[Twoshoot] Scandal

Title : Scandal

Cast : Choi Siwon, Im YoonA and other

Disclaimer : all the casts are not belong to me.

Happy Reading..

.

.

Warning : Jangan COMPLAIN kependekan atau MINTA POST LAGI ya hehe.

.

.

LAST : Bagi para readers yang request WE ARE ONE. Sorry belum start tulis lanjutannya walaupun udh ada draft garis besarnya hehe.

.

.

.

 

Happy reading!

 

 

Author POV

Penthouse bernuansa putih yang siapapun yang melihatnya akan terkagum karena dari tampak depn saja sudah terlihat sangat amat mewah ini biasanya suasananya bak bunga bermekaran, oh tidak, maksudnya biasanya terisi oleh atmosfer bahagia dan romantis dua orang yang saling mencintai kini berubah seperti tak berpenghuni, sepi, serta tegang.

Entahlah, baik pria dan wanita yang sedang duduk di sofa merah di ruang tengah penthouse ini tak ada yang berniat untuk membuka pembicaraan duluan, yang ada hanya suara dari jam dinding yang tergantung indah di dinding ruangan itu.

Keheningan yang terjadi bertahan sampai 20 menit ke depan sampai akhirnya nada dering handphone terdengar nyaring bunyinya baru terlihat ada pergerakan manusia di dalam penthouse itu karena sejak 1 jam yang lalu keduanya hanya duduk terdiam di sofa sambil memandang ke akhir TV canggih yang terbuka tetapi sebenarnya keduanya tidak berniat untuk menonton atau mengetahui apa yang disiarkan TV di depan mereka.

Si wanita pun yang handphone tadi berbunyi kini berbicara dengan orang yang meneleponnya. Rupanya yang meneleponnya ada unnienya, member satu groupnya.

“Yoong?”

“Ne Yul unnie, ada apa?”

“Apa kau sedang di Seoul sekarang?”

“Ya, aku baru saja sampai 2 jam yang lalu unnie. Apa ada masalah unnie? Atau kita ada latian group ya? Maaf aku lupa sepertinya. Eh? Tapi manager Oppa juga tidak bilang ada jadwal latihan group kepadaku.”

“Tidak ada apa-apa. Memang tidak ada latihan group Yoong. Unnie cuma mengkhawatirkanmu. Kau tau lah Yoong alasannya.”

“Hmm…”

Hanya jawaban itu saja yang keluar dari mulut wanita yang diketahui bernama Yoona itu.

Merasa lawan bicaranya terdiam, si penelepon pun berkata “Oh maaf, unnie tidak bermaksud menyinggungmu dengan berkata begitu. Maaf Yoong”

“Tenang saja, aku mengerti kok unnie. Unnie hanya khawatir dan peduli padaku.”

“Bagaimana kalau kau mau tidur di rumah unnie, mau tidak? Unnie bisa jemput kamu sekarang juga karena kebetulan unnie habis dinner di daerah Gangnam juga Yoong.”

Si wanita terdiam. Tanpa sadar, si pria yang sejak tadi ada diruangan itu melirik wanita yang sejak tadi di ruangan itu juga. Si pria tidak tuli, ia mendengar percakapan antara wanita tersebut dengan orang yang menelepon wanita itu. Menghela nafas dalam, si pria pun berdiri lalu berjalan ke arah wanita itu lalu mengambil handphone dari tangan wanita itu tanpa meminta izin kemudian bersuara :

“Yuri ah, Yoona tidak akan bisa menginap di rumahmu sekarang. Oppa ada keperluan dengannya. Tidak apa-apa kan?”

“Oh, Siwon Oppa? Ya tidak apa-apa kok.”

“Ya sudah, selamat malam Yuri.”

“Selamat malam Oppa. Sampaikan kepada Yoona juga ya Oppa. Jaga Yoona ya Oppa. Aku percayakan dongsaeng kesayanganku padamu.”

Setelah mendengar perkataan Siwon tadi, Yoona pun langsung naik tangga dan menuju kamar utama di lantai atas. Siwon yang melihat Yoona sudah berada di tangga, menghembuskan nafasnya dan dengan cepat langsung menyusulnya.

Beberapa menit setelah dirinya duduk di ranjang di kamar mereka (karena biasanya dirinya tidur dengan Siwon. NOTE hanya tidur tidak lebih) , pintu kamar pun kembali terbuka dan orang yang saat ini paling tidak ingin ditemuinya adalah orang yang saat ini masuk ke kamar dimana ia berada.

Yoona pun kemudian pura-pura sibuk melihat ke arah laptopnya. Dirinya benar-benar sedang tidak mood berbicara, membahas apapun ataupun menjelaskan apapun apalagi kalau berdebat, dirinya paling malas berdebat belum lagi orang yang kemungkinan akan berdebat dengannya adalah orang yang menyayanginya dan juga ia sayangi. Hah. Susah.

Melihat Yoona bersikap seperti itu membuat senyuman kecil muncul di sudut bibir Siwon. Tunangannya itu selalu saja telihat menggemaskan apapun yang dilakukannya.

Siwon kemudian duduk di ranjang dimana Yoona berada, malah bisa dibilang duduk di samping Yoona yang sedang duduk bersender ke headboard ranjang mereka. Yoona tau, tetapi dirinya hanya tidak mau peduli.

Siwon sekali lagi menghembuskan nafasnya. Dirinya benar-benar harus mencari cara agar suasana diantara keduanya mencair kalau tidak bisa semakin kacau nantinya.

Siwon pun mengeluarkan suara duluan “Yoong?”

Yoona hanya terdiam, mungkin pura-pura tidak mendengarnya?

Siwon lalu sekali lagi memanggilnya “Yoong? Kita harus bicara sekarang.”

Yoona lagi dan lagi mengacuhkannya. Mungkin lebih tepatnya Siwon dianggap tidak ada diruangan ini oleh Yoona.

Siwon memutuskan untuk tidak memperdulikan sikap Yoona yang membuatnya merasa tidak dianggap ada diruangan ini. Siwon, untuk ketiga kalinya memanggil Yoona, tetapi kali dengan nada memohon

“Yoong, sayang? Oppa mohon jawab Oppa. Kita butuh bicara. Mau sampai kapan kita saling mendiamkan, hmm?”

Yoona tidak menjawab apapun. Benar-benar menguji kesabaran seorang Choi Siwon. Ya, walaupun memang Choi Siwon terkenal sabar di kalangannya fansnya. Hmm Siwon tidak hanya sabar di on cam sih, karena Siwon memang orang yang sangatlah sabar. Jadi orang yang berpendapat dirinya hanya terlihat sabar di depan kamera itu tidaklah benar. Tetapi, semua manusia mempunyai batas kesabaran masing-masing bukan? Mungkin saja kan batas kesabaran Siwon sudah tidak bisa dikompromi lagi? Hmm..

“Yoong. Aku mohon sekarang bicaralah. Mau sampai kapan lagi kita mendiamkan satu sama lain? Apa kau sudah benar-benar bosan pada Oppa? Apa.. apa.. jangan-jangan memang benar semua berita yang tersebar kemarin-kemarin itu? HAH?! Oppa sudah cukup bersabar. Jika memang begitu kita putus saja! Kau tidak usah malu-malu mengatakannya, tidak usah dengan mendiamkanku, tidak usah sok tidak enak hati mengatakannya. Untuk apa kita masih berhubungan, membiarkan dunia tau kita saling memiliki dan kita sudah bertunangan 6 bulan yang lalu. Buat apa? Untuk menaikkan popularitasmu saja kan? Jika kau mau kita putus…Bilang saja pada Oppa! Sekalipun kita sudah bertunangan, semua bisa dibatalkan sebelum terlambat. Itukah yang kau mau IM YOONA?!”

Tanpa disadari oleh Siwon, Yoona sudah mengeluarkan airmatanya hanya saja dirinya mencoba untuk tidak mengeluarkan suara isakannya. Lalu tanpa diduga, Yoona kemudian bersuara “Aku harus berkata apa lagi Oppa? Aku pun bingung. Oppa pikir cuma Oppa saja yang berusaha bersabar? Oppa kira cuma Oppa yang merasa kecewa dan sedih? Oppa kira cuma Oppa yang merasa dikhianati atau apapun yang buruk? Oppa kira aku mau kita diposisi seperti ini? TIDAK! SAMA SEKALI TIDAK CHOI SIWON TERHORMAT!!”

Siwon yang menyadari Yoona mengeluarkan air mata, merasa sedikit terkejut dan akhirnya emosinya dapat dipadamkan sedikit. Dan yang membuat dirinya lebih terkejut adalah ketika mendengar perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Yoona saat ini. Belum sempat membalas perkataan Yoona, Yoona sudah berbicara lagi.

“Kalau Oppa merasa semua yang Oppa lihat dan dengar benar maka lakukan saja apa yang menurut Oppa pantas untuk dilakukan. Kalau Oppa percaya semuanya pun terserahlah. Karena Oppa memang punya hak Oppa untuk percaya apa yang ingin Oppa percayai. Jadi aku menerima apapun yang Oppa inginkan termasuk memutuskan pertunangan kita. Karena mungkin saja kita memang bukan jodoh, mungkin saja Oppa.. Oppa lebih senang dengan wanita lain, bukan?”

Siwon awalnya malu mendengar perkataan Yoona awalnya. Dirinya malu karena dirinya tadi sudah membentak dan tanpa sadar ikut menuduh sembarangan pada tunangannya sendiri. Tapi ketika mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut Yoona, Siwon merasa aneh saja. Apa sih maksud Yoona berkata begitu?

Setelah Yoona berbicara, tidak ada lagi suara yang keluar dari kedua mulut manusia yang berada di satu ruangan yang sama itu. Mereka sepertinya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Mereka terlihat seperti orang yang sedang memikirkan mengapa suatu hal dapat terjadi dan mengapa ini dan itu.

Siwon sebenarnya menyesal berkata seperti tadi karena seumur hidup sejak kenal dan berpacaran dengan Yoona, dirinya tidak pernah marah seperti ini padanya. Siwon pun yang tidak tahan dengan suasana ini menghilangkan gengsinya dan akhirnya mengeluarkan suaranya “Hmm.. Yoong? Maafkan Oppa, Oppa ti–”

Yoona sepertinya tidak memberi kesempatan bagi Siwon untuk berbicara karena Yoona langsung menyelahnya “Oppa bilang aku bertunangan dengan Oppa untuk menaikkan popularitasku? Sekarang aku sadar Oppa sama saja dengan orang-orang yang tidak tau bagaimana kerja keras aku untuk bisa seperti ini. Sudah cukup Oppa. TERSERAH OPPA SAJA! Aku baru sadar, mungkin aku memang serendah itu di mata Oppa selama ini. Kurasa aku butuh waktu sendiri Oppa, aku akan pergi ke rumah Appa atau rumah Yuri unnie saja sekarang. Kurasa Oppa butuh waktu sendiri juga bukan? Ah, aku harus menjadi wanita pengertian bukan?Sepertinya Oppa lagi butuh waktu lebih memutuskan keputusan harus memilih siapa diantara 2 wanita yang ada dihati Oppa sekarang…”

Siwon awalnya merasa sangat bersalah tapi ketika mendengar Yoona berkata “2 wanita?” Apa sih maksudnya. Siwon pun langsung berkata “Apa sih maksudmu Yoong? Oppa sama sekali tidak mengerti maksud perkataanmu.”

Yoona pun melanjutkan perkataannya “Kau tidak usah bingung Oppa. Kau pasti sudah tau maksudku Oppa. Kutunggu keputusanmu Oppa. Sekarang kau pasti senang tidak perlu mencari cara untuk membuatku keluar dari penthouse kita ini kan? Kalau Oppa mau, Oppa bahkan bisa mencoret namaku dari hak milik penthouse ini, aku relakan penthouse ini untuk Oppa sekalipun aku tau Oppa bisa membeli yang baru. Aku hanya tidak ingin lagi tinggal di tempat yang diam-diam didatangi seseorang saat aku diluar Korea dan tidur di ranjang bekas orang lain. Hah, sedikit menjijikan. Dan aku tau permainan apa yang sedang Oppa coba jalankan sekarang. Tenang saja apapun keputusanmu, aku akan menerimanya. Mungkin itu yang terbaik untuk kita berdua dan untukku meski mungkin akan ada yang terluka. Selamat malam. Semoga malammu bersamanya menyenangkan.”

Yoona pun kemudian langsung menutup MacBooknya lalu turun dari ranjang tempatnya duduk sedari tadi lalu menuju pintu kamar ini.

Dalam hitungan menit, tubuh Yoona sudah tidak terlihat oleh pandangan mata Siwon lagi. Jujur, Siwon bingung sebenarnya mengapa Yoona berkata seperti tadi. Apa maksudnya sih dua wanita. Dan apa? Yoona bilang dirinya mau mengusir Yoona dari penthouse mereka ini? Dirinya tidak bermaksud begitu sama sekali, yang benar saja, masak mengusir wanita yang mungkin sebentar lagi akan menjadi istrinya. Ya ampun, cobaan apa lagi ini. Belum saja 1 masalah antara dirinya dan Yoona selesai, sudah ada masalah lain. Jangan bilang Siwon egois atau apalah karena tidak mengejar Yoona, dirinya mau mengejar malah mau melarang Yoona keluar tapi dirinya mengenal Yoona dengan sangat baik, jika dirinya melarang Yoona keluar yang ada perang dingin antara mereka akan semakin parah karena jika dalam kondisi emosi seperti ini Yoona biasanya butuh waktu sendiri atau cerita dengan unnie-unnienya ataupun Seohyun ya walaupun lebih sering ke Yuri ataupun Sooyoung sih. Karena mereka berdua yang dulu membantu Siwon mendekati Yoona.

Tapi kadang Yoona bisa juga sih bercerita kepada adik Siwon, Choi Jiwon bahkan bisa juga ke Nyonya Choi. Jika sudah begitu, kalahlah seorang Choi Siwon. Dirinya pasti akan disuruh Ommanya atau Jiwon mengalah ataupun dirinya yang dianggap salah. Jika sudah begitu, ya sudahlah. Apa lagi yang bisa dikatakan Siwon. Tapi Yoona juga bisa bercerita ke Leeteuk, Heechul atau Eunhyuk sih, jika sudah begitu, habislah Siwon, dirinya akan diejek mereka ataupun Yoona bisa dipanas-panasin oleh mereka. Hah, memikirkan semua kemungkinan yang dapat terjadi membuat Siwon makin bingung dengan semuanya dan lebih parahnya, bingung bagaimana menyelesaikan semua masalah apalagi besok Yoona dan Siwon ada pemotretan brand sport bareng karena mereka berdua dijadikan ambassador brand sport tersebut belum lagi dua hari setelah besok mereka harus latihan bersama dengan group mereka berdua untuk acara akhir pekan SM Town Weekly Concert 2020. Pastinya disana akan saling bertemu dan dirinya akan diejek oleh membernya. Jadi keputusannya adalah dirinya harus menyelesaikan kesalahpahaman ini atau masalah mereka ini sebelum 3 hari kedepan. Okay Siwon, kau harus mengalah lagi pada sang pujaan hatimu itu.

Parahnya tadi kau bilang soal putus kan. Kau lupa Yoona pernah bilang sejak dulu kalau dirinya bilang jangan ada kata putus jika tidak benar-benar putus. Well, Siwon, kau memang salah disini. Sudahlah Siwon kau tidur saja sekarang karena sepertinya kau akan butuh tenaga yang banyak untuk membujuk wanita specialmu itu.

Keesokan harinya, tepatnya jam 10.13 pagi, Yoona sudah sampai di lokasi shooting pemotretan mereka, tentunya Yoona datang sendiri dengan para teamnya, maksudnya manager, stylish, make up artist dan well, beberapa bodyguard yang disiapkan oleh pria bernama Choi Siwon untukknya sejak mereka pacaran. Shootingnya sebenarnya mulai jam 11.15, tapi karena Yoona sudah bangun dari jam 6 pagi jadi dirinya memutuskan datang 1 jam lebih cepat.

Setelah sampai, Yoona pun dibawa ke ruang istirahat khusus dirinya. Yoona pun duduk di depan kaca dan membiarkan tangan para profesional merias dirinya. 50 menit kemudian, dirinya pun sudah selesai. Yoona pun memutuskan duduk di sofa yan tersedia diruangan ini. Karena Yoona malas keluar sebelum dipanggil oleh photographernya karena tidak ingin bertemu dengan seseorang yang dihindarinya sejak kejadian kemarin itu.

Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul 11.51. Yoona pun bertanya pada managernya “Oppa, kenapa belum dimulai? Aku ada janji untuk bertemu dengan Jiwon di coffee shop bentar jam 12.30 nanti setelah itu aku ada janjian dengan Yuri dan Sooyoung unnie. Jika jam 12 belum juga mulai, sepertinya aku pergi duluan saja Oppa.”

Manager Yoona pun menjawab “Sebenarnya sudah bisa dimulai dari tadi, tapi.. tapi.. hmm..”

Yoona menatap managernya ketika managernya terbata-bata menjawabnya.

Yoona lalu bertanya “Ada apa Oppa? Shooting dibatalkan? Oh yasudah antar aku ke coffee shop di Gangnam saja sekarang.”

Manager Oppa pun menjawab “Hmm.. bukan begitu.. bukan dibatalkan tapi itu.. hmm.. Siwon belum datang sampai sekarang jadi pemotretannya tidak bisa dimulai.”

Yoona terdiam sejenak lalu berkata “Ya sudah kita tunggu 15 menit lagi. Kalau belum juga datang, aku mau pergi saja. Atau kalau perlu batalkan saja kontrak dengan brand ini, lagipula ada brand lain yang kemarin mau aku jadi modelnya kan.”

Manager Yoona hanya bisa mengangguk lalu berkata “Tapi.. tapi Yoong, citra kalian akan rusak. Pasti netizen bingung mengapa kau membatalkan kontraknya secara tiba-tiba. Apalagi kan kau tunangannya.”

Yoona pun menjawab cepat “Biarkan saja. Apa peduliku. Aku mau membuktikan pada seseorang kalau aku bukan memanfaatkan pertunangan kita sebagai hal yang menaikkan popularitasku. Aku kan bekerja keras untuk mencapai posisiku saat ini. Well, aku professional Oppa, kan ada yang terkenal dan mendunia tapi tetap saja tidak tepat waktu. Hah, yang benar saja.”

Baik manager, stylish dan make up artist Yoona bingung harus berkata apa. Mereka hanya bisa terdiam tak tau harus merespon seperti apa. Mereka memutuskan duduk ditempat mereka masing-masing sambil meminum kopi yang dibeli Yoona untuk mereka dalam perjalanan ke tempat pemotretan.

TBC

DOAIN PART DUA / ENDNYA BISA DI PUBLISH SECEPAT MUNGKIN YA GUYS. HOPE YOU LOVE THIS SHORT STORY. THANKS FOR ALL THE SUPPORTS!!

 

And siders, i know you. Hope you change before I protect all the story hehe.

[Two Shoot] Always You Forever (Chapter 2/End)

Title : Always You Forever

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Mr and Mrs. Choi, Mr and Mrs. Im, Tiffany, Kangin and find others by yourself.

Poster made by : xoloveyoonwon. Thankyou so much!

Note : All casts are belong to God,their families and agency.

Disclamer : Semua cerita yang ditulis adalah murni dari pikiranku, jadi jika ada kesamaan casts atau kejadian serta moment, tolong dimaklumi..

+ No copy paste please. Author ga mau ada yang copas makanya author juga ga bakal copas. Jadi tolong hargai ya.
Thankyou all.

Oh iya yang belum baca Chapter 1nya, silahkan baca disini > https://minefanficworld.wordpress.com/2016/01/07/2s-always-you-forever-2/

Happy Reading!

Author POV

Setelah 30 menit akhirnya Yoona terdiam karena tertidur di bahu Siwon. Dan jangan lupa, kemeja putih Siwon sudah sangat basah karena air mata yang turun terus menerus. Siwon tersenyum sambil menghapus air mata Yoona dan merapikan rambut yang menutupi kening indah istrinya lalu berbisik “Ku harap masalahmu tidak berat sayang. Kau tau? Aku sakit ketika melihatmu menangis. Dan ku harap kau akan menceritakannya kepadaku besok. Aku selalu mencintaimu, will always you forever”. Setelah itu, Siwon membaringkan Yoona di dadanya. Dan akhirnya pasangan ini pun tertidur.

Keesokkan harinya..

Hari sudah siang ketika Yoona bangun, dirinya bingung mengapa dia bisa tertidur dengan tenang di tempat tidurnya padahal seingatnya kemarin dia menangis seperti orang yang tersedih di dunia. Yoona sampai-sampai memukul pipinya beberapa kali lalu berkata pada dirinya sendiri “Apa.. yang terjadi kemarin semua hanya mimpi? Ah tidak mungkin, ah aku jadi pusing”. Selanjutnya yang dilakukan Yoona adalah masuk ke kamar mandi, karena dia berpikir suaminya pasti sudah berangkat ke perusahaannya pagi-pagi tadi. Sekitar 30 menit kemudian, Yoona keluar dengan mini dress yang membuatnya terlihat sangat lucu. Lalu dirinya pun turun menuju ruang makan. Sampai di meja makan, dirinya langsung memanggil pelayan pribadinya untuk menyiapkan makan siang untuk, tapi niat itu terhenti ketika dia merasakan pipinya dicium oleh seseorang. Ya, seseorang itu adalah Siwon, suami yang sangat dicintainya. Yoona berbalik dan tersenyum kearah Siwon. Siwon langsung berjalan ke arah dapur lalu balik dengan membawa beberapa makanan serta minuman diatas nampan kearah meja makan. Yoona melihatnya dengan takjub. Siwon hanya tertawa geli melihatnya.

Siwon kemudian duduk dan mulai bersuara “Morning dear, ini pizza beef dan kiwi juice favoritmu”.

Yoona langsung mencium bibir Siwon dan menjawab “Morning my beloved husband, kau yang menyiapkan ini semua? Wow”.

Siwon tertawa mendengar reaksi Yoona lalu menjawab “Tentu tidak sayang, aku tidak mau mengambil resiko istri tercintaku keracunan karena makanan buatanku. Jadi aku membeli pizza itu. Kalau jus kiwinya aku yang membuatnya”,  lalu mengacak rambut Yoona singkat.

Yoona kembali menjawab setelah menghabiskan 2 potong pizzanya”Ah, benar juga. Tidak mungkin suamiku yang terkenal sebagai seorang cool guy bisa memasak. Hah, kenapa aku sungguh bodoh tadi”.

Siwon langsung berseru “Yak! Jangan bilang begitu, kau juga tidak bisa memasak! Padahal kau berperan sebagai seorang istri sayang”.

Yoona langsung terdiam. Bukan apa, ya dia tau Siwon hanya becanda dengan perkataannya. Tapi akibat perkataan Mrs. Choi kemarin membuatnya semakin sensitif. Yoona langsung meletakkan pisau dan garpunya.

Siwon yang merasa Yoona sedikit berubah berkata “Sayang.. aku hanya becanda, maafkan aku”.

Yoona mengangguk lalu berkata panjang, suaranya terdengar sedikit tercekat “Lagi pula ini semua memang salahku Oppa, bukan salahmu. Seharusnya aku yang minta maaf tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu. Sebagai seorang istri harusnya aku bisa memasak, mencuci piring atau setidaknya  membereskan rumah. Tapi apa? Tidak ada satupun dari ketiga itu yang bisa ku lakukan dengan baik Oppa! Aku sungguh tidak bergu..”. Perkataan Yoona terhenti karena Siwon melumat bibirnya.

Setelah melepaskan bibirnya dari bibir Yoona, Siwon berkata “Yoong, sungguh itu bukanlah masalah untukku. Aku bahkan tidak pernah berpikir kau harus bisa melakukan itu. Malah aku memang tidak mau kau melakukan hal-hal seperti itu sayang. Sudahlah, jangan menangis lagi. Ini bukanlah hal yang bisa membuat masalah atau membuatku risau. Dengan kau disisiku saja, aku sudah sangat amat bahagia Yoong. Itu yang harus kau tau. Aku mencintaimu lebih dari apapun sayang”.

Yoona terisak dan menjawab “Oppa tidak lupa kan aku tidak bisa memberikan Oppa keturunan? Inilah yang selalu aku sesali Oppa!”.

Siwon kembali menjawab “Aku sudah mengatakan aku tidak apa-apa dengan masalah anak Yoong. Sudahlah sayang..”.

Yoona langsung menjawab “Bagi Oppa mungkin tidak apa, tapi bagiku tidak. Oppa tau ini sangat menyakitkan Oppa”.

Siwon terdiam sejenak lalu menjawab “Yoong.. apa semalam kau menangis karena hal ini hmm?”. Yoona langsung mengangguk. Ini salah satu cara agar dia bisa membujuk Siwon agar menyetujui ide Mrs.Choi, sekalipun sebenarnya dirinya tidak mau.

Yoona kemudian berbicara lagi “Aku sedih dan marah kepada diriku sendiri Oppa, aku merasa aku tidak berguna. Aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk Oppa. Aku sungguh sungguh amat tidak berguna Oppa”. Isakan Yoona semakin terdengar.

Siwon langsung berjongkok dan menangkup kedua pipi Yoona lalu bertanya “Baiklah. Jadi apa yang bisa Oppa buat biar kau senang? Hmm.. apapun akan Oppa berikan dan lakukan untukmu, jadi jangan menangis lagi sayang”.

Yoona langsung diam, dalam hati dia berkata “Semoga Oppa bisa menerima apa yang aku katakan”.

Yoona pun berkata “Bagaimana kalau Oppa tidur dengan wanita yang disewa Omma? Bagaimana? Apa Oppa mau?”.

Siwon langsung menjawab “Apa maksudmu sayang?”.

Yoona langsung menceritakan semuanya “Kemarin Omma datang dan bilang dia ingin sekali punya cucu dari Oppa. Tetapi karenaku impiannya tidak terwujud. Jadi Omma menyarankan kalau Oppa tidur saja dengan wanita yang Omma pilih. Lalu nanti ketika anaknya lahir, anaknya akan menjadi anak Oppa dan aku”.

Setelah selesai menceritakan semuanya, Yoona langsung berlari keatas dan masuk ke kamarnya. Apa yang barusan diceritakannya sungguh menyakiti hatinya sendiri, dan kemungkinan besar juga menyakiti perasaan Siwon. Tapi mau bagaimana lagi. Dirinya juga tidak bisa menolak ide Mrs. Choi. Yang bisa dilakukannya sekarang hanya menangis dan merutuki diri sendiri, menyesal karena ketidaksempurnaan dirinya.

Tak lama setelah itu, Siwon masuk ke dalam kamar dan langsung berjongkok di hadapan Yoona yang duduk di tempat tidur “Yoong, Oppa tidak mau melakukan itu. Sungguh, Oppa tidak masalah tidak memiliki keturunan. Kita bisa adopsi kan.. Masalah Omma, nanti Oppa yang berbicara dengannya, jadi hentikan semua rencana bodoh ini sayang. Aku tidak akan pernah mau melakukannya, ini sama saja aku menyakitimu sayang”.

Setelah itu, Siwon mencium bibir Yoona lama. Yoona kembali bersuara setelah Siwon melepaskan bibir Siwon dari bibir Yoona “Tidak Oppa. Jangan memikirkanku. Percuma saja, kalaupun Oppa menjelaskan pada Omma tentang adopsi, itu tidak akan mempengaruhi apapun. Oppa selalu bilang ingin aku bahagia kan?”. Siwon mengangguk.

Yoona berkata lagi “Apakah ucapan itu masih berlaku Oppa?”.

Siwon dengan cepat menjawab “Tentu sayang, itu akan selalu berlaku selama aku hidup”.

Yoona memaksakan senyumnya lalu berkata “Baiklah, aku pegang kata-kata Oppa, jadi Oppa harus menyetujui ide Omma”.

Siwon berkata “Tidak dengan cara itu sayang, itu hanya akan menyakitimu. Jangan berbohong, kau juga sedang merasakan perih dihatimu kan?”.

Yoona menggeleng dan menjawab “Tidak jika Oppa menyetujuinya, aku juga akan senang”.

Mau tidak mau, Siwon pun hanya bisa menjawab “Iya”.

2 hari telah berlalu.. Hari ini Siwon dan Yoona bertemu dengan Mrs. Choi dan wanita yang disewanya di sebuah ruangan private di restoran kelas atas.

Siwon dan Yoona yang telah sampai duluan langsung duduk di dalam ruangan itu. Jangan lupakan satu hal, sejak bangun pagi hingga sampai saat ini Siwon terus bertanya “Kau yakin sayang akan mengizinkanku melakukan ini?”,  “Sayang.. sebaiknya kita tidak usah menyetujui ide gila ini. Kau yang nantinya akan terluka” , “Yoong.. Sudahlah lupakan saja semua ini”. Tapi semua hanya dijawab dengan kata “tidak kita akan tetap melakukan ini Oppa”. Sekitar 10 menit kemudian, pintu ruangan inipun terbuka dan masuklah Mrs. Choi dan seorang wanita yang agak sedikit pendek namun terlihat manis. Siwon langsung mengenggam erat Yoona. Tetapi Yoona hanya memberikan pandangan “Aku baik-baik saja Oppa”. Mrs. Choi kemudian menyuruh pelayan membawa semua makanan dan minuman yang telah dipesannya. Mrs. Choi kemudian pun mulai akan memperkenalkan wanita yang ada disampingnya. Siwon langsung merangkul Yoona, tetapi lagi-lagi Yoona mengisyaratkan kalau dirinya baik-baik saja. Mrs. Choi pun mulai berkata “Baiklah Siwon, Yoong. Ini Tiffany, dia seorang penjaga apotek. Dia bersedia dan menyetujui semua kesepakatan yang Omma berikan”. Tiffany, wanita itu pun mulai bersuara “Annyeong, aku Tiffany”.  Yoona pun memperkenalkan dirinya juga. Tapi tidak dengan Siwon, melakukan ini sama saja menyakiti Yoona pikirnya. Karena lama tidak bersuara, Yoona pun berkata “Tiffany sshi, ini Siwon suamiku, yang akan tidur denganmu nantinya. Siwon Oppa sedang sedikit tidak enak badan makanya dirinya tidak banyak bicara. Jadi maklumi ya”. Siwon langsung menoleh ke arah Yoona lalu berkata “Tidak enak badan apa sayang? Jelas-jelas tadi pagi kita masih sempat melakukan pemanasan diranjang indah kita”. Yoona langsung mendelik, sedangkan Tiffany melihat keduanya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Mrs. Choi kembali bersuara “Jadi Siwon, kapan kau berniat meniduri Tiffany hm?”. Siwon melihat Ommanya dengan sinis lalu menjawab “Apa? Berniat? Aku tidak pernah berniat Omma. Sungguh ini hanya permainan konyol. Jika tidak demi Yoona, aku tidak akan pernah mau melakukan ini”. Mrs. Choi dan Tiffany terdiam sedangkan Yoona langsung berkata pada Siwon “Oppa, jangan begitu”. Mrs. Choi membuang nafas lalu berkata “Baiklah, jadi kapan?”. Siwon pun menjawab “Aku tidak tau. Omma saja yang mengaturnya”. Mrs. Choi langsung menjawab “Baiklah Siwon ah”. Siwon hanya mengeleng-geleng lalu berkata lagi “Tapi aku memiliki 2 syarat Omma”. Mrs. Choi menjawab “Apa? Katakanlah”. Siwon pun berkata “Yang pertama: sehabis tidur denganku, dia tidak boleh tinggal serumah denganku dan Yoona. Yang kedua: selama kehamilannya, aku tidak akan ikut campur dan juga dia tidak akan berhak atasku”. Mrs. Choi pun menyetujuinya. Tiffany yang mendengarnya, hanya bisa merasa kecewa dan lagi entah mengapa dirinya memegang perutnya. Mungkin dia sudah lapar.

1 bulan kemudian

Hari ini Mrs. Choi akan membawa Tiffany datang ke rumah, jadi Yoona pun memindah beberapa barangnya ke kamarnya, ah maksudnya kamar tempat menyimpan segala baju, tas, sepatu miliyaran. Yoona akan tidur disana, karena kebetulan beberapa bulan yang lalu Siwon membeli sebuat tempat khusus untuknua yang ditempatkan di kamar itu. Tadinya dirinya mau tidur di samping kamar dia dan Siwon, tetapi tidak jadi karena dia merasa akan lebih nyaman dikamar walk-in-closetnya.

Siwon yang melihat Yoona memindah handuk, mengambil beberapa piyama tidur serta berbagai hal langsung memeluk Yoona dari belakang dan berkata “Sayang, kau mau kemana?”. Yoona menjawab “Ke kamarku Oppa”. Siwon bertanya “untuk apa?”. Yoona kembali menjawab “Tiffany akan sampai sebentar lagi dan ini sudah jam 7. Itu berarti Oppa dan dia akan langsung melakukan itu”. Yoona mengakhiri perkataannya dengan sebuah senyum paksaan. Siwon pun kembali bersuara “Yoong.. kau tidak harus melakukan ini. Jika kau menyuruhku untuk tidak melakukannya.. aku pun tidak akan melakukannya Yoong”. Yoona pun kemudian menjawab “Tidak. Ini mungkin akan menjadi yang terbaik Oppa”. Yoona lalu membalikan tubuhnya dan mencium bibir Siwon singkat dan berkata “I love you Oppa. Aku akan berada dikamarku setelah Tiffany datang sampai besok pagi. Oppa bisa melakukan apapun”. Siwon menjawab “Yoong… aku tidak akan bisa tahan tidak bertemu denganmu sampai besok pagi. Kita akan bertemu ditaman nanti malam”. Yoona pun menggelengkan kepalanya. Siwon berkata lagi “Baiklah-baiklah sayang. Aku mencintaimu selamanya”.

10 menit kemudian, Mrs. Choi dan Tiffany pun sampai di kediaman Siwon dan Yoona. Sebelum Yoona membuka pintu, Yoona berkata “Oppa bersikaplah baik-baik kepada Tiffany. Jangan berkata kasar Oppa. Aku menyayangimu”. Siwon menjawab “Baiklah.. tapi aku tidak janji. Aku selalu mencintaimu sayang”. Keduanya pun berciuman agak lama dan berpelukkan kemudian Siwon duduk disofa ruang tamu dan Yoona membuka pintu.

Mrs. Choi dan Tiffany kemudian masuk diikuti Yoona dan duduk disofa. Setelah berbicara tentang apa yang harus dan tidak harus dilakukan, Tiffany dan Siwon serta Yoona pun naik kelantai dua sedangkan Mrs. Choi langsung pulang karena Mr. Choi akan segera pulang. Yoona langsung masuk ke kamarnya. Saat melihat itu, dalam hati Tiffany sedikit bersorak. Siwon dan Tiffany yang harusnya masuk ke kamar Siwon, tidak jadi karena Siwon mengajak Tiffany ke bar luas di ujung kanan lantai dua. Entahlah apa yang akan dilakukan mereka berdua. Semoga saja berjalan dengan benar seperti rencana yang telah disepakati.

Yoona POV

Aku disini, di kamar mewah yang penuh dengan barang-barang yang sangat diinginkan wanita-wanita diluar sana begitu pula denganku. Biasanya aku akan sangat senang melihat semua ini. Tas mewah, sepatu mewah, baju, dress, rok, dan banyak lagi. Tetapi kali ini, berbeda.

Sakit, mengetahui suamiku akan melakukan ‘itu’ dengan orang lain. Menyakitkan sekali mengetahui Siwon Oppa akan mempunyai anak dengan orang lain. Tetapi bukankah harusnya aku senang? Tidak akan lagi ada yang sedih karena tidak memiliki cucu. Karena sebenarnya ini semua juga karena aku yang tidak bisa memberikan keturunan untuk Siwon Oppa. Itulah fakta yang paling menyakitkan.

Aku, yang sudah sangat lama tidak pernah menangis akhirnya menangis tanpa henti ketika jam sudah menunjukkan jam 12 malam. Mungkinkan, aku menyesal karena menyerahkan suamiku? Mungkinkah? Iya. Sudah pasti. Mungkin kalian berkata “Im Yoona kau bodoh, kau bisa mengadopsi anak saja” ataupun “Im Yoona, mengapa kau harus mengukuti kata-kata Mrs. Choi?”. Aku tidak mau mengikuti tapi juga tidak bisa menolak. Entahlah, mungkin ini adalah tangisan terpanjang dan yang paling menyakitkan yang pernah kurasakan. Selama menikah dengan Siwon Oppa, seingatku aku hanya pernah menangis hebat karena mengetahui aku tidak bisa memberikan keturunan untuk Siwon Oppa. Hanya itu, tidak ada yang lain. Karena Siwon Oppa selalu membahagiakanku, bahkan dirinya menerima semua kekuranganku termasuk yang satu itu.

Author POV

Pagi baru telah tiba dan sudah hampir berganti menjadi siang hari, tetapi wanita cantik yang bernama Im Yoona ini masih tertidur sampai akhirnya ketukan kuat dari pintu terdengar, ia baru terbangun. Saat membuka pintu, Yoona melihat Siwon memegang nampan yang berisi puding-puding dan milkshake kesukaannya. Siwon yang melihat itu berkata “Untukmu sayang”. Yoona pun tersenyum dan mengajak Siwon masuk ke kamarnya. Yoona pun langsung mengambil beberapa puding dan memakannya. Yoona pun berkata “Ini sangat lezat Oppa!! Oppa mau tidak?” Siwon menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk Yoona erat serta berkata “Yoong, Oppa selalu mencintaimu dan hanya akan selalu dirimu dear”. Yoona menjawab “Aku juga Oppa, terimakasih”. Belum sampai satu menit, Yoona kemudian berkata lagi “Oppa, apakah Tiffany eonnie masih dikamar? Apakah dia sudah sarapan? Sebaiknya aku membangunkan dia terlebih dahulu”. Yoona pun berdiri dan saat baru akan melangkah, Siwon menahan tangan Yoona dan berkata “Dia sudah pergi ke villa yang disewakan untuknya jadi jangan khawatir. Lagipula, disana sudah ada beberapa pelayan dan supir. Jadi tenanglah dan tidak usah memikirkan orang lain dahulu Yoong, pikirkan perasaanmu sendiri sayang”. Yoona hanya bisa terdiam mendengar semua perkataan Siwon. Tiba-tiba Siwon berkata “Yoong, aku ingin melakukannya denganmu sayang, bolehkah?”. Yoona tersenyum malu pun hanya menganggukkan kepalanya. Dan senam pagi yang panas itu pun terjadi dan entah kapan akan berakhir (sebaiknya kita lewati part ini hehe)

3 bulan kemudian..

Pagi ini, Yoona mendapat kabar dari Mrs. Choi kalau Tiffany sudah hamil. Ini kabar yang menggembirakan tapi juga menyakitkan di waktu yang sama. Siwon yang baru saja keluar dari kamar mandi, yang sudah selesai membersihkan diri setelah senam pagi yang dilakukannya di ranjang bersama Yoona tadi pun bingung melihat wajah lesu istrinya, yang tampak berbeda tidak seperti sebelum dirinya masuk ke kamar mandi. Siwon langsung memeluk Yoona dari belakang dan bertanya “Ada apa sayang? Ceritakanlah pada Oppa”. Yoona pun berkata “Tiffany eonnie sudah hamil.. dan Omma juga mengingatkan besok Oppa yang mengatarkan Tiffany ke rumah sakit untuk mengecek kandungannya”. Siwon pun kembali menjawab “hmm.. kita akan bawa dia. Tapi kau juga harus ikut, sayang.. karena aku hanya akan menemaninya jika kau juga ikut”. Yoona pun menganggukkan kepalanya.

Siwon POV

Siapa yang akan tega menyakiti wanita yang dicintainya? Siapa yang akan tega menghacurkan hati wanita yang disayanginya? Apalagi ditambah jika pemilik hati itu adalah wanita yang sangat baik hati dan lembut. Tegakah? Disaat orang lain lebih mementingkan dan memikirkan perasaannya sendiri daripada perasaan orang lain, istriku, Yoonaku lebih memilih mementingkan hati orang lain. Lebih parahnya, orang yang tidak ingin dia sakiti adalah orang yang disewa oleh Ommaku sendiri untuk mengambil posisi dirinya. Aku percaya kalian mengerti maksudku. Membiarkan posisi dirinya sebagai istriku diambil oleh orang lain, bukan itu saja, dia bahkan rela membiarkan hatinya pecah menjadi berkeping-keping dengan membiarkan perempuan yang tidak ingin ku sebut namanya melakukan hal intim denganku, ya walaupun, tidak ada yang tau, malam itu, tidak terjadi apa-apa antara diriku dan wanita itu.

Flashback ON

Aku melihat Yoona sudah masuk ke kamarnya dan terdengar suara pintu terkunci. Kemudian, aku juga melihat dengan ujung mataku Tiffany tersenyum licik dan senang karena saat ini kami sedang menuju kamar yang biasa kutempati bersama Yoona. Menurutku, dengan hadir Tiffany dan dengan Yoona masuk ke kamar specialnya itu saja sudah keterlaluan, apalagi melakukan hubungan intim dengan wanita yang bahkan bukan siapa-siapa dari diriku. Tiba-tiba aku pun teringat dengan ide yang diberikan Kangin hyung, sahabatku sejak kecil yang bertemu denganku empat hari yang lalu. Ah, lebih baik aku menjalankan rencana itu. Dua langkah sebelum mencapai gagang pintu, aku langsung mengajak Tiffany ke bar besar yang berisi banyak beer dan berbagai macam snack. Tiffany pun mengikuti ajakanku. Taukah apa yang kulakukan? Maaf jika ini terkesan sedikit jahat, tapi ini supaya aku tidak usah melakukan hal “itu” dengannya. Hal itu adalah hal yang pasti saat ini membuat hati Yoona terasa sangat sakit. Aku menuangkan beer ke dua gelas krystal yang ada di atas meja bar dan memberikan satu kepada Tiffany dan satu lagi untukku. Tiffany pun langsung meminumnya dengan sekali teguk. Aku pun tersenyum senang. Aku kembali menuangkan beer ke gelas Tiffany sampai hampir 10 kali dan akhirnya dia pun tertidur. Rencanaku pun berhasil. Ya memang, beer ini bisa membuat orang mabuk tetapi tidak bisa tertidur secepat ini. Dan kalian pasti penasaran kenapa Tiffany dapat tertidur secepat inikan? Itu semua karena tadi pagi aku diam-diam sudah memasukkan obat tidur dosis tinggi kedalam botol beer yang dia minum. Melihatnya benar-benar sudah terlelap, aku mengangkat dirinya ke kamarku dan Yoona dan menidurkan tubuhnya ke bagian kanan ranjang. Setelah itu, akupun beranjak ke sofa yang ada di sebelah kiri kamarku dan duduk sambil menonton video rekaman perjalanan honeymoonku dan Yoona beberapa bulan yang lalu. Sampai ketika jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, aku beranjak berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur dan aku pun merobek sedikit baju Tiffany dan mengacak-acak tempat tidurku dan juga rambutku lalu mengambil posisi tidur menghadap ke arahnya. Ini ku lakukan agar dia berpikir kami sudah melakukan sesuatu tadi malam. Hah, liat saja nanti.

Flashback Off

Jadi, aku sekarang yang sedang duduk dimobil bersama Yoona menuju ke villa tempat tinggal Tiffany pun bingung mengapa Tiffany bisa hamil, padahal aku tidak berbuat apa-apa dengannya.

Yoona yang berada di sampingku sedang melihat keluar jendela dan baru menatapku ketika aku mencium pipi kanannya.

Yoona pun bertanya ada apa dan aku hanya tersenyum dan menjawab kalau aku hanya rindu dirinya.

Tanpa terasa, kamipun sudah sampai di villa itu. Yoona baru saja akan membuka pintu, tetapi tidak jadi karena mendengar suaraku menyuruh supir kamilah membawa Tiffany keluar.

Yoona bertanya “Oppa kenapa bukan kau yang membawa dia keluar? Dia mengandung anakmu Oppa”.

Aku menjawab “Terserah Yoong, aku tidak peduli. Yang aku cintai hanyalah dirimu bukan dirinya ataupun bayinya. Jadi kau tidak usah terlalu memikirkannya”.

Setelah Tiffany keluar kami pun langsung menuju Seoul International Hospital untuk mengecek keadaan bayi Tiffany, ingat bayi Tiffany, bukan bayiku dengan Tiffany.

Tapi taukah apa yang membuatku lebih terkejut? Bayi yang dikandungnya sudah berusia 3 bulan lebih. Dan ini membuatku semakin curiga.

Siwon POV end

Author POV

Malam hari setelah makan malam bersama dan mengantar Tiffany pulang. Siwon menceritakan apa yang sebenarnya yang dia lakukan dengan Tiffany malam itu kepada Yoona. Yoona yang mendengarnya otomatis merasa terkejut. Mereka berduapun akhirnya memutuskan untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dan sebenarnya anak siapa yang dikandung oleh Tiffany.

Keesokkan harinya, mereka pun berniat langsung menanyakan kepada Tiffany mengenai siapa ayah dari anak yang dikandungnya, tentunya tanpa diketahui oleh Mrs. Choi. Karena Siwon dan Yoona berpikir bahwa Mrs.Choi juga tidak tau apa-apa soal ini. Masuk ke villa itu, mereka disambut oleh pelayan-pelayan dengan senyuman, terutama oleh Lee Sunny, teman kuliah Siwon dan sahabat Yoona sekaligus komando dari semua yang bekerja divilla itu. Sunny langsung memeluk Yoona dan menarik tangannya untuk menjaga jarak dengan Siwon. Siwon hanya tersenyum melihatnya. Sunny langsung berbisik kepada Yoona “Yoong, aku rasa ada yang tidak beres dengan Tiffany. Kau tau, perempuan itu bertindak seperti ratu saja, bahkan mengambil sehelai tissue pun harus memanggil para pelayan. Bukan itu saja, malam setelah kalian mengantarnya pulang. Aku mendengar dia berbicara ditelepon kalau anak yang dikandungnya bukan anak Siwon Oppa. Dia mau menipu kalian, karena dengan itu, dia bisa mendapat warisan keluarga Choi dan dia juga sedang menyusun rencana untuk membuat Siwon menceraikan dirimu Yoong”. Yoona mematung mendengar itu semua. Dia tidak pernah mengira, Tiffany tega berbuat seperti ini. Yoona pun langsung menarik tangan Siwon dan menuju ke kamar Tiffany yang ada dilantai atas. Dan seperti bom yang meletus, beberapa meter dari pintu kamar Tiffany yang terbuka mereka mendengar Tiffany berkata “Kurasa Siwon dan Yoona serta Mrs.Choi percaya kalau ini anak dan cucu mereka. Padahal, kau kan tau Jess, this baby is mine and Kangin Oppa”. Siwon langsung mendorong pintu dengan kuat sehingga menimbulkan suara keras. Tiffany pun terkejut sampai smartphone yang ada di tangannya jatuh ke lantai.

Tiffany dengan suara bergetarnya berkata “Yoo..na.. Si..won, aku bi..sa menjelaskan semua..nya”.

Siwon yang sudah geram berteriak “Kau mau menjelaskan apalagi hah?! Kau telah menipu kami semua! Kau tak punya hati!”. Yoona segera mengusap punggu Siwon, menenangkannya.

Kemudian Yoona pun berkata “Baiklah aku beri kesempatan untukmu untuk menjelaskan ini semua”.

Tiffany yang sudah menangis pun menceritakan dari awal hingga akhir. Dia melakukan semua ini karena dia takut jika nanti anaknya sudah lahir, dia akan tidak bisa membelikan susu dan lainnya. Saat Yoona bertanya dimana ayahnya dan siapa Kangin Oppa yang disebutkan tadi. Tiffany awalnya terdiam namun bercerita kalau Kangin itu adalah suaminya dan ayah dari bayi ini. Tetapi mereka akhirnya berpisah karena mertuanya tidak menyukai dirinya yang adalah yatim piatu sedangkan Kangin adalah anak yang mampu. Karena itu, Tiffany pun memutuskan untuk lari dari rumahnya tanpa mengetahui ternyata dirinya sudah mengandung. Dan beberapa bulan kemudian, ketika dirinya bertemu sepupu jauhnya yang bernama Jessica yang merupakan seorang dokter, dirinya baru mengetahui jika dia sudah hamil. Dan pada hari yang sama, seorang temannya menawarkan apakah dia mau melakukan apa yang Mrs.Choi perintahkan. Dengan keadaan dirinya saat itu, dia akhirnya menerima. Tiffany pun meminta maaf dan berkata bahwa dia akan pergi dari kehidupan mereka setelah ini.

Yoona tanpa sadar juga meneteskan airmatanya. Entahlah, dia juga merasa kasihan kepada Tiffany. Bahkan entah apa yang salah dengan dirinya sampai-sampai dia merasa mual. Yoona pun langsung berlari menuju kamar mandi dikamar itu, dan memuntahkan apapun agar dirinya tidak merasa mual lagi. Siwon yang menyusul pun langsung mengusap punggung Yoona. Setelah beberapa menit, Yoona berdiri sambil mengusap mulutnya kemudian mencuci tangannya dan kembali ke tempat dimana Tiffany masih duduk terdiam.

Yoona langsung memeluk Tiffany, membuat Tiffany dan Siwon terkejut melihatnya.

Yoona pun berkata “Kau harus kuat eonnie, aku berharap kau tidak melakukan kesalahan yang sama lagi nantinya”.

Tiffany menjawab “Kau sangat baik Yoona. Sungguh. Terima kasih sudah memaafkanku”. Yoona pun melepaskan pelukan mereka. Tiffany juga meminta maaf kepada Siwon. Siwon tidak menjawab, dirinya hanya mengangguk.

Tiffany kemudian berkata “Yoona, Siwon. Bolehkah aku meminta izin untuk tinggal beberapa hari lagi divilla ini? Aku tidak punya tempat tinggal dan lagi aku malu harus tinggal lagi dirumah sepupuku dan suaminya”.

Yoona langsung menjawab “Tentu, kau bahkan boleh tinggal disini selama yang kau mau eonnie”. Yoona kemudian juga berkata “Apakah babymu baik-baik saja eonnie? Kalau kau ingin makanan atau apapun itu, kau bisa minta kepada pelayan disini eonnie”.

Tiffany tersenyum, merasa senang Yoona sangat ramah kepadanya padahal dia sudah merebut apa yang menjadi miliknya dan menjawab “Babyku tidak apa-apa Yoona. Terima kasih sudah baik sekali kepadaku Yoona”

Yoona tersenyum mengangguk kemudian dirinya dan Siwon pun pamit untuk pulang.

———————————

Siwon langsung mengendong Yoona ala bridal style ketika masuk ke dalam rumah mereka. Para pelayan pun tertawa melihat tuan dan nyonya mereka terlihat bahagia. Mereka, para pelayan, tidak bodoh, mereka tau apa dan bagaimana keadaan tuan dan nyonya mereka beberapa hari yang lalu, yang terlihat sangat berbeda dengan keadaan mereka sekarang yang terlihat sangat bahagia. Para pelayan itu juga sudah bekerja disana sejak Siwon dan Yoona, jadi mereka sangat mengenal sifat mereka berdua. Ditambah, Yoona yang menganggap pelayan-pelayan dirumah itu seperti temannya membuat para pelayan mengetahui cerita-cerita tentang hidupnya.

Saat sudah duduk disofa, Yoona langsung memeluk leher Siwon dan berkata “Gomawo Oppa sudah bertahan dan tetap berada disampingku sampai saat ini”. Siwon mencium puncak kepala Yoona lalu berkata “Seharusnya Oppalah yang berterima kasih karena kau selalu memikirkan kebahagiaan Oppa dulu dibandingkan kebahagiaan dirimu sendiri”.

Yoona kembali meletakkan kepalanya didada Siwon, merasakan kenyamanan yang selalu ia dapatkan dari sama.

Siwon kemudian bertanya “Apakah kau bahagia sayang?”.

Yoona yang mendengar itu menatap Siwon dan berkata “Apakah Oppa bahagia?”

Siwon tersenyum lebar dan menjawab “Tentu, Oppa akan selalu merasa bahagia selama kau tetap disisi Oppa. Karena kebahagiaan Oppa hanyalah dirimu Yoong. Jadi apakah kau bahagia?”

Yoona tersenyum juga dan menjawab “Tentu aku bahagia karena Oppa bahagia”.

Siwon tertawa lalu berkata “Jadi bagaimana jika Oppa tidak bahagia? Apa kau tetap merasa bahagia?”

Yoona langsung menjawab “Tentu tidak Oppa!”.

Siwon semakin mempererat pelukan Yoona yang berada dipelukannya. Kembali mencium puncak kepalanya, dan tanpa melewatkan kesempatan, Siwon kemudian mencium lembut bibir pink Yoona yang lama kelamaan berubah menjadi lumatan-lumatan yang memabukkan kedua pihak (sebenarnya mau dilanjutin ke yang lebih jauh dan spesifik, tapi nanti harus dipassword jadinya-_- jadi gapapa lah ya cuma segitu doang adengan itunya haha)

Hari ini, segala beban mereka seperti terhempas oleh air di laut. Masalah mereka hilang dan mereka pun masih bersama. Inilah yang namanya kekuatan cinta, bukan?

———————————

Seminggu setelah mengetahui semua kebenaran yang diakui Tiffany. Siwon memutuskan membawa Yoona ke Amerika untuk refreshing karena Yoona juga sangat suka bermain di Universal Studio. Tapi dua hari sebelum mereka berangkat, Siwon dan Yoona memutuskan untuk menjelaskan yang sebenarnya kepada Mrs. Choi, agar Mrs. Choi tidak terkejut nantinya.

Dan sekarang, disinilah Siwon dan Yoona berada, di cafe Universal Studio, setelah kemarin tidur seharian di hotel. Siwon berdandan seperti remaja dengan pakaiannya yang benar-benar casual juga kacamata Rayban yang dipakainya dan kepala Mickey Mouse yang ada dikepalanya. Yoona terlihat cute dan girly dengan one-piece warna pinknya dan bando minnie mouse yang dibeli di bagian depan Universal Studio.

Setelah makan siang, Yoona langsung menarik tangan Siwon dan mengajak Siwon untuk bermain roller coaster, wahana yang selalu menjadi favorit Yoona. Siwon sebenarnya tidak begitu menyukai bermain diwahana permainan, tetapi karena dia sudah berjanji jika hari ini adalah “Yoona’s Day” jadi ya.. mau tak mau dirinya pun ikut menaiki wahana itu. Setelah itu, mereka juga bermain berbagai wahana yang dapat membuat jantung lepas dari tempatnya sampai yang terakhir adalab wahana air, Yoona mengeluh lapar. Jadi mereka memutuskan untuk makan dahulu sebelum bermain wahana lainnya.

Waitress dari cafetaria disana datang ke meja Siwon dan Yoona.

Waitress dengan rambut berwarna merah tersebut menyambut dengan kata “Good Evening!” sambil tersenyum ke arah Siwon. Karena siapa yang tidak mengenal Choi Siwon? Pengusaha kaya yang kekayaannya mampu menghidupi keluarganya hingga lebih dari 7 turunan secara mewah ditambah ketampanannya yang dapat membuat semua wanita terpesona. Siwon pun membalas senyuman waitress yang dibajunya terdapat tag “Zee”. Yoona yang melihatnya langsung menendang kali Siwon kuat membuat Siwon mengeluh kesakitan yang sebenarnya sama sekali tidak sakit. Siwon juga tertawa karena dia tau Yoona sedang cemburu. Sungguh tidak biasa seorang Im YoonA cemburu karena hal kecil seperti ini!

Masih dengan sisa-sisa tawanya, Siwon mulai bersuara memesan “Beef steak with butter beans, a plate of vegetable salad, one coffee latte and kiwi juice without sugar”.

Siwon lalu melihat kearah Yoona yang sekarang sedang melihat menu-menu ditangannya, bertanya “What do you want baby girl?”

Waitress tersebut terkekeh mendengarnya. Yoona langsung melotot kearah Siwon, dalam hati Yoona berpikir ‘Apa-apaan suaminya ini, bertanya dalam bahasa inggris sehingga waitress tersebut tau apa yang suaminya tanyakan. Enak saja’

Yoona tidak menjawab Siwon namun langsung menyebut “I want one chicken and beef steak with mushroom sauce, a full plate of cheese macaroni, two fruit salads, a sweet pancake, hmm and..”

Siwon tertawa melihat dan mendengar semua yang dipesan Yoona dan ekspresi wajah Yoona ketika memesan makanannya. Siwon kemudian berkata “Wow, so many dear. You will gain many kgs”. Yoona lagi-lagi melotot.

Waitress tersebut pun bersuara “is that all you want, miss?”.

Yoona dengan cepat menjawab “No! I want fried chickens, corn soup, green apple juice, french fries and a bowl of grapes and strawberries”.

Waitress tersebut mengangguk dan pergi meninggalkan Siwon dan Yoona.

Siwon kembali bersuara “Yoong aku hanya becanda sayang”.

Yoona hanya menjawab dengan anggukan kepalanya

Siwon kembali bersuara lagi “Kau kenapa sayang? Hm? Jika kau mau pesan lagi silahkan. Dengan senang hati Oppa mengizinkanmu”.

Yoona langsung melotot ke arah Siwon “Oppa! Aku bukan mau memesan lagi! Tapi kenapa tadi Oppa menggunakan bahasa inggris di depan waitress itu saat bertanya kepadaku”

Siwon tertawa “Ah jadi karena itu istri Oppa cemberut? Hm?” lalu mencium bibir cepat.

Yoona langsung tertawa setelah mendapat ciuman tersebut. Siwon sampai terheran-heran melihat mood Yoona dengan mudah berubah.

Ketika semua makanan mereka sudah ada dimeja, Yoona tidak menyentuh sedikitpun. Ini membuat Siwon bertanya “Kenapa sayang? Kau tidak mau makan?”

Yoona menjawab “Tidak, aku menjadi mual”. Bersamaan dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, Yoona jatuh pingsan.

Siwon terkejut melihatnya. Dirinya langsung menelopon supir mereka dan mengendong Yoona ke mobil. Siwon lalu menelepon Jack, temannya yang ada di Amerika sekaligus pemilik rumah sakit untuk menyediakan ruangan untuknya.

30 menit kemudian..

Siwon sudah ada di ruang tunggu Yoona, menunggu Yoona untuk siuman dari pingsannya.

Ketika dia mata indah itu terbuka, Siwon semakin mempererat pegangan tangannya terhadap tangan Yoona.

Yoona dengan suara seraknya bertanya “Aku dimana Oppa?”

Siwon tersenyum dan menjawab “Rumah sakit Jack sayang”.

Yoona kembali bersuara “Aku kenapa Oppa?”

Siwon yang mendengar itu merasa matanya memanas, air matanya hampir keluar tetapi dirinya berusaha menahan untuk tidak menangis karena tidak ingin Yoona menjadi khawatir.

Siwon kemudian mengelus kepala Yoona sambil berkata “Kau hamil sayang, apa kau senang?”.

Yoona seketika merasakan seluruh darahnya seperti tidak mengalir ‘apa dia hamil? Bagaimana mungkin?’

Yoona berusaha tentang lalu bersuara “Oppa pasti becanda kan? Tidak lucu Oppa!! Ish”.

Siwon menggelengkan kepalanya lalu mencium bibir Yoona yang sedikit pucat sebelum berkata “Oppa tidak becanda Yoong. Bahkan Jack bilang usianya sudah 5 bulan lebih”.

Yoona shock mendengarnya kemudian menjawab “Bagaimana mungkin Oppa! 5 bulan? Tidak mungkin. Bahkan perutku masih rata Oppa! Becandamu sungguh tidak lucu”

Siwon tertawa lalu mengecup bibir Yoona lagi dan berkata “Kata Jack itu karena tubuhmu memang tipe yang tidak akan berubah, tidak bisa gemuk terlalu cepat ketika hamil apalagi ini hanya 5 bulan. Dia bilang mungkin kau baru akan gemuk ketika memasuki 7 bulan sayang”.

Yoona menangis mendengarnya, tanpa sadar tangannya sudah mengelus perutnya, menyapa janinnya didalam sana.

Siwon tersenyum dan mengusap alr mata Yoona lalu bertanya “Apakah kau bahagia sayang?”

Yoona dengan cepat berkata “Sangat Oppa”

Siwon langsung berdiri dan memeluk Yoona yang sekarang sudah duduk diatas ranjang rumah sakit.

Siwon kemudian berbisik “Setelah ini, kau akan ku beri hadiah besar sayang” lalu mengedipkan mata kanannya ketika Yoona melihatnya dengan tatapan ‘hadiah apa?’.

Siwon kemudian berbisik lagi “Nanti malam sayang”

Yoona langsung memukul dada bidang Siwon yang disertai dengan tawa dari Siwon.

Setelah puas, Yoona kembali memeluk Siwon dan berkata “Gomawo Oppa sudah sangat menyayangi dan mencintaimu. Aku tidak tau bagaimana jika suamiku bukan Oppa. Oppa akan selalu menjadi segalanya untukku dan akan selalu menjadi pertama yang paling aku sayang. Aku mencintami Oppa, saranghae”.

Siwon mencium puncak kepala Yoona lalu berkata “Benarkah akan selalu yang pertama? walaupun nanti sudah ada baby?”

Yoona tertawa lalu menjawab “Hmm.. aku akan berusaha membuat Oppa selalu menjadi yang pertama. Okay?” lalu mencium bibir Siwon.

Tanpa sangka, ciuman itu berubah menjadi lumatan-lumatan dan diakhiri karena suara dari gelas yang terjatuh. Oh! Rupanya seorang suster masuk dan terkejut melihat mereka berciuman.

Yoona tersenyum malu dan langaung menyembunyikan mukanya kedapan dada Siwon. Suster tersebut langsung berlari keluar sedangkan Siwon hanya tertawa sambil mengusap rambut Yoona.

Siwon kemudian berkata “Aku akan selalu mencintaimu sayang. Apapun yang terjadi. Terima kasih telah menjadi milik Oppa dan selalu menjadi kebahagia Oppa. Dan ingat, tidak ada yang Oppa cintau lebih dari dirimu. You will always be my happiness no matter what. I love you dear, so much. Will always you forever Yoong”.

Mata Yoona sudah berair mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Siwon. Yoona langsung mencium mulut Siwon ketika Siwon sudah selesai berbicara kemudian menjawab “I love you so much too Oppa! You will always be my first love. Always my forever love”.

THE END!!

Okay.. mungkin banyak yang akan menyarankan author membuat  sequel dari cerita ini. But.. author mau berkata dengan jelas kalau cerita ini tidak akan ada sequel. Okay? Sorry ya. Karena author mau melanjutkan cerita lain kalau ada waktu.

Maybe, just maybe.. cerita ini akan menjadi cerita/fanfiction terakhir dari author sebelum hiatus karena author mau keluar dengan keluarga besar, jadi sepertinya tidak akan ada waktu untuk menulis FF lagi.

Oh iya, lastly, buat yang nunggu FF Family.. diharapkan lebih sabar lagi ya. Author lagi mau nulis FF yang tidak chapter endnya dulu baru selesain FF Family. Tapi doain aja, semoga author bisa selesain FF Family itu secepat mungkin ya guys!

Thankyou. I hope you guys enjoy my story.

Have a great day readers!

 

 

 

 

[Two Shoot] Always You Forever (Chapter 1)

Title : Always You Forever

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Mr and Mrs. Choi, Mr and Mrs. Im, Tiffany, Kangin and find others by yourself.

Poster made by : xoloveyoonwon. Thankyou udh izinin pakai editannya buat FF aku! Lots of love! 🙂

Note : All casts are belong to God,their families and agency.

Semua cerita yang ditulis adalah murni dari pikiranku, jadi jika ada kesamaan casts atau kejadian serta moment, tolong dimaklumi..

+ No copy paste please. Author ga mau ada yang copas makanya author juga ga bakal copas. Jadi tolong hargai ya.
Thankyou all.

Happy Reading!

Ya, mempunyai pernikahan yang bahagia merupakan keinginan semua orang atau tiap pasangan. Tapi untuk mencapai kebahagiaan itu sebenarnya dibutuhkan juga perjuangan, bukan seperti berjuang demi mendapatkan nilai yang bagus disekolah. Tetapi kepercayaan, komunikasi yang baik dan kejujuran lah yang dimaksud sebagai perjuangan itu. Ah.. tetapi balik lagi, yang terpenting adalah cintamu untuk pasanganmu yang tidak akan memudar. Jika cinta itu sudah sangat kokoh, tidak menjamin akan langsung bahagia. Seperti yang dialami oleh Choi Siwon dan Im Yoona.

Yoona POV

Jika aku menyebut namaku, mungkin sebagian besar dari orang-orang akan langsung merespon “ah, Im Yoona istri dari konglomerat Choi Siwon” atau “Wanita dengan kemampuan fashion yang sangat bagus serta wajah yang sangat cantik”. Bukan aku memuji diriku sendiri, tapi aku sering mendengarnya dari orang-orang yangbertemu denganku atau yang ada disekitarku. Bahkan, suamiku yang dianggap makhluk es dari surga selalu memujaku. Biar kujelaskan disini, Siwon Oppa sebenarnya tidak dingin, hanya saja jika sedang di perusahaan atau apapun yang berkaitan dengan pekerjaannya, dia akan sangat serius. Dan karena ini, dia dianggap dingin.

Aku telah menjalani kehidupan pernikahanku dengannya sudah 4 tahun lebih dan selama 4 tahun ini ditambah masa pacaran kami 2 tahun, aku tidak pernah merasa menyesal sedikitpun. Ah, baiklah aku akan ceritakan bagaimana kami akhirnya bisa berpacaran.

Flashback ON

Aku mengambil kuliah jurusan business karena Appa menyarankan aku untuk berkuliah dijurusan itu. Itu berarti aku akan berkuliah 3 tahun. Saat masuk ke tahun kedua, para mahasiswa dan mahasiswi diperintahkan untuk mewawancarai masing-masing sebuah perusahaan. Ketika itu, aku berharap aku mendapat perusahaan keluargaku sendiri, tetapi takdir berkata lain, aku mendapat perusahaan yang bernama “Choi’s Department Store”. Sore harinya ketika aku pulang, aku pun bertanya tentang perusahaan ini kepada Oppaku. Dia mengatakan “Ah sebenarnya, keluarga Choi ini adalah teman Appa. Dan seperti kita, mereka mempunyai beberapa perusahaan seperti Choi Company, Choi’s Hotel, dan masih banyak lagi. Dan yang akan kau wawancarai adalah perusahaan yang dipegang oleh putra satu-satunya”. Setelah mendengar itu, akupun menelepon Appa dan meminta bantuan. Appa bilang kebetulan besok malam keluarga mereka akan bertemu dengan keluargaku di Im’s Imperial. Aku pun bernafas lega karena sejujurnya aku tidak bisa dalam hal seperti ini. Wawancara ataupun yang semacamnya bukan keahlianku. Aku lebih memilih mengetik atau menyusun proposal daripada mewawancarai seseorang.

Keesokan harinya, tepatnya jam 19.20. Keluargaku pun bertemu dengan keluarga Choi. Mataku sejak pertama sudah terpana pada namja yang duduk tepat didepanku. Bukan aku bermimpi, tapi aku merasa dirinya sering mencuri-curi pandang menatapku juga. Entah keajaiban apa yang terjadi, tepat saat pudding strawberry melt kesukaanku dihidangkan, Tuan Choi berkata kalau aku dijodohkan dengan putra mereka, Choi Siwon. Satu lagi yang membuat jantungku hampir terlepas saat nyonya Choi mengatakan “Siwon sudah menyukaimu sejak kau berada di Junior High School Yoona~ya”. Aku menjawab “hah?”. Omma ku menjawab “Iya sayang, dulu kau disekolah yang sama dengan Siwon saat di Inggris”. Aku hanya diam. Baru saja aku akan menyuapi mulutku dengan pudding yang sudah sangat kuinginkan sejak tadi, Tuan Choi berkata “Siwon ah, bawalah Yoona ke taman private kita, dan nanti kau yang mengatar dia pulang ya”. Siwon tersenyum, senyum yang sangat indah lalu berdiri, diikuti aku yang juga berdiri sebelum pamit kepada Oppa serta orang tuaku. Kami pun berjalan keluar, dan tak lama kemudian, mobil Audi yang kutahu itu adalah keluaran beberapa hari lalu berhenti didepan kami. Siwon pun tersenyum sambil membuka pintu mobil itu dan berkata “Silahkan masuk princessku”. Saat mendengar itu, aku bersumpah, aku ingin memeluknya. Tapi tidak mungkin kan kulakukan itu diawal pertemuan kami.

Disepanjang perjalanan, Siwon terus mengajakku berbicara. Aku bingung saat dia bertanya “Kau tidak lupa kepadaku kan princess?”. Aku menjawab “Hah? Maksudmu apa Siwon-sshi?”. Siwon tertawa sebentar lalu menjawab “Baiklah akan ku ceritakan sesuatu, siapa tau kau akan ingat”. Aku hanya mengangguk. Siwon memulai ceritanya “Apa kau ingat dulu ada seorang laki-laki yang mengendongmu ke ruang kesehatan saat kau pingsan? Dan apa kau ingat? Laki-laki yang selalu datang ke villa keluargamu?”. Dalam hati aku tersenyum, ya aku mengingat laki-laki itu, tapi entahlah dia ada dimana sekarang, bisa dibilang laki-laki itu adalah first loveku. Aku menjawab Siwon “Bagaiamana kau bisa tau Siwon-sshi?”. Siwon lagi-lagi tertawa lalu berkata “Tentu saja aku tau Yoona~ya, aku adalah laki-laki itu”. Aku terbelalak sejenak lalu berkata “Bernarkah kau itu dia?”. Siwon mengangguk. Aku tak peduli dengan rasa maluku lagi, aku langsung memeluknya sambil berkata “I’ve been missing you so much Oppa”. Siwon menjawab “Me too. Kau semakin cantik saja sayang”. Aku menjawab “Kenapa Oppa baru menemuiku sekarang? Hah”. Siwon terkekeh lalu menjawab “Aku datang disaat kau sudah siap menjadi pacarku atau bahkan istriku. Saat kau di Senior High School, bisa saja kan kau menolakku karena ingin fokus belajar, haha”. Aku menjawab “hmm.. benar juga”. Siwon berkata lagi “Jadi, do you want to be my girlfriend?”. Aku menjawab “Cih, Oppa sedang menyatakan cinta kepadaku sekarang? Tidak romantis sekali”. Siwon tertawa lagi lalu menjawab “Maafkan aku sayang, jadi maukah?”. Aku mengangguk. Lalu aku terkejut saat merasa ada sesuatu di leherku, ternyata Siwon Oppa sedang memakaikan sebuah kalung yang sangat indah. Siwon Oppa kemudian berkata lagi “Mulai saat ini kau hanya milikku Yoona-ya”. Aku hanya tersenyum. Siwon Oppa lalu mencium keningku dan membawaku ke pelukannya.

Tahun tahun pun berganti, saat aku lulus dari kuliahku, aku dilamar oleh Siwon Oppa dan ya kami pun menikah.

Ya itulah, awal cerita kenapa kami bisa bersama. Dan.. ah cerita ini harus berakhir disini karena peran utamanya sudah keluar dari kamar mandi.

Author POV

Siwon yang keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap langsung memeluk Yoona yang sedang duduk di depan kaca riasnya.

Siwon berkata “Sudah mengantuk?”. Yoona hanya tersenyum mendengarnya. Siwon lalu mengangkat Yoona ke ranjang mereka lalu mereka pun terlelap bersama.

Keesokan harinya,  Nyonya Choi datang ke rumah mereka. Yoona pun membuka pintu yang langsung dipeluk oleh Nyonya Choi. Mrs. Choi juga bertanya “Dimana anak nakal itu?”. Yoona tertawa lalu menjawab “Sedang dikantor, Omma”. Mrs. Choi pun duduk di sofa dan berkata “Omma mau berbicara sesuatu denganmu sayang, tapi kumohon jangan berpikiran buruk”. Yoona pun mengangguk. Mrs. Choi lalu berkata “Yoonaya.. Omma mempunyai rencana, bagaimana kalau Omma menyewa seseorang untuk melahirkan anak, lalu anak itu nanti akan menjadi anakmu dan Siwon?”. Yoona terdiam dan menjawab “Tapi kenapa Omma?”. Mrs. Choi menjawab “Kau kan tau Yoong, sejak kecelakaan 1 tahun yang lalu rahimmu tidak dapat berfungsi lagi. Dan Omma ingin mempunyai cucu Yoonaya”. Yoona yang melihat Mrs. Choi menangis pun dengan berat hati berkata “Baiklah Omma”. Mrs. Choi langsung tersenyum lalu berkata “Terima kasih Yoonaya”. Yoona hanya mengangguk lalu berkata “Tapi bagaimana dengan Siwon Oppa? Dia tidak akan setuju Omma”. Tanpa sadar, dalam hati Yoona berharap Mrs. Choi akan merubah niatnya. Mrs. Choi pun menjawab “Omma yakin, kalau kau yang minta dia akan turuti sayang. Kau kan tau Siwon sangat mencintaimu bahkan lebih menyayangimu daripada Ommanya sendiri Yoong”. Yoona sekali lagi hanya bisa menjawab “Ya”.

Setelah Mrs. Choi pulang, Yoona masuk ke kamar dan menangis. Menyesal itulah yang pertama dirasakannya. Mengapa dirinya tidak bisa memberikan keturunan? Mengapa? Sebenarnya dia ingin menolak saran Mrs. Choi, tapi dia tau, sejak kecelakaan yang menimpanya dan juga sejak kabar tentang rahimnya yang tidak dapat berfungsi dengan baik lagi itu terdengar sampai telinga Mrs. Choi, Yoona tau Mrs. Choi sempat tidak suka dengannya. Dan jika tadi dia menolak, apa yang akan terjadi justru lebih parah daripada hanya sekedar ‘menyewa perempuan untuk melahirkan keturunan untuk dirinya dan Siwon’ melainkan bisa bisa dirinya cerai dari Siwon dan Siwon akan menikah lagi. Semuanya bisa dilakukan wanita itu, walaupun wanita itu,  Mrs. Choi menyayanginya.

Karena Yoona terus menangis, dirinya tidak sadar Siwon sudah pulang dan sudah memasuki kamar mereka. Siwon terkejut ketika mengetahui Yoona menangis. Apakah dirinya berbuat salah? atau mengapapa? Siwon langsung membawa Yoona ke pelukannya, membiarkan Yoona menangis sejadi-jadinya, itulah yang ada dipikirannya sekarang.

TBC

Sorry readers, author cuma bisa kasih ini ke kalian di bulan January ini. So sorry. Karena author memperpanjang liburan ke Europe. Semoga kalian bisa terhibur deh dengan cerita yang sangat tidak sempurna ini. Oh ya sorry juga, kalau ada yang beranggap cerita ini terlalu pendek karena ini diketik ketika ada waktu luang. Chapter endnya menyusul ya.. sedang proses hehe. Doain aja ga lama.

Note : Buat yang nanya kapan FF Our Journey Our Story Chapter 6 dan OS My Life’s Partner part end dilanjutkan.. author belum bisa kasih jawabannya. Sorry. Author juga lagi sibuk. 2 FF itu ada 1 yang draftnya bilang + 1 lagi baru cuma diketik sampai setengah. Jadi dimohon pengertiannya ya!

Thankou for always supporting me!

 

[Two Shoot] My Life’s Partner (2End/2End)

Title : My Life’s Partner

Cast : Siwon, Yoona

Supporting Cast : Tiffany, Kangin, Yuri, Yesung, Taeyeon, Leeteuk

Length : Two Shoot

Hi chapter 2C datang. Chapter kali ini author buat lebih panjang karena kalian udh sabar nunggu. Semoga suka ya. Sorry guys kalau typo masih saja bertebaran..

Happy Reading.. enjoy

Author POV

Ciuman mereka langsung terlepas saat mendengar suara bunyi gelas yang dijatuhkan oleh seorang pelayan wanita yang hendak mengantarkan wine untuk Siwon dan Yoona. Pelayan wanita tersebut terlihat malu karena melihat adegan ciuman panas sepasang suami istri tersebut. Pelayan tersebut juga membungkuk meminta maaf kepada Siwon dan Yoona. Siwon menggerutu pelan “Dasar pengganggu keromantisan orang” sedangkan Yoona tersenyum lembut ke arah pelayan itu seakan mengucapkan ‘tidak apa-apa’ ke pelayan wanita itu. Setelah pelayan tersebut membersihkan pecahan kaca dari gelas yang jatuh dan keluar. Siwon berkata “Hah, apa-apa pelayan itu, jika dia seorang laki-laki sudah ku cincang”. Yoona tertawa dan berkata “Sudahlah Oppa”. Siwon hanya mendengus lalu menarik tangan Yoona dan keluar dari restaurant itu setelah membayar. Saat sudah duduk di mobil Limousine, Siwon berkata “Sayang.. kita langsung balik ke hotel atau mau kemana? Hm?”. Yoona menyenderkan kepalanya ke baju Siwon lalu berkata “Balik ke hotel saja sekarang Oppa”. Siwon pun menyuruh supir mereka mengantar mereka kembali ke hotel. Selama perjalanan menuju hotel, Siwon terus mengusap lembut rambut Yoona, secara tidak sadar ini membuat Yoona menutup matanya dan tertidur dibahu Siwon. Siwon tersenyum melihat Yoona sudah tidur dibahunya, cantik satu kata yang dia selalu ucapkan saat melihat wajah Yoona. Selalu saja begitu. Sangat cantik sekali.

Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai dihotel. Siwon berbisik ke telinga Yoona “Sayang, bangun kita sudah sampai sayang”. Yoona masih tak bergeming. Siwon sekali lagi berbisik “Yoong, bangun sayang.. kita sudah sampai”. Entah bagaimana tapi akhirnya Yoona membuka matanya dan tersenyum melihat wajah Siwon tepat didepan wajahnya sekarang. Siwon pun membalas senyuman itu. Mereka pun turun dari mobil, masuk ke dalam hotel sambil bergandengan tangan. Tak sedikit yang melihat iri keduanya, ya pasangan ini membuat beberapa wanita merasa sangat cemburu. Kemudian mereka menaiki lift. Siwon menekan angka 50 , lantai teratas, kamar VVIP, lebih tepatnya kamar termahal di hotel yang termewah di Swiss. Di lantai ini, pelayanannya juga sangatlah berbeda jauh dengan lantai sebelum-sebelumnya. Tak semua orang sanggup untuk menyewa kamar VVIP hotel ini karena harganya yang terlalu wow. Didalam lift, Yoona tiba-tiba berkata “Oppa, hmm..”. Siwon menjawab sambil merangkul pundak Yoona “Ya sayang? Ada apa?”. Yoona kembali berkata “Ah itu, apakah kita.. kita harus mencoba.. coba buat hmm..”. Siwon tersenyum tanpa diketahui Yoona lalu menjawab “Membuat apa sayang? Ah membuat jadwal perjalanan besok ya? Ok nanti Oppa susun ya sayang, tenanglah”. Yoona berdehem, sedikit gugup lalu menjawab “Ah? Iya iya, nanti Oppa buatkan dengan jelas ya”. Tepat Yoona selesai berucap, bunyi ‘ting’ serta terbukanya pintu lift menandakan jika mereka sudah sampai di lantai 50, lantai dimana kamar mereka berada. Siwon menaruh tangannya dipinggang Yoona menuju kamar nomor 730 dan membuka pintu kamar itu dengan ‘card’ , kunci kamar hotel ini. Sampai didalam, Yoona langsung melepaskan heelnya begitu juga Siwon yang melepas Louboutinnya. Yoona langsung berkata “Aku duluan mandi ya Oppa? Tidak apa-apa kan? Aku sudah capek hehe”. Siwon mengacak rambut Yoona dan berkata “Aigoo, tidak apa-apa sayang. Tidak usah bertanya lagi. Mandilah, atau perlu ku temani hm?” sambil mengeluarkan ekspresi genitnya. Yoona memukul lengan Siwon dan berkata “Sangat tidak perlu tuan Choi terhormat”. Lalu langsung terburu-buru memasuki kamar mandi dan lupa mengambil segala perlengkapannya. Siwon tertawa melihat Yoona seperti itu, sangat menggemaskan baginya. Siwon berkata kepada dirinya sendiri “Aku sejujurnya sangat tau apa yang kau mau bicarakan tadi dan lakukan Yoong, aku sangat tau. Baiklah ayo kita lakukan hari ini sayang dan jika ini masih tidak berhasil, ku harap kau tidak bersedih Yoong, aku tidak akan kenapa-kenapa, aku hanya sungguh mencintaimu sayang”. Siwon lalu bersandar di kepala tempat tidur dan membaca email-email baru yang masuk ke email kantornya, hanya memantau karena dia sudah memutuskan untuk cuti, untuk istrinya Yoona. Siwon menutup emailnya setelah selesai membaca semuanya. Lalu beralih ke IPhonenya yang berdering menandakan pesan masuk dari ‘Sam’ kepala manager hotel ini. Mungkin kalian bertanya mengapa manager hotel ini meng-email Siwon. Kalian tau, hotel yang Siwon dan Yoona tinggal selama di Swiss ini ada milik Siwon, Choi Siwon si perfect man dan kata raya suami dari Im Yoona. Pesan itu isinya : “Hello, Mr.Choi. I would like to tell you. We have done preparing everything according to what you want for tomorrow event. Thankyou Sir. Have a good night”. Siwon tersenyum lebar membaca pesan itu lalu segera membalas “Ok Sam, I would like to thank you so much for helping me and thankyou for your team too. Have a good night too Sam”. Setelah itu, Siwon membuka gallery IPhonenya. Tangannya berhenti menggeser ke photo lain saat melihat photo Yoona. Di photo itu terlihat Yoona yang tertawa lebar sambil memakan ice cream mint favoritnya yang membuat mulutnya belepotan. Siwon sangat ingin kembali ke saat-saat seperti ini. Bukan berarti Yoona tidak pernah tertawa, tersenyum seperti itu setelah kejadian sialan itu menimpahnya. Tidak, Yoona kembali cerita dan sering tertawa lebar. Tapi Siwon tau bagaimana perasaan Yoona. Perasaan istrinya yang bisa melakukan segalanya dengan sempurna tapi tidak bisa memberikan keturunan. Siwon sungguh mengerti perasaan Yoona yang sering merasa tidak berguna untuk Siwon. Memang Yoona tersenyum, tertawa, tapi bagaimanapun Siwon tau ada kesedihan dan kepedihan di hati Yoona karena kekurangan itu, kekurangan yang semua wanita bersuami hindari. Siwon menutup matanya sejenak sambil berkata dalam hati “Yoong ku harap kau selalu bahagia, hanya itu. Aku akan terus mencintaimu walaupun kau tidak memberikan ku keturunan sampai tua, aku berjanji”. Siwon membuka kembali matanya bertepatan dengan seruan Yoona dari kamar mandi yang berkata “Oppa, Siwon Oppa! Tolong ambilkan handukku yang ada didekat meja rias itu. Aku lupa membawanya masuk tadi Oppa”. Siwon tersenyum lalu menuruni tempat tidur dan mengambil handuk kuning Yoona dan menuju pintu kamar mandi lalu mengetuk beberapa kali sambil berkata “Ini sayang”. Tidak sampai 1 menit, Yoona sudah mengeluarkan tangannya untuk menerima handuk dari Siwon. Siwon memberikan handuk itu kepada Yoona sambil memaksakan dirinya masuk ke dalam kamar mandi itu. Berhasil. Sampai didalam, Siwon langsung mendekatkan dirinya dengan tubuh Yoona. Melengketkan keningnya dengan kening indah Yoona lalu berkata “Sayang, kau selalu terlihat sexy sekali, bagaimana jika aku minta jatahku malam ini hm?”. Yoona langsung tersipu tapi kemudian Yoona menganggukkan kepalanya, tanda dia setuju akan permintaan Siwon. Siwon langsung berbisik ke telinga Yoona berkata “wah istriku malu rupanya haha” lalu tanpa aba-aba, Siwon langsung mengangkat tubuh Yoona keluar dari kamar mandi dan langsung menidurkannya di ranjang. Entah bagaimana, tapi sekarang posisi Siwon sudah diatas tubuh tanpa-sehelai-kain Yoona sambil mengusap lembut rambut Yoona. Yoona lagi-lagi hanya tersenyum, menikmati sentuhan Siwon dirambutnya. Siwon kemudian mencium kening, kedua mata, hiding, kedua pipi Yoona dan terakhir bibir Yoona, menghisapnya kuat sehingga menimbulkan suara cukup merasa, menggigitnya pelan. Ciuman Siwon kemudian beralih ke leher mulus dan putih Yoona, menghisapnya cukup kuat hingga menimbulkan bekas, tanda kepemilikannya akan Yoona. Sedangkan Yoona, tangannya sudah berada di sela-sela rambut Siwon, mencengkeram rambut Siwon ketika Siwon menghisap lehernya. Siwon kemudian mengusap perut sangat-datar Yoona, menimbulkan getaran dihati Yoona. Yoona sempat berkata pada dirinya sendiri “Tuhan ku harap apa yang kita lakukan hari ini akan membuahkan hasil secepatnya, aku tidak mau terus mengecewakan Siwon Oppa”. Satu hal terakhir yang dilakukan Siwon adalah menyatukan dirinya dengan diri Yoona dengan memasukkan miliknya ke milik Yoona. Saat memasukkannya, Siwon mencium bibir Yoona dan melumat bibirnya. Yoona hanya menerima dengan senang hati serta harapan apa yang dilakukan keduanya malam ini akan berhasil. Saat merasa cukup, Siwon pun melepaskan miliknya dari Yoona dan berkata “Malam ini adalah salah satu dari semua malam indah yang telah kami lalui sayang, terima kasih. Aku mencintaimu Yoong”. Yoona hanya tersenyum lalu tidur diatas dada Siwon yang sudah berbaring disebelahnya mmencari kehangatan dari tubuh suaminya. Tangan Siwon yang terus mengusap kepala Yoona menambah kenyamanan yang dirasakan Yoona sekarang. Siwon terus menatap istrinya dan berkata dalam hati “Ku harap kau bahagia Yoong” lalu memejamkan matanya untuk masuk ke dunia mimpi. Malam ini, malam yang terlalu berharga untuk dilupakan oleh pasangan suami-istri ini.

Pagi yang cerah sudah menyambut Swiss, tapi kedua manusia ini masih meringkuk dibawah selimut dengan posisi Siwon memeluk erat istrinya, Yoona. Tak lama kemudian, Yoona bangun karena sinar matahari yang mengenai wajahnya. Membuka matanya dan langsung tersenyum lebar saat objek pertama yang diliatnya adalah Siwon, suami tampan dan sangat pengertian juga sangat protektif terhadapnya. Setelah mengusap pipi Siwon pelan lalu mengecup puncak kepala Siwon, Yoona mengangkat pelan tangan kekar Siwon yang memeluknya tubuhnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Akhirnya setelah hampir 40 menit, Yoona keluar dari kamar mandi dengan dress kuning balenciaga, sweater kuning Chanel dan coat hitam burberrynya. Ah terlihat manis dan cantik. Yoona lalu berjalan menuju ranjang, tepatnya ke samping Siwon sambil berbisik “Oppa, bangun, kita mau pergi ke department store paling terkenal disini kan.. ayo Oppa”. Siwon mengeluh pelan tapi tetap membuka matanya. Siwon langsung mengecup bibir Yoona dan berkata “Good morning istriku yang cantik. Dan iya sayang kita akan pergi secepatnya setelah aku mandi”. Yoona tersenyum lembut membalas “Baiklah, kalau begitu cepat mandi sana”. Siwon mengangguk sambil mengacak pelan rambut Yoona. Ah pagi yang sangat romantis. Saat Siwon sudah akan menutup pintu kamar mandi, dia berseru “Sayang pilihkan pakaian untukku ya, coatnya sama saja dengan punyamu”. Yoona hanya menjawab “Iya Oppa, hanya cepat mandi”. Yoona terlihat serius memilihkan pakaian untuk Siwon. Setelah beberapa pertimbangan, Yoona memilih kemeja biru burberry yang dipadukan dengan coat tebal rancangan designer ternama serta celana coklat burberry tak lupa juga sepatu Louboutin dan kacamata mewah rayban terbaru Siwon. Kemudian Yoona menuju meja rias, hanya memoleskan sedikit bedak di pipi dan lipstick ke bibirnya, hanya itu saja dia sudah terlihay sangat cantik. Yoona lalu mengecek IPhonenya, ada panggilan dan pesan masuk dari Tiffany, Yuri, Taeyeon, dan Leeteuk. Yoona segera membuka satu persatu pesan itu. Pesan dari Tiffany berisi “Hi Yoong, sedang apa? Apa kau baik-baik saja? Aku sudah sangat rindu padamu Yoong, semoga liburan tepatnya bulan madu ketujuh kalian bisa berjalan lancar, miss you my bestie”. Lalu dari Yuri “Yoong, selamat berlibur. Aku selalu menyanyangimu sahabat terbaikku. Semoga apa yang kau inginkan terkabul secepatnya. Kita harus bertemu dan shopping bersama saat kau pulang nanti hehe. Bye Yoong”. Dari Taeyeon “Yoong.. apa yang sedang kau lakukan sekarang? Ku harap kau bersenang-senang disana. Aku sudah merindukan mu”. Terakhir dari Leeteuk, isinya adalah “Yoong, apa kalian terlalu menikmati? Sampai-sampai Siwon tidak mengangkat teleponku bahkan pesan saja tidak dibalas”. Yoona pun tersenyum setelah membaca pesan-pesan yang masuk. Dia merasa sangat beruntung mempunyai sahabat – sahabat yang sangat baik dan perhatian juga pengertian. Kemudian Yoona pun membalas pesan mereka satu-persatu. Tepat saat pesan terakhir untuk Leeteuk terkirim, Yoona mendengar suara Siwon berkata “Sayang, handukku dimana? Tolong ambilkan”. Hah, mau bermanja-manja kah Siwon? Handuknya ada didalam kamar mandi, Yoona dengan jelas melihatnya tadi. Yoona kemudian menjawab “Oppa, lihatlah baik-baik, ada di dekat kaca”. Selesai mengatakan itu, Yoona mendengar suara tertawa keras Siwon. Hah, agak mengesalkan. 5 menit kemudian Yoona melihat Siwon keluar dari kamar mandi dengan boxer dan handuk ditangannya. Siwon memberikan handuk itu kepada Yoona tanda dia ingin Yoona mengelap dan mengeringkan rambutnya yang masih basah. Yoona menerima dengan senang hati dan membiarkan Siwon duduk di kursi dan mengelap rambutnya sampai kering. Setelah kering, Siwon memakai pakaian yang sudah disediakan Yoona lalu berjalan ke istrinya yang sedang terduduk di sudut kanan ranjang sambil memainkan Ipad milik Siwon. Siwon berkata “Ayo sayang, aku sudah siap. Kita bisa pergi sekarang”. Yoona mendonggak ke arah Siwon dan tersenyum kemudian berkata “Baiklah, sebelumnya pakai dulu sarung tangan Oppa, diluar pasti sangat dingin”. Siwon tersenyum dan memakai sarung tangannya juga sepatunya. Setelah semuanya selesai, mereka pun turun ke lobby dan langsung masuk ke Limousine yang sudah menunggu mereka di depan hotel. Selama perjalanan, Siwon dan Yoona terus becanda, menghabiskan waktu dengan tawa bahagia. Uh, mungkin supir yang berada di mobil itupun ingin keluar secepatnya jika dia tidak sedang bekerja. Ketika Siwon melihat Yoona tertawa akan candaan yang dia lemparkan, dalam hati dia berbicara “Tuhan, aku hanya minta satu hal saja, buatlah wanita disampingku ini bisa terus tersenyum dan tertawa seperti itu. Aku mungkin akan mati jika tidak bisa melihat itu di wajahnya. Aku terlalu mencintainya”. Sedangkan dalam waktu yang sama Yoona berbicara di dalam hatinya “Tuhan, aku sungguh sangat bahagia bisa melewati hariku bersama Siwon Oppa yang terlalu sempurna. Jika bisa, izinkan aku meminta agar dia bisa terus berada disampingku, menemaniku dan juga izinkanlah aku untuk bisa memberikan keturunan, kumohon”. Siwon kemudian mengecup pipi kanan Yoona lalu berkata “Kau mau melalukan apa kali ini di department store sayang?”. Yoona menoleh dan menjawab “Apalagi Oppa, pasti berbelanja dan makan mungkin?”. Siwon tertawa “Iya iya istriku memang terlalu shoppingholic”. Yoona membalas “Ya tidak apa-apa, lagipula aku memakai uang cashku, not your money Oppa”. Siwon mencubit pipi kanan Yoona sambil berkata “Oppa tau sayang. Lagipula kalau kau memakai uangku juga tidak masalah, semua milikku sudah menjadi milikmu, tanpa ada kecuali”. Yoona hanya tersenyum kemudian menyenderkan kepalanya ke pundak Siwon. Siwon terus mengecup kepala Yoona sambil berdoa agar Yoonanya akan bahagia selamanya.

20 menit kemudian mereka telah sampai di depan department store mewah itu. Siwon dan Yoona berjalan masuk beriringan dengan tangan Siwon yang merangkul pinggang Yoona. Siwon hanya mengikuti kemana Yoona pergi mulai dari Hermes store, Chanel store, Prada, Balenciaga, Burberry, Valentino sampai Louboutin store. Bayangkan saja, selama mereka berbelanja banyak yang terpukau, beberapa wanita hanya bisa menelan ludah melihat Yoona masuk ke satu store dengan tangan konsong tapi saat keluar sudah memegang plastic bag yang tidak bisa mereka hiring. Tidak sedikit yang menuju pasangan ini, terlihat romantis dan memiliki fisik yang perfect. Saat seorang wanita memanggil Yoona dan berkata “Mrs, you are so perfect”. Yoona tersenyum dan membalas “Thankyou, but I am not that perfect Mrs”. “Because I can’t give a child for my husband ” kata – kata ini dilanjutkannya di dalam hatinya. Mungkin Yoona akan menangis setelah wanita itu tersenyum dan pergi jika Siwon tidak langsung memeluknya erat. Entahlah, padahal Siwon tadi masih mengantri untuk membayar es-krim mereka. Terserahlah, yang jelas sekarang Yoona sudah membenamkan mukanya di dada Siwon. Siwon mengelus punggung Yoona dan mengecup kepalanya beberapa kali lalu berkata “Ada apa sayang? Ada yang membuatku sedih? Katakanlah”. Yoona membalas singkat “Ayuk kita pulang Oppa, ini sudah malam”. Siwon pun mengiyakan, dia tau apa yang Yoona pikirkan, dia tau apa yang wanita berusia sekitar 50 tahun itu tanyakan, dia tau itu membuat Yoonanya kembali memikirkan masalah itu. Dimobil Yoona lebih banyak terdiam tetapi masih menjawab pertanyaan-pertanyaan Siwon. Mereka telah sampai dihotel setelah 30 perjalanan dan jam pun sudah menunjukkan pukul 21.57. Siwon dan Yoona menaiki lift dan setelah beberapa menit mereka sudah sampai dikamar mereka. Tanpa banyak bicara, Yoona langsung masuk ke dalam kamar mandi. Bukannya mandi, tapi Yoona menangis kencang. Tangisannya tidak akan terdengar ke depan karena Yoona membuka shower dan memasukkan dirinya ke bathtub yang penuh sabun tanpa membuka baju tentunya. Menangis kencang, berharap dirinya dapat mendapatkan apa yang ia mau. Yoona sebenarnya menangis karena dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Siwon saat teman-teman Siwon sudah mempunyai anak dan dapat membicarakan tentang anak mereka. Mungkin Siwon berkata tidak apa-apa kepada dirinya, tapi dia yakin pasti Siwon paling tidak juga ingin memiliki anak, tapi karena tidak mau menyakiti dirinya, Siwon berkata tidak apa-apa. Yoona membenci dirinya yang tidak bisa memberikan keturunan. Menangisi dirinya sendiri sampai akhirnya tanpa sadar dan karena efek kedinginan, dia tertidur. Tubuhnya menggigil hebat dan bibirnya sudah sangat pucat. Hah, sungguh menyedihkan. Sedangkan Siwon yang berada diluar kamar mandi merasa cemas dan mempunyai perasaan tidak enak. Ia ingin masuk, tapi mengingat Yoona sekarang tidak bisa diganggu membuatnya berjalan mondar mandir di depan pintu kamar mandi itu. 15 menit Yoona belum juga keluar, Siwon sudah sangat cemas ketika mendengar suara tangisan Yoona. 30 menit berlalu, tidak ada respon saat Siwon berkata “Sayang.. sudah selesai mandinya?”. Oh, kalian harus tau apa yang dirasakan Siwon sekarang. 45 menit, Yoona belum juga keluar, tetapi bunyi air dari shower terdengar. Siwon semakin khawatir. Tepat 55 menit, Siwon langsung mendobrak pintu kamar mandi sekuat tenaganya karena Yoona belum juga keluar. Pintu berhasil dibuka setelah 2 kali di dobrak Siwon. Siwon buru-buru masuk dan langsung berteriak “Astaga sayang!” saat melihat Yoona sudah tidak sadarkan diri di bathtub besar itu. Siwon langsung mengangkat Yoona keluar. Siwon rasanya ingin menangis kencang sekarang, paru-parunya seperti kehabisan udara yang masuk, jantung seperti berhenti berdetak dan parahnya hatinya sangat terluka dan sakit melihat Yoona yang mukanya sudah sangat sangat pucat seperti mayst juga tangan dan tubuhnya yang sangat dingin. Siwon langsung menelepon sekretaris hotel miliknya ini, menyuruhnya untuk segera membawa dokter terbaik di Swiss tidak tau bagaimanapun dan apapun caranya. Hanya 10 menit, seorang dokter yang cukup tinggi masuk ke kamarnya dan langsung memeriksa Yoona yang pakaiannya sudah diganti Siwon tadi. Siwon langsung bertanya “Doctor, is there anything wrong with my wife?”. Dokter itu kemudian menjawab “Mr, your wife is just in okay condition, but maybe because of the cold condition make her fainted. But I guess she has some things that stressed her so much”. Siwon terdiam sebentar lalu menjawab “Okay thankyou doctor, does she needs medicine?”. Doctor itu menggelengkan kepalanya tanda jika Yoona tidak perlu meminum obat. Dalam hati Siwon mengucap syukur, Yoona, istrinya tidak sakit terlalu parah, hanya sekedar demam biasa. Dokter itu sudah keluar,  Siwon segera membenarkan posisi tidur Yoona agar lebih nyaman, memakaikan kaus kaki serta selimut tebal. Setelah itu, Siwon pun tidur setelah mengecup puncak kepala dan bibir istrinya pelan.

Pagi sudah tiba di Swiss. Hari ini Siwon yang duluan terbangun, tepatnya dirinya tidak tidur begitu nyenyak karena khawatir kepada Yoona. Membuka matanya dan senyum pun langsung terlihat di wajah tampannya. Karena apa? Tentu saja karena objek didepannya saat ini yang tak lain adalah istri tercintanya. Siwon mengakui dia selalu mengangumi istrinya. Kedua mata yang tertutup itu sangat indah, bibir yang jika Yoona tersenyum akan terlihat sangat cantik. Kening yang mulus dan indah itu selalu ingin dikecupnya setiap detik. Ah, betapa bangga dirinya bisa menjadi suami dari Im Yoona. Siwon kemudian mengecup pelan bibir Yoona. Ini mengakibatkan Yoona terbangun. Membuka matanya pelan dan saat melihat Siwon tepat didepannya sedang menatap dirinya, Yoona langsung tersenyum dan memeluk suaminya erat. Yoona seperti melupakan kejadian kemarin, ini membuat Siwon sekali lagi bersyukur. Yoona kemudian berkata “Morning Oppa”. Siwon membalas “Morning sayang, apa kau merasa baik-baik saja? Maksudku tidak ada yang sakit kan?”. Yoona menjawab dengan gelengan kepala lalu tiba-tiba berkata “Oppa, bagaimana jika hari ini kita hanya dikamar saja? Tidak apa-apa kan?”. Siwon dengan cepat menjawab “Kalau itu maumu, Oppa sangat tidak keberatan” dan mengedipkan matanya. Pada akhirnya, hari ini mereka hanya bermanja-manja di kamar, melakukan hal-hal romantis, menggoda satu sama lain dan sewaktu jam menunjukkan pukul 02.35 dini hari, mereka baru tertidur setelah menyelesaikan ‘perang’. Hari keempat di Swiss, mereka pergi ke Museum Art terkenal di Swiss, menghabiskan waktu mereka hingga malam disana dan setelah itu makan malam di sebuah restaurant italia mewah. Hari kelima, Yoona pergi ke acara fashion show yang akan mewawancari dirinya ditemani Siwon. Mereka sudah sampai disana 15 menit sebelum acara dimulai. Yoona dan juga Siwon menonton fashion show itu dari awal hingga akhir. Setelah selesai, Yoona pun di interview oleh wartawan International yang tidak bisa dihitung lagi jumlahnya. Interview ini akan disiarkan di di channel Internasional. Suasana kali ini lebih special yaitu karena Choi Siwon juga ikut diwawancari. Siwon ditanyai oleh salah satu wartawan perempuan “What’s your reason for loving your wife so much and love to show romantic moments to public Mr?”. Siwon langsung menjawab “I don’t have any reason to love my wife. Because if I have one amd when that reason already gone, I’ll not her again. And.. I love to shows public our romantic moments because I’m so happy and I want to show others how proud I am to have this woman as my angel, my wife. Beberapa wartawan terkagum, ada yang berbisik-bisik, tak lama setelah itu semuanya bertepuk tangan. Yoona yang mendengar semua kata-kata Siwon sangat terharu, dalam hati Yoona bersyukur Siwon adalah suaminya. Siwon dan Yoona menjawab hampir semua pertanyaan dengan santai. Tapi.. pada saat salah satu wartawan menanyakan sesuatu kepada Yoona, kondisi hati Yoona langsung berubah 360 derajat. Pertanyaan adalah “When do you both want to have a child? Both of you are rich, kind, multitalented and have a perfect life already also both of you have perfect visual appearance “. Yoona terdiam tidak menjawab, menahan air matanya agar tidak jatuh dari mata indahnya. Siwon langsung menggenggam tangan Yoona lalu menjawab “I don’t think we should have one now, because I still want to have my wife for my own. So if we can have one, I think it will be 2-3 years again and one thing you all should now, I married her not woth the ambition to must have a child though”. Setelah menjawab, Siwon meminta izin untuk mengakhiri wawancara ini sedangkan Yoona hanya tersenyum, tepatnya senyum terpaksanya. Mungkin semua wartawan tersipu melihat senyum indah Yoona, akan tetapi mereka tidak tau itu hanya senyum terpaksanya. Hanya seseorang yang tau siapa lagi kalau bukan Siwon suaminya. Mereka langsung berjalan menuju mobil Limousine yang sudah menunggu mereka. Sampai dimobil, Yoona langsung memeluk erat Siwon, menenggelamkan wajah cantiknya di dada Siwon dan menangis tepat saat Siwon membalas pelukannya lebih erat. Yoona membuka pembicaraan dengan berkata “Oppa hiks, seharusnya kau katakan bukan kau tak mau tapi istriku tidak akan hiks bisa memberikan anak hiks untukmu hiks.. hiks..”. Dalam hatinya, Siwon merasa sangat sedih bahkan ingin menangis. Bagaimana tidak? Yoona selalu menganggap dirinya sendiri tidak berguna untuk Siwon dan selalu meminta maaf atas hal ini. Siwon berani bersumpah, tidak pernah sekalipun dia terpikir Yoona tidak berguna untukknya dan kecewa karena tidak bisa mendapatkan keturunan. Siwon kemudian menjawab Yoona “Sayang, jangan katakan hal seperti itu lagi, ku mohon. Aku tidak menikahimu untuk memiliki seorang anak atau apapun itu. Aku menikahimu karena aku mencintaimu, menyayangimu dan hanya satu tujuanku yaitu bisa melihatmu dan menjadikanmu wanita paling bahagia”. Yoona menghentikan tangisannya dan menjawab “Tapi Op..”. Ucapan Yoona terputus saat Siwon mengecup dan menghisap lembut bibirnya. Siwon kemudian melepaskannya dan tersenyum sambil berkata “Tidak ada tapi-tapian sayang, kau adalah yang paling sempurna untukku, tidak ada yang bisa menggantikan malaikat baikku di hati Choi Siwon tampan ini”. Yoona tertawa pelan dan mengecup pipi kanan Siwon. Ah, akhirnya walaupun masih belum ada yang berubah, Siwon dan Yoona tetap bahagia seperti biasa. Hari Keenam di Swiss, Siwon dan Yoona menghabiskan waktu dengan bersepeda di dekat taman. Kalian harus tau taman ini sudah dibeli oleh Siwon beberapa hari yang lalu untuk Yoona. Yoona terlihat tertawa senang saat Siwon membisikkan kata-kata kepadanya. Yoona juga terlihat sangat senang berada ditaman ini yang Siwon namakan “My Y”. Yoona tiba-tiba berkata “Oppa, bagaimana kalau kita pulang saja besok? Aku sudah merasa sangat baik maksudku ini sudah lebih dari cukup untuk me-refresh otak dan hatiku. Terima kasih Oppa, sungguh”. Siwon mengusap kedua pipi Yoona lalu mengecup bibirnya dan mencubit hidung Yoona sambil menjawab “Baiklah istriku, jika itu yang kau mau sayang. Tapi suaminya ini tetap akan meliburkan dirinya mungkin lebih dari 1 minggu”. Yoona membalas Siwon “Terserahmu sajalah Choi Siwon sayang”. Kemudian mereka tertawa bersama. Ketika jam 5 sudah datang, Siwon mengajak Yoona untuk pulang dan berkata mereka akan pergi ke suatu tempat malam ini. Setelah mandi, Yoona memakai dress Chanel selutut pink muda yang telah Siwon siapkan entah darimana serta memakai heels Louboutin yang berwarna senada dengan dress, juga tak lupa mini bag pink Pradanya dan berjalan menuju lift dan turun menuju lobby. Lalu dimana Choi Siwon tampan itu? Ya, dia sudah berdiri di depan mobil limousinenya dengan kemeja putih dan jas biru tua rancangan khusus serta celana dan sepatu hitam serta setangkai bunga matahari di tangan kanannya. Saat matanya bertemu dengan mata indah milik Yoona yang sudah menatapnya dari area lobby, Siwon merasa sangat sangat bahagia. Kemudian Yoona berjalan menuju ketempat dirinya berdiri dan ketika sampai tetap dihadapannya, dirinya langsung mengecup bibir Yoona dan memberikan bunga matahari itu kepada Yoona dan mengucapkan “Aku mencintaimu sayang”. Yoona tersenyum lalu mereka pun masuk ke mobil menuju ke suatu tempat yang telah Siwon siapkan”. Setelah 30 menit, mereka akhirnya sampai ditempat itu, yang tak lain adalah gedung mewah tempat orang-orang mengadakan acara sangat besar. Siwon memegang tangan Yoona dan membawanya masuk. Saat Yoona masuk dirinya langsung terharu melihat apa yang ada diruangan ini. Sebuah panggung yang sudah dihias dengan dominasi warna biru kuning dan ada sebuah grand piano putih disana. Sebuah meja dengan berbagai macam makanan dan ada beberapa botol wine mahal disana. Dan yang paling menarik perhatian Yoona adalah 4 layar LCD besar yang menampilkan moment-moment Siwon dengan dirinya. Tanpa sadar sekarang Yoona sudah duduk dikursi dan menonton apa yang keluar dilayar itu sekarang. Siwon keluar sebagai ending tayangan dilayar itu dan berkata “Hi sayang! Apa kau bahagia sekarang? Aku, Choi Siwon ingin berterimakasih kepadamu karena telah menikah denganku, menjadikanku pria paling beruntung dan membuat hidupku terasa sangat berarti. Yoong, kau tau kan kau adalah yang paling berharga untukku? Ku harap kau tidak akan meninggalkanku walaupun aku tau kau tidak akan mampu menjauh apalagi meninggalkan Choi Siwon sempurna ini,hahaha. Terima kasih sudah merawatku dengan sangat baik, mengurusku seperti seorang bayi. Aku sungguh sangat bahagia dan bangga bisa memilikimu sayang. Jangan pernah merasa sedih, ingatlah jika kau mempunyai masalah apapun itu, datanglah kepadaku, aku sangat mencintaimu sayang”. Yoona menangis, sangat terharu mendengar semua kata-kata suaminya dan menoleh saat merasakan sesuatu dipakaikan dilehernya. Ah, Siwon memakaikan kalung berlian yang harganya mungkin bisa membeli lebih dari 5 buah mobil Lamborghini sambil berkata “Terima kasih untuk semuanya, saranghae Yoong”. Siwon kemudian menghapus air mata Yoona dan mengecup keningnya lalu duduk dihadapan Yoona. Siwon bertanya “Apa kau suka dekorasinya Mrs. Designerku?”. Yoona tertawa pelan dan menjawab “Sangat menyukainya Oppa, terima kasih Oppa”. Lalu mereka berdua pun makan dengan suasana romantis. Makan malam yang sangat amat romantis bagi mereka berdua. Keromantisan ini berlanjut sampai dihotel, kalian pasti sudah dapat menebak apa yang mereka lakukan. Apalagi jika bukan bermain diranjang.

Pagi hari di bandara Internasional Swiss sudah ramai. Banyak yang akan bepergian dan juga banyak yang datang. Termasuk Siwon dan Yoona, hari ini mereka akan balik ke Seoul. Masuk ke dalam pesawat pribadi Siwon, Siwon dan Yoona duduk sambil becanda, tertawa tanpa beban dan menikmati waktu kebersamaan mereka. Setelah mungkin lebih dari setengah hari didalam pesawat akhirnya mereka pun sampai di Seoul dan langsung menuju rumah. Yoona yang kelelahan pun langsung tidur tanpa makan malam dan setelah mandi tentunya. Sedangkan Siwon sekarang sudah tertidur, tepatnya dari tadi.

Hari pertama kembali dari Swiss, Siwon dan Yoona hanya menghabiskan sepanjang satu hari ini bergelut dibawah selimut, kembali melakukan aktivitas mereka sebagai seorang suami dan istri. Mengerti kan?. Esok paginya, Yoona terbangun karena perutnya yang sangat mual. Entahlah, sebenarnya dia sudah merasakan mual ini sejak seminggu belakangan ini tapi baru hari ini dirinya sampai muntah. Siwon juga terbangun akibat suara muntah yang berasal dari kamar mandi. Melihat Yoona sedang muntah-muntah diwastafel, membuat Siwon sangat panik dan langsung berjalan cepat kearah Yoona lalu mengelus punggung Yoona pelan. Setelah Yoona tidak muntah lagi, Siwon langsung bertanya “Sayang, kau kenapa? Apakah kau sedang sakit? Hm?”. Yoona menjawab “Tidak Oppa, hanya saja seminggu belakangan ini aku sering mual,mungkin karena masuk angin”. Siwon langsung menggendong Yoona ke tempat tidur lalu mengaktifkan IPhonenya, menelepon dokter pribadi mereka untuk datang sekarang. Yoona sudah bilang tidak usah, tapi Siwon bersih keras memanggil dokter untuk datang. Setelah 20 menit, akhirnya dokter yang biasanya dipanggil Dr.Lee itu pun datang dan langsung memeriksa Yoona. Siwon langsung bertanya kepada dokter itu “Apakah Yoona baik-baik saja Sunny ah?. Dokter itu pun menjawab “Yoona? Dia tidak apa-apa Oppa, hanya kelelahan saja”. Siwon kembali bersuara “Lalu, kenapa dia muntah tadi?”. Satu hal yang membuat Yoona menangis adalah ketika sahabatnya, Sunny berkata “Mungkin ini akan menjadi berita bahagia dan heboh dan tidak dipercayai. Tapi Yoona sedang hamil”. Yoona refleks memegang perutnya dan berkata “Sunny ah, Oppa apakah ini bentar? Jangan berbohong kepadaku”. Siwon langsung memeluk Yoona erat “Ini benar sayang, Sunny sahabatmu tidak mungkin dia berbohong. Terima kasih sayang”. Sehabis mendengar kata-kata. Siwon, Yoona langsung melepaskan pelukan Siwon dan memeluk Sunny, mengucapkan terima kasih karena sudah mau datang. Setelah itu, Sunny izin untuk kembali ke rumah sakit karena ada pasien yang membutuhkannya. Setelah membawa Sunny keluar dari rumah mereka, Yoona kembali ke kamar diikuti Siwon disampingnya. Yoona duduk di samping ranjang sedangkan Siwon berjongkok didepannya memegang tangan Yoona lalu berkata “Apa kau bahagia sayang?”. Yoona mengangguk dan langsung memeluk Siwon erat “Terima kasih Oppa, kau selalu ingin dan berusaha membuatku bahagia, lebih bahagia dari dirimu”. Yoona lalu menelepon Tiffany dan Yuri serta Taeyeon, mengabarkan berita bahagia ini kepada sahabat-sahabatnya. Satu hal yang Yoona tau setelah menelepon sahabat – sahabatnya yaitu Michelle dituntut karena masalah kemarin dan itu adalah perintah Siwon. Yoona kemudian menyuruh Siwon untuk mencabut tuntutan itu, Siwon mau tidak mau terpaksa menyetujui.

Akhirnya setelah penantian panjang Yoona terwujud. Mereka terutama Yoona sangat amat bersyukur. Mungkin dari semua ini, Yoona juga Siwon dapat belajar jika kesetiaan dan juga pengertian mereka kepada satu sama lain lah yang membuat kebahagian ini terasa lebih berarti.

THE END

Tenanglah, ini bukan endingnya kok. Author bakal nambah satu chapter lagi sebagai OSnya tapi maaf mungkin bakal diprotect karena banyaknya silent readers, hehe. Tentang aja, good readers, kalian tinggal minta passwordnya dan sertakan ID comment kalian di chapter-chapter sebelumnya. 

Oh ya, thankyou so much buat kalian yang udh sabar nunggu FF dari author..

See you in next FF 🙂

Have a good day guys!

[Two Shoot] My Life’s Partner (Chapter 2B/2End)

Title : My Life’s Partner

Cast : Siwon, Yoona

Supporting Cast : Tiffany, Kangin, Yuri, Yesung

Length : Two Shoot

Hi chapter 2B datang. Semoga suka ya.

Sebelumnya author mau kasih tau dulu. Chapter ini akan membahas lebihwq banyak tentang liburan Siwon dan Yoona ke Swiss dan ‘sesuatu’ yang kalian request ke author, hihi.

Sorry kalau typo masih saja bertebaran..

Happy Reading.. enjoy

Author POV

Sampai dirumah, Siwon dan Yoona langsung ke taman belakang dekat kolam renang. Siwon mengajak Yoona untuk duduk di couch biru tua yang ada disana, Siwon ingin membuat Yoona tenang dan bisa merilekskan dirinya karena rasa bersalah tidak bisa memberikan keturunan bagi Siwon. Sungguh Siwon akan merasa lebih sedih jika melihat Yoona bersedih. Yoona menyenderkan kepalanya ke bahu Siwon, menikmati kenyamanan di dada itu. Dan Siwon mengusap rambut Yoona lembut. Pikiran Siwon hanya terfokus oleh pikiran “Bagaimana cara untuk membuat Yoona bahagia” sedangkan pikiran Yoona melayang, memikirkan kejadian di cafe tadi. Yoona sedih bukan karena malu kepada teman-temannya karena dia tidak akan bisa mempunyai anak, tapi dia sedih akan ‘fakta’ dirinya tidak bisa memberi keturunan untuk Siwon, suaminya. Memang selama ini keluarga Choi dan keluarganya tidak keberatan dia tidak bisa memiliki anak bahkan Siwon sendiri juga terlihat sangat tidak keberatan ketika tau mereka tidak akan pernah memiliki keturunan. Siwon tidak terlalu menyukai anak-anak, bukan membenci, tapi kalaupun ada anak-anak Siwon juga tidak terlalu bisa akrab dengan mereka dengan cepat. Hanya Nicole, anak Tiffany yang dekat dengan Siwon. Hmm.. Yoona berkata kepada dirinya sendiri “Seandainya hal itu tidak pernah terjadi”

Flashback ON

14 bulan yang lalu..

Pagi ini, Yoona terlihat sangat pucat. Siwon sangat khawatir melihat keadaan istrinya saat ini. Tapi Yoona masih akan pergi dan mengikuti fashion show karena Yoona bilang dia sudah berjanji akan mengikuti fashion show ini. Siwon sudah terus berusaha membatalkan niat Yoona untuk pergi tetapi Yoona bersih keras untuk pergi. Siwon pun tidak punya pilihan lain selain mengikuti permintaan Yoona dan mengantar Yoona ke tempat acara fashion show itu berlangsung. 

Beberapa model sudah keluar memamerkan pakaian, sepatu, juga tas mereka untuk menarik perhatian para pembeli. Yoona keluar untuk menjadi model penutup acara. Saat Yoona berjalan, kepalanya terasa pusing, tapi dia berusaha membuat dirinya terlihat biasa saja dan akhirnya berhasil berjalan sampai ke depan. Setelah itu, produser acara memberikan penghargaan untuk Yoona dan Yoona pun akan langsung pulang setelah itu. Siwon sebenarnya yang akan mengantar Yoona pulang.. tetapi tidak jadi karena ada rapat yang sangat penting yang harus dia hadiri tiba-tiba. Jadi Yoona memutuskan untuk pulang sendiri dengan mengendarai mobil miliknya yang dikirim oleh orangtuanya. Yoona sekarang sudah berada di mobil Lamborghini miliknya memutuskan langsung pulang ke rumahnya. Tetapi saat berada ditengah jalan, kepala Yoona sangat pusing sehingga menabrak sebuah truk yang melaju kencang. Hingga kecelakaan mengerikan itu pun terjadi. Banyak orang langsung mengecek kondisi Yoona yang sudah tidak sadarkan diri. Ada beberapa orang menelepon ambulance. Seorang laki-laki yang kira-kira berumur 20 tahunan mencari handphone Yoona dan langsung menekan emergency call. Siwon menjawab telepon ’emergency call’ itu berkata “Hi sayang, sudah dirumah? Tunggu ya aku sedang diperjalanan, sebentar lagi aku sampai sayang”. Laki-laki yang menelepon itu langsung berkata “Maaf Tuan, Nona pemilik handphone ini mengalami kecelakaan di dekat lotte department store. Bisakah tuan kesini sekarang? Ambulance belum datang”. Siwon terdiam, shock tapi langsung menjawab “Baiklah, aku juga dekat daerah itu. Terima kasih”.

5 menit kemudian..

Siwon berlari dengan cepat ke arah mobil Yoona. Saat sampai disana, Siwon hampir saja tidak bisa bernafas. Kepala Yoona berdarah juga bagian perutnya karena terkena tusukan kaca mobil. Siwon langsung membawa Yoona ke rumah sakit. Dan saat dokter selesai mengobati Yoona, dokter itu berkata kepada Siwon jika “Perut Yoona tertusuk sangat dalam sehingga rahimnya juga terbentur kuat dan 99% Yoona tidak akan bisa memiliki anak”. Siwon membuang nafasnya kuat dan masuk ke ruangan Yoona. Yoona sudah siuman dan Siwon menjelaskan semuanya kepada Yoona. Karena kejadian ini, Yoona menangis selama 3 hari tapi berhenti ketika Siwon berkata “Mungkin Tuhan tidak mengizinkan kita mempunyainya karena tau kita belum bisa menjaganya nanti. Suatu saat nanti, masih mungkin jika kita akan mempunyainya sayang”. 

Flashback off

Yoona tersadar dari lamunannya ketika mendengar Siwon berkata “sayang kita masuk kedalam ya, sudah malam”. Wah sangat tidak terasa hari sudah malam. Yoona mengangguk. Mereka pun masuk ke kamar. Yoona duduk dimeja riasnya, membersihkan makeup diwajahnya. Kemudian dapat dirasakannya kedua tangan Siwon memeluknya dari belakang dan berkata “Sayang.. besok kita akan pergi ke Swiss ya, aku mempercepatnya karena sudah tidak sabar berlibur berduaan bersamamu”. Yoona terdiam sejenak dan menjawab “Baiklah jika itu dapat membuat Oppa senang”. Kemudian mereka membersihkan diri mereka. Setelah mereka siap, Siwon langsung mengangkat Yoona ke tempat tidur, membaringkan Yoona di lengan kanannya sedangkan lengan kirinya mengelus rambut Yoona pelan.

Pagi sudah menyambut kota Seoul. Siwon dan Yoona sedang berada di airport menunggu persiapan pesawat pribadi Siwon yang sedang dipersiapkan. Siwon telihat memakai kemeja putih, celana jeans ponggol dan coat coklat Burberrynya membuatnya terlihat sangat stylish sedangkan Yoona dengan dress Burberry yang sewarna dengan coat Siwon dan blazer biru Chanelnya dan heels Louboutin coklat serta tak lupa tas Hermes piccotin merahnya. Oh, pasangan sempurna! Saat pesawat pribadi Siwon sudah siap, mereka langsung naik. Pesawat ini akan membawa mereka ke Swiss. Selama perjalanan, Siwon membuat Yoona merasa seperti seorang Ratu karena Siwon melayani Yoona terus seperti seorang tuan dan pelayannya. Ah, Siwon manis sekali.

Setelah berjam-jam berada didalam pesawat, akhirnya mereka pun tiba di Swiss. Yoona memejamkan matanya, menghirup udara Swiss. Siwon yang berada disampingnya langsung mencium bibir Yoona. Hal ini spontan membuat Yoona membuka matanya. Yoona tersenyum malu saat Siwon kembali mencium bibirnya, kali ini lebih lama. Setelah itu, Siwon merangkul pinggang Yoona dan mereka berjalan bersama ke Limousine yang dibeli Siwon untuk mereka pakai selama di Swiss. Setelah 25 menit, mereka pun sampai di Hotel termewah di Swiss dan memasuki ruangan VVIP dihotel itu. Yoona pun langsung memutuskan untuk memesan makan malam dihotel ini dan dibawa ke ruangan mereka. Selama makan, Siwon terus menggoda Yoona, membicarakan hal-hal yang membuat pipi Yoona merah. Setelah Siwon dan Yoona selesai makan, Siwon langsung membersihkan dirinya begitu juga dengan Yoona. Yoona keluar dari kamar mandi hanya memakai kimono pendek dan rambut yang terlihat masih basah. Siwon yang melihat itupun berkata “Oh sayang, kau terlihat sexy. Bagaimana jika kita melakukan itu sekarang?”. Yoona baru saja akan menjawab tetapi terlambat Siwon sudah mendorong Yoona ke tempat tidur dengan posisi Siwon diatas tubuh Yoona. Yoona entah kenapa terlihat sangat malu, padahal mereka sudah bisa melakukan ini. Siwon langsung mencium lembut bibir Yoona kemudian mengigit bibir Yoona sesekali. Tangan Siwon sudah melepaskan kimono Yoona dari tubuh Yoona yang terlihat semakin sexy karena tidak memakai sehelai main pun sekarang. Siwon kemudian meremas kedua payudara Yoona. Ini yang membuat Yoona meremas rambut Siwon kuat. Yoona tanpa sadar sudah membuka baju dan celana Siwon. Kamar ini terasa sangat panas karena apa yang mereka lakukan sekarang. Siwon kembali mencium bibir Yoona dan sekarang menuju lehernya yang mulus itu. Setelah merasa cukup, Siwon kemudian memasukkan miliknya ke milik Yoona, ini membuat Yoona mendesah “Oppa.. Oppa mm.. Oppa” *end disini ya, kalau mau lebih chapter ini udh harus dipassword*

Paginya ketika Siwon membuka matanya senyum indah terlihat dibibirnya. Bagaimana tidak? Pemandangan yang kini dilihatnya sangat indah. Yoona yang tertidur di dadanya terlihat sangat amat cantik. Entah kapan Yoona akan terlihat tidak cantik, Yoona selalu saja mempesona. Siwon mengelus pelan rambut Yoona dan mencium sekilas bibir Yoona. Ini membuat Yoona terbangun dan tersenyum malu. Mereka pun langsung bergegas untuk mandi karena hari ini mereka akan ke taman dan menghabiskan waktu disana seharian. Yoona memang sangat suka menikmati waktu ditaman. Sehabis mandi, mereka memutuskan untuk makan pagi di restaurant hotel ini lalu pergi ke taman. Setelah 30 menit dijalan.. Siwon dan Yoona sekarang sudah duduk dibangku taman yang menampakkan bunga berbagai warna yang sangat indah. Yoona tiba-tiba berkata “Oppa, apakah Oppa mencintaiku? Maksudku akan terus mencintaku sampai kapanpun?”. Siwon tanpa pikir langsung menjawab “Tentu saja. Oppa akan tetap mencintaimu walaupun misalnya jika suatu saat nanti kau berselingkuh, haha”. Yoona mencubit perut Siwon dan menjawab “Yak Oppa, teganya kau bilang aku akan berselingkuh? Ah tapi baiklah, berarti aku sudah mendapat izin dari Oppa, hahaha”. Siwon kemudian mencubit hidung Yoona pelan dan berkata “Kenapa Oppa berani mengatakan itu? Karena Oppa yakin kau tidak pernah bisa berpaling dari Choi Siwon yang terlalu tampan ini”. Yoona kemudian membalas “Baiklah tuan Choi terhormat. Aku sekarang mengerti kenapa Fany unnie mengatakan Oppa itu narsis sekali, haha”. Siwon mengelitik Yoona dan mereka pun tertawa bersama. Sungguh pemandangan yang membuat semua orang yang melihatnya merasa iri. Siwon yang tampan serta Yoona yang cantik dan menawan memang sangat cocok. Setelah menghabiskan waktu sampai sore ditaman, Siwon mengajak Yoona ke restaurant mewah. Saat makanan datang, mata Yoona berbinar dan langsung makan dengan sangat lahap. Ini membuat Siwon tersenyum senang. Tiba-tiba beberapa pemain musk masuk ke ruangan mereka setelah Siwon menepuk tangannya 2 kali. Yoona sangat terkejut bukan hanya karena para pemain musik itu tapi juga karena saat ini Siwon sudah berjongkok didepannya memegang sebuah kotak yang terbuka memperlihatkan kalung dan cincin berlian yang sangat mewah. Siwon lalu mengucapkan “Sayang, maukah kau menjadi pemilik hatiku selamanya? Bukan berarti selama ini kau bukan pemilik hatiku tapi aku hanya ingin kau mengklaim sekali lagi sayang.. hmm.. tidak ada pilihan selain ‘YA’ apapun yang terjadi karena aku tidak akan pernah melepaskanmu apapun yang terjadi”. Yoona sudah mengeluarkan air matanya. Memang jni bukan pertama kali Siwon melakukan hal ini, tapi kata-kata Siwon yang membuatnya merasa sangat amat dicintai. Yoona berdiri lalu menjawab “Tentu saja, aku tidak bodoh. Tidak mungkin aku melepaskan tuan konglomerat dan tampan ini, apalagi ditambah aku sangat mencintainya” dan memeluk Siwon erat dan berbisik ditelinga Siwon “Oppa, kau selalu bisa membuatku menangis bahagia dengan hal-hal simple seperti ini, aku sangat sangat mencintaimu, maaf untuk semua kekuranganku dan terima kasih karena Oppa tetap berada disampingku sekarang, aku sungguh merasa sangat bahagia Oppa”. Siwon mengelus punggung Yoona dan menjawab “Aku lebih mencintaimu sayang dan aku akan membunuh diriku sendiri jika aku meninggalkan wanita cantikku ini, malaikat berhati baikku”. Siwon kemudian menangkup wajah Yoona, mencium bibir Yoona dan dibalas oleh Yoona. Ciuman itu berakhir ketika seorang pelayan menjatuhkan gelas dan menibulkan suara nyaring.

TBC..

Penasaran sama chapter selanjutnya?

Author sebelumnya mau bilang terima kasih atas semua support kalian. Oh ya, maaf ya kemungkinan chapter endnya bakal ku protect hehe. So, tinggalkan jejak kalian readers.

Buat yang masih belum tau meminta password lewat mana, author kasih tau lagi ya..

Bisa dengan cara ini:

• Inbox ke Facebook “Pixel” (Photo Profielnya photo YoonWon)

• Mention ke twitter @minefanfiction_

• atau email (Silahkan liat dimenu ‘password’)

Sorry kalau FF dan part ini masih banyak kekurangan ya..

Berikan saran/kritik kalian dan tinggalkan jejak ya!

See you at next posting guys!

[2S] My Life’s Partner (Chapter 1/2)

Title: My Life’s Partner Cast : Siwon, Yoona and others Supporting Cast : Tiffany, Kangin, Yuri, Yesung. Length: Two shoot Hi author bawa Two Shoot, ini Two Shoot pertama yang aku post diblog. Semoga kalian suka ya. Kalau bisa tolong sertakan comment kalian, itu yang buat author termotivasi untuk buat FF”. Thanks. Happy Reading Siwon POV Aku ingin bertanya kepada kalian. Apakah kalian akan merasa bahagia jika melihat pasangan hidup kalian, suami/istri kalian bahagia? Atau malah sebaliknya? Aku mempunyai istri yang cantik, perhatian, baik, dll. Bahkan banyak lelaki yang menginginkan dia sejak dia SD. Hmm.. aku akan merasa berlipat – lipat bahagia jika dia bahagia. Aku sudah menikah dengan istriku selama lebih dari 3 tahun. Aku sendiri adalah presdir sekaligus pemilik Choi Hotel dan Choi Company. Dengan mengetahui itu, kurasa kalian sudah bisa menebak, aku bahkan bisa membeli apa yang aku dan istriku mau kan? Ya sangat benar, tapi satu hal yang tidak bisa kubeli adalah kebahagian untuk istriku, Yoonaku. Sejujurnya tanpa menggunakan uangku dia juga sudah bisa membeli segalanya. Orangtuanya adalah konglomerat seperti keluargaku. Yoona juga berprofesi sebagai model ya Kate Blair nama internationalnya. Aku selalu mengikuti Yoona jika dia pergi ke luar negeri untuk fashion show ataupun pemotretan. Cuma beberapa kali aku tidak ikut jika ada perjalanan bisnis yang membutuhkanku untuk pergi. Ya cukup sekian. Author POV Yoona bangun dipagi hari, setelah mencium pipi Siwon lembut, Yoona tersenyum dan kemudian membersihkan dirinya dikamar mandi. Yoona keluar setelah 40 menit kemudian dengan dress kuning Mars Jacob diatas lulut dan rambutnya yang dinaikan keatas. Lalu mencium bibir Siwon dan turun lantai kebawah. Saat dilantai 1, Yoona langsung berjalan ke ruang dapur, dia ingin memasak waffle untuk Siwon, ini kesempatan pertamanya untuk memasak. Baru saja akan menghidupkan kompor, koki rumah mereka sudah langsung berkata “Maaf Nyonya, tapi Tuan kan sudah bilang kalau Nyonya tidak boleh masuk ke dapur lagi. Biar aku saja yang memasak, waffle kan?”. Yoona mempoutkan mulutnya lalu menjawab “Ah, bibi tidak usah mendengarkan Choi Siwon itu, biar aku saja ya? Kali ini saja..”. Koki itu menjawab “Tidak Nyonya, nanti kami akan kena pecat dan juga ini berbahaya buat Nyonya”. Yoona menggerutu membalas “Sudahlah bibi, Siwon Oppa tidak akan tau, dia masih tidur”. Koki itu menjawab “Tapi Nyonya..”. Yoona memotong “Kalau Choi Siwon berani memecat kalian, dia akan ku tend..” “akan kau apakan sayang?” Siwon menyahut. Ah, Siwon sudah bangun dan langsung turun kebawah. Koki itu langsung membungkuk dan pergi bersiap-siap untuk masak sedangkan Yoona menoleh sambil berkata dalam hati “Hati-hati Yoong, si penguasa telah bangun” kemudian berjalan ke arah Siwon lalu langsung memeluknya berkata “Ayo Oppa kita memilih pakaian untuk kau pakai hari ini ke acara reuniku nanti”. Siwon sudah balas memeluk Yoona, tersenyum melihat tingkah istrinya yang mengalihkan bahan pembicaraan, tapi kemudian Siwon berkata “Itu urusan nanti, sekarang jawab dulu apa yang akan kau lakukan? Yang tadi kau bilang ke bibi Kim?”. Yoona berkata “Apa yang kukatakan? Aku juga sudah lupa”. Siwon langsung menggelitik Yoona sambil berkata “bilang saja akan menendangku, iya kan? Awas kau”. Yoona tertawa membawa Siwon ke kamar mereka. Sampai didalam Yoona duduk disofa dan menjawab “Biar saja, aku merasa bukan seperti istri yang baik karena tidak pernah memasak Oppa”. Siwon langsung berjongkok dan memegang tangan Yoona menjawab “Apa yang tidak baik? Kau sudah melayaniku dan merawatku dengan sangat baik sayang”. Entah kenapa, mendengar itu Yoona menangis dan memeluk Siwon erat lalu berkata “Tapi.. Oppa. Apakah Oppa lupa kalau aku juga tidak bisa memberikan Oppa anak?”. Siwon terdiam. Ah ini adalah topik yang tidak akan pernah mau dibicarakannya. Yoona mengucang sedikit tubuh Siwon lalu berkata “Seharusnya Oppa sudah melepaskanku 2 tahun lalu hiks saat insiden kecelakaan itu terjadi hiks..”. Siwon kembali memeluk erat Yoona dan menjawab “Itu tidak lagi penting Yoong”. Yoona menangis kuat dan Siwon membiarkannya. Yoona berkata lagi “Aku sungguh tidak berguna Oppa, seharusnya aku hati-hati saat itu jadi aku tidak akan mengecewakan Oppa. Aku juga selalu sibuk, hingga Oppa harus mengikutiku keluar negeri untuk melakukan pekerjaanku. Kenapa Oppa tidak melepasku saja dan mencari wanita yang lebih sempurna? Sungguh aku merasa tidak bisa berbuat apa-apa untuk Oppa. Maafkan aku Oppa. Kau terlalu sempurna untukku”. Siwon mengusap punggung Yoona menenangkan istrinya lalu menjawab “Kenapa kau berkata seperti itu sayang? Itu bukan salahmu. Dan juga Oppa tidak kenapa-kenapa jika tidak mempunyai anak, Oppa juga sangat senang, karena itu, Oppa bisa bermanja-manja tanpa ada yang menganggu. Jika Oppa melepaskan kau, Oppa tidak akan bisa hidup seperti sekarang. Dan apa tadi katamu? Mencari wanita lain? Itu tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. Oppa hanya akan mencintaimu sampai mati sayang. Sudahlah lupakan tentang ini. Nanti kita akan pergi ke reunimu siang ini, jadi harus bersenang-senang bukan bersedih sayang” lalu mencium kedua mata dan juga bibir Yoona. Yoona mengusap airmatanya lalu mengecup pipi Siwon malu-malu dan berbisik “Thankyou Oppa, Saranghae dan maafkan aku”. Siwon membalas “Saranghae, dan kau tidak bersalah sayang”. Setelah itu, Siwon membersihkan dirinya lalu memakai pakaian santai lalu makan pagi bersama Yoona dibawah. Makan pagi mereka sudah selesai tapi baru jam 8 pagi. Mereka baru akan pergi jam 11.30 siang. Jadi Siwon dan Yoona memutuskan untuk bersantai diruang theater khusus dirumah mereka. Yoona memutar film “The Fault in our star” lalu duduk di couch panjang merah dengan Siwon yang menidurkan kepalanya dipaha Yoona. Bukannya menonton, Siwon malah memeluk erat perut Yoona dan mencium perut rata itu beberapa kali, sedangkan Yoona mengusap lembut rambut Siwon. Siwon kemudian berkata “Bagaimana kalau besok lusa kita pergi ke Swiss untuk berlibur sekaligus juga kau mempunyai wawancara 1 hari disana”. Yoona menjawab “Aku sangat mau, tapi bukannya 4 hari yang lalu kita baru saja pulang dari New Zealand, dan itu juga berlibur bukan bekerja Oppa”. Siwon lalu bertanya “Lalu kenapa?”. Yoona menjawab “Oppa juga harus bekerja kan..”. Siwon menjawab “oh kalau itu tidak apa-apa. Aku juga rela bangkrut kalau itu bisa membuatku menghabiskan waktuku denganmu sayang”. Yoona mendegus dan berkata “Oppa memang sudah gila sepertinya”. Siwon menjawab “memang sudah gila karena istriku yang sangat cantik ini” lalu mencium bibir Yoona lama. Ciuman itu kepada karena suara IPhone 6+ Yoona berdering, telepon dari Tiffany. Yoona mengusap kepala Siwon sambil membuka loudspeaker telepon itu lalu berkata “Oh, Morning unnie, what’s up?”. Tiffany terkekeh di seberang sana lalu menjawab “Morning Yoong. Maaf mengganggumu. Apakah si Choi Siwon, sepupuku itu sudah bangun? Yoong, kau akan datang kan siang ini?”. Siwon menjawab sebelum Yoona “hey si wanita pengganggu istriku, aku sudah bangun. Puas?”. Tiffany tertawa. Kemudian Yoona berkata “Pasti unnie, lets talk later. Aku dan Siwon Oppa akan bersiap-siap sekarang”. Tiffany menjawab “Ok, aku, Valerie dan Kangin Oppa juga akan bersiap-siap. See you later”. Lalu mereka pun memutuskan telepon itu. Yoona berkata “Ayo Oppa, kita siap-siap sekarang. Nanti akan terlambat”. Siwon yang sedang menggesekkan wajahnya diperut Yoona menjawab “Sebentar lagi sayang, lagipula mereka juga akan menunggu raja dan ratunya untuk datang sayang”. Yoona memukul dada Siwon dan berkata “Baiklah hanya 10 menit saja Tuan Choi”. 10 menit berlalu, sekarang Siwon dan Yoona sudah berada dikamar. Yoona sedang duduk dimeja riasnya, berdandan. Sedangkan Siwon tengah bingung memilih tali pinggang. Siwon kemudian berjalan keluar dari walk-in-closetnya menuju Yoona lalu mengalungkan tangannya ke leher Yoona dan berkata “Sayang, nanti pilihkan aku tali pinggang yang cocok ya”. Yoona memandang Siwon dari kaca rias besar itu dan berkata “Ayo sekarang, aku juga sudah siap makeup”. Siwon memeluk Yoona dari belakang sambil berjalan ke walk-in-closet Siwon. Saat sampai diwalk-in-closet, Siwon masih memluk Yoona dari belakang. Yoona terlihat memadukan tali pinggang” Siwon dengan pakaiannya. Pilihan Yoona akhirnya adalah tali pinggang Hermes hitam yang sangat cocok dengan kemeja biru dongker dan coat Gucci coklat Siwon. Yoona kemudian berkata “Sudah dapat Oppa, ada apa dengan hari ini? biasanya Oppa juga sangat pandai memadukan pakaian”. Siwon hanya tersenyum lalu berkata “Yasudah, sekarang pakaikan untukku”. Yoona berkata “ah Oppa, cepatlah aku akan memilih pakaian untukku juga”. Siwon berkata “Makanya, sekarang pakaikan sayang”. Yoona menyerah lalu memakaikan untuk Siwon. Setelah menyuruh Siwon melepaskan pelukannya. Siwon tersenyum lebar melihat wajah cantik Yoona walaupun sedang serius memakaikan tali pinggang untuknya. Setelah selesai, Yoona berjalan kewalk-in-closetnya dengan Siwon yang memeluk dirinya kembali dari belakang. Yoona membuka lemari yang besar dan saat dibuka didalamnya terlihat berbagai dress dari mereka ternama yang sangat disukai wanita. Yoona akan memakai dress tapi tidak jadi karena Siwon menyuruhnya memakai baju dan rok saja. Akhirnya Yoona memakai kemeja soft pink lengan panjang Chanel dengan pita besar disekitar leher yang dipadukan dengan rok diatas lutut Chanel yang berwarna hitam tidak lupa tas Hermes Kelly limited berwarna merah yang Siwon belikan saat Siwon melakukan perjalanan bisnis ke Milan bulan lalu serta heels Valentino berwarna hitam. Yoona membiarkan rambutnya terurai. Yoona kemudian memilihkan sepatu Louboutin biru tua untuk dipakai Siwon. Pasangan yang terlihat sempurna. TBC..

Sebenarnya cerita ini mau dibuat oneshoot aja, tapi ga jadi karena terlalu panjang jadinya. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa comment kalian. Berikan saran atau kritik kalian. Kemungkinan kelanjutan ini akan dipost malam ini atau besok dengan diprotect. Diprotect atau tidak tergantung kalian juga kok.

So be good readers.

Oh ya author udh nulis chapter 6 dari Our Journey, Our Story. Kemungkinan akan dipost hari ini atau besok. Sepertinya akan diprotect karena banyaknya silent readers hehe. Good readers tenang aja, author ada catet nama” yang udh comment dimana atau chapter berapa aja. Jadi usaha atau kesediaan comment kalian tidak dia dia kok.

Thankyou.. sampai jumpa dipostingan berikutnya.