[One Shoot] My Love

Title : My Love

Cast : Choi Siwon, Im YoonA, others.

Disclaimer : All the casts are belong to God, their family and company. This story is written based on my imagination. No copy paste from others or whatever.

 

Happy reading!

.

.

Akhirnya author comeback walaupun cuma dengan 1 coretan atau cerita pendek gini hehe. Hope you guys like this story.. semoga pada terhibur ya!

Enjoy..

.

.

.

Happy reading..

Author POV

2020

Setelah keluar dari ruangan Mr. Choi, yaitunya ayahnya.. Choi Siwon terlihat sangat terburu-buru.. ah wajar saja, bagaimana tidak terburu-buru. Barusan dirinya mengangkat telepon dari putranya yang berusia 13 tahun yang mengomel mengapa dirinya belum juga sampai di depan sekolahnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 15.41, yang berarti Choi Siwon sudah terlambat kira-kira satu setengah jam. Ini semua karena ayahnya mengajaknya berdiskusi tentang proyek baru yang akan dibangun ayahnya dan juga ayahnya bertanya bagaimana bisnisnya sendiri. Ya, walaupun Siwon menjadi seorang CEO di The Choi Enterprise.. tapi Siwon sendiri mempunyai beberapa perusahaan dan hotel-hotel yang tersebar di banyak negara terutama bagian Amerika, Eropa dan Jepang. Tentunya ada juga di Korea Selatan.

Siwon pun langsung masuk ke mobil yang sudah menunggunya di depan perusahaan ayahnya. Audi berwarna merah itupun langsung melaju cepat setelah Siwon masuk ke kursi penumpang. Mungkin ada yang bertanya mengapa Siwon duduk dikursi penumpang? Itu karena supirnya yang menyetir. Mungkin ada lagi yang bertanya jadi mengapa tidak menyuruh supirnya menjemput anaknya saja dari tadi. Itu semua karena anaknya mau Siwon yang datang menjemputnya. Lagipula kemarin Siwon sudah berjanji. Apalagi putrinya.. hah, memikirkannya saja sudah membuat Siwon meringis. Dirinya tau akan seperti apa kedua anaknya nanti setelah masuk ke mobil. Mungkin dirinya akan mendengar banyak omelan dari kedua anaknya apalagi putrinya. Duh.

Tanpa terasa, 40 menit sudah berlalu. Akhirnya mobil Siwon pun masuk ke tempat parkir khusus sekolah anak SMP yang menjadi tempat belajar putranya ini. Ya, kedua anaknya bersekolah disekolah yang sama namun gedungnya berbeda.. gedung putranya di sebelah utara sedangkan putrinya di sebelah selatan karena putrinya masih berusia 9 tahun jadi dirinya tentu masih dibangku SD. Guys, jangan membayangkan Utara dan Selatan seperti yang sebenarnya di peta.. utara dan selatan sekolahnya ini tidaklah sejauh itu. Haha.

Siwon pun turun dari mobilnya dengan iPhone hitam ditangannya. Walaupun sudah agak lama dari jam pulang sebenarnya, sekolah ini masih lumayan banyak orang karena setiap harinya ada ektrakulikuler jadi ya begitulah. Dan tak terlupakan ada juga orang tua yang duduk di bangku taman samping kiri parkiran mobil gedung utara ini. Mungkin mereka sedang menunggu anak-anak mereka. Dan kebanyakan adalah ibu-ibu jadi saat Siwon lewat didepan mereka, mereka seperti melihat pangeran saja. Siwon tau tapi dia tidak terlalu memperdulikan itu.. dirinya hanya tersenyum ramah dan berjalan cepat menuju ruangan dimana anaknya menunggu ketika dirinya minta dijemput oleh Siwon.

Membuka pintu kelas yang bertuliskan ‘Mars’ , Siwon pun tersenyum ketika melihat putranya duduk sendiri diujung kanan meja berwarna biru sambil menonton televisi yang ada di depan meja-meja ini. Ah, ini adalah ruang teater untuk anak SMP di sekolah ini. [Masih bisa ya Siwon tersenyum padahal anaknya tinggal sendiri didalam wkwk]

Siwon pun berdehem lalu bersuara “Hey buddy!!”

Putra menoleh kearah suara Siwon dan langsung berdiri. Mukanya memang seperti orang kesal tapi dirinya tetap memeluk tubuh Siwon erat ketika melihat Siwon membuka kedua tanggannya tanda mau memeluk anaknya.

Melepaskan pelukannya, Choi Andrew, anak Siwon pun berkata “Why you come late again, Dad?”

Siwon yang merasa bersalah pun menjawab “Sorry son. Tadi daddy bicara dengan haraboeji dan tanpa sadar waktu berjalan dengan cepat. Mianhae, hmm?”

Choi Andrew pun mengangguk dan berkata “Oh dad. Kali ini aku memaafkan daddy. Tapi lain kali jangan terlambat lagi.”

Belum sempat Siwon menjawab, Choi Andrew sudah berkata “Dad, Mommy tidak ikut? I miss her so much.”

Siwon tersenyum mendengarnya.. ya, tak heran lagi sih. Andrew memang sangat menyayangi mommynya, bisa dibilang lebih sayang mommynya daripada daddynya. Like in his life, literally no mother, no life.

Siwon pun menjawab “Jika kangen Mommy kenapa minta Daddy yang menjemput? Kau ini huh.”

Andrew pun tertawa “Sorry dad. Aku juga rindu pada daddy tapi lebih rindu pada mommy sih.. hahahaha.”

Mereka berdua pun tertawa dan berjalan menuju mobil yang sekarang sudah menunggu didepan pintu sekolah. Ya, supirnya sudah keluar dari parkiran setelah menerima pesan dari Siwon kalau mereka sudah akan keluar dari sekolah.

Setelah itu, beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di gedung bagian selatan untuk menjemput anak bungsu keluarga Choi. Si princess.

Hanya Siwon yang keluar dari mobilnya karena Andrew malas ikut keluar. Bukan berarti dia tidak menyayangi adiknya.. tapi karena teman-teman adiknya yang akan meneriaki namanya setiap melihatnya di gedung selatan atau dimanapun dia berada jika mereka melihatnya. Ya typical remaja yang menidolakan kakak kelas yang ganteng, terkenal, pintar, kapten basket apalagi Andrew itu anak konglomerat lagi. Siapa sih yang tidak mau? Ayahnya saja masih banyak yang mau hahaha.

Sambil menunggu ayahnya yang turun menjemput adiknya. Andrew pun membuka iPhonenya lalu bermain game kesukaannya ditemani supir yang hanya duduk dibangku depan yang juga berkutat dengan ponselnya.

Siwon yang sudah tau dimana putrinya biasanya berada pun segera berjalan ke arah taman bermain disekolah ini. Dirinya terus berjalan sampai dirinya melihat segerombalan perempuan yang seperti mengerumi seseorang. Siwon pun semakin mempercepat langkahnya tapi belum sempat melangkah, dirinya sudah dipanggil oleh Summer, anak sepupunya Sooyoung.

Summer pun berkata “Hello. Uncle ganteng.”

Choi Siwon tersenyum dan berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Summer lalu menjawab “Hello juga anak cantik. Kau belum dijemput?”

Summer tertawa dan menggelengkan kepalanya “Sebenarnya sudah. Tetapi tadi Omma ke kantor guru untuk marah ke wali kelas kami.” Kami? Ya Summer dan anak bungsu Siwon, Choi Callistha kebetulan sekelas.

Siwon pun tertawa lebar “Kenapa lagi Ommamu? Marah-marah terus.”

Summer memeluk leher Siwon dan mengecup pipi Siwon. Dirinya memang suka dekat-dekat Siwon, bahkan dirinya terang-terangan bilang di depan Appanya sendiri kalau uncle Siwon lebih ganteng dan keren dari ayahnya. Ada-ada saja bukan.

Summer lalu melepaskan pelukkannya lalu menjawab “Kata Omma tadi Omma melihat Callistha didorong teman kami dan tak ada guru sama sekali disana.”

Siwon membulatkan matanya. Astaga. Putrinya terjatuh. Dan pasti sedang menangis. Ya, dirinya akui, baik dirinya dan Yoona sama-sama memanjakan anaknya apalagi Callistha karena mereka menganggapnya masih kecil. Jadi anak bungsunya itu dijaga bagaikan berlian termahal didunia.

Siwon lalu bertanya “Lalu dimana Callistha, hmm?”

Summer pun menjawab “Aku tidak tau uncle. Tadi aku di perpustakaan, aku tidak bermain dengan Callistha. Aku juga sedang mencari Callistha. Omma menyuruhku menemani Callistha di taman bermain jadi mungkin dia ada disekitar sini.”

Siwon pun seakan tersadar dirinya langsung mengandeng Summer dan berjalan menuju gerombolan perempuan yang tadi dirinya lihat.

Para anak perempuan itu langsung pergi ketika melihat Siwon dan Summer datang ke arah mereka. Dan ya ternyata Callistha sedang terduduk dilantai dengan keadaan menunduk ke bawah dan mata sembab karena menangis terus.

Siwon pun langsung berjongkok membuka suara “Princess? Ini Daddy.”

Callistha pun langsung menaikkan kepalanya. Melihat Siwon di depannya, Callistha langsung memeluk ayahnya sambil menangis.

Siwon pun membiarkan putrinya menangis. Disamping itu, Summer terus berkata “Callistha, jangan menangis terus. Aku jadi ikut sedih..”

Siwon tersenyum. Summer memang tipe anak yang dewasa, mandiri dan manis. Summer lahir sekitar 10 bulan sebelum Callistha. Summer di bulan February, Callistha di bulan December. Maklum ya, Callistha kan hasil dari honeymoonnya dengan Yoona setelah dirinya melihat Sooyoung punya anak perempuan. Callistha adalah kado terindah di bulan natal itu untuk Siwon, his forever princess. Itu yang Siwon bilang ke teman-temannya ketika bertanya kenapa sih Siwon memperlakukan anaknya seperti seorang princess bukan seperti anak. Maksudnya Siwon itu terlalu memanjakan anaknya bahkan rela saja dimarah-marah anaknya. Ya, itulah dia, dia terkenal tegas dan agak cool serta dingin dikalangan karyawan-karyawannya. Tapi di rumah dan bagi keluarganya, Siwon adalah sosok termanis, terhangat serta the most-gentleman like man bagi mereka.

Sedikit menambahkan, Sooyoung, sepupu Siwon dari keluarga ayahnya dan Tiffany, yang juga sepupu Siwon tapi dari keluarga ibunya. Kebetulan mereka berdua adalah sahabat Yoona sangat lama. Sooyoung sih karena dia dan Yoona sudah kelas dari bangku SD sebelum berada di kelas yang sama. Mereka semakin dekat karena entah kebetulan atau apa, pas SMP, mereka berdua masuk ke tempat latihan modelling ysng smaa. Mereka berdua sudah bertemu di kelas menari anak-anak TK. Dan mereka terus saja sekelas sampai SMA. Bahkan kuliah pun di negara yang sama yaitu Paris. Sooyoung mengambil jurusan fashion management sedangkan Yoona mengambil fashion designer. Nah saat kuliah, Yoona bertemu dengan Tiffany yang mengambil jurusan yang sama. Ya, walaupun Tiffany memang seniornya. 1 tahun diatasnya maksudnya. Dan ya, setelah itu mereka pun menjadi dekat ditambah Tiffany tau Yoona adalah sahabat Sooyoung. Yoona dan Tiffany pun menghabiskan sekitar 3 tahun dikelas yang sama ditambah 1 tahun membuka usaha bersama, tentunya bersama Sooyoung juga. Walaupun mereka dari keluarga sangat berada, mereka tidak menjadi manja. Sebenarnya harusnya Yoona mengambil S2 lagi kareja dirinya masih sangat mudah, 19 tahun. 19 tahun? Ya karena Yoona sekolah lebih awal dan juga pernah loncat kelas sekali jadi pada umur 15 tahun, Yoona sudah tamat SMA. Dan karena bertemu Choi Siwon.. semuanya jadi tak sesuai jalannya. Apa pengaruhnya? Karena Choi Siwon mengajak dirinya menikah dan ketika mau bekerja, Siwon akan mengomel padanya dengan alasan “Aku akan sering membawamu ikut ke perjalanan bisnisku. Dan juga kita akan sering jalan-jalan. Jadi kau tidak akan bisa bekerja tau.” Hah.

Oh ya, jika ada yang bingung mengenai umur mereka. Disini Tiffany seumuran dengan Siwon berarti saat itu dirinya berumur 18 tahun. Tiffany harus sudah berkuliah saat berumur 17 tahun tapi karena menunda jadi ya begitulah. Dan juga Sooyoung.. disini Sooyoung 2 tahun diatas Yoona, jadi memang dia berumur 17 tahun, kuliahnya diwaktu yang pas.

Ingin tau bagaimana dirinya bertemu Choi Siwon? Baiklah aku ceritakan sedikit.

Flashback ON

(13 years ago)

2007

5 Juni 2007

Di tahun kedua Sooyoung di Paris, Siwon yang berkuliah jurusan business dan management di New York pun pergi ke Paris untuk melepas rindunya dengan sepupunya itu. Maklum lah, sepupunya memang perempuan semua dan Sooyoung lah yang lebih ke tomboy-an jadi dirinya paling sering bermain dengan Sooyoung dan seiring berjalannya waktu, mereka yang sudah dewasa pun semakin dekat. Sampai disana, Siwon langsung pergi ke penthouse yang dihuni oleh Sooyoung, Tiffany dan katanya seorang teman mereka. Ya dia sudah lupa namanya.

Karena Siwon diam-diam datang ke Paris. Siwon tidak memberitahu Tiffany dan Sooyoung dirinya berkunjung ke Penthouse mereka. Sialnya, Sooyoung dan Tiffany sedang berada diluar. Tiffany sedang berbelanja dengan teman-temannya. Sooyoung sedang makan dengan Jung Kyungho, pria yang menjadi suaminya sekarang. Tetapi ternyata, Tuhan memang sangat menyayangi Siwon, ketika dirinya menekan bel penthouse tersebut, seseorang membukakan pintu untuknya. Tanpa melihat lagi, dirinya langsung memeluk wanita yang ada didepannya saat ini.

Tidak mendapat balasan peluk dar orang yang dipeluknya, Siwon pun melepaskan pelukannya dan sudah ingin mengomel. Namum tidak jadi karena ternyata yang didepannya adalah orang lain. Bukan Sooyoung ataupun Tiffany.

Siwon pun merasa sangat malu dan tidak enak. Sejenak dirinya berpikir apakah dirinya salah penthouse. Tapi dirinya teringat, ada seorang teman sepupunya yang juga tinggal dipenthouse ini. Siwon tersenyum malu.

Dirinya pun langsung berkata “Sorry. I think you are Sooyoung or Tiffany. So I hug you directly. Its a misunderstanding. Sorry.”

Yoona hanya menjawab singkat “Its okay.” lalu berkata “Kau… Siwon Oppa kan?”

Siwon pun terkejut lalu berkata “Bagaimana kau tau?”

Yoona tersenyum dan menjawab “Kau lupa kita bertemu saat Sooyoung di bandara mau ke Paris. Aku ingat, Sooyoung waktu itu bilang kau rela pulang untuknya.”

Siwon tersenyum. Hatinya berdesir hebat melihat senyum yang diperlihatkan Yoona yang sekarang berdiri tepat didepannya. Dirinya sadar cinta sudah hadir dihatinya tanpa diundang. Siwon fokus pada senyum yang terus terukir indah di bibir Yoona dan tidak memperhatikan apa yang Yoona katakan lagi. Dirinya bahkan berpikir aneh sekali. Selama ini orang tuanya mengenalkan wanita-wanita seumurannya dan tak ada satupun yang diliriknya. Dan sekarang? Dengan hanya sebuah senyuman.. dunianya seperti sudah berubah. Padahal Yoona hanya memakai piyama rilakuma. Sedangkan wanita yang biasa dikenalkan padanya memakai gaun seksi, make up dan heels dan lain-lain. Heran. Tapi namanya cinta, kita tidak bisa memaksa siapa yang kita ingin cintai bukan? Kita bahkan tak tau siapa yang akan kita cintai, kita tak pernah bisa menentukan sendiri. Semua sudah diatur.. itulah namanya takdir atau destiny.

Setelah itu, baik Siwon dan Yoona pun memperkenalkan diri sekali lagi lalu masuk ke dalam penthouse. Yoona pun menyuruh Siwon masuk ke kamar Tiffany atau Sooyoung atau ruang tidur tamu saja jika mau. Siwon tanpa sadar menjawab “Bagaimana kalau ke kamarmu saja?”.

Yoona bukannya terkejut malah terkekeh. Karena ekspresi yang ditunjukkan Siwon saat itu baginya sangatlah lucu.

Yoona hanya menjawab “Kurasa tidak. Mom berkata tidak boleh mengizinkan teman laki-laki masuk ke akmarku. Kecuali keluarga.”

Siwon menggaruk kepalanya malu. Baru saja ingin mengeluarkan suara lagi. Yoona sudah melanjutkan perkataannya “Dan kita bukanlah saudara atau keluargaku. Kau sepupu Sooyoung unnie dan Tiffany unnie kan. Jadi kurasa.. hmm.. kau ke kamar mereka saja.”

Siwon tersenyum, dia maklum dengan semua yang diberitahu Yoona. Seingat dirinya, dari apa yang pernah dibacanya dari diary Sooyoung.. Yoona memang anak yang polos dan penurut pada orang tuanya apalagi latar belakang Yoona adalah dari keluarga terhormat dan berada juga. Jadi wajar saja, pasti orang tuanya sudah mengingatkan hal-hal seperti ini ke putri semata wayang mereka.

Siwon pun berkata “Tidak. Aku duduk di sofa saja. Kau mau ke kamar kan? Yasudah sana. Oh ya, panggil aku Oppa saja, okay?”

Yoona pun menjawab “Tidak. Aku mau ke taman belakang. Dan okay, Siwon Oppa.” diikuti suara tertawa Yoona.

Lagi dan lagi, ada deserin yang muncul di hati Siwon. Desiran yang tidak pernah dirasakannya. Dan ya, sejak saat ini, Siwon bertekad untuk menjadikan Yoona miliknya. Hmm.. miliknya? Ya nanti saat Yoona sudah cukup umur tentunya.

Sejak saat itu, Siwon dan Yoona pun semakin dekat. Siwon akhirnya memutuskan untuk menetap 3 bulan di Paris, menghabiskan masa Summer Holidaynya di Paris sekalian ya agar bisa dekat dengan wanita pujaannya. That pure girl.

Sooyoung dan Tiffany sadar jika Siwon sepertinya mencintai sahabat mereka. Jadi mereka berdua pun sering mencari alasan untuk pergi tanpa mengajak Yoona atau mereka juga sering membuat Siwon dan Yoona jalan berduaan ketika mereka di mall dengan cara mereka tiba-tiba menghilang entah kenapa.

Bulan pun berganti, Siwon akhirnya harus balik ke New York untuk melanjutkan studinya yang tinggal 1 semester lagi. Siwon pergi tanpa mengikat hubungan apapun karena ya dirinya tidak mau seperti mengikat Yoona menjadi miliknya. Hmm.. baginya itu kesannya mengekang Yoona. Mereka berdua hanya berjanji akan terus berkomunikasi dengan berbagai cara dan juga akan berkunjung ke tempat dimana mereka menuntut ilmu jika bisa. Paris ataupun New York.

Singkat cerita, 6 bulan kemudian, tepatnya 12 Desember 2007. Hari ini adalah hari kelulusan Siwon. Yoona, Sooyoung dan Tiffany berkunjung ke New York. Mereka pun menghabiskan natal bersama disana. Siwon memberikan sebuah kalung berlian yang didalamnya terdapat photonya dan juga photo Yoona. Yoona memberikan sepatu untuk Siwon. Sooyoung dan Tiffany yang melihat kejadian itu secara langsung hanya bisa saling menatap dan sama-sama terkekeh.

Lagi, Siwon dan Yoona tidak mengikat hubungan apapun walaupun sepertinya mereka sadar mereka dapat disebut berpacaran. Hanya saja, keduanya sepertinya sama-sama mengerti mereka tidak membutuhkan itu sekarang. Maksudnya belum waktunya saja.

2008

7 April 2008

Siwon kembali berkunjung ke Paris setelah hampir setengah tahun lebih tidak berkunjung dan tidak bertemu Yoona karena dirinya fokus menjadi CEO dari perusahaan ayahnya dan fokus mengurus bisnis yang dirintisnya sendiri. Siwon berkunjung karena hari ini adalah hari kelulusan Sooyoung dan Yoona. Tak ada yang terlalu special. Hanya memberi bunga dan hadiah pada sepupunya dan juga Yoona. Mereka lalu makan, berbelanja, bermain dan pergi ke Disneyland Paris untuk bersenang-senang. Itu saja. Satu minggu setelahnya, Siwon kembali ke Korea lagi meninggalkan Yoona dan kedua sepupunya yang masih ingin disana.

Tiga wanita itu lalu memutuskan membuka boutique bersama sambil menikmati hari-hari yang tersisa sebelum tahun depan mereka sudah pulang ke negara dimana orang tua mereka berada.

2009

4 October

Yoona, Tiffany dan Sooyoung baru saja sampai di penthouse yang mereka beli bersama. Penghasilan dari boutique mereka selama setahun ini mereka gunakan untuk membeli penthouse ini. Mereka memutuskan untuk tinggal bersama sampai masing-masing menikah dengan pasangan masing-masing nantinya. Belum ada yang merencankan pernikahan. Sooyoung memang akan bertunangan January 2010 tapi dirinya belum tau kapan akan menikah. Tiffany yang sudah bertunangan dengan seorang dokter pun masih belum memutuskan kapan mau menikah. Yoona? Dirinya belum memikirkan apapun sama sekali. Ya, dia dan Siwon memang masih sangat dekat walaupun tanpa ada status yang jelas. Menurut Yoona, baik dirinya dan Siwon sama-sama tau bagaimana hati masing-masing jadi ya tinggal lihat saja kedepannya bagaimana.

Malamnya Siwon dan Yoona bertemu disalah satu restaurant. Siwonlah yang mengajak Yoona. Mereka mengobrol tentang banyak hal. Malam ini tanpa sadar membuat keduanya yakin kalau mereka memang mencintai orang yang sedang bersama mereka saat ini. He is the one. She is the one.

17 September

Hari ini Yoona datang ke kantor Siwon sesuai yang perjanjiannya dengan Sooyoung dan Tiffany. Mereka bilang Yoona harus sering memperhatikan Siwon.. takutnya ada pegawai wanita yang mengoda Siwon. Jadi Yoona yang lugu pun berjanji pada mereka dia akan mendatangi Siwon. Dan ya hari ini harinya. Sedikit bercerita.. Siwon sangat bahagia Yoona datang dan tentunya juga terkejut.

24 November

Karena sudah mendekati natal, Siwon dan Yoona pun memutuskan berbelanja bersama.

Mengesampingkan yang tidak penting. Intinya, Siwon akhirnya menembak Yoona saat mereka dinner pada malam harinya di sebuah restaurant yang sudah Siwon sewa. Tentunya, Yoona menerimanya.

2011

Something special.. ? ^^ Yoonwonited pasti tau lah wkwk.

 

7 July

Akhirnya, Siwon dan Yoona resmi menjadi pasangan suami istri pada hari ini.

Setelah berbagai persiapan, akhirnya pernikahan pun bisa dilangsungkan dengan meriah dan mewah.

Tidak banyak yang bisa diceritakan selain kedua orang yang berbahagia dan banyak orang yang datang yang juga merasa bahagia. Itu saja.

….

…..

……

Siwon dan Yoona memutuskan untuk menundah kehamilan dulu selama kurang lebih setahun kedepan tentunya jika tiba-tiba diberikan mereka tidak akan menolak. Ini semua sih sebenarnya maunya Siwon. Katanya dia mau berduaan dulu dengan Yoona, mau mendapat perhatian dan kasih sayang Yoona sepenuhnya dulu sebelum ada orang yang hadir didunia mereka berdua. Karena Siwon yakin Yoona akan lebih memperhatikan anak mereka nantinya.  Ditambah, menurut Siwon, Yoona juga masih muda, masih berumur 21 tahun dan juga mereka seperti baru saja dekat lagi karena walaupun mereka sudah 4 tahun dekat tapi rasanya seperti tidak dekat karena mereka tidak setiap hari bertemu. Baru setahun belakangan ini saja, mereka bisa bertemu setiap harinya. Itupun beberapa jam per hari karena pekerjaan Siwon terlalu banyak selama ini. Karena Siwon bertekad, sebelum menikahi Yoona, semua usahanya dari hotel-hotel, perusahaa-perusahaannya harus sudah dapat diurus selesai supaya nanti tinggal menempatkan orang-orang kepercayaannya saja di berbagai negara. Jadi, nanti setelah menikah, dirinya tak akan meninggalkan Yoona terlalu lama dirumah. Dirinya tidak mau harus menatap semua kertas dikantornya lebih lama padahal istrinya sangat jauh lebih enak dipandang daripada kertas bertumpuk di kantornya.

[Segitu saja ya flashbacknya. Waktu author ga banyak nih hehe]

Flashback End

 

Setelah Callistha sudah tenang dan tak menangis lagi, Siwon pun mengendong putrinya menuju mobilnya tentunya setelah menyuruh Summer kembali ke ibunya yang sepertinya sudah akan sampai ditaman dan menyuruh Summer bilang ke ibunya terima kasih dan Siwon nanti akan meneleponnya.

Sampai di mobil, Andrew yang baru saja mau menjahili adiknya dengan berkata “Aku dan Daddy pergi jalan-jalan dulu baru menjemputmu.” pun tidak jadi karena melihat adanya sisa-sisa air mata di pipi adiknya. Dirinya langsung melihat ke arah Siwon.

Siwon yang seperti mengerti kalau putranya bertanya “Ada apa dengan Callistha, Daddy?”

Siwon pun menjawab “Nothing serious actually. Dia didorong oleh temannya jadi jatuh di taman kata Summer.”

Andrew berkata lagi “Siapa yang mendorong.. hmm.. maksudku namanya.”

Siwon tersenyum melihat putranya yang khawatir pada adiknya. Lalu menjawab “Daddy tidak tau. Sudahlah.. lagipula tadi daddy lihat tidak ada yang luka hanya merah jadi di bagian siku tangan Cal.”

Callistha akhirnya benar-benar sudah tenang pun kembali ceria seperti biasanya. Karena memang tidak ada yang terluka, mungkin hanya terkejut karena didorong temannya. Dirinya pun bersuara “Daddyy!!!! Miss you.”

Siwon tersenyum lebar lalu memeluk putrinya “Awww. I miss you more sweetheart.”

Siwon lalu bertanya.. hmm.. siapa tau anaknya mau cerita “Tadi kenapa temanmu mendorongmu?”

Callistha ternyata mau cerita pun menjawab “Karena dia meminta aku memberikan tanda tangan Oppa dan aku bilang tidak bisa. Dan akupun langsung didorong setelah itu. But actually it doesn’t hurt till so bad. Just shocked maybe dad! Don’t worry. I’m superwoman, you know.”

Siwon tersenyum mendengarnya. Ah putrinya memang sangat manis. Sepertinya istrinya. Berbicara tentang istrinya, dirinya menjadi sangat rindu pada istrinya. Istrinya besok siang atau sore baru akan pulang. Dari dua hari yang lalu, Yoona dan Tiffany pergi ke Paris untuk melakukan photoshoot sebuah majalah. Kenapa Sooyoung tidak ikut? Sepupu kesayangannya itu sedang hamil anak ketiganya. Sudah 6 bulan, jadi dirinya menolak untuk melakukan photoshoot karena dirinya tidak mau terlihat paling gemuk diantara mereka bertiga nantinya.

Karena Callistha dan Andrew bermain bersama. Siwon pun menelepon Sooyoung.

“Oh. OPPA!”

“Yak. Kau tidak bisa seperti Yoona ya yang lembut tidak teriak-teriak seperti ini?”

“OPPA!! KAU JAHAT SEKALI MENGATAIKU TIDAK LEMBUT. APA KARENA AKU SEKARANG SEDANG GEMUK? JAHAT!!”

Sabar Siwon. Ingatlah, sepupumu yang satu ini memang wanita yang berbeda dari Tiffany ataupun Yoona. Dia memang sudah seperti ini dari kalian kecil, kau saja yang sudah terbiasa akan kelembutan Yoona makanya kau mengeluh sekarang.

Siwon menjawab “Maafkan Oppa. Bukan seperti itu maksudnya. Oh ya, aku meneleponmu untuk berterima kasih karena kau repot-repot melapor pada guru tadi mengenai Callistha.”

Sooyoung menjawab “Itu tidak apa-apa Oppa. Lagipula kulakukan itu kareja aku sayang pada Callistha juga dan lagi, sahabatku Yoona itu kan super protective.”

Siwon menjawab lagi “Ya.. ya.. begitulah dia. Giliran soal anaknya saja begitu. Giliran aku dipukul olehmu Sabtu lalu ketika di restaurant itu dia malah tertawa. Huh.”

Sooyoung tertawa lebar mendengarnya. Dasar Choi Siwon, dimana jiwa manly dan cool mu yang selalu kau perlihatkan dikantormu itu. Kau menjadi seperti pria pengemis perhatian istrinya hahaha.

Setelah puas tertawa, Sooyoung menjawab “Tentu saja Yoona begitu Oppa. Setiap ibu akan begitu. Coba saja tanya Yoona pilih kau atau anak-anak kalian. Ku jamin 101% dia memilih Andrew dan Callistha.”

Siwon seperti tidak terima pun menjwab “Mana bisa begitu. Aku yang menemani, menyayangi dan melakukanmau serta memberikan apapun yang dia minta sebelum ada mereka berdua jadi harusnya dia lebih pilih aku dong. Lagipula sampai sekarang, aku tetap menuruti semua yang dia mau. Sedangkan kedua anak itu? Kebanyakan menyusahkan kan.”

Sooyoung lagi-lagi tertawa lalu menjawab “Ada-ada saja kau Oppa. Kalau Yoona dengan bisa bisa kau dimarah olehnya. Sudahlahnya, aku mau pergi dengan Sunny dulu. Mau membeli tas sekolah baru lagi hah.. capek juga jadi ibu.”

Siwon terkekeh lalu menjawab “Capek katamu? Di perutmu saja sudah ada yamg ketiga. Kalau memang capek jangan menambah. Lagian Sunny sudah SMP dan anak yang pintar serta Summer juga anak yang manis dan lucu. Sudah lebih dari cukup, Soo.”

Sooyoung menjawab langsung “Itu karena suamiku Oppa! Dia mau tanbah lagi dan juga mau anak laki-laki. Ini semua salahmu juga sih Oppa.”

Siwon menjawab “Kenapa aku ikut salah? Aku tidak ikut dalam proses pembuatan kalian sama sekali. Kau gila ya.”

Sooyoung menjawab dengan sedikit teriak “Karena suamiku melihatmu seperti kakak-adik dengan Andrew.. makanya dia mau punya anak lagi tentunya berharap itu laki-laki agar bisa sepertimu dan Andrew.”

Dengan itu, telepon ditutup oleh Sooyoung.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tertawa memikirkan Sooyoung. Tapi ini bukan salahnya memang.

Sampai didepan pintu rumah, mereka langsung didatagi maid-maid yang bisa mengurus Andrew dan Callistha ketika Yoona tidak ada atau sedang sibuk. Tas mereka diambil oleh mereka. Siwon tak lupa mengucapkan terima kasih. Andrew pun langsung turun dari mobil masuk ke rumah yang pintunya sudah dibuka dan langsung menuju kamarnya untuk mandi. Sedangkan Callista digendong Siwon sampai ke kamarnya dan menyuruhnya mandi juga. Karena sudah hampir jam 6 lewat. Malam ini, Siwon mau mengajak anaknya ke mall lagi untuk jalan-jalan dan makan setelah kemarin mereka bertiga pergi ke mall untuk makan dan nonton bioskop.

Masuk ke kamarnya, dirinya tidak langsung masuk ke kamar mandi. Melainkan dirinya berjalan menuju pintu balkon dikamarnya. Ya balkon yang lumayan besar ini biasanya adalah tempat dirinya dan Yoona menghabiskan malam bersama jika mereka sedang di Korea.

Dirinya pun mengambil iPhonenya dari saku celananya, berniat menelepon wanita yang sudah menjadi candunya selama bertahun-tahun. Karena sejak kemarin entah kenapa telepon Yoona tidak bisa dihubungi. Dia bahkan menelepon Tiffany juga tetapi hasil yang didapatkan tetap sama. Sedikit khawatir dan kesal, Siwon pun menelepon istrinya. Entah kenapa kedua wanita itu pergi disana. Apa shopping seharian? Tapi pasti Yoona bisa meneleponnya ketika melihat ada telepon darinya. Mana mungkin wanitanya itu tidak memegang handphonenya.

Lagi-lagi tidak diangkat. Siwon pun melakukan voice message “Choi Yoona. Kau kemana? Suamimu disini sudah kangen sekali. Cepatlah pulang. Kita akan pergi kesana bersama jika memang kau mau berlama-lama disana.”

“Oh.. jadi Oppa merindukanku ya?”

Siwon terdiam. Suara itu.. suara istrinya. Apa dirinya salah dengar karena efek sudah terlalu rindu.

Ah, daripada frustasi karena rindunya yang sepertinya sudah tak tertahankan, dirinya memutuskan mau mandi jasa. Berbalik kebelakang. Matanya terbelalak.

Yoonanya, istrinya, hidupnya, sudah ada didepan matanya.

Karena tidak percaya, Siwon berniat berjalan terus karena dirinya berpikir itu hanyalah bayangan Yoona. Tapi nyatanya Yoona hampir terjatuh karena Siwon menabraknya begitu saja.

Yoona pun kesal dan berkata “Jadi ini yang namanya kau rindu padaku? Kata Oppa rindu, tapi aku malah kau tabrak Oppa. Kalau aku jatuh dan kakiku kenapa-kenapa aku akan menuntutmu Oppa. Aku serious.”

Yoona berbicara begitu karena melihat Siwon terus berjalan tanpa henti. Karena benar-benar sudah kesal, Yoona pun berkata dengan suara agak keras “Choi Siwon! Kau serious mau terus berjalan padahal aku sedang mengomelimu? Aku sengaja pulang sehari lebih awal karena berpikir aku akan dipeluk olehmu nyatanya hanya mendapatkan tabrakan dan kecuekkan darimu, Oppa!”

Siwon pun berhenti ditempat setelah mendengar suara Yoona berteriak. Dirinya berbalik ke belakang dan matanya benar-benar sudah seperti mau keluar dari tempatnya melihat ternyata Yoonanya benar-benar berdiri disana, dikamar mereka.

Yoona pun bersuara lagi “Kenapa kau melihatku begitu? Oh apa kutinggal beberapa hari saja sudah membuatmu terpesona pada perempuan lain? Ah.. apakah karena aku tak semulus wanita diluar sana yang kau temui? Atau aku kurus hingga kau lebih mencari yang lebih berisi.. ah atau kau—-”

Ucapan Yoona terhenti karena Siwon sudah menempelkan bibirnya pada bibir istrinya. Yoona seakan melupakan kekesalan tadi pun membalas ciuman dari Siwon, suami tercintanya. Her gentleman, her life, her children’s daddy and the most important one is he is her forever love and will always be the one she loves and cherish. Her forever love.

Setelah melepaskan ciuman mereka, Siwon langsung memeluk Yoona erat. Sangat erat. Sehingga Yoona berkata “Setelah mengambil keuntungan dariku dengan mencium bibirku, Oppa berniat membunuhku ya? Wah. Hebat sekali trickmu Oppa. Ckck.”

Siwon melepaskan pelukannya pada tubuh Yoona setelah mendengar perkataan istrinya itu. Tetapi tanggannya berpindah ke kedua bahu mulus Yoona. Dirinya lalu berkata “Kau kenapa sih sayang? Kau daritadi menuduhku terus. Dari melirik wanita lain sampai membunuh.”

Yoona menjawab cepat “Memang kan?”

Siwon menggelengkan kepalanya sambil tertawa. Gila saja, meninggalkan Yoona untuk wanita lain sama sekali tidak pernah ada dipikirannya bahkan dirinya tidak berani memikirkan hal seperti itu. Dari pertemuan pertama di penthouse di Paris, Siwon tak pernah melirik wanita manapun. Let me remind you all.. Yoona is her priority, she is what he REALLY need in his whole life. Dirinya bahkan rela membuang dan merelakan segala yang dia punya jika Yoonalah taruhannya.

Siwon pun dengan santai menjawab “Sayang.. kau tau bagaimana aku, bagaimana hatiku. Hatiku yang sampai saat ini berdetak, itu semua karenamu. Percayalah. Seluruh hidupku, jiwaku dan perasaan yang ku miliki hanya untukmu. Maaf jika kau tidak suka dengan apa yang akan kukatakan setelah ini. Tapi sejujurnya jika aku hanya boleh memilih satu orang untuk terus ada hidupku, orang yang akan kupilih tanpa ragu lagi adalah kau sayang, bukan orang tauku ataupun Andrew dan Callistha. Jika memang ada yang harus dikorbankan untuk membuatku tetap dengan.. aku bahkan rela kehilangan anak kami ku. I hope you know what you mean in this life of mine, my baby, my forever girl, the queen of my heart, my eternal love! Saranghae Yoong.”

Yoona terdiam. Dan tanpa disangka.. dirinya malah berkata “Pria kebanyakan berkata begitu. Tapi jika sudah mendapat atau melihat yang lebih baik mereka akan lupa akan perkataan mereka. Ya tidak semua sih, tapi kebanyakan begitu pada zaman sekarang. Lucu kan Oppa?”

Siwon tidak kesal ataupun marah mendengarkan perkataan Yoona. Dirinya tau pasti sudah terjadi sesuatu di hari-hari Yoona selama disana. Siwon pun menangkup kedua pipi Yoona dan langsung bertanya “Apa terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan disana. Hmm? Katakan saja padaku sayang.”

Yoona hanya terdiam.

Siwon menarik Yoona untuk duduk di sofa yang hanya bisa diduduki seorang. Yoona pun Siwon tempatkan duduk diatas pahanya. Sambil mengelus dan mengecup kepala Yoona terus menerus, Siwon bertanya lagi “Apa kau tidak berhasil mendapat barang yang ingin kau beli? Atau Tiffany tidak mengizinkanmu membeli baju atau gaun yang kebetulan berwarna pink lagi?.”

Yoona menggelengkan kepalanya.

Siwon pun bertanya “Lalu, ada apa sayang?”

Yoona awalnya tampak menimbang dahulu. Apa dirinya harus memberitahu Siwon. Tetapi akhirnya Yoona pun memutuskan untuk memberitahu Siwon saja.

Yoona pun mulai bersuara “Mungkin bagi Oppa atau orang lain aku ini gila ataupun bodoh karena sakit hati untuk hal yang seharusnya tidak masalah.”

Siwon hanya merespon dengan mengecup bahu Yoona ringan. Ya, dirinya membiarkan Yoona mengeluarkan isi hatinya.. seperti yang biasa dia lakukan ketika Yoona bercerita. Siapapun yang melihat cara Siwon memperlakukan Yoona akan merasa cemburu. Apalagi jika misalnya Yoona melakukan hal yang biasanya para lelaki tidak suka.. Siwon tidak akan langsung marah atau mendiamkan istrinya, dia malah akan meminta Yoona menjelaskan. Menurut Siwon, untuk apa mempunyai telinga jika kau tidak mau mendengan penjelasan dari orang yang kau sayang. That him, Choi Siwon.

Yoona lalu berkata lagi “Ketika aku dan Tiffany unnie selesai melakukan pemotretan, aku pun mengganti bajuku supaya lebih nyaman ketika berbelanja dengan Tiffany unnie. Kebetulan aku menganti baju di ruang ganti depan dan Tiffany unnie sudah kusuruh tunggu di mobil dengan supir yang Ommaku suruh mengendarai mobilku disana. Mungkin para staff magazine tidak tau aku masih di gedung itu.. hmm.. jadi.. jadi.. hmm..”

Siwon mengelus rambut Yoona lalu berkata “Lanjutkan saja sayang. Apapun itu, aku mau mendengarkannya.”

Yoona pun berkata “Aku.. aku mendengar mereka berkata kalau aku sebenarnya tidak cocok dengan Oppa. Lebih tepatnya tidak pantas. Katanya harus Oppa bersanding dengan model yang bernama Liu Wen. Lalu aku juga mendengar kalau ternyata Liu Wen itu hampir menjadi istri Oppa tapi karenaku pernikahan kalian gagal. Yang benar saja Oppa. Aku jahat sekali menghancurkan kebahagiaan kalian berdua. Sejujurnya.. apakah Oppa hanya terpaksa menikah denganku waktu itu? Mungkin karena paksaan orang tua atau karena Sooyoung dan Tiffany? Maafkan aku Oppa. Tapi kalau memang begitu, tidak apa-apa. Kita boleh berpisah, anak-anak akan tetap bisa bertemu denganmu dan denganku. Kau boleh me..menikah dengan wanita yang hampir menjadi istrimu itu. Aku sangat bodoh ya, aku tidak tau semuanya. Benar apa yang dikatakan para staff itu, aku tidak tau tentangmu Oppa. Aku pikir aku tau semua tentangmu.. tapi nyatanya tidak. Bagaimana mungkin aku menghancurkan kebahagiaan orang lain. Hah. Maafkan aku Oppa.”

Siwon, setelah mendengar semuanya langsung memeluk Yoona dari belakang. Yoona sudah menangis sekarang. Dirinya pun langsung berkata “Tidak sayang.. tidak. Itu semua tidak benar. Sungguh. Pertama yang paling penting; yang harus kau tau.. aku menikahimu bukan karena paksaan. Tetapi karena cinta. Kedua, mengenai aku dan Liu Wen, maaf sayang. Mungkin para staff bilang aku hampir menikah dengan Liu Wen dulu karena mereka mungkin pernah membaca news tentang aku dan dia. Sebenarnya aku tidak punya hubungan apapun dengannya hanya sebatas teman dan rekan kerja saja. Dulu sebelum kau kembali ke Seoul.. dia sempat menjadi model untuk salah satu resortku yang terletak di Jeju.. dan ada satu kali, dia dan aku melakukan pemotretan. Baju yang dia kenangan adalah baju pengantin dan majalah yang menaruh foto kami sebagai sampul majalah mereka waktu itu menuliskan headline yang tidak-tidak. Aku tidak mengurus itu karena kupikir itu tidak terlalu penting. Lagipula aku hanya cinta pada seorang gadis bernama Im Yoona pada waktu itu. Jadi aku tak terlalu menghiraukan itu. Aku tidak tau itu semua akan menyakitimu seperti ini sayang. Sungguh, aku menyesal tida mengurus hal itu dulu.. sehingga kau harus mendengar dan merasakan sakit yang tak patut kau rasakan sebenarnya. Mianhae, jeongmal mianhae”

Yoona mengusap air matanya lalu berbalik ke arah Siwon lalu memeluk tubuh Siwon erat.

Yoona pun berkata “Harusnya aku tidak terpengaruh akan hal itu Oppa. Aku bodoh sekali ya. Haiz.”

Siwon terkekeh dan berkata “Itu karena kau mencintaiku sayang. Oh ya, jangan pernah berkata kalau aku boleh melepaskanmu jika mau. Jangan pernah lagi. Karena kau tau aku tidak akan pernah melakukan itu sampai kapanpun sayang. Walaupun misalnya kau memaksa.. aku tidak akan bisa melakukannya.”

Yoona pun menganggukan kepalanya. Setelah itu, mereka pun mandi bersama.

….

…..

 

Setelah mandi dan berganti baju, Siwon diikuti Yoona dibelakangnya pun menuju kamar Andrew di lantai 2, satu lantai dibawah kamar mereka. Ya, itu sengaja Siwon atur agar anaknya tidak akan sering-sering ke kamarnya. Bukan tidak mau bermain dengan anak-anaknya.. tapi Siwon merasa jika dirinya dan Yoona ada dikamar berdua, mereka butuh waktu hanya untuk mereka berdua. Karena mereka kalau bermain dengan anak-anak pasti mereka akan bermain di kamar anak-anak mereka atau ruang bermain mereka atau di ruang keluarga. Maklum saja, namanya juga Choi Siwon kan..

Setelah mengetuk pintu kamar anaknya 2 kali, Siwon pun membuka pintunya lalu mereka berdua pun masuk. Baik Siwon dan Yoona tersenyum melihat anaknya yang sedang fokus memasang Lego sehingga tidak tau Yoona ada dikamarnya juga. Well, belum ada yang tau Yoona sudah di Korea selain Siwon, Tiffany dan supir serta maid dirumah ini. Itupun mereka sudah diingatkan untuk tidak memberitahukan pada anaknya sebelum dirinya menampakan diri di depan mereka.

Siwon pun yang pertama mengeluakan suara “Drew..”

Andrew menjawab “Kenapa dad? Just say it. Aku sedang memasang ini.”

Siwon pun berkata “I have a very special present for you buddy.”

Andrew pun menjawab “What is the present? Taruh saja dulu di meja disamping tempat tidurku dad. Nanti aku akan buka sendiri hadiahnya. Boleh kan? Thankyou daddy.”

Siwon melihat ke arah Yoona sebentar, matanya seperti berkata “Lihatlah seperti inilah anakmu ini.” Yoona yang seperti mengerti hanya tertawa tanpa suara.

Siwon kemudian berkata lagi “Kau serious tidak mau lihat dan pegang langsung hadiahmu? Kalau begitu daddy beri ke princess daddy saja dulu. Kau boleh main Legomu dulu sekarang.”

Andrew yang merasa tidak mau hadiahnya diberi ke adiknya, kesal. Dirinya pun mengangkat kepalanya bermaksud menjawab Siwon. Tetapi itu tidak jadi ia lakukan.. karena melihat sang Mommy berdiri di belakang Daddynya.

Andrew langsung berdiri dan memeluk Yoona serta berkata “Mommyyyy.. i miss you so much.”

Yoona tersenyum dan mengecup kepala putra tersayangnya lalu menjawab “Me too. Karena Mommy tau kau sangat merindukan Mommy, makanya Mommy pulang hari ini.”

Andrew menganggukan kepalanya cepat, tanda dirinya sangatlah senang Yoona pulang hari ini. Dirinya lalu mengecup kedua pipi Yoona dan berkata “Mom. You look fab!!”

Yoona tertawa dan ketika mau menjawab.. Siwon memotongnya dengan berkata “Kurasa Daddy jadi tidak dianggap diruangan ini. Padahal kan Daddy yang membawa hadiahmu.. kenapa hadiahmu saja yang kau ajak bicara sedangkan kau mencuekki si pemberi?”

Baik Andrew dan Yoona pun sama-sama tertawa. Yoona tak lupa membisikkan “Mom membelikkan yang kau titip. Even double.”

Andrew kembali memeluk Yoona dan juga mengecup pipinya lagi.

Siwon lalu berkata “Jangan mencium istriku terus. Walaupun kau anaknya aku tak peduli. Jika mau mencium pipi wanitaku, kusarankan lebih baik kau mencari wanitamu sendiri saja.”

Yoona lah yang menjawab Siwon “Tidak.. tidak boleh. Kau belum boleh pacaran okay. Mommy masih ingin menjadi yang paling kau sayang. Okay?”

Andrew tersenyum dan hanya menganggukan kepalanya.

Setelah itu, mereka pun berjalan menuju kamar Callistha. Mengetuk pintu, Andrew lah yang duluan masuk diikuti Siwon dan Yoona.

Callistha yang sedang bermain game di iPadnya pun berkata “Ada apa? Sudah mau pergi ya?”

Yoona tersenyum.. sikap Callistha sangat mirip dengan suaminya. Sedikit bossy. Yoona pun berkata “Hey my Princess. Kau tidak mau memeluk Mommy?”

Callistha yang mendengar suara Yoona pun menghentikan gamenya lalu beranjak turun ke arah Yoona lalu langsung memeluk Mommy erat. Dia sudah sangat merindukan Yoona. Ya, walaupun kadang Yoona mengesalkannya karena tidak memberinya makan coklat atau permen, menasihatinya ketika malas makan, dan lain-lain. But after all, she loves her Mom so much.

Kemudian.. mereka berempat pun saling berpelukan. Hmm.. how happy are them. Para maid yang lewat dan yang tadinya mau masuk ke kamar Callistha tak dapat menahan senyum. Semua yang bekerja di rumah ini sesungguhnya sangat menyukai keluarga kecil ini. Walaupun adalah keluarga konglomerat, mereka tidak berlaku semena-mena, Siwon dan Yoona juga sering terihat mengajar anak-anaknya untuk menghargai semua orang. Walaupun Siwon kadang seharian bisa tidak pulang dan sering di kantornya, para pekerja tak pernah melihat anak-anak Siwon seperti kekurangan kasih sayang dari Daddy mereka. Siwon juga tak pernah sembarangan bertemu wanita lain di luar sana. Sangat jarang bagi mereka untuk dapat melihat Siwon dan Yoona bertengkar. Bagi para maid yang sudah bekerja dari awal rumah ini selesai, mereka dulu hanya sering melihat perdebatan kedua orang itu.. tetapi itu hanya karena masalah sepele.

….

….

 

Tanpa terasa sudah mau jam depalan malam. Siwon, Yoona dan kedua anaknya baru akan berangkat untuk pergi makan malam.

Didalam mobil, mereka memperdebatkan mau makan apa nanti ketika sudah sampai dimall. Hyundai mall, ya itu mall milik Siwon. Andrew katanya ingin makan sushi saja. Sedangkan Callistha ini makan steak. Siwon menggelengkan kepalanya, bingung juga.

Yoona pun berkata “Bagaimana kalau kita makan steak saja Drew? Besok kan hari Jumat.. sekolahmu pulang jam 12. Besok siang, Mom janji Mom yang akan menjemput kalian.. setelah itu kita pergi makan sushi di tempat favouritemu.”

Andrew terlihat berpikir lalu berkata “Promise, Mom?”

Yoona menjawab “Yes. Promise.”

 

25 menit kemudian..

 

Siwon, Yoona dan kedua anaknya sekarang sudah masuk dan duduk di salah satu restaurant di mall ini. Tentunya yang menjual steak karena mereka berempat sudah sepakat untuk memakan steak.. tidak sushi, tidak yang lain. Setelah memesan semua yang mereka inginkan, mereka pun mengobrol. Siwon kebetulan mendapat telepon dari entah siapa itu, jadi dirinya fokus dengan si lawan bicara.

Callistha pun mulai berbicara “Mom. Minggu depan ada costume party competition. Aku mau jadi princess. But I want new costume.”

Yoona duduk dihadapan Siwon dengan Callistha di sebelah kanan Siwon. Yoona pun menjawab “Have you decide which Princess you want to be, darling?”

Callistha belum sempat menjawab, Andrew yang duduk di samping dan dihadapan Callistha menjawab “Sis! Kau tidak cocok jadi princess tau. Kau harusnya jadi nenek sihir saja. Aku jamin kau akan menang sebagai pemilik costume terbaik nanti diacara itu.”

Callistha menjawab “No! Aku cantik dan baik hati jadi aku cocok jadi Princess. Oppa jahat sekali.”

Andrew kembali membalas “Tidak. Kau tidak cocok sekali jadi Princess. Kau sebenarnya tidak cantik.”

Callistha terlihat kesal tetapi dirinya tetap saja membalas perkataan Oppanya. “Kau bohong Oppa. Daddy saja selalu bilang aku cantik. Bahkan lebih cantik dari Mommy. Ya kan Mom?”

Yoona tertawa lalu menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan sang putri.

Andrew tidak berhenti sampai sana dirinya kembali membalas “Ah. Kau mau tau yang sejujurnya? Sejujurnya daddy bilang kau cantik karena kau anaknya saja. Ya mana mungkin juga daddy bilang kau jelek nanti kau akan menangis seperti monster.”

Callistha sudah menjawab “Tap–”

Andrew memotongnya dengan berkata “and what? Kau lebih cantik dari Mommy? Ya ampun. Semua orang pun tau Mommy jelas lebih cantik dari kau Cal. Ada-ada saja.”

Callistha pun bersuara agak keras “Oppa kau jahat! Aku benci kau Oppa!”

Andrew dengan santai menjawab “Aku juga.”

Dan Callistha pun menangis. Sepertinya suara tangisnya sedikit kencang karena Siwon yang tadi sudah berjalan jauh dari meja mereka untuk mengobrol nyatanya berjalan cepat kembali ke mejanya setelah menutup telepon entah dari siapa, kita tak tau kan..

Sampai di meja, Siwon menatap Yoona dan bertanya “Dia kenapa sayang?”

Yoona menaikkan kedua bahunya lalu menjawab “Biasa.. apalagi kalau bukan adu mulut dengan Andrew. Kau seperti tak kenal mereka saja. Dan juga tak mungkin mereka bertengkar secara fisik. Itu tak akan kubiarkan terjadi.. nyatanya belum pernah juga kan.”

Siwon mengangkat Callistha duduk di pahanya. Siwon lalu menghapus air mata putri tersayangnya yang terus mengalir dan mengecup pipi anaknya beberapa kali kemudian mengatakan “Hey princess? Ada apa? Mengapa kau menangis. You know Daddy doesn’t like girl crying right?”

Callistha menganggukan kepalanya. Ya dia tau Daddynya tidak suka melihat perempuan menangis apalagi dia dan Mommynya menangis. He said it hurts. Jadi Callistha cepat cepat menghapus semua air matanya dengan tissue yang diulurkan Yoona yang duduk dihadapan mereka berdua.

Siwon pun mengeluarkan suara “Jadi, sebenarnya kenapa? Karena mainan?”

Callistha menggeleng lalu menjawab cepat. Takut Oppanya duluan menjawab. ” Oppa bilang aku jelek dia juga bilang kalau Daddy bohong ketika bilang aku cantik dan juga sebenarnya Mommy lebih cantik dariku. Kenapa daddy bohong sih?”

Siwon menatap Yoona yang sekarang terkekeh melihat Callistha.

Siwon lalu menjawab “Daddy rasa Andrew hanya mau membuatmu menangis. Daddy tidak bohong kau itu memang cantik sayang. Siapa lagi selain kamu yang jadi princess daddy? Tidak akan kan? Kau sangat cantik, princess!”

Callistha langsung tersenyum dan mencium pipi kanan Siwon lalu berkata “Thanks Daddy. You are the best! Tapi aku lebih cantik dari Mommy kan?”

Siwon tertawa sedikit lama. Haha. Dirinya menatap Yoona lalu he winks one of his eye. Yoona pun mengangguk dan terkekeh. Siwon lalu menjawah “Iya sayang.. sudah ya. Makanan sudah datang. Kita makan saja. Kau kan yang tadi bersemangat mau makan steak.”

Siwon lalu memindahkan Callistha ke kursinya semula lalu berjalan ke kursi Yoona yang sebenarnya hanya didepannya. Siwon lalu berbisik “You are the most beautiful dazzling person baby! You know that.” lalu mengecup puncak kepala Yoona agak lama.

Yoona tertawa lalu berkata “Yes yes. Sebenarnya tidak apa-apa sih kalau memang Callistha lebih cantik dariku. Aku malah senang.  And, Oppa you are the most handsome person in my life too after Andrew.”

Siwon dengan cepat menjawab “Yak. Tidak adil.. masak setelah Andrew sih?”

Yoona tertawa lalu mengecup pipi Siwon dan berkata “Sudahlah makan saja Oppa. Kurasa kita masih harus ke toko mainan putrimu nanti. Kau taulah dia mau membeli banyak hal. Aku saja pusing melihatnya kenapa suka sekali membeli mainan.”

Siwon pun menyuapkan wagyu steaknya ke mulut Yoona lalu ke mulutnya sendiri lalu menjawab “Tidak apa-apa. Wajar saja anak seumuran dia suka mainan. Lagipula Mommynya lebih sering shopping kan.. harganya bisa 20 kali lipat dari harga mainan.”

Yoona tertawa dan menjawab “Siap-siap saja Oppa. Nanti saat dia sudah lebih besar.. kau sudah harus menyiapkan uang yang besarnya sama denganku. Saat itu kau baru sadar.. bukan wanita seumuranku saja yang seperti itu.. tapi anak perempuan sekarang pun sama saja.”

Siwon menjawab “Kurasa aku harus membuka hotel baru lagi agar bisa mencukupi kebutuhan kedua perempuan dihidupku.”

Yoona dengan cepat menjawab “Jangan jadikan aku dan Callistha sebagai alasan untukmu membuka hotel baru. Bilang saja kau memang sudah merencakan tentang hotel baru ini. Lihat kan, belanjaan siapa yang lebih mahal sekarang hahaha.”

Siwon tertawa juga lalu berkata “Okay. Kau menang sayang. Saranghae.”

….

…..

 

Setelah selesai makan, sekarang Siwon dan Yoona sedang duduk di salah satu bangku yang ada di Toys Kingdom. Mereka membiarkan akan mereka pergi mencari apa yang mereka inginkan dengan ditemani orang-orang yang menjaga toko ini. Lagipula hampir semua orang yang bekerja di mall mengenal anak-anak Siwon. Kenapa Yoona dan Siwon tidak menemani anaknya? Itu karena mereka tidak bisa berlari-lari kesana kemari mengikuti anaknya yang pasti yang pastinya memiliki keinginan banyak.. jadi mereka memutuskan duduk saja.

Ponsel Yoona berdering.. dua panggilan tak terjawab dari Tiffany. Yoona pun memberitahu Siwon dirinya akan keluar dulu untuk menelepon Tiffany karena outlet mainan ini sangat ribut. Siwon pun mengiyakan saja tetapi tak lupa mengatakan “Jangan biarkan ada yang berani merayu istri cantikku. Dan aku mau ke toilet dulu sayang.”

Setelah berbicara dengan Tiffany kira-kira 20 menit.. Yoona melihat ke outlet mainan, kebetulan dirinya melihat anak-anaknya. Yoona pun bertanya “Sudah selesai?”

Andrew menjawab “Aku masih mau lihat Lego yang disana Mom. Boleh kan?”

Yoona menjawab “Boleh sayang. Tetapi jangan terlalu lama ya. Ini sudah mau jam 10 malam. Mallnya pun sudah mau tutup 1 jam lagi.”

Andrew menjawab “Okay Mommy. Love you.”

Callistha yang dari tadi hanya berdiri mendengar percakapan Mommy dan Oppnya itu pun berkata “Mom. Aku masih ingin melihat banyak hal. Little Pony, barbie, Shopkins, Snow white.”

Yoona mengecup pipi anaknya lalu menjawab “Iya sayang.. mommy tidak bilang tidak boleh. Cuma 1 jam lagi mall ini akan ditutup sayang.”

Callistha mengerucutkan bibirnya dan membalas “Tetapi Daddy bilang mall ini tak akan ditutup selama daddy masih disini.”

Yoona mencubit hidung putrinya pelan dan membalas “Ya..ya.. semuanya daddymu yang bilang saja okay. Yasudah sana. Kalau nanti melihat Daddy kembali kesini.. bilang ke Daddy, Mommy ke Starbucks untuk membeli coffee okay?”

Callistha dengan cepat menjawab “Okay mom. Beli yang rasa cotton candy untukku ya.” dan berlari pergi untuk melihat mainan-mainan yang diinginkannya.

….

…..

 

Yoona sekarang sedang mengantri dikasir, didepannya masih ada 3 orang. Sambil menunggu, Yoona pun mengeluarkan iPhone dari tas hitam Hermesnya.

Membuka chat yang belum terbaca. Yoona ternyata mendapat chat dari Sooyoung dari tadi siang yang isinya “Yoong. Besok kau pulang jangan lupa harus membawa macaroon yang ku mau ya. Awas tidak. Oh ya.. aku sudah sangat merindukanmu!!”

Yoona tersenyum dan menjawab “Unnie aku sudah di Seoul dari tadi sore. Maaf aku baru tau unnie chat aku. Aku tidak lupa unnie. Aku beli 5 kotak yang paling besar untukmu. Cukup kan untukmu yang sedang ngidam. Haha. Aku merindukan unnie juga!”

Setelah mengetik send, ternyata giliran Yoona mengorder apa yang dia mau. Yoona pun memesan “1 ice black americano, 1 cotton candy dengan extra whipcream, 2 java chips dengan extra coklat lalu 2 hazelnut cake, 1 strawberry cake dan 1 avacado cake. Semuanya dibungkus saja ya.”

Si penjaga kasir pun mengiyakan permintaan Yoona lalu bertanya “Minumannya yang size kecil atau medium atau yang paling banyak?”

Yoona menjawab “Yang paling kecil saja.”

….

…..

 

Yoona masih menunggu pesannya. Dilain tempat, Siwon ternyata sudah kembali dari 10 menit lalu dan sudah membayar semua mainan yang dipilih kedua anaknya. Siwon bahkan sudah membawa anaknya masuk ke mobil dan menyiruh supirnya tunggu di tempat VVIP di lobby. Tempat tunggu mobil khusus untuk Siwon dan keluarga besarnya. Siwon pun kembali masuk ke mall dan menelepon Yoona mengatakan “Sayang, kau turun ke lantai 1 saja langsung, tidak usah naik lagi. Aku menunggumu di depan boutique barumu dan Tiffany.”

Siwon yang akhirnya melihat Yoona keluar dari lift pun menghampiri Yoona diam-diam dari arah belakang Yoona. Dirinya kemudian langsung memeluk pinggang Yoona dari belakang dengan 100 mawah merah yang sudah digengamnya. Yoona tersenyum.. sadar suaminya yang memeluknya saat ini. Dirinya pun berkata “Oppa. Kenapa membeli bunga lagi? Sebelum aku pergi.. kau baru membelikan untukku. Aku kan sedang tidak ulang tahun atau apakah aku lupa hari ini adalah dari khusus kami? Secara banyak sekali tanggal yang Oppa bilang khusus. Tanggal dan bulan pertama kali kita bertemu dulu di apartment lalu tanggal ketika kau lulus kuliah, lalu hari kelulusanku, lalu ketika aku pertama tiba di Korea, terus kali pertama aku datang ke kantor Oppa, sehari sebelumnatal pertamaku di Korea setelah beberapa tahun, wedding anniversay kita, lalu entahlah Oppa sejujurnya aku sedikit pusing.”

Siwon yang belum melepaskan pelukannya dari Yoona pun terkekeh dan menjawab “Nothing special about today’s date. Tetapi setiap hari yang kujalani denganmu memang special. Dan wanita specialku berhak mendapatkan hal-hal special setiap harinya bukan? Apalagi wanita special itu adalah istriku. You are everything I want and I really need, Yoong.

Yoona terharu tetapi tidak sampai meneteskan airmata. Tetapi dirinya lalu membalas “Lalu maksud Oppa, Oppa mau bilang ke aku kalau Oppa memang special dihidupku kenapa aku tidak memperlakukan Oppa secara special? Hah. Benar-benar.”

Siwon terdiam sebentar kemudian menjawab “Hey. Bukan begitu maksudnya. Kau cukup menunjukkan senyummu saja Oppa sudah senang sekali. Ah… istriku yang cantik sepertinya sudah lama kita tidak berduaan.. kita jarang pacaran lagi sayang. Menyebalkan.”

Yoona melepaskan tangan Siwon dari tubuhnya dengan memaksakan tubuhnya sendiri untuk lepas dar tangan Siwon dirinya lalu meletakkan semua minuman dan makanan yag tadi dibelinya. Tinggal 100 bunga mawar merah saja yang sekarang ditangannya. Yoona pun mengelus pipi Siwon dengan tangan kanannya lalu berkata “Oppa. Kurasa aku wanita paling beruntung di dunia ini. Aku tak tau kenapa aku bisa mendapatkan suami, sahabat dan teman menyebalkan di tubuh satu orang yang sama. Sungguh. Aku tak mau menukarnya dengan apapun.”

Siwon langsung memeluk Yoona dan mengecup puncak kepala Yoona dan berkata “Kita harus pergi ke Maldives lagi sayang. Kali ini berdua, setuju kan?”

Yoona langsung menjawab “Siapa yang akan menjaga Andrew dan princessmu. Kau tau mereka tak akan mau ditinggal lagi setelah kau pernah 5 kali berhasil mengelabui mereka dengan berkata hanya mau makan berdua denganku tetapi nyatanya kita selalu pergi berminggu-minggu dan meninggalkan mereka di rumah orang tua kita atau membeli tiket untuk mereka berjalan-jalan ke negara lain. Kau mau mendapat amukkan Princessmu itu lagi? Hah.”

Siwon tertawa dan menjawab “Biarkan saja. Aku kan butuh berduaan dengan istriku. Kali ini aku akan membeli tiket untuk semua keluarga ku, Sooyoung dan suami serta anak-anakya juga Tiffany, suami dan anaknya untuk berlibur ke Jepang. Kurasa Sooyoung yang hamil pun akan setuju karena orang tuanya sedang menetap disana. Sebenarnya aku berniat membelikan untuk orang tuamu tetapi mereka bilang tidak bisa.”

Yoona lalu menjawab “Kau sudah bertanya pada semua orang? Ya ampun. Dan soal orang tuaku, mereka memang tidak berencana balik ke Korea setelah seminggu yang lalu Appa melakukan perjalanan bisnis ke Italy.. kata Omma, mereka mau tinggal divilla mereka yang baru selesai disana sampai 3 bulan kedepan yaitu sebelum hari natal nanti mungkin.”

Siwon pun langsung berbicara lagi “Lihatlah, orangtua mu saja masih berduaan meski mereka lebih tua dari kami sayang. Masak kita tak boleh.”

Yoona menjawab “Bukan tak boleh Oppa. Tapi kau memang sepertinya obsesi untuk berduaan denganku di negara selain Korea dan negara yang jaraknya dekat dengan Korea. Seingatku, dulu waktu aku sebesar Callistha dan Andrew.. appa selalu membawaku kemanapun Appa dan Omma pergi bahkan perjalanan bisnis pun aku sering ikut dengan mereka. Tak sepertimu sekarang Oppa.”

Siwon pun membalas “Aku kan sayang sekali padamu. Jadi setiap bulan harus ada waktu berduaan denganmu di luar Korea. Karena banyak yang menganggu di Korea. Di Paris saja sekarang kau sudah susah diajak keluar ke tempat wisata yang banyak orangnya karena istriku sekarang menjadi designer dan model terkenal. Like rich dan famous business woman. Huh. Awas saja kalau memilih laki-laki lain karena kau sendiri sudah sangat terkenal dan bahkan kaya.”

Yoona memukul dada Siwon dan menjawab “Mana mungkin mencari laki-laki lain kalau didepanku ada suamiku yang sudah ganteng, baik hati, sabar, selalu menuruti kemauan istrinya. Apalagi dirinya punya hotel, resort, villa dan mall dimana-mana. Bahkan punya pulau-pulau sendiri. Kurasa wanita manapun akan dijuluki wanita terbodoh melepaskan suami sesempurna itu karena laki-laki lain.”

Siwon tertawa dan menjawab “Jadi karena aku kaya juga makanya kau tak mau melepaskanku? Hm?”

Yoona mencubit perut Siwon dan menjawab “Oppa kira aku mau dengan Oppa karena harta? Dasar. Untuk apa aku bercita-cita jadi designer dan model jika tujuan hidupku ingin kaya. Aku dulu harusnya masuk jurusan bisnis saja jadi bisa meneruskan perusahaan -perusahaan Appa jadi aku akan sangat kaya bukan.”

Siwon pun mengecup bibir Yoona lama, sangat lama hingga Yoona mendorong pelan dada Siwon untuk menghentikan ciuman mereka sekaligus agar mengambil nafas.

Siwon kemudian berkata “Apapun yang terjadi. Kau milikku Yoona. Kau hidupku. Aku tak mungkin bisa hidup lagi jika kau pergi meninggalkanku. Au mencintaimu sayang, sangat mencintaimu. Saranghae my forever baby girl.”

Yoona pun menjawab “Aku juga mencintaimu, lebih dari kau mencintaiku Oppa. Terima kasih sudah membuatku sadar apa itu cinta serta merasakan cinta sesungguhnya. Oppa teleh memberiku cinta begitu banyak selama 13 tahun ini, terlalu banyak bahkan sangat banyak dari yang pantas kuterima. Entahlah.. jika Oppa tidak datang ke Paris untuk melihat Sooyoung unnie dan Tiffany unnie.. aku tak tau hidupku akan seperti apa.”

Siwon tersenyum.. istrinya manis sekali. Siwon pun membalas “Bisa saja kau mendapatkan suami yang lebih baik dari Oppa sayang. Kau adalah yang terindah dihidup Oppa. Kurasa ini memang sudah takdir Tuhan sayang. Kau harus menjadi milik Oppa dan sebaliknya.”

Yoona lalu kembali menjawab “Oppa kan tadi bilang Oppa sangat mencintaiku. Tapi kalau Oppa tau aku selingkuh atau lebih mencintai orang lain bagaimana?”

Siwon dengan cepat menjawab “Yak! Mana boleh begitu sayang. Tapi jika kau ketauan selingkuh.. Oppa tidak akan melepaskanmu. Kan Oppa sudah bilang kau adalah hidup Oppa.”

Yoona menjawab “Oppa memang sudah gila sepertinya. Mungkin apa yang Soo unnie bilang dulu dan yang sering dibilang Fany unnie memang benar. Yasudahlah Oppa, kita ke mobil saja sekarang. Aku jamin dua anak itu sudah bosan.” Yoona pun mengambil makanan dan minuman tadi dari lantai serta tak lupa bunganya laly berjalan  meninggalkan Siwon yang masih berdiri.

Sadar Yoona sudah beberapa langkah di depannya, Siwon pun berjalan cepat sehingga cepat sejajar dengan Yoona lalu bertanya “Memangnya mereka berdua bilang apa Yoong?”

Yoona menjawab “Tanya saja sendiri kalau memang Oppa penasaran”

Siwon dengan pasrah menjawab “You win again baby.” Kemudian mereka berdua tertawa bersama sambil berjalan ke mobil mereka yang sudah dekat.

Setelah masuk ke dalam mobil, benar saja, kedua anak mereka, terutama Callistha mengomel panjang. Dia bilang mengapa sih lama sekali padahal Siwon bilang bentar saja. Dirinya kan sudah mau memainkan mainannya. Tetapi sepertinya tidak bisa karena sudah jam 11 lebih sekarang. Sampai dirumah dirinya pasti akan mengantuk dan langsung tidur setelah menggosok gigi. Yoona dan Siwon tidak menjawab apapun hanya tersenyum saja. Well, mereka memang terlalu lama dengan bisnis mereka berdua tadi.

Karena melihat anak-anaknya seperti kesal dan badmood, Yoona pun teringat tadi dirinya membelikan makanan dan minuman untuk mereka.

Yoona pun membuka suara “Andrew, princess Mommy.. Mommy minta maaf ya tadi lama sekali. But see I bought something for you two!”

Andrew mengecup pipi Yoona dan berkata “I am not angry to you Mom. Just tired. But what did you buy for me?”

Yoona mengecup pipi Andrew juga lalu menjawab “This. Java chip and your fav avocado cake.”

Andrew pun segera mengambilnya dan berkata “Thankyou my pretty Mommy. You are always the best.”

Siwon sempat-sempatnya seperti ingin mengajak debat anaknya dengan berkata “Dad membelikanmu sangat banyak Lego dan lainnya tadi. Tetapi hanya dengan java chip dan cake kau tergoda begitu saja?”

Andrew menjawab “Suka-suka aku dong Dad! Mommy kan memang yang terbaik untukku. Wek.”

Yoona hanya bisa menggelengkan kepalanya. Siwon kadang memang bertingkah seperti anak remaja yang sedang cemburu. Setelah itu, Yoona juga memberikan Cotton Candy dan chocolate cake untuk Callistha. Hal ini membuat Callistha kembali tertawa dan ceria.

Yoona kemudian bertanya “Oppa apa kau masih mau ice Americano? Ini sudah terlalu malam. Kau bisa tidak tidur nanti.”

Siwon pun menjawab “Biarkan saja. Biar aku bisa memakan makananku nanti malam. Aku belum mendapat jatahku hari ini.”

Andrew spontan bertanya “Jatah apa Dad?”

Sebelum Siwon menjawab, Yoona sudah duluan bersuara “Ini. Chocolate cake Daddy. Maksud daddy , dia belum mendapat jatah chocolate cakenya, sayang.”

Andrew hanya menjawab “Oh..”

Siwon tertawa tanpa suara lalu terdiam ketika melihat mata Yoona yang mengartikan “Awas kau Oppa!”

Kemudian Siwon mengambil chocolate cake yang katanya memang untuknya dari tangan Yoona.

….

…..

 

Beberapa hari kemudian..

Hari ini adalah tanggal merah. Sebenarnya sih Siwon mau membawa keluarga kecilnya jalan-jalan ke Jepang untuk 4 sampai 5 hari kedepan. Tetapi tidak jadi karena hari ini Summer berulang tahun dan anaknya lebih memilih datang ke pesta ulang tahun Summer yang dirayakan lumayan meriah di ballroom salah satu hotel Siwon di Seoul yang bernama SY Hotel. Siwon memang sengaja menamakan hotel ini SY Hotel karena sebenarnya hotel ini dipersembahkan untuk istrinya saat anniversary pernikahan mereka pada tahun pertama. Look! How sweet he is.

Ketika jam menunjukkan jam 1 siang, Siwon dan Yoona pun baru keluar dari. Mereka keluar dalam keadaan sudah segar tentunya. Ya, setelah bermain di ranjang semalaman dan tadi pagi, Siwon dan Yoona memutuskan mandi dahulu baru keluar dari kamar. Yoona pun berjalan duluan meninggalkan Siwon yang berjalan dibelakangnya sambil berbicara di teleponnya.

Belum sampai di tangga paling bawah, Callistha sudah datang dari arah taman belakang dan memeluk Yoona. Tentunya Callistha tidak lupa mengucapkan “Good morning Mommy! I love you sooo much.”

Yoona pun menjawab “Good morning my Princess! Kau sudah makan?”

Callistha menganggukkan kepalanya cepat dan berkata “Sudah. Aku dan Oppa tidak menunggu Mom and Dad lagi karena kalian masih belum turun walaupun sudah jam 10. Kenapa lama sekali sih?”

Yoona tersenyum lalu mengendong Callistha dan menjawab “Mom dan Dad capek jadi kami memutuskan tidur lebih lama. Lagipula ini kan hari libur dan hari ini kita mau ke partynya Summer kan.”

Callistha pun menjawab “Yes, Mom. We should go.”

Yoona pun tersenyum dan menjawab “Haruskah Mom membawamu ke tempat mempercantik diri juga?”

Callistha langsung mengganguk. Dirinya lalu berkata “Mom. You are the best.” lalu mengecup bibir Yoona singkat.

“Kau bilang siapa yang the best?” Itu adalah suara Siwon yang sekarang sudah memeluk kedua perempuan kesayangannya

“Oops. Dad!! Hmm.. yes Mom is the best.”

Siwon kemudian menjawab “Oh jadi begitu.. daddy juva sebenarnya berpendapat Mom lebih cantik darimu Princess.”

Yoona langsung melotot kearah Siwon yang dibalas dengan kedipan mata Siwon.

Callistha pun berteriak “Mommy! Daddy jahat padaku!”

Yoona menatap Siwon lalu kembali ke Callistha dan menjawab “Iya.. Mommy tau. Sudah biarkan saja Daddymu. Kita lebih baik bersiap-siap ke salon saja sayang. Nanti kita beri daddy hukuman saja sayang.” Kalimat terakhir yang Yoona ucapkan diucapakan dengan bisikan.

Siwon membalas anaknya “Tidak. Daddy baik. Buktinya Daddy selalu sayang pada Mommy. Membelikan mainan padamu dan Andrew.”

Callistha menjulingkan matanya lalu turun dari gendogan Yoona untuk pergi bersiap-siap. Dirinya sangat semangat. Terlalu malah.

Setelah Callistha pergi, Siwon pun mengandeng tangan Yoona menuju meja makan yang terletak sebelum taman belakang. Yoona pun berkata “Kau ini Oppa. Selalu saja mengerjai anak-anakmu sendiri. Huh.”

Siwon mengecup bibir Yoona dan menjawab “Tapi yang aku bilang memang kenyataannya. Kau kira aku hanya becanda?”

Yoona menjawab “Whatever Oppa. Aku mau makan saja dulu. Aku harus cepat karena mau ke salon dan boutique.”

Siwon mengecup bibir Yoona lagi lalu menjawab “Untuk apa mempercantik diri lagi? Kau saja sudah sangat cantik tanpa makeup apapun. Kurasa senua lelaki di pesta itu akan pingsan jika kau benar-benar all out.”

Yoona berjalan lebih cepat sambil menjawab “Oppa.. kau sudah gila sepertinya.”

Yoona yang sudah akan duduk pun tidak jadi karena ternyata Andrew sedang duduk di meja makan juga dengan iPad ditangannya.

Siwon pun akhirnya yang duluan terduduk. Kemudian Yoona mengeluarkan suara “Hey handsome! Kau tidak mau memeluk Mommy?”

Andrew langsung menekan tombol pause pada game yang sedang dimainkannya lalu memeluk Yoona serta mencium pipi Yoona dan berkata “Sorry Mom. Aku tidak tau Mommy berada disini. Aku sudah membuatkan roti dengan selai strawberry untukmu Mom.”

Yoona tersenyum lalu mengecup puncak kepala Andrew dan berkata “Thankyou my baby boy. Ah.. Mommy semakin mencintaimu saja.”

Andrew terkekeh dan menjawab “Me too! I love you even more my pretty Mommy.” Setelah itu Andrew pun pergi ke kamarnya karena Yoona menyuruhnya mandi.

Siwon kemudian berkata “Aish. Anak itu berani menggoda istriku. Aku lebih mencintaimu sayang, ingat itu.”

Yoona tertawa dan menjawab “Iya Oppa iya. Cepat makanlah ini.” Yoona menyodorkan waffle serta beberapa crackers kepada Siwon. Kemudian mereka pun memakan makanannya sambil berbincang-bincang. Sebenarnya sih bukan cuma dihari libur mereka begini, setiap hari mereka memang begini. Siwon juga tidak buru-buru masuk kantornya malah kadang dirinya tidak pergi karena ingin berduaan dengan Yoona dirumah atau jalan–jalan berdua.

….

…..

 

Setelah makan dan bersiap-siap, kini Siwon, Yoona dan kedua anaknya sedang di mobil limo untuk menuju salon tempat Yoona biasa mempercantik dirinya.

Kurang dari 1 jam, mereka pun sampai di salon tersebut. Yoona turun dengan Callistha dan babysitter putrinya. Bukan apa, hanya saja kalau Yoona sedang dirias dan anaknya membutuhkan sesuatu, Yoona takut susah mengontrol.. jadinya dirinya membawa babysitternya juga. Hanya satu. Tidak seperti Siwon yang berlebihan dulu ketika anaknya masih sangat kecil.

Ketika mau menutup pintu mobil, Siwon menahan pintunya dan ikut turun. Callistha sih sudah terlanjur masuk ke dalam beauty house yang mereka datangi dengan babysitternya. Yoona yang melihat Siwon turun dari mobil pun bingung. Yoona pun bertanya “Ada apa Oppa?”

Siwon mengecup bibir Yoona “Kau melupakan hadiahku.”

Yoona menggelengkan kepalanya. Suaminya itu ada ada saja. Yoona pun kemudian berjalan menuju kedalam. Ternyata Siwon mengikutinya. Yoona yang sadar pun bertanya “Kenapa lagi Oppa?”

Siwon dengan santai menjawab “Well.. aku mau menemani dua perempuan tercintaku. Tidak apa-apa kan?”

Yoona menjawab “Terserahmu Oppa. Yang jelas kau akan bosan. Lagipula Andrew mana mau disuruh tunggu juga. Dia kan tadi mau beli coffee.”

Siwon menjawab “Yasudah biarkan saja dia pergi beli coffee nanti sebelum jam 5 aku akan bilang ke supir sudah harus ada didepan. Acaranya jam 6 kan?”

Yoona pun mengganguk.

….

…..

 

Dan benar saja, Siwon terlihat tenang saja walaupun sudah hampir 2 jam didalam. Dirinya daritadi hanya memainkan iPhonenya atau membaca majalah business yang kebetulan ada di salon ini.

Callistha yang sudah selesai dirias wajah dan rambutnya pun langsung berlari ke arah Siwon yang dekat duduk Yoona. Dirinya lalu berputar ala Princess dan mengatakan “Daddy! I look beautiful right?”

Siwon menjawab “Yes princess” Dan mengendong Callishta untuk mendudukannya dipahanya. Mereka berdua lalu bercanda dan mengobrol terus bersama.

Yoona tersenyum melihatnya. Pemandangan didepannya ini terlalu manis membuat dirinya entah kenapa merasa terharu. Sejak menikah dan saat mempunyai Andrew, Yoona sangat yakin Siwon akan lebih baik dalam hal berhubungan dengan anak mereka nantinya. Andrew saja yang adalah anak laki-laki begitu dimajakan Siwon, dirinya juga sih. Namun jarang kan ada seorang CEO atau pemilik banyak hotel, mall, dll mempunyai waktu untuk hadir di segala acara anaknya disekolah. Apalagi sebenarnya saat mereka hanya mempunyai Andrew.. Siwon sering sekali menemani dirinya dan Andrew di kelas anak dibawah umur. Apalagi saat mempunyai anak perempuan, Siwon memperlakukan putrinya bagai seorang princess. Ya, Siwon tidak membedakan kasih sayang sih.. cuma untuk urusan memanjakan sih lebih memanjakan Callistha karena Callitha memang lebih manja dan untungnya Andrew juga tidak manja dan lebih suka apa-apa mencari Mommynya kecuali jika mau bermain bola saja baru cari Siwon. Siwon juga sering membacakan cerita dongeng untuk anak-anaknya sebelum tidur saat mereka masih kecil. Karena saat semakin besar, malah mereka yang meminta Siwon untuk tidak membacakan dongeng lain, untuk tidak terus khawatir pada mereka. Yoona tersenyum mengingatnya. Hah, tanpa dia sadar.. waktu terus berjalan, anak-anaknya semakin besar juga dan yang terpenting dirinya semakin bahagia. Thats all.

Setelah Yoona juga sudah selesai, mereka lalu naik ke lantai 3. Salon ini memang merangkup menjual gaun-gaun pesta di lantai 3 serta cafe kecil menjual teh dan cake di lantai 4.

Yoona pun mengikuti Callistha, membiarkan anaknya memilih baju yang dia mau pakai. Andrew juga sudah bersama mereka sekatsng setelah memebli coffee dan cake tadi, seperti biasa.. Andrew hanya bermain phonenya. Siwon yang disebelahnya hanya melihat-lihat keadaan sekitar. Dirinya tidak tau harus ngapain sekarang, sudah bosan tepatnya tapi ya namanya Choi Siwon, dirinya terlalu menyayangi keluarganya apalagi istrinya, jadi menghabiskan waktu menunggu wanitanya belanja dan merias bukanlah masalah twrlalu besar untuknya meskipun tentunya dia bisa bosan juga.

“Jadi kau mau yang mana sayang? Kita sudah harus cepat-cepat. Kau tak mau terlambat di acar Summer kan?”

“Iya Mom. Aku bingung mau yang mana. Hm yang pink atau peach atau putih atau biru atau..”

“Ya ampun sayang. Satu saja pilihnya sekarang. Yang lain nanti bisa dibungkus. Kau cuma bisa pakai 1 gaun.”

“Hmm.. yasudah yang pink saja mom.”

Yoona memutar matanya.. sudah tau jawaban anaknya. Sok bingung memilih-milih, tetapi nyatanya pilihannya tidak jauh-jauh dari pink.”

“Yasudah kau ganti bajunya sekarang ya sayang. Mom juga akan pergi mengganti.”

….

…..

 

Akhirnya 4 orang ini pun sampai di ballroom dimana pesta Summer dirayakan.

Sooyoung langsung memeluk Yoona dan berkata “Omg Yoong!! Aku sudah sangat merindukanmu. Terima kasih sudah mengirimkan macaroon dan yang lain-lain kerumahku. Aku jadi malu Yoong.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Aku juga merndukkan eonnie! Tidak apa-apa.. aku senang kalau eonnie senang.”

“Hmm bytheway, kenapa sih kau ini semakin cantik saja Yoong? Kau bahkan terlimat masih seperti anak SMP atau SMA. Benar-benar menyebalkan.”

Yoona menjawab “Tidak eonnie. Kau lebih cantik. Kalu terlihat glowing!!! Walaupun sedang hamil eonnie sangatlah mempesona!”

“Ah!! Gomawo Yoongkuuuu.”

Pembicaraan mereka terpotong oleh Siwon “Sudah Soo. Jangan terus mempeributkan kecantikan istriku. Sudah terbukti dia memang wanita cantik bahkan diusia 30annya. Sekarang lebih baik kau ke panggung saja. Anakmu sudah mau tiup lilin sebentar lagi.”

“Dasar Oppa selalu saja menyebalkan. Yasudah aku pergi kedepan dulu.”

Andrew rupanya masih berdiri didekat Yoona sehingga Yoona pun berkata “Sayang.. kau bisa bermain dengan mereka dibagian anak-anak.”

Andrew menjawab “Disini semuanya masih kecil dsn kebanyakan perempuan Mom.”

Yoona pun berkata “Itu disana. Ada anak auntie Tiffany, James. Dia juga pasti sedang mencarimu.”

“Yeay!! Aku pergi dulu yang Mom, Dad.”

Ya, James adalah anak pertama Tiffany yang lebih tua hampir 2 tahun dari Andrew. Tiffany mempunyai 2 anak, 1 lagi seusia Summer dan Callistha bernama Jennifer. Tiffany juga sedang mengandung seperti Sooyoung, bahkan sudah memasuki 9 bulan. Yoona salut sekali pada Tiffany, setiap Tiffany hamil, dirinya tetap saja bisa berpesta. Percaya atau tidak.. dia bahkan masih berani photoshoot diketinggian. Yoona sih berani saja kalau tidak hamil. Dari mereka bertiga (Yoona, Sooyoung, Tiffany) Tiffanylah yang paling gila walaupun hamil. Tetap melakukan berbagai aktivitas seperti biasa. Tidak seperti Sooyoung dulu waktu mengandung kedua putri dua kali.. dirinya harus bed rest secara full dari bulan keempat. Sooyoung yang tidak tahan untuk tak aktif pun kadang mengeluh, marah bahkan menangis tetapi dirnya tetap saja melakukan seperti yang disuruh dokternya. Sedangkan Yoona? Drinya bersyukur tidak harus seperti Sooyoung.. dirinya tidak mual, tidak pusing, tidak sakit sama sekali lagi setelah trisemester pertamanya selesai. Bahkan sebenarnya dari awal hamil, Yoona seperti merasa tidak hamil saja. Tidak mual yang berlebihan, tidak ngidam apa-apa hanya setiap pagi Siwon harus makan bersamanya dan saat dinner mereka harus makan malam bersama dan harus ada at least one dessert. Tidurnya juga tak terlalu terganggu meski kadang pundak dan punggung serta kakinya pegal rasanya. Tetapi jauh lebih bagus dari Sooyoung, dirinya masih dapat jalan dicatwalk, melalukan photoshoot sampai awal bulan keempat kehamilannya karena setelah itu Siwon membawanya keluar Korea untuk menetap di New York. Alasannya mau memanjakan istrinya. Karena itu, kedua anaknya lahir di New York.

Yoona menggelengkan kepalanya. Tiffany saat ini masih bisa menari-nari ditempatnya. Apa suaminya tidak tau ya? Kan suaminya dokter.

Yoona pun memanggil Tiffany dengan agak berteriak karena anak-anak semua sedang menyanyi lagu Happy Birthday untuk Summer yang sudah berdiri didepan kue besarnya berbentuk tempat Rapunzel dikurung.

“Eonnie! Kau ini sadar tidak kau sedang hamil bahkan bisa saja kau melahirkan ditempat karena terlalu aktif bergerak. Bukan terlalu lagi tapi berlebihan.

Tiffany pun berhenti menari dan menjawab “Hey Yoongieku! Kau ini semakin cantik saja ya. Apa kau sedang hamil juga?”

Yoona dengan cepat menjawab “No eonnie No! Jangan gila okay.”

“Hahahaha kau takut hamil lagi kan Yoong.” “Siwon ah, kau tak mau menambah lagi?”

Siwon yang tadi sedang mengobrol dengan salah satu teman bisnisnya menjawab “Tidak sih.. karena aku tak mau Yoona kelelahan dan aku juga tak mau Yoona semakin tak punya waktu untukku. Punya 2 anak yang sudah lumayan besar saja, aku kadang tak diperhatikan. Apalagi punya bayi lagi. Tapi jika memang dikasih ya mau bagaimana lagi. Intinya kami sih merasa tidah mau menambah lagi.”

Tiffany membalas “Melakukan mau tapi tak mau ada hasilnya ya. Boleh juga.”

Yoona membalas “Eonnie. Jangan mulai lagi ya. Sudahlah.”

Tiffany menjawab “Ya.. ya. Maafkan aku. Tapi kan kalau kau hamil lagi, itu semakin menjamin Siwon tidaj bermacam-macam diluar sana atau menghindari dirinya menyukai wanita lain.”

Siwo langsung protes “Fany-ah kurasa sih kau ini stress atau bagaimana. Omonganmu semua tidak masuk akal sekali. Mengapa harus mencari wanita lain kalau wanitaku sudah sesempurna istriku sekarang.” Siwon pun tak malu mengecup bibir Yoona didepan Tiffany dan orang yang mungkin melihat mereka sekarang.

Tiffany akhirnya terduduk dan berkata “Sudahlah sana. Kalian berdua memang suka sekali ya bermesraan dihadapanku.” Yoona dan Siwon pun benar-benar pergi setelahnya.

….

…..

 

Katanya tak sopan untuk meninggalkan acara tanpa pamit pada orang yang mengundang bukan?

Tapi itulah yang dilakukan Siwon dan Yoona. Siwon malah mengajak Yoona keluar dari ballroom dan pergi ke kamar mereka yang memang ada di VVIP hotel ini. Tidak lupa kan ini hotel milik Siwon?

Mereka berdua berdiri dibalkon kamar yang menghadap ke kolam berenang. Siwon merangkul Yoona dan menaruh kepala Yoona dibawah kepalanya dan mengecup pelan puncak kepala Yoona.

“Sayang..”

“Hm? Ada apa Oppa?”

“Aku sangat mencintaimu.”

“I know Oppa.”

“Meski begitu. Aku tetap mau kau tau kalau Oppa akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi.”

“Hmm..”

“Aku kau bahagia selama kau menjadi istri Oppa? Karena Oppa sering membuatmu kesal, kadang bossy, mengerjaimu dan masih banyak lagi.”

“Tentu Oppa! Aku bahagia dan akan selalu bahagia. Ada alasan apa sehingga aku tidak bahagia hidup bersamamu? Tidak ada. Kau salah besar jika berpikir aku tidak bahagia Oppa.”

“Syukurlah. Oppa juga bahagia jika kau bahagia. Thankyou for coming into my life, be my wife and make my life a lot happier and colourful.”

“Tidak. Kurasa aku yang harus berterima kasih karena Oppa selalu sayang kepadaku, selalu menuruti kemauanku tanpa mengeluh, selalu memberi cinta untukku dan anak-anak kita, selalu memberi lebih dari yang pantas kita dapatkan. Aku sudah pernah bilang bukan.. aku sangat beruntung menjadi pasangan hidupmu Oppa.”

“Terima kasih sayang sudah mau menjadi bagian dari hidup Oppa, menjadi wanita yang hebat, wanita yang begitu penyayang dan baik. Kau adalah segalanya yang kibutuhkan dalam hidup ini. Saranghae Yoong.”

“Saranghae Oppa.”

Mereka pun berciuman, sangat lama dan sangat dalam. Menyalurkan segala perasaan mereka pada satu sama lain, memberitahukan jika cinta mereka adalah yang didepan mereka sekarang, saat ini. Bibir yang terpaut itu lama kelaaman semakin lengket bahkan lidah mereka pun sudah saling mengikat dialam mulut mereka. Sampai akhirnya mereka merasa mereka butuh bernafas, barulah mereka melepaskan bibir satu sama lain.

“Aku punya hadiah untukmu sayang.”

“Hadiah? Untuk apa Oppa. Kau sudah memberiku bunga hampir tiap hari.. masih saja memberi hadiah. Yang ulang tahun hari ini bukan aku tapi kan Summer.”

“Kau adalah hadiah terbesa dan terindah dihidupku Yoong. Sekalipun aku memberimu barang termahal pun itu tidak akan sebading dengan kehadiranmu dihidupku.”

Siwon pun mengambil sebuah kotak kristal dari kantong celananya. Membuka kotak itu dihadapan Yoona. Didalamnya terdapat kalung serta cincin berlian yang sangat indah.

Siwon pun memakaikan kalung dan cincin itu pada leher dan jari manis Yoona. Lalu mengecup dahi, kedua pipi dan bibir Yoona.

Yoona pun berkata “Gomawo Oppa! Sebenarnya kau tak perlu terus membelikanku barang. Semua cinta dan kasih sayangmu selama kita bersama sudah lebih dari cukup. For me, this is just a bonus. You are my main gift, my always favorite present oppa!”

“Saranghae Yoong! Teruslah menetap dihidupku, berlindunglah padaku, percaya kalau aku dapat menjagamu dan anak-anak kita dari apapun. Kuharap 10 tahun kedepan, kau masih dapat tersenyum dan berkata ‘Aku bahagia bersamamu Oppa’ karena kebahagiaanmu adalah yang terpenting untukku sayang. Aku benar-benar mencintainmu.”

“Aku juga mencintaimu Oppa, sangat mencintaimu.”

“Yasudah dua hari lagi kita ke Europe lagi ya sayang.”

“Oh ternyata ini ya tujuan utama Oppa.”

“Bukan.. tetapi Oppa memang mau bilang itu dari tadi pagi.”

“Ya.. ya.. terserah Oppalah. Memangnya aku boleh menolak?”

“Tentu boleh, kalau itu karena kau mau pergi ke tempat lain. Dan tidak boleh kalau yang kau maksud adalah tidak pergi.”

“Yak! Itu sama saja. Ku kira tumben Oppa membolehkanku menolak untuk urusan yang satu ini.”

“Yasudah berarti setuju kan?”

“Setuju.. tetapi Oppa ya yang berbicara kepada Andrew terutama Callistha. Kuperingatkan saja.. princess kia pasti mensngis. Lihat saja kau bisa membuat kita tetap pergi atau malah batal.”

“Tenang saja. Aku yang urus semuanya.”

“Okay then. Sekarang ayo kita balik ke acara dibawah. Kau keterlaluan Oppa mengajakku meninggalkan acara keponakan sendiri hanya untuk bermesraan disini.”

“Iya sih. Tapi bagaimana lagi. Hehe.” “Saranghae Yoong.”

“Nado saranghae Oppa.”

 

THE END.

Endingnya keknya ga jelas deh atau bisa dibilang tanggung atau apalah. Tapi ya aku cuma bisa kasih kek gini haha. Semoga terhibur dan terobati bagi yan udh kangen YoonWon! Thanks!

 

 

Advertisements

[One Shoot] Our Memories and Moments (Special for Siwon’s Birthday)

Title : Our Memories and Moments (Special for Siwon’s Birthday)

Cast : Siwon, Yoona and others

Note : All casts are belong to their company, their family and God, not mine at all (sadly)

Happy reading guys!

-Story in 2025 dan cerita ini tidak berdasarkan kenyataan ya-

Yoona terbangun pagi ini oleh karena suara ketawa yang keras dari dua putri kembarnya yang berada di ruang wardrobenya, yang berarti hanya diruang sebelahnya. Ah bukan, hanya satu tembok sekatanlah yang memisahkan tempat dirinya tertidur sekarang dan ruang wardrobenya.

Yoona yang masih dalam posisi tidurnya tersenyum lebar, senyum yang bernilai milyaran dollar, senyum yang hanya jika kau ingin melihatnya membutuhkan biaya yang banyak, senyum yang selalu menjadi candu bagi para pria yang disebut ‘fanboys’nya dan juga para ‘fangirls’nya. Bahkan secara mengejutkan, banyak perempuan yang ingin menjadikan Yoona pasangan hidup mereka! Hah! Tapi itu tidak akan terjadi, karena dengan bukti Yoona sudah memiliki dua putri kembar berarti dirinya telah mempunyai seorang pria, seorang suami.

Yoona tersenyum makin lebar ketika mengingat semua moment bagaimana akhirnya dirinya dan suaminya dapat bersama dan akhirnya dapat menikah.

Flashback ON

-Story start from 2007-

Siapa yang tidak mengenal visual dari boyband terhot Siwon yang berusia 21 tahun dan visual dari girlband terkenal Yoona yang berusia 17 tahun? Apalagi keduanya berasal dari agensi Top 3. Karena keduanya sangat terkenal, agensi pun sering memberikan mereka project yang melibatkan keduanya karena apapun project itu pasti akan sukses ketika ada mereka. Maka ini tidak menutup kemungkinan banyak fans yang memasangkan Siwon dengan Yoona ataupun sebaliknya. Dan seperti mendapatkan lottery, para fans yang menyukai dan berharap keduanya benar-benar bersama atau pacaran merasa sangat bahagia karena pada 2008, tepatnya 1 July 2008 banyak stasiun TV dalam negeri maupun luar negeri memberitakan bahwa Choi Siwon dan Im Yoona resmi berpacaran. Bahkan ada salah satu stasiun tv secara esklusif memberitakan bahwa mereka telah berpacaran sejak 2005 yang berarti hubungan mereka telah berjalan 3 tahun.

Netizen dan para fans selalu menganggap mereka berpacaran karena keduanya sering dipertemukan dalam project yang sama apalagi karena keduanya berada di dalam bawah naungan agensi yang sama, otomatis mereka bisa bertemu tanpa diketahui publik. Banyak juga yang mengira pertemuan Siwon dan Yoona yang pertama adalah saat boyband Siwon menemani girlband Yoona pentas disalah satu stasiun musik. Tapi semuanya salah karena tanpa banyak yang tau, orang tua dari kedua pihak bersahabat, ah bukan kedua orang tua mereka sudah terlihat seperti saudara. Karena itu, sebenarnya pertemuan paling pertama mereka adalah pada saat Siwon berusia 7 tahun dirinya bertemu Yoona yang waktu itu masih berusia 4 tahun di acara perusahaan Appa Yoona. Sejak itu jugalah, Siwon sudah senang dan sering bermain dengan Yoona. Kemudian seiring bertambahnya usia, Siwon memutuskan terjun ke dunia entertainment pada usia 13 tahun karena ia sangat menyukai acting dan juga mendapatkan tawaran dari berbagai agenci sedangkan Yoona sudah menjadi model berbagai brand busana sejak 8 tahun karena mukanya yang cantik dan juga karena Ommanya yang adalah fashionista suka memakaikan baju-baju bagus dan mempostingnya ke internet. Tetapi pada akhirnya keduanya bersepakat masuk kedalam group yang fokus dalam bidang vokal dan dance.

———————————

Saat hubungan mereka diketahui publik, netizen, fans tidak banyak memberikan komentar negative karena berita tentang mereka resmi berpacaran itu hanya berupa foto-foto saat Siwon dan Yoona sedang makan siang berdua di restoran mewah di Italy pada bulan April 2008 untuk merayakan ulang tahun Siwon dan beberapa foto saat Siwon menemani Yoona berbelanja di boutique pada bulan May di Paris tepatnya pada hari ulang tahun Yoona. Tidak berlebihan bukan?

Meski begitu, mereka terpaksa harus mengurangi interaksi pada saat dipanggung atau di acara yang sama. Intinya mereka berdua tidak mau terlalu menunjukkannya dipublik. Ditambah, Yoona tidak ingin hubungan mereka menjadi konsumsi publik dan juga ia tidak ingin para fans dan fans Siwon yang tidak menerima mereka berpacaran merasa sedih dan kesal. Tetapi walaupun begitu, pada event Natal tahun 2008, mereka tertangkap kamera sedang berduaan lebih tepatnya Siwon yang pada akhir acara berjalan ke arah Yoona yang sedang berbincang bersama Sooyoung di panggung lalu merangkulnya. Dan juga Siwon terlihat bergandengan tangan dengan Yoona untuk masuk ke belakang panggung pada acara tahunan yang diadakan salah satu stasiun TV nasional. Hanya sebatas itulah interaksi mereka berdua yang lama kelamaan membuat semua fans keduanya mulai menerima kenyataan mereka telah berpacaran.

Pada tahun 2011, tepatnya pada 1 Oktober 2011. Korea dihebohkan dengan berita bahwa Siwon dan Yoona akan menikah pada 7 January 2012. Yang lebih menambah kehebohkan adalah ternyata keduanya adalah pewaris dari perusahaan yang termasuk kedalam 3 perusahaan tersukses didunia. Selain itu, juga muncul photo prewedding mereka yang diketahui diambil di Maldives, Hawai, Swiss, Roma dan beberapa negara Eropa lainnya.

Dua minggu setelah itu, Siwon dan Yoona serta group mereka juga melakukan press conferences dengan press yang telah mereka pilih untuk memberitakan bahwa kedua group akan vakum, vakum disini berarti mereka dapat sewaktu-waktu melanjutkan karir mereka tetapi tidak akan selalu beraktivitas karena ada banyak member yang juga akan melangsungkan pernikahan pada pertengahan dan akhir tahun 2012 juga ada yang akan mengikuti jejak Siwon dan Yoona pada tahun depan. Siwon juga memberitahu media, pemberkatan nikah dan acara pernikahan Yoona bukan dirayakan di Korea melainkan di New York karena tidak ingin lebih private dan juga karena Siwon akan mengurus perusahaan yang ada disana. Para fans kecewa karena berarti mereka tidak dapat hadir atau menyaksikan pernikahan idolanya. Namun secara mengejutkan, Yoona mengatakan dirinya dan Siwon sepakat menyediakan 100 kursi dan tiket pesawat serta segala fasilitas untuk penggemar mereka untuk hadir pada acara pernikahannya dan juga 10 kamera press diizinkan untuk meliput acara pernikahan mereka. Karena hal ini, banyak netizen maupun fans sangat gembira bahkan banyak yang menangis karena itu.

Member-member yang lain pun masuk kebelakang stage ketika mereka sudah menjelaskan tentang kelangsungan group mereka dan ternyata member yang akan menikah pada tahun 2012 itu adalah Kangin dan Tiffany pada bulan Maret, Leeteuk dan Taeyeon pada bulan Juni, Yesung dan seorang model pada bulan September, Hyoyeon dan pacar altetnya pada bulan Oktober dan Sooyoung dan seorang actor di bulan November. Kemudian, press conference itu berlanjut ke sesi tanya jawab.

Pertanyaan pertama dilontarkan oleh seorang wartawan dari X News yang diketahui dari Hongkong. Dia bertanya “Bagaimana akhirnya mereka memutuskan untuk menikah padahal popularitas mereka sedang berada dalam puncaknya? Apakah mereka tidak takut para fans akan meninggalkan mereka”.

Siwonlah yang menjawab “Alasan pertamaku yakin untuk menikahi Yoona adalah karena dari kecil kami sudah mengenal satu sama lain ditambah aku merasa hubungan kami sudah matang untuk dilanjutkan dengan pernikahan”. Siwon terdiam sejenak lalu melanjutkan kata-katanya “Kedua, aku tidak mau calon istriku yang cantik ini menunggu terlalu lama dan juga aku takut dia bosan menungguk hahaha”. Para press tertawa dan wajah Yoona memerah malu. Siwon tanpa berhenti melanjutkan lagi “Yang paling utama sebenarnya karena aku mencintai Yoona lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Aku ingin melindunginya, menjaganya dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku dan masa tuaku dengannya. Aku merasa tidak ingin yang lain selain dirinya, untuk itulah aku berani mengambil langkah ini” “dan kalau ditanya tentang fans, aku percaya fansku dan fans Yoona akan bahagia jika kami bahagia. Aku yakin fans Yoona mengetahui bagaimana aku menyayangi Yoona dan juga sebaliknya”. Setelah itu, banyak yang bertepuk tangan.

Pria yang bertanya tadi pun berkata “Yoona-shi, apakah kau ingin menambahkan yang lainnya?”.

Yoona menjawab “Hmm.. satu minggu yang lalu aku dan Siwon Oppa mengundang 5 fansku dan 5 fans dia untuk makan malam disalah satu restoran diKorea. Tujuannya adalah berdiskusi, karena kami menganggap mereka teman. Aku bertanya ‘Apakah kalian marah kepada kami?’ Mereka semua menjawab ‘Kami tidak punya hak untuk marah karena semua orang berhak menjalani kehidupannya sesuai yang ia mau, dan itu juga berlaku untuk eonni dan Oppa”. Bahkan yang paling lucu adalah ada salah satu dari mereka berkata ‘Aku cemburu terhadap hubungan kalian. Walupun tidak banyak menunjukkan interaksi, tetapi kalian bisa bertahan lama’ dan beberapa dari mereka juga meminta saran untuk sebuah hubungan. Jadi kurasa fans-fans yang diluar sana lama-lama juga akan mengerti keadaanku dan Siwon Oppa”. Ketika menyelesaikan kata-katanya, mata Yoona sudah berair. Membuat Siwon berkomentar “Lihatlah, kalian membuat Yoonaku menangis sebentar lagi, haha”.

Pertanyaan kedua adalah dari seorang wanita yang merupakan karyawan dari salah satu TV nasional di Korea. Dirinya bertanya “Kalian berencana honeymoon kemana dan berapa banyak anak yang kalian inginkan?”.

Siwon tertawa “Hmm sebenarnya aku tidak ingin menbocorkan kemana destinasi honeymoon kami, tapi baiklah, kami berencana pergi ke salah satu pulau yang aku miliki di Hawai karena Yoona belum pernah pergi kesana.. dan untuk anak silahkan tanyakan pada yang akan melahirkan mereka nanti”.

Yoona yang tau apa maksud Siwon menjawab “Hmm.. aku, aku hanya ingin satu anak laki-laki dan perempuan”.

Berbagai pertanyaan berikutnya dari media China berupa apakah “Yoona akan diizinkan berkarir oleh Siwon”. Yang dijawab Siwon “Tergantung kemauan Yoona sendiri. Tapi sejujurnya aku menginginkannya menghabiskan waktunya denganku dirumah ataupun berbelanja bersama, juga jalan-jalan bersamaku”. Jawaban Siwon membuat para wanita yang hadir terkagum-kagum. Apa? Berbelanja? Yang benar saja!

Pertanyaan lainnya hanya seputar kerjaan yang akan Siwon lakukan, bagaimana karir mereka berdua di dunia musik, apa yang akan mereka lakukan jika ada yang memberikan tawaran bermain film. Pertanyaan terakhir dijawab oleh Yoona “Sepertinya semua rahasia kami akan keluar disini. Aku dan Siwon Oppa akan bermain mini drama yang hanya ada 5 episode ditahun 2013. Doakan saja aku tidak hamil saat sudah mau syuting nanti”. Semuanya tertawa mendengarnya!

Semua press yang hadir disana merasa senang, bukan hanya karena apa yang mereka ingin tau terjawab tapi karena Siwon dan Yoona sangat ramah dan membuat suasana wawancara seperti mengobrol dengan sahabat.

Beberapa bulan kemudian..

Top search, top news, hot news dan lain-lain adalah mengenai acara penikahan Siwon dan Yoona sangat mewah dan mengemparkan dunia sampai-sampai masuk kedalam list pernikahan yang tidak akan dilupakan dunia dan pasangan terfavorit dari Korea. Ditambah lagi, pada acara yang diadakan malam hari, clip Siwon ketika melamar Yoona untuk menikahinya ditayangkan. Uh. Ada yang menangis, ada yang terkagum-kagum. Siwon dan Yoona tidak berhenti mengejutkan orang, mereka memberi izin kepada satu media dari Korea untuk meliput perjalanan honeymoon mereka yang membuat orang-orang ingin berada diposisi keduanya karena honeymoon mereka sangat sweet, Siwon banyak memberi kejutan romantis untuk Yoona, makan malam dipinggir laut, Siwon membelikan segala yang Yoona mau serta ciuman bibir keduanya yang pertama kali dilihat publik dan masih banyak hal lainnya.

Tentunya tidak sampai situ, dunia kembali dihebohkan pada bulan Maret 2012 ketika Siwon tanpa sengaja mengatakan Yoona sudah hamil sejak bulan February 2012 mengalahkan berita pernikahan Kangin dan Tiffany. Tiffany sampai menelepon dirinya dan mengomel mengatakan mengapa Siwon harus tanpa sengaja mengatakan itu tepat dihari pernikahannya dan lebih parahnya Siwon mengatakan itu saat diwawancarai dipesta pernikahannya.

Yoona ingat betul kalimat yang dikatakan Siwon “Aku harap Kangin hyung dan Fany bisa cepat mendapatkan anak. Mereka pasti akan sangat bahagia seperti aku yang semakin bahagia karena Yoona sudah hamil satu bulan. Doakan saja semua berjalan lancar ya”.

Tidak berhenti disana saja, tepatnya 4 November, berbagai negara heboh ketika mengetahui Yoona melahirkan dua putri kembar yang sangat manis. Ini membuat Sooyoung mengomel kesal karena berita cara pernikahannya dikalahkan oleh berita kelahiran bayi putri Yoona.

———–Flashback OFF———-

Yoona tersadar dari semua lamunannya ketika mendengar anaknya berteriak memanggilnya. Oh! Dirinya lupa ini sudah waktunya untuk membawa mereka turun dan makan pagi karena Siwon yang biasa melakukan itu, sedang berada di Korea menghadiri meeting yang diadakan Appa Siwon kemarin.

Yoona pun langsung turun dari tempat tidurnya dan berjalan cepat kearah ruangan dimana kedua putri cantiknya berada. Sampai disana, Yoona mengintip dahulu, melihat apa yang mereka berdua lakukan diruangan koleksi baju, tas dan sepatunya. Ah! Ternyata kedua gadis cantiknya sedang memilih-milih tas. Kedua gadisnya bahkan sudah terlihat cantik pagi-pagi sekali.

Yoona kemudian melangkah kedalam lalu berkata “Morning my two lovely girls”. Kedua gadisnya yang berusia 13 tahun itu langsung menghadap ke arah datangnya suara lembut itu dan ketika melihat itu adalah Yoona, mereka berlari menuju ke kedua tangan terbuka Yoona yang bersiap memeluk mereka. Yoona tersenyum ketika kedua putrinya mencium kedua belah pipinya dan dirinya pun membalas ciuman mereka. Lizzy, si sulung, terlebih dahulu berusaha “Morning Mommy. I love you”. Kemudian diikuti si bungsu, Lauren “I love you more than sis love you Mom”. Karena kata-kata Lauren, Lizzy dan Lauren pun berdebat singkat. Yoona yang melihatnya menghentikan perdebatan mereka dengan mengatakan “I love you too girls. Sekarang apa princess-princess Mommy ingin makan?”.

Keduanya menggeleng. Yoona bertanya “Wae?”.

Lauren menjawab “Aku mau mencari baju, tas dan sepatu yang cocok untukku. Mom tidak lupa akan Christina, anak auntie Tiffany berulang tahun hari ini?”. Lizzy menganggukan kepalanya setuju.

Yoona menjawab “Mom tidak lupa princess. Tapi kalian harus makan dulu, ingat pesan daddy kan?”

Mendengar itu, Lizzy langsung berseru “Mom! I want to call Dad! Mana iPhoneku?”

Yoona menjawab putrinya “Baiklah. Tapi kita turun dulu sayang, bibi Han pasti sudah menyiapkan makanan kesukaan kalian. Kita akan melakukan video call dengan Daddy lewat iPad mom okay?”

Lizzy mengangguk senang. Ya, Lizzy lebih dekat dengan Siwon karena Lauren lebih lengket kepada Yoona. Lizzy juga mempunyai hobby yang sama dengan Siwon yaitu menonton bola, sedangkan Lauren sangat feminine, dirinya lebih suka berbelanja dengan Yoona. Bahkan tak jarang, Lauren dan Yoona hanya shopping berdua, menghadiri acara Fashion week berdua bahkan melakukan photoshoot untuk berbagai produk dan majalah berdua sedangkan Lizzy bisa pergi berdua dengan Siwon ke Spanyol atau negara lain menonton bola jika dia dan Lauren tidak bisa ikut. Tapi Siwon dan Yoona tidak pernah membedakan kasih sayang kepada keduanya.

Saat putrinya sudah duduk dan makan, Yoona beranjak dan mengambil iPad yang tergeletak diruang keluarga untuk melakukan videocall dengan Siwon. Pada nada dering yang kedua, Siwon langsung mengangkat dan mengakatan ‘Hi darling’. Yoona tersenyum, suaminya terlihat tampan walaupun rambutnya masih acak-acakkan.

Yoona menjawab ‘Hi Oppa’

Siwon berkata ‘Aku sangat merindukanmu Yoong. Aku ingin memelukmu sekarang”.

Yoona terkekeh lalu menjawab “Ternyata pesonaku belum hilang. Ku kira Oppa sudah tergoda anggota girlband baru agensi kita dulu yang menjadi model cafe perusahaanmu itu”.

Siwon langsung menjawab “Yak Yoong! Tidak mungkin aku tergoda sayang, tenang saja. Hanya kau yang bisa mengodaku, apalagi diranjang. Aww so hot babe”.

Yoona langsung menjawab “Yak Oppa! Kau sungguh mesum. Kau sung-“. Ucapan Yoona terpotong ketika mendengar suara Lizzy berkata “Mom, I wanna talk to Daddy please”. Yoona ternyata tidak sadar, Lizzy sudah berada didekatnya.

Yoona berkata “okay” kepada Lizzy. Dirinya duduk disofa dengan Lizzy yang mengikutinya.

Lizzy yang melihat muka Siwon dilayar iPad itu langsung berteriak heboh “OMG Dad! You look so hot Dad!”. Mereka bertiga kemudian tertawa.

Siwon kemudian bersuara “Morning princess, you look pretty my baby”.

Lizzy langsung mengambil ahli iPad dari tangan Yoona lalu berkata” Thanks daddy. I miss you sooo much”.

Siwon kembali tertawa lalu menjawab “I miss you sooo much too princess” lalu berkata lagi “Give the iPad to Mommy please?”.

Lizzy mengangguk memberikan iPadnya kepada Yoona. Setelah itu Lizzy kembali bersuara “Have you eaten your breakfast daddy?”

Siwon menjawab “oh of course I have eaten my breakfast sweetie. How about you, mom and your sister?”

Lizzy mengangguk sambil tersenyum lalu berkata lagi “Today, we will go to Christina Birthday. Sadly, you can’t join us Dad”.

Siwon tersenyum lalu berkata “Of course I can’t join because it is only for children and woman”.

Lizzy mengangguk lalu berkata lagi “Dad remember to buy me two new arrival football sho–“. Ucapan Lizzy terpotong oleh karena suara Lauren yang berteriak “Dad buy me four MCM Backpack White, Black, Pink and Orange”. Lizzy langsung berlari kearah Lauren, mengelitiknya karena membuat percakapannya dengan Siwon terpotong.

Yoona yang melihat itu berkata “Oppa kau harus tau bahwa Lizzy mengelitik Lauren sekarang”.

Siwon menjawab “Kenapa Lauren tidak mengikuti kalian mengobrol denganku di video call sayang?”

Yoona menjawab “Kau tau sendirilah Oppa bagaimana yang satu itu”.

Siwon menjawab “Hah, kurasa aku harus belajar lebih banyak tentang Fashion wanita agar dia menjadi lebih dekat denganku. I miss her too”.

Yoona tersenyum lalu memanggil Lauren agar melakukan percakapan lewat video call dengan Siwon.

Lauren langsung menurut dan duduk dipangkuan Yoona dan ketika melihat wajah Siwon dilayar. Lauren berkata “Morning my hero”.

Siwon tersenyum dan mengedipkan satu matanya mengatakan “Morning too my beautiful model”. Lauren terkekeh mendengarnya.

Lauren kemudian berkata “I love you daddy! Come home soon Okay?”

Siwon tertawa senang lalu menjawab “Okay! Give me kisses when we meet later okay?”.

Lauren terlihat berpikir.. Yoona tertawa melihatnya. Lizzy yang sudah duduk disamping Yoona mendengar itu, dirinya lah menjawab “Okay Dad. Will give you tons of kisses”.

Siwon tertawa lalu berkata “Thankyou my pretty baby Lizzy”. Mendengar membuat Lizzy tertawa senang.

Siwon kemudian berahli kearah Lauren lalu bertanya “How about you Lauren? Will you?”.

Lauren masih berpikir tetapi pada akhirnya mengangguk. Membuat mereka semua tertawa.

Siwon kemudian bertanya lagi “How about my precious wife?”. Yoona tertawa mendengar, menjawab “Okay will do”.

Lauren yang mendengar itu langsung menghadap Yoona kemudian ke arah layar, menatap Siwon dan berkata “But Mommy is mine Dad!”.

Yoona kembali tertawa sedangkan Siwon terpaksa menjawab “Okay, Mommy won’t kiss me baby”.

Siwon kemudian berkata lagi “Okay girls. Daddy will go and meet uncle Kyuhyun first. Love you girls, a lot!”. Lizzy dan Lauren menjawab “Me too”. Yoona juga melakukan hal yang sama.

Saat Lizzy dan Lauren kembali ke meja makan, Yoona berkata “Saranghae Oppa!”

Siwon menjawab “Saranghae Yoong! Kau membuatku ingin menciummu sekarang. Hah!”

Yoona tertawa dan berkata “Nanti saat pulang kau bisa melakukan itu Oppa. Oh iya, titip salam untuk Kyuhyun Oppa dan Seohyun. Bilang aku merindukan mereka dan tentunya baby Jack mereka”

Siwon mengangguk lalu berkata “Okay! Bye Yoong. Love you the most”

Yoona tersenyum lalu menjawab “Me too Oppa”.

———————————

Setelah selesai makan dan mandi, Lizzy menonton televisi sedangkan Lauren malah mengajak Yoona untuk membeli dress untuk dia pakai diacara ulang tahun Christina nanti malam.

Yoona mengiyakan dan menyuruh kedua putrinya mengambil apa yang mereka butuhkan untuk malam ini karena kemungkinan sehabis berbelanja mereka akan langsung pergi ke New York’s Cafe tempat acara ulang tahun Christina berlangsung.

Saat Yoona sedang duduk di meja riasnya, mengaplikasikan eyeshadow biru muda di matanya, dering lagu Don’t Leave Me Super Junior dari iPhonenya menandakan ada pesan yang masuk. Yoona awalnya tidak mau melihat dahulu, tetapi dering itu berulang sampai 8 kali. Jadi akhirnya Yoona memutuskan untuk melihat pesan dari siapakah itu.

Pesan pertama.. oh! From : Yul eonnie

Yoong, kau datang ke birthday party anak Tiffany kan? Kita semua menunggumu disana okay.

Yoona tersenyum.. eonnienya yang satu itu masih selalu perhatian kepadanya. Dia pun mengetik untuk membalas pesan dari Yuri ‘Aku akan datang. Okay eonnie, see you later :)’

Pesan kedua dari Jessica yang berisi :

‘Yoong kau harus datang ya dan jangan lupa bawa my two cuties! Suamiku ingin melihat mereka. Love u’.

Yoona terkekeh melihat pesan itu, dirinya pun membalas pesan itu dengan ‘Iya eonnie, tenang saja. Love u too eonnie’

Pesan ketiga sampai yang kedelapan berturut-turur terus menambah senyum diwajah cantik Yoona karena pesan tersebut adalah dari Choi Siwon, love of her life.

‘Dear, aku sangat mencintaimu. Saranghae’.

‘Sayang, jangan terlalu lelah karena mengurus Lizzy dan Lauren. Mereka sudah besar dan mempunyai pembantu mereka sendiri’.

‘Kau sedang apa sayang? Aku selalu merindukanmu T.T’.

‘Apakah kau rindu padaku juga Yoong? Keke. Jaga dirimu baik-baik disana’.

‘Gelang berlian yang kau mau sudah ada! Tunggu saja dan bersabarlah sampai besok siang dear’.

‘I love you my beautiful wife! Kau pasti akan terlihat sangat cantik di pesta ulang tahun anak Tiffany. Mataku sangat kecewa tidak dapat melihatnya. Pakailah kartu no limitku jika kalian ingin berbelanja.. aku dengan senang hati membiarkan menghabiskan hartaku haha’

Yoona terkekeh. Ah, kapan suaminya pernah membuat dirinya tidak tertawa? Kapan suaminya pernah membuatnya marah? Mengapa suaminya terlalu baik, terlalu romantis dan terlalu mencintai dirinya. Yoona teringat dari awal pernikahan sampai sekarang, Siwon tidak pernah membuat dirinya menangis karena perbuatan Siwon kecuali pada surprise-surprise yang ada setiap tahunnya. Ya, Siwonnya terlalu mencintainya.

Yoona pun tersadar dari lamunannya dan membalas pesan dari Siwon

‘Tenang saja Oppa, aku tidak kelelahan. Dan, seperti permintaanmu, kami akan pergi berbelanja karena Lauren sudah ribut sekali ingin berbelanja. Gomawo Oppa! Saranghae, aku juga merindukanmu Oppa. Chuu~’

Setelah itu, Yoona kembali mengaplikasikan lipstick sebagai sentuhan terakhir di wajahnya. Setelah mengambil Hermes Kelly warna merahnya, dirinya turun kebawah. Dia putri kesayangannya sudah ada di sofa sedang menonton TV dengan baju yang merupakan pilihan mereka masing-masing. Kemudian, mereka pun pergi setelah Lizzy dan Lauren memakai sepatu mereka.

———————————

Acara malam itu, tentu akan sangat meriah, seperti yang dikatakan Lauren “Mommy, aku mau acara ulang tahunku nanti lebih mewah dari ini Mom.. hmm..”.

Yoona hanya tersenyum lalu mengandeng kedua putrinya menuju ke arah dimana Tiffany dan putrinya sedang duduk menyambut para tamu.

Ketika Tiffany melihat Yoona yang sudah mendekat dirinya langsung berdiri memeluknya diikuti Christina yang memeluk Lizzy dan Lauren.

Ya, setelah Tiffany menikah.. dirinya juga memutuskan tinggal di Amerika. Lalu Tiffany juga sudah melahirkan 6 orang anak. Christina, anak sulungnya hanya satu tahun lebih muda dari Lizzy dan Lauren, yaitu 12 tahun. Anak keduanya, Charles berusia 11 tahun. Dua tahun kemudian, dirinya kembali melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Clement yang sekarang berusia 8 tahun. Dirinya kembali melahirkan anak keempatnya satu tahun kemudian, yaitu Charlie berusia 7 tahun. Lalu 3 tahun kemudian, Tiffany hamil lagi dan melahirkan, Claire, anak perempuannya yang kini berusia 4 tahun. Dan siapa sangka 8 bulan yang lalu dirinya melahirkan seorang bayi cantik yang diberi mana Caresse.

Karena Tiffany tinggal di Amerika seperti Yoona, membuat keduanya sering bertemu. Bahkan Yoona selalu datang menjenguk saat Tiffany melahirkan anak-anaknya. Karena itu juga, Christina dan Charles sangat dekat dengan Lizzy dan Lauren dibandingkan anak-anak dari member lainnya.

Yoona melepaskan pelukannya sangat merasa ada yang beda dari tubuh Tifdany. Dirinya langsung berseru “Eonnie, kau hamil lagi? Omg. You are so crazy.”

Tiffany tertawa dan menjawab “Iya Yoong, sudah 6 bulan. Kau juga bisa menambah kalau mau”.

Mereka pun tertawa bersama. Tawa mereka berhenti ketika Lizzy bersuara “Auntie, where are your other children?”

Tiffany yang mendengarnya menunjuk ke sofa di kanan stand, Charles sedang memangku Claire. Lalu ke arah stand steak, disana ada Clement dan Charlie sedang menunggu steak mereka. Lalu disudut ruangan, ada Caresse yang sedang digendong oleh Taeyeon.

(Okay.. setelah menimbang-nimbang akhirnya author memutuskan menceritakan sedikit kehidupan para member girlgroup yang belum ada diatas, semoga ga bosen ya)

Melihat Taeyeon, membuat dirinya tersenyum. Mereka semua sekarang telah berkeluarga bersama orang yang dicintainya. Taeyeon yang menikah dengan Leeteuk mempunyai dua orang anak perempuan berusia 9 tahun dan 7 tahun yang bernama, Delvani dan Delvie serta anak laki-laki berusia 2 tahun, Dennis. Jessica akhirnya juga telah menikah dengan seorang pengusaha. Namun, secara mengejutkan, Jessica telah mempunyai 4 anak selama 4 tahun berturut-turut. Dua anak perempuan berusia 11 tahun dan 7 tahun, Jessie dan Janice lalu dua anak laki-laki berusia 9 dan 8 tahun, Jake dan Jacob. Hyoyeon, sama seperti Jessica. Dirinya juga mempunya 4 orang anak yang semuanya perempuan berusia 9 tahun, 6 tahun, 4 tahun dan satu lagi masih 11 bulan : Grace, Giselle, Gnadelyn, Grassie. Jangan lupakan Yuri eonnienya. Yuri mempunyai 3 orang anak. Anak pertamanya adalah laki-laki berusia 10 tahun bernama Richard dan 2 anak perempuannya berusia 7 tahun dan 5 tahun, Rachel dan Rebecca. Dan Yuri juga tengah mengandung 4 bulan. Setelah itu, Sooyoung. Sooyoung masih bekerja di dunia entertainment sebagai seorang actress namun dirinya tidak peduli, dia memiliki 2 putra berusia 9 tahun dan 7 tahun, Albert dan Neilson dan sedang mengandung 8 bulan yang diketahui akan menjadi seorang putri. Seohyun, si maknae. Melahirkan 3 putri cantik yang diberi nama Alicia, Cayla, Vanessa yang berusia 8 tahun, 4 tahun dan yang satu lagi masih 7 bulan.

Semuanya wanita hadir bersama semua anak-anaknya. Sebenarnya Yoona agak tidak menyangka dirinya yang mempunyai 2 anak sedangkan eonnie-eonnie dan dongsaeng mempunyai lebih banyak dari dirinya. Karena dulu, dialah yang paling menyukai anak-anak. Tapi, yasudahlah dirinya tidak mau terlalu memikirkan itu. Lizzy dan Lauren sudah duduk dengan semua anak Tiffany kecuali Caresse yang sekarang digendong baby sitternya, Richard, Jake, Jacob serta Delvani dan Delvie juga terlihat duduk disana. Mereka sedang bermain entah apa, Yoona tidak bisa melihat dengan jelas. Tiffany tadi sempat berbisik kepadanya “Yoong kurasa kau butuh memberikan suamimu hadiah itu besok. Semoga saja yang kamu tidak inginkan tidak terjadi”. Kalimat itu membuatnya sedikit bingung sebenarnya, tetapi ketika Yuri dan Jessica menyerukan namanya dirinya tersadar dari lamunannya. Yoona pun berjalan ke arah meja dimana Yuri dan Jessica sedang duduk bersama member-member lainnya kecuali Sooyoung yang ada diKorea karena takut tiba-tiba dirinya melahirkan. Dan sisa hari itu, Yoona habiskan dengan berbincang-bincang mengenai peran ibu mereka, anak-anak mereka, masalah Fashion sampai pekerjaan. Beberapa memberikan tadi sempat menggodanya, apakah dia tidak ingin menambah anak lagi. Yoona hanya menggeleng. Dan ketika jam menunjukkan pukul 10.30, semuanya pulang ke rumah masing-masing.

———————————

Di mobil, saat Yoona sedang mengecek iPhonenya. Lizzy tiba-tiba bersuara “Mom! Kita harus buat surprise untuk Daddy. Besok Dad berulang tahun Mom!”. Ah! Kenapa dirinya lupa. Hmm.. apa mungkin ini yang tadi dimaksu Tiffany, eonnienya..??

Yoona menjawab “Okay.. apa yang ingin diberikan dua princess Mommy kepada Kingnya? Hm?”.

Lauren langsung bersuara “Dompet yang tadi ada dietalase Hermes mom! Kau bisa kan menyuruh pemiliknya membawa ke rumah kita sebelum daddy pulang”.

Lizzy yang mendengar itu seperti tidak setuju, dirinya kemudian berkata “Kau saja yang beri itu pada daddy. Aku akan mengajak Mommy membuat cake bersama nanti saat sampai dirumah”.

Yoona tersenyum mendengar jawaban kedua putrinya. Dua putrinya memang berbeda walaupun kembar. Yoona pun akhirnya berkata “Okay. Kita beli dompet itu dan membuat kue. Daddy pasti akan sangat senang dengan apa yang kalian berikan kepadanya”

Lizzy tersenyum dan kembali melanjutkan, mengatakan rencana yang telah disusunnya “Kalau begitu, siangnya saat daddy sampai di rumah kita berikan kuenya dan hadiahnya. Lalu kita makan siang di taman belakang rumah setelah itu kita akan dinner bersama besok malam, just the four of us. Bagaimana menurut Momny?”.

Tapi sebelum Yoona menjawab, Lauren  telah bersuara “Aku setuju. Tetapi setelah makan siang, kita pergi berbelanja dulu. Membawa daddy membeli apa yang dia inginkan. Bagaimana?”.

Lizzy langsung berseru “Tidak! Daddy tidak akan mau, tidak berguna membeli barang-barang. Lebih baik kita bermain saja di rumah”.

Dan akhirnya terjadilah saut-sautan dari kedua putrinya. Keduanya tetap mau apa yang mereka inginkan. Huft. Yoona selalu tersenyum ketika melihat kedua anaknya beradu pendapat. Bukan berarti dirinya membiarkan anaknya terbiasa dengan argumen mereka sendiri, tetapi Yoona merasa senang karena itu artinya anak-anaknya peduli.

Adu mulut mereka terus berlanjut sampai sebuah suaralah yang kemudian mampu mendiam kedua putri cantik itu. Sebuah suara yang berkata “Girls! Daddy suka keduanya, jadi kita akan melakukan semuanya besok. Okay? Tenang saja”.

Yoona terkejut. Apa? Siwon yang mengendarai mobilnya? Bukannya Siwon baru akan pulang besok siang? Bagaimana mungkin?

Lizzy dan Lauren langsung berteriak bersamaan “Daddy?! Kenapa kau bisa disini? Ishh kau sudah mengetahui rencana kami. Tidak seru lagi! Ishh”.

Yoona kemudian juga menyahut “Oppa bukannya besok siang kau baru sampai disini? Bagaimana bisa?”.

Siwon menjawab pertanyaan Yoona dulu “Bisa sayang, kau tidak lupa aku memiliki pesawat pribadi bukan?” Kemudian kembali berkata “Dan untuk princess daddy, tidak masalah tidak ada surprise karena kalianlah yang membuat daddy bahagia sayang”.

Mendengar itu, Lizzy langsung mencium pipi Siwon bahkan Lizzy langsung melompat ke jok depan kosong disamping Siwon. Sedangkan Lauren malah berbisik “Mom. Ingat ya besok kita berbelanja. Love you the most Mommy”. Rupanya ini masih dapat didengar telinga Siwon membuat Siwon bersuara “Yak! Lauren! Kau tidak mencium Daddy dan malah berkata kau paling mencintai Mommy? Tidak adil!”

Lauren hanya tertawa. Lizzy lah yang bersuara “Sorry Mommy, I love you so much but I love daddy the most”.

Mendengar itu, mereka berempat tertawa. Inilah jalan kehidupan yang selalu mereka inginkan, mempunyai keluarga dan anak yang lucu, berbahagia dan tertawa bersama.

THE END!

Okay readers. No sequel ya hehe. Sorry kalau mengharapkan Ending yang lain.. tapi cuma inilah yang bisa author tulis. Semoga ga mengecewakan, karena ini hanya ditulis dengan waktu pas-pasan saja.

Next posting ga tau kapan dan author juga ga mau buat janji, takutnya ga bisa ditepati.

Untuk para readers yang inbox author nanya kapan FF Family dipost, jawabannya belum tau, yang jelas bukan dalam waktu dekat ini guys!

Okay…

Lastly, to Siwon Oppa :

Happy Birthday uri handsome Siwon Oppa. Hoping all the best for you Oppa! Will keep supporting you no matter what. Love you!!

[One Shoot] My Choi(s)

Title : My Choi(s)

Cast : Choi Siwon, Im YoonA, Choi Aleyna and find out others by yourself.

Genre : Family, Romance

All casts are belong to their families and Lord. I just use their name to create my fanfiction stories.

P.s : all pictures are taken from Google.

Hi readers.. Beri saran dan kritik kalian ya buat cerita ini. Maaf kalau covernya ga bagus 😦 author memang ga pintar buat poster / cover gitu.

Sebenarnya OS ini udh lama tersimpan di Draft wordpress author, dan baru dipost sekarang karena ingin menghibur para readers yang rindu sama Siwon dan juga Yoona hehehe! Enjoy 🙂

Happy reading..

Author POV

Choi Siwon. Kebanyakan dari kalian akan langsung mengenal dirinya ketika kalian mendengar namanya. Siapa yang tidak ingat? Aktor tampan dan sangat bertalenta yang lahir terlahir sebagai anak konglomerat. Ah, kehidupannya dapat membuat sebagian besar orang cemburu. Sayangnya sekarang dirinya sudah tidak menjadi aktor lagi. Kenapa? Biar kuceritakan sedikit, 7 tahun lalu, dirinya vakum dari dunia keartisan karena dirinya memutuskan untuk menikah dengan Im Yoona, supermodel favorit dan tipe ideal laki-laki di seluruh dunia. Yoona adalah anak tunggal dari keluarga konglomerat yang mempunyai perusahaan dibidang emas, konstruksi, dll jadi ya bisa dibayangkanlah bagaimana kehidupannya. Apakah sudah cukup tentang latar belakang mereka? Ya kurasa sudah, haha.

Siwon POV

Yoona, dia adalah nafasku, duniaku dan segalanya bagi diriku. Aku tak akan bisa hidup tanpa dirinya, dia sudah seperti obat candu bagiku. Aku sungguh beruntung dapat menjadi suaminya. Ya sejak 7 tahun lalu kebahagiaanku bertambah terus. Hmm.. kalian sudah tau bukan kalau aku ini adalah aktor dulunya dan sekarang aku adalah pemilik Choi Company, Choi Buildings dan Choi Enterprise. Apa bedanya ketiga ini? Aku akan menjelaskan sedikit. Choi Company adalah perusahaan dibidang pertambangan dan produksi. Choi Buildings adalah hotel – hotel milikku baik di Korea maupun di luar Korea. Sedangkan Choi Enterprise bergerak di bidang promosi dan pembangunan villa-villa. Sekian saja tentang perusahaanku. Mari kita kembali ke topik tentang kehidupan pribadiku. Aku dan Yoona sudah memiliki seorang anak perempuan yang berusia 6 tahun. Walaupun dirinya adalah seorang model dan actress, Yoona tidak menolak ketika aku bilang aku ingin memiliki anak secepatnya setelah kami menikah. Ya dan akhirnya setahun setelah kita menikah, kita telah memiliki anak. Setelah anak kami lahir, Yoona sudah mulai mengurangi aktivitasnya di dunia entertainment karena dia ingin menjaga dan melihat perkembangan anak kami, walaupun memang kami memiliki banyak pekerja rumah tangga. Oh ya, anakku bernama Choi Aleyna. Dia tumbuh menjadi gadis yang cantik dan baik seperti ibunya dan juga manja tentunya. Aleyna sangat mirip dengan Yoona yang mampu membuat semua orang yang bertemu dengannya menyukainya karena sifatnya yang ceria dan juga sangat suka difoto. Hmm.. Aleyna lebih dekat dan manja kepadaku daripada Yoona dan ini menjadi kebanggaanku karena biasanya anak-anak akan lebih menyukai Yoona.

Yoona POV

Setelah 3 tahun berpacaran dengan laki-laki yang berstatus sebagai suamiku sejak 7 tahun lalu, kehidupanku tidak banyak berubah. Aku tetap berprofesi sebagai model dan 1 tahun yang lalu mulai masuk ke dunia perfilman. Mungkin kalian bertanya, kenapa aku masih saja bekerja padahal orang tua dan suamiku adalah salah satu orang yang terkaya di dunia. Ini semua karena hobby dan passionku di dunia entertainment apalagi modelling. Hah, selama Siwon tidak merasa aku kurang perhatiaan dan menyuruhku berhenti aku tidak akan berhenti sampai waktunya tiba. Bicara soal Siwon, aku dan dirinya telah memiliki seorang anak perempuan yang kami namai Choi Aleyna. Anakku itu sangat manja jika sudah bersama Siwon dan tentunya juga lebih dekat dengan Siwon. Bukan berarti dia tidak dekat denganku, tapi ini karena dari dulu Siwon selalu memanjakannya dan memiliki waktu lebih banyak dengannya ketika dia berusia 1-2 tahun karena waktu itu aku memiliki banyak jadwal yang harus kukerjakan. Aleyna sangat suka difoto bahkan dia yang kadang menyuruh kami mengambil foto dirinya. Ini hal bagus bukan? Bisa menyimpan berbagai moment pertumbuhannya. Belakangan ini menurutku Aleyna lebih dekat denganku karena dia sering mengikutiku untuk pemotretan majalah atau commercial. Ini semua bermula ketika aku membawanya ke lokasi suatu pemotretan commercial dan produsernya memberi saran agar Aleyna ikut shooting di commercialku dan tidak disangka anakku bisa mendapat gelar “ulzzang”.

Author POV

Pagi hari di California, America tentunya akan terasa sedikit berbeda dengan pagi hari di Korea. Siwon, Yoona dan Aleyna sedang berlibur ke California sebagai hadiah hari Valentine dari Siwon. Sekarang mereka masih tertidur pulas di hotel mewah milik Siwon sampai Aleyna yang akhirnya membangunkan kedua orang tuanya. Pertama Aleyna membangunkan momnya dan berhasil beberapa menit kemudian Yoona sudah bangun. Sekarang mereka berdua membangunkan Siwon yang susah bangun. Yoona sampai sedikit berteriak “Oppa bangunlah katanya kita akan berbelanja kan hari ini” dan Aleyna juga sudah menggelitik perut Siwon. Entah bagaimana akhirnya Siwon bangun lalu langsung menenggelamkan kepala Aleyna didadanya dan mencium bibir Yoona singkat. Seperti inilah pagi hari mereka.

Yoona POV

Kami sedang bersiap-siap untuk pergi berbelanja hari ini. Kali ini anakku yang paling bersemangat, dirinya sangat tertarik ke fashion seperti diriku. Nah liat saja dirinya sudah bisa memadukan pakaian apa yang dia pakai sendiri. Aku selalu gemas melihat anakku ini. images-42

Setelah Siwon Oppa selesai kami pun berangkat dan akhirnya sampai di mall yang menjual segala brand terkenal. Ketika masuk kedalam mall, Aleyna langsung menarik coatku pelan dan berkata “Wow, Mom I love all of them so much, buy me okay?”. Aku tertawa dan menjawabnya “I will. Tapi katakan dulu kepada daddymu untuk bersiap-siap mengeluarkan kartu tanpa limitnya untuk kita”. Aleyna tertawa mendengar perkataanku, sepertinya dia sudah terbiasa dengan ini haha. Aku dapat melihat senyum smirk Siwon Oppa ketika mata kami bertemu, pasti Aleyna sudah berkata kepadanya tentang hal tadi. Aku melihat anakku berjalan cepat dan masuk ke toko Chanel. Mungkin kalian terkejut mendengarnya, tapi inilah hal yang dia sukai. Siwon Oppa juga tidak pernah protes malah dia yang menawarkan untuk membeli lebih banyak lagi. Banyak yang berkata kepadaku ini agak berlebihan, bagaimana mungkin anak seusia Aleyna lebih memilih berbelanja barang mewah daripada mainan anak kecil. Ya tapi seperti inilah anakku. Aleyna berjalan diikuti Siwon menyusuri rak-rak penuh dengan berbagai macam tas lalu berhenti tepat di tas Chanel tosca yang di labelnya bertuliskan limited edition. Tak lama kemudian aku dapat mendengar suaranya berbicara “Dad, may I have this one? Also, the mini white and red one there?”. Siwon berjongkok lalu menjawab “as you wish my princess”. Kalau aku bukan ibunya, aku mungkin bisa cemburu mati-matian dengan kedekatan mereka ini. Sementara mereka mencari-cari lagi, mataku tertuju pas boots Chanel kecil. Ah ini sangat disukai anakku. Aku langsung berkata agak keras “Girl, come here”. Dia langsung turun dari gendongan Siwon yang entah sejak kapan mereka melakukannya. Sampai ditempatku dia langsung bertanya “why mom?”. Aku menjawab “Coba tes ini dear, kamu suka kan?”. Dia tertawa gembira dan langsung mengetesnya. Ah, melihat tawanya dapat membuatku merasa bahagia.

Kami pun pulang setelah berbelanja banyak brand mulai dari Chanel, Hermes, Louboutin untuk Siwon dan aku, Burberry, Bottega, Dior, Valentino, Cartier, dll. Ini sungguh hari yang indah bukan karena dapat berbelanja apa saja yang aku mau, tapi moment dengan Siwon Oppa dan Aleyna yang sangat menyenangkan. Besok kami akan mencoba berbagai makanan. Lusanya Siwon Oppa ingin pergi ke pantai. Besok lusanya kami akan pulang kembali ke Korea.

Author POV

Setelah seminggu berada di California, Siwon, Yoona dan Aleyna sudah kembali berada di Korea dan beristirahat selama sisa hari itu dikamar masing – masing setelah perjalanan yang melelahkan. Esoknya, tepatnya hari Kamis, Aleyna akan kembali bersekolah sedangkan Siwon dan Yoona akan berada di rumah karena mereka sudah mengosongkan jadwal mereka masing-masing sampai hari Minggu.

Kamis pagi telah menyapa Seoul tetapi Siwon dan juga Aleyna masih tertidur pulas. Sedangkan Yoona sudah berada di dapur membantu para koki menyiapkan makan pagi untuk suaminya dan anaknya. Ini kesempatan Yoona untuk memasak apalagi Siwon masih tidur jadi tidak akan ada yang melarangnya. Tidak sebenarnya Yoona tidak memasak semuanya sendiri melainkan hanya membuat waffle untuk Siwon dan sereal coklat kesukaan Aleyna. 15 menit kemudian, terdengar suara pintu kamar terbuka.. ah ternyata Aleyna sudah bangun. Aleyna langsung menuruni tangga, berlari menuju dapur dan langsung memeluk Yoona dari belakang. Aleyna kemudian menyapa “Goodmorning my pretty mom. I love you.” Yoona tersenyum mendengarnya dan dirinya kemudian berjongkok di depan Aleyna menjawab “Morning pretty, love you too dear.” Aleyna tersenyum dan mencium pipi Yoona lama dan mereka tertawa bersama. Ah! Mereka tidak menyadari jika Siwon sedang melihat moment kebersamaan mereka sampai Siwon berdehem beberapa kali baru mereka menoleh ke arahnya. Aleyna yang melihat Siwon langsung berlari menuju kearah tangan Siwon yang bersiap untuk memeluk dirinya. Siwon membuat Aleyna tertawa karena mencium perutnya beberapa kali. Haha. Siwon akhirnya berhenti saat Aleyna berkata “Stop it daddy haha i love you”. Yoona tersenyum lebar melihat keduanya.. ibu mana yang tidak bahagia melihat anaknya tertawa bahagia seperti itu, apalagi alasannya adalah karena suaminya sendiri. Yoona terus tersenyum sehingga tidak menyadari jika sekarang Siwon sudah dibelakang dirinya, memeluk dirinya dengan erat. Lalu dimana Aleyna? Siwon menyuruhnya mandi dengan ditemani pengurus pribadi Aleyna. Hmm… Siwon kemudian mencium leher Yoona singkat lalu berkata “Aku mencintaimu sayang”. Yoona tersenyum mendengarnya lalu bertanya “Apa yang akan kita berdua lakukan hari ini Oppa? Aleyna akan berada di sekolah sampai sore hari karena dia akan mengukuti latihan pertunjukan drama dan piano”. Siwon tersenyum mendengarnya, ah ini kesempatannya. Siwon menjawab “Tenang saja sayang.. banyak hal yang dapat kita lakukan”.

Setelah menghabiskan makan pagi bersama, Siwon dan Yoona akan mengantar Aleyna ke sekolah. Aleyna duduk di pangkuan Yoona sambil menyanyikan lagu kesukaannya, ini membuat Siwon dan Yoona tersenyum melihatnya. Setelah bernyanyi, Aleyna berkata “Dad, Mom sepertinya Aleyna ingin menjadi seorang penyanyi juga selain menjadi seorang model, bolehkah?”. Yoona terkekeh dan menjawab “Of course you may dear. Kalau kamu suka kenapa tidak sayang? Haruskah mom membawamu ke kursus atau studio untuk berlatih?”. Aleyna mengangguk cepat dan menjawab “Aleyna mau pergi ke studio yang sama seperti yang Taeyeon auntie pergi”. Mendengar itu, Siwon bertanya “Memangnya kenapa sayang? Sepertinya kita tidak bisa pergi kesana karena Taeyeon auntie akan memakai studio itu setiap saat”. Aleyna kemudian menjawab “Aku ingin belajar menyanyi dari Taeyeon auntie, her voice is so beautiful. Mom boleh ya?”.

Yoona menjawab “Sepertinya tidak bisa seperti yang dikatakan daddy tadi sayang”. Aleyna langsung terlihat sedih.

Yoona kemudian berkata lagi “tapi mom akan coba ke Taeyeon auntie nanti sayang”.

Aleyna langsung memeluk Yoona erat dan berbisik “I love you more than daddy now mom”.

Siwon ternyata masih dapat mendengarnya berkata “Ah jadi Aleyna lebih mencintai mom sekarang? Baiklah jangan meminta daddy untuk membeli tas, sepatu atau gaun-gaun kesukaanmu lagi”.

Aleyna tertawa mendengar itu dan menjawab “its okay dad, mom will buy them for me” lalu mengajak Yoona untuk high-five. Mereka bertiga kemudian tertawa bersama.

 

 

Setelah mengantar Aleyna, Siwon dan Yoona kembali ke rumah mereka. Yoona langsung bertanya “Oppa apa yang akan kita lakukan sekarang? Menonton atau perlukah kita menyuruh Yuri unnie, Yesung Oppa membawa serta anak-anaknya datang untuk menghabiskan waktu bersama?”. Siwon menjawab “tidak usah. Bagaimana kalau kita bermain saja di ranjang baru kita? Hmm..”. Yoona baru akan menjawab tapi Siwon sudah menyela dan kembali berkata “Kurasa Aleyna akan senang jika dia mempunyai adik sama seperti anak Yesung Oppa Jem dan Sam”. Yoona terlihat ragu tapi kemudian menyetujui perkataan Siwon juga.

Siwon POV

Wah, Yoona menyetujui perkataanku! Aku mengendongnya sampai ke ranjang kami dan kemudian aku berada di atasnya mencumbu leher jenjangnya. Ah manis sekali rasanya. Kemudian kami berciuman lembut dan aku membuka baju serta tali branya. Hah, seketika nafasku berhenti sejenak. Entahlah walaupun aku telah melihat pemandangan ini hampir setiap hari, tapi rasanya belum cukup saja. Aku kemudian mencumbu apa yang biasanya ada dibawah bra itu, nikmat sekali ditambah lagi dengan desahan istriku ini semakin membuatku bersemangat. (Segini aja ya adegan ‘itu’nya author ga bisa lanjutin karena ff ini ga diprotect).

Author POV

Beberapa bulan kemudian

Pagi ini Yoona terlihat pucat dan dirinya merasa mual dan pusing sampai-sampai dirinya harus bolak-balik ke kamar mandi. Melihat ini membuat Siwon sangat khawatir.. apalagi Yoona akan melakukan shooting beberapa iklan dan beberapa pemotretan majalah hari ini.

Ketika Yoona akan berdiri dari meja makan untuk memasak, Siwon berkata “Sayang sudahlah duduk saja, koki kita bisa mengurusnya”.

Yoona tidak jadi berdiri dan menjawab “Tapi.. Oppa kan suka makan waffle buatanku saja”.

Siwon mencium puncak kepala Yoona dan menjawab “Aku tidak masalah dengan itu sayang, sudahlah sama saja yang penting waffle”.

Yoona langsung terlihat murung dan menangis. Siwon terkejut, biasanya Yoona biasa saja dia tak akan menangis karena hal seperti ini. Siwon kemudian berjongkok dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Yoona dan berkata “kenapa menangis sayang? Apa ada masalah?”. Yoona baru akan menjawab tetapi dirinya tiba-tiba lemas dan pingsan.

Beberapa jam kemudian

Ketika Yoona membuka matanya, sinar terang pertama yang dilihatnya. Sesaat dirinya mengerjapkan matanya, lalu pandangannya jatuh ke Aleyna yang sedang dipangku oleh Siwon. Mereka sedang tertawa sambil melihat kearah MacBook Siwon.

Yoona berdehem beberapa kali kemudian berseru “Oppa! Kenapa Oppa tidak menjagaku malah bermain-main dengan Aleyna! Kau jahat sekali Oppa!”. Suara tawa Aleyna juga Siwon tidak terdengar lagi setelah mendengar Yoona berseru, lebih tepatnya berteriak. Siwon langsung menurunkan Aleyna dan menyuruhnya pergi ke samping Yoona sedangkan Siwon sebelum pergi ke arah samping kanan Yoona, dirinya mengambil sesuatu dulu. Siwon kemudian bersuara “Sayang.. maafkan aku, aku tidak tau kau sudah bangun. Tadi aku sedang bermain dengan Aleyna”. Yoona hanya terdiam.

Siwon pun kembali bersuara “Sayang.. jangan cemberut terus, itu akan berpengaruh kepada Choi keduaku”.

Yoona tertawa lebar lalu menjawab “Apa? Oppa bicara apa sih”. Siwon tersenyum lalu menyentuh perut Yoona sambil berkata “Di perutmu ada anak kita sayang. Sudah 7 minggu, bagaimana kau tidak menyadarinya?”.

Yoona termenung sejenak lalu menjawab “benarkah?”. Siwon pun mengangguk. Tanpa mereka berdua sadari Aleyna mendengar semua pembicaraan mereka. Aleyna pun mulai bersuara “Dad, Mom. Apakah Aleyna akan punya adik?”. Yoona langsung duduk dan memeluk erat Aleyna serta menjawab “Yes baby”. Aleyna tersenyum lebar lalu menjawab “I am so happy Mom”. Siwon yang melihat Aleyna senang pun langsung memeluk dua perempuan yang sangat berharga baginya. Tak lupa juga dirinya mencium kepala Yoona.

The End.

Segitu aja ya. OS ini ada karena imajinasi yang tiba-tiba hadir.

Semoga semua yang baca terhibur ya

[One Shoot] LOVE

Hi all.. author kembali post FF kali ini.. entah OS atau Drabble ini.. semoga kalian suka ya 🙂

Title : Our Love

Role : Siwon, Yoona and Callistha

Other role : find them by yourself (If there are available)

Genre : Family, Romance.

Happy reading guys..

Author POV

Aku akan menyebutkan beberapa nama dan mungkin kebanyakan dari kalian akan langsung mengenalnya. Yang pertama adalah Choi Siwon, kalian kenal bukan? Raja bisnis dan mempunyai banyak perusahaan sukses. Selain itu, dirinya sering dijuluki sebagai Pangeran Tampan berkuda putih, ya ketampanannya tidak dapat dihindari oleh siapapun. Haha, tapi maaf kalian harus mengubur semua harapan jika berkeinginan menjadi pacar ataupun istrinya mungkin? Yang kedua adalah Im Yoona, laki-laki mana yang tidak mengenalnya dan tidak mengagumi dirinya? Bahkan banyak perempuan juga mengidolakannya. Dirinya ada supermodel dan aktris. Dan lagi kalian harus mengubur keinginan untuk menikahi atau menjadikan dia pacar kalian. Sungguh disayangkan bukan? Mungkin kalian akan bertanya padaku “Mengapa kami tidak bisa memiliki Choi Siwon ataupun Im Yoona?” Maka inilah jawabanku “Mereka berdua sudah menikah ah tidak Choi Siwon dan Im Yoona sudah resmi menjadi sepasang suami istri sejak 6 tahun yang lalu”. Sudahlah lupakan mereka.. mereka juga sudah memiliki seorang anak perempuan cantik berusia 4 tahun yang bernama Choi Callistha. Sudah cukup untuk mengenal keluarga ini? Ya kurasa hanya ini yang perlu kalian ketahui.

Pagi ini tepatnya di sebuah kamar besar dan mewah, Callistha sedang tidur bersama sang Ayah tercinta. Tidak ada tanda-tanda kalau mereka akan segera bangun. 5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. telah berlalu mereka masih tidur dengan nyenyak. Sampai seorang pelayan mengetuk pintu berkali-kali lumayan keras, Choi Siwon ayah dari Callistha baru membuka matanya. Dirinya melirik dan tersenyum melihat putri kecilnya yang masih tertidur di dada bidangnya kemudian mencium pipinya dua kali. Callistha pun akhirnya bangun karena ciuman yang didapatnya. Hm.. sungguh menggemaskan bukan? Callistha mengucek matanya dan kita keduanya matanya berhasil terbuka dirinya tersenyum kemudian mencium pipi Siwon serta berkata “Morning Dad”. Siwon lagi-lagi tersenyum dan membalas “Morning princess” dan memeluk anaknya erat.

Callistha kembali bersuara “Dad, sekarang sudah jam berapa?”.

Siwon mengusap kepalanya lembut dan melirik jam di samping nakas tempat tidurnya dan menjawab “Jam 9 lewat 27 menit sayang”.

Callistha melebarkan kedua matanya dan berkata dengan suara agak keras “Apa Dad? Kita akan terlambat menjemput mom kalau begini”.

Siwon mendecak dan terdiam sejenak sebelum menjawab “tak usah khawatir princess, Mom tidak jadi pulang hari ini”.

Callistha yang mendengar langsung terlihat sedih dan menjawab “Kenapa? Bukankah mom bilang hari ini akan pulang?” dan kemudian terisak.

Siwon yang melihatnya langsung mengecup kepalanya berkali-kali dan berkata “sudahlah sayang.. sebagai gantinya dad akan membawamu pergi belanja bagaimana?”. Callistha yang mendengarnya langsung mengangguk dan akhirnya Siwon dan Callistha tertawa bersama.

Dan benar saja, setelah makan pagi dan bersiap-siap, Siwon dan Callistha sudah berada di Hyundai Department Store milik Siwon sendiri. Toko pertama yang Callistha masuki adalah Chanel. Siwon hanya tersenyum dan membiarkan Callistha memilih apa yang dia mau. Siwon kemudian berkata kepada Callistha “Cal, daddy mau mengangkat telepon dulu.. kau bersama Tiffany imo dulu ya”. Callistha langsung mengangguk. Tiffany adalah sepupu Siwon dan adalah seorang fashion addict jadi tak heran lagi jika Callistha langsung mau saja. Sebelum keluar dari toko tersebur, Siwon berkata “Fany ah, tolong temani anakku dulu, aku akan membelikanmu tas cartier nanti, tentang saja”. Tiffany dengan senang hati langsung mengiyakan.

Ternyata Siwon bukan menjawab telepon tapi dirinya lah yang menelepon tepatnya menelepon Yoona. Terdengar beberapa kali nada sambung sampai akhirnya nada sambung keempat Yoona baru mengangkat teleponnya dan berkata “Hello Oppa?”.

Siwon terdiam sejenak lalu menjawab “Apa kabar sayang?”.

Yoona menjawab “Baik-baik saja. Bagaimana dengan Oppa dan Callistha?”.

Siwon kembali menjawab “Kami juga baik-baik saja sayang. Kau saja yang sudah berminggu-minggu tidak pulang jadi kau tidak akan tau bagaimana keadaan kami”.

Yoona kembali menjawab lagi “Oppa.. 2 hari yang lalu kita sudah membahas masalah ini, jika Oppa terus membahasnya, aku rasa ini bukan hanya menjadi perdebatan kecil melainkan akan menjadi perdebatan besar”.

Siwon berdehem sejenak lalu menjawab “Choi Yoona.. mungkin kau tidak akan mengerti mengapa aku terus membahas masalah ini. Bukan apa, asal kau tau tadi pagi Callistha menangis saat dia tau kau lagi-lagi tidak jadi pulang. Ku mohon kau mengerti Yoong”.

Yoona kembali menjawab “aku mengerti.. aku juga tidak ingin hal ini terjadi, aku juga tidak ingin meninggalkannya berminggu-minggu, tapi sutradara drama ini yang memperpanjang beberapa hari Oppa”.

Siwon lagi-lagi berdehem dan berkata “Seharusnya kau ikuti saja kata-kataku untuk menolak tawaran drama itu sayang”.

Yoona tanpa sadar meninggikan nada suaranya dan menjawab “Oppa! Kita sudah membahasnya saat kita akan menikah dan juga saat kita mempunyai anak dan lagi 2 minggu kemarin juga 5 hari yang lalu dan 2 hari yang lalu jadi kurasa itu sudah cukup Oppa”.

Siwon terdiam beberapa detik dan menjawab “Yoong.. aku tidak bermaksud untuk membatasi pekerjaanmu, aku berkata seperti ini karena sadarkah dirimu kalau kau telah meninggalkan kami lebih dari waktu yang kita sepakati?”.

Yoona menghela nafas di ujung sana dan dalam hati dirinya berkata “Baiklah dia ada benarnya juga” lalu berkata dengan lembut “Okay Oppa aku mengerti. Aku akan usahakan besok aku akan pulang ke Seoul”.

Siwon menjawab dengan nada datar “Baiklah. Ingatlah kau telah mempunyai seorang anak. Saranghae”. Dan panggilan itu terputus.

Tepat saat panggilan itu terputus, Calliatha berseru “Dad! Lihatlah!”. Dirinya menunjukkan paperbags yang kira-kira melebihi 10 paperbags ditangannya dan juga tangan Tiffany. Siwon tersenyum saat Callistha menghampiri dan langsung mencium pipinya lalu berkata “Thankyou dad. I love you so much”. Siwon menjawab “I love you too princess”. Tiffany kemudian berkata “Baiklah tuan putri ini belanjaanmu.. imo harus segera bertemu teman-teman imo. Kita bertemu lagi nanti ya” dan mencium singkat pipi Callistha.

Siwon langsung berkata “Fany ah.. gomawo”.

Setelah Tiffany pergi, Callistha berkata “Dad, aku membeli sebuah tas baru untuk Mom.. dia akan menyukainya kan?”.

Siwon terdiam sejenak dan menjawab “Dia akan menyukai apapun yang kau berikan princess”.

Lalu mereka berjalan ke arah pintu keluar menunggu supir yang mengendarai mobil sampai didepan mereka.

 

Yoona POV (just short one)

Lihatlah, lagi-lagi aku dan Siwon Oppa beradu mulut karena masalah pekerjaanku. Dia sering berkata “Aku saja yang memiliki banyak perusahaan jarang sekali bepergian karena apa? Karena aku selalu ingin bersama kalian”. Aku mengerti, aku juga sadar aku telah melebihi batas waktu yang disepakati. Sebenarnya, kesepakatan kami adalah paling lama hanya 4 hari.. dalam 2 minggu. Tapi karena adegan yang dibutuhkan untuk direkam di New York ditambah, jadi aku memperpanjang melebihi batas waktu. Aku juga sebenarnya tidak mau, tapi ini adalah hobiku dan aku sudah memutuskan mengambil pekerjaan ini, jadi aku harus melakukan yang terbaik. Hah sudahlah.. untung saja tadi sutradara dan penulisnya mengerti keadaanku dan setelah sedikit berdebat, aku diizinkan pulang dan beristirahat  minggu dan juga mereka memutuskan akan merekam sisa-sisa scenenya di Jeju saja. Kalau saja tidak diizinkan, aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi nantinya. Ku putuskan untuk memberitahu eonnieku, Yuri eonnie agar dia bisa menejemputku mungkin. Tak berselang 5 menit ada SMS yang masuk, balasan dari Yuri eonnie. Dia berkata “Sorry Yoong, besok aku dan Yesung Oppa harus menemani Mike ke sekolahnya karena ada pertunjukan drama.. Callistha juga ikut dirinya berperan sebagai Snow White Yoong. Jaga dirimu baik-baik. Eonnie menyayangimu uri dongsaeng”.

Aku tertegun ‘Apa? Besok Callistha mempunyai acara disekolahnya dan ikut dalam drama? Hmm.. apakah Siwon Oppa dapat hadir? Jika tid.. tidak Siwon Oppa pasti akan menemani dia’ lalu aku membalas pesan Yuri eonnie

“Its okay eonnie. Aku juga menyanyangimu eonnie. Titip salam dan ciumku untuk Callistha ya eonnie. Gomawo”. Aku pun langsung menonaktifkan iPhoneku agar aku bisa beristirahat.

Author POV

Keesokan paginya Siwon menemani Callistha untuk pergi ke pertunjukkan drama sekolahnya. Saat sampai di arena pertunjukkan, Callistha langsung dibawa gurunya ke backstage untuk persiapan. Siwon pun pergi mencari tempat duduk VIP sesuai nomor yang tertera pada ticket yang telah dibelinya. Ternyata dirinya duduk disamping kiri Yesung.

Yuri langsung berkata “ada apa dengan mukamu Siwon ah? Tentang saja Yoona akan sampai 1 jam lagi di bandara”.

Siwon awalnya terdiam kemudian menjawab “siapa yang akan menjemputnya?”.

Yuri termenung sejenak lalu berkata “Tidak tau Oppa, mungkin pihak managementnya? Kemarin dia mengirim pesan dan menyuruhku menjemputnya tetapi aku bilang tidak bisa karena harus datang ke acara ini. Kau tau? Aku bahkan menunda semua meeting dengan klien yang ingin memesan baju pengantin dariku”.

Siwon terdiam sejenak kemudian mengambil telepon dari sakunya dan menelepon seseorang dan menyuruhnya pergi ke airport untuk menjemput istrinya.

Yoona POV

Aku baru saja sampai di bandara Korea dan sekarang aku sedang berjalan menuju ke arah mobil-mobil, melihat apakah ada yang menjemputku.. sampai akhirnya mataku bertemu dengan kertas yang bertuliskan “Choi Yoona”. Aku tersernyum dan dalam hati aku berkata ‘Siwon Oppa masih memperdulikanku walaupun dirinya sedang marah atau lebih tepatnya merajuk kepadaku’. Aku pun masuk ke mobil Ferrari kuning, uhm mungkin ini koleksi mobil baru suamiku. Hmm.. aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mereka.

Author POV

Saat Yoona turun dari mobil, dirinya melirik mobil-mobil yang ada di garasi. Ternyata mobil Audi favorit Siwon ada disana. Itu artinya Siwon dan Callistha sudah dirumah pikirnya. Yoona turun dari mobil diikuti dengan pelayan yang menggambil beberapa koper besar miliknya. Pintu dibuka oleh pelayan dari dalam rumah. Yoona pun langsung masuk dan berseru “Cal. Where are you? Mom sudah pulang sayang”. Tak lama terdengar langkah kaki mendekat. Yoona pun langsung berjongkok serta membuka lebar kedua tangannya. Callistha yang berlari kearahnya pun langsung memeluk dirinya erat. Oh, anaknya pasti sangat merindukannya. Callistha berbisik “Mom, I miss you so much”.

Yoona mendorong tubuh Callistha pelan ke depan lalu mencium kedua pipinya lama dan berkata “Me too”.

Callistha berkata lagi “Mom aku ada sesuatu untuk ditunjukkan mom”.

Yoona membalas “Apa sayang?”. Callistha langsung menarik tangan Yoona dan berlari ke arah ruang TV lalu menunjukkan sebuah sertifikat yang bertuliskan “Best Student of 2015”.

Yoona langsung memeluk Callistha erat serta berkata “Kau mau apa sayang? Mom akan belikan apapun itu”.

Callistha berpikir sejenak lalu berkata “Aku mau Mom tidak pergi-pergi lagi, ah maksudku tidak sampai berminggu-minggu mom”.

Yoona tertegun sejenak lalu membalas “Baiklah sayang”.

Callistha tersenyum lebar lalu duduk di kursi khususnya dan lanjut menonton film Princess kesukaannya. Yoona mengusap kepalanya lalu berjalan kearah dapur. Mengapa kedapur? Karena dirinya mencium wangi expresso yang biasa diminum suaminya. Sampai di dekat Siwon, Yoona berdehem agak keras. Siwon pun menoleh, ah tidak tepatnya hanya melirik dan berkata “oh sudah pulang?”.

Dalam hati Yoona tau suaminya masih merajuk karena tidak ada panggilan sayang seperti biasa untuknya.

Yoona berkata “Sudah Oppa. Jadi mana pelukkan untukku?”. Siwon hanya diam.

Yoona kembali bersuara “Oppa! Jangan begini. Aku minta maaf karena menunda waktu pulang. Jadi aku berjanji, liburan natal ini aku akan menuruti keinginanmu untuk pergi ke Paris bersama”.

Siwon tersenyum lalu membawa Yoona kedalam pelukkannya. Yoona juga tersenyum lalu berkata “Aku sudah sangat merindukanmu Oppa. Bagaimana pertunjukkan Callistha tadi?”.

Masih dalam kondisi memeluk Yoona, Siwon menjawab “Aku lebih merindukanmu sayang. Hm.. Dia sangat hebat dalam berakting, sama sepertimu tapi aku tidak akan mau jika dia juga menjadi akrtis atau model”.

Yoona hanya diam, tidak dia tidak akan membantah lagi jika tidak mau ada perdebatan lagi. Yoona kemudian berbisik “Oppa sepertinya Callistha akan mempunyai adik 6 bulan lagi”.

Siwon yang terkejut langsung berkata “Benarkah?”. Yoona membalas dengan mengangguk beberapa kali. Siwon lalu mencium bibir pink Yoona sangat dalam dan lama sampai kemudian Callistha berseru “Mom aku punya hadiah untukmu”.

Yoona langsung mendorong pelan tubuh Siwon dan mengandengan tangan Siwon lalu berjalan ke arah tempat Callistha berada. Sesampainya mereka disana, Callistha langsung mengeluarkan 1 buah kotak besar berwarna jingga yang didalamnya adalah tas serta jam Hermes lalu berkata “Ini untuk mom dari Callsitha dan daddy”. Yoona pun mencium pipi Callistha gemas lalu berterima kasih dan kemudian berkata lagi “Mom juga punya sesuatu untukmu dan daddy”.

Callistha langsung tersenyum saat melihat Yoona mengeluarkan sebuaah teddy bear besar dengan beberapa pasang baju dan celana, ada juga dress dan masih banyak lagi. Callistha langsung sibuk bermain.

Siwon kemudian berbisik “Jadi apa yang akan kau berikan untukku?”.

Yoona pun menjawab “Hmm.. apa yang Oppa minta 3 minggu yang lalu, itulah yang aku beri Oppa”.

Siwon langsung tersenyum misterius dan langsung mengendong Yoona ke kamar mereka dan terjadilah moment bahagia diantara mereka berdua”.

The end.

Sorry kalau endingnya kurang memuaskan. Semoga ini bisa menghibur kalian. Thankyou dan jangan lupa tinggalkan jejak ya.

[One Shoot] OS OF 2S My Life’s Partner Part 2/end

Title : My Life’s Partner

Cast : Siwon, Yoona

Supporting cast : Yuri, Yesung, Tiffany, Kangin, Taeyeon, Leeteuk, etc (find them by yourself)

All the cast are belong to their families, company and God.

Hi author udh post OS lanjutan dari My Life’s Partner yang udh end. Sebelumnya author mau ngasih tau, mungkin cerita ini akan lebih banyak ke moment kehamilan Yoona ya hehe.

Anyway.. sorry guys updatenya lama karena author liburan ke Perth jadi ga sempat update. Sebagai tebusannya, part 2 ini ga akan diprotect.

Happy Reading my readers!

Before (Part 1)

Aku rela untuk menggantikan dirinya. Aku berdoa semoga ini tidak akan lama karena dokter berkata kemungkinan ini akan membaik yang penting Yoona tidak stress dan menjaga kondisinya agar tetap stabil.

Part 2

Author POV

Suami mana yang jika mencintai istrinya tidak akan merasa takut jika istrinya kapan saja bisa meninggalkannya untuk selamanya? Suami mana yang tahan melihat wanita yang sangat dicintainya kesakitan setiap hari, tidak hampir setiap jam. Jawabannya ada tidak ada dan pastinya mereka juga akan merasa sangat sakit. Inilah yang juga tengah dirasakan Siwon. Dirinya merasa tidak berguna karena tidak bisa berbuat apa-apa ketika Yoona menangis kesakitan. Dirinya tidak bisa menyerap rasa sakit yang dirasakan Yoona. Dirinya merasa sungguh sangat tidak berguna. Ingin rasanya ia menyewa dokter manapun yang bisa menyembuhkan penyakit Yoona ini. Sebenarnya, sakit Yoona bisa berkurang jika dirinya mau menggugurkan bayinya yang sudah berusia empat bulan ini. Jika saja Yoona mau..

Siwon POV

Pagi ini aku akan berangkat ke kantor untuk menghadiri meeting akhir tahun perusahaan. Jujur saja aku tidak fokus. Aku membiarkan semua pegawai yang ada di ruangan ini berpendapat tapi sebenarnya aku tidak terlalu mendengar apa yang mereka bicarakan. Aku dari awal sudah menolak untuk hadir tapi Appa sedang pergi ke Boston jadi tidak ada yang bisa menggantikan diriku dan lagi pagi ini Yoona terlihat sudah lebih baik dan sehat, jadi aku tidak merasa terlalu khawatir lagi. Semoga saja dia akan terus sehat seperti ini. Melihatnya menangis kesakitan membuat aku merasa hatiku diremas sangat kuat. Setiap air mata yang turun membuatku merasa orang yang sangat tidak berguna untuk Yoonaku. Aku selalu mencintainya lebih dari apapun, jadi wajar saja jika aku merasa tidak berguna karena hal ini. Mungkin, mungkin sebagian dari kalian berkata “kau terlalu berlebihan” tapi bagiku ini serius apalagi dokter sudah bilang kepadaku Yoona kapan saja bisa meninggal jika keadaannya turun drastir. Entahlah. Kenapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat kepada Yoona, mengizinkan Yoona merasakan sakit yang tidak bisa ditahannya. Yoona wanita yang kuat, jika dia sudah menangis kesakitan berarti ini memang sangat sakit. Ah rasanya aku ingin membunuh diriku sendiri jika melihatnya menangis setiap malam. Oh Tuhan semoga ini cepat berakhir.

Rapat akhirnya selesai. Jam sudah menunjukkan jam 4 sore ketika aku sampai dirumah. Rumahku sore ini sangat sunyi sekali. Aku bertanya kepada pelayan yang ada di ruang tamu “dimana istriku, sera?”. Sera menjawab “Nyonya belum keluar kamar setelah anda pergi jadi dirinya masih dikamar”. Aku membelalak mataku dan berkata agak keras “jadi dia belum makan? Dan kalian tidak mengirimkan makanan ke kamar? Aku harus mengingatkan berapa kali jika dia harus dijaga sebaik mungkin hah?”. Sera terdiam. Beberapa pelayan kemudian masuk ke ruang tamu, mungkin karena terkejut mendengarku marah. Aku pun kembali berkata “Apakah aku masih bisa percaya kepada kalian? Kalian tau bukan istriku sedang sedih dan sakit. Bisakah kalian lebih mengerti tanpa kusuruh? Bisakah?!”. Tanpa sadar aku telah membentak mereka. Aku baru akan berbicara lagi tapi terpotong karena aku mendengar suara Yoona berkata “Oppa, hentikan. Aku tidak apa-apa. Sudahlah”. Dirinya sedang menuruni tangga. Oh syukurlah, dia memang tidak apa-apa karena wajahnya hari ini tidak pucat dan sangat cerah. Ketika Yoona sudah sampai diruang tamu dirinya berkata “Maafkan Siwon Oppa Sera ya. Maafkan Siwon Oppa ya. Jangan diambil hati, dia pasti tidak bermaksud membentak, ini semua karena diriku. Jadi kalian sekarang boleh melanjutkan pekerjaan kalian”. Aku terdiam mendengar Yoona meminta maaf kepada pelayan-pelayan dirumah ini. Setalah mereka semua pergi, Yoona berkata “Oppa, jangan diulangi lagi yang tadi. Aku bisa mengurus diriku sendiri jadi tidak usah khawatir Oppa”. Aku langsung memeluk erat dirinya dan berkata “Maafkan aku Yoong, aku tidak bermaksud memben..”. Perkataanku kemudian terpotong oleh ciumannya di bibirku. Yoona kembali bersuara “jadi bagaimana rapat tadi Oppa? Berjalan lancar kan?”. Aku mencium kening indahnya dan menjawab “lancar sayang, tenang saja”. Kemudian kami pun masuk ke kamar kami. Aku sudah akan tidur di ranjang tapi Yoona langsung berkata “mandi dulu Oppa, jangan langsung tidur”. Haha, akhirnya aku pun memutuskan untuk mandi. Kurang lebih 20 menit kemudian, aku pun keluar dari kamar mandi. Aku melihat ke sekeliling kamar tapi nihil, tidak ada Yoonaku. Aku memutuskan untuk memakai piyama tidurku dulu baru mencarinya. Tapi kemudian, aku mendengar suara tangisan, tidak salah lagi itu suara tangisan Yoona. Aku segera berlari menuju lemari di sudut kamar dan menemukan Yoona sedang berjongkok memegang perutnya sambil menangis. Inilah pemandangan yang selalu aku benci. Aku berjongkok dan berkata “Yoong, kau tidak apa-apa?”. Dia hanya menggelengkan kepalanya. Aku langsung mengendongnya ke ranjang kemudian mengelus perut serta mencium kepalanya berkali-kali dan berkata “Apakah masih sangat sakit seperti biasa sayang?”. Yoona menggeleng. Dia selalu menggeleng setiap ditanya sakit atau tidak. Hah.

Jam menunjukkan pukul 3.50, dan jam seginilah istriku baru tertidur. Aku sangat kasihan kepadanya, harus menanggung semua sakit sendiri dan berusaha kuat di depanku karena takut aku mengkhawatirkannya. Kuharap semua rasa sakit itu akan segera berakhir. Aku sudah tidak tahan melihatnya.

Author POV

2 minggu setelah kejadian malam itu, Yoona jarang lagi merasakan sakit yang begitu parah meskipun masih ada sedikit nyeri dan pusing-pusing yang sering menghampirinya ketika pagi hari. Yang membuat Siwon tidak tega adalah morning sickness yang dialami Yoona semakin hari semakin parah. Jika Yoona makan dipagi hari, ia akan langsung memuntahkan semua makanan itu setelahnya, jadi bisa dibilang sia-sia saja. Bagaimana Siwon bisa tega melihat semua itu walaupun Yoona selalu berkata ini memang wajar dialami wanita hamil? Tubuh Yoona semakin kurus dan dirinya sudah pingsan beberapa kali karena lemas. Entahlah, sebenarnya satu-satunya cara yang dianjurkan dokter Jung ketika kemarin Siwon menemuinya sendiri adalah dengan menggugurkan janin didalam perut Yoona. Tapi sanggupkah Siwon untuk mengatakan itu kepada Yoona? Tentu saja tidak! Keluarga Choi dan Im sudah mengetahui masalah ini dan mereka menyetujui jika janin itu digugurkan, tapi semuanya tidak segampang apa yang diinginkan. Yoona tidak akan mau, kita semua tau bukan bagaimana Yoona sangat ingin memberi keturunan untuk Choi Siwon? Dan apa yang ditunggu-tunggu itu akhirnya terwujud tapi seakan Tuhan tidak mengizinkan dirinya bahagia jadi Tuhan memberikan penyakit yang mengharuskan dirinya menggugurkan janin berharganya itu, yang mungkin setelah ia menggugurkannya, ia tidak akan pernah bisa memiliki keturunan lagi. Siwon sekarang sedang berada di ruangan kerjanya, dirinya bukan bekerja, tetapi memikirkan berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan istrinya dan juga… anaknya. Anaknya? Untuk yang satu ini, dia akan berusaha keras untuk mempertahankannya. Tetapi.. jika di hanya diberi pilihan untuk memilih salah satu diantara mereka berdua, maka sudah pasti Siwon akan memilih istrinya, Yoonanya yang adalah hidup dan jiwanya. Siwon terbangun dari lamunannya ketika mendengar suara ketukan pintu ruang kerjanya lalu berkata “Siapa? Masuklah”. Ketika pintu dibuka, Siwon melihat wajah Yeri, pelayan pribadi Yoona sangat gelisah. Siwon langsung bertanya “Ada apa Yeri? Katakanlah”. Yeri menunduk, meremas tangannya di ujung roknya dan berkata dengan gugup “ehm.. tuan ehm..”. Siwon menjadi khawatir lalu berkata “kenapa? Cepat katakanlah”. Yeri menjawab “Begini tuan, nyonya tadi mengalami morning sickness lagi dan saat akan berbaring dirinya tiba-tiba pingsan”. Siwon secara spontan menaikan volume suaranya “Apa? Kenapa kau baru beritahu sekarang”. Yeri baru akan menjawab tapi Siwon sudah memotongnya dengan berkata “Cepat telepon Seoul International Hospital dan katakan kepada mereka untuk menyiapkan ruang khusus yang telah kubeli disana. Cepat!”. Yeri menggangguk. Siwon kemudian berlari kekamarnya lalu langsung menggendong Yoona dan memasukkannya kedalam Limosinenya.

Entah bagaimana, tetapi 25 menit kemudian, Siwon sudah membawa Yoona dan masuk menuju ruang khusus yang tadi dipesannya. Saat Siwon akan memanggil dokter Jung, tangannya langsung digenggam oleh sebuah tangan yaitu tangan Yoona. Siwon pun terduduk dan langsung mencium bibir Yoona pelan serta berkata “Sayang, apakah sakit itu kembali lagi?”. Yoona tersenyum dan menjawab “Tidak Oppa, tadi aku hanya merasa sedikit pusing jadi mungkin itu yang membuat aku pingsan. Sudahlah kita pulang saja ya Oppa”. Siwon yang mendengar itu langsung berkata “Tidak sayang, kita harus mengecek kondisimu dulu”. Yoona menggeleng dan berkata “Aku tidak apa-apa. Tenang saja”. Mau tidak mau, Siwon pun menuruti permintaan Yoona untuk pulang.

Siwon bersyukur, sangat amat bersyukur karena di usia kandungan Yoona yang memasuki bulan keempat ini, Yoona sangat jarang merasa sakit dan nafsu makannya pun sudah bertambah. Siwon terus berharap kondisi Yoona akan terus seperti ini, semoga saja.

Waktu terasa cepat, usia kandungan Yoona pun sudah menginjak 5 bulan lebih 2 minggu dan 3 hari. Tapi lagi-lagi badai datang dan mengacaukan segalanya. Kenapa lagi? Lagi-lagi kondisi Yoona mengalami penurutan dratis dan semakin lemah. Yoona seakan-akan tidak memiliki tenaga lagi. Siwon yang melihat ini semua sudah sangat tidak tega dan tibalah pada hari ini, saat Yoona menjerit kesakitan di tempat tidur mereka di pagi hari, Siwon langsung berkata agak keras “Yoong! Sudahlah kita gugurkan saja. Melihatmu seperti ini membuatku merasa tersiksa juga. Aku mohon Yoong, Oppa tidak ingin kehilanganmu”. Mendengar itu, otomatis membuat Yoona semakin menangis. Mana mungkin dirinya mau melakukan hal itu walaupun nantinya dia harus mengorbankan nyawanya. Yoona kemudian menggelengkan kepalanya menandakan penolakan atas apa yang barusan Siwon katakan. Siwon kembali bersuara “Tidak bisa sayang.. ini akan berakibat fatal untuk dirimu dan jika terjadi apa-apa padamu,  aku juga takkan bisa hidup”. Yoona berusaha menjawab “Tidak Oppa, aku tidak akan pernah menggugurkan bayi ini. Aku tak peduli walaupun aku harus meninggal sekalipun”. Siwon mendesah panjang “Baiklah. Tapi jika ini terjadi lagi, maafkan Oppa, mau tidak mau Oppa kan melakukan itu”. Kemudian suasana di ruangan ini berubah menjadi sangat amat hening. Dalam hati Siwon, sebenarnya dia sangat sedih dan tidak tega mengucapkan kata ‘gugur’ tapi mau bagaimana lagi? Yoona adalah yang terpenting baginya dan akan selalu menjadi yang terutama sekalipun dia harus rela kehilangan keturunannya, dia rela.

Yoona POV

Kenapa rasanya Tuhan tidak ingin memberikan aku keturunan.. kenapa? Ini sungguh menyiksaku. Aku selalu dan akan terus berusaha mengutamakan anakku dibanding apapun, sekalipun aku harus mengorbankan nyawaku.. aku rela. Entahlah, ini tidak akan lama lagi. Aku tinggal bertahan 3 bulan lagi dan aku pasti bisa.

Di usia kandunganku yang memasuki bulan ke-6 lebih beberapa hari, morning sickness ku sudah hilang dan satu hal yang aku syukuri.. mungkin kalian juga akan merasa senang mendengarnya. Dihari yang lalu ketika aku dan Siwon Oppa pergi ke rumah sakit untuk mengecek kandunganku, aku mendapat kabar bahwa aku sudah bebas dari penyakitku tapi aku harus extra hati-hati dan tidak boleh lelah. Ini semua jawaban dari doaku dan juga doa Siwon Oppa setiap hari. Ini seperti mimpi indah yang kudapat setelah berbulan-bulan aku mengalami mimpi buruk. Dan yang terpenting aku akan segera menjadi seorang ibu dan Siwon Oppa akan segera menjadi seorang ayah. Aku sangat berterima kasih kepada Tuhan atas kebaikkannya. Semoga tidak ada hal yang buruk terjadi lagi.

Author POV

Senja sudah berlalu dan hari pun sudah kembali menjadi pagi. Siwon menjadi pertama yang membuka mata dan mencium puncak kepala Yoona yang ada dipelukkannya sepanjang malam. Mendapat ciuman dikepalanya nyatanya tidak membuat Yoona bangun, malah semakin menyembunyikan dirinya di dalam pelukkan Siwon yang terasa sangat hangat dan nyaman. Siwon tersenyum dan dalam hati bersyukur karena Yoona ada miliknya, wanita cantik, baik, dan masih banyak kelebihannya yang membuat Siwon takjub. Siwon kembali mencium Yoona kali ini di bagian pipi kanannya.. lagi-lagi Yoona tidak bangun dan terakhir Siwon memberikan ciumannya di kedua kelopak mata Yoona yang membuat Yoona bangun dari tidurnya. Siwon tersenyum melihat Yoona yang membuka kelopak mata indahnya sambil menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Ketika mata itu sudah buka secara sempurna, Siwon langsung mencium pipi Yoona dan berkata “Morning Yeobo”. Yoona tersenyum dan berkata “Morning Oppa. Maaf lagi-lagi kau yang bangun duluan”. Siwon menjawab “Tidak apa-apa Yoong, lagipula aku senang bisa bangun duluan dan memandang istriku dengan bebas”. Yoona tersipu malu. Hmm benar-benar pasangan yang menggemaskan.

Malam, ya tanpa disadari hari sudah malam. Dan malam ini, Yoona menjadi sangat manja karena dirinya terus saja meminta Siwon untuk mencium puncak kepalanya dan mengelus pipinya. Hah ini salah satu “ngidam” yang dialami Yoona. Dan kalian tau Siwon bagaimana? Tentunya dirinya dengan senang hati melakukan semua hal yang Yoona inginkan dan perintahkan. Dan ini sudah 3 jam sejak Yoona meminta dirinya mengelus pipinya dan mencium kepalanya. Haha. Tiba-tiba saja Yoona berkata “Oppa aku merasakan dia bergerak didalam sana, dia baru saja menendang perutku Oppa”. Siwon kemudian menjawab “Benarkah dia menendang?” lalu meletakkan kepalanya di atas perut Yoona, dan benar dia juga merasakan tendangan dari dalam sama. Daebak! Siwon kemudian mencium perut Yoona berkali-kali dan selanjutnya membawa tubuh Yoona kedalam pelukkannya. Ini pertama kalinya ia mengalami ini semua, jadi semuanya terasa begitu berkesan, begitu berharga untuk dirinya dan juga Yoonanya.

Hi. Sorry author kali ini cuma bisa kasih segini. Author mau minta maaf banyak hal deh. Pertama, udh buat readers nunggu lama. Kedua, part 2/end ini kayaknya ga gitu memuaskan ya? Tapi cuma ini yang bisa author kasih.  Ketiga, sorry kalau banyak typo, author ga sempat ulang edit lagi soalnya ga punya banyak waktu.

Doain ya semoga author bisa punya waktu luang lebih banyak. Ini aja author tulis 1 jam setiap sebelum tidur dan syukurlah akhirnya bisa siap juga. Semoga ga mengecewakan kalian deh and thanks buat semua supportnya dan commentnya.

P.S : – Kalau boleh, coba kasih saran kalian pengen cerita yang gimana dan FF apa yang mau dipublish/dilanjutin setelah FF ini. – Sepertinya bulan December ini, author balik ke hometown di Australia jadi mungkin cuma bisa post FF makanya minta saran kalian hehe.

[One Shoot] My Pregnant Moment

Cast: Siwon, Yoona, little Choi yang bernama Charles.
Genre: romantic, happy family.

Cerita ini Yoona POV ya sesuai judulnya..

 

Happy reading guys!

 

 

Yoona POV

 

 

Sore hari sudah tiba.. hmm.. aku hanya dirumah sebesar istana ini sendiri, hanya bersama semua pelayan, koki, dll. Ah sungguh amat bosan. Ini semua gara-gara Choi Siwon. Dia melarangku untuk keluar tanpa dirinya sejak aku hamil 4 bulan, tepatnya 3 hari lalu. Aku sudah menikah dengan Siwon Oppa sejak 3 tahun yang lalu. Aku lulus kuliah 3 tahun yg lalu dan menjadi salah satu murid yang mendapat nilai tertinggi di bidang design. Aku pun membuka boutique bersama Yuri sahabatku, saat itu segalanya appaku yg urus. Appaku pemilik Im enterprise. Tau kan? Tidak perlu ku ceritakan lagi. Dan juga dari SMP 2 aku sudah berpacaran dgn Siwon yang saat itu SMA 2.

Dia menikahiku dan selama 2 tahun lebih kami tidak mempunyai anak, karena aku tidak mau. Aku mau meniti karirku dulu. 4 bulan lebih yg lalu, Siwon merenggek terus bercerita jika sahabat-sahabatnya sudah memiliki anak bahkan ada yg sudah memiliki 5 anak. Ya ampun aku tak bisa membayangkan itu. Jadi ya begitulah awal gimana aku bisa jadi hamil sekarang. Kini aku sedang duduk di meja makan seorang diri, memakan semua makanan yg ada dimeja ini. Sejujurnya aku sedang kesal dengan Choi Siwon. Apa apaan, aku tidak boleh ke boutique atau menjadi model untuk majalah. Bahkan dia menyuruh bodyguard untuk menjaga rumah kami. Huh, over protektif dan terlalu berlebihan, itulah dia. Dia juga menyuruhku untuk tidak beraktivitas apapun, hanya mengambil air putih dari dapur juga tidak boleh, dia bilang aku hanya perlu menyuruh pelayan yg sudah sangat banyak dirumah ini. Jangan tanyakan berapa jumlahnya padaku, aku hanya tau koki utama kami, chef Hwang. Pelayan pribadiku, Cloe dan pengurus wardrobeku Jimin. Yang lain aku tidak bisa menghafal namanya. Hmm.. aku sedang makan buah golden kiwi kesukaanku entah sejak kapan. Beruntung aku tidak mual pada sore hari, hanya pagi hari dan kadang dimalam hari juga. Makanya, setiap pagi hingga jam 2 siang, Siwon akan dirumah bersamaku dan baru pergi bekerja setelah jam 2 siang. Ya dia bisa melakukan itu karena dia pemilik perusahaan itu, Hyundai Department Store, dll. Sudahlah lupakan saja itu.

 

Sudah jam 17.58. Mungkin beberapa menit lg si Choi itu akan pulang. Biarkan saja. Aku mengelus perutku lembut sambil mengambil IPhoneku, ah telepon dari Minho, adik Choi Siwon.

Dia mulai berbicara “Hi, Noonaku sayang. Sedang apa?”

 

Aku mengendus lalu menjawab “Tidak baik dan tidak terlalu buruk, kenapa? Apa ada sesuatu?”.

 

Aku mendengar bocah ini tertawa disana lalu menjawab “Tidak apa-apa, hanya merindukan suara Nyonya Choi yg tiga hari sudah tidak mampir ke Hyundai, haha”.

 

Aku mencoba sabar jgn sampai aku teriak sekarang. Aku menjawab “jadi kenapa? Jika Choi Siwon, si tuan protektif tau kau a..” ucapanku terputus saat seseorang mengambil IPhone dari tanganku dan mencium kepalaku singkat. Ah, dia lagi Choi Siwon.

 

Aku masih bisa mendengar Minho berteriak “Apa katamu Nyonya sayang? Tidak jelas”. Minho, ketauilah kau dalam masalah sekarang.

 

Siwon membuka loudspeaker dan menjawab “apa katamu? Nyonya sayang? Berani beraninya kau memanggil istriku begitu Minho. Awas kau besok. Lihat apa yg akan terjadi”.

 

Aku tertawa, Minho ah maafkan aku kali ini aku tidak bisa membantumu.

 

Siwon langsung menutup IPhoneku. Lalu dia menangkup kedua sisi pipiku dan berkata “Hi sayang, apa kau baik baik saja, tidak mual kan?” lalu mencubit pelan hidungku.

 

Satu lagi, Choi Siwonku sangat romantis. Aku menggeleng. Lalu dapat kurasakan dia jongkong dan menaruh kepalanya didepan perutku yang masih rata, aku tidak tau mengapa tapi dibulan keempat ini perutku bahkan masih seperti biasa hanya seperti bertambah gemuk sedikit. Dia mencium perutku lalu berdiri.

 

Dia menepuk tangannya 3 kali, aku melihat bodyguard-bodyguard datang ke arah kami membawa semua barang branded yg aku suka.

 

Aku menoleh ke suamiku, dia tersenyum melihatku dan berbisik “itu semua untukku sayangku, hari ini kita makan malam diluar” lalu menyuruh semua bodyguard itu menaruh barang-barang itu di kamar khusus wardrobeku.

 

Hah….Siwon memang selalu bisa mengejutkanku. Dia menggendongku lalu berjalan menaiki tangga, ke kamar kami. Sampai didalam, dia mendudukkanku disofa nyaman dekat walk in closetku.

 

Lalu berkata “sayang..”

 

Aku membalas “kenapa Oppa?”

 

Dia menjawab “apa kau suka yang tadi? Semoga iya”. Ah iya, itu membuatku kembali teringat soal barang barang branded itu. Aku langsung berdiri dan berlari cepat ke pintu kamar kami, baru saja aku akan keluar, Siwon sudah dibelakangku merangkulku berkata “hey, jangan lari-lari, itu berbahaya sayang”. Huh selalu saja begini.

 

Akhrinya aku menuruti perintanya dan berjalan pelan menuju ke ruangan favoritku, wardrobeku, surga wanita mungkin. Yuri yg pernah melihat koleksiku mengatakan aku sudah gila, dia sampai bengong haha. Aku masuk diikuti Siwon. Mataku tertuju pada Hermes Birkin Ungu gelap yg tadi pagi kulihat di IPhoneku, aku berniat akan memesan stylishku untuk membeli itu. Oh God! Choi aku sangat berterima kasih. Aku memeluk Siwon yg ada disampingku dan mencium bibirnya. Aku juga sangat senang karena disana juga ada banyak tas dan dress brand Chanel collection Summer terbaru, semua warna ada disana. Mungkin akan ada yang double, tapi ya sudahlah. Ada juga kira-kira 30 pasang Givenchy dan kurang lebih 20 pasang Chanel flatshoes dan platfrom, ah yang satu itu, Siwon sengaja pasti. Dia sudah menyita semua heelsku. Pada saat itu ketika aku hamil 3 bulan, aku dan Siwon pergi ke acara perusahaan. Pulangnya dia langsung bilang aku tidak boleh lagi memakai heels dan menyita semuanya, salah bukan menyita tapi dia buang semuanya. Aku tau dia sangat kaya, bahkan uangya tidak bisa dihitung lagi. Tapi haruskah heelsku dibuang? Aku menangis 2 hari dan sama sekali tidak mau berbicara dengan Siwon. Akhirnya aku baru bicara setelah dia berjanji akan membeli semuanya lagi setelah aku melahirkan. Ku pegang dan ku ingat janji itu bahkan sampai detik ini.

 

Siwon memelukku dari belakang “Kamu suka kan sayang?”.

 

Aku menjawab “Sudah pasti suka. Oppa kau tau darimana aku mau semua ini?”.

 

Dia menjawab “Dari Yuri”. Oh Yuri… terima kasih haha. Aku lalu langsung memilih baju yang akan kupakai nanti. Aku memilih kemeja chiffon yang sedikit terbuka dan rok yang tidak terlalu pendek, juga tas Hermes hotredku dan hah, terpaksa aku memilih platform merah Chanel.

 

Aha! Aku langsung berjalan menuju kearah Siwon dan berkata dengan manis “Oppa sayang…”.

 

Dia menjawab “ada apa sayang?”

 

Dengan cepat aku membalas “Apakah aku boleh memakai heelsku kali ini saja? Tidak perlu khawatir, aku punya 1 diujung sana”.

 

Siwon langsung menjawab “Tidak boleh sayang” dan menyuruh Jimin mengambil heels satu-satunya peninggalanku. Entah sejak kapan Jimin ada disini. Aku melempar pakaian, rok dan tas yg telah kupilih tadi. Aku langsung berlari cepat keluar dan masuk ke kamar lalu mengunci pintu dan entah kenapa aku juga menangis padahal hanya karena ini. Aku sangat kesal. Tanpa menghiraukan Siwon yang mengedor pintu dari luar dan memanggilku. Cukuplah aku capek dengan segala batasan yang tidak boleh aku lakukan sejak hamil. Entah bagaimana, pintu kamar bisa terbuka. Pasti dengan kunci serap! Awas kau Choi Siwon tampan. Dia berjalan dan duduk dipinggir tempat tidur. Mengelus rambutku lembut, stop it aku akan terlena jika begini.

 

Lalu berkata “Sayang, jangan mendiamkanku lagi ya? Aku melakukan itu karena tidak mau kalian terluka sayang.. mengerti kan?”.

 

Aku menghela nafas dan memeluk Siwon menangis di dadanya. Mungkin ini juga karena bawaan kehamilanku.

 

Aku tiba tiba ingin ke New York entah kenapa, apa karena fashion lagi? Aku punya ide, ini kesempatan. “Ok, tapi ada syaratnya”.

 

Siwon dengan cepat menjawab “Apa sayang? Apapun itu aku akan lakukan”.

 

Aku mengeluarkan smirk face dan menjawab “Benarkah? Ya sudah, aku mau ke New York dan California paling lambat lusa dan tinggal disana 1 bulan titik”.

 

Tanpa mengizinkan Siwon berbicara aku melanjutkan “Kalau Oppa sibuk tidak apa-apa, aku akan mengajak Yuri dan juga Sooyoung. Sepupumu itu dan Yuri bisa menjagaku juga..”.

 

Siwon terdiam dan terlihat berpikir, mungkin berpikir kata-kata apa yang akan digunakan untuk membalasku.

 

Kalian tau? Aku tak menduga dia menjawab “Baiklah Nyonya. Kita akan pergi lusa denganku bukan dengan Yuri dan si Sooyoung rakus itu” Wah, kejaiban terjadi.

 

Dia melanjutkan “Kita akan pergi dengan pesawat pribadi dan menginap di hotel first class! Tak ada bantahan untuk ini”. Hais jika dengan pesawat pribadi aku tidak bisa menikmati karena Choi Siwon akan menyuruhku tidur dan lain lain dan semua bodyguardnya akan berjaga-jaga, tepatnya mengawasiku. Tapi baiklah daripada tidak pergi.

 

 

2 hari kemudian…

 

Kini kita sudah dipesawat pribadi suamiku. Ini masih jam 3.50 dini hari. Tebak apa pakaianku saat ini.. ah sungguh aku seperti dimakan oleh pakaianku. Awalnya aku hanya memakai kemeja panjang Chanel dan midi skirt burberry. Kemudian sweater Juicy Couture, coat Burberry merah dan syal LV juga boots tanpa heels Chanel. Tapi Siwon menambah coat Chanel dan jaket tebal Nike dibadanku. Sampai-sampai tasku dipegang oleh Cloe yang memang ikut dipesawat ini, disuruh Siwon.

 

Aku terbangun dan melihat jam Rolexku. Ah jam 6.17 pagi. Oh tidak, aku tiba-tiba merasakan sungguh mual. Aku menepuk pundak Siwon yang sedang tidur. Dia terbangun dan bingung melihatku. Terlambat, aku sudah muntah ditangan Siwon dan celananya juga kena. Ya ampun. Siwon menepuk punggungku ringan dan menyuruh semua bodyguard dan Cloe pergi dari kami. Saat sudah tidak begitu mual, aku merasa bersalah dan memeluk Siwon dan lagi-lagi menangis.

 

Aku berkata “Oppa hiks maafkan aku hiks, pakaianmu kotor semua hiks hiks hiks..”.

 

Siwon mencium bibirku cukup lama lalu berkata “Tidak apa-apa sayangku. Jangan menangis lagi sayang. Kau tidak bersalah sayang” dan memelukku.

 

 

1 bulan kemudian

 

Kami baru saja sampai di Seoul dan sekarang sudah berada dikamar kami. Aku sakit selama seminggu ini. Tak apalah. Kalian tau apa? Aku senang bisa berduaan dengan Siwon di Amerika, melewati 1 bulan kehamilanku disana. Aku juga membeli banyak tas, sepatu tentunya bukan heels, pakaian seperti Hermes, Chanel, Givenchy, Valentino, Saint Laurent dan lain-lain. Menambah koleksi lagi. Yeay! Sekarang usia kandunganku sudah 5 bulan lebih beberapa hari. Siwon semakin protektif. Ya sudahlah tidak akan ada yang bisa mengubah itu. Aku sudah mengantuk, biarkan aku tidur.

 

 

4 bulan kemudian..

 

Perutku sudah membuncit tapi tidak besar seperti kebanyakan orang. Aku juga tidak tau kenapa. Dokter bilang ini tidak apa-apa, bayiku sangat sehat. Aku sudah berdiam diri tidak melakukan apapun selama hampir 6 bulan. Hari ini aku tiba-tiba ingin memasak. Aku duduk ditempat tidur, dengan pelan beranjak keluar kamar. Berjalan hati-hati menuruni tangga dan menuju dapur. Aku akan memasak Hamburger dan membuat expresso minuman wajib suamiku dipagi hari. Koki kami entah dimana, biasanya dia sudah mulai memasak. Baiklah ini sungguh keberuntunganku. Saat aku memotong tomat, pisau yang kupegang entah kenapa bisa mengenai jari telunjukku. Aku meringis pelan. Aku memang jarang berada didapur. Saat aku tengah berusaha mengatasi kesakitanku aku mendengar suara laki-laki yang sangat kukenal. Choi Siwon. Celaka.

 

Dia mendekat dan berkata “Sayang! Apa yang kau lakukan disini? Sudah kubilang jangan melakukan apapun.”

 

Aku segera menyembunyikan tanganku. Ah bodoh, Siwon melihatnya. Dia menarik tanganku dan meneriaki pelayan kami “Siapapun itu cepat ambil kotak P3K sekarang!”

 

Aku bersuara “Oppa, ini tidak apa-apa hanya luka biasa”.

 

Dia melihatku dan menjawab “Yoong dengarlah apa yg kubilang.. jangan bermain disini lagi, berbahaya sayang!”.

 

Aku menunduk dan berkata pelan “maaf Oppa..”. Tiba-tiba aku merasa perutku seperti diremas, OH TIDAK! “Aku akan melahirkan Oppa” kataku. Dia langsung terlihat panik dan menggendongku ke mobil.

 

 

Aku tak tau tapi saat aku membuka mata, aku melihat Siwon tersenyum sambil mengendong seorang bayi lucu. Oh? Apakah…. anakku? Aku melihat perutku, sudah rata. Tidak salah lagi. Siwon menyerahkan bayi itu kepadaku. Dia berkata “ini anak kita sayang, Charles. Liatlah matanya sama seperti punyamu dan tampan sepertiku kan?”. Aku tertawa “Iya Oppa..”

 

 

 

6 tahun kemudian

 

Aku mendengar Charles ketawa riang saat bangun dipagi hari. Aku berjalan ke balkon. Dibawah sana dua laki-laki Choiku sedang bermain bola. Aku tersenyum melihatnya. Charles menoleh ke atas dan melihatku.

 

Dia berseru sambil melambaikan tangannya “Morning mommy, my queen. Turunlah kebawa mom. Charles ingin mencium mom”.

 

Aku tertawa melihat Siwon yang terlihat seperti mengatai Charlesku mungkin dia bilang “Awas kau, Mom milikku”.

 

Sampai dibawah Charles memelukku dan berbisik “Mom, jangan bilang ke dad ya aku lebih mencintai Mommy” lalu mencium pipiku berkali – kali.

 

Choi Siwon datang dan memeluk kami berdua dan berkata “Dad juga lebih mencintai Mommy cantik ini daripada mu Charles”. Kami bertiga tertawa bersama. Semoga kami dapat berbahagia selama lamanya.

 

 

The end.

 

Sorry ya kalau terlalu pendek. Semoga suka ya thanks buat supportnya readers  .

Ini hanya sekedar pemanasan sebelum FF yang bakal author post hari ini. Kemungkinan kalau FF itu diprotect, author bakal kasih passwordnya ke orang orang yang udh comment disemua chapters + OS ini hehe

[One Shoot] Day with Her

Title : Day with You

Cast : Siwon and Yoona

Supporting cast : SuperGeneration members

Length : One Shoot

Hi readers. Author hari ini cuma post ini ya.. Cerita ini cerita tentang super show gitu dan cerita ini juga ga ikutin kejadian realnya. Semoga suka, sorry kalau typo masih bertebaran.

Happy reading guys!

Siwon POV

Super Show 6 Encore Day 2 backstage (before concert)

Ah, hari ini Super Junior akan melakukan Super Show 6 di Seoul. Kami sudah tidak sabar untuk bertemu para ELF yang sudah menunggu kami diluar sana. Aku sendiri sangat salut dengan ELF kami, mereka berusaha mendatangi setiap event kami dan tanpa bosan terus mensupport kami. Kini giliran aku untuk dirias setelah Donghae. Aku duduk diam dan membiarkan hairstylist merapikan, merubah rambutku sebaik mungkin sesuai dengan keahliannya. Aku pun membuka IPhone 6+ ku dan tanpa berpikir dua kali aku mengirim pesan kepada ‘dirinya’. ‘Dirinya’ adalah Im Yoona. Mungkin kalian bertanya “Apa? Kau becanda? Mana mungkin!”. Hah! Siapa bilang tidak mungkin? Dia adalah pacarku, wanitaku, hatiku dan milikku. Jadi jangan coba-coba untuk mengambil dirinya dariku jika kau tidak ingin ku beri pelajaran. Aku, Choi Siwon dan Im Yoona sudah berpacaran sejak 2009. Cukup lama bukan? Hmm.. Kita tidak beda jauh dengan pasangan-pasangan lain. Kadang kami juga akan beradu mulut atau berdebat karena masalah kecil, tapi kebanyakan itu gara-gara diriku yang suka cemburu ketika melihat Yoona berdekatan dengan pria lain. Ya aku tau itu pekerjaan, tapi walaupun begitu kadang diriku suka merasa cemburu berlebihan dan hal ini mengakibatkan kami berdebat. Tapi aku sangat sangat bersyukur, Yoonaku sangan perhatian dan sabar sehingga dia bisa menghadapi kelakuan anak-kecilku. Sampai suatu kali saat Omma becanda kepadaku dan Jiwon, Omma melempar candaan kepadaku “Siwon ah, Omma rasa Yoona terlalu baik untuk anak Omma yang suka berlebihan ketika melihat Yoona bersama pria lain ataupun member Super Junior lain, padahal mereka hanya berteman” Jiwon langsung tertawa dan berkata kepadaku “Aku heran kenapa Yoona unnie mau kepadamu Oppa, apa kau memasukkan racun agar dia menerimamu?”. Ah sungguh! Sudahlah, lupakan saja. Aku tersadar dari lamunanku ketika IPhoneku berdering dan terlihat sebuah pesan masuk dari ‘Yoong♡’. Ah dia menjawab pesanku. Tadi aku mengirim pesan yang bertulisakan “Hi baby, kau sudah dimana?”. Dia menjawab “Aku sudah hampir sampai, tapi terjebak macet Oppa. Mungkin 15 menit lagi aku sampai Oppa”. Aku tersenyum, ya dia akan datang hari ini. Aku berencana untuk melakukan sesuatu, tunggu saja jam mainnya teman! Aku langsung membalas pesannya “Ok sayang, Oppa tunggu ya *kiss*”. Dia kemudian membalas lagi “Ok sampai jumpa Oppa *kiss*”. Saat aku akan membalas, Leeteuk hyung memanggilku untuk melakukan briefing sebelum naik ke pentas. Concert kami akan mulai 7 menit lagi. Donghae yang berdiri di sebelahku tiba-tiba berkata “Sudah cukup belum? waktu untuk berkirim pesan dengan Yoonaku?”. Aku menatap sinis Donghae “Belum tentunya dan jangan memangil Yoona dengan Yoonaku Hae, dia milikku”. Donghae tertawa lalu menjawab “Aku tau, tapi apa kau lupa aku pernah dekat dengannya sebelum dia berpacaran dengan dirimu? Hahaha”. Aku hanya diam, malas menjawab perkataan Donghae. Kemudian aku kembali mendengar penjelasan manager kami dan Leeteuk hyung tentang apa yang harus kami lakukan dan jalankan selama concert berlangsung. Briefing ditutup dengan kata “Fighting” oleh para members. Lalu para member bubar untuk melakukan last-check-before-concert. Donghae, Kyuhyun dan Eunhyuk seperti biasanya, selfie. Leeteuk hyung sedang membaca rundown concert kami. Yesung hyung dan Ryewook menyanyikan bait mereka dalam lagu-lagu kami. Kangin hyung sedang merapikan riasannya. Heechul hyung yang sedang duduk merapikan model rambutnya. Tidak lupa juga Zhoumi dan Henry, mereka sedang berlatih lagu – lagu yang akan kami nyanyikan bersama mereka. Sedangkan aku? Apa lagi kalau bukan kembali mengirim pesan kepada Yoonaku menanyakan dimana dia sekarang. Dia mungkin akan terlambat, tapi tidak apa-apa lah. Ditengah jadwalnya yang sibuk, dia menyempatkan dirinya untuk datang. Aku sungguh senang! Manager memanggil kami semua tempat saat aku mengirim pesan yang bertuliskan “I love you baby, see you” kepada Yoonaku. Aku berdiri dan kami langsung berjalan menuju panggung. Masih dibelakang kain, kami dan aku sendiri bisa mendengar teriakkan histeris para ELF! Mereka adalah penyemangat dan keluarga kami. Tanpa mereka, kami tidak akan bisa seperti ini sekarang. Musik lagu pembuka telah diputar yaitu lagu Mr.Simple. Kami berusaha sekuat tenaga untuk menampilkan yang terbaik untuk ELF. Dilanjutkan dengan lagu kedua, ketiga, keempat dan ment 1. Saat ment 1, aku melihat Donghae dan Yesung hyung membuka IPhone mereka untuk berfoto. Jadi aku juga membuka IPhoneku dan bisa kutebak wajahku sudah berarti saat membaca pesan dari Yoonaku bertuliskan “I love you too Oppa, hehe” dan “Oppa aku sudah didalam arena, aku sekarang duduk dengan Jiwon. Kau terlihat keren, keke”. Aku segera membalas “Wah sayang, kau harus tau jika Choi Siwon memang selalu tampan dan keren”. Yoona belum membalas, mungkin dia sedang tidak memegang IPhonenya. Kangin hyung yang ada disebelahju berbisik “Tutup IPhonemu Siwon, lanjut pacarannya nanti saja. Sebentar lagi giliranmu untuk menyapa”. Aku mengangguk dan menyimpan IPhone ke saku celanaku. Aku mendengar Kangin hyung berkata “Hi semuanya, aku Kangin. Senang bertemu dengan kalian semua, semoga hari ini menyenangkan” lalu membungkukkan badannya. Para fans berteriak kencang. Sekarang giliran ku. Aku menyapa ELF dengan berkata “Hi semua pacarku yang cantik, aku Siwon. Ku harap hari ini kita dapat bersenang-senang bersama. Terima kasih, aku mencintaimu”. Sehabis aku mengucapkan kata-kata sapaanku, aku mendengar suara tertawa dan terkekeh Donghae si ikan, Eunhyuk, Heechul serta Kangin hyung”. Kemudian Donghae berjalan kesampingku, merangkulku sambil berbisik “oh Choi, kata-katanya semua sangat manis. Tapi aku tau itu secara tidak langsung adalah untuk Yoona yang sedang duduk dengan Jiwon ditengah sana”. Aku hanya menggurutu lalu menjawab “Kalau iya kenapa? Kau iri kan? Hah, pergi sana”. Donghae tertawa seperti orang yang terlalu senang karena mendapat sesuatu yang sangat dia inginkan! Setelah ment 1, kami kembali perform lagu kelima, keenam, ketujuh, kedelapan dan sekarang waktunya D&E perform. D&E akan perform dua lagu “Growing Pains dan lagu dari album baru kami “Don’t wake me up”. Aku pun duduk di sofa diruangan ganti kami dan kembali membuka IPhoneku. IPhoneku berdering, pesan dari Yoonaku. Aku membukanya dia berkata “Oppa, istirahatlah selama D&E Oppa bernyanyibdan coba cari sesuatu di tas LVmu keke”. Aku langsung membalas pesannya “Baiklah Nyonya Choi sayang, oh kau memberiku apa?”. Aku langsung berdiri dan mencari tas LVku. Ah itu dikursi. Aku membuka tasku dan melihat sebuah kotak persegi panjang biru tua berpita. Aku mengambilnya dan membuka kotak itu. Hal pertama yang kulihat adalah photo selca Yoona dengan pesan di bagian bawah photonya yang bertuliskan “Saranghae Oppa! Fighting! Chuu~♡♡. Makanan ini buatanku Oppa, semoga Oppa suka”. Lalu dibawah photo itu adalah kotak makanan berbentuk hati. Aku segera membukanya, tidak sadar untuk melihat apa yang dimasak oleh Yoonaku untukku. Ternyata isinya tak lain dari Sushi, Kimchi, Tenderloin Steak mushroom favouriteku. Aku langsung memakan sepotong tenderloin. Wah! Sangat lezat, Yoonaku memang benar-benar yang terbaik! Aku kembali mengetik pesan “Yoong! Ini sangat lezat. Terimakasih sayangku. Aku mencintaku. Chuu~♡♡♡. Sungguh, aku ingin cepat bertemu denganmu^^”. Tak sampai 2 menit, Yoona sudah membalas “Syukurlah kalau Oppa suka. Keke. Kita akan bertemu sebentar lagi Oppa^^”. Aku hendak membalas tapi sekarang kami sudah akan perform. Lagu kesepuluh adalah “Oppa Oppa”, para fans juga ikut bernyanyi. Lalu lagu kesebelas, duabelas, tigabelas, empatbelas dan ment 2. Saat ment 2, kami becanda dengan fans dan membahas jadwal individual kami. Lalu lagu kelimabelas adalah “Devil” lagu baru kami, lalu lagu keenambelas “Forever with you”, dilanjutkan dengan lagu ketujuhbelas, delapanbelas, sembilanbelas dan ment terakhir. Saat ment terakhir, atmosfernya terasa berbeda. Kami merasa sangat terharu dengan semangat fans-fans kami. Aku bisa melihat banyak fans menangis, karena tahun ini mereka akan kehilangan 3 personil dari Super Junior karena aku, Donghae, dan Eunhyuk akan masuk militer tahun ini. Heechul hyung yang selalu aneh saja sampai menangis hebat. Aku menahan air mataku agar tidak turun, tidak boleh aku adalah seorang laki-laki, haha. Yoong kau harus bangga padaku dan memelukku erat setelah ini, haha. Lalu sekarang kami bergandengan tangan dan membungkuk kepada fans, berterima kasih kepada meraka karena sudah bersama kami, melalui segala kejadian baik maupun buruk bersama-sama. Kami kemudian melalukan flying kiss khas kami. Demikian, SS6 Encore Day 2 pun sudah berakhir. Syukurlah semua berjalan lancar. Kini aku sedang dikoridor menuju ruang tunggu / backstage. Saat aku masuk, aku melihat wanitaku sudah dikeliling oleh Leeteuk hyung, Yesung hyung, Eunhyuk dan Donghae si ikan itu. Aku mendengar Yoona berkata “Taeyeon unnie sebenarnya mau datang tapi ada jadwal mendadak Oppa”. Aku merindukan suara itu, suara wanita yang sangat kucintai. Sorry Omma, mungkin sekarang aku mencintai Yoona seperti aku mencintai Ommaku sendiri. Aku berjanji kepada diriku sendiri untuk menjaga Yoona sama seperti aku menjaga Omma dan Jiwon. Aku berdehem kuat, mereka berlima melihat ke arahku. Aku langsung berjalan ke tempat dimana mereka berdiri dan berkata “Tak kusangka, wanitaku di keliling oleh hyungku sendiri, jangan mencoba-coba untuk menarik perhatiaan wanitaku”. Aku langsung menarik tangan Yoona lalu duduk di sofa diruangan itu. Kemudian aku melihat Jiwon yang sedang berfoto dengan Donghae, haha. Aku menoleh ke sampingku, san berkata “Yoong bagaimana jika setelah ini ke pergi ke sungai Han?”. Yoona terlihat berpikir lalu menjawab “Ya, tentu Oppa, sudah lama kita tidak berkencan disana”. Aku melihat Yoona mengeluarkan handuk dari tanya dan langsung mengusap keringatku dileher dan dahi. Aku saja tak berniat melalukan ini, tapi dia malah yang selalu memperhatikan ini. Sungguh perhatian. Aku kemudian tersadar jika ruangan ini telah losing. Aku langsung mencium bibir Yoona, ya ini kesempatan emasku. Aku mencium bibirnya dalam, menghisapnya lumayan kuat, aku lalu menangkup kedua pipinya, memegangnya agar ciuman kami tidak lepas. Tapi sialnya, Kyuhyun masuk dan berkata “Wah, aku menonton drama teromantis” dan berteriak tak jelas. Benar-benar merusak suasana saja. Aku sudah malas menjawab perkataan Kyuhyun. Aku mengganti pakaianku dan mengajak Yoona untuk pergi setelah kami pamit kepada staff – staff dan member lainnya. Aku membuka pintu mobil untuk Yoonaku lalu aku masuk dan mengendarai mobil Audi milikku ke Sungai Han. Selama perjalanan, tanganku dan tangan Yoona bertautan erat. Yoona juga bercerita tentang kegiatannya dan tentang perusahaan Appanya yang akan bekerja sama dengan perusahaan Appaku. Ya, Appaku dan Appa Yoona adalah sahabat dekat. Sedikit banyaknya, aku menerima bantuan dari Appa Yoona waktu aku akan menembak Yoona dulu. Tanpa sadar, kami sudah sampai.  Kami tidak keluar dari mobil karena ini terlalu beresiko, masih banyak orang yang berada di Sungai Han hari ini padahal ini sudah mau tengah malam. Jadi aku dan Yoona memutuskan untuk menghabiskan waktu dimobilku saja. Kami hanya becanda, mengobrol tentang kami dan Yoona sekarang sedang memegang IPhoneku, membuka twitter serta instagramku dan mengomentari banyak Hal. Aku tersenyum ketika dia berkata “Foto ini, aku yang memfotokannya untuk Oppa kan? Rupanya Oppa post ya?haha”. Tawanya adalah salah satu hal yang bisa membuatku bahagia. Melihat tawa itu diwajah cantiknya bisa membuat hariku terasa lebih indah. Aku merasakan Yoona memeluk erat tubuhku dan berkata “Oppa, apa kita tetap bisa seperti ini setelah kau balik dari tugas wajib militermu nanti?”. Dia ternyata menangis sekarang, aku dapat merasakan air matanya mengalir dan membasahi bajuku. Aku mengelus punggungnya dan berkata “Tidak akan ada yang berubah. Oppa sudah janji akan tetap bersamamu dan mencintaimu sampai kapanpun sayang. Jadi tenanglah dan jangan menangis lagi sayangku”. Aku mengecup puncak kepalanya cukup lama lalu beralih ke bibir peach yang selalu menggodaku itu. Menciumnya lama, menyalurkan rasa cinta dan kerinduanku lewat ciuman itu. Yoona membalas ciumanku lembut. Aku tidak ingin melepaskan ciuman kami, jadi setelah menghirup udara beberapa detik, aku kembali mencium bibirnya. Kali ini lebih dalam.  Malam ini kami habiskan dengan mencium bibir satu sama lain, menikmati kehangatan yang kami rasakan. Menghabiskan waktu berdua, hanya berdua tanpa ada gangguan. Aku akan selalu mengingat hari ini. Betapa manisnya bibir itu, seberapa besar cintaku kepada Yoonaku, aku akan mengingatnya terus. Aku akan mencintaimu sampai kapanpun Yoona ya. Terima kasih telah hadir dan mengisi kekosongan hidupku dan membuat duniaku semakin berwarna. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu sayang.

The End.

Semoga kalian suka deh. Sorry jika masih ada kekurangan ataupun kesalahan. Cerita ini ga ikut real schedule atau kehidupan real mereka ya. Maksud author, jadwal kerja mereka disini, author ya buat sendiri, hehe.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya.

See you in my next posting.  Thankyou readers 🙂

[One Shoot] My Happy Family

Cast : Siwon, Yoona, Dave, Jane
Title : My happy family
Genre : romantic, family
Length : One Shoot

Happy reading guys!

Siwon POV

Ketika matahari menyapa di pagi hari, aku membuka mataku. Pemandangan pertama yang ku dapat adalah istriku yang cantik dan lucu. Aku pun mengecup dahinya pelan takut menganggu tidurnya.
Tak lama setelah itu aku mendengar ketukan pintu kamar dan suara lucu. Siapa lagi kalau bukan anakku pertamaku Dave?
Aku turun dari ranjang dan membuka pintu. Yang kulihat setelah membuka pintu adalah anakku sedang mengucek matanya sambil memeluk guling baymax kesukaannya yang istriku belikan. Perkenalkan istriku bernama Yoona. Kembali ke anakku. Dave lalu menarik bajuku, ini tandanya dia mau aku menggendongnya. Setelah menggendongnya, dia mengecup bibirku. Sungguh menggemaskan bukan? Lalu dia turun dan lari ke tempat tidur kami. Ini aksinya untuk membangunkan Yoona. Aku berjalan mendekat lalu melihat apa yang akan dia lakukan lagi. Ternyata dia mengecup bibir Yoonaku dan memeluknya lalu berkata “Mommy, wake up please. I miss you”. Oh, sungguh sangat menggemaskan. Yoona belum bereaksi. Dave kami terus memanggilnya. Akhirnya Yoona berhasil dibangunkan setelah Dave mengelitiknya. Lalu Yoona pun langsung memeluk Dave dan mengecup seluruh bagian wajahnya. Ah membuatku iri. Dave tertawa bahagia. Dia memang sangat sayang pada kami, tapi dia lebih suka bermanja-manja kepada Yoona. Kenapa? Karena Yoona tidak akan memarahi apapun yang dilakukannya, sedangkan aku kadang bisa memberikan tatapan sedikit galak jika Dave sedang membuat masalah. Tapi aku tidak akan pernah melakukan lebih dari itu. Aktifitas mereka telah berhenti. Aku pun langsung berjalan semakin dekat dan melompat ke tempat tidur lalu memeluk mereka berdua. Satu lagi yang belum aku bilang, Yoona tengah hamil 7 bulan anak kami. Ini membuat pipinya menjadi tembem dan sangat menggemaskan jadinya. Dave memisahkan tanganku dari tubuh Yoona. Haha, mungkin dia cemburu.

Yoona Pov

Aku mendengar suara suamiku memanggilku untuk bangun. Tapi aku masih malas untuk bangun. Padahal biasanya aku akan bangun pagi-pagi dan memastikan pelayan di rumah kami melakukan tugas mereka dengan baik di pagi hari. Tak lama setelah itu, ada yg mengetuk pintu. Pasti itu Dave, laki-laki yang aku cintai setelah suamiku, Siwon. Aku merasakan dia menaiki ranjang kami lalu mencium bibirku dan memelukku. Lalu dia juga berkata “Mommy, wake up please, I miss you”. Ah, Dave memang romantis seperti Siwon. Aku langsung membawanya kepelukanku. Tak lama setelah itu, terasa sebuah lengan kekar memeluk kami erat. Siapa lagi kalau bukan Choi Siwon? Aku dapat merasakan Dave menyingkirkan tangan Siwon dariku, dia pasti tengah cemburu. Dave memang sangat manja denganku, haha.

Author Pov

Setelah Yoona membuka mata dia langsung tersenyum. Diikuti oleh Siwon dan Dave. Yoona bertanya “Ada apa dengan kalian berdua? Hm”
Dave langsung menjawab “Daddy tidak boleh memeluk mom, mom hanya milik Dave”. Aku pastikan Siwon juga akan membalas perkataan Dave. Siwon menjawab “Dave, mom punya dad. Mungkin Dave harus mencari pujaan hati Dave sendiri”. Dave mempoutkan bibirnya lalu menggenggam tanganku ketika aku sudah dalam duduk di ranjang. Dave bertanya kepadaku “Mommy, mommy memilih Dave tampan atau Daddy jelek? Aku tertawa lebar dan menjawab “Tentu saja Dave yang tampan ini dan mencium pipinya”. Siwon dengan rasa tidak terimanya berjalan ke arah Yoona dan memeluknya sambil berkata “Yoong, kamu harus memilihku”. Yoona kembali tertawa kemudian menyuruh Dave dan Siwon untuk turun dan makan pagi.

Siwon POV

Lihat saja benar kan? Yoona membela Dave dengan memilihnya tadi? Haha.
Kini kami sudah duduk di meja makan. Yoona mengoles selai coklat untukku dan strawberry untuknya dan Dave di roti tawar. Dia tetap melakukan ini di tengah hamil besar walaupun aku sudah melarangnya. Kemudian Yoona juga beranjak ke dapur dan kembali dengan membawa 2 waffle dan 1 expresso. Aku tersenyum, dia memang wanitaku.
Kami makan dengan perasaan bahagia.

2 bulan kemudian

Siwon POV

Menjelang kelahiran anak keduaku, Yoona tetap beraktifitas seperti biasanya. Bukan bekerja diluar, tapi mengurus Dave yang manjanya makin meningkat dan menyusun kamar baru bayi kami dan aku tentunya.
Aku mengambil cuti di perusahaanku sejak kehamilan Yoona menginjak 8 bulan lebih 2 minggu.
Kini kami sedang di kamar Dave. Dave berulang kali menyuruh Yoona mengambil barang yang dijatuhkannya dan Yoona tentunya akan mengambil untuknya. Aku sedikit kesal, tapi Yoona bilang tidak apa-apa.
Aku mendengar kembali suara Dave yang bicara kepada Yoona saat aku berada didekat pintu. Tadi aku menelepon kantor sebentar. Dave berkata “Mom, bisakah mom mengendongku sekali saja? Sudah lama mommy tidak mengendongku lagipula Dad sedang tidak disini”. Oh celaka. Yoona pasti akan menurutinya lagi. Aku segera bergegas masuk tapi terlambat Dave sudah tersenyum senang digendong Yoona. Aku menyuruh Dave turun, tapi dia tidak kamu. Tanpa sadar aku menaikan suaraku berkata “Dave! Come on! Daddy sedang tidak main-main denganmu sekarang, turun sebelum Daddy tidak mengizinkanmu bermain dengan Mommymu lagi”. Yoona memelototiku, aku tidak peduli. Yang aku lihat sekarang adalah peluh yang bercucuran dari kepala Yoona dan nafasnya sedikit terenggah. Dave masih tidak mau turun dan malah berkata “I don’t hiks want hiks. Mom you loves me right?” Yoona menganggukkan kepalanya dan mencium kepalanya. Tapi tak lama setelah itu Yoona meringis dan memegang perutnya. Aku langsung membawa Dave turun dari gendongan Yoona kemudian menyuruh pelayan rumah kami menyiapkan mobil. Ini tanda-tanda Yoona akan melahirkan.
Sampai dirumah sakit, Yoona langsung dimasukkan ke ruang bersalin, aku juga ikut masuk setelah menelepon ommaku untuk menjemput Dave yang aku lupakan tadi. Dia pasti tengah sedih sekali.
Aku menyemangati Yoona yang sedang berusaha keras melahirkan anak kami. 20 menit kemudian akhirnya dia berhasil. Anak kami adalah perempuan dan kita beri nama Choi Jane.

7 hari kemudian..
Siwon Pov

Hari ini Yoona pulang ke rumah. Sehari setelah di melahirkan aku pulang dan membujuk Dave yang merajuk denganku. Dan berhasil karena aku hanya perlu membelikannya robot-robot keluaran terbaru. Dave sangat antusias melihat kedatangan Yoona dan Jane. Tapi tetap saja dia manja dengan Yoona. Dave kemudian mencium pipi Yoona dan Jane. Aku tersenyum, dia juga mencium bibirku. Jane sangat cantik seperti Yoona. Mata dan senyumnya setups dengan Yoona. Lesung pipinya dia dapat dariku. Ah, manis sekali.

5 tahun kemudian
Siwon POV

Aku sangat bahagia mempunyai keluargaku yang sekarang. Dave sudah berusia 8 tahun dan Jane 5 tahun. Keduanya tetap menggemaskan. Kadang mereka juga berebutan Yoona denganku. Hari ini kami akan pergi ke Paris, menghabiskan liburan musim dingin di kita romantis ini.
Dave sudah memakai sepatu dan coat Gucci yang sama denganku. Sedangkan Yoona dan Jane terlihat cantik dengan dress dan coat Chanel mereka. Ditambah heels LV Yoona yang membuat dia menjadi lebih classy.
Setelah berjam-jam, kami pun sampai di Paris. Aku menyewa hotel termewah untuk kami disini. Hari pertama kita habiskan di kamar berempat. Kemudian hari hari berikutnya kita habiskan dengan bermain-main, belanja di luar hotel. Kebetulan asistenku datang dan membawa sepupuku, Sooyoung. Jadi aku bisa berduaan dengan Yoona hari ini. Kita pergi ke menara Eiffel dan berciuman mesra disana. Menghabiskan malam malam berduaan dengan suasana romantis di restaurant mewah kesukaan Yoona di Paris.
Aku tak akan bisa mendapat kebahagian seperti ini kalau mereka tidak bersamaku. Mereka adalah keluarga kecilku yang berharga. YoonA, Dave , Jane daddy mencintai kalian selamanya

kOCo0ENCJ37lgXl4TZCoADDVVF0yAHfxwXFbsBTUqfrpVBMiBz5mSmLTgUfUPtqZ8ybzlKjbur_yi9BUJr9nfzApBOHQSObvJzIVuT28nMCIxQxBe0TS=w379-h388-nc
My pretty wife and me

The end.

Author bakal post Sequel One Shoot ini malam ini, tapi maaf ya harus diprotek hehe