[Ficlet] Me and My Husband

Title : Me and My Husband

Cast : Choi Siwon , Im Yoona and others

Disclaimer : All casts are belong to God, their family and company.. not mine

Note : Ini Ficlet or OS ya? ga tau deh. Postingan kali ini pendek sih.. author usahain bisa post walaupun lagi sibuk banget. Hmm.. semoga suka ya.

Picture credit to GGPM 🙂

.

.

.

YoonA POV

Menjadi seorang wanita karir adalah cita-citaku sejak aku duduk di bangku SMA. Karena itu setelah 3 tahun duduk di bangku SMA dan lulus, aku pun tak bingung lagi dalam urusan memilih jurusan kuliah. Sudah pasti aku memilih business atau entrepreneurship. Apalagi nilai lulusan SMAku yang paling tinggi di sekolahku. Bukan bermaksud menyombongkan diri, gampang saja bukan untuk test kuliah di berbagai universitas dengan nilai yang bagus? Ditambah kedua orangtuaku yang adalah keturunan kedua keluarga chaebol. Jadi pastinya aku dapat memilih dimanapun aku mau untuk meneruskan pendidikanku. Aku lulus SMA saat aku berumur 16 tahun. Kenapa? Karena aku terlalu cepat masuk TK dan aku pernah lompat kelas satu kali karena katanya aku sudah sangat mampu. Ya aku juga tidak tau.. itu sih yang dikatakan kedua orang tuaku saat aku bertanya dulu. Setelah lulus, aku pun memutuskan untuk kuliah di Harvard University, tentu kalian semua tau universitas itu bukan? Jadi aku rasa aku tidak perlu membahas lebih panjang lagi tentang universitas itu.

Tapi, hmm.. aku akan membahas satu hal yang berkaitan dengan masa kuliahku disana. Disinilah, aku bertemu dengan lelaki yang sekarang sudah menjadi suamiku sejak 4 tahun yang lalu. Aku, Im YoonA, sebenarnya sudah berprinsip tidak akan berpacaran atau berhubungan lebih dari teman biasa dengan lelaki manapun pada masa kuliahku dan juga aku berprinsip untuk tidak menikah muda, aku baru akan mau menikah di usia 27 tahun atau 28 tahun. Tetapi semuanya tidak berjalan sesuai prinsipku karena aku bertemu dengan lelaki yang bernama Choi Siwon 6 tahun yang lalu.

Aku mulai beberapa bulan setelah kelulusan SMAku dan pada hari pertama saja aku sudah dipertemukan dengannya. Bagaimana tidak? Dia adalah seniorku karena dia siswa dari jurusan business, pada saat itu dia sudah akan masuk ke tahun kedua yang berarti tahun terakhir kuliahnya sedangkan aku baru saja akan memulai tahun pertama kuliahku. Pertemuan pertama kali adalah ketika aku menjalani masa orientasi siswaku dan dialah yang menjadi pembimbingku saat itu. Lucunya, bukannya menyuruhku ini itu, kami malah menghabiskan waktu untuk MOS itu untuk mengobrol.. dan yang membuatku sedikit terkejut adalah, Siwon Oppa mengaku padaku sebelum kami menikah kalau waktu kita mengobrol pada saat MOS itu, dirinya sedang mencoba mendekatiku karena katanya dirinya sudah menyukaiku dari pandangan pertama.

Beberapa bulan MOS itu, aku dan Siwon Oppa sebenarnya sama sekali tidak dekat, menyapa saja tidak apalagi mengobrol. Kami cuma bertemu di cafeteria sekolah setiap hari dan beberapa kali di perpustakaan. Tetapi saat natal tiba, dan fakultas business mengadakan acara yang mengharuskan semua murid datang, di acara itulah kami kembali berbicara setelah sekian lama. Kami mengobrol banyak hal, aku menjadi lebih tau tentangnya seperti hobbynya, apa saja hal-hal yang di suka dan seperti apa karakter seorang Choi Siwon, namja populer dari fakultas business. Tak lupa, aku juga jadi tau kalau dia adalah anak dari seorang pengusaha sangat sukses yang sangat kebetulan sekali adalah sahabat karib ayah dan ibuku yang sangat sering makan bersamaa dengan Appa, Omma dan aku. Tapi, aku tidak memberitahu Siwon Oppa pada saat itu.. aku menutup mulut kalau aku mengenal orang tuanya dengan baik. 3 hal yang pada saat itu membuatku terkesan pada Siwon Oppa : baik dan rendah hati, tanggung jawab / gentleman dan mau berusaha sendiri tanpa bergantung pada orang tuanya yang tentunya dapat menghidupinya sampai 7 turunannya nanti.

Setelah pertemuan di acara natal itu, aku dan Siwon Oppa menjadi sering menelepon satu sama lain, banyak hal yang kita bicarakan. Aku sampai tidak sadar kalau Siwon Oppa menjadi tempat aku mencurahkan segala keluhan, susah dan senang dirinya selalu ada untukku tanpa kusadari. Dan betapa terkejutnya aku, pada minggu terakhir January tepatnya 28 January, Siwon Oppa menyatakan cintanya dengan sangat romantis. Kalian bayangkan saja sendiri, wanita mana yang tidak akan luluh hatinya jika ditembak di private hall salah satu restoran dengan nyanyian suara merdu orang tersebut dan tak lupa ada juga lilin serta bunga-bunga yang bertaburan disana. Ya tapi aku bukan menerimanya karena itu saja,  aku menerima pernyataan cintanya karena saat itu aku sadar, aku tidak akan rela membiarkan Siwon Oppa melakukan hal serupa ke wanita lain, aku sudah terbiasa dengan kehadirannya dan yang terpenting aku sadar kalau aku telah mencintai Siwon Oppa.

Setelah kami resmi berpacaran, di dalam hubungan kami tentunya ada konflik dan pertengkaran seperti pasangan kekasih lainnya tetapi untung saja kami selalu dapat menyelesaikannya. Karena sudah terbiasa bertemu dengannya hampir setiap hari di universitas, aku menjadi merasa berat harus merelakan Siwon Oppa pergi karena di sudah lulus. Katanya harusnya dia langsung pergi ke Inggris untuk mengurus bisnis Appanya yang ada disana. Tetapi karena melihatku menangis terus selama 2 minggu sebelum kelulusannya, dirinya pun mengurungkan niatnya untuk pindah. Siwon Oppa pun akhirnya mengurus perusahaan Appanya yang ada di Amerika menggantikan sepupuny, Leeteuk. Intinya mereka bertukar negara.

Singkat cerita, setelah 1 tahun berlalu dan aku lulus kuliah jurusan business, aku dilamar oleh Siwon Oppa. Sebenarnya aku dulu tidak mau menikah diusia muda karena aku berencana mengambil S2 lagi apalagi saat itu aku hanya berusia 19 tahun (Korea). Tetapi namanya sudah cinta, prinsip apapun menjadi hilang haha. Aku menerima lamarannya.

Jika kalian bertanya mengenai orang tua kami. Jawabannya adalah mereka sudah tau soal hubunganku dengan Siwon karena saat Siwon Oppa berulang tahun pada bulan April (beberapa bulan setelah kami berpacaran) orang tuanya datang. Disana jugalah Siwon Oppa kaget karena Appa dan Omma sudah sangat mengenalku. Dan saat aku berulang tahun, Appa dan Omma juga datang dan aku mengenalkan Siwon Oppa ke mereka walaupun Omma sudah banyak mendengar cerita dariku. Jadi begitulah.

Dan akhirnya aku pun menikah diusia yang terbilang sangat muda ‘bagiku’ , 20 tahun dan Siwon Oppa saat itu juga baru berusia 24 tahun. Kuliah business yang kuambil menjadi seperti tidak terlalu berguna atau lebih tepatnya sia-sia saja. Jika berpikir secara realistis, untuk apa aku dulu belajar gila-gilaan, untuk apa aku membuat berbagai prinsip dihidupku jika pada akhirnya semuanya kulanggar dan menjadi tak berguna. Tapi setelah dipikir-pikir, jika aku tidak berkuliah di Harvard beberapa tahun yang lalu, mungkinkah aku akan dipertemukan dengan Siwon Oppa dan menjadi istrinya seperti sekarang? Dan mungkin saja kan walaupun aku berkuliah disana, aku juga tidak bersamanya. Dan mungkin juga walaupun tidak bertemu dan menjadi istrinya, aku tidak menjadi businesz woman seperti yang kuimpikan? Jadi kesimpulannya, semua ini sudah diatur Tuhan, kami sudah dijodohkan dam ditakdirkan untuk bersama. Menikah diusia muda pun adalah kehendak yang diatas bukan? Yang terpenting, dari diriku, aku bahagia dan merasa sangat beruntung bisa mempunyai seorang suami yang terlalu mengerti diriku, bukan mau hiperbola, but I swear, Siwon Oppa sangat mengerti diriku bahkan dia mungkin lebih mengerti diriku daripada aku mengerti diriku sendiri. That guy is a precious gift that God gave to me. Hmm.. sejak pernikahan kami 4 tahun lalu, aku seperti dilahirkan kembali, I mean I become a mature woman. Karena suamiku, Siwon Oppa juga pria yang mature, a little bit bossy dengan segala hal yang diatur secara perfectionist. Ditambah lagi, dia mempunyai time management yang sangat bagus membuatku mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diriku dengannya secara otomatis. Ya, walaupun sebenarnya Choi Siwon yang dirumah dan di perusahaan 100% sangat berbeda. Di perusahaan, dia seorang CEO sekaligus pemilik yang dihormati, disegani bahkan para yeoja sangat mendambakannya. Dia seorang boss yang bossy, perfectionist dan well.. dia memang mendekati kata sempurna. Tapi kalau sudah dirumah, hah, Choi Siwon berubah menjadi seorang suami yang penuh dengan keromantisan, penyayang dan kata-kata manis yang selalu dikeluarkan dari mulutnya untukku. Seorang namja yang selalu mengerti diriku, dia tidak pernah menuntutku untuk merubah apa-apa. Makanya aku menjadi malu sendiri. Bayangkan saja, kau tidak pernah memasak makanan untuk suamimu yang terlalu menyayangimu. Apakah kau tidak malu? Apalagi dia tidak pernah complain soal itu malah dirinya menyuruhmu tidak usah bekerja di dapur. Sudahlah, cukup sampai disitu. Kurasa aku sudah menceritakan terlalu banuak. Pokoknya, jika kalian bertanya bagaimana hidupku setelah menjadi seorang istri, apakah banyak berubah. Jawabanku adalah ya, aku berubah, aku menjadi Yoona yang lebih dewasa dan mandiri, menjadi Yoona yang lebih perhatian dan romantis. Tapi jika sudah berkaitan dengan urusan pekerjaan rumah, dapur dll.. jangan tanyakan lagi. Aku malu karena aku tidak dapat melakukan itu semua dengan baik, semuanya diurus oleh pelayan-pelayan rumah yang aku tidak tau berapa jumlahnya karena well.. sangat banyak.

Aku sekarang sudah mulai menghilangkan impianku menjadi seorang business woman terkenal karena sepertinya tidak dapat terwujud. Bagaimana mau terwujud? Jika suamimu saja sudah menjadi pewaris dari perusahaan terbesar di Korea dan cabang perusahaan-perusahaan yang tersebar di berbagai benua. Sebenarnya bukan karena itu sih.. maksudku bukan karena suamiku berlimpah harta makanya aku tidak bekerja. Semuanya karena dirinya berkata “Kau sudah menjadi tanggung jawab Oppa sejak kau menikah denganku Yoong, jadi kalau Oppa boleh sarankan kau tidak usah bekerja apapun. Kau hanya perlu menghabiskan waktumu sebagai istri yang dimanjakan suaminya dan sebagai Nyonya muda karena kau menikah diusia yang terbilang muda sayang.” Ditambah dirinya selalu membawaku jika melakukan perjalanan bisnis jadi aku tidak bisa berbisnis dan lain sebagainya. Okay, jangan coba-coba bilang aku banyak alasan.. karena memang itulah kenyataannya. Dan jangan lupa, orang tuaku juga memiliki perusahaan besar dan akulah pewarisnya karena aku adalah anak tunggal. Ya, walaupun perusahaan-perusahaan Appa sekarang diurus sepupuku, Im Seolung Oppa dan Im Donghae Oppa.

Aku juga tidak tau entah aku terlalu beruntung atau bagaimana, mengapa semua orang yang kusayangi selalu mengerti dan menyayangiku. Ditambah faktor latar belakang keluargaku dan Siwon Oppa yang chaebol terlalu memudahkanku untuk mendapatkan apa saja yang kumau. Ya sudahlah, kita tidak usah membahas tentang yang ini lagi. Sekarang aku sudah sampai di bandara untuk bertemu dengan suamiku yang baru pulang dari Swiss dan kami langsung akan berlibur ke Maldives. Well, sekalian honeymoon lagi kata suamiku. Ah, bukan sekalian.. itu memang tujuan utamanya, mungkin. Sambil menunggunya di mobil, aku mau menjawab kalian yang mungkin penasaran soal “Apakah mereka sudah dikaruniai keturunan?” Well, aku sudah mempunyai dua orang putra, yang pertama bernama Choi Daniel sudah berusia 3 tahun dan yang kedua bernama Choi David berusia 1 setengah tahun. Dan aku sebenarnya sedang mengandung 3 bulan sekarang. Untuk liburan kali ini, Siwon Oppa memaksa kehendaknya menyuruhku untuk tidak membawa serta kedua putra kita katanya itu karena setelah kami mempunyai anak, kemanapun kita berlibur, aku selalu saja mengharuskan untuk membawa mereka dan katanya, aku sudah tidak mempunyai banyak waktu untuknya setelah kami mempunyai anak. Choi Siwon, Choi Siwon.. waktu yang kuberikan untuk kita habiskan berdua selama ini tidak pernah cukup. Yang benar saja, aku bahkan pernah merelakan 1 minggu waktuku untukmu karena rengekanmu aku tidak pernah lagi memperhatikanmu. Dan tentunya itu membuatku menelantarkan Daniel yang pada saat itu berusia 1 tahun lebih. Baiklah.. dan sekarang kita akan menghabiskan 2 minggu berdua lagi. Untung saja Daniel sedang kedatangan Jiwon, aunty kesayangannya dan juga ada James yang seumuran dengannya. James adalah anak Tiffany unnie yang adalah sepupu Siwon Oppa. Jadi James tidak merengek untuk ikut juga. Kalau David, dirinya dijaga oleh mertuaku dan para babysitternya tentunya aku tetap akan menelepon hampir tidak 4 atau 5 jam sekali untuk mengecek keadaan kedua anakku.

Lamunanku hilang ketika aku merasakan ciuman di pipiku dan puncak kepalaku serta rangkulan sebuah tangan. Sudah pasti semua itu dilakukan oleh Choi Siwon karena tidak ada namja lain yang berani melakukan itu padaku jika tidak ingin berhadapan dengan seorang Choi Siwon.

Aku menghadap dirinya sambil tersenyum lalu mencium kedua pipinya. Aku dan Siwon Oppa pun berpelukan erat setelahnya. Really, it is the best feeling ever after days we don’t get to see each other.

Setelah beberapa menit, Siwon Oppa melepaskan tanganku dari tubuhnya dan mengecup bibirku singkat. Lalu dirinya mulai bersuara “I miss you a lot honey.”

Aku tersenyum dan berkata “Me too Oppa! Mana titipanku? Kau bawakan?”

Siwon Oppa mengacak rambutku asal dan menjawab “Tentu saja suami tampanmu ini akan membawa apa yang istri satu-satunya titipkan karena dia takut istrinya yang cantik itu berubah jadi seekor singa betina jika lupa membawa titipannya.”

Aku mau tertawa mendengar candaannya. Tapi aku memutuskan untuk menahan tawaku dan mengerjai Choi Siwon. Aku pun melepaskan tangannya yang berada di pinggangku dan berkata “Ya sudah jika istrimu yang sekarang bisa berubah jadi singa betina.. kau cari saja istri lain yang hanya bisa berubah jadi seekor kelinci manis. Dan bye.. aku mau pulang saja.”

Siwon Oppa kelihatan panik dan berkata “Hey sayang.. Oppa hanya be–”

Aku bersuara sebelum dirinya berhasil menyelesaikan apa yang dirinya mau ucapkan “Kau siapa Tuan? Apakah kita saling mengenal? Sepertinya tidak bukan. Permisi kalau begitu.”

Aku pun benar-benar berjalan menuju pintu mobilku yang kebetulan masih ada di depan airport. Aku tau Siwon Oppa pasti mengejarku. Dan benar saja, hanya 5 detik kemudian, aku sudah merasakan sepasang tangan keker memelukku dari belakang dan suara namja yang berkata “Oh jadi istri dari suami tampan tadi sedang merajuk? Oh maafkanlah suami tampanmu.. dirinya hanya becanda karena ingin menggodamu.”

Aku masih terdiam walaupun dalam hati aku sudah tertawa terbahak-bahak. Karena tidak mendapat respon apa-apa, Siwon Oppa pun berkata “Hey.. sayang.. kau benar-benar marah? Dan kita tidak jadi liburan? Hm? Padahal pesawat pribadi Oppa sudah sampai.”

Aku lagi-lagi terdiam..

Siwon Oppa pun membalikkan badanku dan bertanya “Kau sungguh-sungguh tidak ingin pergi ya? Hah.. padahal Oppa sudah berandai-andai bagaimana rasanya berlibur berdua dengan istrinya lagi setelah sekian lama.”

Aku langsung memeluknya erat dan tanpa sadar aku meneteskan air mata. Oh, mood swingku kembali menghampiri diriku.

Siwon Oppa mengelus kepalaku sambil berkata “Baiklah sayang kalau kau benar-benar tidak ingin pergi. Kita bisa pergi berdua dilain kesempatan. Okay kita pulang saja.”

Aku menggelengkan kepalaku yang berada didadanya.

Siwon Oppa bersuara lagi “Kenapa sayang?”

Aku akhirnya bersuara “Oppa kenapa kau bisa tampan sekali tapi sayangnya kau bodoh sih?”

Siwon Oppa terbengong mendengar ucapanku lalu berkata “Apa katamu Yoong?”

Aku menjawab “Kau bodoh Oppa! Kau tidak bisa membedakan kapan kau dikerjai olehku dan kapan aku serius. Ya sudah kalau kau mau pulang ayo kita pulang.”

Siwon Oppa pun sepertinya sadar dengan keadaan sebenarnya karena dirinya berkata “Yak Choi Yoona. Kau ini sungguh keterlaluan ya mengerjai suamimu sendiri. Hah, kita tidak akan pulang.. kita berangkat sekarang.. karena….”

Aku bertanya karena dirinya tidak menyelesaikan ucapannya “Karena apa Oppa?”

Dirinya tersenyum dan menjawab “Karena Oppa sudah lapar.. sudah tidak sabar mau memakan istrinya tercinta. Jadi ayo kita harus cepat-cepat naik ke pesawat sebelum suamimu yang lapar ini memakanmu dihadapan banyak orang.”

Aku pun tidak bisa berkata apa-apa lagi karena dirinya langsung mengendongku ala bridal style.

Dan pertempuran, berbagai ronde peperangan pun terjadi. Berbagai sasaran pun berhasil ditaklukan.

The end

Okay  mungkin cerita ini agak sedikit tidak jelas. Tapi ini saja yang bisa author berikan hehe.

Have a happy holiday!!

[Chapters] Family (Chapter 1)

Title : Family

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others

Length : Chapters

Poster by talented xoloveyoonwon. Thanks a lot for making me one!

Hi readers. Setelah melihat semua review kalian, yang sebagian besar minta FF YoonWon Happy Family, Happy Ending, Romantic, dll.. Nah semoga FF ini bisa membuat kalian senang ya 🙂

Tolong comment kritik atau saran kalian ya, karena itu buat author jadi semangat hehe!

Full Casts Details : https://minefanficworld.wordpress.com/2016/01/10/teaser-family/

Happy Reading guys!

.

.

.

Yoona POV

Pertama tama aku akan menceritakan tentang keluarga kecilku. Mungkin banyak yang sudah mengetahuinya, tetapi tidak apa-apa bukan jika aku tetap mau menceritakannya. Aku akan memulai dengan cerita latar belakang keluarga Siwon Oppa dan keluargaku. Bagaimana aku bertemu Siwon Oppa dan akhirnya kami berhubungan serta menikah. Dan tentang anak-anakku. Semua ini tentunya dari sudut pandangku, jadi jika Siwon Oppa berpendapat lain, ya itu wajar karena dia pasti punya sudut pandangnya sendiri juga.

Flashback ON

Aku terlahir di keluarga chaebol. Mr. Im, sebutan orang-orang ketika memanggil ayahku, dia adalah seoarang businessman terkenal. Bukan mau menyombongkan diri atau pamer.. keluarga ayahku sejak dulu memang sudah sangat kaya. Maksudku dari kakeknya kakekku saja sudah kaya jadi bisa dibilang ayahku adalah penerus dari perusahaan keluarganya. Appa mempunyai bisnis di bidang perhotelan, property, mall dan beberapa pusat belanja di Korea, Jepang, China dan Amerika. Seingatku, Appa pernah bercerita dia bertemu Omma ketika Appa melakukan perjalanan bisnis ke LA. Disanalah akhirnya dia bertemu Omma yang merupakan anak satu-satunya dari orang penting di negera itu. Omma adalah keturunan Amerika-Korea. Singkat cerita, mereka pun bersama dan menikah lalu melahirkan Oppaku, Im Seolung dan diriku, Im Yoona. Sejak kecil, kira-kira sekitar 5 atau 6 tahun, Omma sangat sering membawaku berbelanja, meriasku sesukanya serta memasukkanku ke lomba-lomba yang berhubungan dengan fashion, seperti catwalk, fashion show ataupun mengikutsertakan diriku saat mereka berdua dan Oppaku pergi ke acara-acara penting perusahaan. Omma juga dari aku kecil sudah membelikan baju-baju dari designer ternama untuk dipakaikan kepadaku. Maklum, Omma adalah anak tunggal dan dirinya tau sangat banyak tentang fashion dan lagi fashion keluarga Omma memang mewah jadi ketika dirinya mempunyai anak perempuan, bisa dibilang aku menjadi seperti ‘boneka hidup’ untuknya. Mungkin karena margaku atau karena tau aku anak dari businessman ternama, akupun diminta menjadi cover majalah anak lalu lama-lama menjadi model pakaian anak-anak serta masuk dalam beberapa iklan. Ketika aku berusia 13 tahun, aku ditawari untuk ikut catwalk designer ternama, mungkin karena Omma dekat dengan designernya atau bagaimana aku tidak tau.. yang jelas sejak itulah aku mulai menjadi masuk ke dunia entertainment ini.

Aku kadang bingung sendiri apakah orang-orang seperti sutradara, producer dan lain-lain yang bekerja denganku tidak pernah menegurku karena tau orang tuaku adalah orang penting. Kadang aku kesal sendiri juga, karena sangat jarang ada yang berani memarahi ataupun menegurku karena kesalahanku. Ketika aku berusia 16 tahun, aku masuk ke dunia acting. Well, Appaku tidak begitu menyetujuinya namun karena aku menyakinkan dirinya aku bisa, mau tak mau Appa mengiyakan saja. Semakin lama, semakin banyak job yang ditawarkan kepadaku. Awalnya aku mengurus semua jadwalku dengan bantuan asisten Omma tetapi karena makin padat, aku memutuskan untuk masuk ke agency di usiaku yang saat itu 17 tahun. Dan pada tahun itu jugalah aku bertemu Siwon Oppa untuk pertama kalinya.

Sebelum bertemu dengannya, aku sudah tau siapa dirinya seperti nama, pekerjaan, umur dan banyak hal lainnya. Aku tau dia bukan karena aku mengenal dia atau apa, tetapi karena dia adalah namja yang mempunyai sangat banyak fans dan sangat amat terkenal, tak jarang dirinya dipanggil “Prince Siwon” oleh orang-orang, terutama para yeoja. Dan sangatlah kebetulan, beberapa bulan setelah itu, kami terlibat dalam pemotretan majalah yang sama. Entahlah, mungkin aku dapat berkata kalau aku mengalami ‘love at the first sight’ dengannya. Aku mungkin tidak sadar pada saat itu, tetapi setelah memikirkannya kembali sekarang.. aku sepertinya sudah menyukainya pada saat pertama kali kita bertemu di lokasi pemotretan. Bukan apa, asal kalian tau, Siwon Oppa sangat baik sehingga kau akan terkesan dengan kepeduliaannya terhadap sesama padahal dirinya sangat terkenal. Siwon Oppa juga mudah menyesuaikan diri dengan orang baru.. bahkan aku masih mengingat dirinya lah yang memulai obrolan diantara kita. Obrolan pertama kali adalah tentang disneyland. Kenapa disneyland? Karena dirnya melihat aku memiliki banyak barang barang yang berkaitan dengan disney. Konyol bukan?

Aku sempat berpikir aku tidak akan bertemu dengannya lagi ataupun mungkin kesempatan untuk bekerja dengannya semakin sedikit karena dirinya sangat sibuk. Aku pada saat itu berpikir mungkin pemotretan ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kami. Tetapi semua dugaanku salah, karena rupanya diam-diam Siwon Oppa meminta nomor teleponku ke managerku lalu beberapa hari setelah pemotretan, dirinya mengirim pesan kepadaku, hanya bertanya soal kabarku dan apakah aku sudah makan. Ya, saat itu aku menganggap dirinya mau berteman denganku.

Well.. awalnya dia hanya menyapaku lewat pesan singkat ataupun chatting. Setelah itu, tanpa sadar kami saling memberi kabar ke satu sama lain setiap hari dan aku lucunya tidak pernah merasa bosan sama sekali. Setelah beberapa bulan hanya berbicara lewat pesan, Siwon Oppa akhirnya meneleponku. Kamipun mengobrol panjang, menceritakan aktivitas kami, apa yang kami sedang kerjakan dan sedikit tentang keluarga kami masing-masing. Waktu itu, kata Siwon Oppa dirinya tau orang tuaku dan Oppaku. Kukira itu hal yang wajar.. karena banyak yang tau tentang keluargaku.

Aku tanpa sadar sudah tergantung dengan Siwon Oppa. Aku selalu merasa lebih bahagia ketika menerima kabar tentangnya ataupun ketika kita berbicara lewat telepon. Lucu bukan, kita bisa bertemu saja kalau memang kita ingin. Tetapi itu tak semudah yang dibayangkan.. jadwal kami tidak pernah mengizinkan kami untuk bertemu bahkan sedetikpun tidak bisa. Hah, aku pernah mengeluh pada Siwon Oppa, aku bilang aku ingin sekali-kali kami bisa menghabiskan waktu seperti makan bersama ataupun bermain bersama tetapi tetap saja walaupun kami mau, itu sangat sulit untuk diwujudkan.

Namun entah Tuhan terlalu baik atau bagaimana.. ah atau mungkin Tuhan memutuskan untuk mengabulkan doaku.. aku yang waktu itu menerima job iklan baju ternyata dipasangkan dengan Siwon Oppa yang menjadi model iklan merek baju tersebut juga. Jadi aku sebagai model perempuan dan dia sebagai model laki-lakinya. Baik aku maupun Siwon Oppa sangat terkejut ketika kita saling melihat satu sama lain lagi setelah berbulan-bulan hanya saling memberi kabar lewat perantara telepon. Aku bahkan sampai meneteskan air mata, aku seperti tidak percaya bisa bertemu dengannya bahkan kami akan sering bertemu setelah ini karena kami menjadi model tetap untuk merek baju tersebut.

Sejak saat itu, hubunganku dengan Siwon Oppa terasa semakin dekat. Kami semakin sering menceritakan tentang diri kami masing-masing bahkan kami mulai bisa menghabiskan waktu dengan satu sama lain secara langsung. Pada saat itu, aku tidak tau apa hubungan kami jika ditanya managerku ataupun orang-orang yang bertanya ketika melihat kedekatanku dengan Siwon Oppa. Yang ku tau, kami saling menyayangi satu sama lain, kami takut kehilangan satu sama lain. Itulah yang ku tau saat itu.

Beberapa bulan setelah itu, tepatnya dekat hari Natal. Siwon Oppa mengajakku ke rumah orang tuanya. Biasanya aku tidak akan bisa pergi karena orang tuaku pasti menyuruhku untuk pulang kerumah menghabiskan waktu dengan mereka. Tetapi sekali lagi, entah kebetulan atau bagaimana.. tahun itu, orang tuaku pergi ke Canada berlibur bersama Seolung Oppa dan istrinya, Yuri unnie, sahabatku dari kecil. Jadi akupun menerima ajakan Siwon Oppa dan disanalah aku bertemu orang tuanya dan adiknya, Choi Jiwon. Hmm mungkin kalian akan bilang kalau aku heboh tetapi aku tidak peduli. Kalian tau? Ternyata Mrs.Choi adalah teman Omma. Bahkan dirinya lah yang memberitahuku karena dirinya pernah beberapa kali melihat photoku yang ditunjukkan Omma kepada teman-temannya, ya Omma memiliki sebuah squad, perkumpulan wanita-wanita kaya yang tidak pernah bekerja. Dan karena itu jugalah, aku semakin dekat dengan Siwon Oppa karena Ommanya sering menyuruh Siwon Oppa mengajakku makan malam ataupun sekedar bermain dirumahnya saja. Yang ku ingat sih, Jiwon sangat senang bermain denganku jadi Omma Siwon Oppa makin sering memintaku berkunjung kerumahnya bahkan aku menjadi sering menginap di rumah Siwon Oppa karena bermain sampai larut malam atau ketika orang tuaku tidak ada di Korea.

Setelah setahun bersahabat dengannya, kami sepertinya mulai mau mengakui kalau sebenarnya rasa itu sudah ada sejak lama namun kami saling menutupi atau menghalau rasa itu karena takut perasaan kami tak terbalas dan takut jika salah tau diantara kita tidak memiliki rasa yang sama maka kemungkinan hubungan persahabatan kamipun akan ikut hancur. Akhirnya pada hari Valentine, Siwon Oppa yang mengajakku makan malam di café favorite kami menyatakan perasaannya kepadaku bahkan dirinya rupanya sudah meminta izin kepada orang tuaku terlebiu dahulu, bertanya apakah aku diizinkan berhubungan lebih dsri teman dengan dirinya. Untungnya, oang tuaku setuju. Menurutku sih, Yuri unnie sudah cerita kepada Seolung Oppa dan Omma kalau aku mencintai Siwon Oppa, jadi mereka semua setuju-setuju saja.

Aku tak mau berbohong, setelah berhubungan dengan Siwon Oppa, ah maksudku setelah kami berpacaran.. kami kadang bertengkar soal hal sepele. Tetapi tak kupungkiri, hidupku terasa jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Bisa dibilang, menerima dirinya menjadi pacarku adalah keputusan terbaik yang pernah kuambil. Semuanya akan berbeda lagi ceritanya jika aku menolak Siwon Oppa. Tanpa dirinya, aku tidak akan menemukan dan mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Dengan dirinya, aku mengetahui bagaimana mencintai kelebihan dan kekurangan orang lain. Sungguh, dengan Siwon Oppa banyak hal baik yang bisa kupelajari. Dengannya, aku jadi tau aku ada salah dan kurang dalam banyak hal, karena hanya Siwon Oppalah yang berani menegur atau mengevaluasi kesalahan atau kekuranganku. Aku tidak pernah marah jika dia melakukan itu karena aku tau itu semua juga untuk kebaikan diriku sendiri.

Tepat hari jadi kami pada tahun ketiga, Siwon Oppa yang kebetulan sedang melakukan press conference untuk dramanya ditanyai soal kekasih. Ku kira dia tidak akan menjawab atau setidaknya mengelak jika dirinya sudah punya pacar. Tapi tak kusangka dirinya menjawab dirinya sedang berhubungan denganku dan hubungan kami sudah 3 tahun. Aku merasa khawatir, takut semuanya menjadi buruk karena pengakuannya. Masa bodoh dengan jobku yang nanti menipis atau banyak iklan ataupun perusahaan yang membatalkan kontrak memakaiku untuk produk mereka. Yang ku pikirkan sekarang adalah karir Siwon Oppa. Aki merasa bersalah karena kalau aku tidak pernah masuk ke dalam hidupnya, semua ini mungkin tidak akan terjadi.

Setelah pengakuannya, malam harinya Siwon Oppa mengajakku makan malam. Kami berdiskusi banyak soal akibat yang mungkin terjadi karena pengakuannya. Oh. My. God. Siwon Oppa menyuruhku untuk membenarkan saja jika pihakku ditanya tentang hal serupa. Sebenarnya ingin aku menolak permintaannya, tapi tidak bisa, aku tau apa yang dia lakukan pasti yang terbaik, pasti dirinya juga sudah memikirkan ini matang-matang.

Singkat cerita, hubungan kami terus berjalan. Syukurlah sejak kami memberitahukan ke publik, kami merasa lebih lega. Dan apa yang kuduga tidak terjadi, malah semuanya menjadi lebih lebih baik lagi. Aku dan Siwon Oppa bisa dibilang sangat jarang bertengkar apalagi mendiamkan satu sama lain jika bertengkar. Itu tidak pernah terjadi. Jika kami bertengkar, kami akan menyelesaikan masalah kami di tempat itu juga atau pada waktu itu juga.

Oh, aku lupa menceritakan soal keluarga Siwon Oppa. Dia jarang menceritakan kepada orang-orang luar sebenarnya. Siwon Oppa adalah anak dari pemilik Hyundai Department Store, ayahnya juga menjadi CEO di beberapa perusahaan lain. Ommanya memiliki yayasan besar untuk melakukan hal-hal baik membantu sesama, Ommaku juga mempunyai kegitan serupa namun dirinya tidak mendirikan yayasan. Ya begitulah, dirinya dari kalangan chaebol tetapi aku selalu saja merasa terpesona kepada Siwon Oppa. Dirinya memulai karirnya dengan kerja kerasnya sendiri tanpa meminta bantuan orang tuanya. Sebenarnya jika ia bisa meminta bantuan bukankah semuanya akan menjadi jauh lebih mudah? Haha. Kalau adik Siwon Oppa, Jiwon kalian pasti sudah tau banyak tentangnya kan.

Aku sudah terlalu cerewet bukan? Maklumi saja ok.

Intinya, aku dan Siwon Oppa menikah setelah 5 tahun pacaran. Aku pada saat itu berusia 22 tahun dan Siwon Oppa berusia 24 tahun. Mungkin kalian menganggap aku terlalu muda atau apa, tetapi kurasa tidak. Kami sudah berpacaran 5 tahun jadi kurasa menikah adalah keputusan yang tepat. Pernikahan kami saat itu sangat menghebokan dunia karena memang pernikahan kami sangat mewah dan orang-orang yang datang banyak dari kalangan orang penting. Sebenarnya ku kira setelah kami menikah, karir kami yang sedang ada di puncaknya akan langsung berubah drastis, ya itu sebenarnya resiko dari keputusan kami untuk menikah secara terbuka, bukan menutup-nutupi dari media atau fans kami. Tanpa kusangka, nama kami semakin besar bahkan lebih besar sampai kami mempunyai sangat banyak fans diluar negara kami sendiri. Pernikahan kami waktu itu sangat banyak diberitakan media bahkan disebut-sebut sebagai pernikahan termewah dan termahal yang pernah ada. Banyak juga yang mencontoh konsep pernikahan kami sejak itu. Tak masalah sih buatku.

Setelah menikah, Siwon Oppa vakum dari dunia entertaiment dan memilih masuk ke dunia bisnis. Membantu Appanya dan mengurus bisnis yang selama ini ia jalani tanpa diketahui orang-orang. Haha, jangan negative thinking dulu.. bisnisnya bukan bisnis gelap seperti mafia atau apa. Siwon Oppa memiliki perusahaan dalam bidang otomotif dan perhotelan di luar negeri.

Setengah tahun setelah kami menikah aku pun hamil dan karena Siwon Oppa tidak mau meninggalkan aku dengan kesibukannya ke luar negeri, jadi perusahaannya di Korea dia serahkan kepada orang kepercayaannya. Lalu kami pun memutuskan untuk menghabiskan waktu di New York dan beberapa bulan setelah itu, aku pun melahirkan seorang anak laki-laki yang kita namani Choi Minho atau Mikhail Choi, nama amerikanya. Mengapa harus ada nama Amerika? Karena kami menetap disana lagipula keluargaku dan keluarga Siwon Oppa semuanya mempunyai nama Amerika apalagi ibuku dari Amerika juga. Mendengar kabar aku telah melahirkan seorang anak, media pun lagi-lagi heboh. Hah! Yang benar saja, padahal aku, Siwon Oppa serta orang-orang dalam yang tau tentang kehamilanku sudah menutup rapat-rapat soal kapan aku melahirkan dan lain-lain, tetapi tetap saja para media tau. Mungkin kalian bingung, kok bisa aku dikenal media Amerika dan mereka heboh. Itu semua karena perusahaan Siwon Oppa sangat besar di Amerika dan aku juga lumayan dikenal sebagai model disini. Dan oh aku lupa memberitahu kepada kalian kalau aku mempunyai usahaku sendiri yaitu Callistha Crown House dan Im Cosmetic. Callistha Crown House sangat terkenal sampai keluar macanegara. Kalau Im Cosmetic memang sering dipakai artis-artis Amerika jadi ya begitulah.

Kami belum kembali menetap di Korea setelah Minho anakku lahir. Hmm.. kita tetap berkunjung ke Korea 2 kali dalam sebulan dan pernah tinggal di Korea selama 3 bulan berturut-turut karena aku menerima job mini drama.

Kalau aku harus menceritakan tentang anak pertamaku, Choi Minho, hal pertama yang aku akan katakan adalah dirinya sangat pengertian dan penyayang. Dirinya selalu mengerti kalau baik Siwon Oppa dan diriku adalah orang terkenal jadi kemanapun kita dirinya harus tahan akan silauan kamera yang mengikuti kami. Awalnya mungkin dirinya tak biasa, karena baru berumur satu tahun saja banyak yang sudah menyukainya bahkan ada yang mau anakku jadi model produk mereka.

Sekitar 3 tahun setelahnya aku kembali melahirkan seorang anak laki-laki yang kita namai Choi Suho atau Alexander Choi, nama amerikanya. Sama seperti sewaktu kakaknya lahir, kelahirannya juga menghebokan dan tetap saja banyak yang memintaku untuk mengizinkan kedua anakku menjadi model dan lain-lain. Tetapi aku menolak, mereka masih terlalu kecil untuk itu. Siwon Oppa pun tidak begitu setuju meskipun dia memberikanku hak untuk mengambil keputusan soal itu. Apa lagi ya, ah, Minho sangat senang ketika dirinya memiliki adik, apalagi adik laki-laki. Aku juga senang saja, mereka adalah anak-anak yang baik. Ya kalau bertengkar sudah wajar bukan. Haha.

Siwon Oppa adalah sosok ayah yang baik, bahkan dirinya lebih sabar dari diriku. Siwon Oppa juga selalu menuruti kemauan mereka, katanya untuk apa dia punya perusahaan besar yang menghasilkan uang yang lebih dari cukup tapi tidak membelikan apa yang anaknya mau. Well, aku lumayan setuju.. tetapi kadang sedikit berlebihan.

Di kehamilanku yang ketiga, aku diam-diam berharap kalau anakku kali ini akan perempuan. Tetapi tidak apa-apa juga kalau Tuhan berkehendak lain. Bukan hanya aku, aku tau Siwon oppa juga berharap hal yang serupa tetapi dirinya tidak pernah memaksa atau meributkan soal itu karena mungkin tidak mau menyinggungku. Dan, aku bersyukur, keluargaku dan keluarga Siwon Oppa juga tidak pernah meributkan soal itu.

Dan Tuhan tidak menjawab doaku.. aku kembali diberi seorang anak laki-laki olehnya yang kita namain Choi Donghae atau Dave Choi. Aku tidak membencinya tetapi sempat sedih karena aku ingin anak perempuan. Siwon Oppa yang tau aku merasa sedih, saat itu terus menerus menyemangatiku. Dirinya berkata tidak apa-apa karena berarti dengan begitu dirinya tidak perlu menjaga lebih dari satu wanita. Aku tau dia juga ingin anak perempuan tetapi dirinya berusaha menyenangkanku saja. Aku bersyukur mempunyai suami seperti dirinya. Sangat.

Setelah melahirkan Donghae, Siwon Oppa mengusulkan agar aku mengikuti program agar tidak hamil lagi(?) Bukan karena dirinya tidak mau menambah lagi atau takut mempunyai anak laki-laki yang lebih banyak. Dia melakukan itu agar aku bisa fokus dengan ketiga anakku yang masih kecil, jarak umur mereka dengan saudara diatasnya hanya 3 tahun. Tetapi kembali lagi semuanya dia serahkan kepadaku. Dan aku pun setuju. Satu hal lagi, kami pun memutuskan untuk terus menetap di Amerika saja.

Hidup dengan suami yang sempurna bagiku dan anak-anak yang baik membuatku bahagia. Kami sering pergi ke negara lain untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama. Kami juga tetap pulang ke Korea untuk mengunjungi keluargaku dan keluarga Siwon Oppa.

Lalu, sekitar 5 tahun setelah aku melahirkan Donghae, aku berencana untuk menambah anak dan pergi berkonsultasi ke dokter dokter. Aku ingin anak perempuan, aku ingin seperti Yuri unnie yang bisa pergi ke salon dengan anak perempuannya dan melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan perempuan. Aku tidak masalah soal shopping, karena aku dan ketiga anak laki-lakiku memang sering pergi berbelanja bersama. Apalagi Choi Minho dan Choi Suho, mereka berdua sering sekali menemaniku berbelanja karena ingin menguras uangku juga(?) Tidak aku becanda. Mereka berdua menemaniku sekaligus membeli barang mereka karena mereka berdua mulai dikenal publik dan adalah model.

Dan hasilnya aku pun kembali hamil dan memberi adik perempuan untuk para anak laki-lakiku. Saat itu Minho sudah berusia 12 tahun, Suho berusia 9 tahun dan Donghae berusia 6 tahun. Siwon Oppa juga terlihat sangat senang begitupun diriku. Aku rasanya seperti berhasil memberi sesuatu yang special untuk suamiku. Ya at least, penantian dan kesabaranku selama bertahun-tahun menunda memiliki anak membuahkan hasil bukan hahaha.

Sebenarnya, aku awalnya sempat takut ketika memikirkan bagaimana reaksi anak-anakku apalagi Minho karena dirinya sudah lumayan besar. Aku takut mereka bertiga akan berpikir bahwa aku dan Siwon Oppa akan lebih memperhatikan dan menyanyangi Lauren, adik perempuannya karena Lauren adalah satu-satunya saudara perempuan yang mereka miliki. Tetapi semua dugaanku salah, malah mereka bertiga sangat menyambut kepulangan Lauren dari rumah sakit waktu itu. Mereka juga membantuku menjaganya karena Siwon Oppa tidak mau tangan orang lain yang merawat anak perempuannya sampai Lauren berumur 1 tahun. Akupun vakum dari dunia entertainment untuk pertama kalinya karena sebelumnya ketika melahirkan anak laki-laki, aku hanya beristirahan beberapa bulan saja. Tentunya berbulan-bulan dan selama setahun berbeda. Sampai-sampai aku juga menolak untuk menjadi model utama dalam fashion show yang digelar oleh Chanel dan Marc Jacob.

Siwon Oppa juga mengurangi waktunya di kantor.. dirinya mengerjakan segalanya di rumah. Jadi kami berenam benar-benar berkesempatan menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Bukan berarti Siwon Oppa tidak menyayangi anak laki-lakinya makanya dirinya tidak bertindak seperti ini saat mereka lahir, bukan.. bukan seperti itu ok. Kalian tidak tau saja bagaimana senangnya dirinya tiap kali kita memilki anak tidak peduli itu anak pertama atau kedua atau ketiga atau keempat. Kegembiraan yang terpancar diwajahnya selalu sama. Menurutku, dirinya bertindak agak berlebihan seperti ini saat Lauren lahir karena Lauren merupakan putri pertama yang dimilikinya. Sebenarnya sih, ini hampir sama seperti ketika Minho lahir.. hanya saja Siwon Oppa mengizinkan orang lain membantuku merawat Minho setelah berusia 6 bulan lebih.

Kehidupanku setelah memiliki Lauren sedikit berubah. Siwon menjadi lebih protektif lagi menjaga kami. Bahkan kami tidak pernah lagi berlibur bersama keluar negara sebelum Lauren berumur satu tahun karena Siwon Oppa tidak ingin Lauren dipotret di umurnya yang masih segitu. Wajar sih. Jadi aku menuruti saja. Aku juga tidak pernah lagi keluar negeri sendiran karena aku harus menjaga Lauren 24 jam jadi aku mengontrol urusan bisnisku dari rumah lewat telepon ataupun email. Tahun itu secara khusus aku dan Lauren tidak pulang ketika ada acara keluarga hanya Siwon Oppa dan ketiga anak laki-lakiku yang mengunjungi keluarga di Korea. Mungkin ini terdengar terlalu berlebihan, seperti putri raja saja. Tetapi aku mengerti keadaannya. Kalian tidak tau saja bagaimana persaannya jika wartawan berhasil mengambil gambar anakmu.

Ketika Lauren sudah berumur 1 tahun lebih, semuanya berjalan seperti biasanya. Siwon Oppa dan aku kembali beraktivitas seperti biasa walaupun kami semakin sering menghabiskan waktu dirumah agar anak-anak kami tidak merasa kekurangan kasih sayang. Minho juga semakin dewasa, dia membantuku mengawasi dan memperhatikan adik-adiknya ketika aku dan Siwon Oppa tidak ada dirumah, walaupun sebenarnya kami mempunyai para maid dirumah yang menjaga mereka berempat.

Satu hal terakhir yang ingin ku ceritakan adalah sejak anak laki-lakiku semua bertambah, Siwon Oppa menjadi lebih tegas kepada mereka terutama kepada Minho dan Suho yang masuk ke dunia entertainment, Siwon Oppa takut mereka akan terpengaruh hal-hal yang buruk karena masuk ke dalam dunia entertainment. Well, tidak semuanya buruk pastinya. Tetapi sebagai seorang ayah yang menyanyangi anak-anaknya, dirinya sedikit protektif terhadap kegiatan mereka. Bahkan jika Minho dan Suho ditawari pekerjaan, akan dievaluasi oleh manager mereka dulu lalu manager keluarga kami. Rumit sih, tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin kami melarang mereka bekerja di dunia entertainment sedangkan itulah hobby mereka. Tapi kami juga tidak ingin mereka terpengaruh hal yang buruk jadi dengan cara inilah kami mengawasi mereka. Donghae hanya kami izinkan melakukan pemotretan, jika untuk shooting aku masih khawatir karena usianya baru 10 tahun. Lauren sih pasti tidak boleh karena Siwon Oppa sama sekali tidak mengizinkannya kecuali aku terlibat langsung dalam project yang sama dengan Lauren.

Itu saja tentang keluargaku. Oh ya, jika kalian penasaran dan bertanya tentang apakah aku ingin menambah anak lagi. Jawabannya tidak lagi ok.

Flashback OFF

Right now (Minho : 16 tahun, Suho : 13 tahun, Donghae : 10 tahun, Lauren : 4 tahun)

Still Yoona POV

Hari ini, aku, Siwon Oppa dan keempat anakku akan pergi ke Korea untuk menghadiri acara keluargaku sekaligus ikut merayakan ulang tahun anak kedua Seolung Oppa dan Yuri unnie yang bernama Im Seohyun. Usianya 3 tahun diatas Lauren tetapi mereka sangat akrab karena hanya mereka berdualah yang ber-gender dikeluargaku. Seohyun mempuyai 2 kakak laki-laki, yang pertama berusia 17 tahun bernama Im Yesung dan yang kedua berusia 11 tahun bernama Im Yeol. Maka jika mereka berdua dan ketiga anak laki-lakiku bertemu dan berjalan-jalan, sudahlah para yeoja biasanya akan meminta foto mereka dan sebagainya.

Kembali ke topik awal. Aku bangun jam 7 pagi ketika mendengar alarm disamping tempat tidurku berbunyi. Setelah mematikan alarm itu, aku menoleh ke arah Siwon Oppa. Oh, suamiku masih tertidur. Aku pun langsung mencium kedua pipi dan mengecup pelan bibirnya sebelum turun dari tempat tidur untuk bersiap-siap karena aku mempunyai 2 anak (Donghae dan Lauren) yang harus kuurus juga nanti. Loh bagaiman dengan Minho dan Suho? Ah.. mereka berdua sudah dapat mengurus diri sendiri apalagi ini hanya untuk ke Korea dan untuk urusan keluarga, mereka sudah tau apa yang harus mereka bawa dan perlukan apalagi ada para maid yang dapat membantu mereka. Minho sendiri sudah tau banyak tentang fashion karena sejak kecil kami terutama Siwon Oppa sudah mengajarinya. Karena suka atau tidak suka, cepat atau lambat dia memang harus tau tentang fashion karena kemanapun dia pergi, orang-orang pasti akan menilai penampilannya tidak peduli wajahnya tampan atau tidak. Bukan mau sok fashionista atau bagaiman.. tetapi karena keluarga kami dari dulu disorot mau tak mau kami harus memperhatikan penampilan kami bukan. Terserah kalian mau berpendapat kalau aku terlalu sok kaya atau bagaimana, tapi inilah gaya hidup kami. Jangan terkejut jika tau kami tiap minggu selalu belanja barang fashion karena begitulah kami. Maklumi saja ok.

Setelah membersihkan diriku dan mengecheck kembali apakah barang-barang yang harus kubawa sudah ada di dalam koperku, aku pun membangunkan Siwon Oppa yang belum juga bangun. Aku duduk di samping tempat tidur bagian Siwon Oppa tidur. Memanggilnya beberapa kali sambil mengelus kepalanya seperti yang biasa kulakukan tetapi kali ini entah kenapa tidak berhasil membuatnya terbangun. Aku kembali memanggil “Oppa, bangunlah. Kita harus pergi hari ini Oppa.”

Mungkin sebelumnya aku salah ketika aku berkata aku masih harus mengurus dua anak. Oh aku keliru.. masih ada satu bayi besar yang manjanya sama seperti putri tercintanya yang harus kuurus juga.

Aku terus memanggil tetapi dirinya tetap tidak terbangun. Jadi kuputuskan untuk membangunkan anak-anakku dulu saja, akan jauh lebih mudah membangunkan mereka daripada membangunkan bayi besar tercintaku. Sebelum berjalan ke arah pintu kamar untuk keluar, aku mengecheck ponselku yang kupakai untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman dahulu, mau melihat apakah ada hal yang penting.

Aku membuka beberapa pesan masuk yang belum kubuka. Satu dari Omma dan ada satu dari Yuri unnie. Omma berpesan kepadaku kalau dirinya sudah mengirim sebuah limosine ke bandara untuk menjemput kami jadi aku tidak usah menyuruh suruhanku untuk mengirim mobil ke bandara lagi. Lalu aku membuka pesan dari Yuri unnie, jarang-jarang dirinya mengirimkanku pesan. Biasanya dia akan melakukan video call ataupun meneleponku langsung. Aku membaca pesan darinya yang isinya adalah “Hello auntie, ingat datang ke ulang tahunku dan jangan lupa bawa Lauren ok? Beri aku hadiah juga ok. Bye, safe flight auntie.”

Ah pesan dari Seohyun, keponakanku. Aku pun membalasnya “Ok Seohyun.. auntie akan membeli hadiah untukmu dan tentunya Lauren akan ikut juga. Bye. Thankyou sayang.”

Setelah menjawab pesannya, aku langsung menaruh ponselku kembali ke meja dan baru saja aku mau membuka pintu kamar kami, pintunya sudah terbuka terlebih dahulu. Aku sedikit terkejut karenanya. Ketika kulihat siapa yang membuka pintu kamar kami, aku mendapati Lauren yang sedang memegang baby alivenya dengan mata tertutup berdiri di depan pintu. Ah, ekspresinya menggemaskan sekali ditambah lagi dirinya memakai baju yang sama dengan bonekanya.

Aku langsung berjalan kearahnya lalu mengendongnya. Tanpa kuduga, dirinya mencium pipiku lalu berkata “Mornin Mommy. Love you.”

Aku mencium bibirnya sebentar lalu berkata “Morning baby girl. Love you too. Oh ya, kau mau membantu Mom?”

Lauren mengangguk senang.

Aku pun berbisik “Help Mommy to wake your daddy up okay?”

Lauren kembali mengangguk.

Setelah itu dirinya langsung turun dari gendonganku dan berlari menuju tempat tidur yang masih ada Siwon Oppa diatasnya.

Aku yang tadinya berniat meninggalkan kamar yang didalamnya ada seorang putri cantik yang sedang berusaha membangunkan raja yang sedang tertidur lelap. Tetepi niatku tidak kulakukan, aku malah asik menonton bagaimana dan apakah putriku itu berhasil membangunkan suamiku tercinta.

Aku dapat mendengar suara Lauren berkata “Daddy.. daddy wake up.” Tetapi tetap saja Siwon tidak bereaksi sedikitpun. Oh iya jika kalian bingung mengapa anak-anakku terutama Lauren dan Donghae sering memakai bahasa inggris daripada bahasa Korea, jawabannya adalah karena mereka berdua belum begitu sering berkunjung ke Korea. Maksudku mereka berdua hanya menetap beberapa hari atau seminggu belum pernah beberapa bulan, jadi tidak begitu biasa berbahasa Korea padahal mereka ngerti dan bisa memahami bahasa Korea.

Lauren kembali bersuara dengan mengeluarkan kata-kata yang sama seperti tadi namun kali ini disertai dengan sebuah kecupan di pipi kanan Siwon. Ku kira suamiku akan bangun kali ini. Tapi entah kenapa dirinya masih betah tidur disana. Apakah ciuman dariku dan dari Lauren tidak cukup manjur untuk membangunkan Raja yang tertidur? Yang benar saja.. jika begitu jangan coba-coba meminta ciuman dariku lagi.

10 menit sudah berlalu begitu saja tetapi Siwon Oppa masih saja tidak bangun. Lauren pun kelihatan sudah lelah. Dirinya berahli ke ruang sekatan dari kamar kami, duduk lalu membuka televisi yang ada disana menonton cartoon pagi hari favoritenya, Mickey Mouse.

Aku tidak bisa membiarkan Siwon Oppa tidur lebih lama lagi jadi aku berpikir cara apa yang harus kulakukan agar dirinya bangun secepatnya. And, good idea.

Aku berjalan ke arah Siwon Oppa lalu berkata agak keras “Oppa bangun! Lauren saja sudah bangun Oppa.”

Tetapi tidak ada respon dari suamiku ini. Menyebalkan.

Aku kembali bersuara lagi “Oppa. Jika kau tak bangun sekarang kau akan aku tinggal sendiri di New York. Aku dan keempat anak kita akan pergi ke Korea. Dan ketika kita kembali nanti, jangan pernah berharap kau dapat menciumku ataupun sebaliknya dan kau ti–”

Ucapanku terputus karena ciuman di bibiku dari seseorang, siapa lagi yang berani menciumku seperti ini selain Choi Siwon dan anak-anakku. Ketika ciuman kami lepas, Siwon Oppa langsung berkata “Aku sudah bangun ok? Jadi tarik semua perkataanmu kembali ya sayang.”

Aku mendengus kasar. Dasar giliran soal ini saja kau langsung bangun. Setelah itu, aku mencium kedua belah pipinya lalu keluar dari kamar kita untuk membangunkan para anak laki-laki tampanku setelah memberitahu Siwon Oppa jika Lauren ada diruang sekatan sebelah sedang menonton. Aku tidak tau apa yang akan dilakukan mereka berdua setelah aku keluar. Mungkin bermain atau melakukan sejenis cuddling antara ayah dan anak? No negative thinking please. Sudah biasa mereka berdua melakukan cuddling atau sejenisnya karena Siwon Oppa memang suka melakukan itu kepadaku dan Lauren saja. Kepada anak laki-laki dia paling hanya memeluk mereka atau mencium pipi mereka saja. Intinya, Lauren memang sangat dekat dengan Siwon Oppa walaupun Lauren juga dekat denganku tetapi tetap saja terlihat dan kami semua tau siapa yang paling dekat dengan Siwon Oppa diantara mereka berempat. Sedikit bocoran ok, bagiku dan Siwon Oppa, Minho adalah anak kebanggaan kami. Jadi maksudmu anakmu yang lain tidak membanggakan? Bukan begitu.. maksudku aku tau Minho selalu menjadi kebangga tersendiri bagiku, bukan karena dirinya mempunyai karir yang bagus atau wajah yang tampan, hanya saja aku tau bagaimana pun Minho akan selalu menjadi anak kebanggaanku. Semoga kalian mengerti ok. Yang paling dekat denganku sih Suho bahkan Suho mempunyai bakat yang sama dengaku yaitu singing. Entahlah bukan aku tidak mau dekat dengan yang lain tetapi semuanya otomatis saja seperti Siwon Oppa yang lebih dekat dengan Lauren. Tapi jangan berpikir aneh-aneh ya, aku dan Siwon Oppa sayang kepada semuanya tanpa beda. Hmm, kalau Donghae.. Donghae menjadi kesayangan semuanya. Minho, Suho bahkan Lauren sangat menyukai Donghae karena kepolosannya dan humorisnya. Lauren juga lebih dekat dengan Donghae daripada Minho dan Suho karena Donghaelah yang lebih sering berada dirumah bermain dengannya daripada Minho yang sudah remaja dan Suho yang juga sering beraktivitas diluar. Kalau Siwon Oppa sudah pasti paling dekat dengan Lauren tapi menurutku Siwon Oppa paling dekat dengan Donghae dibanding Minho dan Suho karena Donghae yang paling sering ikut dengan Siwon Oppa berolahraga, mungkin juga karena Minho dan Suho sudah bisa pergi sendiri tanpa menunggu Siwon Oppa jadi ya begitu. Well.. you better keep it as a secret.

Aku berharap ocehanku dapat dimengerti kalian semua, haha.

Aku baru akan membuka pintu kamar Minho tetapi tidak jadi karena didalam sudah ada yang membukanya. Minho lah yang membukanya. Ketika dirinya melihatku didepan pintu kamarnya, dirinya langsung berkata “Hey, morning Mom. Love you.” Mungkin kalian sedikit bingung, mengapa setiap ucapan selamat pagi atau sapaan yang keluar dari mulut kami selalu ada kata ‘I love you’ itu semua karena karena Siwon Oppa yang melatih mereka untuk begitu. Lupakan sajalah wkwk.

Kami berpelukan erat lalu Minho berbisik kepadaku “Mom I will cook for you.” (Mom, aku akan memasak untukmu)

Aku mencium pipinya lalu berkata “Thankyou baby.”

Aku lalu bertanya “Apa kau sudah mengecheck semua barangmu? Cause I’m busy now.”

Minho menjawab “Tidak usah khawatir soal itu Mom.”

Aku tersenyum lalu kembali berkata “Yasudah.. Mom mau membangunkan Suho dan Donghae dulu. Jika nanti sarapannya sudah selesai, tolong kau suruh Daddy, Suho dan Lauren turun untuk makan karena Mom mau memandikan Donghae nanti.”

Minho langsung menjawab “Ok Mom. Tenang saja.” Dirinya lalu mencium pipiku lalu turun ke lantai bawah.

Setelah itu aku pun langsung berjalan ke arah kamar Suho, ketika aku masuk, dirinya masih tertidur. Aku pun duduk disamping tempat tidurnya dan mengelus rambutnya dengan lembut. Aku cukup bersuara “Suho, dear, wake up love.” dua kali… dirinya sudah terbangun. Wow, lebih gampang membangunkan anakku daripada suamiku sendiri.

Ketika dirinya sudah terbangun dan duduk, aku langsung menerima pelukkan darinya yang disertai dengan ucapan manis darinya “Good Morning my beautiful mom. Love you so much xx.”

Aku tersenyum, bahagia dan bersyukur diwaktu yang sama. Tuhan sungguh terlalu baik kepadaku sampai-sampai bukan hanya diberi suami yang baik namun aku diberi plus lagi yaitu 3 laki-laki yang sama baiknya dalam hidupku.

Aku menjawab “Mommy loves you too, my sweet boy.”

Lalu, dirinya mencium pipiku dan aku juga melakukan hal yang serupa kepada anakku dan aku kembali bersuara “Sekarang kau mandi. Mom harus mengurus Donghae dulu lalu Lauren. Oh ya, sehabis mandi, turunlah ke bawah disana sudah ada Minho Oppa dan suruh maidmu mengangkat koper-kopermu ini kebawah. Love you.”

Dia mengangguk tanda mengerti lalu kembali mencium pipiku dan pergi ke kamar mandi setelah mengambil handuk dari tempatnya.

Next, aku masuk ke kamar Donghae dan membangunkannya. Hanya dengan memanggil “Sayang.. bangun. Nanti kau ditinggal jika kau tidak bangun sekarang.”

Donghae langsung terbangun dan dengan suaranya yang sedikit serak dirinya memanggiku “Mom.. aku mau minum.”

Aku yang tadinya duduk disamping tempat tidurnya pun berdiri dan mengambil gelas bergambar Iron Man di dekat meja belajarnya. Setelah meminum air dalam gelas itu sampai habis, Donghae mencium kedua pipiku lalu dahiku dan menyapaku “Morning Mommy. I love you and thankyou.”

Aku membalas mencium kedua pipinya lalu mengecup bibirnya singkat dan kami pun masuk ke kamar mandinya. Aku menyuruhnya melepaskan pakaiannya dan menggosok gigi sambil menungguku menyiapkan air sabun di bath upnya.

Setelah Donghae sudah kumandikan, aku pun keluar dari kamar mandinya setelah mencium pipinya. Setelah berada di luar kamar mandi aku bersuara “Donghae, Mom akan taruh baju yang harus kau pakai nanti di atas tempat tidurmu. Setelah memakai, kau langsung turun ya sayang. Everyone are eating now, maybe.”

Donghae membalasku dengan suaranya yang keras, mungkin takut aku tidak mendengar jawabannya “Ok Mommy. Thankyou. Love you.”

Setelah itu akupun memilihkan bajunya lalu menaruh pakaiannya di tempat tidur kemudian turun ke lantai bawah untuk memakam sarapan yang sudah dibuatkan putra sulungku Minho, sebelum aku mengurus Lauren yang aku tau akan memakan waktu yang cukup banyak.

Mungkin kalian bertanya-tanya.. ‘Bukannya keluargamu mempunyai banyak maid? Jadi mengapa harus kau yang mengurus semuanya sendiri?’

Memang aku punya banyak maid dirumah yang mengerjakan pekerjaan rumah.. bahkan merekapun menjaga anak-anakku ketika baik Siwon Oppa atau aku punya pekerjaan diluar negeri. Tapi tidak jika ada Siwon Oppa atau aku dirumah.. kami berdua sebisa mungkin yang akan mengurus anak-anak kami dan para maid mengerjakan pekerjaan rumah mereka masing-masing. Lagipula, Minho dan Suho sudah bisa mengurus diri sendiri dengan baik.. hanya Donghae dan Laurenlah yang biasa masih harus kita urus secara detail. But it is every parents’ job right.

Beberapa menit kemudian, Donghae sudah bergabung di meja makan. Seperti biasa, suasana makan pagi kami tidak pernah bisa sunyi, pasti ada obrolan, candaan ataupun gumaman-gumaman lucu dari Lauren. Katakanlah aku terlalu narsis atau apapun itu, tapi Siwon Oppa dan aku tetap bermesraan meskipun ada anak-anak di meja makan yang mungkin, ah tidak, pasti mereka melihatnya. Aku pernah memberitahu Siwon Oppa untuk tidak lagi mencium atau melakukan hal-hal aneh di depan anak-anak, apalagi Lauren. Tapi dirinya malah menjawab “Tidak bisa, kau kan milikku sayang jadi terserahku mau melakukan apa denganmu. Lagipula apa masalahnya jika anak-anak melihat? Bukannya mereka harusnya senang melihat orang tuanya bermesraan?” Jika dia sudah berkata begitu, aku sudah malas membantah lagi. Biarlah dirinya menang saja.

Meninggalkan para laki-laki yang belum selesai menikmati sarapan mereka, aku menggendong Lauren turun dari kursi khususnya untuk membawanya keatas dan merias dirinya.

Aku sudah akan menggandeng tangannya untuk menuntunnya, tapi dirinya malah berjalan ke arah Siwon. Siwon terlihat agak bingung dan memberi tatapan ‘ada apa dengannya?’ tetapi aku hanya bisa menggelengkan kepalaku tanda tidak tau.

Siwon pun mengangkat putri tercintanya ke pangkuannya lalu mencium kedua pipinya yang membuat Lauren terkekeh senang. Aish, kalau sudah melihat kedekatan Choi Siwon dan Choi Lauren mungkin kalian kadang akan merasa lebih cemburu daripada ketika melihat Choi Siwon bermesraan dengan Choi Yoona.

Siwon Oppa bertanya “What happened baby?”

Lauren menjawab “I want a kiss from Daddy before I go to bath with Mommy.”

Kulihat Minho, Suho dan Donghae memutar mata mereka. Mungkin mereka mengira ada masalah apa ternyata hanya karena ciuman. Oh God. Haha.

Siwon Oppa melihatku sejenak lalu mencium kedua pipi Lauren dan puncak kepalanya.

Aku yang melihat Siwon Oppa sudah menciumnya langsung berkata “Sudah kan sayang. Ayo mandi, nanti akam semakin lama berangkatnya.”

Lauren menggelengkan kepalanya.

Aku kembali bersuara “Apa lagi sayang?”

Lauren menunjuk bibirnya. Oh! She wants a kiss at her mouth. Tau saja Daddynya ahli dalam hal itu. Yoona, apa sih yang kau bicarakan?

Siwon Oppa pun tertawa dan mengecup bibir Lauren singkat.

Akupun dengan cepat mengangkat Lauren supaya waktu yang kami habiskan tidak semakin lama.

Lauren memintaku untuk menggendongnya. Aku pun melakukannya. Baru saja aku akan mulai berjalan, aku merasakan kecupan di pipi kananku dan pelukan dipingangku dalam waktu yang bersamaan.

Saat mau berbalik ke belakang untuk melihat siapa orangnya, suara bisikkan Siwon Oppa sudah terdengar di telingaku “Kau mau ciuman di mulut juga tidak seperti yang Lauren minta tadi? Atau mau yang lebih dari itu mungkin sayang?”

Aku langsung berkata “Tidak. Tidak. Aku harus mengurus Lauren dulu.. kita bisa semakin lama berangkatnya nanti Oppa.”

Siwon Oppa menjawab “Siapa yang peduli? Kita kan menggunakan pesawat pribadi sayang.. jadi sudahlah tidak usah banyak alasan.”

Aku pun menggeleng dan dengan cepat menginjak kaki Siwon Oppa dan langsung berjalan cepat keatas lalu masuk ke kamar Lauren.

——-

Author POV

Sesampainya di bandara, mereka tidak langsung turun dari mobil karena para bodyguard harus mengamankan kondisi diluar dulu. Didalam mobil, Siwon pun mengingatkan Donghae untuk memegang tangan Yoona, Minho atau Suho dan jika dirinya merasa terganggu flashlight dari kamera-kamera, tutuplah wajahnya dengan tangan atau memakai kacamatanya sedangkan Lauren, dirinya akan tetap berada di gendongan Siwon. Tidak ada perintah khusus untuk Minho ataupun Suho karena mereka berdua sudah sangat terbiasa dengan kondisi seperti sekarang.

Ketika manager keluarga Choi memberi tanda untuk turun, mereka satu persatu pun turun dari mobil. Minho dan Suho turun dan menuju bagasi mobil untuk mengambil bagpack mereka. Suho juga mengambil skateboardnya. Donghae hanya berdiri dengan Yoona disampingnya menunggu backpacknya yang akan diberikan Minho. Siwon menggendong erat Lauren, Lauren pun otomatis menenggelamkan wajahnya di pundak Siwon dan menutup kepalanya dengan bonekanya. Sisa koper mereka dibawa oleh bodyguard mereka.

Banyak fans juga menunggu mereka di airport sehingga menimbulkan teriakan-teriakan yang sedikit heboh. Para paparazzi pun tidak hentinya mengikuti keluarga Choi ini sampai kedalam bandara. Yang lebih mengesalkan adalah mereka memotret sambil bertanya pertanyaan-pertanyaan aneh. Yoona yang kebetulan memakai heels lebih tinggi dari biasanya sedikit waspada ketika para paparazzi mengelilinginya. Untung saja Yoona melihat Minho berada samping kirinya jadi Yoona langsung memegang lengan Minho. Minho yang baru tersadar jika Mommynya sedikit tidak nyaman dengan paparazzi yang mengelilingi mereka, sedikit mengusir mereka sambil menuntut Mommy agar tidak jatuh. Gila saja jika seorang model Callistha / Yoona jatuh dibandara. Akan jadi apa besoknya. Guys, ini baru aiport LA belum airport Korea, bayangkanlah saja bagaimana nantinya jika sudah di Korea.

Setelah Yoona memastikan anak-anaknya duduk dengan benar di tempatnya masing-masing, Yoona pun mencium pipi mereka satu persatu. Yoona juga berpesan pada pramugari pesawat private mereka ini untuk mengeluarkan makanan yang dibawanya jika anaknya meminta makanan. Ya, Yoona menyiapkan makanan untuk anak-anaknya jika mereka lapar. Walaupun ini pesawat private mereka, Yoona tetap mau memastikan kalau anaknya memakan makanan yang pasti sehat dan bersih.

Kemudian Yoona berjalan ke arah tempat duduknya sendiri. Sewaktu baru saja mau duduk, Lauren yang sedang ada dipangkuan Siwon meminta Yoona menggendongnya. Yoona sempat bingung sejenak, biasanya Lauren putrinya itu lebih memilih lengket dengan Siwon jika Siwon ada disekitarnya daripada dengan Yoona.

Yoona pun dengan senang hati mengangkat Lauren dan memangku Lauren. Yoona kira Lauren pasti sebentar lagi akan meminta dipidahkan kembali ke Siwon tetapi nyatanya sekarang Lauren meminta buku gambarnya dan menggambar gambar pakaian-pakaian. Ah, Lauren tau keahlian Mommynya. Setelah mewarnai gambarnya, Lauren pun bersuara “Mommy. Bagus tidak?”

Yoona tersenyum dan mengecup puncak kepala Lauren “Sure. Kau mau jadi designer juga ya?”

Lauren menggeleng.

Yoona pun bertanya “Jadi kau mau jadi apa sewaktu besar nanti?”

Lauren langsung menjawab “Aku mau jadi seperti Mommy.”

Siwon yang mendengar perkataan Lauren dengan cepat bertanya “Kenapa mau seperti Mommy? Nanti kau tambah cerewet sayang.”

Yoona langsung berseru “Enak saja Oppa! Yasudah kalau kau tak suka memiliki istri ceweret, cari saja yang baru. Walaupun sebenarnya aku tidak cerewet sih..”

Siwon tertawa. Yoona yang melihatnya semakin kesal, jadi Yoona bersuara lebih keras sedikit “Minho, Suho, Donghae. Dengar.. Mulai besok Mommy tidak akan menjadi Mommy kalian lagi karena Daddy akan mencari Mommy baru yang tidak cerewet untuk kalian termasuk Lauren.”

Minho lah yang pertama menjawab “Are you serious Dad? DON’T JOKE!”

Siwon terbengong melihat Minho bisa memerintahnya seperti itu. Baru saja Siwon mau menjawab, Suho sudah bersuara “Aku mau ikut Mommy. Aku tidak mau Mommy yang baru. You are the best Mom!”

Dan Donghae, dirinya sempat bingung sendiri. Dalam pikirannya, dirinya bertanya “benarkah?” tetapi setelah itu, Donghae bersuara juga “Iya aku mau ikut Mommy saja.”

Yoona tertawa lebar sambil memberi ekspresi “Lihatlah, anak-anakmu banyak memilih diriku dibanding dirimu Oppa.”

Siwon terdiam sejenak, tetapi tidak lama setelah itu.. Siwon kembali bersuara, dirinya berkata “Kalian bertiga memilih Mommy kan, tidak masalah. Daddy masih mempunyai Lauren. Benar kan Lauren sayang? Kau pasti memilih Daddy daripada Mommy kan?”

Yoona mendesah sekaligus terkekeh. Ya ampun, suaminya kadang memang kekanak-kanakkan. Yoona juga tau, mana mungkin Siwon akan membiarkan dirinya pergi begitu saja dari hidupnya secara cinta Siwon untuk Yoona sangatlah besar.

Lauren yang tadinya ditanya oleh Siwon terlihat berpikir. Dirinya melihat bolak-balik dari Daddy ke Mommynya. Lauren terlihat bingung mau memilih siapa. Haha. Yang benar saja, mana ada seorang anak kecil mau dipisahkan dari ayah ataupun ibunya sendiri.

TBC

Finally bisa post FF ini. Banyak banget yang surh post FF ini secepatnya. So this is it.

BANTU SHARE , LIKES AND COMMENT YA GUYS. Thankyou. Xx.

[Coretan] Variety Show

Title : Variety Show

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others

Disclaimer : All the casts are not mine!

Happy Reading..

.

.

.

Yoona POV

Hari ini aku diundang pihak variety show salah satu stasiun TV nasional. Dan karena aku hari ini jadwalku hanya melakukan pemotretan untuk iklanku, aku pun menerima saja. Lagipula artist-artist yang diundang semuanya berasal dari SM Entertainment yaitu beberapa member dari SNSD, Super Junior dan SHINee ada disana jadi ini pasti akan menyenangkan. Tema variety shownya nanti adalah ‘Love’ kalau tidak salah. Taeyeon unnie dan Leeteuk Oppa membawa serta kedua anak perempuan kembar mereka yang berusia 6 tahun, Park Felyn dan Park Felda. Tiffany unnie dan anak perempuannya yang berusia 6 tahun juga bernama Christabelle. Yesung Oppa dan Yuri unnie juga hadir walaupun Yuri unnie kehamilannya sudah memasuki 8 bulan kurasa. Sooyoung unnie, Kyung ho Oppa dan anak mereka Zach yang berusia 7 tahun juga hadir. Seohyun juga yang baru menikah 4 bulan lalu dengan Kyuhyun akan datang. Tak lupa juga Choi Minho, Jonghyun dan Onew yang akan menjadi MC variety show yang akan kudatangi nanti.

Kalau aku? Aku akan datang sendiri. Okay jangan berpikir aneh-aneh dulu. Aku datang sendiri bukan karena aku belum menikah ataupun tidak punya pacar atau apapun itu. Baiklah jika kalian ingin tau.. aku sudah menjadi istri orang, tepatnya istri Choi Siwon. Kami sudah menikah sekitar 1 tahun lebih. Dan aku harus menghadiri variety show nanti sendiri bukan karena Siwon Oppa tidak diundang, tetapi dirinya sedang berada di LA dengan ayahnya dan ayahku untuk perjalanan bisnis mereka. Aku sedikit kesal, sudah beberapa kali berturut-turut dirinya tidak bisa menemaniku karena urusan perusahaannya. Jujur saja aku lebih senang suamiku bekerja dikantor daripada di dunia entertainment tetapi pada saat yang bersamaan aku juga menjad kesal ketika dirinya tidak bisa menemaniku atau bekerja bersamaku. Entahlah.. aku pribadi sih tidak membutuhkan kekayaan yang berlimpah walaupun Tuhan sangat baik, keluargaku dan keluarga Siwon memang adalah keluarga chaebol jadi kami tidak pernah kekurangan dan istilahnya kamu tidak pernah khawatir soal uang. Beda dengan sebagian member-member kami yang menjadi tulang punggung untuk keluarga besar mereka. Ya walaupun sekarang kita semua tidak susah dan mereka yang dulu susah pun sekarang sudah memiliki rumah mewah, mobil dan usaha mereka sendiri. Tapi kata mereka, mereka tetap harus bekerja karena harta sewaktu-waktu bisa habis kan. Kata mereka, mereka beda dengan Siwon Oppa dan aku, kata mereka harta kami dapat menghidupi kami sampai tua walaupun kami tidak bekerja lagi. Hah, ada-ada aja.

Oh ya, ngomong-ngomong, Siwon Oppa memang masih aktif di dunia entertainment, tetapi dirinya juga sudah memegang perusahaannya sendiri 1 tahun sebelum menikah denganku. Lagipula, semua member Super Junior dan SNSD memutuskan untuk lebih fokus pada karir solo masing-masing, malah ada yang jadi ibu rumah tangga dan hanya bekerja jika hanya untuk group.

Mungkin aku terlalu banyak bicara bukan? Ini karena aku sedang bosan jadi aku memutuskan untuk menjelaskan semuanya saja sambil menuju lokasi variety shownya. Ok back to topic. Taeyeon unnie, Hyoyeon unnie memutuskan untuk menjadi full time mother kecuali SNSD sedang ada aktivitas. Memang kadang mereka menerima job menyanyi OST dan menari tapi sangat jarang juga sih. Tiffany unnie, Sooyoung unnie dan Seohyun sekarang lebih fokus pada bidang fashion. Sunny unnie menikah dengan seorang businessman jadi dirinya sangat jarang lagi beraktivitas selain untuk jadwal SNSD. Yuri unnie lah yang masih aktif sebagai actress drama ataupun film, tetapi setelah hamil, dirinya juga sudah jarang mengambil job lagi. Dan aku.. aku masih sangat aktif di dunia entertainment karena aku masih ingin saja.. lagipula suami tercintaku mengizinkanku selama aku tau batasannya dan akupun belum hamil. So yeah.

Semua pikiranku hilang saat aku mendengar nada dering teleponku, tanda ada yang menelepon dan orang itu adalah Choi Siwon yang menyebalkan itu.

Aku menekan tombol ‘jawab’ dan langsung menerima sapaan manis dari suamiku.

Dia berkata “Hi istriku. Kau sedang apa? Suamimu ini sangat merindukanmu. Dia ingin memeluk dan menciummu sekarang. Kau harus bertanggung jawab karena kau telah membuatnya mencintaimu terlalu dalam sayang.”

Aku tersenyum lebar. Istri mana yang tidak senang mendengar kata-kata manis dari suaminya.

Aku menjawab “Kalau Oppa rindu padaku, Oppa pasti tidak akan betah meninggalkanku selama 5 hari.. Oppa hanya menggombal kan? Haha.”

Dirinya langsung menjawab “Enak saja. Oppa serius sayang. Oppa sudah memajukan 2 hari dari jadwal yang seharusnya jadi besok Oppa bisa bertemu dengan istri Oppa yang cantik itu.”

Aku tersernyum lalu menjawab “Baguslah. Itu tandanya Oppa masih mengingat Oppa mempunyai istri yang sudah ditinggal berhari-hari.”

Siwon Oppa menjawab “Yak! Oppa kan tidak bermaksud meninggalkanmu. Ini juga karena urusan perusahaan yang penting kalau tidak juga Oppa memilih bersantai dirumah bersamamu atau berjalan-jalan bersama.”

Aku mendesah lalu menjawab “Tidak usah bahas soal liburan. Cukup dengan janji liburan ke Italy dan Maldives yang batal kemarin. Aku tidak mau diberi harapan palsu lagi Oppa.”

Siwon Oppa malah tertawa lalu menjawab “Lihat saja nanti sayang. Kau tidak akan diberi harapan palsu lagi. Yasudah.. Oppa harus meeting dulu. Kau sedang dirumah?”

Aku langsung menjawab “Tidak.. aku akan menghadiri variety show khusus artis SM sekarang. Ini sudah sampai di basement gedungnya Oppa.”

Siwon Oppa kembaki bersuara “Oh yasudah. Selamat bekerja istriku. Saranghae.”

Aku menjawab “Kau juga Oppa jangan lupa makan. Bye. Saranghae.”

Telepon kami pun terputus.


 

Author POV

Yoona sekarang sedang berada di dalam ruangan tunggu bersama artist SM lainnya. Karena bosan, Yoona pun membantu Taeyeon untuk merias anak kembarnya yang daritadi bermain terus sehingga make up artistnya pusing melihatnya. Setelah selesai, Yoona berbicara dengan Yuri dan lainnya. Mereka membahas segalanya. Dari pekerjaan, makanan, fashion sampai tentang anak. Suasana berubah ketika semuanya terdiam saat Sooyoung tiba-tiba bertanya kepada Yoona “Yoong, kau belum hamil?”

Yoona menjawab “Belum unnie, mengapa?”

Sooyoung menjawab “Tidak apa-apa. Tapi bukan karena kau tidak mau punya anak kan?”

Yoona langsung menjawab “Tentu bukan. Aku hanya tidak mau terlalu memaksa. Kalau belum dikasih ya sudah. Aku juga masih ingin menikmati waktuku dengan Siwon Oppa. Aku masih ingin bebas berlibur dan bermain unnie.”

Sooyoung pun menjawab “Ah.. baguslah. Unnie kira kau berencana untuk tidak memiliki keturunan.”

Yoona tertawa saja mendengarnya.

Choi Minho yang baru masuk ke ruang tunggu mereka langsung menyapa para noona dan hyungnya. Maklum lah dirinya sangat dekat dengan semuanya.

Choi Minho juga bertanya pada Yoona “Siwon hyung dimana? Kok belum datang?”

Semua yang mendengar langsung melihat ke arah Yoona khawatir. Mereka tau bisa bisa Yoona kehilangan moodnya karena ditanya pertanyaan begitu.

Yoona yang menyadari pun menjawab dengan malas “Hyung kesayanganmu itu tidak datang. Dia lebih mementingkan perusahaannya daripada istrinya.”

Sebagian dari mereka tertawa mendengar jawaban yang diberikan Yoona, kekananakan sekali. Minho yang mendengar itu juga tertawa lalu menjawab “Mungkin Siwon hyung menemukan wanita yang lebih sexy dari noona jadi maklumi sajalah noona. Dan logika saja, Siwon hyung kan punya banyak uang jadi wanita mana yang tidak mau dengannya?”

Yoona baru saja akan menjawab tetapi tidak jadi karena ia dipanggil oleh salah satu staff untuk membahas soal kelangsungan acara nanti karena Yoona ada bintang utamanya. Ok Minho kali ini keberuntugan berpihak padamu. Kau selamat dari amukan Im Yoona oh tidak Choi Yoona.

.

Don’t forget to comment and like. Thankyou.

.

TBC

Segini dulu ya readers.. sorry kalau pendek hehe. Semoga suka and sorry if there is or are any typo.

 

 

[Coretan] We are One (2)

Title : We are One (2)

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Aleyna and others

Disclaimer : All the casts are not mine, they belong to their family and God.

Hi.. kembali lagi dengan coretan.. author ga bisa posting yang panjang-panjang karena waktu terbatas.

Note : INI LANJUTAN CORETAN WE ARE ONE YANG KALIAN MINTA GUYS 🙂

 

Happy Reading!!

.

.

.

Yoona’s POV

Sore ini, aku dan Siwon akan bekerja bersama, lebih tepatnya kita akan menjalani photoshoot untuk 2 majalah fashion dan wawancara untuk talkshow dengan tema keluarga.

Dan sekarang disinilah aku, di ruang keluarga rumahku dengan stylishku memilih baju yang akan kupakai nanti dan juga memilih mana yang pas untuk suamiku. Jangan anggap aku saja yang peduli pada penampilan.. pada nyatanya, kadang suami tampanku itu lebih ribet dalam urusan penampilan. Semuanya harus perfect dan benar. Itulah Choi Siwon.

Jika kalian bertanya-tanya dimana Aleyna sekarang, aku akan menjawab di kamar bermainnya. Dirinya sedang bermain dengan Siwon. Entah bermain apa saja. Yang jelas aku sedikit kesal karena Siwon lebih memilih untuk menemani Aleyna bermain daripada menemaniku untuk mengurus baju-baju yang akan dia pakai nanti. Bahkan tadi siang saat aku ingin makan di restoran Eropa kesukaan kami berdua.. dirinya menolak karena Aleyna mau makan sushi. Alhasil, kami melakukan delivery order. Dasar Choi, kau menjadi tambah menyebalkan sejak Aleyna berumur 5 tahun.

Katakan saja aku egois, tidak pengertian ataupun keterlaluan karena caraku bersikap dan berpikir terhadap Siwon dan Aleyna agak keterlaluan ataupun berlebihan. Tapi aku tidak peduli. Itu urusanku bukan?

Setelah selesai memilih baju-baju untukku dan Siwon, aku memanggil Bethany menyuruhnya untuk ingat memberi makan malam untuk Aleyna tepat waktu karena mungkin saja aku dan Siwon akan pulang malam. Kemudian, aku membuka handphoneku, menelepon Yuri unnie.

Setelah nada dering kedua, Yuri unnie menjawab panggilanku. Dia bertanya “ada apa?”.

Aku langsung berbicara to the point “Unnie bisakah kau kerumahku nanti sekitar jam 4 sore? Aku mau minta tolong kepadamu untuk mengawasi Aleyna.”

Yuri unnie menjawab “Boleh saja, tapi aku mungkin akan kesana bersama Seohyun juga Yoong.. tidak apa-apa kan?”

Aku tertawa “Unnie kau ini seperti baru kenal saja denganku. Seohyun kan juga dekat denganku jadi ya datang-datang saja. Kalau kalian mau makan dan pakai apapun yang ada di rumahku pun tidak apa-apa.”

Yuri unnie menjawab “Okay Yoong jangan ceramah lagi. Gomawo!!”

Aku menjawab “Tidak. Harusnya aku yang berterima kasih karena unnie selalu mau membantuku menjaga anak manjaku yang agak merepotkan.”

Yuri unnie menjawab “Yasudah. Tutup saja teleponnya aku mau makan dulu. Bye”


 

Sorenya, setelah mandi dan bersiap-siap, aku dan Siwon pun memutuskan untuk langsung berangkat tanpa menunggu supir pribadi Siwon yang entah kemana tadi. Kami sengaja berangkat lebih cepat karena tadi Siwon Oppa memajukan jadwal pemotretan menjadi satu jam lebih cepat dan interviewnya juga supaya nanti malam kita bisa makan berdua. Katanya sih dia menyiapkan dinner special. But lets see later, how special the dinner is. Karena aku agak pemilih, maksudku bukan aku suka mewah atau apa, hanya saja tasteku memang kadang ketinggian sehingga membuat orang-orang yang mau memberikan surprise ataupun hadiah kepadaku menjadi pusing. Haha.

Aku mengambil tas Hermes biruku sebelum memakai heelsku lalu bersiap-siap untuk keluar dari rumah dan menuju mobil. Namun tidak jadi, ketika aku ingat Siwon masih belum turun kebawah. Hah. Pasti sedang bermain dengan si manja itu.

Aku baru saja mau memanggil Siwon untuk segera turun, tetapi niatku kuurungkan karena aku sudah melihatnya menuruni tangga besar rumah kami… ta..pi.. mengapa dia mengendong Aleyna. Dan lagi, anak manjanya itu sedang menangis sepertinya. Jangan bilang dia..

Aku baru akan membuka mulutku untuk bertanya tetapi Siwon sudah memotong duluan “Sayang, Aleyna mau ikut. Katanya dia tidak mau sendiri dirumah hanya dengan para maid.”

Aku dengan cepat menjawab “Tidak usah khawatir.. Yuri unnie dan Seohyun akan datang menemaninya nanti. Mereka juga bisa jalan-jalan shopping ke mall jika Aleyna mau Oppa.”

Siwon yang mendengar perkataanku pun menjelaskan hal serupa ke Aleyna tetapi emang dasar anak itu keras kepala sekali, dirinya malah berkata “Aku tidak mau Dad. Aku mau ikut ngan Daddy. Aku bosan harus belmain dengan aunty.”

Aku memutar mataku, bosan dengan kadar manja anakku sendiri. Siwon yang melihat reaksiku terhadap apa yang Aleyna mau, memberi tanda kepadaku untuk mengiyakan saja. Aku menggelengkan kepalaku tidak mau. Enak saja, nanti malam kan aku mau makan berdua saja dengan Siwon Oppa. Akan jadi apa jika Aleyna ikut? Yang ada bukan makan berdua dengan suasana romantis. Tetapi aku yang akan jadi seperti ‘penganggu’ bagi Siwon Oppa dan Aleyna karena Siwon Oppa pasti akan lebih memperhatikan anak kesayangannya itu. Hah, kadang aku merasa sedikit menyesal karena memiliki anak perempuan. Mungkin jika anakku laki-laki, Siwon Oppa tidak akan bersikap seperti ini walaupun aku yakin dirinya tetap akan memanjakan anak laki-lakinya. Dan jika anakku laki-laki, aku lah yang akan dekat dengan anakku. YOONA! Kau ini kenapa sih belakangan ini semakin sensitive ketika melihat suamimu dekat dengan perempuan lain dan parahnya anakmu sendiri pun kau cemburuin. Kalau Choi Siwon tau kau berpikir seperti ini, bisa bisa dia mengedarkan bendera perang dan mendebatmu tanpa mau mengalah. Aku lupa aku sudah pernah bercerita tentang ini atau belum.. aku belum pernah dibentak ataupun dimarahi oleh Siwon Oppa selama kami menikah. Kami lumayan sering berdebat ketika pacaran tetapi ya mungkin kalian sudah bisa menebak siapa yang mengalah, yang pasti bukan aku. Entahlah aku bersyukur memiliki suami seperti Choi Siwon. Like he is damn perfect and goals!

Lamunanku terbuyar ketika mendengar suara Siwon Oppa memanggilku “Yoong. Bagaimana??”

Aku tidak menjawab. Kesal.

Aleyna yang mungkin dari awal sudah merasa aku tidak akan mengizinkan dia ikut kembali bersuara “Dad! Aku mau ikut. Pleaseeeeee.”

Aku langsung berkata “Tidak boleh!” Sebelum Siwon mengiyakan.

Aleyna kembali berkata lagi “Daddy! Aku mau ikut.. aku tidak mau ditinggal Dad. Please daddyyyyy!”

Siwon menatapku dan aku sudah tau apa yang akan Siwon jawab. Sebelum dia melakukan itu.. Aku tanpa sadar berseru dengan nada lebih tinggi “NO! Kau tidak boleh ikut Aleyna. Kalau Mom berkata tidak ya tidak.. jangan terlalu manja dan keras kepala. Mom and Daddy mau bekerja bukan untuk bermain. Sekarang kau pergi ke kamarmu dan main bersama Bethany sebelum Yuri dan Seohyun aunty datang.”

Siwon terlihat terkejut melihatku berbicara dengan nada seperti itu. Selain karena aku seperti membentak anak kesayangannya.. dia juga pasti terkejut karena aku dari dulu tidak pernah seperti ini. Aleyna langsung turun dar gendongan Siwon sambil berkata “I hate Mommy!!” lalu berlari naik ke atas tangga menuju kamarnya.

Well.. ini kali pertama aku membentak anakku. Selama ini mungkin aku menegurnya jika dia salah tapi tidak dengan nada atau suara tinggi seperti ini. Pasti dia akan nangis dan mencuekkiku nanti. Siwon Oppa juga pasti akan mengeluarkan ceramahnya atau mungkin saja membatalkan jadwal kami hari ini hanya untuk membujuk anak kesayangannya itu. Terserahlah.. inikan juga supaya dia tidak terlalu manja.

Yang kutebak sih mungkin Siwonku akan naik dan membujuk anaknya atau menyuruhku meminta maaf. Hah, aku tidak akan mau meminta maaf. Ini bukan salahku ok.

Aku yang melihat Siwon Oppa masih berdiri di tempatnya, mengeluarkan suara “Jadi sekarang Oppa masih mau pergi bersamaku untuk pekerjaan kita sore ini atau dirumah? Aku sih mau berangkat sekarang.”

Aku menunggu responnya tetapi dia tidak menjawab. Dia ngambek? Aku tak peduli. Jelas-jelas ini bukan salahku.

Aku pun mengeluarkan suaraku kembali “Yasudah aku berangkat saja sendiri. Sehabis pemotretan dan interview, mungkin aku akan makan malam bersama teman-temanku saja. Bye!”

Aku tidak bisa menebak apakah suamiku akan menyusul, mengejarku dan jadi melakukan pemotretan dan lain-lain atau dia malah memilih membujuk Aleyna tersayangnya sampai anak itu tidak nangis ataupun kesal lagi. Terserahlah Choi Siwon, kita lihat saja sampai kapan kau bisa tahan dengan kemanjaan putrimu itu.

Mungkin kalian akan berkata aku kejam atau mengapa aku egois sekali sebagai seorang ibu. Harusnya aku mengerti keadaan anakku dan mengalah bukan malah menentang keinginan anakku. Terserahlah, aku tidak peduli soal komentar kalian. Lebih baik aku bekerja saja dan melupakan masalah soal anakku yang tadi berkata dia membenciku. Lucu sekali, bisa bisanya dia berkata begitu. Dan Choi Siwon, jika kau tidak datang ke pemotretan ini aku hanya tinggal menyuruh photographernya mencari model laki-laki penggantimu atau mungkin aku akan minta aku diphoto sendiri saja, tidak usah berpasangan.

Tanpa sadar sebenarnya aku berharap Siwon menyusulku, tapi kita liat saja bagaimana..

 

THE END OR TBC lagi?

 

Sorry kalau ceritanya kek gantung gitu.. tapi cuma ini saja yang bisa author kasih. Hope you like it. Don’t forget to comment and like! Thankyou.

 

[Coretan] US “Mistake”

Title : [Coretan] US “Mistake”

Cast : Siwon, Yoona and others (maybe)

Disclaimer : All the casts belong to God, their family and their company

Hi guys!

Ini hanya coretan dari FF US “Mistake” version.. aku buat karena banyak banget yang lagi mau baca FF Yoonwon. Sorry, kalau pendek ya

Happy reading!

Author POV

Setelah kejadian beberapa bulan yang lalu Siwon / Dave membocorkan tentang pernikahannya dengan Yoona dan juga kehamilan Yoona, tidak ada satu hari pun hidup mereka tenang. Maksudnya setiap hari ada saja paparazzi dimana-mana yang mengikuti kegiatan mereka, parahnya paparazzi tersebut membwa kamera yang besar-besar, mereka dengan setia menunggu di depan gedung agency Siwon, agency Yoona, apartment Siwon dan apartment Yoona sampai di depan rumah besar mereka pun ada paparazzi yang wartawan-wartawan. Bahkan saat Yoona dan sahabatnya Yuri mau pergi keluar untuk makan saja, banyak yang mengejar mereka dan bertanya soal kehamilannya. Okay, Yoona adalah wanita sabar.. mungkin jika para paparazzi itu hanya bertanya seputar kehamilannya dia akan berusaha tidak memikirkannya dan bertindak seolah-olah tidak ada yang mengikuti dirinya dan Yuri. Tetapi tidak untuk sekarang, saat para paparazzi dan beberapa media menyebarkan berita bahwa anak yang dikandungnya bukan anak Siwon, melainkan anak bodyguard lah atau supir atau apapun. Hal ini membuat Yoona sedih, kesal dan belakangan ini dirinya sering stress, bahkan sangat stress. Belum lagi karena beberapa bulan belakangan ini Siwon dan para pemain film “LOVE” melakukan promosi dan menghadiri berbagai premiere di berbagai tempat di dunia karena film ini berhasil memecahkan rekor jadi ya begitulah, Yoona menjadi harus tinggal di rumah besarnya sendiri hanya dengan ditemani sekitar 30 maid-mungkin? yang disewa suaminya sejak mereka menikah. Memang sih, Yoona tidak setiap hari tinggal di rumahnya sendiri selama Siwon pergi, kadang Yoona tinggal di rumah Yuri atau Sooyoung datang kerumahnya untuk menemaninya. Tetapi tetap saja, walaupun begitu, dirinya tetap membutuhkan suaminya, Siwonnya untuk menemani dan memanjakannya mungkin. Selain itu, Yoona memutuskan untuk tidak mengambil project film lagi karena kehamilannya dan ditambah karena paparazzi dan wartawan. Oh, Yoona tak suka dirinya menjadi pusat perhatian dan tak mau wajahnya berada di halaman depan koran-koran ataupun majalah gosip. Sebenarnya, Yoona merasa bosan harus berada dirumah yang sebesar istana ini sendirian, hanya dengan para maid dan bodyguard. Tapi mau bagaimana lagi, jika dirinya keluar, tamatlah sudah. Ya untung saja Yoona memiliki sahabat-sahabatnya yang selalu setia mendatanginya ketika Yoona meminta. Siapa lagi kalau bukan Sooyoung, Yuri dan Seohyun? Hanya mereka bertigalah yang sangat mengerti Yoona setelah Siwon. Hanya merekalah yang tidak akan membocorkan masalah, obrolan ataupun berita hot news tentangnya ke publik. Hanya merekalah, yang Yoona percaya.

Pagi ini badan Yoona serasa ingin remuk, mungkin karena efek dari kehamilannya dan juga stress yang dialaminya belakangan ini. Hal ini membuat dirinya menjadi malas untuk turun dari tempat tidur mewahnya. Tetapi takdir tidak mengizinkannya, karena iPhone yang berada di meja riasnya bergetar beberapa kali, tanda pesan masuk dan ada 2 nada dering yang menandakan ada panggilan masuk membuat dirinya harus bangkit dan berjalan ke arah meja riasnya. Setelah membuka iPhonenya, pertama Yoona mengecek pesan-pesan yang masuk. Ada satu pesan dari Seohyun yang mengingatkan sore ini dirinya dan Seohyun akan shopping bersama. Dan juga ada satu dari Sooyoung yang memberitahu mungkin hari ini dirinya bisa menginap dirumahnya dan menanyakan apa ada sesuatu yang diinginkan Yoona, karena dia akan membelikannya. Yoona tersenyum kecil melihat perhatian yang diberikan Sooyoung kepadanya.

Dan..

Semyum di wajahnya makin melebar saat melihat ada pesan dari Siwon, pria tampan yang selalu membuat Yoona tersenyum, isi pesannya adalah “Good morning my queen! Take care. I love you and I miss you a lot.”

Tak lama setelah itu, Yoona juga menerima sebuah panggilan masuk, siapa lagi kalau bukan dari suami tersayangnya.

Siwon membuka pembicaraan mereka dengan kata “Hello wife!”

Yoona tersenyum dan menjawab “Oppa kapan pulang? I miss you already.”

Mendengar itu, Siwon tersenyum dan berkata “Mungkin lusa sayang. Pokoknya Oppa janji akan sampai dirumah secepatnya. I miss you too dear.”

Yoona mendesah lalu kemudian menjawab “Hah! Apa pekerjaan Oppa lebih penting? Aku mau Oppa disini hari ini. Aku tidak mau tau! Jika Oppa tidak pulang, aku akan pergi dari rumah dan tidak akan kembali lagi huh!!”

Siwon tertawa “Baiklah-baiklah sayang. Oppa akan usahakan. Jangan marah lagi, wajah cantikmu bisa keriputan nanti.”

Yoona langsung menjawab “Yak Oppa! Kau memang tidak mengerti. Ya sudahlah, jangan telepon aku lagi. Bye!”

Percakapan diantara mereka pun berhenti.


 

Seharian ini Yoona hanya berada di rumah saja. Dirinya membatalkan acara shoppingnya dengan Seohyun dan juga menyuruh Sooyoung tidak usah menginap dirumahnya hari ini. Yoona bahkan belum makan seharian. Lebih tepat dirinya menangis seharian ini, semua perkataan media, paparazzi, haters maupun fans-fans fanatik Siwon melintasi pikirannya.

Mulai dari “Ceraikan Siwon Oppa kami”

“Kau tidak pantas menjadi istrinya”

“Yoona! Itu pasti bukan anak Siwon kan?”

Dan masih banyak lagi..

Ini membuat dirinya semakin stress ditambah Siwonnya belum pulang selama 4 hari berturut-turut. Hah.. benar-benar.

Semua pikiran ditambah tangisannya seharian ini membuat dirinya akhirnya tertidur. Saat Yoona tertidur, rupanya Siwon pulang. Ya memang waktunya sedikit tidak tepat.

Siwon pun masuk ke kamarnya dan tersenyum melihat Yoona yang sudah tertidur. Tetapi saat dirinya mendekat dan melihat ada air mata di wajah istrinya, dirinya menjadi merasa bersalah dan sedih. Siwon pun duduk disamping ranjang lalu mencium kepala Yoona dan berbisik “Maafkan Oppa sayang.”

Setelah mandi, Siwon memutuskan untuk menghubungi Sooyoung untuk bertanya soal Yoona. Sooyoung pun menceritakan semuanya mulai dari stress yang Yoona alami, kesedihan Yoona karena banyak yang berkata dirinya tidak cocok untuk Siwon dan berbagai detail lainnya. Siwon pun mengucapkan terima kasih dan setelah telepon mereka terputus, Siwon menghubungi managernya, menyuruhnya untuk membatalkan semua kontrak walaupun harus membayar denda, dirinya juga berkata tidak akan ikut promosi di filmnya lagi dan menyuruh managernya untuk mempersiapkan pesawat pribadi yang dimiliki Siwon karena dirinya memutuskan untuk belibur ke Maldives dengan istrinya besok. Managernya sempat bingung dan mau menanyakan alasannya, tetapi karena mendengar suara Siwon yang lumayan tegas dan waktu pun sudah cukup larut, managernya langsung mengiyakan saja. Sebelum menutup telepon, Siwon juga mengingatkan managernya untuk membooking villa atau tempat tinggal khusus yang tidak ada orang lain selain mereka dan maid-maid yang dibawa Siwon nantinya. Kenapa membawa maid juga? Karena maid yang ada di rumah Siwon itu sudah terlatih dan para maid itu juga sudah mentandatangani perjanjian bahwa berjanji tidak akan membocorkan apapun soal kehidupan pribadi Siwon dan Yoona, dan jika mereka melakukannya, mereka akan dipenjara.


 

Pagi ini, Yoona merasakan ada yang beda ketika dirinya membuka matanya. Setelah membuka matanya,  Yoona akhirnya sadar jika dirinya tidur di tangan kekar Siwon. Dan tangan Siwon satu lagi digunakan Siwon untuk memeluk pinggangnya.

Senyuman otomatis merekah di wajah putih Yoona. Wanita mana sih yang tidak suka diperlakukan seperti ini oleh suami yang dicintainya?

Karena Yoona terlampau senang, dirinya mengecup bibir Siwon beberapa kali. Inilah yang membuat Siwon akhirnya terbangun dan hanya butuh beberapa detik setelah itu, senyum indah muncul di wajah Siwon. Mungkin para fangirlsnya akan berteriak histeris jika melihat kondisi Siwon saat ini.

Siwon kemudian bersuara “Morning pretty.”

Yoona lagi-lagi tersenyum dan menjawab “Morning too.”

Siwon langsung menarik Yoona kedadanya, mencium puncak kepala Yoona lama lalu berkata “Oppa punya sesuatu untukmu sayang.”

Yoona pun langsung menjawab “Apa?”

Baru saja Siwon mau menjawab, Yoona sudah bersuara lagi “Oh ya, apa Oppa membeli pesanan yang kuberitahu sebelum Oppa pergi?”

Siwon menggelengkan kepalanya.

Raut wajah Yoona langsung berubah drastis. Yoona juga langsung mendorong tubuh Siwon agar dirinya tidak lengket dengan Siwon lagi.

Well, walaupun begitu, Siwon tidak marah. Siwon malah tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu.

“Yak! Oppa! Aku kan ingin makan macaron dari Paris itu!”

“Kita bisa membeli macaron di America juga Yoong..”

“Aku tidak mau Oppa! Aku kan sudah bilang.”

“Ya, mau bagimana lagi. Oppa lupa, Oppa kan kesana tidak cuma untuk membeli apa yang kau inginkan melainkan sebenarnya untuk press conference dan pemotretan 3 majalah. Jadi Oppa sibuk sayang.”

“Oppa tidak usah sok sibuk. Aku sudah bilang kan kalau Oppa lupa membelinya lagi kali ini, Oppa tidak boleh tidur denganku selama sebulan. Bahkan kalau bisa Oppa tidak usah pulang ke rumah ini sebulan!!!!”

“Yak! Choi Yoona! 4 hari aku meninggalkanmu, kau ternyata sudah begini. Ah.. Choi Siwon, istrimu sangat jahat!”

“Siapa yang Oppa bilang jahat, HAH?”

“You”

Siwon sudah akan memeluk Yoona tetapi kemudian ia mengurungkan niatnya itu karena Yoona tiba-tiba berteriak

“AND NO TOUCHING!”

Siwon pura-pura mengelus dadanya dan becanda dengan berkata “Kemana istriku yang selalu lembut seperti malaikat? Apakah kau benar-benar Yoona yang ku kenal? Sepertinya bukan ya? Karena istriku, Yoonaku tidak pernah berteriak seperti ini kepadaku. Cepat kembalikan Yoonaku yang seperti malaikat itu.. aku mencintai malaikatku.”

Mendengarnya, entah mengapa air mata keluar dari kedua mata indah Yoona. Siwon yang melihatnya juga sangat sangat terkejut. Yoona biasanya tidak pernah begini.

Siwon langsung membawa Yoona ke pelukkannya dan berkata “Oh.. Sorry baby. Oppa hanya becanda.. hm..”

Yoona dengan suaranya yang terbata-bata menjawab “Ani, aku yang salah Oppa. Aku sudah berteriak seperti nenek sihir tadi. Sorry Oppa jika perkataanku menyakitimu tadi.”

Siwon mengecup kepala Yoona lembut. Ah, Yoonanya kembali..

Siwon lalu bersuara “Jadi mengapa kau nangis sayang? Oppa tidak marah karena kau berteriak, malah Oppa suka karena selama ini kau selalu berperilaku seperti seorang Queen terhormat.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Aku takut Oppa tidak mencintaiku lagi karena melihat aku berteriak seperti itu. Aku juga terkejut kenapa aku berteriak karena hal seperti itu. Sorry Oppa.”

Siwon langsung mengecup bibir Yoona dan menghapus air mata yang kembali mengalir lalu menjawab “Hey sayang.. Kau harus percaya pada Oppa. Mau bagaimanapun perilaku, sikap dan apapun kekuranganmu, Oppa tetap akan mencintaimu. Hanya kau sayang. Oppa hanya dapat melihatmu sayang. Percayalah okay?”

Mendengar ucapan Siwon, Yoona menangis lagi.

Siwon sejenak bingung dengan perubahan emosi sangat cepat yang dialami istri tercintanya.

Ah, Siwon baru tersadar kalau Yoona kan sedang hamil.. jadi inilah yang membuat emosi Yoona berubah cepat.

Dan oh. Karena menenangkan Yoona tadi, Siwon lupa kalau macaron yang Yoona inginkan harusnya sudah ada di meja makan. Tadi, Siwon hanya mau menggoda Yoona.. tak disangka, Yoona begitu kesal tadi. Haha. Mana mungkin Siwon melupakan pesanan yang sudah sangat diinginkan istrinya sejak satu minggu yang lalu.

Dan ya satu lagi.. pesawat pribadi Siwon sekarang harusnya sudah ada di bandara.

Oh Siwon.. mungkin rencanamu kali ini akan berantakan karena waktu keberangkatannya harus diundur 1 jam lebih mengingat sekarang saja mereka masih berada di atas tempat tidur.

Saatnya mencari ide Siwon.. mencari ide bagaimana caranya membawa Yoona ke bandara dan naik pesawat tanpa tau jika kau menyiapkan tempat special untuk menghibur dirinya.

THE END

Sorry kalau ceritanya membosankan. Aku buat cerita ini in hurry banget karena aku baca comment di coretan yang kemarin aku post, banyak yang mau baca cerita YoonWon.. jadi aku usahakan aja. This is it.

Don’t forget to comment..

Thankyou readers~~

[Coretan] We are One

Title : We are One

Cast :

Choi Siwon as Choi Siwon / Andrew Choi

Im Yoona as Im Yoona / Im Callistha, Choi Yoona / Choi Callistha

Aleyna as Choi Aleyna

Others

———————————

Hi readers. Author comeback dengan coretan kali ini. Awalnya mau post Chapter 2nya FF Together cuma FF itu belum siap(?) untuk di post karena belum selesai hehe. Jadi akhirnya malah buat coretan” begini.

Hope you like it. Dan ingat ini coretan jadi pastinya lebih pendek ceritanya. And sorry for the typos

NOTE : SORRY KALAU CERITANYA HAMPIR SAMA SEPERTI FF YANG SEBELUM-SEBELUMNYA. KARENA WELL.. IMAJINASI AUTHOR YA YANG HAPPY-HAPPY AJA DAN KEBANYAKAN HAPPY LIFE OR HAPPY FAMILY.

KALAU TIDAK SUKA GPP KOK GA USAH DIBACA 🙂

THANKYOU GUYS.

Happy reading guys.

YoonA’s POV

Namaku Callistha Im, itulah namaku yang dikenal orang-orang sebagai seorang model dunia yang dulunya juga actress yang mempunyai film-film terkenal. Ya, tapi sejak 11 tahun yang lalu, aku menyandang marga Choi karena aku menikah dengan siapa lagi kalau bukan Choi Siwon? Si Mr. Perfect. Di usianya yang waktu itu masih 24 tahun, dirinya menikahiku yang berusia 22 tahun. Siapa sih yang tidak mau dan tidak kenal dengan Choi Siwon? Pria dengan wajah yang tampan, otak yang cerdas, rendah hati, mandiri karena dirinya sudah mempunyai bisnis sendiri yang sangat sukses sampai ke seluruh pelosok dunia dan jangan lupa dirinya memang berasal dari keluarga konglomerat tetapi juga rendah hati.

Banyak orang bertanya dan berpikir “Hidupmu pasti berubah setelah menikah dengannya Yoona”. Jika aku harus berkata jujur saja, tidak ada perbedaan yang mencolok untuk diriku setelah menyandang marganya, karena sebelum menikah dengannya aku juga telah dikenal orang-orang dunia. Jadi ya begitulah. Bukan sombong, aku sendiri mempunyai karir yang cermelang sehingga aku juga kaya ya walaupun tidak sekaya Choi Siwon pastinya dan persamaan kita adalah keluargaku juga adalah konglomerat. Mungkin perbedaannya adalah aku bukan lagi milik orang tuaku melainkan milik seorang pria, aku harus melayani suamiku sedangkan biasanya aku yang dilayani oleh orang-orang. Selebihnya sama, rumah, mobil, barang-barang mewah bisa kudapatkan sebelum menikah dengannya. Jadi setelah menikah dengannya, aku sudah terbiasa jika disajikan barang-barang super mewah dari suamiku tercinta.

Sebelum menikah, Siwon Oppa memintaku berjanji dengannya, aku harus memakai uangnya untuk keperluanku. Dan kalau bisa aku keluar saja dari dunia entertainment karena dirinya tak mau berbagi diriku lagi dengan publik setelah menikah. Untuk hal yang pertama, aku bisa. Tetapi untuk yang kedua, aku belum bisa, aku belum siap apalagi memikirkan diriku harus tinggal dirumah super besar sepanjang hari tanpa melakukan apapun membuatku ingin menangis saja. Sungguh, aku tidak bisa. Bahkan dulu akulah yang nekad keluar dari rumah mewah orang tuaku untuk dapat bekerja. Aku bukan tipe orang yang bisa diam dirumah. Untungnya, Siwon mengerti. Dan walaupun aku tidak vakum dari entertainment, setidaknya aku mengurangi aktivitasku. Aku hanya akan menerima pekerjaan pemotretan dan iklan dan mungkin film jika cocok saja. Well.. Siwon setuju dan ya sampai sekarang aku masih ada di entertainment walaupun aku sudah memiliki seorang putri.

Satu lagi, siapa yang bilang semua orang setuju aku menikah dengannya? NO! Banyak penggemar Siwon (padahal dirinya bukan aktor ataupun penyanyi) yang memakiku, mencemoohku dan menghinaku bahkan melempar makanan busuk kearahku sewaktu kabar tentang pernikahan kami tersebar kemana-mana. Sungguh ironis bukan? Well.. tapi buktinya akhirnya Siwon tetap menikah denganku haha. Bahkan penikahan kami sudah 11 tahun lebih. Oh ya, setelah menikah, aku dan Siwon tidak menunda untuk memiliki anak. Tetapi nyatanya, aku keguguran dua kali. Kehamilan pertamaku itu setelah 2 tahun aku menikah dengan Siwon dan penyebab kegugurannya adalah aku tidak tau aku sedang hamil dan saat itu aku mempunyai banyak schedule jadi ya begitulah. 2 tahun setelah itu, aku hamil lagi dan harus kembali keguguran karena aku jatuh di tangga rumah kami. Hah, dan akhirnya 1 tahun lebih setelah itu, aku akhirnya melahirkan seorang putri yang sekarang sudah berusia 6 tahun yang kita beri nama Choi Aleyna.

Itu saja tentang aku dan keluarga kecilku.

.

.

.

Aku terbangun dari tidurku setelah terusik oleh cahaya matahari yang berasal dari jendela kamarku ini. Ah, mungkin bibi Oh lupa menutupnya. Aku sudah membuka mataku, tetapi aku tidak bergerak sama sekali karena tidak ingin tidur suamiku terbangun. Aku tersenyum sendiri merasakan pelukkan eratnya ditubuhku. Posisi kami sekarang adalah aku sedang tidur didada bidangnya dengan kedua tangan serta kakinya melilit tubuhku. Inilah kebiasaan Siwonku jika tidur setelah menikah denganku. Aku jadi bingung sendiri bagaimana dia bisa tidur jika aku berpergian keluar negeri. Ah, mungkin dia memeluk guling atau Aleyna. Oh, Yoona kau jahat sekali, tega meninggalkan Mr. Perfect untuk pekerjaanmu. Mengapa aku jahat? Sebenarnya, setelah mempunyai Aleyna, Siwon memintaku untuk benar-benar meninggalkan dunia entertainment dan dirinya juga berjanji tidak akan meninggalkan kita berdua untuk urusan bisnisnya. Tetapi aku tidak bisa dan aku harus mengakui Siwon memang best-dad-material. Kenapa? Dirinya benar-benar tidak pernah lagi keluar negeri untuk urusan bisnisnya, semuanya diserahkan kepada sepupunya Donghae yang adalah sekretaris pribadinya. Bahkan, tiap Jumat sampai Minggu,   Siwon akan berada dirumah, menghabiskan waktunya dengan Aleyna atau diriku jika tidak ada yang urusan yang sangat penting diperusahaannya. Aku harus mengakui, Siwon lebih dekat dengan Aleyna walaupun aku juga dekat dengan Aleyna. Logika saja, mana mungkin Aleyna tidak dekat Siwon jika Siwonlah yang kebanyakan bermain dengan Aleyna, selalu memanjakannya, mengabulkan segala permintaannya dan tidak pernah sekalipun menegur ataupun memarahi Aleyna. Its impossible you know. Sedangkan aku, aku akan menegur Aleyna jika ada sikap atau sifatnya yang menurutku tidak baik. Dan ya jika aku menegur Aleyna, Aleyna akan mengadu atau mencari pembelaan ke Siwon dan seperti biasanya, Siwon akan berkata “No one may get mad to my Princess even the Queen”. Disini Princessnya adalah Aleyna dan akulah Queennya. Maksudnya, ibu dari Princess pun tidak boleh memarahi si Princessnya. Haha lucu sekali. Aku kadang kesal, karena tiap aku menasehati Aleyna, Siwon malah membelanya dan ini akan membuat Aleyna berpikir bahwa apapun yang dilakukannya tidak pernah salah. Tapi yasudahlah, aku tidak mau terlalu memikirkan hal ini lagi. Bisa-bisa tensi darahku naik nanti.

Semua lamunanku hilang ketika aku merasakan sebuah ciuman singkat di pipi kananku. Siapa lagi kalau bukan ciuman dari Siwonku? Aku kembali membuka mataku dan melihat ke wajah tampan Siwon dan disaat yang bersamaan, Siwon mencium bibirku singkat dan berkata “Good Morning, Mrs. Choi”

Senyuman otomatis terbentuk diwajahku mendengar sambutan pagi darinya. Walaupun dia sudah 11 tahun melakukannya, aku tetap saja tersipu. Tak lupa aku pun membalas “Good Morning Oppa”.

Kulihat dirinya juga tersenyum, senyum yang membuat hati para yeoja meleleh. Siwon kemudian berkata “Hari ini kita mau kemana sayang? Any idea?”

Aku menggelengkan kepalaku yang masih berada di atas dada bidangnya lalu menjawab “Aku hanya ingin berada dikamar ini berdua denganmu Oppa. Itu lebih baik daripada ke mall ataupun ke restaurant mewah.”

Siwon lagi-lagi tersenyum dan menjawab “Istriku sudah pandai menggombal ternyata. Ah aku sangat dan akan selalu mencintamu sayang.”

Dan dirinya pun mencium bibirku, menjelajah mulutku dengan lidahnya, mengabsen seluruh gigi dalam mulutku. Tanpa sadar, ciuman kami makin dalam dan disertai dengan suara lumatan-lumatan dari bibir kami berdua. Aku yakin ciuman ini tidak akan lepas sampai 5 menit kedepan. Tetapi Oh-My-God, pintu kamar kami terbuka dan menimbulkan suara yang sangat keras karena pintu itu membentur dinding kamar kami. Inilah yang akhirnya membuat ciuman kami terlepas.

Siwon mungkin sudah ingin memaki siapapun yang menyebabkan ciuman kami terhenti karena raut wajah Siwon mencerminkan begitu tetapi niatnya terhenti, hilang bahkan yang ada malah dirinya tersenyum manis. Karena apa? Lihatlah, di ambang pintu kamar kami, berdirilah seorang anak perempuan berumur 6 tahun yang terlihat lucu dan menggemaskan yang sedang mengucek matanya, mungkin karena masih mengantuk dengan tangan kirinya dan  memeluk boneka Hello Kitty kesayangannya ditangan kanannya. Hah, si penganggu kecil kami. Choi Aleyna!!

Aku yang melihat Siwon makin tersenyum juga ikut tersenyum. Tetapi, tanpa sadar, entah kenapa aku makin mempeerat pelukkanku pada tubuh Siwon. Mungkin karena… karena aku tau Siwon akan melepaskan pelukkannya dari tubuhku dan berganti memeluk anak kecil yang menganggu ciuman kami tadi? Dan dugaanku benar, ketika Aleyna masuk dan berjalan ke arah tempat tidur kami, Siwon mulai menggeser sedikit tubuhnya yang hampir menyebabkan kepalaku yang berada di dadanya jatuh ke tempat tidur. Aleyna lalu memanjat ke tempat tidur kami dan langsung berjalan cepat menuju ke dada Siwon yang tidak tertutupi oleh kepalaku yang masih setia menyandar. Ketika aku melihat Aleyna akan menduduki bagian dada Siwon yang tersisa(?), aku otomatis mempeerat pelukkan lagi. Siwon sempat melihat bingung ke arahku tetapi secepat kilat dirinya melihat kembali melihat ke arah Aleyna ketika mendengar Aleyna berkata “Morning Daddy, love you.”

Seperti dugaanku, tak lama setelah itu, kepalaku berpindah ke bantal sutra mahalku karena Aleyna membuka lebar kedua tangannya, menunjukkan dirinya ingin memeluk Siwon. Dan Siwon dengan senang hati memeluk Aleyna sambil berkata “Morning Princess, love you too.”

Dan ya, Aleyna tertawa lebar mendengar panggilan ‘Princess’ yang keluar dari mulut Daddynya dan juga karena Siwon mencium perutnya berkali-kali. Hah, baru saja aku mau bermesraan dengan suamiku karena aku baru pulang kemarin dari Los Angeles tapi nyatanya suamiku sekarang malah bersenang-senang dengan Princess kecilnya itu. Dan apakah kalian sadar? Princessnya itu bahkan tidak menyapaku atau mengucapkan “Good Morning”. Bagus bukan? Choi Aleyna.. kau satu-satunya perempuan yang berhasil membuat Daddymu melupakan Im Yoona yang selalu menjadi pusat perhatiaannya.

Aku hanya diam, ingin melihat apakah mereka berdua atau setidaknya salah satu dari mereka sadar aku ada di ruangan ini selain mereka. Nyatanya tidak ada, Siwon dan Aleyna sekarang malah membahas barang-barang yang mungkin dibeli Siwon untuknya saat aku tidak ada dengan mereka. Lalu, aku mendengar Aleyna berkata “Daddy!”

Siwon yang sedang memegang tangan Aleyna yang sekarang berada di atas tubuhnya menjawab “Yes, Princess?”

Aleyna pun mengeluarkan suara “Dad, kemarin aku melihat tas pink muda di ruangan besar Mom. Aku mau itu Daddy. Buy me pleaseeeee?”

Aku mendesah tanpa suara. Apa apaan anak kecilku ini? Dia mau tas seperti milikku? Yang mana. Jangan bilang….

Siwon melirikku sebentar tapi mereka tetap menganggapku seperti tidak ada dikamar ini. Siwon lalu menjawab “Yang mana? Coba kau bawa kesini. Minta bantuan Bethany”. Bethany adalah salah satu maid Aleyna yang paling dekat dengannya, just in case if you want to know.

Aleyna pun menganggukkan kepalanya dan berkata “Sure Daddy, wait here okay?” Dan Aleyna pun turun dari tempat tidur kami, berlari cepat keluar.

Setelah Aleyna keluar aku pun berdehem. Siwon berbalik ke arahku, mencium keningku lalu berkata “Kenapa sayang?”

Kenapa katanya? Hah! Aku menjulingkan kedua mataku dan menjawab “Oh! Sekarang kau sudah sadar bahwa ada orang lain dikamar ini selain kalian berdua?”

Setelah mendengar perkataanku, Siwon malah tertawa. Aku langsung mencubit perutnya lumayan kuat. Ini membuatnya berhenti tertawa dan berkata “Okay.. okay.. ternyata istriku cemburu ya?”

“Cemburu katamu Oppa?”

“Ya, cemburu sayang”

“Siapa bilang aku cemburu?”

“Kalau bukan cemburu jadi kenapa kau mendadak kesal sendiri?”

“Terserahmulah Oppa!”

“Hahahaha Yoong.. kau lucu ketika cemburu”

Aku malas meladeni ucapan Siwon lagi. Jadi aku memutuskan untuk turun saja dari tempat tidur dan ingin mandi saja sekalian melepaskan kekesalanku yang belum hilang juga. Tetapi, sebelum aku melakukan niatku, Siwon sudah menarikku ke pelukkannya.

Siwon juga berkata “Okay, I’m sorry Yoong. Tapi kau tau kan aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak memanjakan Aleyna yang menggemaskan itu.”

“Itusih terserahmu Oppa, aku tidak peduli kau mau membelinya apa saja.”

“Jadi, kau kenapa?”

Aku terdiam, malas menjawab dan tidak mau mengakui kalau aku sebenarnya ingin berduaan dengannya hari ini tanpa ada gangguan siapapun termasuk Aleyna. Aku tidak mau mengakui kalau aku rindu saat-saat dimana kami masih berdua tanpa Aleyna, aku rindu saat saat dimana kasih sayang dan perhatian Siwon hanya tertuju padaku. Aku rindu melakukan segalanya berdua dengannya tanpa ada Aleyna yang sering menginterupsi acara romantis kami.

“Yoong.. sayang?”

Aku lagi-lagi terdiam.

Siwon kembali bersuara lagi “Sayang, kau kenapa sih?”

Dalam hati aku berteriak kencang “Kau tidak mengerti Oppa sayang!”

Siwon mencium keningku sambil mengelus rambutku pelan dan kembali berkata “Oppa minta maaf kalau ada perkataan Oppa yang menyinggungmu. Oppa tidak akan tau jika kau tidak mengatakannya sayang. Jadi bicaralah. Oppa akan meminta maaf dan tidak akan mengulanginya lagi.”

Aku tidak bersuara tetapi tanganku sekarang memeluk tubuhnya.

Siwon berkata lagi “Atau.. jangan-jangan kau cemburu melihat aku terlalu memperhatikan Aleyna ya? Benarkah?”

Baru saja aku mau membantah ucapannya, dirinya sudah kembali bersuara “Oh istriku.. tenang saja, kau akan selalu menjadi perempuan yang paling Choi Siwon cintai. Walaupun Choi Siwonmu juga sangat menyayangi Choi Aleyna, cintanya kepadamu tidak akan pernah berkurang. Aku janji Yoong.”

Mendengar perkataannya, aku melihat ke arah wajahnya. Siwon tersenyum melihatku dan aku membalas senyumannya. Dan lagi, Siwon mencium keningku dan pada saat kami sudah akan berciuman lagi, Aleyna muncul, lagi-lagi menganggu suasana romantis kami.

Aleyna berseru “This one Daddy!!”

Otomatis, aku dan Siwon secara bersamaan melihat kearahnya yang sudah sudah duduk ditempat tidur kami. Tetapi reaksi kami sangat berbeda, Siwon berkata “Okay nanti Daddy akan belikkan untukmu Princess”. Sedangkan aku dengan cepat berseru “Oppa! Kau mau beli dimana? Kau lupa itu kan cuma ada satu di seluruh dunia dan didesign hanya khusus untukku!”

Aleyna yang mendengar ucapanku langsung berkata “Daddy!”

Siwon menjawab “Yes?”

Aleyna kembali bersuara lagi “Kata Mommy ini hanya ada satu.. jadi bagaimana kalau tas ini untukku saja Dad? Bolehkan?”

Aku sudah tau apa kata apa yang akan keluar dari mulutnya yang adalah “Okay, you take it.” Jadi sebelum Siwon menjawab akulah yang bersuara “Tidak boleh Aleyna. That’s Mommy bag. Kau tidak bisa mengambilnya begitu saja.”

Aleyna terlihat kesal karena keinginannya ditolak, apalagi olehku. Dan Oh God! Dirinya sekarang menatap Siwon dengan puppy eyesnya. Baiklah kita lihat saja bagaimana seorang Choi Siwon menyelesaikan masalah ini, masalah diantara istri yang paling dicintainya dengan anak perempuan satu-satunya yang selalu dimanjanya.

Aku menunggu jawaban apa yang akan Siwon berikan. Siwon melihat kearahku, matanya seperti meminta bantuanku atau mungkin memintaku untuk mengalah saja kepada Aleyna, anakku sendiri.

Aku langsung melihat ke arah lain. Tidak mau membantunya atau apapun itu. Tidak bisa, tas itu milikku dan hanya ada satu. Aku tidak mau mengalah, terserah kalian atau siapapun mau bilang aku kekanakkan dan egois. Tetapi inilah aku, aku yang juga selalu mendapatkan segala yang aku mau dari orang tuaku, dulu sebelum bekerja sendiri dan bahkan setelah menjadi seorang public figure diusiaku yang berumur 14 tahun pun aku masih sangat dimanja orang tuaku meskipun mereka sedikit marah ketika tau aku bekerja. Jadi sekarang aku tidak akan mudah mengalah sekalipun itu dengan anakku sendiri. Got it?

Aku terdiam, begitu juga Siwon. Siwon memandangku dan Aleyna bergantian. Kurasa suamiku tercinta bingung harus bagaimana sekarang. Biarkan sajalah.. kau sekali-kali memang harus memilih satu diantara diriku atau Princess kecil kesayanganmu itu.

Keheningan di kamar ini tidak bertahan lama karena Aleyna mulai bersuara lagi “Daddy? Aku mau ini.”

Siwon melihatku lagi lalu segera menjawab “Daddy akan membelimu yang lebih bagus okay? Itu punya Mommy dan hanya ada satu sayang jadi Daddy tidak bisa memberikannya kepadamu.”

Wah.. Siwon memilihku daripada putri manis kesayangannya? HAHA.

“But Daddy..”

“Shh. Nanti Daddy akan berikan tas yang lebih mahal okay?”

Okay kita lihat, seberapa mahal tas yang akan beli kau beli untuknya Choi Siwon! Tasku yang dipegang Aleyna saja bermiliyar US Dollar. Jadi well.. kita lihat nanti.

Aleyna tidak menjawab jadi Siwon bersuara “Sini peluk Daddy sayang.”

Walaupun mungkin Aleyna kesal karena ini pertama kalinya permintaannya tidak terkabul, dirinya tetap dengan antusias masuk ke pelukkan Siwon.

Lalu, aku mendengar Aleyna berbisik dengan suara keras “Dad. Kau haus mengukum Mommy setela ini ok?”

Aku terkekeh, oh-my-little-girl Aleyna, caranya berbicara sangat lucu dan masih ada kata-kata yang salah. Siwon  yang mendengarnya juga terkekeh dan menjawab “Ok Princess. Your King will do it for you later.”

“Hey, Princess nakalnya Mommy. Berani-beraninya kau berbicara begitu, huh? Dan kalau berbisik, suara kecil saja tidak usah kuat begitu sayang.”

Mendengar perkataanku, Aleyna menatapku malu. Tetapi setelah itu dirinya tertawa dan berkata “Sorry Mommy, love you so much.”

Aku terduduk dan membuka lebar kedua tanganku, tanda ingin memeluknya. Aleyna tersenyum dan memelukku erat. Aku mencubit pipinya sambil berkata “I love you too my baby girl.”

Setelah itu Siwon memeluk kami berdua, mengecup kepala Aleyna lalu mencium keningku.

Kupikir masalah soal tas tadi sudah selesai, tetapi tiba-tiba, Aleyna berkata “Mom, bolehkah tas itu untukku saja?”

“No! That’s Mommy. Daddymu kan sudah janji akan membelikan yang lain.”

“But–”

Tanpa sadar aku sedikit meninggikan suaraku “No but sayang!”

Aleyna langsung terdiam, tidak berani mendebatku lagi karena dia tau aku tidak akan merubah keputusanku. Dia tau, Siwon dan aku berbeda. Aku tidak akan selalu memanjakannya dan menoleri kesalahannya. Tetapi Siwon, dia akan memuja Aleyna, membenarkan hal-hal yang sebenarnya salah. Dan benar saja, Siwon menatapku dan berkata “Yoong..” lalu menatap Aleyna. Tanda aku harus meminta maaf, lebih tepatnya membujuk anakku.

Aku mengelengkan kepalaku, tanda aku tidak mau.

Siwon menjulingkan matanya kearahku lalu membujuk Aleynanya. Itu pasti akan memakan waktu yang lama.. jadi aku putuskan untuk mandi saja. Pertama-tama aku mengambil handuk sutra khusus yang biasa kupakai jika aku mau berendam di bath up dan tak lupa kuambil dress satin berwarna biru muda. Aku lalu berjalan menuju kaca riasku untuk mengambil maskerku. Aku akan menyegarkan wajahku dan badanku sekaligus menghapus kekesalanku terhadap Choi Aleyna, anakku sendiri.

Miris bukan? Atau aneh? Terserahlah apa yang kalian pikirkan. Aku tidak peduli.

The end or TBC?

Okay ini aja yang bisa author berikan untuk para readers setiaku. Semoga suka. Dan untuk pertanyaan mengenai FF Family dan FF Together kapan dipost, dengan segala maaf, author tidak bisa menjawab sekarang karena waktu author sekarang benar-benar sedikit.

Goodbye.

[Ficlet] My Honey

Title : My lovely honey

Cast : Siwon, Yoona and others

Disclaimer : All the casts are belong to God, their family and company.

Hi readers, aku hari ini posting ini ya. Hope you like it.

Aku re-write cerita ini, jadi kalau mungkin ada yang pernah baca ya wajar soalnya aku pernah post tapi dengan cast lain bukan Yoonwon.

Sedikit curhatan ya.. tadinya hari ini mau post 3 FF. Pagi mau post another edition of FF US. Siangnya mau poat yang ditunggu-tunggu yaitu FF Family Chapter 1 dan malamnya ada One Shoot. Tapi.. draftnya hilang semua . So aku cuma bisa post ini deh, ini aja diketik selama aku travel jadi sorry kalau banyak typo. No time to edit.

Siwon POV

Perkenalkan aku Choi Siwon, CEO sekaligus anak pemilik Choi Enterprise yg dibangun ayahku, Choi Kiho. Aku telah mempunyai istri yang bernama Im YoonA. Kalian pasti mengenal dia. Dia ada designer sekaligus pemilik sekolah dancer dan boutique. Jujur, aku tidak menyangka akhirnya kita bisa menikah karena jika diliat banyak pria yang menyukai dan mendekati Yoona. Beruntung Yoona sangat setia, sehingga kita berhasil melewati 4 tahun berpacaran dan akhirnya menikah tepat sehari sebelum ulang tahun Yoona. Yoona ada wanita yg baik hati. Dia selalu berusaha menolong orang yang kesusahan. Tak jarang dia mengadakan charity di panti asuhan. Biar ku ceritakan sedikit dengan singkat.

Aku bertemu dengannya 4 tahun lalu ketika pertemuan bisnis dengan Im Yongwon pemilik Lim Department dan pertambangan emas no satu di Korea. Ketika itu Yoona menemani ayahnya datang ke perusahaanku. Aku yang melihat Yoona pertama kali langsung jatuh hati ketika pandangan mata kita bertemu. Mata hazel coklat itu seakan membuat aku jatuh ke dalam pusaran matanya. Sehingga aku tanpa segan langsung melakukan pendekatan tanpa takut jika ayahnya akan memarahiku.

Ya, Yoona adalah anak tunggal sepertiku. Dia adalah kebanggaan dan mutiara keluarganya. Hmm.. setelah beberapa bulan dekat dengannya, kita pun menjalin hubungan dan akhirnya menikah. Usia pernikahan kita baru 10 bulan. Kalau kalian memberi aku pertanyaan apakah aku mencintai Yoona? Ya, sangat mencintai. Jika aku harus kehilangan segalanya pun tidak apa-apa, aku sangat rela. Ok sekarang sudah jam makan siang, aku harus menjemput Yoonaku di boutique karena jika aku tidak menemuinya dia akan lupa makan karena dia sangat fokus dengan pekerjaannya. Ah aku sudah merindukannya. Aku menelepon Seohyun, sahabat terdekat sekaligus partner istriku di bidang desinger. Seohyun mengangkat teleponnya, aku langsung menyapanya dan menyuruhnya untuk membujuk Yoona beres-beres tanpa memberitahu aku akan menjemputnya. Seohyun mengiyakan. Akhirnya aku sampai dan bertemu Seohyun yang sedang membereskan baju-baju dan berjalan menaiki tangga menuju ruangan istriku tercinta.

Aku masuk tanpa mengetuk pintu. Senyumku mengembang ketika aku melihat dia sedang duduk di sofa ruangannya sambil mengusapkan tangannya di perutnya yang mulai membuncit tapi tidak mengurangi kecantikannya. Ya, sekarang istriku yang cantik ini sedang mengandung 5 bulan 3 minggu 5 hari anak pertama kita. Aku berjalan cepat dan merangkulan tanganku dilehernya sambil mengecup lama kepalanya. Aku dapat merasakan kalau dia terkejut. Lalu dia membalikkan wajah rupawannya itu kearahku dan mencium sekilas pipi kiriku. Ah manisnya. Aku pun langsung beralih untuk jongkok didepan perutnya sambil mengusap perutnya, merasakan anakku tubuh didalam sana. Inilah kebahagiaan keduaku selain mendapatkan istri sebaik Yoona. Aku merasakan Yoona mengusap lembut rambutku, aku pun tersenyum. Aku memeluk tubuh istriku dan menanyakan apa yang dia mau untuk makan siang kami. Ternyata dia sedang mau makan sushi. Ok, aku langsung mengangkat tubuhnya keluar dan menuruni tangga dan menyapa Seohyun. Tidak lupa Yoona juga menyuruh Seohyun ikut dengan kami, tapi Seohyun tidak mau karena dia akan berkencan dengan Kyuhyun sepupuku setelah membereskan baju-baju dimeja.

Sampai di dalam mobil Yoona tiba-tiba mengecup bibirku singkat. Aku tertawa, dia sangat manja apalagi sejak kehamilannya menginjak 3 bulan. Setelah 20 menit kita sampai ke restaurant jepang favorit Yoona di kawasan Gangnam. Lalu kita segera masuk dan Yoona langsung memesan 10 piring sushi untuk dirinya. Aku tidak terkejut, aku malah senang karena nafsu makannya tidak berkurang, tidak seperti ketika awal kehamilannya, makan bubur saja sangat susah. Tidak lupa aku juga memesan beberapa porsi daging salmon dan sushi. Ketika makanan kami datang, aku pun memakan makananku lalu tanpa sengaja aku melihat semua pesanan Yoona belum tersentuh. Aku reflek melihat Yoona yang ternyata sedang melihatku makan. Aku bertanya kepada istriku kenapa dia tidak makan. Katanya dia tiba-tiba saja tidak nafsu dan mual melihat sushi. Padahal ketahuilah itu ada makanan terfavorit dirinya. Aku bingung dan bertanya adakah yang dia pengen selain sushi, mungkin kita bisa pindah ke restaurant lain. Dia bilang dia merasa kenyang dan hanya pengen makan waffle buatan ommaku. Akupun hanya bisa mengiyakan dan menggandeng tangan Yoona untuk keluar dari restaurant tersebut setelah membayar makanan kami. Kalian mungkin bingung apakah aku marah atau kesal? Tidak sama sekali. Aku mencintainya jadi sebisa mungkin aku akan melakukan apapun yang dia mau. Mungkin ini mustahil untuk dilakukan selamanya, tapi aku selalu memperingatkan diriku “Kamu bisa melakukannya untuk istrimu, jadi kenapa tidak?”. Setelah beberapa puluh menit kita sampai di komplek mewah orangtuaku. Ya kita tidak tinggal serumah dengan orangtuaku karena aku sendiri mempunya penthouse terbesar di kawasan Gangman ini ditambah juga apartment disekitar sini. Ommaku sangat senang mengetahui Yoona sangat pengen memakan wafflenya. Omma pun membuatkan untuk Yoona dan dihadiahkan senyuman lebar Yoona. Aku tersenyum, istriku sangat lucu dan cantik diwaktu yang sama. Setelah makan, Omma menyuruh aku dan Yoona beristrirahat di kamar aku yang dulu. Yoona sangat senang karena kamarku langsung menghadap ke pantai. Ya dia sangat menyukai pantai juga hujan. Dia berlari kecil ke balkon sambil memegang perutnya. Aku lagi lagi tersenyum dan segera berjalan ke balkon dan memeluknya dari belakang. Oh sungguh dia jauh lebih indah dari pantai dibawah kami. Yoona membalas dengan memegang tanganku yang ada di atas perutnya lalu menggerakan tanganku untuk mengusap perutnya. Sungguh, jika bisa aku hanya ingin seperti ini tanpa melakukan apapun lagi disisa hidupku haha.

Siang sudah berlalu, sore pun sudah berganti menjadi malam. Posisi tempat kita tidak berubah hanya aku menempatkan sebuah sofa persegi panjang di balkon dan aku duduk dengan Yoona dipangkuanku. Kepala Yoona disandarkan ke dadaku, hmm.. sangat nyaman. Aku terus mengecup kepalanya dan sesekali kedua pipi yang mulai menggemuk semenjak kehamilannya. Dia terus tersenyum karena tanganku terus mengusap perutnya dan satu tanganku lagi dimainkan oleh istriku. Hah sungguh menyenangkan. Angin malam mulai berhembus semakin kencang dan aku pun berusaha membujuk istriku yang masih ingin tetap berada dibalkon. Setelah membujuk hampir 10 kali akhirnya dia menurut tentunya dengan sedikit merajuk. Haha dia memang berubah semenjak hamil. Tapi aku lebih suka Yoonaku yg begini. Yang bersikap manja dan selalu meminta segala sesuatu jika sedang ingin. Dia tersenyum padaku lalu masuk ke dalam kamar mandi. Sekitar hampir 40 menit kemudian dia keluar dengan bau harum tubuhnya dan dress yang kebesaran. Well, walaupun perut istriku membuncit dia tidak segembuk orang-orang yang seringkali berlebihan gemuknya ketika hamil. Hanya perutnya yang membuncit dan pilings sedikit menggemuk. Dia tetap cantik jika mengenakan jeans. Tapi aku melarangnya memakai jeans dimasa kehamilannya. Dia hanya menurut. Sungguh istri idaman setiap pria. Kehamilannya telah berusia 7 bulan 3 minggu lebih beberapa hari, Yoona tetap saja bekerja. Bukan karena aku tidak sanggup mencukupi kebutuhan kami. Kalian tau bukan aku adalah anak pemilik perusahaan besar dan sebenarnya aku juga mempunyai perusahaan sendiri di China dan Amerika tetapi diurus oleh orang kepercayaanku yaitu sahabatku. Yoona tetap bekerja di boutiquenya karena dia bilang bekerja membuatnya lebih semangat. Kalau soal menjadi model, Yoona sudah vakum semenjak menikah denganku. Karena menjadi seorang model harus bepergian dan aku tidak akan bisa ditinggalkan oleh istriku sehari saja apalagi pekerjaannya menuntunya untuk beperginya berminggu-minggu. Ya sekarang aku berencana membujuk Yoona untuk berhenti bekerja lagipula Seohyun sendiri juga setuju dan malah juga menyuruh Yoona tidak usah bekerja sampai anak kami berusia 3 tahun. Hah, sangat mustahil Yoona setuju dengan bujukkan Seohyun. Aku saja yang menyuruhnya untuk tidak bekerja sampai beberapa bulan setelah anak kita lahir saja dia tidak mau. Aku sedang menunggu Yoona di depan boutiquenya karena Yoona lupa mengambil tasnya. Setelah dia masuk kita akan melakukan check up kehamilannya. Beberapa menit kemudian Yoona kembali dan mencium sekilas pipiku dan ku balas dengan ciuman dibibir indahnya. Selama perjalanan aku hanya tersenyum sedangkan Yoona sudah tertidur. Dia terlihat capek.

Setelah 15 menit kemudian, kita tiba di Seoul International Hospital. Aku merangkul pinggang istri, membantunya berjalan. Sesampainya di dpn pintu dokter Tiffany, kami hanya disuruh menunggu sebentar karena ada pasien didalam. Tiffany ada teman seangkatanku, dia termasuk salah satu sahabatku. Berhubung aku tidak mau Yoona menunggu terlalu lama, sebelumnya aku sudah memesan kalau aku akan langsung masuk ketika kita tiba. Tentunya Tiffany setuju. Setelah menunggu 10 menit akhirnya aku dan istriku masuk. Tiffany langsung memeluk Yoona erat. Ya sebenarnya dulu Tiffany adalah orang yang membantuku mendekati Yoona karena rupanya Tiffany adalah sepupu Seohyun dan sahabat Yoona. Aku berdehem dan mengetuk kepala Tiffany dan segera melepaskan istriku yg dipeluknya. Apa dia tidak sadar Yoona sedang hamil dan Tiffany memeluk istriku begitu erat. Yoona ketawa dan Tiffany memukul lenganku lalu tertawa. Tiffany menyuruh Yoona menaiki ranjang rumah sakit sementara Tiffany memyiapkan alat memeriksa dan aku dengan sigap membantu Yoona tidak lupa mengecup pipinya singkat. Tiffany lalu memeriksa Yoona dengan aku yg melihat dengan fokus. Setelah memeriksa Tiffany memberikan beberapa vitamin yang harus Yoona minum dan tempat sekali, Tiffany menyuruh Yoona bedrest. Yoona baru akan menjawab tapi aku langsung menyelah dan menjawab Tiffany kalau aku akan pastikan Yoona bedrest sampai saatnya melahirkan. Setelah konsultasi Tiffany dan Yoona mengobrol seperti 2 anak SMA yg melakukan reuni. Aku hanya membiarkan Yoona melakukan itu walaupun aku ingin berduaan dengan Yoona sebenarnya. Yoona terlihat senang, ya selalu senang jika dapat mengobrol dengan orang. Dia adalah tipe wanita easy going, ceria dan tentunya baik. Walaupun Yoona adalah anak tunggal konglomerat, dia mau berteman dengan siapa saja. Sebut saja anak seorang guru sekolah dan hanya anak seorang ibu kantin pun bisa berteman dengan Yoona. Aku tak tau apa yg tidak bisa dilakukan Yoona. Seorang wanita sukses tanpa mengandalkan kekayaan orang tuanya, sangat baik hati, tidak sombong adalah ciri-cirinya dan Tuhan memberikan kelebihan untuk dia yaitu kecantikkannya. Sangat sulit bagiku untuk melepaskan dia. Bagaimana mungkin? Wanita yang tiap pagi membangunkanku dengan caranya yang khas yaitu mengucapkan kata-kata motivasi ditelingaku tidak peduli jika dia sedang sakit ataupun hamil. Wanita yang berusaha memasak untukku seenak mungkin meskipun masakkannya tidak seenak hotel mewah karena dari kecil Yoona memang tidak diperbolehkan oleh ayahnya untuk memegang dapur. Aku terbangun dari pikiranku tentang wanitaku. Lalu mengajak Yoona untuk pulang agar dia bisa beristirahat. Yoona pun memeluk Tiffany dan menyuruhnya untuk datang ke penthouse kami jika dia memiliki waktu luang. Kami sampai dirumah ketika jam sudah menunjukkan jam 8 malam karena tadi kita diajak makan malam oleh keluarga kami. Aku melihat kesamping, istriku telah tertidur. Aku keluar dan mengangkat Yoona dan menyuruh pembantu pribadi Yoona untuk membuka pintu kamar. Sampai dikamar aku menidurkan Yoona di spring bed khusus kami yang aku pesan khusus sejak mengetahui Yoona hamil. Mungkin agak berlebihan keliatannya, tapi tidak bagiku. Aku mengecup dahinya lalu masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku. Setelah selesai mandi, aku sendiri menyiapkan air hangat dan sabun di bath up untuk Yoona. Aku pun keluar ketika selesai dan dengan pelan membangunkan istriku tercinta. Dia mengerang dan itu terlihat lucu. Lalu membuka sepasang mata bulat cantiknya. Aku terkekeh, ekspresinya sangat lucu dan mengecup kedua matanya dan mulutnya tak lupa juga perut buncitnya. Dia menunjukkan ekspresi “ada apa?”. Aku bilang aku menyuruhnya untuk mandi. Dia mengangguk dan aku mengendong dia ke dalam kamar mandi setelah membuka bajunya. Dia tersenyum malu. Ini sudah sangat biasa dan sering apalagi sejak dia hamil. Kali ini aku ikut masuk ke bathtub tanpa membuka pakaianku. Aku berinisiatif untuk membersihkan tubuhnya karena aku tau akan sedikit repot bagi wanita hamil untuk bergerak membersihkan badannya apalagi dia tengah mengandung 7 bulan lebih, hmm tinggal 2 hari lagi akan memasuki 8 bulan. Dan aku harus lebih extra memerhatiankan istriku. Aku juga sudah menyerahkan pekerjaanku dikantor kepada Kyuhyun mulai besok. Appa menyetujui dan bilang dia juga akan memantau perusahaan. Bahkan Omma berpesan banyak hal kepadaku mulai dari menjaga Yoona sampai hal kecil lainnya. Ya keluargaku sayang sekali dengan Yoonaku, bahkan kadang aku merasa Appa dan Omma lebih memerhatikan istriku daripada aku anak landing mereka. Dan fakta ini membuat aku sangat senang.

Setelah selesai membantu Yoona mandi dan berganti piyama. Aku mengangkat Yoona ke kursi meja riasnya karena biasanya Yoona akan memakai cream atau apalah itu sebelum tidur.

Aku terus memeluknya dari belakang sambil mengusap perutnya tanpa bicara yang membuat dia berkata “Oppa, ada apa denganmu? Apakah aku membuat sedih atau berbuat salah? Hm”

Aku pun terkejut mendengar perkataannya dan menjawab “Oppa tidak apa-apa honey, Oppa hanya sangat menikmati menghirup wangi badanmu. Kamu tidak membuat Oppa sedih malah Oppa sangat bahagia”. Dia tersenyum dan berbalik lalu memelukku erat. Tanpa ku sangka Yoona berkata bagaimana kalau besok kita membeli perlengkapan bayi kami. Aku tersadar, aku melupakan hal itu. Aku mengiyakan dan dia langsung terlihat sangat gembira. Setelah dia selesai kami pun tidur dengan satu lenganku digunakan sebagai alas kepalanya dan tanganku yang lain kugunakan untuk memeluk tubuh istriku. Sedangkan Yoona memeluk leherku dan satu tangannya mengelus lembut rambutku. Sungguh malam yang indah.
Keesokan paginya aku mendengar suara bising seperti sedikit keributan dari lantai bawah. Aku membuka mata dan tidak melihat kehadiran Yoona disampingku, dia juga tidak berada di kamar mandi karena pintunya terbuka dengan lebar. Aku langsung tersadar dan keluar dari kamar dan turun ke bawah. Aku melihat istriku sedang memasak didapur dengan rambut yang disampirkan ke atas dan bando rilakuma kuning diatasnya, menggemaskan sekali. Aku memeluknya dari belakang dan mengecup bibirnya singkat. Dia sepertinya terkejut tetapi tersenyum lalu membalas mengecup bibirku. Aku bertanya kenapa dia memasak padahal dia sedang hamil dan ada banyak pembantu di rumah ini. Dia bilang dia hanya ingin memasak buat aku. Setelah selesai masak, aku membantunya berjalan ke ruang makan dan mendudukannya di kursi depanku. Koki yang bertugas didapur pun membawa masakkan Yoona ke meja. 3 macam masakkan dan 2 jenis minuman yaitu omelet, salad buah dan sayur kesukaan kita, beef steak favoritku. Juga jus kiwi dan secangkir caramel machiatto untukku sedangkan susu hamil untuk Yoona. Kami makan sambil bercanda dan sesekali Yoona membahas tentang kehamilannya. Setelah makan kami bersiap-siap untuk pergi ke Sam department store. Kenapa bukan ke department store keluarga Yoona? Karena Yoona bilang sangat tidak nyamam untuk pergi kesana karena semua pekerja disitu akan memperlakukan kami dengan sangat special. Hanya memerlukan 20 menit untuk sampai di Sam department store dengan mobil yang dikendarai oleh supirku. Yoona langsung menarikku ke toko pelengkapan bayi mewah. Yoona melepaskan genggaman tangan kami dan pergi ke bagian pakaian. Dia terlihat memilih – milih dengan antusias tapi tidak lama kemudian dia menghadap ke arahku dan bertanya kita harus membeli pakaian laki-laki atau perempuan? Aku menjawab dua-duanya. Ini karena kita tidak mengetahui jenis kelamin anak kami karena kami sengaja untuk tidak mau tau hingga bayi kami dilahirkan. Dia tersenyum manis dan lanjut memilih barang lainnya. Tak terasa sekarang sudah melewati jam makan siang. Kami langsung pergi ke salah satu restaurant italia dan makan dengan suasana romantis yang sengaja aku pesan kepada manager restaurant ini. Bukan apa, hanya saja mungkin setelah bayi kami lahir kita akan jarang melakukan ini mengingat Yoona pasti akan lebih mementingkan anak kami. Yoona sangat suka anak-anak. Setelah itu kami berkunjung ke toko terbesar di lantai 2 ini yaitu toko perabot.
Aku memesan banyak perabot untuk dimasukkan ke kamar besar dan kamar bermain anak kami. Lagi-lagi kami membeli 2 model, 1 untuk laki-laki dan 1 untuk perempuan. Kemudian kami juga memasuki toko brand Chanel, Yoona akan membeli gaun untuk menghadiri pesta pernikahan Seohyun dan Kyuhyun 3 minggu lagi. Kami juga memasuki toko jas brand terkenal untuk membeli beberapa jas untukku. Aku sangat menyukai berbelanja jas dengan istriku. Dia yang akan report memilih dan memakaikan jas itu ditubuhku lalu mencocokkan dengan celana dan dasi apa yang harus dipakai. Jangan lupa, dia adalah designer dan fashion model.
Tanpa terasa hari-hari dan minggu pun berlalu dan sekarang kamu sedang berada didalam mobil untuk menghadiri pernikahan Kyuhyun dan Seohyun. Aku turun dan membukakan pintu untuk Yoona, Yoona mengalungkan tangannya ke lenganku dan satu tangannya terlihat memegang perutnya yang sudah semakin membesar. Gaun merah shoulder off yang dikenakannya membuat dia terlihat lebih sexy ditambah gaunnya berukuran pas sehingga menonjolkan perut buncit Yoona. Heels merah 10cm yang melekat dikaki indahnya juga semakin membuatnya terlihat wanita mewah. Sebelumnya Yoona sudah bilang kepadaku kalau dia tidak begitu percaya diri memakai gaun ini hari ini karena dia bilang dia terlihat gemuk. Tapi percayalah dia tetap terlihat sangat cantik dengan pipi tembem dan perut buncit itu. Jujur aku semakin waspada karena kehamilan Yoona sudah 8 bulan 2 minggu lebih. Setelah acaranya selesai kami pun menyapa Kyuhyun dan Seohyun. Yoona mengatakan agar Seohyun cepat-cepat menyusul untuk hamil. Sedangkan aku mengatakan kepada Kyuhyun untuk dia lagi terlalu sering bermain game.
Memasuki minggu minggu melahirkan seperti yang terakhir kali saat kita pergi check up lagi, Tiffany mengatakan kalau Yoona akan melahirkan minggu ini. Aku sedikit cemas karena ini pengalaman pertama kami. Malam ini Yoona mengidam dan ingin ku bacakan dongeng Cinderella. Aku tentunya bersedia. Ketika ceritaku hampir selesai, Yoona meringis kecil sambil sedikit meremas tanganku. Aku terkejut dan berpikir inikah tandanya? Yoona meremas tanganku semakit erat dan berkata terputus putus kalau dia akan melahirkan. Aku langsung mengendong Yoona dan berjalan menuruni tangga sambil berteriak menyuruh asisten pribadiku untuk menelepon kedu orangtua kai dan rumah sakit untuk menyediakan kamar VVVIP terbaik untuk istriku. Supirku langsung membuka pintu ketika melihat kami keluar dan aku menyuruhnya menjalankan mobil lebih cepat. Aku mendengar Yoona menangis kesakitan sambil mengigit bibirnya dan sesekali mengucapkan “Siwon Oppa.. hiks.. sangat sakit hiks hiks..”. Aku tidak tahan melihat Yoona begini apalagi sampai menangis. Jujur yang aku tau dari orang tua dan sahabat-sahabat  Yoona, Yoona cuma pernah 3 kali menangis yaitu dulu sewaktu kecil dia bermain dan jatuh, kedua saat dia terpisah dimall dengan orang tuanya dan ketiga ketika aku melamar Yoona. Tapi sekarang kembali air mata itu jatuh kembali dari mata cantik itu. Aku sungguh tidak tega. Kalau bisa aku bersedia untuk menggantikan posisi Yoona saat ini. Aku mencium dalam bibirnya sambil mengelus perutnya dan memberi kata semangat dan cinta untuk dirinya. Kembali hatiku sakit ketikta mendengar Yoona berkata pelan “Oppa ini hiks sungguh sakit hiks aku tidak tahan hiks”. Aku hanya bisa kembali mencium bibirnya.

5 menit setelahnya kita telah sampai. Aku dengan sigap menggendong istriku dan meneriaki beberapa suster. Tiffany juga keluar dan langsung membawa Yoona ke kamar operasi yang telah aku pesan. Aku masuk sambil memegang tangan halus istriku. Tiffany mengatakan bahwa Yoona akan melahirkan tapi pembukaannya masih pembukaan 6. Hah, sungguh aku mau mati rasanya. Yoona mengerang dan menangis. Tiffany menyuruh Yoona menarik dan menghembuskan nafas kemudian berpesan kepada suster untuk memanggilnya kembali ketika sudah pembukaan terakhir karena dia mempunyai pasien darurat. Aku mengeratkan genggaman tanganku dengan Yoona. Yoona terus mengerang sakit. Suster mengatakan sudah pembukaan 8 , berarti tinggal 2 lagi. Rasanya aku ingin mempercepat waktu, ini sangat menyiksa Yoona. Yang ku tau sekarang orang tua kami sudah berada di ruang tunggu khusus yang bisa memantau kami lewat layar monitor. 10 menit kemudian suster yang tadi mengatakan baru pembukaan 9. Oh Tuhan bantulah istriku. Aku menyuruh Yoona agar tetap mengenggam tanganku. Tetapi Yoona tidak mau dia bilang tanganku akan sakit dan terluka. Sungguh di saat saat seperti ini dia bahkan masih memikirkan aku dan membiarkan dirinya sakit sendiri. Aku bilang tidak apa-apa dan kembali memaksakan tangannya untuk mengenggam tanganku. Beberapa menit kemudian Yoona mengerang keras dan terdengar suster berteriak memanggil Tiffany. Aku menegang. Tiffany mulai menginstruksikan Yoona untuk menarik dan membuang nafas. Dorongan kuat Yoona disertai peluh dan airmata yang keluar juga cengkraman kuat ditanganku tapi itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang istriku rasakan. Dorongan kedua dan tiga juga telah dilakukan Yoona. Dan akhirnya dorongan keempat keluarlah bayi mungil. Aku mengecup bibir Yoona dan mengatakan rasa terima kasihku. Yoona menangis, tangis bahagia. Setelah membersihkan tubuh bayi kami, Tiffany datang membawanya ke pelukan Yoona setelah itu memeluk Yoona dan menyampaikan bahwa bayi kami adalah laki-laki. Yoona memberinya nama Choi Mikhail. Aku sungguh bahagia, begitu juga dengan orang tua kami yang masuk dengan Kyuhyun dan Seohyun.

4 tahun kemudian..

Author POV

Yoona terbangun di pagi hari lalu segera bergegas masuk ke dalam kamar mandi setelah mengecup lembut pipi Siwon. Setelah 30 menit Yoona keluar dengan mini dress lalu turun menuju dapur.

Terlalu menikmati memasak, Yoona tidak sadar jika Jeno berjalan kearahnya sampai mendengar kata “Morning mom” dari Mikahil, Yoona baru tersadar. Yoona kemudian mematikan kompor dan menyuruh koki untuk melanjutkan memasak.
“Ah morning my little prince” kata Yoona.
“Mom, kenapa mom sangat cantik walaupun masih pagi?” kata Mikhail lalu mencium bibir Yoona.
Yoona pun tertawa dan baru akan menjawab tetapi Siwon sudah menjawab “daddy little prince sudah duluan mencium mom? Ah Mike (nama panggilan Mikhail) curang! Dan mom memang selalu cantik tapi sayangnya mom hanya punya dad tidak orang lain.”
Mike menggelengkan kepala dan berkata “Tidak Mommy is mine dad.”

Siwon kemudian langsung mencium bibir, pipi, puncak kepala Yoona dan berkata “tidak, buktinya mom selalu menemani dad tidur di kamar dad”

Mike langsung menjawab “mom juga menemani Mike tidur dikamar Mike”
Siwon baru akan menjawab lagi tapi Yoona langsung menyela “Sudahlah Oppa mengalah kepada Mike saja”

Mike yg mendengar itu mengeluarkan lidahnya dan ditunjukkan ke arah Siwon.

Siwon kemudian berkata “Baiklah nyonya Choi” dan langsung merangkul pinggang Yoona.
Setelah selesai makan mereka bersiap-bersiap untuk pergi berjalan – jalan ke department store.
Mike masuk ke kamar Siwon dan Yoona setelah selesai mandi dan memakai baju.
“Mom aku tampan kan? Bahkan melebihi daddy?” tanya Mike sambil memeluk pinggang Yoona.
Yoona menjawab “iya sayang kamu lebih tampan dari daddy”
Terdengar suara Siwon dari kamar mandi berkata “aku mendengarkan kata-kata kalian. Daddy lebih tampan Mike”
Yoona tertawa sedangkan Mike masuk ke kamar mandi. Terlihat Siwon yang sedang memakai gel dikepala.

Mike menarik baju Siwon dan berkata “Daddy, Mike lebih tampan. Tidak ada yg bisa menandingkan Mike”

Siwon terkekeh dan menjawab “okay daddy biarkan kamu mengambil gelar itu sayang”
Mereka pun keluar dari kamar mandi dan memandang Yoona dengan tatapan terpesona. Yoona yang menyadari itu berjalan dan mengecup pipi Mike dan Siwon kemudian tertawa.
Ketika sampai di department store semua orang melihat mereka dengan tatap iri. Siwon dengan ketampanannya ditambah memakai kemeja Burberry menampakan otot kekarnya, jeans aigner dan sepatu guccinya. Yoona membuat pandangan beberapa pria menuju ke arahnya. Yoona terlihat masih seperti anak SMA dengan dress burberry dan heels pradanya serta tas LV berwarna merah yang tersampir dilengannya. Kemudian Mike, memakai kemeja Burberry dan sepatu gucci yang seragam dengan donghae serta celana jeans dan topi Burberry. Keluarga ini membuat semua orang iri. Mereka memasuki restaurant jepang dan makan disana. Terlihat sesekali Siwon yang mengoda Mike dan Mike yang mengadu kepada Yoona lalu Yoona memukul pelan Siwon. Sangat bahagia.
Hari sudah malam ketika mereka sampai dirumah. Mike sudah tertidur dimobil yang kemudian digendong oleh Siwon ke kamarnya. Sebelum keluar Siwon mencium dahi Mike dan berkata “Goodnight my little prince, dad loves you boy”.

Sedangkan Yoona membersihkan diri di kamar mandi dan berjalan ke balkon, menikmati angin dan pemandangan malam hari. Siwon yang baru masuk kamar, berjalan ke arah Yoona dan memeluknya.

Siwon bertanya “Sayang, apakah kamu bahagia?”.

Yoona tersenyum lalu menangkupkan tangannya dikedua pipi Siwon berkata “Tidak akan lebih bahagia ketika aku sedang bersama Oppa dan Mike. Kalau Oppa sendiri?”.

Siwon melepaskan tangan Yoona dan menangkupkan tangannya di pipi Yoona berkata “Bahagia sayang, bahagia sekali karena kamu juga bahagia dan aku berhasil membuatmu bahagia”.

Keduanya berciuman lama kemudian menaiki tempat tidur dan tersenyum satu sama lain dan berpelukan erat.

THE END

Gimana ceritanya? Semoga suka ya. Maaf kalau ceritanya tanggung karena aku cuma bisa kasih segini .sorry
Mari kita bertemu lagi di FF aku selanjutnya
Sertakan komentar dan likenya ya 🙂

[One Shoot] Our Memories and Moments (Special for Siwon’s Birthday)

Title : Our Memories and Moments (Special for Siwon’s Birthday)

Cast : Siwon, Yoona and others

Note : All casts are belong to their company, their family and God, not mine at all (sadly)

Happy reading guys!

-Story in 2025 dan cerita ini tidak berdasarkan kenyataan ya-

Yoona terbangun pagi ini oleh karena suara ketawa yang keras dari dua putri kembarnya yang berada di ruang wardrobenya, yang berarti hanya diruang sebelahnya. Ah bukan, hanya satu tembok sekatanlah yang memisahkan tempat dirinya tertidur sekarang dan ruang wardrobenya.

Yoona yang masih dalam posisi tidurnya tersenyum lebar, senyum yang bernilai milyaran dollar, senyum yang hanya jika kau ingin melihatnya membutuhkan biaya yang banyak, senyum yang selalu menjadi candu bagi para pria yang disebut ‘fanboys’nya dan juga para ‘fangirls’nya. Bahkan secara mengejutkan, banyak perempuan yang ingin menjadikan Yoona pasangan hidup mereka! Hah! Tapi itu tidak akan terjadi, karena dengan bukti Yoona sudah memiliki dua putri kembar berarti dirinya telah mempunyai seorang pria, seorang suami.

Yoona tersenyum makin lebar ketika mengingat semua moment bagaimana akhirnya dirinya dan suaminya dapat bersama dan akhirnya dapat menikah.

Flashback ON

-Story start from 2007-

Siapa yang tidak mengenal visual dari boyband terhot Siwon yang berusia 21 tahun dan visual dari girlband terkenal Yoona yang berusia 17 tahun? Apalagi keduanya berasal dari agensi Top 3. Karena keduanya sangat terkenal, agensi pun sering memberikan mereka project yang melibatkan keduanya karena apapun project itu pasti akan sukses ketika ada mereka. Maka ini tidak menutup kemungkinan banyak fans yang memasangkan Siwon dengan Yoona ataupun sebaliknya. Dan seperti mendapatkan lottery, para fans yang menyukai dan berharap keduanya benar-benar bersama atau pacaran merasa sangat bahagia karena pada 2008, tepatnya 1 July 2008 banyak stasiun TV dalam negeri maupun luar negeri memberitakan bahwa Choi Siwon dan Im Yoona resmi berpacaran. Bahkan ada salah satu stasiun tv secara esklusif memberitakan bahwa mereka telah berpacaran sejak 2005 yang berarti hubungan mereka telah berjalan 3 tahun.

Netizen dan para fans selalu menganggap mereka berpacaran karena keduanya sering dipertemukan dalam project yang sama apalagi karena keduanya berada di dalam bawah naungan agensi yang sama, otomatis mereka bisa bertemu tanpa diketahui publik. Banyak juga yang mengira pertemuan Siwon dan Yoona yang pertama adalah saat boyband Siwon menemani girlband Yoona pentas disalah satu stasiun musik. Tapi semuanya salah karena tanpa banyak yang tau, orang tua dari kedua pihak bersahabat, ah bukan kedua orang tua mereka sudah terlihat seperti saudara. Karena itu, sebenarnya pertemuan paling pertama mereka adalah pada saat Siwon berusia 7 tahun dirinya bertemu Yoona yang waktu itu masih berusia 4 tahun di acara perusahaan Appa Yoona. Sejak itu jugalah, Siwon sudah senang dan sering bermain dengan Yoona. Kemudian seiring bertambahnya usia, Siwon memutuskan terjun ke dunia entertainment pada usia 13 tahun karena ia sangat menyukai acting dan juga mendapatkan tawaran dari berbagai agenci sedangkan Yoona sudah menjadi model berbagai brand busana sejak 8 tahun karena mukanya yang cantik dan juga karena Ommanya yang adalah fashionista suka memakaikan baju-baju bagus dan mempostingnya ke internet. Tetapi pada akhirnya keduanya bersepakat masuk kedalam group yang fokus dalam bidang vokal dan dance.

———————————

Saat hubungan mereka diketahui publik, netizen, fans tidak banyak memberikan komentar negative karena berita tentang mereka resmi berpacaran itu hanya berupa foto-foto saat Siwon dan Yoona sedang makan siang berdua di restoran mewah di Italy pada bulan April 2008 untuk merayakan ulang tahun Siwon dan beberapa foto saat Siwon menemani Yoona berbelanja di boutique pada bulan May di Paris tepatnya pada hari ulang tahun Yoona. Tidak berlebihan bukan?

Meski begitu, mereka terpaksa harus mengurangi interaksi pada saat dipanggung atau di acara yang sama. Intinya mereka berdua tidak mau terlalu menunjukkannya dipublik. Ditambah, Yoona tidak ingin hubungan mereka menjadi konsumsi publik dan juga ia tidak ingin para fans dan fans Siwon yang tidak menerima mereka berpacaran merasa sedih dan kesal. Tetapi walaupun begitu, pada event Natal tahun 2008, mereka tertangkap kamera sedang berduaan lebih tepatnya Siwon yang pada akhir acara berjalan ke arah Yoona yang sedang berbincang bersama Sooyoung di panggung lalu merangkulnya. Dan juga Siwon terlihat bergandengan tangan dengan Yoona untuk masuk ke belakang panggung pada acara tahunan yang diadakan salah satu stasiun TV nasional. Hanya sebatas itulah interaksi mereka berdua yang lama kelamaan membuat semua fans keduanya mulai menerima kenyataan mereka telah berpacaran.

Pada tahun 2011, tepatnya pada 1 Oktober 2011. Korea dihebohkan dengan berita bahwa Siwon dan Yoona akan menikah pada 7 January 2012. Yang lebih menambah kehebohkan adalah ternyata keduanya adalah pewaris dari perusahaan yang termasuk kedalam 3 perusahaan tersukses didunia. Selain itu, juga muncul photo prewedding mereka yang diketahui diambil di Maldives, Hawai, Swiss, Roma dan beberapa negara Eropa lainnya.

Dua minggu setelah itu, Siwon dan Yoona serta group mereka juga melakukan press conferences dengan press yang telah mereka pilih untuk memberitakan bahwa kedua group akan vakum, vakum disini berarti mereka dapat sewaktu-waktu melanjutkan karir mereka tetapi tidak akan selalu beraktivitas karena ada banyak member yang juga akan melangsungkan pernikahan pada pertengahan dan akhir tahun 2012 juga ada yang akan mengikuti jejak Siwon dan Yoona pada tahun depan. Siwon juga memberitahu media, pemberkatan nikah dan acara pernikahan Yoona bukan dirayakan di Korea melainkan di New York karena tidak ingin lebih private dan juga karena Siwon akan mengurus perusahaan yang ada disana. Para fans kecewa karena berarti mereka tidak dapat hadir atau menyaksikan pernikahan idolanya. Namun secara mengejutkan, Yoona mengatakan dirinya dan Siwon sepakat menyediakan 100 kursi dan tiket pesawat serta segala fasilitas untuk penggemar mereka untuk hadir pada acara pernikahannya dan juga 10 kamera press diizinkan untuk meliput acara pernikahan mereka. Karena hal ini, banyak netizen maupun fans sangat gembira bahkan banyak yang menangis karena itu.

Member-member yang lain pun masuk kebelakang stage ketika mereka sudah menjelaskan tentang kelangsungan group mereka dan ternyata member yang akan menikah pada tahun 2012 itu adalah Kangin dan Tiffany pada bulan Maret, Leeteuk dan Taeyeon pada bulan Juni, Yesung dan seorang model pada bulan September, Hyoyeon dan pacar altetnya pada bulan Oktober dan Sooyoung dan seorang actor di bulan November. Kemudian, press conference itu berlanjut ke sesi tanya jawab.

Pertanyaan pertama dilontarkan oleh seorang wartawan dari X News yang diketahui dari Hongkong. Dia bertanya “Bagaimana akhirnya mereka memutuskan untuk menikah padahal popularitas mereka sedang berada dalam puncaknya? Apakah mereka tidak takut para fans akan meninggalkan mereka”.

Siwonlah yang menjawab “Alasan pertamaku yakin untuk menikahi Yoona adalah karena dari kecil kami sudah mengenal satu sama lain ditambah aku merasa hubungan kami sudah matang untuk dilanjutkan dengan pernikahan”. Siwon terdiam sejenak lalu melanjutkan kata-katanya “Kedua, aku tidak mau calon istriku yang cantik ini menunggu terlalu lama dan juga aku takut dia bosan menungguk hahaha”. Para press tertawa dan wajah Yoona memerah malu. Siwon tanpa berhenti melanjutkan lagi “Yang paling utama sebenarnya karena aku mencintai Yoona lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Aku ingin melindunginya, menjaganya dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku dan masa tuaku dengannya. Aku merasa tidak ingin yang lain selain dirinya, untuk itulah aku berani mengambil langkah ini” “dan kalau ditanya tentang fans, aku percaya fansku dan fans Yoona akan bahagia jika kami bahagia. Aku yakin fans Yoona mengetahui bagaimana aku menyayangi Yoona dan juga sebaliknya”. Setelah itu, banyak yang bertepuk tangan.

Pria yang bertanya tadi pun berkata “Yoona-shi, apakah kau ingin menambahkan yang lainnya?”.

Yoona menjawab “Hmm.. satu minggu yang lalu aku dan Siwon Oppa mengundang 5 fansku dan 5 fans dia untuk makan malam disalah satu restoran diKorea. Tujuannya adalah berdiskusi, karena kami menganggap mereka teman. Aku bertanya ‘Apakah kalian marah kepada kami?’ Mereka semua menjawab ‘Kami tidak punya hak untuk marah karena semua orang berhak menjalani kehidupannya sesuai yang ia mau, dan itu juga berlaku untuk eonni dan Oppa”. Bahkan yang paling lucu adalah ada salah satu dari mereka berkata ‘Aku cemburu terhadap hubungan kalian. Walupun tidak banyak menunjukkan interaksi, tetapi kalian bisa bertahan lama’ dan beberapa dari mereka juga meminta saran untuk sebuah hubungan. Jadi kurasa fans-fans yang diluar sana lama-lama juga akan mengerti keadaanku dan Siwon Oppa”. Ketika menyelesaikan kata-katanya, mata Yoona sudah berair. Membuat Siwon berkomentar “Lihatlah, kalian membuat Yoonaku menangis sebentar lagi, haha”.

Pertanyaan kedua adalah dari seorang wanita yang merupakan karyawan dari salah satu TV nasional di Korea. Dirinya bertanya “Kalian berencana honeymoon kemana dan berapa banyak anak yang kalian inginkan?”.

Siwon tertawa “Hmm sebenarnya aku tidak ingin menbocorkan kemana destinasi honeymoon kami, tapi baiklah, kami berencana pergi ke salah satu pulau yang aku miliki di Hawai karena Yoona belum pernah pergi kesana.. dan untuk anak silahkan tanyakan pada yang akan melahirkan mereka nanti”.

Yoona yang tau apa maksud Siwon menjawab “Hmm.. aku, aku hanya ingin satu anak laki-laki dan perempuan”.

Berbagai pertanyaan berikutnya dari media China berupa apakah “Yoona akan diizinkan berkarir oleh Siwon”. Yang dijawab Siwon “Tergantung kemauan Yoona sendiri. Tapi sejujurnya aku menginginkannya menghabiskan waktunya denganku dirumah ataupun berbelanja bersama, juga jalan-jalan bersamaku”. Jawaban Siwon membuat para wanita yang hadir terkagum-kagum. Apa? Berbelanja? Yang benar saja!

Pertanyaan lainnya hanya seputar kerjaan yang akan Siwon lakukan, bagaimana karir mereka berdua di dunia musik, apa yang akan mereka lakukan jika ada yang memberikan tawaran bermain film. Pertanyaan terakhir dijawab oleh Yoona “Sepertinya semua rahasia kami akan keluar disini. Aku dan Siwon Oppa akan bermain mini drama yang hanya ada 5 episode ditahun 2013. Doakan saja aku tidak hamil saat sudah mau syuting nanti”. Semuanya tertawa mendengarnya!

Semua press yang hadir disana merasa senang, bukan hanya karena apa yang mereka ingin tau terjawab tapi karena Siwon dan Yoona sangat ramah dan membuat suasana wawancara seperti mengobrol dengan sahabat.

Beberapa bulan kemudian..

Top search, top news, hot news dan lain-lain adalah mengenai acara penikahan Siwon dan Yoona sangat mewah dan mengemparkan dunia sampai-sampai masuk kedalam list pernikahan yang tidak akan dilupakan dunia dan pasangan terfavorit dari Korea. Ditambah lagi, pada acara yang diadakan malam hari, clip Siwon ketika melamar Yoona untuk menikahinya ditayangkan. Uh. Ada yang menangis, ada yang terkagum-kagum. Siwon dan Yoona tidak berhenti mengejutkan orang, mereka memberi izin kepada satu media dari Korea untuk meliput perjalanan honeymoon mereka yang membuat orang-orang ingin berada diposisi keduanya karena honeymoon mereka sangat sweet, Siwon banyak memberi kejutan romantis untuk Yoona, makan malam dipinggir laut, Siwon membelikan segala yang Yoona mau serta ciuman bibir keduanya yang pertama kali dilihat publik dan masih banyak hal lainnya.

Tentunya tidak sampai situ, dunia kembali dihebohkan pada bulan Maret 2012 ketika Siwon tanpa sengaja mengatakan Yoona sudah hamil sejak bulan February 2012 mengalahkan berita pernikahan Kangin dan Tiffany. Tiffany sampai menelepon dirinya dan mengomel mengatakan mengapa Siwon harus tanpa sengaja mengatakan itu tepat dihari pernikahannya dan lebih parahnya Siwon mengatakan itu saat diwawancarai dipesta pernikahannya.

Yoona ingat betul kalimat yang dikatakan Siwon “Aku harap Kangin hyung dan Fany bisa cepat mendapatkan anak. Mereka pasti akan sangat bahagia seperti aku yang semakin bahagia karena Yoona sudah hamil satu bulan. Doakan saja semua berjalan lancar ya”.

Tidak berhenti disana saja, tepatnya 4 November, berbagai negara heboh ketika mengetahui Yoona melahirkan dua putri kembar yang sangat manis. Ini membuat Sooyoung mengomel kesal karena berita cara pernikahannya dikalahkan oleh berita kelahiran bayi putri Yoona.

———–Flashback OFF———-

Yoona tersadar dari semua lamunannya ketika mendengar anaknya berteriak memanggilnya. Oh! Dirinya lupa ini sudah waktunya untuk membawa mereka turun dan makan pagi karena Siwon yang biasa melakukan itu, sedang berada di Korea menghadiri meeting yang diadakan Appa Siwon kemarin.

Yoona pun langsung turun dari tempat tidurnya dan berjalan cepat kearah ruangan dimana kedua putri cantiknya berada. Sampai disana, Yoona mengintip dahulu, melihat apa yang mereka berdua lakukan diruangan koleksi baju, tas dan sepatunya. Ah! Ternyata kedua gadis cantiknya sedang memilih-milih tas. Kedua gadisnya bahkan sudah terlihat cantik pagi-pagi sekali.

Yoona kemudian melangkah kedalam lalu berkata “Morning my two lovely girls”. Kedua gadisnya yang berusia 13 tahun itu langsung menghadap ke arah datangnya suara lembut itu dan ketika melihat itu adalah Yoona, mereka berlari menuju ke kedua tangan terbuka Yoona yang bersiap memeluk mereka. Yoona tersenyum ketika kedua putrinya mencium kedua belah pipinya dan dirinya pun membalas ciuman mereka. Lizzy, si sulung, terlebih dahulu berusaha “Morning Mommy. I love you”. Kemudian diikuti si bungsu, Lauren “I love you more than sis love you Mom”. Karena kata-kata Lauren, Lizzy dan Lauren pun berdebat singkat. Yoona yang melihatnya menghentikan perdebatan mereka dengan mengatakan “I love you too girls. Sekarang apa princess-princess Mommy ingin makan?”.

Keduanya menggeleng. Yoona bertanya “Wae?”.

Lauren menjawab “Aku mau mencari baju, tas dan sepatu yang cocok untukku. Mom tidak lupa akan Christina, anak auntie Tiffany berulang tahun hari ini?”. Lizzy menganggukan kepalanya setuju.

Yoona menjawab “Mom tidak lupa princess. Tapi kalian harus makan dulu, ingat pesan daddy kan?”

Mendengar itu, Lizzy langsung berseru “Mom! I want to call Dad! Mana iPhoneku?”

Yoona menjawab putrinya “Baiklah. Tapi kita turun dulu sayang, bibi Han pasti sudah menyiapkan makanan kesukaan kalian. Kita akan melakukan video call dengan Daddy lewat iPad mom okay?”

Lizzy mengangguk senang. Ya, Lizzy lebih dekat dengan Siwon karena Lauren lebih lengket kepada Yoona. Lizzy juga mempunyai hobby yang sama dengan Siwon yaitu menonton bola, sedangkan Lauren sangat feminine, dirinya lebih suka berbelanja dengan Yoona. Bahkan tak jarang, Lauren dan Yoona hanya shopping berdua, menghadiri acara Fashion week berdua bahkan melakukan photoshoot untuk berbagai produk dan majalah berdua sedangkan Lizzy bisa pergi berdua dengan Siwon ke Spanyol atau negara lain menonton bola jika dia dan Lauren tidak bisa ikut. Tapi Siwon dan Yoona tidak pernah membedakan kasih sayang kepada keduanya.

Saat putrinya sudah duduk dan makan, Yoona beranjak dan mengambil iPad yang tergeletak diruang keluarga untuk melakukan videocall dengan Siwon. Pada nada dering yang kedua, Siwon langsung mengangkat dan mengakatan ‘Hi darling’. Yoona tersenyum, suaminya terlihat tampan walaupun rambutnya masih acak-acakkan.

Yoona menjawab ‘Hi Oppa’

Siwon berkata ‘Aku sangat merindukanmu Yoong. Aku ingin memelukmu sekarang”.

Yoona terkekeh lalu menjawab “Ternyata pesonaku belum hilang. Ku kira Oppa sudah tergoda anggota girlband baru agensi kita dulu yang menjadi model cafe perusahaanmu itu”.

Siwon langsung menjawab “Yak Yoong! Tidak mungkin aku tergoda sayang, tenang saja. Hanya kau yang bisa mengodaku, apalagi diranjang. Aww so hot babe”.

Yoona langsung menjawab “Yak Oppa! Kau sungguh mesum. Kau sung-“. Ucapan Yoona terpotong ketika mendengar suara Lizzy berkata “Mom, I wanna talk to Daddy please”. Yoona ternyata tidak sadar, Lizzy sudah berada didekatnya.

Yoona berkata “okay” kepada Lizzy. Dirinya duduk disofa dengan Lizzy yang mengikutinya.

Lizzy yang melihat muka Siwon dilayar iPad itu langsung berteriak heboh “OMG Dad! You look so hot Dad!”. Mereka bertiga kemudian tertawa.

Siwon kemudian bersuara “Morning princess, you look pretty my baby”.

Lizzy langsung mengambil ahli iPad dari tangan Yoona lalu berkata” Thanks daddy. I miss you sooo much”.

Siwon kembali tertawa lalu menjawab “I miss you sooo much too princess” lalu berkata lagi “Give the iPad to Mommy please?”.

Lizzy mengangguk memberikan iPadnya kepada Yoona. Setelah itu Lizzy kembali bersuara “Have you eaten your breakfast daddy?”

Siwon menjawab “oh of course I have eaten my breakfast sweetie. How about you, mom and your sister?”

Lizzy mengangguk sambil tersenyum lalu berkata lagi “Today, we will go to Christina Birthday. Sadly, you can’t join us Dad”.

Siwon tersenyum lalu berkata “Of course I can’t join because it is only for children and woman”.

Lizzy mengangguk lalu berkata lagi “Dad remember to buy me two new arrival football sho–“. Ucapan Lizzy terpotong oleh karena suara Lauren yang berteriak “Dad buy me four MCM Backpack White, Black, Pink and Orange”. Lizzy langsung berlari kearah Lauren, mengelitiknya karena membuat percakapannya dengan Siwon terpotong.

Yoona yang melihat itu berkata “Oppa kau harus tau bahwa Lizzy mengelitik Lauren sekarang”.

Siwon menjawab “Kenapa Lauren tidak mengikuti kalian mengobrol denganku di video call sayang?”

Yoona menjawab “Kau tau sendirilah Oppa bagaimana yang satu itu”.

Siwon menjawab “Hah, kurasa aku harus belajar lebih banyak tentang Fashion wanita agar dia menjadi lebih dekat denganku. I miss her too”.

Yoona tersenyum lalu memanggil Lauren agar melakukan percakapan lewat video call dengan Siwon.

Lauren langsung menurut dan duduk dipangkuan Yoona dan ketika melihat wajah Siwon dilayar. Lauren berkata “Morning my hero”.

Siwon tersenyum dan mengedipkan satu matanya mengatakan “Morning too my beautiful model”. Lauren terkekeh mendengarnya.

Lauren kemudian berkata “I love you daddy! Come home soon Okay?”

Siwon tertawa senang lalu menjawab “Okay! Give me kisses when we meet later okay?”.

Lauren terlihat berpikir.. Yoona tertawa melihatnya. Lizzy yang sudah duduk disamping Yoona mendengar itu, dirinya lah menjawab “Okay Dad. Will give you tons of kisses”.

Siwon tertawa lalu berkata “Thankyou my pretty baby Lizzy”. Mendengar membuat Lizzy tertawa senang.

Siwon kemudian berahli kearah Lauren lalu bertanya “How about you Lauren? Will you?”.

Lauren masih berpikir tetapi pada akhirnya mengangguk. Membuat mereka semua tertawa.

Siwon kemudian bertanya lagi “How about my precious wife?”. Yoona tertawa mendengar, menjawab “Okay will do”.

Lauren yang mendengar itu langsung menghadap Yoona kemudian ke arah layar, menatap Siwon dan berkata “But Mommy is mine Dad!”.

Yoona kembali tertawa sedangkan Siwon terpaksa menjawab “Okay, Mommy won’t kiss me baby”.

Siwon kemudian berkata lagi “Okay girls. Daddy will go and meet uncle Kyuhyun first. Love you girls, a lot!”. Lizzy dan Lauren menjawab “Me too”. Yoona juga melakukan hal yang sama.

Saat Lizzy dan Lauren kembali ke meja makan, Yoona berkata “Saranghae Oppa!”

Siwon menjawab “Saranghae Yoong! Kau membuatku ingin menciummu sekarang. Hah!”

Yoona tertawa dan berkata “Nanti saat pulang kau bisa melakukan itu Oppa. Oh iya, titip salam untuk Kyuhyun Oppa dan Seohyun. Bilang aku merindukan mereka dan tentunya baby Jack mereka”

Siwon mengangguk lalu berkata “Okay! Bye Yoong. Love you the most”

Yoona tersenyum lalu menjawab “Me too Oppa”.

———————————

Setelah selesai makan dan mandi, Lizzy menonton televisi sedangkan Lauren malah mengajak Yoona untuk membeli dress untuk dia pakai diacara ulang tahun Christina nanti malam.

Yoona mengiyakan dan menyuruh kedua putrinya mengambil apa yang mereka butuhkan untuk malam ini karena kemungkinan sehabis berbelanja mereka akan langsung pergi ke New York’s Cafe tempat acara ulang tahun Christina berlangsung.

Saat Yoona sedang duduk di meja riasnya, mengaplikasikan eyeshadow biru muda di matanya, dering lagu Don’t Leave Me Super Junior dari iPhonenya menandakan ada pesan yang masuk. Yoona awalnya tidak mau melihat dahulu, tetapi dering itu berulang sampai 8 kali. Jadi akhirnya Yoona memutuskan untuk melihat pesan dari siapakah itu.

Pesan pertama.. oh! From : Yul eonnie

Yoong, kau datang ke birthday party anak Tiffany kan? Kita semua menunggumu disana okay.

Yoona tersenyum.. eonnienya yang satu itu masih selalu perhatian kepadanya. Dia pun mengetik untuk membalas pesan dari Yuri ‘Aku akan datang. Okay eonnie, see you later :)’

Pesan kedua dari Jessica yang berisi :

‘Yoong kau harus datang ya dan jangan lupa bawa my two cuties! Suamiku ingin melihat mereka. Love u’.

Yoona terkekeh melihat pesan itu, dirinya pun membalas pesan itu dengan ‘Iya eonnie, tenang saja. Love u too eonnie’

Pesan ketiga sampai yang kedelapan berturut-turur terus menambah senyum diwajah cantik Yoona karena pesan tersebut adalah dari Choi Siwon, love of her life.

‘Dear, aku sangat mencintaimu. Saranghae’.

‘Sayang, jangan terlalu lelah karena mengurus Lizzy dan Lauren. Mereka sudah besar dan mempunyai pembantu mereka sendiri’.

‘Kau sedang apa sayang? Aku selalu merindukanmu T.T’.

‘Apakah kau rindu padaku juga Yoong? Keke. Jaga dirimu baik-baik disana’.

‘Gelang berlian yang kau mau sudah ada! Tunggu saja dan bersabarlah sampai besok siang dear’.

‘I love you my beautiful wife! Kau pasti akan terlihat sangat cantik di pesta ulang tahun anak Tiffany. Mataku sangat kecewa tidak dapat melihatnya. Pakailah kartu no limitku jika kalian ingin berbelanja.. aku dengan senang hati membiarkan menghabiskan hartaku haha’

Yoona terkekeh. Ah, kapan suaminya pernah membuat dirinya tidak tertawa? Kapan suaminya pernah membuatnya marah? Mengapa suaminya terlalu baik, terlalu romantis dan terlalu mencintai dirinya. Yoona teringat dari awal pernikahan sampai sekarang, Siwon tidak pernah membuat dirinya menangis karena perbuatan Siwon kecuali pada surprise-surprise yang ada setiap tahunnya. Ya, Siwonnya terlalu mencintainya.

Yoona pun tersadar dari lamunannya dan membalas pesan dari Siwon

‘Tenang saja Oppa, aku tidak kelelahan. Dan, seperti permintaanmu, kami akan pergi berbelanja karena Lauren sudah ribut sekali ingin berbelanja. Gomawo Oppa! Saranghae, aku juga merindukanmu Oppa. Chuu~’

Setelah itu, Yoona kembali mengaplikasikan lipstick sebagai sentuhan terakhir di wajahnya. Setelah mengambil Hermes Kelly warna merahnya, dirinya turun kebawah. Dia putri kesayangannya sudah ada di sofa sedang menonton TV dengan baju yang merupakan pilihan mereka masing-masing. Kemudian, mereka pun pergi setelah Lizzy dan Lauren memakai sepatu mereka.

———————————

Acara malam itu, tentu akan sangat meriah, seperti yang dikatakan Lauren “Mommy, aku mau acara ulang tahunku nanti lebih mewah dari ini Mom.. hmm..”.

Yoona hanya tersenyum lalu mengandeng kedua putrinya menuju ke arah dimana Tiffany dan putrinya sedang duduk menyambut para tamu.

Ketika Tiffany melihat Yoona yang sudah mendekat dirinya langsung berdiri memeluknya diikuti Christina yang memeluk Lizzy dan Lauren.

Ya, setelah Tiffany menikah.. dirinya juga memutuskan tinggal di Amerika. Lalu Tiffany juga sudah melahirkan 6 orang anak. Christina, anak sulungnya hanya satu tahun lebih muda dari Lizzy dan Lauren, yaitu 12 tahun. Anak keduanya, Charles berusia 11 tahun. Dua tahun kemudian, dirinya kembali melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Clement yang sekarang berusia 8 tahun. Dirinya kembali melahirkan anak keempatnya satu tahun kemudian, yaitu Charlie berusia 7 tahun. Lalu 3 tahun kemudian, Tiffany hamil lagi dan melahirkan, Claire, anak perempuannya yang kini berusia 4 tahun. Dan siapa sangka 8 bulan yang lalu dirinya melahirkan seorang bayi cantik yang diberi mana Caresse.

Karena Tiffany tinggal di Amerika seperti Yoona, membuat keduanya sering bertemu. Bahkan Yoona selalu datang menjenguk saat Tiffany melahirkan anak-anaknya. Karena itu juga, Christina dan Charles sangat dekat dengan Lizzy dan Lauren dibandingkan anak-anak dari member lainnya.

Yoona melepaskan pelukannya sangat merasa ada yang beda dari tubuh Tifdany. Dirinya langsung berseru “Eonnie, kau hamil lagi? Omg. You are so crazy.”

Tiffany tertawa dan menjawab “Iya Yoong, sudah 6 bulan. Kau juga bisa menambah kalau mau”.

Mereka pun tertawa bersama. Tawa mereka berhenti ketika Lizzy bersuara “Auntie, where are your other children?”

Tiffany yang mendengarnya menunjuk ke sofa di kanan stand, Charles sedang memangku Claire. Lalu ke arah stand steak, disana ada Clement dan Charlie sedang menunggu steak mereka. Lalu disudut ruangan, ada Caresse yang sedang digendong oleh Taeyeon.

(Okay.. setelah menimbang-nimbang akhirnya author memutuskan menceritakan sedikit kehidupan para member girlgroup yang belum ada diatas, semoga ga bosen ya)

Melihat Taeyeon, membuat dirinya tersenyum. Mereka semua sekarang telah berkeluarga bersama orang yang dicintainya. Taeyeon yang menikah dengan Leeteuk mempunyai dua orang anak perempuan berusia 9 tahun dan 7 tahun yang bernama, Delvani dan Delvie serta anak laki-laki berusia 2 tahun, Dennis. Jessica akhirnya juga telah menikah dengan seorang pengusaha. Namun, secara mengejutkan, Jessica telah mempunyai 4 anak selama 4 tahun berturut-turut. Dua anak perempuan berusia 11 tahun dan 7 tahun, Jessie dan Janice lalu dua anak laki-laki berusia 9 dan 8 tahun, Jake dan Jacob. Hyoyeon, sama seperti Jessica. Dirinya juga mempunya 4 orang anak yang semuanya perempuan berusia 9 tahun, 6 tahun, 4 tahun dan satu lagi masih 11 bulan : Grace, Giselle, Gnadelyn, Grassie. Jangan lupakan Yuri eonnienya. Yuri mempunyai 3 orang anak. Anak pertamanya adalah laki-laki berusia 10 tahun bernama Richard dan 2 anak perempuannya berusia 7 tahun dan 5 tahun, Rachel dan Rebecca. Dan Yuri juga tengah mengandung 4 bulan. Setelah itu, Sooyoung. Sooyoung masih bekerja di dunia entertainment sebagai seorang actress namun dirinya tidak peduli, dia memiliki 2 putra berusia 9 tahun dan 7 tahun, Albert dan Neilson dan sedang mengandung 8 bulan yang diketahui akan menjadi seorang putri. Seohyun, si maknae. Melahirkan 3 putri cantik yang diberi nama Alicia, Cayla, Vanessa yang berusia 8 tahun, 4 tahun dan yang satu lagi masih 7 bulan.

Semuanya wanita hadir bersama semua anak-anaknya. Sebenarnya Yoona agak tidak menyangka dirinya yang mempunyai 2 anak sedangkan eonnie-eonnie dan dongsaeng mempunyai lebih banyak dari dirinya. Karena dulu, dialah yang paling menyukai anak-anak. Tapi, yasudahlah dirinya tidak mau terlalu memikirkan itu. Lizzy dan Lauren sudah duduk dengan semua anak Tiffany kecuali Caresse yang sekarang digendong baby sitternya, Richard, Jake, Jacob serta Delvani dan Delvie juga terlihat duduk disana. Mereka sedang bermain entah apa, Yoona tidak bisa melihat dengan jelas. Tiffany tadi sempat berbisik kepadanya “Yoong kurasa kau butuh memberikan suamimu hadiah itu besok. Semoga saja yang kamu tidak inginkan tidak terjadi”. Kalimat itu membuatnya sedikit bingung sebenarnya, tetapi ketika Yuri dan Jessica menyerukan namanya dirinya tersadar dari lamunannya. Yoona pun berjalan ke arah meja dimana Yuri dan Jessica sedang duduk bersama member-member lainnya kecuali Sooyoung yang ada diKorea karena takut tiba-tiba dirinya melahirkan. Dan sisa hari itu, Yoona habiskan dengan berbincang-bincang mengenai peran ibu mereka, anak-anak mereka, masalah Fashion sampai pekerjaan. Beberapa memberikan tadi sempat menggodanya, apakah dia tidak ingin menambah anak lagi. Yoona hanya menggeleng. Dan ketika jam menunjukkan pukul 10.30, semuanya pulang ke rumah masing-masing.

———————————

Di mobil, saat Yoona sedang mengecek iPhonenya. Lizzy tiba-tiba bersuara “Mom! Kita harus buat surprise untuk Daddy. Besok Dad berulang tahun Mom!”. Ah! Kenapa dirinya lupa. Hmm.. apa mungkin ini yang tadi dimaksu Tiffany, eonnienya..??

Yoona menjawab “Okay.. apa yang ingin diberikan dua princess Mommy kepada Kingnya? Hm?”.

Lauren langsung bersuara “Dompet yang tadi ada dietalase Hermes mom! Kau bisa kan menyuruh pemiliknya membawa ke rumah kita sebelum daddy pulang”.

Lizzy yang mendengar itu seperti tidak setuju, dirinya kemudian berkata “Kau saja yang beri itu pada daddy. Aku akan mengajak Mommy membuat cake bersama nanti saat sampai dirumah”.

Yoona tersenyum mendengar jawaban kedua putrinya. Dua putrinya memang berbeda walaupun kembar. Yoona pun akhirnya berkata “Okay. Kita beli dompet itu dan membuat kue. Daddy pasti akan sangat senang dengan apa yang kalian berikan kepadanya”

Lizzy tersenyum dan kembali melanjutkan, mengatakan rencana yang telah disusunnya “Kalau begitu, siangnya saat daddy sampai di rumah kita berikan kuenya dan hadiahnya. Lalu kita makan siang di taman belakang rumah setelah itu kita akan dinner bersama besok malam, just the four of us. Bagaimana menurut Momny?”.

Tapi sebelum Yoona menjawab, Lauren  telah bersuara “Aku setuju. Tetapi setelah makan siang, kita pergi berbelanja dulu. Membawa daddy membeli apa yang dia inginkan. Bagaimana?”.

Lizzy langsung berseru “Tidak! Daddy tidak akan mau, tidak berguna membeli barang-barang. Lebih baik kita bermain saja di rumah”.

Dan akhirnya terjadilah saut-sautan dari kedua putrinya. Keduanya tetap mau apa yang mereka inginkan. Huft. Yoona selalu tersenyum ketika melihat kedua anaknya beradu pendapat. Bukan berarti dirinya membiarkan anaknya terbiasa dengan argumen mereka sendiri, tetapi Yoona merasa senang karena itu artinya anak-anaknya peduli.

Adu mulut mereka terus berlanjut sampai sebuah suaralah yang kemudian mampu mendiam kedua putri cantik itu. Sebuah suara yang berkata “Girls! Daddy suka keduanya, jadi kita akan melakukan semuanya besok. Okay? Tenang saja”.

Yoona terkejut. Apa? Siwon yang mengendarai mobilnya? Bukannya Siwon baru akan pulang besok siang? Bagaimana mungkin?

Lizzy dan Lauren langsung berteriak bersamaan “Daddy?! Kenapa kau bisa disini? Ishh kau sudah mengetahui rencana kami. Tidak seru lagi! Ishh”.

Yoona kemudian juga menyahut “Oppa bukannya besok siang kau baru sampai disini? Bagaimana bisa?”.

Siwon menjawab pertanyaan Yoona dulu “Bisa sayang, kau tidak lupa aku memiliki pesawat pribadi bukan?” Kemudian kembali berkata “Dan untuk princess daddy, tidak masalah tidak ada surprise karena kalianlah yang membuat daddy bahagia sayang”.

Mendengar itu, Lizzy langsung mencium pipi Siwon bahkan Lizzy langsung melompat ke jok depan kosong disamping Siwon. Sedangkan Lauren malah berbisik “Mom. Ingat ya besok kita berbelanja. Love you the most Mommy”. Rupanya ini masih dapat didengar telinga Siwon membuat Siwon bersuara “Yak! Lauren! Kau tidak mencium Daddy dan malah berkata kau paling mencintai Mommy? Tidak adil!”

Lauren hanya tertawa. Lizzy lah yang bersuara “Sorry Mommy, I love you so much but I love daddy the most”.

Mendengar itu, mereka berempat tertawa. Inilah jalan kehidupan yang selalu mereka inginkan, mempunyai keluarga dan anak yang lucu, berbahagia dan tertawa bersama.

THE END!

Okay readers. No sequel ya hehe. Sorry kalau mengharapkan Ending yang lain.. tapi cuma inilah yang bisa author tulis. Semoga ga mengecewakan, karena ini hanya ditulis dengan waktu pas-pasan saja.

Next posting ga tau kapan dan author juga ga mau buat janji, takutnya ga bisa ditepati.

Untuk para readers yang inbox author nanya kapan FF Family dipost, jawabannya belum tau, yang jelas bukan dalam waktu dekat ini guys!

Okay…

Lastly, to Siwon Oppa :

Happy Birthday uri handsome Siwon Oppa. Hoping all the best for you Oppa! Will keep supporting you no matter what. Love you!!

[Two Shoot] Always You Forever (Chapter 2/End)

Title : Always You Forever

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Mr and Mrs. Choi, Mr and Mrs. Im, Tiffany, Kangin and find others by yourself.

Poster made by : xoloveyoonwon. Thankyou so much!

Note : All casts are belong to God,their families and agency.

Disclamer : Semua cerita yang ditulis adalah murni dari pikiranku, jadi jika ada kesamaan casts atau kejadian serta moment, tolong dimaklumi..

+ No copy paste please. Author ga mau ada yang copas makanya author juga ga bakal copas. Jadi tolong hargai ya.
Thankyou all.

Oh iya yang belum baca Chapter 1nya, silahkan baca disini > https://minefanficworld.wordpress.com/2016/01/07/2s-always-you-forever-2/

Happy Reading!

Author POV

Setelah 30 menit akhirnya Yoona terdiam karena tertidur di bahu Siwon. Dan jangan lupa, kemeja putih Siwon sudah sangat basah karena air mata yang turun terus menerus. Siwon tersenyum sambil menghapus air mata Yoona dan merapikan rambut yang menutupi kening indah istrinya lalu berbisik “Ku harap masalahmu tidak berat sayang. Kau tau? Aku sakit ketika melihatmu menangis. Dan ku harap kau akan menceritakannya kepadaku besok. Aku selalu mencintaimu, will always you forever”. Setelah itu, Siwon membaringkan Yoona di dadanya. Dan akhirnya pasangan ini pun tertidur.

Keesokkan harinya..

Hari sudah siang ketika Yoona bangun, dirinya bingung mengapa dia bisa tertidur dengan tenang di tempat tidurnya padahal seingatnya kemarin dia menangis seperti orang yang tersedih di dunia. Yoona sampai-sampai memukul pipinya beberapa kali lalu berkata pada dirinya sendiri “Apa.. yang terjadi kemarin semua hanya mimpi? Ah tidak mungkin, ah aku jadi pusing”. Selanjutnya yang dilakukan Yoona adalah masuk ke kamar mandi, karena dia berpikir suaminya pasti sudah berangkat ke perusahaannya pagi-pagi tadi. Sekitar 30 menit kemudian, Yoona keluar dengan mini dress yang membuatnya terlihat sangat lucu. Lalu dirinya pun turun menuju ruang makan. Sampai di meja makan, dirinya langsung memanggil pelayan pribadinya untuk menyiapkan makan siang untuk, tapi niat itu terhenti ketika dia merasakan pipinya dicium oleh seseorang. Ya, seseorang itu adalah Siwon, suami yang sangat dicintainya. Yoona berbalik dan tersenyum kearah Siwon. Siwon langsung berjalan ke arah dapur lalu balik dengan membawa beberapa makanan serta minuman diatas nampan kearah meja makan. Yoona melihatnya dengan takjub. Siwon hanya tertawa geli melihatnya.

Siwon kemudian duduk dan mulai bersuara “Morning dear, ini pizza beef dan kiwi juice favoritmu”.

Yoona langsung mencium bibir Siwon dan menjawab “Morning my beloved husband, kau yang menyiapkan ini semua? Wow”.

Siwon tertawa mendengar reaksi Yoona lalu menjawab “Tentu tidak sayang, aku tidak mau mengambil resiko istri tercintaku keracunan karena makanan buatanku. Jadi aku membeli pizza itu. Kalau jus kiwinya aku yang membuatnya”,  lalu mengacak rambut Yoona singkat.

Yoona kembali menjawab setelah menghabiskan 2 potong pizzanya”Ah, benar juga. Tidak mungkin suamiku yang terkenal sebagai seorang cool guy bisa memasak. Hah, kenapa aku sungguh bodoh tadi”.

Siwon langsung berseru “Yak! Jangan bilang begitu, kau juga tidak bisa memasak! Padahal kau berperan sebagai seorang istri sayang”.

Yoona langsung terdiam. Bukan apa, ya dia tau Siwon hanya becanda dengan perkataannya. Tapi akibat perkataan Mrs. Choi kemarin membuatnya semakin sensitif. Yoona langsung meletakkan pisau dan garpunya.

Siwon yang merasa Yoona sedikit berubah berkata “Sayang.. aku hanya becanda, maafkan aku”.

Yoona mengangguk lalu berkata panjang, suaranya terdengar sedikit tercekat “Lagi pula ini semua memang salahku Oppa, bukan salahmu. Seharusnya aku yang minta maaf tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu. Sebagai seorang istri harusnya aku bisa memasak, mencuci piring atau setidaknya  membereskan rumah. Tapi apa? Tidak ada satupun dari ketiga itu yang bisa ku lakukan dengan baik Oppa! Aku sungguh tidak bergu..”. Perkataan Yoona terhenti karena Siwon melumat bibirnya.

Setelah melepaskan bibirnya dari bibir Yoona, Siwon berkata “Yoong, sungguh itu bukanlah masalah untukku. Aku bahkan tidak pernah berpikir kau harus bisa melakukan itu. Malah aku memang tidak mau kau melakukan hal-hal seperti itu sayang. Sudahlah, jangan menangis lagi. Ini bukanlah hal yang bisa membuat masalah atau membuatku risau. Dengan kau disisiku saja, aku sudah sangat amat bahagia Yoong. Itu yang harus kau tau. Aku mencintaimu lebih dari apapun sayang”.

Yoona terisak dan menjawab “Oppa tidak lupa kan aku tidak bisa memberikan Oppa keturunan? Inilah yang selalu aku sesali Oppa!”.

Siwon kembali menjawab “Aku sudah mengatakan aku tidak apa-apa dengan masalah anak Yoong. Sudahlah sayang..”.

Yoona langsung menjawab “Bagi Oppa mungkin tidak apa, tapi bagiku tidak. Oppa tau ini sangat menyakitkan Oppa”.

Siwon terdiam sejenak lalu menjawab “Yoong.. apa semalam kau menangis karena hal ini hmm?”. Yoona langsung mengangguk. Ini salah satu cara agar dia bisa membujuk Siwon agar menyetujui ide Mrs.Choi, sekalipun sebenarnya dirinya tidak mau.

Yoona kemudian berbicara lagi “Aku sedih dan marah kepada diriku sendiri Oppa, aku merasa aku tidak berguna. Aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk Oppa. Aku sungguh sungguh amat tidak berguna Oppa”. Isakan Yoona semakin terdengar.

Siwon langsung berjongkok dan menangkup kedua pipi Yoona lalu bertanya “Baiklah. Jadi apa yang bisa Oppa buat biar kau senang? Hmm.. apapun akan Oppa berikan dan lakukan untukmu, jadi jangan menangis lagi sayang”.

Yoona langsung diam, dalam hati dia berkata “Semoga Oppa bisa menerima apa yang aku katakan”.

Yoona pun berkata “Bagaimana kalau Oppa tidur dengan wanita yang disewa Omma? Bagaimana? Apa Oppa mau?”.

Siwon langsung menjawab “Apa maksudmu sayang?”.

Yoona langsung menceritakan semuanya “Kemarin Omma datang dan bilang dia ingin sekali punya cucu dari Oppa. Tetapi karenaku impiannya tidak terwujud. Jadi Omma menyarankan kalau Oppa tidur saja dengan wanita yang Omma pilih. Lalu nanti ketika anaknya lahir, anaknya akan menjadi anak Oppa dan aku”.

Setelah selesai menceritakan semuanya, Yoona langsung berlari keatas dan masuk ke kamarnya. Apa yang barusan diceritakannya sungguh menyakiti hatinya sendiri, dan kemungkinan besar juga menyakiti perasaan Siwon. Tapi mau bagaimana lagi. Dirinya juga tidak bisa menolak ide Mrs. Choi. Yang bisa dilakukannya sekarang hanya menangis dan merutuki diri sendiri, menyesal karena ketidaksempurnaan dirinya.

Tak lama setelah itu, Siwon masuk ke dalam kamar dan langsung berjongkok di hadapan Yoona yang duduk di tempat tidur “Yoong, Oppa tidak mau melakukan itu. Sungguh, Oppa tidak masalah tidak memiliki keturunan. Kita bisa adopsi kan.. Masalah Omma, nanti Oppa yang berbicara dengannya, jadi hentikan semua rencana bodoh ini sayang. Aku tidak akan pernah mau melakukannya, ini sama saja aku menyakitimu sayang”.

Setelah itu, Siwon mencium bibir Yoona lama. Yoona kembali bersuara setelah Siwon melepaskan bibir Siwon dari bibir Yoona “Tidak Oppa. Jangan memikirkanku. Percuma saja, kalaupun Oppa menjelaskan pada Omma tentang adopsi, itu tidak akan mempengaruhi apapun. Oppa selalu bilang ingin aku bahagia kan?”. Siwon mengangguk.

Yoona berkata lagi “Apakah ucapan itu masih berlaku Oppa?”.

Siwon dengan cepat menjawab “Tentu sayang, itu akan selalu berlaku selama aku hidup”.

Yoona memaksakan senyumnya lalu berkata “Baiklah, aku pegang kata-kata Oppa, jadi Oppa harus menyetujui ide Omma”.

Siwon berkata “Tidak dengan cara itu sayang, itu hanya akan menyakitimu. Jangan berbohong, kau juga sedang merasakan perih dihatimu kan?”.

Yoona menggeleng dan menjawab “Tidak jika Oppa menyetujuinya, aku juga akan senang”.

Mau tidak mau, Siwon pun hanya bisa menjawab “Iya”.

2 hari telah berlalu.. Hari ini Siwon dan Yoona bertemu dengan Mrs. Choi dan wanita yang disewanya di sebuah ruangan private di restoran kelas atas.

Siwon dan Yoona yang telah sampai duluan langsung duduk di dalam ruangan itu. Jangan lupakan satu hal, sejak bangun pagi hingga sampai saat ini Siwon terus bertanya “Kau yakin sayang akan mengizinkanku melakukan ini?”,  “Sayang.. sebaiknya kita tidak usah menyetujui ide gila ini. Kau yang nantinya akan terluka” , “Yoong.. Sudahlah lupakan saja semua ini”. Tapi semua hanya dijawab dengan kata “tidak kita akan tetap melakukan ini Oppa”. Sekitar 10 menit kemudian, pintu ruangan inipun terbuka dan masuklah Mrs. Choi dan seorang wanita yang agak sedikit pendek namun terlihat manis. Siwon langsung mengenggam erat Yoona. Tetapi Yoona hanya memberikan pandangan “Aku baik-baik saja Oppa”. Mrs. Choi kemudian menyuruh pelayan membawa semua makanan dan minuman yang telah dipesannya. Mrs. Choi kemudian pun mulai akan memperkenalkan wanita yang ada disampingnya. Siwon langsung merangkul Yoona, tetapi lagi-lagi Yoona mengisyaratkan kalau dirinya baik-baik saja. Mrs. Choi pun mulai berkata “Baiklah Siwon, Yoong. Ini Tiffany, dia seorang penjaga apotek. Dia bersedia dan menyetujui semua kesepakatan yang Omma berikan”. Tiffany, wanita itu pun mulai bersuara “Annyeong, aku Tiffany”.  Yoona pun memperkenalkan dirinya juga. Tapi tidak dengan Siwon, melakukan ini sama saja menyakiti Yoona pikirnya. Karena lama tidak bersuara, Yoona pun berkata “Tiffany sshi, ini Siwon suamiku, yang akan tidur denganmu nantinya. Siwon Oppa sedang sedikit tidak enak badan makanya dirinya tidak banyak bicara. Jadi maklumi ya”. Siwon langsung menoleh ke arah Yoona lalu berkata “Tidak enak badan apa sayang? Jelas-jelas tadi pagi kita masih sempat melakukan pemanasan diranjang indah kita”. Yoona langsung mendelik, sedangkan Tiffany melihat keduanya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Mrs. Choi kembali bersuara “Jadi Siwon, kapan kau berniat meniduri Tiffany hm?”. Siwon melihat Ommanya dengan sinis lalu menjawab “Apa? Berniat? Aku tidak pernah berniat Omma. Sungguh ini hanya permainan konyol. Jika tidak demi Yoona, aku tidak akan pernah mau melakukan ini”. Mrs. Choi dan Tiffany terdiam sedangkan Yoona langsung berkata pada Siwon “Oppa, jangan begitu”. Mrs. Choi membuang nafas lalu berkata “Baiklah, jadi kapan?”. Siwon pun menjawab “Aku tidak tau. Omma saja yang mengaturnya”. Mrs. Choi langsung menjawab “Baiklah Siwon ah”. Siwon hanya mengeleng-geleng lalu berkata lagi “Tapi aku memiliki 2 syarat Omma”. Mrs. Choi menjawab “Apa? Katakanlah”. Siwon pun berkata “Yang pertama: sehabis tidur denganku, dia tidak boleh tinggal serumah denganku dan Yoona. Yang kedua: selama kehamilannya, aku tidak akan ikut campur dan juga dia tidak akan berhak atasku”. Mrs. Choi pun menyetujuinya. Tiffany yang mendengarnya, hanya bisa merasa kecewa dan lagi entah mengapa dirinya memegang perutnya. Mungkin dia sudah lapar.

1 bulan kemudian

Hari ini Mrs. Choi akan membawa Tiffany datang ke rumah, jadi Yoona pun memindah beberapa barangnya ke kamarnya, ah maksudnya kamar tempat menyimpan segala baju, tas, sepatu miliyaran. Yoona akan tidur disana, karena kebetulan beberapa bulan yang lalu Siwon membeli sebuat tempat khusus untuknua yang ditempatkan di kamar itu. Tadinya dirinya mau tidur di samping kamar dia dan Siwon, tetapi tidak jadi karena dia merasa akan lebih nyaman dikamar walk-in-closetnya.

Siwon yang melihat Yoona memindah handuk, mengambil beberapa piyama tidur serta berbagai hal langsung memeluk Yoona dari belakang dan berkata “Sayang, kau mau kemana?”. Yoona menjawab “Ke kamarku Oppa”. Siwon bertanya “untuk apa?”. Yoona kembali menjawab “Tiffany akan sampai sebentar lagi dan ini sudah jam 7. Itu berarti Oppa dan dia akan langsung melakukan itu”. Yoona mengakhiri perkataannya dengan sebuah senyum paksaan. Siwon pun kembali bersuara “Yoong.. kau tidak harus melakukan ini. Jika kau menyuruhku untuk tidak melakukannya.. aku pun tidak akan melakukannya Yoong”. Yoona pun kemudian menjawab “Tidak. Ini mungkin akan menjadi yang terbaik Oppa”. Yoona lalu membalikan tubuhnya dan mencium bibir Siwon singkat dan berkata “I love you Oppa. Aku akan berada dikamarku setelah Tiffany datang sampai besok pagi. Oppa bisa melakukan apapun”. Siwon menjawab “Yoong… aku tidak akan bisa tahan tidak bertemu denganmu sampai besok pagi. Kita akan bertemu ditaman nanti malam”. Yoona pun menggelengkan kepalanya. Siwon berkata lagi “Baiklah-baiklah sayang. Aku mencintaimu selamanya”.

10 menit kemudian, Mrs. Choi dan Tiffany pun sampai di kediaman Siwon dan Yoona. Sebelum Yoona membuka pintu, Yoona berkata “Oppa bersikaplah baik-baik kepada Tiffany. Jangan berkata kasar Oppa. Aku menyayangimu”. Siwon menjawab “Baiklah.. tapi aku tidak janji. Aku selalu mencintaimu sayang”. Keduanya pun berciuman agak lama dan berpelukkan kemudian Siwon duduk disofa ruang tamu dan Yoona membuka pintu.

Mrs. Choi dan Tiffany kemudian masuk diikuti Yoona dan duduk disofa. Setelah berbicara tentang apa yang harus dan tidak harus dilakukan, Tiffany dan Siwon serta Yoona pun naik kelantai dua sedangkan Mrs. Choi langsung pulang karena Mr. Choi akan segera pulang. Yoona langsung masuk ke kamarnya. Saat melihat itu, dalam hati Tiffany sedikit bersorak. Siwon dan Tiffany yang harusnya masuk ke kamar Siwon, tidak jadi karena Siwon mengajak Tiffany ke bar luas di ujung kanan lantai dua. Entahlah apa yang akan dilakukan mereka berdua. Semoga saja berjalan dengan benar seperti rencana yang telah disepakati.

Yoona POV

Aku disini, di kamar mewah yang penuh dengan barang-barang yang sangat diinginkan wanita-wanita diluar sana begitu pula denganku. Biasanya aku akan sangat senang melihat semua ini. Tas mewah, sepatu mewah, baju, dress, rok, dan banyak lagi. Tetapi kali ini, berbeda.

Sakit, mengetahui suamiku akan melakukan ‘itu’ dengan orang lain. Menyakitkan sekali mengetahui Siwon Oppa akan mempunyai anak dengan orang lain. Tetapi bukankah harusnya aku senang? Tidak akan lagi ada yang sedih karena tidak memiliki cucu. Karena sebenarnya ini semua juga karena aku yang tidak bisa memberikan keturunan untuk Siwon Oppa. Itulah fakta yang paling menyakitkan.

Aku, yang sudah sangat lama tidak pernah menangis akhirnya menangis tanpa henti ketika jam sudah menunjukkan jam 12 malam. Mungkinkan, aku menyesal karena menyerahkan suamiku? Mungkinkah? Iya. Sudah pasti. Mungkin kalian berkata “Im Yoona kau bodoh, kau bisa mengadopsi anak saja” ataupun “Im Yoona, mengapa kau harus mengukuti kata-kata Mrs. Choi?”. Aku tidak mau mengikuti tapi juga tidak bisa menolak. Entahlah, mungkin ini adalah tangisan terpanjang dan yang paling menyakitkan yang pernah kurasakan. Selama menikah dengan Siwon Oppa, seingatku aku hanya pernah menangis hebat karena mengetahui aku tidak bisa memberikan keturunan untuk Siwon Oppa. Hanya itu, tidak ada yang lain. Karena Siwon Oppa selalu membahagiakanku, bahkan dirinya menerima semua kekuranganku termasuk yang satu itu.

Author POV

Pagi baru telah tiba dan sudah hampir berganti menjadi siang hari, tetapi wanita cantik yang bernama Im Yoona ini masih tertidur sampai akhirnya ketukan kuat dari pintu terdengar, ia baru terbangun. Saat membuka pintu, Yoona melihat Siwon memegang nampan yang berisi puding-puding dan milkshake kesukaannya. Siwon yang melihat itu berkata “Untukmu sayang”. Yoona pun tersenyum dan mengajak Siwon masuk ke kamarnya. Yoona pun langsung mengambil beberapa puding dan memakannya. Yoona pun berkata “Ini sangat lezat Oppa!! Oppa mau tidak?” Siwon menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk Yoona erat serta berkata “Yoong, Oppa selalu mencintaimu dan hanya akan selalu dirimu dear”. Yoona menjawab “Aku juga Oppa, terimakasih”. Belum sampai satu menit, Yoona kemudian berkata lagi “Oppa, apakah Tiffany eonnie masih dikamar? Apakah dia sudah sarapan? Sebaiknya aku membangunkan dia terlebih dahulu”. Yoona pun berdiri dan saat baru akan melangkah, Siwon menahan tangan Yoona dan berkata “Dia sudah pergi ke villa yang disewakan untuknya jadi jangan khawatir. Lagipula, disana sudah ada beberapa pelayan dan supir. Jadi tenanglah dan tidak usah memikirkan orang lain dahulu Yoong, pikirkan perasaanmu sendiri sayang”. Yoona hanya bisa terdiam mendengar semua perkataan Siwon. Tiba-tiba Siwon berkata “Yoong, aku ingin melakukannya denganmu sayang, bolehkah?”. Yoona tersenyum malu pun hanya menganggukkan kepalanya. Dan senam pagi yang panas itu pun terjadi dan entah kapan akan berakhir (sebaiknya kita lewati part ini hehe)

3 bulan kemudian..

Pagi ini, Yoona mendapat kabar dari Mrs. Choi kalau Tiffany sudah hamil. Ini kabar yang menggembirakan tapi juga menyakitkan di waktu yang sama. Siwon yang baru saja keluar dari kamar mandi, yang sudah selesai membersihkan diri setelah senam pagi yang dilakukannya di ranjang bersama Yoona tadi pun bingung melihat wajah lesu istrinya, yang tampak berbeda tidak seperti sebelum dirinya masuk ke kamar mandi. Siwon langsung memeluk Yoona dari belakang dan bertanya “Ada apa sayang? Ceritakanlah pada Oppa”. Yoona pun berkata “Tiffany eonnie sudah hamil.. dan Omma juga mengingatkan besok Oppa yang mengatarkan Tiffany ke rumah sakit untuk mengecek kandungannya”. Siwon pun kembali menjawab “hmm.. kita akan bawa dia. Tapi kau juga harus ikut, sayang.. karena aku hanya akan menemaninya jika kau juga ikut”. Yoona pun menganggukkan kepalanya.

Siwon POV

Siapa yang akan tega menyakiti wanita yang dicintainya? Siapa yang akan tega menghacurkan hati wanita yang disayanginya? Apalagi ditambah jika pemilik hati itu adalah wanita yang sangat baik hati dan lembut. Tegakah? Disaat orang lain lebih mementingkan dan memikirkan perasaannya sendiri daripada perasaan orang lain, istriku, Yoonaku lebih memilih mementingkan hati orang lain. Lebih parahnya, orang yang tidak ingin dia sakiti adalah orang yang disewa oleh Ommaku sendiri untuk mengambil posisi dirinya. Aku percaya kalian mengerti maksudku. Membiarkan posisi dirinya sebagai istriku diambil oleh orang lain, bukan itu saja, dia bahkan rela membiarkan hatinya pecah menjadi berkeping-keping dengan membiarkan perempuan yang tidak ingin ku sebut namanya melakukan hal intim denganku, ya walaupun, tidak ada yang tau, malam itu, tidak terjadi apa-apa antara diriku dan wanita itu.

Flashback ON

Aku melihat Yoona sudah masuk ke kamarnya dan terdengar suara pintu terkunci. Kemudian, aku juga melihat dengan ujung mataku Tiffany tersenyum licik dan senang karena saat ini kami sedang menuju kamar yang biasa kutempati bersama Yoona. Menurutku, dengan hadir Tiffany dan dengan Yoona masuk ke kamar specialnya itu saja sudah keterlaluan, apalagi melakukan hubungan intim dengan wanita yang bahkan bukan siapa-siapa dari diriku. Tiba-tiba aku pun teringat dengan ide yang diberikan Kangin hyung, sahabatku sejak kecil yang bertemu denganku empat hari yang lalu. Ah, lebih baik aku menjalankan rencana itu. Dua langkah sebelum mencapai gagang pintu, aku langsung mengajak Tiffany ke bar besar yang berisi banyak beer dan berbagai macam snack. Tiffany pun mengikuti ajakanku. Taukah apa yang kulakukan? Maaf jika ini terkesan sedikit jahat, tapi ini supaya aku tidak usah melakukan hal “itu” dengannya. Hal itu adalah hal yang pasti saat ini membuat hati Yoona terasa sangat sakit. Aku menuangkan beer ke dua gelas krystal yang ada di atas meja bar dan memberikan satu kepada Tiffany dan satu lagi untukku. Tiffany pun langsung meminumnya dengan sekali teguk. Aku pun tersenyum senang. Aku kembali menuangkan beer ke gelas Tiffany sampai hampir 10 kali dan akhirnya dia pun tertidur. Rencanaku pun berhasil. Ya memang, beer ini bisa membuat orang mabuk tetapi tidak bisa tertidur secepat ini. Dan kalian pasti penasaran kenapa Tiffany dapat tertidur secepat inikan? Itu semua karena tadi pagi aku diam-diam sudah memasukkan obat tidur dosis tinggi kedalam botol beer yang dia minum. Melihatnya benar-benar sudah terlelap, aku mengangkat dirinya ke kamarku dan Yoona dan menidurkan tubuhnya ke bagian kanan ranjang. Setelah itu, akupun beranjak ke sofa yang ada di sebelah kiri kamarku dan duduk sambil menonton video rekaman perjalanan honeymoonku dan Yoona beberapa bulan yang lalu. Sampai ketika jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, aku beranjak berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur dan aku pun merobek sedikit baju Tiffany dan mengacak-acak tempat tidurku dan juga rambutku lalu mengambil posisi tidur menghadap ke arahnya. Ini ku lakukan agar dia berpikir kami sudah melakukan sesuatu tadi malam. Hah, liat saja nanti.

Flashback Off

Jadi, aku sekarang yang sedang duduk dimobil bersama Yoona menuju ke villa tempat tinggal Tiffany pun bingung mengapa Tiffany bisa hamil, padahal aku tidak berbuat apa-apa dengannya.

Yoona yang berada di sampingku sedang melihat keluar jendela dan baru menatapku ketika aku mencium pipi kanannya.

Yoona pun bertanya ada apa dan aku hanya tersenyum dan menjawab kalau aku hanya rindu dirinya.

Tanpa terasa, kamipun sudah sampai di villa itu. Yoona baru saja akan membuka pintu, tetapi tidak jadi karena mendengar suaraku menyuruh supir kamilah membawa Tiffany keluar.

Yoona bertanya “Oppa kenapa bukan kau yang membawa dia keluar? Dia mengandung anakmu Oppa”.

Aku menjawab “Terserah Yoong, aku tidak peduli. Yang aku cintai hanyalah dirimu bukan dirinya ataupun bayinya. Jadi kau tidak usah terlalu memikirkannya”.

Setelah Tiffany keluar kami pun langsung menuju Seoul International Hospital untuk mengecek keadaan bayi Tiffany, ingat bayi Tiffany, bukan bayiku dengan Tiffany.

Tapi taukah apa yang membuatku lebih terkejut? Bayi yang dikandungnya sudah berusia 3 bulan lebih. Dan ini membuatku semakin curiga.

Siwon POV end

Author POV

Malam hari setelah makan malam bersama dan mengantar Tiffany pulang. Siwon menceritakan apa yang sebenarnya yang dia lakukan dengan Tiffany malam itu kepada Yoona. Yoona yang mendengarnya otomatis merasa terkejut. Mereka berduapun akhirnya memutuskan untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dan sebenarnya anak siapa yang dikandung oleh Tiffany.

Keesokkan harinya, mereka pun berniat langsung menanyakan kepada Tiffany mengenai siapa ayah dari anak yang dikandungnya, tentunya tanpa diketahui oleh Mrs. Choi. Karena Siwon dan Yoona berpikir bahwa Mrs.Choi juga tidak tau apa-apa soal ini. Masuk ke villa itu, mereka disambut oleh pelayan-pelayan dengan senyuman, terutama oleh Lee Sunny, teman kuliah Siwon dan sahabat Yoona sekaligus komando dari semua yang bekerja divilla itu. Sunny langsung memeluk Yoona dan menarik tangannya untuk menjaga jarak dengan Siwon. Siwon hanya tersenyum melihatnya. Sunny langsung berbisik kepada Yoona “Yoong, aku rasa ada yang tidak beres dengan Tiffany. Kau tau, perempuan itu bertindak seperti ratu saja, bahkan mengambil sehelai tissue pun harus memanggil para pelayan. Bukan itu saja, malam setelah kalian mengantarnya pulang. Aku mendengar dia berbicara ditelepon kalau anak yang dikandungnya bukan anak Siwon Oppa. Dia mau menipu kalian, karena dengan itu, dia bisa mendapat warisan keluarga Choi dan dia juga sedang menyusun rencana untuk membuat Siwon menceraikan dirimu Yoong”. Yoona mematung mendengar itu semua. Dia tidak pernah mengira, Tiffany tega berbuat seperti ini. Yoona pun langsung menarik tangan Siwon dan menuju ke kamar Tiffany yang ada dilantai atas. Dan seperti bom yang meletus, beberapa meter dari pintu kamar Tiffany yang terbuka mereka mendengar Tiffany berkata “Kurasa Siwon dan Yoona serta Mrs.Choi percaya kalau ini anak dan cucu mereka. Padahal, kau kan tau Jess, this baby is mine and Kangin Oppa”. Siwon langsung mendorong pintu dengan kuat sehingga menimbulkan suara keras. Tiffany pun terkejut sampai smartphone yang ada di tangannya jatuh ke lantai.

Tiffany dengan suara bergetarnya berkata “Yoo..na.. Si..won, aku bi..sa menjelaskan semua..nya”.

Siwon yang sudah geram berteriak “Kau mau menjelaskan apalagi hah?! Kau telah menipu kami semua! Kau tak punya hati!”. Yoona segera mengusap punggu Siwon, menenangkannya.

Kemudian Yoona pun berkata “Baiklah aku beri kesempatan untukmu untuk menjelaskan ini semua”.

Tiffany yang sudah menangis pun menceritakan dari awal hingga akhir. Dia melakukan semua ini karena dia takut jika nanti anaknya sudah lahir, dia akan tidak bisa membelikan susu dan lainnya. Saat Yoona bertanya dimana ayahnya dan siapa Kangin Oppa yang disebutkan tadi. Tiffany awalnya terdiam namun bercerita kalau Kangin itu adalah suaminya dan ayah dari bayi ini. Tetapi mereka akhirnya berpisah karena mertuanya tidak menyukai dirinya yang adalah yatim piatu sedangkan Kangin adalah anak yang mampu. Karena itu, Tiffany pun memutuskan untuk lari dari rumahnya tanpa mengetahui ternyata dirinya sudah mengandung. Dan beberapa bulan kemudian, ketika dirinya bertemu sepupu jauhnya yang bernama Jessica yang merupakan seorang dokter, dirinya baru mengetahui jika dia sudah hamil. Dan pada hari yang sama, seorang temannya menawarkan apakah dia mau melakukan apa yang Mrs.Choi perintahkan. Dengan keadaan dirinya saat itu, dia akhirnya menerima. Tiffany pun meminta maaf dan berkata bahwa dia akan pergi dari kehidupan mereka setelah ini.

Yoona tanpa sadar juga meneteskan airmatanya. Entahlah, dia juga merasa kasihan kepada Tiffany. Bahkan entah apa yang salah dengan dirinya sampai-sampai dia merasa mual. Yoona pun langsung berlari menuju kamar mandi dikamar itu, dan memuntahkan apapun agar dirinya tidak merasa mual lagi. Siwon yang menyusul pun langsung mengusap punggung Yoona. Setelah beberapa menit, Yoona berdiri sambil mengusap mulutnya kemudian mencuci tangannya dan kembali ke tempat dimana Tiffany masih duduk terdiam.

Yoona langsung memeluk Tiffany, membuat Tiffany dan Siwon terkejut melihatnya.

Yoona pun berkata “Kau harus kuat eonnie, aku berharap kau tidak melakukan kesalahan yang sama lagi nantinya”.

Tiffany menjawab “Kau sangat baik Yoona. Sungguh. Terima kasih sudah memaafkanku”. Yoona pun melepaskan pelukan mereka. Tiffany juga meminta maaf kepada Siwon. Siwon tidak menjawab, dirinya hanya mengangguk.

Tiffany kemudian berkata “Yoona, Siwon. Bolehkah aku meminta izin untuk tinggal beberapa hari lagi divilla ini? Aku tidak punya tempat tinggal dan lagi aku malu harus tinggal lagi dirumah sepupuku dan suaminya”.

Yoona langsung menjawab “Tentu, kau bahkan boleh tinggal disini selama yang kau mau eonnie”. Yoona kemudian juga berkata “Apakah babymu baik-baik saja eonnie? Kalau kau ingin makanan atau apapun itu, kau bisa minta kepada pelayan disini eonnie”.

Tiffany tersenyum, merasa senang Yoona sangat ramah kepadanya padahal dia sudah merebut apa yang menjadi miliknya dan menjawab “Babyku tidak apa-apa Yoona. Terima kasih sudah baik sekali kepadaku Yoona”

Yoona tersenyum mengangguk kemudian dirinya dan Siwon pun pamit untuk pulang.

———————————

Siwon langsung mengendong Yoona ala bridal style ketika masuk ke dalam rumah mereka. Para pelayan pun tertawa melihat tuan dan nyonya mereka terlihat bahagia. Mereka, para pelayan, tidak bodoh, mereka tau apa dan bagaimana keadaan tuan dan nyonya mereka beberapa hari yang lalu, yang terlihat sangat berbeda dengan keadaan mereka sekarang yang terlihat sangat bahagia. Para pelayan itu juga sudah bekerja disana sejak Siwon dan Yoona, jadi mereka sangat mengenal sifat mereka berdua. Ditambah, Yoona yang menganggap pelayan-pelayan dirumah itu seperti temannya membuat para pelayan mengetahui cerita-cerita tentang hidupnya.

Saat sudah duduk disofa, Yoona langsung memeluk leher Siwon dan berkata “Gomawo Oppa sudah bertahan dan tetap berada disampingku sampai saat ini”. Siwon mencium puncak kepala Yoona lalu berkata “Seharusnya Oppalah yang berterima kasih karena kau selalu memikirkan kebahagiaan Oppa dulu dibandingkan kebahagiaan dirimu sendiri”.

Yoona kembali meletakkan kepalanya didada Siwon, merasakan kenyamanan yang selalu ia dapatkan dari sama.

Siwon kemudian bertanya “Apakah kau bahagia sayang?”.

Yoona yang mendengar itu menatap Siwon dan berkata “Apakah Oppa bahagia?”

Siwon tersenyum lebar dan menjawab “Tentu, Oppa akan selalu merasa bahagia selama kau tetap disisi Oppa. Karena kebahagiaan Oppa hanyalah dirimu Yoong. Jadi apakah kau bahagia?”

Yoona tersenyum juga dan menjawab “Tentu aku bahagia karena Oppa bahagia”.

Siwon tertawa lalu berkata “Jadi bagaimana jika Oppa tidak bahagia? Apa kau tetap merasa bahagia?”

Yoona langsung menjawab “Tentu tidak Oppa!”.

Siwon semakin mempererat pelukan Yoona yang berada dipelukannya. Kembali mencium puncak kepalanya, dan tanpa melewatkan kesempatan, Siwon kemudian mencium lembut bibir pink Yoona yang lama kelamaan berubah menjadi lumatan-lumatan yang memabukkan kedua pihak (sebenarnya mau dilanjutin ke yang lebih jauh dan spesifik, tapi nanti harus dipassword jadinya-_- jadi gapapa lah ya cuma segitu doang adengan itunya haha)

Hari ini, segala beban mereka seperti terhempas oleh air di laut. Masalah mereka hilang dan mereka pun masih bersama. Inilah yang namanya kekuatan cinta, bukan?

———————————

Seminggu setelah mengetahui semua kebenaran yang diakui Tiffany. Siwon memutuskan membawa Yoona ke Amerika untuk refreshing karena Yoona juga sangat suka bermain di Universal Studio. Tapi dua hari sebelum mereka berangkat, Siwon dan Yoona memutuskan untuk menjelaskan yang sebenarnya kepada Mrs. Choi, agar Mrs. Choi tidak terkejut nantinya.

Dan sekarang, disinilah Siwon dan Yoona berada, di cafe Universal Studio, setelah kemarin tidur seharian di hotel. Siwon berdandan seperti remaja dengan pakaiannya yang benar-benar casual juga kacamata Rayban yang dipakainya dan kepala Mickey Mouse yang ada dikepalanya. Yoona terlihat cute dan girly dengan one-piece warna pinknya dan bando minnie mouse yang dibeli di bagian depan Universal Studio.

Setelah makan siang, Yoona langsung menarik tangan Siwon dan mengajak Siwon untuk bermain roller coaster, wahana yang selalu menjadi favorit Yoona. Siwon sebenarnya tidak begitu menyukai bermain diwahana permainan, tetapi karena dia sudah berjanji jika hari ini adalah “Yoona’s Day” jadi ya.. mau tak mau dirinya pun ikut menaiki wahana itu. Setelah itu, mereka juga bermain berbagai wahana yang dapat membuat jantung lepas dari tempatnya sampai yang terakhir adalab wahana air, Yoona mengeluh lapar. Jadi mereka memutuskan untuk makan dahulu sebelum bermain wahana lainnya.

Waitress dari cafetaria disana datang ke meja Siwon dan Yoona.

Waitress dengan rambut berwarna merah tersebut menyambut dengan kata “Good Evening!” sambil tersenyum ke arah Siwon. Karena siapa yang tidak mengenal Choi Siwon? Pengusaha kaya yang kekayaannya mampu menghidupi keluarganya hingga lebih dari 7 turunan secara mewah ditambah ketampanannya yang dapat membuat semua wanita terpesona. Siwon pun membalas senyuman waitress yang dibajunya terdapat tag “Zee”. Yoona yang melihatnya langsung menendang kali Siwon kuat membuat Siwon mengeluh kesakitan yang sebenarnya sama sekali tidak sakit. Siwon juga tertawa karena dia tau Yoona sedang cemburu. Sungguh tidak biasa seorang Im YoonA cemburu karena hal kecil seperti ini!

Masih dengan sisa-sisa tawanya, Siwon mulai bersuara memesan “Beef steak with butter beans, a plate of vegetable salad, one coffee latte and kiwi juice without sugar”.

Siwon lalu melihat kearah Yoona yang sekarang sedang melihat menu-menu ditangannya, bertanya “What do you want baby girl?”

Waitress tersebut terkekeh mendengarnya. Yoona langsung melotot kearah Siwon, dalam hati Yoona berpikir ‘Apa-apaan suaminya ini, bertanya dalam bahasa inggris sehingga waitress tersebut tau apa yang suaminya tanyakan. Enak saja’

Yoona tidak menjawab Siwon namun langsung menyebut “I want one chicken and beef steak with mushroom sauce, a full plate of cheese macaroni, two fruit salads, a sweet pancake, hmm and..”

Siwon tertawa melihat dan mendengar semua yang dipesan Yoona dan ekspresi wajah Yoona ketika memesan makanannya. Siwon kemudian berkata “Wow, so many dear. You will gain many kgs”. Yoona lagi-lagi melotot.

Waitress tersebut pun bersuara “is that all you want, miss?”.

Yoona dengan cepat menjawab “No! I want fried chickens, corn soup, green apple juice, french fries and a bowl of grapes and strawberries”.

Waitress tersebut mengangguk dan pergi meninggalkan Siwon dan Yoona.

Siwon kembali bersuara “Yoong aku hanya becanda sayang”.

Yoona hanya menjawab dengan anggukan kepalanya

Siwon kembali bersuara lagi “Kau kenapa sayang? Hm? Jika kau mau pesan lagi silahkan. Dengan senang hati Oppa mengizinkanmu”.

Yoona langsung melotot ke arah Siwon “Oppa! Aku bukan mau memesan lagi! Tapi kenapa tadi Oppa menggunakan bahasa inggris di depan waitress itu saat bertanya kepadaku”

Siwon tertawa “Ah jadi karena itu istri Oppa cemberut? Hm?” lalu mencium bibir cepat.

Yoona langsung tertawa setelah mendapat ciuman tersebut. Siwon sampai terheran-heran melihat mood Yoona dengan mudah berubah.

Ketika semua makanan mereka sudah ada dimeja, Yoona tidak menyentuh sedikitpun. Ini membuat Siwon bertanya “Kenapa sayang? Kau tidak mau makan?”

Yoona menjawab “Tidak, aku menjadi mual”. Bersamaan dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, Yoona jatuh pingsan.

Siwon terkejut melihatnya. Dirinya langsung menelopon supir mereka dan mengendong Yoona ke mobil. Siwon lalu menelepon Jack, temannya yang ada di Amerika sekaligus pemilik rumah sakit untuk menyediakan ruangan untuknya.

30 menit kemudian..

Siwon sudah ada di ruang tunggu Yoona, menunggu Yoona untuk siuman dari pingsannya.

Ketika dia mata indah itu terbuka, Siwon semakin mempererat pegangan tangannya terhadap tangan Yoona.

Yoona dengan suara seraknya bertanya “Aku dimana Oppa?”

Siwon tersenyum dan menjawab “Rumah sakit Jack sayang”.

Yoona kembali bersuara “Aku kenapa Oppa?”

Siwon yang mendengar itu merasa matanya memanas, air matanya hampir keluar tetapi dirinya berusaha menahan untuk tidak menangis karena tidak ingin Yoona menjadi khawatir.

Siwon kemudian mengelus kepala Yoona sambil berkata “Kau hamil sayang, apa kau senang?”.

Yoona seketika merasakan seluruh darahnya seperti tidak mengalir ‘apa dia hamil? Bagaimana mungkin?’

Yoona berusaha tentang lalu bersuara “Oppa pasti becanda kan? Tidak lucu Oppa!! Ish”.

Siwon menggelengkan kepalanya lalu mencium bibir Yoona yang sedikit pucat sebelum berkata “Oppa tidak becanda Yoong. Bahkan Jack bilang usianya sudah 5 bulan lebih”.

Yoona shock mendengarnya kemudian menjawab “Bagaimana mungkin Oppa! 5 bulan? Tidak mungkin. Bahkan perutku masih rata Oppa! Becandamu sungguh tidak lucu”

Siwon tertawa lalu mengecup bibir Yoona lagi dan berkata “Kata Jack itu karena tubuhmu memang tipe yang tidak akan berubah, tidak bisa gemuk terlalu cepat ketika hamil apalagi ini hanya 5 bulan. Dia bilang mungkin kau baru akan gemuk ketika memasuki 7 bulan sayang”.

Yoona menangis mendengarnya, tanpa sadar tangannya sudah mengelus perutnya, menyapa janinnya didalam sana.

Siwon tersenyum dan mengusap alr mata Yoona lalu bertanya “Apakah kau bahagia sayang?”

Yoona dengan cepat berkata “Sangat Oppa”

Siwon langsung berdiri dan memeluk Yoona yang sekarang sudah duduk diatas ranjang rumah sakit.

Siwon kemudian berbisik “Setelah ini, kau akan ku beri hadiah besar sayang” lalu mengedipkan mata kanannya ketika Yoona melihatnya dengan tatapan ‘hadiah apa?’.

Siwon kemudian berbisik lagi “Nanti malam sayang”

Yoona langsung memukul dada bidang Siwon yang disertai dengan tawa dari Siwon.

Setelah puas, Yoona kembali memeluk Siwon dan berkata “Gomawo Oppa sudah sangat menyayangi dan mencintaimu. Aku tidak tau bagaimana jika suamiku bukan Oppa. Oppa akan selalu menjadi segalanya untukku dan akan selalu menjadi pertama yang paling aku sayang. Aku mencintami Oppa, saranghae”.

Siwon mencium puncak kepala Yoona lalu berkata “Benarkah akan selalu yang pertama? walaupun nanti sudah ada baby?”

Yoona tertawa lalu menjawab “Hmm.. aku akan berusaha membuat Oppa selalu menjadi yang pertama. Okay?” lalu mencium bibir Siwon.

Tanpa sangka, ciuman itu berubah menjadi lumatan-lumatan dan diakhiri karena suara dari gelas yang terjatuh. Oh! Rupanya seorang suster masuk dan terkejut melihat mereka berciuman.

Yoona tersenyum malu dan langaung menyembunyikan mukanya kedapan dada Siwon. Suster tersebut langsung berlari keluar sedangkan Siwon hanya tertawa sambil mengusap rambut Yoona.

Siwon kemudian berkata “Aku akan selalu mencintaimu sayang. Apapun yang terjadi. Terima kasih telah menjadi milik Oppa dan selalu menjadi kebahagia Oppa. Dan ingat, tidak ada yang Oppa cintau lebih dari dirimu. You will always be my happiness no matter what. I love you dear, so much. Will always you forever Yoong”.

Mata Yoona sudah berair mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Siwon. Yoona langsung mencium mulut Siwon ketika Siwon sudah selesai berbicara kemudian menjawab “I love you so much too Oppa! You will always be my first love. Always my forever love”.

THE END!!

Okay.. mungkin banyak yang akan menyarankan author membuat  sequel dari cerita ini. But.. author mau berkata dengan jelas kalau cerita ini tidak akan ada sequel. Okay? Sorry ya. Karena author mau melanjutkan cerita lain kalau ada waktu.

Maybe, just maybe.. cerita ini akan menjadi cerita/fanfiction terakhir dari author sebelum hiatus karena author mau keluar dengan keluarga besar, jadi sepertinya tidak akan ada waktu untuk menulis FF lagi.

Oh iya, lastly, buat yang nunggu FF Family.. diharapkan lebih sabar lagi ya. Author lagi mau nulis FF yang tidak chapter endnya dulu baru selesain FF Family. Tapi doain aja, semoga author bisa selesain FF Family itu secepat mungkin ya guys!

Thankyou. I hope you guys enjoy my story.

Have a great day readers!

 

 

 

 

[FF] US “Mistake” (Chapter 2)

Title : US “Mistake” (Chapter 2)

Cast : Siwon, Yoona and find others by yourself.

All cast are not belong to me and this story is just a fiction tho. All the story are completely came from my own imagination or minds. So i hardly remind peeps of “no copy paste”.

Hope you guys like it. Happy Reading!

Ketika Siwon masuk kedalam rumah dan melempar tasnya asal ke sofa diruang tv dirinya mendengar teriakan “aw” sewaktu dia mau menaiki tangga. Sadar dan mengenal pemilik suara tersebut, dirinya pun turun dan berjalan ke arah sofa tersebut. Dan…. saat Siwon sampai di sofa tersebut, ia melihat Yoona sudah terduduk manis dengan mata elangnya, dirinya tau saat itu juga dia akan menerima omelan-omelan bahkan kata-kata pedas dari istri tercintanya. Yoona tanpa membuang waktu langsung berkata “Oppa!! Apa yang kau pikirkan atau jangan-jangan Oppa tidak berpikir sama sekali?” Yoona memelototinya memberinya tatapan galak. Yoona sudah sangat frustrasi, dia tidak percaya suaminya yang pintar yang kata orang-orang cerdas itu dengan ceroboh membocorkan rahasia mereka ke publik dengan begitu mudah.

“Yoong, Oppa minta ma-” Siwon berkata sambil memperlihatkan puppy eyesnya tapi sebelum kalimat yang keluar dari mulutnya selesai, Yoona memotongnya.

“Aku hanya tidak mengerti kenapa Oppa bisa keceplosan seperti ini. Semua media mengira kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, sudah tidak pernah bertemu, bahkan sudah tidak berkomunikasi lagi dan itu semua adalah keuntungan untuk kita. Tapi Oppa malah mengeluarkan semuanya di TV Nasional! Oppa tau kan apa yang akan terjadi setelah ini? Akan ada banyak wartawan yang menunggu-nunggu kami terutama aku Oppa! Hahh!” tanyanya sambil berteriak yang dipengaruhi hormon kehamilannya.

Siwon memutuskan untuk diam karena itu adalah keputusan terbaik menurutnya dan sambil menunggu Yoona untuk mengeluarkan semua keluh kesahnya, ia pun duduk di bangku bar seberang ruang tv dan mengangguk dengan ekspresi memohon pengampunan untuk kesalahnya ‘kecil’nya, oh tidak, kesalahan besarnya.

“Oppa pasti becanda! Oppa ingin bermain-main denganku kan? Apakah Oppa serius hanya akan duduk di sana dan mengangguk? Katakan sesuatu, apa saja, sebelum aku melempar remote tv ini tepat di kepala Oppa” katanya, menginginkan jawaban dari Siwon.

Siwon tidak yakin menjelaskan dan membela dirinya sendiri adalah keputusan terbaik. Karena satu, dengan hormon kehamilan Yoona yang terus berubah-ubah, ia tahu suasana hatinya juga bisa berubah hanya dalam hitungan detik, dan dia merasa dia belum terbiasa akan hal itu dan tidak tahu apa yang diharapkan atau kapan harus mengharapkan bisa mengerti itu. Kedua, Siwon tahu ia harus berhati-hati dengan apa yang dia katakan. Dia sudah kemungkinan akan tidur di sofa malam ini, dan dia tidak ingin mengatakan apa-apa yang selanjutnya bisa membuat Yoona menempatkan dirinya di rumah anjing Bugsy.

Memilih kata-katanya dengan hati-hati, ia akhirnya berbicara dengan nada lembut sambil menatap Yoonanya malu-malu . “Oppa tidak benar-benar berpikir ketika Oppa menjawab pertanyaan itu; itu semua langsung semacam keluar mengalir begitu saja Yoong”.

“Agak tidak mungkin untuk orang yang sepintar Oppa melalukan itu.” kata Yoona dengan suaranya yang menakutkan.

Tidak mau terlalu memikirkan ucapan Yoona, Siwon melanjutkan apa yang dirinya ingin sampaikan “Dan Oppa masih begitu bersemangat tentang berita bayi kami, Oppa tidak bisa menahan diri. Menjadi seorang ayah dan memulai semua ini dengan kamu, itu sangat menakjubkan. Oppa ingin berteriak dari atap. Ditambah memiliki bayi. Jadi cepat atau lambat lebih baik semua orang tau sekarang sebelum dia lahir daripada nanti ketika semua orang tahu dan dikenal sebagai anak yang tersembunyi”.

Yoona menghela napas mengusap benjolan perutnya yang didalamnya ada janin yang sudah berusia enam bulan “Aku mengerti Oppa sangat senang. Sungguh, aku mengerti. Tapi aku hanya ingin yang tau tentang ini hanya teman-teman dekat kita, keluarga, dan hanya kami untuk sedikit lebih lama lagi. Tapi sekarang, seluruh dunia setiap menit ingin tahu detail kecil bukan hanya hubungan kita dan hidup kita, tapi sekarang kehamilan aku dan anak kami Oppa. Aku tidak ingin memberi mereka itu. Ini milikku, milik kita. Bukan konsumsi publik.” Berhenti sejenak, namun tidak membiarkan Siwon memotong pembicaraannya, Yoona kembali berkata “Dan juga besok aku ada jadwal untuk press conference film terbaruku Oppa, dan itu pasti akan menjadi lebih gila dari biasanya. Aku stress sekarang Oppa.” Dia menghela napas berat menundukkan kepalanya dan bersandar kembali ke sofa. Semua yang terjadi seperti menghisap semua tenaganya, ditambah harus mengatasi mual dan pusing-pusing karena kehamilannya membuatnya benar-benar ingin meledak.

“Sayang” katanya sambil meninggalkan tempatnya dan berjalan menuju Yoona lalu memeluknya dengan kedua lengannya dan membiarkan kepala Yoona beristirahat di dada bidangnya. “Maafkan Oppa. Oppa benar-benar, sangat menyesal.” Siwon kemudian mengusap tangannya ke atas perut Yoona. “Dear, kamu tidak boleh merasa stress dan Oppa tidak membantumu menghilangkan itu sama sekali hari ini karena kejadian tadi. Tapi, semuanya akan baik-baik saja, sayang. Oppa janji, Oppa akan membuatnya mudah.” kata Siwon lembut dan mencium puncak kepala Yoona. “Media tidak akan pernah tahu cerita kita atau apa pun yang kita tidak ingin mereka ketahui. Mereka tidak pernah bisa melaporkan detail mengenai ini karena mereka tidak bisa melaporkan apa yang mereka tidak tahu sepenuhnya atau bahkan sama sekali. Aku yakin sekali mereka berusaha memikirkan banyak kemungkinan-kemungkinan, tapi dengan itupun, Oppa berjanji tidak akan membiarkan mereka membayahakan dirimu dan bayi kita, jadi apakah kau bisa memaafkan Oppa sekarang? Hm?”.

Yoona berbalik dalam pelukannya menghadap Siwon, melihat Siwon benar-benar lelah karena acara hari itu. Bersandar ke dalam diri Siwon dan dia menemukan kenyamanan dalam pelukannya dan tahu ia tidak bisa marah lebih lama lagi. Ya, ini tidak akan tetap menjadi rahasia seperti yang Siwon katakan dan mungkin benar lebih baik untuk membiarkan berita tentang kehamilannya keluar sekarang . Kekhawatiran terbesar nya adalah bagaimana dia harus menangani pers besok, terus terang, dia merasa sedikit takut. Merasa tidur malam adalah yang terbaik untuk dirinya dan bayinya mempersiapkan diri mereka untuk besok, Siwon langsung mengangkat Yoona ke tempat tidur mereka diruang atas.

———————————

Sebuah SUV hitam sampai di hotel di mana Yoona akan melakukan wawancara sepanjang hari untuk film terbarunya , ia merasa sarafnya menggila dan merasa bahwa sarapan pagi yang telah ditelannya mencoba untuk keluar dari mulutnya saat ia melihat jumlah paparazzi dan wartawan yang lebih banyak dari biasanya dengan flash dari camera ditangan mereka. Yoona pun menggigit jarinya dan keringat mulai turun disekitar dahinya. Hyun, sang manajer, yang menyadari itu mengelap keringatnya dan mengusap lengan Yoona untuk menenangkan dirinya.

“Kau memiliki punggung dan tanganku, Yoong. Cukup ikuti dan dengarkan aku, dan aku akan berusaha membuat kau seaman mungkin Yoong. Kau percaya kan?” tanya Sooyoung yang duduk dikursi depan, ia adalah sepupu Siwon yang menjadi asisten pribadi Yoona.

“Iya unnie. Gomawo” balas Yoona dengan suara yang agak serak. Manajer Yoona pun membuka pintu mobil, tepat saat itu juga, pada fans, wartawan, paparazzi berteriak, keadaan menjadi agak kacau.

Saat Yoona keluar, suara teriakan dari orang-orang disana semakin menjadi-jadi. Hyun pun keluar diikuti Yoona yang sudah sangat gugup. Yoona memegang erat ujung jaket Hyun untuk menjaga keseimbangannya sewaktu berjalan karena paparazzi dan wartawan semakin maju kearahnya dan membuat ruang menjadi sempit. Para bodyguardnya sudah berteriak menyuruh orang-orang disana untuk membuat ruang agar Yoona tidak jatuh, tapi tidak begitu berhasil. Teriakan, tuduhan, dan pertanyaan dari para wartawan dan paparazzi yang melanggar batas ruang pribadinya tetap terdengar.

“Yoona!! Yoona! Apakah kau hamil? Benarkah?” seru seorang wartawan dari bagian kiri depannya

“Yoona! Apakah anak yang kau kandung benar-benar anak Siwon? Kau hanya mencoba membodohinya kan? Supaya kau bisa menikah dengannya?” teriak seorang perempuan yang berusia sekitar 18-19 tahun. Yoona menebak perempuan itu pasti adalah fans dari suaminya.

“Yoona kenapa kau merahasiakan pernikahan kalian? Dasar bodoh.”

“Callistha kau tidak pantas untuk Choi Siwon”

“Im Yoona anak itu bukan anak Choi Siwon bukan?”

“Callishta kau harus bercerai dengan Dave. Kau tidak pantas untuk idola kami Callistha Im”

Dia terus menundukkan kepala dan kakinya terus bergerak di atas red carpet, meskipun dia tidak tahu pasti di mana mereka membimbingnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak stres atau membiarkan pertanyaan mereka menusuk hatinya, tapi itu tidak semudah yang ia bayangkan.

“Oh Tuhan, kami pikir kau kelihatan sedikit lebih gemuk tanpa alasan.” salah satu paparazzi kasar berteriak menaruh kamera tepat di depan wajahnya. “Sekarang , kita tahu alasan sebenarnya dan kenaikan berat badanmu tidak terlihat baik sedikitpun”.

“Hey, jaga kata-katamu!” Hyun berteriak dan mendorong kamera paparazzi tersebut.

“Apakah sekarang kau berpacaran dengan manajermu dan sebenarnya dia adalah ayah kandung dari anak yang kau kandung? Apakah Dave Mike suamimu tau tentang ini Callistha?” paparazzi yang lain muncul dan bertanya.

Callistha mendongak saat mencapai pintu masuk gedung tempat wawancaranya dan buru-buru masuk ke dalam meninggalkan teriakan-teriakan kegilaan dari orang-orang diluar pintu gedung itu. Yoona pun mengambil napas dalam-dalam dan membiarkan keluar perlahan-lahan dan mencari tempat duduk. Matanya kemudian menemukan sebuah bangku di sepanjang lorong sisi pertama, ia pun berjalan ke arah lorong itu dan duduk disalah satu bangku yang ada disana. Sooyoung juga ikut duduk disampingnya. Callistha berusaha sekuat mungkin agar air matanya tidak turun. Dia tahu semua yang terjadi tadi adalah bagian dari resiko pekerjaannya, tapi ia sedang hamil dan sangat sensitif. Dia pun duduk di sana selama beberapa menit mengambil napas dalam-dalam dan mencoba untuk tetap stabil. Timnya hanya diam berdiri di sekelilingnya karena ingin membiarkan Callistha memiliki waktunya sendiri.

Setelah lima belas menit dan merasa sudah untuk Callistha mendinginkan pikirannya. Sooyoung akhirnya angkat bicara “Yoong? Apakah kau masih bisa melanjutkan wawancara ini? Karena kita benar-benar bisa pergi dari sini jika kau mau”.
“Aku baik-baik saja unnie. Ayo kita pergi” katanya sambil bangkit dari kursinya dan menyeka matanya. Sooyoung pun memandu dia ke ruangan tempat wawancara dimulai.
——————————-
(Percakapan wawancara mereka dalam bahasa inggris karena menyesuaikan dengan latarnya yang bukan Korea tapi Amerika Serikat dan sekitarnya)
Note : Yoona dipanggil Callistha hanya oleh orang America dan sebagian fans-fans disana.
Off cam (sebelum recording dimulai)
“Hey, Calistha! Long time no see, huh” Jane, pewawancara bertanya sambil melangkah ke dalam ruangan dan memeluk Yoona.
“Yeah Jane. It’s been awhile.”
Callistha menjawab sambil tersenyum tipis.
“So, you and Siwon plus one.” Jane mengedipkan mata sebelah kirinya dan tertawa kecil.
“Uh. Seems he couldn’t keep his mouth shut. He’s too excited.” Callistha tertawa, dirinya tau Jane mengerti apa yang dia bicarkan. “I mean I’m too. It’s just I know how to keep my mouth shut unlike him.”

Jane tertawa mendengar pernyataan Callishta dan berkata “He’s seemed to have an issue with that. Hasn’t he?”

“Ever since I’ve known him.” jawab Callistha sambil tertawa.

“So are you ready to start our on-cam conversation?” Jane bertanya sambil berjalan ke arah kursi kebesarannya dimana tempat ia biasanya duduk untuk mewawancarai orang.

Callistha menjawab “Yes”. Jane pun memberikan tatapan ‘let’s go’ kearah cameraman.

On-cam

“So I’m here with one of the most beautiful woman in this world with such amazing heart and talented woman, Im Callistha.” Jane memperkenalkan tamunya hari ini.

“Callistha, how’s it going? It’s been a while since we last spoke. I think the last time I saw you was 5 months ago.”

“I’m doing well and yes we met 5 months ago, it was for my video clip press conference in Los Angeles.” jawab Callistha.

“You new movie is phenomenal. I saw it at New York’s biggest vip premiere room. This is one of your best performances.” Jane mengedipkan matanya.

“Aww, thanks, Jane. It makes me happy to know you love the movie I’m in.” Yoona tersenyum malu.

“Oh! I was talking with my brother, Jake earlier, he was talking about how athletic you are. He said you played a lot of sports on set, and was an awesome golf swing.”

Pipi Yoona memerah sambil menjawab “Yeah I hit a lot of golf balls, and played a lot of basketball. It was fun.”

“Anyway, I told my Twitter followers I’d be interviewing you, there was lots of questions that came up and then a certain announcement came out and now, there is an obvious question that everyone wants to know what is the answer.”  Jane berkata sambil menahan tawanya.

“You know what I’m ready to ask you.” Sambung Jane.

Lalu berkata lagi. “You know we can’t avoid it, Callistha”

Callistha menggeram lucu.

Jane berkata lagi “Should I ask you or do you want to say something on the record?”

“Aww, Jane, Jane! Jane! Don’t do this to me! Do we have to talk about it? Aren’t there other questions you’d really rather ask me? muka Yoona lagi-lagi memerah.

“You know I can’t Cal, all your fans want to know. They force me to ask you so I won’t take a risk to make them mad at me for not asking you today.” Jane tersenyum berusaha tidak membuat Yoona semakin susah.

“Okay. I’ll just say this. Dave Mike has a big mouth with no filter!” (Okay, aku hanya akan berkata kalau Dave Mike memiliki mulut besar yang tidak ada filter (mulut yang tidak bisa dijaga)”

Jane pun berkata “Well, we already knew that! Anything else you want to add?” (Kita sudah tau tentang itu, ada yang mau kamu tambahkan?)

“And he’s ‘dead meat’ at the moment.” Yoona berkata dengan gugup. (Dia seperti ‘daging mentah’ (manusia kaku) sekarang)

Selanjutnya pertanyaan-pertanyaan yang diterima Yoona hanya berupa “Kapan dirinya akan berkujung ke negara yang lain” “Kapan dirinya akan mengadakan Tour dunia lagi” dan masih banyak lagi.

Ketika sesi wawancara sudah selesai, Yoona langsung membuka iPhonenya. Melihat ada satu pesan masuk yang belum dibuka, Yoona pun membukanya dan itu adalah pesan dari Siwon yang berisi “Hi Love! Kau baik-baik saja kan? Telepon aku ketika wawancaranya sudah selesai. Saranghae.” Yoona pun tersenyum dan langsung menelepon Siwon.

“Hi Oppa!” Yoona membuka pembicaraan.

“Hi Yoong! Sudah selesai?”

“Sudah Oppa, Oppa dimana?”

“Oppa sedang dimobil. Sooyoung akan membawamu kesuatu tempat. Kita bertemu disana ya sayang.”

“Kemana Oppa?”

“Rahasia.”

“Baiklah kalau begitu! Tunggu aku. I love you Oppa”

“Love you too Yoong!”.

The end.

Sorry buat Ending yang ga bagus guys 😦

Untuk edisi US “Mistake” end udh keluar ya. Jangan nagih” lagi :p  . Ditunggu US edisi selanjutnya/yang lainnya.

FF ini mungkin jadi FF terakhir sebelum hiatus. Tapi sebenarnya author pengen tulis beberapa cerita lagi (apalagi kalau ada request) semoga aja ada waktu ya.

Thankyou guys! Remember to place your comment too!

See you in next FF! 🙂