[Coretan] Sudden Happiness

Title :  Sudden Happiness

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and find others by yourself

Disclaimer : All the casts are not belong to me, they are belong to God, their families and company.

..

..

Kembali lagi dengan coretan singkat, SENANG GA? Semoga suka ya guys.

.

.

.

.

 

 

Happy reading!!

 

 

Author POV

 

Seorang wanita cantik terlihat sedang duduk di kursi santai pinggir villa di pulau miliknya, tepatnya pulau ini diberikan sang Appa saat dirinya berusia pas 20 tahun. Hmm.. terlahir sebagai anak bungsu membuat Appanya selalu khawatir padanya, selalu mencari informasi tentangnya, selalu memperhatikan dan menanyakan apapun yang dibutuhkannya. Padahal, bukan sombong, dirinya bisa membeli apapun yang diinginkannya sendiri dengan hasil kerjanya sendiri. Tapi ya, demi menghargai sang Appa, akhirnya ia menyetujui saja ketika diberi pulau private yang indah ini.

Wanita tersebut duduk dengan memakai kacamata hitam yang pas di wajah kecilnya. Dirinya benar-benar terlihat biasa saja, seperti sekarang tidak ada sinar matahari diatas langit. Padahal, sinar dan terik matahari sangatlah terik, ah, melihatnya saja sudah dapat membuatmu merinding apalagi kau berada di posisi wanita yang duduk di tengah pasir tersebut. Kurasa, kulitnya bisa terkelupas habis ini. Hmm.. kasihan sekarang kulit putih dan mulusnya itu.

Wanita itu terlihat senang sekali, memakan snack-snack dan lainnya yang ada di depannya. Like, she never eat for a month or so.

Pergerakan tangannya yang sudah mau mengambil orange juice terhenti ketika terdengar suara dering dari telepon genggamnya. Sejenak wanita itu melihat siapa yang menelepon dan ketika melihat nama ‘Choi Jiwon’ muncul di layar iPhonenya, dirinya tersenyum dan langsung menjawab telepon tersebut.

 

YoonA POV

 

Akhirnya Choi Jiwon meneleponku.. aku sudah menunggu telepon darinya sejak semalam. Saat kuangkat telepon darinya. Kalimat pertama yang kudengar darinya adalah “UNNIE! Aku sudah sampai. Tunggu adikmu yang manis ini sebentar lagi okay.”

Aku tersenyum dan menjawab “Kau dimana sekarang? Aku sedang duduk ditengah pantai. Cepatlah.”

“Sabarlah unnie. Aku tau kau sudah sangat kangen padaku kan?”

Aku pun terkekeh lalu menjawah “Ya. Ya. Ya. Terserahlah, intinya cepatlah kemari. You don’t know how lonely I am.”

Jiwon tertawa sangat keras lalu menjawab “Well, so I am your hero right? Ah.. kita bisa berpacaran bebas disini unnie. Tak usah pedulikan kekasihmu yang tak memperdulikanmu, huh..”

Yoona terkekeh dan berkata “Aku tau pesonaku sangat memukau, tapi maaf aku masih waras hahahahahaha.”

Jiwon pun menjawab “Yasudah. Tunggulah saja. See you unnieku sayang.”

10 menit kemudian

Aku yang tadinya menutup mata sejenak sekitika membuka mataku ketika mendengar suara nyaring yang berteriak “YOONA UNNIEEEE WHERE ARE YOU?”

Aku memutar kepalaku dan menemukan wanita yang sudah kuanggap adik perempuanku sendiri sedang berlari cepat ke arahku. Aku pun tak bisa menahan senyumku melihatnya. Ya selain unnie kandungku, member – member SNSD, dialah wanita yang dekat denganku dan kupercaya juga. Kami sudah kenal hampir 8 tahun lebih, jadi ya kalian kira-kira bisa menebak kita sedekat apakan?

Jiwon yang sudah duduk di kursi sebelahku langsung berbicara, walaupun suaranya terlalu keras untuk keadaan saat ini yang jarak antara kita hanya mungkin antara 80 cm sampai 100 cm, tapi aku tak terlalu memikirkannya karena aku sepertinya sudah bisa padanya. Haha. Dia berkata “Unnie. Kau gila ya? Panas sekali sekarang dan kau malah berjemur dengan bikinimu yang hah hanya menutup bagian penting tubuhmu saja. Kurasa wanita didepanku ini memang benar-benar sudah gila.”

Aku menjawab “Wae? Tak boleh memakai bikini? Pulau ini milikku dan yang disini hanya ada aku, kau dan para maid saja. Paling hanya ada uncle Park di tempat parkir. Kau sedikit berlebihan.”

Dirinya kembali mengeluarkan suara “Tidak ada yang melarang unnie memakai bikini. Yang kupermasalahkan adalah kenapa unnie seperti tak punya rasa lagi karena sekarang matahari tepat diatas sana bersinar dengan sangat teriknya. Kurasa kulit unnie kalau punya suara sudah berteriak kepanasan, unnie.”

Aku terkekeh lalu menjawab “Sudahlah. Tak usah pikirkan kulitku sekarang. Kita berenang saja sekarang.”

Matanya melotot lalu bersuara keras lagi “Unnie, kau ini kenapa sih? Berenang sekarang? Kau benar-benar gila? Managermu bisa mengamuk nanti kalau kulitmu bermasalah. Itukan A-S-E-T paling berharga dikarirmu.”

Aku memutar mataku “Tak usah bahas soal karirku. Okay, bukan tak tau diri dan tak menghargai orang yang fans dan mengidolakanku tapi yang memilikiku saja tidak peduli sama sekali jadi ya sudah.”

Sepertinya aku terjebak dalam kata-kataku sendiri karena ekspresi Jiwon menunjukkan dirinya siap menyerangku dengan mulutnya itu. Dan ya seperti dugaanku dirinya berkata “Oh jadi ini karena si tuan tersebut? Unnie kesal tidak dipedulikan ya? Atau kesal karena dirinya shooting variety show yang harus membuat dirinya lengket dan melakukan skinship yang selama ini unnie claim sebagai milik unnie kepada wanita itu? Hm.. tapi bukannya biasa unnie tak peduli ya? Karena kan memang pekerjaan kalian harus begitu. Atau jangan-jangan memang tuan menyebalkan tersebut selingkuh? Tapi unnie malu mengatakannya?”

Baru saja aku mau mengeluarkan suaraku tapi dirinya sudah langsung berbicara lagi “Dan ya.. sekarang aku mulai mengerti.. sepertinya aku diundang unnie kesini untuk menjadi unnie lampiaskan kekesalan unnie kan? Unnie mau balas dendamkan? Ah, sakit sekali rasanya.” Dan setelah itu, dirinya berjalan pergi menuju villa utama dipulau ini. Tak usah bingung lagi mengapa dia bisa seenaknya melewati batasan tamu yang tersedia tanpa memasukkan kartu tamu pas memasuki perbatasan menuju ke villa utama, itu karena dirinya memang selalu berlaku seenaknya dan merasa pulau ini miliknya jadi dia menyuruhku untuk menambah scan pengenal tubuhnya dalam list orang-orang yang kukenal. Dan saatnya aku merayu perempuan yang sepertinya sedang ngambek.

Dia berjalan cepat sekali, aku pun sampai di villa utamaku beberapa saat setelah dirinya sampai. Saat aku membuka pintu, yang ada malah villa ini gelap. Yang benar saja sih, siapa yang menutup semua lampu di 1 villa ini. Aku kan takut gelap jadi aku selalu mengingatkan semua maid atau petugas di pulau ini selalu membuka semua penerangan setiap saat apalagi ketika aku datang dan tinggal disini.

Aku pun berjalan sambil memegang dinding-dinding untuk mencari tombol lampu supaya aku bisa membuka lampunya. Selain itu, aku juga memanggil Jiwon dengan suara lumayan keras.

Sudah beberapa menit dan aku masih belum bisa melihat apa-apa. Aku seperti hilang ingatan saja tidak tau mana tombol penekan lampu berada. Dan tiba-tiba saja pintu villa ini yang tadi tak kututup tertutup dari luar. Ini tentunya membuatku semakin panik. Bukan karena takut ada teroris, sasaeng fans atau anti-fans yang ingin mencelakakku berada disini. Tapi karena aku memang sangat takut pada kegelapan.

Aku terus mengucap nama Jiwon dan teringat aku bisa membuka flashlight iPhoneku dan oh God, sial sekali, iPhone sepertinya masih berada di tempat yang duduki tadi. Damn it. Pabo Yoona.

Aku menyerah, aku tak tau lagi harus bagaimana, Jiwon belum juga muncul berarti bukan dia pelakunya. Dia saja tak disini jadi tak mungkin dia mengerjaiku sekarang dengan cara semua ini.

Aku menangis, benar-benar menangis. Entah kenapa aku tak berniat berteriak ataupun minta tolong dengan suara keras padahal pasti setidaknya ada maid yang lewat dan bisa membantuku membuka pintu dari luar karena mereka pasti ada kunci serapnya jika kunci pintunya diambil oleh pelaku kejadian ini.

Lama-lama aku lemas sehingga aku pun terduduk sembarang dilantai villaku. Ironis sekali bukan. Siapapun yang melakukan ini akan ku beri hukuman seberat-beratnya kalau perlu aku tidak akan mau melihatnya selamanya. Lihat saja.

Aku yang lama-lama sudah mulai tenang, maksudku aku sudah tak menangis lagi kembali dikejutkan dengan adanya tangan atau apapun itu yang terasa melingkar di pinggangku. Apakah ini Jiwon? Karena mau menyakinkan apakah ini Jiwon atau bukan, aku berusaha untuk tak takut dan memegang tangan seseorang yang melingkar dipinggangku saat ini. Dan ini bukan Jiwon karena tangannya sangatlah berotot sedangkan tangan Jiwon mungkin 2 atau 3 kali lebih kurus dari tangan orang yang kupegang ini.

Aku sebenarnya takut tapi aku tak mau sembarang dipeluk orang karena walau bagaimanapun, mau ada yang melihat aku dipeluk orang lain atau siapapun itu, kalau dia bukan orang yang sangat dekat denganku, aku tidak mau karena aku sadar aku sudah menjadi milik orang lain, ya walaupun aku belum menikah dan bisa saja orang yang kuanggap pacarku itu tak menganggapku lagi, aku tak peduli. Selama aku terikat pada suatu hubungan dengan orang, aku harus tau diri.

Aku pun akhirnya menggigit tangan orang ini dengar keras. Tak peduli lagi jika aku dipukul atau apa nantinya. Yang penting jangan memeluk atau memegangku saja.

Orang tersebut bukan kesakitan, tapi aku malah mendengarnya seperti terkekeh atau tertawa lucu. Apasih yang lucu?

Dan ternyata diluar dugaanku, dirinya malah mencium pipiku, dan entah bagaimana dirinya tau posisi mulutku tapi dirinya berhasil melumat pelan bibirku. Dan ini otomatis membuatku histeris dan menangis sejadi-jadinya. Aku tidak terima diperlukan seperti ini.

Aku heran, mengapa saat aku menangis keras suasana di ruangan ini malam hening, orang tersebut seperti memberi waktu untukku untuk menangis. Apa ini cuma perasaanku saja?

Aku menutup mataku dan tetap membiarkan air mataku turun. Aku ingin sekali menghajar orang tersebut. Tapi aku merasa sangat lemas sekarang. Aku seperti tak berdaya. Bagaimana kalau dirinya berlaku lebih? Bagaimana aku harus menjelaskan pada Siwon Oppa nantinya. Bagaimana jika Siwon Oppa dan aku benar-benar putus jika dia tau soal ini? Aku malu, aku marah. Tapi di satu sisi, aku juga merasa aku tidak bisa berbuat apapun. Menyedihkan sekali bukan? Ejeklah aku jika kalian ingin, kali ini aku mengakui aku lemah. Katakanlah jika mau.. aku tak akan memarahi kalian.

Aku benar-benar sudah lemas padahal orang tersebut tak lagi menyentuhku tapi mungkin karena terus berada di kegelapan membuatku panik, takut sehingga tenagaku terkuras habis.

Saat aku memutuskan menyerah saja, maksudnya tidur saja karena mataku tak bisa tahan terbuka lebih lama lagi, dengan sangat sangat tiba-tiba seluruh lampu terbuka, cahaya pun sangat menusuk mataku langsung. Aku melihat sekitar mencari apakah ada orang, maksudku mana orang yang tadi? Masak sih dirinya kabur setelah hanya memelukku. Aneh sekali dan lagi tak ada barang-barang yang hilang sepertinya.

Dan….. seperti tersambar petir.. aku tiba-tiba tersadar villa utamaku ini sudah dihiasi oleh dekorasi yang sangat elegant. Well, I can say its my kind of taste. Apakah Jiwon yang melakukan ini? Tapi dia kemana. Kenapa masih belum muncul juga? Karena setelah beberapa menit masih tak ada orang kuputuskan untuk ke kamarku saja sekalian membersihkan diriku. Hah. Aku tak peduli lagi dengan kejadian tadi dan keanehan yang terjadi tiba-tiba di seluruh ruangan depan ini.

Aku pun dengan cepat membuka pintu kamarku. Ketika aku berada di dalam, mataku bertemu dengan seseorang. Aku bukan tak percaya, tapi hanya ini semua seperti mimpi. Dia kemarin bilang dia sedang di Hongkong untuk promosi film barunya. Tapi sekarang nyatanya dirinya berada didepanku, tersenyum sambil memegang bucket bunga besar baby breath. Bunga kesukaanku.

Aku seperti tak dapat berjalan, yang benar saja, aku tak menyangka saja. Ditambah aku sedang sedikit ada masalah sepihak dengannya. I mean, masalah aku dengan asumsiku tentang dia. Mungkin saatnya aku mengaku kali ini kalau aku bodoh karena telah meragukan satu-satunya namja yang setia berada disampingku dalam keadaan apapun itu, entah disaat baik atau susah, disaat aku terpuruk ataupun senang, baik saat aku merasa diriku dalam keadaan terjelek pun dirinya selalu ada disampingku, berjalan bersamaku. Matanya melihatku seperti aku adalah seorang malaikat padahal hah, aku sadar diri kadang tingkahku seperti iblis yang jahil dan ya.. begitulah.. aku kekanankan dan manja, perempuan yang menyusahkan dirinya dan kadang tak dapat mengerti dan tak mau mendengan penjelasannya sebelum aku marah. Memalukan bukan? Tapi dengan sikapku yang tak mengenakkan pun dirinya selalu berdiri, membimbingku, mengiringku semampu dirinya. Aku bersyukur sekali. Jika saja 10 tahun lalu setelah aku menolak untuk menjadi pacarnya karena aku masih baru debut, dirinya tidak setia dan tetap bersabar menungguku. Kurasa aku akan sanga menyesal sekarang jika melihatnya dengan orang lain. Hmm. Entahlah, intinya dia harta yang sangat berharga untukku.

Siwon Oppa terkekeh ketika melihat ekspresiku yang mungkin seperti orang kehilangan nyawa. Dirinya langsung berjalan ke arahku, memelukku dan tak lupa memberikan kecupan pada dahi dan kepalaku. Okay, kalian senang kan?

Setelah pelukkan kami terlepas, dirinya berjongkok didepanku, menyodorkan bucket bunga tadi. Aku tersenyum, terharu sekali.

Dan..

Dan..

Dan..

Aku tak menyangka dirinya bukan hanya berjongkok untuk memberi bunga itu, tapi aku melihat selanjutnya dirinya mengeluarkan box bercorak love dengan taburan crystal-crystal indah. Siapa sih yang tak tau apa artinya? Aku jelas tau. Tapi sekali lagi, aku merasa tak percaya pada kejadian hari ini.

Dia, Choi Siwon, Siwon Oppa, kekasihku, tunanganku, melamarku untuk menjadi istrinya. Ya ampun, kalian dapat mengerti betapa terkejutnya aku kan. Aku yakin kalian paham.

He said “Im Yoona, its a pleasure to know you since you were 13 years old. Watching you grow up from a little innocent child into a beautiful pure young girl and into a stunning kind-hearted woman is such an amazing thing and one of the best thing in my whole life. I may make you sad, cry and angry but I promise you I won’t ever break you precious and beautiful heart. Because I love you, love you with all my heart and it means if your heart broke, mine will too.”

Ku kira itu sudah semua yang akan Siwon Oppa katakan tapi ternyata masih ada lagi. Sekarang mataku sudah mengeluarkan air mata dan dirinya pun mengusapnya lalu berkata lagu “Now, let me sincerely ask, can you believe in me? Because now, I am asking you for a very big thing. Can you please let me to be the one who take care of you, of you soul and heart, be the partner and love of your life and to be one and only lady in my heart till death seperate us. Can you? So, will you marry me Im Yoona?”

Tanpa aku sadari aku mengeluarkan air mata lagi, mungkin wajahku entah seperti apa sekarang. Aku tak peduli lagi dengan semua itu. Serious. Aku juga akhirnya sadar yang tadi memelukku didalam kegelapan pasti Siwon Oppa. Awas saja Jiwon, kau.. huh.

Mengusap air mataku, aku pun menjawab “Of course I will because I love you with all my heart too Oppa.”

Siwon Oppa langsung berdiri dan mencium bibirku cukup lama. Kami pun seperti terlarut dalam suasana indah ini. Kalau saja tidak ada seorang wanita yang menganggu kurasa ciuman kita tak akan lepas entah sampai kapan. Dan kalian sudah pasti tau siapa wanita itu, dia bernama Choi Jiwon, calon adik iparku satu-satunya. Guys, entah ini memang takdir yang terlalu baik padaku atau apa. Aku sangat beruntung bisa menjadi calon istri seorang Choi Siwon, belum lagi memiliki mertua yang super baik, perhatian dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri dan juga dekat dengan adik Siwon Oppa satu-satunya. Well, mungkin bagi sebagian dari kalian bilang banyak yang sudah mendapatkan suami, mertua dan kakak atau adik ipar yang seperti itu. Tapi menurutku, ini sangatlah jarang. Yang ku tau, biasanya mertua dan menantunya ada sesuatu yang membuat mereka tidak akur ataupun antara kakak ipar dengan adik ipar atau adik ipar dengan kakak ipar. Aku teramat bersyukur. Entahlah. Pokoknya bersyukur saja. Dan otomatis, semua ini membuatku melupakan kejadian-kejadian yang membuatku kesal dan ingin marah pada Choi Siwon dan Choi Jiwon. Membuatku dapat melupakan prasangka-prasangka aneh mengenai tunanganku sendiri.

Choi Siwon, kurasa kau yang terbaik untukku. Semoga kita dapat terus bersama hingga hanya maut yang dapat memisahkan kita seperti yang kau inginkan. Kuharap nantinya kita dapat membangun keluarga yang saling mengasihi, menghormati dan selalu bahagia walaupun aku tau kita pasti akan bertengkar ataupun aku mendiamkanmu atau apapun itu yang tak mengenakkan akan terjadi. Tetapi semoga saja kita dalam melewati semua rintangan dan problem didepan kita bersama-sama, tidak meninggalkan satu dibelakang ataupun satu berjalan duluan didepan. Kita harus saling beriringan menghadapi semuanya. Semoga apapun itu, kita akan diberi kekuatan untuk menghadapinya. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Oppa. Saranghae. Terima kasih sudah membawa begitu banyak kesenangan dengan kehadiran Oppa dalam hidupku, terima kasih selalu berusaha membuatku bahagia, terima kasih selalu menjadi seorang namja yang pengertian kepadaku yang masih suka kekanak-kanakkan ini. Terima kasih Oppa, terima kasih sudah menerima diriku yang tak sesempurna dirimu dan yang paling penting terima kasih telah bersabar menungguku bertahun-tahun yang lalu, memilihku diantara banyak wanita yang dapat kau pilih dan selalu setia padaku. Terima kasih Oppa telah memberikan banyak cinta dan kasih sayang padaku. Terima kasih telah mencintaiku Oppa. Aku mungkin tak akan dapat membalas semua perbuatan Oppa yang sungguh banyak dan baik dihidupku tapi aku berjanji sebisa mungkin aku akan mencintai Oppa lebih besar dari Oppa mencintaiku.

 

Jika suatu saat, Oppa membaca kalimat-kalimat itu, aku berharap Oppa akan tersenyum bahagia dan semoga pada saat itu aku sudah dapat menjadi Im Yoona yang lebih baik untukmu Oppa. Gomawo untuk semuanya. Love you Choi Siwon.

THE END.

Semoga coretan ini bisa mengobati yang udah rindu YOONWON ya. And no sequel untuk ini dalam waktu dekat dan ga berencana buat sequelnya juga sih.

If can, please comment, like and share. Thankyou guys.

Advertisements

[Coretan] Public?

Title : Public?

Cast : Siwon, Yoona and others.

Disclaimer : All the casts are belong to God, their families and company.

.

.

.

So guys, I’m back with this very short. I write it in the middle of my very busy time. Hope you guys like it.

.

.

.

 

Happy Reading my readers!

Author POV

2019

Setelah delapan tahun berpacaran (walaupun mereka baru mengaku pada publik mereka berpacaran pada tahun ke lima mereka) dan bertunangan pada tahun ketujuh berpacaran, akhirnya salah satu pasangan fenomenal di Korea Selatan maupun di luar Korea Selatan, oh tepatnya mereka adalah pasangan yang sangat terkenal sampai Amerika Serikat, mengumumkan kepada publik mereka akan melakukan pernikahan 5 bulan yang lalu. Mereka sengaja mengumumkan pernikahan yang akan diadakan hari ini beberapa bulan yang lalu karena mereka tidak mau dibilang sengaja menyembunyikan soal hubungan mereka lagi seperti lima tahun yang lalu ketika hubungan rahasia mereka terungkap melalui reporter paparazzi. Siwon dan Yoona pun tentunya sudah siap menerima segala bentuk respon dari publik setelah mengumumkan pernikahan mereka lewat konferensi pers yang dilakukan keduanya secara bersama-sama beberapa bulan lalu.

Entahlah, baik Siwon dan Yoona, lebih tepatnya Siwon sudah capek dan memilih untuk tidak peduli lagi dengan respon-respon publik mengenai hubungannya dengan Yoona. Terserah apa kata publik dan media, lagipula berpacaran, bertunangan dan menikah bukanlah kejahatan bukan?

Okay, memang benar jika dia pernah dikatakan cupu karena tidak berani mengungkapan hubungan pacarannya dengan Yoona delapan tahun yang lalu. Tapi itu semua semata-mata untuk menjaga kekasihnya. Kita semua disini tau bukan, fans dari aktor dan idol pria lebih menakutkan dan fans histeris actress atau idol perempuan manapun jadi Siwon tidak ingin mengambil resiko, YoonAnya diteror atau apapun itu. YoonAnya bagai mutiara yang teramat berharga untuknya sehingga dirinya tidak mau mengambil resiko harta berharganya tergores oleh apapun itu.

Tetapi ketika hubungan mereka yang sudah lumayan lama terungkap, Siwon pun secara bangga memamerkan kepada publik kalau Im Yoona adalah miliknya walaupun Yoona pada saat itu masih sering enggan melakukan public date atau pergi ke daerah ramai berduaan dengan Siwon karena tidak mau membuat headline atau keheboan akibat kencan mereka atau apapun itu.

Sebenarnya, ketika berita hubungan mereka keluar ke publik, memang 40% dari kolom komentar adalah negative comment tapi itu karena para fans cemburu karena Choi Siwon mereka telah menjadi milik Im Yoona ataupun fans Im Yoona cemburu karena pujaan mereka telah menjadi milik Choi Siwon sehingga tidak ada harapan bagi mereka lagi. Namun, setelah hampir satu tahun, lama kelamaan makin banyak netizen dan fans sudah dapat merelakan idol mereka berpacaran walaupun ya masih ada saja yang bertingkah dan berbuat aneh. Salah satunya seperti (kira-kira sekitar 1 tahun setelah berita mereka berpacaran)  Siwon dan Yoona tertangkap sedang menikmati liburan mereka di New York dan yang benar saja ada fans yang melempar poster bergambar Yoona dengan coretan “X” di muka Yoona dan tulisan kebencian tentang Yoona kearah Yoona yang pada saat itu dirangkul oleh Siwon. Ketika itu terjadi, tentunya Yoona sedih dan kesal mengapa masih ada saja yang bertingkah aneh menanggapi hubungannya dengan Siwon, lebih tepatnya fakta kalau Siwon adalah miliknya. Yoona bahkan menangis ketika mereka masuk ke mobil (padahal waktu itu dirinya dan Siwon sedang berjalan menuju toko es krim favoritnya). Jangan bilang Siwon hanya diam, Siwon bahkan sudah mau mengejar orang yang melempar Yoona walaupun pelempar itu adalah seorang wanita tetapi Yoonalah yang mencegah Siwon untuk melakukan itu.  Setelah kejadian itu, Yoona dan Siwon pun menjadi lebih hati-hati memilih waktu dan tempat untuk berkencan. Bahkan orang tua Yoona menyewa beberapa bodyguard untuk putri semata wayang mereka. Tuan Im yang adalah pemilik sekaligus CEO dari Im Company dan Im Department Store sempat mau membawa persoalan ini ke meja hijau tetapi lagi-lagi Yoona menyuruh tidak usah untuk melakukan itu.

Tidak lama setelah itu, Siwon dan Yoona lagi-lagi mengumumkan sesuatu tentang hubungan mereka yaitu mereka akan bertunangan tepat pada hari anniversary mereka yang ketujuh. Selain itu, YoonA pun memberitahu jika dirinya akan vakum dari dunia drama atau film dulu entah sampai kapan itu dengan alasan pribadi yang enggan dibicarakannya tetapi dirinya akan lebih fokus pada dunia modelling dan masih dapat menjadi model video clip. Sedangkan Siwon tidak vakum dari bidang apapun tetapi publik dan fans tidak dapat menutup perasaan mereka jika Siwon semakin mengurangi kegiatannya di dunia entertainment. Ditambah setalah beberapa bulan dari berita pertunangan mereka, Siwon terlihat sering dapat ke kantor utama Hyundai. Karena foto-foto yang beredar, banyak fans dan netizen pun berpikir apa Siwon sedang bersiap-siap untuk menjadi seorang CEO.. apa Siwon akan benar-benar meninggalkan dunia entertaiment dan sebagainya. Dan ya, dugaan mereka pun benar. Siwon dan keluarga Choi memutuskan Siwon akan menjadi seorang CEO lagipula usianya juga sudah 30an jadi ini adalah waktu yang tepat menurut mereka semua.

Dan lima bulan yang lalu berita yang lebih heboh dari berita-berita sebelumnya pun tercipta karena Siwon dan Yoona mengadakan konferensi pers di salah satu hotel milik Yoona. Okay, Yoona diam-diam memiliki hotel guys. Mereka berdua duduk dihadapan semua reporter yang datang dan dengan berani mengumumkan jika mereka akan menikah 5 bulan lagi. Pernikahan mereka diadakan 3 kali. Yang pertama, pada pagi hari mereka akan melaksanakan pemberkatan nikah di salah satu gereja besar di Seoul dan pemberkatan nikah mereka diadakan secara tertutup hanya untuk keluarga dan sahabat-sahabat dekat dari kedua pihak. Yang kedua, dua hari setelahnya, mereka akan menggelar resepsi pernikahan mereka di Paris tetapi ini juga diadakan secara tertutup hanya saja banyak artist akan datang dan teman-teman mereka dari kalangan manapun akan hadir. Yang ketiga, satu minggu setelah resepsi pernikahan di Paris, mereka akan mengelar resepsi pernikahan di Seoul dan ini diadakan secara terbuka, bahkan beberapa media yang terpilih diizinkan meliput semuanya, bahkan fans baik fans Siwon dan Yoona dipilih masing-masing 150 fans yang dipilih oleh ketua fanclub resmi keduanya. Jangan mencoba berkomentar mereka terlalu berlebihan karena mengadakan resepsi yang besar dan sebagainya karena mereka memang pantas melakukan itu apabila mereka bahagia. Mengerti?

Dan tidak usah terkejut, banyak reporter bertanya kemana mereka akan pergi untuk honeymoon mereka. Dan Siwon pun tersenyum lebar dan menjawab “Somewhere in Europe or America” yang membuat para reporter semakin penasaran tapi mau tak mau mereka menduga-duga sendiri.

 

Siwon POV

Setelah pemberkatan selesai, aku dan Yoona pun segera masuk ke mobil Limoku yang akan membawa kami ke rumah kami berdua.

Selama perjalanan, aku terus menatap wajah wanita yang baru saja resmi menjadi istriku. Entahlah, aku tidak pernah bosan menatap wajahnya padahal wajah yang sedang kupandang ini adalah wajah yang sudah sering kupandang sejak delapan tahun yng lalu. Oh, salah, bahkan sudah lebih dari sepuluh tahun karena sebelum kami berpacaran, aku memang sudah menyukai Yoona tetapi pada saat itu aku belum terlalu berani mengutarakan perasaanku ditambah aku takut Yoona menolakku. Ah tapi itu tidak penting lagi, sekarang saja dirnya sudah resmi menjadi istriku haha. Tapi, sungguh, bagiku, semua yang ada diwajahnya adalah sempurna. Aku terus mengucap syukur pada Tuhan yang memberiku seorang istri seperti dirinya, betapa beruntung aku bukan.

Pandanganku kearahnya terganggu ketika tangannya mengusap pipi kananku. Yoona selanjutnya bertanya “Oppa! Ada apa? Apa yang sedang Oppa pikirkan hm?”

Aku tersenyum dan mengecup dahinya lalu hanya menggelengkan kepalaku tanda tidak ada apa-apa.

Setelah itu, Yoona kembali mengeluarkan suara “Ada apa sih Oppa? Kau sangat aneh sekali.”

Aku tertawa lalu menjawab “Jadi kau benar-benar penasaran? Ingin ku beritahu?”

Yoona menjawab “Ya aku penasaran.. jadi beritahu aku sekarang Oppa.”

Aku pun menjawab “Baiklah, tapi ada satu syarat sayang.”

Mendengar itu, Yoona memandangku dengan tatapan ‘syarat apa?”

Aku yang mengerti tatapannya pun berkata “Kau harus mencium Oppa dulu.”

Yoona membulatkan matanya, membuatnya terlihat sangat lucu dan cute. Oh Tuhan, mengapa istriku bisa begitu menggemaskan. Kurasa aku telah berbuat sesuatu yang sangat baik dikehidupanku yang dahulu (jika kehidupan dulu memang ada haha)

Lalu, Yoona pun berkata “Tidak mau Oppa. Kalau Oppa tidak mau memberitahuku, yasudah. Itu kan hak Oppa. Walaupun kita suami istri sekarang, aku tetap mengerti kok pasti ada hal yang dikategorikan privacy bagi kita masing-masing. Yasudah tidak usah dibahas lagi. Aku tidak apa-apa tidak mengetahuinya.”

Mendengarnya berkata seperti itu membuatku sedikittttt kesal dan merasa lucu. Kesal? Mengapa? Karena Yoona berpikir aku tidak akan memberitahunya beberapa hal walaupun dia sudah menjadi istriku.. padahal kan maksudku hanya untuk mengerjainya. Ah Yoonaku. Dan lucu saja karena walaupun dia berkata begitu, aku tau sebenarnya dia sedikit kecewa ketika mendengarku mengajukan syarat dan sebenarnya aku juga tau dia mau saja menciumku tapi akhirnya menolak karena terlanjur berpikir negative seperti tadi. Maklum saja okay, Yoona kadang memang kekanakkan.. mungkin karena faktor lahir menjadi anak tunggal di tengah-tengah keluarga yang biasa memanjakannya. Bahkan sepupunya semua sangat menyayangi dan memanjakan Yoona karena Yoona adalah satu-satunya keturunan bermarga Im yang berjenis kelamin perempuan diantara mereka semua. Ditambah Yoona adalah yang paling muda diantara semua sepupu laki-lakinya.. jadi ya kalian bisa membayangkannya. Satu lagi, selain itu, ketika bertemu orang tuaku, khususnya Omma, ya ampun aku pun jadi bingung siapa anak Ommaku sebenarnya.. Yoona atau diriku. Belum lagi kalau Jiwon sedang ada di Korea seperti ketika hari Natal, Jiwon bela-bela pulang dari London hanya untuk bertemu Yoona atau misalnya jika Yoona dan aku sedang berlibur ke suatu tempat, pasti Jiwon akan memaksa dirinya datang menemui kami, tepatnya Yoona. Entahlah, semua keluargaku seperti lebih menyayangi Yoona ketimbang diriku yang adalah anak atau saudara kandung mereka. Aku sih tidak masalah sebenarnya, malah aku senang karena Yoona diterima dengan sangat baik. Aku juga tidak menyangka, dulu, satu hari setelah aku berpacaran dengan Yoona, aku membawa Yoona bersamaku yang akan menghabiskan waktu dengan keluargaku di salah satu villa Appa di Jeju. Ketika orang tuaku,  Jiwon dan sepupu-sepupuku bertemu dengan Yoona, rasanya mereka sudah mengenal lama karena dalam waktu yang sangat singkat mereka sudah sangat akrab. Bahkan Yoona menjadi seperti emas limited edition diantara kita semua karena semua perhatian berpusat padanya. Hmm.. mengingat itu semua membuatku benar-benar merasa bahagia.

.

Ketika mobil yang membawa kami sudah memasuki gerbang pertama rumah kami, aku baru tersadar kalau aku sudah melamun dalam waktu yang cukup lama. Dan lagi, aku juga baru tersadar Yoona sudah tertidur di pundakku.

Aku pun membangunkan Yoona ketika mobil kami benar-benar sudah sampai di depan pintu masuk utama rumah kami. Yoona pun akhirnya terbangun setelah aku mencium pipinya beberapa kali. Setelah itu, aku turun dari mobil dan bergegas membukakan pintu untuk istriku lalu masuk ke rumah kami.

Ketika pintu masuk dibuka oleh salah satu maid, Yoona terlihat sedikit terkejut ketika melihat banyak maid dan pekerja yang berbaris sejajar berhadapan. Yoona awalnya terlihat canggung, tetapi langsung tersenyum kepada semuanya. Okay, dia berhasil memamerkan senyum sejuta dollarnya.

Setelah itu, aku dan Yoona pun berjalan menuju lift untuk naik ke lantai atas dan mengganti baju kami lalu ya kalian tau selanjutnya apa yang pengantin baru lakukan bukan? Jangan bilang tidak tau, karena aku tau kalian mungkin saja sedang tersenyum ketika membaca ini hahaha karena membayangkan sesuatu yang jauh lol.

Author POV

Keesokan harinya, ketika matahari menembus kaca jendela kamar pengantin baru ini, mereka barulah terbangun, lebih tepatnya Choi YoonA baru terbangun. Karena suaminya, Siwon sudah terbangun dari jam 10 pagi tepatnya jam yang lalu dan segera menyiapkan kejutan kecil untuk istri tercintanya yaitu dirinya memasakkan makan pagi untuk istrinya. Jangan menganggap ini biasa saja, bukan surprise yang special ok. Yang membuat ini menjadi special ialah karena seorang Choi Siwon yang tidak pernah memegang alat-alat dapur kini berhasil memasak 3 macam masakkan yaitu fruit and vegetable salad sebagai hidangan pembuka yang sangatlah cocok untuk Yoona, cream chesse soup, tenderlion beef steak sebagai main dishnya dan chocolate cake yang dipesannya pagi tadi dari bakery yang biasanya Yoona kunjungi.

Jadi, ketika kedua mata Yoona terbuka, dirinya langsung disajikan pemandangan wajah tampan suaminya tepat didepan wajahnya dan tak lama setelah itu ia mendapatkan ciuman di seluruh wajahnya dari dahi, mata, hidung, keduanya pipi dan terakhir bibir mungilnya yang mempesona sekali bagi para namja apalagi bagi Siwon, suaminya. Kalian bisa membayangkan bukan betapa bahagianya Yoona saat ini. Belum lagi ketika melihat apa yang disiapkan Siwon untuknya membuat Yoona meneteskan air matanya karena terharu walaupun Yoona sempat protes mengapa Siwon tidak membangunkan Yoona tadi kan seharusnya Yoonalah yang menyiapkan makanan untuk mereka terutama untuk Siwon ya walaupun dia tak bisa memasak, kan dia bisa membantu juru masak mereka. Siwon yang merasa gemas atas perkataan Yoona langsung mengecup bibir Yoona dan berkata “Haiz, Yoong, kau ini tidak perlu melakukan itu tau.

Yoona pun langsung menjawab “Tapi kan aku juga harus belajar Oppa. Apa kata orang jika tau istrimu Im YoonA tidak dapat melayani suaminya dengan baik? Bagaimana kalau aku dibilang hanya mau hartamu saja. Hah!”

Siwon tersenyum lalu membawa wajah Yoona kedalam kedua tangannya lalu berkata “Oh.. jadi istriku ini takut dibilang tidak dapat melayani suaminya dengan baik? Ah.. apa aku harus memberitahu dunia kalau istriku melayani dengan sangat sangat baik diranjang? Ya ampun.. aku sampai merasa sangat puas dengan servicenya tadi malam. Ya sudahlah, sekarang Oppa telepon wartawan ya biar semua dunia tau istri Choi Siwon melayani suaminya dengan sangat baik di ranjang sampai ranjangnya sang–”

Yoona lalu melepaskan tangan Siwon dari wajahnya dan berteriak “YAK!! OPPA! Aku tidak sedang becanda sekarang.”

Siwon tertawa dan menjawab “Oppa tidak sedang becanda juga sekarang sayang..”

Walaupun berteriak tapi pipi Yoona bersemu merah dan menjawab “Terserah Oppalah. Aku mau mandi saja.”

Ketika Yoona sudah akan turun dari ranjang mereka, Siwon langsung menarik tangannya yang membuat Yoona terduduk di kaki Siwon. Siwon langsung mengecup seluruh wajah Yoona yang menyebabkan Yoona mengeluarkan suara tawa yang terdengar sangat menggemaskan.

Siwon lalu berkata “Kau marah hmm?”

Yoona menjawab “Tidak Oppa.”

Siwon berkata lagi “Jadi kenapa kau sama sekali tidak melirik masakkan Oppa yang dimeja hm?”

Yoona terdiam sebentar meski kedua matanya terus menatap Siwon lalu berkata “Aku malu Oppa. Aku tidak bisa berbuat apa-apa yang berurusan dengan rumah tangga. Maksudku aku tidak bisa memasak, membersihkan rumah dan masih banyak lagi. Aku bingung Oppa. Aku semakin merasa kau sangat perfect sedangkan aku sangat tidaklah sempurna Oppa.”

Suara Yoona yang terdengar sangat sedih dan seperti akan menangis membuat Siwon langsung mengecup bibir Yoona lalu berkata “Okay, sekarang dengar Oppa ya. Kau itu tidak perlu melakukan apapun. Buat apa Oppa membayar semua pelayan dan pekerja dirumah ini jika Oppa ingin istri Oppalah yang melalukan semua pekerjaan rumah untuk Oppa. Lagipula siapa sih yang bilang kau tidak sempurna? Kau terlalu sempurna sayang, sempurna untuk Oppa. Kau mungkin tidak bisa memasak dan lain-lain, tapi hatimulah yang membuat Oppa semakin mencintai dirimu. Kau selalu berpikir kau yang salah dan memikirkan orang lain terlebih dahulu. Hal-hal seperti itulah sudah cukup untuk Oppa sayang. Kau jangan merasa terbeban karena kau menjadi istri Oppa okay? Oppa menikahimu bukan untuk menyuruhmu melakukan prkerjaan rumah sayang. Oppa menikahimu untuk membahagiakanmu, untuk menjadikanmu ratu dan memanjakanmu seperti yang orang tuamu selalu lakukan kepadamu. Jadi berjanjilah tidak merasa sedih karena ini lagi okay?”

Yoona pun mengangguk lalu mengecup bibir Siwon dan berkata “Gomawo Oppa. Kau selalu bisa menghiburku Oppa. Saranghae.”

Siwon pun menjawab “Nado saranghae Yoong. Sekarang makan dulu masakkan Oppa. Ini masakan pertama Oppa seumur hidup Oppa. Mungkin rasanya tidak enak karena ini pertama kalinya Oppa memasak dan sama sekali tidak ada campur tangan orang lain”

Yoona pun memakan saladnya terlebih dahulu dan mengatakan saladnya enak walaupun Yoona becanda kalau dirinya juga bisa membuat salad karena hanya potong-potong saja. Ya sebenarnya, Yoona tidak bisa karena dari kecil dirinya tidak pernah diizinkan Appanya masuk dapur. Jadi ya beginilah dia sekarang. Lalu Yoona memasak soup dan dirinya berkata soupnya sedikit asam dan selanjutnya Yoona memakan main dishnya, inilah yang Siwon tunggu-tunggu komentarnya. Baru saja Yoona memasukkan sepotong daging beefnya, Yoona terpaksa harus memuntahkan keluar daging tersebut karena ternyata dalamnya masih mentah walaupun dari luar daging terlihat sedikit hitam karena dipanggang.

Siwon pun terlihat malu karena masakannya tidak sesuai dengan yang diharapkan tetapi dirinya merasa senang karena setelah Yoona memuntahkan daging yang tadi berada di mulutnya, Yoona langsung berkata “Tidak buruk bagi seorang yang sangat pemula seperti Oppa. Thankyou Oppa kau berusaha membuatkan semua ini walaupun ada yang gagal hehe.” Dan Yoonapun mengecup bibir Siwon sedikit lama, mungkin untuk membuat mood Siwon kembali seperti semula. Setelah itu, Yoona pun memotong cakenya dan menyuapkan ke Siwon dahulu lalu ke mulutnya sendiri. Dan apa yang dipikir Siwon bisa saja gagal karena tadi Yoona menyuapkan cakenya ke dirinya dulu.. ternyata tidak.

Yoona terlihat memegang sebuat cincin diamond ditangannya dan menatap Siwon seperti berkata “Hadiah lagi Oppa?”

Siwon yang mengerti arti tatapan Yoona langsung mengambil cincin tersebut dan memakaikannya ke jari manis Yoona di tangan satunya lagi yang tidak memakan cincin. Karena satu dari dua tangan Yoona jari manisnya sudah terpakai cincin pernikahan mereka.

Yoona hampir menangis, yang benar saja. Bukan karena hadiah yang didapatnya mahal. Tetapi dirinya benar-benar dapat merasakan seberapa beruntung dan seberapa besar dirinya dicintai suaminya. Padahal Yoona merasa dirinya tidak sempurna untuk Siwon, ya, tapi jika Yoona berkata begitu pada Siwon, yang ada Siwon akan mengoceh panjang lagi. Yoona kemudian langsung memeluk Siwon erat. Siwon pun tersenyum dan mengelus rambut Yoona dengan lembut. Kemudian, Yoona bersuara “Gomawo Oppa. Lagi-lagi Oppa memberiku hadiah, padahal sebenarnya tidak usah Oppa. Oppa menerimaku yang tidak sempurna ini menjadi istri Oppa saja, aku sudah merasa sangat senang Oppa. Gomawo.”

Siwon kemudian menjawab “Tidak sayang.. tidak usah berterima kasih pada Oppa untuk ini. Kau sangat berharga dan lebih berharga dari apapun. Barang-barang itu tidak sebanding dengan kehadiranmu di hidup Oppa. Saranghae yeobo.”

Yoona tersenyum dan menjawab “Hm.. Nado saranghae Oppa.”

THE END

Okay sorry buat ending yang kek gini. Sebenarnya mau buat lebih panjang lagi dan bukan dengan ending begini.. tapi karena mau cepat dipost. Jadi author, stop ceritanya sampai situ aja. Semoga suka ya.

Thankyou readers yang selalu comment dan untuk setia menunggu FF author.

 

 

 

[Coretan] YoonWon (1)

Title : YoonWon (1)

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others.

Disclaimer : All the casts are not mine

Note : Photos credit to the owner!

TITLENYA YOONWON KARENA AUTHOR UDH GA TAU MAU PAKAI TITLE APALAGI ^^

Happy Reading

.

.

.

Author POV

Hari ini, bisa dibilang hari berduaan Siwon dan Yoona. Karena apa? Dari pagi tadi mereka berdua terlibat dalam meeting yang sama karena mereka rupanya akan bermain dalam drama yang sama. Emang sih bukan hanya berdua, ada sutradara, producer dan para manager.. tetapi tetap saja ini bisa dibilang hari berduaan mereka karena mereka sudah sangat jarang menghabiskan waktu seharian bersama karena jadwal mereka yang masing-masing padat. Mereka kadang hanya berkencan lewat tengah malam beberapa jam atau sore hari ketika keduanya sedang ada free time.

Setelah berbagai penjelasan, persiapan dan segala keperluan yang dibutuhkan dalam drama ini telah selesai dibahas, mereka pun diizinkan untuk pulang dengan diberi tugas melakukan script reading bersama entah dimana tempatnya, itu terserah mereka berdua, karena Siwon dan Yoona adalah peran utama dari drama yang akan tayang bulan depan ini.

Harusnya sih Yoona pulang dengan menggunakan mobilnya yang dikendarai oleh managernya.. tetapi kalau sudah ada Siwon, siapa yang bisa melarang Yoona ketika dirinya tidak  pulang dengan managernya? Haha. Tidak ada.

Sekarang Yoona dan Siwon sedang duduk dibangku belakang mobil Alphard yang Siwon pakai khusus untuk schedulenya. Mengapa duduk dibelakang? Jawabannya karena ada supir yang mengendarai mobilnya, jadi Siwon dan Yoona hanya butuh duduk santai saja.

Ketika mobilnya mulai berjalan, Siwon menarik kain pembatas yang dapat menutup atau mencegah siapapun yang berada di bangku depan untuk dapat melihat apa yang terjadi dibelakang.

Karena sudah dibatasi oleh kain, Siwon pun langsung membawa Yoona yang awalnya berada di kursi sebelah kirinya ke pangkuannya. Yang pertama Siwon lakukan adalah memeluk pinggang Yoona untuk menahan wanitanya agar tidak jatuh sambil mencium bibir Yoona singkat. Lalu Siwon mencium bagian dari kepala Yoona sekalian menghirup aroma rambut Yoona yang selalu disukainya. Yoona juga mencium bibir Siwon singkat sambil mengelus rambut Siwon yang disukainya. Kedua insan itu larut dalam kegiatan mereka sendiri, seakan tidak ada orang lain lagi di mobil ini atau bisa dibilang dunia ini serasa milik mereka berdua. Mereka tidak memperdulikan hal lain karena mereka masing-masing tau mereka sudah sangat merindukan satu sama lain.

Awalnya, Siwon dan Yoona akan pulang ke rumah orang tua Siwon karena tadinya Omma Siwon menyuruh mereka untuk makan malam bersama. Tetapi rencana mereka tidak jadi dilakukan, karena sekarang sudah lewat dari waktu malam dan mereka mau menghabiskan waktu berdua sambil melakukan script reading bersama. Jadi mereka pun memutuskan untuk pergi ke apartment Siwon yang ada di Gangnam. Well.. kalian tau lah Siwon punya banyak properti.

Sesampainya di apartment Siwon, Yoona langsung berjalan ke kamar mandi yang ada dikamar Siwon untuk menyiapkan air hangat agar Siwon bisa mandi secepatnya. Dan Yoona akan mandi di kamar mandi di ruang tamu nanti. Jadi mereka berdua tidak akan mandi terlalu malam. Siwon tersenyum melihat Yoona yang sedang menyiapkan air hangat untuknya. Yoona sudah seperti istrinya saja, pikir Siwon. Setelah dipikir-pikir sebenarnya memang benar Yoona sudah seperti istrinya.. karena tiap pagi, jika Yoona punya waktu walaupun sebentar, Yoona akan datang membawakan makanan untuk sarapannya. Yoona juga sering memilih baju yang harus dipakainya hari itu. Yoona yang selalu mengingatkan dirinya untuk minum vitamin ataupun makan siang. Yoona selalu ada untuknya disaat Siwon membutuhkannya apapun kondisinya.

30 menit kemudian..

Setelah Siwon dan Yoona sudah membersihkan diri mereka, Siwon berjalan ke arah ruang tamu. Dan seperti tebakannya, Yoona sedang membuka MacBooknya entah melihat apa. Dari arah belakang Yoona, Siwon mencium kedua pipi Yoona lalu menghirup aroma dari tubuh Yoona yang selalu disukainya.

Siwon juga berkata “Apakah kita akan mulai script readingnya sekarang, sayang?”

Yoona mengangguk, tanda ‘iya’ atas pertanyaan yang ditujukan Siwon tadi.

Siwon pun mengajak Yoona untuk pergi ke kamarnya. Karena akan lebih nyaman untuk berlatih disana.

Siwon dan Yoona pun mulai berlatih dan tanpa sadar Yoona pun ketiduran di tempat tidur Siwon. Awalnya Siwon tidak sadar karena dirinya duduk di sofa ruangan ini. Namun ketika dirinya tidak mendengar Yoona mengucapkan dialognya, dirinya menatap ke arah Yoona dan tersenyum ketika melihat wanitanya sudah tertidur dengan naskah drama di atas dadanya. Siwon pun mengambil naskah drama itu dari atas tubuh Yoona dan meletakannya di meja samping tempat tidurnya lalu menarik selimut untuk menutup tubuh Yoona agar tidak kedinginan.

Siwon sendiri tidak ikut tidur, dirinya memutuskan untuk mengerjakan project pribadinya dulu setelah itu baru tidur.

1 jam setelah tadi Yoona ketiduran, dirinya terbangun dan pada saat yang sama, Siwon juga masuk ke kamarnya memutuskan untuk tidur. Siwon yang melihat Yoona terbangun, langsung berjongkok dekat tempat tidur Yoona, mengelus kepala Yoona yang masih terbaring di bantal empuknya. Siwon pun bertanya “Kau terbangun? Ada apa? Mimpi buruk? Hm?”

Yoona tersenyum lalu menjawab “Entahlah Oppa. Kurasa bukan mimpi buruk, aku mendapatkan mimpi yang sangat indah tadi. Itulah yang membuatku akhirnya terbangun.”

Siwon tersenyum lalu bertanya “Mimpi apa Yoong? Masuk ke dalam dunia makanan?”

Yoona langsung mendecak “Yak! OPPA! Kau ini. Sudahlah aku tidur lagi saja.”

Siwon tertawa lalu mencium seluruh wajah Yoona, dari dahi, kedua mata indah Yoona, hidung, kedua pipi Yoona lalu bibir Yoona yang selalu menjadi candu untuknya.

Siwon juga berkata “Maafkan Oppa, tadi hanya becanda saja. Baiklah kita tidur lagi okay?”

Yoona menganggukkan kepalanya dan tersenyum ketika merasakan tangan Siwon sudah memeluk tubuhnya dan tangan Siwon satu lagi menjadi sandaran kepalanya. Tak lupa Siwon juga mengecup puncak kepala Yoona lalu berkata “Goodnight. Love you.”

Dengan itu, mereka pun tertidur dengan menikmati kehangatan yang didapatkan dari orang yang mereka sayangi.

Pagi harinya, Yoona lah yang terbangun duluan. Setelah meminum segelas air yang terletak di nakas disampingnya, Yoona dengan sangat pelan turun dari tempat tidurnya agar tidak membuat Siwon terbangun. Yoona kemudian mengecheck iPhonenya untuk melihat jadwalnya dan jadwal Siwon hari ini. Hmm.. jadwal Yoona pertama adalah ia akan menjadi MC suatu acara sore nanti dan Siwon hari ini bebas, hanya ada photoshoot iklannya itupun hanya 1 jam. Ah, Yoona bisa menemani Siwon nanti.

Yoona memutuskan untuk mencuci muka dan menggosok giginya terlebih dahulu sebelum turun kebawah menyiapkan sarapan untuk Siwon dan untuk dirinya sendiri. Setelah selesai, Yoona mengganti bajunya dengan memakai kemeja putih Siwon yang pastinya kebesaran untuk tubuh rampingnya.

Entah mengapa, Siwon akhirnya terbangun. Apa karena suara dari lemari yang Yoona buka? Sepertinya bukan tetapi entahlah Siwon terbangun. Ketika melihat Yoona sudah akan membuka pintu kamar dan keluar, Siwon langsung mengeluarkan suara “Morning pretty lady. Tunggu Oppa.”

Yoona yang sudah akan keluar, mengurungkan niatnya lalu berbalik ke belakang sambil tersenyum. Siwon yang melihat Yoona menunggunya pun turun dari tempat tidur dan mereka pun turun ke bawah bersama. Yoona berjalan didepan tetapi tanggannya tetap digenggam oleh Siwon yang berada dibelakangnya.

Yoona langsung berjalan ke arah dapur dengan Siwon yang masih terus mengikuti kemanapun Yoona pergi. Seperti anak ayam yang terus mengikuti induknya. Yang benar saja Siwon.

Hal pertama yang dilakukan Yoona ada membuka kulkas, mengeluarkan semua bahan-bahan yang akan dipakainya untuk masakannya. Kemudian Yoona membersihkan semua yang harus dibersihkan lalu memanaskan air panas karena dispenser di apartment Siwon sudah rusak dan mereka baru tau tadi pada saat Yoona mau memakainya.

Melihat Yoona sudah tidak melakukan apa-apa, Siwon pun memeluk tubuh Yoona dari belakang sambil mencium pipi Yoona berkali-kali dan berkata “Kenapa pacar Oppa yang satu ini sangat lucu dan manis sekali. Dan kenapa pacar Oppa jadi genit sekali berani memakai kemeja yang kelonggaran ini tanpa memakai celana.. ah mau menggoda Oppa ya?”

Yoona yang awalnya sudah tesenyum karena pujian Siwon langsung melepaskan pelukan Siwon dari tubuhnya lalu berkata “Pacar Oppa ‘yang satu ini?’ Memangnya Oppa punya berapa pacar hah? Tak kusangka Oppa playboy juga.”

Siwon awalnya bingung juga saat Yoona melepaskan pelukannya dari tubuh Yoona tetapi setelah tau apa sebabnya, Siwon malah tertawa dan menjawab “Omo. Im Yoona sedang cemburu? Daebak.”

Yoona langsung membalikkan badannya, menyibukan diri pada sayuran sayuran yang tadi sudah dibersihkan. Siwon yang melihat tingkah Yoona yang menggemaskan itu hanya bisa terkekeh senang.

Siwon lalu kembali memeluk tubuh Yoona dari belakang. Kali ini tak ada respon yang diberikan Yoona tetapi Yoona juga tidak menolak, jadi Siwon juga tidak melepaskan pelukannya.

Siwon kembali membuka suaranya “Hey. Oppa tadi hanya becanda, hanya mau menggodamu sayang. Mana mungkin Oppa punya pacar lain jika pacar Oppa saja sudah paling cantik. Yang benar saja, kau masak tidak percaya pada Oppa sih?”

Karena tidak ada respon dari Yoona, Siwon kembali bersuara “Yoong.. maafkan Oppa sayang. Tadi hanya benar-benar becanda. Lain kali Oppa tidak akan becanda seperti itu lagi okay. Jadi maafkan Oppa ya, Oppa mohon. Oppa akan melakukan apa yang kau minta asal kau mau memaafkan Oppa.”

Yoona entah kenapa malah tertawa setelah mendengar perkataan Siwon. Yoona kemudian berbalik menghadap Siwon lalu berkata “Hahahaha. Oppa kau sangat lucu. Ah, kali ini aku berhasil mengerjaimu lagi. Mengerjai Choi Siwon.”

Setelah berkata seperti itu, Yoona langsung berlari dari hadapan Siwon. Siwon yang baru menyadari keadaan langsung berteriak “Yak! IM YOONA! Jangan lari.”

.

Mungkin Coretan “YoonWon” ini akan banyak tetapi tetap saja ceritanya pendek karena ini coretan.

Sorry juga jika ceritanya terus yang sweet gitu karena author ga suka yang sedih gitu.

.

.

The end.

Don’t forget to comment and like! Thankyou.

[Coretan] Date

Title : Date

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others.

Disclaimer : All casts are not mine.

Note : Ini ada coretan, jadi pasti pendek. So diharapkan pengertiannya ya.

Happy reading..

.

.

Yoona POV

Setelah aku sembuh dari demam beberapa hari lalu, hari ini aku kembali menjalani berbagai aktivitas menurut jadwalku dan apalagi beberapa aktivitas yang terpaksa tertunda selama aku disuruh bed rest aku kerjakan juga hari ini. Awalnya sih, sebenarnya, aku mau tetap bekerja walaupun sakit. Tetapi namjaku, Choi Siwon memaksaku untuk beristirahat 4 hari penuh ditambah dia menyuruh orangtuaku dan Ommanya menyuruhku melakukan bedrest juga. Aku tidak sakit parah, hanya demam biasa tetapi dirinya sudah bereaksi begitu. Ya sudahlah, namanya juga Choi Siwon.

Hmm.. tapi asal kalian tau saja, 4 hari itu aku bukan tidur-tiduran di tempat tidur saja. Aku malah diajak jalan-jalan olehnya, ke Paris. Ya, secara diam-diam dan tidak ada yang tau kecuali ‘orang-orang dalam’. Sebenarnya kami bukan mau kabur dari fans ataupun tidak mau ketauan pacaran. Ah, kami sih sudah memberitahukan kepada dunia kami sudah berhubungan 8 tahun. Yang kami khawatirkan adalah, akan ada orang-orang yang mengikuti kami nantinya.

Aku yang sedang demam, dibawa ke hotel untuk beristirahat. Besoknya ketika panasku sudah turun, kami pergi makan makanan-makanan yang kusuka, berbelanja, pergi ke taman dan bermain sepeda bersama. Siwon Oppa tidak pernah mengecewakanku, dia tidak pernah gagal membuatku bahagia. Entahlah dia pernah berkata kepadaku saat anniversary 4 tahun hubungan kami “Oppa akan melakukan apapun yang dapat membuatmu bahagia sekalipun Oppa harus memberikan nyawa Oppa untukmu Yoong.” Ketika mendengarnya berkata begitu, aku menangis. Sejak kami mulai pacaran dulu, aku sadar dan tau Siwon Oppa selalu mengutamakanku, dia seperti malaikat yang menjelma menjadi seorang pacar untukku. Bisa dibilang Siwon Oppa menganggapku sebagai nafas kehidupannya. Orang tuaku pun sangat percaya pada Siwon Oppa. Sebelum berpacaran dengan Siwon Oppa, banyak yang mengejarku selama masa traineeku. Jika Appaku tau dirinya akan melakukan semacam interogasi dengan orang itu untuk memastikan mereka laki-laki yang baik tetapi tidak ada satupun yang menjadi pacarku sebelum aku bersama Siwon Oppa.

Aku masih dapat mengingat betapa gugup Siwon Oppa saat dia ingin meminta izin kepada Appa, meminta izin untuk berpacaran kepadaku. Aku awalnya mengira apa akan menolak.. tetapi entah bagaimana, Appa menyetujuinya bahkan Appa mempercayai Siwon Oppa dapat menjaga anaknya dengan baik. Setelah beberapa bulan berhubungan, aku baru tau ternyata Appa bersahabat sangat dekat dengan orang tua Siwon Oppa. Ommaku juga mengenal Ommanya Siwon. Sangat kebetulan bukan?

Setelah berjalan-jalan seharian, malamnya aku dibawa ke restoran mewah yang dibooking khusus untukku, maksudku hanya kami berdua. Kadang, kalian salah jika menganggap aku bahagia karena diberikan segala kemewahan. Tapi nyatanya bukan, aku bahagia karena setelah bertahun-tahun aku menjalani hubungan dengannya.. dirinya tidak pernah jenuh terhadapku. Aku pernah berpikir bisa saja Siwon Oppa bosan kepadaku karena aku lumayan kekanakan dalam beberapa hal. Nyatanya tidak.. dirinya tidak pernah menunjukkan ketidaksukaan terhadap sikap kekanakanku. Aku dapat merasakan ketulusan dan kebenaran dalam setiap kata-kata yang dia ucapkan. Jadi haruskah aku ragu? Aku rasa tidak. Aku berani berkata kalau aku wanita yang paling beruntung. Aku beruntung memiliki Siwon Oppa. Mungkin segalanya akan berbeda, entah itu lebih baik ataupun lebih buruk jika aku bersama orang lain. Namun, aku tidak peduli, sekalipun itu lebih baik, aku tetap tidak menyesal aku menerima Siwon Oppa menjadi pacarku. Tidak akan pernah! Jadi jangan coba-coba untuk merebutnya dariku, ok?

Dan malam ini, adalah anniversary tahun kesembilan hubungan kami. Seperti biasanya, kami akan pergi untuk makan malam bersama. Dari dulu, aku dan Siwon Oppa sudah saling berjanji akan menyempatkan waktu dihari ulang tahun kami dan setiap tanggal anniversary kami. Kami berjanji untuk merayakan hari-hari special kami bersama, kami berjanji untuk menghabiskan waktu bersama. Setiap tahun perayaan hubungan kami selalu ada yang special. Siwon Oppa memiliki terlalu banyak ide untuk menyenangkanku. Maksudku dari tahun pertama sampai tahun kedelapan, selalu berbeda. Dari tempat, negara, acaranya dan lain-lain. Aku hanya disuruh mengikuti apa yang diperintahkannya.

Aku lumayan penasaran kemana kami akan pergi untuk merayakan anniversary kami tahun ini. Tebakanku sih di Korea saja, karena jika keluar negeri pasti ada yang sudah mengemasi barangku ataupun aku sudah tau dari Sooyoung, si mulut bocor haha.

Aku memekik, terkejut ketika seseorang menutup mataku dengan kain. Siapa sih yang berani masuk ke kamarku lalu menutup mataku seperti sekarang? Apakah memberku? Oh tidak mungkin mereka hari ini punya jadwal masing-masing. Apakah Siwon Oppa? Ah, dia kan belum sampai disini. Jadi siapa? OMG, apakah aku akan diculik? Memikirkan itu membuatku memberontak dan berteriak ‘Siapa kau? Lepaskan aku!!’

Orang itu menjawab “Hey Yoong, ini aku. Tenanglah sayang.”

Aku mengenal suara ini, suara namjaku. Aku pun sedikit lega kemudian bertanya “Kenapa mataku harus ditutup Oppa? Riasanku akan luntur semuanya. Kau senang ya jika aku jelek. Huh!”

Dirinya tertawa terbahak-bahak. Apakah sekarang waktu yang tepat untuk menertawaiku? Aku pun bersuara “Yak Oppa! Buka sajalah. Aku tidak jadi pergi denganmu..”

Dirinya menjawab “Ok. Ok. Sorry sayang. Sekarang kita keluar ya.. Kita akan makan ditempat favoritemu nanti.”

Aku mendesah lalu bertanya lagi “Lalu mengapa mataku harus ditutup? Tempat favoriteku kan berarti aku sudah sering kesana. Jadi tidak berguna jika Oppa menutup mataku, karena akupun sudah bisa menebak dimana tempatnya.”

Siwon Oppa menjawab “Sudahlah diam saja Yoong. Ikut saja apa kata Oppa.”

Sekitar 20 menit kemudian, mobil yang kududuki bersama Siwon Oppa pun berhenti. Aku merasakan tanganku dipegang Siwon Oppa, berarti sekarang kita sudah sampai di tempat tujuannya. Hmm.. aku sudah sedikit tidak sabar, penasaran dengan apa yang kali ini dia persiapkan untuk hari special kami.

Masih dengan mata tertutup, aku pun dituntun oleh Siwon Oppa. Hening, tidak ada suara. Mungkinkah dia menyewah satu gedung ini untuk perayaan kami kali ini? Sedikit gila kurasa.. tapi itulah namjaku. Atau mungkin, Siwon menyuruh semua pelayan dan tamu restoran ini untuk diam saat aku melewati mereka. Entahlah.. aku pasrah saja dengan keadaan ini.

Aku mendengar pintu terbuka, mungkin sekarang kami sudah ada di dalam satu ruangan. Tangan Siwon Oppa tak lagi berada di tubuhku. Setelah beberapa menit berlalu tidak ada yang terjadi dan aku juga tidak mendengar suara siapapun. Karena penasaran dan lama sekali, aku bertanya pada Siwon Oppa “Oppa! Aku sudah boleh membuka penutup mataku kan?”

Tidak ada jawaban. Apa dia sedang mengerjaiku dengan tidak mau menjawab? Yang benar saja Choi.

Aku pun bersuara kembali “Oppa. Aku serius, bolehkan aku membuka penutup matanya sekarang? Gelap sekali.”

Tidak ada jawaban.

Karena sudah tak sabar aku pun tanpa sadar menaikkan suaraku “Yak! Oppa! Jangan coba-coba me–”

Ucapanku terputus ketika aku merasa sebuah tangan membuka penutup mataku. Ketika aku sudah dapat melihat dengan jelas, aku shocked. Bagaimana mungkin? Semua member SNSD dan Super Junior ada di ruangan ini. Dan mereka mengangkat beberapa balon dan aku terdiam serta tanpa sadar menangis ketika melihat beberapa papan indah yang bertuliskan “Would you marry m, Im Yoona?”

Dari ujung ruangan, Siwon Oppa keluar dengan memakai tuxedo putih yang membuatnya terlihat semakin tampan saja. Dia berjalan sambil menyanyikan beberapa bait dari lagu Marry You yang dinyanyikan Bruno Mars.

Air mataku mengalir tanpa dapat kukontrol lagi ketika Siwon Oppa berjongkok dan membuka sebuah kotak yang memperlihatkan sebuah cincin yang terdapat berlian diatasnya. Siwon Oppa lalu bersuara “Yoona ya.. sejak dulu, sejak pertama kali Oppa melihatmu di ruangan trainee Oppa tau Oppa sudah mencintaimu. Kau ingat tidak, dipertemuan pertama kita, kau yang mengenakan dress kuning terlihat malu malu entah kenapa. Kau ingat tidak, kita pernah ditegur oleh guru trainee kita karena aku mengajakmu untuk keluar beli es krim malam-malam. Apakah kau mengingat bagaimana akhirnya kau menjadi pacar Oppa? Apakah kau mengingat semua tempat yang sudah kita kunjungi selama 9 tahun ini? Oppa harap kau mengingat semua itu.”

Aku mengangguk. Air mataku semakin deras, seperti hujan yang makin lama makin deras.

“Dan apakah kau bahagia selama menjalani hubungan dengan Oppa? Oppa harap iya. Karena jika tidak, Oppa ingin mati saja. Sebab kebahagiaanmu lah yang dapat menjadi kebahagiaan Oppa.”

Aku kembali mengangguk, tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Kau tau, menjalani hidup Oppa denganmu adalah keinginan Oppa sejak lama. Oppa selalu ingin menjadikanmu sebagai istri Oppa dari dulu. Dan hari ini, keinginan itupun Oppa nyatakan sekarang. Apakah kau bersedia menikah dengan Oppa? Menjalani sisa hidupmu dengan Oppa? Hidup bersama Choi Siwon yang menyebalkan ini? Menjalani hari-harimu bersama Choi Siwon yang mungkin pernah menyakitimu, membuatmu sedih. Bersediakah kau Im Yoona? Would you marry me? Would you like to be the partner of my life?”

Aku mengangguk. Aku akan menyesal dan menjadi orang terbodoh jika menolak orang seperti Siwon Oppa. Bagaimana mungkin aku menolak jika sumber kebahagiaanku adalah dirinya. Tanpa ragu, aku langsung menjawab “Yes Oppa. Definitely, yes.”

Setelah itu, Siwon Oppa memakaikan cincin tadi di jari manisku yang disertai teriakan heboh para Oppadeul dan tepuk tangan unnie-unnieku dan juga Seohyun. Bahkan aku melihat Yuri unnie dan Seohyun menangis. Pasti mereka terharu juga.

Hari ini, aku menentukan hal yang tidak akan pernah ku sesali. Aku mengambil keputusan yang besar untuk hidupku. Aku tau, dengan keputusanku ini, aku tidak akan pernah menyesal. Aku tau setelah ini mungkin akan masalah didalam hubungan kami, tetapi di waktu yang sama, aku juga tau kami akan terus bersama tak peduli apapun itu yang menganggu hubungan kami nantinya. Cause he is my first and last love.

.

.

Tidak ada sambungan dari coretan ini lagi ya. Sekian saja. Bye.

.

The End

 

Thankyou! Don’t forget to comment and like guys.

[Coretan] Variety Show

Title : Variety Show

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others

Disclaimer : All the casts are not mine!

Happy Reading..

.

.

.

Yoona POV

Hari ini aku diundang pihak variety show salah satu stasiun TV nasional. Dan karena aku hari ini jadwalku hanya melakukan pemotretan untuk iklanku, aku pun menerima saja. Lagipula artist-artist yang diundang semuanya berasal dari SM Entertainment yaitu beberapa member dari SNSD, Super Junior dan SHINee ada disana jadi ini pasti akan menyenangkan. Tema variety shownya nanti adalah ‘Love’ kalau tidak salah. Taeyeon unnie dan Leeteuk Oppa membawa serta kedua anak perempuan kembar mereka yang berusia 6 tahun, Park Felyn dan Park Felda. Tiffany unnie dan anak perempuannya yang berusia 6 tahun juga bernama Christabelle. Yesung Oppa dan Yuri unnie juga hadir walaupun Yuri unnie kehamilannya sudah memasuki 8 bulan kurasa. Sooyoung unnie, Kyung ho Oppa dan anak mereka Zach yang berusia 7 tahun juga hadir. Seohyun juga yang baru menikah 4 bulan lalu dengan Kyuhyun akan datang. Tak lupa juga Choi Minho, Jonghyun dan Onew yang akan menjadi MC variety show yang akan kudatangi nanti.

Kalau aku? Aku akan datang sendiri. Okay jangan berpikir aneh-aneh dulu. Aku datang sendiri bukan karena aku belum menikah ataupun tidak punya pacar atau apapun itu. Baiklah jika kalian ingin tau.. aku sudah menjadi istri orang, tepatnya istri Choi Siwon. Kami sudah menikah sekitar 1 tahun lebih. Dan aku harus menghadiri variety show nanti sendiri bukan karena Siwon Oppa tidak diundang, tetapi dirinya sedang berada di LA dengan ayahnya dan ayahku untuk perjalanan bisnis mereka. Aku sedikit kesal, sudah beberapa kali berturut-turut dirinya tidak bisa menemaniku karena urusan perusahaannya. Jujur saja aku lebih senang suamiku bekerja dikantor daripada di dunia entertainment tetapi pada saat yang bersamaan aku juga menjad kesal ketika dirinya tidak bisa menemaniku atau bekerja bersamaku. Entahlah.. aku pribadi sih tidak membutuhkan kekayaan yang berlimpah walaupun Tuhan sangat baik, keluargaku dan keluarga Siwon memang adalah keluarga chaebol jadi kami tidak pernah kekurangan dan istilahnya kamu tidak pernah khawatir soal uang. Beda dengan sebagian member-member kami yang menjadi tulang punggung untuk keluarga besar mereka. Ya walaupun sekarang kita semua tidak susah dan mereka yang dulu susah pun sekarang sudah memiliki rumah mewah, mobil dan usaha mereka sendiri. Tapi kata mereka, mereka tetap harus bekerja karena harta sewaktu-waktu bisa habis kan. Kata mereka, mereka beda dengan Siwon Oppa dan aku, kata mereka harta kami dapat menghidupi kami sampai tua walaupun kami tidak bekerja lagi. Hah, ada-ada aja.

Oh ya, ngomong-ngomong, Siwon Oppa memang masih aktif di dunia entertainment, tetapi dirinya juga sudah memegang perusahaannya sendiri 1 tahun sebelum menikah denganku. Lagipula, semua member Super Junior dan SNSD memutuskan untuk lebih fokus pada karir solo masing-masing, malah ada yang jadi ibu rumah tangga dan hanya bekerja jika hanya untuk group.

Mungkin aku terlalu banyak bicara bukan? Ini karena aku sedang bosan jadi aku memutuskan untuk menjelaskan semuanya saja sambil menuju lokasi variety shownya. Ok back to topic. Taeyeon unnie, Hyoyeon unnie memutuskan untuk menjadi full time mother kecuali SNSD sedang ada aktivitas. Memang kadang mereka menerima job menyanyi OST dan menari tapi sangat jarang juga sih. Tiffany unnie, Sooyoung unnie dan Seohyun sekarang lebih fokus pada bidang fashion. Sunny unnie menikah dengan seorang businessman jadi dirinya sangat jarang lagi beraktivitas selain untuk jadwal SNSD. Yuri unnie lah yang masih aktif sebagai actress drama ataupun film, tetapi setelah hamil, dirinya juga sudah jarang mengambil job lagi. Dan aku.. aku masih sangat aktif di dunia entertainment karena aku masih ingin saja.. lagipula suami tercintaku mengizinkanku selama aku tau batasannya dan akupun belum hamil. So yeah.

Semua pikiranku hilang saat aku mendengar nada dering teleponku, tanda ada yang menelepon dan orang itu adalah Choi Siwon yang menyebalkan itu.

Aku menekan tombol ‘jawab’ dan langsung menerima sapaan manis dari suamiku.

Dia berkata “Hi istriku. Kau sedang apa? Suamimu ini sangat merindukanmu. Dia ingin memeluk dan menciummu sekarang. Kau harus bertanggung jawab karena kau telah membuatnya mencintaimu terlalu dalam sayang.”

Aku tersenyum lebar. Istri mana yang tidak senang mendengar kata-kata manis dari suaminya.

Aku menjawab “Kalau Oppa rindu padaku, Oppa pasti tidak akan betah meninggalkanku selama 5 hari.. Oppa hanya menggombal kan? Haha.”

Dirinya langsung menjawab “Enak saja. Oppa serius sayang. Oppa sudah memajukan 2 hari dari jadwal yang seharusnya jadi besok Oppa bisa bertemu dengan istri Oppa yang cantik itu.”

Aku tersernyum lalu menjawab “Baguslah. Itu tandanya Oppa masih mengingat Oppa mempunyai istri yang sudah ditinggal berhari-hari.”

Siwon Oppa menjawab “Yak! Oppa kan tidak bermaksud meninggalkanmu. Ini juga karena urusan perusahaan yang penting kalau tidak juga Oppa memilih bersantai dirumah bersamamu atau berjalan-jalan bersama.”

Aku mendesah lalu menjawab “Tidak usah bahas soal liburan. Cukup dengan janji liburan ke Italy dan Maldives yang batal kemarin. Aku tidak mau diberi harapan palsu lagi Oppa.”

Siwon Oppa malah tertawa lalu menjawab “Lihat saja nanti sayang. Kau tidak akan diberi harapan palsu lagi. Yasudah.. Oppa harus meeting dulu. Kau sedang dirumah?”

Aku langsung menjawab “Tidak.. aku akan menghadiri variety show khusus artis SM sekarang. Ini sudah sampai di basement gedungnya Oppa.”

Siwon Oppa kembaki bersuara “Oh yasudah. Selamat bekerja istriku. Saranghae.”

Aku menjawab “Kau juga Oppa jangan lupa makan. Bye. Saranghae.”

Telepon kami pun terputus.


 

Author POV

Yoona sekarang sedang berada di dalam ruangan tunggu bersama artist SM lainnya. Karena bosan, Yoona pun membantu Taeyeon untuk merias anak kembarnya yang daritadi bermain terus sehingga make up artistnya pusing melihatnya. Setelah selesai, Yoona berbicara dengan Yuri dan lainnya. Mereka membahas segalanya. Dari pekerjaan, makanan, fashion sampai tentang anak. Suasana berubah ketika semuanya terdiam saat Sooyoung tiba-tiba bertanya kepada Yoona “Yoong, kau belum hamil?”

Yoona menjawab “Belum unnie, mengapa?”

Sooyoung menjawab “Tidak apa-apa. Tapi bukan karena kau tidak mau punya anak kan?”

Yoona langsung menjawab “Tentu bukan. Aku hanya tidak mau terlalu memaksa. Kalau belum dikasih ya sudah. Aku juga masih ingin menikmati waktuku dengan Siwon Oppa. Aku masih ingin bebas berlibur dan bermain unnie.”

Sooyoung pun menjawab “Ah.. baguslah. Unnie kira kau berencana untuk tidak memiliki keturunan.”

Yoona tertawa saja mendengarnya.

Choi Minho yang baru masuk ke ruang tunggu mereka langsung menyapa para noona dan hyungnya. Maklum lah dirinya sangat dekat dengan semuanya.

Choi Minho juga bertanya pada Yoona “Siwon hyung dimana? Kok belum datang?”

Semua yang mendengar langsung melihat ke arah Yoona khawatir. Mereka tau bisa bisa Yoona kehilangan moodnya karena ditanya pertanyaan begitu.

Yoona yang menyadari pun menjawab dengan malas “Hyung kesayanganmu itu tidak datang. Dia lebih mementingkan perusahaannya daripada istrinya.”

Sebagian dari mereka tertawa mendengar jawaban yang diberikan Yoona, kekananakan sekali. Minho yang mendengar itu juga tertawa lalu menjawab “Mungkin Siwon hyung menemukan wanita yang lebih sexy dari noona jadi maklumi sajalah noona. Dan logika saja, Siwon hyung kan punya banyak uang jadi wanita mana yang tidak mau dengannya?”

Yoona baru saja akan menjawab tetapi tidak jadi karena ia dipanggil oleh salah satu staff untuk membahas soal kelangsungan acara nanti karena Yoona ada bintang utamanya. Ok Minho kali ini keberuntugan berpihak padamu. Kau selamat dari amukan Im Yoona oh tidak Choi Yoona.

.

Don’t forget to comment and like. Thankyou.

.

TBC

Segini dulu ya readers.. sorry kalau pendek hehe. Semoga suka and sorry if there is or are any typo.

 

 

[Coretan] We are One (2)

Title : We are One (2)

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Aleyna and others

Disclaimer : All the casts are not mine, they belong to their family and God.

Hi.. kembali lagi dengan coretan.. author ga bisa posting yang panjang-panjang karena waktu terbatas.

Note : INI LANJUTAN CORETAN WE ARE ONE YANG KALIAN MINTA GUYS 🙂

 

Happy Reading!!

.

.

.

Yoona’s POV

Sore ini, aku dan Siwon akan bekerja bersama, lebih tepatnya kita akan menjalani photoshoot untuk 2 majalah fashion dan wawancara untuk talkshow dengan tema keluarga.

Dan sekarang disinilah aku, di ruang keluarga rumahku dengan stylishku memilih baju yang akan kupakai nanti dan juga memilih mana yang pas untuk suamiku. Jangan anggap aku saja yang peduli pada penampilan.. pada nyatanya, kadang suami tampanku itu lebih ribet dalam urusan penampilan. Semuanya harus perfect dan benar. Itulah Choi Siwon.

Jika kalian bertanya-tanya dimana Aleyna sekarang, aku akan menjawab di kamar bermainnya. Dirinya sedang bermain dengan Siwon. Entah bermain apa saja. Yang jelas aku sedikit kesal karena Siwon lebih memilih untuk menemani Aleyna bermain daripada menemaniku untuk mengurus baju-baju yang akan dia pakai nanti. Bahkan tadi siang saat aku ingin makan di restoran Eropa kesukaan kami berdua.. dirinya menolak karena Aleyna mau makan sushi. Alhasil, kami melakukan delivery order. Dasar Choi, kau menjadi tambah menyebalkan sejak Aleyna berumur 5 tahun.

Katakan saja aku egois, tidak pengertian ataupun keterlaluan karena caraku bersikap dan berpikir terhadap Siwon dan Aleyna agak keterlaluan ataupun berlebihan. Tapi aku tidak peduli. Itu urusanku bukan?

Setelah selesai memilih baju-baju untukku dan Siwon, aku memanggil Bethany menyuruhnya untuk ingat memberi makan malam untuk Aleyna tepat waktu karena mungkin saja aku dan Siwon akan pulang malam. Kemudian, aku membuka handphoneku, menelepon Yuri unnie.

Setelah nada dering kedua, Yuri unnie menjawab panggilanku. Dia bertanya “ada apa?”.

Aku langsung berbicara to the point “Unnie bisakah kau kerumahku nanti sekitar jam 4 sore? Aku mau minta tolong kepadamu untuk mengawasi Aleyna.”

Yuri unnie menjawab “Boleh saja, tapi aku mungkin akan kesana bersama Seohyun juga Yoong.. tidak apa-apa kan?”

Aku tertawa “Unnie kau ini seperti baru kenal saja denganku. Seohyun kan juga dekat denganku jadi ya datang-datang saja. Kalau kalian mau makan dan pakai apapun yang ada di rumahku pun tidak apa-apa.”

Yuri unnie menjawab “Okay Yoong jangan ceramah lagi. Gomawo!!”

Aku menjawab “Tidak. Harusnya aku yang berterima kasih karena unnie selalu mau membantuku menjaga anak manjaku yang agak merepotkan.”

Yuri unnie menjawab “Yasudah. Tutup saja teleponnya aku mau makan dulu. Bye”


 

Sorenya, setelah mandi dan bersiap-siap, aku dan Siwon pun memutuskan untuk langsung berangkat tanpa menunggu supir pribadi Siwon yang entah kemana tadi. Kami sengaja berangkat lebih cepat karena tadi Siwon Oppa memajukan jadwal pemotretan menjadi satu jam lebih cepat dan interviewnya juga supaya nanti malam kita bisa makan berdua. Katanya sih dia menyiapkan dinner special. But lets see later, how special the dinner is. Karena aku agak pemilih, maksudku bukan aku suka mewah atau apa, hanya saja tasteku memang kadang ketinggian sehingga membuat orang-orang yang mau memberikan surprise ataupun hadiah kepadaku menjadi pusing. Haha.

Aku mengambil tas Hermes biruku sebelum memakai heelsku lalu bersiap-siap untuk keluar dari rumah dan menuju mobil. Namun tidak jadi, ketika aku ingat Siwon masih belum turun kebawah. Hah. Pasti sedang bermain dengan si manja itu.

Aku baru saja mau memanggil Siwon untuk segera turun, tetapi niatku kuurungkan karena aku sudah melihatnya menuruni tangga besar rumah kami… ta..pi.. mengapa dia mengendong Aleyna. Dan lagi, anak manjanya itu sedang menangis sepertinya. Jangan bilang dia..

Aku baru akan membuka mulutku untuk bertanya tetapi Siwon sudah memotong duluan “Sayang, Aleyna mau ikut. Katanya dia tidak mau sendiri dirumah hanya dengan para maid.”

Aku dengan cepat menjawab “Tidak usah khawatir.. Yuri unnie dan Seohyun akan datang menemaninya nanti. Mereka juga bisa jalan-jalan shopping ke mall jika Aleyna mau Oppa.”

Siwon yang mendengar perkataanku pun menjelaskan hal serupa ke Aleyna tetapi emang dasar anak itu keras kepala sekali, dirinya malah berkata “Aku tidak mau Dad. Aku mau ikut ngan Daddy. Aku bosan harus belmain dengan aunty.”

Aku memutar mataku, bosan dengan kadar manja anakku sendiri. Siwon yang melihat reaksiku terhadap apa yang Aleyna mau, memberi tanda kepadaku untuk mengiyakan saja. Aku menggelengkan kepalaku tidak mau. Enak saja, nanti malam kan aku mau makan berdua saja dengan Siwon Oppa. Akan jadi apa jika Aleyna ikut? Yang ada bukan makan berdua dengan suasana romantis. Tetapi aku yang akan jadi seperti ‘penganggu’ bagi Siwon Oppa dan Aleyna karena Siwon Oppa pasti akan lebih memperhatikan anak kesayangannya itu. Hah, kadang aku merasa sedikit menyesal karena memiliki anak perempuan. Mungkin jika anakku laki-laki, Siwon Oppa tidak akan bersikap seperti ini walaupun aku yakin dirinya tetap akan memanjakan anak laki-lakinya. Dan jika anakku laki-laki, aku lah yang akan dekat dengan anakku. YOONA! Kau ini kenapa sih belakangan ini semakin sensitive ketika melihat suamimu dekat dengan perempuan lain dan parahnya anakmu sendiri pun kau cemburuin. Kalau Choi Siwon tau kau berpikir seperti ini, bisa bisa dia mengedarkan bendera perang dan mendebatmu tanpa mau mengalah. Aku lupa aku sudah pernah bercerita tentang ini atau belum.. aku belum pernah dibentak ataupun dimarahi oleh Siwon Oppa selama kami menikah. Kami lumayan sering berdebat ketika pacaran tetapi ya mungkin kalian sudah bisa menebak siapa yang mengalah, yang pasti bukan aku. Entahlah aku bersyukur memiliki suami seperti Choi Siwon. Like he is damn perfect and goals!

Lamunanku terbuyar ketika mendengar suara Siwon Oppa memanggilku “Yoong. Bagaimana??”

Aku tidak menjawab. Kesal.

Aleyna yang mungkin dari awal sudah merasa aku tidak akan mengizinkan dia ikut kembali bersuara “Dad! Aku mau ikut. Pleaseeeeee.”

Aku langsung berkata “Tidak boleh!” Sebelum Siwon mengiyakan.

Aleyna kembali berkata lagi “Daddy! Aku mau ikut.. aku tidak mau ditinggal Dad. Please daddyyyyy!”

Siwon menatapku dan aku sudah tau apa yang akan Siwon jawab. Sebelum dia melakukan itu.. Aku tanpa sadar berseru dengan nada lebih tinggi “NO! Kau tidak boleh ikut Aleyna. Kalau Mom berkata tidak ya tidak.. jangan terlalu manja dan keras kepala. Mom and Daddy mau bekerja bukan untuk bermain. Sekarang kau pergi ke kamarmu dan main bersama Bethany sebelum Yuri dan Seohyun aunty datang.”

Siwon terlihat terkejut melihatku berbicara dengan nada seperti itu. Selain karena aku seperti membentak anak kesayangannya.. dia juga pasti terkejut karena aku dari dulu tidak pernah seperti ini. Aleyna langsung turun dar gendongan Siwon sambil berkata “I hate Mommy!!” lalu berlari naik ke atas tangga menuju kamarnya.

Well.. ini kali pertama aku membentak anakku. Selama ini mungkin aku menegurnya jika dia salah tapi tidak dengan nada atau suara tinggi seperti ini. Pasti dia akan nangis dan mencuekkiku nanti. Siwon Oppa juga pasti akan mengeluarkan ceramahnya atau mungkin saja membatalkan jadwal kami hari ini hanya untuk membujuk anak kesayangannya itu. Terserahlah.. inikan juga supaya dia tidak terlalu manja.

Yang kutebak sih mungkin Siwonku akan naik dan membujuk anaknya atau menyuruhku meminta maaf. Hah, aku tidak akan mau meminta maaf. Ini bukan salahku ok.

Aku yang melihat Siwon Oppa masih berdiri di tempatnya, mengeluarkan suara “Jadi sekarang Oppa masih mau pergi bersamaku untuk pekerjaan kita sore ini atau dirumah? Aku sih mau berangkat sekarang.”

Aku menunggu responnya tetapi dia tidak menjawab. Dia ngambek? Aku tak peduli. Jelas-jelas ini bukan salahku.

Aku pun mengeluarkan suaraku kembali “Yasudah aku berangkat saja sendiri. Sehabis pemotretan dan interview, mungkin aku akan makan malam bersama teman-temanku saja. Bye!”

Aku tidak bisa menebak apakah suamiku akan menyusul, mengejarku dan jadi melakukan pemotretan dan lain-lain atau dia malah memilih membujuk Aleyna tersayangnya sampai anak itu tidak nangis ataupun kesal lagi. Terserahlah Choi Siwon, kita lihat saja sampai kapan kau bisa tahan dengan kemanjaan putrimu itu.

Mungkin kalian akan berkata aku kejam atau mengapa aku egois sekali sebagai seorang ibu. Harusnya aku mengerti keadaan anakku dan mengalah bukan malah menentang keinginan anakku. Terserahlah, aku tidak peduli soal komentar kalian. Lebih baik aku bekerja saja dan melupakan masalah soal anakku yang tadi berkata dia membenciku. Lucu sekali, bisa bisanya dia berkata begitu. Dan Choi Siwon, jika kau tidak datang ke pemotretan ini aku hanya tinggal menyuruh photographernya mencari model laki-laki penggantimu atau mungkin aku akan minta aku diphoto sendiri saja, tidak usah berpasangan.

Tanpa sadar sebenarnya aku berharap Siwon menyusulku, tapi kita liat saja bagaimana..

 

THE END OR TBC lagi?

 

Sorry kalau ceritanya kek gantung gitu.. tapi cuma ini saja yang bisa author kasih. Hope you like it. Don’t forget to comment and like! Thankyou.

 

[Coretan] US “Mistake”

Title : [Coretan] US “Mistake”

Cast : Siwon, Yoona and others (maybe)

Disclaimer : All the casts belong to God, their family and their company

Hi guys!

Ini hanya coretan dari FF US “Mistake” version.. aku buat karena banyak banget yang lagi mau baca FF Yoonwon. Sorry, kalau pendek ya

Happy reading!

Author POV

Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu Siwon / Dave membocorkan tentang pernikahannya dengan Yoona dan juga kehamilan Yoona, tidak ada satu hari pun hidup mereka tenang. Maksudnya setiap hari ada saja paparazzi dimana-mana yang mengikuti kegiatan mereka, parahnya paparazzi tersebut membwa kamera yang besar-besar, mereka dengan setia menunggu di depan gedung agency Siwon, agency Yoona, apartment Siwon dan apartment Yoona sampai di depan rumah besar mereka pun ada paparazzi yang wartawan-wartawan. Bahkan saat Yoona dan sahabatnya Yuri mau pergi keluar untuk makan saja, banyak yang mengejar mereka dan bertanya soal kehamilannya. Okay, Yoona adalah wanita sabar.. mungkin jika para paparazzi itu hanya bertanya seputar kehamilannya dia akan berusaha tidak memikirkannya dan bertindak seolah-olah tidak ada yang mengikuti dirinya dan Yuri. Tetapi tidak untuk sekarang, saat para paparazzi dan beberapa media menyebarkan berita bahwa anak yang dikandungnya bukan anak Siwon, melainkan anak bodyguard lah atau supir atau apapun. Hal ini membuat Yoona sedih, kesal dan belakangan ini dirinya sering stress, bahkan sangat stress. Belum lagi karena beberapa bulan belakangan ini Siwon dan para pemain film “LOVE” melakukan promosi dan menghadiri berbagai premiere di berbagai tempat di dunia karena film ini berhasil memecahkan rekor jadi ya begitulah, Yoona menjadi harus tinggal di rumah besarnya sendiri hanya dengan ditemani sekitar 30 maid-mungkin? yang disewa suaminya sejak mereka menikah. Memang sih, Yoona tidak setiap hari tinggal di rumahnya sendiri selama Siwon pergi, kadang Yoona tinggal di rumah Yuri atau Sooyoung datang kerumahnya untuk menemaninya. Tetapi tetap saja, walaupun begitu, dirinya tetap membutuhkan suaminya, Siwonnya untuk menemani dan memanjakannya mungkin. Selain itu, Yoona memutuskan untuk tidak mengambil project film lagi karena kehamilannya dan ditambah karena paparazzi dan wartawan. Oh, Yoona tak suka dirinya menjadi pusat perhatian dan tak mau wajahnya berada di halaman depan koran-koran ataupun majalah gosip. Sebenarnya, Yoona merasa bosan harus berada dirumah yang sebesar istana ini sendirian, hanya dengan para maid dan bodyguard. Tapi mau bagaimana lagi, jika dirinya keluar, tamatlah sudah. Ya untung saja Yoona memiliki sahabat-sahabatnya yang selalu setia mendatanginya ketika Yoona meminta. Siapa lagi kalau bukan Sooyoung, Yuri dan Seohyun? Hanya mereka bertigalah yang sangat mengerti Yoona setelah Siwon. Hanya merekalah yang tidak akan membocorkan masalah, obrolan ataupun berita hot news tentangnya ke publik. Hanya merekalah, yang Yoona percaya.

Pagi ini badan Yoona serasa ingin remuk, mungkin karena efek dari kehamilannya dan juga stress yang dialaminya belakangan ini. Hal ini membuat dirinya menjadi malas untuk turun dari tempat tidur mewahnya. Tetapi takdir tidak mengizinkannya, karena iPhone yang berada di meja riasnya bergetar beberapa kali, tanda pesan masuk dan ada 2 nada dering yang menandakan ada panggilan masuk membuat dirinya harus bangkit dan berjalan ke arah meja riasnya. Setelah membuka iPhonenya, pertama Yoona mengecek pesan-pesan yang masuk. Ada satu pesan dari Seohyun yang mengingatkan sore ini dirinya dan Seohyun akan shopping bersama. Dan juga ada satu dari Sooyoung yang memberitahu mungkin hari ini dirinya bisa menginap dirumahnya dan menanyakan apa ada sesuatu yang diinginkan Yoona, karena dia akan membelikannya. Yoona tersenyum kecil melihat perhatian yang diberikan Sooyoung kepadanya.

Dan..

Semyum di wajahnya makin melebar saat melihat ada pesan dari Siwon, pria tampan yang selalu membuat Yoona tersenyum, isi pesannya adalah “Good morning my queen! Take care. I love you and I miss you a lot.”

Tak lama setelah itu, Yoona juga menerima sebuah panggilan masuk, siapa lagi kalau bukan dari suami tersayangnya.

Siwon membuka pembicaraan mereka dengan kata “Hello wife!”

Yoona tersenyum dan menjawab “Oppa kapan pulang? I miss you already.”

Mendengar itu, Siwon tersenyum dan berkata “Mungkin lusa sayang. Pokoknya Oppa janji akan sampai dirumah secepatnya. I miss you too dear.”

Yoona mendesah lalu kemudian menjawab “Hah! Apa pekerjaan Oppa lebih penting? Aku mau Oppa disini hari ini. Aku tidak mau tau! Jika Oppa tidak pulang, aku akan pergi dari rumah dan tidak akan kembali lagi huh!!”

Siwon tertawa “Baiklah-baiklah sayang. Oppa akan usahakan. Jangan marah lagi, wajah cantikmu bisa keriputan nanti.”

Yoona langsung menjawab “Yak Oppa! Kau memang tidak mengerti. Ya sudahlah, jangan telepon aku lagi. Bye!”

Percakapan diantara mereka pun berhenti.


 

Seharian ini Yoona hanya berada di rumah saja. Dirinya membatalkan acara shoppingnya dengan Seohyun dan juga menyuruh Sooyoung tidak usah menginap dirumahnya hari ini. Yoona bahkan belum makan seharian. Lebih tepat dirinya menangis seharian ini, semua perkataan media, paparazzi, haters maupun fans-fans fanatik Siwon melintasi pikirannya.

Mulai dari “Ceraikan Siwon Oppa kami”

“Kau tidak pantas menjadi istrinya”

“Yoona! Itu pasti bukan anak Siwon kan?”

Dan masih banyak lagi..

Ini membuat dirinya semakin stress ditambah Siwonnya belum pulang selama 4 hari berturut-turut. Hah.. benar-benar.

Semua pikiran ditambah tangisannya seharian ini membuat dirinya akhirnya tertidur. Saat Yoona tertidur, rupanya Siwon pulang. Ya memang waktunya sedikit tidak tepat.

Siwon pun masuk ke kamarnya dan tersenyum melihat Yoona yang sudah tertidur. Tetapi saat dirinya mendekat dan melihat ada air mata di wajah istrinya, dirinya menjadi merasa bersalah dan sedih. Siwon pun duduk disamping ranjang lalu mencium kepala Yoona dan berbisik “Maafkan Oppa sayang.”

Setelah mandi, Siwon memutuskan untuk menghubungi Sooyoung untuk bertanya soal Yoona. Sooyoung pun menceritakan semuanya mulai dari stress yang Yoona alami, kesedihan Yoona karena banyak yang berkata dirinya tidak cocok untuk Siwon dan berbagai detail lainnya. Siwon pun mengucapkan terima kasih dan setelah telepon mereka terputus, Siwon menghubungi managernya, menyuruhnya untuk membatalkan semua kontrak walaupun harus membayar denda, dirinya juga berkata tidak akan ikut promosi di filmnya lagi dan menyuruh managernya untuk mempersiapkan pesawat pribadi yang dimiliki Siwon karena dirinya memutuskan untuk belibur ke Maldives dengan istrinya besok. Managernya sempat bingung dan mau menanyakan alasannya, tetapi karena mendengar suara Siwon yang lumayan tegas dan waktu pun sudah cukup larut, managernya langsung mengiyakan saja. Sebelum menutup telepon, Siwon juga mengingatkan managernya untuk membooking villa atau tempat tinggal khusus yang tidak ada orang lain selain mereka dan maid-maid yang dibawa Siwon nantinya. Kenapa membawa maid juga? Karena maid yang ada di rumah Siwon itu sudah terlatih dan para maid itu juga sudah mentandatangani perjanjian bahwa berjanji tidak akan membocorkan apapun soal kehidupan pribadi Siwon dan Yoona, dan jika mereka melakukannya, mereka akan dipenjara.


 

Pagi ini, Yoona merasakan ada yang beda ketika dirinya membuka matanya. Setelah membuka matanya,  Yoona akhirnya sadar jika dirinya tidur di tangan kekar Siwon. Dan tangan Siwon satu lagi digunakan Siwon untuk memeluk pinggangnya.

Senyuman otomatis merekah di wajah putih Yoona. Wanita mana sih yang tidak suka diperlakukan seperti ini oleh suami yang dicintainya?

Karena Yoona terlampau senang, dirinya mengecup bibir Siwon beberapa kali. Inilah yang membuat Siwon akhirnya terbangun dan hanya butuh beberapa detik setelah itu, senyum indah muncul di wajah Siwon. Mungkin para fangirlsnya akan berteriak histeris jika melihat kondisi Siwon saat ini.

Siwon kemudian bersuara “Morning pretty.”

Yoona lagi-lagi tersenyum dan menjawab “Morning too.”

Siwon langsung menarik Yoona kedadanya, mencium puncak kepala Yoona lama lalu berkata “Oppa punya sesuatu untukmu sayang.”

Yoona pun langsung menjawab “Apa?”

Baru saja Siwon mau menjawab, Yoona sudah bersuara lagi “Oh ya, apa Oppa membeli pesanan yang kuberitahu sebelum Oppa pergi?”

Siwon menggelengkan kepalanya.

Raut wajah Yoona langsung berubah drastis. Yoona juga langsung mendorong tubuh Siwon agar dirinya tidak lengket dengan Siwon lagi.

Well, walaupun begitu, Siwon tidak marah. Siwon malah tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu.

“Yak! Oppa! Aku kan ingin makan macaron dari Paris itu!”

“Kita bisa membeli macaron di America juga Yoong..”

“Aku tidak mau Oppa! Aku kan sudah bilang.”

“Ya, mau bagimana lagi. Oppa lupa, Oppa kan kesana tidak cuma untuk membeli apa yang kau inginkan melainkan sebenarnya untuk press conference dan pemotretan 3 majalah. Jadi Oppa sibuk sayang.”

“Oppa tidak usah sok sibuk. Aku sudah bilang kan kalau Oppa lupa membelinya lagi kali ini, Oppa tidak boleh tidur denganku selama sebulan. Bahkan kalau bisa Oppa tidak usah pulang ke rumah ini sebulan!!!!”

“Yak! Choi Yoona! 4 hari aku meninggalkanmu, kau ternyata sudah begini. Ah.. Choi Siwon, istrimu sangat jahat!”

“Siapa yang Oppa bilang jahat, HAH?”

“You”

Siwon sudah akan memeluk Yoona tetapi kemudian ia mengurungkan niatnya itu karena Yoona tiba-tiba berteriak

“AND NO TOUCHING!”

Siwon pura-pura mengelus dadanya dan becanda dengan berkata “Kemana istriku yang selalu lembut seperti malaikat? Apakah kau benar-benar Yoona yang ku kenal? Sepertinya bukan ya? Karena istriku, Yoonaku tidak pernah berteriak seperti ini kepadaku. Cepat kembalikan Yoonaku yang seperti malaikat itu.. aku mencintai malaikatku.”

Mendengarnya, entah mengapa air mata keluar dari kedua mata indah Yoona. Siwon yang melihatnya juga sangat sangat terkejut. Yoona biasanya tidak pernah begini.

Siwon langsung membawa Yoona ke pelukkannya dan berkata “Oh.. Sorry baby. Oppa hanya becanda.. hm..”

Yoona dengan suaranya yang terbata-bata menjawab “Ani, aku yang salah Oppa. Aku sudah berteriak seperti nenek sihir tadi. Sorry Oppa jika perkataanku menyakitimu tadi.”

Siwon mengecup kepala Yoona lembut. Ah, Yoonanya kembali..

Siwon lalu bersuara “Jadi mengapa kau nangis sayang? Oppa tidak marah karena kau berteriak, malah Oppa suka karena selama ini kau selalu berperilaku seperti seorang Queen terhormat.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Aku takut Oppa tidak mencintaiku lagi karena melihat aku berteriak seperti itu. Aku juga terkejut kenapa aku berteriak karena hal seperti itu. Sorry Oppa.”

Siwon langsung mengecup bibir Yoona dan menghapus air mata yang kembali mengalir lalu menjawab “Hey sayang.. Kau harus percaya pada Oppa. Mau bagaimanapun perilaku, sikap dan apapun kekuranganmu, Oppa tetap akan mencintaimu. Hanya kau sayang. Oppa hanya dapat melihatmu sayang. Percayalah okay?”

Mendengar ucapan Siwon, Yoona menangis lagi.

Siwon sejenak bingung dengan perubahan emosi sangat cepat yang dialami istri tercintanya.

Ah, Siwon baru tersadar kalau Yoona kan sedang hamil.. jadi inilah yang membuat emosi Yoona berubah cepat.

Dan oh. Karena menenangkan Yoona tadi, Siwon lupa kalau macaron yang Yoona inginkan harusnya sudah ada di meja makan. Tadi, Siwon hanya mau menggoda Yoona.. tak disangka, Yoona begitu kesal tadi. Haha. Mana mungkin Siwon melupakan pesanan yang sudah sangat diinginkan istrinya sejak satu minggu yang lalu.

Dan ya satu lagi.. pesawat pribadi Siwon sekarang harusnya sudah ada di bandara.

Oh Siwon.. mungkin rencanamu kali ini akan berantakan karena waktu keberangkatannya harus diundur 1 jam lebih mengingat sekarang saja mereka masih berada di atas tempat tidur.

Saatnya mencari ide Siwon.. mencari ide bagaimana caranya membawa Yoona ke bandara dan naik pesawat tanpa tau jika kau menyiapkan tempat special untuk menghibur dirinya.

THE END

Sorry kalau ceritanya membosankan. Aku buat cerita ini in hurry banget karena aku baca comment di coretan yang kemarin aku post, banyak yang mau baca cerita YoonWon.. jadi aku usahakan aja. This is it.

Don’t forget to comment..

Thankyou readers~~

[Coretan] We are One

Title : We are One

Cast :

Choi Siwon as Choi Siwon / Andrew Choi

Im Yoona as Im Yoona / Im Callistha, Choi Yoona / Choi Callistha

Aleyna as Choi Aleyna

Others

———————————

Hi readers. Author comeback dengan coretan kali ini. Awalnya mau post Chapter 2nya FF Together cuma FF itu belum siap(?) untuk di post karena belum selesai hehe. Jadi akhirnya malah buat coretan” begini.

Hope you like it. Dan ingat ini coretan jadi pastinya lebih pendek ceritanya. And sorry for the typos

NOTE : SORRY KALAU CERITANYA HAMPIR SAMA SEPERTI FF YANG SEBELUM-SEBELUMNYA. KARENA WELL.. IMAJINASI AUTHOR YA YANG HAPPY-HAPPY AJA DAN KEBANYAKAN HAPPY LIFE OR HAPPY FAMILY.

KALAU TIDAK SUKA GPP KOK GA USAH DIBACA 🙂

THANKYOU GUYS.

Happy reading guys.

YoonA’s POV

Namaku Callistha Im, itulah namaku yang dikenal orang-orang sebagai seorang model dunia yang dulunya juga actress yang mempunyai film-film terkenal. Ya, tapi sejak 11 tahun yang lalu, aku menyandang marga Choi karena aku menikah dengan siapa lagi kalau bukan Choi Siwon? Si Mr. Perfect. Di usianya yang waktu itu masih 24 tahun, dirinya menikahiku yang berusia 22 tahun. Siapa sih yang tidak mau dan tidak kenal dengan Choi Siwon? Pria dengan wajah yang tampan, otak yang cerdas, rendah hati, mandiri karena dirinya sudah mempunyai bisnis sendiri yang sangat sukses sampai ke seluruh pelosok dunia dan jangan lupa dirinya memang berasal dari keluarga konglomerat tetapi juga rendah hati.

Banyak orang bertanya dan berpikir “Hidupmu pasti berubah setelah menikah dengannya Yoona”. Jika aku harus berkata jujur saja, tidak ada perbedaan yang mencolok untuk diriku setelah menyandang marganya, karena sebelum menikah dengannya aku juga telah dikenal orang-orang dunia. Jadi ya begitulah. Bukan sombong, aku sendiri mempunyai karir yang cermelang sehingga aku juga kaya ya walaupun tidak sekaya Choi Siwon pastinya dan persamaan kita adalah keluargaku juga adalah konglomerat. Mungkin perbedaannya adalah aku bukan lagi milik orang tuaku melainkan milik seorang pria, aku harus melayani suamiku sedangkan biasanya aku yang dilayani oleh orang-orang. Selebihnya sama, rumah, mobil, barang-barang mewah bisa kudapatkan sebelum menikah dengannya. Jadi setelah menikah dengannya, aku sudah terbiasa jika disajikan barang-barang super mewah dari suamiku tercinta.

Sebelum menikah, Siwon Oppa memintaku berjanji dengannya, aku harus memakai uangnya untuk keperluanku. Dan kalau bisa aku keluar saja dari dunia entertainment karena dirinya tak mau berbagi diriku lagi dengan publik setelah menikah. Untuk hal yang pertama, aku bisa. Tetapi untuk yang kedua, aku belum bisa, aku belum siap apalagi memikirkan diriku harus tinggal dirumah super besar sepanjang hari tanpa melakukan apapun membuatku ingin menangis saja. Sungguh, aku tidak bisa. Bahkan dulu akulah yang nekad keluar dari rumah mewah orang tuaku untuk dapat bekerja. Aku bukan tipe orang yang bisa diam dirumah. Untungnya, Siwon mengerti. Dan walaupun aku tidak vakum dari entertainment, setidaknya aku mengurangi aktivitasku. Aku hanya akan menerima pekerjaan pemotretan dan iklan dan mungkin film jika cocok saja. Well.. Siwon setuju dan ya sampai sekarang aku masih ada di entertainment walaupun aku sudah memiliki seorang putri.

Satu lagi, siapa yang bilang semua orang setuju aku menikah dengannya? NO! Banyak penggemar Siwon (padahal dirinya bukan aktor ataupun penyanyi) yang memakiku, mencemoohku dan menghinaku bahkan melempar makanan busuk kearahku sewaktu kabar tentang pernikahan kami tersebar kemana-mana. Sungguh ironis bukan? Well.. tapi buktinya akhirnya Siwon tetap menikah denganku haha. Bahkan penikahan kami sudah 11 tahun lebih. Oh ya, setelah menikah, aku dan Siwon tidak menunda untuk memiliki anak. Tetapi nyatanya, aku keguguran dua kali. Kehamilan pertamaku itu setelah 2 tahun aku menikah dengan Siwon dan penyebab kegugurannya adalah aku tidak tau aku sedang hamil dan saat itu aku mempunyai banyak schedule jadi ya begitulah. 2 tahun setelah itu, aku hamil lagi dan harus kembali keguguran karena aku jatuh di tangga rumah kami. Hah, dan akhirnya 1 tahun lebih setelah itu, aku akhirnya melahirkan seorang putri yang sekarang sudah berusia 6 tahun yang kita beri nama Choi Aleyna.

Itu saja tentang aku dan keluarga kecilku.

.

.

.

Aku terbangun dari tidurku setelah terusik oleh cahaya matahari yang berasal dari jendela kamarku ini. Ah, mungkin bibi Oh lupa menutupnya. Aku sudah membuka mataku, tetapi aku tidak bergerak sama sekali karena tidak ingin tidur suamiku terbangun. Aku tersenyum sendiri merasakan pelukkan eratnya ditubuhku. Posisi kami sekarang adalah aku sedang tidur didada bidangnya dengan kedua tangan serta kakinya melilit tubuhku. Inilah kebiasaan Siwonku jika tidur setelah menikah denganku. Aku jadi bingung sendiri bagaimana dia bisa tidur jika aku berpergian keluar negeri. Ah, mungkin dia memeluk guling atau Aleyna. Oh, Yoona kau jahat sekali, tega meninggalkan Mr. Perfect untuk pekerjaanmu. Mengapa aku jahat? Sebenarnya, setelah mempunyai Aleyna, Siwon memintaku untuk benar-benar meninggalkan dunia entertainment dan dirinya juga berjanji tidak akan meninggalkan kita berdua untuk urusan bisnisnya. Tetapi aku tidak bisa dan aku harus mengakui Siwon memang best-dad-material. Kenapa? Dirinya benar-benar tidak pernah lagi keluar negeri untuk urusan bisnisnya, semuanya diserahkan kepada sepupunya Donghae yang adalah sekretaris pribadinya. Bahkan, tiap Jumat sampai Minggu,   Siwon akan berada dirumah, menghabiskan waktunya dengan Aleyna atau diriku jika tidak ada yang urusan yang sangat penting diperusahaannya. Aku harus mengakui, Siwon lebih dekat dengan Aleyna walaupun aku juga dekat dengan Aleyna. Logika saja, mana mungkin Aleyna tidak dekat Siwon jika Siwonlah yang kebanyakan bermain dengan Aleyna, selalu memanjakannya, mengabulkan segala permintaannya dan tidak pernah sekalipun menegur ataupun memarahi Aleyna. Its impossible you know. Sedangkan aku, aku akan menegur Aleyna jika ada sikap atau sifatnya yang menurutku tidak baik. Dan ya jika aku menegur Aleyna, Aleyna akan mengadu atau mencari pembelaan ke Siwon dan seperti biasanya, Siwon akan berkata “No one may get mad to my Princess even the Queen”. Disini Princessnya adalah Aleyna dan akulah Queennya. Maksudnya, ibu dari Princess pun tidak boleh memarahi si Princessnya. Haha lucu sekali. Aku kadang kesal, karena tiap aku menasehati Aleyna, Siwon malah membelanya dan ini akan membuat Aleyna berpikir bahwa apapun yang dilakukannya tidak pernah salah. Tapi yasudahlah, aku tidak mau terlalu memikirkan hal ini lagi. Bisa-bisa tensi darahku naik nanti.

Semua lamunanku hilang ketika aku merasakan sebuah ciuman singkat di pipi kananku. Siapa lagi kalau bukan ciuman dari Siwonku? Aku kembali membuka mataku dan melihat ke wajah tampan Siwon dan disaat yang bersamaan, Siwon mencium bibirku singkat dan berkata “Good Morning, Mrs. Choi”

Senyuman otomatis terbentuk diwajahku mendengar sambutan pagi darinya. Walaupun dia sudah 11 tahun melakukannya, aku tetap saja tersipu. Tak lupa aku pun membalas “Good Morning Oppa”.

Kulihat dirinya juga tersenyum, senyum yang membuat hati para yeoja meleleh. Siwon kemudian berkata “Hari ini kita mau kemana sayang? Any idea?”

Aku menggelengkan kepalaku yang masih berada di atas dada bidangnya lalu menjawab “Aku hanya ingin berada dikamar ini berdua denganmu Oppa. Itu lebih baik daripada ke mall ataupun ke restaurant mewah.”

Siwon lagi-lagi tersenyum dan menjawab “Istriku sudah pandai menggombal ternyata. Ah aku sangat dan akan selalu mencintamu sayang.”

Dan dirinya pun mencium bibirku, menjelajah mulutku dengan lidahnya, mengabsen seluruh gigi dalam mulutku. Tanpa sadar, ciuman kami makin dalam dan disertai dengan suara lumatan-lumatan dari bibir kami berdua. Aku yakin ciuman ini tidak akan lepas sampai 5 menit kedepan. Tetapi Oh-My-God, pintu kamar kami terbuka dan menimbulkan suara yang sangat keras karena pintu itu membentur dinding kamar kami. Inilah yang akhirnya membuat ciuman kami terlepas.

Siwon mungkin sudah ingin memaki siapapun yang menyebabkan ciuman kami terhenti karena raut wajah Siwon mencerminkan begitu tetapi niatnya terhenti, hilang bahkan yang ada malah dirinya tersenyum manis. Karena apa? Lihatlah, di ambang pintu kamar kami, berdirilah seorang anak perempuan berumur 6 tahun yang terlihat lucu dan menggemaskan yang sedang mengucek matanya, mungkin karena masih mengantuk dengan tangan kirinya dan  memeluk boneka Hello Kitty kesayangannya ditangan kanannya. Hah, si penganggu kecil kami. Choi Aleyna!!

Aku yang melihat Siwon makin tersenyum juga ikut tersenyum. Tetapi, tanpa sadar, entah kenapa aku makin mempeerat pelukkanku pada tubuh Siwon. Mungkin karena… karena aku tau Siwon akan melepaskan pelukkannya dari tubuhku dan berganti memeluk anak kecil yang menganggu ciuman kami tadi? Dan dugaanku benar, ketika Aleyna masuk dan berjalan ke arah tempat tidur kami, Siwon mulai menggeser sedikit tubuhnya yang hampir menyebabkan kepalaku yang berada di dadanya jatuh ke tempat tidur. Aleyna lalu memanjat ke tempat tidur kami dan langsung berjalan cepat menuju ke dada Siwon yang tidak tertutupi oleh kepalaku yang masih setia menyandar. Ketika aku melihat Aleyna akan menduduki bagian dada Siwon yang tersisa(?), aku otomatis mempeerat pelukkan lagi. Siwon sempat melihat bingung ke arahku tetapi secepat kilat dirinya melihat kembali melihat ke arah Aleyna ketika mendengar Aleyna berkata “Morning Daddy, love you.”

Seperti dugaanku, tak lama setelah itu, kepalaku berpindah ke bantal sutra mahalku karena Aleyna membuka lebar kedua tangannya, menunjukkan dirinya ingin memeluk Siwon. Dan Siwon dengan senang hati memeluk Aleyna sambil berkata “Morning Princess, love you too.”

Dan ya, Aleyna tertawa lebar mendengar panggilan ‘Princess’ yang keluar dari mulut Daddynya dan juga karena Siwon mencium perutnya berkali-kali. Hah, baru saja aku mau bermesraan dengan suamiku karena aku baru pulang kemarin dari Los Angeles tapi nyatanya suamiku sekarang malah bersenang-senang dengan Princess kecilnya itu. Dan apakah kalian sadar? Princessnya itu bahkan tidak menyapaku atau mengucapkan “Good Morning”. Bagus bukan? Choi Aleyna.. kau satu-satunya perempuan yang berhasil membuat Daddymu melupakan Im Yoona yang selalu menjadi pusat perhatiaannya.

Aku hanya diam, ingin melihat apakah mereka berdua atau setidaknya salah satu dari mereka sadar aku ada di ruangan ini selain mereka. Nyatanya tidak ada, Siwon dan Aleyna sekarang malah membahas barang-barang yang mungkin dibeli Siwon untuknya saat aku tidak ada dengan mereka. Lalu, aku mendengar Aleyna berkata “Daddy!”

Siwon yang sedang memegang tangan Aleyna yang sekarang berada di atas tubuhnya menjawab “Yes, Princess?”

Aleyna pun mengeluarkan suara “Dad, kemarin aku melihat tas pink muda di ruangan besar Mom. Aku mau itu Daddy. Buy me pleaseeeee?”

Aku mendesah tanpa suara. Apa apaan anak kecilku ini? Dia mau tas seperti milikku? Yang mana. Jangan bilang….

Siwon melirikku sebentar tapi mereka tetap menganggapku seperti tidak ada dikamar ini. Siwon lalu menjawab “Yang mana? Coba kau bawa kesini. Minta bantuan Bethany”. Bethany adalah salah satu maid Aleyna yang paling dekat dengannya, just in case if you want to know.

Aleyna pun menganggukkan kepalanya dan berkata “Sure Daddy, wait here okay?” Dan Aleyna pun turun dari tempat tidur kami, berlari cepat keluar.

Setelah Aleyna keluar aku pun berdehem. Siwon berbalik ke arahku, mencium keningku lalu berkata “Kenapa sayang?”

Kenapa katanya? Hah! Aku menjulingkan kedua mataku dan menjawab “Oh! Sekarang kau sudah sadar bahwa ada orang lain dikamar ini selain kalian berdua?”

Setelah mendengar perkataanku, Siwon malah tertawa. Aku langsung mencubit perutnya lumayan kuat. Ini membuatnya berhenti tertawa dan berkata “Okay.. okay.. ternyata istriku cemburu ya?”

“Cemburu katamu Oppa?”

“Ya, cemburu sayang”

“Siapa bilang aku cemburu?”

“Kalau bukan cemburu jadi kenapa kau mendadak kesal sendiri?”

“Terserahmulah Oppa!”

“Hahahaha Yoong.. kau lucu ketika cemburu”

Aku malas meladeni ucapan Siwon lagi. Jadi aku memutuskan untuk turun saja dari tempat tidur dan ingin mandi saja sekalian melepaskan kekesalanku yang belum hilang juga. Tetapi, sebelum aku melakukan niatku, Siwon sudah menarikku ke pelukkannya.

Siwon juga berkata “Okay, I’m sorry Yoong. Tapi kau tau kan aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak memanjakan Aleyna yang menggemaskan itu.”

“Itusih terserahmu Oppa, aku tidak peduli kau mau membelinya apa saja.”

“Jadi, kau kenapa?”

Aku terdiam, malas menjawab dan tidak mau mengakui kalau aku sebenarnya ingin berduaan dengannya hari ini tanpa ada gangguan siapapun termasuk Aleyna. Aku tidak mau mengakui kalau aku rindu saat-saat dimana kami masih berdua tanpa Aleyna, aku rindu saat saat dimana kasih sayang dan perhatian Siwon hanya tertuju padaku. Aku rindu melakukan segalanya berdua dengannya tanpa ada Aleyna yang sering menginterupsi acara romantis kami.

“Yoong.. sayang?”

Aku lagi-lagi terdiam.

Siwon kembali bersuara lagi “Sayang, kau kenapa sih?”

Dalam hati aku berteriak kencang “Kau tidak mengerti Oppa sayang!”

Siwon mencium keningku sambil mengelus rambutku pelan dan kembali berkata “Oppa minta maaf kalau ada perkataan Oppa yang menyinggungmu. Oppa tidak akan tau jika kau tidak mengatakannya sayang. Jadi bicaralah. Oppa akan meminta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi.”

Aku tidak bersuara tetapi tanganku sekarang memeluk tubuhnya.

Siwon berkata lagi “Atau.. jangan-jangan kau cemburu melihat aku terlalu memperhatikan Aleyna ya? Benarkah?”

Baru saja aku mau membantah ucapannya, dirinya sudah kembali bersuara “Oh istriku.. tenang saja, kau akan selalu menjadi perempuan yang paling Choi Siwon cintai. Walaupun Choi Siwonmu juga sangat menyayangi Choi Aleyna, cintanya kepadamu tidak akan pernah berkurang. Aku janji Yoong.”

Mendengar perkataannya, aku melihat ke arah wajahnya. Siwon tersenyum melihatku dan aku membalas senyumannya. Dan lagi, Siwon mencium keningku dan pada saat kami sudah akan berciuman lagi, Aleyna muncul, lagi-lagi menganggu suasana romantis kami.

Aleyna berseru “This one Daddy!!”

Otomatis, aku dan Siwon secara bersamaan melihat kearahnya yang sudah sudah duduk ditempat tidur kami. Tetapi reaksi kami sangat berbeda, Siwon berkata “Okay nanti Daddy akan belikkan untukmu Princess”. Sedangkan aku dengan cepat berseru “Oppa! Kau mau beli dimana? Kau lupa itu kan cuma ada satu di seluruh dunia dan didesign hanya khusus untukku!”

Aleyna yang mendengar ucapanku langsung berkata “Daddy!”

Siwon menjawab “Yes?”

Aleyna kembali bersuara lagi “Kata Mommy ini hanya ada satu.. jadi bagaimana kalau tas ini untukku saja Dad? Bolehkan?”

Aku sudah tau apa kata apa yang akan keluar dari mulutnya yang adalah “Okay, you take it.” Jadi sebelum Siwon menjawab akulah yang bersuara “Tidak boleh Aleyna. That’s Mommy bag. Kau tidak bisa mengambilnya begitu saja.”

Aleyna terlihat kesal karena keinginannya ditolak, apalagi olehku. Dan Oh God! Dirinya sekarang menatap Siwon dengan puppy eyesnya. Baiklah kita lihat saja bagaimana seorang Choi Siwon menyelesaikan masalah ini, masalah diantara istri yang paling dicintainya dengan anak perempuan satu-satunya yang selalu dimanjanya.

Aku menunggu jawaban apa yang akan Siwon berikan. Siwon melihat kearahku, matanya seperti meminta bantuanku atau mungkin memintaku untuk mengalah saja kepada Aleyna, anakku sendiri.

Aku langsung melihat ke arah lain. Tidak mau membantunya atau apapun itu. Tidak bisa, tas itu milikku dan hanya ada satu. Aku tidak mau mengalah, terserah kalian atau siapapun mau bilang aku kekanakkan dan egois. Tetapi inilah aku, aku yang juga selalu mendapatkan segala yang aku mau dari orang tuaku, dulu sebelum bekerja sendiri dan bahkan setelah menjadi seorang public figure diusiaku yang berumur 14 tahun pun aku masih sangat dimanja orang tuaku meskipun mereka sedikit marah ketika tau aku bekerja. Jadi sekarang aku tidak akan mudah mengalah sekalipun itu dengan anakku sendiri. Got it?

Aku terdiam, begitu juga Siwon. Siwon memandangku dan Aleyna bergantian. Kurasa suamiku tercinta bingung harus bagaimana sekarang. Biarkan sajalah.. kau sekali-kali memang harus memilih satu diantara diriku atau Princess kecil kesayanganmu itu.

Keheningan di kamar ini tidak bertahan lama karena Aleyna mulai bersuara lagi “Daddy? Aku mau ini.”

Siwon melihatku lagi lalu segera menjawab “Daddy akan membelimu yang lebih bagus okay? Itu punya Mommy dan hanya ada satu sayang jadi Daddy tidak bisa memberikannya kepadamu.”

Wah.. Siwon memilihku daripada putri manis kesayangannya? HAHA.

“But Daddy..”

“Shh. Nanti Daddy akan berikan tas yang lebih mahal okay?”

Okay kita lihat, seberapa mahal tas yang akan beli kau beli untuknya Choi Siwon! Tasku yang dipegang Aleyna saja bermiliyar US Dollar. Jadi well.. kita lihat nanti.

Aleyna tidak menjawab jadi Siwon bersuara “Sini peluk Daddy sayang.”

Walaupun mungkin Aleyna kesal karena ini pertama kalinya permintaannya tidak terkabul, dirinya tetap dengan antusias masuk ke pelukkan Siwon.

Lalu, aku mendengar Aleyna berbisik dengan suara keras “Dad. Kau haus mengukum Mommy setela ini ok?”

Aku terkekeh, oh-my-little-girl Aleyna, caranya berbicara sangat lucu dan masih ada kata-kata yang salah. Siwon  yang mendengarnya juga terkekeh dan menjawab “Ok Princess. Your King will do it for you later.”

“Hey, Princess nakalnya Mommy. Berani-beraninya kau berbicara begitu, huh? Dan kalau berbisik, suara kecil saja tidak usah kuat begitu sayang.”

Mendengar perkataanku, Aleyna menatapku malu. Tetapi setelah itu dirinya tertawa dan berkata “Sorry Mommy, love you so much.”

Aku terduduk dan membuka lebar kedua tanganku, tanda ingin memeluknya. Aleyna tersenyum dan memelukku erat. Aku mencubit pipinya sambil berkata “I love you too my baby girl.”

Setelah itu Siwon memeluk kami berdua, mengecup kepala Aleyna lalu mencium keningku.

Kupikir masalah soal tas tadi sudah selesai, tetapi tiba-tiba, Aleyna berkata “Mom, bolehkah tas itu untukku saja?”

“No! That’s Mommy. Daddymu kan sudah janji akan membelikan yang lain.”

“But–”

Tanpa sadar aku sedikit meninggikan suaraku “No but sayang!”

Aleyna langsung terdiam, tidak berani mendebatku lagi karena dia tau aku tidak akan merubah keputusanku. Dia tau, Siwon dan aku berbeda. Aku tidak akan selalu memanjakannya dan menoleri kesalahannya. Tetapi Siwon, dia akan memuja Aleyna, membenarkan hal-hal yang sebenarnya salah. Dan benar saja, Siwon menatapku dan berkata “Yoong..” lalu menatap Aleyna. Tanda aku harus meminta maaf, lebih tepatnya membujuk anakku.

Aku mengelengkan kepalaku, tanda aku tidak mau.

Siwon menjulingkan matanya kearahku lalu membujuk Aleynanya. Itu pasti akan memakan waktu yang lama.. jadi aku putuskan untuk mandi saja. Pertama-tama aku mengambil handuk sutra khusus yang biasa kupakai jika aku mau berendam di bath up dan tak lupa kuambil dress satin berwarna biru muda. Aku lalu berjalan menuju kaca riasku untuk mengambil maskerku. Aku akan menyegarkan wajahku dan badanku sekaligus menghapus kekesalanku terhadap Choi Aleyna, anakku sendiri.

Miris bukan? Atau aneh? Terserahlah apa yang kalian pikirkan. Aku tidak peduli.

The end or TBC?

Okay ini aja yang bisa author berikan untuk para readers setiaku. Semoga suka. Dan untuk pertanyaan mengenai FF Family dan FF Together kapan dipost, dengan segala maaf, author tidak bisa menjawab sekarang karena waktu author sekarang benar-benar sedikit.

Goodbye.