[Ficlet] Me and My Husband

Title : Me and My Husband

Cast : Choi Siwon , Im Yoona and others

Disclaimer : All casts are belong to God, their family and company.. not mine

Note : Ini Ficlet or OS ya? ga tau deh. Postingan kali ini pendek sih.. author usahain bisa post walaupun lagi sibuk banget. Hmm.. semoga suka ya.

Picture credit to GGPM 🙂

.

.

.

YoonA POV

Menjadi seorang wanita karir adalah cita-citaku sejak aku duduk di bangku SMA. Karena itu setelah 3 tahun duduk di bangku SMA dan lulus, aku pun tak bingung lagi dalam urusan memilih jurusan kuliah. Sudah pasti aku memilih business atau entrepreneurship. Apalagi nilai lulusan SMAku yang paling tinggi di sekolahku. Bukan bermaksud menyombongkan diri, gampang saja bukan untuk test kuliah di berbagai universitas dengan nilai yang bagus? Ditambah kedua orangtuaku yang adalah keturunan kedua keluarga chaebol. Jadi pastinya aku dapat memilih dimanapun aku mau untuk meneruskan pendidikanku. Aku lulus SMA saat aku berumur 16 tahun. Kenapa? Karena aku terlalu cepat masuk TK dan aku pernah lompat kelas satu kali karena katanya aku sudah sangat mampu. Ya aku juga tidak tau.. itu sih yang dikatakan kedua orang tuaku saat aku bertanya dulu. Setelah lulus, aku pun memutuskan untuk kuliah di Harvard University, tentu kalian semua tau universitas itu bukan? Jadi aku rasa aku tidak perlu membahas lebih panjang lagi tentang universitas itu.

Tapi, hmm.. aku akan membahas satu hal yang berkaitan dengan masa kuliahku disana. Disinilah, aku bertemu dengan lelaki yang sekarang sudah menjadi suamiku sejak 4 tahun yang lalu. Aku, Im YoonA, sebenarnya sudah berprinsip tidak akan berpacaran atau berhubungan lebih dari teman biasa dengan lelaki manapun pada masa kuliahku dan juga aku berprinsip untuk tidak menikah muda, aku baru akan mau menikah di usia 27 tahun atau 28 tahun. Tetapi semuanya tidak berjalan sesuai prinsipku karena aku bertemu dengan lelaki yang bernama Choi Siwon 6 tahun yang lalu.

Aku mulai beberapa bulan setelah kelulusan SMAku dan pada hari pertama saja aku sudah dipertemukan dengannya. Bagaimana tidak? Dia adalah seniorku karena dia siswa dari jurusan business, pada saat itu dia sudah akan masuk ke tahun kedua yang berarti tahun terakhir kuliahnya sedangkan aku baru saja akan memulai tahun pertama kuliahku. Pertemuan pertama kali adalah ketika aku menjalani masa orientasi siswaku dan dialah yang menjadi pembimbingku saat itu. Lucunya, bukannya menyuruhku ini itu, kami malah menghabiskan waktu untuk MOS itu untuk mengobrol.. dan yang membuatku sedikit terkejut adalah, Siwon Oppa mengaku padaku sebelum kami menikah kalau waktu kita mengobrol pada saat MOS itu, dirinya sedang mencoba mendekatiku karena katanya dirinya sudah menyukaiku dari pandangan pertama.

Beberapa bulan MOS itu, aku dan Siwon Oppa sebenarnya sama sekali tidak dekat, menyapa saja tidak apalagi mengobrol. Kami cuma bertemu di cafeteria sekolah setiap hari dan beberapa kali di perpustakaan. Tetapi saat natal tiba, dan fakultas business mengadakan acara yang mengharuskan semua murid datang, di acara itulah kami kembali berbicara setelah sekian lama. Kami mengobrol banyak hal, aku menjadi lebih tau tentangnya seperti hobbynya, apa saja hal-hal yang di suka dan seperti apa karakter seorang Choi Siwon, namja populer dari fakultas business. Tak lupa, aku juga jadi tau kalau dia adalah anak dari seorang pengusaha sangat sukses yang sangat kebetulan sekali adalah sahabat karib ayah dan ibuku yang sangat sering makan bersamaa dengan Appa, Omma dan aku. Tapi, aku tidak memberitahu Siwon Oppa pada saat itu.. aku menutup mulut kalau aku mengenal orang tuanya dengan baik. 3 hal yang pada saat itu membuatku terkesan pada Siwon Oppa : baik dan rendah hati, tanggung jawab / gentleman dan mau berusaha sendiri tanpa bergantung pada orang tuanya yang tentunya dapat menghidupinya sampai 7 turunannya nanti.

Setelah pertemuan di acara natal itu, aku dan Siwon Oppa menjadi sering menelepon satu sama lain, banyak hal yang kita bicarakan. Aku sampai tidak sadar kalau Siwon Oppa menjadi tempat aku mencurahkan segala keluhan, susah dan senang dirinya selalu ada untukku tanpa kusadari. Dan betapa terkejutnya aku, pada minggu terakhir January tepatnya 28 January, Siwon Oppa menyatakan cintanya dengan sangat romantis. Kalian bayangkan saja sendiri, wanita mana yang tidak akan luluh hatinya jika ditembak di private hall salah satu restoran dengan nyanyian suara merdu orang tersebut dan tak lupa ada juga lilin serta bunga-bunga yang bertaburan disana. Ya tapi aku bukan menerimanya karena itu saja,  aku menerima pernyataan cintanya karena saat itu aku sadar, aku tidak akan rela membiarkan Siwon Oppa melakukan hal serupa ke wanita lain, aku sudah terbiasa dengan kehadirannya dan yang terpenting aku sadar kalau aku telah mencintai Siwon Oppa.

Setelah kami resmi berpacaran, di dalam hubungan kami tentunya ada konflik dan pertengkaran seperti pasangan kekasih lainnya tetapi untung saja kami selalu dapat menyelesaikannya. Karena sudah terbiasa bertemu dengannya hampir setiap hari di universitas, aku menjadi merasa berat harus merelakan Siwon Oppa pergi karena di sudah lulus. Katanya harusnya dia langsung pergi ke Inggris untuk mengurus bisnis Appanya yang ada disana. Tetapi karena melihatku menangis terus selama 2 minggu sebelum kelulusannya, dirinya pun mengurungkan niatnya untuk pindah. Siwon Oppa pun akhirnya mengurus perusahaan Appanya yang ada di Amerika menggantikan sepupuny, Leeteuk. Intinya mereka bertukar negara.

Singkat cerita, setelah 1 tahun berlalu dan aku lulus kuliah jurusan business, aku dilamar oleh Siwon Oppa. Sebenarnya aku dulu tidak mau menikah diusia muda karena aku berencana mengambil S2 lagi apalagi saat itu aku hanya berusia 19 tahun (Korea). Tetapi namanya sudah cinta, prinsip apapun menjadi hilang haha. Aku menerima lamarannya.

Jika kalian bertanya mengenai orang tua kami. Jawabannya adalah mereka sudah tau soal hubunganku dengan Siwon karena saat Siwon Oppa berulang tahun pada bulan April (beberapa bulan setelah kami berpacaran) orang tuanya datang. Disana jugalah Siwon Oppa kaget karena Appa dan Omma sudah sangat mengenalku. Dan saat aku berulang tahun, Appa dan Omma juga datang dan aku mengenalkan Siwon Oppa ke mereka walaupun Omma sudah banyak mendengar cerita dariku. Jadi begitulah.

Dan akhirnya aku pun menikah diusia yang terbilang sangat muda ‘bagiku’ , 20 tahun dan Siwon Oppa saat itu juga baru berusia 24 tahun. Kuliah business yang kuambil menjadi seperti tidak terlalu berguna atau lebih tepatnya sia-sia saja. Jika berpikir secara realistis, untuk apa aku dulu belajar gila-gilaan, untuk apa aku membuat berbagai prinsip dihidupku jika pada akhirnya semuanya kulanggar dan menjadi tak berguna. Tapi setelah dipikir-pikir, jika aku tidak berkuliah di Harvard beberapa tahun yang lalu, mungkinkah aku akan dipertemukan dengan Siwon Oppa dan menjadi istrinya seperti sekarang? Dan mungkin saja kan walaupun aku berkuliah disana, aku juga tidak bersamanya. Dan mungkin juga walaupun tidak bertemu dan menjadi istrinya, aku tidak menjadi businesz woman seperti yang kuimpikan? Jadi kesimpulannya, semua ini sudah diatur Tuhan, kami sudah dijodohkan dam ditakdirkan untuk bersama. Menikah diusia muda pun adalah kehendak yang diatas bukan? Yang terpenting, dari diriku, aku bahagia dan merasa sangat beruntung bisa mempunyai seorang suami yang terlalu mengerti diriku, bukan mau hiperbola, but I swear, Siwon Oppa sangat mengerti diriku bahkan dia mungkin lebih mengerti diriku daripada aku mengerti diriku sendiri. That guy is a precious gift that God gave to me. Hmm.. sejak pernikahan kami 4 tahun lalu, aku seperti dilahirkan kembali, I mean I become a mature woman. Karena suamiku, Siwon Oppa juga pria yang mature, a little bit bossy dengan segala hal yang diatur secara perfectionist. Ditambah lagi, dia mempunyai time management yang sangat bagus membuatku mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diriku dengannya secara otomatis. Ya, walaupun sebenarnya Choi Siwon yang dirumah dan di perusahaan 100% sangat berbeda. Di perusahaan, dia seorang CEO sekaligus pemilik yang dihormati, disegani bahkan para yeoja sangat mendambakannya. Dia seorang boss yang bossy, perfectionist dan well.. dia memang mendekati kata sempurna. Tapi kalau sudah dirumah, hah, Choi Siwon berubah menjadi seorang suami yang penuh dengan keromantisan, penyayang dan kata-kata manis yang selalu dikeluarkan dari mulutnya untukku. Seorang namja yang selalu mengerti diriku, dia tidak pernah menuntutku untuk merubah apa-apa. Makanya aku menjadi malu sendiri. Bayangkan saja, kau tidak pernah memasak makanan untuk suamimu yang terlalu menyayangimu. Apakah kau tidak malu? Apalagi dia tidak pernah complain soal itu malah dirinya menyuruhmu tidak usah bekerja di dapur. Sudahlah, cukup sampai disitu. Kurasa aku sudah menceritakan terlalu banuak. Pokoknya, jika kalian bertanya bagaimana hidupku setelah menjadi seorang istri, apakah banyak berubah. Jawabanku adalah ya, aku berubah, aku menjadi Yoona yang lebih dewasa dan mandiri, menjadi Yoona yang lebih perhatian dan romantis. Tapi jika sudah berkaitan dengan urusan pekerjaan rumah, dapur dll.. jangan tanyakan lagi. Aku malu karena aku tidak dapat melakukan itu semua dengan baik, semuanya diurus oleh pelayan-pelayan rumah yang aku tidak tau berapa jumlahnya karena well.. sangat banyak.

Aku sekarang sudah mulai menghilangkan impianku menjadi seorang business woman terkenal karena sepertinya tidak dapat terwujud. Bagaimana mau terwujud? Jika suamimu saja sudah menjadi pewaris dari perusahaan terbesar di Korea dan cabang perusahaan-perusahaan yang tersebar di berbagai benua. Sebenarnya bukan karena itu sih.. maksudku bukan karena suamiku berlimpah harta makanya aku tidak bekerja. Semuanya karena dirinya berkata “Kau sudah menjadi tanggung jawab Oppa sejak kau menikah denganku Yoong, jadi kalau Oppa boleh sarankan kau tidak usah bekerja apapun. Kau hanya perlu menghabiskan waktumu sebagai istri yang dimanjakan suaminya dan sebagai Nyonya muda karena kau menikah diusia yang terbilang muda sayang.” Ditambah dirinya selalu membawaku jika melakukan perjalanan bisnis jadi aku tidak bisa berbisnis dan lain sebagainya. Okay, jangan coba-coba bilang aku banyak alasan.. karena memang itulah kenyataannya. Dan jangan lupa, orang tuaku juga memiliki perusahaan besar dan akulah pewarisnya karena aku adalah anak tunggal. Ya, walaupun perusahaan-perusahaan Appa sekarang diurus sepupuku, Im Seolung Oppa dan Im Donghae Oppa.

Aku juga tidak tau entah aku terlalu beruntung atau bagaimana, mengapa semua orang yang kusayangi selalu mengerti dan menyayangiku. Ditambah faktor latar belakang keluargaku dan Siwon Oppa yang chaebol terlalu memudahkanku untuk mendapatkan apa saja yang kumau. Ya sudahlah, kita tidak usah membahas tentang yang ini lagi. Sekarang aku sudah sampai di bandara untuk bertemu dengan suamiku yang baru pulang dari Swiss dan kami langsung akan berlibur ke Maldives. Well, sekalian honeymoon lagi kata suamiku. Ah, bukan sekalian.. itu memang tujuan utamanya, mungkin. Sambil menunggunya di mobil, aku mau menjawab kalian yang mungkin penasaran soal “Apakah mereka sudah dikaruniai keturunan?” Well, aku sudah mempunyai dua orang putra, yang pertama bernama Choi Daniel sudah berusia 3 tahun dan yang kedua bernama Choi David berusia 1 setengah tahun. Dan aku sebenarnya sedang mengandung 3 bulan sekarang. Untuk liburan kali ini, Siwon Oppa memaksa kehendaknya menyuruhku untuk tidak membawa serta kedua putra kita katanya itu karena setelah kami mempunyai anak, kemanapun kita berlibur, aku selalu saja mengharuskan untuk membawa mereka dan katanya, aku sudah tidak mempunyai banyak waktu untuknya setelah kami mempunyai anak. Choi Siwon, Choi Siwon.. waktu yang kuberikan untuk kita habiskan berdua selama ini tidak pernah cukup. Yang benar saja, aku bahkan pernah merelakan 1 minggu waktuku untukmu karena rengekanmu aku tidak pernah lagi memperhatikanmu. Dan tentunya itu membuatku menelantarkan Daniel yang pada saat itu berusia 1 tahun lebih. Baiklah.. dan sekarang kita akan menghabiskan 2 minggu berdua lagi. Untung saja Daniel sedang kedatangan Jiwon, aunty kesayangannya dan juga ada James yang seumuran dengannya. James adalah anak Tiffany unnie yang adalah sepupu Siwon Oppa. Jadi James tidak merengek untuk ikut juga. Kalau David, dirinya dijaga oleh mertuaku dan para babysitternya tentunya aku tetap akan menelepon hampir tidak 4 atau 5 jam sekali untuk mengecek keadaan kedua anakku.

Lamunanku hilang ketika aku merasakan ciuman di pipiku dan puncak kepalaku serta rangkulan sebuah tangan. Sudah pasti semua itu dilakukan oleh Choi Siwon karena tidak ada namja lain yang berani melakukan itu padaku jika tidak ingin berhadapan dengan seorang Choi Siwon.

Aku menghadap dirinya sambil tersenyum lalu mencium kedua pipinya. Aku dan Siwon Oppa pun berpelukan erat setelahnya. Really, it is the best feeling ever after days we don’t get to see each other.

Setelah beberapa menit, Siwon Oppa melepaskan tanganku dari tubuhnya dan mengecup bibirku singkat. Lalu dirinya mulai bersuara “I miss you a lot honey.”

Aku tersenyum dan berkata “Me too Oppa! Mana titipanku? Kau bawakan?”

Siwon Oppa mengacak rambutku asal dan menjawab “Tentu saja suami tampanmu ini akan membawa apa yang istri satu-satunya titipkan karena dia takut istrinya yang cantik itu berubah jadi seekor singa betina jika lupa membawa titipannya.”

Aku mau tertawa mendengar candaannya. Tapi aku memutuskan untuk menahan tawaku dan mengerjai Choi Siwon. Aku pun melepaskan tangannya yang berada di pinggangku dan berkata “Ya sudah jika istrimu yang sekarang bisa berubah jadi singa betina.. kau cari saja istri lain yang hanya bisa berubah jadi seekor kelinci manis. Dan bye.. aku mau pulang saja.”

Siwon Oppa kelihatan panik dan berkata “Hey sayang.. Oppa hanya be–”

Aku bersuara sebelum dirinya berhasil menyelesaikan apa yang dirinya mau ucapkan “Kau siapa Tuan? Apakah kita saling mengenal? Sepertinya tidak bukan. Permisi kalau begitu.”

Aku pun benar-benar berjalan menuju pintu mobilku yang kebetulan masih ada di depan airport. Aku tau Siwon Oppa pasti mengejarku. Dan benar saja, hanya 5 detik kemudian, aku sudah merasakan sepasang tangan keker memelukku dari belakang dan suara namja yang berkata “Oh jadi istri dari suami tampan tadi sedang merajuk? Oh maafkanlah suami tampanmu.. dirinya hanya becanda karena ingin menggodamu.”

Aku masih terdiam walaupun dalam hati aku sudah tertawa terbahak-bahak. Karena tidak mendapat respon apa-apa, Siwon Oppa pun berkata “Hey.. sayang.. kau benar-benar marah? Dan kita tidak jadi liburan? Hm? Padahal pesawat pribadi Oppa sudah sampai.”

Aku lagi-lagi terdiam..

Siwon Oppa pun membalikkan badanku dan bertanya “Kau sungguh-sungguh tidak ingin pergi ya? Hah.. padahal Oppa sudah berandai-andai bagaimana rasanya berlibur berdua dengan istrinya lagi setelah sekian lama.”

Aku langsung memeluknya erat dan tanpa sadar aku meneteskan air mata. Oh, mood swingku kembali menghampiri diriku.

Siwon Oppa mengelus kepalaku sambil berkata “Baiklah sayang kalau kau benar-benar tidak ingin pergi. Kita bisa pergi berdua dilain kesempatan. Okay kita pulang saja.”

Aku menggelengkan kepalaku yang berada didadanya.

Siwon Oppa bersuara lagi “Kenapa sayang?”

Aku akhirnya bersuara “Oppa kenapa kau bisa tampan sekali tapi sayangnya kau bodoh sih?”

Siwon Oppa terbengong mendengar ucapanku lalu berkata “Apa katamu Yoong?”

Aku menjawab “Kau bodoh Oppa! Kau tidak bisa membedakan kapan kau dikerjai olehku dan kapan aku serius. Ya sudah kalau kau mau pulang ayo kita pulang.”

Siwon Oppa pun sepertinya sadar dengan keadaan sebenarnya karena dirinya berkata “Yak Choi Yoona. Kau ini sungguh keterlaluan ya mengerjai suamimu sendiri. Hah, kita tidak akan pulang.. kita berangkat sekarang.. karena….”

Aku bertanya karena dirinya tidak menyelesaikan ucapannya “Karena apa Oppa?”

Dirinya tersenyum dan menjawab “Karena Oppa sudah lapar.. sudah tidak sabar mau memakan istrinya tercinta. Jadi ayo kita harus cepat-cepat naik ke pesawat sebelum suamimu yang lapar ini memakanmu dihadapan banyak orang.”

Aku pun tidak bisa berkata apa-apa lagi karena dirinya langsung mengendongku ala bridal style.

Dan pertempuran, berbagai ronde peperangan pun terjadi. Berbagai sasaran pun berhasil ditaklukan.

The end

Okay  mungkin cerita ini agak sedikit tidak jelas. Tapi ini saja yang bisa author berikan hehe.

Have a happy holiday!!

[Ficlet] My Honey

Title : My lovely honey

Cast : Siwon, Yoona and others

Disclaimer : All the casts are belong to God, their family and company.

Hi readers, aku hari ini posting ini ya. Hope you like it.

Aku re-write cerita ini, jadi kalau mungkin ada yang pernah baca ya wajar soalnya aku pernah post tapi dengan cast lain bukan Yoonwon.

Sedikit curhatan ya.. tadinya hari ini mau post 3 FF. Pagi mau post another edition of FF US. Siangnya mau poat yang ditunggu-tunggu yaitu FF Family Chapter 1 dan malamnya ada One Shoot. Tapi.. draftnya hilang semua . So aku cuma bisa post ini deh, ini aja diketik selama aku travel jadi sorry kalau banyak typo. No time to edit.

Siwon POV

Perkenalkan aku Choi Siwon, CEO sekaligus anak pemilik Choi Enterprise yg dibangun ayahku, Choi Kiho. Aku telah mempunyai istri yang bernama Im YoonA. Kalian pasti mengenal dia. Dia ada designer sekaligus pemilik sekolah dancer dan boutique. Jujur, aku tidak menyangka akhirnya kita bisa menikah karena jika diliat banyak pria yang menyukai dan mendekati Yoona. Beruntung Yoona sangat setia, sehingga kita berhasil melewati 4 tahun berpacaran dan akhirnya menikah tepat sehari sebelum ulang tahun Yoona. Yoona ada wanita yg baik hati. Dia selalu berusaha menolong orang yang kesusahan. Tak jarang dia mengadakan charity di panti asuhan. Biar ku ceritakan sedikit dengan singkat.

Aku bertemu dengannya 4 tahun lalu ketika pertemuan bisnis dengan Im Yongwon pemilik Lim Department dan pertambangan emas no satu di Korea. Ketika itu Yoona menemani ayahnya datang ke perusahaanku. Aku yang melihat Yoona pertama kali langsung jatuh hati ketika pandangan mata kita bertemu. Mata hazel coklat itu seakan membuat aku jatuh ke dalam pusaran matanya. Sehingga aku tanpa segan langsung melakukan pendekatan tanpa takut jika ayahnya akan memarahiku.

Ya, Yoona adalah anak tunggal sepertiku. Dia adalah kebanggaan dan mutiara keluarganya. Hmm.. setelah beberapa bulan dekat dengannya, kita pun menjalin hubungan dan akhirnya menikah. Usia pernikahan kita baru 10 bulan. Kalau kalian memberi aku pertanyaan apakah aku mencintai Yoona? Ya, sangat mencintai. Jika aku harus kehilangan segalanya pun tidak apa-apa, aku sangat rela. Ok sekarang sudah jam makan siang, aku harus menjemput Yoonaku di boutique karena jika aku tidak menemuinya dia akan lupa makan karena dia sangat fokus dengan pekerjaannya. Ah aku sudah merindukannya. Aku menelepon Seohyun, sahabat terdekat sekaligus partner istriku di bidang desinger. Seohyun mengangkat teleponnya, aku langsung menyapanya dan menyuruhnya untuk membujuk Yoona beres-beres tanpa memberitahu aku akan menjemputnya. Seohyun mengiyakan. Akhirnya aku sampai dan bertemu Seohyun yang sedang membereskan baju-baju dan berjalan menaiki tangga menuju ruangan istriku tercinta.

Aku masuk tanpa mengetuk pintu. Senyumku mengembang ketika aku melihat dia sedang duduk di sofa ruangannya sambil mengusapkan tangannya di perutnya yang mulai membuncit tapi tidak mengurangi kecantikannya. Ya, sekarang istriku yang cantik ini sedang mengandung 5 bulan 3 minggu 5 hari anak pertama kita. Aku berjalan cepat dan merangkulan tanganku dilehernya sambil mengecup lama kepalanya. Aku dapat merasakan kalau dia terkejut. Lalu dia membalikkan wajah rupawannya itu kearahku dan mencium sekilas pipi kiriku. Ah manisnya. Aku pun langsung beralih untuk jongkok didepan perutnya sambil mengusap perutnya, merasakan anakku tubuh didalam sana. Inilah kebahagiaan keduaku selain mendapatkan istri sebaik Yoona. Aku merasakan Yoona mengusap lembut rambutku, aku pun tersenyum. Aku memeluk tubuh istriku dan menanyakan apa yang dia mau untuk makan siang kami. Ternyata dia sedang mau makan sushi. Ok, aku langsung mengangkat tubuhnya keluar dan menuruni tangga dan menyapa Seohyun. Tidak lupa Yoona juga menyuruh Seohyun ikut dengan kami, tapi Seohyun tidak mau karena dia akan berkencan dengan Kyuhyun sepupuku setelah membereskan baju-baju dimeja.

Sampai di dalam mobil Yoona tiba-tiba mengecup bibirku singkat. Aku tertawa, dia sangat manja apalagi sejak kehamilannya menginjak 3 bulan. Setelah 20 menit kita sampai ke restaurant jepang favorit Yoona di kawasan Gangnam. Lalu kita segera masuk dan Yoona langsung memesan 10 piring sushi untuk dirinya. Aku tidak terkejut, aku malah senang karena nafsu makannya tidak berkurang, tidak seperti ketika awal kehamilannya, makan bubur saja sangat susah. Tidak lupa aku juga memesan beberapa porsi daging salmon dan sushi. Ketika makanan kami datang, aku pun memakan makananku lalu tanpa sengaja aku melihat semua pesanan Yoona belum tersentuh. Aku reflek melihat Yoona yang ternyata sedang melihatku makan. Aku bertanya kepada istriku kenapa dia tidak makan. Katanya dia tiba-tiba saja tidak nafsu dan mual melihat sushi. Padahal ketahuilah itu ada makanan terfavorit dirinya. Aku bingung dan bertanya adakah yang dia pengen selain sushi, mungkin kita bisa pindah ke restaurant lain. Dia bilang dia merasa kenyang dan hanya pengen makan waffle buatan ommaku. Akupun hanya bisa mengiyakan dan menggandeng tangan Yoona untuk keluar dari restaurant tersebut setelah membayar makanan kami. Kalian mungkin bingung apakah aku marah atau kesal? Tidak sama sekali. Aku mencintainya jadi sebisa mungkin aku akan melakukan apapun yang dia mau. Mungkin ini mustahil untuk dilakukan selamanya, tapi aku selalu memperingatkan diriku “Kamu bisa melakukannya untuk istrimu, jadi kenapa tidak?”. Setelah beberapa puluh menit kita sampai di komplek mewah orangtuaku. Ya kita tidak tinggal serumah dengan orangtuaku karena aku sendiri mempunya penthouse terbesar di kawasan Gangman ini ditambah juga apartment disekitar sini. Ommaku sangat senang mengetahui Yoona sangat pengen memakan wafflenya. Omma pun membuatkan untuk Yoona dan dihadiahkan senyuman lebar Yoona. Aku tersenyum, istriku sangat lucu dan cantik diwaktu yang sama. Setelah makan, Omma menyuruh aku dan Yoona beristrirahat di kamar aku yang dulu. Yoona sangat senang karena kamarku langsung menghadap ke pantai. Ya dia sangat menyukai pantai juga hujan. Dia berlari kecil ke balkon sambil memegang perutnya. Aku lagi lagi tersenyum dan segera berjalan ke balkon dan memeluknya dari belakang. Oh sungguh dia jauh lebih indah dari pantai dibawah kami. Yoona membalas dengan memegang tanganku yang ada di atas perutnya lalu menggerakan tanganku untuk mengusap perutnya. Sungguh, jika bisa aku hanya ingin seperti ini tanpa melakukan apapun lagi disisa hidupku haha.

Siang sudah berlalu, sore pun sudah berganti menjadi malam. Posisi tempat kita tidak berubah hanya aku menempatkan sebuah sofa persegi panjang di balkon dan aku duduk dengan Yoona dipangkuanku. Kepala Yoona disandarkan ke dadaku, hmm.. sangat nyaman. Aku terus mengecup kepalanya dan sesekali kedua pipi yang mulai menggemuk semenjak kehamilannya. Dia terus tersenyum karena tanganku terus mengusap perutnya dan satu tanganku lagi dimainkan oleh istriku. Hah sungguh menyenangkan. Angin malam mulai berhembus semakin kencang dan aku pun berusaha membujuk istriku yang masih ingin tetap berada dibalkon. Setelah membujuk hampir 10 kali akhirnya dia menurut tentunya dengan sedikit merajuk. Haha dia memang berubah semenjak hamil. Tapi aku lebih suka Yoonaku yg begini. Yang bersikap manja dan selalu meminta segala sesuatu jika sedang ingin. Dia tersenyum padaku lalu masuk ke dalam kamar mandi. Sekitar hampir 40 menit kemudian dia keluar dengan bau harum tubuhnya dan dress yang kebesaran. Well, walaupun perut istriku membuncit dia tidak segembuk orang-orang yang seringkali berlebihan gemuknya ketika hamil. Hanya perutnya yang membuncit dan pilings sedikit menggemuk. Dia tetap cantik jika mengenakan jeans. Tapi aku melarangnya memakai jeans dimasa kehamilannya. Dia hanya menurut. Sungguh istri idaman setiap pria. Kehamilannya telah berusia 7 bulan 3 minggu lebih beberapa hari, Yoona tetap saja bekerja. Bukan karena aku tidak sanggup mencukupi kebutuhan kami. Kalian tau bukan aku adalah anak pemilik perusahaan besar dan sebenarnya aku juga mempunyai perusahaan sendiri di China dan Amerika tetapi diurus oleh orang kepercayaanku yaitu sahabatku. Yoona tetap bekerja di boutiquenya karena dia bilang bekerja membuatnya lebih semangat. Kalau soal menjadi model, Yoona sudah vakum semenjak menikah denganku. Karena menjadi seorang model harus bepergian dan aku tidak akan bisa ditinggalkan oleh istriku sehari saja apalagi pekerjaannya menuntunya untuk beperginya berminggu-minggu. Ya sekarang aku berencana membujuk Yoona untuk berhenti bekerja lagipula Seohyun sendiri juga setuju dan malah juga menyuruh Yoona tidak usah bekerja sampai anak kami berusia 3 tahun. Hah, sangat mustahil Yoona setuju dengan bujukkan Seohyun. Aku saja yang menyuruhnya untuk tidak bekerja sampai beberapa bulan setelah anak kita lahir saja dia tidak mau. Aku sedang menunggu Yoona di depan boutiquenya karena Yoona lupa mengambil tasnya. Setelah dia masuk kita akan melakukan check up kehamilannya. Beberapa menit kemudian Yoona kembali dan mencium sekilas pipiku dan ku balas dengan ciuman dibibir indahnya. Selama perjalanan aku hanya tersenyum sedangkan Yoona sudah tertidur. Dia terlihat capek.

Setelah 15 menit kemudian, kita tiba di Seoul International Hospital. Aku merangkul pinggang istri, membantunya berjalan. Sesampainya di dpn pintu dokter Tiffany, kami hanya disuruh menunggu sebentar karena ada pasien didalam. Tiffany ada teman seangkatanku, dia termasuk salah satu sahabatku. Berhubung aku tidak mau Yoona menunggu terlalu lama, sebelumnya aku sudah memesan kalau aku akan langsung masuk ketika kita tiba. Tentunya Tiffany setuju. Setelah menunggu 10 menit akhirnya aku dan istriku masuk. Tiffany langsung memeluk Yoona erat. Ya sebenarnya dulu Tiffany adalah orang yang membantuku mendekati Yoona karena rupanya Tiffany adalah sepupu Seohyun dan sahabat Yoona. Aku berdehem dan mengetuk kepala Tiffany dan segera melepaskan istriku yg dipeluknya. Apa dia tidak sadar Yoona sedang hamil dan Tiffany memeluk istriku begitu erat. Yoona ketawa dan Tiffany memukul lenganku lalu tertawa. Tiffany menyuruh Yoona menaiki ranjang rumah sakit sementara Tiffany memyiapkan alat memeriksa dan aku dengan sigap membantu Yoona tidak lupa mengecup pipinya singkat. Tiffany lalu memeriksa Yoona dengan aku yg melihat dengan fokus. Setelah memeriksa Tiffany memberikan beberapa vitamin yang harus Yoona minum dan tempat sekali, Tiffany menyuruh Yoona bedrest. Yoona baru akan menjawab tapi aku langsung menyelah dan menjawab Tiffany kalau aku akan pastikan Yoona bedrest sampai saatnya melahirkan. Setelah konsultasi Tiffany dan Yoona mengobrol seperti 2 anak SMA yg melakukan reuni. Aku hanya membiarkan Yoona melakukan itu walaupun aku ingin berduaan dengan Yoona sebenarnya. Yoona terlihat senang, ya selalu senang jika dapat mengobrol dengan orang. Dia adalah tipe wanita easy going, ceria dan tentunya baik. Walaupun Yoona adalah anak tunggal konglomerat, dia mau berteman dengan siapa saja. Sebut saja anak seorang guru sekolah dan hanya anak seorang ibu kantin pun bisa berteman dengan Yoona. Aku tak tau apa yg tidak bisa dilakukan Yoona. Seorang wanita sukses tanpa mengandalkan kekayaan orang tuanya, sangat baik hati, tidak sombong adalah ciri-cirinya dan Tuhan memberikan kelebihan untuk dia yaitu kecantikkannya. Sangat sulit bagiku untuk melepaskan dia. Bagaimana mungkin? Wanita yang tiap pagi membangunkanku dengan caranya yang khas yaitu mengucapkan kata-kata motivasi ditelingaku tidak peduli jika dia sedang sakit ataupun hamil. Wanita yang berusaha memasak untukku seenak mungkin meskipun masakkannya tidak seenak hotel mewah karena dari kecil Yoona memang tidak diperbolehkan oleh ayahnya untuk memegang dapur. Aku terbangun dari pikiranku tentang wanitaku. Lalu mengajak Yoona untuk pulang agar dia bisa beristirahat. Yoona pun memeluk Tiffany dan menyuruhnya untuk datang ke penthouse kami jika dia memiliki waktu luang. Kami sampai dirumah ketika jam sudah menunjukkan jam 8 malam karena tadi kita diajak makan malam oleh keluarga kami. Aku melihat kesamping, istriku telah tertidur. Aku keluar dan mengangkat Yoona dan menyuruh pembantu pribadi Yoona untuk membuka pintu kamar. Sampai dikamar aku menidurkan Yoona di spring bed khusus kami yang aku pesan khusus sejak mengetahui Yoona hamil. Mungkin agak berlebihan keliatannya, tapi tidak bagiku. Aku mengecup dahinya lalu masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku. Setelah selesai mandi, aku sendiri menyiapkan air hangat dan sabun di bath up untuk Yoona. Aku pun keluar ketika selesai dan dengan pelan membangunkan istriku tercinta. Dia mengerang dan itu terlihat lucu. Lalu membuka sepasang mata bulat cantiknya. Aku terkekeh, ekspresinya sangat lucu dan mengecup kedua matanya dan mulutnya tak lupa juga perut buncitnya. Dia menunjukkan ekspresi “ada apa?”. Aku bilang aku menyuruhnya untuk mandi. Dia mengangguk dan aku mengendong dia ke dalam kamar mandi setelah membuka bajunya. Dia tersenyum malu. Ini sudah sangat biasa dan sering apalagi sejak dia hamil. Kali ini aku ikut masuk ke bathtub tanpa membuka pakaianku. Aku berinisiatif untuk membersihkan tubuhnya karena aku tau akan sedikit repot bagi wanita hamil untuk bergerak membersihkan badannya apalagi dia tengah mengandung 7 bulan lebih, hmm tinggal 2 hari lagi akan memasuki 8 bulan. Dan aku harus lebih extra memerhatiankan istriku. Aku juga sudah menyerahkan pekerjaanku dikantor kepada Kyuhyun mulai besok. Appa menyetujui dan bilang dia juga akan memantau perusahaan. Bahkan Omma berpesan banyak hal kepadaku mulai dari menjaga Yoona sampai hal kecil lainnya. Ya keluargaku sayang sekali dengan Yoonaku, bahkan kadang aku merasa Appa dan Omma lebih memerhatikan istriku daripada aku anak landing mereka. Dan fakta ini membuat aku sangat senang.

Setelah selesai membantu Yoona mandi dan berganti piyama. Aku mengangkat Yoona ke kursi meja riasnya karena biasanya Yoona akan memakai cream atau apalah itu sebelum tidur.

Aku terus memeluknya dari belakang sambil mengusap perutnya tanpa bicara yang membuat dia berkata “Oppa, ada apa denganmu? Apakah aku membuat sedih atau berbuat salah? Hm”

Aku pun terkejut mendengar perkataannya dan menjawab “Oppa tidak apa-apa honey, Oppa hanya sangat menikmati menghirup wangi badanmu. Kamu tidak membuat Oppa sedih malah Oppa sangat bahagia”. Dia tersenyum dan berbalik lalu memelukku erat. Tanpa ku sangka Yoona berkata bagaimana kalau besok kita membeli perlengkapan bayi kami. Aku tersadar, aku melupakan hal itu. Aku mengiyakan dan dia langsung terlihat sangat gembira. Setelah dia selesai kami pun tidur dengan satu lenganku digunakan sebagai alas kepalanya dan tanganku yang lain kugunakan untuk memeluk tubuh istriku. Sedangkan Yoona memeluk leherku dan satu tangannya mengelus lembut rambutku. Sungguh malam yang indah.
Keesokan paginya aku mendengar suara bising seperti sedikit keributan dari lantai bawah. Aku membuka mata dan tidak melihat kehadiran Yoona disampingku, dia juga tidak berada di kamar mandi karena pintunya terbuka dengan lebar. Aku langsung tersadar dan keluar dari kamar dan turun ke bawah. Aku melihat istriku sedang memasak didapur dengan rambut yang disampirkan ke atas dan bando rilakuma kuning diatasnya, menggemaskan sekali. Aku memeluknya dari belakang dan mengecup bibirnya singkat. Dia sepertinya terkejut tetapi tersenyum lalu membalas mengecup bibirku. Aku bertanya kenapa dia memasak padahal dia sedang hamil dan ada banyak pembantu di rumah ini. Dia bilang dia hanya ingin memasak buat aku. Setelah selesai masak, aku membantunya berjalan ke ruang makan dan mendudukannya di kursi depanku. Koki yang bertugas didapur pun membawa masakkan Yoona ke meja. 3 macam masakkan dan 2 jenis minuman yaitu omelet, salad buah dan sayur kesukaan kita, beef steak favoritku. Juga jus kiwi dan secangkir caramel machiatto untukku sedangkan susu hamil untuk Yoona. Kami makan sambil bercanda dan sesekali Yoona membahas tentang kehamilannya. Setelah makan kami bersiap-siap untuk pergi ke Sam department store. Kenapa bukan ke department store keluarga Yoona? Karena Yoona bilang sangat tidak nyamam untuk pergi kesana karena semua pekerja disitu akan memperlakukan kami dengan sangat special. Hanya memerlukan 20 menit untuk sampai di Sam department store dengan mobil yang dikendarai oleh supirku. Yoona langsung menarikku ke toko pelengkapan bayi mewah. Yoona melepaskan genggaman tangan kami dan pergi ke bagian pakaian. Dia terlihat memilih – milih dengan antusias tapi tidak lama kemudian dia menghadap ke arahku dan bertanya kita harus membeli pakaian laki-laki atau perempuan? Aku menjawab dua-duanya. Ini karena kita tidak mengetahui jenis kelamin anak kami karena kami sengaja untuk tidak mau tau hingga bayi kami dilahirkan. Dia tersenyum manis dan lanjut memilih barang lainnya. Tak terasa sekarang sudah melewati jam makan siang. Kami langsung pergi ke salah satu restaurant italia dan makan dengan suasana romantis yang sengaja aku pesan kepada manager restaurant ini. Bukan apa, hanya saja mungkin setelah bayi kami lahir kita akan jarang melakukan ini mengingat Yoona pasti akan lebih mementingkan anak kami. Yoona sangat suka anak-anak. Setelah itu kami berkunjung ke toko terbesar di lantai 2 ini yaitu toko perabot.
Aku memesan banyak perabot untuk dimasukkan ke kamar besar dan kamar bermain anak kami. Lagi-lagi kami membeli 2 model, 1 untuk laki-laki dan 1 untuk perempuan. Kemudian kami juga memasuki toko brand Chanel, Yoona akan membeli gaun untuk menghadiri pesta pernikahan Seohyun dan Kyuhyun 3 minggu lagi. Kami juga memasuki toko jas brand terkenal untuk membeli beberapa jas untukku. Aku sangat menyukai berbelanja jas dengan istriku. Dia yang akan report memilih dan memakaikan jas itu ditubuhku lalu mencocokkan dengan celana dan dasi apa yang harus dipakai. Jangan lupa, dia adalah designer dan fashion model.
Tanpa terasa hari-hari dan minggu pun berlalu dan sekarang kamu sedang berada didalam mobil untuk menghadiri pernikahan Kyuhyun dan Seohyun. Aku turun dan membukakan pintu untuk Yoona, Yoona mengalungkan tangannya ke lenganku dan satu tangannya terlihat memegang perutnya yang sudah semakin membesar. Gaun merah shoulder off yang dikenakannya membuat dia terlihat lebih sexy ditambah gaunnya berukuran pas sehingga menonjolkan perut buncit Yoona. Heels merah 10cm yang melekat dikaki indahnya juga semakin membuatnya terlihat wanita mewah. Sebelumnya Yoona sudah bilang kepadaku kalau dia tidak begitu percaya diri memakai gaun ini hari ini karena dia bilang dia terlihat gemuk. Tapi percayalah dia tetap terlihat sangat cantik dengan pipi tembem dan perut buncit itu. Jujur aku semakin waspada karena kehamilan Yoona sudah 8 bulan 2 minggu lebih. Setelah acaranya selesai kami pun menyapa Kyuhyun dan Seohyun. Yoona mengatakan agar Seohyun cepat-cepat menyusul untuk hamil. Sedangkan aku mengatakan kepada Kyuhyun untuk dia lagi terlalu sering bermain game.
Memasuki minggu minggu melahirkan seperti yang terakhir kali saat kita pergi check up lagi, Tiffany mengatakan kalau Yoona akan melahirkan minggu ini. Aku sedikit cemas karena ini pengalaman pertama kami. Malam ini Yoona mengidam dan ingin ku bacakan dongeng Cinderella. Aku tentunya bersedia. Ketika ceritaku hampir selesai, Yoona meringis kecil sambil sedikit meremas tanganku. Aku terkejut dan berpikir inikah tandanya? Yoona meremas tanganku semakit erat dan berkata terputus putus kalau dia akan melahirkan. Aku langsung mengendong Yoona dan berjalan menuruni tangga sambil berteriak menyuruh asisten pribadiku untuk menelepon kedu orangtua kai dan rumah sakit untuk menyediakan kamar VVVIP terbaik untuk istriku. Supirku langsung membuka pintu ketika melihat kami keluar dan aku menyuruhnya menjalankan mobil lebih cepat. Aku mendengar Yoona menangis kesakitan sambil mengigit bibirnya dan sesekali mengucapkan “Siwon Oppa.. hiks.. sangat sakit hiks hiks..”. Aku tidak tahan melihat Yoona begini apalagi sampai menangis. Jujur yang aku tau dari orang tua dan sahabat-sahabat  Yoona, Yoona cuma pernah 3 kali menangis yaitu dulu sewaktu kecil dia bermain dan jatuh, kedua saat dia terpisah dimall dengan orang tuanya dan ketiga ketika aku melamar Yoona. Tapi sekarang kembali air mata itu jatuh kembali dari mata cantik itu. Aku sungguh tidak tega. Kalau bisa aku bersedia untuk menggantikan posisi Yoona saat ini. Aku mencium dalam bibirnya sambil mengelus perutnya dan memberi kata semangat dan cinta untuk dirinya. Kembali hatiku sakit ketikta mendengar Yoona berkata pelan “Oppa ini hiks sungguh sakit hiks aku tidak tahan hiks”. Aku hanya bisa kembali mencium bibirnya.

5 menit setelahnya kita telah sampai. Aku dengan sigap menggendong istriku dan meneriaki beberapa suster. Tiffany juga keluar dan langsung membawa Yoona ke kamar operasi yang telah aku pesan. Aku masuk sambil memegang tangan halus istriku. Tiffany mengatakan bahwa Yoona akan melahirkan tapi pembukaannya masih pembukaan 6. Hah, sungguh aku mau mati rasanya. Yoona mengerang dan menangis. Tiffany menyuruh Yoona menarik dan menghembuskan nafas kemudian berpesan kepada suster untuk memanggilnya kembali ketika sudah pembukaan terakhir karena dia mempunyai pasien darurat. Aku mengeratkan genggaman tanganku dengan Yoona. Yoona terus mengerang sakit. Suster mengatakan sudah pembukaan 8 , berarti tinggal 2 lagi. Rasanya aku ingin mempercepat waktu, ini sangat menyiksa Yoona. Yang ku tau sekarang orang tua kami sudah berada di ruang tunggu khusus yang bisa memantau kami lewat layar monitor. 10 menit kemudian suster yang tadi mengatakan baru pembukaan 9. Oh Tuhan bantulah istriku. Aku menyuruh Yoona agar tetap mengenggam tanganku. Tetapi Yoona tidak mau dia bilang tanganku akan sakit dan terluka. Sungguh di saat saat seperti ini dia bahkan masih memikirkan aku dan membiarkan dirinya sakit sendiri. Aku bilang tidak apa-apa dan kembali memaksakan tangannya untuk mengenggam tanganku. Beberapa menit kemudian Yoona mengerang keras dan terdengar suster berteriak memanggil Tiffany. Aku menegang. Tiffany mulai menginstruksikan Yoona untuk menarik dan membuang nafas. Dorongan kuat Yoona disertai peluh dan airmata yang keluar juga cengkraman kuat ditanganku tapi itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang istriku rasakan. Dorongan kedua dan tiga juga telah dilakukan Yoona. Dan akhirnya dorongan keempat keluarlah bayi mungil. Aku mengecup bibir Yoona dan mengatakan rasa terima kasihku. Yoona menangis, tangis bahagia. Setelah membersihkan tubuh bayi kami, Tiffany datang membawanya ke pelukan Yoona setelah itu memeluk Yoona dan menyampaikan bahwa bayi kami adalah laki-laki. Yoona memberinya nama Choi Mikhail. Aku sungguh bahagia, begitu juga dengan orang tua kami yang masuk dengan Kyuhyun dan Seohyun.

4 tahun kemudian..

Author POV

Yoona terbangun di pagi hari lalu segera bergegas masuk ke dalam kamar mandi setelah mengecup lembut pipi Siwon. Setelah 30 menit Yoona keluar dengan mini dress lalu turun menuju dapur.

Terlalu menikmati memasak, Yoona tidak sadar jika Jeno berjalan kearahnya sampai mendengar kata “Morning mom” dari Mikahil, Yoona baru tersadar. Yoona kemudian mematikan kompor dan menyuruh koki untuk melanjutkan memasak.
“Ah morning my little prince” kata Yoona.
“Mom, kenapa mom sangat cantik walaupun masih pagi?” kata Mikhail lalu mencium bibir Yoona.
Yoona pun tertawa dan baru akan menjawab tetapi Siwon sudah menjawab “daddy little prince sudah duluan mencium mom? Ah Mike (nama panggilan Mikhail) curang! Dan mom memang selalu cantik tapi sayangnya mom hanya punya dad tidak orang lain.”
Mike menggelengkan kepala dan berkata “Tidak Mommy is mine dad.”

Siwon kemudian langsung mencium bibir, pipi, puncak kepala Yoona dan berkata “tidak, buktinya mom selalu menemani dad tidur di kamar dad”

Mike langsung menjawab “mom juga menemani Mike tidur dikamar Mike”
Siwon baru akan menjawab lagi tapi Yoona langsung menyela “Sudahlah Oppa mengalah kepada Mike saja”

Mike yg mendengar itu mengeluarkan lidahnya dan ditunjukkan ke arah Siwon.

Siwon kemudian berkata “Baiklah nyonya Choi” dan langsung merangkul pinggang Yoona.
Setelah selesai makan mereka bersiap-bersiap untuk pergi berjalan – jalan ke department store.
Mike masuk ke kamar Siwon dan Yoona setelah selesai mandi dan memakai baju.
“Mom aku tampan kan? Bahkan melebihi daddy?” tanya Mike sambil memeluk pinggang Yoona.
Yoona menjawab “iya sayang kamu lebih tampan dari daddy”
Terdengar suara Siwon dari kamar mandi berkata “aku mendengarkan kata-kata kalian. Daddy lebih tampan Mike”
Yoona tertawa sedangkan Mike masuk ke kamar mandi. Terlihat Siwon yang sedang memakai gel dikepala.

Mike menarik baju Siwon dan berkata “Daddy, Mike lebih tampan. Tidak ada yg bisa menandingkan Mike”

Siwon terkekeh dan menjawab “okay daddy biarkan kamu mengambil gelar itu sayang”
Mereka pun keluar dari kamar mandi dan memandang Yoona dengan tatapan terpesona. Yoona yang menyadari itu berjalan dan mengecup pipi Mike dan Siwon kemudian tertawa.
Ketika sampai di department store semua orang melihat mereka dengan tatap iri. Siwon dengan ketampanannya ditambah memakai kemeja Burberry menampakan otot kekarnya, jeans aigner dan sepatu guccinya. Yoona membuat pandangan beberapa pria menuju ke arahnya. Yoona terlihat masih seperti anak SMA dengan dress burberry dan heels pradanya serta tas LV berwarna merah yang tersampir dilengannya. Kemudian Mike, memakai kemeja Burberry dan sepatu gucci yang seragam dengan donghae serta celana jeans dan topi Burberry. Keluarga ini membuat semua orang iri. Mereka memasuki restaurant jepang dan makan disana. Terlihat sesekali Siwon yang mengoda Mike dan Mike yang mengadu kepada Yoona lalu Yoona memukul pelan Siwon. Sangat bahagia.
Hari sudah malam ketika mereka sampai dirumah. Mike sudah tertidur dimobil yang kemudian digendong oleh Siwon ke kamarnya. Sebelum keluar Siwon mencium dahi Mike dan berkata “Goodnight my little prince, dad loves you boy”.

Sedangkan Yoona membersihkan diri di kamar mandi dan berjalan ke balkon, menikmati angin dan pemandangan malam hari. Siwon yang baru masuk kamar, berjalan ke arah Yoona dan memeluknya.

Siwon bertanya “Sayang, apakah kamu bahagia?”.

Yoona tersenyum lalu menangkupkan tangannya dikedua pipi Siwon berkata “Tidak akan lebih bahagia ketika aku sedang bersama Oppa dan Mike. Kalau Oppa sendiri?”.

Siwon melepaskan tangan Yoona dan menangkupkan tangannya di pipi Yoona berkata “Bahagia sayang, bahagia sekali karena kamu juga bahagia dan aku berhasil membuatmu bahagia”.

Keduanya berciuman lama kemudian menaiki tempat tidur dan tersenyum satu sama lain dan berpelukan erat.

THE END

Gimana ceritanya? Semoga suka ya. Maaf kalau ceritanya tanggung karena aku cuma bisa kasih segini .sorry
Mari kita bertemu lagi di FF aku selanjutnya
Sertakan komentar dan likenya ya 🙂