[Coretan] Car Talk

Title : Car Talk

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, others.

Disclaimer : all the casts are not belong to me, but to their family and company. This is all based on my imagination, no other than that.

 

Happy Reading..

.

.

.

 

Author POV

 

Setelah Siwon menyelesaikan wajib militernya dan keluar dari base camp militernya lebih dari dua minggu yang lalu, Siwon dan Yoona sama sekali belum sempat bertemu. Mereka hanya saling menelepon, mengirim pesan atau melalukan video call. Itu saja.

Sebenarnya, sekitar satu minggu yang lalu, di gedung SM, mereka sempat bertemu, hanya saja mereka hanya sempat saling menatap, tersenyum, berbicara sebentar itupun hanya saling bertanya ada jadwal apa saja hari ini pada satu sama lain lalu diakhiri dengan memeluk satu sama lain. Karena saat itu mereka memiliki hal yang harus di lakukan di gedung agency mereka. Siwon harus menghadiri meeting dengan para member Super Junior yang lain, bertemu para manager yang menantinya dengan banyak tawaran pekerjaan untuknya dan latihan dance untuk lagu di album baru Super Junior yang akan diliris nanti. Sedangkan Yoona harus bertemu CEO baru mereka lalu membahas jadwal pribadinya dengan managernya.

Baik Siwon dan Yoona sudah sangat merindukan kekasih masing-masing. Tapi ya bagaimana, dengan jadwal sepadat jadwal mereka yang merupakan konsekuensi dari pekerjaan yang mereka pilih ya mereka tidak bisa mengeluh terlalu banyak.

Hari ini, tepatnya hari Jumat. Matahari sudah terbit dan burung-burung pun sudah bernyanyi riang di langit Seoul. Yoona dengan mengenakan dress putih, boots hitam dan tas ransel LV kecil di pundaknya serta tak lupa masker hitam terlihat berjalan cepat keluar dari rumahnya yang berada di daerah Gangnam untuk masuk ke sebuah mobil ferrari. Mobil itu.. siapa lagi kalau bukan Choi Siwon yang menyetirnya. Mobil itu pun menunggunya tepat di dekat seberang halaman rumah Yoona.

Sesudah masuk dan menutup pintu, Yoona langsung dipeluk erat dari samping.. siapa lagi kalau bukan Siwon, kekasihnya?

Siwon mengecup puncak kepala Yoona berkali-kali lalu berkata “Oppa sudah sangat sangat merindukanmu Yoong.”

Yoona mengecup pipi kiri Siwon lalu berkata “Aku juga Oppa! Hah, akhirnya Oppa sudah keluar dari militer. Walaupun mungkin kita tetap saja tidak bisa bertemu dan berkencan setiap hari, tapi setidaknya ponsel Oppa akan lebih aktif daripada saat disana.”

Siwon tersenyum sambil mengecup pipi kanan Yoona lalu berkata “Aduh.. princess nya Oppa sebegitu kangennya dengan Oppa ya?”

Yoona menyikut perut Siwon dan berkata “Siapa yang bilang Oppa boleh memanggilku princess? Hah? Oppa mengikuti Appa.. menyebalkan sekali. Aku kan sudah dewasa.”

Siwon tertawa dan mengecup pipi Yoona lagi dan menjawab “You will always be my princess, my little girl.”

Yoona mendecak lalu menjawab “Aku pusing sekali. Lama-lama Oppa dan Appaku sama saja. Selalu menganggapku anak kecil dan sangat protektif.”

Siwon tersenyum dan menjawab “Kau ini.. kau kan memang princess bagi Oppa. Soal Appamu, sampai kapanpun kau akan selalu menjadi princess kecilnya. Kau itu seperti permata baginya. Dia takut sekali kau kenapa-kenapa. Saat kau jatuh pada saat latihan saja dia sangat takut.”

Yoona mendecak lagi dan berkata “Dan karena itu juga salah satu hal yang menyebabkan Appa menyuruh bodyguard di perusahaannya mengawasiku 24 jam. Untung saja jika bersama Oppa, aku tidak diawasi.”

Siwon terkekeh “Kau ini memang aneh. Para wanita diluar sana bahkan mungkin para membermu ada yang ingin orang tuanya seperti Appa dan Ommamu yang selalu menunjukkan kasih sayangnya pada anaknya. Dan kau malah mau mereka tidak melakukannya.”

Yoona mendecak lagi dan lagi “Itu karena Oppa tidak tau saja, sebelum aku debut, aku selalu diperlakukan layaknya kertas yang sangat rapuh. Dan kukira saat aku sudah debut dan sekarang groupku sudah belasan tahun, aku tidak akan dipelakukan begitu. Tapi tetap saja, malah kadang menurutku semakin parah.”

Siwon mengusap pipi Yoona dan menjawab “Bagaimana kalau kau menikah saja dengan Oppa? Appa dan Omma mu kan percaya Oppa bisa menjagamu layaknya bodyguardnya. Bahkan lebih, Oppa rela memberi nyawa Oppa untukmu dan tidak butuh bayaran. Bodyguard-bodyguard itu kan belum tentu rela memberi nyawa mereka untukmu.”

Yoona tertawa dan berkata “Jadi ceritanya sekarang, secara tidak langsung, Oppa melamarku? Ah, tidak romantis sama sekali dan bayanganku dari dulu soal cara pria yang akan melamarku jauh berbeda.”

Siwon mencubit hidung Yoona dan berkata “Katanya kau tidak mau diperlakukan seperti princess? Jadi ya Oppa sedang mencoba berubah jadi Choi Siwon yang harus bisa tidak memanjakan Im Yoona.”

Yoona mendecak lagi dan berkata “Terserah Oppa saja lah. Aku yakin Oppa mengerti dengan jelas maksudku tidak mau dipanggil princess dan diperlakukan seperti princess itu seperti apa. Hah.. aku sebaiknya mencari calon suami baru saja.”

Siwon tertawa dan berkata “Ok ok. Oppa becanda saja. Dan memangnya kau bisa mencintain pria lain selain Oppa? Is diary berwarna kuningmu sejak trainee saja semua tentang Oppa. Dasar!”

Yoona dengan cepat menjawab “Bisa saja Oppa. Kau jangan terlalu sombong mengira aku tidak bisa mencintai yang lain. Hmm.. sejujurnya Oppa kan yang takut kehilanganku? Mengaku saja!”

Siwon tertawa dan mengecup bibir Yoona pelan lalu menjawab “Ok ok.. kau menang. Oppa memang tidak mau kehilanganmu dan tidak bisa. Ah, kau tunggu saja waktunya saat kau sudah jadi Mrs. Choi, kau tidak akan bisa melirik pria atau cowok manapun.”

Yoona tertawa lebar dan menjawab “Oppa percaya diri sekali aku mau jadi Mrs. Choi nya Oppa.”

Siwon menjawab “Kau lihat saja nanti.”

Yoona kemudian menganti topik dengan berkata “Oppa.. sebaiknya kau mulai menyetir.. kurasa kita sudah diam di mobil 30 menit.”

Siwon menjawab “Ah.. tidak terasa. Itu karena pacarku cerewet sekali.. dan cantik sekali.. dan aku tidak tahan tidak melihatnya.”

Yoona yang mendengarnya pun tertawa lebar dan mengecup pipi Siwon.

Yoona kemudian bersuara lagi “Oppa?”

Karena sedang menyetir, Siwon pun hanya melihat kearah Yoona sebentar lalu menjawab “Ya sayang?”

Yoona pun berkata “Ngomong-ngomong soal pernikahan.. hmm.. Oppa ingin istri yang bagaimana dan Oppa ingin dia melakukan apa saja, hmm?”

Siwon melihat lagi kearah Yoona dan tersenyum lalu menjawab “Aduh.. kau ini sweet sekali. Kau mau berusaha menjadi istri yang Oppa ingin ya?”

Yoona dengan cepat menjawab “Yak Oppa!! Enak saja. Sudahlah tidak usah dijawab.”

Siwon tertawa dan berkata “Oppa hanya becanda saja sayang. Hmm.. Oppa ingin istri Oppa yang baik hati sepertimu. Yang selalu memikirkan yang lain terlebih dahulu sebelum dirinya sendiri, yang tidak merasa lebih dari orang lain meskipun orang tuanya adalah salah satu chaebol di negaranya. Bonusnya, Oppa ingin yang menggemaskan dan cantik sepertimu. Kau doain saja Oppa mendapatkan yang seperti Oppa mau ya.”

Yoona terdiam sebentar lalu menjawab “Kau aneh ya Oppa. Kau ini selalu memujiku dan lagi wanita seperti yang kau bilang memang hebat sih, tapi baik dan cantik saja kurasa tidak cukup. Oppa bodoh sekali.”

Siwon terkekeh dan berkata “Oppa bukan memujimu tapi kau memang begitu sayang. Dan mengapa kau bilang Oppa bodoh?”

Yoona terdiam sekitar 5 menit. Ini membuat Siwon melihat kearwh Yoona dan bertanya “Sayang.. kau kenapa? Apa ada yang salah dari perkataan Oppa?”

Yoona pun menjawab “Oppa bayangkan saja.. istri Oppa memang cantik dan baik hati. Tapi bagaimana kalau dirinya tidak bisa masak, tidak ahli dalam pekerjaan rumah tangga. Parahnya, Oppa malah memanjakannya terus, memperlakukannya seperti princess. Hmm..”

Siwon tertawa lalu menjawab “Oppa kan menikah dengan istri Oppa karena Oppa cinta dan sayang padanya bukan untuk menambah dia menjadi salah satu pembantu rumah tangga di rumah Oppa. Jadi ya tidak apa-apa jika dia tidak bisa masak atau apapun.”

Yoona tidak merespon, dirinya hanya menunggu Siwon berkata lebih lanjut.

Siwon yang seperti tau maksud Yoona pun lanjut berbicara “Dan urusan memanjakannya. Itu kan memang tugas Oppa. Justru tujuan Oppa menikah dengan istri Oppa nantinya ya karena Oppa ingin bisa memanjakannya kapapun, bisa memeluk dan menciun kapapun, bisa tinggal di rumah impian kita dan keliling dunia bersama sampai tua.”

Yoona masih terdiam.

Siwon yang melihat Yoona seperti itu pun mengenggam tangan Yoona dan dengan lembut berkata “Sayang.. kau kenapa? Hm? Kenapa tiba-tiba berubah menjadi diam sekali.”

Yoona hanya menggelengkan kepalanya.

Siwon pun mempunyai ide agar Yoona tidak diam saja.. dia pun mengoda Yoona dengan berkata “Oh.. pertanyaan yang kau tanya itu, ‘istri’ disana itu maksudnya kau ya sayang? Ah.. bilang saja kau juga sudah ingin menikah dengan Oppa kan?”

Benar saja, Yoona langsung bereaksi dengan berkata “Enak saja Oppa! Lagipula aku kan bisa memasak walaupun urusan rumah tangga yang lain aku tidak terlalu tau caranya.”

Siwon terkekeh dan menjawab “Iya.. iya kau bisa memasak sayang. Masak apa ya tapi?”

Yoona dengan cepat berkata (atau berteriak?) “OPPA!”

Siwon tertawa lebar dan mengecup bibir Yoona cepat.

Yoona kemudian lanjut berkata “Berarti selama ini Oppa bohong padaku saat biłang waffle yang ku buat enak dan itu ada waffle favoritemu. Jahat sekali!”

Siwon menjawab “Ya ampun sayang.. itu yang kau bilang memasak? Waffle itu kan kau pakai mesin waffle.. ah, Oppa jadi sadar sekarang kalau mesinnya yang selama ini memasak waffle favorite Oppa bukan kau Yoong.”

Yoona mendecak keras lalu menjawab “Oh.. baiklah tuan Choi Siwon. Jika kau sedang menginap dirumahku atau orang tuaku dan ingin waffle kesukaanmu itu, kau bisa mendapatkannya jika kau membuatnya sendiri. Aku tidak akan membuatkannya untukmu lagi. Kau memang jahat Oppa!! Lebih baik aku mencari Suju Oppa lain dan membuatkan waffle untuk mereka.”

Siwon malah tertawa lalu mengusap kepala Yoona sedikit kencang.

Yoona pun mendecak lagi, menyingkirkan tangan Siwon dari kepalanya dan berkata “Rambutku jadi berantakan Oppa.. kau ini! Dan jangan pegang-pegang aku lagi.”

Siwon pun berkata “Pacarku memang menggemaskan sekali jika sedang merajuk dan marah. Oppa tak bisa membayangkan bagaimana jika kau menjadi istri Oppa dan Oppa bisa melihat muka menggemaskanmu itu setiap hari. Hmm.. kurasa Oppa akan membuatmu marah setiap hari demi melihat wajahmu yang lucu itu.”

Yoona dengan cepat menjawab “Siapa yang mau jadi istrimu Oppa? Ah.. mungkin kau sedang mengatakan ini pada selingkuhanmu ya Oppa atau pada mantan pacarmu saat trainee itu dulu. Dan aku tau aku memang lucu setiap saat jadi aku mau mencari pria yang baik yang tidak seperti Oppa.”

Siwon mencubit hidung dan pipi Yoona lalu berkata “Kau ini! Suka sekali bilang Oppa selingkuh? Mau dengan siapa hah? Dan soal mantan.. kau sudah tau ceritanya bagaimana.”

“Kau mau mencari pria lain? Boleh. Tapi sebelum kalian bisa bersama, mungkin pria itu sudah kubasmi. Lihat saja sayang.”

Yoona pun menjawab “Selingkuh dengan model atau seseorang yang di USA? Oppa kan suka sekali kesana. Tidak ada bosan-bosannya.”

Siwon terkekeh dan menjawab “Jadi pacarku sedang cemburu ya?”

Yoona dengan cepat menjawab “Siapa yang cemburu. Eh, tapi jika Oppa benar-benar selingkuh, aku tidak akan mau bertemu Oppa lagi bahkan melihatmu aku tidak akan mau.”

Siwon langsung mengecup bibir Yoona saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Dirinya lalu berkata “Tidak mungkin Oppa selingkuh darimu sayang, yang mungkin adalah Oppa berselingkuh denganmu. Hahahaha.”

Yoona lagi-lagi dengan cepat menjawab “Aku tidak akan mau jadi selingkuhanmu Oppa. Ih!! Kenapa sih laki-laki begitu.”

Siwon tertawa dan berkata “Kau tidak mau dan tidak mungkin juga kau menjadi selingkuhanku sayang karena aku tidak akan berpacaran dengan yang lain jika sudah melihatmu yang secantik ini.”

Yoona menjawab “Terserahmu lah Oppa. Awas saja, jika sampai kau berani selingkuh. Aku akan memanggang dagingmu dan aku akan menyuruh Jiwon memakannya hahahaha.”

Siwon pun berkata “Sepertinya tidak akan semudah itu.. Ommaku pasti akan melindungiku darimu yang ingin memanggangku sayang.”

Yoona menjawab “Mungkin saja tidak, karena Omma tau kau bersalah. Lagipula Omma mu lebih sayang padaku daripada dirimu Oppa!”

Siwon terkekeh dan berkata “Kau ini terlalu percaya diri. Ya tidak mungkin Ommaku lebih sayang padamu daripada Oppa, sayang. Oppa anak laki-laki satu-satunya.. sudah itu Oppa sangat ganteng, baik dan menghormati orang tua. Jadi Oppa pasti paling berharga untuknya.”

Yoona pun menjawab “Ya.. ya.. terserah Oppa sajalah. Aku sudah capek. Tidak akan ada habisnya jika terus menjawabmu.”

Setelah itu, Siwon mengecup bibir Yoona lagi dan berkata “Begitu dong, pacarnya Choi Siwon memang harus mengalah.”

Yoona spontan menatap kearah Siwon dan berkata “Haha. Mengalah katamu Oppa? Yang sering mengalah itukan Oppa. Sampai rela menari lagu girlgroup itu siapa ya? Hanya agar pacarnya tidak merajuk. Oppa kan sangat takut kehilanganku kan?”

Siwon pun tertawa dan berkata “Itu tandanya Oppa pacar yang pengertian dan baik. Ya Oppa akui, Oppa takut kehilanganmu.. puas?”

Sekarang giliran Yoona yang tertawa dan dirinya mengecup pipi Siwon sebagai tanda terima kasih mungkin?

Siwon kemudian mulai bersuara lagi dengan berkata “Kurasa Oppa harus les kesabaran lebih banyak sayang. Bayangkan saja kalau nanti kita sudah menikah dan kalau mempunyai anak perempuan. Kurasa Oppa bisa mati. Padamu saja Oppa tidak bisa menolak apa yang kau minta. Bagaimana kalau mempunyai anak perempuan? Kurasa dia hanya perlu berkata apa yang dia mau, Oppa akan langsung lakukan..”

Yoona yang daritadi hanya mendengar pun akhirnya menjawab “Oppa serious ya ingin cepat menikah? I mean.. look at you Oppa.. Oppa belakangan ini sering sekali berimajinasi tentang keluarga.”

Siwon menjawab “Oppa tentu saja ingin menikah. Siapa yang tidak ingin cepat menikah jila mempunyai pacar secantik dan sebaik dirimu. Tapi bagaimana ya, pacar Oppa sepertinya belum siap. Dan lagi, Oppa juga harus menghadapi orang tua pacar Oppa juga. Ya ampun..”

Yoona pun tertawa dan menjawab “Goodluck Oppa. Akan sulit meminta restu dari orang tua pacar Oppa. Karena Oppa tau sendiri seprotective apa orang tau dirinya dan ku pikir mereka belum siap melihat putri mereka menikah.”

Siwon tersenyum dan menjawab “Tapi bagaimana putrinya? Apakah sudah siap menikah? Jika sudah siap. Tentu Oppa siap berjuang keras untuk mendapat restu orang tuanya.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Hmm.. sudah siap atau belum ya?”

Siwon pun berkata “Kurasa dirinya sudah siap. Oppa tidak butuh dia menjaga, melayani Oppa kok. Cukup hanya terus disamping Oppa bagaimanapun keadaannya dan mengizinkan Oppa yang menjadi satu-satunya pria selain Appa dan kakak laki-lakinya untuk menjaga, mencintai dan memberikan segala kebahagian yang ada untuknya. Dia harus siap dibidang-bidang itu saja. Jadi pasti sudah siap kan?”

Yoona terkekeh dan menjawab “Baiklah.. baiklah. Dirinya sudah siap. Tapi dirinya tidak mau dilamar dengan cara begini di mobil.”

Siwon pun menjawab “Tunggu saja tanggal mainnya sayang. Saranghae.”

Yoona menjawab “Nado Saranghae Oppa.”

Dan keduanya pun berciuman dalam tepat setelah Siwon menepikan mobilnya dekat Sungai Han.

.

.

FF ini awalnya bukan mau dibuat begini. Tapi imajinasi hari ini seperti ini, jadi ya jadinya seperti ini. Semoga menghibur dan suka ya!

.

.

The end.

Don’t forget to leave your comment and like. Thankyou.

 

Advertisements

[Coretan] YoonWon (2)

Title : YoonWon

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and find others by yourself

Disclaimer : The casts are not belong to me.

NOTE : Coretan ini bukan lanjutan ya. Titlenya ‘YoonWon’ memang pernah aku pakai di coretan sebelumnya tapi aku taruh angka (1) yang ini kedua (2) tapi bukan sambungan ya hehe.

 

Setelah sekian lama ga post.. akhirnya bisa post cerita lagi walaupun pendek dan coretan aja.

Btw sebenarnya bukan mau buat cerita yang begini karena tadinya idenya bukan begini.. tapi ga tau kenapa tiba-tiba aja jadinya begini. Semoga suka deh!!

.

.

.

 

Happy Reading..

.

.

.

 

Pagi hari di suatu mansion mewah, tepatnya di sebuah kamar yang terbesar di mansion tersebut, terlihat dua manusia yang masih berada di tempat tidur padahal jam sudah menunjukkan hampir jam 9. Keduanya masih tertidur. Eh, tidak, hanya satu yang benar-benar tertidur. Sedangkan satunya lagi sibuk memandang pemandangan di sampingnya sambil tersenyum lebar.

Pria yang tersenyum itu beberapa kali terlihat menyingkirkan rambut-rambut yang jatuh menutupi wajah wanita yang sedang ditatapnya dari tadi.

Senyum pun tak bisa hilang dari wajah pria itu. Entah kenapa.

Setengah jam pun berlalu, wanita tadi masih tertidur dan pria tadi pun masih menatap wajah cantik wanita itu daritadi. Ketika wanita tersebut menunjukkan pergerakan kecil dengan membalikkan wajahnya ke arah lain, pria tersebut terkekeh. Tak lama setelah itu, mata indah wanita itu pun terbuka menunjukkan kalau dirinya sudah bangun.

Wanita tersebut terlihat sedikit terkejut ketika memutar wajahnya karena wajahnya bertemu langsung dengan wajah pria tadi. Senyum di wajah pria tersebut pun semakin merekah.

Pria tersebut pun berkata “Good morning baby.”

Si wanita pun membalas dengan berkata “Good morning Oppa.”

Wanita tersebut kemudian berkata lagi “Sekarang jam berapa Oppa? Kenapa Oppa masih disini? Bukannya harusnya Oppa pergi ke perusahaan Oppa?”

Pria tersebut mengecup bibir wanita itu dan membawa tubuh wanita itu ke pelukkannya sebelum menjawab “Oppa tidak ke kantor hari ini.”

Wanita tersebut mengecup pipi kiri pria itu dan bertanya “Kenapa?”

Pria tersebut kembali mengecup bibir wanita itu dan menjawab “Karena Oppa mau menghabiskan hari ini bersamamu sayang. Mengapa kau masih saja bertanya hah?”

Wanita tersebut tertawa dan berkata “Tidak apa-apa. Aku hanya heran saja Oppa. Belakangan ini kan Oppa terlihat sibuk dan setiap minggu selalu ada urusan di luar negeri jadi ku kira Oppa pasti sedang punya project penting. Aku saja takut menganggu Oppa yang terlihat sibuk.”

Pria tersebut lagi-lagi mengecup bibir wanita itu lalu menjawab “Ah.. kau cemburu ya Oppa tidak punya waktu denganmu lagi? Tak usah khawatir.. kau pastinya lebih penting dari file-file kerja Oppa.”

Wanita tersebut menjawab “Aku tidak cemburu Oppa. Lagipula mengapa harus cemburu? Aku sudah memutuskan kalau Oppa sibuk terus.. aku kan bisa mencari pria lain yang lebih hot dan kaya dari Oppa. Hahahaha.”

Pria tersebut langsung menggelitik tubuh wanita itu dan berkata “Apa yang barusan kau bilang sayang? Kau baru saja mengatakan rencanamu untuk selingkuh?”

Wanita tersebut tertawa terus dan menjawab “Yes Oppa!!”

Pria tersebut pun membalas “Baiklah karena Oppa tidak mungkin bisa marah denganmu jadi Oppa akan membalas dengan mencari wanita yang lebih cantik dan sexy darimu. Oppa akan cari yang di kalangan model dan businesswoman juga.. yang sepertimu tapi yang tubuhnya lebih sexy hahaha.”

Wanita tersebut pun mendorong tubuh pria itu supaya bisa keluar dari pelukan pria itu. Kemudian wanita tersebut duduk dan menghadap pria itu lalu berkata “Kalau Oppa berani melakukan itu.. jangan harap Oppa bisa melihatku lagi selain di pengadilan.” Setelah mengatakan itu.. wanita itu pun langsung berjalan cepat ke kamar mandi.

Pria tersebut pun tertawa. Dan tawanya semakin meledak ketika mendengar pintu kamar mandi ditutup secara kasar.

.

.

.

 

2 jam setelah kejadian tadi..

Suasana di meja makan lebar di mansion ini beda dari biasanya. Biasanya terdengar suara tertawa atau obrolan seru. Kali ini yang ada hanya kesunyian dan awkwardness.

Sebenarnya kedua orang disana tidak merasa begitu. Tepatnya si pria. Pria tersebut dari tadi ingin tertawa tapi ia terus menahan karena takut semakin memperparah suasana.

.

Flashback ON

.

 

Setelah wanita itu selesai membersihkan badannya di kamar mandi, dirinya pun keluar dengan gaun tidur yang baru yang biasa dipakainya ketika di kamar. Wanita tersebut berjalan menuju meja riasnya untuk memakai lotion dan hal-hal yang biasanya dia pakai setelah mandi.

Pria yang tadi di tempat tidur itu masih disana, tepatnya dari wanita itu masuk ke kamar mandi, dirinya tak berpindah tempat. Dan ketika wanita itu keluar dari kamar mandi, dirinya pun menatap semua pergerakan wanita itu sambil tersenyum lebar. Seperti sudah tak waras ya.

Ketika wanita itu menutup botol lotion tangannya, dirinya pun turun dari tempat tidur dan berjalan menuju wanita itu dan mengalungkan tangannya di leher wanita itu.

Niatnya sih begitu, tapi sebelum tangannya berhasil menyentuh leher wanita itu, wanita itu sudah menepis tangannya dan berkata “Awas saja Oppa berani menyentuhku. Aku akan menendang Oppa.”

Pria tersebut tertawa dan berkata “Memang apa salahnya memeluk istri sendiri, hm?”

Wanita tersebut menjawab dengan sinis “Ah.. aku istrimu? Bukannya tadi ada yang berkata mau mencari yang lebih sexy dan cantik dariku ya?”

Pria itu tertawa dan berkata “Aku hanya becanda sayang. Kau juga tadi kan mau mencari yang lebih hot dan kaya dariku kan?”

Wanita tersebut hanya terdiam.

Karena tidak tahan didiamkan, pria itu pun berkata lagi “Sayang.. aku minta maaf. Itu hanya becanda. Percayalah.”

Wanita itu hanya terdiam. Intinya setelah itu apapun yang dilakukan dan dikatakan pria itu tidak mendapat respon dari wanita itu.

.

Flashback OFF

.

 

Suasana yang sunyi itu dicairkan dengan suara ringtone dari iPhone yang berbunyi tanda ada yang menelepon, ya.. tepatnya menelepon si wanita.

Wanita tersebut mengangkatnya tanpa beranjak dari meja makan itu.

Sebelum mengankat, si wanita melirik ke arah pria yang duduk di hadapannya sedang membaca koran business. Dirinya pun menunjukkan smirk face lalu menekan tombol jawab.

“Hi Oppa!!”

Mendengar itu, dengan reflek pria dihadapannya langsung menatapnya walaupun si wanita sengaja tidak membalas tatapan pria itu.

“Ya.. aku bisa..”

Pria itu meminum coffeenya sambil menatap wanita itu terus.

“Oppa yang menjemputku atau bagaimana?”

Mendengar itu, pria itu pun meletakkan koran yang tadi dibacanya ke kursi disampingnya.

“Baiklah Oppa.. aku pasti memakai gaun yang cantik. Tenang saja. Aku akan bersiap-siap sekarang. Aku akan menelepon make up artistku juga jadi Oppa tenang saja. Aku akan terlihat cantik untukmu.”

Pria dihadapannya yang tadi memasukkan sesendok nasi ke mulutnya pun menjatuhkan sendoknya sehingga terdengar bunyi dentingan antara sendok dan lantai.

Wanita itu diam-diam menunjukkan smirk face dan menjawab orang di seberang telepon itu “Bye Oppa. Nado Saranghae.”

Setelah memutus panggilan telepon tadi, wanita tersebut beranjak berdiri dan meninggalkan ruang makan itu seenaknya dan berniat masuk ke lift di mansion ini yang akan membawanya menuju kamarnya di lantai atas.

Ketika lift terbuka dari dirinya akan beranjak masuk. Sebuah suara menghentikannya.

“Kau kira kau mau kemana sayang?”

Wanita yang tadi sempat menghentikan langkah kakinya pun lanjut melangkahkan kakinya masuk ke lift tersebut.

Pria tadi pun ikut masuk ke lift tersebut. Tanpa aba-aba, pria tersebut langsung mendorong wanita itu ke dinding lift mereka dan berkata “Siapa pria yang tadi meneleponmu dan berani mengajak istri Choi Siwon keluar tanpa izin darinya dulu?”

Wanita tadi, Choi Yoona pun menjawab “Pacar baruku. Mungkin yang akan menjadi suamiku setelah Oppa berakhir denganku di pengadilan nanti.”

Pria itu terlihat frustasi dan berkata “Ya ampun Yoona! Yang tadi hanya becanda. Mengapa kau menganggap serius.”

Wanita itu menjawab “Aku terlanjur percaya Oppa benar-benar akan melakukan seperti yang Oppa katakan!!”

Pria itu baru saja akan mengeluarkan suaranya lagi tapi lift sudah berbunyi tanpa mereka sudah sampai di lantai 3 mansion mereka. Keduanya pun keluar dan langsung masuk ke kamar mereka.

Sampai didalam, melihat wanitanya sedang berada di walk in closetnya, pria tersebut langsung memeluk wanita yang sedang memilih pakaian itu dari belakang.

Si pria pun berkata “Kau kenapa sih sayang. Kau tau itu hanya becanda. Dan parahnya kau malah mau keluar dengan pria lain padahal aku sudah rela tidak ke kantor.”

Wanita tersebut memang tidak berontak keluar dari pelukan pria itu karena tidak akan ada gunanya, kekuatannya tidak akan bisa mengalahkan kekuatan laki-laki itu.

Wanita itu menjawab “Oh, jadi Oppa tidak rela ya tidak ke kantor? Kenapa malah kesal padaku? Lagipula bukan aku yang menyuruh Oppa jangan ke kantor.”

Pria itu menjawab cepat “Ya ampun.. maksud Oppa bukan begitu..”

“Bukan begitu? Jadi bagaimana?”

“Kau tau maksud Oppa apa. Okay.. Oppa minta maaf kalau kata-kata Oppa menyakiti hatimu. Kita damai saja ya sayang?”

Wanita itu terdiam sebentar lalu menjawab “Ya sudah kita damai tapi aku belum memaafkan Oppa. Dan tolong Oppa lepaskan pelukkan Oppa. Aku harus memilih pakaian yang harus aku pakai karena pacar baruku akan menjemputku nanti.”

Pria tersebut pun berkata “Kau tidak boleh pergi dengan pria manapun. Aku tidak mengizin—”

“Aku tak peduli Oppa mengizinkanku atau tidak. Intinya aku tetap akan pergi.”

“Yoona, Op–”

CUT!!!!!!

Sutradara dan semua crew disana pun bertepuk tangan karena scene terakhir untuk episode yang sedang mereka rekam sudah selesai dan semuanya akhirnya bisa pulang.

 

Okay semoga ceritanya ini menghibur ya bukan malah ga jelas jatuhnya hahaha. Tiba-tiba ada ide dan lagi ada waktu nulis jadi ya bisa post lagi haha.

Don’t forget to like and comment ya!

Thanks!!

 

 

 

[Coretan] Daughters

Title : Daughters

Casts : Choi Siwon, Im Yoona and others

Disclaimer : All the casts belong to God, their families and their company

 

 

Happy Reading

.

.

Warning : This is just a short story guys

.

.

.

.

 

Author POV

 

Setelah menyelesaikan shooting iklan selama beberapa hari di Jepang dan tadi pagi menjalankan pemotretan di jalanan Jepang dan juga interview di restaurant sushi, siangnya, tepatnya jam 2, Yoona pun akhirnya sampai Korea dapat beristirahat di mobil yang akan membawanya ke salah satu mansion mewah di kawasan Gangnam. Karena perjalanan dari bandara ke tempat yang dituju lumayan jauh dan membutuhkan waktu cukup lama, Yoona pun memutuskan untuk tidur dengan earphone di telinganya, ya, dia mendengarkan lagu sambil tidur.

Tanpa terasa, mobil yang membawa Yoona sudah masuk ke gerbang depan mansion yang dituju Yoona. Ketika sudah sampai tepat di pintu masuk mansion besar ini, manager pribadi Yoona pun membangunkan Yoona. Tapi entah kenapa, mungkin kelelahan, kurang tidur atau apa, Yoona sama sekali tidak bergeming, seolah seperti tidak mendengar suara managernya yang dari 10 menit lalu sudah membangunkannya. Karena hampir putus asa, sang manager pun mencipratkan air kewajah cantik Yoona yang ternyata berhasil membuat sang putri tidur terbangun. Ya, bedanya sih ini bukan karena sebuah ciuman dari seorang pangeran tampan.. melainkan karena cipratan air sang manager.

Yoona pun terbangun dan berkata “Yak!! Oppa! Kenapa kau mencipratkan air ke wajah ku sih!”

Manager Yoona pun menjawab “Karena kau tidak bisa bangun.. Oppa sudah membangunkanmu kurang lebih sepuluh menit, tapi kau seperti tidak mendengar saja dan tidak merespon sama sekali.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Yasudah Oppa. Kau pulang sana. Besok sampai dua hari kedepan Oppa tidak usah menjemputku ya. Karena dari besok sampai 2 hari kedepan aku tidak punya jadwal apapun.. kecuali jadwal pribadi. Nikmati harimu tanpaku. Bye Oppa!”

Yoona kemudian pun membawa koper berwarna toscanya dan tas biru Hermesnya lalu masuk ke mansion besar di depannya ini. Pintu pun dibuka oleh bibi Kang yang merupakan kepala pelayan di mansion ini. Sampai di ruang tamu bagian depan, Yoona tidak melihat siapapun kecuali beberapa pelayan yang sedang membersihkan bagian ruang tamu tersebut yang membungkukkan badan mereka ataupun tersenyum pada Yoona ketika Yoona lewat. Yoona tentunya membalas senyuman mereka.

Yoona merasa aneh saja, mengapa sepertinya mansion besar ini sangat sepi. Tanpa berpikir lagi, Yoona pun naik ke lantai dua dan masuk ke ruangan terbesar di mansion ini berharap mungkin ada orang-orang yang dicarinya didalam. Tetapi, sama saja, there is no one in the room. Yoona yang sedikit capek pun memutuskan untuk membersihkan dirinya di kamar mandi. Well.. shooting memang kadang melelahkan bukan.

Sekitar setengah jam kemudian, Yoona pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya, karena melihat masih tidak ada orang, Yoona pun keluar dari kamar dan bertemu dengan bibi Kang yang kebetulan lewat depan kamarnya.

Yoona pun bertanya “Bibi, mereka pergi kemana? Mengapa aku tidak melihat mereka sejak tadi?”

Bibi Kang pun menjawab “Mereka keluar sejak jam makan siang.. jadi mungkin mereka makan siang. Kau istirahat saja Yoona.. jika mereka pulang, bibi akan memberitahu mereka kau ada di kamar.”

Yoona memeluk bibi Kang. Hmm.. bibi Kang memang sudah seperti ibunya sendiri karena memang mereka sering bertemu sejak Yoona berusia 17 tahun dan menjadi semakin dekat ketika bibi Kang bekerja di mansion ini 5 tahun lalu.

 

Yoona terbangun dari tidur sorenya ketika mendengar keributan di lantai bawah. Yoona tersenyum.. dia sepertinya tau siapa peran utama dari keributan itu.

Yoona mengambil iPhone yang berada di nakas samping tempat tidurnya dan menuju ke arah sofa kamar ini untuk mengambil tiga buah paper bag lumayan besar yang bergambar karakter dari cartoon atau animasi yang biasanya disukai anak-anak. Setelah itu, Yoona baru keluar dari kamarnya dan menuju ke bawah ke arah keributan yang menurut Yoona berasal dari daerah ruang makan atau ruang keluarga atau taman belakang karena letak kamarnya berada di atas ketiga ruang tersebut, jadi menurutnya begitu.

Yoona tersenyum melihat orang-orang kesayangannya yang berada di meja panjang di taman belakang mansion ini, satu orang namja yang terlihat kebingungan melerai tiga yeoja di meja tersebut yang sepertinya sedang berebut sesuatu atau berdebat.

Yoona pun membuka pintu kaca yang membuatnya masuk ke taman belakang dan berkata “Heyyyy! Jangan ribut-ribut sayang.”

Keempat orang yang di meja itu pun langsung melihat ke arahnya dan senyum lebar pun muncul di wajah-wajah mereka. Ketiga yeoja yang tadi sedang ribut pun langsung berlari ke arahnya dan berakhir rebutan memeluk kakinya karena mereka belum cukup tinggi untuk memeluk badan Yoona. Tanpa diduga suasana makin tidak terkontol, ketiga yeoja tadi makin ribut dan saling marahan malah sampai dorong-dorongan karena ini memeluk kakinya. Bahkan salah satu dari mereka, yang paling kecil, memangis karena terdorong jatuh dan lengannya terpukul oleh saudaranya yang lebih tua.

Namja yang dari tadi hanya berdiri menatap Yoona sejak kedatangan Yoona di taman belakang ini pun akhirnya bereaksi ketika melihat salah satu dari ketiga yeoja yang disayanginya terjatuh dan menangis kencang. Oh ya, namja itu siapa lagi kalau bukan Choi Siwon, kekasih, tunangan serta calon suami Im Yoona. Mungkin kalian bingung siapa ketiga yeoja yang bertengkar itu, mereka adalah anak angkat atau bisa dibilang diadopsi Siwon dan Yoona.. Lily, Christa serta Lami. Lily dan Lami diadopsi oleh Siwon dari mereka kecil, waktu itu Lily baru berusia 3 tahun dan Lami berusia hampir 1 tahun, mereka berdua memang saudara kandung, jadi ketika Siwon mau mengadopsi Lily, Siwon memutuskan mengadopsi Lami juga. Lily dan Lami adalah nama yang diberi Siwon untuk mereka dan mereka sudah bersama Siwon sebelum Siwon dan Yoona resmi berpacaran, hmm.. mungkin sudah 7 atau 8 tahun. Sama dengan Siwon yang mengadopsi anak sebelum resmi berpacaran, Yoona juga mengadopsi seorang anak perempuan yang waktu itu berusia 2 tahun yang diberi nama Christa oleh Yoona. Christa dan Yoona sudah bersama kurang lebih 6 atau 7 tahun. Jadi bisa disimpulkan, Yoona dan Siwon sudah bersama at least 10 tahun. Ketika mereka mulai berpacaran, mereka mulai mengenalkan anak-anak sehingga mereka bertiga pun menjadi sangat dekat walaupun tetap saja ada pertengkaran terutama Lily dan Lami sebenarnya. Siwon dan Yoona menyayangi ketiga anak perempuan itu seperti anak mereka sendiri, tidak ada bedanya, Yoona tidak mengistimewakan Christa daripada dua lainnya, hal yang sama pun berlaku dengan Siwon. 5 tahun lalu, Siwon memutuskan membeli sebuah mansion dan mereka bertiga pun tinggal bersama dijaga oleh bibi Kang dan pelayan lainnya, kadang orang tua Siwon dan Yoona serta Jiwon menjaga mereka bertiga ketika Siwon dan Yoona tidak ada di Korea karena pekerjaan.

Pertengkaran yang terjadi belum juga berhenti. Yoona pun kemudian berjongkok di depan Lily dan Chrita sedangkan Lami sudah di gendong oleh Siwon yang sekarang duduk di kursi santai sambil melihat ke arah Yoona dan kedua anak perempuannya.

Yoona pun berkata “Sayang.. kenapa kalian bertengkar sih? Mommy kan sudah bilang jangan ribut-ribut. Lihat, kasihan Lami sampai terjatuh. Tell me why you guys argue?”

“I miss you Mommy and I want to hug you.” kata Lily dan Christa serentak

Yoona tersenyum dan menjawab “Me too.” lalu memeluk mereka berdua

Yoona memeluk mereka sambil berkata “Lain kali jangan bertengkar lagi ya. Mommy akan memeluk kalian satu-satu jadi tidak ada yang jatuh ataupun menangis.”

Melepaskan pelukannya dari kedua anaknya, Yoona lalu memberi paper bag ke Lily dan Christa.. masing-masing satu. Mereka berdua tampak begitu senang pun mengecup pipi Yoona lalu masuk ke dalam rumah kemudian sibuk dengan hadiah yang didapat mereka.

Yoona kemudian berjalan ke arah Siwon yang memeluk Lami yang masih mengeluarkan air mata. Yoona pun berkata “Baby. Wanna hug?”

Lami langsung melihat ke arah Yoona dan mengangkat kedua tangannya tanda mau dipeluk Mommynya. Yoona pun mengendong Lami lalu duduk di kursi santai Siwon yang memang agak panjang lalu berkata “Mengapa anak cantik Mommy menangis hm? Tidak merindukan Mommy? Atau sudah senang tinggal dengan Daddy selama 1 minggu ini tanpa Mommy?”

Lami mengecup bibir Yoona dapat berkata “NOOO! I miss Mommy so much.”

Siwon berbicara sebelum Yoona “Hey.. sayang.. daddy kan sudah bilang hanya daddy yang boleh mencium bibir Mommy.”

Lami pun menjawab “Tapi Mommy bilang tidak apa-apa. Ya kan Mom?”

Yoona tersenyum dan menganggukan kepalanya.

Yoona pun kembali berbicara “Oh ya, tadi kalian kemana. Mengapa saat Mommy sampai Mommy tidak melihat kalian berempat?”

Lami tersenyum dan menjawab “Tadi pagi Uncle Leeteuk telepon lalu kita pergi makan di cafe dengan Uncle dan Daddy.”

Yoona melihat ke arah Siwon dan bertanya “Oppa membawa mereka ke tempat ramai? Daebak!”

Siwon menjawab “Tenang saja sayang.. tadi asistenku yang membawa mereka masuk dulu. Lagipula kita memesan ruang vvip yang pintu keluar masuknya khusus sayang.”

Yoona hanya menjawab “Oh.. begitu.”

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tandanya waktu makan malam. Karena jarang bisa berkumpul bersama apalagi sampai akhir pekan nanti baik Siwon dan Yoona tidak ada jadwal pekerjaan. Jadi, Siwon memutuskan hari ini mereka akan dinner diluar. Ya, susah sekali sih sebenarnya untuk dinner bersama karena Siwon dan Yoona adalah public figure tetapi ya.. untuk malam ini Siwon sepertinya tidak mau peduli lagi soal itu.

Keluar dari kamarnya, Siwon pun berjalan menuju ruangan besar di lantai bawah dimana Yoona dan ketiga putrinya sedang bermain saat ini. Ya, ruangan besar itu adalah playroom untuk ketiga putrinya.

Membuka pintu playroom anak-anaknya dengan pelan karena dirinya mau berjaga-jaga siapa tau ada yang tertidur di ruang bermain ini. Sedikit aneh memang, ketiga putrinya masing-masing memiliki kamar besar tetapi mereka lebih sering tertidur di ruang bermain mereka. Mengintip dahulu sebelum benar-benar masuk, senyum pun muncul di wajah tampannya. Mengapa? Karena pemandangan yang dilihat Siwon saat ini sangatlah indah untuknya. Yoona yang sedang duduk di ranjang super besar di ruangan ini dengan Lami, putri paling manjanya di pangkuan Yoona yang tangannya terus memeluk leher Yoona sambil sesekali mengecup bibir maupun pipi Yoona. Lily juga berada di ranjang, tepatnya di sebelah kanan Yoona dan Christa di sebelah kiri Yoona. Yang Siwon lihat sih, Lily terus bertanya mengenai kapan Yoona bisa jalan-jalan berdua dengannya karena sudah hampir setahun, Lily dan Yoona tidak pernah jalan-jalan berdua lagi seperti dulu. Christa pun mengatakan hal yang sama “Mommy.. Mommy kenapa akhir-akhir ini selalu sibuk. Sudah 3 bulan kita jalan-jalan hanya dengan Daddy dan Aunty Jiwon”

Lily juga berkata “Yes Mommy.. kalau tidak dengan Aunty Jiwon pasti dengan Grandma and Grandpa. Kalau tidak ya dengan uncle-uncle Super Junior, aunty SNSD dan Oppa-Oppa ganteng EXO..”

Lami yang daritadi diam pun ikut berbicara “Minho Oppa 3 hari yang lalu membeli boneka untukku Mom.”

Siwon meringis sekaligus senang. Meringis karena sekarang putri-putrinya sudah besar, mereka sudah bisa mengeluarkan pendapat mereka tentang hal-hal yang mereka suka maupun tidak. Siwon ingin ketiga putrinya selalu jadi Princessnya yang terus kecil. Ha, di usia mereka yang segini saja sudah seperti ini, bagaimana 4-5 tahun kedepan. Siwon menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran tentang itu. Disisi lain, dirinya senang karena 3 putrinya mendapat kebahagiaan, well, meskipun dirinya dan Yoona bukan orang tua kandung mereka, tetapi melihat senyum dan tawa mereka memeberikan efek begitu hebat bagi hidupnya. Dirinya juga merasa hidupnya semakin lengkap. Yoona, wanitanya yang membuatnya tidak bisa melirik wanita lain, yang berhati bagai malaikat, yang selalu mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri.. ah berbicara tentang Yoona tidak akan ada habisnya bagi Siwon. Yoona terlalu perfect dimatanya. Ditambah 3 putri mereka yang lucu, membawa lebih banyak tawa dan keceriaan dihidupnya.. dirinya pun sangat bersyukur.

Menunggu jawaban apa yang diberikan Yoona, Siwon pun berdiri di pintu dulu agar tidak mengalihkan focus. Yoona menjawab “Sorry sayang.. Mommy tau mommy memang sangat sibuk 3 bulan ini. Tapi mulai hari ini sampai hari Minggu nanti, Mommy akan bersama kalian terus. No work for 6 days girls.”

Ketiga putrinya langsung lompat-lompat di ranjang dan tertawa. Siwon yang melihatnya juga ikut tertawa tanpa sadar. Apalagi melihat tawa Yoona.. membuat hatinya jatuh cinta lagi pada wanitanya itu. Sungguh, kapan dirinya bisa berhenti jatuh cinta lagi dan lagi pada Yoona? Jawabannya hanyalah Tuhan yang tau.

Siwon pun akhirnya benar-benar masuk ke playroom ini lalu berkata “Ah.. jadi kalian tidak suka jalan-jalan dengan daddy ya sebenarnya. Lalu kenapa minggu lalu kau merengek Lily.. kau bilang ingin dinner dengan Daddy. Hah.”

Empat perempuan tadi pun terdiam setelah mendengar keluhan Siwon lalu kembali tertawa setelahnya. Lily pun menjawab “Kita suka jalan-jalan dengan Daddy. But its more fun when Mommy is around too.”

Lami spontan memeluk Yoona yang akan turun dari ranjang. Yoona kembali tertawa. Yoona kemudian menyuruh Lami melepaskan pelukannya dulu agar Yoona bisa turun dari ranjang lalu nanti dirinya akan mengendongnya.

Christa yang dari tadi diam pun akhirnya bersuara “So Dad.. why are you here? We are having girls time with Mommy.” yang diikuti anggukan Lily dan Lami tanda mereka setuju dengan perkataan Christa.

Siwon pun mengambil posisi duduk di sofa ruangan ini lalu menjawab “Because I want to ask what do you guys want for dinner?”

Secara bersamaan ketiga putrinya menjawab

Lily : “di SM Cafe”

Christa “Pizza”

Lami : “Sushi”

Yoona terkekeh lalu melihat ke arah Siwon yang sekarang terlihat kebingungan. Yoona pun membantu Siwon untuk menentukan 1 saja. Karena agak tidak mungkin bisa menuruti ketiganya malam ini. Yoona pun berkata “Girls.. we have to decide only one place. So.. what do you guys want?”

Christa pun menjawab “Okay.. kalau begitu aku terserah saja Mommy. Aku ikut apapun pilihannya.” Yoona langsung mengecup pipi Christa. Christa memang selalu begitu. Karena dirinya menjadi anak tengah.. mungkin membuatnya terserah pada apapun. Bukan berarti kedua putrinya yang lain selalu egois. Tapi berhubung Lily dan Lami adalah adik kakak sejak bersama Siwon, keduanya seperti tidak mau kalah satu sama lain, keduanya berlomba-lomba dalam berbagai hal. Beda lagi dengan Christa yang hanya sendirian sebelum tinggal bersama dengan Lily dan Lami. Christa mendapatkan seluruh perhatian tanpa harus membagi dan sebagainya. Well, masing-masing anak mempunyai kelebihan dan kekurangannya bukan. Salah, semua manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

….

….

….

….

Keputusan akhirnya adalah pergi ke SM Cafe. Awalnya Siwon dan Yoona sedikit ragu untuk makan malam disana. Tapi melihat anak-anak mereka yang begitu menginginkan. Mau tidak mau Siwon terpaksa memikirkan cara bagaimana agar tidak terlalu menarik perhatian orang-orang yang sedang di Cafe itu. Akhirnya, Siwon pun mengajak Choi Minho. Tak lupa juga menelepon managernya agar menyiapkan ruangan private untuk mereka. Pasti ada yang merasa aneh, bukannya mengajak Choi Minho malah juga akan menarik perhatiaan? Iya.. perhatiaan pada Siwon, Yoona dan Minho sih mereka sudah biasa. Maksud Siwon mengajak Minho adalah nanti Minho dan managernya lah yang membawa ketiga putrinya masuk. Anggap saja itu keponakan atau siapanya Minho. Semoga saja tidak masuk headline besok pagi.

Setelah menempuh perjalanan lebih dari setengah jam, mereka pun akhirnya sampai ke tempat tujuan. Manager Siwon dan Yoona pun membawa ketiga putri Siwon dan Yoona masuk ke SUM Cafe setelah ketiganya memeluk dan mengecup Siwon dan Yoona. Di dalam ruangan khusus SUM Cafe sudah ada Minho yang menunggu mereka. Setelah pintu ruangan dibuka dan  ketiganya melihat ada Minho didalam, ketiganya langsung tertawa heboh memanggil “Handsome OPPA!!” Bukan hanya itu, mereka langsung meminta digendong oleh Minho. Ini membuat Minho sedikit kerepotan sehingga ia berkata “Satu persatu ya sayang. Semua akan kebagian memelukku okay.” Dan.. pertengkaran verbal pun terjadi, ketiganya bertengkar karena ingin menjadi yang pertama dipeluk. Sebenarnya, lebih tepatnya, Lily dan Lami yang bertengkar. Christa hanya berdiri di sekitar mereka menatap kedua saudaranya sambil kadang ikut mengeluarkan beberapa kata. Setelah beberapa menit berargumen, Christa pun memilih duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan ini. Minho yang pusing pun masih berusaha melerai pertengkaran yang terus berlanjut antara Lily dan Lami.

Lily : “I will be the first to hug handsome Oppa!!”

Lami : “No, me first.”

Lily : “NOOOOOO. I HATE YOU.” lalu mendorong Lami yang membuat Lami menangis karena terkejut sekaligys sakit mungkin.

Minho langsung cepat-cepat berjongkok untuk mengendong Lami, sebelum itu dapat terjadi, Lily pun memeluk Minho erat sambil menangis juga. Now he is stuck.

Siwon yang masuk pun langsung didatangi Christa yang sudah menangis juga. Siwon semakin bingung. Siwon pun menggendong Christa lalu bertanya ada apa.

Siwon pun mengecup bibir Christa singkat karena terus menangis. Dirinya juga mengusap air mata yang terus turun dari mata anaknya ini. Ya sebenarnya dirinya sangat sedih melihat ketiganya menangis. Tapi dirinya harus membereskan satu persatu.. tidak bisa semuanya sekaligus. Christa pun hanya menjawab singkat “Daddy.. they.. hiks.. are fighting.”

Siwon pun kembali bertanya “So why are you crying too? Kau juga ikut bertengkar sayang?”

Christa yang sudah lebih tenang pun menjawab “No.. aku hanya sedih melihat mereka bertengkar. Lami jatuh karena terdorong oleh Lily eonnie. Pasti sakit sekali Daddy.”

Siwon pun kemudian berkata “Jangan sedih lagi sayang. Mereka akan berbaikan sebentar lagi. Oh ya, mengapa mereka bertengkar tadi.”

Christa tersenyum sambil menjawab “Karena berlomba mau dipeluk oleh handsome Oppa.”

Siwon menggelengkan kepalanya lalu berkata “Bukankah Daddy lebih handsome dari Minho? Kalian bisa memeluk Daddy sepuasnya.”

Christa menjawab sambil terkekeh “Yes, you are handsome but Daddy kan sudah ada Mommy.. jadi kita tidak bisa pacaran dengan Daddy lagi. Sedangkan handsome Oppa kan bisa.”

Siwon kembali menjawab lagi “Yeah.. but still, I am your first love forever right? Because Daddy loves you so much.”

Christa mengangguk sambil mengecup bibir Siwon dan memeluk Daddynya. Siwon pun mengendong Christa ke salah satu kursi dan mendudukannya lalu pergi membereskan masalah satu lagi.

Siwon mendatangi Lami yang menangis sambil terduduk dilantai yang ditemani manager Yoona. Siwon memberi tanda pada Minho untuk membawa Lily pergi ke sudut lain di ruangan ini karena dirinya mau bicara pada Lami dulu. Juga karena Lily masih terus memeluk erat Minho.

Siwon pun langsung mengangkat Lami dan memeluk putri bungsunya ini. Dirinya lalu berkata “Hey baby.. kenapa menangis hmm?”

Lami menjawab “Eonnie mendorongku Dad. Sakit.. hiks.”

Siwon kembali bersuara “Mana yang sakit sayang?”

Lami menujuk lutut kanannya yang memang memerah lalu berkata “Lily eonnie jahat.. dia selalu menyakitiku.”

Siwon mengecup pipi Lami dan berkata “Hey.. jangan bicara seperti itu sayang. Your sisters love you. Ini karena kalian bertengkar saja.. kalau tidak, kau akan rindu padanya kalau dia pergi.”

Lami pun mengangguk.

Siwon tersenyum melihatnya lalu berkata “Okay.. sekarang jangan menangis lagi ya. Princess daddy harus senyum okay. Apalagi jika Mommy melihat kalian menangis, pasti dirinya akan sedih.”

Lami pun mengangguk dan menjawab “Aku tidak mau Mommy sedih daddy. Mommy sangat cantik jadi tidak boleh sedih.”

Siwon tertawa mendengarnya. Ketiga putrinya sangat menggemaskan. Mereka seperti dirinya saja, suka memuji Yoona. Ya walaupun sebenarnya memang kenyataan kalau Yoona itu sangat cantik

Siwon pun berkata “Okay, sekarang minta maaf pada eonnie dulu ya.”

Lami menggelengkan kepalanya.

Siwon kembali bersuara “Why?”

Lami pun menjawab “Lily eonnl yang harus minta maaf Dad. Dia yang mendorongku.”

Siwon mengecup pipi Lami lagi lalu berkata “Daddy tau sayang. Eonnie nanti akan minta maaf juga okay. Tapi kau mau kan minta maaf duluan? Hmm Daddy knows you are the bravest.”

Lami pun tersenyum dan turun dari gendongan Siwon kemudian berlari ke arah Lily dan berkata “Eonnie. I am sorry okay..”

Lily yang tadi sudah dibujuk Minho juga meminta maaf lalu mereka berdua pun duduk di tempat masing-masing. Siwon dan Minho juga duduk dan memesan makanan serta minuman yang mereka mau.

25 menit pun berlalu.. tetapi Yoona masih belum masuk ke ruangan ini. Siwon juga sudah menelepon dan mengirim pesan ke Yoona beberapa kali menanyakan dimana dirinya tetapi baik panggilan maupun pesan Siwon tidak ada yang dibalas.

Lami yang dari tadi sudah mencari Yoona pun kembali bertanya “Where’s Mommy, Daddy?”

Siwon menjawab “I don’t know baby. Mungkin Mommy bertemu orang diluar jadi mereka mengobrol dulu.”

Tidak lama setelah itu, makanan pun sudah datang dan mereka pun memutuskan untuk makan dulu karena ketiga anak perempuan di ruangan ini sudah kelaparan.

Sampai makan malam berakhir pun Yoona masih belum muncul juga. Siwon hanya mengetahui kalau Yoona sudah dirumah dari managernya.. tetapi managernya tidak memberitahu alasannya.

Siwon sedikit khawatir.. ada apa sih sebenarnya hingga Yoona tidak jadi ikut makan malam dengan mereka padahal dirinya tadi bersemangat sekali.

….

….

….

Sampai di rumah, Lily, Christa dan Lami langsung menuju ke kamar mereka masing-masing karena mereka sudah merasa lelah dan ingin tidur.

Siwon pun langsung berjalan ke kamar dirinya dan Yoona setelah masuk ke kamar ketiga putrinya dan mengecup pipi mereka dan mengucapkan selamat tidur.

Membuka pintu masuk ke kamarnya, Siwon pun berjalan pelan ke arah pintu lain di dalam kamarnya ini yang didalamnya ada tempat tidur. Membuka pintu tersebut, Siwon dapat melihat orang yang dicarinya sejak tadi. Yoona berbaring di tempat tidur dengan memeluk guling rilakuma favoritnya. Siwon tau Yoona belum tidur sebenarnya, karena itu, dirinya pun menarik kursi yang berada di dekat tempat tidur ke bagian tempat tidur menghadap lalu berkata “Sayang.. ada apa?”

Mengelus kepala Yoona lembut lalu mengecup kedua pipi Yoona.. Siwon pun baru tersadar kalau Yoona pasti habis menangis karena ada sisa-sisa air mata di pipi Yoona.

Siwon yang semakin khawatir pun kembali berkata “Yoong.. kau kenapa. Ceritakanlah pada Oppa.. kalau kau diam terus, Oppa tidak akan tau kau kenapa dan bagaimana membantumu sayang.”

Yoona masih diam saja.

Siwon kemudian mengangkat kepala Yoona dari bantalnya lalu duduk di bantal itu dan membaringkan kepala Yoona di pahanya. Siwon terus mengelus kepala dan pipi Yoona sambil beberapa kali mengungkapkan betapa dirinya mencintai dan menyayangi Yoona.

Beberapa menit kemudian, Yoona tiba-tiba bersuara “Hmm.. kurasa.. hmm..”

Siwon pun berkata “Kurasa apa sayang? Katakan saja tidak apa-apa. Kalau mau minta maaf karena tidak jadi bergabung tadi, tidak apa-apa. Tidak ada yang marah.”

Yoona mengubah posisinya menjadi duduk menghadap Siwon. Dirinya lalu bersuara lagi “Kurasa.. hmm.. hubungan kita harus berakhir sampai disini saja.”

Siwon tertawa lalu berkata “Kau mau membuatku terkejut kan sayang. Ah.. kau ini.”

Baru saja Siwon mau memeluk Yoona, Yoona pun berkata “Aku serious.”

Siwon membalas “Aku serious juga sayang.. aku tau kau becanda. Kau tidak pernah berhasil kalau becandamu begini.”

Yoona terdiam lalu menatap Siwon dan berkata “Aku serious. Bukan becanda. Aku rasa hubungan kita harus berakhir.”

Siwon yang merasa Yoona benar serious pun berkata “Kalau kau memang tidak becanda.. katakanlah mengapa hubungan kita harus berakhir padahal kita masih sangat saling mencintai Yoong.”

Yoona menjawab “Ini semua untuk kebaikkan dan kebahagiaan Oppa. Aku hanya bisa berkata itu.”

Siwon dengan cepat langsung menjawab “Untuk kebaikkanku Yoong? Kau salah besar. Dan kau salah jika menurutmu dengan berakhirnya hubungan kita, aku bisa bahagia. Yang ada sebaliknya, aku akan menderita. Aku tidak akan punya alasan untuk hidup lagi Yoong. Karena dari dulu sampai sekarang sampai kapanpun hanya kau yang kucintai.”

Yoona tersenyum sedih dan menjawab “Mungkin kesedihan ini akan ada sampai pada waktu tertentu saja. Aku yakin Oppa tidak akan menyesal dengan keputusan ini.”

Siwon menjawab lagi “Yoong.. kau kenapa sih tiba-tiba begini? Beberapa jam yang lalu kita masih baik-baik saja.”

Yoona hanya memberi senyuman atas perkataan Siwon. Yoona pun memutuskan untuk pergi dari ruangan ini. Tapi sebelum dirinya dapat melakukan itu, Siwon sudah berhasil memeluk Yoona erat, ia tidak membiarkan Yoona melepaskan pelukkan mereka.

Siwon kemudian bertanya “Yoong, katakanlah sejujurnya mengapa kau begini?”

Yoona menggelengkan kepalanya.

Siwon kembali berkata “Kumohon.. katakanlah. Kau tidak bisa diam terus seperti ini. Please..”

Yoona terkejut ketika mendengar isakan tangis Siwon. Yoona pun ikutan menangis. Mereka malah saling memeluk sambil menangis.

Setelah keduanya tenang, akhirnya Yoona mau menceritakan apa yang ditanyakan Siwon.

Yoona berkata “Aku merasa tidak layak untuk Oppa karena tadi saat masuk ke SUM. Aku mendengar beberapa orang berkata Oppa lebih cocok dengan model ini dan itu karena Oppa memang pantas mendapat yang terbaik. Selain itu, kurasa banyak yang tau aku tadi ke SUM bersama Oppa karena SNSku kebanjiran comment tentang kita berdua. Banyak yang bilang aku tidak tau diri berani-beraninya aku mendekati Oppa dan lain-lain. Aku capek Oppa. Bukan berarti aku tidak mau berjuang untuk hubungan kita. Tetapi aku sudah tidak tahan lagi. Menurutku, kalau memang kita ditakdirkan bersama, walaupun kita sudah berpisah, pasti akhirnya akan tetap bersama bukan? Jadi ya mungkin kita harus berpisah dulu saja Oppa. Maafkan aku Oppa. Aku tau aku telah menyakiti perasaanmu.. aku minta maaf. Ku harap Oppa bisa memaafkanku.”

Siwon menjawab “Tidak Yoong. Siapa yang bilang aku setuju kita berpisah. Hanya ada satu solusi pada masalah ini, mungkin aku benar-benar akan menjadikanmu sebagai istriku secepatnya. Kau mau kan?”

Yoona terdiam.

Siwon kembali berbicara “Aku tau semua ini susah dan berat Yoong. Percayalah ini bukan apa-apa.. masih banyak masalah yang lebih berat dari ini yang bisa terjadi. Jadi, harusnya kita tetap berjuang bersama sampai akhir bukan malah memisahkan diri kita dari yang lainnya.”

Yoona menjawab “Tapi Oppa, kit-”

Siwon memotong ucapan Yoona dengan mengecup bibirnya lalu berkata “Tidak ada tapi-tapian sayang. Kau percaya saja pada Oppa. Mungkin akhir tahun nanti atau tahun depan kita akan mempunyai seorang putri lagi. Atau mungkin seorang putra.”

Yoona yang mengerti maksud Siwon pun memukul dada Siwon dan berkata “Sudahlah Oppa. Kau gila.”

Siwon terkekeh dan menjawab “Oppa memamg gila sayang. Gila karenamu. Ketika mendengar kata-katamu tadi, aku mau mati rasanya.”

Yoona mengecup pipi Siwon lalu berkata “Maafkan aku Oppa. Aku memang kekanak-kanakan.”

Siwon berkata “Sudahlah. Janji pada Oppa kau tidak boleh berpikiran seperti itu lagi. Biarkan saja orang lain mau berkomentar apa.. aku hanya mencintaimu jadi ya terserah mereka menerima atau tidak. Tidak ada yang akan berubah.”

Yoona memeluk Siwon erat lalu berkata “Gomawo Oppa. Oppa memang yang terbaik. Dan sekali lagi maafkan aku. Saranghae.”

Siwon pun membalas “Nado saranghae Yoong” lalu mengecup bibir Yoona dalam.

 

THE END

Okay author tau ini cerita kek tanggung dan ga jelas mungkin ya. Tapi semoga terhibur ya yang udh rindu yoonwon. Banyak sih yang inbox bilang mau aku upload FF dan inilah. Setelah berminggu-minggu kumpulin ide akhirnya selesai juga.

Don’t forget to comment, like or share ya. Silent readers please stay away. Thankyou!!

[Coretan] Sudden Happiness

Title :  Sudden Happiness

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and find others by yourself

Disclaimer : All the casts are not belong to me, they are belong to God, their families and company.

..

..

Kembali lagi dengan coretan singkat, SENANG GA? Semoga suka ya guys.

.

.

.

.

 

 

Happy reading!!

 

 

Author POV

 

Seorang wanita cantik terlihat sedang duduk di kursi santai pinggir villa di pulau miliknya, tepatnya pulau ini diberikan sang Appa saat dirinya berusia pas 20 tahun. Hmm.. terlahir sebagai anak bungsu membuat Appanya selalu khawatir padanya, selalu mencari informasi tentangnya, selalu memperhatikan dan menanyakan apapun yang dibutuhkannya. Padahal, bukan sombong, dirinya bisa membeli apapun yang diinginkannya sendiri dengan hasil kerjanya sendiri. Tapi ya, demi menghargai sang Appa, akhirnya ia menyetujui saja ketika diberi pulau private yang indah ini.

Wanita tersebut duduk dengan memakai kacamata hitam yang pas di wajah kecilnya. Dirinya benar-benar terlihat biasa saja, seperti sekarang tidak ada sinar matahari diatas langit. Padahal, sinar dan terik matahari sangatlah terik, ah, melihatnya saja sudah dapat membuatmu merinding apalagi kau berada di posisi wanita yang duduk di tengah pasir tersebut. Kurasa, kulitnya bisa terkelupas habis ini. Hmm.. kasihan sekarang kulit putih dan mulusnya itu.

Wanita itu terlihat senang sekali, memakan snack-snack dan lainnya yang ada di depannya. Like, she never eat for a month or so.

Pergerakan tangannya yang sudah mau mengambil orange juice terhenti ketika terdengar suara dering dari telepon genggamnya. Sejenak wanita itu melihat siapa yang menelepon dan ketika melihat nama ‘Choi Jiwon’ muncul di layar iPhonenya, dirinya tersenyum dan langsung menjawab telepon tersebut.

 

YoonA POV

 

Akhirnya Choi Jiwon meneleponku.. aku sudah menunggu telepon darinya sejak semalam. Saat kuangkat telepon darinya. Kalimat pertama yang kudengar darinya adalah “UNNIE! Aku sudah sampai. Tunggu adikmu yang manis ini sebentar lagi okay.”

Aku tersenyum dan menjawab “Kau dimana sekarang? Aku sedang duduk ditengah pantai. Cepatlah.”

“Sabarlah unnie. Aku tau kau sudah sangat kangen padaku kan?”

Aku pun terkekeh lalu menjawah “Ya. Ya. Ya. Terserahlah, intinya cepatlah kemari. You don’t know how lonely I am.”

Jiwon tertawa sangat keras lalu menjawab “Well, so I am your hero right? Ah.. kita bisa berpacaran bebas disini unnie. Tak usah pedulikan kekasihmu yang tak memperdulikanmu, huh..”

Yoona terkekeh dan berkata “Aku tau pesonaku sangat memukau, tapi maaf aku masih waras hahahahahaha.”

Jiwon pun menjawab “Yasudah. Tunggulah saja. See you unnieku sayang.”

10 menit kemudian

Aku yang tadinya menutup mata sejenak sekitika membuka mataku ketika mendengar suara nyaring yang berteriak “YOONA UNNIEEEE WHERE ARE YOU?”

Aku memutar kepalaku dan menemukan wanita yang sudah kuanggap adik perempuanku sendiri sedang berlari cepat ke arahku. Aku pun tak bisa menahan senyumku melihatnya. Ya selain unnie kandungku, member – member SNSD, dialah wanita yang dekat denganku dan kupercaya juga. Kami sudah kenal hampir 8 tahun lebih, jadi ya kalian kira-kira bisa menebak kita sedekat apakan?

Jiwon yang sudah duduk di kursi sebelahku langsung berbicara, walaupun suaranya terlalu keras untuk keadaan saat ini yang jarak antara kita hanya mungkin antara 80 cm sampai 100 cm, tapi aku tak terlalu memikirkannya karena aku sepertinya sudah biasa padanya. Haha. Dia berkata “Unnie. Kau gila ya? Panas sekali sekarang dan kau malah berjemur dengan bikinimu yang hah hanya menutup bagian penting tubuhmu saja. Kurasa wanita didepanku ini memang benar-benar sudah gila.”

Aku menjawab “Wae? Tak boleh memakai bikini? Pulau ini milikku dan yang disini hanya ada aku, kau dan para maid saja. Paling hanya ada uncle Park di tempat parkir. Kau sedikit berlebihan.”

Dirinya kembali mengeluarkan suara “Tidak ada yang melarang unnie memakai bikini. Yang kupermasalahkan adalah kenapa unnie seperti tak punya rasa lagi karena sekarang matahari tepat diatas sana bersinar dengan sangat teriknya. Kurasa kulit unnie kalau punya suara sudah berteriak kepanasan, unnie.”

Aku terkekeh lalu menjawab “Sudahlah. Tak usah pikirkan kulitku sekarang. Kita berenang saja sekarang.”

Matanya melotot lalu bersuara keras lagi “Unnie, kau ini kenapa sih? Berenang sekarang? Kau benar-benar gila? Managermu bisa mengamuk nanti kalau kulitmu bermasalah. Itukan A-S-E-T paling berharga dikarirmu.”

Aku memutar mataku “Tak usah bahas soal karirku. Okay, bukan tak tau diri dan tak menghargai orang yang fans dan mengidolakanku tapi yang memilikiku saja tidak peduli sama sekali jadi ya sudah.”

Sepertinya aku terjebak dalam kata-kataku sendiri karena ekspresi Jiwon menunjukkan dirinya siap menyerangku dengan mulutnya itu. Dan ya seperti dugaanku dirinya berkata “Oh jadi ini karena si tuan tersebut? Unnie kesal tidak dipedulikan ya? Atau kesal karena dirinya shooting variety show yang harus membuat dirinya lengket dan melakukan skinship yang selama ini unnie claim sebagai milik unnie kepada wanita itu? Hm.. tapi bukannya biasa unnie tak peduli ya? Karena kan memang pekerjaan kalian harus begitu. Atau jangan-jangan memang tuan menyebalkan tersebut selingkuh? Tapi unnie malu mengatakannya?”

Baru saja aku mau mengeluarkan suaraku tapi dirinya sudah langsung berbicara lagi “Dan ya.. sekarang aku mulai mengerti.. sepertinya aku diundang unnie kesini untuk menjadi unnie lampiaskan kekesalan unnie kan? Unnie mau balas dendamkan? Ah, sakit sekali rasanya.” Dan setelah itu, dirinya berjalan pergi menuju villa utama dipulau ini. Tak usah bingung lagi mengapa dia bisa seenaknya melewati batasan tamu yang tersedia tanpa memasukkan kartu tamu pas memasuki perbatasan menuju ke villa utama, itu karena dirinya memang selalu berlaku seenaknya dan merasa pulau ini miliknya jadi dia menyuruhku untuk menambah scan pengenal tubuhnya dalam list orang-orang yang kukenal. Dan saatnya aku merayu perempuan yang sepertinya sedang ngambek.

Dia berjalan cepat sekali, aku pun sampai di villa utamaku beberapa saat setelah dirinya sampai. Saat aku membuka pintu, yang ada malah villa ini gelap. Yang benar saja sih, siapa yang menutup semua lampu di 1 villa ini. Aku kan takut gelap jadi aku selalu mengingatkan semua maid atau petugas di pulau ini selalu membuka semua penerangan setiap saat apalagi ketika aku datang dan tinggal disini.

Aku pun berjalan sambil memegang dinding-dinding untuk mencari tombol lampu supaya aku bisa membuka lampunya. Selain itu, aku juga memanggil Jiwon dengan suara lumayan keras.

Sudah beberapa menit dan aku masih belum bisa melihat apa-apa. Aku seperti hilang ingatan saja tidak tau mana tombol penekan lampu berada. Dan tiba-tiba saja pintu villa ini yang tadi tak kututup tertutup dari luar. Ini tentunya membuatku semakin panik. Bukan karena takut ada teroris, sasaeng fans atau anti-fans yang ingin mencelakakku berada disini. Tapi karena aku memang sangat takut pada kegelapan.

Aku terus mengucap nama Jiwon dan teringat aku bisa membuka flashlight iPhoneku dan oh God, sial sekali, iPhone sepertinya masih berada di tempat yang duduki tadi. Damn it. Pabo Yoona.

Aku menyerah, aku tak tau lagi harus bagaimana, Jiwon belum juga muncul berarti bukan dia pelakunya. Dia saja tak disini jadi tak mungkin dia mengerjaiku sekarang dengan cara semua ini.

Aku menangis, benar-benar menangis. Entah kenapa aku tak berniat berteriak ataupun minta tolong dengan suara keras padahal pasti setidaknya ada maid yang lewat dan bisa membantuku membuka pintu dari luar karena mereka pasti ada kunci serapnya jika kunci pintunya diambil oleh pelaku kejadian ini.

Lama-lama aku lemas sehingga aku pun terduduk sembarang dilantai villaku. Ironis sekali bukan. Siapapun yang melakukan ini akan ku beri hukuman seberat-beratnya kalau perlu aku tidak akan mau melihatnya selamanya. Lihat saja.

Aku yang lama-lama sudah mulai tenang, maksudku aku sudah tak menangis lagi kembali dikejutkan dengan adanya tangan atau apapun itu yang terasa melingkar di pinggangku. Apakah ini Jiwon? Karena mau menyakinkan apakah ini Jiwon atau bukan, aku berusaha untuk tak takut dan memegang tangan seseorang yang melingkar dipinggangku saat ini. Dan ini bukan Jiwon karena tangannya sangatlah berotot sedangkan tangan Jiwon mungkin 2 atau 3 kali lebih kurus dari tangan orang yang kupegang ini.

Aku sebenarnya takut tapi aku tak mau sembarang dipeluk orang karena walau bagaimanapun, mau ada yang melihat aku dipeluk orang lain atau siapapun itu, kalau dia bukan orang yang sangat dekat denganku, aku tidak mau karena aku sadar aku sudah menjadi milik orang lain, ya walaupun aku belum menikah dan bisa saja orang yang kuanggap pacarku itu tak menganggapku lagi, aku tak peduli. Selama aku terikat pada suatu hubungan dengan orang, aku harus tau diri.

Aku pun akhirnya menggigit tangan orang ini dengar keras. Tak peduli lagi jika aku dipukul atau apa nantinya. Yang penting jangan memeluk atau memegangku saja.

Orang tersebut bukan kesakitan, tapi aku malah mendengarnya seperti terkekeh atau tertawa lucu. Apasih yang lucu?

Dan ternyata diluar dugaanku, dirinya malah mencium pipiku, dan entah bagaimana dirinya tau posisi mulutku tapi dirinya berhasil melumat pelan bibirku. Dan ini otomatis membuatku histeris dan menangis sejadi-jadinya. Aku tidak terima diperlukan seperti ini.

Aku heran, mengapa saat aku menangis keras suasana di ruangan ini malam hening, orang tersebut seperti memberi waktu untukku untuk menangis. Apa ini cuma perasaanku saja?

Aku menutup mataku dan tetap membiarkan air mataku turun. Aku ingin sekali menghajar orang tersebut. Tapi aku merasa sangat lemas sekarang. Aku seperti tak berdaya. Bagaimana kalau dirinya berlaku lebih? Bagaimana aku harus menjelaskan pada Siwon Oppa nantinya. Bagaimana jika Siwon Oppa dan aku benar-benar putus jika dia tau soal ini? Aku malu, aku marah. Tapi di satu sisi, aku juga merasa aku tidak bisa berbuat apapun. Menyedihkan sekali bukan? Ejeklah aku jika kalian ingin, kali ini aku mengakui aku lemah. Katakanlah jika mau.. aku tak akan memarahi kalian.

Aku benar-benar sudah lemas padahal orang tersebut tak lagi menyentuhku tapi mungkin karena terus berada di kegelapan membuatku panik, takut sehingga tenagaku terkuras habis.

Saat aku memutuskan menyerah saja, maksudnya tidur saja karena mataku tak bisa tahan terbuka lebih lama lagi, dengan sangat sangat tiba-tiba seluruh lampu terbuka, cahaya pun sangat menusuk mataku langsung. Aku melihat sekitar mencari apakah ada orang, maksudku mana orang yang tadi? Masak sih dirinya kabur setelah hanya memelukku. Aneh sekali dan lagi tak ada barang-barang yang hilang sepertinya.

Dan….. seperti tersambar petir.. aku tiba-tiba tersadar villa utamaku ini sudah dihiasi oleh dekorasi yang sangat elegant. Well, I can say its my kind of taste. Apakah Jiwon yang melakukan ini? Tapi dia kemana. Kenapa masih belum muncul juga? Karena setelah beberapa menit masih tak ada orang kuputuskan untuk ke kamarku saja sekalian membersihkan diriku. Hah. Aku tak peduli lagi dengan kejadian tadi dan keanehan yang terjadi tiba-tiba di seluruh ruangan depan ini.

Aku pun dengan cepat membuka pintu kamarku. Ketika aku berada di dalam, mataku bertemu dengan seseorang. Aku bukan tak percaya, tapi hanya ini semua seperti mimpi. Dia kemarin bilang dia sedang di Hongkong untuk promosi film barunya. Tapi sekarang nyatanya dirinya berada didepanku, tersenyum sambil memegang bucket bunga besar baby breath. Bunga kesukaanku.

Aku seperti tak dapat berjalan, yang benar saja, aku tak menyangka saja. Ditambah aku sedang sedikit ada masalah sepihak dengannya. I mean, masalah aku dengan asumsiku tentang dia. Mungkin saatnya aku mengaku kali ini kalau aku bodoh karena telah meragukan satu-satunya namja yang setia berada disampingku dalam keadaan apapun itu, entah disaat baik atau susah, disaat aku terpuruk ataupun senang, baik saat aku merasa diriku dalam keadaan terjelek pun dirinya selalu ada disampingku, berjalan bersamaku. Matanya melihatku seperti aku adalah seorang malaikat padahal hah, aku sadar diri kadang tingkahku seperti iblis yang jahil dan ya.. begitulah.. aku kekanankan dan manja, perempuan yang menyusahkan dirinya dan kadang tak dapat mengerti dan tak mau mendengan penjelasannya sebelum aku marah. Memalukan bukan? Tapi dengan sikapku yang tak mengenakkan pun dirinya selalu berdiri, membimbingku, mengiringku semampu dirinya. Aku bersyukur sekali. Jika saja 10 tahun lalu setelah aku menolak untuk menjadi pacarnya karena aku masih baru debut, dirinya tidak setia dan tetap bersabar menungguku. Kurasa aku akan sanga menyesal sekarang jika melihatnya dengan orang lain. Hmm. Entahlah, intinya dia harta yang sangat berharga untukku.

Siwon Oppa terkekeh ketika melihat ekspresiku yang mungkin seperti orang kehilangan nyawa. Dirinya langsung berjalan ke arahku, memelukku dan tak lupa memberikan kecupan pada dahi dan kepalaku. Okay, kalian senang kan?

Setelah pelukkan kami terlepas, dirinya berjongkok didepanku, menyodorkan bucket bunga tadi. Aku tersenyum, terharu sekali.

Dan..

Dan..

Dan..

Aku tak menyangka dirinya bukan hanya berjongkok untuk memberi bunga itu, tapi aku melihat selanjutnya dirinya mengeluarkan box bercorak love dengan taburan crystal-crystal indah. Siapa sih yang tak tau apa artinya? Aku jelas tau. Tapi sekali lagi, aku merasa tak percaya pada kejadian hari ini.

Dia, Choi Siwon, Siwon Oppa, kekasihku, tunanganku, melamarku untuk menjadi istrinya. Ya ampun, kalian dapat mengerti betapa terkejutnya aku kan. Aku yakin kalian paham.

He said “Im Yoona, its a pleasure to know you since you were 13 years old. Watching you grow up from a little innocent child into a beautiful pure young girl and into a stunning kind-hearted woman is such an amazing thing and one of the best thing in my whole life. I may make you sad, cry and angry but I promise you I won’t ever break you precious and beautiful heart. Because I love you, love you with all my heart and it means if your heart broke, mine will too.”

Ku kira itu sudah semua yang akan Siwon Oppa katakan tapi ternyata masih ada lagi. Sekarang mataku sudah mengeluarkan air mata dan dirinya pun mengusapnya lalu berkata lagu “Now, let me sincerely ask, can you believe in me? Because now, I am asking you for a very big thing. Can you please let me to be the one who take care of you, of you soul and heart, be the partner and love of your life and to be one and only lady in my heart till death seperate us. Can you? So, will you marry me Im Yoona?”

Tanpa aku sadari aku mengeluarkan air mata lagi, mungkin wajahku entah seperti apa sekarang. Aku tak peduli lagi dengan semua itu. Serious. Aku juga akhirnya sadar yang tadi memelukku didalam kegelapan pasti Siwon Oppa. Awas saja Jiwon, kau.. huh.

Mengusap air mataku, aku pun menjawab “Of course I will because I love you with all my heart too Oppa.”

Siwon Oppa langsung berdiri dan mencium bibirku cukup lama. Kami pun seperti terlarut dalam suasana indah ini. Kalau saja tidak ada seorang wanita yang menganggu kurasa ciuman kita tak akan lepas entah sampai kapan. Dan kalian sudah pasti tau siapa wanita itu, dia bernama Choi Jiwon, calon adik iparku satu-satunya. Guys, entah ini memang takdir yang terlalu baik padaku atau apa. Aku sangat beruntung bisa menjadi calon istri seorang Choi Siwon, belum lagi memiliki mertua yang super baik, perhatian dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri dan juga dekat dengan adik Siwon Oppa satu-satunya. Well, mungkin bagi sebagian dari kalian bilang banyak yang sudah mendapatkan suami, mertua dan kakak atau adik ipar yang seperti itu. Tapi menurutku, ini sangatlah jarang. Yang ku tau, biasanya mertua dan menantunya ada sesuatu yang membuat mereka tidak akur ataupun antara kakak ipar dengan adik ipar atau adik ipar dengan kakak ipar. Aku teramat bersyukur. Entahlah. Pokoknya bersyukur saja. Dan otomatis, semua ini membuatku melupakan kejadian-kejadian yang membuatku kesal dan ingin marah pada Choi Siwon dan Choi Jiwon. Membuatku dapat melupakan prasangka-prasangka aneh mengenai tunanganku sendiri.

Choi Siwon, kurasa kau yang terbaik untukku. Semoga kita dapat terus bersama hingga hanya maut yang dapat memisahkan kita seperti yang kau inginkan. Kuharap nantinya kita dapat membangun keluarga yang saling mengasihi, menghormati dan selalu bahagia walaupun aku tau kita pasti akan bertengkar ataupun aku mendiamkanmu atau apapun itu yang tak mengenakkan akan terjadi. Tetapi semoga saja kita dalam melewati semua rintangan dan problem didepan kita bersama-sama, tidak meninggalkan satu dibelakang ataupun satu berjalan duluan didepan. Kita harus saling beriringan menghadapi semuanya. Semoga apapun itu, kita akan diberi kekuatan untuk menghadapinya. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Oppa. Saranghae. Terima kasih sudah membawa begitu banyak kesenangan dengan kehadiran Oppa dalam hidupku, terima kasih selalu berusaha membuatku bahagia, terima kasih selalu menjadi seorang namja yang pengertian kepadaku yang masih suka kekanak-kanakkan ini. Terima kasih Oppa, terima kasih sudah menerima diriku yang tak sesempurna dirimu dan yang paling penting terima kasih telah bersabar menungguku bertahun-tahun yang lalu, memilihku diantara banyak wanita yang dapat kau pilih dan selalu setia padaku. Terima kasih Oppa telah memberikan banyak cinta dan kasih sayang padaku. Terima kasih telah mencintaiku Oppa. Aku mungkin tak akan dapat membalas semua perbuatan Oppa yang sungguh banyak dan baik dihidupku tapi aku berjanji sebisa mungkin aku akan mencintai Oppa lebih besar dari Oppa mencintaiku.

 

Jika suatu saat, Oppa membaca kalimat-kalimat itu, aku berharap Oppa akan tersenyum bahagia dan semoga pada saat itu aku sudah dapat menjadi Im Yoona yang lebih baik untukmu Oppa. Gomawo untuk semuanya. Love you Choi Siwon.

THE END.

Semoga coretan ini bisa mengobati yang udah rindu YOONWON ya. And no sequel untuk ini dalam waktu dekat dan ga berencana buat sequelnya juga sih.

If can, please comment, like and share. Thankyou guys.

[Coretan] Public?

Title : Public?

Cast : Siwon, Yoona and others.

Disclaimer : All the casts are belong to God, their families and company.

.

.

.

So guys, I’m back with this very short. I write it in the middle of my very busy time. Hope you guys like it.

.

.

.

 

Happy Reading my readers!

Author POV

2019

Setelah delapan tahun berpacaran (walaupun mereka baru mengaku pada publik mereka berpacaran pada tahun ke lima mereka) dan bertunangan pada tahun ketujuh berpacaran, akhirnya salah satu pasangan fenomenal di Korea Selatan maupun di luar Korea Selatan, oh tepatnya mereka adalah pasangan yang sangat terkenal sampai Amerika Serikat, mengumumkan kepada publik mereka akan melakukan pernikahan 5 bulan yang lalu. Mereka sengaja mengumumkan pernikahan yang akan diadakan hari ini beberapa bulan yang lalu karena mereka tidak mau dibilang sengaja menyembunyikan soal hubungan mereka lagi seperti lima tahun yang lalu ketika hubungan rahasia mereka terungkap melalui reporter paparazzi. Siwon dan Yoona pun tentunya sudah siap menerima segala bentuk respon dari publik setelah mengumumkan pernikahan mereka lewat konferensi pers yang dilakukan keduanya secara bersama-sama beberapa bulan lalu.

Entahlah, baik Siwon dan Yoona, lebih tepatnya Siwon sudah capek dan memilih untuk tidak peduli lagi dengan respon-respon publik mengenai hubungannya dengan Yoona. Terserah apa kata publik dan media, lagipula berpacaran, bertunangan dan menikah bukanlah kejahatan bukan?

Okay, memang benar jika dia pernah dikatakan cupu karena tidak berani mengungkapan hubungan pacarannya dengan Yoona delapan tahun yang lalu. Tapi itu semua semata-mata untuk menjaga kekasihnya. Kita semua disini tau bukan, fans dari aktor dan idol pria lebih menakutkan dan fans histeris actress atau idol perempuan manapun jadi Siwon tidak ingin mengambil resiko, YoonAnya diteror atau apapun itu. YoonAnya bagai mutiara yang teramat berharga untuknya sehingga dirinya tidak mau mengambil resiko harta berharganya tergores oleh apapun itu.

Tetapi ketika hubungan mereka yang sudah lumayan lama terungkap, Siwon pun secara bangga memamerkan kepada publik kalau Im Yoona adalah miliknya walaupun Yoona pada saat itu masih sering enggan melakukan public date atau pergi ke daerah ramai berduaan dengan Siwon karena tidak mau membuat headline atau keheboan akibat kencan mereka atau apapun itu.

Sebenarnya, ketika berita hubungan mereka keluar ke publik, memang 40% dari kolom komentar adalah negative comment tapi itu karena para fans cemburu karena Choi Siwon mereka telah menjadi milik Im Yoona ataupun fans Im Yoona cemburu karena pujaan mereka telah menjadi milik Choi Siwon sehingga tidak ada harapan bagi mereka lagi. Namun, setelah hampir satu tahun, lama kelamaan makin banyak netizen dan fans sudah dapat merelakan idol mereka berpacaran walaupun ya masih ada saja yang bertingkah dan berbuat aneh. Salah satunya seperti (kira-kira sekitar 1 tahun setelah berita mereka berpacaran)  Siwon dan Yoona tertangkap sedang menikmati liburan mereka di New York dan yang benar saja ada fans yang melempar poster bergambar Yoona dengan coretan “X” di muka Yoona dan tulisan kebencian tentang Yoona kearah Yoona yang pada saat itu dirangkul oleh Siwon. Ketika itu terjadi, tentunya Yoona sedih dan kesal mengapa masih ada saja yang bertingkah aneh menanggapi hubungannya dengan Siwon, lebih tepatnya fakta kalau Siwon adalah miliknya. Yoona bahkan menangis ketika mereka masuk ke mobil (padahal waktu itu dirinya dan Siwon sedang berjalan menuju toko es krim favoritnya). Jangan bilang Siwon hanya diam, Siwon bahkan sudah mau mengejar orang yang melempar Yoona walaupun pelempar itu adalah seorang wanita tetapi Yoonalah yang mencegah Siwon untuk melakukan itu.  Setelah kejadian itu, Yoona dan Siwon pun menjadi lebih hati-hati memilih waktu dan tempat untuk berkencan. Bahkan orang tua Yoona menyewa beberapa bodyguard untuk putri semata wayang mereka. Tuan Im yang adalah pemilik sekaligus CEO dari Im Company dan Im Department Store sempat mau membawa persoalan ini ke meja hijau tetapi lagi-lagi Yoona menyuruh tidak usah untuk melakukan itu.

Tidak lama setelah itu, Siwon dan Yoona lagi-lagi mengumumkan sesuatu tentang hubungan mereka yaitu mereka akan bertunangan tepat pada hari anniversary mereka yang ketujuh. Selain itu, YoonA pun memberitahu jika dirinya akan vakum dari dunia drama atau film dulu entah sampai kapan itu dengan alasan pribadi yang enggan dibicarakannya tetapi dirinya akan lebih fokus pada dunia modelling dan masih dapat menjadi model video clip. Sedangkan Siwon tidak vakum dari bidang apapun tetapi publik dan fans tidak dapat menutup perasaan mereka jika Siwon semakin mengurangi kegiatannya di dunia entertainment. Ditambah setalah beberapa bulan dari berita pertunangan mereka, Siwon terlihat sering dapat ke kantor utama Hyundai. Karena foto-foto yang beredar, banyak fans dan netizen pun berpikir apa Siwon sedang bersiap-siap untuk menjadi seorang CEO.. apa Siwon akan benar-benar meninggalkan dunia entertaiment dan sebagainya. Dan ya, dugaan mereka pun benar. Siwon dan keluarga Choi memutuskan Siwon akan menjadi seorang CEO lagipula usianya juga sudah 30an jadi ini adalah waktu yang tepat menurut mereka semua.

Dan lima bulan yang lalu berita yang lebih heboh dari berita-berita sebelumnya pun tercipta karena Siwon dan Yoona mengadakan konferensi pers di salah satu hotel milik Yoona. Okay, Yoona diam-diam memiliki hotel guys. Mereka berdua duduk dihadapan semua reporter yang datang dan dengan berani mengumumkan jika mereka akan menikah 5 bulan lagi. Pernikahan mereka diadakan 3 kali. Yang pertama, pada pagi hari mereka akan melaksanakan pemberkatan nikah di salah satu gereja besar di Seoul dan pemberkatan nikah mereka diadakan secara tertutup hanya untuk keluarga dan sahabat-sahabat dekat dari kedua pihak. Yang kedua, dua hari setelahnya, mereka akan menggelar resepsi pernikahan mereka di Paris tetapi ini juga diadakan secara tertutup hanya saja banyak artist akan datang dan teman-teman mereka dari kalangan manapun akan hadir. Yang ketiga, satu minggu setelah resepsi pernikahan di Paris, mereka akan mengelar resepsi pernikahan di Seoul dan ini diadakan secara terbuka, bahkan beberapa media yang terpilih diizinkan meliput semuanya, bahkan fans baik fans Siwon dan Yoona dipilih masing-masing 150 fans yang dipilih oleh ketua fanclub resmi keduanya. Jangan mencoba berkomentar mereka terlalu berlebihan karena mengadakan resepsi yang besar dan sebagainya karena mereka memang pantas melakukan itu apabila mereka bahagia. Mengerti?

Dan tidak usah terkejut, banyak reporter bertanya kemana mereka akan pergi untuk honeymoon mereka. Dan Siwon pun tersenyum lebar dan menjawab “Somewhere in Europe or America” yang membuat para reporter semakin penasaran tapi mau tak mau mereka menduga-duga sendiri.

 

Siwon POV

Setelah pemberkatan selesai, aku dan Yoona pun segera masuk ke mobil Limoku yang akan membawa kami ke rumah kami berdua.

Selama perjalanan, aku terus menatap wajah wanita yang baru saja resmi menjadi istriku. Entahlah, aku tidak pernah bosan menatap wajahnya padahal wajah yang sedang kupandang ini adalah wajah yang sudah sering kupandang sejak delapan tahun yng lalu. Oh, salah, bahkan sudah lebih dari sepuluh tahun karena sebelum kami berpacaran, aku memang sudah menyukai Yoona tetapi pada saat itu aku belum terlalu berani mengutarakan perasaanku ditambah aku takut Yoona menolakku. Ah tapi itu tidak penting lagi, sekarang saja dirnya sudah resmi menjadi istriku haha. Tapi, sungguh, bagiku, semua yang ada diwajahnya adalah sempurna. Aku terus mengucap syukur pada Tuhan yang memberiku seorang istri seperti dirinya, betapa beruntung aku bukan.

Pandanganku kearahnya terganggu ketika tangannya mengusap pipi kananku. Yoona selanjutnya bertanya “Oppa! Ada apa? Apa yang sedang Oppa pikirkan hm?”

Aku tersenyum dan mengecup dahinya lalu hanya menggelengkan kepalaku tanda tidak ada apa-apa.

Setelah itu, Yoona kembali mengeluarkan suara “Ada apa sih Oppa? Kau sangat aneh sekali.”

Aku tertawa lalu menjawab “Jadi kau benar-benar penasaran? Ingin ku beritahu?”

Yoona menjawab “Ya aku penasaran.. jadi beritahu aku sekarang Oppa.”

Aku pun menjawab “Baiklah, tapi ada satu syarat sayang.”

Mendengar itu, Yoona memandangku dengan tatapan ‘syarat apa?”

Aku yang mengerti tatapannya pun berkata “Kau harus mencium Oppa dulu.”

Yoona membulatkan matanya, membuatnya terlihat sangat lucu dan cute. Oh Tuhan, mengapa istriku bisa begitu menggemaskan. Kurasa aku telah berbuat sesuatu yang sangat baik dikehidupanku yang dahulu (jika kehidupan dulu memang ada haha)

Lalu, Yoona pun berkata “Tidak mau Oppa. Kalau Oppa tidak mau memberitahuku, yasudah. Itu kan hak Oppa. Walaupun kita suami istri sekarang, aku tetap mengerti kok pasti ada hal yang dikategorikan privacy bagi kita masing-masing. Yasudah tidak usah dibahas lagi. Aku tidak apa-apa tidak mengetahuinya.”

Mendengarnya berkata seperti itu membuatku sedikittttt kesal dan merasa lucu. Kesal? Mengapa? Karena Yoona berpikir aku tidak akan memberitahunya beberapa hal walaupun dia sudah menjadi istriku.. padahal kan maksudku hanya untuk mengerjainya. Ah Yoonaku. Dan lucu saja karena walaupun dia berkata begitu, aku tau sebenarnya dia sedikit kecewa ketika mendengarku mengajukan syarat dan sebenarnya aku juga tau dia mau saja menciumku tapi akhirnya menolak karena terlanjur berpikir negative seperti tadi. Maklum saja okay, Yoona kadang memang kekanakkan.. mungkin karena faktor lahir menjadi anak tunggal di tengah-tengah keluarga yang biasa memanjakannya. Bahkan sepupunya semua sangat menyayangi dan memanjakan Yoona karena Yoona adalah satu-satunya keturunan bermarga Im yang berjenis kelamin perempuan diantara mereka semua. Ditambah Yoona adalah yang paling muda diantara semua sepupu laki-lakinya.. jadi ya kalian bisa membayangkannya. Satu lagi, selain itu, ketika bertemu orang tuaku, khususnya Omma, ya ampun aku pun jadi bingung siapa anak Ommaku sebenarnya.. Yoona atau diriku. Belum lagi kalau Jiwon sedang ada di Korea seperti ketika hari Natal, Jiwon bela-bela pulang dari London hanya untuk bertemu Yoona atau misalnya jika Yoona dan aku sedang berlibur ke suatu tempat, pasti Jiwon akan memaksa dirinya datang menemui kami, tepatnya Yoona. Entahlah, semua keluargaku seperti lebih menyayangi Yoona ketimbang diriku yang adalah anak atau saudara kandung mereka. Aku sih tidak masalah sebenarnya, malah aku senang karena Yoona diterima dengan sangat baik. Aku juga tidak menyangka, dulu, satu hari setelah aku berpacaran dengan Yoona, aku membawa Yoona bersamaku yang akan menghabiskan waktu dengan keluargaku di salah satu villa Appa di Jeju. Ketika orang tuaku,  Jiwon dan sepupu-sepupuku bertemu dengan Yoona, rasanya mereka sudah mengenal lama karena dalam waktu yang sangat singkat mereka sudah sangat akrab. Bahkan Yoona menjadi seperti emas limited edition diantara kita semua karena semua perhatian berpusat padanya. Hmm.. mengingat itu semua membuatku benar-benar merasa bahagia.

.

Ketika mobil yang membawa kami sudah memasuki gerbang pertama rumah kami, aku baru tersadar kalau aku sudah melamun dalam waktu yang cukup lama. Dan lagi, aku juga baru tersadar Yoona sudah tertidur di pundakku.

Aku pun membangunkan Yoona ketika mobil kami benar-benar sudah sampai di depan pintu masuk utama rumah kami. Yoona pun akhirnya terbangun setelah aku mencium pipinya beberapa kali. Setelah itu, aku turun dari mobil dan bergegas membukakan pintu untuk istriku lalu masuk ke rumah kami.

Ketika pintu masuk dibuka oleh salah satu maid, Yoona terlihat sedikit terkejut ketika melihat banyak maid dan pekerja yang berbaris sejajar berhadapan. Yoona awalnya terlihat canggung, tetapi langsung tersenyum kepada semuanya. Okay, dia berhasil memamerkan senyum sejuta dollarnya.

Setelah itu, aku dan Yoona pun berjalan menuju lift untuk naik ke lantai atas dan mengganti baju kami lalu ya kalian tau selanjutnya apa yang pengantin baru lakukan bukan? Jangan bilang tidak tau, karena aku tau kalian mungkin saja sedang tersenyum ketika membaca ini hahaha karena membayangkan sesuatu yang jauh lol.

Author POV

Keesokan harinya, ketika matahari menembus kaca jendela kamar pengantin baru ini, mereka barulah terbangun, lebih tepatnya Choi YoonA baru terbangun. Karena suaminya, Siwon sudah terbangun dari jam 10 pagi tepatnya jam yang lalu dan segera menyiapkan kejutan kecil untuk istri tercintanya yaitu dirinya memasakkan makan pagi untuk istrinya. Jangan menganggap ini biasa saja, bukan surprise yang special ok. Yang membuat ini menjadi special ialah karena seorang Choi Siwon yang tidak pernah memegang alat-alat dapur kini berhasil memasak 3 macam masakkan yaitu fruit and vegetable salad sebagai hidangan pembuka yang sangatlah cocok untuk Yoona, cream chesse soup, tenderlion beef steak sebagai main dishnya dan chocolate cake yang dipesannya pagi tadi dari bakery yang biasanya Yoona kunjungi.

Jadi, ketika kedua mata Yoona terbuka, dirinya langsung disajikan pemandangan wajah tampan suaminya tepat didepan wajahnya dan tak lama setelah itu ia mendapatkan ciuman di seluruh wajahnya dari dahi, mata, hidung, keduanya pipi dan terakhir bibir mungilnya yang mempesona sekali bagi para namja apalagi bagi Siwon, suaminya. Kalian bisa membayangkan bukan betapa bahagianya Yoona saat ini. Belum lagi ketika melihat apa yang disiapkan Siwon untuknya membuat Yoona meneteskan air matanya karena terharu walaupun Yoona sempat protes mengapa Siwon tidak membangunkan Yoona tadi kan seharusnya Yoonalah yang menyiapkan makanan untuk mereka terutama untuk Siwon ya walaupun dia tak bisa memasak, kan dia bisa membantu juru masak mereka. Siwon yang merasa gemas atas perkataan Yoona langsung mengecup bibir Yoona dan berkata “Haiz, Yoong, kau ini tidak perlu melakukan itu tau.

Yoona pun langsung menjawab “Tapi kan aku juga harus belajar Oppa. Apa kata orang jika tau istrimu Im YoonA tidak dapat melayani suaminya dengan baik? Bagaimana kalau aku dibilang hanya mau hartamu saja. Hah!”

Siwon tersenyum lalu membawa wajah Yoona kedalam kedua tangannya lalu berkata “Oh.. jadi istriku ini takut dibilang tidak dapat melayani suaminya dengan baik? Ah.. apa aku harus memberitahu dunia kalau istriku melayani dengan sangat sangat baik diranjang? Ya ampun.. aku sampai merasa sangat puas dengan servicenya tadi malam. Ya sudahlah, sekarang Oppa telepon wartawan ya biar semua dunia tau istri Choi Siwon melayani suaminya dengan sangat baik di ranjang sampai ranjangnya sang–”

Yoona lalu melepaskan tangan Siwon dari wajahnya dan berteriak “YAK!! OPPA! Aku tidak sedang becanda sekarang.”

Siwon tertawa dan menjawab “Oppa tidak sedang becanda juga sekarang sayang..”

Walaupun berteriak tapi pipi Yoona bersemu merah dan menjawab “Terserah Oppalah. Aku mau mandi saja.”

Ketika Yoona sudah akan turun dari ranjang mereka, Siwon langsung menarik tangannya yang membuat Yoona terduduk di kaki Siwon. Siwon langsung mengecup seluruh wajah Yoona yang menyebabkan Yoona mengeluarkan suara tawa yang terdengar sangat menggemaskan.

Siwon lalu berkata “Kau marah hmm?”

Yoona menjawab “Tidak Oppa.”

Siwon berkata lagi “Jadi kenapa kau sama sekali tidak melirik masakkan Oppa yang dimeja hm?”

Yoona terdiam sebentar meski kedua matanya terus menatap Siwon lalu berkata “Aku malu Oppa. Aku tidak bisa berbuat apa-apa yang berurusan dengan rumah tangga. Maksudku aku tidak bisa memasak, membersihkan rumah dan masih banyak lagi. Aku bingung Oppa. Aku semakin merasa kau sangat perfect sedangkan aku sangat tidaklah sempurna Oppa.”

Suara Yoona yang terdengar sangat sedih dan seperti akan menangis membuat Siwon langsung mengecup bibir Yoona lalu berkata “Okay, sekarang dengar Oppa ya. Kau itu tidak perlu melakukan apapun. Buat apa Oppa membayar semua pelayan dan pekerja dirumah ini jika Oppa ingin istri Oppalah yang melalukan semua pekerjaan rumah untuk Oppa. Lagipula siapa sih yang bilang kau tidak sempurna? Kau terlalu sempurna sayang, sempurna untuk Oppa. Kau mungkin tidak bisa memasak dan lain-lain, tapi hatimulah yang membuat Oppa semakin mencintai dirimu. Kau selalu berpikir kau yang salah dan memikirkan orang lain terlebih dahulu. Hal-hal seperti itulah sudah cukup untuk Oppa sayang. Kau jangan merasa terbeban karena kau menjadi istri Oppa okay? Oppa menikahimu bukan untuk menyuruhmu melakukan prkerjaan rumah sayang. Oppa menikahimu untuk membahagiakanmu, untuk menjadikanmu ratu dan memanjakanmu seperti yang orang tuamu selalu lakukan kepadamu. Jadi berjanjilah tidak merasa sedih karena ini lagi okay?”

Yoona pun mengangguk lalu mengecup bibir Siwon dan berkata “Gomawo Oppa. Kau selalu bisa menghiburku Oppa. Saranghae.”

Siwon pun menjawab “Nado saranghae Yoong. Sekarang makan dulu masakkan Oppa. Ini masakan pertama Oppa seumur hidup Oppa. Mungkin rasanya tidak enak karena ini pertama kalinya Oppa memasak dan sama sekali tidak ada campur tangan orang lain”

Yoona pun memakan saladnya terlebih dahulu dan mengatakan saladnya enak walaupun Yoona becanda kalau dirinya juga bisa membuat salad karena hanya potong-potong saja. Ya sebenarnya, Yoona tidak bisa karena dari kecil dirinya tidak pernah diizinkan Appanya masuk dapur. Jadi ya beginilah dia sekarang. Lalu Yoona memasak soup dan dirinya berkata soupnya sedikit asam dan selanjutnya Yoona memakan main dishnya, inilah yang Siwon tunggu-tunggu komentarnya. Baru saja Yoona memasukkan sepotong daging beefnya, Yoona terpaksa harus memuntahkan keluar daging tersebut karena ternyata dalamnya masih mentah walaupun dari luar daging terlihat sedikit hitam karena dipanggang.

Siwon pun terlihat malu karena masakannya tidak sesuai dengan yang diharapkan tetapi dirinya merasa senang karena setelah Yoona memuntahkan daging yang tadi berada di mulutnya, Yoona langsung berkata “Tidak buruk bagi seorang yang sangat pemula seperti Oppa. Thankyou Oppa kau berusaha membuatkan semua ini walaupun ada yang gagal hehe.” Dan Yoonapun mengecup bibir Siwon sedikit lama, mungkin untuk membuat mood Siwon kembali seperti semula. Setelah itu, Yoona pun memotong cakenya dan menyuapkan ke Siwon dahulu lalu ke mulutnya sendiri. Dan apa yang dipikir Siwon bisa saja gagal karena tadi Yoona menyuapkan cakenya ke dirinya dulu.. ternyata tidak.

Yoona terlihat memegang sebuat cincin diamond ditangannya dan menatap Siwon seperti berkata “Hadiah lagi Oppa?”

Siwon yang mengerti arti tatapan Yoona langsung mengambil cincin tersebut dan memakaikannya ke jari manis Yoona di tangan satunya lagi yang tidak memakan cincin. Karena satu dari dua tangan Yoona jari manisnya sudah terpakai cincin pernikahan mereka.

Yoona hampir menangis, yang benar saja. Bukan karena hadiah yang didapatnya mahal. Tetapi dirinya benar-benar dapat merasakan seberapa beruntung dan seberapa besar dirinya dicintai suaminya. Padahal Yoona merasa dirinya tidak sempurna untuk Siwon, ya, tapi jika Yoona berkata begitu pada Siwon, yang ada Siwon akan mengoceh panjang lagi. Yoona kemudian langsung memeluk Siwon erat. Siwon pun tersenyum dan mengelus rambut Yoona dengan lembut. Kemudian, Yoona bersuara “Gomawo Oppa. Lagi-lagi Oppa memberiku hadiah, padahal sebenarnya tidak usah Oppa. Oppa menerimaku yang tidak sempurna ini menjadi istri Oppa saja, aku sudah merasa sangat senang Oppa. Gomawo.”

Siwon kemudian menjawab “Tidak sayang.. tidak usah berterima kasih pada Oppa untuk ini. Kau sangat berharga dan lebih berharga dari apapun. Barang-barang itu tidak sebanding dengan kehadiranmu di hidup Oppa. Saranghae yeobo.”

Yoona tersenyum dan menjawab “Hm.. Nado saranghae Oppa.”

THE END

Okay sorry buat ending yang kek gini. Sebenarnya mau buat lebih panjang lagi dan bukan dengan ending begini.. tapi karena mau cepat dipost. Jadi author, stop ceritanya sampai situ aja. Semoga suka ya.

Thankyou readers yang selalu comment dan untuk setia menunggu FF author.

 

 

 

[Coretan] YoonWon (1)

Title : YoonWon (1)

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others.

Disclaimer : All the casts are not mine

Note : Photos credit to the owner!

TITLENYA YOONWON KARENA AUTHOR UDH GA TAU MAU PAKAI TITLE APALAGI ^^

Happy Reading

.

.

.

Author POV

Hari ini, bisa dibilang hari berduaan Siwon dan Yoona. Karena apa? Dari pagi tadi mereka berdua terlibat dalam meeting yang sama karena mereka rupanya akan bermain dalam drama yang sama. Emang sih bukan hanya berdua, ada sutradara, producer dan para manager.. tetapi tetap saja ini bisa dibilang hari berduaan mereka karena mereka sudah sangat jarang menghabiskan waktu seharian bersama karena jadwal mereka yang masing-masing padat. Mereka kadang hanya berkencan lewat tengah malam beberapa jam atau sore hari ketika keduanya sedang ada free time.

Setelah berbagai penjelasan, persiapan dan segala keperluan yang dibutuhkan dalam drama ini telah selesai dibahas, mereka pun diizinkan untuk pulang dengan diberi tugas melakukan script reading bersama entah dimana tempatnya, itu terserah mereka berdua, karena Siwon dan Yoona adalah peran utama dari drama yang akan tayang bulan depan ini.

Harusnya sih Yoona pulang dengan menggunakan mobilnya yang dikendarai oleh managernya.. tetapi kalau sudah ada Siwon, siapa yang bisa melarang Yoona ketika dirinya tidak  pulang dengan managernya? Haha. Tidak ada.

Sekarang Yoona dan Siwon sedang duduk dibangku belakang mobil Alphard yang Siwon pakai khusus untuk schedulenya. Mengapa duduk dibelakang? Jawabannya karena ada supir yang mengendarai mobilnya, jadi Siwon dan Yoona hanya butuh duduk santai saja.

Ketika mobilnya mulai berjalan, Siwon menarik kain pembatas yang dapat menutup atau mencegah siapapun yang berada di bangku depan untuk dapat melihat apa yang terjadi dibelakang.

Karena sudah dibatasi oleh kain, Siwon pun langsung membawa Yoona yang awalnya berada di kursi sebelah kirinya ke pangkuannya. Yang pertama Siwon lakukan adalah memeluk pinggang Yoona untuk menahan wanitanya agar tidak jatuh sambil mencium bibir Yoona singkat. Lalu Siwon mencium bagian dari kepala Yoona sekalian menghirup aroma rambut Yoona yang selalu disukainya. Yoona juga mencium bibir Siwon singkat sambil mengelus rambut Siwon yang disukainya. Kedua insan itu larut dalam kegiatan mereka sendiri, seakan tidak ada orang lain lagi di mobil ini atau bisa dibilang dunia ini serasa milik mereka berdua. Mereka tidak memperdulikan hal lain karena mereka masing-masing tau mereka sudah sangat merindukan satu sama lain.

Awalnya, Siwon dan Yoona akan pulang ke rumah orang tua Siwon karena tadinya Omma Siwon menyuruh mereka untuk makan malam bersama. Tetapi rencana mereka tidak jadi dilakukan, karena sekarang sudah lewat dari waktu malam dan mereka mau menghabiskan waktu berdua sambil melakukan script reading bersama. Jadi mereka pun memutuskan untuk pergi ke apartment Siwon yang ada di Gangnam. Well.. kalian tau lah Siwon punya banyak properti.

Sesampainya di apartment Siwon, Yoona langsung berjalan ke kamar mandi yang ada dikamar Siwon untuk menyiapkan air hangat agar Siwon bisa mandi secepatnya. Dan Yoona akan mandi di kamar mandi di ruang tamu nanti. Jadi mereka berdua tidak akan mandi terlalu malam. Siwon tersenyum melihat Yoona yang sedang menyiapkan air hangat untuknya. Yoona sudah seperti istrinya saja, pikir Siwon. Setelah dipikir-pikir sebenarnya memang benar Yoona sudah seperti istrinya.. karena tiap pagi, jika Yoona punya waktu walaupun sebentar, Yoona akan datang membawakan makanan untuk sarapannya. Yoona juga sering memilih baju yang harus dipakainya hari itu. Yoona yang selalu mengingatkan dirinya untuk minum vitamin ataupun makan siang. Yoona selalu ada untuknya disaat Siwon membutuhkannya apapun kondisinya.

30 menit kemudian..

Setelah Siwon dan Yoona sudah membersihkan diri mereka, Siwon berjalan ke arah ruang tamu. Dan seperti tebakannya, Yoona sedang membuka MacBooknya entah melihat apa. Dari arah belakang Yoona, Siwon mencium kedua pipi Yoona lalu menghirup aroma dari tubuh Yoona yang selalu disukainya.

Siwon juga berkata “Apakah kita akan mulai script readingnya sekarang, sayang?”

Yoona mengangguk, tanda ‘iya’ atas pertanyaan yang ditujukan Siwon tadi.

Siwon pun mengajak Yoona untuk pergi ke kamarnya. Karena akan lebih nyaman untuk berlatih disana.

Siwon dan Yoona pun mulai berlatih dan tanpa sadar Yoona pun ketiduran di tempat tidur Siwon. Awalnya Siwon tidak sadar karena dirinya duduk di sofa ruangan ini. Namun ketika dirinya tidak mendengar Yoona mengucapkan dialognya, dirinya menatap ke arah Yoona dan tersenyum ketika melihat wanitanya sudah tertidur dengan naskah drama di atas dadanya. Siwon pun mengambil naskah drama itu dari atas tubuh Yoona dan meletakannya di meja samping tempat tidurnya lalu menarik selimut untuk menutup tubuh Yoona agar tidak kedinginan.

Siwon sendiri tidak ikut tidur, dirinya memutuskan untuk mengerjakan project pribadinya dulu setelah itu baru tidur.

1 jam setelah tadi Yoona ketiduran, dirinya terbangun dan pada saat yang sama, Siwon juga masuk ke kamarnya memutuskan untuk tidur. Siwon yang melihat Yoona terbangun, langsung berjongkok dekat tempat tidur Yoona, mengelus kepala Yoona yang masih terbaring di bantal empuknya. Siwon pun bertanya “Kau terbangun? Ada apa? Mimpi buruk? Hm?”

Yoona tersenyum lalu menjawab “Entahlah Oppa. Kurasa bukan mimpi buruk, aku mendapatkan mimpi yang sangat indah tadi. Itulah yang membuatku akhirnya terbangun.”

Siwon tersenyum lalu bertanya “Mimpi apa Yoong? Masuk ke dalam dunia makanan?”

Yoona langsung mendecak “Yak! OPPA! Kau ini. Sudahlah aku tidur lagi saja.”

Siwon tertawa lalu mencium seluruh wajah Yoona, dari dahi, kedua mata indah Yoona, hidung, kedua pipi Yoona lalu bibir Yoona yang selalu menjadi candu untuknya.

Siwon juga berkata “Maafkan Oppa, tadi hanya becanda saja. Baiklah kita tidur lagi okay?”

Yoona menganggukkan kepalanya dan tersenyum ketika merasakan tangan Siwon sudah memeluk tubuhnya dan tangan Siwon satu lagi menjadi sandaran kepalanya. Tak lupa Siwon juga mengecup puncak kepala Yoona lalu berkata “Goodnight. Love you.”

Dengan itu, mereka pun tertidur dengan menikmati kehangatan yang didapatkan dari orang yang mereka sayangi.

Pagi harinya, Yoona lah yang terbangun duluan. Setelah meminum segelas air yang terletak di nakas disampingnya, Yoona dengan sangat pelan turun dari tempat tidurnya agar tidak membuat Siwon terbangun. Yoona kemudian mengecheck iPhonenya untuk melihat jadwalnya dan jadwal Siwon hari ini. Hmm.. jadwal Yoona pertama adalah ia akan menjadi MC suatu acara sore nanti dan Siwon hari ini bebas, hanya ada photoshoot iklannya itupun hanya 1 jam. Ah, Yoona bisa menemani Siwon nanti.

Yoona memutuskan untuk mencuci muka dan menggosok giginya terlebih dahulu sebelum turun kebawah menyiapkan sarapan untuk Siwon dan untuk dirinya sendiri. Setelah selesai, Yoona mengganti bajunya dengan memakai kemeja putih Siwon yang pastinya kebesaran untuk tubuh rampingnya.

Entah mengapa, Siwon akhirnya terbangun. Apa karena suara dari lemari yang Yoona buka? Sepertinya bukan tetapi entahlah Siwon terbangun. Ketika melihat Yoona sudah akan membuka pintu kamar dan keluar, Siwon langsung mengeluarkan suara “Morning pretty lady. Tunggu Oppa.”

Yoona yang sudah akan keluar, mengurungkan niatnya lalu berbalik ke belakang sambil tersenyum. Siwon yang melihat Yoona menunggunya pun turun dari tempat tidur dan mereka pun turun ke bawah bersama. Yoona berjalan didepan tetapi tanggannya tetap digenggam oleh Siwon yang berada dibelakangnya.

Yoona langsung berjalan ke arah dapur dengan Siwon yang masih terus mengikuti kemanapun Yoona pergi. Seperti anak ayam yang terus mengikuti induknya. Yang benar saja Siwon.

Hal pertama yang dilakukan Yoona ada membuka kulkas, mengeluarkan semua bahan-bahan yang akan dipakainya untuk masakannya. Kemudian Yoona membersihkan semua yang harus dibersihkan lalu memanaskan air panas karena dispenser di apartment Siwon sudah rusak dan mereka baru tau tadi pada saat Yoona mau memakainya.

Melihat Yoona sudah tidak melakukan apa-apa, Siwon pun memeluk tubuh Yoona dari belakang sambil mencium pipi Yoona berkali-kali dan berkata “Kenapa pacar Oppa yang satu ini sangat lucu dan manis sekali. Dan kenapa pacar Oppa jadi genit sekali berani memakai kemeja yang kelonggaran ini tanpa memakai celana.. ah mau menggoda Oppa ya?”

Yoona yang awalnya sudah tesenyum karena pujian Siwon langsung melepaskan pelukan Siwon dari tubuhnya lalu berkata “Pacar Oppa ‘yang satu ini?’ Memangnya Oppa punya berapa pacar hah? Tak kusangka Oppa playboy juga.”

Siwon awalnya bingung juga saat Yoona melepaskan pelukannya dari tubuh Yoona tetapi setelah tau apa sebabnya, Siwon malah tertawa dan menjawab “Omo. Im Yoona sedang cemburu? Daebak.”

Yoona langsung membalikkan badannya, menyibukan diri pada sayuran sayuran yang tadi sudah dibersihkan. Siwon yang melihat tingkah Yoona yang menggemaskan itu hanya bisa terkekeh senang.

Siwon lalu kembali memeluk tubuh Yoona dari belakang. Kali ini tak ada respon yang diberikan Yoona tetapi Yoona juga tidak menolak, jadi Siwon juga tidak melepaskan pelukannya.

Siwon kembali membuka suaranya “Hey. Oppa tadi hanya becanda, hanya mau menggodamu sayang. Mana mungkin Oppa punya pacar lain jika pacar Oppa saja sudah paling cantik. Yang benar saja, kau masak tidak percaya pada Oppa sih?”

Karena tidak ada respon dari Yoona, Siwon kembali bersuara “Yoong.. maafkan Oppa sayang. Tadi hanya benar-benar becanda. Lain kali Oppa tidak akan becanda seperti itu lagi okay. Jadi maafkan Oppa ya, Oppa mohon. Oppa akan melakukan apa yang kau minta asal kau mau memaafkan Oppa.”

Yoona entah kenapa malah tertawa setelah mendengar perkataan Siwon. Yoona kemudian berbalik menghadap Siwon lalu berkata “Hahahaha. Oppa kau sangat lucu. Ah, kali ini aku berhasil mengerjaimu lagi. Mengerjai Choi Siwon.”

Setelah berkata seperti itu, Yoona langsung berlari dari hadapan Siwon. Siwon yang baru menyadari keadaan langsung berteriak “Yak! IM YOONA! Jangan lari.”

.

Mungkin Coretan “YoonWon” ini akan banyak tetapi tetap saja ceritanya pendek karena ini coretan.

Sorry juga jika ceritanya terus yang sweet gitu karena author ga suka yang sedih gitu.

.

.

The end.

Don’t forget to comment and like! Thankyou.

[Coretan] Date

Title : Date

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others.

Disclaimer : All casts are not mine.

Note : Ini ada coretan, jadi pasti pendek. So diharapkan pengertiannya ya.

Happy reading..

.

.

Yoona POV

Setelah aku sembuh dari demam beberapa hari lalu, hari ini aku kembali menjalani berbagai aktivitas menurut jadwalku dan apalagi beberapa aktivitas yang terpaksa tertunda selama aku disuruh bed rest aku kerjakan juga hari ini. Awalnya sih, sebenarnya, aku mau tetap bekerja walaupun sakit. Tetapi namjaku, Choi Siwon memaksaku untuk beristirahat 4 hari penuh ditambah dia menyuruh orangtuaku dan Ommanya menyuruhku melakukan bedrest juga. Aku tidak sakit parah, hanya demam biasa tetapi dirinya sudah bereaksi begitu. Ya sudahlah, namanya juga Choi Siwon.

Hmm.. tapi asal kalian tau saja, 4 hari itu aku bukan tidur-tiduran di tempat tidur saja. Aku malah diajak jalan-jalan olehnya, ke Paris. Ya, secara diam-diam dan tidak ada yang tau kecuali ‘orang-orang dalam’. Sebenarnya kami bukan mau kabur dari fans ataupun tidak mau ketauan pacaran. Ah, kami sih sudah memberitahukan kepada dunia kami sudah berhubungan 8 tahun. Yang kami khawatirkan adalah, akan ada orang-orang yang mengikuti kami nantinya.

Aku yang sedang demam, dibawa ke hotel untuk beristirahat. Besoknya ketika panasku sudah turun, kami pergi makan makanan-makanan yang kusuka, berbelanja, pergi ke taman dan bermain sepeda bersama. Siwon Oppa tidak pernah mengecewakanku, dia tidak pernah gagal membuatku bahagia. Entahlah dia pernah berkata kepadaku saat anniversary 4 tahun hubungan kami “Oppa akan melakukan apapun yang dapat membuatmu bahagia sekalipun Oppa harus memberikan nyawa Oppa untukmu Yoong.” Ketika mendengarnya berkata begitu, aku menangis. Sejak kami mulai pacaran dulu, aku sadar dan tau Siwon Oppa selalu mengutamakanku, dia seperti malaikat yang menjelma menjadi seorang pacar untukku. Bisa dibilang Siwon Oppa menganggapku sebagai nafas kehidupannya. Orang tuaku pun sangat percaya pada Siwon Oppa. Sebelum berpacaran dengan Siwon Oppa, banyak yang mengejarku selama masa traineeku. Jika Appaku tau dirinya akan melakukan semacam interogasi dengan orang itu untuk memastikan mereka laki-laki yang baik tetapi tidak ada satupun yang menjadi pacarku sebelum aku bersama Siwon Oppa.

Aku masih dapat mengingat betapa gugup Siwon Oppa saat dia ingin meminta izin kepada Appa, meminta izin untuk berpacaran kepadaku. Aku awalnya mengira apa akan menolak.. tetapi entah bagaimana, Appa menyetujuinya bahkan Appa mempercayai Siwon Oppa dapat menjaga anaknya dengan baik. Setelah beberapa bulan berhubungan, aku baru tau ternyata Appa bersahabat sangat dekat dengan orang tua Siwon Oppa. Ommaku juga mengenal Ommanya Siwon. Sangat kebetulan bukan?

Setelah berjalan-jalan seharian, malamnya aku dibawa ke restoran mewah yang dibooking khusus untukku, maksudku hanya kami berdua. Kadang, kalian salah jika menganggap aku bahagia karena diberikan segala kemewahan. Tapi nyatanya bukan, aku bahagia karena setelah bertahun-tahun aku menjalani hubungan dengannya.. dirinya tidak pernah jenuh terhadapku. Aku pernah berpikir bisa saja Siwon Oppa bosan kepadaku karena aku lumayan kekanakan dalam beberapa hal. Nyatanya tidak.. dirinya tidak pernah menunjukkan ketidaksukaan terhadap sikap kekanakanku. Aku dapat merasakan ketulusan dan kebenaran dalam setiap kata-kata yang dia ucapkan. Jadi haruskah aku ragu? Aku rasa tidak. Aku berani berkata kalau aku wanita yang paling beruntung. Aku beruntung memiliki Siwon Oppa. Mungkin segalanya akan berbeda, entah itu lebih baik ataupun lebih buruk jika aku bersama orang lain. Namun, aku tidak peduli, sekalipun itu lebih baik, aku tetap tidak menyesal aku menerima Siwon Oppa menjadi pacarku. Tidak akan pernah! Jadi jangan coba-coba untuk merebutnya dariku, ok?

Dan malam ini, adalah anniversary tahun kesembilan hubungan kami. Seperti biasanya, kami akan pergi untuk makan malam bersama. Dari dulu, aku dan Siwon Oppa sudah saling berjanji akan menyempatkan waktu dihari ulang tahun kami dan setiap tanggal anniversary kami. Kami berjanji untuk merayakan hari-hari special kami bersama, kami berjanji untuk menghabiskan waktu bersama. Setiap tahun perayaan hubungan kami selalu ada yang special. Siwon Oppa memiliki terlalu banyak ide untuk menyenangkanku. Maksudku dari tahun pertama sampai tahun kedelapan, selalu berbeda. Dari tempat, negara, acaranya dan lain-lain. Aku hanya disuruh mengikuti apa yang diperintahkannya.

Aku lumayan penasaran kemana kami akan pergi untuk merayakan anniversary kami tahun ini. Tebakanku sih di Korea saja, karena jika keluar negeri pasti ada yang sudah mengemasi barangku ataupun aku sudah tau dari Sooyoung, si mulut bocor haha.

Aku memekik, terkejut ketika seseorang menutup mataku dengan kain. Siapa sih yang berani masuk ke kamarku lalu menutup mataku seperti sekarang? Apakah memberku? Oh tidak mungkin mereka hari ini punya jadwal masing-masing. Apakah Siwon Oppa? Ah, dia kan belum sampai disini. Jadi siapa? OMG, apakah aku akan diculik? Memikirkan itu membuatku memberontak dan berteriak ‘Siapa kau? Lepaskan aku!!’

Orang itu menjawab “Hey Yoong, ini aku. Tenanglah sayang.”

Aku mengenal suara ini, suara namjaku. Aku pun sedikit lega kemudian bertanya “Kenapa mataku harus ditutup Oppa? Riasanku akan luntur semuanya. Kau senang ya jika aku jelek. Huh!”

Dirinya tertawa terbahak-bahak. Apakah sekarang waktu yang tepat untuk menertawaiku? Aku pun bersuara “Yak Oppa! Buka sajalah. Aku tidak jadi pergi denganmu..”

Dirinya menjawab “Ok. Ok. Sorry sayang. Sekarang kita keluar ya.. Kita akan makan ditempat favoritemu nanti.”

Aku mendesah lalu bertanya lagi “Lalu mengapa mataku harus ditutup? Tempat favoriteku kan berarti aku sudah sering kesana. Jadi tidak berguna jika Oppa menutup mataku, karena akupun sudah bisa menebak dimana tempatnya.”

Siwon Oppa menjawab “Sudahlah diam saja Yoong. Ikut saja apa kata Oppa.”

Sekitar 20 menit kemudian, mobil yang kududuki bersama Siwon Oppa pun berhenti. Aku merasakan tanganku dipegang Siwon Oppa, berarti sekarang kita sudah sampai di tempat tujuannya. Hmm.. aku sudah sedikit tidak sabar, penasaran dengan apa yang kali ini dia persiapkan untuk hari special kami.

Masih dengan mata tertutup, aku pun dituntun oleh Siwon Oppa. Hening, tidak ada suara. Mungkinkah dia menyewah satu gedung ini untuk perayaan kami kali ini? Sedikit gila kurasa.. tapi itulah namjaku. Atau mungkin, Siwon menyuruh semua pelayan dan tamu restoran ini untuk diam saat aku melewati mereka. Entahlah.. aku pasrah saja dengan keadaan ini.

Aku mendengar pintu terbuka, mungkin sekarang kami sudah ada di dalam satu ruangan. Tangan Siwon Oppa tak lagi berada di tubuhku. Setelah beberapa menit berlalu tidak ada yang terjadi dan aku juga tidak mendengar suara siapapun. Karena penasaran dan lama sekali, aku bertanya pada Siwon Oppa “Oppa! Aku sudah boleh membuka penutup mataku kan?”

Tidak ada jawaban. Apa dia sedang mengerjaiku dengan tidak mau menjawab? Yang benar saja Choi.

Aku pun bersuara kembali “Oppa. Aku serius, bolehkan aku membuka penutup matanya sekarang? Gelap sekali.”

Tidak ada jawaban.

Karena sudah tak sabar aku pun tanpa sadar menaikkan suaraku “Yak! Oppa! Jangan coba-coba me–”

Ucapanku terputus ketika aku merasa sebuah tangan membuka penutup mataku. Ketika aku sudah dapat melihat dengan jelas, aku shocked. Bagaimana mungkin? Semua member SNSD dan Super Junior ada di ruangan ini. Dan mereka mengangkat beberapa balon dan aku terdiam serta tanpa sadar menangis ketika melihat beberapa papan indah yang bertuliskan “Would you marry m, Im Yoona?”

Dari ujung ruangan, Siwon Oppa keluar dengan memakai tuxedo putih yang membuatnya terlihat semakin tampan saja. Dia berjalan sambil menyanyikan beberapa bait dari lagu Marry You yang dinyanyikan Bruno Mars.

Air mataku mengalir tanpa dapat kukontrol lagi ketika Siwon Oppa berjongkok dan membuka sebuah kotak yang memperlihatkan sebuah cincin yang terdapat berlian diatasnya. Siwon Oppa lalu bersuara “Yoona ya.. sejak dulu, sejak pertama kali Oppa melihatmu di ruangan trainee Oppa tau Oppa sudah mencintaimu. Kau ingat tidak, dipertemuan pertama kita, kau yang mengenakan dress kuning terlihat malu malu entah kenapa. Kau ingat tidak, kita pernah ditegur oleh guru trainee kita karena aku mengajakmu untuk keluar beli es krim malam-malam. Apakah kau mengingat bagaimana akhirnya kau menjadi pacar Oppa? Apakah kau mengingat semua tempat yang sudah kita kunjungi selama 9 tahun ini? Oppa harap kau mengingat semua itu.”

Aku mengangguk. Air mataku semakin deras, seperti hujan yang makin lama makin deras.

“Dan apakah kau bahagia selama menjalani hubungan dengan Oppa? Oppa harap iya. Karena jika tidak, Oppa ingin mati saja. Sebab kebahagiaanmu lah yang dapat menjadi kebahagiaan Oppa.”

Aku kembali mengangguk, tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Kau tau, menjalani hidup Oppa denganmu adalah keinginan Oppa sejak lama. Oppa selalu ingin menjadikanmu sebagai istri Oppa dari dulu. Dan hari ini, keinginan itupun Oppa nyatakan sekarang. Apakah kau bersedia menikah dengan Oppa? Menjalani sisa hidupmu dengan Oppa? Hidup bersama Choi Siwon yang menyebalkan ini? Menjalani hari-harimu bersama Choi Siwon yang mungkin pernah menyakitimu, membuatmu sedih. Bersediakah kau Im Yoona? Would you marry me? Would you like to be the partner of my life?”

Aku mengangguk. Aku akan menyesal dan menjadi orang terbodoh jika menolak orang seperti Siwon Oppa. Bagaimana mungkin aku menolak jika sumber kebahagiaanku adalah dirinya. Tanpa ragu, aku langsung menjawab “Yes Oppa. Definitely, yes.”

Setelah itu, Siwon Oppa memakaikan cincin tadi di jari manisku yang disertai teriakan heboh para Oppadeul dan tepuk tangan unnie-unnieku dan juga Seohyun. Bahkan aku melihat Yuri unnie dan Seohyun menangis. Pasti mereka terharu juga.

Hari ini, aku menentukan hal yang tidak akan pernah ku sesali. Aku mengambil keputusan yang besar untuk hidupku. Aku tau, dengan keputusanku ini, aku tidak akan pernah menyesal. Aku tau setelah ini mungkin akan masalah didalam hubungan kami, tetapi di waktu yang sama, aku juga tau kami akan terus bersama tak peduli apapun itu yang menganggu hubungan kami nantinya. Cause he is my first and last love.

.

.

Tidak ada sambungan dari coretan ini lagi ya. Sekian saja. Bye.

.

The End

 

Thankyou! Don’t forget to comment and like guys.

[Coretan] Variety Show

Title : Variety Show

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others

Disclaimer : All the casts are not mine!

Happy Reading..

.

.

.

Yoona POV

Hari ini aku diundang pihak variety show salah satu stasiun TV nasional. Dan karena aku hari ini jadwalku hanya melakukan pemotretan untuk iklanku, aku pun menerima saja. Lagipula artist-artist yang diundang semuanya berasal dari SM Entertainment yaitu beberapa member dari SNSD, Super Junior dan SHINee ada disana jadi ini pasti akan menyenangkan. Tema variety shownya nanti adalah ‘Love’ kalau tidak salah. Taeyeon unnie dan Leeteuk Oppa membawa serta kedua anak perempuan kembar mereka yang berusia 6 tahun, Park Velyn dan Park Velda. Tiffany unnie dan anak perempuannya yang berusia 6 tahun juga bernama Christabelle. Yesung Oppa dan Yuri unnie juga hadir walaupun Yuri unnie kehamilannya sudah memasuki 8 bulan kurasa. Sooyoung unnie, Kyung ho Oppa dan anak mereka Zach yang berusia 7 tahun juga hadir. Seohyun juga yang baru menikah 4 bulan lalu dengan Kyuhyun akan datang. Tak lupa juga Choi Minho, Jonghyun dan Onew yang akan menjadi MC variety show yang akan kudatangi nanti.

Kalau aku? Aku akan datang sendiri. Okay jangan berpikir aneh-aneh dulu. Aku datang sendiri bukan karena aku belum menikah ataupun tidak punya pacar atau apapun itu. Baiklah jika kalian ingin tau.. aku sudah menjadi istri orang, tepatnya istri Choi Siwon. Kami sudah menikah sekitar 1 tahun lebih. Dan aku harus menghadiri variety show nanti sendiri bukan karena Siwon Oppa tidak diundang, tetapi dirinya sedang berada di LA dengan ayahnya dan ayahku untuk perjalanan bisnis mereka. Aku sedikit kesal, sudah beberapa kali berturut-turut dirinya tidak bisa menemaniku karena urusan perusahaannya. Jujur saja aku lebih senang suamiku bekerja dikantor daripada di dunia entertainment tetapi pada saat yang bersamaan aku juga menjadi kesal ketika dirinya tidak bisa menemaniku atau bekerja bersamaku. Entahlah.. aku pribadi sih tidak membutuhkan kekayaan yang berlimpah walaupun Tuhan sangat baik, keluargaku dan keluarga Siwon memang adalah keluarga chaebol jadi kami tidak pernah kekurangan dan istilahnya kami tidak terlalu khawatir soal uang. Beda dengan sebagian member-member kami yang menjadi tulang punggung untuk keluarga besar mereka. Bukan merendahkan yang lain ok. Ya sekarang kita semua tidak susah dan mereka yang dulu susah pun sekarang sudah memiliki rumah mewah, mobil dan usaha mereka sendiri. Tapi kata mereka, mereka tetap harus bekerja karena harta sewaktu-waktu bisa habis kan. Kata mereka, mereka beda dengan Siwon Oppa dan aku, bagi mereka harta kami dapat menghidupi kami sampai tua walaupun kami tidak bekerja lagi. Hah, ada-ada aja.

Oh ya, ngomong-ngomong, Siwon Oppa memang masih aktif di dunia entertainment, tetapi dirinya juga sudah memegang perusahaannya sendiri 1 tahun sebelum menikah denganku. Lagipula, semua member Super Junior dan SNSD memutuskan untuk lebih fokus pada karir solo masing-masing, malah ada yang jadi ibu rumah tangga dan hanya bekerja jika hanya untuk group.

Mungkin aku terlalu banyak bicara bukan? Ini karena aku sedang bosan jadi aku memutuskan untuk menjelaskan semuanya saja sambil menuju lokasi variety shownya. Ok back to topic. Taeyeon unnie dan Hyoyeon unnie memutuskan untuk menjadi full time mother kecuali SNSD sedang ada aktivitas. Memang kadang mereka menerima job menyanyi OST dan menari tapi sangat jarang juga sih. Tiffany unnie, Sooyoung unnie dan Seohyun sekarang lebih fokus pada bidang fashion. Sunny unnie menikah dengan seorang businessman jadi dirinya sangat jarang lagi beraktivitas selain untuk jadwal SNSD. Yuri unnie lah yang masih aktif sebagai actress drama ataupun film, tetapi setelah hamil, dirinya juga sudah jarang mengambil job lagi. Dan aku.. aku masih sangat aktif di dunia entertainment karena aku masih ingin saja.. lagipula suami tercintaku mengizinkanku selama aku tau batasannya dan akupun belum hamil. So yeah.

Semua pikiranku hilang saat aku mendengar nada dering teleponku, tanda ada yang menelepon dan orang itu adalah Choi Siwon yang menyebalkan itu.

Aku menekan tombol ‘jawab’ dan langsung menerima sapaan manis dari suamiku.

Dia berkata “Hi istriku yang cantik. Kau sedang apa? Suamimu ini sangat merindukanmu. Dia ingin memeluk dan menciummu sekarang. Kau harus bertanggung jawab karena kau telah membuatnya mencintaimu terlalu dalam sayang.”

Aku tersenyum lebar. Istri mana yang tidak senang mendengar kata-kata manis dari suaminya.

Aku menjawab “Kalau Oppa rindu padaku, Oppa pasti tidak akan betah meninggalkanku selama 5 hari.. Oppa hanya menggombal kan? Haha.”

Dirinya langsung menjawab “Enak saja. Oppa serius sayang. Oppa sudah memajukan 2 hari dari jadwal yang seharusnya jadi besok Oppa bisa bertemu dengan istri Oppa yang cantik itu.”

Aku tersernyum lalu menjawab “Baguslah. Itu tandanya Oppa masih mengingat Oppa mempunyai istri yang sudah ditinggal berhari-hari.”

Siwon Oppa menjawab “Yak! Oppa kan tidak bermaksud meninggalkanmu. Ini juga karena urusan perusahaan yang sangat penting kalau tidak juga Oppa memilih bersantai dirumah bersamamu atau berjalan-jalan bersama.”

Aku mendesah lalu menjawab “Tidak usah bahas soal liburan. Cukup dengan janji liburan ke Italy dan Maldives yang batal kemarin. Aku tidak mau diberi harapan palsu lagi Oppa.”

Siwon Oppa malah tertawa lalu menjawab “Lihat saja nanti sayang. Kau tidak akan diberi harapan palsu lagi. Yasudah.. Oppa harus meeting dulu. Kau sedang dirumah?”

Aku langsung menjawab “Tidak.. aku akan menghadiri variety show khusus artis SM sekarang. Ini sudah sampai di basement gedungnya Oppa.”

Siwon Oppa kembaki bersuara “Oh yasudah. Selamat bekerja istriku. Saranghae. Oppa terlalu merindukanmu.”

Aku menjawab “Kau juga Oppa jangan lupa makan. Bye. Saranghae.”

Telepon kami pun terputus.


 

Author POV

Yoona sekarang sedang berada di dalam ruangan tunggu bersama artist SM lainnya. Karena bosan, Yoona pun membantu Taeyeon untuk merias anak kembarnya yang daritadi bermain terus sehingga make up artistnya pusing melihatnya. Setelah selesai, Yoona berbicara dengan Yuri dan lainnya. Mereka membahas segalanya. Dari pekerjaan, makanan, fashion sampai tentang anak. Suasana berubah ketika semuanya terdiam saat Sooyoung tiba-tiba bertanya kepada Yoona “Yoong, kau belum hamil?”

Yoona menjawab “Belum unnie, mengapa?”

Sooyoung menjawab “Tidak apa-apa. Tapi bukan karena kau tidak mau punya anak kan?”

Yoona langsung menjawab “Tentu bukan. Aku hanya tidak mau terlalu memaksa. Kalau belum dikasih ya sudah. Aku juga masih ingin menikmati waktuku dengan Siwon Oppa. Aku masih ingin bebas berlibur dan bermain unnie.”

Sooyoung pun menjawab “Ah.. baguslah. Unnie kira kau berencana untuk tidak memiliki keturunan.”

Yoona tertawa saja mendengarnya.

Choi Minho yang baru masuk ke ruang tunggu mereka langsung menyapa para noona dan hyungnya. Maklum lah dirinya sangat dekat dengan semuanya.

Choi Minho juga bertanya pada Yoona “Siwon hyung dimana? Kok belum datang?”

Semua yang mendengar langsung melihat ke arah Yoona khawatir. Mereka tau bisa bisa Yoona kehilangan moodnya karena ditanya pertanyaan begitu.

Yoona yang menyadari pun menjawab dengan malas “Hyung kesayanganmu itu tidak datang. Dia lebih mementingkan perusahaannya daripada istrinya.”

Sebagian dari mereka tertawa mendengar jawaban yang diberikan Yoona, kekananakan sekali. Minho yang mendengar itu juga tertawa lalu menjawab “Mungkin Siwon hyung menemukan wanita yang lebih sexy dari noona jadi maklumi sajalah noona. Dan logika saja, Siwon hyung kan punya banyak uang jadi wanita mana yang tidak mau dengannya?”

Yoona baru saja akan menjawab tetapi tidak jadi karena ia dipanggil oleh salah satu staff untuk membahas soal kelangsungan acara nanti karena Yoona ada bintang utamanya. Ok Minho kali ini keberuntugan berpihak padamu. Kau selamat dari amukan Im Yoona oh tidak Choi Yoona.

.

Don’t forget to comment and like. Thankyou.

.

TBC

Segini dulu ya readers.. sorry kalau pendek hehe. Semoga suka and sorry if there is or are any typo.

 

 

[Coretan] We are One (2)

Title : We are One (2)

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Aleyna and others

Disclaimer : All the casts are not mine, they belong to their family and God.

Hi.. kembali lagi dengan coretan.. author ga bisa posting yang panjang-panjang karena waktu terbatas.

Note : INI LANJUTAN CORETAN WE ARE ONE YANG KALIAN MINTA GUYS 🙂

 

Happy Reading!!

.

.

.

Yoona’s POV

Sore ini, aku dan Siwon akan bekerja bersama, lebih tepatnya kita akan menjalani photoshoot untuk 2 majalah fashion dan wawancara untuk talkshow dengan tema keluarga.

Dan sekarang disinilah aku, di ruang keluarga rumahku dengan stylishku memilih baju yang akan kupakai nanti dan juga memilih mana yang pas untuk suamiku. Jangan anggap aku saja yang peduli pada penampilan.. pada nyatanya, kadang suami tampanku itu lebih ribet dalam urusan penampilan. Semuanya harus perfect dan benar. Itulah Choi Siwon.

Jika kalian bertanya-tanya dimana Aleyna sekarang, aku akan menjawab di kamar bermainnya. Dirinya sedang bermain dengan Siwon. Entah bermain apa saja. Yang jelas aku sedikit kesal karena Siwon lebih memilih untuk menemani Aleyna bermain daripada menemaniku untuk mengurus baju-baju yang akan dia pakai nanti. Bahkan tadi siang saat aku ingin makan di restoran Eropa kesukaan kami berdua.. dirinya menolak karena Aleyna mau makan sushi. Alhasil, kami melakukan delivery order. Dasar Choi, kau menjadi tambah menyebalkan sejak Aleyna berumur 5 tahun.

Katakan saja aku egois, tidak pengertian ataupun keterlaluan karena caraku bersikap dan berpikir terhadap Siwon dan Aleyna agak keterlaluan ataupun berlebihan. Tapi aku tidak peduli. Itu urusanku bukan?

Setelah selesai memilih baju-baju untukku dan Siwon, aku memanggil Bethany menyuruhnya untuk ingat memberi makan malam untuk Aleyna tepat waktu karena mungkin saja aku dan Siwon akan pulang malam. Kemudian, aku membuka handphoneku, menelepon Yuri unnie.

Setelah nada dering kedua, Yuri unnie menjawab panggilanku. Dia bertanya “ada apa?”.

Aku langsung berbicara to the point “Unnie bisakah kau kerumahku nanti sekitar jam 4 sore? Aku mau minta tolong kepadamu untuk mengawasi Aleyna.”

Yuri unnie menjawab “Boleh saja, tapi aku mungkin akan kesana bersama Seohyun juga Yoong.. tidak apa-apa kan?”

Aku tertawa “Unnie kau ini seperti baru kenal saja denganku. Seohyun kan juga dekat denganku jadi ya datang-datang saja. Kalau kalian mau makan dan pakai apapun yang ada di rumahku pun tidak apa-apa.”

Yuri unnie menjawab “Okay Yoong jangan ceramah lagi. Gomawo!!”

Aku menjawab “Tidak. Harusnya aku yang berterima kasih karena unnie selalu mau membantuku menjaga anak manjaku yang agak merepotkan.”

Yuri unnie menjawab “Yasudah. Tutup saja teleponnya aku mau makan dulu. Bye”


 

Sorenya, setelah mandi dan bersiap-siap, aku dan Siwon pun memutuskan untuk langsung berangkat tanpa menunggu supir pribadi Siwon yang entah kemana tadi. Kami sengaja berangkat lebih cepat karena tadi Siwon Oppa memajukan jadwal pemotretan menjadi satu jam lebih cepat dan interviewnya juga supaya nanti malam kita bisa makan berdua. Katanya sih dia menyiapkan dinner special. But lets see later, how special the dinner is. Karena aku agak pemilih, maksudku bukan aku suka mewah atau apa, hanya saja tasteku memang kadang ketinggian sehingga membuat orang-orang yang mau memberikan surprise ataupun hadiah kepadaku menjadi pusing. Haha.

Aku mengambil tas Hermes biruku sebelum memakai heelsku lalu bersiap-siap untuk keluar dari rumah dan menuju mobil. Namun tidak jadi, ketika aku ingat Siwon masih belum turun kebawah. Hah. Pasti sedang bermain dengan si manja itu.

Aku baru saja mau memanggil Siwon untuk segera turun, tetapi niatku kuurungkan karena aku sudah melihatnya menuruni tangga besar rumah kami… ta..pi.. mengapa dia mengendong Aleyna. Dan lagi, anak manjanya itu sedang menangis sepertinya. Jangan bilang dia..

Aku baru akan membuka mulutku untuk bertanya tetapi Siwon sudah memotong duluan “Sayang, Aleyna mau ikut. Katanya dia tidak mau sendiri dirumah hanya dengan para maid.”

Aku dengan cepat menjawab “Tidak usah khawatir.. Yuri unnie dan Seohyun akan datang menemaninya nanti. Mereka juga bisa jalan-jalan shopping ke mall jika Aleyna mau Oppa.”

Siwon yang mendengar perkataanku pun menjelaskan hal serupa ke Aleyna tetapi emang dasar anak itu keras kepala sekali, dirinya malah berkata “Aku tidak mau Dad. Aku mau ikut ngan Daddy. Aku bosan harus belmain dengan aunty.”

Aku memutar mataku, bosan dengan kadar manja anakku sendiri. Siwon yang melihat reaksiku terhadap apa yang Aleyna mau, memberi tanda kepadaku untuk mengiyakan saja. Aku menggelengkan kepalaku tidak mau. Enak saja, nanti malam kan aku mau makan berdua saja dengan Siwon Oppa. Akan jadi apa jika Aleyna ikut? Yang ada bukan makan berdua dengan suasana romantis. Tetapi aku yang akan jadi seperti ‘penganggu’ bagi Siwon Oppa dan Aleyna karena Siwon Oppa pasti akan lebih memperhatikan anak kesayangannya itu. Hah, kadang aku merasa sedikit menyesal karena memiliki anak perempuan. Mungkin jika anakku laki-laki, Siwon Oppa tidak akan bersikap seperti ini walaupun aku yakin dirinya tetap akan memanjakan anak laki-lakinya. Dan jika anakku laki-laki, aku lah yang akan dekat dengan anakku. YOONA! Kau ini kenapa sih belakangan ini semakin sensitive ketika melihat suamimu dekat dengan perempuan lain dan parahnya anakmu sendiri pun kau cemburuin. Kalau Choi Siwon tau kau berpikir seperti ini, bisa bisa dia mengedarkan bendera perang dan mendebatmu tanpa mau mengalah. Aku lupa aku sudah pernah bercerita tentang ini atau belum.. aku belum pernah dibentak ataupun dimarahi oleh Siwon Oppa selama kami menikah. Kami lumayan sering berdebat ketika pacaran tetapi ya mungkin kalian sudah bisa menebak siapa yang mengalah, yang pasti bukan aku. Entahlah aku bersyukur memiliki suami seperti Choi Siwon. Like he is damn perfect and goals!

Lamunanku terbuyar ketika mendengar suara Siwon Oppa memanggilku “Yoong. Bagaimana??”

Aku tidak menjawab. Kesal.

Aleyna yang mungkin dari awal sudah merasa aku tidak akan mengizinkan dia ikut kembali bersuara “Dad! Aku mau ikut. Pleaseeeeee.”

Aku langsung berkata “Tidak boleh!” Sebelum Siwon mengiyakan.

Aleyna kembali berkata lagi “Daddy! Aku mau ikut.. aku tidak mau ditinggal Dad. Please daddyyyyy!”

Siwon menatapku dan aku sudah tau apa yang akan Siwon jawab. Sebelum dia melakukan itu.. Aku tanpa sadar berseru dengan nada lebih tinggi “NO! Kau tidak boleh ikut Aleyna. Kalau Mom berkata tidak ya tidak.. jangan terlalu manja dan keras kepala. Mom and Daddy mau bekerja bukan untuk bermain. Sekarang kau pergi ke kamarmu dan main bersama Bethany sebelum Yuri dan Seohyun aunty datang.”

Siwon terlihat terkejut melihatku berbicara dengan nada seperti itu. Selain karena aku seperti membentak anak kesayangannya.. dia juga pasti terkejut karena aku dari dulu tidak pernah seperti ini. Aleyna langsung turun dar gendongan Siwon sambil berkata “I hate Mommy!!” lalu berlari naik ke atas tangga menuju kamarnya.

Well.. ini kali pertama aku membentak anakku. Selama ini mungkin aku menegurnya jika dia salah tapi tidak dengan nada atau suara tinggi seperti ini. Pasti dia akan nangis dan mencuekkiku nanti. Siwon Oppa juga pasti akan mengeluarkan ceramahnya atau mungkin saja membatalkan jadwal kami hari ini hanya untuk membujuk anak kesayangannya itu. Terserahlah.. inikan juga supaya dia tidak terlalu manja.

Yang kutebak sih mungkin Siwonku akan naik dan membujuk anaknya atau menyuruhku meminta maaf. Hah, aku tidak akan mau meminta maaf. Ini bukan salahku ok.

Aku yang melihat Siwon Oppa masih berdiri di tempatnya, mengeluarkan suara “Jadi sekarang Oppa masih mau pergi bersamaku untuk pekerjaan kita sore ini atau dirumah? Aku sih mau berangkat sekarang.”

Aku menunggu responnya tetapi dia tidak menjawab. Dia ngambek? Aku tak peduli. Jelas-jelas ini bukan salahku.

Aku pun mengeluarkan suaraku kembali “Yasudah aku berangkat saja sendiri. Sehabis pemotretan dan interview, mungkin aku akan makan malam bersama teman-temanku saja. Bye!”

Aku tidak bisa menebak apakah suamiku akan menyusul, mengejarku dan jadi melakukan pemotretan dan lain-lain atau dia malah memilih membujuk Aleyna tersayangnya sampai anak itu tidak nangis ataupun kesal lagi. Terserahlah Choi Siwon, kita lihat saja sampai kapan kau bisa tahan dengan kemanjaan putrimu itu.

Mungkin kalian akan berkata aku kejam atau mengapa aku egois sekali sebagai seorang ibu. Harusnya aku mengerti keadaan anakku dan mengalah bukan malah menentang keinginan anakku. Terserahlah, aku tidak peduli soal komentar kalian. Lebih baik aku bekerja saja dan melupakan masalah soal anakku yang tadi berkata dia membenciku. Lucu sekali, bisa bisanya dia berkata begitu. Dan Choi Siwon, jika kau tidak datang ke pemotretan ini aku hanya tinggal menyuruh photographernya mencari model laki-laki penggantimu atau mungkin aku akan minta aku diphoto sendiri saja, tidak usah berpasangan.

Tanpa sadar sebenarnya aku berharap Siwon menyusulku, tapi kita liat saja bagaimana..

 

THE END OR TBC lagi?

 

Sorry kalau ceritanya kek gantung gitu.. tapi cuma ini saja yang bisa author kasih. Hope you like it. Don’t forget to comment and like! Thankyou.

 

[Coretan] US “Mistake”

Title : [Coretan] US “Mistake”

Cast : Siwon, Yoona and others (maybe)

Disclaimer : All the casts belong to God, their family and their company

Hi guys!

Ini hanya coretan dari FF US “Mistake” version.. aku buat karena banyak banget yang lagi mau baca FF Yoonwon. Sorry, kalau pendek ya

Happy reading!

Author POV

Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu Siwon / Dave membocorkan tentang pernikahannya dengan Yoona dan juga kehamilan Yoona, tidak ada satu hari pun hidup mereka tenang. Maksudnya setiap hari ada saja paparazzi dimana-mana yang mengikuti kegiatan mereka, parahnya paparazzi tersebut membwa kamera yang besar-besar, mereka dengan setia menunggu di depan gedung agency Siwon, agency Yoona, apartment Siwon dan apartment Yoona sampai di depan rumah besar mereka pun ada paparazzi yang wartawan-wartawan. Bahkan saat Yoona dan sahabatnya Yuri mau pergi keluar untuk makan saja, banyak yang mengejar mereka dan bertanya soal kehamilannya. Okay, Yoona adalah wanita sabar.. mungkin jika para paparazzi itu hanya bertanya seputar kehamilannya dia akan berusaha tidak memikirkannya dan bertindak seolah-olah tidak ada yang mengikuti dirinya dan Yuri. Tetapi tidak untuk sekarang, saat para paparazzi dan beberapa media menyebarkan berita bahwa anak yang dikandungnya bukan anak Siwon, melainkan anak bodyguard lah atau supir atau apapun. Hal ini membuat Yoona sedih, kesal dan belakangan ini dirinya sering stress, bahkan sangat stress. Belum lagi karena beberapa bulan belakangan ini Siwon dan para pemain film “LOVE” melakukan promosi dan menghadiri berbagai premiere di berbagai tempat di dunia karena film ini berhasil memecahkan rekor jadi ya begitulah, Yoona menjadi harus tinggal di rumah besarnya sendiri hanya dengan ditemani sekitar 30 maid-mungkin? yang disewa suaminya sejak mereka menikah. Memang sih, Yoona tidak setiap hari tinggal di rumahnya sendiri selama Siwon pergi, kadang Yoona tinggal di rumah Yuri atau Sooyoung datang kerumahnya untuk menemaninya. Tetapi tetap saja, walaupun begitu, dirinya tetap membutuhkan suaminya, Siwonnya untuk menemani dan memanjakannya mungkin. Selain itu, Yoona memutuskan untuk tidak mengambil project film lagi karena kehamilannya dan ditambah karena paparazzi dan wartawan. Oh, Yoona tak suka dirinya menjadi pusat perhatian dan tak mau wajahnya berada di halaman depan koran-koran ataupun majalah gosip. Sebenarnya, Yoona merasa bosan harus berada dirumah yang sebesar istana ini sendirian, hanya dengan para maid dan bodyguard. Tapi mau bagaimana lagi, jika dirinya keluar, tamatlah sudah. Ya untung saja Yoona memiliki sahabat-sahabatnya yang selalu setia mendatanginya ketika Yoona meminta. Siapa lagi kalau bukan Sooyoung, Yuri dan Seohyun? Hanya mereka bertigalah yang sangat mengerti Yoona setelah Siwon. Hanya merekalah yang tidak akan membocorkan masalah, obrolan ataupun berita hot news tentangnya ke publik. Hanya merekalah, yang Yoona percaya.

Pagi ini badan Yoona serasa ingin remuk, mungkin karena efek dari kehamilannya dan juga stress yang dialaminya belakangan ini. Hal ini membuat dirinya menjadi malas untuk turun dari tempat tidur mewahnya. Tetapi takdir tidak mengizinkannya, karena iPhone yang berada di meja riasnya bergetar beberapa kali, tanda pesan masuk dan ada 2 nada dering yang menandakan ada panggilan masuk membuat dirinya harus bangkit dan berjalan ke arah meja riasnya. Setelah membuka iPhonenya, pertama Yoona mengecek pesan-pesan yang masuk. Ada satu pesan dari Seohyun yang mengingatkan sore ini dirinya dan Seohyun akan shopping bersama. Dan juga ada satu dari Sooyoung yang memberitahu mungkin hari ini dirinya bisa menginap dirumahnya dan menanyakan apa ada sesuatu yang diinginkan Yoona, karena dia akan membelikannya. Yoona tersenyum kecil melihat perhatian yang diberikan Sooyoung kepadanya.

Dan..

Semyum di wajahnya makin melebar saat melihat ada pesan dari Siwon, pria tampan yang selalu membuat Yoona tersenyum, isi pesannya adalah “Good morning my queen! Take care. I love you and I miss you a lot.”

Tak lama setelah itu, Yoona juga menerima sebuah panggilan masuk, siapa lagi kalau bukan dari suami tersayangnya.

Siwon membuka pembicaraan mereka dengan kata “Hello wife!”

Yoona tersenyum dan menjawab “Oppa kapan pulang? I miss you already.”

Mendengar itu, Siwon tersenyum dan berkata “Mungkin lusa sayang. Pokoknya Oppa janji akan sampai dirumah secepatnya. I miss you too dear.”

Yoona mendesah lalu kemudian menjawab “Hah! Apa pekerjaan Oppa lebih penting? Aku mau Oppa disini hari ini. Aku tidak mau tau! Jika Oppa tidak pulang, aku akan pergi dari rumah dan tidak akan kembali lagi huh!!”

Siwon tertawa “Baiklah-baiklah sayang. Oppa akan usahakan. Jangan marah lagi, wajah cantikmu bisa keriputan nanti.”

Yoona langsung menjawab “Yak Oppa! Kau memang tidak mengerti. Ya sudahlah, jangan telepon aku lagi. Bye!”

Percakapan diantara mereka pun berhenti.


 

Seharian ini Yoona hanya berada di rumah saja. Dirinya membatalkan acara shoppingnya dengan Seohyun dan juga menyuruh Sooyoung tidak usah menginap dirumahnya hari ini. Yoona bahkan belum makan seharian. Lebih tepat dirinya menangis seharian ini, semua perkataan media, paparazzi, haters maupun fans-fans fanatik Siwon melintasi pikirannya.

Mulai dari “Ceraikan Siwon Oppa kami”

“Kau tidak pantas menjadi istrinya”

“Yoona! Itu pasti bukan anak Siwon kan?”

Dan masih banyak lagi..

Ini membuat dirinya semakin stress ditambah Siwonnya belum pulang selama 4 hari berturut-turut. Hah.. benar-benar.

Semua pikiran ditambah tangisannya seharian ini membuat dirinya akhirnya tertidur. Saat Yoona tertidur, rupanya Siwon pulang. Ya memang waktunya sedikit tidak tepat.

Siwon pun masuk ke kamarnya dan tersenyum melihat Yoona yang sudah tertidur. Tetapi saat dirinya mendekat dan melihat ada air mata di wajah istrinya, dirinya menjadi merasa bersalah dan sedih. Siwon pun duduk disamping ranjang lalu mencium kepala Yoona dan berbisik “Maafkan Oppa sayang.”

Setelah mandi, Siwon memutuskan untuk menghubungi Sooyoung untuk bertanya soal Yoona. Sooyoung pun menceritakan semuanya mulai dari stress yang Yoona alami, kesedihan Yoona karena banyak yang berkata dirinya tidak cocok untuk Siwon dan berbagai detail lainnya. Siwon pun mengucapkan terima kasih dan setelah telepon mereka terputus, Siwon menghubungi managernya, menyuruhnya untuk membatalkan semua kontrak walaupun harus membayar denda, dirinya juga berkata tidak akan ikut promosi di filmnya lagi dan menyuruh managernya untuk mempersiapkan pesawat pribadi yang dimiliki Siwon karena dirinya memutuskan untuk belibur ke Maldives dengan istrinya besok. Managernya sempat bingung dan mau menanyakan alasannya, tetapi karena mendengar suara Siwon yang lumayan tegas dan waktu pun sudah cukup larut, managernya langsung mengiyakan saja. Sebelum menutup telepon, Siwon juga mengingatkan managernya untuk membooking villa atau tempat tinggal khusus yang tidak ada orang lain selain mereka dan maid-maid yang dibawa Siwon nantinya. Kenapa membawa maid juga? Karena maid yang ada di rumah Siwon itu sudah terlatih dan para maid itu juga sudah mentandatangani perjanjian bahwa berjanji tidak akan membocorkan apapun soal kehidupan pribadi Siwon dan Yoona, dan jika mereka melakukannya, mereka akan dipenjara.


 

Pagi ini, Yoona merasakan ada yang beda ketika dirinya membuka matanya. Setelah membuka matanya,  Yoona akhirnya sadar jika dirinya tidur di tangan kekar Siwon. Dan tangan Siwon satu lagi digunakan Siwon untuk memeluk pinggangnya.

Senyuman otomatis merekah di wajah putih Yoona. Wanita mana sih yang tidak suka diperlakukan seperti ini oleh suami yang dicintainya?

Karena Yoona terlampau senang, dirinya mengecup bibir Siwon beberapa kali. Inilah yang membuat Siwon akhirnya terbangun dan hanya butuh beberapa detik setelah itu, senyum indah muncul di wajah Siwon. Mungkin para fangirlsnya akan berteriak histeris jika melihat kondisi Siwon saat ini.

Siwon kemudian bersuara “Morning pretty.”

Yoona lagi-lagi tersenyum dan menjawab “Morning too.”

Siwon langsung menarik Yoona kedadanya, mencium puncak kepala Yoona lama lalu berkata “Oppa punya sesuatu untukmu sayang.”

Yoona pun langsung menjawab “Apa?”

Baru saja Siwon mau menjawab, Yoona sudah bersuara lagi “Oh ya, apa Oppa membeli pesanan yang kuberitahu sebelum Oppa pergi?”

Siwon menggelengkan kepalanya.

Raut wajah Yoona langsung berubah drastis. Yoona juga langsung mendorong tubuh Siwon agar dirinya tidak lengket dengan Siwon lagi.

Well, walaupun begitu, Siwon tidak marah. Siwon malah tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu.

“Yak! Oppa! Aku kan ingin makan macaron dari Paris itu!”

“Kita bisa membeli macaron di America juga Yoong..”

“Aku tidak mau Oppa! Aku kan sudah bilang.”

“Ya, mau bagimana lagi. Oppa lupa, Oppa kan kesana tidak cuma untuk membeli apa yang kau inginkan melainkan sebenarnya untuk press conference dan pemotretan 3 majalah. Jadi Oppa sibuk sayang.”

“Oppa tidak usah sok sibuk. Aku sudah bilang kan kalau Oppa lupa membelinya lagi kali ini, Oppa tidak boleh tidur denganku selama sebulan. Bahkan kalau bisa Oppa tidak usah pulang ke rumah ini sebulan!!!!”

“Yak! Choi Yoona! 4 hari aku meninggalkanmu, kau ternyata sudah begini. Ah.. Choi Siwon, istrimu sangat jahat!”

“Siapa yang Oppa bilang jahat, HAH?”

“You”

Siwon sudah akan memeluk Yoona tetapi kemudian ia mengurungkan niatnya itu karena Yoona tiba-tiba berteriak

“AND NO TOUCHING!”

Siwon pura-pura mengelus dadanya dan becanda dengan berkata “Kemana istriku yang selalu lembut seperti malaikat? Apakah kau benar-benar Yoona yang ku kenal? Sepertinya bukan ya? Karena istriku, Yoonaku tidak pernah berteriak seperti ini kepadaku. Cepat kembalikan Yoonaku yang seperti malaikat itu.. aku mencintai malaikatku.”

Mendengarnya, entah mengapa air mata keluar dari kedua mata indah Yoona. Siwon yang melihatnya juga sangat sangat terkejut. Yoona biasanya tidak pernah begini.

Siwon langsung membawa Yoona ke pelukkannya dan berkata “Oh.. Sorry baby. Oppa hanya becanda.. hm..”

Yoona dengan suaranya yang terbata-bata menjawab “Ani, aku yang salah Oppa. Aku sudah berteriak seperti nenek sihir tadi. Sorry Oppa jika perkataanku menyakitimu tadi.”

Siwon mengecup kepala Yoona lembut. Ah, Yoonanya kembali..

Siwon lalu bersuara “Jadi mengapa kau nangis sayang? Oppa tidak marah karena kau berteriak, malah Oppa suka karena selama ini kau selalu berperilaku seperti seorang Queen terhormat.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Aku takut Oppa tidak mencintaiku lagi karena melihat aku berteriak seperti itu. Aku juga terkejut kenapa aku berteriak karena hal seperti itu. Sorry Oppa.”

Siwon langsung mengecup bibir Yoona dan menghapus air mata yang kembali mengalir lalu menjawab “Hey sayang.. Kau harus percaya pada Oppa. Mau bagaimanapun perilaku, sikap dan apapun kekuranganmu, Oppa tetap akan mencintaimu. Hanya kau sayang. Oppa hanya dapat melihatmu sayang. Percayalah okay?”

Mendengar ucapan Siwon, Yoona menangis lagi.

Siwon sejenak bingung dengan perubahan emosi sangat cepat yang dialami istri tercintanya.

Ah, Siwon baru tersadar kalau Yoona kan sedang hamil.. jadi inilah yang membuat emosi Yoona berubah cepat.

Dan oh. Karena menenangkan Yoona tadi, Siwon lupa kalau macaron yang Yoona inginkan harusnya sudah ada di meja makan. Tadi, Siwon hanya mau menggoda Yoona.. tak disangka, Yoona begitu kesal tadi. Haha. Mana mungkin Siwon melupakan pesanan yang sudah sangat diinginkan istrinya sejak satu minggu yang lalu.

Dan ya satu lagi.. pesawat pribadi Siwon sekarang harusnya sudah ada di bandara.

Oh Siwon.. mungkin rencanamu kali ini akan berantakan karena waktu keberangkatannya harus diundur 1 jam lebih mengingat sekarang saja mereka masih berada di atas tempat tidur.

Saatnya mencari ide Siwon.. mencari ide bagaimana caranya membawa Yoona ke bandara dan naik pesawat tanpa tau jika kau menyiapkan tempat special untuk menghibur dirinya.

THE END

Sorry kalau ceritanya membosankan. Aku buat cerita ini in hurry banget karena aku baca comment di coretan yang kemarin aku post, banyak yang mau baca cerita YoonWon.. jadi aku usahakan aja. This is it.

Don’t forget to comment..

Thankyou readers~~