perempuan berusia 3 bulan. Lalu kelima, Eunhyuk dan Ryewook menikah di bulan yang sama di tahun 2018. Eunhyuk dengan Hyoyeon sedangkan Ryewook dengan seorang artist musikal. Keenam, Yesung dan Yuri menikah di awal tahun 2019 lalu disusul Sooyoung dengan Kyungho 2 bulan setelahnya. Bahkan Kyuhyun saja sudah menikah dengan Seohyun 3 bulan yang lalu dan kini mereka memetuskam vakum dan sedang honeymoon ke negara Eropa. Dan akhir bulan Oktober ini, Sunny akan menikah dengan seorang anak CEO agency entertainment.

Memikirkan semua itu membuat Siwon pusing sendiri. Lihatlah, banyak yang dulu mengatakan dia pasti akan cepat menikah apalagi dirinya dan Yoonalah yang pertama kali berpacaran di group mereka. Tetapi mengapa sampai sekarang mereka belum menikah? Sebenarnya masih ada Heechul dan Tiffany yang belum menikah. Tapi tetap saja mereka akan menikah dulu karena Heechul sedang mempersiapkan segalanya dan Tiffany tinggal mengerjakan pekerjaannya sampai awal Maret tahun 2020. Entahlah Siwon bingung. Bukannya dirinya tidak mau menikah, buktinya pada setelah dirinya bebas dari wajib militernya, dirinya pernah membicarakan tentang pernikahan dengan Yoona, tetapi Yoona sepertinya belum siap karena masih banyak yang ingin dicapainya saat itu. Jadi Siwon berusaha mengerti, bukan, Siwon saat itu sangatlah mengerti keadaan Yoona.

Semua lamunan Siwon terhenti ketika Yoona mengecup pipinya. Yoona juga mengerucutkan bibirnya sambil berkata “Oppa! Wae?”

Siwon terkekeh dan mencubit kedua belah pipi Yoona yang selalu disukai dirinya. Siwon menjawab “Tidak kenapa-kenapa sayang.. Oppa tadi hanya memikirkan mengapa tunangan Oppa sangat manis. Mengapa Oppa bisa sangat beruntung mendapat seorang bidadari berhati baik. Dan itu adalah dirimu sayang.”

Yoona yang mendengar itu menjadi sedikit malu sehingga dirinya langsung memeluk Siwon. Sebenarnya bukan karena malu kepada Siwon saja tetapi karena di ruangan ini masih ada Oppa recodring team tadi.

Siwon tertawa melihat tingkah lucu yeojanya tetapi dirinya tetap membalas pelukan Yoona. Siwon juga mengelus puncak kepala Yoona yang sedang menyadari di dada bidangnya. Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Siwon memikirkan tentang kapan waktu yang tepat untuk melamar Yoona dan segala hal lainnya yang berkaitan dengan itu. Sedangkan Yoona sedang memuji Siwon dalam hati, sangat bersyukur dirinya bisa bersama dan menjadi milik seorang Choi Siwon.

Author POV end

———————————

Siwon POV

Aku masih terpikir tentang pernikahan, aku sudah sangat menginginkan ini jauh sebelum kami bertunangan. Sebenarnya juga aku sudah sangat sering membayangkan pernikahanku dengan Yoona sebelum kami berpacaran. Bahkan aku sudah pernah memintanya menjadi istri tetapi dirinya tidak pernah menjawab mungkin karena aku memintanya di lokasi shooting drama kami dan cara aku berkata-kata seperti becanda. Jadi ya mungkin Yoona memilih tertawa saja dan saat itupun SNSD masih menjadi prioritas Yoona. Tetapi mungkin hari ini bukan saat yang tepat untuk membahas hal ini. Aku ingin ketika aku membahas tentang pernikahan nantinya, aku sudah mendapat jawaban yang sesuai dengan apa yang kuinginkan. Mungkin ada yang bertanya apakah aku akan melepaskan Yoona jika dia menolak untuk menikah, hmm sekitar pertengahan tahun depan mungkin? Jawabannya sudah pasti tidak. Tanpa dirinya aku tidak dapat bernafas. Itu sama saja dengan aku tidak dapat bertahan hidup lagi. Selain itu, aku tidak akan mau hidup tanpa dirinya. Membayangkan saja sudah membuatku frustasi apalagi benar-benar terjadi.

Tanpa sadar mobilku sudah sampai di depan rumah orang tuaku yang ada di daerah Gangnam. Saat aku berbalik ke arah Yoona, aku baru menyadari jika dirinya sudah tertidur sejak tadi. Pantas saja, tidak ada yang memanggilku ketika aku melamun tadi.

Pemandangan Yoona tertidur adalah salah satu hal yang terindah dihidupku. Aku menyingkirkan rambur-rambut halus yang sedikit menutup wajah Yoona. Aku juga mengecup kedua pipi dan keningnya dan berkata “Sayang, bangunlah kita sudah sampai dirumah Appa.”

Tidak ada respon. Ini tidak seperti Yoona yang biasanya. Mungkin Yoona sudah sangat lelah karena bekerja seharian ini jadi kuputuskan untuk keluar dari mobil sambil menelepon bibi Jung, kepala pembantu rumah Appa untuk menyuruh beberapa maid mengambil barang-barang Yoona dan barang yang kubeli beberapa hari yang lalu untuk Yoona, yang harusnya akan kuberi kepadanya hari ini dari bagasi mobilku. Setelah menutup teleponku, aku membuka pintu mobil bagian tempat Yoona duduk. Kemudian aku membungkukkan tubuhku agar dapat mengelus kepalanya sambil berbisik ditelinganya “Saranghae Yoong” lalu mengangkat tubuh ringannya menuju ke dalam rumah Appa.

Saat aku baru akan menaikki tangga besar dan banyak agar dapat mencapai kamarku yang berada di lantai dua, aku mendengar suara Omma dari ruang keluarga berkata “Siwon ah, kau pulang?”

Aku tidak menjawab karena Yoona akan terbangun.

Mungkin karena tidak mendapat jawaban membuat Omma datang kearah tangga yang akan kunaikki ini. Saat melihatku sedang menggendong Yoona, wajah Omma berubah menjadi sedikit shock. Dirinya berkata pelan “Siwon ah, ada apa dengan Yoona?”

Aku menjawab dengan pelan “Tidak ada apa-apa Omma. Yoona mungkin lelah jadi tadi saat kubangunkan dirinya tidak bangun sehingga aku memutuskan menggendongnya saja.” “Aku bawa Yoona ke kamarku dulu ya Omma, nanti aku akan turun sehabis membersihkan tubuhku. Dan Omma, tolong suruh bibir Jung mengganti baju Yoona, bajunya ada di koper kuning yang biasa Yoona bawa.”

Omma mengangguk mengerti dan menjawab “Baiklah Siwon ah. Omma mengerti sayang. Kau seperti menganggap Omma tidak mengenal Yoona saja. Dia kan sudah seperti anak Omma juga.”

Aku tersenyum, bahagia mendengar Omma mengantakan hal tersebut. Sebelum aku naik, aku mencium pipi Omma dan berkata “Gomawo Omma.”

Saat sampai di tangga paling atas aku bertemu dengan Jiwon. Dia langsung heboh saat melihat Yoona dengan berseru “Omo! Yoong unnie sakit Oppa?”

Aku menjawab “Tidak, Yoona hanya tertidur.”

Jiwon kembali berseru “Yoong unnie akan menginap disini kan hari ini?”

Aku hanya menganggukkan kepalaku

Seakan tidak puas, Jiwon kembali berseru “Yeay! Aku bisa tidur dengan Yoong unnie. Sudah banyak yang ingin aku keceritakan kepadanya.”

Aku langsung menjawab “Tidak bisa Jiwon ah. Dia kan calon istriku jadi dia harus tidur denganku. Sudahlah kau saja turun saja temani Omma. Appa sepertinya baru akan sampai rumah sebentar lagi.”

Jiwon kembali berseru “Oppa! Tidak bisa. Lagipula dia kan baru cLon istrimu bukan istrimu. Aku tidak mau tau!”

Aku tidak menjawab apa-apa. Aku langsung masuk ke kamarku dan mengunci pintu kamar agar dia tidak dapat masuk.

Dan Jiwon yang berada diluar mengatakan “Nanti aku akan panggil Oppa dan unnie saat makan malam sudah siap.”

Sampai didalam kamarku, aku langsung menidurkan Yoona ke tempat tidurku dan menutup tubuhnya dengan selimut dan tak lupa aku juga menaruh guling bercorak love yang tadi kupegang juga saat menggendongnya disampingnya. Kara Omm Yoona, Yoona selalu membutuhkan guling love ini ditempat tidurnya jadi kemanapun dia pergi untuk tidur dia akan membawa serta guling ini, bahkan saat tour SNSD atau bepergian denganku dia membawa guling ini. Setelah itu aku mencium kening dan kepalanya lalu mengambil handuk dari dalam lemari kemudian masuk ke kamar mandiku untuk membersihkan tubuhku.

Siwon POV end

YoonA POV

Tidurku sebenernya sudah sedikit terusik saat mendengar suara dua orang yang seperti sedang berdebat. Salah satu dari suara itu ada suara Siwon Oppa dan hmm. Satu lagi adalah Jiwon karena aku mendengar Siwon Oppa menyebutkan nama Jiwon.

Aku yang awalnya berada didalam dekapan Siwon Oppa langsung dibaringkan ke tempat tidur setelah masuk ke kamarnya. Kehangatan yang berasal dari dirinya pun seakan menghilang juga. Lalu aku dapat merasakan ada yang mencium keningku dan sudah pasti pelakunya adalah Siwon Oppa.

Beberapa menit setelah itu aku juga mendengar suara pintu tertutup. Aku pasti ketiduran di mobil Siwon Oppa tadi sehingga dia yang menggendongku masuk ke rumahnya dan ke dalam kamarnya.

Aku pun kemudian bangun dan langsung menoleh dan mendapati guling kesayanganku sudah disampingku. Ah, Siwon Oppa selalu saja mengerti diriku. Ani, dia terlalu mengerti diriku bahkan dia mengerti diriku lebih dari aku mengerti diriku sendiri.

Kemudian aku melihat kearah jam di dinding kamar ini, sudah hampir jam 7 malam. Sebentar lagi, keluarga Siwon Oppa akan makan malam bersama. Karena koper dan tasku tidak ada dikamar ini, aku pun berjalan ke sekatan lain di kamar ini, yang adalah ruang wardrobe Siwon Oppa. Sebagai pria, dia termasuk suka berbelanja. Lihat saja, segalanya ada disini dari baju, celana, blazer, dasi, tas sampai perhiasan seperti cincin, jam tangan dan gelang ada disini dan disusun dengan sangat amat rapi.

Seperti ini, salah satu dari sekian banyak sudut di ruang wardrobe ini. IMG-20160704-0003

Yang kulakukan pertama adalah memilih pakaian santai untuk Siwon Oppa pakai setelah mandi dan menaruh pakaiannya di meja depan kamar mandi.

Setelah itu, aku kembali ke ruang wardrobenya dan melihat-lihat koleksi gelang-gelang Siwon Oppa, semuanya bagus. Ada juga banyak gelang couple kami. Aku masih mengingat cerita di balik setiap gelang couple yang kita miliki. Gelang couple kami yang paling pertama adalah yang dibeli Siwon Oppa saat kita sedang di Milan tahun 2009, saat itu kami belum berpacaran, kami hanya teman dekat. Dan jangan berpikir aneh-aneh ok? Kita pergi ke Milan bersama keluarga Siwon Oppa dan keluargaku tetapi pada hari itu aku dan Siwon Oppa sedang jalan-jalan berdua. Aku yang sangat suka shopping tentunya senang ketika Siwon Oppa mengatakan dirinya bersedia menemaniku, tidak seperti pria-pria biasanya yang akan menolak jika diajak shopping bersama. Aku masih ingat dengan jelas, saat aku sedang memilih tas-tas di toko Hermes tiba-tiba Siwon Oppa datang dan memberitahuku soal gelang couple yang dibelinya dan memakaikannya kepadaku. Hmm.. aku rindu jalan-jalan, tetapi sangat tidak mungkin diminggu-minggu ini. Karena akhir bulan nanti saja Sunny unnie akan menikah dan acaranya 3 hari karena banyaknya kalangan yang akan diundang. Sudahlah lupakan saja.

Aku kembali melihat gelang-gelang dibalik laci kaca yang di desain khusus oleh designer ternama untuk Siwon Oppa. Mataku kemudian tertuju pada satu gelang dari mereka terkenal yang setauku itu adalah gelang couple. Tunggu.. Siwon Oppa kan laki-laki jadi pasti gelang itu adalah design untuk laki-laki. Lalu.. lalu seingatku aku tidak pernah membeli gelang couple model itu ataupun memberinya kepada Siwon Oppa. Jadi sebenarnya dimana gelang untuk wanitanya? Yang benar saja. Aku tau ini bisa saja Siwon membeli untuk dirinya saja tanpa membeli design untuk perempuannya. Tetapi setauku, setiap gelang yang dirancang untuk couple atau berpasangan tidak dapat dibeli salah satu. Jadi pertanyaan demi pertanyaan muncul di otakku. Sebenarnya siapa yang memberikan gelang ini kepada Siwon Oppa? Atau kepada siapakah Siwon Oppa memberikan gelang wanitanya. Aku yang suadah sangat penasaran membuka laci tempat gelang ini lalu mengambil gelang yang menjadi fokusku sejak beberapa menit yang lalu.

Saat aku baru akan melihatnya lebih dekat, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Siwon Oppa juga ada suara wanita yang berkata “Oppa! Makan malam sudah siap. Jadi turunlah!! Jangan terus mengurung Yoong unnieku bersamamu. Aku sudah rindu unnieku. Dan ini koper Yoong unnie.”

Aku menaruh gelang ini di atas laci kaca ini dan melangkah dengan cepat untuk membuka pintu kamar ini. Yang ada di depan sama pastilah Jiwon. Aku sejenak dapat melupakan gelang tadi gara-gara mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut Jiwon yang sudah kuanggap seperti saudara perempuanku sendiri mengingat aku tidak mempunyai satupun saudara. Hmm.. aku akan sedikit cerita mengenai keluargaku yang mungkin ingin kalian ketahui. Aku besar tanpa seorang pun saudara kandung. Aku hanya mempunyai 4 orang sepupu, anak dari saudara Omma dan mereka sangat dekat denganku. Ya, walaupun semuanya adalah laki-laki. Mungkin juga karena ini, Appa dan Omma sangat memanjakanku. Mereka selalu memperlakukanku kayaknya seorang putri raja. Omma bahkan pernah berkata kepadaku pada saat aku berusia enam belas tahun “Appa dan Omma selalu memberikan yang terbaik untukku, jadi kau harus mendapatkan suami yang mencintaimu dan memperlakukanmu dengan baik layaknya putri raja. Omma tidak mau anak sahtu-satunya Omma yang sudah Omma jagai sejak kecil dan selalu mendapatkan kebahagiaan mendapat seorang suami yang tidak dapat memberi kebahagiaan untukmu. Omma berkata seperti ini bukan berarti Omma menyuruhmu mencari pria kaya tetapi yang terpenting adalah dia harus menghargai dan mencintaimu lebih dari dirinya mencintai dirinya sendiri Yoong. Kau harus selalu ingat ini sayang. Omma menyanyangimu.”

Mereka selalu memberikanku kehidupan yang mewah dan yang terbaik. Dari sudut pandangku sih ini juga dipengaruhi faktor kerajaan bisnis orang tua Appa yang diwariskan kepada Appa mengingat Appa adalah anak tunggal juga. Aku tidak begitu tau tentang bisnis Appa karena aku tidak pernah menanyakannya.. tetapi setauku Appa juga mempunyai perusahaan serta department store yang di bangunnya sendiri dan tersebar dimana-mana. Lalu, aku ingat aku pernah membaca majalah bisnis yang biasa dibaca Siwon Oppa, didalamnya tertulis Appa adalah salah satu dari tiga orang terkaya di korea dan salah satu dari 5 orang terkaya di dunia. Aku tau aku harus bersyukur karena aku lahir di keluarga yang adalah kalangan chaebol. Sejak aku bayi, bahkan saat aku bertekad ingin mengikuti audisi di SM Entertainment dan sampai aku berumur 17 tahun aku tidak pernah hidup berkekurangan. Mengapa aku berkata sampai tujuh belas tahun saja? Jawabannya adalah setelah itu, aku telah berkaris sendiri. Aku menghasilkan uang melalui kerja kerasku sendiri dan membeli berbagai barang dan rumah dengan uang kerja kerasku walaupun Appa dan Omma sering sekali memintaku untuk menerima uang mereka. Sebenarnya, aku tidak diperbolehkan ikut audisi karena Appa tidak pernah mau aku susah dan Appa sampai berkata dirinya tidak akan membiarkanku bekerja, aku hanya perlu menikmati hidupku dan menikah dengan seseorang yang kucintai dan mencintaiku. Seperti dunia dongeng saja bukan? Tapi pada akhirnya, setelah melihat tekadku, semangat dan perjuanganku mereka akhirnya mengizinkanku.

Aku juga masih ingat dulu banyak teman SDku yang cemburu karena dalam satu bulan aku bisa berpergian 4 kali keluar korea. Sungguh, dari semua hal yang Appa lakukan untukku dan Omma, yang membuatku bangga pada Appa bukanlah karena hartanya yang berlimpah. Tetapi aku bangga walaupun dirinya sibuk, Appa selalu ada untukku dan Omma jadi aku tidak kekurangan kasih sayang. Selain itu, aku juga bangga walaupun Appa adalah pria terpandang, dirinya tidak pernah sombong dan selalu berbagi kepada yang tidak mampu. Dari dialah aku belajar dan tau jika diluar saja masih banyak yang kekurangan.

Tapi, jangan sekali-sekali kalian mencoba berkata bahwa aku terkenal karena Appaku. Aku dapat menjadi sekarang memang berkat doa dan berbagai kursus atau les yang mereka berikan, bukan karena uang Appaku.

Semua lamunanku terhenti ketika aku mendengar suara Jiwon berkata “Unnie, kau mau ganti baju dulu atau langsung saja ikut kebawah denganku?”

Aku langsung memeluknya dan berkata “Aku sudah berganti sebelum kesini. Jadi ayo kita turun saja sekarang.”

Aku dapat melihat dia semakin tersenyum.

Kami berpegangan tangan dari kamar tadi sampai sekarang menuruni tangga. Ini sudah biasa kulakukan dengan Jiwon. Saat aku merapikan rambutku, Jiwon berkata “Tumben sekali unnie tidak menunggu Oppa dulu. Ini termasuk hal langkah mengingat unnie dan Oppa selalu lengket jika sudah dirumah.”

Aku menjawab “Siwon Oppa sedang mandi dan unnie juga sudah menyiapkan pakaian untuknya tadi. Jadi sekarang waktunya dengan dongsaeng kesayangan unnie saja.” Sebenarnya bukan karena itu saja, tapi aku sedang sedikit kesal tentang gelang tadi. Ok, ini tidak akan membuatku kesal jika Siwon Oppa pernah menceritakannya. Dan seingat aku dia belum menceritakan hal ini. Memikirkan gelang itu membuat moodku menjadi buruk saja jadi kuputuskan untuk melupakan hal itu dulu karena dibawah sana juga ada Appa dan Omma Siwon Oppa, namja yang membuatku kesal lagi.

Sampai diruang makan, aku langsung dipeluk Omma. Omma? Jangan bingung, sejak kecil aku sudah memanggil orang tua Siwon Oppa dengan Appa dan Omma begitu juga Siwon Oppa dan Jiwon yang memanggil orang tua-ku dengan sebutan Appa dan Omma. Appa juga memelukku dan mengatakan kalau dirinya bangga dengan diriku dan menyanyangiku seperti dirinya menyanyangi Siwon. Omma mengatakan dirinya sudah sangat merindukan diriku lalu Jiwon bertanya “Mengapa unnie sudah lama tidak tinggal dirumah ini? Apakah unnie tidak suka tinggal disini dengan kami? Ini kan sudah menjadi rumah unnie juga. Apalagi orang tua unnie kan sedang pindah beberapa lama ke Amerika.”

Aku menjawab pertanyaan Jiwon “Bukan begitu Jiwon ah, unnie sangat senang bisa mendapatkan kalian sebagai keluarga unnie apalagi Appa dan Omma juga menyanyangi bukan.”

Orang tua Siwon Oppa mengangguk. Bahkan Appa berkata “Tentu saja sayang, kau sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga ini dan unnienya Jiwon.”

Aku tersenyum dan mengucapkan “Gomawo.”

Kemudian aku lanjut menjelaskan “Jadi tidak ada alasan unnie tidak mau atau tidak suka tinggal disini Jiwon ah. Beberapa bulan yang lalu unnie memang sangat sibuk dan pulang pagi hampir tiap hari, jadi unnie memutuskan tinggaldi apartment unnie atau kadang di rumah Yuri unnie karena unnie tidak mau menganggu suasana rumah ini. Lagipula,saat itu Siwon Oppa tidak shooting dengan unnie, jadi unnie hanya tidak ma–”

“Kau tidak mau apa sayang? Hmm?”

Aku terdiam, tidak menjawab. Melihat wajah Siwon Oppa membuatku ingat tentang gelang itu.

Siwon Oppa kemudian berjalan kearahku sambil berkata “Yak! Jiwon ah! Sudah Oppa katakan bukan Yoona adalah wanita oppa jadi dia harus duduk disebelahku bukan disebelah dirimu.”

Aku tidak menjawab, hanya terdiam.

Siwon Oppa seperti bertanya “Ada apa sayang?” lewat tatapan matanya.

Aku memalingkan wajahku menghadap Jiwon yang merangkulku.

Siwon Oppa kemudian duduk berhadapan denganku.

Jiwon lalu bersuara “Oppa! Yoong unnie bilang dia akan menghabiskan waktu denganku hari ini. Jadi unnie akan tidur denganku haha!”

Siwon Oppa melihatku sejenak dan menatapku dengan mata elangnya. Ini sangat jarang dilakukannya. Dia seperti menyampaikan “Kita harus bicara setelah ini.” Aku tau yang akan dia bicarakan bukan masalah aku tidur dengan adiknya atau duduk dengan Jiwon saat ini. Tapi dia pasti mau bertanya ada apa dengan sikapku tiba-tiba yang cuek dengannya. Ya, dia cukup, oh tidak, dia sangat mengenali sifat dan sikapku. Jadi ya tidak heran lagi jika dia tau ada yang salah denganku saat ini.

———————————

Setelah makan malam selesai, aku mengobrol dengan Appa dan Omma serta Jiwon di ruang khusus yang didalamnya ada theater mewah dan bar yang cukup besar. Sedangkan Siwon Oppa entah dimana.

Aku merasa sedikit bersalah karena mencuekki Siwon Oppa karena hal seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku terlanjur kesal dengan fakta bahwa Siwon Oppa tidak memberitahuku tentang gelang itu. Hah, sampai sekarang aku masih penasaran dengan pemilik gelang wanitanya, maksudku gelang prianya ada pada Siwon Oppa, jadi dimana gelang wanitanya? Awas saja jika dia ketahuan memberikan gelang itu pada wanita lain. Ok, tidak masalah jika gelang itu diberikan kepada Omma, adiknya atau sahabat wanitanya yang juga aku kenal. Tapi jika Siwon Oppa ketahuan berselingkuh, aku tidak akan ememberikan maaf kepadanya.

Kau berpikir apa sih Im Yoona? Segombal-gombalnya Siwon Oppa, dia tidak akan berselingkuh darimu Yoona! Dia pria terbaik yang pernah kau kenal, yang sejak dulu melindungimu dan tetap bersamamu walaupun kau pernah menolaknya karena lebih memilih karirmu. Siwon yang setia dan tidak pernah berbohong. Jadi mengapa kau bisa berpikiran seperti itu Im Yoona?

Semua pikiranku tentang gelang yang berhubungan dengan Siwon Oppa itu terhenti ketika Jiwon berkata “Unnie, besok kita jalan-jalan bersama yuk? Hanya berdua. Tanpa Oppa yang menyebalkan itu. Ok?”

Aku tersernyun menatapnya.

Tidak hanya itu saja, Jiwon kembali bersuara” Ah! Unnie! Bagaimana jika kita belanja bersama saja besok? Berhubung kita sudah sangat lama tidak pergi berdua dan belanja bersama. Bagaimana? Besok unnie bisa tidak? Maksudku, besok unnie ada jadwal tidak?”
Aku menggeleng tanda aku tidak memiliki jadwal besok. Aku pun sudah mau berbicara tetapi sebuah lengan kekar merangkul posesif pundakku dan seseorang mengecup puncak kepalaku cukup lama. Siapa lagi, jika bukan Siwon Oppa. Dia juga berkata “Sudah dulu ya dongsaengku bicaranya dengan unniemu. Aku memiliki keperluan dengan unniemu yang cantik ini. Aku mau berbicara dengannya dulu. Jadi kau tidur saja sekarang. Bye!”

Siwon Oppa kemudian menarikku untuk berdiri dan memegang tanganku, membimbingku menuju ke kamarnya.

Sampai di dalam kamar, Siwon Oppa mendudukkanku ke ujung tempat tidur miliknya. Aku kira sehabis mendudukanku dia akan duduk disampingku juga. Tetapi perkiraanku salah, dia malah pergi ke ruang wardrobenya. Mungkin mau menikmati waktunya disana. Awas kau Oppa! Tunggu saja pembalasanku. Kau sudah membuatku sangat kesal tentang gelang yang tidak kau beritahu kepadaku selama ini. Sekarang kau malah tambah membuatku kesal karena kau dengan sembarangan menarikku dari hadapan adikku, berkata kau mau berbicara denganku. Tapi apa sekarang? Kau malah meninggalkanku duduk di tempat tidur super besar dan mewahmu ini. Dasar kau Choi Siwon!

Aku sudah duduk di tempat tidurnya selama kurang lebih sepuluh menit tetapi dirinya masih saja belum muncul sampai saat ini. Karena lelah menunggu, aku merubah posisiku menjadi tertidur. Tapi jujur saja, aku masih menunggunya.

Dan ya, mungkin sekitar 20 menit kemudian setelah aku mengubah posisiku menjadi tertidur di tempat tidurnya, dirinya muncul tepat di sampingku, tepatnya dia berjongkok di samping tempat tidurnya.

Siwon Oppa lalu memegang dan sesekali mengelus kepalaku. Aku hanya diam, biasanya aku akan merespon entah dengan berkata manis atau memegang tangannya. Tapi ya, kali ini aku memutuskan untuk terdiam saja. Moodku sama sekali belum membaik.

Siwon Oppa kemudian bersuara setelah beberapa saat kami berdua sama-sama terdiam.

“Sayang..” katanya lembut dan sedikit manja.

Aku lagi-lagi hanya dapat terdiam walaupun saat ini aku sudah sangat ingin mencium pipinya.

“Sayang.. Yoong, kau kenapa?”

Aku terdiam dan menjauhkan kepalaku dari jangkauan tangannya.

Siwon Oppa malah naik ke ranjang dan memelukku erat. Aku pun berteriak “Oppa lepaskan! Awas sana!”

Dia malah makin memelukku erat dan berkata “Yoong, ada apa sih denganmu? Apa kau sedang badmood karena fansku kesal padamu karena aku memposting fotoku yang sedang menciummu saat tertidur 2 jam yang lalu? Hm? Jangan dengarkan mereka Yoong, mengerti sajalah mereka begitu karena mereka tidak mau Oppa berharga dan tercinta mereka mencium yeoja lain.”

Aku semakin kesal mendengar apa kata Siwon Oppa barusan. Siapa sih yang bilang aku kesal karena fans-fansnya yang kesal atau apakah itu. Dan apa? Dia bilang dia memposting fotonya yang sedang menciumku saat tertidur? Hah, kurasa dirinya sudah mulai gila.

Siwon Oppa bersuara lagi “Yoong, jawab Oppa sayang. Masak kau tega mendiamkan calon suamimu yang baik hati ini?”

Aku dengan ketus menjawab “Mungkin sebentar lagi tidak akan jadi calon suamiku lagi.”

Dia tertawa dan berkata “Oh, jadi kau sudah ingin menikah secepatnya ya sayang?”

Aku menjawab dengan cepat “Siapa yang bilang aku mau menikah dengan Oppa? Mungkin aku menikah saja dengan orang lain. Yang tidak menyembunyikan apapun dariku dan ya jujur.”

Siwon Oppa kemudian membalikkan badanku, ini membuat kami saling memandang. Saat aku melihat wajahnya, aku seperti kembali jatuh cinta dengannya. Bagaimana mungkin dirinya bisa setampan ini! Kau bilang kau akan menikah dengan orang lain, tapi melihat wajahnya bentar saja kau sudah memujanya tiada henti. Kau tidak akan bisa kehilangannya YoonA, ingat itu.

Siwon Oppa kemudian berkata lagi “Jelaskan apa maksudmu sayang. Oppa sungguh tidak mengerti apa maksud ucapanmu barusan. Apa maksudmu kau tidak mencintai Oppa lagi? Begitu?”

Aku menjawab “Oppa kan pintar, pikir saja sendiri apa maksudnya.”

Siwon Oppa malah mencium pipiku “Oh! Jangan bilang kau mau… Omo Yoong. Oppa tidak menyangka kau sudah berubah secepat ini. Sabar ya saya–.”

“Yak!”

“Op–!”

“Oppa! Lepaskan, sakit seka–!”

TBC

Penasaran dengan kelanjutannya? Comment ! Karena NEXT CHAPTER bisa aja di PROTECT karena banyaknya siders.

Sorry for those typos Hehe.

 

 

 

[FF] US “Mistake” (Chapter 2)

Title : US “Mistake” (Chapter 2)

Cast : Siwon, Yoona and find others by yourself.

All cast are not belong to me and this story is just a fiction tho. All the story are completely came from my own imagination or minds. So i hardly remind peeps of “no copy paste”.

Hope you guys like it. Happy Reading!

Ketika Siwon masuk kedalam rumah dan melempar tasnya asal ke sofa diruang tv dirinya mendengar teriakan “aw” sewaktu dia mau menaiki tangga. Sadar dan mengenal pemilik suara tersebut, dirinya pun turun dan berjalan ke arah sofa tersebut. Dan…. saat Siwon sampai di sofa tersebut, ia melihat Yoona sudah terduduk manis dengan mata elangnya, dirinya tau saat itu juga dia akan menerima omelan-omelan bahkan kata-kata pedas dari istri tercintanya. Yoona tanpa membuang waktu langsung berkata “Oppa!! Apa yang kau pikirkan atau jangan-jangan Oppa tidak berpikir sama sekali?” Yoona memelototinya memberinya tatapan galak. Yoona sudah sangat frustrasi, dia tidak percaya suaminya yang pintar yang kata orang-orang cerdas itu dengan ceroboh membocorkan rahasia mereka ke publik dengan begitu mudah.

“Yoong, Oppa minta ma-” Siwon berkata sambil memperlihatkan puppy eyesnya tapi sebelum kalimat yang keluar dari mulutnya selesai, Yoona memotongnya.

“Aku hanya tidak mengerti kenapa Oppa bisa keceplosan seperti ini. Semua media mengira kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, sudah tidak pernah bertemu, bahkan sudah tidak berkomunikasi lagi dan itu semua adalah keuntungan untuk kita. Tapi Oppa malah mengeluarkan semuanya di TV Nasional! Oppa tau kan apa yang akan terjadi setelah ini? Akan ada banyak wartawan yang menunggu-nunggu kami terutama aku Oppa! Hahh!” tanyanya sambil berteriak yang dipengaruhi hormon kehamilannya.

Siwon memutuskan untuk diam karena itu adalah keputusan terbaik menurutnya dan sambil menunggu Yoona untuk mengeluarkan semua keluh kesahnya, ia pun duduk di bangku bar seberang ruang tv dan mengangguk dengan ekspresi memohon pengampunan untuk kesalahnya ‘kecil’nya, oh tidak, kesalahan besarnya.

“Oppa pasti becanda! Oppa ingin bermain-main denganku kan? Apakah Oppa serius hanya akan duduk di sana dan mengangguk? Katakan sesuatu, apa saja, sebelum aku melempar remote tv ini tepat di kepala Oppa” katanya, menginginkan jawaban dari Siwon.

Siwon tidak yakin menjelaskan dan membela dirinya sendiri adalah keputusan terbaik. Karena satu, dengan hormon kehamilan Yoona yang terus berubah-ubah, ia tahu suasana hatinya juga bisa berubah hanya dalam hitungan detik, dan dia merasa dia belum terbiasa akan hal itu dan tidak tahu apa yang diharapkan atau kapan harus mengharapkan bisa mengerti itu. Kedua, Siwon tahu ia harus berhati-hati dengan apa yang dia katakan. Dia sudah kemungkinan akan tidur di sofa malam ini, dan dia tidak ingin mengatakan apa-apa yang selanjutnya bisa membuat Yoona menempatkan dirinya di rumah anjing Bugsy.

Memilih kata-katanya dengan hati-hati, ia akhirnya berbicara dengan nada lembut sambil menatap Yoonanya malu-malu . “Oppa tidak benar-benar berpikir ketika Oppa menjawab pertanyaan itu; itu semua langsung semacam keluar mengalir begitu saja Yoong”.

“Agak tidak mungkin untuk orang yang sepintar Oppa melalukan itu.” kata Yoona dengan suaranya yang menakutkan.

Tidak mau terlalu memikirkan ucapan Yoona, Siwon melanjutkan apa yang dirinya ingin sampaikan “Dan Oppa masih begitu bersemangat tentang berita bayi kami, Oppa tidak bisa menahan diri. Menjadi seorang ayah dan memulai semua ini dengan kamu, itu sangat menakjubkan. Oppa ingin berteriak dari atap. Ditambah memiliki bayi. Jadi cepat atau lambat lebih baik semua orang tau sekarang sebelum dia lahir daripada nanti ketika semua orang tahu dan dikenal sebagai anak yang tersembunyi”.

Yoona menghela napas mengusap benjolan perutnya yang didalamnya ada janin yang sudah berusia enam bulan “Aku mengerti Oppa sangat senang. Sungguh, aku mengerti. Tapi aku hanya ingin yang tau tentang ini hanya teman-teman dekat kita, keluarga, dan hanya kami untuk sedikit lebih lama lagi. Tapi sekarang, seluruh dunia setiap menit ingin tahu detail kecil bukan hanya hubungan kita dan hidup kita, tapi sekarang kehamilan aku dan anak kami Oppa. Aku tidak ingin memberi mereka itu. Ini milikku, milik kita. Bukan konsumsi publik.” Berhenti sejenak, namun tidak membiarkan Siwon memotong pembicaraannya, Yoona kembali berkata “Dan juga besok aku ada jadwal untuk press conference film terbaruku Oppa, dan itu pasti akan menjadi lebih gila dari biasanya. Aku stress sekarang Oppa.” Dia menghela napas berat menundukkan kepalanya dan bersandar kembali ke sofa. Semua yang terjadi seperti menghisap semua tenaganya, ditambah harus mengatasi mual dan pusing-pusing karena kehamilannya membuatnya benar-benar ingin meledak.

“Sayang” katanya sambil meninggalkan tempatnya dan berjalan menuju Yoona lalu memeluknya dengan kedua lengannya dan membiarkan kepala Yoona beristirahat di dada bidangnya. “Maafkan Oppa. Oppa benar-benar, sangat menyesal.” Siwon kemudian mengusap tangannya ke atas perut Yoona. “Dear, kamu tidak boleh merasa stress dan Oppa tidak membantumu menghilangkan itu sama sekali hari ini karena kejadian tadi. Tapi, semuanya akan baik-baik saja, sayang. Oppa janji, Oppa akan membuatnya mudah.” kata Siwon lembut dan mencium puncak kepala Yoona. “Media tidak akan pernah tahu cerita kita atau apa pun yang kita tidak ingin mereka ketahui. Mereka tidak pernah bisa melaporkan detail mengenai ini karena mereka tidak bisa melaporkan apa yang mereka tidak tahu sepenuhnya atau bahkan sama sekali. Aku yakin sekali mereka berusaha memikirkan banyak kemungkinan-kemungkinan, tapi dengan itupun, Oppa berjanji tidak akan membiarkan mereka membayahakan dirimu dan bayi kita, jadi apakah kau bisa memaafkan Oppa sekarang? Hm?”.

Yoona berbalik dalam pelukannya menghadap Siwon, melihat Siwon benar-benar lelah karena acara hari itu. Bersandar ke dalam diri Siwon dan dia menemukan kenyamanan dalam pelukannya dan tahu ia tidak bisa marah lebih lama lagi. Ya, ini tidak akan tetap menjadi rahasia seperti yang Siwon katakan dan mungkin benar lebih baik untuk membiarkan berita tentang kehamilannya keluar sekarang . Kekhawatiran terbesar nya adalah bagaimana dia harus menangani pers besok, terus terang, dia merasa sedikit takut. Merasa tidur malam adalah yang terbaik untuk dirinya dan bayinya mempersiapkan diri mereka untuk besok, Siwon langsung mengangkat Yoona ke tempat tidur mereka diruang atas.

———————————

Sebuah SUV hitam sampai di hotel di mana Yoona akan melakukan wawancara sepanjang hari untuk film terbarunya , ia merasa sarafnya menggila dan merasa bahwa sarapan pagi yang telah ditelannya mencoba untuk keluar dari mulutnya saat ia melihat jumlah paparazzi dan wartawan yang lebih banyak dari biasanya dengan flash dari camera ditangan mereka. Yoona pun menggigit jarinya dan keringat mulai turun disekitar dahinya. Hyun, sang manajer, yang menyadari itu mengelap keringatnya dan mengusap lengan Yoona untuk menenangkan dirinya.

“Kau memiliki punggung dan tanganku, Yoong. Cukup ikuti dan dengarkan aku, dan aku akan berusaha membuat kau seaman mungkin Yoong. Kau percaya kan?” tanya Sooyoung yang duduk dikursi depan, ia adalah sepupu Siwon yang menjadi asisten pribadi Yoona.

“Iya unnie. Gomawo” balas Yoona dengan suara yang agak serak. Manajer Yoona pun membuka pintu mobil, tepat saat itu juga, pada fans, wartawan, paparazzi berteriak, keadaan menjadi agak kacau.

Saat Yoona keluar, suara teriakan dari orang-orang disana semakin menjadi-jadi. Hyun pun keluar diikuti Yoona yang sudah sangat gugup. Yoona memegang erat ujung jaket Hyun untuk menjaga keseimbangannya sewaktu berjalan karena paparazzi dan wartawan semakin maju kearahnya dan membuat ruang menjadi sempit. Para bodyguardnya sudah berteriak menyuruh orang-orang disana untuk membuat ruang agar Yoona tidak jatuh, tapi tidak begitu berhasil. Teriakan, tuduhan, dan pertanyaan dari para wartawan dan paparazzi yang melanggar batas ruang pribadinya tetap terdengar.

“Yoona!! Yoona! Apakah kau hamil? Benarkah?” seru seorang wartawan dari bagian kiri depannya

“Yoona! Apakah anak yang kau kandung benar-benar anak Siwon? Kau hanya mencoba membodohinya kan? Supaya kau bisa menikah dengannya?” teriak seorang perempuan yang berusia sekitar 18-19 tahun. Yoona menebak perempuan itu pasti adalah fans dari suaminya.

“Yoona kenapa kau merahasiakan pernikahan kalian? Dasar bodoh.”

“Callistha kau tidak pantas untuk Choi Siwon”

“Im Yoona anak itu bukan anak Choi Siwon bukan?”

“Callishta kau harus bercerai dengan Dave. Kau tidak pantas untuk idola kami Callistha Im”

Dia terus menundukkan kepala dan kakinya terus bergerak di atas red carpet, meskipun dia tidak tahu pasti di mana mereka membimbingnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak stres atau membiarkan pertanyaan mereka menusuk hatinya, tapi itu tidak semudah yang ia bayangkan.

“Oh Tuhan, kami pikir kau kelihatan sedikit lebih gemuk tanpa alasan.” salah satu paparazzi kasar berteriak menaruh kamera tepat di depan wajahnya. “Sekarang , kita tahu alasan sebenarnya dan kenaikan berat badanmu tidak terlihat baik sedikitpun”.

“Hey, jaga kata-katamu!” Hyun berteriak dan mendorong kamera paparazzi tersebut.

“Apakah sekarang kau berpacaran dengan manajermu dan sebenarnya dia adalah ayah kandung dari anak yang kau kandung? Apakah Dave Mike suamimu tau tentang ini Callistha?” paparazzi yang lain muncul dan bertanya.

Callistha mendongak saat mencapai pintu masuk gedung tempat wawancaranya dan buru-buru masuk ke dalam meninggalkan teriakan-teriakan kegilaan dari orang-orang diluar pintu gedung itu. Yoona pun mengambil napas dalam-dalam dan membiarkan keluar perlahan-lahan dan mencari tempat duduk. Matanya kemudian menemukan sebuah bangku di sepanjang lorong sisi pertama, ia pun berjalan ke arah lorong itu dan duduk disalah satu bangku yang ada disana. Sooyoung juga ikut duduk disampingnya. Callistha berusaha sekuat mungkin agar air matanya tidak turun. Dia tahu semua yang terjadi tadi adalah bagian dari resiko pekerjaannya, tapi ia sedang hamil dan sangat sensitif. Dia pun duduk di sana selama beberapa menit mengambil napas dalam-dalam dan mencoba untuk tetap stabil. Timnya hanya diam berdiri di sekelilingnya karena ingin membiarkan Callistha memiliki waktunya sendiri.

Setelah lima belas menit dan merasa sudah untuk Callistha mendinginkan pikirannya. Sooyoung akhirnya angkat bicara “Yoong? Apakah kau masih bisa melanjutkan wawancara ini? Karena kita benar-benar bisa pergi dari sini jika kau mau”.
“Aku baik-baik saja unnie. Ayo kita pergi” katanya sambil bangkit dari kursinya dan menyeka matanya. Sooyoung pun memandu dia ke ruangan tempat wawancara dimulai.
——————————-
(Percakapan wawancara mereka dalam bahasa inggris karena menyesuaikan dengan latarnya yang bukan Korea tapi Amerika Serikat dan sekitarnya)
Note : Yoona dipanggil Callistha hanya oleh orang America dan sebagian fans-fans disana.
Off cam (sebelum recording dimulai)
“Hey, Calistha! Long time no see, huh” Jane, pewawancara bertanya sambil melangkah ke dalam ruangan dan memeluk Yoona.
“Yeah Jane. It’s been awhile.”
Callistha menjawab sambil tersenyum tipis.
“So, you and Siwon plus one.” Jane mengedipkan mata sebelah kirinya dan tertawa kecil.
“Uh. Seems he couldn’t keep his mouth shut. He’s too excited.” Callistha tertawa, dirinya tau Jane mengerti apa yang dia bicarkan. “I mean I’m too. It’s just I know how to keep my mouth shut unlike him.”

Jane tertawa mendengar pernyataan Callishta dan berkata “He’s seemed to have an issue with that. Hasn’t he?”

“Ever since I’ve known him.” jawab Callistha sambil tertawa.

“So are you ready to start our on-cam conversation?” Jane bertanya sambil berjalan ke arah kursi kebesarannya dimana tempat ia biasanya duduk untuk mewawancarai orang.

Callistha menjawab “Yes”. Jane pun memberikan tatapan ‘let’s go’ kearah cameraman.

On-cam

“So I’m here with one of the most beautiful woman in this world with such amazing heart and talented woman, Im Callistha.” Jane memperkenalkan tamunya hari ini.

“Callistha, how’s it going? It’s been a while since we last spoke. I think the last time I saw you was 5 months ago.”

“I’m doing well and yes we met 5 months ago, it was for my video clip press conference in Los Angeles.” jawab Callistha.

“You new movie is phenomenal. I saw it at New York’s biggest vip premiere room. This is one of your best performances.” Jane mengedipkan matanya.

“Aww, thanks, Jane. It makes me happy to know you love the movie I’m in.” Yoona tersenyum malu.

“Oh! I was talking with my brother, Jake earlier, he was talking about how athletic you are. He said you played a lot of sports on set, and was an awesome golf swing.”

Pipi Yoona memerah sambil menjawab “Yeah I hit a lot of golf balls, and played a lot of basketball. It was fun.”

“Anyway, I told my Twitter followers I’d be interviewing you, there was lots of questions that came up and then a certain announcement came out and now, there is an obvious question that everyone wants to know what is the answer.”  Jane berkata sambil menahan tawanya.

“You know what I’m ready to ask you.” Sambung Jane.

Lalu berkata lagi. “You know we can’t avoid it, Callistha”

Callistha menggeram lucu.

Jane berkata lagi “Should I ask you or do you want to say something on the record?”

“Aww, Jane, Jane! Jane! Don’t do this to me! Do we have to talk about it? Aren’t there other questions you’d really rather ask me? muka Yoona lagi-lagi memerah.

“You know I can’t Cal, all your fans want to know. They force me to ask you so I won’t take a risk to make them mad at me for not asking you today.” Jane tersenyum berusaha tidak membuat Yoona semakin susah.

“Okay. I’ll just say this. Dave Mike has a big mouth with no filter!” (Okay, aku hanya akan berkata kalau Dave Mike memiliki mulut besar yang tidak ada filter (mulut yang tidak bisa dijaga)”

Jane pun berkata “Well, we already knew that! Anything else you want to add?” (Kita sudah tau tentang itu, ada yang mau kamu tambahkan?)

“And he’s ‘dead meat’ at the moment.” Yoona berkata dengan gugup. (Dia seperti ‘daging mentah’ (manusia kaku) sekarang)

Selanjutnya pertanyaan-pertanyaan yang diterima Yoona hanya berupa “Kapan dirinya akan berkujung ke negara yang lain” “Kapan dirinya akan mengadakan Tour dunia lagi” dan masih banyak lagi.

Ketika sesi wawancara sudah selesai, Yoona langsung membuka iPhonenya. Melihat ada satu pesan masuk yang belum dibuka, Yoona pun membukanya dan itu adalah pesan dari Siwon yang berisi “Hi Love! Kau baik-baik saja kan? Telepon aku ketika wawancaranya sudah selesai. Saranghae.” Yoona pun tersenyum dan langsung menelepon Siwon.

“Hi Oppa!” Yoona membuka pembicaraan.

“Hi Yoong! Sudah selesai?”

“Sudah Oppa, Oppa dimana?”

“Oppa sedang dimobil. Sooyoung akan membawamu kesuatu tempat. Kita bertemu disana ya sayang.”

“Kemana Oppa?”

“Rahasia.”

“Baiklah kalau begitu! Tunggu aku. I love you Oppa”

“Love you too Yoong!”.

The end.

Sorry buat Ending yang ga bagus guys 😦

Untuk edisi US “Mistake” end udh keluar ya. Jangan nagih” lagi :p  . Ditunggu US edisi selanjutnya/yang lainnya.

FF ini mungkin jadi FF terakhir sebelum hiatus. Tapi sebenarnya author pengen tulis beberapa cerita lagi (apalagi kalau ada request) semoga aja ada waktu ya.

Thankyou guys! Remember to place your comment too!

See you in next FF! 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[FF] US “Mistake” (Chapter 1)

Title : US – “Mistake” (Chapter 1)

Cast : Siwon, Yoona and others

Note : Cerita ini belatarbelakang di Amerika ya. Kemungkinan ga ada yang di Korea hehe. Soalnya mungkin nanti cerita ini bisa mengarah ke yang lebih vulgar (maybe)

Happy Reading guys!

Setelah memasukan permen mint ke dalam mulutnya di belakang panggung , Eve pun berjalan keluar ke penonton yang berteriak dan bersorak-sorai yang telah menantinya. Eve memulai acara talkshownya dengan menyapa pada penonton di studio dan penonton yang menonton lewat tv “Terima kasih, terima kasih! Aku sudah kembali untuk kalian semua”. Dia juga memberi senyum orang-orang di depannya, yang adalah penonton setianya. Eve pun kembali bersuara “Silakan duduk semuanya”. Setelah itu, Eve berkata “Sekarang, saya pikir sudah saatnya kita menari” sambil menyelesaikan segmen pembuka , dan gerak tubuh pada DJ tamu untuk mulai bermain musik. Saat musik mulai diputar, Eve juga mulai menari. Dia menari sesukanya ke arah kursi merahnya di panggung sebelah kanan. Ketika ia sampai di sana ia duduk dan memberi isyarat untuk DJ untuk menutup musik dan berkata “Ah , menyenangkan seperti biasa” ke arah DJ nya. Lalu berkata “Dan semua orang tolong berikan sambutan hangat untuk DJ tamu hari ini, Tom! ” Para penonton bersorak-sorai memberikan tepuk tangan meriah untuk Tom.

“Kami punya bintang tamu yang sangat kalian cintai hari ini” katanya berbalik kembali ke arah kamera dan penonton . “Dave Mike (Choi Siwon) akan hadir di sini, diacara ini hari ini untuk berbicara tentang film barunya yang berjudul LOVE!”. Orang-orang pun berteriak dengan kegembiraan. “Dan, kami juga memiliki Five Boys hari ini untuk melakukan performance untuk single terbaru mereka! Jadi, setelah iklan kami akan kembali dengan Dave duduk di sini” Eve menunjuk ke kursi kosong merah di sampingnya sebelum iklan dimulai.

Setelah 15 menit jeda iklan..

Eve mulai berkata “Tamu kami yang akan kita hadirkan dalam beberapa menit kedepan terkenal karena perannya di berbagai film Hollywood yang sangat sukses, tapi hari ini dia ada di sini untuk berbicara tentang film terbarunya , LOVE, yang telah di jadwalkan tayang di bioskop pada musim panas mendatang ini. Silahkan keluar, Dave, si pria tampan dan bertalenta” Eve memperkenalkan Dave bersamaan dengan Dave berjalan keluar dari belakang panggung dengan musik perngiring dan teriakan heboh dari penonton distudio. Dave kemudian melambaikan tangannya kepada para penonton sebagai tanda “hai” sebelum memeluk Eve dan duduk dengan tepuk tangan dan teriakan bersorak-sorai yang sangat keras. Dia melihat ke bawah tersipu malu kemudian menatap Eve dengan sedikit tersenyum dan tertawa dari para penonton sampai akhirnya mereka tenang dan wawancara pun dapat dimulai.

Eve: “Hai Dave! Terima kasih telah datang berkunjung kesini” Eve tertawa sambil bersandar di kursinya.

Dave menjawab “Hai. Uh , yeah, terima kasih telah mengundang saya.” dia tersenyum membuat beberapa penonton berteriak histeris saat mendengar suaranya.

Note : E = Eve

E: “Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah beberapa bulan sejak terakhir kamu hadir disini. Kami semua sudah sangat rindu kepadamu”.

Dave kembali menjawab : “Hmm.. Aku baik-baik saja, benar-benar dalam keadaan yang baik. Hanya saja belakangan ini saya sangat amat sibuk karena harus menyelesaikan banyak project dan shooting. Untungnya, saya sudah mendapatkan beberapa minggu yang akan datang untuk beristirahat sejenak dari segala aktivitasku.”

Eve tersenyum dan bertanya lagi : “Yeah, terdengar bagus jika keadaanmu baik-baik saja. Oh iya, waktu senggang? Apa yang akan kamu lakukan dengan diri sendiri di waktu senggang itu?” Eve bertanya ingin tahu sambil memiringkan alisnya.

Dave : “Mungkin duduk, eh , tinggal di rumah dan tidak pergi ke mana pun. Sebenarnya aku adalah tipe yang mudah merasa bosan ketika tidak bekerja atau beraktivitas. Tapi saya suka tinggal di rumah dan menghabiskan waktu dengan anjing-anjing peliharaan saya . Mereka tidak pernah membuatku bosan.” Dave terkekeh melihat ke arah penonton.

Eve kembali bertanya lagi : “Ah, bermain dengan anjing?” Eve tertawa. “Jadi berapa banyak yang kau miliki sekarang? Karena saya ingat terakhir kali saat kamu datang ke sini, kamu mengatakan memiliki dua ekor. Bagaimana keadaan mereka?”

Dave tersenyum membayangkan ‘anak’nya yang berbulu sebelum melihat gambar anjing yang ada pada layar di belakang mereka. “Itu mereka, ya mereka dalam keadaan yang baik. Bun dan Bunny, aku telah memiliki mereka sejak beberapa tahun lalu. Dan sekarang, aku memiliki Bob yang baru kuadopsi beberapa waktu yang lalu, hmm.. pada waktu sekitar musim panas”.

Eve : “Wow! Kau luar biasa. Adopsi adalah suatu hal yang besar dan tidak mudah dilakukan bukan? Kau memiliki hati yang sangat baik Dave.”

Dave tersenyum malu lalu menjawab : “Benar, mereka sangat luar biasa. Terima kasih atas pujiannya haha”.

Eve tertawa lalu kembali bertanya lagi : “Dan baru-baru ini, ada beberapa foto kamu yang keluar dan itu adalah foto-foto kamu saat berselancar dan mengendarai kapal persiar? Apakah itu benar? Anda terlihat seperti Anda adalah pakarnya. Benar-benar hebat! Apakah ini hobi yang baru Anda mencoba atau itu adalah bagian dari progam olahragamu?”

Dave tersenyum lalu menjawab : “Aku belakangan ini mulai sering pergi ke gym, mencoba untuk membuat diriku terlihat setidaknya memiliki bentuk dan otot.” sambil tertawa. “Dan saya sudah mulai berselancar beberapa tahun yang lalu , dan aku benar-benar menikmatinya sejak itu. Berselancar membuatku merasa lebih relax. Dan aku juga tidak terlalu sering pergi berselancar, aku baru akan pergi jika memeliki waktu luang dan tentunya saat aku ada disini, di LA aku akan mencari berbagai cara untuk bisa berselancar.”

Eve : “Nah, apa yang kau lakukan itu akan berakibat baik terhadapmu Dave.” Eve mengatakan melihat dari atas bahunya gambar-gambar yang ditampilkan pada layar di belakang mereka. Muka Dave merah tanda ia malu.

“Kami harus berpisah sebentar karena iklan. Tapi tenang saja, saat kami balik, kalian akan mendapatkan lebih banyak informasi mengenai Dave Mike. Tetap di channel E!” kata Eve lalu mulai mengobrol santai dengan Dave.

Setelah jeda iklan..

“Dan kami telah kembali dengan Dave Mike yang ada di sini untuk berbicara tentang filmnya yang akan keluar saat musim panas, LOVE, yang merupakan sebuah film persahabatan yang sama-sama jatuh cinta terhadap satu sama lain.” Eve menjelaskan secara detail. Dave mengangguk tanda menyetujui semua penjelasan yang disampaikan Eve. Eve lalu kembali bertanya “Kau berperan sebagai Dennis dalam film , Jane memainkan Dorothy kan? Apa rasanya mengambil peran ini? dan apakah kau menghadapi kesulitan memainkan peran ini?”.

“Ya. Saya pikir Anda selalu memiliki semacam khawatir tentang hidup sampai peran yang akan dimainkan, terutama ketika memainkan seseorang yang hidup dan memiliki kehidupan yang penuh hingga dapat berbeda dengan hidup aslimu. Anda ingin memastikan Anda dapat menyatu dan mengalir ke dalam peran supaya terlihat natural.” Dave menjelaskan mencoba untuk membantu penonton dan Eve memahami pendekatan atau tenang peran yang dia ambil. Dave pun kembali berkata “Sebenarnya sangat sulit dan saya melakukan banyak penelitian tentang Dennis dan Dorothy bahkan sebelum memulai shooting. Saya ingin memastikan saya tahu sebanyak mungkin untuk mendapatkan pengertian yang benar, dan menyenangkan bisa bekerja bersama dengan Jane. Dia berbakat dan melakukan pekerjaan yang menakjubkan. Saya berharap kami berdua melakukannya dengan benar dan orang-orang yang menonton nantinya dapat terhibur dan merasa senang”. Dave tersenyum kearah para penonton yang bertepuk tangan untuk dirinya.

Beberapa saat kemudian, berbagai foto dirinya, Jane dan seorang bayi saat shooting ditampilkan dilayar.

Eve kembali bertanya “Dave, kau kembali berperan menjadi ayah difilm ini, walaupun hanya sebentar. Seingat aku, kau juga pernah memerankan peran ayah diberbagai filmmu yang lainnya. Jadi bagaimana rasanya?”.

“Saya suka berperan sebagai ayah dan bekerja dengan anak-anak. Mereka menyenangkan dan begitu tak terduga. Mereka benar-benar membuat tempat shooting menjadi menarik. Dan juga, istri saya sudah hamil, jadi saya kira itu memberi saya beberapa latihan yang baik.”

Para penonton yang mendengar apa yang baru dikatakannya terkejut. Dan mata Dave membesar bersamaan dengan tangannya yang langsung menutup mulutnya. Terkejut dengan apa yang barusan dikatakan dirinya diacara live ini. Eve yang mendengar itu juga terkejut dan tersenyum lebar, tidak percaya terhadap apa yang baru dikatakan oleh Dave.

Dave berusaha untuk tidak terlihat kaku dan kaget namun Eve sudah mulai bertanya “Benarkah? Istrimu sudah hamil Dave?”

Dave tersenyum dan dalam hati merutuki dirinya sendiri, karena setelah ini dia akan mendapakan omelan panjang dari Yoona sewaktu tiba dirumah. “Hmm.. ya sebenarnya dia sedang hamil.” Dave mencoba menjawab sesingkat mungkin, tidak mau menceritakan terlalu banyak. Pada penonton yang mendengar itu pun bertepuk tangan, berbahagia  atas kabar baik yang baru saja mereka dengar.

Eve yang menyadari Dave tidak nyaman untuk terus ditanyai mengenai ini. Dirinya pun mencoba mengakhiri topik ini secepat mungkin dan berkata “Kamu pasti sangat senang Dave. Selamat ya!”.

“Terima Kasih”. Dave tersenyum makin lebar dan mukanya juga sudah semakin memerah akibat malu.

“Hmm.. waktu kita sudah semakin sedikit. Tapi sebelum kamu pulang, aku mempunyai sesuatu untukmu yaitu Eve’s clothing. Karena aku mendengar kau sangat suka jadi aku memberinya sekarang. Dan juga ada Eve’s biskuit yang mungkin bisa kau kasih kepada orang yang sedang menunggumu pulang.” Para penonton tertawa mendengar perkataan Eve.

Dave berkata “Terima kasih. Aku pasti akan menyimpan baju ini.”

Eve menjawab “Sama-sama Dave. Senang kau berkunjung kesini. Ku tunggu kehadiranmu lagi secepatnya. Semoga lain kali kau bisa hadir disini dengan istrimu.” Mereka pun berpelukan.

Kamera stop berputar. Dave dan Eve berbicara santai sebentar sebelum Roy, manajer Dave memanggil dirinya untuk masuk ke backstage. Dave pun duduk di backstage sampai acara Eve’s Show selesai sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan dan jelaskan kepada Yoona ketika Yoona mengetahui tentang dirinya yang tanpa sengaja mengatakan hal yang harusnya mereka simpan dari publik. Tapi dirinya tak mau ambil pusing lagi pada akhirnya karena dirinya sangat senang akan semua ini.

TBC..

Hey readers. Sepertinya ini bukan FF deh karena terlalu singkat. Tapi yaudahlah ya.. ini ada banyak kelanjutannya juga. Dan juga dichapter ini Yoonanya belum ada sama sekali karena chapter one ini bisa dibilang adalah sebagian besar adalah interaksi Siwon dan pembawa acara itu.

Semoga suka deh. Dan kalau ga berhalangan, chapter twonya bakal di post hari senin atau sebelum itu (ga janji ya).

Dan..

Setelah berapa bulan author ga posting akhirnya bisa posting juga. Author ga posting selama beberapa bulan karena blog ini error selama beberapa lama dan juga author ga punya waktu luang yang banyak karena berlibur. So mohon dimengerti yang readers! Thankyou!

Berikan saran dan kritikmu! 🙂

 

 

 

 

 

[Chapters] Our Journey, Our Story (Chapter 6)

Cast : Siwon, Yoona, Keluarga dan Sahabat Siwon &

Yoona

Role : – Siwon & Yoona = Main Cast

– Daddy Siwon = Choi Kiho

– Mommy Siwon = Park Eunsang (Choi Eunssng)

– Siwon’s Younger Sister = Choi Jiwon

– Daddy Yoona = Im Yongbin

– Mommy Yoona = Lee Jiyoung ( Im Jiyoung)

– Yoona’s older sister = Im Yoojin

– Yoona’s brother-in-law = Sebastian Christian

– Sahabat Siwon = Kyuhyun, Leeteuk, Yesung,

Kangin, Eunhyuk.

– Sahabat Yoona = Yuri, Seohyun, Tiffany,

Sooyoung, Taeyeon.

Ini ceritanya konfliknya ga begitu keliatan malah sepertinya aman-aman aja.. soalnya di cerita ini aku pengen memperlihatkan keromantisan Siwon&Yoona dan kebahagian mereka yang bakal tunangan dan kehidupan menikah mereka.

Title : Our Journey, Our Story.

Length: Chapter (6)

All the cast are belong to their own family and company. Not mine at all. I’m just using their name to make story. This is my first time writing fanfiction.

Hope you enjoy. Give your opinion in comment (Berikan pendapat kalian di komen)

Sebelumnya admin mau menyampaikan terima kasih buat para readers yang udh like maupun comment itu buat semangat author buat nulis hehe. Thankyou.

Oh ya ceritanya bisa Siwon point to view / Yoona point to view / both point of view.. tapi bisa juga Author Point to view.. nanti kalian boleh request kok di comment

Sesuai dengan permintaan beberapa readers yang mau author untuk mendeskripsikan role selain keluarga Siwon dan Yoona. Jadi author tulis ya.

Sahabat-sahabat Siwon

1. Kyuhyun

Seorang pengacara yang telah dikenal Internasional. Anak dari pengusaha perabot. Menjadi pengacara keluarga Choi. Kyuhyun menjadi sahabat Siwon ketika Siwon menjemput Yoona di boutique Yoona yang sedang bersama Kyuhyun dan Seohyun. Dan sangat kebetulan, Kyuhyun adalah sahabat Yoona juga dan tunangan Seohyun.

2. Leeteuk

Pemilik sebuah perusahaan yang bekerja di bidang produksi. Leeteuk sudah menikah 1 setengah tahun dengan Taeyeon. Leeteuk sendiri adalah sepupu jauh Yoona. Leeteuk adalah senior Siwon sewaktu berkuliah di Harvard. Keluarga Park juga sangat mengenal dekat keluarga Choi.

3. Yesung

Seorang penyanyi terkenal karena suaranya sangat merdu. Dia juga memiliki sekolah seni yang diurus oleh sepupu-sepupunya (Alicia, Beth, Cliara). Yesung sendiri sudah akan menikah 1 bulan lagi dengan Yuri.Yesung mengenal dan menjadi sahabat Siwon lewat advertisement yang menggunakan mereka berdua sebagai icon produk mereka.

4. Kangin

Memimpin perusahaan keluarganya di China dan juga mempunyai restaurant mewah di kawasan Gangnam. Kangin yang sibuk ternyata juga sudah memiliki istri yang bernama Tiffany. Kangin mengenal Siwon saat perjalanan bisnis Siwon ke China.

5. Eunhyuk

Pria yang satu ini pemilik bar terkenal di Korea dan Jepang. Jangan salah Eunhyuk juga sudah memiliki pacar yang bernama Sooyoung. Eunhyuk adalah sahabat Siwon sejak SMA.

Sahabat-sahabat Yoona

1. Seohyun

Wanita yang umurnya 1tahun lebih muda dari Yoona ini sudah berteman dengan Yoona sejak SD. Seohyun juga membantu Yoona di boutique Yoona. Seohyun memiliki sekolah ballet sendiri dan merupakan tunangan yaitu Kyuhyun.

2. Taeyeon

Wanita yang mempunyai suami yang bernama Leeteuk tengah mengandung 4 bulan. Taeyeon sendiri tidak bekerja, kadang dia hanya melukis dan mengirim lukisannya ke gallery / studio ternama. Taeyeon adalah senior Yoona dan Seohyun sewaktu SMP tapi mengenal baik Yoona lewat Leeteuk.

3. Yuri

Yuri memiliki sekolah olahraga. Yuri mengenal Yoona sejak SMA dan berkuliah bersama bidang fashion. Yuri sendiri sudah menganggap Yoona adiknya karena mereka adalah anak tunggal. Jangan lupa, Yuri sebentar lagi akan menjadi istri dari Yesung.

4. Tiffany

Istri dari Kangin ini sudah memiliki 1 orang anak yang bernama Nicole. Tiffany juga mengenal Yoona saat mereka memasuki kelas model khusus.

5. Sooyoung

Sooyoung adalah sepupu Jiwon dan Siwon. Sooyoung juga sudah mengenal lama Yoona karena keluarga Sooyoung adalah teman dekat keluarga Yoona. Oh, Sooyoung sudah memiliki pacar yaitu Eunhyuk.

Happy reading lovely readers

Before (Chapter 5)

….kemudian mencium semua yang ada diwajah Yoona dari mata hingga kembali ke bibir itu. Akhirnya, sepanjang malam itu mereka menghabiskan waktu bersama dengan menonton film romance dan kadang Siwon menggoda Yoona. Ah, romantis sekali.

Chapter 6

Author POV

Siwon memegang kedua pipi Yoona agar ciuman manis mereka tidak terlepas. Mereka hanya melepas sesaat untuk menghirup udara beberapa detik lalu kembali berciuman lagi. Mungkin siapapun yang melihat ini berpikir apakah mereka sedang menonton sebuah serial drama Korea? atau apa? Satu tangan Siwon sekarang mulai beralih pada punggung Yoona, mengusap punggung itu dengan lembut sedangkan Yoona sudah menaruh tangannya di leher Siwon. Mereka sangat menikmati ciuman manis dari pasangan masing-masing. Akhirnya setelah puas berciuman, mereka pun melepaskan ciuman itu dan seulas senyuman pun muncul di wajah Siwon dan Yoona. Saling menatap satu sama lain, berbicara lewat tatapan mata mereka, sekali lagi hanya mereka berdua. Kemudian Siwon memeluk Yoona erat sambil berkata “Jangan pernah tinggalkan aku sayang. Karena kau tau? aku terlalu tergantung pada Yoonaku, tanpa dirinya aku bisa mati. Jika Yoonaku meninggalkanku, hati dan jiwaku juga akan pergi. Aku mencintaimu sayang, mencintaimu lebih dari apa yang kau tau Yoong dan akan terus mencintaimu sayang”. Yoona tersenyum dalam pelukkan Siwon dan menjawab “Sama halnya dengan aku Oppa. Jika Siwonku pergi, jiwa dan ragaku juga akan terbang dan pergi mengikuti Siwonku. Aku juga mencintai Oppa, lebih dari apa yang Oppa tau”. Siwon mendorong pelan Yoona dari pelukkannya lalu langsung mengecup pipi kiri dan kanan Yoona, meninggalkan semburat merah di kedua pipi mulus Yoona. Yoona berseru sambil menepuk pipi Siwon berkali-kali “Ah, jika begini aku sangat tidak sabar untuk menghabiskan waktuku lebih dari seminggu dengan Tuan tampanku ini”. Siwon hanya tersenyum, dalam hati dia mendoakan apa yang telah direncakannya akan berhasil. Yoona kemudian meletakkan kepalanya di dada Siwon, memejamkan matanya. Siwon pun langsung merangkul badan Yoona. Hari ini, malam ini mereka akan tidur dengan posisi seperti ini.

Siwon POV

Ku lihat gadis cantikku sudah tertidur. Aku langsung mengeluarkan IPhoneku dan mengirim pesan ke Sooyoung dan Seohyun. Isi pesannya berbeda, tapi mempunyai arti dan tujuan yang sama. Untuk sepupuku, Sooyoung “Soo, kau jadi kan? Kau bisa mengajak si Eunhyuk itu, bilang saja tenang aku yang membayar semuanya! Kabari aku secepat mungkin. Selamat malam” dan untuk Seohyun “Seo, bagaimana dengan apa yang kita bicarakan beberapa hari yang lalu? Ajaklah Kyuhyun, aku yang akan membayar semuanya. Selamat malam, kabari aku secepatnya ya Seo”. Tak sampai 10 menit, IPhoneku sudah berdering menandakan ada pesan yang masuk. Dari Sooyoung, Seohyun, Jiwon dan Ommaku. Aku membuka pesan Sooyoung dulu, dia membalas “Jadi Oppa, aku akan menjadi pahlawan lagi berarti, ingat imbalannya Hermes limited warna jingga yang seperti Yoona pakai waktu itu. Haha, bye Oppa”. Lalu dari Seohyun “Iya Siwon Oppa. Kyu Oppa juga setuju kok. Kami akan ikut dan membantumu Oppa. Selamat malam hehe”. Aku tersenyum, mereka ternyata menyetujui rencanaku rupanya. Dan sekarang aku membuka pesan dari Jiwon, adikku “Oppa, aku jadi ikut ke Maldives. Bye, goodnight Oppaku yang jelek”. Huh! Selalu mengatakan aku jelek, aku langsung membalas “Terima kasih adikku yang LEBIH jelek”. Terakhir aku membuka pesan dari Ommaku. Isi pesannya “Omma, Appa dan orang tua Yoona setuju kalau kami akan pergi sehari sebelum kau melaksanakan rencanmu. Kau akan berjalan-jalan di hari pertama dan kedua dulu kan?”. Aku tersenyum dan membalas pesan Ommaku “Terima kasih telah membantuku Ommaku yang baik hati. Iya, aku akan mengajak Yoona ke beberapa tempat dulu Omma, tidurlah Omma, selamat malam. Aku menyayangimu”. Aku pun menekan power off dan IPhoneku langsung mati. Aku kembali melihat ke wajah cantik didadaku ini. Sungguh kenapa dia bisa begitu cantik? Mohon beritahu aku jika ada kata yang bisa dipakai selain cantik untuk mendeskripsikan bagaimana sangat sangat cantiknya wanitaku.aku mengecup dahinya singkat dan menutup mataku. Hmm.. malam yang indah..

Author POV

Siang hari telah menyambut. Didalam apartment Yoona, terlihat Yoona sedang mengelus pipi Siwon sebelum mengangkat tangan kekar Siwon dan tubuhnya. Setelah itu, Yoona pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah 45 menit, Yoona keluar dengan kemeja biru laut merek balenciaga, midi skirt Chanel lalu memoles sedikit make-up, tepatnya lipstick peach ke bibirnya. Yoona juga tidak lupa untuk membawa serta Hermes Piccolo birunya. Yoona keluar dari kamarnya dan langsung menuju sofa dimana Siwon masih tertidur disana. Yoona membangunkan Siwon dengan berkata “Oppa bangun, Oppa!”. Tapi Siwon masih belum bergeming. Yoona akhirnya melanjutkan “Oppa, Siwon Oppa! Cepat bangun, kita akan membeli pakaian untuk dipakai ke pesta pernikahan Yuri besok. Ayolah Oppaku yang tampan”. Entah bagaimana, setelah mengucapkan kalimat itu, Siwon langsung terbangun. Siwon menoleh ke arah Yoona, melihat wanitanya dari atas sampai bawah. Yoona langsung berkata “Aku sudah siap, tinggal menunggu Oppa. Ini juga sudah siang, perutku sudah menjerit meminta makan, makan segera mandi, aku sudah menyiapkan pakaian Oppa di tempat tidurku”. Siwon hanya tersenyum dan langusng mencium bibir Yoona lumayan lama dan berkata “Iya sayang, hanya perlu menungguku 20 menit” lalu mengacak rambut Yoona. Yoona hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah kekasihnya.

Bentar saja, tepat 20 menit kemudian Siwon keluar dengan kemeja warna biru senada dengan Yoona dan jeans casual serta sepatu Louboutin berwarna hitam. Sungguh Siwon terlihat sangat keren dan tentu saja tampan. Siwon langsung berjalan ke arah Yoona di sofa tempat ia tidur semalaman dengan Yoona. Siwon tersenyum melihat yang Yoona sedang memainkan IPhonenya, tepatnya chatting dengan Yuri. Siwon kemudian melingkarkan kedua tangannya ke leher Yoona lalu berkata “Tuan Putri sudah siap? Pangeran sudah siap untuk membawamu kemana saja”. Yoona terlihat terkejut dengan perlakuan tiba-tiba Siwon karena dia sedang asyik chatting dengan Yuri. Yoona lalu menoleh ke arah Siwon dan menjawab “Ah Oppa mengejutkanku. Hampir saja, mungkin aku bisa mati! Ya sudah sekarang kita ke boutique biasa, ada banyak new arrival dan limited hari ini”. Siwon mengangguk lalu memegang tangan Yoona dan membawanya keluar dari apartment itu dan masuk ke mobil Audi miliknya. Membukakan pintu untuk Yoona sebelum dirinya masuk ke tempat kemudi. Seperti biasa, suasana mobil Siwon terisi dengan candaan mereka berdua, kadang bermesraan ketika sampai lampu merah, juga membicarakan soal pekerjaan dan rencana pakaian model seperti apa yang akan mereka beli nanti.

30 menit kemudian..

Mereka telah sampai di boutique mewah ini. Mungkin kalian bingung, kenapa harus ke boutique ini? Kan Yoona mempunyai boutique yang bahkan lebih terkenal karena sudah memasuki luar negeri. Itu karena Yoona tidak begitu suka memakai hasil rancangannya entah kenapa. Kalau Siwon, Siwon hanya mengikuti Yoona jika sudah berurusan dengan pakaian menghadiri acara pernikahan. Apalagi ini pernikahan sahabat dekat mereka. Siwon dan Yoona masuk dan langsung disambut sangat baik oleh penjaga toko. Mereka bahkan sudah hafal dengan sangat muka Yoona dan Siwon karena pasangan ini selalu berbelanja banyak dan membuat mereka mengeluarkan reaksi “Wah, daebak!!”. Yoona berkeliling di jajaran gaun-gaun mewah dan matanya tertuju pada sebuah gaun pink muda shoulder off bermerek Alberto Ferrentti. Dia langsung menyuruh penjaga toko mengambil untukknya lalu Yoona berjalan ke arah Siwon lalu merangkul lengannya, dan berkata “Apakah Oppa sudah dapat? Aku sudah!”. Siwon menjawab “Belum sayang, ku rasa kali ini kau harus memilihkannya untukku lagi sayang, kau terlalu baik dalam hal ini sayang, bagaimana?”. Yoona mengangguk cepat dan hanya beberapa menit kemudian, Yoona sudah dapat menentukkan pilihannya. Sebuah kemeja putih Gucci dan jas biru dongker serta celana hitam yang mewah. Siwon tersenyum dan langsung mengecup bibir Yoona singkat. Hal ini membuat para penjaga merasa sangat iri melihat pasangan ini. Setelah mencoba gaun dan jas serta kemeja, Siwon dan Yoona pun akhirnya keluar dari boutique mewah itu dan mereka akan pergi ke kediaman Choi sekarang karena tadi Omma Siwon tiba-tiba menelepon dan mengajak mereka untuk makan siang bersama.

Keesokan harinya, Yoona terlihat sangat sibuk merias dirinya dan juga Siwon. 30 menit lagi acara pernikahan Yesung dan Yuri akan segera dimulai. Sehabis merias diri, Siwon dan Yoona langsung masuk ke mobil Ferrari Siwon dan melaju dengan kecepatan lebih dari biasanya. Untung jalanan hari ini tidak terlalu maverick, sehingga hanya butuh 20 menit untuk mereka sampai di tempat acara penikahan itu berlangsung. Yoona dan Siwon duduk di bangku 3 dari depan bersama Jiwon, Seohyun, Kyuhyun, Sooyoung juga Eunhyuk. Acara telah mulai, terlihat Yuri masuk dari pintu ballroom tersebut dengan Appanya. Yuri terlihay gugup, tapi Yoona tau pasti Yuri sangat senang sekali bisa menikah dengan Yesungnya. Ah andaikan saja… Siwon.. kau peka terhadap persaaanku. Siwon yang disebelah Yoona menoleh ke arah Yoona dan berkata dalam hati “Yoong, aku akan membuat yang lebih dari ini, lebih indah dari ini sehingga bukan kau yang menginginkan seperti Yuri atau orang lain, tapi mereka yang iri melihat kau bahagia sekali dan aku akan membuatku merasa seperti wanita paling beruntung didunia Yoong, hanya tunggu waktunya sayangku”. Sekarang yang Siwon dan Yoona serta semua tau yang datang adalah adegan ciuman mesra Yesung dan Yuri. Siwon kemudian berbisik kepada Yoona “Yoong, kita bahkan pernah berciuman yang lebih hebat daripada pasangan pengantin itu kan.. apa kau ingat sayang? Keke”. Yoona memukul tangan Siwon beberapa kali karena malu. Setelah acara selesai, Yoona dan Siwon menghampiri Yesung dan Yuri. Yoona berkata “Selamat Yesung Oppa dan Yuri unnie. Semoga kalian berbahagia selalu. Oh ya, Yesung Oppa jaga unnieku yang satu ini baik-baik karena jika dia tersakiti aku yang akan membalasmu hahaha”. Yesung spontan membalas “Aku akan berusaha untuk itu tidak pernah terjadi Yoong hehe”. Yuri kemudian memeluk Yoona erat sedangkan Yesung memeluk Siwon erat. Yuri tiba-tiba berkata “Lalu kapan kalian akan menyusul kami Siwon Oppa, Yoong?”

TBC..

Penasaran dgn kelanjutannya?

Tinggalkan jejak. Next chapter resmi akan di protect hehe 🙂

Sampai jumpa dipostingan berikutnya.

Sorry kalau typo masih bertebaran

[Chapters] Our Journey, Our Story (Chapter 4)

Bagi yang mau minta password chapter 5 nanti, mention di twitter @minefanfiction_ atau email minefanfictionworld.wordpress.com atau Facebook. Copy link ini terus paste di tab kalian aja buat facebook aku https://m.facebook.com/profile.php?id=100010317391287&fref=nf&pn_ref=story&ref=bookmarks

Cast : Siwon, Yoona, Keluarga dan Sahabat Siwon &
Yoona
Role : – Siwon & Yoona = Main Cast
– Daddy Siwon = Choi Kiho
– Mommy Siwon = Park Eunsang (Choi Eunssng)
– Siwon’s Younger Sister = Choi Jiwon
– Daddy Yoona = Im Yongbin
– Mommy Yoona = Lee Jiyoung ( Im Jiyoung)
– Yoona’s older sister = Im Yoojin
– Yoona’s brother-in-law = Sebastian Christian
– Sahabat Siwon = Kyuhyun, Leeteuk, Yesung,
Kangin, Eunhyuk.
– Sahabat Yoona = Yuri, Seohyun, Tiffany,
Sooyoung, Taeyeon.
Ini ceritanya konfliknya ga begitu keliatan malah sepertinya aman-aman aja.. soalnya di cerita ini aku pengen memperlihatkan keromantisan Siwon&Yoona dan kebahagian mereka yang bakal tunangan dan kehidupan menikah mereka.

Title : Our Journey, Our Story.
Length: Chapter (4)

All the cast are belong to their own family and company. Not mine at all. I’m just using their name to make story. This is my first time writing fanfiction.
Hope you enjoy. Give your opinion in comment (Berikan pendapat kalian di komen)

Sebelumnya admin mau menyampaikan terima kasih buat para readers yang udh like maupun comment itu buat semangat admin buat nulis hehe. Thankyou.

Oh ya ceritanya bisa Siwon point to view / Yoona point to view / both point of view.. tapi bisa juga Author Point to view.. nanti kalian boleh request kok di comment

Sesuai dengan permintaan beberapa readers yang mau author untuk mendeskripsikan role selain keluarga Siwon dan Yoona. Jadi author tulis ya.

Sahabat-sahabat Siwon
1. Kyuhyun
Seorang pengacara yang telah dikenal Internasional. Anak dari pengusaha perabot. Menjadi pengacara keluarga Choi. Kyuhyun menjadi sahabat Siwon ketika Siwon menjemput Yoona di boutique Yoona yang sedang bersama Kyuhyun dan Seohyun. Dan sangat kebetulan, Kyuhyun adalah sahabat Yoona juga dan tunangan Seohyun.
2. Leeteuk
Pemilik sebuah perusahaan yang bekerja di bidang produksi. Leeteuk sudah menikah 1 setengah tahun dengan Taeyeon. Leeteuk sendiri adalah sepupu jauh Yoona. Leeteuk adalah senior Siwon sewaktu berkuliah di Harvard. Keluarga Park juga sangat mengenal dekat keluarga Choi.
3. Yesung
Seorang penyanyi terkenal karena suaranya sangat merdu. Dia juga memiliki sekolah seni yang diurus oleh sepupu-sepupunya (Alicia, Beth, Cliara). Yesung sendiri sudah akan menikah 1 bulan lagi dengan Yuri.Yesung mengenal dan menjadi sahabat Siwon lewat advertisement yang menggunakan mereka berdua sebagai icon produk mereka.
4. Kangin
Memimpin perusahaan keluarganya di China dan juga mempunyai restaurant mewah di kawasan Gangnam. Kangin yang sibuk ternyata juga sudah memiliki istri yang bernama Tiffany. Kangin mengenal Siwon saat perjalanan bisnis Siwon ke China.
5. Eunhyuk
Pria yang satu ini pemilik bar terkenal di Korea dan Jepang. Jangan salah Eunhyuk juga sudah memiliki pacar yang bernama Sooyoung. Eunhyuk adalah sahabat Siwon sejak SMA.

Sahabat-sahabat Yoona
1. Seohyun
Wanita yang umurnya 1tahun lebih muda dari Yoona ini sudah berteman dengan Yoona sejak SD. Seohyun juga membantu Yoona di boutique Yoona. Seohyun memiliki sekolah ballet sendiri dan merupakan tunangan yaitu Kyuhyun.
2. Taeyeon
Wanita yang mempunyai suami yang bernama Leeteuk tengah mengandung 4 bulan. Taeyeon sendiri tidak bekerja, kadang dia hanya melukis dan mengirim lukisannya ke gallery / studio ternama. Taeyeon adalah senior Yoona dan Seohyun sewaktu SMP tapi mengenal baik Yoona lewat Leeteuk.
3. Yuri
Yuri memiliki sekolah olahraga. Yuri mengenal Yoona sejak SMA dan berkuliah bersama bidang fashion. Yuri sendiri sudah menganggap Yoona adiknya karena mereka adalah anak tunggal. Jangan lupa, Yuri sebentar lagi akan menjadi istri dari Yesung.
4. Tiffany
Istri dari Kangin ini sudah memiliki 1 orang anak yang bernama Nicole. Tiffany juga mengenal Yoona saat mereka memasuki kelas model khusus.
5. Sooyoung
Sooyoung adalah sepupu Jiwon dan Siwon. Sooyoung juga sudah mengenal lama Yoona karena keluarga Sooyoung adalah teman dekat keluarga Yoona. Oh, Sooyoung sudah memiliki pacar yaitu Eunhyuk.

Happy reading guys!

Before (Chapter 3)
Yoona sekarang sudah meletakkan kepalanya di dada Siwon dan kedua tangannya sudah melingkari pinggang Siwon manja. Siwon juga memeluk tubuh Yoona, mengurangi dinginnya angin malam yang Yoona rasakan. Setelah 15 menit, Siwon menggendong Yoona ke kamarnya dan membiarkan Yoona mengganti pakaiannya menjadi piyama. Siwon mengetik sebuah pesan ke seseorang menanyakan tentang persiapan acara disuatu tempat.

Chapter 4

Author POV

Siwon berkirim pesan ke seseorang di luar sana. Isi pesannya
“Tuan, aku sudah menyuruh semua anak bush untuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan” kata seseorang disebrang.
“Baik, kerja bagus Tuan Kim. Terima Kasih” balas Siwon.
Sebuah pesan kembali masuk
“Oh Tuan, bagaimana kalau Tuan sendiri yang memilih cincinnya?” Tanya tuan Kim
Siwon tersenyum dan membalas “Tidak masalah, tapi tolong hubungi perusahaan berlian itu dan bilang aku akan terbang ke Paris langsung untuk memastikan semuanya juga telepon pihak brand Hermes”
Tuan Kim kemudian membalas “Baiklah Tuan”.
Siwon menutup IPhone 6+ hitamnya yang dipakai hanya untuk pekerjaan setelah mendengar pintu kamar mandi terbuka. Yoona keluar dengan wangi tubuhnya yang harum serta piyama kebesaran yang membuat dia terlihat sangat lucu.
Siwon berjalan cepat dan memeluk Yoona sambil mencium puncak kepala Yoona. Yoona tersenyum dan berkata “Ada apa Oppa? Kenapa belakangan ini Oppa tambah manja saja?”. Siwon memeluk Yoona makin erat sambil berkata “Apa tidak boleh kalau Oppa manja dengan wanita Oppa sendiri? Atau kamu mau Oppa bermanja-manja dengan wanita lain, hm?” Bukannya marah Yoona malah menjawab “Ah, baiklah, sepertinya Choi Siwon didepanku ini akan kutendang jauh-jauh jika berani melalukan itu”. Siwon menjawab “Ah, Yoonaku tidak akan mungkin tega”. Yoona menjawab cepat “ah atau aku harus mencari pria keren lain ya? Mungkin bisa ku mulai besok”. Siwon menjawab kembali “Ah, sungguh menyedihkan diriku yang tampan ini akan dibuang oleh wanitanya sendiri. Im Yoona! Kau sungguh keterlaluan”. Kemudian mereka tertawa senang dan tidur dengan lengan Siwon sebagai alas tidur Yoona.

Siwon POV

Aku tersenyum mengingat kejadian barusan. Sekarang Yoona tengah tertidur manis di lengan kekarku. Sungguh kenapa dia sangat cantik? Aku tidak akan rela melepaskannya untuk siapapun itu. Aku bersyukur mempunyainya disisiku.

Yoona POV
Betapa indahnya hidupku karena Siwon Oppa. Dia selalu membahagiakanku kalau kalian mau tau. Tak pernah menyakitiku sekalipun. Entahlah, dialah tempat aku merasa terlindungi dari bahaya. Oppa memang selalu peduli dan romantis. Ku harap aku dapat membahagiakan Siwon Oppa juga.

Author POV

Pagi harinya Siwon dan Yoona makan pagi bersama dimeja makan setelah membersihkan diri mereka. Sehabis makan, Siwon mengantar dan menemani Yoona ke boutique Yoona.
15 menit kemudian mereka telah sampai di boutique Yoona. Siwon turun dan membukakan pintu dan mengecup lembyt kedua pipi Yoona. Sungguh manis pemandangan ini. Yoona dan Siwon masuk dan disapa oleh para karyawan boutique Yoona. Yoona masuk ke ruangannya diikuti oleh Siwon. Yoona duduk di meja kerjanya dan melihat undangan fashion show lagi dari pihak Victoria Secret. Yoona mengambil undangannya dan duduk dengan Siwon di sofa. Posisi mereka saat ini yaitu kepala Yoona diletekkan di dada Siwon dan Siwon meletakkan satu tangannya dipinggang Yoona.
“Hmm.. Oppa” panggil Yoona kepada Siwon yang sedang melihat IPhone nya
Siwon langsung menoleh dan bertanya “Kenapa sayang?”
Yoona menjawab “Aku diundang untuk menjadi salah satu model oleh Victoria Secret, menjadi model khususnya lusa, apakah boleh?”
Siwon tersenyum dan mengusap rambut Yoona lembut “Tentu saja boleh sayang, kenapa tidak?” Tanya siwon
Yoona menjawab “ini bukan fashion show seperti biasa Oppa, kali ini memakai pakaian sangat sexy dan mungkin sangat terbuka Oppa”
Siwon terdiam lalu tertawa “jadi kenapa Yoong? Bukannya bagus kamu tampil sexy? Sangat jarang bukan?”
Yoona memukul lengan Siwon dan berkata “Yaudah jangan cemburu jika aku tiba-tiba dirayu oleh pria lain dan aku terpesona kepadanya”
Siwon menjawab “Yak! Kau tidak boleh menyukai orang lain selai Choi Siwon anak Choi Kiho”. Yoona tertawa “tenang saja Oppa sambil menunjukkan winknya kepada Siwon”.
Kegitan mereka dihentikan oleh pintu yang diketuk dari luar, oh ternyata Seohyun. Seohyun masuk dan membungkan dirinya kepada Siwon dan tersenyum agak canggung karena sudah menganggu mereka. Yoona yang bisa melihat itu berkata “Seohyun ah, ada apa? Seohyun menjawab “Ah, Sooyoung unnie menyuruhku menyuruh unnie melihat IPhone unnie, dia mengirim pesan untuk unnie.” . Seohyun langsung keluar setelah Yoona mengucapkan terima kasih. Malam hari telah tiba, Siwon dan Yoona berada di sebuah kamar hotel mewah yang disewa Siwon tadi sore. Yoona berjalan ke balkon yang memperlihatkan keindahan malam hari. Yoona kemudian merasakan tangan kekar Siwon memeluknya dari belakang. Siwon berkata “Apa kau senang berada disini dear?” Yoona menjawab “Sangat senang apalagi bisa bersama Oppa”. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing.

Siwon POV

Aku sengaja membooking kamar VVIP di hotel Appaku untuk malam ini. Kebahagianku yang terbesar adalah Yoona. Jika kalian bertanya kenapa aku sangat mencintainya. Maka aku akan menjawab “Karena dia, aku mengenal arti cinta dan bahagia”. Jujur saja, di antara semua teman perempuan yang dekat denganku. Tidak ada satupun yang bisa sedekat Yoona dengan keluargaku. Bukan karena Yoona konglomerat sama sepertiku makanya orangtuaku dekat dengannya. Salah besar, orangtuaku tidak begitu mementingkan status sosial jika kita bicara soal istri/suami anak-anaknya. Ada sesuatu didalam diri Yoona. Sampai Jiwon, adikku sangat menyayangi wanitaku. Jiwon sampai membelanya dibandingkan aku, kakak kandungnya. Bahkan dia bisa langsung mengukuti apa yang Yoona sarankan. Jika aku yang sarankan, maka akan sangat susah untuk dia lakukan. Kedua orangtuaku sampai memperingatiku untuk berjanji tidak akan menyakiti Yoona sedikitpun setelah tau kami berpacaran. Aku bukan pria gila dan bodoh, aku tidak akan menyakiti Yoonaku yang begitu berharga. Jika iya aku menyakitinya maka sama saja aku menyakiti diriku sendiri. Karena dia adalah hatiku, jiwa dan juga nafasku. Selain itu aku pria paling beruntung, Yoona tidak pernah berpacaran dengan siapapun walaupun sangat banyak yang mengejarnya. Entahlah, mungkin kita memang berjodoh? Ah, ngomong-ngomong aku masih bisa mengingat jelas kejadian itu, lebih dari 6 tahun yang lalu.

Flashback
Siwon POV

Hari ini keluargaku akan bertemu keluarga Yoona. Aku menjadi bingung mau memakai baju apa, padahal biasanya aku biasa saja, tak pernah gugup seperti ini. Ah, mungkin karena akan bertemu Yoona, wanita pujaanku. Aku telah menyukai Yoona sejak awal bertemu. Sungguh aku merasa beruntung karena Appa adalah sahabat dekat Tuan Im, Ayah Yoona. Ommaku dan Omma Yoona juga sangat dekat. Jiwon masuk ke kamarku dan menggodaku, Jiwon tau aku menyukai Yoona. Jiwon juga sudah dekat dengan Yoona semenjak kami semua bertemu. Setelah 20 menit kemudian kami sampai direstaurant mewah ini. Aku melihat diriku di spion mobil, memastikan segalanya telah tapi. Jiwon melihatku dan menertawiku. Saat kami masuk ke ruang VVIP restaurant ini. Arah mataku langsung tertuju pada Yoona, dia seperti seorang bidadari dengan dress biru langit dan rambut coklat gelombangnya tertawa dengan begitu bahagianya. Dia sadar jika ada orang yang datang saat Jiwon memanggilnya “unnie”, dia tersenyum kearah ku dan Jiwon. Jiwon sengaja mendorongku untuk duduk disebelah Yoona. Oh tidak. Entah kenapa aku bisa bisa mengobrol dengan Yoona dimulai dengan topik mengenai Sooyoung, sahabat Yoona sekaligus sepupuku yg paling dekat denganku. Hari itu menjadi hari yang sangat berarti untukku.

Siwon POV
Aku tersadar dari lamunanku saat Yoona memegang tanganku. Di tersenyum indah lalu berkata jika kita harus tidur sekarang karena besok dia harus bekerja. Aku setuju dan mengetik pesan singkat ke ssekretarisku bahwa mulai besok aku tidak akan hadir sampai minggu depan.

2 hari kemudian..
Hari ini lagi-lagi aku akan menemani wanitaku untuk acara fashion shownya. Aku menjemput dia lalu pergi ke tempat acaranya berlangsung. Setelah sampai, Yoona langsung masuk ke backstage sedangkan aku menelepon asisten Kim menanyakan proses persiapan yang dia persiapkan.
Acara telah dimulai. Semua modelnya seperti yang dikatakan Yoona, sexy-sexy, tapi aku sama sekali tidak merasa tertarik sama sekali. Kini giliran wanitaku, dia keluar terakhir menjadi bintang malam ini dengan oh gaun berwarna broken white yang bagian atasnya memperlihatkan bra hitamnya dengan jelas. Rok gaunnya ssangat pendek sehingga memperlihatkan kaki jenjangnya yang indah itu. Dia adalah yang tercantik!! Yoona tersenyum melihatku, sangat manis.
Selesai acara, banyak yang menghampiri Yoona juga wartawan. Jangan melupakan fakta ini, dia adalah model international yang sangat terkenal.
Setelah selesai melakukan wawancara, kami langsung pergi ke rumahku untuk mengambil koperku. Besok aku akan pergi ke Paris, kalian tau bukan untuk apa? Jangan coba-coba untuk bilang kepada Yoona. Lalu kami akan pergi ke rumah Yoona, aku akan menginap disana.

Author POV
Yoona mengantar Siwon sampai ke airport. Hari ini Siwon akan ke Paris. Yoona ingin sekali ikut apalagi di tidak punya urusan sangat penting sampai lusa. Tapi Siwon tidak mengizinkan dengan beralasan kalau dia hanya akan menemui investor perusahaannya yang ada di Paris dan Eropa. Setelah mendengar Siwon mengatakan “Sudahlah sayangku, besok Oppa akan langsung pulang sayang. Kamu harus makan dengan teratur dan selamat bersenang senang dengan Yuri dan si bocah tukang makan Sooyoung. Aku akan sangat merindukan Yoonaku” Yoona akhirnya hanya pasrah. Untuk yang terakhir kalinya Yoona menjawab “Baikkah Oppa, jaga dirimu dan makan teratur juga! Ku harap semuanya berjalan lancar, aku akan lebih merindukanmu” lalu memeluk Siwon erat. Siwon tersenyum dan bertanya “Apa yang kamu ingin aku bawakan dari Paris? Apapun itu sebutkanlah. Hermes limited edition? Chanel? Heels favorite mu Christian Louboutin? Atau apa?” Yoona menjawab “tidak mau apa-apa Oppa”. Siwon terus memaksa Yoona untuk bilang apa yang dia mau. Yoona lagi lagi mengalah dan menjawab “Ok, Hermes limited edition biru tosca dan hiram, Chanel bag and heels dengan keluaran terbaru dan louboutin warna merah edisi summer juga coklat kesukaanku yang banyak”. Siwon tertawa “lagi-lagi coklat itu, huh! Beneran hanya itu dear? Biasanya kau berbelanja sangat banyak untuk koleksimu” Yoona menambahkan lagi “itu tidak sama Oppa, aku hanya titip beli bukan pergi sendiri. Lagipula, nanti aku akan membayar Oppa! oh ya Oppa beli juga syal Chanel dan tas Hermes untuk Omma mu dan Jiwon ya”. Siwon berkata “Perhatian sekali wanitaku ini dengan adik ipar dan calon mertuanya” lalu mencium pipi Yoona. Sekretaris Siwon kemudian menginterupsi berkata “Maaf Tuan, pesawat pribadi Tuan sudah siap”. Siwon mengangguk lalu segera mencium bibir Yoona dan berbisik “aku mencintaimu dear, tunggu aku”. Yoona tersenyum dan membalas “aku juga Oppa, bye”.

Dalam perjalanan dari airport menuju rumahnya Yoona mendapat panggilan masuk dari Jiwon yang menyuruhnya menginap dirumahnya malam ini. Yoona mengiyakan dan bilang kalau dia akan pergi kesana agak malam karena harus berbelanja dengan Yuri dan Sooyoung dulu. Sesampainya dirumah, Yoona mengganti pakaiannya menjadi baju dan rok Burberry, sepatu Alexander McQueen dan heels Louboutin Hiram polos serta jam Rolex couple dengan Siwon. Itu membuatnya menjadi terlihat lebih menawan.
Yoona lalu menjemput Sooyoung. Mereka mengobrol banyak, satu yang membuat Yoona hampir tersedak adalah saat Sooyoung dengan cerewetnya mengatakan “Ah kau tau Yoong? Kemarin aku dilamar oleh Eunhyuk Oppa” Yoona menjawab “wah, selamat unnie” lalu dilanjutkan Sooyoung dengan pertanyaan “Yoong, apakah Siwon Oppa sudah melamarmu?” Yoona meringis dalam hati dan menjawab “belum unnie, mungkin juga dia sedang tidak memikirkan sampai kesitu sekarang lagipu..”. Sooyoung memotong perkataan Yoona dengan kata-katanya “Lagipula apa Yoong? Lihatlah kau yang berpacaran lebih dulu didalam squad kami. Taeyeon unnie sudah mengandung sekarang, Tiffany sudah memiliki Nicole, Yuri unnie beberapa hari lg akan menikah tepatnya 9 Mei, sampai Seohyun pun yang paling polos sudah tunangan Yoong! Ya ampun apasih yang dipikirkan Siwon Oppa? Sampai berlama-lama seperti ini”. Yoona terdiam kemudian menjawab “tenang unnie, Siwon Oppa juga sedang sibuk dan juga aku, jadi tidak mempunyai waktu untuk memikirkan itu unnie”. Sooyoung hanya menghela nafas panjang. Tanpa sadar mereka telah sampai di department store dan segera menemui Yuri yang sedang berada di toko Givenchy. Setelah bertemu, mereka berbelanja dengan gembira.

Yoona POV

Aku sejujurnya ingin segera menyusul sahabatku yang lain. Tapi ya mau bagaimana lagi. Ya sudahlah. Kini kami berbelanja dengan budget besar kami. Haha. Jika kalian bertanya, siapa yang mempunyai penghasilan terbanyak diantara kami. Hmm.. itu aku. Diliat dari pekerjaan saja, sudah aku yang memang. Yuri unnie memiliki sebuah sekolah olahraga terkenal dan kadang dia akan melayani permintaan orang-orang secara pribadi untuk mengajar mereka langsung dengan harga 5 kali lebih mahal. Sooyoung unnie adalah sepupu Siwon. Tanpa bekerja dia sudah bisa hidup nyaman. Dia sekarang hanya membantu Eunhyuk Oppa, pacarnya melakukan ekspor wine ke liat negeri. Dan aku? Menjadi model, designer dan memiliki boutique di Korea, Jepang, New York dan California tempat Yoojin unnie tinggal, China, Thailand juga Hongkong. Sebenarnya orangtuaku bisa membantuku mencapai semua ini, tapi sungguh bukan sombong, aku mencapai ini dengan kerja kerasku. Akhirnya sekarang aku berhasil juga. Jika bercerita tentang Siwon Oppa. Dia orang yang hebat dan sangat membantuku dalam mencapai kesuksesanku. Aku belajar dari cara dia. Dia sekarang sudah memiliki perusahaan di Amerika, kota kota di Eropa dan China, Thailand, Korea dan Jepang. Juga hotel di berbagai negara dan restaurant di Italia, Prancis, Korea serta Venezuela. Aku sangat bangga dapat menjadi miliknya. Dia orang yang sangat memotivasiku. Cukup kan penjelasan dariku?

Author POV

Malam harinya sesuai janji dengan Jiwon, Yoona menginap di kediaman Choi. Lagi, Omma Siwon juga menanyakan kapan Siwon dan Yoona akan bertunangan dan menikah. Yoona hanya bisa menelan ludah dan menjawab “belum tau”. Tanpa sadar, Omma Siwon dan juga Jiwon tersenyum penuh arti. Mungkin mereka orang-orang yang tau rencan Siwon selain Tuan Kim? Yoona tidur di kamar Jiwon, mereka mengobrol panjang. Jiwon tertidur setelah puss mendengar tips fashion dari Yoona. Yoona sudah akan tidur tapi IPhonenya berbunyi. Satu pesan masuk, dari Siwon. Isinya “Malam sayang, selamat tidur, semoga mimpi indah. Jangan terlalu memanjakan Jiwon dan beristirahatlah dengan nyaman. Aku sudah sangat merindukan wanitaku. Saranghae.” Yoona tersenyum dan segera membalas “Baiklah Oppa, tidak usah khawatir. Dia tidak merepotkanku sama sekali. Oppa juga beristirahatlah jika sedang tidak sibuk. Nado Saranghae Oppa, aku tidur dulu ya”.
Siwon tersenyum dan membalas “Baiklah Nyonya Choiku, selamat tidur! Mimpi tentangku ya:) love you”

Penasaran dengan apa yang akan dilakukan Siwon saat pulang?

[Chapters] Our Journey, Our Story (Chapter 3)

Cast : Siwon, Yoona, Keluarga dan Sahabat Siwon &
Yoona
Role : – Siwon & Yoona = Main Cast
– Daddy Siwon = Choi Kiho
– Mommy Siwon = Park Eunsang (Choi Eunsang)
– Siwon’s Younger Sister = Choi Jiwon
– Daddy Yoona = Im Yongbin
– Mommy Yoona = Lee Jiyoung ( Im Jiyoung)
– Yoona’s older sister = Im Yoojin
– Yoona’s brother-in-law = Sebastian Christian
– Sahabat Siwon = Kyuhyun, Leeteuk, Yesung,
Kangin, Eunhyuk.
– Sahabat Yoona = Yuri, Seohyun, Tiffany,
Sooyoung, Taeyeon.
Ini ceritanya konfliknya ga begitu keliatan malah sepertinya aman-aman aja.. soalnya di cerita ini aku pengen memperlihatkan keromantisan Siwon&Yoona dan kebahagian mereka yang bakal tunangan dan kehidupan menikah mereka.
Title : Our Journey, Our Story.
Length: Chapter (3)
All the cast are belong to their own family and company. Not mine at all. I’m just using their name to make story. This is my first time writing fanfiction.
Hope you enjoy. Give your opinion in comment (Berikan pendapat kalian di komen). Thankyou.
Oh ya ceritanya bisa Siwon point to view / Yoona point to view / both point of view.. tapi bisa juga Author Point to view.. nanti kalian boleh request kok di comment

Sesuai dengan permintaan beberapa readers yang mau author untuk mendeskripsikan role selain keluarga Siwon dan Yoona. Jadi author tulis ya.

Sahabat-sahabat Siwon
1. Kyuhyun
Seorang pengacara yang telah dikenal Internasional. Anak dari pengusaha perabot. Menjadi pengacara keluarga Choi. Kyuhyun menjadi sahabat Siwon ketika Siwon menjemput Yoona di boutique Yoona yang sedang bersama Kyuhyun dan Seohyun. Dan sangat kebetulan, Kyuhyun adalah sahabat Yoona juga dan tunangan Seohyun.
2. Leeteuk
Pemilik sebuah perusahaan yang bekerja di bidang produksi. Leeteuk sudah menikah 1 setengah tahun dengan Taeyeon. Leeteuk sendiri adalah sepupu jauh Yoona. Leeteuk adalah senior Siwon sewaktu berkuliah di Harvard. Keluarga Park juga sangat mengenal dekat keluarga Choi.
3. Yesung
Seorang penyanyi terkenal karena suaranya sangat merdu. Dia juga memiliki sekolah seni yang diurus oleh sepupu-sepupunya (Alicia, Beth, Cliara). Yesung sendiri sudah akan menikah 1 bulan lagi dengan Yuri. Yesung mengenal dan menjadi sahabat Siwon lewat advertisement yang menggunakan mereka berdua sebagai icon produk mereka.
4. Kangin
Memimpin perusahaan keluarganya di China dan juga mempunyai restaurant mewah di kawasan Gangnam. Kangin yang sibuk ternyata juga sudah memiliki istri yang bernama Tiffany. Kangin mengenal Siwon saat perjalanan bisnis Siwon ke China.
5. Eunhyuk
Pria yang satu ini pemilik bar terkenal di Korea dan Jepang. Jangan salah Eunhyuk juga sudah memiliki pacar yang bernama Sooyoung. Eunhyuk adalah sahabat Siwon sejak SMA.

Sahabat-sahabat Yoona
1. Seohyun
Wanita yang umurnya 1tahun lebih muda dari Yoona ini sudah berteman dengan Yoona sejak SD. Seohyun juga membantu Yoona di boutique Yoona. Seohyun memiliki sekolah ballet sendiri dan merupakan tunangan yaitu Kyuhyun.
2. Taeyeon
Wanita yang mempunyai suami yang bernama Leeteuk tengah mengandung 4 bulan. Taeyeon sendiri tidak bekerja, kadang dia hanya melukis dan mengirim lukisannya ke gallery / studio ternama. Taeyeon adalah senior Yoona dan Seohyun sewaktu SMP tapi mengenal baik Yoona lewat Leeteuk.
3. Yuri
Yuri memiliki sekolah olahraga. Yuri mengenal Yoona sejak SMA dan berkuliah bersama bidang fashion. Yuri sendiri sudah menganggap Yoona adiknya karena mereka adalah anak tunggal. Jangan lupa, Yuri sebentar lagi akan menjadi istri dari Yesung.
4. Tiffany
Istri dari Kangin ini sudah memiliki 1 orang anak yang bernama Nicole. Tiffany juga mengenal Yoona saat mereka memasuki kelas model khusus.
5. Sooyoung
Sooyoung adalah sepupu Jiwon dan Siwon. Sooyoung juga sudah mengenal lama Yoona karena keluarga Sooyoung adalah teman dekat keluarga Yoona. Oh, Sooyoung sudah memiliki pacar yaitu Eunhyuk.

Udh ya..

Happy reading guys!

Before (Chapter 2)
Siwon reflek berkata “Bersyukurlah kamu mempunyai Oppamu yang tampan ini, jika tidak mungkin kamu tidak akan pernah ketemu dengan pacarku Yoona yg dgn perhatian sengaja membeli roti itu khusus untukmu”. Yoona yang mendengar itu tertawa dan Jiwon langsung berkata “hah, selalu membanggakan dirimu sendiri Oppa. wah benar-benar Yoona unnie adalah yang terbaik. Ngomong-ngomong aku bingung kenapa Yoona unnie mau dengan Oppaku yang sok tampan ini”.

Chapter 3
Yoona yang mendengar perkataan Jiwon tidak bisa lagi menahan tawanya dan akhirnya Yoona tertawa sangat keras. Siwon yang mendengar tawa Yoona langsung reflek membelakangkan satu tangannya dan memukul kepala Jiwon kesal dan berkata “Yak, apa katanya tadi? Sok tampan? Apa kau tidak menyadari aku adalah tipe ideal banyak perempuan bahkan model-model sexy”. Jiwon kemudian menjawab “oh, jadi Oppa bangga karena model-model sexy banyak yang menyukai Oppa? Yoona unnie mungkin kamu boleh memutuskan Siwon Oppa sekarang”. Yoona hanya tertawa dan membalas tatapan mata Siwon yang ternyata sudah melihat Yoona dari spion mobilnya. Siwon dan Yoona seakan berbicara lewat tatapan mata mereka. Seperti Yoona sedang berkata “Oppa aku tau kau mencintaiku dan kau juga tau betapa aku mencintaimu kan?” lewat tatapan matanya kemudian dibalas Siwon lewat tatapan matanya “Aku sangat mencintaimu sayang”. Siwon lagi – lagi memukul kepala Jiwon. Jiwon hanya tertawa dan mengusap kepalanya. Kemudian Jiwon bersuara “Oppa bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan bertiga? Tak usah mengantar aku pulang dulu ya?”. Siwon dengan cepat menjawab. “Enak saja, aku hanya akan berduaan dengan Yoona sehabis mengantarmu pulang!”. Jiwon mengeluh tapi akhirnya menerima keputusan Siwon. Yoona tersenyum melihat tingkah Siwon dan Jiwon. Siwon walaupun suka mengerjai dan mengejek Jiwon tapi Yoona tau Siwon sangat menyayangi adiknya”. Yoona merasa sangat beruntung bisa berpacaran dengan Siwon dan mengenal lebih baik dan dekat keluarga Choi. Yoona kemudian tersadar dari lamunannya ketika Siwon mencium pipi kanannya. Ah, mereka sudah sampai dirumah keluarga Choi. Siwon membuka suara berkata “Apa ada sesuati yang kulewatkan darimu dear? Tampaknya kamu sedang memikirkan sesuatu, hm?”. Yoona menggelengkan kepalanya dan memeluk erat Siwon. Siwon kemudian mengecup puncak kepala Yoona dan mengajak Yoona untuk masuk ke dalam kediaman rumah Choi. Sesampainya di dalam, Yoona tersenyum melihat ibu Siwon sedang memeluk erat Jiwon. Siwon juga tersenyum saat menyadari Yoona tengah tersenyum sambil merangkul tangannya dipinggang Yoona. Ibu Siwon melepaskan pelukannya dengan Jiwon lalu tersenyum lebar saat mengetahui Yoona berada di rumahnya. Ibu Siwon lalu memeluk Yoona tapi tak berapa lama kemudian dia melepaskan pelukan itu ketika mendengar Siwon berkata “Mom, don’t hug my girl so tight, she’s mine”. Ibu Siwon memukul tangan Siwon dan menjawab “Yoona masih bukan milikmu Siwon, dia masih milik keluarganya”. Yoona dan Jiwon tertawa lebar sedangkan Siwon hanya tersenyum dan diam.
Setelah mereka berbincang singkat. Siwon mengajak Yoona untuk pulang. Saat di tengah perjalanan, Yoona tersadar ini bukan jalan menuju rumahnya. Yoona kemudian bertanya “Oppa, kita mau kemana? Ini bukan jalan menuju rumahku”. Siwon tersenyum dan berkata “liat saja nanti dear”. Yoona semakin penasaran tapi tidak lanjut bertanya lagi. 15 menit kemudian mereka telah sampai di sebuah toko fashion dan salon mewah milik sahabat ibunya. Ternyata Siwon membawa Yoona kesini untuk merias Yoona sebelum mereka pergi ke restaurant untuk makan bersama Leeteuk dan Taeyeon. Yoona hanya bisa menurut setelah tau jika Siwon sudah mempersiapkan segalanya sebelum mereka datang. Siwon sendiri juga sedang memakai jas yang tadi dipilih Yoona. Setelah semuanya selesai, Siwon pun membayar dan melajukan mobilnya di jalan. Ketika sampai di lampu merah, Siwon menoleh kesamping dan melihat Yoona sedang menatap serius IPhonenya, ternyata Yoona sedang melihat foto prewedding Yesung dan Yuri yang dilakukan di Macau. Siwon hanya tersenyum. Sejujurnya Siwon sudah mempunyai rencananya sendiri yang sedang siapkannya. Didalam hati Siwon berkata “Tunggu sayang, aku pastikan kamu akan merasa menjadi wanita paling bahagia”. Sedangkan diwaktu yang sama Yoona juga berkata dalam hatinya “Ah, kapan aku bisa seperti Yuri unnie? Yesung Oppa dan Yuri unnie bahkan hanya berpacaran 2 tahun lebih. Tapi duluan melangkahiku”. Kemudian Yoona tersadar dari lamunannya setelah merasakan tangan Siwon yang mengusap kepalanya. Yoona menjadi sedikit gugup dan bertanya kepada Siwon “Ada apa Oppa?”. Siwon tersenyum dan mengelengkan kepalanya lalu mereka tertawa bersama. Mereka telah sampai di restaurant dengan pelayan yang mengantar mereka ke ruang VVIP yang Siwon pesan. Tak berapa lama kemudian, Leeteuk dan Taeyeon pun datang dan duduk. Posisi mereka berhadapan dengan Siwon dan Yoona. Leeteuk menceritakan tentang kehamilan Taeyeon dan lagi-lagi ini membuat Yoona sedikit cemburu mendengarnya. Siwon menyadari itu tapi hanya tersenyum. Makan malam mereka terasa sangat menyenangkan. Ditambah Taeyeon yang mengidam ingin Yoona merancang busana wanita hamil untuknya. Kemudian Siwon mengantarkan Yoona pulang ke rumah keluarga Im. Sebelum Yoona turun, Siwon mengecup mata, hidung, pipi, dahi dan tak lupa juga bibir manis Yoona yang Yoona balas dengan ciuman singkat di bibir Siwon. Setelah itu keduanya pun berpelukan.
Malam yang terasa sangat menyenangkan dan bahagia untuk mereka berdua.
Siwon Pov
Aku menyadari ekspresi Yoona tadi ketika melihat foto prewedding Yesung Hyung dan Yuri. Juga ekspresi wanitaku ketika Leeteuk Hyung menceritakan tentang kehamilan Taeyeon. Aku sungguh menyadarinya. Ya, Yesung hyung dan Yuri sahabat dekat Yoona menjalin hubungan sebagai kekasih hanya 2 tahun lebih kemudian sudah akan menikah 1 bulan lagi. Juga Taeyeon yang sahabat Yoona sudah menikah dengan Leeteuk dan hamil kurang lebih 4 bulan. Tiffany yang juga sahabat Yoona telah menikah dengan Kangin hyung dan bahkan sudah memiliki seorang anak perempuan yang bernama Nicole. Seohyun yang lebih muda dari Yoona pun sudah bertunangan setidaknya. Aku tau apa yang Yoona inginkan dan impikan. Sangat tau. Hey, bukan berarti aku berpura-pura tidak tahu jika Yoona sedang ada disampingku. Bukan juga karena aku tidak mau berkomitmen dengan Yoona. Aku bukan pria bodoh yang akan membuang Yoona jauh – jauh jika dia meminta hal yang sama dengan apa yang akan Yuri alami 2 bulan lagi. Bunuh aku jika aku akan melakukan itu ke wanita sangat baik dan sesempurna Yoona. Aku sedang merencanakan sesuatu yang tidak bisa aku katakan kepada seorangpun sekarang. Tunggu saja, tidak lama lagi. Aku harus memastikan persiapannya sebaik dan sesempurna mungkin! Ok, tunggu saja ya Yoonaku?
Author POV
Pagi sudah datang, kicauan suara burung yang merdupun sudah terdengar. Siwon sekarang dengan kemeja merah dan celana hitamnya dan coat yang sangat cocok dengan setelannya sedang duduk di sofa kecil samping ranjang Yoona memandangi wajah cantik Yoona. Siwon berkata kepada dirinya sendiri “Mengapa tertidurpun dia sangat sangat cantik sekali? Apa dia benar – benar seorang manusia atau malaikat?” lalu mengusap pelan kepala Yoona. Tanpa sadar, kegitannya membuat Yoona membuka matanya lalu memegang tangannya. Siwon lalu menyapa Yoona dan mencium bibirnya pelan. Yoona membalasnya. Setelah itu Yoona membersihkan dirinya. Hari ini mereka akan pergi ke acara fashion show yang diadakan Hermes. Yoona menjadi model yang mewakili Seoul untuk berjalan di catwalk. Dan Siwon dengan sengaja meliburkan dirinya sendiri dari kantor untuk mengantar Yoona dan menonton pacarnya. Setelah 30 menit , Yoona keluar dengan sebuah mini dress berwana kuning yang sangat cocok untuknya. Turun kebawah lalu memakai heels berwana senada. Mereka pun berangkat tidak lupa Yoona juga membawa tas Hermes yang berwarna kuning. Oh ya, orang tua Yoona sedang pergi ke Amerika untuk mengunjungi kakak Yoona. Yoona sendiri tidak bisa ikut karena kegitannya.
20 menit kemudian mereka telah sampai di lokasi fashion show tersebut. Siwon duduk di kursi VIP penonton sedangkan Yoona sudah berada dibackstage bersiap-siap. Acara pun dimulai, semua model sudah keluar dan sekarang tiba giliran Yoona. Yoona menjadi model special untuk acara ini. Yoona keluar dengan menawannya. Pria pria yang hadir bahkan menepuk tangan mereka keras-keras dan berusaha mendapat perhatian dari Yoona. Kecuali Siwon, hanya tersenyum terpesona melihat Yoona, dia sangat bangga memilikinya. Pembawa acara secara khusus berterima kasih kepadaYoona dan memberikan penghargaan kepada Yoona karena sudah mau berpatisipasi juga karena Yoona adalah salah satu diantara 5 orang didunia yang memiliki koleksi brand Hermes terbanyak. Setelah acara selesai, Siwon dan Yoona pergi makan siang. Seperti biasa, suasana makan siang mereka diisi dengan moment romantis dan bahagia Siwon dan Yoona.
Sore sudah sampai, Yoona dan Siwon pergi ke lokasi persiapan pernikahan Yesung dan Yuri di kawasan Gangnam karena Yuri meminta Yoona untuk datang. Yoona tentunya bersedia sekaligus penasaran. Saat mereka sampai, Yoona seakan terpesona dengan keindahan tempat pernikahan Yuri dan Yesung.
Yuri memilih konsep pernikahan tertutup dengan tema Love in Summer. Siwon lagi lagi sadar akan ekspresi Yoona. Yuri yang melihat Yoona dan Siwon sudah datang langsung memeluk Yoona dan berbicara banyak dengan Yoona. Sedangkan Siwon menelepon seseorang dan bertanya “Bagaimana persiapannya? Pastikan segalanya bagus dan sempura tanpa kesalahan apapun itu” dan menutup teleponnya setelah mendengar jawaban dari seberang. Yesung datang setelah mengecek persiapan diarea ballroom lalu mengobrol dengan Siwon.
Yoona dan Yuri entah bagaimana sudah berpindah ke backstage. Yuri menanyakan tentang persiapan gaunnya yang diracang oleh Yoona. Yuri juga menanyakan kapan Yoona akan menyusul yang dijawab lemas oleh Yoona yang mengatakan tidak tau kapan. Diwaktu yang sama, Yesung juga menanyakan hal yang sama kepada Siwon. Tapi jawaban Siwon berbeda dari Yoona. Siwon bilang dia sedang mempersiapkan acara lamaran untuk melamar Yoona dan juga membutuhkan pertolongan dari Yesung dan Yuri.
Siwon dan Yoona langsung menuju rumah Yoona setelah pulang dari tempat Yuri dan Yesung akan amelaksanankan pernikahan mereka.
Sampai di dalam rumah Yoona, Yoona berganti pakaiannya menjadi yang lebih santai. Siwon juga mengganti pakaiannya yang ia taruh di rumah Yoona. Mereka lalu duduk di ruang santai. Menonton film romantic sambil mengobrol. Koki yang bekerja di rumah Yoona menghidangkan malam untuk mereka. Kali ini mereka makan di ruang santai bukan ruang makan. Siwon yang menyuapi Yoona padahal Yoona sudah bilang ia akan makan sendiri. Setelah makan, mereka pergi ke taman luas rumah Yoona dan duduk di ayunan dekat kolam renang. Mereka becanda, tertawa bahagia, mengobrol sambil menikmati angin malam yang berhembus. Yoona sekarang sudah meletakkan kepalanya di dada Siwon dan kedua tangannya sudah melingkari pinggang Siwon manja. Siwon juga memeluk tubuh Yoona, mengurangi dinginnya angin malam yang Yoona rasakan. Setelah 15 menit, Siwon menggendong Yoona ke kamarnya dan membiarkan Yoona mengganti pakaiannya menjadi piyama. Siwon mengetik sebuah pesan ke seseorang menanyakan tentang persiapan acara disuatu tempat.
Penasaran dengan cerita selanjutnya?
Comment and like please. Kalau bisa kasih saran kalian sebisa mungkin aku akan perbaiki

[Chapters] Our Journey, Our Story (Chapter 2)

Cast : Siwon, Yoona, Keluarga dan Sahabat Siwon &
Yoona
Role : – Siwon & Yoona = Main Cast
– Daddy Siwon = Choi Kiho
– Mommy Siwon = Park Eunsang (Choi Eunsang)
– Siwon’s Younger Sister = Choi Jiwon
– Daddy Yoona = Im Yongbin
– Mommy Yoona = Lee Jiyoung ( Im Jiyoung)
– Yoona’s older sister = Im Yoojin
– Yoona’s brother-in-law = Sebastian Christian
– Sahabat Siwon = Kyuhyun, Leeteuk, Yesung,
Kangin, Eunhyuk.
– Sahabat Yoona = Yuri, Seohyun, Tiffany,
Sooyoung, Taeyeon.
Ini ceritanya konfliknya ga begitu keliatan malah sepertinya aman-aman aja.. soalnya di cerita ini aku pengen memperlihatkan keromantisan Siwon&Yoona dan kebahagian mereka yang bakal tunangan dan kehidupan menikah mereka.
Title : Our Journey, Our Story.
Length: Chapter (2)

All the cast are belong to their own family and company. Not mine at all. I’m just using their name to make story. This is my first time writing fanfiction.
Hope you enjoy. Give your opinion in comment (Berikan pendapat kalian di komen)

Oh ya ceritanya bisa Siwon point to view / Yoona point to view / both point of view.. tapi bisa juga Author Point to view.. nanti kalian boleh request kok di comment 

Happy reading guys!

Before ( Chapter 1)
Siwon mengajak Yoona masuk ke salah satu toko branded terkenal yaitu Hermes. Yoona pun langsung bilang “Oppa, kita tidak usah masuk kesini aku sudah mempunyai banyak koleksi brand mereka, kemarin saat pergi dengan Tiffany aku jg beli beberapa” Siwon mengacak rambut Yoona dan menjawab “Tidak apa-apa dear, sudah cukup lama kita tidak pernah berbelanja bersama” Yoona baru akan menjawab tapi..

Chapter 2

Yoona baru akan menjawab tapi Siwon langsung mencium sekilas bibir Yoona, yang membuat Yoona langsung diam dan wajahnya bersemu merah malu karena mendapat tatapan dari orang-orang yang sedang melawati mereka. Siwon langsung merangkul pinggang Yoona dan berbisik ” Dear, apakah ciumanku sangat manis hingga membuat kamu diam seperti itu?” Yoona langsung tersadar dan memukul dada Siwon dan akhirnya mereka tertawa dan masuk ke toko Hermes bersama. Sampai didalam Yoona langsung melihat-lihat di bagian tas sedangkan Siwon langsung menuju ke bagian gelang dan barang limited edition. Seorang karyawan menghampiri Yoona ketika melihat Yoona akan mengambil tas Hermes Kelly berwarna kuning. Yoona tersenyum dan berkata “Ms , aku mau yang ini dan yang disebelah kiri berwarna merah terang” dan langsung melihat yang lain. Ditempat dan waktu yang sama Siwon yang juga dilayani oleh seorang karyawan membeli tas limited edition yang termahal dan beberapa buah gelang yang bagus tanpa diketahui oleh Yoona.
Kembali ke Yoona yg sedang melihat-lihat tas ditemani karyawan tadi. Yoona memilih sebuah tas berwana biru muda yang dia rasa cocok untuk dipakai di acara fashion show nanti. Setelah itu Yoona langsung menuju kasir dan mengeluarkan dompet Chanelnya untuk membayar. Melihat itu Siwon langsung mendatangi Yoona di depan kasir dan berkata kepada petugas kasir “Berapa semuanya?” . Yoona langsung menoleh ke samping dan berkata “Oopa, tidak apa-apa aku yang bayar saja” . Siwon tersenyum penuh arti dan berbisik ditelinga Yoona dan berkata “Jika itu maumu dear baiklah tapi jangan salahkan Oppa akan menciummu sekarang juga”. Yoona langsung terdiam dan membiarkan Siwon yang membayar. Tidak lupa Siwon juga memesan petugas toko untuk mengantarkan barang mereka ke mobil mereka di valet parking. Sesudah itu Siwon dan Yoona pun bergadengan dan keluar dari toko itu. Siwon melirik jam rolex ditangannya, ternyata sudah mendekati jam 12 siang. Siwon pun bertanya ke Yoona “Dear, bagaimana kalau kita makan siang dulu lalu lanjut berbelanja?”. Mendengar itu Yoona menjawab “Tanpa Oppa tanya pun aku akan menarik Oppa ke restaurant disini”. Siwon pun mengacak rambut Yoona dan berkata “ah Oppa lupa wanita cantik disamping Oppa adalah penggila makanan haha”. Lalu mereka menaiki lift menuju restaurant mewah yang berada di satu lantai atas, tempat biasa mereka makan ketika berada di department store ini. Hanya butuh beberapa menit mereka pun sampai di restaurant itu dan memesan ruang VVIP. Saat sampai didalam ruangan VVIP, Siwon langsung menarik kursi untuk Yoona dan duduk lalu memesan makanan. Setelah memesan, sekitar 20 menit kemudian makanan mereka sudah datang. Siwon tersenyum melihat Yoona yang makan dengan lahapnya seperti anak kecil yang kelaparan. Siwon pun mengambil tissue dan menghapus kotoran di mulut Yoona sambil berkata “wah pacarku yang cantik ini makan dengan lahap, tapi apakah karena terlalu lahap sampai berlepotan dia lupa kalau dia adalah seorang model terkenal? Haha Yoong kamu sangat menggemaskan” dan mencium singkat pipi kiri Yoona. Yoona sendiri sudah biasa dengan perlakuan Siwon yang begini. 6 tahun bersama membuat mereka terbiasa dengan kata-kata godaan untuk satu sama lain meskipun kadang Yoona merasa malu jika Siwon menciumnya di tempat umum. Yoona menjawab “oh jadi Oppa tidak suka cara makanku? Beginikah Choi Siwon yang ku kenal? Baiklah Oppa aku mengerti sekarang”. Siwon terkejut karena biasanya Yoona hanya bersikap biasa malah tertawa dan balas menggoda. Yoona tersenyum smirk dan berkata di hatinya “Rasakan Oppaku tersayang. Ayo kita lihat reaksimu dan muka terkejutmu itu sangat lucu haha”. Siwon langsung memegang tangan Yoona “Hey dear, Oppa hanya becanda dear. Maafkan Oppa jika memang Oppa menyinggungmu dengan perkataan Oppa. Tapi sungguh Oppa tidak bermaksud sayang. Ayolah mau bagaimanapun kamu tetap yang tercantik dimata Oppa dear”. Yoona masih mempertahankan ekspresi kecewanya. Siwon yang merasa sedikit panik pun berdiri dan menarik Yoona untuk berdiri dan memeluk erat tubuh ramping Yoona dan berkata “Dear, Oppa benar-benar hanya becanda. Oppa tidak bermaksud untuk menyinggung kamu dear. Ayolah ma..”. Siwon terkejut ketika Yoona mencium bibirnya sekilas dan tertawa. Yoona menangkup kedua pipi Siwon dan berkata “Aigoo, sebegitu baguskah aktingku hingga pacarku yang pintar ini bisa dibodohi hanya karena aku diam tanpa menjawab tadi? Haha”. Seketika Siwon sadar apa yang terjadi langsung menggelitik pinggang Yoona. Yoona pun berusaha kabur tapi terlambat Siwon sudah memeluk erat dirinya dan mencium lama kening indah Yoona. Yoona terdiam sejenak sebelum kembali tertawa karena Siwon menggelitiknya lagi. Setelah membayar mereka pun keluar dan berjalan-jalan sambil melihat-lihat apa yang akan dibeli atau dimasukki. Siwon yang melihat ada Starbucks di dekat toko yang bertuliskan “Valentino” pun mengajak Yoona untuk mampir ke Starbucks. Yoona yang mengetahui tujuan Siwon menahan Siwon dan berkata “Oppa, sebaiknya kita pergi ke tempat lain. Jangan minum coffee terus, tidak baik buat kesehatan. Lagipula tadi pagi pasti Oppa sudah meminumnya sebelum datang ke rumahku”. Siwon tersenyum dan berkata “Baiklah nyonya Choi yang cantik. Kali ini tuan Choi Siwon yang tampan ini akan menurutimu” dan merangkul Yoona. Siwon kemudian bertanya “Lalu dear sekarang kita mau kemana?”. Yoona dengan cepat menjawab “ah Oppa, bagaimana kalau kita membeli sepatu sport couple untuk dipakai saat jogging minggu depan dengan Sooyoung unnie dan Yuri unnie dan Yesung Oppa?”. Siwon menganggukkan kepala menjawab ‘ide bagus dear. Sekalian membuat Yesung hyung dan Yuri cemburu dengan kita”. Mereka pun berjalan dan masuk ke salah satu toko sport terkenal. Yoona yang suka membeli barang couple, matanya tertuju ke sepatu warna biru dan merah yang bersampingan di etalase. Yoona pun memanggil salah satu pegawai untuk mencarikan nomor yang pas untuk mereka berdua lalu mencoba. Siwon berkata “Ini pas buatku dear, jika kamu suka kita ambil yang ini saja sayang”. Yoona menjawab “Baiklah Oppa yang ini saja” dan menyuruh pegawai tersebut untuk membungkus sepatu mereka. Mereka pun berjalan ke kasir tapi terhenti ketika Yoona melepaskan genggaman tangan Siwon dan berjalan ke bagian kaus kaki dan mengambil 2 pasang, 1 berwarna biru dan 1 berwana merah”. Lalu Yoona menghampiri Siwon yang menunggu Yoona dan berjalan ke kasir. Setelah membayar, mereka keluar dari toko tersebut dengan senyum bahagia. Yoona mengalungkan tangannya ke lengan Siwon dan berkata “Oppa, barusan aku mendapat pesan dari Taeyeon unnie, dia mengajak kita untuk makan malam hari ini di restaurant Italia yg biasa, bagaimana? Oppa setuju?”. Siwon tersenyum dan menjawab “Oppa setuju sayang, setelah kita menjemput Jiwon di airport kita akan pergi”. Yoona merespon “oh? Jiwon pulang? Kenapa Oppa tidak bilang? Aku sudah merindukannya”. Siwon tertawa “Oppa sengaja tidak memberitahumu dear. Kalau memberitahumu bisa bisa kita tidak akan berkencan sekarang tapi malah menunggu berjam – jam di airport sayang”. Yoona tersenyum malu dan berkata “Bagaimana kalau kita membeli roti buat Jiwon Oppa? Aku rasa dia belum makan dan ini sudah jam 3 sore”. Siwon tersenyum menjawab “Baiklah dear, kamu memang calon ibu dan kakak ipar yang baik” dan kata-kata Siwon dihadiahkan beberapa pukulan dari Yoona. Mereka kembali tertawa bersama dan pergi membeli roti kesukaan Jiwon. Setelah keluar dari parkiran department store mereka langsung pergi menuju airport. Di dalam mobil Audi Siwon, mereka terus tertawa dan becanda. Kadang juga terlihat beberapa kali Siwon mencium pipi Yoona begitu juga sebaliknya.
40 menit kemudian mereka pun akhirnya sampai di airport. Setelah memarkirkan mobil, Siwon dan Yoona bergandengan dan menunggu Jiwon dan kadang terlihat Siwon memeriksa IPhonenya. 10 menit kemudian, Jiwon keluar dengan memakai kacamata rayban, mengenakan coat Burberry, heels dan tas Chanel tidak lupa juga senyum manisnya”. Jiwon yang melihat Siwon dan Yoona yg sedang tertawa bersama pun tersenyum senang. Pelan pelan Jiwon berjalan kearah Siwon dan Yoona lalu menyapa mereka. Jiwon langsung memeluk Yoona sambil berkata “wah, unnie aku ga menyangka akan langsung bertemu unnie sekarang yang terkenal sibuk. Unnie juga semakin cantik. Ah rasanya jika aku seorang laki-laki aku akan menjadikan unnie pacarku bahkan jika bisa langsung jadi istriku. Aku sudah sangat merindukanmu unnie”. Siwon berdehem dan langsung menjawab perkataan Jiwon “Apa apaan kamu Jiwon? Yoona hanya milikku tidak untuk orang lain bahkan dirimu. Oh ya jangan memeluk Yoonaku terlalu lama, dia hanya boleh dipeluk aku saja. Dan satu lagi, kamu sangat merindukan Yoonaku? Sebenarnya siapa kakak kandungmu sekarang? Huft”. Jiwon dan Yoona tertawa bersama. Jiwon pun melepaskan pelukannya dari Yoona dan memeluk Siwon dan berkata “Ya ampun Oppa. Yoona unnie saja tidak protes aku memeluknya malah terlihat senang. Hmm.. untuk kakak kandung tentunya hanya Oppa dong. Aku juga sangat merindukan Oppa, hehe” kemudian menarik Siwon dan Yoona untuk masuk ke mobil mereka. Saat Siwon membuka pintu mobil untuk Yoona, Jiwon langsung merangkul Yoona dan berkata “Oppa, unnie duduk denganku di belakang saja”. Siwon dengan cepat menjawab “Tidak boleh, Yoona hanya boleh duduk denganku didepan. Dan lagi, aku Choi Siwon bukan supirmu Jiwon”. Jiwon melancarkan aksinya dengan membujuk Yoona. Yoona setuju dan baru saja akan masuk ke kursi belakang tetapi Siwom langsung berkata “Tidak Jiwon, Yoonaku harus didepan bersamaku”. Mendengar itu Jiwon mempoutkan mulutnya dan melihat itu Yoona langsung berkata “Sudahlah Oppa, aku akan duduk dibelakang dengan Jiwon lagipula kita sudah lama tidak bertemu”. Mendengar ini Jiwon tersenyum dan Siwon juga tersenyum mengiyakan sambil mencium puncak kepala Yoona. Di jalanan tepatnya di mobil Audi termahal di dunia terlihat 3 orang yang tertawa bahagia”. Yoona bertanya ke Jiwon “Jiwon ah, kamu sudah makan? Unnie kebetulan ada membeli roti, mau? Ini”. Jiwon menjawab “Belum unnie. Wah roti favoriteku, kebetulan sekali unnie aku sudah pengen makan ini, thankyou unnieku sayang”. Siwon reflek berkata “Bersyukurlah kamu mempunyai Oppamu yang tampan ini, jika tidak mungkin kamu tidak akan pernah ketemu dengan pacarku Yoona yg dgn perhatian sengaja membeli roti itu khusus untukmu”. Yoona yang mendengar itu tertawa dan Jiwon langsung berkata “hah, selalu membanggakan dirimu sendiri Oppa. wah benar-benar Yoona unnie adalah yang terbaik. Ngomong-ngomong aku bingung kenapa Yoona unnie mau dengan Oppaku yang sok tampan ini”.

TBC

[Chapters] Our Journey, Our Story (Chapter 1)

Hi readers.

Ini FF pertama yang aku post di blog aku

Kindly lease show your support..

Here is it, thankyou

Cast : Siwon, Yoona, Keluarga dan Sahabat Siwon & 

Yoona
Role : – Siwon & Yoona = Main Cast
– Daddy Siwon = Choi Kiho
– Mommy Siwon = Park Eunsang (Choi Eunssng)
– Siwon’s Younger Sister = Choi Jiwon
– Daddy Yoona = Im Yongbin
– Mommy Yoona = Lee Jiyoung ( Im Jiyoung)
– Yoona’s older sister = Im Yoojin
– Yoona’s brother-in-law = Sebastian Christian
– Sahabat Siwon = Kyuhyun, Leeteuk, Yesung,
Kangin, Eunhyuk.
– Sahabat Yoona = Yuri, Seohyun, Tiffany,
Sooyoung, Taeyeon.

Ini ceritanya konfliknya ga begitu keliatan malah sepertinya aman-aman aja.. soalnya di cerita ini aku pengen memperlihatkan keromantisan Siwon&Yoona dan kebahagian mereka yang bakal tunangan dan kehidupan menikah mereka.

Title : Our Journey, Our Story.
Length: Chapter

All the cast are belong to their own family and company. Not mine at all. I’m just using their name to make story. This is my first time writing fanfiction.
Hope you enjoy. Give your opinion in comment (Berikan pendapat kalian di komen)

Happy reading

Author

Siapa yang tidak mengetahui keluarga Choi terutama Choi Siwon? anak sulung keturunan konglomerat yang mendekati kata sempurna. Siwon mempunyai seorang adik berusia 19 tahun yang sedang menjalani masa kuliah di universitas paris. Di usianya 25 tahun, Siwon sudah berhasil membangun perusahaan, hotel, restaurant miliknya sendiri dan juga membantu perusahaan ayahnya. Banyak yang mengagumi dan ingin menjadikan Siwon pacar bahkan suami mereka karena ketampanan, kekayaan dan kebaikkannya bukan hanya golongan biasa tetapi juga seperti model-model, penyanyi, seniman, business woman, dll. Tetapi mereka semua harus menyimpan harapan mereka untuk memiliki Siwon sebagai pacar mereka karena Siwon sudah berpacaran dengan seorang wanita cantik berusia 23 tahun yang bernama Im YoonA, anak bungsu yang juga keturunan konglomerat. Walaupun berasal dari keluarga konglomerat yang sangat memanjakannya (berhubung dia adalah anak bungsu) Im YoonA adalah wanita dengan sejuta prestasi. Yoona adalah seorang model, designer sekaligus pemilik boutique mewah di kawasan elite. YoonA mempunyai seorang kakak perempuan yang sudah menikah 4 bulan dengan business man asal America. Jadi Yoona menjadi anak satu-satunya yang tinggal dengan orang tuanya.
Siwon dan Yoona sudah berpacaran 6 tahun lebih. Mereka bahkan sudah mengenal segala sifat baik dan buruk pasangan masing-masing. Siwon yang romantis, baik, dewasa, pengertian mampu mengimbangi Yoona yang menyukai hal-hal manis, sedikit kekanak-kanakan.

Author POV

Jumat pagi telah tiba dimana adalah hari yang biasanya akan diluangkan oleh Yoona untuk berkencan dengan Siwon maupun mengunjungi Siwon di perusahaannya.
Yoona menuruni tempat tidurnya dan mendapati Iphone nya berdering tanda pesan masuk dari Siwon. Yoona tersenyum dan membuka pesan tersebut yg isinya adalah “Morning wanita cantikku. Sudah bangun? Kau ingin kita kemana hari ini? Oppa akan menjemput dan menemanimu sayang”. Yoona pun langsung membalas “Morning too Oppa. Mari kita habiskan waktu hanya berdua dan bersenang-senang hari ini. Aku akan bersiap-siap sekarang. Bye”. Yoona langsung masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap. 30 menit kemudian Yoona sudah siap dengan penampilannya yang simple, santai tetapi cantik dan sangat menawan. Lalu Yoona turun kebawah dan ternyata Siwon sudah menunggunya di meja makan dengan sebuah roti ditangannya sambil berbincang-bincang dengan orang tua Yoona. Yoona langsung mengambil duduk disamping Siwon setelah menyapa orang tuanya. Siwon tersenyum melihat tingkah menggemaskan Yoona seperti biasa sewaktu menyapa orang tuanya. Mereka pun berbincang bincang hingga akhirnya siwon dan yoona permisi untuk keluar. Siwon membuka pintu mobil untuk Yoona lalu masuk ke tempat kemudi lalu meninggalkan halaman besar rumah Yoona. Didalam mobil seperti biasa, mereka menceritakan tentang apa aktivitas yg mereka lakukan selama minggu ini. Sekali- kali terlihat Siwon menggoda Yoona dan bercanda. 20 menit kemudian mereka sampai di salah satu department store terkenal dan memutuskan untuk belanja. Saat mereka masuk, semua pegawai terlihat membungkuk ke arah Siwon&Yoona karena siwon mempunyai saham di department store itu. Siwon mengajak Yoona masuk ke salah satu toko branded terkenal yaitu Hermes. Yoona pun langsung bilang “Oppa, kita tidak usah masuk kesini aku sudah mempunyai banyak koleksi brand mereka, kemarin saat pergi dengan Tiffany aku jg beli beberapa” Siwon mengacak rambut Yoona dan menjawab “Tidak apa-apa dear, sudah cukup lama kita tidak pernah berbelanja bersama” Yoona baru akan menjawab tapi..

TBC..

Penasaran dengan kelanjutannya?
Comment and like ya.. kasih saran kalian biar bisa perbaiki ataupun mengoreksi hehe!
Bakal di publish chapter selanjutnya.