[One Shoot] My Love

Title : My hLove

Cast : Choi Siwon, Im YoonA, others.

Disclaimer : All the casts are belong to God, their family and company. This story is written based on my imagination. No copy paste from others or whatever.

 

Happy reading!

.

.

Akhirnya author comeback walaupun cuma dengan 1 coretan atau cerita pendek gini hehe. Hope you guys like this story.. semoga pada terhibur ya!

Enjoy..

.

.

.

Happy reading..

Author POV

2020

Setelah keluar dari ruangan Mr. Choi, yaitunya ayahnya.. Choi Siwon terlihat sangat terburu-buru.. ah wajar saja, bagaimana tidak terburu-buru. Barusan dirinya mengangkat telepon dari putranya yang berusia 13 tahun yang mengomel mengapa dirinya belum juga sampai di depan sekolahnya padahal jam sudah menunjukkan pukul 15.41, yang berarti Choi Siwon sudah terlambat kira-kira satu setengah jam. Ini semua karena ayahnya mengajaknya berdiskusi tentang proyek baru yang akan dibangun ayahnya dan juga ayahnya bertanya bagaimana bisnisnya sendiri. Ya, walaupun Siwon menjadi seorang CEO di The Choi Enterprise.. tapi Siwon sendiri mempunyai beberapa perusahaan dan hotel-hotel yang tersebar di banyak negara terutama bagian Amerika, Eropa dan Jepang. Tentunya ada juga di Korea Selatan.

Siwon pun langsung masuk ke mobil yang sudah menunggunya di depan perusahaan ayahnya. Audi berwarna merah itupun langsung melaju cepat setelah Siwon masuk ke kursi penumpang. Mungkin ada yang bertanya mengapa Siwon duduk dikursi penumpang? Itu karena supirnya yang menyetir. Mungkin ada lagi yang bertanya jadi mengapa tidak menyuruh supirnya menjemput anaknya saja dari tadi. Itu semua karena anaknya mau Siwon yang datang menjemputnya. Lagipula kemarin Siwon sudah berjanji. Apalagi putrinya.. hah, memikirkannya saja sudah membuat Siwon meringis. Dirinya tau akan seperti apa kedua anaknya nanti setelah masuk ke mobil. Mungkin dirinya akan mendengar banyak omelan dari kedua anaknya apalagi putrinya. Duh.

Tanpa terasa, 40 menit sudah berlalu. Akhirnya mobil Siwon pun masuk ke tempat parkir khusus sekolah anak SMP yang menjadi tempat belajar putranya ini. Ya, kedua anaknya bersekolah disekolah yang sama namun gedungnya berbeda.. gedung putranya di sebelah utara sedangkan putrinya di sebelah selatan karena putrinya masih berusia 9 tahun jadi dirinya tentu masih dibangku SD. Guys, jangan membayangkan Utara dan Selatan seperti yang sebenarnya di peta.. utara dan selatan sekolahnya ini tidaklah sejauh itu. Haha.

Siwon pun turun dari mobilnya dengan iPhone hitam ditangannya. Walaupun sudah agak lama dari jam pulang sebenarnya, sekolah ini masih lumayan banyak orang karena setiap harinya ada ektrakulikuler jadi ya begitulah. Dan tak terlupakan ada juga orang tua yang duduk di bangku taman samping kiri parkiran mobil gedung utara ini. Mungkin mereka sedang menunggu anak-anak mereka. Dan kebanyakan adalah ibu-ibu jadi saat Siwon lewat didepan mereka, mereka seperti melihat pangeran saja. Siwon tau tapi dia tidak terlalu memperdulikan itu.. dirinya hanya tersenyum ramah dan berjalan cepat menuju ruangan dimana anaknya menunggu ketika dirinya minta dijemput oleh Siwon.

Membuka pintu kelas yang bertuliskan ‘Mars’ , Siwon pun tersenyum ketika melihat putranya duduk sendiri diujung kanan meja berwarna biru sambil menonton televisi yang ada di depan meja-meja ini. Ah, ini adalah ruang teater untuk anak SMP di sekolah ini. [Masih bisa ya Siwon tersenyum padahal anaknya tinggal sendiri didalam wkwk]

Siwon pun berdehem lalu bersuara “Hey buddy!!”

Putra menoleh kearah suara Siwon dan langsung berdiri. Mukanya memang seperti orang kesal tapi dirinya tetap memeluk tubuh Siwon erat ketika melihat Siwon membuka kedua tanggannya tanda mau memeluk anaknya.

Melepaskan pelukannya, Choi Andrew, anak Siwon pun berkata “Why you come late again, Dad?”

Siwon yang merasa bersalah pun menjawab “Sorry son. Tadi daddy bicara dengan haraboeji dan tanpa sadar waktu berjalan dengan cepat. Mianhae, hmm?”

Choi Andrew pun mengangguk dan berkata “Oh dad. Kali ini aku memaafkan daddy. Tapi lain kali jangan terlambat lagi.”

Belum sempat Siwon menjawab, Choi Andrew sudah berkata “Dad, Mommy tidak ikut? I miss her so much.”

Siwon tersenyum mendengarnya.. ya, tak heran lagi sih. Andrew memang sangat menyayangi mommynya, bisa dibilang lebih sayang mommynya daripada daddynya. Like in his life, literally no mother, no life.

Siwon pun menjawab “Jika kangen Mommy kenapa minta Daddy yang menjemput? Kau ini huh.”

Andrew pun tertawa “Sorry dad. Aku juga rindu pada daddy tapi lebih rindu pada mommy sih.. hahahaha.”

Mereka berdua pun tertawa dan berjalan menuju mobil yang sekarang sudah menunggu didepan pintu sekolah. Ya, supirnya sudah keluar dari parkiran setelah menerima pesan dari Siwon kalau mereka sudah akan keluar dari sekolah.

Setelah itu, beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di gedung bagian selatan untuk menjemput anak bungsu keluarga Choi. Si princess.

Hanya Siwon yang keluar dari mobilnya karena Andrew malas ikut keluar. Bukan berarti dia tidak menyayangi adiknya.. tapi karena teman-teman adiknya yang akan meneriaki namanya setiap melihatnya di gedung selatan atau dimanapun dia berada jika mereka melihatnya. Ya typical remaja yang menidolakan kakak kelas yang ganteng, terkenal, pintar, kapten basket apalagi Andrew itu anak konglomerat lagi. Siapa sih yang tidak mau? Ayahnya saja masih banyak yang mau hahaha.

Sambil menunggu ayahnya yang turun menjemput adiknya. Andrew pun membuka iPhonenya lalu bermain game kesukaannya ditemani supir yang hanya duduk dibangku depan yang juga berkutat dengan ponselnya.

Siwon yang sudah tau dimana putrinya biasanya berada pun segera berjalan ke arah taman bermain disekolah ini. Dirinya terus berjalan sampai dirinya melihat segerombalan perempuan yang seperti mengerumi seseorang. Siwon pun semakin mempercepat langkahnya tapi belum sempat melangkah, dirinya sudah dipanggil oleh Summer, anak sepupunya Sooyoung.

Summer pun berkata “Hello. Uncle ganteng.”

Choi Siwon tersenyum dan berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Summer lalu menjawab “Hello juga anak cantik. Kau belum dijemput?”

Summer tertawa dan menggelengkan kepalanya “Sebenarnya sudah. Tetapi tadi Omma ke kantor guru untuk marah ke wali kelas kami.” Kami? Ya Summer dan anak bungsu Siwon, Choi Callistha kebetulan sekelas.

Siwon pun tertawa lebar “Kenapa lagi Ommamu? Marah-marah terus.”

Summer memeluk leher Siwon dan mengecup pipi Siwon. Dirinya memang suka dekat-dekat Siwon, bahkan dirinya terang-terangan bilang di depan Appanya sendiri kalau uncle Siwon lebih ganteng dan keren dari ayahnya. Ada-ada saja bukan.

Summer lalu melepaskan pelukkannya lalu menjawab “Kata Omma tadi Omma melihat Callistha didorong teman kami dan tak ada guru sama sekali disana.”

Siwon membulatkan matanya. Astaga. Putrinya terjatuh. Dan pasti sedang menangis. Ya, dirinya akui, baik dirinya dan Yoona sama-sama memanjakan anaknya apalagi Callistha karena mereka menganggapnya masih kecil. Jadi anak bungsunya itu dijaga bagaikan berlian termahal didunia.

Siwon lalu bertanya “Lalu dimana Callistha, hmm?”

Summer pun menjawab “Aku tidak tau uncle. Tadi aku di perpustakaan, aku tidak bermain dengan Callistha. Aku juga sedang mencari Callistha. Omma menyuruhku menemani Callistha di taman bermain jadi mungkin dia ada disekitar sini.”

Siwon pun seakan tersadar dirinya langsung mengandeng Summer dan berjalan menuju gerombolan perempuan yang tadi dirinya lihat.

Para anak perempuan itu langsung pergi ketika melihat Siwon dan Summer datang ke arah mereka. Dan ya ternyata Callistha sedang terduduk dilantai dengan keadaan menunduk ke bawah dan mata sembab karena menangis terus.

Siwon pun langsung berjongkok membuka suara “Princess? Ini Daddy.”

Callistha pun langsung menaikkan kepalanya. Melihat Siwon di depannya, Callistha langsung memeluk ayahnya sambil menangis.

Siwon pun membiarkan putrinya menangis. Disamping itu, Summer terus berkata “Callistha, jangan menangis terus. Aku jadi ikut sedih..”

Siwon tersenyum. Summer memang tipe anak yang dewasa, mandiri dan manis. Summer lahir sekitar 10 bulan sebelum Callistha. Summer di bulan February, Callistha di bulan December. Maklum ya, Callistha kan hasil dari honeymoonnya dengan Yoona setelah dirinya melihat Sooyoung punya anak perempuan. Callistha adalah kado terindah di bulan natal itu untuk Siwon, his forever princess. Itu yang Siwon bilang ke teman-temannya ketika bertanya kenapa sih Siwon memperlakukan anaknya seperti seorang princess bukan seperti anak. Maksudnya Siwon itu terlalu memanjakan anaknya bahkan rela saja dimarah-marah anaknya. Ya, itulah dia, dia terkenal tegas dan agak cool serta dingin dikalangan karyawan-karyawannya. Tapi di rumah dan bagi keluarganya, Siwon adalah sosok termanis, terhangat serta the most-gentleman like man bagi mereka.

Sedikit menambahkan, Sooyoung, sepupu Siwon dari keluarga ayahnya dan Tiffany, yang juga sepupu Siwon tapi dari keluarga ibunya. Kebetulan mereka berdua adalah sahabat Yoona sangat lama. Sooyoung sih karena dia dan Yoona sudah kelas dari bangku SD sebelum berada di kelas yang sama. Mereka semakin dekat karena entah kebetulan atau apa, pas SMP, mereka berdua masuk ke tempat latihan modelling ysng smaa. Mereka berdua sudah bertemu di kelas menari anak-anak TK. Dan mereka terus saja sekelas sampai SMA. Bahkan kuliah pun di negara yang sama yaitu Paris. Sooyoung mengambil jurusan fashion management sedangkan Yoona mengambil fashion designer. Nah saat kuliah, Yoona bertemu dengan Tiffany yang mengambil jurusan yang sama. Ya, walaupun Tiffany memang seniornya. 1 tahun diatasnya maksudnya. Dan ya, setelah itu mereka pun menjadi dekat ditambah Tiffany tau Yoona adalah sahabat Sooyoung. Yoona dan Tiffany pun menghabiskan sekitar 3 tahun dikelas yang sama ditambah 1 tahun membuka usaha bersama, tentunya bersama Sooyoung juga. Walaupun mereka dari keluarga sangat berada, mereka tidak menjadi manja. Sebenarnya harusnya Yoona mengambil S2 lagi kareja dirinya masih sangat mudah, 19 tahun. 19 tahun? Ya karena Yoona sekolah lebih awal dan juga pernah loncat kelas sekali jadi pada umur 15 tahun, Yoona sudah tamat SMA. Dan karena bertemu Choi Siwon.. semuanya jadi tak sesuai jalannya. Apa pengaruhnya? Karena Choi Siwon mengajak dirinya menikah dan ketika mau bekerja, Siwon akan mengomel padanya dengan alasan “Aku akan sering membawamu ikut ke perjalanan bisnisku. Dan juga kita akan sering jalan-jalan. Jadi kau tidak akan bisa bekerja tau.” Hah.

Oh ya, jika ada yang bingung mengenai umur mereka. Disini Tiffany seumuran dengan Siwon berarti saat itu dirinya berumur 18 tahun. Tiffany harus sudah berkuliah saat berumur 17 tahun tapi karena menunda jadi ya begitulah. Dan juga Sooyoung.. disini Sooyoung 2 tahun diatas Yoona, jadi memang dia berumur 17 tahun, kuliahnya diwaktu yang pas.

Ingin tau bagaimana dirinya bertemu Choi Siwon? Baiklah aku ceritakan sedikit.

Flashback ON

(13 years ago)

2007

5 Juni 2007

Di tahun kedua Sooyoung di Paris, Siwon yang berkuliah jurusan business dan management di New York pun pergi ke Paris untuk melepas rindunya dengan sepupunya itu. Maklum lah, sepupunya memang perempuan semua dan Sooyoung lah yang lebih ke tomboy-an jadi dirinya paling sering bermain dengan Sooyoung dan seiring berjalannya waktu, mereka yang sudah dewasa pun semakin dekat. Sampai disana, Siwon langsung pergi ke penthouse yang dihuni oleh Sooyoung, Tiffany dan katanya seorang teman mereka. Ya dia sudah lupa namanya.

Karena Siwon diam-diam datang ke Paris. Siwon tidak memberitahu Tiffany dan Sooyoung dirinya berkunjung ke Penthouse mereka. Sialnya, Sooyoung dan Tiffany sedang berada diluar. Tiffany sedang berbelanja dengan teman-temannya. Sooyoung sedang makan dengan Jung Kyungho, pria yang menjadi suaminya sekarang. Tetapi ternyata, Tuhan memang sangat menyayangi Siwon, ketika dirinya menekan bel penthouse tersebut, seseorang membukakan pintu untuknya. Tanpa melihat lagi, dirinya langsung memeluk wanita yang ada didepannya saat ini.

Tidak mendapat balasan peluk dar orang yang dipeluknya, Siwon pun melepaskan pelukannya dan sudah ingin mengomel. Namum tidak jadi karena ternyata yang didepannya adalah orang lain. Bukan Sooyoung ataupun Tiffany.

Siwon pun merasa sangat malu dan tidak enak. Sejenak dirinya berpikir apakah dirinya salah penthouse. Tapi dirinya teringat, ada seorang teman sepupunya yang juga tinggal dipenthouse ini. Siwon tersenyum malu.

Dirinya pun langsung berkata “Sorry. I think you are Sooyoung or Tiffany. So I hug you directly. Its a misunderstanding. Sorry.”

Yoona hanya menjawab singkat “Its okay.” lalu berkata “Kau… Siwon Oppa kan?”

Siwon pun terkejut lalu berkata “Bagaimana kau tau?”

Yoona tersenyum dan menjawab “Kau lupa kita bertemu saat Sooyoung di bandara mau ke Paris. Aku ingat, Sooyoung waktu itu bilang kau rela pulang untuknya.”

Siwon tersenyum. Hatinya berdesir hebat melihat senyum yang diperlihatkan Yoona yang sekarang berdiri tepat didepannya. Dirinya sadar cinta sudah hadir dihatinya tanpa diundang. Siwon fokus pada senyum yang terus terukir indah di bibir Yoona dan tidak memperhatikan apa yang Yoona katakan lagi. Dirinya bahkan berpikir aneh sekali. Selama ini orang tuanya mengenalkan wanita-wanita seumurannya dan tak ada satupun yang diliriknya. Dan sekarang? Dengan hanya sebuah senyuman.. dunianya seperti sudah berubah. Padahal Yoona hanya memakai piyama rilakuma. Sedangkan wanita yang biasa dikenalkan padanya memakai gaun seksi, make up dan heels dan lain-lain. Heran. Tapi namanya cinta, kita tidak bisa memaksa siapa yang kita ingin cintai bukan? Kita bahkan tak tau siapa yang akan kita cintai, kita tak pernah bisa menentukan sendiri. Semua sudah diatur.. itulah namanya takdir atau destiny.

Setelah itu, baik Siwon dan Yoona pun memperkenalkan diri sekali lagi lalu masuk ke dalam penthouse. Yoona pun menyuruh Siwon masuk ke kamar Tiffany atau Sooyoung atau ruang tidur tamu saja jika mau. Siwon tanpa sadar menjawab “Bagaimana kalau ke kamarmu saja?”.

Yoona bukannya terkejut malah terkekeh. Karena ekspresi yang ditunjukkan Siwon saat itu baginya sangatlah lucu.

Yoona hanya menjawab “Kurasa tidak. Mom berkata tidak boleh mengizinkan teman laki-laki masuk ke akmarku. Kecuali keluarga.”

Siwon menggaruk kepalanya malu. Baru saja ingin mengeluarkan suara lagi. Yoona sudah melanjutkan perkataannya “Dan kita bukanlah saudara atau keluargaku. Kau sepupu Sooyoung unnie dan Tiffany unnie kan. Jadi kurasa.. hmm.. kau ke kamar mereka saja.”

Siwon tersenyum, dia maklum dengan semua yang diberitahu Yoona. Seingat dirinya, dari apa yang pernah dibacanya dari diary Sooyoung.. Yoona memang anak yang polos dan penurut pada orang tuanya apalagi latar belakang Yoona adalah dari keluarga terhormat dan berada juga. Jadi wajar saja, pasti orang tuanya sudah mengingatkan hal-hal seperti ini ke putri semata wayang mereka.

Siwon pun berkata “Tidak. Aku duduk di sofa saja. Kau mau ke kamar kan? Yasudah sana. Oh ya, panggil aku Oppa saja, okay?”

Yoona pun menjawab “Tidak. Aku mau ke taman belakang. Dan okay, Siwon Oppa.” diikuti suara tertawa Yoona.

Lagi dan lagi, ada deserin yang muncul di hati Siwon. Desiran yang tidak pernah dirasakannya. Dan ya, sejak saat ini, Siwon bertekad untuk menjadikan Yoona miliknya. Hmm.. miliknya? Ya nanti saat Yoona sudah cukup umur tentunya.

Sejak saat itu, Siwon dan Yoona pun semakin dekat. Siwon akhirnya memutuskan untuk menetap 3 bulan di Paris, menghabiskan masa Summer Holidaynya di Paris sekalian ya agar bisa dekat dengan wanita pujaannya. That pure girl.

Sooyoung dan Tiffany sadar jika Siwon sepertinya mencintai sahabat mereka. Jadi mereka berdua pun sering mencari alasan untuk pergi tanpa mengajak Yoona atau mereka juga sering membuat Siwon dan Yoona jalan berduaan ketika mereka di mall dengan cara mereka tiba-tiba menghilang entah kenapa.

Bulan pun berganti, Siwon akhirnya harus balik ke New York untuk melanjutkan studinya yang tinggal 1 semester lagi. Siwon pergi tanpa mengikat hubungan apapun karena ya dirinya tidak mau seperti mengikat Yoona menjadi miliknya. Hmm.. baginya itu kesannya mengekang Yoona. Mereka berdua hanya berjanji akan terus berkomunikasi dengan berbagai cara dan juga akan berkunjung ke tempat dimana mereka menuntut ilmu jika bisa. Paris ataupun New York.

Singkat cerita, 6 bulan kemudian, tepatnya 12 Desember 2007. Hari ini adalah hari kelulusan Siwon. Yoona, Sooyoung dan Tiffany berkunjung ke New York. Mereka pun menghabiskan natal bersama disana. Siwon memberikan sebuah kalung berlian yang didalamnya terdapat photonya dan juga photo Yoona. Yoona memberikan sepatu untuk Siwon. Sooyoung dan Tiffany yang melihat kejadian itu secara langsung hanya bisa saling menatap dan sama-sama terkekeh.

Lagi, Siwon dan Yoona tidak mengikat hubungan apapun walaupun sepertinya mereka sadar mereka dapat disebut berpacaran. Hanya saja, keduanya sepertinya sama-sama mengerti mereka tidak membutuhkan itu sekarang. Maksudnya belum waktunya saja.

2008

7 April 2008

Siwon kembali berkunjung ke Paris setelah hampir setengah tahun lebih tidak berkunjung dan tidak bertemu Yoona karena dirinya fokus menjadi CEO dari perusahaan ayahnya dan fokus mengurus bisnis yang dirintisnya sendiri. Siwon berkunjung karena hari ini adalah hari kelulusan Sooyoung dan Yoona. Tak ada yang terlalu special. Hanya memberi bunga dan hadiah pada sepupunya dan juga Yoona. Mereka lalu makan, berbelanja, bermain dan pergi ke Disneyland Paris untuk bersenang-senang. Itu saja. Satu minggu setelahnya, Siwon kembali ke Korea lagi meninggalkan Yoona dan kedua sepupunya yang masih ingin disana.

Tiga wanita itu lalu memutuskan membuka boutique bersama sambil menikmati hari-hari yang tersisa sebelum tahun depan mereka sudah pulang ke negara dimana orang tua mereka berada.

2009

4 October

Yoona, Tiffany dan Sooyoung baru saja sampai di penthouse yang mereka beli bersama. Penghasilan dari boutique mereka selama setahun ini mereka gunakan untuk membeli penthouse ini. Mereka memutuskan untuk tinggal bersama sampai masing-masing menikah dengan pasangan masing-masing nantinya. Belum ada yang merencankan pernikahan. Sooyoung memang akan bertunangan January 2010 tapi dirinya belum tau kapan akan menikah. Tiffany yang sudah bertunangan dengan seorang dokter pun masih belum memutuskan kapan mau menikah. Yoona? Dirinya belum memikirkan apapun sama sekali. Ya, dia dan Siwon memang masih sangat dekat walaupun tanpa ada status yang jelas. Menurut Yoona, baik dirinya dan Siwon sama-sama tau bagaimana hati masing-masing jadi ya tinggal lihat saja kedepannya bagaimana.

Malamnya Siwon dan Yoona bertemu disalah satu restaurant. Siwonlah yang mengajak Yoona. Mereka mengobrol tentang banyak hal. Malam ini tanpa sadar membuat keduanya yakin kalau mereka memang mencintai orang yang sedang bersama mereka saat ini. He is the one. She is the one.

17 September

Hari ini Yoona datang ke kantor Siwon sesuai yang perjanjiannya dengan Sooyoung dan Tiffany. Mereka bilang Yoona harus sering memperhatikan Siwon.. takutnya ada pegawai wanita yang mengoda Siwon. Jadi Yoona yang lugu pun berjanji pada mereka dia akan mendatangi Siwon. Dan ya hari ini harinya. Sedikit bercerita.. Siwon sangat bahagia Yoona datang dan tentunya juga terkejut.

24 November

Karena sudah mendekati natal, Siwon dan Yoona pun memutuskan berbelanja bersama.

Mengesampingkan yang tidak penting. Intinya, Siwon akhirnya menembak Yoona saat mereka dinner pada malam harinya di sebuah restaurant yang sudah Siwon sewa. Tentunya, Yoona menerimanya.

2011

Something special.. ? ^^ Yoonwonited pasti tau lah wkwk.

 

7 July

Akhirnya, Siwon dan Yoona resmi menjadi pasangan suami istri pada hari ini.

Setelah berbagai persiapan, akhirnya pernikahan pun bisa dilangsungkan dengan meriah dan mewah.

Tidak banyak yang bisa diceritakan selain kedua orang yang berbahagia dan banyak orang yang datang yang juga merasa bahagia. Itu saja.

….

…..

……

Siwon dan Yoona memutuskan untuk menundah kehamilan dulu selama kurang lebih setahun kedepan tentunya jika tiba-tiba diberikan mereka tidak akan menolak. Ini semua sih sebenarnya maunya Siwon. Katanya dia mau berduaan dulu dengan Yoona, mau mendapat perhatian dan kasih sayang Yoona sepenuhnya dulu sebelum ada orang yang hadir didunia mereka berdua. Karena Siwon yakin Yoona akan lebih memperhatikan anak mereka nantinya.  Ditambah, menurut Siwon, Yoona juga masih muda, masih berumur 21 tahun dan juga mereka seperti baru saja dekat lagi karena walaupun mereka sudah 4 tahun dekat tapi rasanya seperti tidak dekat karena mereka tidak setiap hari bertemu. Baru setahun belakangan ini saja, mereka bisa bertemu setiap harinya. Itupun beberapa jam per hari karena pekerjaan Siwon terlalu banyak selama ini. Karena Siwon bertekad, sebelum menikahi Yoona, semua usahanya dari hotel-hotel, perusahaa-perusahaannya harus sudah dapat diurus selesai supaya nanti tinggal menempatkan orang-orang kepercayaannya saja di berbagai negara. Jadi, nanti setelah menikah, dirinya tak akan meninggalkan Yoona terlalu lama dirumah. Dirinya tidak mau harus menatap semua kertas dikantornya lebih lama padahal istrinya sangat jauh lebih enak dipandang daripada kertas bertumpuk di kantornya.

[Segitu saja ya flashbacknya. Waktu author ga banyak nih hehe]

Flashback End

 

Setelah Callistha sudah tenang dan tak menangis lagi, Siwon pun mengendong putrinya menuju mobilnya tentunya setelah menyuruh Summer kembali ke ibunya yang sepertinya sudah akan sampai ditaman dan menyuruh Summer bilang ke ibunya terima kasih dan Siwon nanti akan meneleponnya.

Sampai di mobil, Andrew yang baru saja mau menjahili adiknya dengan berkata “Aku dan Daddy pergi jalan-jalan dulu baru menjemputmu.” pun tidak jadi karena melihat adanya sisa-sisa air mata di pipi adiknya. Dirinya langsung melihat ke arah Siwon.

Siwon yang seperti mengerti kalau putranya bertanya “Ada apa dengan Callistha, Daddy?”

Siwon pun menjawab “Nothing serious actually. Dia didorong oleh temannya jadi jatuh di taman kata Summer.”

Andrew berkata lagi “Siapa yang mendorong.. hmm.. maksudku namanya.”

Siwon tersenyum melihat putranya yang khawatir pada adiknya. Lalu menjawab “Daddy tidak tau. Sudahlah.. lagipula tadi daddy lihat tidak ada yang luka hanya merah jadi di bagian siku tangan Cal.”

Callistha akhirnya benar-benar sudah tenang pun kembali ceria seperti biasanya. Karena memang tidak ada yang terluka, mungkin hanya terkejut karena didorong temannya. Dirinya pun bersuara “Daddyy!!!! Miss you.”

Siwon tersenyum lebar lalu memeluk putrinya “Awww. I miss you more sweetheart.”

Siwon lalu bertanya.. hmm.. siapa tau anaknya mau cerita “Tadi kenapa temanmu mendorongmu?”

Callistha ternyata mau cerita pun menjawab “Karena dia meminta aku memberikan tanda tangan Oppa dan aku bilang tidak bisa. Dan akupun langsung didorong setelah itu. But actually it doesn’t hurt till so bad. Just shocked maybe dad! Don’t worry. I’m superwoman, you know.”

Siwon tersenyum mendengarnya. Ah putrinya memang sangat manis. Sepertinya istrinya. Berbicara tentang istrinya, dirinya menjadi sangat rindu pada istrinya. Istrinya besok siang atau sore baru akan pulang. Dari dua hari yang lalu, Yoona dan Tiffany pergi ke Paris untuk melakukan photoshoot sebuah majalah. Kenapa Sooyoung tidak ikut? Sepupu kesayangannya itu sedang hamil anak ketiganya. Sudah 6 bulan, jadi dirinya menolak untuk melakukan photoshoot karena dirinya tidak mau terlihat paling gemuk diantara mereka bertiga nantinya.

Karena Callistha dan Andrew bermain bersama. Siwon pun menelepon Sooyoung.

“Oh. OPPA!”

“Yak. Kau tidak bisa seperti Yoona ya yang lembut tidak teriak-teriak seperti ini?”

“OPPA!! KAU JAHAT SEKALI MENGATAIKU TIDAK LEMBUT. APA KARENA AKU SEKARANG SEDANG GEMUK? JAHAT!!”

Sabar Siwon. Ingatlah, sepupumu yang satu ini memang wanita yang berbeda dari Tiffany ataupun Yoona. Dia memang sudah seperti ini dari kalian kecil, kau saja yang sudah terbiasa akan kelembutan Yoona makanya kau mengeluh sekarang.

Siwon menjawab “Maafkan Oppa. Bukan seperti itu maksudnya. Oh ya, aku meneleponmu untuk berterima kasih karena kau repot-repot melapor pada guru tadi mengenai Callistha.”

Sooyoung menjawab “Itu tidak apa-apa Oppa. Lagipula kulakukan itu kareja aku sayang pada Callistha juga dan lagi, sahabatku Yoona itu kan super protective.”

Siwon menjawab lagi “Ya.. ya.. begitulah dia. Giliran soal anaknya saja begitu. Giliran aku dipukul olehmu Sabtu lalu ketika di restaurant itu dia malah tertawa. Huh.”

Sooyoung tertawa lebar mendengarnya. Dasar Choi Siwon, dimana jiwa manly dan cool mu yang selalu kau perlihatkan dikantormu itu. Kau menjadi seperti pria pengemis perhatian istrinya hahaha.

Setelah puas tertawa, Sooyoung menjawab “Tentu saja Yoona begitu Oppa. Setiap ibu akan begitu. Coba saja tanya Yoona pilih kau atau anak-anak kalian. Ku jamin 101% dia memilih Andrew dan Callistha.”

Siwon seperti tidak terima pun menjwab “Mana bisa begitu. Aku yang menemani, menyayangi dan melakukanmau serta memberikan apapun yang dia minta sebelum ada mereka berdua jadi harusnya dia lebih pilih aku dong. Lagipula sampai sekarang, aku tetap menuruti semua yang dia mau. Sedangkan kedua anak itu? Kebanyakan menyusahkan kan.”

Sooyoung lagi-lagi tertawa lalu menjawab “Ada-ada saja kau Oppa. Kalau Yoona dengan bisa bisa kau dimarah olehnya. Sudahlahnya, aku mau pergi dengan Sunny dulu. Mau membeli tas sekolah baru lagi hah.. capek juga jadi ibu.”

Siwon terkekeh lalu menjawab “Capek katamu? Di perutmu saja sudah ada yamg ketiga. Kalau memang capek jangan menambah. Lagian Sunny sudah SMP dan anak yang pintar serta Summer juga anak yang manis dan lucu. Sudah lebih dari cukup, Soo.”

Sooyoung menjawab langsung “Itu karena suamiku Oppa! Dia mau tanbah lagi dan juga mau anak laki-laki. Ini semua salahmu juga sih Oppa.”

Siwon menjawab “Kenapa aku ikut salah? Aku tidak ikut dalam proses pembuatan kalian sama sekali. Kau gila ya.”

Sooyoung menjawab dengan sedikit teriak “Karena suamiku melihatmu seperti kakak-adik dengan Andrew.. makanya dia mau punya anak lagi tentunya berharap itu laki-laki agar bisa sepertimu dan Andrew.”

Dengan itu, telepon ditutup oleh Sooyoung.

Siwon hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tertawa memikirkan Sooyoung. Tapi ini bukan salahnya memang.

Sampai didepan pintu rumah, mereka langsung didatagi maid-maid yang bisa mengurus Andrew dan Callistha ketika Yoona tidak ada atau sedang sibuk. Tas mereka diambil oleh mereka. Siwon tak lupa mengucapkan terima kasih. Andrew pun langsung turun dari mobil masuk ke rumah yang pintunya sudah dibuka dan langsung menuju kamarnya untuk mandi. Sedangkan Callista digendong Siwon sampai ke kamarnya dan menyuruhnya mandi juga. Karena sudah hampir jam 6 lewat. Malam ini, Siwon mau mengajak anaknya ke mall lagi untuk jalan-jalan dan makan setelah kemarin mereka bertiga pergi ke mall untuk makan dan nonton bioskop.

Masuk ke kamarnya, dirinya tidak langsung masuk ke kamar mandi. Melainkan dirinya berjalan menuju pintu balkon dikamarnya. Ya balkon yang lumayan besar ini biasanya adalah tempat dirinya dan Yoona menghabiskan malam bersama jika mereka sedang di Korea.

Dirinya pun mengambil iPhonenya dari saku celananya, berniat menelepon wanita yang sudah menjadi candunya selama bertahun-tahun. Karena sejak kemarin entah kenapa telepon Yoona tidak bisa dihubungi. Dia bahkan menelepon Tiffany juga tetapi hasil yang didapatkan tetap sama. Sedikit khawatir dan kesal, Siwon pun menelepon istrinya. Entah kenapa kedua wanita itu pergi disana. Apa shopping seharian? Tapi pasti Yoona bisa meneleponnya ketika melihat ada telepon darinya. Mana mungkin wanitanya itu tidak memegang handphonenya.

Lagi-lagi tidak diangkat. Siwon pun melakukan voice message “Choi Yoona. Kau kemana? Suamimu disini sudah kangen sekali. Cepatlah pulang. Kita akan pergi kesana bersama jika memang kau mau berlama-lama disana.”

“Oh.. jadi Oppa merindukanku ya?”

Siwon terdiam. Suara itu.. suara istrinya. Apa dirinya salah dengar karena efek sudah terlalu rindu.

Ah, daripada frustasi karena rindunya yang sepertinya sudah tak tertahankan, dirinya memutuskan mau mandi jasa. Berbalik kebelakang. Matanya terbelalak.

Yoonanya, istrinya, hidupnya, sudah ada didepan matanya.

Karena tidak percaya, Siwon berniat berjalan terus karena dirinya berpikir itu hanyalah bayangan Yoona. Tapi nyatanya Yoona hampir terjatuh karena Siwon menabraknya begitu saja.

Yoona pun kesal dan berkata “Jadi ini yang namanya kau rindu padaku? Kata Oppa rindu, tapi aku malaj kau tabrak Oppa. Kalau aku jatuh dan kakiku kenapa-kenapa aku akan menuntutmu Oppa. Aku serious.”

Yoona berbicara begitu karena melihat Siwon terus berjalan tanpa henti. Karena benar-benar sudah kesal, Yoona pun berkata dengan suara agak keras “Choi Siwon! Kau serious mau terus berjalan padahal aku sedang mengomelimu? Aku sengaja pulang sehari lebih awal karena berpikir aku akan dipeluk olehmu nyatanya hanya mendapatkan tabrakan dan kecuekkan darimu, Oppa!”

Siwon pun berhenti ditempat setelah mendengar suara Yoona berteriak. Dirinya berbalik ke belakang dan matanya benar-benar sudah seperti mau keluar dari tempatnya melihat ternyata Yoonanya benar-benar berdiri disana, dikamar mereka.

Yoona pun bersuara lagi “Kenapa kau melihatku begitu? Oh apa kutinggal beberapa hari saja sudah membuatmu terpesona pada perempuan lain? Ah.. apakah karena aku tak semulus wanita diluar sana yang kau temui? Atau aku kurus hingga kau lebih mencari yang lebih berisi.. ah atau kau—-”

Ucapan Yoona terhenti karena Siwon sudah menempelkan bibirnya pada bibir istrinya. Yoona seakan melupakan kekesalan tadi pun membalas ciuman dari Siwon, suami tercintanya. Her gentleman, her life, her children’s daddy and the most important one is he is her forever love and will always be the one she loves and cherish. Her forever love.

Setelah melepaskan ciuman mereka, Siwon langsung memeluk Yoona erat. Sangat erat. Sehingga Yoona berkata “Setelah mengambil keuntungan dariku dengan mencium bibirku, Oppa berniat membunuhku ya? Wah. Hebat sekali trickmu Oppa. Ckck.”

Siwon melepaskan pelukannya pada tubuh Yoona setelah mendengar perkataan istrinya itu. Tetapi tanggannya berpindah ke kedua bahu mulus Yoona. Dirinya lalu berkata “Kau kenapa sih sayang? Kau daritadi menuduhku terus. Dari melirik wanita lain sampai membunuh.”

Yoona menjawab cepat “Memang kan?”

Siwon menggelengkan kepalanya sambil tertawa. Gila saja, meninggalkan Yoona untuk wanita lain sama sekali tidak pernah ada dipikirannya bahkan dirinya tidak berani memikirkan hal seperti itu. Dari pertemuan pertama di penthouse di Paris, Siwon tak pernah melirik wanita manapun. Let me remind you all.. Yoona is her priority, she is want he REALLY need in his whole life. Dirinya bahkan rela membuang dan merelakan segala yang dia punya jika Yoonalah taruhannya.

Siwon pun dengan santai menjawab “Sayang.. kau tau bagaimana aku, bagaimana hatiku. Hatiku yang sampai saat ini berdetak, itu semua karenamu. Percayalah. Seluruh hidupku, jiwaku dan perasaan yang ku miliki hanya untukmu. Maaf jika kau tidak suka dengan apa yang akan kukatakan setelah ini. Tapi sejujurnya jika aku hanya boleh memilih satu orang untuk terus ada hidupku, orang yang akan kupilih tanpa ragu lagi adalah kau sayang, bukan orang tauku ataupun Andrew dan Callistha. Jika memang ada yang harus dikorbankan untuk membuatku tetap dengan.. aku bahkan rela kehilangan anak kami ku. I hope you know what you mean in this life of mine, my baby, my forever girl, the queen of my heart, my eternal love! Saranghae Yoong.”

Yoona terdiam. Dan tanpa disangka.. dirinya malah berkata “Pria kebanyakan berkata begitu. Tapi jika sudah mendapat atau melihat yang lebih baik mereka akan lupa akan perkataan mereka. Ya tidak semua sih, tapi kebanyakan begitu pada zaman sekarang. Lucu kan Oppa?”

Siwon tidak kesal ataupun marah mendengarkan perkataan Yoona. Dirinya tau pasti sudah terjadi sesuatu di hari-hari Yoona selama disana. Siwon pun menangkup kedua pipi Yoona dan langsung bertanya “Apa terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan disana. Hmm? Katakan saja padaku sayang.”

Yoona hanya terdiam.

Siwon menarik Yoona untuk duduk di sofa yang hanya bisa diduduki seorang. Yoona pun Siwon tempatkan duduk diatas pahanya. Sambil mengelus dan mengecup kepala Yoona terus menerus, Siwon bertanya lagi “Apa kau tidak berhasil mendapat barang yang ini kau beli? Atau Tiffany tidak mengizinkanmu membeli baju atau gaun yang kebetulan berwarna pink lagi?.”

Yoona menggelengkan kepalanya.

Siwon pun bertanya “Lalu, ada apa sayang?”

Yoona awalnya tampak menimbang dahulu. Apa dirinya harus memberitahu Siwon. Tetapi akhirnya Yoona pun memutuskan untuk memberitahu Siwon saja.

Yoona pun mulai bersuara “Mungkin bagi Oppa atau orang lain aku ini gila ataupun bodoh karena sakit hati untuk hal yang seharusnya tidak masalah.”

Siwon hanya merespon dengan mengecup bahu Yoona ringan. Ya, dirinya membiarkan Yoona mengeluarkan isi hatinya.. seperti yang biasa dia lakukan ketika Yoona bercerita. Siapapun yang melihat cara Siwon memperlakukan Yoona akan merasa cemburu. Apalagi jika misalnya Yoona melakukan hal yang biasanya para lelaki tidak suka.. Siwon tidak akan langsung marah atau mendiamkan istrinya, dia malah akan meminta Yoona menjelaskan. Menurut Siwon, untuk apa mempunyai telinga jika kau tidak mau mendengan penjelasan dari orang yang kau sayang. That him, Choi Siwon.

Yoona lalu berkata lagi “Ketika aku dan Tiffany unnie selesai melakukan pemotretan, aku pun mengganti bajuku supaya lebih nyaman ketika berbelanja dengan Tiffany unnie. Kebetulan aku menganti baju di ruang ganti depan dan Tiffany unnie sudah kusuruh tunggu di mobil dengan supir yang Ommaku suruh mengendarai mobilku disana. Mungkin para staff magazine tidak tau aku masih di gedung itu.. hmm.. jadi.. jadi.. hmm..”

Siwon mengelus rambut Yoona lalu berkata “Lanjutkan saja sayang. Apapun itu, aku mau mendengarkannya.”

Yoona pun berkata “Aku.. aku mendengar mereka berkata kalau aku sebenarnya tidak cocok dengan Oppa. Lebih tepatnya tidak pantas. Katanya harus Oppa bersanding dengan model yang bernama Liu Wen. Lalu aku juga mendengar kalau ternyata Liu Wen itu hampir menjadi istri Oppa tapi karenaku pernikahan kalian gagal. Yang benar saja Oppa. Aku jahat sekali menghancurkan kebahagiaan kalian berdua. Sejujurnya.. apakah Oppa hanya terpaksa menikah denganku waktu itu? Mungkin karena paksaan orang tua atau karena Sooyoung dan Tiffany? Maafkan aku Oppa. Tapi kalau memang begitu, tidak apa-apa. Kita boleh berpisah, anak-anak akan tetap bisa bertemu denganmu dan denganku. Kau boleh me..menikah dengan wanita yang hampir menjadi istrimu itu. Aku sangat bodoh ya, aku tidak tau semuanya. Benar apa yang dikatakan para staff itu, aku tidak tau tentangmu Oppa. Aku pikir aku tau semua tentangmu.. tapi nyatanya tidak. Bagaimana mungkin aku menghancurkan kebahagiaan orang lain. Hah. Maafkan aku Oppa.”

Siwon, setelah mendengar semuanya langsung memeluk Yoona dari belakang. Yoona sudah menangis sekarang. Dirinya pun langsung berkata “Tidak sayang.. tidak. Itu semua tidak benar. Sungguh. Pertama yang paling penting; yang harus kau tau.. aku menikahimu bukan karena paksaan. Tetapi karena cinta. Kedua, mengenai aku dan Liu Wen, maaf sayang. Mungkin para staff bilang aku hampir menikah dengan Liu Wen dulu karena mereka mungkin pernah membaca news tentang aku dan dia. Sebenarnya aku tidak punya hubungan apapun dengannya hanya sebatas teman dan rekan kerja saja. Dulu sebelum kau kembali ke Seoul.. dia sempat menjadi model untuk salah satu resortku yang terletak di Jeju.. dan ada satu kali, dia dan aku melakukan pemotretan. Baju yang dia kenangan adalah baju pengantin dan majalah yang menaruh foto kami sebagai sampul majalah mereka waktu itu menuliskan headline yang tidak-tidak. Aku tidak mengurus itu karena kupikir itu tidak terlalu penting. Lagipula aku hanya cinta pada seorang gadis bernama Im Yoona pada waktu itu. Jadi aku tak terlalu menghiraukan itu. Aku tidak tau itu semua akan menyakitimu seperti ini sayang. Sungguh, aku menyesal tida mengurus hal itu dulu.. sehingga kau harus mendengar dan merasakan sakit yang tak patut kau rasakan sebenarnya. Mianhae, jeongmal mianhae”

Yoona mengusap air matanya lalu berbalik ke arah Siwon lalu memeluk tubuh Siwon erat.

Yoona pun berkata “Harusnya aku tidak terpengaruh akan hal itu Oppa. Aku bodih sekali ya. Haiz.”

Siwon terkekeh dan berkata “Itu karena kau mencintaiku sayang. Oh ya, jangan pernah berkata kalau aku boleh melepaskanmu jika mau. Jangan pernau lagi. Karena kau tau aku tidak akan pernah melakukan itu sampai kapanpun sayang. Walaupun misalnya kau memaksa.. aku tidak akan bisa melakukannya.”

Yoona pun menganggukan kepalanya. Setelah itu, mereka pun mandi bersama.

….

…..

 

Setelah mandi dan berganti baju, Siwon diikuti Yoona dibelakangnya pun menuju kamar Andrew di lantai 2, satu lantai dibawah kamar mereka. Ya, itu sengaja Siwon atur agar anaknya tidak akan sering-sering ke kamarnya. Bukan tidak mau bermain dengan anak-anaknya.. tapi Siwon merasa jika dirinya dan Yoona ada dikamar berdua, mereka butuh waktu hanya untuk mereka berdua. Karena mereka kalau bermain dengan anak-anak pasti mereka akan bermain di kamar anak-anak mereka atau ruang bermain mereka atau di ruang keluarga. Maklum saja, namanya juga Choi Siwon kan..

Setelah mengetuk pintu kamar anaknya 2 kali, Siwon pun membuka pintunya lalu mereka berdua pun masuk. Baik Siwon dan Yoona tersenyum melihat anaknya yang sedang fokus memasang Lego sehingga tidak tau Yoona ada dikamarnya juga. Well, belum ada yang tau Yoona sudah di Korea selain Siwon, Tiffany dan supir serta maid dirumah ini. Itupun mereka sudah diingatkan untuk tidak memberitahukan pada anaknya sebelum dirinya menampakan diri di depan mereka.

Siwon pun yang pertama mengeluakan suara “Drew..”

Andrew menjawab “Kenapa dad? Just say it. Aku sedang memasang ini.”

Siwon pun berkata “I have a very special present for you buddy.”

Andrew pun menjawab “What is the present? Taruh saja dulu di meja disamping tempat tidurku dad. Nanti aku akan buka sendiri hadiahnya. Boleh kan? Thankyou daddy.”

Siwon melihat ke arah Yoona sebentar, matanya seperti berkata “Lihatlah seperti inilah anakmu ini.” Yoona yang seperti mengerti hanya tertawa tanpa suara.

Siwon kemudian berkata lagi “Kau serious tidak mau lihat dan pegang langsung hadiahmu? Kalau begitu daddy beri ke princess daddy saja dulu. Kau boleh main Legomu dulu sekarang.”

Andrew yang merasa tidak mau hadiahnya diberi ke adiknya, kesal. Dirinya pun mengangkat kepalanya bermaksud menjawab Siwon. Tetapi itu tidak jadi ia lakukan.. karena melihat sang Mommy berdiri di belakang Daddynya.

Andrew langsung berdiri dan memeluk Yoona serta berkata “Mommyyyy.. i miss you so much.”

Yoona tersenyum dan mengecup kepala putra tersayangnya lalu menjawab “Me too. Karena Mommy tau kau sangat merindukan Mommy, makanya Mommy pulang hari ini.”

Andrew menganggukan kepalanya cepat, tanda dirinya sangatlah senang Yoona pulang hari ini. Dirinya lalu mengecup kedua pipi Yoona dan berkata “Mom. You look fab!!”

Yoona tertawa dan ketika mau menjawab.. Siwon memotongnya dengan berkata “Kurasa Daddy jadi tidak dianggap diruangan ini. Padahal kan Daddy yang membawa hadiahmu.. kenapa hadiahmu saja yang kau ajak bicara sedangkan kau mencuekki si pemberi?”

Baik Andrew dan Yoona pun sama-sama tertawa. Yoona tak lupa membisikkan “Mom membelikkan yang kau titip. Even double.”

Andrew kembali memeluk Yoona dan juga mengecup pipinya lagi.

Siwon lalu berkata “Jangan mencium istriku terus. Walaupun kau anaknya aku tak peduli. Jika mau mencium pipi wanitaku, kusarankan lebih baik kau mencari wanitamu sendiri saja.”

Yoona lah yang menjawab Siwon “Tidak.. tidak boleh. Kau belum boleh pacaran okay. Mommy masih ingin menjadi yang paling kau sayang. Okay?”

Andrew tersenyum dan hanya menganggukan kepalanya.

Setelah itu, mereka pun berjalan menuju kamar Callistha. Mengetuk pintu, Andrew lah yang duluan masuk diikuti Siwon dan Yoona.

Callistha yang sedang bermain game di iPadnya pun berkata “Ada apa? Sudah mau pergi ya?”

Yoona tersenyum.. sikap Callistha sangat mirip dengan suaminya. Sedikit bossy. Yoona pun berkata “Hey my Princess. Kau tidak mau memeluk Mommy?”

Callistha yang mendengar suara Yoona pun menghentikan gamenya lalu beranjak turun ke arah Yoona lalu langsung memeluk Mommy erat. Dia sudah sangat merindukan Yoona. Ya, walaupun kadang Yoona mengesalkannya karena tidak memberinya makan coklat atau permen, menasihatinya ketika malas makan, dan lain-lain. But after all, she loves her Mom so much.

Kemudian.. mereka berempat pun saling berpelukan. Hmm.. how happy are them. Para maid yang lewat dan yang tadinya mau masuk ke kamar Callistha tak dapat menahan senyum. Semua yang bekerja di rumah ini sesungguhnya sangat menyukai keluarga kecil ini. Walaupun adalah keluarga konglomerat, mereka tidak berlaku semena-mena, Siwon dan Yoona juga sering terihat mengajar anak-anaknya untuk menghargai semua orang. Walaupun Siwon kadang seharian bisa tidak pulang dan sering di kantornya, para pekerja tak pernah melihat anak-anak Siwon seperti kekurangan kasih sayang dari Daddy mereka. Siwon juga tak pernah sembarangan bertemu wanita lain di luar sana. Sangat jarang bagi mereka untuk dapat melihat Siwon dan Yoona bertengkar. Bagi para maid yang sudah bekerja dari awal rumah ini selesai, mereka dulu hanya sering melihat perdebatan kedua orang itu.. tetapi itu hanya karena masalah sepele.

….

….

 

Tanpa terasa sudah mau jam depalan malam. Siwon, Yoona dan kedua anaknya baru akan berangkat untuk pergi makan malam.

Didalam mobil, mereka memperdebatkan mau makan apa nanti ketika sudah sampai dimall. Hyundai mall, ya itu mall milik Siwon. Andrew katanya ingin makan sushi saja. Sedangkan Callistha ini makan steak. Siwon menggelengkan kepalanya, bingung juga.

Yoona pun berkata “Bagaimana kalau kita makan steak saja Drew? Besok kan hari Jumat.. sekolahmu pulang jam 12. Besok siang, Mom janji Mom yang akan menjemput kalian.. setelah itu kita pergi makan sushi di tempat favouritemu.”

Andrew terlihat berpikir lalu berkata “Promise, Mom?”

Yoona menjawab “Yes. Promise.”

 

25 menit kemudian..

 

Siwon, Yoona dan kedua anaknya sekarang sudah masuk dan duduk di salah satu restaurant di mall ini. Tentunya yang menjual steak karena mereka berempat sudah sepakat untuk memakan steak.. tidak sushi, tidak yang lain. Setelah memesan semua yang mereka inginkan, mereka pun mengobrol. Siwon kebetulan mendapat telepon dari entah siapa itu, jadi dirinya fokus dengan si lawan bicara.

Callistha pun mulai berbicara “Mom. Minggu depan ada costume party competition. Aku mau jadi princess. But I want new costume.”

Yoona duduk dihadapan Siwon dengan Callistha di sebelah kanan Siwon. Yoona pun menjawab “Have you decide which Princess you want to be, darling?”

Callistha belum sempat menjawab, Andrew yang duduk di samping dan dihadapan Callistha menjawab “Sis! Kau tidak cocok jadi princess tau. Kau harusnya jadi nenek sihir saja. Aku jamin kau akan menang sebagai pemilik costume terbaik nanti diacara itu.”

Callistha menjawab “No! Aku cantik dan baik hati jadi aku cocok jadi Princess. Oppa jahat sekali.”

Andrew kembali membalas “Tidak. Kau tidak cocok sekali jadi Princess. Kau sebenarnya tidak cantik.”

Callistha terlihat kesal tetapi dirinya tetap saja membalas perkataan Oppanya. “Kau bohong Oppa. Daddy saja selalu bilang aku cantik. Bahkan lebih cantik dari Mommy. Ya kan Mom?”

Yoona tertawa lalu menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan sang putri.

Andrew tidak berhenti sampai sana dirinya kembali membalas “Ah. Kau mau tau yang sejujurnya? Sejujurnya daddy bilang kau cantik karena kau anaknya saja. Ya mana mungkin juga daddy bilang kau jelek nanti kau akan menangis seperti monster.”

Callistha sudah menjawab “Tap–”

Andrew memotongnya dengan berkata “and what? Kau lebih cantik dari Mommy? Ya ampun. Semua orang pun tau Mommy jelas lebih cantik dari kau Cal. Ada-ada saja.”

Callistha pun bersuara agak keras “Oppa kau jahat! Aku benci kau Oppa!”

Andrew dengan santai menjawab “Aku juga.”

Dan Callistha pun menangis. Sepertinya suara tangisnya sedikit kencang karena Siwon yang tadi sudah berjalan jauh dari meja mereka untuk mengobrol nyatanya berjalan cepat kembali ke mejanya setelah menutup telepon entah dari siapa, kita tak tau kan..

Sampai di meja, Siwon menatap Yoona dan bertanya “Dia kenapa sayang?”

Yoona menaikkan kedua bahunya lalu menjawab “Biasa.. apalagi kalau bukan adu mulut dengan Andrew. Kau seperti tak kenal mereka saja. Dan juga tak mungkin mereka bertengkar secara fisik. Itu tak akan kubiarkan terjadi.. nyatanya belum pernah juga kan.”

Siwon mengangkat Callistha duduk di pahanya. Siwon lalu menghapus air mata putri tersayangnya yang terus mengalir dan mengecup pipi anaknya beberapa kali kemudian mengatakan “Hey princess? Ada apa? Mengapa kau menangis. You know Daddy doesn’t like girl crying right?”

Callistha menganggukan kepalanya. Ya dia tau Daddynya tidak suka melihat perempuan menangis apalagi dia dan Mommynya menangis. He said it hurts. Jadi Callistha cepat cepat menghapus semua air matanya dengan tissue yang diulurkan Yoona yang duduk dihadapan mereka berdua.

Siwon pun mengeluarkan suara “Jadi, sebenarnya kenapa? Karena mainan?”

Callistha menggeleng lalu menjawab cepat. Takut Oppanya duluan menjawab. ” Oppa bilang aku jelek dia juga bilang kalau Daddy bohong ketika bilang aku cantik dan juga sebenarnya Mommy lebih cantik dariku. Kenapa daddy bohong sih?”

Siwon menatap Yoona yang sekarang terkekeh melihat Callistha.

Siwon lalu menjawab “Daddy rasa Andrew hanya mau membuatmu menangis. Daddy tidak bohong kau itu memang cantik sayang. Siapa lagi selain kamu yang jadi princess daddy? Tidak akan kan? Kau sangat cantik, princess!”

Callistha langsung tersenyum dan mencium pipi kanan Siwon lalu berkata “Thanks Daddy. You are the best! Tapi aku lebih cantik dari Mommy kan?”

Siwon tertawa sedikit lama. Haha. Dirinya menatap Yoona lalu he winks one of his eye. Yoona pun mengangguk dan terkekeh. Siwon lalu menjawah “Iya sayang.. sudah ya. Makanan sudah datang. Kita makan saja. Kau kan yang tadi bersemangat mau makan steak.”

Siwon lalu memindahkan Callistha ke kursinya semula lalu berjalan ke kursi Yoona yang sebenarnya hanya didepannya. Siwon lalu berbisik “You are the most beautiful dazzling person baby! You know that.” lalu mengecup puncak kepala Yoona agak lama.

Yoona tertawa lalu berkata “Yes yes. Sebenarnya tidak apa-apa sih kalau memang Callistha lebih cantik dariku. Aku malah senang.  And, Oppa you are the most handsome person in my life too after Andrew.”

Siwon dengan cepat menjawab “Yak. Tidak adil.. masak setelah Andrew sih?”

Yoona tertawa lalu mengecup pipi Siwon dan berkata “Sudahlah makan saja Oppa. Kurasa kita masih harus ke toko mainan putrimu nanti. Kau taulah dia mau membeli banyak hal. Aku saja pusing melihatnya kenapa suka sekali membeli mainan.”

Siwon pun menyuapkan wagyu steaknya ke mulut Yoona lalu ke mulutnya sendiri lalu menjawab “Tidak apa-apa. Wajar saja anak seumuran dia suka mainan. Lagipula Mommynya lebih sering shopping kan.. harganya bisa 20 kali lipat dari harga mainan.”

Yoona tertawa dan menjawab “Siap-siap saja Oppa. Nanti saat dia sudah lebih besar.. kau sudah harus menyiapkan uang yang besarnya sama denganku. Saat itu kau baru sadar.. bukan wanita seumuranku saja yang seperti itu.. tapi anak perempuan sekarang pun sama saja.”

Siwon menjawab “Kurasa aku harus membuka hotel baru lagi agar bisa mencukupi kebutuhan kedua perempuan dihidupku.”

Yoona dengan cepat menjawab “Jangan jadikan aku dan Callistha sebagai alasan untukmu membuka hotel baru. Bilang saja kau memang sudah merencakan tentang hotel baru ini. Lihat kan, belanjaan siapa yang lebih mahal sekarang hahaha.”

Siwon tertawa juga lalu berkata “Okay. Kau menang sayang. Saranghae.”

….

…..

 

Setelah selesai makan, sekarang Siwon dan Yoona sedang duduk di salah satu bangku yang ada di Toys Kingdom. Mereka membiarkan akan mereka pergi mencari apa yang mereka inginkan dengan ditemani orang-orang yang menjaga toko ini. Lagipula hampir semua orang yang bekerja di mall mengenal anak-anak Siwon. Kenapa Yoona dan Siwon tidak menemani anaknya? Itu karena mereka tidak bisa berlari-lari kesana kemari mengikuti anaknya yang pasti yang pastinya memiliki keinginan banyak.. jadi mereka memutuskan duduk saja.

Ponsel Yoona berdering.. dua panggilan tak terjawab dari Tiffany. Yoona pun memberitahu Siwon dirinya akan keluar dulu untuk menelepon Tiffany karena outlet mainan ini sangat ribut. Siwon pun mengiyakan saja tetapi tak lupa mengatakan “Jangan biarkan ada yang berani merayu istri cantikku. Dan aku mau ke toilet dulu sayang.”

Setelah berbicara dengan Tiffany kira-kira 20 menit.. Yoona melihat ke outlet mainan, kebetulan dirinya melihat anak-anaknya. Yoona pun bertanya “Sudah selesai?”

Andrew menjawab “Aku masih mau lihat Lego yang disana Mom. Boleh kan?”

Yoona menjawab “Boleh sayang. Tetapi jangan terlalu lama ya. Ini sudah mau jam 10 malam. Mallnya pun sudah mau tutup 1 jam lagi.”

Andrew menjawab “Okay Mommy. Love you.”

Callistha yang dari tadi hanya berdiri mendengar percakapan Mommy dan Oppnya itu pun berkata “Mom. Aku masih ingin melihat banyak hal. Little Pony, barbie, Shopkins, Snow white.”

Yoona mengecup pipi anaknya lalu menjawab “Iya sayang.. mommy tidak bilang tidak boleh. Cuma 1 jam lagi mall ini akan ditutup sayang.”

Callistha mengerucutkan bibirnya dan membalas “Tetapi Daddy bilang mall ini tak akan ditutup selama daddy masih disini.”

Yoona mencubit hidung putrinya pelan dan membalas “Ya..ya.. semuanya daddymu yang bilang saja okay. Yasudah sana. Kalau nanti melihat Daddy kembali kesini.. bilang ke Daddy, Mommy ke Starbucks untuk membeli coffee okay?”

Callistha dengan cepat menjawab “Okay mom. Beli yang rasa cotton candy untukku ya.” dan berlari pergi untuk melihat mainan-mainan yang diinginkannya.

….

…..

 

Yoona sekarang sedang mengantri dikasir, didepannya masih ada 3 orang. Sambil menunggu, Yoona pun mengeluarkan iPhone dari tas hitam Hermesnya.

Membuka chat yang belum terbaca. Yoona ternyata mendapat chat dari Sooyoung dari tadi siang yang isinya “Yoong. Besok kau pulang jangan lupa harus membawa macaroon yang ku mau ya. Awas tidak. Oh ya.. aku sudah sangat merindukanmu!!”

Yoona tersenyum dan menjawab “Unnie aku sudah di Seoul dari tadi sore. Maaf aku baru tau unnie chat aku. Aku tidak lupa unnie. Aku beli 5 kotak yang paling besar untukmu. Cukup kan untukmu yang sedang ngidam. Haha. Aku merindukan unnie juga!”

Setelah mengetik send, ternyata giliran Yoona mengorder apa yang dia mau. Yoona pun memesan “1 ice black americano, 1 cotton candy dengan extra whipcream, 2 java chips dengan extra coklat lalu 2 hazelnut cake, 1 strawberry cake dan 1 avacado cake. Semuanya dibungkus saja ya.”

Si penjaga kasir pun mengiyakan permintaan Yoona lalu bertanya “Minumannya yang size kecil atau medium atau yang paling banyak?”

Yoona menjawab “Yang paling kecil saja.”

….

…..

 

Yoona masih menunggu pesannya. Dilain tempat, Siwon ternyata sudah kembali dari 10 menit lalu dan sudah membayar semua mainan yang dipilih kedua anaknya. Siwon bahkan sudah membawa anaknya masuk ke mobil dan menyiruh supirnya tunggu di tempat VVIP di lobby. Tempat tunggu mobil khusus untuk Siwon dan keluarga besarnya. Siwon pun kembali masuk ke mall dan menelepon Yoona mengatakan “Sayang, kau turun ke lantai 1 saja langsung, tidak usah naik lagi. Aku menunggumu di depan boutique barumu dan Tiffany.”

Siwon yang akhirnya melihat Yoona keluar dari lift pun menghampiri Yoona diam-diam dari arah belakang Yoona. Dirinya kemudian langsung memeluk pinggang Yoona dari belakang dengan 100 mawah merah yang sudah digengamnya. Yoona tersenyum.. sadar suaminya yang memeluknya saat ini. Dirinya pun berkata “Oppa. Kenapa membeli bunga lagi? Sebelum aku pergi.. kau baru membelikan untukku. Aku kan sedang tidak ulang tahun atau apakah aku lupa hari ini adalah dari khusus kami? Secara banyak sekali tanggal yang Oppa bilang khusus. Tanggal dan bulan pertama kali kita bertemu dulu di apartment lalu tanggal ketika kau lulus kuliah, lalu hari kelulusanku, lalu ketika aku pertama tiba di Korea, terus kali pertama aku datang ke kantor Oppa, sehari sebelumnatal pertamaku di Korea setelah beberapa tahun, wedding anniversay kita, lalu entahlah Oppa sejujurnya aku sedikit pusing.”

Siwon yang belum melepaskan pelukannya dari Yoona pun terkekeh dan menjawab “Nothing special about today’s date. Tetapi setiap hari yang kujalani denganmu memang special. Dan wanita specialku berhak mendapatkan hal-hal special setiap harinya bukan? Apalagi wanita special itu adalah istriku. You are everything I want and I really need, Yoong.

Yoona terharu tetapi tidak sampai meneteskan airmata. Tetapi dirinya lalu membalas “Lalu maksud Oppa, Oppa mau bilang ke aku kalau Oppa memang special dihidupku kenapa aku tidak memperlakukan Oppa secara special? Hah. Benar-benar.”

Siwon terdiam sebentar kemudian menjawab “Hey. Bukan begitu maksudnya. Kau cukup menunjukkan senyummu saja Oppa sudah senang sekali. Ah… istriku yang cantik sepertinya sudah lama kita tidak berduaan.. kita jarang pacaran lagi sayang. Menyebalkan.”

Yoona melepaskan tangan Siwon dari tubuhnya dengan memaksakan tubuhnya sendiri untuk lepas dar tangan Siwon dirinya lalu meletakkan semua minuman dan makanan yag tadi dibelinya. Tinggal 100 bunga mawar merah saja yang sekarang ditangannya. Yoona pun mengelus pipi Siwon dengan tangan kanannya lalu berkata “Oppa. Kurasa aku wanita paling beruntung di dunia ini. Aku tak tau kenapa aku bisa mendapatkan suami, sahabat dan teman menyebalkan di tubuh satu orang yang sama. Sungguh. Aku tak mau menukarnya dengan apapun.”

Siwon langsung memeluk Yoona dan mengecup puncak kepala Yoona dan berkata “Kita harus pergi ke Maldives lagi sayang. Kali ini berdua, setuju kan?”

Yoona langsung menjawab “Siapa yang akan menjaga Andrew dan princessmu. Kau tau mereka tak akan mau ditinggal lagi setelah kau pernah 5 kali berhasil mengelabui mereka dengan berkata hanya mau makan berdua denganku tetapi nyatanya kita selalu pergi berminggu-minggu dan meninggalkan mereka di rumah orang tua kita atau membeli tiket untuk mereka berjalan-jalan ke negara lain. Kau mau mendapat amukkan Princessmu itu lagi? Hah.”

Siwon tertawa dan menjawab “Biarkan saja. Aku kan butuh berduaan dengan istriku. Kali ini aku akan membeli tiket untuk semua keluarga ku, Sooyoung dan suami serta anak-anakya juga Tiffany, suami dan anaknya untuk berlibur ke Jepang. Kurasa Sooyoung yang hamil pun akan setuju karena orang tuanya sedang menetap disana. Sebenarnya aku berniat membelikan untuk orang tuamu tetapi mereka bilang tidak bisa.”

Yoona lalu menjawab “Kau sudah bertanya pada semua orang? Ya ampun. Dan soal orang tuaku, mereka memang tidak berencana balik ke Korea setelah seminggu yang lalu Appa melakukan perjalanan bisnis ke Italy.. kata Omma, mereka mau tinggal divilla mereka yang baru selesai disana sampai 3 bulan kedepan yaitu sebelum hari natal nanti mungkin.”

Siwon pun langsung berbicara lagi “Lihatlah, orangtua mu saja masih berduaan meski mereka lebih tua dari kami sayang. Masak kita tak boleh.”

Yoona menjawab “Bukan tak boleh Oppa. Tapi kau memang sepertinya obsesi untuk berduaan denganku di negara selain Korea dan negara yang jaraknya dekat dengan Korea. Seingatku, dulu waktu aku sebesar Callistha dan Andrew.. appa selalu membawaku kemanapun Appa dan Omma pergi bahkan perjalanan bisnis pun aku sering ikut dengan mereka. Tak sepertimu sekarang Oppa.”

Siwon pun membalas “Aku kan sayang sekali padamu. Jadi setiap bulan harus ada waktu berduaan denganmu di luar Korea. Karena banyak yang menganggu di Korea. Di Paris saja sekarang kau sudah susah diajak keluar ke tempat wisata yang banyak orangnya karena istriku sekarang menjadi designer dan model terkenal. Like rich dan famous business woman. Huh. Awas saja kalau memilih laki-laki lain karena kau sendiri sudah sangat terkenal dan bahkan kaya.”

Yoona memukul dada Siwon dan menjawab “Mana mungkin mencari laki-laki lain kalau didepanku ada suamiku yang sudah ganteng, baik hati, sabar, selalu menuruti kemauan istrinya. Apalagi dirinya punya hotel, resort, villa dan mall dimana-mana. Bahkan punya pulau-pulau sendiri. Kurasa wanita manapun akan dijuluki wanita terbodoh melepaskan suami sesempurna itu karena laki-laki lain.”

Siwon tertawa dan menjawab “Jadi karena aku kaya juga makanya kau tak mau melepaskanku? Hm?”

Yoona mencubit perut Siwon dan menjawab “Oppa kira aku mau dengan Oppa karena harta? Dasar. Untuk apa aku bercita-cita jadi designer dan model jika tujuan hidupku ingin kaya. Aku dulu harusnya masuk jurusan bisnis saja jadi bisa meneruskan perusahaan -perusahaan Appa jadi aku akan sangat kaya bukan.”

Siwon pun mengecup bibir Yoona lama, sangat lama hingga Yoona mendorong pelan dada Siwon untuk menghentikan ciuman mereka sekaligus agar mengambil nafas.

Siwon kemudian berkata “Apapun yang terjadi. Kau milikku Yoona. Kau hidupku. Aku tak mungkin bisa hidup lagi jika kau pergi meninggalkanku. Au mencintaimu sayang, sangat mencintaimu. Saranghae my forever baby girl.”

Yoona pun menjawab “Aku juga mencintaimu, lebih dari kau mencintaiku Oppa. Terima kasih sudah membuatku sadar apa itu cinta serta merasakan cinta sesungguhnya. Oppa teleh memberiku cinta begitu banyak selama 13 tahun ini, terlalu banyak bahkan sangat banyak dari yang pantas kuterima. Entahlah.. jika Oppa tidak datang ke Paris untuk melihat Sooyoung unnie dan Tiffany unnie.. aku tak tau hidupku akan seperti apa.”

Siwon tersenyum.. istrinya manis sekali. Siwon pun membalas “Bisa saja kau mendapatkan suami yang lebih baik dari Oppa sayang. Kau adalah yang terindah dihidup Oppa. Kurasa ini memang sudah takdir Tuhan sayang. Kau harus menjadi milik Oppa dan sebaliknya.”

Yoona lalu kembali menjawab “Oppa kan tadi bilang Oppa sangat mencintaiku. Tapi kalau Oppa tau aku selingkuh atau lebih mencintai orang lain bagaimana?”

Siwon dengan cepat menjawab “Yak! Mana boleh begitu sayang. Tapi jika kau ketauan selingkuh.. Oppa tidak akan melepaskanmu. Kan Oppa sudah bilang kau adalah hidup Oppa.”

Yoona menjawab “Oppa memang sudah gila sepertinya. Mungkin apa yang Soo unnie bilang dulu dan yang sering dibilang Fany unnie memang benar. Yasudahlah Oppa, kita ke mobil saja sekarang. Aku jamin dua anak itu sudah bosan.” Yoona pun mengambil makanan dan minuman tadi dari lantai serta tak lupa bunganya laly berjalan  meninggalkan Siwon yang masih berdiri.

Sadar Yoona sudah beberapa langkah di depannya, Siwon pun berjalan cepat sehingga cepat sejajar dengan Yoona lalu bertanya “Memangnya mereka berdua bilang apa Yoong?”

Yoona menjawab “Tanya saja sendiri kalau memang Oppa penasaran”

Siwon dengan pasrah menjawab “You win again baby.” Kemudian mereka berdua tertawa bersama sambil berjalan ke mobil mereka yang sudah dekat.

Setelah masuk ke dalam mobil, benar saja, kedua anak mereka, terutama Callistha mengomel panjang. Dia bilang mengapa sih lama sekali padahal Siwon bilang bentar saja. Dirinya kan sudah mau memainkan mainannya. Tetapi sepertinya tidak bisa karena sudah jam 11 lebih sekarang. Sampai dirumah dirinya pasti akan mengantuk dan langsung tidur setelah menggosok gigi. Yoona dan Siwon tidak menjawab apapun hanya tersenyum saja. Well, mereka memang terlalu lama dengan bisnis mereka berdua tadi.

Karena melihat anak-anaknya seperti kesal dan badmood, Yoona pun teringat tadi dirinya membelikan makanan dan minuman untuk mereka.

Yoona pun membuka suara “Andrew, princess Mommy.. Mommy minta maaf ya tadi lama sekali. But see I bought something for you two!”

Andrew mengecup pipi Yoona dan berkata “I am not angry to you Mom. Just tired. But what did you buy for me?”

Yoona mengecup pipi Andrew juga lalu menjawab “This. Java chip and your fav avocado cake.”

Andrew pun segera mengambilnya dan berkata “Thankyou my pretty Mommy. You are always the best.”

Siwon sempat-sempatnya seperti ingin mengajak debat anaknya dengan berkata “Dad membelikanmu sangat banyak Lego dan lainnya tadi. Tetapi hanya dengan java chip dan cake kau tergoda begitu saja?”

Andrew menjawab “Suka-suka aku dong Dad! Mommy kan memang yang terbaik untukku. Wek.”

Yoona hanya bisa menggelengkan kepalanya. Siwon kadang memang bertingkah seperti anak remaja yang sedang cemburu. Setelah itu, Yoona juga memberikan Cotton Candy dan chocolate cake untuk Callistha. Hal ini membuat Callistha kembali tertawa dan ceria.

Yoona kemudian bertanya “Oppa apa kau masih mau ice Americano? Ini sudah terlalu malam. Kau bisa tidak tidur nanti.”

Siwon pun menjawab “Biarkan saja. Biar aku bisa memakan makananku nanti malam. Aku belum mendapat jatahku hari ini.”

Andrew spontan bertanya “Jatah apa Dad?”

Sebelum Siwon menjawab, Yoona sudah duluan bersuara “Ini. Chocolate cake Daddy. Maksud daddy , dia belum mendapat jatah chocolate cakenya, sayang.”

Andrew hanya menjawab “Oh..”

Siwon tertawa tanpa suara lalu terdiam ketika melihat mata Yoona yang mengartikan “Awas kau Oppa!”

Kemudian Siwon mengambil chocolate cake yang katanya memang untuknya dari tangan Yoona.

….

…..

 

Beberapa hari kemudian..

Hari ini adalah tanggal merah. Sebenarnya sih Siwon mau membawa keluarga kecilnya jalan-jalan ke Jepang untuk 4 sampai 5 hari kedepan. Tetapi tidak jadi karena hari ini Summer berulang tahun dan anaknya lebih memilih datang ke pesta ulang tahun Summer yang dirayakan lumayan meriah di ballroom salah satu hotel Siwon di Seoul yang bernama SY Hotel. Siwon memang sengaja menamakan hotel ini SY Hotel karena sebenarnya hotel ini dipersembahkan untuk istrinya saat anniversary pernikahan mereka pada tahun pertama. Look! How sweet he is.

Ketika jam menunjukkan jam 1 siang, Siwon dan Yoona pun baru keluar dari. Mereka keluar dalam keadaan sudah segar tentunya. Ya, setelah bermain di ranjang semalaman dan tadi pagi, Siwon dan Yoona memutuskan mandi dahulu baru keluar dari kamar. Yoona pun berjalan duluan meninggalkan Siwon yang berjalan dibelakangnya sambil berbicara di teleponnya.

Belum sampai di tangga paling bawah, Callistha sudah datang dari arah taman belakang dan memeluk Yoona. Tentunya Callistha tidak lupa mengucapkan “Good morning Mommy! I love you sooo much.”

Yoona pun menjawab “Good morning my Princess! Kau sudah makan?”

Callistha menganggukkan kepalanya cepat dan berkata “Sudah. Aku dan Oppa tidak menunggu Mom and Dad lagi karena kalian masih belum turun walaupun sudah jam 10. Kenapa lama sekali sih?”

Yoona tersenyum lalu mengendong Callistha dan menjawab “Mom dan Dad capek jadi kami memutuskan tidur lebih lama. Lagipula ini kan hari libur dan hari ini kita mau ke partynya Summer kan.”

Callistha pun menjawab “Yes, Mom. We should go.”

Yoona pun tersenyum dan menjawab “Haruskah Mom membawamu ke tempat mempercantik diri juga?”

Callistha langsung mengganguk. Dirinya lalu berkata “Mom. You are the best.” lalu mengecup bibir Yoona singkat.

“Kau bilang siapa yang the best?” Itu adalah suara Siwon yang sekarang sudah memeluk kedua perempuan kesayangannya

“Oops. Dad!! Hmm.. yes Mom is the best.”

Siwon kemudian menjawab “Oh jadi begitu.. daddy juva sebenarnya berpendapat Mom lebih cantik darimu Princess.”

Yoona langsung melotot kearah Siwon yang dibalas dengan kedipan mata Siwon.

Callistha pun berteriak “Mommy! Daddy jahat padaku!”

Yoona menatap Siwon lalu kembali ke Callistha dan menjawab “Iya.. Mommy tau. Sudah biarkan saja Daddymu. Kita lebih baik bersiap-siap ke salon saja sayang. Nanti kita beri daddy hukuman saja sayang.” Kalimat terakhir yang Yoona ucapkan diucapakan dengan bisikan.

Siwon membalas anaknya “Tidak. Daddy baik. Buktinya Daddy selalu sayang pada Mommy. Membelikan mainan padamu dan Andrew.”

Callistha menjulingkan matanya lalu turun dari gendogan Yoona untuk pergi bersiap-siap. Dirinya sangat semangat. Terlalu malah.

Setelah Callistha pergi, Siwon pun mengandeng tangan Yoona menuju meja makan yang terletak sebelum taman belakang. Yoona pun berkata “Kau ini Oppa. Selalu saja mengerjai anak-anakmu sendiri. Huh.”

Siwon mengecup bibir Yoona dan menjawab “Tapi yang aku bilang memang kenyataannya. Kau kira aku hanya becanda?”

Yoona menjawab “Whatever Oppa. Aku mau makan saja dulu. Aku harus cepat karena mau ke salon dan boutique.”

Siwon mengecup bibir Yoona lagi lalu menjawab “Untuk apa mempercantik diri lagi? Kau saja sudah sangat cantik tanpa makeup apapun. Kurasa senua lelaki di pesta itu akan pingsan jika kau benar-benar all out.”

Yoona berjalan lebih cepat sambil menjawab “Oppa.. kau sudah gila sepertinya.”

Yoona yang sudah akan duduk pun tidak jadi karena ternyata Andrew sedang duduk di meja makan juga dengan iPad ditangannya.

Siwon pun akhirnya yang duluan terduduk. Kemudian Yoona mengeluarkan suara “Hey handsome! Kau tidak mau memeluk Mommy?”

Andrew langsung menekan tombol pause pada game yang sedang dimainkannya lalu memeluk Yoona serta mencium pipi Yoona dan berkata “Sorry Mom. Aku tidak tau Mommy berada disini. Aku sudah membuatkan roti dengan selai strawberry untukmu Mom.”

Yoona tersenyum lalu mengecup puncak kepala Andrew dan berkata “Thankyou my baby boy. Ah.. Mommy semakin mencintaimu saja.”

Andrew terkekeh dan menjawab “Me too! I love you even more my pretty Mommy.” Setelah itu Andrew pun pergi ke kamarnya karena Yoona menyuruhnya mandi.

Siwon kemudian berkata “Aish. Anak itu berani menggoda istriku. Aku lebih mencintaimu sayang, ingat itu.”

Yoona tertawa dan menjawab “Iya Oppa iya. Cepat makanlah ini.” Yoona menyodorkan waffle serta beberapa crackers kepada Siwon. Kemudian mereka pun memakan makanannya sambil berbincang-bincang. Sebenarnya sih bukan cuma dihari libur mereka begini, setiap hari mereka memang begini. Siwon juga tidak buru-buru masuk kantornya malah kadang dirinya tidak pergi karena ingin berduaan dengan Yoona dirumah atau jalan–jalan berdua.

….

…..

 

Setelah makan dan bersiap-siap, kini Siwon, Yoona dan kedua anaknya sedang di mobil limo untuk menuju salon tempat Yoona biasa mempercantik dirinya.

Kurang dari 1 jam, mereka pun sampai di salon tersebut. Yoona turun dengan Callistha dan babysitter putrinya. Bukan apa, hanya saja kalau Yoona sedang dirias dan anaknya membutuhkan sesuatu, Yoona takut susah mengontrol.. jadinya dirinya membawa babysitternya juga. Hanya satu. Tidak seperti Siwon yang berlebihan dulu ketika anaknya masih sangat kecil.

Ketika mau menutup pintu mobil, Siwon menahan pintunya dan ikut turun. Callistha sih sudah terlanjur masuk ke dalam beauty house yang mereka datangi dengan babysitternya. Yoona yang melihat Siwon turun dari mobil pun bingung. Yoona pun bertanya “Ada apa Oppa?”

Siwon mengecup bibir Yoona “Kau melupakan hadiahku.”

Yoona menggelengkan kepalanya. Suaminya itu ada ada saja. Yoona pun kemudian berjalan menuju kedalam. Ternyata Siwon mengikutinya. Yoona yang sadar pun bertanya “Kenapa lagi Oppa?”

Siwon dengan santai menjawab “Well.. aku mau menemani dua perempuan tercintaku. Tidak apa-apa kan?”

Yoona menjawab “Terserahmu Oppa. Yang jelas kau akan bosan. Lagipula Andrew mana mau disuruh tunggu juga. Dia kan tadi mau beli coffee.”

Siwon menjawab “Yasudah biarkan saja dia pergi beli coffee nanti sebelum jam 5 aku akan bilang ke supir sudah harus ada didepan. Acaranya jam 6 kan?”

Yoona pun mengganguk.

….

…..

 

Dan benar saja, Siwon terlihat tenang saja walaupun sudah hampir 2 jam didalam. Dirinya daritadi hanya memainkan iPhonenya atau membaca majalah business yang kebetulan ada di salon ini.

Callistha yang sudah selesai dirias wajah dan rambutnya pun langsung berlari ke arah Siwon yang dekat duduk Yoona. Dirinya lalu berputar ala Princess dan mengatakan “Daddy! I look beautiful right?”

Siwon menjawab “Yes princess” Dan mengendong Callishta untuk mendudukannya dipahanya. Mereka berdua lalu bercanda dan mengobrol terus bersama.

Yoona tersenyum melihatnya. Pemandangan didepannya ini terlalu manis membuat dirinya entah kenapa merasa terharu. Sejak menikah dan saat mempunyai Andrew, Yoona sangat yakin Siwon akan lebih baik dalam hal berhubungan dengan anak mereka nantinya. Andrew saja yang adalah anak laki-laki begitu dimajakan Siwon, dirinya juga sih. Namun jarang kan ada seorang CEO atau pemilik banyak hotel, mall, dll mempunyai waktu untuk hadir di segala acara anaknya disekolah. Apalagi sebenarnya saat mereka hanya mempunyai Andrew.. Siwon sering sekali menemani dirinya dan Andrew di kelas anak dibawah umur. Apalagi saat mempunyai anak perempuan, Siwon memperlakukan putrinya bagai seorang princess. Ya, Siwon tidak membedakan kasih sayang sih.. cuma untuk urusan memanjakan sih lebih memanjakan Callistha karena Callitha memang lebih manja dan untungnya Andrew juga tidak manja dan lebih suka apa-apa mencari Mommynya kecuali jika mau bermain bola saja baru cari Siwon. Siwon juga sering membacakan cerita dongeng untuk anak-anaknya sebelum tidur saat mereka masih kecil. Karena saat semakin besar, malah mereka yang meminta Siwon untuk tidak membacakan dongeng lain, untuk tidak terus khawatir pada mereka. Yoona tersenyum mengingatnya. Hah, tanpa dia sadar.. waktu terus berjalan, anak-anaknya semakin besar juga dan yang terpenting dirinya semakin bahagia. Thats all.

Setelah Yoona juga sudah selesai, mereka lalu naik ke lantai 3. Salon ini memang merangkup menjual gaun-gaun pesta di lantai 3 serta cafe kecil menjual teh dan cake di lantai 4.

Yoona pun mengikuti Callistha, membiarkan anaknya memilih baju yang dia mau pakai. Andrew juga sudah bersama mereka sekatsng setelah memebli coffee dan cake tadi, seperti biasa.. Andrew hanya bermain phonenya. Siwon yang disebelahnya hanya melihat-lihat keadaan sekitar. Dirinya tidak tau harus ngapain sekarang, sudah bosan tepatnya tapi ya namanya Choi Siwon, dirinya terlalu menyayangi keluarganya apalagi istrinya, jadi menghabiskan waktu menunggu wanitanya belanja dan merias bukanlah masalah twrlalu besar untuknya meskipun tentunya dia bisa bosan juga.

“Jadi kau mau yang mana sayang? Kita sudah harus cepat-cepat. Kau tak mau terlambat di acar Summer kan?”

“Iya Mom. Aku bingung mau yang mana. Hm yang pink atau peach atau putih atau biru atau..”

“Ya ampun sayang. Satu saja pilihnya sekarang. Yang lain nanti bisa dibungkus. Kau cuma bisa pakai 1 gaun.”

“Hmm.. yasudah yang pink saja mom.”

Yoona memutar matanya.. sudah tau jawaban anaknya. Sok bingung memilih-milih, tetapi nyatanya pilihannya tidak jauh-jauh dari pink.”

“Yasudah kau ganti bajunya sekarang ya sayang. Mom juga akan pergi mengganti.”

….

…..

 

Akhirnya 4 orang ini pun sampai di ballroom dimana pesta Summer dirayakan.

Sooyoung langsung memeluk Yoona dan berkata “Omg Yoong!! Aku sudah sangat merindukanmu. Terima kasih sudah mengirimkan macaroon dan yang lain-lain kerumahku. Aku jadi malu Yoong.”

Yoona terkekeh dan menjawab “Aku juga merndukkan eonnie! Tidak apa-apa.. aku senang kalau eonnie senang.”

“Hmm bytheway, kenapa sih kau ini semakin cantik saja Yoong? Kau bahkan terlimat masih seperti anak SMP atau SMA. Benar-benar menyebalkan.”

Yoona menjawab “Tidak eonnie. Kau lebih cantik. Kalu terlihat glowing!!! Walaupun sedang hamil eonnie sangatlah mempesona!”

“Ah!! Gomawo Yoongkuuuu.”

Pembicaraan mereka terpotong oleh Siwon “Sudah Soo. Jangan terus mempeributkan kecantikan istriku. Sudah terbukti dia memang wanita cantik bahkan diusia 30annya. Sekarang lebih baik kau ke panggung saja. Anakmu sudah mau tiup lilin sebentar lagi.”

“Dasar Oppa selalu saja menyebalkan. Yasudah aku pergi kedepan dulu.”

Andrew rupanya masih berdiri didekat Yoona sehingga Yoona pun berkata “Sayang.. kau bisa bermain dengan mereka dibagian anak-anak.”

Andrew menjawab “Disini semuanya masih kecil dsn kebanyakan perempuan Mom.”

Yoona pun berkata “Itu disana. Ada anak auntie Tiffany, James. Dia juga pasti sedang mencarimu.”

“Yeay!! Aku pergi dulu yang Mom, Dad.”

Ya, James adalah anak pertama Tiffany yang lebih tua hampir 2 tahun dari Andrew. Tiffany mempunyai 2 anak, 1 lagi seusia Summer dan Callistha bernama Jennifer. Tiffany juga sedang mengandung seperti Sooyoung, bahkan sudah memasuki 9 bulan. Yoona salut sekali pada Tiffany, setiap Tiffany hamil, dirinya tetap saja bisa berpesta. Percaya atau tidak.. dia bahkan masih berani photoshoot diketinggian. Yoona sih berani saja kalau tidak hamil. Dari mereka bertiga (Yoona, Sooyoung, Tiffany) Tiffanylah yang paling gila walaupun hamil. Tetap melakukan berbagai aktivitas seperti biasa. Tidak seperti Sooyoung dulu waktu mengandung kedua putri dua kali.. dirinya harus bed rest secara full dari bulan keempat. Sooyoung yang tidak tahan untuk tak aktif pun kadang mengeluh, marah bahkan menangis tetapi dirnya tetap saja melakukan seperti yang disuruh dokternya. Sedangkan Yoona? Drinya bersyukur tidak harus seperti Sooyoung.. dirinya tidak mual, tidak pusing, tidak sakit sama sekali lagi setelah trisemester pertamanya selesai. Bahkan sebenarnya dari awal hamil, Yoona seperti merasa tidak hamil saja. Tidak mual yang berlebihan, tidak ngidam apa-apa hanya setiap pagi Siwon harus makan bersamanya dan saat dinner mereka harus makan malam bersama dan harus ada at least one dessert. Tidurnya juga tak terlalu terganggu meski kadang pundak dan punggung serta kakinya pegal rasanya. Tetapi jauh lebih bagus dari Sooyoung, dirinya masih dapat jalan dicatwalk, melalukan photoshoot sampai awal bulan keempat kehamilannya karena setelah itu Siwon membawanya keluar Korea untuk menetap di New York. Alasannya mau memanjakan istrinya. Karena itu, kedua anaknya lahir di New York.

Yoona menggelengkan kepalanya. Tiffany saat ini masih bisa menari-nari ditempatnya. Apa suaminya tidak tau ya? Kan suaminya dokter.

Yoona pun memanggil Tiffany dengan agak berteriak karena anak-anak semua sedang menyanyi lagu Happy Birthday untuk Summer yang sudah berdiri didepan kue besarnya berbentuk tempat Rapunzel dikurung.

“Eonnie! Kau ini sadar tidak kau sedang hamil bahkan bisa saja kau melahirkan ditempat karena terlalu aktif bergerak. Bukan terlalu lagi tapi berlebihan.

Tiffany pun berhenti menari dan menjawab “Hey Yoongieku! Kau ini semakin cantik saja ya. Apa kau sedang hamil juga?”

Yoona dengan cepat menjawab “No eonnie No! Jangan gila okay.”

“Hahahaha kau takut hamil lagi kan Yoong.” “Siwon ah, kau tak mau menambah lagi?”

Siwon yang tadi sedang mengobrol dengan salah satu teman bisnisnya menjawab “Tidak sih.. karena aku tak mau Yoona kelelahan dan aku juga tak mau Yoona semakin tak punya waktu untukku. Punya 2 anak yang sudah lumayan besar saja, aku kadang tak diperhatikan. Apalagi punya bayi lagi. Tapi jika memang dikasih ya mau bagaimana lagi. Intinya kami sih merasa tidah mau menambah lagi.”

Tiffany membalas “Melakukan mau tapi tak mau ada hasilnya ya. Boleh juga.”

Yoona membalas “Eonnie. Jangan mulai lagi ya. Sudahlah.”

Tiffany menjawab “Ya.. ya. Maafkan aku. Tapi kan kalau kau hamil lagi, itu semakin menjamin Siwon tidaj bermacam-macam diluar sana atau menghindari dirinya menyukai wanita lain.”

Siwo langsung protes “Fany-ah kurasa sih kau ini stress atau bagaimana. Omonganmu semua tidak masuk akal sekali. Mengapa harus mencari wanita lain kalau wanitaku sudah sesempurna istriku sekarang.” Siwon pun tak malu mengecup bibir Yoona didepan Tiffany dan orang yang mungkin melihat mereka sekarang.

Tiffany akhirnya terduduk dan berkata “Sudahlah sana. Kalian berdua memang suka sekali ya bermesraan dihadapanku.” Yoona dan Siwon pun benar-benar pergi setelahnya.

….

…..

 

Katanya tak sopan untuk meninggalkan acara tanpa pamit pada orang yang mengundang bukan?

Tapi itulah yang dilakukan Siwon dan Yoona. Siwon malah mengajak Yoona keluar dari ballroom dan pergi ke kamar mereka yang memang ada di VVIP hotel ini. Tidak lupa kan ini hotel milik Siwon?

Mereka berdua berdiri dibalkon kamar yang menghadap ke kolam berenang. Siwon merangkul Yoona dan menaruh kepala Yoona dibawah kepalanya dan mengecup pelan puncak kepala Yoona.

“Sayang..”

“Hm? Ada apa Oppa?”

“Aku sangat mencintaimu.”

“I know Oppa.”

“Meski begitu. Aku tetap mau kau tau kalau Oppa akan selalu mencintaimu apapun yang terjadi.”

“Hmm..”

“Aku kau bahagia selama kau menjadi istri Oppa? Karena Oppa sering membuatmu kesal, kadang bossy, mengerjaimu dan masih banyak lagi.”

“Tentu Oppa! Aku bahagia dan akan selalu bahagia. Ada alasan apa sehingga aku tidak bahagia hidup bersamamu? Tidak ada. Kau salah besar jika berpikir aku tidak bahagia Oppa.”

“Syukurlah. Oppa juga bahagia jika kau bahagia. Thankyou for coming into my life, be my wife and make my life a lot happier and colourful.”

“Tidak. Kurasa aku yang harus berterima kasih karena Oppa selalu sayang kepadaku, selalu menuruti kemauanku tanpa mengeluh, selalu memberi cinta untukku dan anak-anak kita, selalu memberi lebih dari yang pantas kita dapatkan. Aku sudah pernah bilang bukan.. aku sangat beruntung menjadi pasangan hidupmu Oppa.”

“Terima kasih sayang sudah mau menjadi bagian dari hidup Oppa, menjadi wanita yang hebat, wanita yang begitu penyayang dan baik. Kau adalah segalanya yang kibutuhkan dalam hidup ini. Saranghae Yoong.”

“Saranghae Oppa.”

Mereka pun berciuman, sangat lama dan sangat dalam. Menyalurkan segala perasaan mereka pada satu sama lain, memberitahukan jika cinta mereka adalah yang didepan mereka sekarang, saat ini. Bibir yang terpaut itu lama kelaaman semakin lengket bahkan lidah mereka pun sudah saling mengikat dialam mulut mereka. Sampai akhirnya mereka merasa mereka butuh bernafas, barulah mereka melepaskan bibir satu sama lain.

“Aku punya hadiah untukmu sayang.”

“Hadiah? Untuk apa Oppa. Kau sudah memberiku bunga hampir tiap hari.. masih saja memberi hadiah. Yang ulang tahun hari ini bukan aku tapi kan Summer.”

“Kau adalah hadiah terbesa dan terindah dihidupku Yoong. Sekalipun aku memberimu barang termahal pun itu tidak akan sebading dengan kehadiranmu dihidupku.”

Siwon pun mengambil sebuah kotak kristal dari kantong celananya. Membuka kotak itu dihadapan Yoona. Didalamnya terdapat kalung serta cincin berlian yang sangat indah.

Siwon pun memakaikan kalung dan cincin itu pada leher dan jari manis Yoona. Lalu mengecup dahi, kedua pipi dan bibir Yoona.

Yoona pun berkata “Gomawo Oppa! Sebenarnya kau tak perlu terus membelikanku barang. Semua cinta dan kasih sayangmu selama kita bersama sudah lebih dari cukup. For me, this is just a bonus. You are my main gift, my always favorite present oppa!”

“Saranghae Yoong! Teruslah menetap dihidupku, berlindunglah padaku, percaya kalau aku dapat menjagamu dan anak-anak kita dari apapun. Kuharap 10 tahun kedepan, kau masih dapat tersenyum dan berkata ‘Aku bahagia bersamamu Oppa’ karena kebahagiaanmu adalah yang terpenting untukku sayang. Aku benar-benar mencintainmu.”

“Aku juga mencintaimu Oppa, sangat mencintaimu.”

“Yasudah dua hari lagi kita ke Europe lagi ya sayang.”

“Oh ternyata ini ya tujuan utama Oppa.”

“Bukan.. tetapi Oppa memang mau bilang itu dari tadi pagi.”

“Ya.. ya.. terserah Oppalah. Memangnya aku boleh menolak?”

“Tentu boleh, kalau itu karena kau mau pergi ke tempat lain. Dan tidak boleh kalau yang kau maksud adalah tidak pergi.”

“Yak! Itu sama saja. Ku kira tumben Oppa membolehkanku menolak untuk urusan yang satu ini.”

“Yasudah berarti setuju kan?”

“Setuju.. tetapi Oppa ya yang berbicara kepada Andrew terutama Callistha. Kuperingatkan saja.. princess kia pasti mensngis. Lihat saja kau bisa membuat kita tetap pergi atau malah batal.”

“Tenang saja. Aku yang urus semuanya.”

“Okay then. Sekarang ayo kita balik ke acara dibawah. Kau keterlaluan Oppa mengajakku meninggalkan acara keponakan sendiri hanya untuk bermesraan disini.”

“Iya sih. Tapi bagaimana lagi. Hehe.” “Saranghae Yoong.”

“Nado saranghae Oppa.”

 

THE END.

Endingny keknya ga jelas deh atau bisa dibilang tanggung atau apalah. Tapi ya aku cuma bisa kasih kek gini haha. Semoga terhibur dan terobati bagi yan udh kangen YoonWon! Thanks!

 

 

Advertisements

[Coretan] Sudden Happiness

Title :  Sudden Happiness

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and find others by yourself

Disclaimer : All the casts are not belong to me, they are belong to God, their families and company.

..

..

Kembali lagi dengan coretan singkat, SENANG GA? Semoga suka ya guys.

.

.

.

.

 

 

Happy reading!!

 

 

Author POV

 

Seorang wanita cantik terlihat sedang duduk di kursi santai pinggir villa di pulau miliknya, tepatnya pulau ini diberikan sang Appa saat dirinya berusia pas 20 tahun. Hmm.. terlahir sebagai anak bungsu membuat Appanya selalu khawatir padanya, selalu mencari informasi tentangnya, selalu memperhatikan dan menanyakan apapun yang dibutuhkannya. Padahal, bukan sombong, dirinya bisa membeli apapun yang diinginkannya sendiri dengan hasil kerjanya sendiri. Tapi ya, demi menghargai sang Appa, akhirnya ia menyetujui saja ketika diberi pulau private yang indah ini.

Wanita tersebut duduk dengan memakai kacamata hitam yang pas di wajah kecilnya. Dirinya benar-benar terlihat biasa saja, seperti sekarang tidak ada sinar matahari diatas langit. Padahal, sinar dan terik matahari sangatlah terik, ah, melihatnya saja sudah dapat membuatmu merinding apalagi kau berada di posisi wanita yang duduk di tengah pasir tersebut. Kurasa, kulitnya bisa terkelupas habis ini. Hmm.. kasihan sekarang kulit putih dan mulusnya itu.

Wanita itu terlihat senang sekali, memakan snack-snack dan lainnya yang ada di depannya. Like, she never eat for a month or so.

Pergerakan tangannya yang sudah mau mengambil orange juice terhenti ketika terdengar suara dering dari telepon genggamnya. Sejenak wanita itu melihat siapa yang menelepon dan ketika melihat nama ‘Choi Jiwon’ muncul di layar iPhonenya, dirinya tersenyum dan langsung menjawab telepon tersebut.

 

YoonA POV

 

Akhirnya Choi Jiwon meneleponku.. aku sudah menunggu telepon darinya sejak semalam. Saat kuangkat telepon darinya. Kalimat pertama yang kudengar darinya adalah “UNNIE! Aku sudah sampai. Tunggu adikmu yang manis ini sebentar lagi okay.”

Aku tersenyum dan menjawab “Kau dimana sekarang? Aku sedang duduk ditengah pantai. Cepatlah.”

“Sabarlah unnie. Aku tau kau sudah sangat kangen padaku kan?”

Aku pun terkekeh lalu menjawah “Ya. Ya. Ya. Terserahlah, intinya cepatlah kemari. You don’t know how lonely I am.”

Jiwon tertawa sangat keras lalu menjawab “Well, so I am your hero right? Ah.. kita bisa berpacaran bebas disini unnie. Tak usah pedulikan kekasihmu yang tak memperdulikanmu, huh..”

Yoona terkekeh dan berkata “Aku tau pesonaku sangat memukau, tapi maaf aku masih waras hahahahahaha.”

Jiwon pun menjawab “Yasudah. Tunggulah saja. See you unnieku sayang.”

10 menit kemudian

Aku yang tadinya menutup mata sejenak sekitika membuka mataku ketika mendengar suara nyaring yang berteriak “YOONA UNNIEEEE WHERE ARE YOU?”

Aku memutar kepalaku dan menemukan wanita yang sudah kuanggap adik perempuanku sendiri sedang berlari cepat ke arahku. Aku pun tak bisa menahan senyumku melihatnya. Ya selain unnie kandungku, member – member SNSD, dialah wanita yang dekat denganku dan kupercaya juga. Kami sudah kenal hampir 8 tahun lebih, jadi ya kalian kira-kira bisa menebak kita sedekat apakan?

Jiwon yang sudah duduk di kursi sebelahku langsung berbicara, walaupun suaranya terlalu keras untuk keadaan saat ini yang jarak antara kita hanya mungkin antara 80 cm sampai 100 cm, tapi aku tak terlalu memikirkannya karena aku sepertinya sudah bisa padanya. Haha. Dia berkata “Unnie. Kau gila ya? Panas sekali sekarang dan kau malah berjemur dengan bikinimu yang hah hanya menutup bagian penting tubuhmu saja. Kurasa wanita didepanku ini memang benar-benar sudah gila.”

Aku menjawab “Wae? Tak boleh memakai bikini? Pulau ini milikku dan yang disini hanya ada aku, kau dan para maid saja. Paling hanya ada uncle Park di tempat parkir. Kau sedikit berlebihan.”

Dirinya kembali mengeluarkan suara “Tidak ada yang melarang unnie memakai bikini. Yang kupermasalahkan adalah kenapa unnie seperti tak punya rasa lagi karena sekarang matahari tepat diatas sana bersinar dengan sangat teriknya. Kurasa kulit unnie kalau punya suara sudah berteriak kepanasan, unnie.”

Aku terkekeh lalu menjawab “Sudahlah. Tak usah pikirkan kulitku sekarang. Kita berenang saja sekarang.”

Matanya melotot lalu bersuara keras lagi “Unnie, kau ini kenapa sih? Berenang sekarang? Kau benar-benar gila? Managermu bisa mengamuk nanti kalau kulitmu bermasalah. Itukan A-S-E-T paling berharga dikarirmu.”

Aku memutar mataku “Tak usah bahas soal karirku. Okay, bukan tak tau diri dan tak menghargai orang yang fans dan mengidolakanku tapi yang memilikiku saja tidak peduli sama sekali jadi ya sudah.”

Sepertinya aku terjebak dalam kata-kataku sendiri karena ekspresi Jiwon menunjukkan dirinya siap menyerangku dengan mulutnya itu. Dan ya seperti dugaanku dirinya berkata “Oh jadi ini karena si tuan tersebut? Unnie kesal tidak dipedulikan ya? Atau kesal karena dirinya shooting variety show yang harus membuat dirinya lengket dan melakukan skinship yang selama ini unnie claim sebagai milik unnie kepada wanita itu? Hm.. tapi bukannya biasa unnie tak peduli ya? Karena kan memang pekerjaan kalian harus begitu. Atau jangan-jangan memang tuan menyebalkan tersebut selingkuh? Tapi unnie malu mengatakannya?”

Baru saja aku mau mengeluarkan suaraku tapi dirinya sudah langsung berbicara lagi “Dan ya.. sekarang aku mulai mengerti.. sepertinya aku diundang unnie kesini untuk menjadi unnie lampiaskan kekesalan unnie kan? Unnie mau balas dendamkan? Ah, sakit sekali rasanya.” Dan setelah itu, dirinya berjalan pergi menuju villa utama dipulau ini. Tak usah bingung lagi mengapa dia bisa seenaknya melewati batasan tamu yang tersedia tanpa memasukkan kartu tamu pas memasuki perbatasan menuju ke villa utama, itu karena dirinya memang selalu berlaku seenaknya dan merasa pulau ini miliknya jadi dia menyuruhku untuk menambah scan pengenal tubuhnya dalam list orang-orang yang kukenal. Dan saatnya aku merayu perempuan yang sepertinya sedang ngambek.

Dia berjalan cepat sekali, aku pun sampai di villa utamaku beberapa saat setelah dirinya sampai. Saat aku membuka pintu, yang ada malah villa ini gelap. Yang benar saja sih, siapa yang menutup semua lampu di 1 villa ini. Aku kan takut gelap jadi aku selalu mengingatkan semua maid atau petugas di pulau ini selalu membuka semua penerangan setiap saat apalagi ketika aku datang dan tinggal disini.

Aku pun berjalan sambil memegang dinding-dinding untuk mencari tombol lampu supaya aku bisa membuka lampunya. Selain itu, aku juga memanggil Jiwon dengan suara lumayan keras.

Sudah beberapa menit dan aku masih belum bisa melihat apa-apa. Aku seperti hilang ingatan saja tidak tau mana tombol penekan lampu berada. Dan tiba-tiba saja pintu villa ini yang tadi tak kututup tertutup dari luar. Ini tentunya membuatku semakin panik. Bukan karena takut ada teroris, sasaeng fans atau anti-fans yang ingin mencelakakku berada disini. Tapi karena aku memang sangat takut pada kegelapan.

Aku terus mengucap nama Jiwon dan teringat aku bisa membuka flashlight iPhoneku dan oh God, sial sekali, iPhone sepertinya masih berada di tempat yang duduki tadi. Damn it. Pabo Yoona.

Aku menyerah, aku tak tau lagi harus bagaimana, Jiwon belum juga muncul berarti bukan dia pelakunya. Dia saja tak disini jadi tak mungkin dia mengerjaiku sekarang dengan cara semua ini.

Aku menangis, benar-benar menangis. Entah kenapa aku tak berniat berteriak ataupun minta tolong dengan suara keras padahal pasti setidaknya ada maid yang lewat dan bisa membantuku membuka pintu dari luar karena mereka pasti ada kunci serapnya jika kunci pintunya diambil oleh pelaku kejadian ini.

Lama-lama aku lemas sehingga aku pun terduduk sembarang dilantai villaku. Ironis sekali bukan. Siapapun yang melakukan ini akan ku beri hukuman seberat-beratnya kalau perlu aku tidak akan mau melihatnya selamanya. Lihat saja.

Aku yang lama-lama sudah mulai tenang, maksudku aku sudah tak menangis lagi kembali dikejutkan dengan adanya tangan atau apapun itu yang terasa melingkar di pinggangku. Apakah ini Jiwon? Karena mau menyakinkan apakah ini Jiwon atau bukan, aku berusaha untuk tak takut dan memegang tangan seseorang yang melingkar dipinggangku saat ini. Dan ini bukan Jiwon karena tangannya sangatlah berotot sedangkan tangan Jiwon mungkin 2 atau 3 kali lebih kurus dari tangan orang yang kupegang ini.

Aku sebenarnya takut tapi aku tak mau sembarang dipeluk orang karena walau bagaimanapun, mau ada yang melihat aku dipeluk orang lain atau siapapun itu, kalau dia bukan orang yang sangat dekat denganku, aku tidak mau karena aku sadar aku sudah menjadi milik orang lain, ya walaupun aku belum menikah dan bisa saja orang yang kuanggap pacarku itu tak menganggapku lagi, aku tak peduli. Selama aku terikat pada suatu hubungan dengan orang, aku harus tau diri.

Aku pun akhirnya menggigit tangan orang ini dengar keras. Tak peduli lagi jika aku dipukul atau apa nantinya. Yang penting jangan memeluk atau memegangku saja.

Orang tersebut bukan kesakitan, tapi aku malah mendengarnya seperti terkekeh atau tertawa lucu. Apasih yang lucu?

Dan ternyata diluar dugaanku, dirinya malah mencium pipiku, dan entah bagaimana dirinya tau posisi mulutku tapi dirinya berhasil melumat pelan bibirku. Dan ini otomatis membuatku histeris dan menangis sejadi-jadinya. Aku tidak terima diperlukan seperti ini.

Aku heran, mengapa saat aku menangis keras suasana di ruangan ini malam hening, orang tersebut seperti memberi waktu untukku untuk menangis. Apa ini cuma perasaanku saja?

Aku menutup mataku dan tetap membiarkan air mataku turun. Aku ingin sekali menghajar orang tersebut. Tapi aku merasa sangat lemas sekarang. Aku seperti tak berdaya. Bagaimana kalau dirinya berlaku lebih? Bagaimana aku harus menjelaskan pada Siwon Oppa nantinya. Bagaimana jika Siwon Oppa dan aku benar-benar putus jika dia tau soal ini? Aku malu, aku marah. Tapi di satu sisi, aku juga merasa aku tidak bisa berbuat apapun. Menyedihkan sekali bukan? Ejeklah aku jika kalian ingin, kali ini aku mengakui aku lemah. Katakanlah jika mau.. aku tak akan memarahi kalian.

Aku benar-benar sudah lemas padahal orang tersebut tak lagi menyentuhku tapi mungkin karena terus berada di kegelapan membuatku panik, takut sehingga tenagaku terkuras habis.

Saat aku memutuskan menyerah saja, maksudnya tidur saja karena mataku tak bisa tahan terbuka lebih lama lagi, dengan sangat sangat tiba-tiba seluruh lampu terbuka, cahaya pun sangat menusuk mataku langsung. Aku melihat sekitar mencari apakah ada orang, maksudku mana orang yang tadi? Masak sih dirinya kabur setelah hanya memelukku. Aneh sekali dan lagi tak ada barang-barang yang hilang sepertinya.

Dan….. seperti tersambar petir.. aku tiba-tiba tersadar villa utamaku ini sudah dihiasi oleh dekorasi yang sangat elegant. Well, I can say its my kind of taste. Apakah Jiwon yang melakukan ini? Tapi dia kemana. Kenapa masih belum muncul juga? Karena setelah beberapa menit masih tak ada orang kuputuskan untuk ke kamarku saja sekalian membersihkan diriku. Hah. Aku tak peduli lagi dengan kejadian tadi dan keanehan yang terjadi tiba-tiba di seluruh ruangan depan ini.

Aku pun dengan cepat membuka pintu kamarku. Ketika aku berada di dalam, mataku bertemu dengan seseorang. Aku bukan tak percaya, tapi hanya ini semua seperti mimpi. Dia kemarin bilang dia sedang di Hongkong untuk promosi film barunya. Tapi sekarang nyatanya dirinya berada didepanku, tersenyum sambil memegang bucket bunga besar baby breath. Bunga kesukaanku.

Aku seperti tak dapat berjalan, yang benar saja, aku tak menyangka saja. Ditambah aku sedang sedikit ada masalah sepihak dengannya. I mean, masalah aku dengan asumsiku tentang dia. Mungkin saatnya aku mengaku kali ini kalau aku bodoh karena telah meragukan satu-satunya namja yang setia berada disampingku dalam keadaan apapun itu, entah disaat baik atau susah, disaat aku terpuruk ataupun senang, baik saat aku merasa diriku dalam keadaan terjelek pun dirinya selalu ada disampingku, berjalan bersamaku. Matanya melihatku seperti aku adalah seorang malaikat padahal hah, aku sadar diri kadang tingkahku seperti iblis yang jahil dan ya.. begitulah.. aku kekanankan dan manja, perempuan yang menyusahkan dirinya dan kadang tak dapat mengerti dan tak mau mendengan penjelasannya sebelum aku marah. Memalukan bukan? Tapi dengan sikapku yang tak mengenakkan pun dirinya selalu berdiri, membimbingku, mengiringku semampu dirinya. Aku bersyukur sekali. Jika saja 10 tahun lalu setelah aku menolak untuk menjadi pacarnya karena aku masih baru debut, dirinya tidak setia dan tetap bersabar menungguku. Kurasa aku akan sanga menyesal sekarang jika melihatnya dengan orang lain. Hmm. Entahlah, intinya dia harta yang sangat berharga untukku.

Siwon Oppa terkekeh ketika melihat ekspresiku yang mungkin seperti orang kehilangan nyawa. Dirinya langsung berjalan ke arahku, memelukku dan tak lupa memberikan kecupan pada dahi dan kepalaku. Okay, kalian senang kan?

Setelah pelukkan kami terlepas, dirinya berjongkok didepanku, menyodorkan bucket bunga tadi. Aku tersenyum, terharu sekali.

Dan..

Dan..

Dan..

Aku tak menyangka dirinya bukan hanya berjongkok untuk memberi bunga itu, tapi aku melihat selanjutnya dirinya mengeluarkan box bercorak love dengan taburan crystal-crystal indah. Siapa sih yang tak tau apa artinya? Aku jelas tau. Tapi sekali lagi, aku merasa tak percaya pada kejadian hari ini.

Dia, Choi Siwon, Siwon Oppa, kekasihku, tunanganku, melamarku untuk menjadi istrinya. Ya ampun, kalian dapat mengerti betapa terkejutnya aku kan. Aku yakin kalian paham.

He said “Im Yoona, its a pleasure to know you since you were 13 years old. Watching you grow up from a little innocent child into a beautiful pure young girl and into a stunning kind-hearted woman is such an amazing thing and one of the best thing in my whole life. I may make you sad, cry and angry but I promise you I won’t ever break you precious and beautiful heart. Because I love you, love you with all my heart and it means if your heart broke, mine will too.”

Ku kira itu sudah semua yang akan Siwon Oppa katakan tapi ternyata masih ada lagi. Sekarang mataku sudah mengeluarkan air mata dan dirinya pun mengusapnya lalu berkata lagu “Now, let me sincerely ask, can you believe in me? Because now, I am asking you for a very big thing. Can you please let me to be the one who take care of you, of you soul and heart, be the partner and love of your life and to be one and only lady in my heart till death seperate us. Can you? So, will you marry me Im Yoona?”

Tanpa aku sadari aku mengeluarkan air mata lagi, mungkin wajahku entah seperti apa sekarang. Aku tak peduli lagi dengan semua itu. Serious. Aku juga akhirnya sadar yang tadi memelukku didalam kegelapan pasti Siwon Oppa. Awas saja Jiwon, kau.. huh.

Mengusap air mataku, aku pun menjawab “Of course I will because I love you with all my heart too Oppa.”

Siwon Oppa langsung berdiri dan mencium bibirku cukup lama. Kami pun seperti terlarut dalam suasana indah ini. Kalau saja tidak ada seorang wanita yang menganggu kurasa ciuman kita tak akan lepas entah sampai kapan. Dan kalian sudah pasti tau siapa wanita itu, dia bernama Choi Jiwon, calon adik iparku satu-satunya. Guys, entah ini memang takdir yang terlalu baik padaku atau apa. Aku sangat beruntung bisa menjadi calon istri seorang Choi Siwon, belum lagi memiliki mertua yang super baik, perhatian dan menyayangiku seperti anak mereka sendiri dan juga dekat dengan adik Siwon Oppa satu-satunya. Well, mungkin bagi sebagian dari kalian bilang banyak yang sudah mendapatkan suami, mertua dan kakak atau adik ipar yang seperti itu. Tapi menurutku, ini sangatlah jarang. Yang ku tau, biasanya mertua dan menantunya ada sesuatu yang membuat mereka tidak akur ataupun antara kakak ipar dengan adik ipar atau adik ipar dengan kakak ipar. Aku teramat bersyukur. Entahlah. Pokoknya bersyukur saja. Dan otomatis, semua ini membuatku melupakan kejadian-kejadian yang membuatku kesal dan ingin marah pada Choi Siwon dan Choi Jiwon. Membuatku dapat melupakan prasangka-prasangka aneh mengenai tunanganku sendiri.

Choi Siwon, kurasa kau yang terbaik untukku. Semoga kita dapat terus bersama hingga hanya maut yang dapat memisahkan kita seperti yang kau inginkan. Kuharap nantinya kita dapat membangun keluarga yang saling mengasihi, menghormati dan selalu bahagia walaupun aku tau kita pasti akan bertengkar ataupun aku mendiamkanmu atau apapun itu yang tak mengenakkan akan terjadi. Tetapi semoga saja kita dalam melewati semua rintangan dan problem didepan kita bersama-sama, tidak meninggalkan satu dibelakang ataupun satu berjalan duluan didepan. Kita harus saling beriringan menghadapi semuanya. Semoga apapun itu, kita akan diberi kekuatan untuk menghadapinya. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Oppa. Saranghae. Terima kasih sudah membawa begitu banyak kesenangan dengan kehadiran Oppa dalam hidupku, terima kasih selalu berusaha membuatku bahagia, terima kasih selalu menjadi seorang namja yang pengertian kepadaku yang masih suka kekanak-kanakkan ini. Terima kasih Oppa, terima kasih sudah menerima diriku yang tak sesempurna dirimu dan yang paling penting terima kasih telah bersabar menungguku bertahun-tahun yang lalu, memilihku diantara banyak wanita yang dapat kau pilih dan selalu setia padaku. Terima kasih Oppa telah memberikan banyak cinta dan kasih sayang padaku. Terima kasih telah mencintaiku Oppa. Aku mungkin tak akan dapat membalas semua perbuatan Oppa yang sungguh banyak dan baik dihidupku tapi aku berjanji sebisa mungkin aku akan mencintai Oppa lebih besar dari Oppa mencintaiku.

 

Jika suatu saat, Oppa membaca kalimat-kalimat itu, aku berharap Oppa akan tersenyum bahagia dan semoga pada saat itu aku sudah dapat menjadi Im Yoona yang lebih baik untukmu Oppa. Gomawo untuk semuanya. Love you Choi Siwon.

THE END.

Semoga coretan ini bisa mengobati yang udah rindu YOONWON ya. And no sequel untuk ini dalam waktu dekat dan ga berencana buat sequelnya juga sih.

If can, please comment, like and share. Thankyou guys.

[Twoshoot] Scandal

Title : Scandal

Cast : Choi Siwon, Im YoonA and other

Disclaimer : all the casts are not belong to me.

Happy Reading..

.

.

Warning : Jangan COMPLAIN kependekan atau MINTA POST LAGI ya hehe.

.

.

LAST : Bagi para readers yang request WE ARE ONE. Sorry belum start tulis lanjutannya walaupun udh ada draft garis besarnya hehe.

.

.

.

 

Happy reading!

 

 

Author POV

Penthouse bernuansa putih yang siapapun yang melihatnya akan terkagum karena dari tampak depn saja sudah terlihat sangat amat mewah ini biasanya suasananya bak bunga bermekaran, oh tidak, maksudnya biasanya terisi oleh atmosfer bahagia dan romantis dua orang yang saling mencintai kini berubah seperti tak berpenghuni, sepi, serta tegang.

Entahlah, baik pria dan wanita yang sedang duduk di sofa merah di ruang tengah penthouse ini tak ada yang berniat untuk membuka pembicaraan duluan, yang ada hanya suara dari jam dinding yang tergantung indah di dinding ruangan itu.

Keheningan yang terjadi bertahan sampai 20 menit ke depan sampai akhirnya nada dering handphone terdengar nyaring bunyinya baru terlihat ada pergerakan manusia di dalam penthouse itu karena sejak 1 jam yang lalu keduanya hanya duduk terdiam di sofa sambil memandang ke akhir TV canggih yang terbuka tetapi sebenarnya keduanya tidak berniat untuk menonton atau mengetahui apa yang disiarkan TV di depan mereka.

Si wanita pun yang handphone tadi berbunyi kini berbicara dengan orang yang meneleponnya. Rupanya yang meneleponnya ada unnienya, member satu groupnya.

“Yoong?”

“Ne Yul unnie, ada apa?”

“Apa kau sedang di Seoul sekarang?”

“Ya, aku baru saja sampai 2 jam yang lalu unnie. Apa ada masalah unnie? Atau kita ada latian group ya? Maaf aku lupa sepertinya. Eh? Tapi manager Oppa juga tidak bilang ada jadwal latihan group kepadaku.”

“Tidak ada apa-apa. Memang tidak ada latihan group Yoong. Unnie cuma mengkhawatirkanmu. Kau tau lah Yoong alasannya.”

“Hmm…”

Hanya jawaban itu saja yang keluar dari mulut wanita yang diketahui bernama Yoona itu.

Merasa lawan bicaranya terdiam, si penelepon pun berkata “Oh maaf, unnie tidak bermaksud menyinggungmu dengan berkata begitu. Maaf Yoong”

“Tenang saja, aku mengerti kok unnie. Unnie hanya khawatir dan peduli padaku.”

“Bagaimana kalau kau mau tidur di rumah unnie, mau tidak? Unnie bisa jemput kamu sekarang juga karena kebetulan unnie habis dinner di daerah Gangnam juga Yoong.”

Si wanita terdiam. Tanpa sadar, si pria yang sejak tadi ada diruangan itu melirik wanita yang sejak tadi di ruangan itu juga. Si pria tidak tuli, ia mendengar percakapan antara wanita tersebut dengan orang yang menelepon wanita itu. Menghela nafas dalam, si pria pun berdiri lalu berjalan ke arah wanita itu lalu mengambil handphone dari tangan wanita itu tanpa meminta izin kemudian bersuara :

“Yuri ah, Yoona tidak akan bisa menginap di rumahmu sekarang. Oppa ada keperluan dengannya. Tidak apa-apa kan?”

“Oh, Siwon Oppa? Ya tidak apa-apa kok.”

“Ya sudah, selamat malam Yuri.”

“Selamat malam Oppa. Sampaikan kepada Yoona juga ya Oppa. Jaga Yoona ya Oppa. Aku percayakan dongsaeng kesayanganku padamu.”

Setelah mendengar perkataan Siwon tadi, Yoona pun langsung naik tangga dan menuju kamar utama di lantai atas. Siwon yang melihat Yoona sudah berada di tangga, menghembuskan nafasnya dan dengan cepat langsung menyusulnya.

Beberapa menit setelah dirinya duduk di ranjang di kamar mereka (karena biasanya dirinya tidur dengan Siwon. NOTE hanya tidur tidak lebih) , pintu kamar pun kembali terbuka dan orang yang saat ini paling tidak ingin ditemuinya adalah orang yang saat ini masuk ke kamar dimana ia berada.

Yoona pun kemudian pura-pura sibuk melihat ke arah laptopnya. Dirinya benar-benar sedang tidak mood berbicara, membahas apapun ataupun menjelaskan apapun apalagi kalau berdebat, dirinya paling malas berdebat belum lagi orang yang kemungkinan akan berdebat dengannya adalah orang yang menyayanginya dan juga ia sayangi. Hah. Susah.

Melihat Yoona bersikap seperti itu membuat senyuman kecil muncul di sudut bibir Siwon. Tunangannya itu selalu saja telihat menggemaskan apapun yang dilakukannya.

Siwon kemudian duduk di ranjang dimana Yoona berada, malah bisa dibilang duduk di samping Yoona yang sedang duduk bersender ke headboard ranjang mereka. Yoona tau, tetapi dirinya hanya tidak mau peduli.

Siwon sekali lagi menghembuskan nafasnya. Dirinya benar-benar harus mencari cara agar suasana diantara keduanya mencair kalau tidak bisa semakin kacau nantinya.

Siwon pun mengeluarkan suara duluan “Yoong?”

Yoona hanya terdiam, mungkin pura-pura tidak mendengarnya?

Siwon lalu sekali lagi memanggilnya “Yoong? Kita harus bicara sekarang.”

Yoona lagi dan lagi mengacuhkannya. Mungkin lebih tepatnya Siwon dianggap tidak ada diruangan ini oleh Yoona.

Siwon memutuskan untuk tidak memperdulikan sikap Yoona yang membuatnya merasa tidak dianggap ada diruangan ini. Siwon, untuk ketiga kalinya memanggil Yoona, tetapi kali dengan nada memohon

“Yoong, sayang? Oppa mohon jawab Oppa. Kita butuh bicara. Mau sampai kapan kita saling mendiamkan, hmm?”

Yoona tidak menjawab apapun. Benar-benar menguji kesabaran seorang Choi Siwon. Ya, walaupun memang Choi Siwon terkenal sabar di kalangannya fansnya. Hmm Siwon tidak hanya sabar di on cam sih, karena Siwon memang orang yang sangatlah sabar. Jadi orang yang berpendapat dirinya hanya terlihat sabar di depan kamera itu tidaklah benar. Tetapi, semua manusia mempunyai batas kesabaran masing-masing bukan? Mungkin saja kan batas kesabaran Siwon sudah tidak bisa dikompromi lagi? Hmm..

“Yoong. Aku mohon sekarang bicaralah. Mau sampai kapan lagi kita mendiamkan satu sama lain? Apa kau sudah benar-benar bosan pada Oppa? Apa.. apa.. jangan-jangan memang benar semua berita yang tersebar kemarin-kemarin itu? HAH?! Oppa sudah cukup bersabar. Jika memang begitu kita putus saja! Kau tidak usah malu-malu mengatakannya, tidak usah dengan mendiamkanku, tidak usah sok tidak enak hati mengatakannya. Untuk apa kita masih berhubungan, membiarkan dunia tau kita saling memiliki dan kita sudah bertunangan 6 bulan yang lalu. Buat apa? Untuk menaikkan popularitasmu saja kan? Jika kau mau kita putus…Bilang saja pada Oppa! Sekalipun kita sudah bertunangan, semua bisa dibatalkan sebelum terlambat. Itukah yang kau mau IM YOONA?!”

Tanpa disadari oleh Siwon, Yoona sudah mengeluarkan airmatanya hanya saja dirinya mencoba untuk tidak mengeluarkan suara isakannya. Lalu tanpa diduga, Yoona kemudian bersuara “Aku harus berkata apa lagi Oppa? Aku pun bingung. Oppa pikir cuma Oppa saja yang berusaha bersabar? Oppa kira cuma Oppa yang merasa kecewa dan sedih? Oppa kira cuma Oppa yang merasa dikhianati atau apapun yang buruk? Oppa kira aku mau kita diposisi seperti ini? TIDAK! SAMA SEKALI TIDAK CHOI SIWON TERHORMAT!!”

Siwon yang menyadari Yoona mengeluarkan air mata, merasa sedikit terkejut dan akhirnya emosinya dapat dipadamkan sedikit. Dan yang membuat dirinya lebih terkejut adalah ketika mendengar perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Yoona saat ini. Belum sempat membalas perkataan Yoona, Yoona sudah berbicara lagi.

“Kalau Oppa merasa semua yang Oppa lihat dan dengar benar maka lakukan saja apa yang menurut Oppa pantas untuk dilakukan. Kalau Oppa percaya semuanya pun terserahlah. Karena Oppa memang punya hak Oppa untuk percaya apa yang ingin Oppa percayai. Jadi aku menerima apapun yang Oppa inginkan termasuk memutuskan pertunangan kita. Karena mungkin saja kita memang bukan jodoh, mungkin saja Oppa.. Oppa lebih senang dengan wanita lain, bukan?”

Siwon awalnya malu mendengar perkataan Yoona awalnya. Dirinya malu karena dirinya tadi sudah membentak dan tanpa sadar ikut menuduh sembarangan pada tunangannya sendiri. Tapi ketika mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulut Yoona, Siwon merasa aneh saja. Apa sih maksud Yoona berkata begitu?

Setelah Yoona berbicara, tidak ada lagi suara yang keluar dari kedua mulut manusia yang berada di satu ruangan yang sama itu. Mereka sepertinya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Mereka terlihat seperti orang yang sedang memikirkan mengapa suatu hal dapat terjadi dan mengapa ini dan itu.

Siwon sebenarnya menyesal berkata seperti tadi karena seumur hidup sejak kenal dan berpacaran dengan Yoona, dirinya tidak pernah marah seperti ini padanya. Siwon pun yang tidak tahan dengan suasana ini menghilangkan gengsinya dan akhirnya mengeluarkan suaranya “Hmm.. Yoong? Maafkan Oppa, Oppa ti–”

Yoona sepertinya tidak memberi kesempatan bagi Siwon untuk berbicara karena Yoona langsung menyelahnya “Oppa bilang aku bertunangan dengan Oppa untuk menaikkan popularitasku? Sekarang aku sadar Oppa sama saja dengan orang-orang yang tidak tau bagaimana kerja keras aku untuk bisa seperti ini. Sudah cukup Oppa. TERSERAH OPPA SAJA! Aku baru sadar, mungkin aku memang serendah itu di mata Oppa selama ini. Kurasa aku butuh waktu sendiri Oppa, aku akan pergi ke rumah Appa atau rumah Yuri unnie saja sekarang. Kurasa Oppa butuh waktu sendiri juga bukan? Ah, aku harus menjadi wanita pengertian bukan?Sepertinya Oppa lagi butuh waktu lebih memutuskan keputusan harus memilih siapa diantara 2 wanita yang ada dihati Oppa sekarang…”

Siwon awalnya merasa sangat bersalah tapi ketika mendengar Yoona berkata “2 wanita?” Apa sih maksudnya. Siwon pun langsung berkata “Apa sih maksudmu Yoong? Oppa sama sekali tidak mengerti maksud perkataanmu.”

Yoona pun melanjutkan perkataannya “Kau tidak usah bingung Oppa. Kau pasti sudah tau maksudku Oppa. Kutunggu keputusanmu Oppa. Sekarang kau pasti senang tidak perlu mencari cara untuk membuatku keluar dari penthouse kita ini kan? Kalau Oppa mau, Oppa bahkan bisa mencoret namaku dari hak milik penthouse ini, aku relakan penthouse ini untuk Oppa sekalipun aku tau Oppa bisa membeli yang baru. Aku hanya tidak ingin lagi tinggal di tempat yang diam-diam didatangi seseorang saat aku diluar Korea dan tidur di ranjang bekas orang lain. Hah, sedikit menjijikan. Dan aku tau permainan apa yang sedang Oppa coba jalankan sekarang. Tenang saja apapun keputusanmu, aku akan menerimanya. Mungkin itu yang terbaik untuk kita berdua dan untukku meski mungkin akan ada yang terluka. Selamat malam. Semoga malammu bersamanya menyenangkan.”

Yoona pun kemudian langsung menutup MacBooknya lalu turun dari ranjang tempatnya duduk sedari tadi lalu menuju pintu kamar ini.

Dalam hitungan menit, tubuh Yoona sudah tidak terlihat oleh pandangan mata Siwon lagi. Jujur, Siwon bingung sebenarnya mengapa Yoona berkata seperti tadi. Apa maksudnya sih dua wanita. Dan apa? Yoona bilang dirinya mau mengusir Yoona dari penthouse mereka ini? Dirinya tidak bermaksud begitu sama sekali, yang benar saja, masak mengusir wanita yang mungkin sebentar lagi akan menjadi istrinya. Ya ampun, cobaan apa lagi ini. Belum saja 1 masalah antara dirinya dan Yoona selesai, sudah ada masalah lain. Jangan bilang Siwon egois atau apalah karena tidak mengejar Yoona, dirinya mau mengejar malah mau melarang Yoona keluar tapi dirinya mengenal Yoona dengan sangat baik, jika dirinya melarang Yoona keluar yang ada perang dingin antara mereka akan semakin parah karena jika dalam kondisi emosi seperti ini Yoona biasanya butuh waktu sendiri atau cerita dengan unnie-unnienya ataupun Seohyun ya walaupun lebih sering ke Yuri ataupun Sooyoung sih. Karena mereka berdua yang dulu membantu Siwon mendekati Yoona.

Tapi kadang Yoona bisa juga sih bercerita kepada adik Siwon, Choi Jiwon bahkan bisa juga ke Nyonya Choi. Jika sudah begitu, kalahlah seorang Choi Siwon. Dirinya pasti akan disuruh Ommanya atau Jiwon mengalah ataupun dirinya yang dianggap salah. Jika sudah begitu, ya sudahlah. Apa lagi yang bisa dikatakan Siwon. Tapi Yoona juga bisa bercerita ke Leeteuk, Heechul atau Eunhyuk sih, jika sudah begitu, habislah Siwon, dirinya akan diejek mereka ataupun Yoona bisa dipanas-panasin oleh mereka. Hah, memikirkan semua kemungkinan yang dapat terjadi membuat Siwon makin bingung dengan semuanya dan lebih parahnya, bingung bagaimana menyelesaikan semua masalah apalagi besok Yoona dan Siwon ada pemotretan brand sport bareng karena mereka berdua dijadikan ambassador brand sport tersebut belum lagi dua hari setelah besok mereka harus latihan bersama dengan group mereka berdua untuk acara akhir pekan SM Town Weekly Concert 2020. Pastinya disana akan saling bertemu dan dirinya akan diejek oleh membernya. Jadi keputusannya adalah dirinya harus menyelesaikan kesalahpahaman ini atau masalah mereka ini sebelum 3 hari kedepan. Okay Siwon, kau harus mengalah lagi pada sang pujaan hatimu itu.

Parahnya tadi kau bilang soal putus kan. Kau lupa Yoona pernah bilang sejak dulu kalau dirinya bilang jangan ada kata putus jika tidak benar-benar putus. Well, Siwon, kau memang salah disini. Sudahlah Siwon kau tidur saja sekarang karena sepertinya kau akan butuh tenaga yang banyak untuk membujuk wanita specialmu itu.

Keesokan harinya, tepatnya jam 10.13 pagi, Yoona sudah sampai di lokasi shooting pemotretan mereka, tentunya Yoona datang sendiri dengan para teamnya, maksudnya manager, stylish, make up artist dan well, beberapa bodyguard yang disiapkan oleh pria bernama Choi Siwon untukknya sejak mereka pacaran. Shootingnya sebenarnya mulai jam 11.15, tapi karena Yoona sudah bangun dari jam 6 pagi jadi dirinya memutuskan datang 1 jam lebih cepat.

Setelah sampai, Yoona pun dibawa ke ruang istirahat khusus dirinya. Yoona pun duduk di depan kaca dan membiarkan tangan para profesional merias dirinya. 50 menit kemudian, dirinya pun sudah selesai. Yoona pun memutuskan duduk di sofa yan tersedia diruangan ini. Karena Yoona malas keluar sebelum dipanggil oleh photographernya karena tidak ingin bertemu dengan seseorang yang dihindarinya sejak kejadian kemarin itu.

Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul 11.51. Yoona pun bertanya pada managernya “Oppa, kenapa belum dimulai? Aku ada janji untuk bertemu dengan Jiwon di coffee shop bentar jam 12.30 nanti setelah itu aku ada janjian dengan Yuri dan Sooyoung unnie. Jika jam 12 belum juga mulai, sepertinya aku pergi duluan saja Oppa.”

Manager Yoona pun menjawab “Sebenarnya sudah bisa dimulai dari tadi, tapi.. tapi.. hmm..”

Yoona menatap managernya ketika managernya terbata-bata menjawabnya.

Yoona lalu bertanya “Ada apa Oppa? Shooting dibatalkan? Oh yasudah antar aku ke coffee shop di Gangnam saja sekarang.”

Manager Oppa pun menjawab “Hmm.. bukan begitu.. bukan dibatalkan tapi itu.. hmm.. Siwon belum datang sampai sekarang jadi pemotretannya tidak bisa dimulai.”

Yoona terdiam sejenak lalu berkata “Ya sudah kita tunggu 15 menit lagi. Kalau belum juga datang, aku mau pergi saja. Atau kalau perlu batalkan saja kontrak dengan brand ini, lagipula ada brand lain yang kemarin mau aku jadi modelnya kan.”

Manager Yoona hanya bisa mengangguk lalu berkata “Tapi.. tapi Yoong, citra kalian akan rusak. Pasti netizen bingung mengapa kau membatalkan kontraknya secara tiba-tiba. Apalagi kan kau tunangannya.”

Yoona pun menjawab cepat “Biarkan saja. Apa peduliku. Aku mau membuktikan pada seseorang kalau aku bukan memanfaatkan pertunangan kita sebagai hal yang menaikkan popularitasku. Aku kan bekerja keras untuk mencapai posisiku saat ini. Well, aku professional Oppa, kan ada yang terkenal dan mendunia tapi tetap saja tidak tepat waktu. Hah, yang benar saja.”

Baik manager, stylish dan make up artist Yoona bingung harus berkata apa. Mereka hanya bisa terdiam tak tau harus merespon seperti apa. Mereka memutuskan duduk ditempat mereka masing-masing sambil meminum kopi yang dibeli Yoona untuk mereka dalam perjalanan ke tempat pemotretan.

TBC

DOAIN PART DUA / ENDNYA BISA DI PUBLISH SECEPAT MUNGKIN YA GUYS. HOPE YOU LOVE THIS SHORT STORY. THANKS FOR ALL THE SUPPORTS!!

 

And siders, i know you. Hope you change before I protect all the story hehe.

[Coretan] Public?

Title : Public?

Cast : Siwon, Yoona and others.

Disclaimer : All the casts are belong to God, their families and company.

.

.

.

So guys, I’m back with this very short. I write it in the middle of my very busy time. Hope you guys like it.

.

.

.

 

Happy Reading my readers!

Author POV

2019

Setelah delapan tahun berpacaran (walaupun mereka baru mengaku pada publik mereka berpacaran pada tahun ke lima mereka) dan bertunangan pada tahun ketujuh berpacaran, akhirnya salah satu pasangan fenomenal di Korea Selatan maupun di luar Korea Selatan, oh tepatnya mereka adalah pasangan yang sangat terkenal sampai Amerika Serikat, mengumumkan kepada publik mereka akan melakukan pernikahan 5 bulan yang lalu. Mereka sengaja mengumumkan pernikahan yang akan diadakan hari ini beberapa bulan yang lalu karena mereka tidak mau dibilang sengaja menyembunyikan soal hubungan mereka lagi seperti lima tahun yang lalu ketika hubungan rahasia mereka terungkap melalui reporter paparazzi. Siwon dan Yoona pun tentunya sudah siap menerima segala bentuk respon dari publik setelah mengumumkan pernikahan mereka lewat konferensi pers yang dilakukan keduanya secara bersama-sama beberapa bulan lalu.

Entahlah, baik Siwon dan Yoona, lebih tepatnya Siwon sudah capek dan memilih untuk tidak peduli lagi dengan respon-respon publik mengenai hubungannya dengan Yoona. Terserah apa kata publik dan media, lagipula berpacaran, bertunangan dan menikah bukanlah kejahatan bukan?

Okay, memang benar jika dia pernah dikatakan cupu karena tidak berani mengungkapan hubungan pacarannya dengan Yoona delapan tahun yang lalu. Tapi itu semua semata-mata untuk menjaga kekasihnya. Kita semua disini tau bukan, fans dari aktor dan idol pria lebih menakutkan dan fans histeris actress atau idol perempuan manapun jadi Siwon tidak ingin mengambil resiko, YoonAnya diteror atau apapun itu. YoonAnya bagai mutiara yang teramat berharga untuknya sehingga dirinya tidak mau mengambil resiko harta berharganya tergores oleh apapun itu.

Tetapi ketika hubungan mereka yang sudah lumayan lama terungkap, Siwon pun secara bangga memamerkan kepada publik kalau Im Yoona adalah miliknya walaupun Yoona pada saat itu masih sering enggan melakukan public date atau pergi ke daerah ramai berduaan dengan Siwon karena tidak mau membuat headline atau keheboan akibat kencan mereka atau apapun itu.

Sebenarnya, ketika berita hubungan mereka keluar ke publik, memang 40% dari kolom komentar adalah negative comment tapi itu karena para fans cemburu karena Choi Siwon mereka telah menjadi milik Im Yoona ataupun fans Im Yoona cemburu karena pujaan mereka telah menjadi milik Choi Siwon sehingga tidak ada harapan bagi mereka lagi. Namun, setelah hampir satu tahun, lama kelamaan makin banyak netizen dan fans sudah dapat merelakan idol mereka berpacaran walaupun ya masih ada saja yang bertingkah dan berbuat aneh. Salah satunya seperti (kira-kira sekitar 1 tahun setelah berita mereka berpacaran)  Siwon dan Yoona tertangkap sedang menikmati liburan mereka di New York dan yang benar saja ada fans yang melempar poster bergambar Yoona dengan coretan “X” di muka Yoona dan tulisan kebencian tentang Yoona kearah Yoona yang pada saat itu dirangkul oleh Siwon. Ketika itu terjadi, tentunya Yoona sedih dan kesal mengapa masih ada saja yang bertingkah aneh menanggapi hubungannya dengan Siwon, lebih tepatnya fakta kalau Siwon adalah miliknya. Yoona bahkan menangis ketika mereka masuk ke mobil (padahal waktu itu dirinya dan Siwon sedang berjalan menuju toko es krim favoritnya). Jangan bilang Siwon hanya diam, Siwon bahkan sudah mau mengejar orang yang melempar Yoona walaupun pelempar itu adalah seorang wanita tetapi Yoonalah yang mencegah Siwon untuk melakukan itu.  Setelah kejadian itu, Yoona dan Siwon pun menjadi lebih hati-hati memilih waktu dan tempat untuk berkencan. Bahkan orang tua Yoona menyewa beberapa bodyguard untuk putri semata wayang mereka. Tuan Im yang adalah pemilik sekaligus CEO dari Im Company dan Im Department Store sempat mau membawa persoalan ini ke meja hijau tetapi lagi-lagi Yoona menyuruh tidak usah untuk melakukan itu.

Tidak lama setelah itu, Siwon dan Yoona lagi-lagi mengumumkan sesuatu tentang hubungan mereka yaitu mereka akan bertunangan tepat pada hari anniversary mereka yang ketujuh. Selain itu, YoonA pun memberitahu jika dirinya akan vakum dari dunia drama atau film dulu entah sampai kapan itu dengan alasan pribadi yang enggan dibicarakannya tetapi dirinya akan lebih fokus pada dunia modelling dan masih dapat menjadi model video clip. Sedangkan Siwon tidak vakum dari bidang apapun tetapi publik dan fans tidak dapat menutup perasaan mereka jika Siwon semakin mengurangi kegiatannya di dunia entertainment. Ditambah setalah beberapa bulan dari berita pertunangan mereka, Siwon terlihat sering dapat ke kantor utama Hyundai. Karena foto-foto yang beredar, banyak fans dan netizen pun berpikir apa Siwon sedang bersiap-siap untuk menjadi seorang CEO.. apa Siwon akan benar-benar meninggalkan dunia entertaiment dan sebagainya. Dan ya, dugaan mereka pun benar. Siwon dan keluarga Choi memutuskan Siwon akan menjadi seorang CEO lagipula usianya juga sudah 30an jadi ini adalah waktu yang tepat menurut mereka semua.

Dan lima bulan yang lalu berita yang lebih heboh dari berita-berita sebelumnya pun tercipta karena Siwon dan Yoona mengadakan konferensi pers di salah satu hotel milik Yoona. Okay, Yoona diam-diam memiliki hotel guys. Mereka berdua duduk dihadapan semua reporter yang datang dan dengan berani mengumumkan jika mereka akan menikah 5 bulan lagi. Pernikahan mereka diadakan 3 kali. Yang pertama, pada pagi hari mereka akan melaksanakan pemberkatan nikah di salah satu gereja besar di Seoul dan pemberkatan nikah mereka diadakan secara tertutup hanya untuk keluarga dan sahabat-sahabat dekat dari kedua pihak. Yang kedua, dua hari setelahnya, mereka akan menggelar resepsi pernikahan mereka di Paris tetapi ini juga diadakan secara tertutup hanya saja banyak artist akan datang dan teman-teman mereka dari kalangan manapun akan hadir. Yang ketiga, satu minggu setelah resepsi pernikahan di Paris, mereka akan mengelar resepsi pernikahan di Seoul dan ini diadakan secara terbuka, bahkan beberapa media yang terpilih diizinkan meliput semuanya, bahkan fans baik fans Siwon dan Yoona dipilih masing-masing 150 fans yang dipilih oleh ketua fanclub resmi keduanya. Jangan mencoba berkomentar mereka terlalu berlebihan karena mengadakan resepsi yang besar dan sebagainya karena mereka memang pantas melakukan itu apabila mereka bahagia. Mengerti?

Dan tidak usah terkejut, banyak reporter bertanya kemana mereka akan pergi untuk honeymoon mereka. Dan Siwon pun tersenyum lebar dan menjawab “Somewhere in Europe or America” yang membuat para reporter semakin penasaran tapi mau tak mau mereka menduga-duga sendiri.

 

Siwon POV

Setelah pemberkatan selesai, aku dan Yoona pun segera masuk ke mobil Limoku yang akan membawa kami ke rumah kami berdua.

Selama perjalanan, aku terus menatap wajah wanita yang baru saja resmi menjadi istriku. Entahlah, aku tidak pernah bosan menatap wajahnya padahal wajah yang sedang kupandang ini adalah wajah yang sudah sering kupandang sejak delapan tahun yng lalu. Oh, salah, bahkan sudah lebih dari sepuluh tahun karena sebelum kami berpacaran, aku memang sudah menyukai Yoona tetapi pada saat itu aku belum terlalu berani mengutarakan perasaanku ditambah aku takut Yoona menolakku. Ah tapi itu tidak penting lagi, sekarang saja dirnya sudah resmi menjadi istriku haha. Tapi, sungguh, bagiku, semua yang ada diwajahnya adalah sempurna. Aku terus mengucap syukur pada Tuhan yang memberiku seorang istri seperti dirinya, betapa beruntung aku bukan.

Pandanganku kearahnya terganggu ketika tangannya mengusap pipi kananku. Yoona selanjutnya bertanya “Oppa! Ada apa? Apa yang sedang Oppa pikirkan hm?”

Aku tersenyum dan mengecup dahinya lalu hanya menggelengkan kepalaku tanda tidak ada apa-apa.

Setelah itu, Yoona kembali mengeluarkan suara “Ada apa sih Oppa? Kau sangat aneh sekali.”

Aku tertawa lalu menjawab “Jadi kau benar-benar penasaran? Ingin ku beritahu?”

Yoona menjawab “Ya aku penasaran.. jadi beritahu aku sekarang Oppa.”

Aku pun menjawab “Baiklah, tapi ada satu syarat sayang.”

Mendengar itu, Yoona memandangku dengan tatapan ‘syarat apa?”

Aku yang mengerti tatapannya pun berkata “Kau harus mencium Oppa dulu.”

Yoona membulatkan matanya, membuatnya terlihat sangat lucu dan cute. Oh Tuhan, mengapa istriku bisa begitu menggemaskan. Kurasa aku telah berbuat sesuatu yang sangat baik dikehidupanku yang dahulu (jika kehidupan dulu memang ada haha)

Lalu, Yoona pun berkata “Tidak mau Oppa. Kalau Oppa tidak mau memberitahuku, yasudah. Itu kan hak Oppa. Walaupun kita suami istri sekarang, aku tetap mengerti kok pasti ada hal yang dikategorikan privacy bagi kita masing-masing. Yasudah tidak usah dibahas lagi. Aku tidak apa-apa tidak mengetahuinya.”

Mendengarnya berkata seperti itu membuatku sedikittttt kesal dan merasa lucu. Kesal? Mengapa? Karena Yoona berpikir aku tidak akan memberitahunya beberapa hal walaupun dia sudah menjadi istriku.. padahal kan maksudku hanya untuk mengerjainya. Ah Yoonaku. Dan lucu saja karena walaupun dia berkata begitu, aku tau sebenarnya dia sedikit kecewa ketika mendengarku mengajukan syarat dan sebenarnya aku juga tau dia mau saja menciumku tapi akhirnya menolak karena terlanjur berpikir negative seperti tadi. Maklum saja okay, Yoona kadang memang kekanakkan.. mungkin karena faktor lahir menjadi anak tunggal di tengah-tengah keluarga yang biasa memanjakannya. Bahkan sepupunya semua sangat menyayangi dan memanjakan Yoona karena Yoona adalah satu-satunya keturunan bermarga Im yang berjenis kelamin perempuan diantara mereka semua. Ditambah Yoona adalah yang paling muda diantara semua sepupu laki-lakinya.. jadi ya kalian bisa membayangkannya. Satu lagi, selain itu, ketika bertemu orang tuaku, khususnya Omma, ya ampun aku pun jadi bingung siapa anak Ommaku sebenarnya.. Yoona atau diriku. Belum lagi kalau Jiwon sedang ada di Korea seperti ketika hari Natal, Jiwon bela-bela pulang dari London hanya untuk bertemu Yoona atau misalnya jika Yoona dan aku sedang berlibur ke suatu tempat, pasti Jiwon akan memaksa dirinya datang menemui kami, tepatnya Yoona. Entahlah, semua keluargaku seperti lebih menyayangi Yoona ketimbang diriku yang adalah anak atau saudara kandung mereka. Aku sih tidak masalah sebenarnya, malah aku senang karena Yoona diterima dengan sangat baik. Aku juga tidak menyangka, dulu, satu hari setelah aku berpacaran dengan Yoona, aku membawa Yoona bersamaku yang akan menghabiskan waktu dengan keluargaku di salah satu villa Appa di Jeju. Ketika orang tuaku,  Jiwon dan sepupu-sepupuku bertemu dengan Yoona, rasanya mereka sudah mengenal lama karena dalam waktu yang sangat singkat mereka sudah sangat akrab. Bahkan Yoona menjadi seperti emas limited edition diantara kita semua karena semua perhatian berpusat padanya. Hmm.. mengingat itu semua membuatku benar-benar merasa bahagia.

.

Ketika mobil yang membawa kami sudah memasuki gerbang pertama rumah kami, aku baru tersadar kalau aku sudah melamun dalam waktu yang cukup lama. Dan lagi, aku juga baru tersadar Yoona sudah tertidur di pundakku.

Aku pun membangunkan Yoona ketika mobil kami benar-benar sudah sampai di depan pintu masuk utama rumah kami. Yoona pun akhirnya terbangun setelah aku mencium pipinya beberapa kali. Setelah itu, aku turun dari mobil dan bergegas membukakan pintu untuk istriku lalu masuk ke rumah kami.

Ketika pintu masuk dibuka oleh salah satu maid, Yoona terlihat sedikit terkejut ketika melihat banyak maid dan pekerja yang berbaris sejajar berhadapan. Yoona awalnya terlihat canggung, tetapi langsung tersenyum kepada semuanya. Okay, dia berhasil memamerkan senyum sejuta dollarnya.

Setelah itu, aku dan Yoona pun berjalan menuju lift untuk naik ke lantai atas dan mengganti baju kami lalu ya kalian tau selanjutnya apa yang pengantin baru lakukan bukan? Jangan bilang tidak tau, karena aku tau kalian mungkin saja sedang tersenyum ketika membaca ini hahaha karena membayangkan sesuatu yang jauh lol.

Author POV

Keesokan harinya, ketika matahari menembus kaca jendela kamar pengantin baru ini, mereka barulah terbangun, lebih tepatnya Choi YoonA baru terbangun. Karena suaminya, Siwon sudah terbangun dari jam 10 pagi tepatnya jam yang lalu dan segera menyiapkan kejutan kecil untuk istri tercintanya yaitu dirinya memasakkan makan pagi untuk istrinya. Jangan menganggap ini biasa saja, bukan surprise yang special ok. Yang membuat ini menjadi special ialah karena seorang Choi Siwon yang tidak pernah memegang alat-alat dapur kini berhasil memasak 3 macam masakkan yaitu fruit and vegetable salad sebagai hidangan pembuka yang sangatlah cocok untuk Yoona, cream chesse soup, tenderlion beef steak sebagai main dishnya dan chocolate cake yang dipesannya pagi tadi dari bakery yang biasanya Yoona kunjungi.

Jadi, ketika kedua mata Yoona terbuka, dirinya langsung disajikan pemandangan wajah tampan suaminya tepat didepan wajahnya dan tak lama setelah itu ia mendapatkan ciuman di seluruh wajahnya dari dahi, mata, hidung, keduanya pipi dan terakhir bibir mungilnya yang mempesona sekali bagi para namja apalagi bagi Siwon, suaminya. Kalian bisa membayangkan bukan betapa bahagianya Yoona saat ini. Belum lagi ketika melihat apa yang disiapkan Siwon untuknya membuat Yoona meneteskan air matanya karena terharu walaupun Yoona sempat protes mengapa Siwon tidak membangunkan Yoona tadi kan seharusnya Yoonalah yang menyiapkan makanan untuk mereka terutama untuk Siwon ya walaupun dia tak bisa memasak, kan dia bisa membantu juru masak mereka. Siwon yang merasa gemas atas perkataan Yoona langsung mengecup bibir Yoona dan berkata “Haiz, Yoong, kau ini tidak perlu melakukan itu tau.

Yoona pun langsung menjawab “Tapi kan aku juga harus belajar Oppa. Apa kata orang jika tau istrimu Im YoonA tidak dapat melayani suaminya dengan baik? Bagaimana kalau aku dibilang hanya mau hartamu saja. Hah!”

Siwon tersenyum lalu membawa wajah Yoona kedalam kedua tangannya lalu berkata “Oh.. jadi istriku ini takut dibilang tidak dapat melayani suaminya dengan baik? Ah.. apa aku harus memberitahu dunia kalau istriku melayani dengan sangat sangat baik diranjang? Ya ampun.. aku sampai merasa sangat puas dengan servicenya tadi malam. Ya sudahlah, sekarang Oppa telepon wartawan ya biar semua dunia tau istri Choi Siwon melayani suaminya dengan sangat baik di ranjang sampai ranjangnya sang–”

Yoona lalu melepaskan tangan Siwon dari wajahnya dan berteriak “YAK!! OPPA! Aku tidak sedang becanda sekarang.”

Siwon tertawa dan menjawab “Oppa tidak sedang becanda juga sekarang sayang..”

Walaupun berteriak tapi pipi Yoona bersemu merah dan menjawab “Terserah Oppalah. Aku mau mandi saja.”

Ketika Yoona sudah akan turun dari ranjang mereka, Siwon langsung menarik tangannya yang membuat Yoona terduduk di kaki Siwon. Siwon langsung mengecup seluruh wajah Yoona yang menyebabkan Yoona mengeluarkan suara tawa yang terdengar sangat menggemaskan.

Siwon lalu berkata “Kau marah hmm?”

Yoona menjawab “Tidak Oppa.”

Siwon berkata lagi “Jadi kenapa kau sama sekali tidak melirik masakkan Oppa yang dimeja hm?”

Yoona terdiam sebentar meski kedua matanya terus menatap Siwon lalu berkata “Aku malu Oppa. Aku tidak bisa berbuat apa-apa yang berurusan dengan rumah tangga. Maksudku aku tidak bisa memasak, membersihkan rumah dan masih banyak lagi. Aku bingung Oppa. Aku semakin merasa kau sangat perfect sedangkan aku sangat tidaklah sempurna Oppa.”

Suara Yoona yang terdengar sangat sedih dan seperti akan menangis membuat Siwon langsung mengecup bibir Yoona lalu berkata “Okay, sekarang dengar Oppa ya. Kau itu tidak perlu melakukan apapun. Buat apa Oppa membayar semua pelayan dan pekerja dirumah ini jika Oppa ingin istri Oppalah yang melalukan semua pekerjaan rumah untuk Oppa. Lagipula siapa sih yang bilang kau tidak sempurna? Kau terlalu sempurna sayang, sempurna untuk Oppa. Kau mungkin tidak bisa memasak dan lain-lain, tapi hatimulah yang membuat Oppa semakin mencintai dirimu. Kau selalu berpikir kau yang salah dan memikirkan orang lain terlebih dahulu. Hal-hal seperti itulah sudah cukup untuk Oppa sayang. Kau jangan merasa terbeban karena kau menjadi istri Oppa okay? Oppa menikahimu bukan untuk menyuruhmu melakukan prkerjaan rumah sayang. Oppa menikahimu untuk membahagiakanmu, untuk menjadikanmu ratu dan memanjakanmu seperti yang orang tuamu selalu lakukan kepadamu. Jadi berjanjilah tidak merasa sedih karena ini lagi okay?”

Yoona pun mengangguk lalu mengecup bibir Siwon dan berkata “Gomawo Oppa. Kau selalu bisa menghiburku Oppa. Saranghae.”

Siwon pun menjawab “Nado saranghae Yoong. Sekarang makan dulu masakkan Oppa. Ini masakan pertama Oppa seumur hidup Oppa. Mungkin rasanya tidak enak karena ini pertama kalinya Oppa memasak dan sama sekali tidak ada campur tangan orang lain”

Yoona pun memakan saladnya terlebih dahulu dan mengatakan saladnya enak walaupun Yoona becanda kalau dirinya juga bisa membuat salad karena hanya potong-potong saja. Ya sebenarnya, Yoona tidak bisa karena dari kecil dirinya tidak pernah diizinkan Appanya masuk dapur. Jadi ya beginilah dia sekarang. Lalu Yoona memasak soup dan dirinya berkata soupnya sedikit asam dan selanjutnya Yoona memakan main dishnya, inilah yang Siwon tunggu-tunggu komentarnya. Baru saja Yoona memasukkan sepotong daging beefnya, Yoona terpaksa harus memuntahkan keluar daging tersebut karena ternyata dalamnya masih mentah walaupun dari luar daging terlihat sedikit hitam karena dipanggang.

Siwon pun terlihat malu karena masakannya tidak sesuai dengan yang diharapkan tetapi dirinya merasa senang karena setelah Yoona memuntahkan daging yang tadi berada di mulutnya, Yoona langsung berkata “Tidak buruk bagi seorang yang sangat pemula seperti Oppa. Thankyou Oppa kau berusaha membuatkan semua ini walaupun ada yang gagal hehe.” Dan Yoonapun mengecup bibir Siwon sedikit lama, mungkin untuk membuat mood Siwon kembali seperti semula. Setelah itu, Yoona pun memotong cakenya dan menyuapkan ke Siwon dahulu lalu ke mulutnya sendiri. Dan apa yang dipikir Siwon bisa saja gagal karena tadi Yoona menyuapkan cakenya ke dirinya dulu.. ternyata tidak.

Yoona terlihat memegang sebuat cincin diamond ditangannya dan menatap Siwon seperti berkata “Hadiah lagi Oppa?”

Siwon yang mengerti arti tatapan Yoona langsung mengambil cincin tersebut dan memakaikannya ke jari manis Yoona di tangan satunya lagi yang tidak memakan cincin. Karena satu dari dua tangan Yoona jari manisnya sudah terpakai cincin pernikahan mereka.

Yoona hampir menangis, yang benar saja. Bukan karena hadiah yang didapatnya mahal. Tetapi dirinya benar-benar dapat merasakan seberapa beruntung dan seberapa besar dirinya dicintai suaminya. Padahal Yoona merasa dirinya tidak sempurna untuk Siwon, ya, tapi jika Yoona berkata begitu pada Siwon, yang ada Siwon akan mengoceh panjang lagi. Yoona kemudian langsung memeluk Siwon erat. Siwon pun tersenyum dan mengelus rambut Yoona dengan lembut. Kemudian, Yoona bersuara “Gomawo Oppa. Lagi-lagi Oppa memberiku hadiah, padahal sebenarnya tidak usah Oppa. Oppa menerimaku yang tidak sempurna ini menjadi istri Oppa saja, aku sudah merasa sangat senang Oppa. Gomawo.”

Siwon kemudian menjawab “Tidak sayang.. tidak usah berterima kasih pada Oppa untuk ini. Kau sangat berharga dan lebih berharga dari apapun. Barang-barang itu tidak sebanding dengan kehadiranmu di hidup Oppa. Saranghae yeobo.”

Yoona tersenyum dan menjawab “Hm.. Nado saranghae Oppa.”

THE END

Okay sorry buat ending yang kek gini. Sebenarnya mau buat lebih panjang lagi dan bukan dengan ending begini.. tapi karena mau cepat dipost. Jadi author, stop ceritanya sampai situ aja. Semoga suka ya.

Thankyou readers yang selalu comment dan untuk setia menunggu FF author.

 

 

 

[Ficlet] Me and My Husband

Title : Me and My Husband

Cast : Choi Siwon , Im Yoona and others

Disclaimer : All casts are belong to God, their family and company.. not mine

Note : Ini Ficlet or OS ya? ga tau deh. Postingan kali ini pendek sih.. author usahain bisa post walaupun lagi sibuk banget. Hmm.. semoga suka ya.

Picture credit to GGPM 🙂

.

.

.

YoonA POV

Menjadi seorang wanita karir adalah cita-citaku sejak aku duduk di bangku SMA. Karena itu setelah 3 tahun duduk di bangku SMA dan lulus, aku pun tak bingung lagi dalam urusan memilih jurusan kuliah. Sudah pasti aku memilih business atau entrepreneurship. Apalagi nilai lulusan SMAku yang paling tinggi di sekolahku. Bukan bermaksud menyombongkan diri, gampang saja bukan untuk test kuliah di berbagai universitas dengan nilai yang bagus? Ditambah kedua orangtuaku yang adalah keturunan kedua keluarga chaebol. Jadi pastinya aku dapat memilih dimanapun aku mau untuk meneruskan pendidikanku. Aku lulus SMA saat aku berumur 16 tahun. Kenapa? Karena aku terlalu cepat masuk TK dan aku pernah lompat kelas satu kali karena katanya aku sudah sangat mampu. Ya aku juga tidak tau.. itu sih yang dikatakan kedua orang tuaku saat aku bertanya dulu. Setelah lulus, aku pun memutuskan untuk kuliah di Harvard University, tentu kalian semua tau universitas itu bukan? Jadi aku rasa aku tidak perlu membahas lebih panjang lagi tentang universitas itu.

Tapi, hmm.. aku akan membahas satu hal yang berkaitan dengan masa kuliahku disana. Disinilah, aku bertemu dengan lelaki yang sekarang sudah menjadi suamiku sejak 4 tahun yang lalu. Aku, Im YoonA, sebenarnya sudah berprinsip tidak akan berpacaran atau berhubungan lebih dari teman biasa dengan lelaki manapun pada masa kuliahku dan juga aku berprinsip untuk tidak menikah muda, aku baru akan mau menikah di usia 27 tahun atau 28 tahun. Tetapi semuanya tidak berjalan sesuai prinsipku karena aku bertemu dengan lelaki yang bernama Choi Siwon 6 tahun yang lalu.

Aku mulai beberapa bulan setelah kelulusan SMAku dan pada hari pertama saja aku sudah dipertemukan dengannya. Bagaimana tidak? Dia adalah seniorku karena dia siswa dari jurusan business, pada saat itu dia sudah akan masuk ke tahun kedua yang berarti tahun terakhir kuliahnya sedangkan aku baru saja akan memulai tahun pertama kuliahku. Pertemuan pertama kali adalah ketika aku menjalani masa orientasi siswaku dan dialah yang menjadi pembimbingku saat itu. Lucunya, bukannya menyuruhku ini itu, kami malah menghabiskan waktu untuk MOS itu untuk mengobrol.. dan yang membuatku sedikit terkejut adalah, Siwon Oppa mengaku padaku sebelum kami menikah kalau waktu kita mengobrol pada saat MOS itu, dirinya sedang mencoba mendekatiku karena katanya dirinya sudah menyukaiku dari pandangan pertama.

Beberapa bulan MOS itu, aku dan Siwon Oppa sebenarnya sama sekali tidak dekat, menyapa saja tidak apalagi mengobrol. Kami cuma bertemu di cafeteria sekolah setiap hari dan beberapa kali di perpustakaan. Tetapi saat natal tiba, dan fakultas business mengadakan acara yang mengharuskan semua murid datang, di acara itulah kami kembali berbicara setelah sekian lama. Kami mengobrol banyak hal, aku menjadi lebih tau tentangnya seperti hobbynya, apa saja hal-hal yang di suka dan seperti apa karakter seorang Choi Siwon, namja populer dari fakultas business. Tak lupa, aku juga jadi tau kalau dia adalah anak dari seorang pengusaha sangat sukses yang sangat kebetulan sekali adalah sahabat karib ayah dan ibuku yang sangat sering makan bersamaa dengan Appa, Omma dan aku. Tapi, aku tidak memberitahu Siwon Oppa pada saat itu.. aku menutup mulut kalau aku mengenal orang tuanya dengan baik. 3 hal yang pada saat itu membuatku terkesan pada Siwon Oppa : baik dan rendah hati, tanggung jawab / gentleman dan mau berusaha sendiri tanpa bergantung pada orang tuanya yang tentunya dapat menghidupinya sampai 7 turunannya nanti.

Setelah pertemuan di acara natal itu, aku dan Siwon Oppa menjadi sering menelepon satu sama lain, banyak hal yang kita bicarakan. Aku sampai tidak sadar kalau Siwon Oppa menjadi tempat aku mencurahkan segala keluhan, susah dan senang dirinya selalu ada untukku tanpa kusadari. Dan betapa terkejutnya aku, pada minggu terakhir January tepatnya 28 January, Siwon Oppa menyatakan cintanya dengan sangat romantis. Kalian bayangkan saja sendiri, wanita mana yang tidak akan luluh hatinya jika ditembak di private hall salah satu restoran dengan nyanyian suara merdu orang tersebut dan tak lupa ada juga lilin serta bunga-bunga yang bertaburan disana. Ya tapi aku bukan menerimanya karena itu saja,  aku menerima pernyataan cintanya karena saat itu aku sadar, aku tidak akan rela membiarkan Siwon Oppa melakukan hal serupa ke wanita lain, aku sudah terbiasa dengan kehadirannya dan yang terpenting aku sadar kalau aku telah mencintai Siwon Oppa.

Setelah kami resmi berpacaran, di dalam hubungan kami tentunya ada konflik dan pertengkaran seperti pasangan kekasih lainnya tetapi untung saja kami selalu dapat menyelesaikannya. Karena sudah terbiasa bertemu dengannya hampir setiap hari di universitas, aku menjadi merasa berat harus merelakan Siwon Oppa pergi karena di sudah lulus. Katanya harusnya dia langsung pergi ke Inggris untuk mengurus bisnis Appanya yang ada disana. Tetapi karena melihatku menangis terus selama 2 minggu sebelum kelulusannya, dirinya pun mengurungkan niatnya untuk pindah. Siwon Oppa pun akhirnya mengurus perusahaan Appanya yang ada di Amerika menggantikan sepupuny, Leeteuk. Intinya mereka bertukar negara.

Singkat cerita, setelah 1 tahun berlalu dan aku lulus kuliah jurusan business, aku dilamar oleh Siwon Oppa. Sebenarnya aku dulu tidak mau menikah diusia muda karena aku berencana mengambil S2 lagi apalagi saat itu aku hanya berusia 19 tahun (Korea). Tetapi namanya sudah cinta, prinsip apapun menjadi hilang haha. Aku menerima lamarannya.

Jika kalian bertanya mengenai orang tua kami. Jawabannya adalah mereka sudah tau soal hubunganku dengan Siwon karena saat Siwon Oppa berulang tahun pada bulan April (beberapa bulan setelah kami berpacaran) orang tuanya datang. Disana jugalah Siwon Oppa kaget karena Appa dan Omma sudah sangat mengenalku. Dan saat aku berulang tahun, Appa dan Omma juga datang dan aku mengenalkan Siwon Oppa ke mereka walaupun Omma sudah banyak mendengar cerita dariku. Jadi begitulah.

Dan akhirnya aku pun menikah diusia yang terbilang sangat muda ‘bagiku’ , 20 tahun dan Siwon Oppa saat itu juga baru berusia 24 tahun. Kuliah business yang kuambil menjadi seperti tidak terlalu berguna atau lebih tepatnya sia-sia saja. Jika berpikir secara realistis, untuk apa aku dulu belajar gila-gilaan, untuk apa aku membuat berbagai prinsip dihidupku jika pada akhirnya semuanya kulanggar dan menjadi tak berguna. Tapi setelah dipikir-pikir, jika aku tidak berkuliah di Harvard beberapa tahun yang lalu, mungkinkah aku akan dipertemukan dengan Siwon Oppa dan menjadi istrinya seperti sekarang? Dan mungkin saja kan walaupun aku berkuliah disana, aku juga tidak bersamanya. Dan mungkin juga walaupun tidak bertemu dan menjadi istrinya, aku tidak menjadi businesz woman seperti yang kuimpikan? Jadi kesimpulannya, semua ini sudah diatur Tuhan, kami sudah dijodohkan dam ditakdirkan untuk bersama. Menikah diusia muda pun adalah kehendak yang diatas bukan? Yang terpenting, dari diriku, aku bahagia dan merasa sangat beruntung bisa mempunyai seorang suami yang terlalu mengerti diriku, bukan mau hiperbola, but I swear, Siwon Oppa sangat mengerti diriku bahkan dia mungkin lebih mengerti diriku daripada aku mengerti diriku sendiri. That guy is a precious gift that God gave to me. Hmm.. sejak pernikahan kami 4 tahun lalu, aku seperti dilahirkan kembali, I mean I become a mature woman. Karena suamiku, Siwon Oppa juga pria yang mature, a little bit bossy dengan segala hal yang diatur secara perfectionist. Ditambah lagi, dia mempunyai time management yang sangat bagus membuatku mau tidak mau harus bisa menyesuaikan diriku dengannya secara otomatis. Ya, walaupun sebenarnya Choi Siwon yang dirumah dan di perusahaan 100% sangat berbeda. Di perusahaan, dia seorang CEO sekaligus pemilik yang dihormati, disegani bahkan para yeoja sangat mendambakannya. Dia seorang boss yang bossy, perfectionist dan well.. dia memang mendekati kata sempurna. Tapi kalau sudah dirumah, hah, Choi Siwon berubah menjadi seorang suami yang penuh dengan keromantisan, penyayang dan kata-kata manis yang selalu dikeluarkan dari mulutnya untukku. Seorang namja yang selalu mengerti diriku, dia tidak pernah menuntutku untuk merubah apa-apa. Makanya aku menjadi malu sendiri. Bayangkan saja, kau tidak pernah memasak makanan untuk suamimu yang terlalu menyayangimu. Apakah kau tidak malu? Apalagi dia tidak pernah complain soal itu malah dirinya menyuruhmu tidak usah bekerja di dapur. Sudahlah, cukup sampai disitu. Kurasa aku sudah menceritakan terlalu banuak. Pokoknya, jika kalian bertanya bagaimana hidupku setelah menjadi seorang istri, apakah banyak berubah. Jawabanku adalah ya, aku berubah, aku menjadi Yoona yang lebih dewasa dan mandiri, menjadi Yoona yang lebih perhatian dan romantis. Tapi jika sudah berkaitan dengan urusan pekerjaan rumah, dapur dll.. jangan tanyakan lagi. Aku malu karena aku tidak dapat melakukan itu semua dengan baik, semuanya diurus oleh pelayan-pelayan rumah yang aku tidak tau berapa jumlahnya karena well.. sangat banyak.

Aku sekarang sudah mulai menghilangkan impianku menjadi seorang business woman terkenal karena sepertinya tidak dapat terwujud. Bagaimana mau terwujud? Jika suamimu saja sudah menjadi pewaris dari perusahaan terbesar di Korea dan cabang perusahaan-perusahaan yang tersebar di berbagai benua. Sebenarnya bukan karena itu sih.. maksudku bukan karena suamiku berlimpah harta makanya aku tidak bekerja. Semuanya karena dirinya berkata “Kau sudah menjadi tanggung jawab Oppa sejak kau menikah denganku Yoong, jadi kalau Oppa boleh sarankan kau tidak usah bekerja apapun. Kau hanya perlu menghabiskan waktumu sebagai istri yang dimanjakan suaminya dan sebagai Nyonya muda karena kau menikah diusia yang terbilang muda sayang.” Ditambah dirinya selalu membawaku jika melakukan perjalanan bisnis jadi aku tidak bisa berbisnis dan lain sebagainya. Okay, jangan coba-coba bilang aku banyak alasan.. karena memang itulah kenyataannya. Dan jangan lupa, orang tuaku juga memiliki perusahaan besar dan akulah pewarisnya karena aku adalah anak tunggal. Ya, walaupun perusahaan-perusahaan Appa sekarang diurus sepupuku, Im Seolung Oppa dan Im Donghae Oppa.

Aku juga tidak tau entah aku terlalu beruntung atau bagaimana, mengapa semua orang yang kusayangi selalu mengerti dan menyayangiku. Ditambah faktor latar belakang keluargaku dan Siwon Oppa yang chaebol terlalu memudahkanku untuk mendapatkan apa saja yang kumau. Ya sudahlah, kita tidak usah membahas tentang yang ini lagi. Sekarang aku sudah sampai di bandara untuk bertemu dengan suamiku yang baru pulang dari Swiss dan kami langsung akan berlibur ke Maldives. Well, sekalian honeymoon lagi kata suamiku. Ah, bukan sekalian.. itu memang tujuan utamanya, mungkin. Sambil menunggunya di mobil, aku mau menjawab kalian yang mungkin penasaran soal “Apakah mereka sudah dikaruniai keturunan?” Well, aku sudah mempunyai dua orang putra, yang pertama bernama Choi Daniel sudah berusia 3 tahun dan yang kedua bernama Choi David berusia 1 setengah tahun. Dan aku sebenarnya sedang mengandung 3 bulan sekarang. Untuk liburan kali ini, Siwon Oppa memaksa kehendaknya menyuruhku untuk tidak membawa serta kedua putra kita katanya itu karena setelah kami mempunyai anak, kemanapun kita berlibur, aku selalu saja mengharuskan untuk membawa mereka dan katanya, aku sudah tidak mempunyai banyak waktu untuknya setelah kami mempunyai anak. Choi Siwon, Choi Siwon.. waktu yang kuberikan untuk kita habiskan berdua selama ini tidak pernah cukup. Yang benar saja, aku bahkan pernah merelakan 1 minggu waktuku untukmu karena rengekanmu aku tidak pernah lagi memperhatikanmu. Dan tentunya itu membuatku menelantarkan Daniel yang pada saat itu berusia 1 tahun lebih. Baiklah.. dan sekarang kita akan menghabiskan 2 minggu berdua lagi. Untung saja Daniel sedang kedatangan Jiwon, aunty kesayangannya dan juga ada James yang seumuran dengannya. James adalah anak Tiffany unnie yang adalah sepupu Siwon Oppa. Jadi James tidak merengek untuk ikut juga. Kalau David, dirinya dijaga oleh mertuaku dan para babysitternya tentunya aku tetap akan menelepon hampir tidak 4 atau 5 jam sekali untuk mengecek keadaan kedua anakku.

Lamunanku hilang ketika aku merasakan ciuman di pipiku dan puncak kepalaku serta rangkulan sebuah tangan. Sudah pasti semua itu dilakukan oleh Choi Siwon karena tidak ada namja lain yang berani melakukan itu padaku jika tidak ingin berhadapan dengan seorang Choi Siwon.

Aku menghadap dirinya sambil tersenyum lalu mencium kedua pipinya. Aku dan Siwon Oppa pun berpelukan erat setelahnya. Really, it is the best feeling ever after days we don’t get to see each other.

Setelah beberapa menit, Siwon Oppa melepaskan tanganku dari tubuhnya dan mengecup bibirku singkat. Lalu dirinya mulai bersuara “I miss you a lot honey.”

Aku tersenyum dan berkata “Me too Oppa! Mana titipanku? Kau bawakan?”

Siwon Oppa mengacak rambutku asal dan menjawab “Tentu saja suami tampanmu ini akan membawa apa yang istri satu-satunya titipkan karena dia takut istrinya yang cantik itu berubah jadi seekor singa betina jika lupa membawa titipannya.”

Aku mau tertawa mendengar candaannya. Tapi aku memutuskan untuk menahan tawaku dan mengerjai Choi Siwon. Aku pun melepaskan tangannya yang berada di pinggangku dan berkata “Ya sudah jika istrimu yang sekarang bisa berubah jadi singa betina.. kau cari saja istri lain yang hanya bisa berubah jadi seekor kelinci manis. Dan bye.. aku mau pulang saja.”

Siwon Oppa kelihatan panik dan berkata “Hey sayang.. Oppa hanya be–”

Aku bersuara sebelum dirinya berhasil menyelesaikan apa yang dirinya mau ucapkan “Kau siapa Tuan? Apakah kita saling mengenal? Sepertinya tidak bukan. Permisi kalau begitu.”

Aku pun benar-benar berjalan menuju pintu mobilku yang kebetulan masih ada di depan airport. Aku tau Siwon Oppa pasti mengejarku. Dan benar saja, hanya 5 detik kemudian, aku sudah merasakan sepasang tangan keker memelukku dari belakang dan suara namja yang berkata “Oh jadi istri dari suami tampan tadi sedang merajuk? Oh maafkanlah suami tampanmu.. dirinya hanya becanda karena ingin menggodamu.”

Aku masih terdiam walaupun dalam hati aku sudah tertawa terbahak-bahak. Karena tidak mendapat respon apa-apa, Siwon Oppa pun berkata “Hey.. sayang.. kau benar-benar marah? Dan kita tidak jadi liburan? Hm? Padahal pesawat pribadi Oppa sudah sampai.”

Aku lagi-lagi terdiam..

Siwon Oppa pun membalikkan badanku dan bertanya “Kau sungguh-sungguh tidak ingin pergi ya? Hah.. padahal Oppa sudah berandai-andai bagaimana rasanya berlibur berdua dengan istrinya lagi setelah sekian lama.”

Aku langsung memeluknya erat dan tanpa sadar aku meneteskan air mata. Oh, mood swingku kembali menghampiri diriku.

Siwon Oppa mengelus kepalaku sambil berkata “Baiklah sayang kalau kau benar-benar tidak ingin pergi. Kita bisa pergi berdua dilain kesempatan. Okay kita pulang saja.”

Aku menggelengkan kepalaku yang berada didadanya.

Siwon Oppa bersuara lagi “Kenapa sayang?”

Aku akhirnya bersuara “Oppa kenapa kau bisa tampan sekali tapi sayangnya kau bodoh sih?”

Siwon Oppa terbengong mendengar ucapanku lalu berkata “Apa katamu Yoong?”

Aku menjawab “Kau bodoh Oppa! Kau tidak bisa membedakan kapan kau dikerjai olehku dan kapan aku serius. Ya sudah kalau kau mau pulang ayo kita pulang.”

Siwon Oppa pun sepertinya sadar dengan keadaan sebenarnya karena dirinya berkata “Yak Choi Yoona. Kau ini sungguh keterlaluan ya mengerjai suamimu sendiri. Hah, kita tidak akan pulang.. kita berangkat sekarang.. karena….”

Aku bertanya karena dirinya tidak menyelesaikan ucapannya “Karena apa Oppa?”

Dirinya tersenyum dan menjawab “Karena Oppa sudah lapar.. sudah tidak sabar mau memakan istrinya tercinta. Jadi ayo kita harus cepat-cepat naik ke pesawat sebelum suamimu yang lapar ini memakanmu dihadapan banyak orang.”

Aku pun tidak bisa berkata apa-apa lagi karena dirinya langsung mengendongku ala bridal style.

Dan pertempuran, berbagai ronde peperangan pun terjadi. Berbagai sasaran pun berhasil ditaklukan.

The end

Okay  mungkin cerita ini agak sedikit tidak jelas. Tapi ini saja yang bisa author berikan hehe.

Have a happy holiday!!

[Chapters] Family (Chapter 1)

Title : Family

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others

Length : Chapters

Poster by talented xoloveyoonwon. Thanks a lot for making me one!

Hi readers. Setelah melihat semua review kalian, yang sebagian besar minta FF YoonWon Happy Family, Happy Ending, Romantic, dll.. Nah semoga FF ini bisa membuat kalian senang ya 🙂

Tolong comment kritik atau saran kalian ya, karena itu buat author jadi semangat hehe!

Full Casts Details : https://minefanficworld.wordpress.com/2016/01/10/teaser-family/

Happy Reading guys!

.

.

.

Yoona POV

Pertama tama aku akan menceritakan tentang keluarga kecilku. Mungkin banyak yang sudah mengetahuinya, tetapi tidak apa-apa bukan jika aku tetap mau menceritakannya. Aku akan memulai dengan cerita latar belakang keluarga Siwon Oppa dan keluargaku. Bagaimana aku bertemu Siwon Oppa dan akhirnya kami berhubungan serta menikah. Dan tentang anak-anakku. Semua ini tentunya dari sudut pandangku, jadi jika Siwon Oppa berpendapat lain, ya itu wajar karena dia pasti punya sudut pandangnya sendiri juga.

Flashback ON

Aku terlahir di keluarga chaebol. Mr. Im, sebutan orang-orang ketika memanggil ayahku, dia adalah seoarang businessman terkenal. Bukan mau menyombongkan diri atau pamer.. keluarga ayahku sejak dulu memang sudah sangat kaya. Maksudku dari kakeknya kakekku saja sudah kaya jadi bisa dibilang ayahku adalah penerus dari perusahaan keluarganya. Appa mempunyai bisnis di bidang perhotelan, property, mall dan beberapa pusat belanja di Korea, Jepang, China dan Amerika. Seingatku, Appa pernah bercerita dia bertemu Omma ketika Appa melakukan perjalanan bisnis ke LA. Disanalah akhirnya dia bertemu Omma yang merupakan anak satu-satunya dari orang penting di negera itu. Omma adalah keturunan Amerika-Korea. Singkat cerita, mereka pun bersama dan menikah lalu melahirkan Oppaku, Im Seolung dan diriku, Im Yoona. Sejak kecil, kira-kira sekitar 5 atau 6 tahun, Omma sangat sering membawaku berbelanja, meriasku sesukanya serta memasukkanku ke lomba-lomba yang berhubungan dengan fashion, seperti catwalk, fashion show ataupun mengikutsertakan diriku saat mereka berdua dan Oppaku pergi ke acara-acara penting perusahaan. Omma juga dari aku kecil sudah membelikan baju-baju dari designer ternama untuk dipakaikan kepadaku. Maklum, Omma adalah anak tunggal dan dirinya tau sangat banyak tentang fashion dan lagi fashion keluarga Omma memang mewah jadi ketika dirinya mempunyai anak perempuan, bisa dibilang aku menjadi seperti ‘boneka hidup’ untuknya. Mungkin karena margaku atau karena tau aku anak dari businessman ternama, akupun diminta menjadi cover majalah anak lalu lama-lama menjadi model pakaian anak-anak serta masuk dalam beberapa iklan. Ketika aku berusia 13 tahun, aku ditawari untuk ikut catwalk designer ternama, mungkin karena Omma dekat dengan designernya atau bagaimana aku tidak tau.. yang jelas sejak itulah aku mulai menjadi masuk ke dunia entertainment ini.

Aku kadang bingung sendiri apakah orang-orang seperti sutradara, producer dan lain-lain yang bekerja denganku tidak pernah menegurku karena tau orang tuaku adalah orang penting. Kadang aku kesal sendiri juga, karena sangat jarang ada yang berani memarahi ataupun menegurku karena kesalahanku. Ketika aku berusia 16 tahun, aku masuk ke dunia acting. Well, Appaku tidak begitu menyetujuinya namun karena aku menyakinkan dirinya aku bisa, mau tak mau Appa mengiyakan saja. Semakin lama, semakin banyak job yang ditawarkan kepadaku. Awalnya aku mengurus semua jadwalku dengan bantuan asisten Omma tetapi karena makin padat, aku memutuskan untuk masuk ke agency di usiaku yang saat itu 17 tahun. Dan pada tahun itu jugalah aku bertemu Siwon Oppa untuk pertama kalinya.

Sebelum bertemu dengannya, aku sudah tau siapa dirinya seperti nama, pekerjaan, umur dan banyak hal lainnya. Aku tau dia bukan karena aku mengenal dia atau apa, tetapi karena dia adalah namja yang mempunyai sangat banyak fans dan sangat amat terkenal, tak jarang dirinya dipanggil “Prince Siwon” oleh orang-orang, terutama para yeoja. Dan sangatlah kebetulan, beberapa bulan setelah itu, kami terlibat dalam pemotretan majalah yang sama. Entahlah, mungkin aku dapat berkata kalau aku mengalami ‘love at the first sight’ dengannya. Aku mungkin tidak sadar pada saat itu, tetapi setelah memikirkannya kembali sekarang.. aku sepertinya sudah menyukainya pada saat pertama kali kita bertemu di lokasi pemotretan. Bukan apa, asal kalian tau, Siwon Oppa sangat baik sehingga kau akan terkesan dengan kepeduliaannya terhadap sesama padahal dirinya sangat terkenal. Siwon Oppa juga mudah menyesuaikan diri dengan orang baru.. bahkan aku masih mengingat dirinya lah yang memulai obrolan diantara kita. Obrolan pertama kali adalah tentang disneyland. Kenapa disneyland? Karena dirnya melihat aku memiliki banyak barang barang yang berkaitan dengan disney. Konyol bukan?

Aku sempat berpikir aku tidak akan bertemu dengannya lagi ataupun mungkin kesempatan untuk bekerja dengannya semakin sedikit karena dirinya sangat sibuk. Aku pada saat itu berpikir mungkin pemotretan ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kami. Tetapi semua dugaanku salah, karena rupanya diam-diam Siwon Oppa meminta nomor teleponku ke managerku lalu beberapa hari setelah pemotretan, dirinya mengirim pesan kepadaku, hanya bertanya soal kabarku dan apakah aku sudah makan. Ya, saat itu aku menganggap dirinya mau berteman denganku.

Well.. awalnya dia hanya menyapaku lewat pesan singkat ataupun chatting. Setelah itu, tanpa sadar kami saling memberi kabar ke satu sama lain setiap hari dan aku lucunya tidak pernah merasa bosan sama sekali. Setelah beberapa bulan hanya berbicara lewat pesan, Siwon Oppa akhirnya meneleponku. Kamipun mengobrol panjang, menceritakan aktivitas kami, apa yang kami sedang kerjakan dan sedikit tentang keluarga kami masing-masing. Waktu itu, kata Siwon Oppa dirinya tau orang tuaku dan Oppaku. Kukira itu hal yang wajar.. karena banyak yang tau tentang keluargaku.

Aku tanpa sadar sudah tergantung dengan Siwon Oppa. Aku selalu merasa lebih bahagia ketika menerima kabar tentangnya ataupun ketika kita berbicara lewat telepon. Lucu bukan, kita bisa bertemu saja kalau memang kita ingin. Tetapi itu tak semudah yang dibayangkan.. jadwal kami tidak pernah mengizinkan kami untuk bertemu bahkan sedetikpun tidak bisa. Hah, aku pernah mengeluh pada Siwon Oppa, aku bilang aku ingin sekali-kali kami bisa menghabiskan waktu seperti makan bersama ataupun bermain bersama tetapi tetap saja walaupun kami mau, itu sangat sulit untuk diwujudkan.

Namun entah Tuhan terlalu baik atau bagaimana.. ah atau mungkin Tuhan memutuskan untuk mengabulkan doaku.. aku yang waktu itu menerima job iklan baju ternyata dipasangkan dengan Siwon Oppa yang menjadi model iklan merek baju tersebut juga. Jadi aku sebagai model perempuan dan dia sebagai model laki-lakinya. Baik aku maupun Siwon Oppa sangat terkejut ketika kita saling melihat satu sama lain lagi setelah berbulan-bulan hanya saling memberi kabar lewat perantara telepon. Aku bahkan sampai meneteskan air mata, aku seperti tidak percaya bisa bertemu dengannya bahkan kami akan sering bertemu setelah ini karena kami menjadi model tetap untuk merek baju tersebut.

Sejak saat itu, hubunganku dengan Siwon Oppa terasa semakin dekat. Kami semakin sering menceritakan tentang diri kami masing-masing bahkan kami mulai bisa menghabiskan waktu dengan satu sama lain secara langsung. Pada saat itu, aku tidak tau apa hubungan kami jika ditanya managerku ataupun orang-orang yang bertanya ketika melihat kedekatanku dengan Siwon Oppa. Yang ku tau, kami saling menyayangi satu sama lain, kami takut kehilangan satu sama lain. Itulah yang ku tau saat itu.

Beberapa bulan setelah itu, tepatnya dekat hari Natal. Siwon Oppa mengajakku ke rumah orang tuanya. Biasanya aku tidak akan bisa pergi karena orang tuaku pasti menyuruhku untuk pulang kerumah menghabiskan waktu dengan mereka. Tetapi sekali lagi, entah kebetulan atau bagaimana.. tahun itu, orang tuaku pergi ke Canada berlibur bersama Seolung Oppa dan istrinya, Yuri unnie, sahabatku dari kecil. Jadi akupun menerima ajakan Siwon Oppa dan disanalah aku bertemu orang tuanya dan adiknya, Choi Jiwon. Hmm mungkin kalian akan bilang kalau aku heboh tetapi aku tidak peduli. Kalian tau? Ternyata Mrs.Choi adalah teman Omma. Bahkan dirinya lah yang memberitahuku karena dirinya pernah beberapa kali melihat photoku yang ditunjukkan Omma kepada teman-temannya, ya Omma memiliki sebuah squad, perkumpulan wanita-wanita kaya yang tidak pernah bekerja. Dan karena itu jugalah, aku semakin dekat dengan Siwon Oppa karena Ommanya sering menyuruh Siwon Oppa mengajakku makan malam ataupun sekedar bermain dirumahnya saja. Yang ku ingat sih, Jiwon sangat senang bermain denganku jadi Omma Siwon Oppa makin sering memintaku berkunjung kerumahnya bahkan aku menjadi sering menginap di rumah Siwon Oppa karena bermain sampai larut malam atau ketika orang tuaku tidak ada di Korea.

Setelah setahun bersahabat dengannya, kami sepertinya mulai mau mengakui kalau sebenarnya rasa itu sudah ada sejak lama namun kami saling menutupi atau menghalau rasa itu karena takut perasaan kami tak terbalas dan takut jika salah tau diantara kita tidak memiliki rasa yang sama maka kemungkinan hubungan persahabatan kamipun akan ikut hancur. Akhirnya pada hari Valentine, Siwon Oppa yang mengajakku makan malam di café favorite kami menyatakan perasaannya kepadaku bahkan dirinya rupanya sudah meminta izin kepada orang tuaku terlebiu dahulu, bertanya apakah aku diizinkan berhubungan lebih dsri teman dengan dirinya. Untungnya, oang tuaku setuju. Menurutku sih, Yuri unnie sudah cerita kepada Seolung Oppa dan Omma kalau aku mencintai Siwon Oppa, jadi mereka semua setuju-setuju saja.

Aku tak mau berbohong, setelah berhubungan dengan Siwon Oppa, ah maksudku setelah kami berpacaran.. kami kadang bertengkar soal hal sepele. Tetapi tak kupungkiri, hidupku terasa jauh lebih bahagia dari sebelumnya. Bisa dibilang, menerima dirinya menjadi pacarku adalah keputusan terbaik yang pernah kuambil. Semuanya akan berbeda lagi ceritanya jika aku menolak Siwon Oppa. Tanpa dirinya, aku tidak akan menemukan dan mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya. Dengan dirinya, aku mengetahui bagaimana mencintai kelebihan dan kekurangan orang lain. Sungguh, dengan Siwon Oppa banyak hal baik yang bisa kupelajari. Dengannya, aku jadi tau aku ada salah dan kurang dalam banyak hal, karena hanya Siwon Oppalah yang berani menegur atau mengevaluasi kesalahan atau kekuranganku. Aku tidak pernah marah jika dia melakukan itu karena aku tau itu semua juga untuk kebaikan diriku sendiri.

Tepat hari jadi kami pada tahun ketiga, Siwon Oppa yang kebetulan sedang melakukan press conference untuk dramanya ditanyai soal kekasih. Ku kira dia tidak akan menjawab atau setidaknya mengelak jika dirinya sudah punya pacar. Tapi tak kusangka dirinya menjawab dirinya sedang berhubungan denganku dan hubungan kami sudah 3 tahun. Aku merasa khawatir, takut semuanya menjadi buruk karena pengakuannya. Masa bodoh dengan jobku yang nanti menipis atau banyak iklan ataupun perusahaan yang membatalkan kontrak memakaiku untuk produk mereka. Yang ku pikirkan sekarang adalah karir Siwon Oppa. Aki merasa bersalah karena kalau aku tidak pernah masuk ke dalam hidupnya, semua ini mungkin tidak akan terjadi.

Setelah pengakuannya, malam harinya Siwon Oppa mengajakku makan malam. Kami berdiskusi banyak soal akibat yang mungkin terjadi karena pengakuannya. Oh. My. God. Siwon Oppa menyuruhku untuk membenarkan saja jika pihakku ditanya tentang hal serupa. Sebenarnya ingin aku menolak permintaannya, tapi tidak bisa, aku tau apa yang dia lakukan pasti yang terbaik, pasti dirinya juga sudah memikirkan ini matang-matang.

Singkat cerita, hubungan kami terus berjalan. Syukurlah sejak kami memberitahukan ke publik, kami merasa lebih lega. Dan apa yang kuduga tidak terjadi, malah semuanya menjadi lebih lebih baik lagi. Aku dan Siwon Oppa bisa dibilang sangat jarang bertengkar apalagi mendiamkan satu sama lain jika bertengkar. Itu tidak pernah terjadi. Jika kami bertengkar, kami akan menyelesaikan masalah kami di tempat itu juga atau pada waktu itu juga.

Oh, aku lupa menceritakan soal keluarga Siwon Oppa. Dia jarang menceritakan kepada orang-orang luar sebenarnya. Siwon Oppa adalah anak dari pemilik Hyundai Department Store, ayahnya juga menjadi CEO di beberapa perusahaan lain. Ommanya memiliki yayasan besar untuk melakukan hal-hal baik membantu sesama, Ommaku juga mempunyai kegitan serupa namun dirinya tidak mendirikan yayasan. Ya begitulah, dirinya dari kalangan chaebol tetapi aku selalu saja merasa terpesona kepada Siwon Oppa. Dirinya memulai karirnya dengan kerja kerasnya sendiri tanpa meminta bantuan orang tuanya. Sebenarnya jika ia bisa meminta bantuan bukankah semuanya akan menjadi jauh lebih mudah? Haha. Kalau adik Siwon Oppa, Jiwon kalian pasti sudah tau banyak tentangnya kan.

Aku sudah terlalu cerewet bukan? Maklumi saja ok.

Intinya, aku dan Siwon Oppa menikah setelah 5 tahun pacaran. Aku pada saat itu berusia 22 tahun dan Siwon Oppa berusia 24 tahun. Mungkin kalian menganggap aku terlalu muda atau apa, tetapi kurasa tidak. Kami sudah berpacaran 5 tahun jadi kurasa menikah adalah keputusan yang tepat. Pernikahan kami saat itu sangat menghebokan dunia karena memang pernikahan kami sangat mewah dan orang-orang yang datang banyak dari kalangan orang penting. Sebenarnya ku kira setelah kami menikah, karir kami yang sedang ada di puncaknya akan langsung berubah drastis, ya itu sebenarnya resiko dari keputusan kami untuk menikah secara terbuka, bukan menutup-nutupi dari media atau fans kami. Tanpa kusangka, nama kami semakin besar bahkan lebih besar sampai kami mempunyai sangat banyak fans diluar negara kami sendiri. Pernikahan kami waktu itu sangat banyak diberitakan media bahkan disebut-sebut sebagai pernikahan termewah dan termahal yang pernah ada. Banyak juga yang mencontoh konsep pernikahan kami sejak itu. Tak masalah sih buatku.

Setelah menikah, Siwon Oppa vakum dari dunia entertaiment dan memilih masuk ke dunia bisnis. Membantu Appanya dan mengurus bisnis yang selama ini ia jalani tanpa diketahui orang-orang. Haha, jangan negative thinking dulu.. bisnisnya bukan bisnis gelap seperti mafia atau apa. Siwon Oppa memiliki perusahaan dalam bidang otomotif dan perhotelan di luar negeri.

Setengah tahun setelah kami menikah aku pun hamil dan karena Siwon Oppa tidak mau meninggalkan aku dengan kesibukannya ke luar negeri, jadi perusahaannya di Korea dia serahkan kepada orang kepercayaannya. Lalu kami pun memutuskan untuk menghabiskan waktu di New York dan beberapa bulan setelah itu, aku pun melahirkan seorang anak laki-laki yang kita namani Choi Minho atau Mikhail Choi, nama amerikanya. Mengapa harus ada nama Amerika? Karena kami menetap disana lagipula keluargaku dan keluarga Siwon Oppa semuanya mempunyai nama Amerika apalagi ibuku dari Amerika juga. Mendengar kabar aku telah melahirkan seorang anak, media pun lagi-lagi heboh. Hah! Yang benar saja, padahal aku, Siwon Oppa serta orang-orang dalam yang tau tentang kehamilanku sudah menutup rapat-rapat soal kapan aku melahirkan dan lain-lain, tetapi tetap saja para media tau. Mungkin kalian bingung, kok bisa aku dikenal media Amerika dan mereka heboh. Itu semua karena perusahaan Siwon Oppa sangat besar di Amerika dan aku juga lumayan dikenal sebagai model disini. Dan oh aku lupa memberitahu kepada kalian kalau aku mempunyai usahaku sendiri yaitu Callistha Crown House dan Im Cosmetic. Callistha Crown House sangat terkenal sampai keluar macanegara. Kalau Im Cosmetic memang sering dipakai artis-artis Amerika jadi ya begitulah.

Kami belum kembali menetap di Korea setelah Minho anakku lahir. Hmm.. kita tetap berkunjung ke Korea 2 kali dalam sebulan dan pernah tinggal di Korea selama 3 bulan berturut-turut karena aku menerima job mini drama.

Kalau aku harus menceritakan tentang anak pertamaku, Choi Minho, hal pertama yang aku akan katakan adalah dirinya sangat pengertian dan penyayang. Dirinya selalu mengerti kalau baik Siwon Oppa dan diriku adalah orang terkenal jadi kemanapun kita dirinya harus tahan akan silauan kamera yang mengikuti kami. Awalnya mungkin dirinya tak biasa, karena baru berumur satu tahun saja banyak yang sudah menyukainya bahkan ada yang mau anakku jadi model produk mereka.

Sekitar 3 tahun setelahnya aku kembali melahirkan seorang anak laki-laki yang kita namai Choi Suho atau Alexander Choi, nama amerikanya. Sama seperti sewaktu kakaknya lahir, kelahirannya juga menghebokan dan tetap saja banyak yang memintaku untuk mengizinkan kedua anakku menjadi model dan lain-lain. Tetapi aku menolak, mereka masih terlalu kecil untuk itu. Siwon Oppa pun tidak begitu setuju meskipun dia memberikanku hak untuk mengambil keputusan soal itu. Apa lagi ya, ah, Minho sangat senang ketika dirinya memiliki adik, apalagi adik laki-laki. Aku juga senang saja, mereka adalah anak-anak yang baik. Ya kalau bertengkar sudah wajar bukan. Haha.

Siwon Oppa adalah sosok ayah yang baik, bahkan dirinya lebih sabar dari diriku. Siwon Oppa juga selalu menuruti kemauan mereka, katanya untuk apa dia punya perusahaan besar yang menghasilkan uang yang lebih dari cukup tapi tidak membelikan apa yang anaknya mau. Well, aku lumayan setuju.. tetapi kadang sedikit berlebihan.

Di kehamilanku yang ketiga, aku diam-diam berharap kalau anakku kali ini akan perempuan. Tetapi tidak apa-apa juga kalau Tuhan berkehendak lain. Bukan hanya aku, aku tau Siwon oppa juga berharap hal yang serupa tetapi dirinya tidak pernah memaksa atau meributkan soal itu karena mungkin tidak mau menyinggungku. Dan, aku bersyukur, keluargaku dan keluarga Siwon Oppa juga tidak pernah meributkan soal itu.

Dan Tuhan tidak menjawab doaku.. aku kembali diberi seorang anak laki-laki olehnya yang kita namain Choi Donghae atau Dave Choi. Aku tidak membencinya tetapi sempat sedih karena aku ingin anak perempuan. Siwon Oppa yang tau aku merasa sedih, saat itu terus menerus menyemangatiku. Dirinya berkata tidak apa-apa karena berarti dengan begitu dirinya tidak perlu menjaga lebih dari satu wanita. Aku tau dia juga ingin anak perempuan tetapi dirinya berusaha menyenangkanku saja. Aku bersyukur mempunyai suami seperti dirinya. Sangat.

Setelah melahirkan Donghae, Siwon Oppa mengusulkan agar aku mengikuti program agar tidak hamil lagi(?) Bukan karena dirinya tidak mau menambah lagi atau takut mempunyai anak laki-laki yang lebih banyak. Dia melakukan itu agar aku bisa fokus dengan ketiga anakku yang masih kecil, jarak umur mereka dengan saudara diatasnya hanya 3 tahun. Tetapi kembali lagi semuanya dia serahkan kepadaku. Dan aku pun setuju. Satu hal lagi, kami pun memutuskan untuk terus menetap di Amerika saja.

Hidup dengan suami yang sempurna bagiku dan anak-anak yang baik membuatku bahagia. Kami sering pergi ke negara lain untuk berlibur dan menghabiskan waktu bersama. Kami juga tetap pulang ke Korea untuk mengunjungi keluargaku dan keluarga Siwon Oppa.

Lalu, sekitar 5 tahun setelah aku melahirkan Donghae, aku berencana untuk menambah anak dan pergi berkonsultasi ke dokter dokter. Aku ingin anak perempuan, aku ingin seperti Yuri unnie yang bisa pergi ke salon dengan anak perempuannya dan melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan perempuan. Aku tidak masalah soal shopping, karena aku dan ketiga anak laki-lakiku memang sering pergi berbelanja bersama. Apalagi Choi Minho dan Choi Suho, mereka berdua sering sekali menemaniku berbelanja karena ingin menguras uangku juga(?) Tidak aku becanda. Mereka berdua menemaniku sekaligus membeli barang mereka karena mereka berdua mulai dikenal publik dan adalah model.

Dan hasilnya aku pun kembali hamil dan memberi adik perempuan untuk para anak laki-lakiku. Saat itu Minho sudah berusia 12 tahun, Suho berusia 9 tahun dan Donghae berusia 6 tahun. Siwon Oppa juga terlihat sangat senang begitupun diriku. Aku rasanya seperti berhasil memberi sesuatu yang special untuk suamiku. Ya at least, penantian dan kesabaranku selama bertahun-tahun menunda memiliki anak membuahkan hasil bukan hahaha.

Sebenarnya, aku awalnya sempat takut ketika memikirkan bagaimana reaksi anak-anakku apalagi Minho karena dirinya sudah lumayan besar. Aku takut mereka bertiga akan berpikir bahwa aku dan Siwon Oppa akan lebih memperhatikan dan menyanyangi Lauren, adik perempuannya karena Lauren adalah satu-satunya saudara perempuan yang mereka miliki. Tetapi semua dugaanku salah, malah mereka bertiga sangat menyambut kepulangan Lauren dari rumah sakit waktu itu. Mereka juga membantuku menjaganya karena Siwon Oppa tidak mau tangan orang lain yang merawat anak perempuannya sampai Lauren berumur 1 tahun. Akupun vakum dari dunia entertainment untuk pertama kalinya karena sebelumnya ketika melahirkan anak laki-laki, aku hanya beristirahan beberapa bulan saja. Tentunya berbulan-bulan dan selama setahun berbeda. Sampai-sampai aku juga menolak untuk menjadi model utama dalam fashion show yang digelar oleh Chanel dan Marc Jacob.

Siwon Oppa juga mengurangi waktunya di kantor.. dirinya mengerjakan segalanya di rumah. Jadi kami berenam benar-benar berkesempatan menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Bukan berarti Siwon Oppa tidak menyayangi anak laki-lakinya makanya dirinya tidak bertindak seperti ini saat mereka lahir, bukan.. bukan seperti itu ok. Kalian tidak tau saja bagaimana senangnya dirinya tiap kali kita memilki anak tidak peduli itu anak pertama atau kedua atau ketiga atau keempat. Kegembiraan yang terpancar diwajahnya selalu sama. Menurutku, dirinya bertindak agak berlebihan seperti ini saat Lauren lahir karena Lauren merupakan putri pertama yang dimilikinya. Sebenarnya sih, ini hampir sama seperti ketika Minho lahir.. hanya saja Siwon Oppa mengizinkan orang lain membantuku merawat Minho setelah berusia 6 bulan lebih.

Kehidupanku setelah memiliki Lauren sedikit berubah. Siwon menjadi lebih protektif lagi menjaga kami. Bahkan kami tidak pernah lagi berlibur bersama keluar negara sebelum Lauren berumur satu tahun karena Siwon Oppa tidak ingin Lauren dipotret di umurnya yang masih segitu. Wajar sih. Jadi aku menuruti saja. Aku juga tidak pernah lagi keluar negeri sendiran karena aku harus menjaga Lauren 24 jam jadi aku mengontrol urusan bisnisku dari rumah lewat telepon ataupun email. Tahun itu secara khusus aku dan Lauren tidak pulang ketika ada acara keluarga hanya Siwon Oppa dan ketiga anak laki-lakiku yang mengunjungi keluarga di Korea. Mungkin ini terdengar terlalu berlebihan, seperti putri raja saja. Tetapi aku mengerti keadaannya. Kalian tidak tau saja bagaimana persaannya jika wartawan berhasil mengambil gambar anakmu.

Ketika Lauren sudah berumur 1 tahun lebih, semuanya berjalan seperti biasanya. Siwon Oppa dan aku kembali beraktivitas seperti biasa walaupun kami semakin sering menghabiskan waktu dirumah agar anak-anak kami tidak merasa kekurangan kasih sayang. Minho juga semakin dewasa, dia membantuku mengawasi dan memperhatikan adik-adiknya ketika aku dan Siwon Oppa tidak ada dirumah, walaupun sebenarnya kami mempunyai para maid dirumah yang menjaga mereka berempat.

Satu hal terakhir yang ingin ku ceritakan adalah sejak anak laki-lakiku semua bertambah, Siwon Oppa menjadi lebih tegas kepada mereka terutama kepada Minho dan Suho yang masuk ke dunia entertainment, Siwon Oppa takut mereka akan terpengaruh hal-hal yang buruk karena masuk ke dalam dunia entertainment. Well, tidak semuanya buruk pastinya. Tetapi sebagai seorang ayah yang menyanyangi anak-anaknya, dirinya sedikit protektif terhadap kegiatan mereka. Bahkan jika Minho dan Suho ditawari pekerjaan, akan dievaluasi oleh manager mereka dulu lalu manager keluarga kami. Rumit sih, tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin kami melarang mereka bekerja di dunia entertainment sedangkan itulah hobby mereka. Tapi kami juga tidak ingin mereka terpengaruh hal yang buruk jadi dengan cara inilah kami mengawasi mereka. Donghae hanya kami izinkan melakukan pemotretan, jika untuk shooting aku masih khawatir karena usianya baru 10 tahun. Lauren sih pasti tidak boleh karena Siwon Oppa sama sekali tidak mengizinkannya kecuali aku terlibat langsung dalam project yang sama dengan Lauren.

Itu saja tentang keluargaku. Oh ya, jika kalian penasaran dan bertanya tentang apakah aku ingin menambah anak lagi. Jawabannya tidak lagi ok.

Flashback OFF

Right now (Minho : 16 tahun, Suho : 13 tahun, Donghae : 10 tahun, Lauren : 4 tahun)

Still Yoona POV

Hari ini, aku, Siwon Oppa dan keempat anakku akan pergi ke Korea untuk menghadiri acara keluargaku sekaligus ikut merayakan ulang tahun anak kedua Seolung Oppa dan Yuri unnie yang bernama Im Seohyun. Usianya 3 tahun diatas Lauren tetapi mereka sangat akrab karena hanya mereka berdualah yang ber-gender dikeluargaku. Seohyun mempuyai 2 kakak laki-laki, yang pertama berusia 17 tahun bernama Im Yesung dan yang kedua berusia 11 tahun bernama Im Yeol. Maka jika mereka berdua dan ketiga anak laki-lakiku bertemu dan berjalan-jalan, sudahlah para yeoja biasanya akan meminta foto mereka dan sebagainya.

Kembali ke topik awal. Aku bangun jam 7 pagi ketika mendengar alarm disamping tempat tidurku berbunyi. Setelah mematikan alarm itu, aku menoleh ke arah Siwon Oppa. Oh, suamiku masih tertidur. Aku pun langsung mencium kedua pipi dan mengecup pelan bibirnya sebelum turun dari tempat tidur untuk bersiap-siap karena aku mempunyai 2 anak (Donghae dan Lauren) yang harus kuurus juga nanti. Loh bagaiman dengan Minho dan Suho? Ah.. mereka berdua sudah dapat mengurus diri sendiri apalagi ini hanya untuk ke Korea dan untuk urusan keluarga, mereka sudah tau apa yang harus mereka bawa dan perlukan apalagi ada para maid yang dapat membantu mereka. Minho sendiri sudah tau banyak tentang fashion karena sejak kecil kami terutama Siwon Oppa sudah mengajarinya. Karena suka atau tidak suka, cepat atau lambat dia memang harus tau tentang fashion karena kemanapun dia pergi, orang-orang pasti akan menilai penampilannya tidak peduli wajahnya tampan atau tidak. Bukan mau sok fashionista atau bagaiman.. tetapi karena keluarga kami dari dulu disorot mau tak mau kami harus memperhatikan penampilan kami bukan. Terserah kalian mau berpendapat kalau aku terlalu sok kaya atau bagaimana, tapi inilah gaya hidup kami. Jangan terkejut jika tau kami tiap minggu selalu belanja barang fashion karena begitulah kami. Maklumi saja ok.

Setelah membersihkan diriku dan mengecheck kembali apakah barang-barang yang harus kubawa sudah ada di dalam koperku, aku pun membangunkan Siwon Oppa yang belum juga bangun. Aku duduk di samping tempat tidur bagian Siwon Oppa tidur. Memanggilnya beberapa kali sambil mengelus kepalanya seperti yang biasa kulakukan tetapi kali ini entah kenapa tidak berhasil membuatnya terbangun. Aku kembali memanggil “Oppa, bangunlah. Kita harus pergi hari ini Oppa.”

Mungkin sebelumnya aku salah ketika aku berkata aku masih harus mengurus dua anak. Oh aku keliru.. masih ada satu bayi besar yang manjanya sama seperti putri tercintanya yang harus kuurus juga.

Aku terus memanggil tetapi dirinya tetap tidak terbangun. Jadi kuputuskan untuk membangunkan anak-anakku dulu saja, akan jauh lebih mudah membangunkan mereka daripada membangunkan bayi besar tercintaku. Sebelum berjalan ke arah pintu kamar untuk keluar, aku mengecheck ponselku yang kupakai untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman dahulu, mau melihat apakah ada hal yang penting.

Aku membuka beberapa pesan masuk yang belum kubuka. Satu dari Omma dan ada satu dari Yuri unnie. Omma berpesan kepadaku kalau dirinya sudah mengirim sebuah limosine ke bandara untuk menjemput kami jadi aku tidak usah menyuruh suruhanku untuk mengirim mobil ke bandara lagi. Lalu aku membuka pesan dari Yuri unnie, jarang-jarang dirinya mengirimkanku pesan. Biasanya dia akan melakukan video call ataupun meneleponku langsung. Aku membaca pesan darinya yang isinya adalah “Hello auntie, ingat datang ke ulang tahunku dan jangan lupa bawa Lauren ok? Beri aku hadiah juga ok. Bye, safe flight auntie.”

Ah pesan dari Seohyun, keponakanku. Aku pun membalasnya “Ok Seohyun.. auntie akan membeli hadiah untukmu dan tentunya Lauren akan ikut juga. Bye. Thankyou sayang.”

Setelah menjawab pesannya, aku langsung menaruh ponselku kembali ke meja dan baru saja aku mau membuka pintu kamar kami, pintunya sudah terbuka terlebih dahulu. Aku sedikit terkejut karenanya. Ketika kulihat siapa yang membuka pintu kamar kami, aku mendapati Lauren yang sedang memegang baby alivenya dengan mata tertutup berdiri di depan pintu. Ah, ekspresinya menggemaskan sekali ditambah lagi dirinya memakai baju yang sama dengan bonekanya.

Aku langsung berjalan kearahnya lalu mengendongnya. Tanpa kuduga, dirinya mencium pipiku lalu berkata “Mornin Mommy. Love you.”

Aku mencium bibirnya sebentar lalu berkata “Morning baby girl. Love you too. Oh ya, kau mau membantu Mom?”

Lauren mengangguk senang.

Aku pun berbisik “Help Mommy to wake your daddy up okay?”

Lauren kembali mengangguk.

Setelah itu dirinya langsung turun dari gendonganku dan berlari menuju tempat tidur yang masih ada Siwon Oppa diatasnya.

Aku yang tadinya berniat meninggalkan kamar yang didalamnya ada seorang putri cantik yang sedang berusaha membangunkan raja yang sedang tertidur lelap. Tetepi niatku tidak kulakukan, aku malah asik menonton bagaimana dan apakah putriku itu berhasil membangunkan suamiku tercinta.

Aku dapat mendengar suara Lauren berkata “Daddy.. daddy wake up.” Tetapi tetap saja Siwon tidak bereaksi sedikitpun. Oh iya jika kalian bingung mengapa anak-anakku terutama Lauren dan Donghae sering memakai bahasa inggris daripada bahasa Korea, jawabannya adalah karena mereka berdua belum begitu sering berkunjung ke Korea. Maksudku mereka berdua hanya menetap beberapa hari atau seminggu belum pernah beberapa bulan, jadi tidak begitu biasa berbahasa Korea padahal mereka ngerti dan bisa memahami bahasa Korea.

Lauren kembali bersuara dengan mengeluarkan kata-kata yang sama seperti tadi namun kali ini disertai dengan sebuah kecupan di pipi kanan Siwon. Ku kira suamiku akan bangun kali ini. Tapi entah kenapa dirinya masih betah tidur disana. Apakah ciuman dariku dan dari Lauren tidak cukup manjur untuk membangunkan Raja yang tertidur? Yang benar saja.. jika begitu jangan coba-coba meminta ciuman dariku lagi.

10 menit sudah berlalu begitu saja tetapi Siwon Oppa masih saja tidak bangun. Lauren pun kelihatan sudah lelah. Dirinya berahli ke ruang sekatan dari kamar kami, duduk lalu membuka televisi yang ada disana menonton cartoon pagi hari favoritenya, Mickey Mouse.

Aku tidak bisa membiarkan Siwon Oppa tidur lebih lama lagi jadi aku berpikir cara apa yang harus kulakukan agar dirinya bangun secepatnya. And, good idea.

Aku berjalan ke arah Siwon Oppa lalu berkata agak keras “Oppa bangun! Lauren saja sudah bangun Oppa.”

Tetapi tidak ada respon dari suamiku ini. Menyebalkan.

Aku kembali bersuara lagi “Oppa. Jika kau tak bangun sekarang kau akan aku tinggal sendiri di New York. Aku dan keempat anak kita akan pergi ke Korea. Dan ketika kita kembali nanti, jangan pernah berharap kau dapat menciumku ataupun sebaliknya dan kau ti–”

Ucapanku terputus karena ciuman di bibiku dari seseorang, siapa lagi yang berani menciumku seperti ini selain Choi Siwon dan anak-anakku. Ketika ciuman kami lepas, Siwon Oppa langsung berkata “Aku sudah bangun ok? Jadi tarik semua perkataanmu kembali ya sayang.”

Aku mendengus kasar. Dasar giliran soal ini saja kau langsung bangun. Setelah itu, aku mencium kedua belah pipinya lalu keluar dari kamar kita untuk membangunkan para anak laki-laki tampanku setelah memberitahu Siwon Oppa jika Lauren ada diruang sekatan sebelah sedang menonton. Aku tidak tau apa yang akan dilakukan mereka berdua setelah aku keluar. Mungkin bermain atau melakukan sejenis cuddling antara ayah dan anak? No negative thinking please. Sudah biasa mereka berdua melakukan cuddling atau sejenisnya karena Siwon Oppa memang suka melakukan itu kepadaku dan Lauren saja. Kepada anak laki-laki dia paling hanya memeluk mereka atau mencium pipi mereka saja. Intinya, Lauren memang sangat dekat dengan Siwon Oppa walaupun Lauren juga dekat denganku tetapi tetap saja terlihat dan kami semua tau siapa yang paling dekat dengan Siwon Oppa diantara mereka berempat. Sedikit bocoran ok, bagiku dan Siwon Oppa, Minho adalah anak kebanggaan kami. Jadi maksudmu anakmu yang lain tidak membanggakan? Bukan begitu.. maksudku aku tau Minho selalu menjadi kebangga tersendiri bagiku, bukan karena dirinya mempunyai karir yang bagus atau wajah yang tampan, hanya saja aku tau bagaimana pun Minho akan selalu menjadi anak kebanggaanku. Semoga kalian mengerti ok. Yang paling dekat denganku sih Suho bahkan Suho mempunyai bakat yang sama dengaku yaitu singing. Entahlah bukan aku tidak mau dekat dengan yang lain tetapi semuanya otomatis saja seperti Siwon Oppa yang lebih dekat dengan Lauren. Tapi jangan berpikir aneh-aneh ya, aku dan Siwon Oppa sayang kepada semuanya tanpa beda. Hmm, kalau Donghae.. Donghae menjadi kesayangan semuanya. Minho, Suho bahkan Lauren sangat menyukai Donghae karena kepolosannya dan humorisnya. Lauren juga lebih dekat dengan Donghae daripada Minho dan Suho karena Donghaelah yang lebih sering berada dirumah bermain dengannya daripada Minho yang sudah remaja dan Suho yang juga sering beraktivitas diluar. Kalau Siwon Oppa sudah pasti paling dekat dengan Lauren tapi menurutku Siwon Oppa paling dekat dengan Donghae dibanding Minho dan Suho karena Donghae yang paling sering ikut dengan Siwon Oppa berolahraga, mungkin juga karena Minho dan Suho sudah bisa pergi sendiri tanpa menunggu Siwon Oppa jadi ya begitu. Well.. you better keep it as a secret.

Aku berharap ocehanku dapat dimengerti kalian semua, haha.

Aku baru akan membuka pintu kamar Minho tetapi tidak jadi karena didalam sudah ada yang membukanya. Minho lah yang membukanya. Ketika dirinya melihatku didepan pintu kamarnya, dirinya langsung berkata “Hey, morning Mom. Love you.” Mungkin kalian sedikit bingung, mengapa setiap ucapan selamat pagi atau sapaan yang keluar dari mulut kami selalu ada kata ‘I love you’ itu semua karena karena Siwon Oppa yang melatih mereka untuk begitu. Lupakan sajalah wkwk.

Kami berpelukan erat lalu Minho berbisik kepadaku “Mom I will cook for you.” (Mom, aku akan memasak untukmu)

Aku mencium pipinya lalu berkata “Thankyou baby.”

Aku lalu bertanya “Apa kau sudah mengecheck semua barangmu? Cause I’m busy now.”

Minho menjawab “Tidak usah khawatir soal itu Mom.”

Aku tersenyum lalu kembali berkata “Yasudah.. Mom mau membangunkan Suho dan Donghae dulu. Jika nanti sarapannya sudah selesai, tolong kau suruh Daddy, Suho dan Lauren turun untuk makan karena Mom mau memandikan Donghae nanti.”

Minho langsung menjawab “Ok Mom. Tenang saja.” Dirinya lalu mencium pipiku lalu turun ke lantai bawah.

Setelah itu aku pun langsung berjalan ke arah kamar Suho, ketika aku masuk, dirinya masih tertidur. Aku pun duduk disamping tempat tidurnya dan mengelus rambutnya dengan lembut. Aku cukup bersuara “Suho, dear, wake up love.” dua kali… dirinya sudah terbangun. Wow, lebih gampang membangunkan anakku daripada suamiku sendiri.

Ketika dirinya sudah terbangun dan duduk, aku langsung menerima pelukkan darinya yang disertai dengan ucapan manis darinya “Good Morning my beautiful mom. Love you so much xx.”

Aku tersenyum, bahagia dan bersyukur diwaktu yang sama. Tuhan sungguh terlalu baik kepadaku sampai-sampai bukan hanya diberi suami yang baik namun aku diberi plus lagi yaitu 3 laki-laki yang sama baiknya dalam hidupku.

Aku menjawab “Mommy loves you too, my sweet boy.”

Lalu, dirinya mencium pipiku dan aku juga melakukan hal yang serupa kepada anakku dan aku kembali bersuara “Sekarang kau mandi. Mom harus mengurus Donghae dulu lalu Lauren. Oh ya, sehabis mandi, turunlah ke bawah disana sudah ada Minho Oppa dan suruh maidmu mengangkat koper-kopermu ini kebawah. Love you.”

Dia mengangguk tanda mengerti lalu kembali mencium pipiku dan pergi ke kamar mandi setelah mengambil handuk dari tempatnya.

Next, aku masuk ke kamar Donghae dan membangunkannya. Hanya dengan memanggil “Sayang.. bangun. Nanti kau ditinggal jika kau tidak bangun sekarang.”

Donghae langsung terbangun dan dengan suaranya yang sedikit serak dirinya memanggiku “Mom.. aku mau minum.”

Aku yang tadinya duduk disamping tempat tidurnya pun berdiri dan mengambil gelas bergambar Iron Man di dekat meja belajarnya. Setelah meminum air dalam gelas itu sampai habis, Donghae mencium kedua pipiku lalu dahiku dan menyapaku “Morning Mommy. I love you and thankyou.”

Aku membalas mencium kedua pipinya lalu mengecup bibirnya singkat dan kami pun masuk ke kamar mandinya. Aku menyuruhnya melepaskan pakaiannya dan menggosok gigi sambil menungguku menyiapkan air sabun di bath upnya.

Setelah Donghae sudah kumandikan, aku pun keluar dari kamar mandinya setelah mencium pipinya. Setelah berada di luar kamar mandi aku bersuara “Donghae, Mom akan taruh baju yang harus kau pakai nanti di atas tempat tidurmu. Setelah memakai, kau langsung turun ya sayang. Everyone are eating now, maybe.”

Donghae membalasku dengan suaranya yang keras, mungkin takut aku tidak mendengar jawabannya “Ok Mommy. Thankyou. Love you.”

Setelah itu akupun memilihkan bajunya lalu menaruh pakaiannya di tempat tidur kemudian turun ke lantai bawah untuk memakam sarapan yang sudah dibuatkan putra sulungku Minho, sebelum aku mengurus Lauren yang aku tau akan memakan waktu yang cukup banyak.

Mungkin kalian bertanya-tanya.. ‘Bukannya keluargamu mempunyai banyak maid? Jadi mengapa harus kau yang mengurus semuanya sendiri?’

Memang aku punya banyak maid dirumah yang mengerjakan pekerjaan rumah.. bahkan merekapun menjaga anak-anakku ketika baik Siwon Oppa atau aku punya pekerjaan diluar negeri. Tapi tidak jika ada Siwon Oppa atau aku dirumah.. kami berdua sebisa mungkin yang akan mengurus anak-anak kami dan para maid mengerjakan pekerjaan rumah mereka masing-masing. Lagipula, Minho dan Suho sudah bisa mengurus diri sendiri dengan baik.. hanya Donghae dan Laurenlah yang biasa masih harus kita urus secara detail. But it is every parents’ job right.

Beberapa menit kemudian, Donghae sudah bergabung di meja makan. Seperti biasa, suasana makan pagi kami tidak pernah bisa sunyi, pasti ada obrolan, candaan ataupun gumaman-gumaman lucu dari Lauren. Katakanlah aku terlalu narsis atau apapun itu, tapi Siwon Oppa dan aku tetap bermesraan meskipun ada anak-anak di meja makan yang mungkin, ah tidak, pasti mereka melihatnya. Aku pernah memberitahu Siwon Oppa untuk tidak lagi mencium atau melakukan hal-hal aneh di depan anak-anak, apalagi Lauren. Tapi dirinya malah menjawab “Tidak bisa, kau kan milikku sayang jadi terserahku mau melakukan apa denganmu. Lagipula apa masalahnya jika anak-anak melihat? Bukannya mereka harusnya senang melihat orang tuanya bermesraan?” Jika dia sudah berkata begitu, aku sudah malas membantah lagi. Biarlah dirinya menang saja.

Meninggalkan para laki-laki yang belum selesai menikmati sarapan mereka, aku menggendong Lauren turun dari kursi khususnya untuk membawanya keatas dan merias dirinya.

Aku sudah akan menggandeng tangannya untuk menuntunnya, tapi dirinya malah berjalan ke arah Siwon. Siwon terlihat agak bingung dan memberi tatapan ‘ada apa dengannya?’ tetapi aku hanya bisa menggelengkan kepalaku tanda tidak tau.

Siwon pun mengangkat putri tercintanya ke pangkuannya lalu mencium kedua pipinya yang membuat Lauren terkekeh senang. Aish, kalau sudah melihat kedekatan Choi Siwon dan Choi Lauren mungkin kalian kadang akan merasa lebih cemburu daripada ketika melihat Choi Siwon bermesraan dengan Choi Yoona.

Siwon Oppa bertanya “What happened baby?”

Lauren menjawab “I want a kiss from Daddy before I go to bath with Mommy.”

Kulihat Minho, Suho dan Donghae memutar mata mereka. Mungkin mereka mengira ada masalah apa ternyata hanya karena ciuman. Oh God. Haha.

Siwon Oppa melihatku sejenak lalu mencium kedua pipi Lauren dan puncak kepalanya.

Aku yang melihat Siwon Oppa sudah menciumnya langsung berkata “Sudah kan sayang. Ayo mandi, nanti akam semakin lama berangkatnya.”

Lauren menggelengkan kepalanya.

Aku kembali bersuara “Apa lagi sayang?”

Lauren menunjuk bibirnya. Oh! She wants a kiss at her mouth. Tau saja Daddynya ahli dalam hal itu. Yoona, apa sih yang kau bicarakan?

Siwon Oppa pun tertawa dan mengecup bibir Lauren singkat.

Akupun dengan cepat mengangkat Lauren supaya waktu yang kami habiskan tidak semakin lama.

Lauren memintaku untuk menggendongnya. Aku pun melakukannya. Baru saja aku akan mulai berjalan, aku merasakan kecupan di pipi kananku dan pelukan dipingangku dalam waktu yang bersamaan.

Saat mau berbalik ke belakang untuk melihat siapa orangnya, suara bisikkan Siwon Oppa sudah terdengar di telingaku “Kau mau ciuman di mulut juga tidak seperti yang Lauren minta tadi? Atau mau yang lebih dari itu mungkin sayang?”

Aku langsung berkata “Tidak. Tidak. Aku harus mengurus Lauren dulu.. kita bisa semakin lama berangkatnya nanti Oppa.”

Siwon Oppa menjawab “Siapa yang peduli? Kita kan menggunakan pesawat pribadi sayang.. jadi sudahlah tidak usah banyak alasan.”

Aku pun menggeleng dan dengan cepat menginjak kaki Siwon Oppa dan langsung berjalan cepat keatas lalu masuk ke kamar Lauren.

——-

Author POV

Sesampainya di bandara, mereka tidak langsung turun dari mobil karena para bodyguard harus mengamankan kondisi diluar dulu. Didalam mobil, Siwon pun mengingatkan Donghae untuk memegang tangan Yoona, Minho atau Suho dan jika dirinya merasa terganggu flashlight dari kamera-kamera, tutuplah wajahnya dengan tangan atau memakai kacamatanya sedangkan Lauren, dirinya akan tetap berada di gendongan Siwon. Tidak ada perintah khusus untuk Minho ataupun Suho karena mereka berdua sudah sangat terbiasa dengan kondisi seperti sekarang.

Ketika manager keluarga Choi memberi tanda untuk turun, mereka satu persatu pun turun dari mobil. Minho dan Suho turun dan menuju bagasi mobil untuk mengambil bagpack mereka. Suho juga mengambil skateboardnya. Donghae hanya berdiri dengan Yoona disampingnya menunggu backpacknya yang akan diberikan Minho. Siwon menggendong erat Lauren, Lauren pun otomatis menenggelamkan wajahnya di pundak Siwon dan menutup kepalanya dengan bonekanya. Sisa koper mereka dibawa oleh bodyguard mereka.

Banyak fans juga menunggu mereka di airport sehingga menimbulkan teriakan-teriakan yang sedikit heboh. Para paparazzi pun tidak hentinya mengikuti keluarga Choi ini sampai kedalam bandara. Yang lebih mengesalkan adalah mereka memotret sambil bertanya pertanyaan-pertanyaan aneh. Yoona yang kebetulan memakai heels lebih tinggi dari biasanya sedikit waspada ketika para paparazzi mengelilinginya. Untung saja Yoona melihat Minho berada samping kirinya jadi Yoona langsung memegang lengan Minho. Minho yang baru tersadar jika Mommynya sedikit tidak nyaman dengan paparazzi yang mengelilingi mereka, sedikit mengusir mereka sambil menuntut Mommy agar tidak jatuh. Gila saja jika seorang model Callistha / Yoona jatuh dibandara. Akan jadi apa besoknya. Guys, ini baru aiport LA belum airport Korea, bayangkanlah saja bagaimana nantinya jika sudah di Korea.

Setelah Yoona memastikan anak-anaknya duduk dengan benar di tempatnya masing-masing, Yoona pun mencium pipi mereka satu persatu. Yoona juga berpesan pada pramugari pesawat private mereka ini untuk mengeluarkan makanan yang dibawanya jika anaknya meminta makanan. Ya, Yoona menyiapkan makanan untuk anak-anaknya jika mereka lapar. Walaupun ini pesawat private mereka, Yoona tetap mau memastikan kalau anaknya memakan makanan yang pasti sehat dan bersih.

Kemudian Yoona berjalan ke arah tempat duduknya sendiri. Sewaktu baru saja mau duduk, Lauren yang sedang ada dipangkuan Siwon meminta Yoona menggendongnya. Yoona sempat bingung sejenak, biasanya Lauren putrinya itu lebih memilih lengket dengan Siwon jika Siwon ada disekitarnya daripada dengan Yoona.

Yoona pun dengan senang hati mengangkat Lauren dan memangku Lauren. Yoona kira Lauren pasti sebentar lagi akan meminta dipidahkan kembali ke Siwon tetapi nyatanya sekarang Lauren meminta buku gambarnya dan menggambar gambar pakaian-pakaian. Ah, Lauren tau keahlian Mommynya. Setelah mewarnai gambarnya, Lauren pun bersuara “Mommy. Bagus tidak?”

Yoona tersenyum dan mengecup puncak kepala Lauren “Sure. Kau mau jadi designer juga ya?”

Lauren menggeleng.

Yoona pun bertanya “Jadi kau mau jadi apa sewaktu besar nanti?”

Lauren langsung menjawab “Aku mau jadi seperti Mommy.”

Siwon yang mendengar perkataan Lauren dengan cepat bertanya “Kenapa mau seperti Mommy? Nanti kau tambah cerewet sayang.”

Yoona langsung berseru “Enak saja Oppa! Yasudah kalau kau tak suka memiliki istri ceweret, cari saja yang baru. Walaupun sebenarnya aku tidak cerewet sih..”

Siwon tertawa. Yoona yang melihatnya semakin kesal, jadi Yoona bersuara lebih keras sedikit “Minho, Suho, Donghae. Dengar.. Mulai besok Mommy tidak akan menjadi Mommy kalian lagi karena Daddy akan mencari Mommy baru yang tidak cerewet untuk kalian termasuk Lauren.”

Minho lah yang pertama menjawab “Are you serious Dad? DON’T JOKE!”

Siwon terbengong melihat Minho bisa memerintahnya seperti itu. Baru saja Siwon mau menjawab, Suho sudah bersuara “Aku mau ikut Mommy. Aku tidak mau Mommy yang baru. You are the best Mom!”

Dan Donghae, dirinya sempat bingung sendiri. Dalam pikirannya, dirinya bertanya “benarkah?” tetapi setelah itu, Donghae bersuara juga “Iya aku mau ikut Mommy saja.”

Yoona tertawa lebar sambil memberi ekspresi “Lihatlah, anak-anakmu banyak memilih diriku dibanding dirimu Oppa.”

Siwon terdiam sejenak, tetapi tidak lama setelah itu.. Siwon kembali bersuara, dirinya berkata “Kalian bertiga memilih Mommy kan, tidak masalah. Daddy masih mempunyai Lauren. Benar kan Lauren sayang? Kau pasti memilih Daddy daripada Mommy kan?”

Yoona mendesah sekaligus terkekeh. Ya ampun, suaminya kadang memang kekanak-kanakkan. Yoona juga tau, mana mungkin Siwon akan membiarkan dirinya pergi begitu saja dari hidupnya secara cinta Siwon untuk Yoona sangatlah besar.

Lauren yang tadinya ditanya oleh Siwon terlihat berpikir. Dirinya melihat bolak-balik dari Daddy ke Mommynya. Lauren terlihat bingung mau memilih siapa. Haha. Yang benar saja, mana ada seorang anak kecil mau dipisahkan dari ayah ataupun ibunya sendiri.

TBC

Finally bisa post FF ini. Banyak banget yang surh post FF ini secepatnya. So this is it.

BANTU SHARE , LIKES AND COMMENT YA GUYS. Thankyou. Xx.

[Coretan] YoonWon (1)

Title : YoonWon (1)

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others.

Disclaimer : All the casts are not mine

Note : Photos credit to the owner!

TITLENYA YOONWON KARENA AUTHOR UDH GA TAU MAU PAKAI TITLE APALAGI ^^

Happy Reading

.

.

.

Author POV

Hari ini, bisa dibilang hari berduaan Siwon dan Yoona. Karena apa? Dari pagi tadi mereka berdua terlibat dalam meeting yang sama karena mereka rupanya akan bermain dalam drama yang sama. Emang sih bukan hanya berdua, ada sutradara, producer dan para manager.. tetapi tetap saja ini bisa dibilang hari berduaan mereka karena mereka sudah sangat jarang menghabiskan waktu seharian bersama karena jadwal mereka yang masing-masing padat. Mereka kadang hanya berkencan lewat tengah malam beberapa jam atau sore hari ketika keduanya sedang ada free time.

Setelah berbagai penjelasan, persiapan dan segala keperluan yang dibutuhkan dalam drama ini telah selesai dibahas, mereka pun diizinkan untuk pulang dengan diberi tugas melakukan script reading bersama entah dimana tempatnya, itu terserah mereka berdua, karena Siwon dan Yoona adalah peran utama dari drama yang akan tayang bulan depan ini.

Harusnya sih Yoona pulang dengan menggunakan mobilnya yang dikendarai oleh managernya.. tetapi kalau sudah ada Siwon, siapa yang bisa melarang Yoona ketika dirinya tidak  pulang dengan managernya? Haha. Tidak ada.

Sekarang Yoona dan Siwon sedang duduk dibangku belakang mobil Alphard yang Siwon pakai khusus untuk schedulenya. Mengapa duduk dibelakang? Jawabannya karena ada supir yang mengendarai mobilnya, jadi Siwon dan Yoona hanya butuh duduk santai saja.

Ketika mobilnya mulai berjalan, Siwon menarik kain pembatas yang dapat menutup atau mencegah siapapun yang berada di bangku depan untuk dapat melihat apa yang terjadi dibelakang.

Karena sudah dibatasi oleh kain, Siwon pun langsung membawa Yoona yang awalnya berada di kursi sebelah kirinya ke pangkuannya. Yang pertama Siwon lakukan adalah memeluk pinggang Yoona untuk menahan wanitanya agar tidak jatuh sambil mencium bibir Yoona singkat. Lalu Siwon mencium bagian dari kepala Yoona sekalian menghirup aroma rambut Yoona yang selalu disukainya. Yoona juga mencium bibir Siwon singkat sambil mengelus rambut Siwon yang disukainya. Kedua insan itu larut dalam kegiatan mereka sendiri, seakan tidak ada orang lain lagi di mobil ini atau bisa dibilang dunia ini serasa milik mereka berdua. Mereka tidak memperdulikan hal lain karena mereka masing-masing tau mereka sudah sangat merindukan satu sama lain.

Awalnya, Siwon dan Yoona akan pulang ke rumah orang tua Siwon karena tadinya Omma Siwon menyuruh mereka untuk makan malam bersama. Tetapi rencana mereka tidak jadi dilakukan, karena sekarang sudah lewat dari waktu malam dan mereka mau menghabiskan waktu berdua sambil melakukan script reading bersama. Jadi mereka pun memutuskan untuk pergi ke apartment Siwon yang ada di Gangnam. Well.. kalian tau lah Siwon punya banyak properti.

Sesampainya di apartment Siwon, Yoona langsung berjalan ke kamar mandi yang ada dikamar Siwon untuk menyiapkan air hangat agar Siwon bisa mandi secepatnya. Dan Yoona akan mandi di kamar mandi di ruang tamu nanti. Jadi mereka berdua tidak akan mandi terlalu malam. Siwon tersenyum melihat Yoona yang sedang menyiapkan air hangat untuknya. Yoona sudah seperti istrinya saja, pikir Siwon. Setelah dipikir-pikir sebenarnya memang benar Yoona sudah seperti istrinya.. karena tiap pagi, jika Yoona punya waktu walaupun sebentar, Yoona akan datang membawakan makanan untuk sarapannya. Yoona juga sering memilih baju yang harus dipakainya hari itu. Yoona yang selalu mengingatkan dirinya untuk minum vitamin ataupun makan siang. Yoona selalu ada untuknya disaat Siwon membutuhkannya apapun kondisinya.

30 menit kemudian..

Setelah Siwon dan Yoona sudah membersihkan diri mereka, Siwon berjalan ke arah ruang tamu. Dan seperti tebakannya, Yoona sedang membuka MacBooknya entah melihat apa. Dari arah belakang Yoona, Siwon mencium kedua pipi Yoona lalu menghirup aroma dari tubuh Yoona yang selalu disukainya.

Siwon juga berkata “Apakah kita akan mulai script readingnya sekarang, sayang?”

Yoona mengangguk, tanda ‘iya’ atas pertanyaan yang ditujukan Siwon tadi.

Siwon pun mengajak Yoona untuk pergi ke kamarnya. Karena akan lebih nyaman untuk berlatih disana.

Siwon dan Yoona pun mulai berlatih dan tanpa sadar Yoona pun ketiduran di tempat tidur Siwon. Awalnya Siwon tidak sadar karena dirinya duduk di sofa ruangan ini. Namun ketika dirinya tidak mendengar Yoona mengucapkan dialognya, dirinya menatap ke arah Yoona dan tersenyum ketika melihat wanitanya sudah tertidur dengan naskah drama di atas dadanya. Siwon pun mengambil naskah drama itu dari atas tubuh Yoona dan meletakannya di meja samping tempat tidurnya lalu menarik selimut untuk menutup tubuh Yoona agar tidak kedinginan.

Siwon sendiri tidak ikut tidur, dirinya memutuskan untuk mengerjakan project pribadinya dulu setelah itu baru tidur.

1 jam setelah tadi Yoona ketiduran, dirinya terbangun dan pada saat yang sama, Siwon juga masuk ke kamarnya memutuskan untuk tidur. Siwon yang melihat Yoona terbangun, langsung berjongkok dekat tempat tidur Yoona, mengelus kepala Yoona yang masih terbaring di bantal empuknya. Siwon pun bertanya “Kau terbangun? Ada apa? Mimpi buruk? Hm?”

Yoona tersenyum lalu menjawab “Entahlah Oppa. Kurasa bukan mimpi buruk, aku mendapatkan mimpi yang sangat indah tadi. Itulah yang membuatku akhirnya terbangun.”

Siwon tersenyum lalu bertanya “Mimpi apa Yoong? Masuk ke dalam dunia makanan?”

Yoona langsung mendecak “Yak! OPPA! Kau ini. Sudahlah aku tidur lagi saja.”

Siwon tertawa lalu mencium seluruh wajah Yoona, dari dahi, kedua mata indah Yoona, hidung, kedua pipi Yoona lalu bibir Yoona yang selalu menjadi candu untuknya.

Siwon juga berkata “Maafkan Oppa, tadi hanya becanda saja. Baiklah kita tidur lagi okay?”

Yoona menganggukkan kepalanya dan tersenyum ketika merasakan tangan Siwon sudah memeluk tubuhnya dan tangan Siwon satu lagi menjadi sandaran kepalanya. Tak lupa Siwon juga mengecup puncak kepala Yoona lalu berkata “Goodnight. Love you.”

Dengan itu, mereka pun tertidur dengan menikmati kehangatan yang didapatkan dari orang yang mereka sayangi.

Pagi harinya, Yoona lah yang terbangun duluan. Setelah meminum segelas air yang terletak di nakas disampingnya, Yoona dengan sangat pelan turun dari tempat tidurnya agar tidak membuat Siwon terbangun. Yoona kemudian mengecheck iPhonenya untuk melihat jadwalnya dan jadwal Siwon hari ini. Hmm.. jadwal Yoona pertama adalah ia akan menjadi MC suatu acara sore nanti dan Siwon hari ini bebas, hanya ada photoshoot iklannya itupun hanya 1 jam. Ah, Yoona bisa menemani Siwon nanti.

Yoona memutuskan untuk mencuci muka dan menggosok giginya terlebih dahulu sebelum turun kebawah menyiapkan sarapan untuk Siwon dan untuk dirinya sendiri. Setelah selesai, Yoona mengganti bajunya dengan memakai kemeja putih Siwon yang pastinya kebesaran untuk tubuh rampingnya.

Entah mengapa, Siwon akhirnya terbangun. Apa karena suara dari lemari yang Yoona buka? Sepertinya bukan tetapi entahlah Siwon terbangun. Ketika melihat Yoona sudah akan membuka pintu kamar dan keluar, Siwon langsung mengeluarkan suara “Morning pretty lady. Tunggu Oppa.”

Yoona yang sudah akan keluar, mengurungkan niatnya lalu berbalik ke belakang sambil tersenyum. Siwon yang melihat Yoona menunggunya pun turun dari tempat tidur dan mereka pun turun ke bawah bersama. Yoona berjalan didepan tetapi tanggannya tetap digenggam oleh Siwon yang berada dibelakangnya.

Yoona langsung berjalan ke arah dapur dengan Siwon yang masih terus mengikuti kemanapun Yoona pergi. Seperti anak ayam yang terus mengikuti induknya. Yang benar saja Siwon.

Hal pertama yang dilakukan Yoona ada membuka kulkas, mengeluarkan semua bahan-bahan yang akan dipakainya untuk masakannya. Kemudian Yoona membersihkan semua yang harus dibersihkan lalu memanaskan air panas karena dispenser di apartment Siwon sudah rusak dan mereka baru tau tadi pada saat Yoona mau memakainya.

Melihat Yoona sudah tidak melakukan apa-apa, Siwon pun memeluk tubuh Yoona dari belakang sambil mencium pipi Yoona berkali-kali dan berkata “Kenapa pacar Oppa yang satu ini sangat lucu dan manis sekali. Dan kenapa pacar Oppa jadi genit sekali berani memakai kemeja yang kelonggaran ini tanpa memakai celana.. ah mau menggoda Oppa ya?”

Yoona yang awalnya sudah tesenyum karena pujian Siwon langsung melepaskan pelukan Siwon dari tubuhnya lalu berkata “Pacar Oppa ‘yang satu ini?’ Memangnya Oppa punya berapa pacar hah? Tak kusangka Oppa playboy juga.”

Siwon awalnya bingung juga saat Yoona melepaskan pelukannya dari tubuh Yoona tetapi setelah tau apa sebabnya, Siwon malah tertawa dan menjawab “Omo. Im Yoona sedang cemburu? Daebak.”

Yoona langsung membalikkan badannya, menyibukan diri pada sayuran sayuran yang tadi sudah dibersihkan. Siwon yang melihat tingkah Yoona yang menggemaskan itu hanya bisa terkekeh senang.

Siwon lalu kembali memeluk tubuh Yoona dari belakang. Kali ini tak ada respon yang diberikan Yoona tetapi Yoona juga tidak menolak, jadi Siwon juga tidak melepaskan pelukannya.

Siwon kembali membuka suaranya “Hey. Oppa tadi hanya becanda, hanya mau menggodamu sayang. Mana mungkin Oppa punya pacar lain jika pacar Oppa saja sudah paling cantik. Yang benar saja, kau masak tidak percaya pada Oppa sih?”

Karena tidak ada respon dari Yoona, Siwon kembali bersuara “Yoong.. maafkan Oppa sayang. Tadi hanya benar-benar becanda. Lain kali Oppa tidak akan becanda seperti itu lagi okay. Jadi maafkan Oppa ya, Oppa mohon. Oppa akan melakukan apa yang kau minta asal kau mau memaafkan Oppa.”

Yoona entah kenapa malah tertawa setelah mendengar perkataan Siwon. Yoona kemudian berbalik menghadap Siwon lalu berkata “Hahahaha. Oppa kau sangat lucu. Ah, kali ini aku berhasil mengerjaimu lagi. Mengerjai Choi Siwon.”

Setelah berkata seperti itu, Yoona langsung berlari dari hadapan Siwon. Siwon yang baru menyadari keadaan langsung berteriak “Yak! IM YOONA! Jangan lari.”

.

Mungkin Coretan “YoonWon” ini akan banyak tetapi tetap saja ceritanya pendek karena ini coretan.

Sorry juga jika ceritanya terus yang sweet gitu karena author ga suka yang sedih gitu.

.

.

The end.

Don’t forget to comment and like! Thankyou.

[Coretan] Date

Title : Date

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others.

Disclaimer : All casts are not mine.

Note : Ini ada coretan, jadi pasti pendek. So diharapkan pengertiannya ya.

Happy reading..

.

.

Yoona POV

Setelah aku sembuh dari demam beberapa hari lalu, hari ini aku kembali menjalani berbagai aktivitas menurut jadwalku dan apalagi beberapa aktivitas yang terpaksa tertunda selama aku disuruh bed rest aku kerjakan juga hari ini. Awalnya sih, sebenarnya, aku mau tetap bekerja walaupun sakit. Tetapi namjaku, Choi Siwon memaksaku untuk beristirahat 4 hari penuh ditambah dia menyuruh orangtuaku dan Ommanya menyuruhku melakukan bedrest juga. Aku tidak sakit parah, hanya demam biasa tetapi dirinya sudah bereaksi begitu. Ya sudahlah, namanya juga Choi Siwon.

Hmm.. tapi asal kalian tau saja, 4 hari itu aku bukan tidur-tiduran di tempat tidur saja. Aku malah diajak jalan-jalan olehnya, ke Paris. Ya, secara diam-diam dan tidak ada yang tau kecuali ‘orang-orang dalam’. Sebenarnya kami bukan mau kabur dari fans ataupun tidak mau ketauan pacaran. Ah, kami sih sudah memberitahukan kepada dunia kami sudah berhubungan 8 tahun. Yang kami khawatirkan adalah, akan ada orang-orang yang mengikuti kami nantinya.

Aku yang sedang demam, dibawa ke hotel untuk beristirahat. Besoknya ketika panasku sudah turun, kami pergi makan makanan-makanan yang kusuka, berbelanja, pergi ke taman dan bermain sepeda bersama. Siwon Oppa tidak pernah mengecewakanku, dia tidak pernah gagal membuatku bahagia. Entahlah dia pernah berkata kepadaku saat anniversary 4 tahun hubungan kami “Oppa akan melakukan apapun yang dapat membuatmu bahagia sekalipun Oppa harus memberikan nyawa Oppa untukmu Yoong.” Ketika mendengarnya berkata begitu, aku menangis. Sejak kami mulai pacaran dulu, aku sadar dan tau Siwon Oppa selalu mengutamakanku, dia seperti malaikat yang menjelma menjadi seorang pacar untukku. Bisa dibilang Siwon Oppa menganggapku sebagai nafas kehidupannya. Orang tuaku pun sangat percaya pada Siwon Oppa. Sebelum berpacaran dengan Siwon Oppa, banyak yang mengejarku selama masa traineeku. Jika Appaku tau dirinya akan melakukan semacam interogasi dengan orang itu untuk memastikan mereka laki-laki yang baik tetapi tidak ada satupun yang menjadi pacarku sebelum aku bersama Siwon Oppa.

Aku masih dapat mengingat betapa gugup Siwon Oppa saat dia ingin meminta izin kepada Appa, meminta izin untuk berpacaran kepadaku. Aku awalnya mengira apa akan menolak.. tetapi entah bagaimana, Appa menyetujuinya bahkan Appa mempercayai Siwon Oppa dapat menjaga anaknya dengan baik. Setelah beberapa bulan berhubungan, aku baru tau ternyata Appa bersahabat sangat dekat dengan orang tua Siwon Oppa. Ommaku juga mengenal Ommanya Siwon. Sangat kebetulan bukan?

Setelah berjalan-jalan seharian, malamnya aku dibawa ke restoran mewah yang dibooking khusus untukku, maksudku hanya kami berdua. Kadang, kalian salah jika menganggap aku bahagia karena diberikan segala kemewahan. Tapi nyatanya bukan, aku bahagia karena setelah bertahun-tahun aku menjalani hubungan dengannya.. dirinya tidak pernah jenuh terhadapku. Aku pernah berpikir bisa saja Siwon Oppa bosan kepadaku karena aku lumayan kekanakan dalam beberapa hal. Nyatanya tidak.. dirinya tidak pernah menunjukkan ketidaksukaan terhadap sikap kekanakanku. Aku dapat merasakan ketulusan dan kebenaran dalam setiap kata-kata yang dia ucapkan. Jadi haruskah aku ragu? Aku rasa tidak. Aku berani berkata kalau aku wanita yang paling beruntung. Aku beruntung memiliki Siwon Oppa. Mungkin segalanya akan berbeda, entah itu lebih baik ataupun lebih buruk jika aku bersama orang lain. Namun, aku tidak peduli, sekalipun itu lebih baik, aku tetap tidak menyesal aku menerima Siwon Oppa menjadi pacarku. Tidak akan pernah! Jadi jangan coba-coba untuk merebutnya dariku, ok?

Dan malam ini, adalah anniversary tahun kesembilan hubungan kami. Seperti biasanya, kami akan pergi untuk makan malam bersama. Dari dulu, aku dan Siwon Oppa sudah saling berjanji akan menyempatkan waktu dihari ulang tahun kami dan setiap tanggal anniversary kami. Kami berjanji untuk merayakan hari-hari special kami bersama, kami berjanji untuk menghabiskan waktu bersama. Setiap tahun perayaan hubungan kami selalu ada yang special. Siwon Oppa memiliki terlalu banyak ide untuk menyenangkanku. Maksudku dari tahun pertama sampai tahun kedelapan, selalu berbeda. Dari tempat, negara, acaranya dan lain-lain. Aku hanya disuruh mengikuti apa yang diperintahkannya.

Aku lumayan penasaran kemana kami akan pergi untuk merayakan anniversary kami tahun ini. Tebakanku sih di Korea saja, karena jika keluar negeri pasti ada yang sudah mengemasi barangku ataupun aku sudah tau dari Sooyoung, si mulut bocor haha.

Aku memekik, terkejut ketika seseorang menutup mataku dengan kain. Siapa sih yang berani masuk ke kamarku lalu menutup mataku seperti sekarang? Apakah memberku? Oh tidak mungkin mereka hari ini punya jadwal masing-masing. Apakah Siwon Oppa? Ah, dia kan belum sampai disini. Jadi siapa? OMG, apakah aku akan diculik? Memikirkan itu membuatku memberontak dan berteriak ‘Siapa kau? Lepaskan aku!!’

Orang itu menjawab “Hey Yoong, ini aku. Tenanglah sayang.”

Aku mengenal suara ini, suara namjaku. Aku pun sedikit lega kemudian bertanya “Kenapa mataku harus ditutup Oppa? Riasanku akan luntur semuanya. Kau senang ya jika aku jelek. Huh!”

Dirinya tertawa terbahak-bahak. Apakah sekarang waktu yang tepat untuk menertawaiku? Aku pun bersuara “Yak Oppa! Buka sajalah. Aku tidak jadi pergi denganmu..”

Dirinya menjawab “Ok. Ok. Sorry sayang. Sekarang kita keluar ya.. Kita akan makan ditempat favoritemu nanti.”

Aku mendesah lalu bertanya lagi “Lalu mengapa mataku harus ditutup? Tempat favoriteku kan berarti aku sudah sering kesana. Jadi tidak berguna jika Oppa menutup mataku, karena akupun sudah bisa menebak dimana tempatnya.”

Siwon Oppa menjawab “Sudahlah diam saja Yoong. Ikut saja apa kata Oppa.”

Sekitar 20 menit kemudian, mobil yang kududuki bersama Siwon Oppa pun berhenti. Aku merasakan tanganku dipegang Siwon Oppa, berarti sekarang kita sudah sampai di tempat tujuannya. Hmm.. aku sudah sedikit tidak sabar, penasaran dengan apa yang kali ini dia persiapkan untuk hari special kami.

Masih dengan mata tertutup, aku pun dituntun oleh Siwon Oppa. Hening, tidak ada suara. Mungkinkah dia menyewah satu gedung ini untuk perayaan kami kali ini? Sedikit gila kurasa.. tapi itulah namjaku. Atau mungkin, Siwon menyuruh semua pelayan dan tamu restoran ini untuk diam saat aku melewati mereka. Entahlah.. aku pasrah saja dengan keadaan ini.

Aku mendengar pintu terbuka, mungkin sekarang kami sudah ada di dalam satu ruangan. Tangan Siwon Oppa tak lagi berada di tubuhku. Setelah beberapa menit berlalu tidak ada yang terjadi dan aku juga tidak mendengar suara siapapun. Karena penasaran dan lama sekali, aku bertanya pada Siwon Oppa “Oppa! Aku sudah boleh membuka penutup mataku kan?”

Tidak ada jawaban. Apa dia sedang mengerjaiku dengan tidak mau menjawab? Yang benar saja Choi.

Aku pun bersuara kembali “Oppa. Aku serius, bolehkan aku membuka penutup matanya sekarang? Gelap sekali.”

Tidak ada jawaban.

Karena sudah tak sabar aku pun tanpa sadar menaikkan suaraku “Yak! Oppa! Jangan coba-coba me–”

Ucapanku terputus ketika aku merasa sebuah tangan membuka penutup mataku. Ketika aku sudah dapat melihat dengan jelas, aku shocked. Bagaimana mungkin? Semua member SNSD dan Super Junior ada di ruangan ini. Dan mereka mengangkat beberapa balon dan aku terdiam serta tanpa sadar menangis ketika melihat beberapa papan indah yang bertuliskan “Would you marry m, Im Yoona?”

Dari ujung ruangan, Siwon Oppa keluar dengan memakai tuxedo putih yang membuatnya terlihat semakin tampan saja. Dia berjalan sambil menyanyikan beberapa bait dari lagu Marry You yang dinyanyikan Bruno Mars.

Air mataku mengalir tanpa dapat kukontrol lagi ketika Siwon Oppa berjongkok dan membuka sebuah kotak yang memperlihatkan sebuah cincin yang terdapat berlian diatasnya. Siwon Oppa lalu bersuara “Yoona ya.. sejak dulu, sejak pertama kali Oppa melihatmu di ruangan trainee Oppa tau Oppa sudah mencintaimu. Kau ingat tidak, dipertemuan pertama kita, kau yang mengenakan dress kuning terlihat malu malu entah kenapa. Kau ingat tidak, kita pernah ditegur oleh guru trainee kita karena aku mengajakmu untuk keluar beli es krim malam-malam. Apakah kau mengingat bagaimana akhirnya kau menjadi pacar Oppa? Apakah kau mengingat semua tempat yang sudah kita kunjungi selama 9 tahun ini? Oppa harap kau mengingat semua itu.”

Aku mengangguk. Air mataku semakin deras, seperti hujan yang makin lama makin deras.

“Dan apakah kau bahagia selama menjalani hubungan dengan Oppa? Oppa harap iya. Karena jika tidak, Oppa ingin mati saja. Sebab kebahagiaanmu lah yang dapat menjadi kebahagiaan Oppa.”

Aku kembali mengangguk, tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Kau tau, menjalani hidup Oppa denganmu adalah keinginan Oppa sejak lama. Oppa selalu ingin menjadikanmu sebagai istri Oppa dari dulu. Dan hari ini, keinginan itupun Oppa nyatakan sekarang. Apakah kau bersedia menikah dengan Oppa? Menjalani sisa hidupmu dengan Oppa? Hidup bersama Choi Siwon yang menyebalkan ini? Menjalani hari-harimu bersama Choi Siwon yang mungkin pernah menyakitimu, membuatmu sedih. Bersediakah kau Im Yoona? Would you marry me? Would you like to be the partner of my life?”

Aku mengangguk. Aku akan menyesal dan menjadi orang terbodoh jika menolak orang seperti Siwon Oppa. Bagaimana mungkin aku menolak jika sumber kebahagiaanku adalah dirinya. Tanpa ragu, aku langsung menjawab “Yes Oppa. Definitely, yes.”

Setelah itu, Siwon Oppa memakaikan cincin tadi di jari manisku yang disertai teriakan heboh para Oppadeul dan tepuk tangan unnie-unnieku dan juga Seohyun. Bahkan aku melihat Yuri unnie dan Seohyun menangis. Pasti mereka terharu juga.

Hari ini, aku menentukan hal yang tidak akan pernah ku sesali. Aku mengambil keputusan yang besar untuk hidupku. Aku tau, dengan keputusanku ini, aku tidak akan pernah menyesal. Aku tau setelah ini mungkin akan masalah didalam hubungan kami, tetapi di waktu yang sama, aku juga tau kami akan terus bersama tak peduli apapun itu yang menganggu hubungan kami nantinya. Cause he is my first and last love.

.

.

Tidak ada sambungan dari coretan ini lagi ya. Sekian saja. Bye.

.

The End

 

Thankyou! Don’t forget to comment and like guys.

[Coretan] Variety Show

Title : Variety Show

Cast : Choi Siwon, Im Yoona and others

Disclaimer : All the casts are not mine!

Happy Reading..

.

.

.

Yoona POV

Hari ini aku diundang pihak variety show salah satu stasiun TV nasional. Dan karena aku hari ini jadwalku hanya melakukan pemotretan untuk iklanku, aku pun menerima saja. Lagipula artist-artist yang diundang semuanya berasal dari SM Entertainment yaitu beberapa member dari SNSD, Super Junior dan SHINee ada disana jadi ini pasti akan menyenangkan. Tema variety shownya nanti adalah ‘Love’ kalau tidak salah. Taeyeon unnie dan Leeteuk Oppa membawa serta kedua anak perempuan kembar mereka yang berusia 6 tahun, Park Felyn dan Park Felda. Tiffany unnie dan anak perempuannya yang berusia 6 tahun juga bernama Christabelle. Yesung Oppa dan Yuri unnie juga hadir walaupun Yuri unnie kehamilannya sudah memasuki 8 bulan kurasa. Sooyoung unnie, Kyung ho Oppa dan anak mereka Zach yang berusia 7 tahun juga hadir. Seohyun juga yang baru menikah 4 bulan lalu dengan Kyuhyun akan datang. Tak lupa juga Choi Minho, Jonghyun dan Onew yang akan menjadi MC variety show yang akan kudatangi nanti.

Kalau aku? Aku akan datang sendiri. Okay jangan berpikir aneh-aneh dulu. Aku datang sendiri bukan karena aku belum menikah ataupun tidak punya pacar atau apapun itu. Baiklah jika kalian ingin tau.. aku sudah menjadi istri orang, tepatnya istri Choi Siwon. Kami sudah menikah sekitar 1 tahun lebih. Dan aku harus menghadiri variety show nanti sendiri bukan karena Siwon Oppa tidak diundang, tetapi dirinya sedang berada di LA dengan ayahnya dan ayahku untuk perjalanan bisnis mereka. Aku sedikit kesal, sudah beberapa kali berturut-turut dirinya tidak bisa menemaniku karena urusan perusahaannya. Jujur saja aku lebih senang suamiku bekerja dikantor daripada di dunia entertainment tetapi pada saat yang bersamaan aku juga menjad kesal ketika dirinya tidak bisa menemaniku atau bekerja bersamaku. Entahlah.. aku pribadi sih tidak membutuhkan kekayaan yang berlimpah walaupun Tuhan sangat baik, keluargaku dan keluarga Siwon memang adalah keluarga chaebol jadi kami tidak pernah kekurangan dan istilahnya kamu tidak pernah khawatir soal uang. Beda dengan sebagian member-member kami yang menjadi tulang punggung untuk keluarga besar mereka. Ya walaupun sekarang kita semua tidak susah dan mereka yang dulu susah pun sekarang sudah memiliki rumah mewah, mobil dan usaha mereka sendiri. Tapi kata mereka, mereka tetap harus bekerja karena harta sewaktu-waktu bisa habis kan. Kata mereka, mereka beda dengan Siwon Oppa dan aku, kata mereka harta kami dapat menghidupi kami sampai tua walaupun kami tidak bekerja lagi. Hah, ada-ada aja.

Oh ya, ngomong-ngomong, Siwon Oppa memang masih aktif di dunia entertainment, tetapi dirinya juga sudah memegang perusahaannya sendiri 1 tahun sebelum menikah denganku. Lagipula, semua member Super Junior dan SNSD memutuskan untuk lebih fokus pada karir solo masing-masing, malah ada yang jadi ibu rumah tangga dan hanya bekerja jika hanya untuk group.

Mungkin aku terlalu banyak bicara bukan? Ini karena aku sedang bosan jadi aku memutuskan untuk menjelaskan semuanya saja sambil menuju lokasi variety shownya. Ok back to topic. Taeyeon unnie, Hyoyeon unnie memutuskan untuk menjadi full time mother kecuali SNSD sedang ada aktivitas. Memang kadang mereka menerima job menyanyi OST dan menari tapi sangat jarang juga sih. Tiffany unnie, Sooyoung unnie dan Seohyun sekarang lebih fokus pada bidang fashion. Sunny unnie menikah dengan seorang businessman jadi dirinya sangat jarang lagi beraktivitas selain untuk jadwal SNSD. Yuri unnie lah yang masih aktif sebagai actress drama ataupun film, tetapi setelah hamil, dirinya juga sudah jarang mengambil job lagi. Dan aku.. aku masih sangat aktif di dunia entertainment karena aku masih ingin saja.. lagipula suami tercintaku mengizinkanku selama aku tau batasannya dan akupun belum hamil. So yeah.

Semua pikiranku hilang saat aku mendengar nada dering teleponku, tanda ada yang menelepon dan orang itu adalah Choi Siwon yang menyebalkan itu.

Aku menekan tombol ‘jawab’ dan langsung menerima sapaan manis dari suamiku.

Dia berkata “Hi istriku. Kau sedang apa? Suamimu ini sangat merindukanmu. Dia ingin memeluk dan menciummu sekarang. Kau harus bertanggung jawab karena kau telah membuatnya mencintaimu terlalu dalam sayang.”

Aku tersenyum lebar. Istri mana yang tidak senang mendengar kata-kata manis dari suaminya.

Aku menjawab “Kalau Oppa rindu padaku, Oppa pasti tidak akan betah meninggalkanku selama 5 hari.. Oppa hanya menggombal kan? Haha.”

Dirinya langsung menjawab “Enak saja. Oppa serius sayang. Oppa sudah memajukan 2 hari dari jadwal yang seharusnya jadi besok Oppa bisa bertemu dengan istri Oppa yang cantik itu.”

Aku tersernyum lalu menjawab “Baguslah. Itu tandanya Oppa masih mengingat Oppa mempunyai istri yang sudah ditinggal berhari-hari.”

Siwon Oppa menjawab “Yak! Oppa kan tidak bermaksud meninggalkanmu. Ini juga karena urusan perusahaan yang penting kalau tidak juga Oppa memilih bersantai dirumah bersamamu atau berjalan-jalan bersama.”

Aku mendesah lalu menjawab “Tidak usah bahas soal liburan. Cukup dengan janji liburan ke Italy dan Maldives yang batal kemarin. Aku tidak mau diberi harapan palsu lagi Oppa.”

Siwon Oppa malah tertawa lalu menjawab “Lihat saja nanti sayang. Kau tidak akan diberi harapan palsu lagi. Yasudah.. Oppa harus meeting dulu. Kau sedang dirumah?”

Aku langsung menjawab “Tidak.. aku akan menghadiri variety show khusus artis SM sekarang. Ini sudah sampai di basement gedungnya Oppa.”

Siwon Oppa kembaki bersuara “Oh yasudah. Selamat bekerja istriku. Saranghae.”

Aku menjawab “Kau juga Oppa jangan lupa makan. Bye. Saranghae.”

Telepon kami pun terputus.


 

Author POV

Yoona sekarang sedang berada di dalam ruangan tunggu bersama artist SM lainnya. Karena bosan, Yoona pun membantu Taeyeon untuk merias anak kembarnya yang daritadi bermain terus sehingga make up artistnya pusing melihatnya. Setelah selesai, Yoona berbicara dengan Yuri dan lainnya. Mereka membahas segalanya. Dari pekerjaan, makanan, fashion sampai tentang anak. Suasana berubah ketika semuanya terdiam saat Sooyoung tiba-tiba bertanya kepada Yoona “Yoong, kau belum hamil?”

Yoona menjawab “Belum unnie, mengapa?”

Sooyoung menjawab “Tidak apa-apa. Tapi bukan karena kau tidak mau punya anak kan?”

Yoona langsung menjawab “Tentu bukan. Aku hanya tidak mau terlalu memaksa. Kalau belum dikasih ya sudah. Aku juga masih ingin menikmati waktuku dengan Siwon Oppa. Aku masih ingin bebas berlibur dan bermain unnie.”

Sooyoung pun menjawab “Ah.. baguslah. Unnie kira kau berencana untuk tidak memiliki keturunan.”

Yoona tertawa saja mendengarnya.

Choi Minho yang baru masuk ke ruang tunggu mereka langsung menyapa para noona dan hyungnya. Maklum lah dirinya sangat dekat dengan semuanya.

Choi Minho juga bertanya pada Yoona “Siwon hyung dimana? Kok belum datang?”

Semua yang mendengar langsung melihat ke arah Yoona khawatir. Mereka tau bisa bisa Yoona kehilangan moodnya karena ditanya pertanyaan begitu.

Yoona yang menyadari pun menjawab dengan malas “Hyung kesayanganmu itu tidak datang. Dia lebih mementingkan perusahaannya daripada istrinya.”

Sebagian dari mereka tertawa mendengar jawaban yang diberikan Yoona, kekananakan sekali. Minho yang mendengar itu juga tertawa lalu menjawab “Mungkin Siwon hyung menemukan wanita yang lebih sexy dari noona jadi maklumi sajalah noona. Dan logika saja, Siwon hyung kan punya banyak uang jadi wanita mana yang tidak mau dengannya?”

Yoona baru saja akan menjawab tetapi tidak jadi karena ia dipanggil oleh salah satu staff untuk membahas soal kelangsungan acara nanti karena Yoona ada bintang utamanya. Ok Minho kali ini keberuntugan berpihak padamu. Kau selamat dari amukan Im Yoona oh tidak Choi Yoona.

.

Don’t forget to comment and like. Thankyou.

.

TBC

Segini dulu ya readers.. sorry kalau pendek hehe. Semoga suka and sorry if there is or are any typo.

 

 

[Coretan] We are One (2)

Title : We are One (2)

Cast : Choi Siwon, Im Yoona, Aleyna and others

Disclaimer : All the casts are not mine, they belong to their family and God.

Hi.. kembali lagi dengan coretan.. author ga bisa posting yang panjang-panjang karena waktu terbatas.

Note : INI LANJUTAN CORETAN WE ARE ONE YANG KALIAN MINTA GUYS 🙂

 

Happy Reading!!

.

.

.

Yoona’s POV

Sore ini, aku dan Siwon akan bekerja bersama, lebih tepatnya kita akan menjalani photoshoot untuk 2 majalah fashion dan wawancara untuk talkshow dengan tema keluarga.

Dan sekarang disinilah aku, di ruang keluarga rumahku dengan stylishku memilih baju yang akan kupakai nanti dan juga memilih mana yang pas untuk suamiku. Jangan anggap aku saja yang peduli pada penampilan.. pada nyatanya, kadang suami tampanku itu lebih ribet dalam urusan penampilan. Semuanya harus perfect dan benar. Itulah Choi Siwon.

Jika kalian bertanya-tanya dimana Aleyna sekarang, aku akan menjawab di kamar bermainnya. Dirinya sedang bermain dengan Siwon. Entah bermain apa saja. Yang jelas aku sedikit kesal karena Siwon lebih memilih untuk menemani Aleyna bermain daripada menemaniku untuk mengurus baju-baju yang akan dia pakai nanti. Bahkan tadi siang saat aku ingin makan di restoran Eropa kesukaan kami berdua.. dirinya menolak karena Aleyna mau makan sushi. Alhasil, kami melakukan delivery order. Dasar Choi, kau menjadi tambah menyebalkan sejak Aleyna berumur 5 tahun.

Katakan saja aku egois, tidak pengertian ataupun keterlaluan karena caraku bersikap dan berpikir terhadap Siwon dan Aleyna agak keterlaluan ataupun berlebihan. Tapi aku tidak peduli. Itu urusanku bukan?

Setelah selesai memilih baju-baju untukku dan Siwon, aku memanggil Bethany menyuruhnya untuk ingat memberi makan malam untuk Aleyna tepat waktu karena mungkin saja aku dan Siwon akan pulang malam. Kemudian, aku membuka handphoneku, menelepon Yuri unnie.

Setelah nada dering kedua, Yuri unnie menjawab panggilanku. Dia bertanya “ada apa?”.

Aku langsung berbicara to the point “Unnie bisakah kau kerumahku nanti sekitar jam 4 sore? Aku mau minta tolong kepadamu untuk mengawasi Aleyna.”

Yuri unnie menjawab “Boleh saja, tapi aku mungkin akan kesana bersama Seohyun juga Yoong.. tidak apa-apa kan?”

Aku tertawa “Unnie kau ini seperti baru kenal saja denganku. Seohyun kan juga dekat denganku jadi ya datang-datang saja. Kalau kalian mau makan dan pakai apapun yang ada di rumahku pun tidak apa-apa.”

Yuri unnie menjawab “Okay Yoong jangan ceramah lagi. Gomawo!!”

Aku menjawab “Tidak. Harusnya aku yang berterima kasih karena unnie selalu mau membantuku menjaga anak manjaku yang agak merepotkan.”

Yuri unnie menjawab “Yasudah. Tutup saja teleponnya aku mau makan dulu. Bye”


 

Sorenya, setelah mandi dan bersiap-siap, aku dan Siwon pun memutuskan untuk langsung berangkat tanpa menunggu supir pribadi Siwon yang entah kemana tadi. Kami sengaja berangkat lebih cepat karena tadi Siwon Oppa memajukan jadwal pemotretan menjadi satu jam lebih cepat dan interviewnya juga supaya nanti malam kita bisa makan berdua. Katanya sih dia menyiapkan dinner special. But lets see later, how special the dinner is. Karena aku agak pemilih, maksudku bukan aku suka mewah atau apa, hanya saja tasteku memang kadang ketinggian sehingga membuat orang-orang yang mau memberikan surprise ataupun hadiah kepadaku menjadi pusing. Haha.

Aku mengambil tas Hermes biruku sebelum memakai heelsku lalu bersiap-siap untuk keluar dari rumah dan menuju mobil. Namun tidak jadi, ketika aku ingat Siwon masih belum turun kebawah. Hah. Pasti sedang bermain dengan si manja itu.

Aku baru saja mau memanggil Siwon untuk segera turun, tetapi niatku kuurungkan karena aku sudah melihatnya menuruni tangga besar rumah kami… ta..pi.. mengapa dia mengendong Aleyna. Dan lagi, anak manjanya itu sedang menangis sepertinya. Jangan bilang dia..

Aku baru akan membuka mulutku untuk bertanya tetapi Siwon sudah memotong duluan “Sayang, Aleyna mau ikut. Katanya dia tidak mau sendiri dirumah hanya dengan para maid.”

Aku dengan cepat menjawab “Tidak usah khawatir.. Yuri unnie dan Seohyun akan datang menemaninya nanti. Mereka juga bisa jalan-jalan shopping ke mall jika Aleyna mau Oppa.”

Siwon yang mendengar perkataanku pun menjelaskan hal serupa ke Aleyna tetapi emang dasar anak itu keras kepala sekali, dirinya malah berkata “Aku tidak mau Dad. Aku mau ikut ngan Daddy. Aku bosan harus belmain dengan aunty.”

Aku memutar mataku, bosan dengan kadar manja anakku sendiri. Siwon yang melihat reaksiku terhadap apa yang Aleyna mau, memberi tanda kepadaku untuk mengiyakan saja. Aku menggelengkan kepalaku tidak mau. Enak saja, nanti malam kan aku mau makan berdua saja dengan Siwon Oppa. Akan jadi apa jika Aleyna ikut? Yang ada bukan makan berdua dengan suasana romantis. Tetapi aku yang akan jadi seperti ‘penganggu’ bagi Siwon Oppa dan Aleyna karena Siwon Oppa pasti akan lebih memperhatikan anak kesayangannya itu. Hah, kadang aku merasa sedikit menyesal karena memiliki anak perempuan. Mungkin jika anakku laki-laki, Siwon Oppa tidak akan bersikap seperti ini walaupun aku yakin dirinya tetap akan memanjakan anak laki-lakinya. Dan jika anakku laki-laki, aku lah yang akan dekat dengan anakku. YOONA! Kau ini kenapa sih belakangan ini semakin sensitive ketika melihat suamimu dekat dengan perempuan lain dan parahnya anakmu sendiri pun kau cemburuin. Kalau Choi Siwon tau kau berpikir seperti ini, bisa bisa dia mengedarkan bendera perang dan mendebatmu tanpa mau mengalah. Aku lupa aku sudah pernah bercerita tentang ini atau belum.. aku belum pernah dibentak ataupun dimarahi oleh Siwon Oppa selama kami menikah. Kami lumayan sering berdebat ketika pacaran tetapi ya mungkin kalian sudah bisa menebak siapa yang mengalah, yang pasti bukan aku. Entahlah aku bersyukur memiliki suami seperti Choi Siwon. Like he is damn perfect and goals!

Lamunanku terbuyar ketika mendengar suara Siwon Oppa memanggilku “Yoong. Bagaimana??”

Aku tidak menjawab. Kesal.

Aleyna yang mungkin dari awal sudah merasa aku tidak akan mengizinkan dia ikut kembali bersuara “Dad! Aku mau ikut. Pleaseeeeee.”

Aku langsung berkata “Tidak boleh!” Sebelum Siwon mengiyakan.

Aleyna kembali berkata lagi “Daddy! Aku mau ikut.. aku tidak mau ditinggal Dad. Please daddyyyyy!”

Siwon menatapku dan aku sudah tau apa yang akan Siwon jawab. Sebelum dia melakukan itu.. Aku tanpa sadar berseru dengan nada lebih tinggi “NO! Kau tidak boleh ikut Aleyna. Kalau Mom berkata tidak ya tidak.. jangan terlalu manja dan keras kepala. Mom and Daddy mau bekerja bukan untuk bermain. Sekarang kau pergi ke kamarmu dan main bersama Bethany sebelum Yuri dan Seohyun aunty datang.”

Siwon terlihat terkejut melihatku berbicara dengan nada seperti itu. Selain karena aku seperti membentak anak kesayangannya.. dia juga pasti terkejut karena aku dari dulu tidak pernah seperti ini. Aleyna langsung turun dar gendongan Siwon sambil berkata “I hate Mommy!!” lalu berlari naik ke atas tangga menuju kamarnya.

Well.. ini kali pertama aku membentak anakku. Selama ini mungkin aku menegurnya jika dia salah tapi tidak dengan nada atau suara tinggi seperti ini. Pasti dia akan nangis dan mencuekkiku nanti. Siwon Oppa juga pasti akan mengeluarkan ceramahnya atau mungkin saja membatalkan jadwal kami hari ini hanya untuk membujuk anak kesayangannya itu. Terserahlah.. inikan juga supaya dia tidak terlalu manja.

Yang kutebak sih mungkin Siwonku akan naik dan membujuk anaknya atau menyuruhku meminta maaf. Hah, aku tidak akan mau meminta maaf. Ini bukan salahku ok.

Aku yang melihat Siwon Oppa masih berdiri di tempatnya, mengeluarkan suara “Jadi sekarang Oppa masih mau pergi bersamaku untuk pekerjaan kita sore ini atau dirumah? Aku sih mau berangkat sekarang.”

Aku menunggu responnya tetapi dia tidak menjawab. Dia ngambek? Aku tak peduli. Jelas-jelas ini bukan salahku.

Aku pun mengeluarkan suaraku kembali “Yasudah aku berangkat saja sendiri. Sehabis pemotretan dan interview, mungkin aku akan makan malam bersama teman-temanku saja. Bye!”

Aku tidak bisa menebak apakah suamiku akan menyusul, mengejarku dan jadi melakukan pemotretan dan lain-lain atau dia malah memilih membujuk Aleyna tersayangnya sampai anak itu tidak nangis ataupun kesal lagi. Terserahlah Choi Siwon, kita lihat saja sampai kapan kau bisa tahan dengan kemanjaan putrimu itu.

Mungkin kalian akan berkata aku kejam atau mengapa aku egois sekali sebagai seorang ibu. Harusnya aku mengerti keadaan anakku dan mengalah bukan malah menentang keinginan anakku. Terserahlah, aku tidak peduli soal komentar kalian. Lebih baik aku bekerja saja dan melupakan masalah soal anakku yang tadi berkata dia membenciku. Lucu sekali, bisa bisanya dia berkata begitu. Dan Choi Siwon, jika kau tidak datang ke pemotretan ini aku hanya tinggal menyuruh photographernya mencari model laki-laki penggantimu atau mungkin aku akan minta aku diphoto sendiri saja, tidak usah berpasangan.

Tanpa sadar sebenarnya aku berharap Siwon menyusulku, tapi kita liat saja bagaimana..

 

THE END OR TBC lagi?

 

Sorry kalau ceritanya kek gantung gitu.. tapi cuma ini saja yang bisa author kasih. Hope you like it. Don’t forget to comment and like! Thankyou.